You are on page 1of 70

TEGANGAN EFEKTIF

Materi Kuliah : Mekanika Tanah I
Oleh : Tri Sulistyowati

PRINSIP TEGANGAN EFEKTIF
Terzaghi (1923), memberikan prinsip tegangan efektif yang bekerja
pada segumpal tanah. Prinsip ini hanya berlaku pada tanah yang
jenuh sempurna, yaitu :
1. Tegangan normal total (s) pada suatu bidang di dalam massa
tanah, yaitu tegangan akibat berat tanah total termasuk air dalam
ruang pori, per satuan luas, yang arahnya tegak lurus.
2. Tekanan pori (u), disebut juga dengan tekanan netral yang
bekerja ke segala arah sama besar, yaitu tekanan air yang
mengisi rongga di antara butiran padat
3. Tegangan normal efektif (s') pada suatu bidang di dalam massa
tanah, yaitu tegangan yang dihasilkan dari beban berat butiran
tanah per satuan luas bidangnya.
Hubungan dari ketiganya adalah :

s = s‘ + u

PRINSIP TEGANGAN EFEKTIF

(a) Gaya antara butiran pada segumpal tanah.
(b) Kontak antara butiran (Skempton, 1960)

Persamaan kesetimbangan dalam arah normal bidang AA. SP' atau : s' = A  Tegangan normal total diberikan oleh persamaan: P s= A  Jika titik singgung dianggap terletak di antara butiran.u . tekanan air pori akan bekerja pada bidang di seluruh luasan A.PRINSIP TEGANGAN EFEKTIF  Tegangan normal efektif atau tegangan vertikal efektif diartikan sebagai jumlah komponen P' di dalam luasan A. adalah : P = SP’ + u A atau P SP' A = A u  Persamaan ini sama dengan : s = s‘ + u atau s‘ = s . dibagi luas A.

tapi dianggap tidak mengubah volume butiran. maka Ac   P SP'  A  Ac  s = s'1  au s = s'1  u =  u A   partikel A A a adalah  A luas  kontak antara dengan per satuan luas kotor tanah (Skempton.  Karena tegangan netral hanya dapat bekerja pada rongga pori. maka untuk memperoleh tegangan netral u harus dikalikan dengan luas rongga (A – Ac). atau : P = SP’ + (A .Ac) u dengan A adalah luas kotor total dan Ac adalah luas kontak antara butiran.PRINSIP TEGANGAN EFEKTIF  Tekanan air pori bekerja secara sama ke segala arah dan akan bekerja pada seluruh bidang permukaan butiran. . Bila Persamaan diatas dibagi dengan luas kotor A untuk memperoleh persamaan tegangan. 1960).

PRINSIP TEGANGAN EFEKTIF Muka tanah = muka air tanah z P Tegangan efektif pada suatu lapisan tanah .

 Tekanan air pori pada sembarang kedalaman akan berupa tekanan hidrostatis. sv = gsat z dengan z adalah kedalaman yang ditinjau.PRINSIP TEGANGAN EFEKTIF  Tegangan vertikal total (sv).gw z = (gsat . pada kedalaman z. yaitu tegangan normal pada bidang horizontal pada kedalaman z akan sama dengan berat seluruh material (padat + air) per satuan luas . dan ysat adalah berat volume tanah jenuh.u = gsat z . Karena itu. tekanan air pori (u) adalah : u = gw z  Tegangan vertikal efektif (sv ') pada kedalaman z adalah sv‘ = sv .gw ) z = g’ z dengan g’ adalah berat volume tanah efektif atau berat volume tanah terendam . karena ruang pori di antara butiran saling berhubungan.

TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH TIDAK JENUH .

KONDISI TANAH TIDAK JENUH Kondisi di dalam tanah yang tidak jenuh adalah sebagai berikut : Pori-pori tanah terisi oleh air dan udara (S < 100%) Tegangan total pada suatu titik di dalam profil tanah terdiri dari :  tegangan antar butiran.  tegangan air pori.  tegangan udara pori. Susunan tanah tak jenuh .

ua + X (ua – uw) dengan X adalah parameter yang ditentukan secara eksperimental. akan melewati bagian air dan bagian udara. Sedang uW adalah tekanan air di dalam ruang pori dan ua adalah tekanan udara dalam pori.  Karena itu. yang mempunyai hubungan secara langsung dengan derajat kejenuhan tanah. sedang air pori akan terkonsentrasi pada daerah sekitar kontak antar partikel.TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH TIDAK JENUH  Tekanan air pori (uw) harus selalu lebih kecil daripada tegangan yang terjadi dalam udara (ua).  Bishop (1955) memberikan persamaan hubungan tegangan total (s) dan tegangan efektif (s') untuk tanah tak jenuh sebagai berikut : s‟= s . sembarang bidang yang bergelombang yang ditarik mendekati mendatar. pori udara akan membentuk saluran yang sambung-menyambung melalui ruang di antara butiran.  Karena tanah tidak jenuh.  Untuk tanah jenuh (S=1) dan X = 1. dan untuk tanah kering sempurna (S=0) dan X = 0.  Persamaan diatas akan sama dengan persamaan tegangan efektif pada tanah jenuh sempurna bila S = 1. . akibat tarikan permukaan.

Hubungan antara parameter X dan derajad kejenuhan untuk tanah lanau Bearhead (menurut Bishop. Blight dan Donald. Alpan. 1960) .

