You are on page 1of 9

A.

Topik
 Terapi Aktivitas Kelompok Halusinasi : Sesi I : Mengenal Halusinasi
B. Tujuan
1. Tujuan umum
klien mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang diakibatkan oleh
paparan stimulasi kepadanya.
2. Tujuan khusus
a. klien dapat mengenal halusinasinya
b. klien mengenal waktu terjadinya halusinasi,
c. klien mengenal situasi terjadinya halusinasi,
d. klien mengenal perasaannya pada saat terjadi halusinasi.
C. Landasan Teoritis
Terapi Aktivitas Kelompok adalah merupakan salah satu terapi modalitas yang
dilakikan perawat kepada kelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan
yang sama.Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan sebagai
target asuhan. Didalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling tergantung,
saling membutuhkan, dan menjadi laboratorium tempat klien berlatih prilaku baru
yang adaptif untuk memperbaiki prilaku lama yang maladaptif.
Setiap peserta membutuhkan terepi aktivitas kelompok,dimana aktivitas
inimemungkinkan peserta agar berorientasi dengan orang lain dan mengenal
lingkungan di sekitarmereka. Dimana pengertian kelompok itu sendiri adalah
kumpulan individu yang lain, saling tergantung dan memiliki norma yang sama .
(stuart dan Laraia.2001.}.
Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi aktivitasnya berupa stimulus
dan persepsi. Stimulus dari pengalaman masa lalu yang menghasilkan proses
persepsi klien yang maladapatif atau distruktif, misalnya kemarahan, kebencian, putus
hubungan, pandangan negatif terhadap orang lain, dan halusinasi.
Didukung data dari Ruang Merak jumlah pasien yang ada 20 orang, terdiri
dari halusinasi 15 Orang 75 % ,isolasi sosial 5 orang 25 %
Berdasarkan data yang ada di ruang Merak halusinasi urutan satu oleh karena
itu kalau tidak dilakukan TAK maka terjadi perilaku kekerasan.
Atas dasar tersebut, maka kami menganggap dengan Therapy Aktivitas
Kelompok (TAK) klien dengan gangguan persepsi sensori dapat tertolong dalam hal
sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, tentu saja klien yang mengikuti therapy ini
adalah klien yang sudah mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada
saat TAK klien dapat bekerjasama dan tidak mengganggu anggota kelompok yang
lain.
D. Klien
1. Karakteristik/ critera

E. Klien peserta TAK : a. kelompok akan memilih pasien dengan masalah ganguan persepsi sensori : Halusinasi . Ibu Nurhayati 3. Ibu Fatma g. klien dengan ganguan presepsi halusinasi yang sudah mulai mampu mengintreprestasikan realitas terhadap diri sendiri maupun orang lain b.a.30 Lama : 30 menit fase orientasi : 5 menit fase kerja : 15 menit fase terminasi : 10 menit Tempat : Ruang Melati 2. Proses berikutnya adalah kontrak waktu dan tempat dengan klien yaitu TAK akan di lakukan pada hari senin . Ibu Ceroline d. klien dengan ganguan presepsi sensori halusinasi ynag sudah mulai mampu mengontrol halusinasinya. Fasilitator II : : : : : Rangga Prayogi Dhita Eka Risdiyanti Maria Fransiska Dwi Ayu Fajar Dwi Ayu Fajar. Ibu Ani c. 12 Mei 2015 Jam : 09. Waktu : Selasa . Pasien yang ter pilih sebanyak 8 orang orang sesuai dengan kriteria di atas . 12 Mei 2015 di ruangan perkutut pada pukul 09. Setelah mendapatkan hasil pengkajian . Proses seleksi Sebelum melakukan TAK kelompok yang akan melakukan pengkajian terhadap semua pasien diruangan perkutut . Ibu Valentina b. Pengorganisasian 1. 2. Co-Leader c.00 WIB . klien dengan kondisi fisik baik/sehat. Fasilitator I e. Leader b. a) leader/ pemimpin kelompok : Tugasnya :  Menyusun rencana aktivitas kelompok (proposal) . Ibu Yesi e. selama 30 menit. Tim terapis a. Ibu Tini f. c. Observer d.00 – 09.