KENAIKAN KAPILER DALAM TANAH (a). Kenaikan air didalam kapiler (b) tekanan di sepanjang tinggi kenaikan air di dalam pipa kapiler (tekanan atmosfir diambil sebagai datum) .

sehingga : hc ∞ 1/d  Tekanan pada setiap titik di dalam pipa kapiler di atas permukaan air bebas adalah negatif jika dibandingkan dengan tekanan atmosfir. dan gw adalah tetap. .  Kenaikan air di dalam pipa kapiler (hc) dapat dituliskan : hc = 4T cos dg w dimana : T = gaya tarik pada permukaan  = sudut antara permukaan air yang melekat pada dinding pipa dengan dinding pipa kapiler d = diameter pipa kapiler gw = berat volume air.  Dari persamaan diatas harga T. besarnya tekanan kapiler tersebut adalah h gw (di mana h = tinggi air di atas permukaan air bebas). maka air mungkin akan naik sampai di atas permukaan garis freatik. .TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH TIDAK JENUH  Ruang pori di dalam tanah yang berhubungan satu sama lain dapat berperilaku sebagai kumpulan tabung kapiler dengan luas penampang yang bervariasi  Karena adanya gaya tarik permukaan.

Tegangan air dibawah muka air tanah karena kapilaritas .  Tegangan air dibawah muka air tanah selalu positif dan besarnya adalah : u = Z .TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH TIDAK JENUH  Tegangan air pada suatu titik di dalam pipa kapiler diatas muka air tanah adalah negatif terhadap tegangan permukaan dan besarnya adalah : u = hc . gw dimana hc adalah tinggi air didalam pipa kapiler yang berada di atas muka air tanah. gw dimana Z adalah kedalaman dibawah muka air tanah.

11 0.30 0.20 0. D10 (mm) Void Ratio hc (mm) Coarse gravel 0.006 0.27 60 Medium sand 0.45 28 Fine gravel 0.02 0.27 6 Sandy gravel 0.82 0.Tinggi kenaikan kapiler dalam tanah non kohesif Jenis tanah Ukuran Butiran.29 20 Coarse sand 0.57 120 Fine sand 0.36 112 Silt 0.94 180 .03 0.

Pengaruh kapiler pada tanah berpasir (a) tanah dalam silinder diletakkan bersentuhan dengan air (b). Variasi derajad kejenuhan tanah didalam silinder .

maka karbonat tidak tercuci dari permukaan tanah dan terjadilah endapan calcareous di permukaan . dan kerikil yang diikat oleh endapan calcareous. yang dapat ditemui di padang pasir sebelah barat daya Amerika Serikat. dan kemudian air menguap. Caliche adalah campuran antara pasir. Endapan calcareous tersebut dibawah ke permukaan tanah oleh air pada peristiwa kapiler. lanau.PENGARUH KAPILER PADA TANAH BERPASIR  Hazen (1930) memberikan perumusan untuk menentukan tinggi kenaikan air kapiler secara pendekatan. Karena hujan turun sedikit sekali. yaitu: h1(mm ) =     C e D10 Dengan : D10 = ukuran efektif (dalam mm) e = angka pori C = konstanta yang bervariasi dari 10 mm2 sampai dengan 50 mm2 Kenaikan air kapiler adalah penting dalam pembentukan beberapa tipe tanah seperti caliche.

Rentang perkiraan kenaikan air kapiler
Tipe Tanah
Pasir kasar
Pasir halus
Lanau
Lempung

Rentang kenaikan air kapiler
(ft)
(m)
0,4 -0,6
0,12 - 0,18
1-4
0,30 - 1,20
2,5 - 25
0,76 - 7,6
25 - 75
7,60 - 23

TEGANGAN EFEKTIF DI DALAM ZONA
KENAIKAN AIR KAPILER

Seperti diketahui bahwa hubungan antara tegangan total, tegangan
efektif dan tegangan air pori adalah sebagai berikut :
s = s‟ + u
Tegangan air pori (u) pada suatu titik di dalam lapisan tanah yang
jenuh oleh kapiler atau yang berada di dalam zona kapiler adalah :
u = - gw hc
Apabila kondisi jenuh sebagian (partly saturated) yang disebabkan
oleh gaya kapiler terjadi maka tegangan airnya menjadi :

 S 
u = 
 gw h
 100 

dimana Sr adalah derajad kejenuhan

TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR
TANPA REMBESAN

Peninjauan teganan efektif untuk suatu tanah jenuh air di dalam tabung tanpa adanya rembesan.TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR TANPA REMBESAN (a). (b) gaya-gaya yang bekerja pada titik-titik sentuh butiran tanah pada ketinggian titik A . .

.  Tegangan total pada titik A dapat dihitung dari berat volume tanah jenuh air dan berat volume air di atasnya. Jadi : s = H gw + (HA – H) gsat Dengan : s = tegangan total pada titik A gw = berat volume air gsat = berat volume tanah jenuh air H = tinggi muka air diukur dari permukaan tanah di dalam tabung HA = jarak antara titik A dan muka air.TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR TANPA REMBESAN  Ditinjau suatu massa tanah jenuh air di dalam suatu tabung tanpa adanya rembesan air dalam segala arah.

Tegangan ini bekerja ke segala arah sama besar. yaitu garis a . Penjumlahan komponen vertikal dari gaya-gaya yang terbentuk pada titik-titik sentuh butiran tanah tersebut per satuan luas penampang melintang massa tanah dinamakan tegangan efektif (effective stress). melalui titik A. Sisa dari tegangan total dipikul oleh butiran tanah padat pada titik-titik sentuhnya.TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR TANPA REMBESAN  Tegangan total. Bagian yang diterima oleh air di dalam ruang pori yang menerus. s. . dapat dibagi dalam dua bagian: 1. garis tersebut dibuat sedemikian rupa hingga hanya melalui titiktitik sentuh antara butiran tanah saja.  Keadaan ini dapat dilihat dengan menggambar suatu garis yang berbelok-belok.a. 2.

P2(v) .+ an).. P1n(v) adalah komponen vertikal dari P1. P3(v) . . P2. ... Pn. . as = al + a2 + a3 +. P3. .  Pn( v ) A  Dimana P1(v) .. dan A adalah luas penampang melintang massa tanah yang ditinjau  Apabila as adalah luas penampang melintang titik-titik sentuh antara butiran (yaitu.. Jadi kita dapat menulis : s = s' Dimana : u = H A gw as‟ = as /A   u A  as = s' u (1  as ' ) A = tekanan air pori (yaitu tekanan hidrostatik pada titik A) = bagian dari satuan luas penampang melintang massa tanah yang terletak pada titik-titik sentuh antara butiran... P2. Pn adalah gaya-gaya yang bekerja pada titik-titik sentuh antara butiran tadi (Gambar b).. . P3. ruangan yang ditempati oleh air adalah (A .as). . atau : s' = P1( v )  P2( v )  P3( v )  .....  Jumlah semua komponen vertikal gaya-gaya tersebut per satuan luas penampang adalah sama dengan tegangan efektif s‟.TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR TANPA REMBESAN  Misalkan P1.

Skempton (1960) meneruskan ide Terzaghi tersebut dan kemudian dia memperkenalkan suatu hubungan antara tegangan total dan tegangan efektif dalam bentuk Persamaan di atas.gw disebut juga sebagai berat volume tanah terendam air (submerged unit weight). makin padat tanah tersebut. 1936). H. Sehingga : s = s‘ + u  u dalam persamaan di atas dapat juga disebut sebagai tegangan netral. g‘ = gsat .H) gsat ] – Hagw = (HA. Perubahan volume dan kekuatan tanah tergantung pada tegangan efektif dalam massa tanah. pertama-tama dikembangkan oleh Terzaghi (1925. dapat dilihat bahwa tegangan efektif pada titik A tidak tergantung pada tinggi air. .H)( gsat . di atas muka tanah yang terendam air. sehingga : s‘ = [H gw + (HA.TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR TANPA REMBESAN  Harga dari as adalah sangat kecil dan untuk problema-problema praktisnya dapat diabaikan. tegangan efektif adalah merupakan gaya per satuan luas yang dipikul oleh butir-butir tanah. Makin tinggi tegangan efektif suatu tanah.gw ) = tinggi tanah didalam tabung x g‘ Dimana.  Kesimpulannya. Masukkan harga s pada persamaan sebelumnya.  Prinsip tegangan efektif. Jadi.

TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR TANPA REMBESAN (a) Lapisan tanah di dalam silinder di mana tidak adanya rembesan. variasi dari (b) tegangan total. (c) tekanan air pori. (d) tegangan efektif terhadap kedalaman pada lapisan tanah yang terendam .

TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR DENGAN REMBESAN .

ada dua arah yaitu : 1. Tegangan efektif ini akan bertambah besar atau kecil tergantung pada arah dari rembesan. arah rembesan air ke bawah . Arah rembesan air.TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR DENGAN REMBESAN    Tegangan efektif pada suatu titik di dalam massa tanah akan mengalami perubahan dikarenakan oleh adanya rembesan air yang melaluinya. arah rembesan air ke atas 2.

(d) tegangan efektif terhadap kedalaman pada lapisan tanah dengan rembesan arah ke atas . (c) tekanan air pori. variasi dari (b) teganran total.TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR DENGAN REMBESAN  REMBESAN AIR KE ATAS (a) Lapisan tanah di dalam silinder dengan rembesan arah ke atas.

Kehilangan tekanan yang disebabkan oleh rembesan ke atas antara titik A dan B adalah h. Perlu diingat bahwa tegangan total pada suatu titik di dalam massa tanah adalah disebabkan oleh berat air dan tanah di alas titik yang bersangkutan. Kecepatan penambahan air dibuat tetap.TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR DENGAN REMBESAN     Gambar di atas menunjukkan suatu lapisan tanah berbutir di dalam silinder di mana terdapat rembesan air ke atas yang disebabkan oleh adanya penambahan air melalui saluran pada dasar silinder. .

uC = z (gsat .TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR DENGAN REMBESAN Perhitungan tegangan efektif pada titik A dan B adalah sebagai berikut  Pada titik A : Tegangan total sA = H1 gw Tegangan air uA = H1 gw Tegangan efektif sA‟ = 0  Pada titik B : Tegangan total sB = H1 gw + H2 gsat Tegangan air uB = (H1 + H2 + h)gw Tegangan efektif sB‟ = H2(gsat .gw) sC‟= z g‟ – i . z . gw .gw) – h gw = H2 g‟ – h gw  Pada titik C : Tegangan total sC = H1 gw + z gsat Tegangan air uC = (H1 + z + [h/H2] z)gw = (H1 + z + i z) gw Tegangan efektif sC‟= sC . gw)= z g‟ –([h/H2].gw) – ([h/H2] z.z.

TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR DENGAN REMBESAN Catatan :  Gradien hidrolik i.  Apabila kecepatan rembesan (seepage) bertambah secara perlahan. yaitu pada saat tegangan efektif sama dengan 0 ( sC‟ = 0) icr  z g' g' = = z gw gw Dalam keadaan seperti ini (sC‟= 0). pada umumnya keadaan ini dinamakan “Boilling” atau “Quick condition” . disebabkan oleh aliran air ke atas. z . yaitu : sC‟= z g‟ – icr . stabilitas tanah menjadi hilang. gw = 0  dimana icr adalah gradien hidrolik dalam keadaan kritis. maka keadaan batas akan dicapai.

(d) tegangan efektif terhadap kedalaman pada lapisan tanah dengan rembesan arah ke bawah . (c) tekanan air pori.TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR DENGAN REMBESAN  REMBESAN AIR KE BAWAH (a) Lapisan tanah di dalam silinder dengan rembesan arah ke bawah. variasi dari (b) teganran total.

Tegangan total.i z) gw Tegangan efektif sC‟= sC . gw .TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH AIR DENGAN REMBESAN      Keadaan di mana terdapat rembesan air ke bawah dapat dilihat dalam Gambar di atas. Gradien hidrolik yang disebabkan oleh rembesan air ke bawah adalah sama dengan i = h/H2.[h/H2] z)gw = (H1 + z . hal ini dilakukan dengan cara mengatur penambahan air dari atas dan pengaliran air ke luar melalui dasar silinder. tekanan air pori.uC = (H1 gw + z gsat ) – (H1 + z – i z) gw sC‟= z g‟ + i . Ketinggian air di dalatm silinder diusahalcan tetap. dan tegangan efektif pada titik C adalah : Pada titik C : Tegangan total sC = H1 gw + z gsat Tegangan air uC = (H1 + z . z .

GAYA REMBESAN (SEEPAGE FORCE) .

(b). Rembesan arah ke atas. (c) Rembesan arah ke bawah pada suatu volume tanah . Tanpa rembesan.Gaya yang disebabkan oleh (a).

z . Tidak ada rembesan  Harga dari tegangan efektif pada suatu titik di dalam tanah dengan kedalaman z. dimana tidak ada aliran air. .gw) = z g‟  Gaya rembesan yang bekerja pada bidang seluas A adalah : P1‟ = z g‟ A 2.g w A = = i gw volume tanah ZA  Konsep tentang gaya rembesan ini dapat digunakan secara efektif untuk mendapatkan angka keamanan terhadap heave pada daerah hilir suatu bangunan air.GAYA REMBESAN (SEEPAGE FORCE) Aliran air dalam tanah (seepage) dapat menyebabkan bertambah atau berkurangnya harga dari tegangan efektif.P2‟ = z g‟ A . gw A  Gaya rembesan persatuan volume : P1'P2 ' i.z. Ada rembesan dengan arah ke atas  Tegangan efektif : s‟= z g‟ – i z gw  Gaya rembesan : P2‟ = (z g‟ – i z gw) A  Berkurangnya total gaya rembesan akibat adanya rembesan ke arah atas : P1‟. maka : s‟= z (gsat .(z g‟ – i z gw) A = i . seperti dijelaskan sebagai berikut : 1.

gaya rembesnya per satuan volume tanah adalah i gw Kesimpulan :  Gaya rembesan per satuan volume tanah adalah sama dengan i gw . bekerja searah dengan arah rembesan. Ada rembesan dengan arah ke bawah  Sama dengan gaya rembesan untuk arah rembesan ke atas. dan untuk tanah isotropik gaya rembesan tersebut.  Jaringan aliran dapat digunakan untuk menentukan gradien hidrolik di setiap titik.  Konsep gaya rembesan ini dapat secara efektif digunakan untuk menentukan faktor keamanan dalam pencegahan terhadap "heave" (pengerahan tanah ke atas) pada daerah hilir dari suatu bangunan air .  Pernyataan ini ternyata benar untuk aliran dalam segala arah. dan juga dapat digunakan untuk menghitung gaya rembesan per satuan volume tanah. maka untuk rembesan air ke arah bawah.GAYA REMBESAN (SEEPAGE FORCE) 3.