Sebagai role model Memotivasi anggota b) Co-leader/pemasntu pemimpin : Tugasnya :  Memantau leader. 4.media. Setting Tempat : Co K1 L L F1 K2 K6 F4 K5 F2 F3 K3 Keterangan : L : leader Co L : co leader Obs : observer OB S K4 .  Ruangan nyaman dan tenang.dan setting Metode :  Diskusi dan tanya jawab  Bermain peran / stimulasi Media :  Tape recorder  Karton dan Pulpen  Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran. Metode. c) Fasilitator : Tugasnya :  Memantau leader untuk memfasilitasi anggota untuk berperan aktif. d) Observer : Tugasnya:  Mengoservasi setiap respon klien  Mencatat semua proses  Memberikan umpan balik pada kelompok 3.  Mengarahkan kelompok Memfasilitasi setiap anggota untuk mengekspresikan perasaan dan   memberikan umpan balik.

waktu terjadinya. 2. situasi. Perkenalakan nama dan pangilan terapis (pake papan nama ) 4. harus minta izin e. yaitu mengenal suarasuara yang didengar ( halusinasi) tentng isinya.  Lama kegiatan 20 menit. yaitu mengenal suara-suara yang di dengar. Terapis menjelaskan aturan main berikut :  Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok. Tahap kerja  Terapis menjelaskan kgiatan yang akan dilakukan. Salam terapeutik 2.  Terapis memberi pujian terhadap keberhasiln kelompok.? d. 2. : vasilitator : klien Proses Pelaksanaan a. Salam dari terapis pada klien. b. kapan terjadinya. Mulai dari klien yang ada di sebelah kanan secara berurutan sampai semua   klien mendapat giliran. dan perasaan klien dari suara yang biasa didengar. Memilih klien sesuai indikasi. f. Tindak lanjut Terapis meminta klien untik melaporkan isi. Kontrak 1. 2. waktu. situasi  terjadinya. Hasilnya di tulis di whiteboard.  Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai. situasi terjadi. dan perasaan klien saat terjadi Terapis meminta klien menceritakan isi halusinasi. yaitu klien dengan perubahan persepsi sensori halusinasi. Persiapan 1. Orientasi 1. dan perasaan klien saat terjadi halusinasi. dan perasaannya jika terjadi halusinasi. 3. Mempersiapkan peralatan dan tempat pertemuan. 3. Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan. Menanyakan perasaan klien saat ini. waktu. Evaluasi  Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK. Evaluasi /Validasi 1. situasi yang membuat terjadi. . Tahap Terminasi 1. Membuat kontrak dengan klien. Beri pujian pada klien yang melakukan dengan baik Simpulkan isi.F K F. kepada terapis. Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama ) c.

Kontrak yang akan datang  Menyepakati TAK yang akan datang. Rencana Evaluasi 1.  lama pelaksanaan sesuai degan target waktu terapi aktivitas kelompok   yang telah di rencanakan .  Menyepakati wktu dan tempat. . 2.  fasilitator diharapkan Mampu untuk memberikan motivasi pada peserta untuk terlibat secara aktif dalam aktivitas kelompok dan mampu memberikan stimulus guna meningkatkan fungsi sosialisasi  Observer diharapkan dapat melakukan evaluasi dan dapat memberikan masukan atau arah yang positif guna meningkatkan efektifitas kelompok yang akan datang. Antisipasi  klien yang tidak aktif . Evaluasi struktur  Pemaswa acara diharapkan mampu menghidupkan Dan menciptakan suasana aktivitas kelompok yang dapat meningkatkan fungsi orientasi pada peserta. 4. baik oleh perawat ruangan maupun kelompok lain.3. 5. Evaluasi Proses  peserta tidak meninggalkan tempat terapi aktivitas klompok . peserta bekerja sama dalam menyesuaikan diri ditempat terapi aktivitas kelompok.  klien yang tidak mau menyelesaikan gamasrnya .  klien yang tidak mau mengikuti jalannya TAK sampai selesai .  klien yang membuat kerbapaktan . pesrta dapat berkomunikasi degan sesama peserta.

beri penilaian tentang kemampuan mengenal isi halusinasi. 4. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien. 2. 7. 2. 8. Petunjuk: 1. STRATEGI PELAKSANAAN Hari /tanggal : Selasa / 12 Mei 2015 . Beri tanda ceklist (V) jika klien mampu dan beri tanda cross (X) jika klien tidak mampu. 9. 3. Untuk tiap klien. 10.Lembar Evalusi Kemampuan Pasien Sesi 1: TAK Stimulasi persepsi: halusinasi Mengenal Halusinasi Evaluasi hasil Klien selama melaksanakan TAK: NO Nama Klien Menyebut isiMenyebut Halusinasi Menyebut Menyebut Mengikuti waktu terjadisituasi perasaan saatkegiatan Halusinasi Halusinasi terjadi Halusinasi sampai selesai 1. 6. 5.