PENGARUH GAYA REMBESAN (SEEPAGE FORCE) PADA TEGANGAN EFEKTIF Tegangan efektif akibat gaya rembesan .

z gw atau s‟= z g‟ Pada kasus (c) terjadi aliran arah ke bawah dengan tinggi tekanan air sebesar -(h1 + z). adalah : s‟= z gsat . akibat pengaruh gaya rembesan. adalah : s‟= z g‟ . Akan dihitung tegangan efektif yang bekerja pada titik A.(h1 + Dh) gw atau s‟= z g‟ . Tegangan efektif pada titik A.z gw . dan g' adalah berat volume tanah terendam. seperti yang diperlihatkan dalam gambar di atas. Pada kasus (a). karena tidak ada gaya rembesan (Dh = 0). gw adalah berat volume air. . Ditinjau kondisi aliran air di dalam tanah. seperti pada gambar. maka tegangan efektif pada titik A.(h1 + z) ] gw atau s‟= h1 gw + z gsat dengan gsat adalah berat volume tanah jenuh.PENGARUH GAYA REMBESAN (SEEPAGE FORCE) PADA TEGANGAN EFEKTIF       Jika air mengalir dengan gradien hidrolik tertentu di dalam tanah. Arah gaya rembesan ini searah dengan aliran.Dh gw Pada kasus (b). adalah : s‟= h1 gw + z gsat . di mana arah alirannya divariasikan. Tegangan efektif pada titik A. tanah menderita gaya rembesan ke atas. maka pengaruh perbedaan tinggi tekanan akan menimbulkan gaya pada butiran tanah.[.

PENGGELEMBUNGAN (HEAVE) PADA TANAH YANG DISEBABKAN OLEH REMBESAN DI SEKELILING TURAP .

pembesaran daerah penggelembunngan .(a). Pemeriksaan terhadap penggelembungan (heave) yang terjadi pada bagian hilir dari turap yang dipancang sampai dengan lapisan tanah tembus air. (b).

Jaring aliran rembesan air di sekitar turap yang dipancang sampai dengan lapisan tanah tembus air .

kita perlu menyelidiki kestabilan tanah di daerah luasan [D x ½ D] di depan turap seperti yang ditunjukkan dalam Gambar di atas. Terzaghi (1922) menyimpulkan bahwa penggelembungan pada umumnya terjadi pada daerah sampai sejauh ½ D dari turap (di mana D adalah kedalaman pemancangan turap).  Setelah melakukan banyak model percobaan.  Oleh karena itu. .PENGGELEMBUNGAN (HEAVE) PADA TANAH YANG DISEBABKAN OLEH REMBESAN DI SEKELILING TURAP  Gaya rembesan per satuan volume tanah dapat dihitung untuk memeriksa kemungkinan keruntuhan suatu turap di mana rembesan dalam tanah mungkin dapat menyebabkan penggelembungan (heave) pada daerah hilir.

maka : FS = g' irata rata .PENGGELEMBUNGAN (HEAVE) PADA TANAH YANG DISEBABKAN OLEH REMBESAN DI SEKELILING TURAP  Faktor keamanan untuk mencegah terjadinya penggelembungan dapat dituliskan : W' FS = U Dimana : FS = faktor keamanan W‟ = berat tanah basah di daerah gelembung per satuan lebar turap W‟= (D x ½ D) x (gsat –gw) = ½ D2 g‟ U = gaya angkat yang disebabkan oleh rembesan pada tanah dengan volume yang sama U = (D x ½ D) = volume tanah x (irata-rata . gw) = ½ D2 x irata-rata x gw  Dengan memasukkan harga W‟ dan U.g w .

CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN .

1 Suatu lapisan tanah berbutir di lapangan ditunjukkan dalam gambar.CONTOH SOAL .65. dan tegangan efektif dengan kedalaman. .5 dan GS (berat spesifik) = 2. Untuk tanah berbutir. Gambarlah variasi antara tegangan total. diketahui e = 0. tekanan air pori.

601 kN / m3 1 e 1  0.966 1 e 1  0.e)g w [2.81 = = = 18.50)]9.81 = = 20.65  (1x0.50)]9.331 kN / m3 1 e 1  0.50 x0.e)g w [2.50 kN / m3 Lapisan tanah c – d g sat = (Gs  S.50 .1 PERHITUNGAN BERAT VOLUME TANAH Lapisan tanah a – b Gs g w 2.50 Lapisan tanah b – c g moist (Gs  S.81 g dry = = = 17.PENYELESAIAN SOAL .65 x 9.65  (0.

996) 0 = 53.0.567 Titik c 34.658 Titik d 53..240 .601) 2 x 9... u (kN/m2) Titik a 0 0 0 Titik b 2 X 17.50 x 9.658 53. s (kN/m2) Titik Tegangan efektif.905 34.662 Sedikit di atas titik b = 0 Sedikit di bawah titik b = .662 39.PENYELESAIAN SOAL – 1 (Lanjutan.81 x 1 = .62 = 94.81 = 19.860 75.) PERHITUNGAN TEGANGAN Tegangan total.662 + (1 x 18.331 = 34.4.658 + (2 x 20. s „ (kN/m2) Tegangan air pori..

PENYELESAIAN SOAL – 1 (Lanjutan. TEGANGAN AIR PORI DAN TEGANGAN EFEKTIF .) GAMBAR TEGANGAN TOTAL.....

35.66  lempung : gsat = 15. b. diapit oleh dua lapisan kerikil.2 Lapisan tanah lempung setebal 6 m.70 kN/m3. Tebal lapisan kerikil sebelah atas lempung 6 m. GS = 2. Muka air tanah terletak 2 m di bawah permukaan kerikil. c. Diketahui:  kerikil : n = 0. hitung tegangan total dan tegangan efektif pada sisi atas dan bawah lapisan lempung untuk waktu jangka pendek dan jangka panjang.CONTOH SOAL . a. Tentukan tegangan efektif pada sisi atas dan bawah dari lapisan lempung. Bila muka air tanah turun mendadak sebesar 3 m dari muka air sebelumnya. Gambarkan diagram tegangan yang menunjukkan perubahan besarnya tegangan efektif dari jangka pendek ke jangka penjang .

.) ....CONTOH SOAL – 2 (Lanjutan.

18 kN/m2  Pada sisi bawah lapisan lempung (titik B) sB = (115.54 g sat = (Gs  e)g w (2.66 x 9.81 = = 16.35 gd = Gs g w 2.PENYELESAIAN SOAL .54 (a) Keadaan sebelum penurunan muka air tanah.38) = 115.42 .95 kN / m3 1 e 1  0.52 kN/m2 .42 kN/m2 sA‟ = sA .  Pada sisi atas lapisan lempung (titik A) : sA = ( 2 x 16.42 ) + ( 6 x 15.2 Menghitung besarnya gsat dan gd dari lapisan kerikil e= n 0.81) = 76.95 ) + ( 4 x 20.35 = = 0.38 kN / m3 1 e 1  0.70) = 209.66  0.uA = 115.54)x 9.54 1  n 1  0.(4 x 9.62 kN/m2 sB‟ = sB .uB = 209.(10 x 9.81) = 111.62 .81 = = 20.

memerlukan waktu yang lama. .67 kN/m2). akan turun berangsur-angsur sampai mencapai tekanan pori yang baru.) (b) Keadaan sesudah penurunan muka air (i) Untuk jangka waktu pendek atau kondisi tak terdrainase (undrained).  Waktu yang dibutuhkan untuk penurunan tekanan air pori sebagai akibat menghamburnya air keluar dari lapisan lempung ke lapisan kerikil. relatif belum ada penghamburan tekanan air pori dari lapisan lempung.81 kN/m2 dan uB = 68.  Tekanan air pori mula-mula pada titik A sebesar uA = 4 x gW = 39.. yaitu pada kondisi setelah muka air turun 3 m (yaitu: uA = 9. maka tekanan air pori pada tanah lempung akan bertambah sebesar tambahan beban. terjadi tambahan beban oleh berat lapisan kerikil yang semula terendam air menjadi tidak terendam.. Hal ini disebabkan oleh permeabilitas tanah lempung yang sangat kecil.. Oleh karena itu. dalam jangka waktu yang pendek atau waktu t = 0.1 kN/m2. akibat adanya penurunan muka air tanah pada lapisan kerikil.24 kN/m2 dan pada titik B sebesar uB = (4 + H2) gW = 98. Karena ada tambahan beban dari lapisan kerikil akibat penurunan air.  Dalam jangka waktu pendek..PENYELESAIAN SOAL – 2 (Lanjutan.

18 = 19.32 kN/m2.32 . ditinjau tegangan efektif pada titik A.95 = 95. Untuk menghitung besarnya tambahan tegangan. Setelah penurunan muka air sedalam 3 meter: DsA' = 1 . .76.9.. yaitu tegangan efektif tetap atau tidak berubah.81) + 5 x 16. karena tambahan tekanan akibat beban akan sama dengan tambahan tekanan air pori (Du = Ds').)      Sehingga pada jangka pendek tekanan air pori pada tanah lempung akan sebesar : uAtotal = uA + Ds' dan uBtotal = uB + Ds' dengan Ds„ adalah tambahan tegangan oleh lapisan kerikil dari kondisi terendam menjadi tidak terendam...18 kN/m2. Jadi. dalam jangka pendek kondisi pembebanan identik dengan pembebanan pada kondisi tak terdrainase (undrained). Telah dihitung tegangan efektif pada titik A mula-mula sA' = 76.PENYELESAIAN SOAL – 2 (Lanjutan.(20.14 kN/m2..38 . Selisih tegangan efektif : DsA' = 95.

13 + (6 x 15.9.  Dianggap kelebihan tekanan air pori nol.56 kN/m2  Tegangan total pada titik B ( dengan sB' = 111.  pada titik A: sA = 5 gd + 1 gsat = (5 x 16.81)+19.68. akan terjadi tambahan tekanan air pori sebesar Du = DsA„ = 19.81 = 9.67 kN/m2 sB' = sB .95) + (1 x 20.PENYELESAIAN SOAL – 2 (Lanjutan.66 kN/m2  .32 kN/m2  pada titik B: sB = sA + H2 gsat = 105. yaitu tekanan air sebesar tinggi muka air tanahnya.13 .81 kN/m2 sA' = sA .uA = 105. tekanan air pori sama dengan tekanan hidrostatis.81 = 95.38) = 105.81)+19.18 + [(4x 9.52 kN/m 2) : sB = sB' + (uo + Du) =111.70) = 199.67 = 130.uB = 199.81 = 68.14] = 134.18 kN/m2).. adalah : sA = sA' + (uo + Du) =76.33 .) Jadi.13 kN/m2 uA = 1 gw= 1 x 9.52+ [(10 x9.  Tegangan total pada titik A (dengan sA' = 76...14] = 228.33 kN/m2 uB = 7 gW = 7 x 9. segera setelah penurunan muka air..76 kN/m2 (ii) Untuk kondisi jangka panjang atau kondisi terdrainase (drained).14 kN/m2. Pada keadaan ini.

PENYELESAIAN SOAL – 2 (Lanjutan.....) Gambar diagram tegangan (a) Kondisi awal sebelum muka air turun (b) Kondisi jangka pendek setelah muka air turun (c) Kondisi jangka panjang setelah muka air turun .