Sebelum kegiatan TAK ini dimulai. Kondisi Klien a. “Bagus sekali….” “Hayo sekarang bapak-bapak saling memperkenalkan diri sendiri setelah itu memperkenalkan diri temannya”. Tujuan khusus  Klien dapat mengenal Halusinasi  Klien mengenal waktu terjadinya halusinasi  Klien mengenal situasi terjadinya halusinasi  Klien mengenal perasaannya pada saat terjadinya halusinasi B. .. Orientasi a. saya mau bertanya pada bapak-bapak semuanya. semua yang hadir disini dalam keadaan bahagia dan semangat untuk mengikuti kegiatan ini” “hari ini suster mau mengajak bapak-bapak semua untuk saling berkenalan satu sama lain dan mengenal apa itu halusinasi. Diagnosa Keperawatan Persepsi sensori : Halusinasi d. contohnya nih seperti suster tadi memperkenalkan diri sendiri dan memperkenalkan teman suster yang lainnya dan menulis nama suster . masih ingat dengan nama peawat yang ada disini ? ” “Ayo…siapa yang berani menyebutkan?” “Benar sekali…”: “Nah sekarang semuanya memakai nametag yang sudah suster bagikan masing-masing ya. Strategi Komunikasi 1. Evaluasi Validasi “Bagaimana perasaan bapak-bapak pagi hari ini? Bagaimana tidurnya tadi malam? Nyenyak?” “Wah…bagus sekali.Judul : Persepsi Sensori : Halusinasi Fungsi : untuk mengenal Halusinasi Ruangan : Melati A. Proses Keperawatan 1. dan bapak-bapak sudah mau memperkenalkan diri sendiri dan temannya. Data Objektif:  Semua klien terlihat kooperatif  Semua klien terlihat gembira c. Salam Terapeutik “Selamat pagi ibu-ibu dan bapak-bapak.” b. Data Subjektif:  Semua klien merasa gembira b.

kalau lagu nya berhenti sambil memegang bola terakhir akan berdiri dan menjelaskan pengalaman halusinasinya. bagus bapak sudah bisa menjelaskan telah memperagakannya dengan baik.” “Bapak dan semuanya yang ada disini ayo kita memperkenalkan diri ( nama klien dan nama panggilan klien ) di mulai dari suster ya didepan saya secara bergantian ya bapak-bapak. Untuk aturan main nya . baik bapak – bapak kita . Waktu yang kita akan gunakan selama 30 menit dan kegiatan itu yang akan berlangsung di ruangan ini. jadi nanti kita putar musik dan bola yang saya pegang akan saya kasih ke bapak – bapak lalu bapak memberikan bola ini sama teman sebelahnya bapak.” Agar bapak – bapak bisa mengingat kembali halusinasi yang di alami dan menyadari bahwa pengalaman aneh halusinasinya sebagai sesuatu yang di atasi. Terminasi a. Evaluasi Respon Respon Subjektif: “Bagaimana perasaan bapak-bapak setelah mengikuti kegiatan kelompok hari ini? Apakah semuanya senang? Bagus sekali…” Respon objektif: “Baiklah. mari kita tepuk tangan yang meriah…” 3. ” 2. Kalau bapak belum mengerti minta bantuan sama suster yang ada dalam kelompoknya dan suster diharapkan masing-masing saling bekerja sama karena siapa cepat akan dapat juara . Trima kasih bapak…. Apa bapak – bapak mengerti ? “ Bagus bapak. marilah kita berdoa sesuai dengan kepercayaan masing-masing agar kegiatan ini berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi kita semua. Kontrak “Hari ini kita berkumpul disini untuk melakukan kegiatan kelompok tentang cara mengenal halusinasi sesuai dengan apa yang kemarin suster sampaikan.c. sebelum kita memulai kegiatan.. sebelumnya di mulai suster akan membagikan name tag untuk tanda pengenal bapak. sekarang suster minta salah satu dari bapak-bapak untuk mengulangi permainan apa yang sudah kita lakukan tadi” . mulai permainannya saya nyalakan lagu ya diikuti dengar berputarannya bola sampai lagu ya berakhir ya bapak. begitu seterusnya sampai music yang saya putar berhenti jika music yang saya putar berhenti maka bola nya juga berhenti pada pemegang terakhir dan pemegang terakhir harus menceritakan pengalaman halusinasinya.” Ya coba bapak jelaskan pengalaman halusinasi bapak yang pernah di alami.” “Wah . Kerja “Baiklah dan bapak-bapak. Siapa yang bisa membantu suster untuk memimpin doa?” “Bagus…...

Jakarta: EGC 3.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta: EGC 2. Budi Anna. Stuart. Jakarta: EGC . Buku Saku Keperawatan Jiwa. Sundeen. Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok. Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok. Iyus. 2007. 2006. Keliat. Yosep. 2001.