62 kN/m3 dan dianggap dalam keadaan jenuh seluruhnya.15 kN/m3 . Kalau lempung mempunyai berat volume jenuh 19. hitung tegangan efektif di titik P dan hitung pula kedalaman galian maksimum pada tanah lempung sehingga terhindar dari bahaya tanah mengapung. Dalam lapisan pasir terdapat tekanan artesis setinggi 8 m.3 Lapisan tanah lempung setebal 7 m terletak di atas lapisan tanah pasir setebal 4 m. Diketahui pula berat volume jenuh tanah pasir = 18.CONTOH SOAL .

Maka dapat dibentuk persamaan sebagai berikut : h gw = 137.h gw = (7 x 19.81) = 58. Dapat pula diselesaikan dengan cara sebagai berikut : Pada titik P: sp' = (7 .62 H H = 3 meter Jadi.34 – 19.(8 x 9.19.62) – (8 x 9.19.62 = 137.H) 19. kedalaman galian maksimum agar tak terjadi bahaya tanah mengapung adalah 3 m.86 kN/m2 Misalkan kedalaman galian = H Pengurangan tekanan akibat tanah galian = H gsat = H x 19. tekanan artesis = tekanan lapisan lempung tersisa.34 kN/m2 Pada kondisi kritis.3          Tegangan efektif di titik P : sp' = h1 gsat .81) = 58.H) gsat .62 H Pada kondisi kritis sp' = 0.PENYELESAIAN SOAL .62 .62 = 19.81) = 137.86 . maka : 0 = 58.62 H H = 3 meter .62 H Tekanan tanah setebal 7 m = h1 x gsat = 7 x 19.u = (7.62 H (8 x 9.34 – 19.86 .

e = 0. dan D. jika diketahui pasir dengan GS = 2.65.4 Profil tanah seperti pada gambar.72 dan e = 1.CONTOH SOAL .45. C. . hitung tegangan total. B.2. tekanan air pori dan tegangan efektif pada titik-titik A. dan lempung GS = 2.

65 x 9.72  1.81 = = 17. sehingga air terisap ke atas melebihi ketinggian air tanah.2)x 9.PENYELESAIAN SOAL – 4 (Lanjutan.93 kN / m3 1 e 1  0..48 kN / m3 1 e 1  1. Selanjutnya perlu dihitung berat volume jenuh lempung g sat = (Gs  e)g w (2.81 = = 17.45 Untuk Tanah Lempung  Kedudukan muka air tanah menunjukkan lempung dalam kondisi jenuh.81 = 7..67 kN / m3 .) Untuk Tanah Pasir  Di atas muka air tanah dianggap dalam kondisi kering. Tapi perlu diingat bahwa walaupun tanah lempung berada di atas muka air tanah.48  9... maka : gd = Gs g w 2.2 g' = g sat  g w = 17. Iempung juga dapat dalam kondisi jenuh. Hal ini karena pengaruh tekanan kapiler.

93 = 71..52 – 98.81 = 246.72 .0 = 71.48) = 10 x 9.05 = 110.07 Titik D sD = sC + (5 x gsat) uD = 10 x gw = 159.42 .12 .. s „ (kN/m2) Titik A sA = 0 uA = 0 sA ' = sA . s (kN/m2) Tegangan air pori.u B = 71..72 + (5 x 17.u D = 246.72 uB = 0 sB' = sB .u C = 159..PENYELESAIAN SOAL – 4 (Lanjutan.81 = 49.52 = 98.05 sC ' = sC .12 uC = 5 x g w = 5 x 9.1 sD ' = sD .12 + (5 x 17.1 = 148.48) = 159.72 Titik C sC = sB + (5 x gsat) = 71. u (kN/m2) Tegangan efektif.u A = 0 Titik B sB = 4 x g d = 4 x 17.) PERHITUNGAN TEGANGAN Titik Tegangan total.49.

Tanah pasir dengan berat volume kering 17.70 kN/m3 dan gsat = 17.46 kN/m3.62 kN/m3. Tanah lempung dengan berat volume basah gb = 15. B. dan C. Hitung tegangan total dan tegangan afektif pada titik A.66 kN/m3 dan berat volume jenuh 19. sebelum dan sesudah hujan .CONTOH SOAL . air menggenang setinggi 1 m di atas permukaan tanah pasir. Akibat hujan.5 Profil tanah seperti yang terlihat pada gambar.

32 kN/m2  Dl titik B : sB = sB„ =(2 X gd)pasir+ (5 X gb)lempung = 2 x 17.70 = 113.62 kN/m2  .24 – (2 x 9.9.81 = 9. Besarnya berat volume efektif : g„ = (gsat .u = 227.  Di titik A : sA = sA ' = 2 x gd = 2 x 17. dalam waktu yang pendek diperkirakan air hujan hanya meresap pada bagian kecil dari lapisan atasnya.82 kN/m2 (Tanah lempung di atas muka air tanah dianggap tak jenuh air)  Di titik C : sC = (2 x gd)pasir + (10 gb b + 2 gsat)lempung = (2 x 17.66 = 35. Hitungan tegangan total dan tegangan efektif adalah sebagai berikut : (a) Sebelum hujan.81) = 207. Jadi.PENYELESAIAN SOAL – 5 Air genangan akan menyebabkan tanah pasir berkurang berat volumenya.66 + 5 x 15.81 kN/m3  Untuk tanah lempung. yaitu menjadi berat volume terendamnya.70) + (2 x 17.62 . karena permeabilitasnya yang kecil.66) + [(10 x 15.46)] = 227.24 kN/m2 sC„= sC . dalam hal ini berat volumenya dapat dianggap tetap.gw ) = 19.

2 x 9.81) + (2 x 19.55 kN/m2  Di titik C : sC = (1 x gw) air + (2 X gsat)pasir+ (10 gb + 2 gsat)lempung = (1 x 9.47 ..62) + [(10 x 15.97 kN/m2 sC„= sC .62) + (1 x 9..u = 240.u = 49.55 kN/m2 sB„ = sB = 127.46)] = 240..62 kN/m2  Dl titik B : sB = (1 x gw)air + (2 X gsat)pasir+ (5 X gb)lempung = (1 x 9.  Di titik A : sA = (2 x gsat ) + (1 x gw) = (2 x 19.81) + (2 x 19.81 = 221..62) + (5 x 15.) (b) Sesudah hujan dan air menggenang.35 kN/m2 .81) = 19.70) + (2 x 17.PENYELESAIAN SOAL – 5 (Lanjutan.70) = 127.05 – (3 x 9.81) = 49.05 kN/m2 sA „= sA .

air naik ke atas sampai mencapai 2 m di atas permukaan lapisan lempung yang mempunyai berat jenis 2. Tekanan pada dasar fondasi adalah merata sebesar 150 kN/m2. Sebuah fondasi dengan kedalaman 2 m direncanakan akan dibangun pada lapisan lempung.  Hitunglah faktor aman terhadap bahaya mengapung pada saat akhir penggalian dan sesudah fondasi dibangun penuh.  Hitung pula debit rembesan lewat lapisan lempung jika koefisien permeabilitas lempung k = 3 x 10 -6 m/detik.7.1. . dan angka pori e = 1. terletak di atas lapisan kerikil yang menderita tekanan artesis.6 Lapisan lempung berlanau dengan tebal 8 m.CONTOH SOAL . kadar air 40 %. Sebuah pipa ditancapkan dalam lapisan kerikil.

96 kN  Faktor aman terhadap bahaya mengapung : Faktor aman = Gaya ke baw ah 255.  Faktor aman :  Faktor aman = Gaya ke baw ah 105.4) x 9.1 .96 = = 2.96 = = 1. Keadaan saat akhir penggalian (tanpa beban fondasi). gaya tekanan ke atas oleh tekanan artesis per satuan luas = 10 x gW x 1 = 98.08 Gaya ke atas 98.PENYELESAIAN SOAL – 6 Lempung gb = Gs (1  w )g w 2.7(1  0.00 kN  Berat sisa lapisan lempung per satuan luas = 105.1 kN.96 kN  Gaya ke bawah = 255.66 x 1 = 105.66 kN / m3 1 e 1  1.1 Berat lapisan lempung yang tidak tergali untuk fondasi per satuan luas : 6 x gb x 1 = 6 x 17.96 kN.81 = = 17.61 Gaya ke atas 98.  Di titik A.1 Kondisi setelah beban fondasi bekerja penuh sebesar 150 kN/m2  Berat fondasi persatuan luas = 150 x 1 = 150.

)       Untuk hitungan debit rembesan lewat lapisan lempung.. ... Tinggi tekanan air di lapisan lempung = 8 m Tinggi tekanan air di lapisan kerikil= 10 m Tinggi energi tekanan air yang hilang = 10 . dengan i = DhlL = 2/8 Ditinjau debit tiap satuan luas: q = (3 x 10-6 ) x (2/8) x (1 x 3600 x 24 X 365) = 23.8 = 2 m Debit rembesan q = kiA .. dianggap letak muka air tanah di permukaan tanah lempung.PENYELESAIAN SOAL – 6 (Lanjutan.7 m3/tahun per m2 luas.

CONTOH SOAL .32 lb/ft3. Hitung faktor keamanan agar tidak terjadi penggelembungan pada daerah hilir. . Diberikan gsat untuk lapisan tanah tembus air = 112.7 Gambar berikut menunjukkan suatu jaringan aliran rembesan air di sekitar turap yang dipancang sampai dengan lapisan tanah tembus air.

PENYELESAIAN SOAL – 7   Luas zona penggelembungan yang ditinjau adalah 20 ft x 10 ft. tinggi energi dorong = 3/6 (H1 – H2)  Pada titik c.78 0.36(H1  H2 ) D Faktor keamanan terhadap penggelembungan (heave) : g' irata rata x g w = g' D (112. tinggi energi dorong = 1.4 .  Tinggi kehilangan energi rata-rata di dalam prisma tanah yang ditinjau adalah 0. Dengan melalui tanah yang ditinjau tersebut dapat dihitung sebagai berikut:  Pada titik b.4)x20 = = 1.32  62. diperoleh hasil perhitungan tinggi energi dorong untuk titik-titik pertengahan di sepanjang bc.36 (H1 – H2) dan gradien hidrolik rata-rata adalah : irata rata =  FS = 0.36(H1  H2 )g w 0.6/6 (H1 – H2)  Dengan cara yang sama.36(30  5)x62.