You are on page 1of 8

KONSEP DASAR CHRONIC KIDNEY DISEASE

A. Definisi
CKD atau gagal ginjal kronis (GGK) didefinisikan sebagai
kondisi dimana ginjal mengalami penurunan fungsi secara
lambat, progresif, irreversibel, dan samar (insidius) dimana
kemampuan

tubuh

gagal

dalam

mempertahankan

metabolisme, cairan, dan keseimbangan elektrolit, sehingga
terjadi uremia atau azotemia (Smeltzer, S. 2001) . Gagal ginjal
kronik atau penyakit ginjal tahap akhir ( ESRD/PGTA) adalah
penyimpangan progresif fungsi ginjal yang tidak dapat pulih
dimana kemampuan tubuh mempertahankan keseimbangan
metabolism dan cairan , dan elektrolit mengalami kegagalan,
yang menyebabkan uremia (C, Diane.dkk. 2000 ). Gagal ginjal
kronik ( chronic kidney disease) terjadi apabila kedua ginjal
sudah tidak mampu mempertahankan lingkungan yang cocok
untuk kelangsungan hidup. Kerusakan pada ginjal ini bersifat
irreversible. (Baradero, Mary. 2008)
Tahap perkembangan gagal ginjal kronik (Baradero, Mary. 2008)
adalah sbb :
1. Penurunan cadangan ginjal
a. Sekitar 40-75% nefron tidak berfungsi
b. Laju filtrasi glomerulus 40-50% normal
c. BUN dan kreatinin serum masih normal
d. Pasien asimptomatik
2. Gagal Ginjal akut
a. 75-80% nefron tidak berfungsi
b. Laju filtrasi glomerulus 20-405 normal
c. BUN dan kreatinin serum mulai meningkat
d. Anemia ringan dan azotemia ringan
e. Nokturia dan poliuria
3. Gagal Ginjal kronis
a. Laju filtrasi glomerulus 10-20% normal
b. BUN dan kreatinin serum meningkat
c. Anemia, azotemia, dan asidosis metabolic
d. Berat jenis urine
e. Poliuria dan nokturia
f. Gejala gagal ginjal
4. End- stage renal disease ( ESRD)
a. Lebih dari 85% nefron tidak berfungsi
b. Laju filtasi glomerulus kurang dari 10% normal
1

(US Renal System. BUN dan kreatinin tinggi Anemia.010 Oliguria Gejala gagal ginjal B.c. Infeksi nefritis tubulointerstitial (pielonefritis kronik atau nefropati refluks) dan penyakit ginjal polikistik masing-masing 3. hipertensi (20%) dan ginjal polikistik (10%) 2 .73m2) Kerusakan ginjal dengan LFG normal ≥ 90 2 atau ↑ Kerusakan ginjal dengan LFG ↓ atau 60-89 3 ringan Kerusakan ginjal dengan LFG ↓ atau 30-59 4 sedang Kerusakan ginjal dengan LFG ↓ atau 15-29 at berat 5 Gagal ginjal < 15 atau dialisis Sumber : Sudoyo. 2006). g. Penyebab yang tidak sering terjadi yakni uropati obstruktif . Jakarta : FKUI C. Klasifikasi Klasifikasi gagal ginjal kronis berdasarkan derajat (stage) LFG (Laju Filtration Glomerulus) dimana nilai normalnya adalah 125 ml/min/1. diabetes melitus (23%). 2000 dalam Price & Wilson. d.4%.2006 Buku Ajar Ilmu penyakit Dalam. Sedangkan glomerulonefritis menjadi yang ketiga dengan 17%. Dari data yang sampai saat ini dapat dikumpulkan oleh Indonesian Renal Registry (IRR) pada tahun 2007-2008 didapatkan urutan etiologi terbanyak sebagai berikut glomerulonefritis (25%). dan asidosis metabolic Berat jenis urine tetap 1. Etiologi Diabetes dan hipertensi baru-baru ini telah menjadi etiologi tersering terhadap proporsi GGK di US yakni sebesar 34% dan 21% . lupus eritomatosus dan lainnya sebesar 21 %.73m2 dengan rumus Kockroft – Gault sebagai berikut : Deraj Penjelasan LFG 1 (ml/mn/1. e. f. azotemia.

Berdasarkan sumber terjadinya kelainan. dan hipertensi sekunder atau disebut juga hipertensi renal. 4. karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. sampai kemudian orang tersebut pergi ke dokter dan diperiksa kadar glukosa darahnya. Hipertensi Hipertensi adalah tekanan darah sistolik≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Diabetes melitus dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga pasien tidak menyadari akan adanya perubahan seperti minum yang menjadi lebih banyak. 2001). kerja insulin atau kedua-duanya. 2006). atau amiloidosis (Prodjosudjadi. 1998). lupus eritematosus sistemik (LES). Glomerulonefritis primer apabila penyakit dasarnya berasal dari ginjal sendiri sedangkan glomerulonefritis sekunder apabila kelainan ginjal terjadi akibat penyakit sistemik lain seperti diabetes melitus. Diabetes mellitus Menurut American Diabetes Association (2003) dalam Soegondo (2005) diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. Gambaran klinik glomerulonefritis mungkin tanpa keluhan dan ditemukan secara kebetulan dari pemeriksaan urin rutin atau keluhan ringan atau keadaan darurat medik yang harus memerlukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis 2. glomerulonefritis dibedakan primer dan sekunder. atau bila pasien memakai obat antihipertensi (Mansjoer. mieloma multipel.Diabetes melitus sering disebut sebagai the great imitator. 3.1. Gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan. akan tetapi secara umum memberikan gambaran histopatologi tertentu pada glomerulus (Markum. Gejalanya sangat bervariasi. Ginjal polikistik Kista adalah suatu rongga yang berdinding epitel dan berisi cairan 3 . Berdasarkan penyebabnya. Glomerulonefritis Istilah glomerulonefritis digunakan untuk berbagai penyakit ginjal yang etiologinya tidak jelas. buang air kecil lebih sering ataupun berat badan yang menurun. hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya atau idiopatik.

Patofisiologis Pada waktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron (termasuk glomerulus dan tubulus) diduga utuh sedangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh). kista dapat disebabkan oleh berbagai keadaan atau penyakit. Ternyata kelainan ini dapat ditemukan pada fetus. Mary. Beban bahan yang harus dilarut menjadi lebih besar daripada yang bisa direabsorpsi berakibat diuresis osmotik disertai poliuri dan haus. Pada keadaan ini dapat ditemukan kista-kista yang tersebar di kedua ginjal. 2001) Daftar Pustaka Baradero. oleh karena sebagian besar baru bermanifestasi pada usia di atas 30 tahun.atau material yang semisolid. Semakin banyak timbunan produk sampah maka gejala akan semakin berat. Nama lain yang lebih dahulu dipakai adalah penyakit ginjal polikistik dewasa (adult polycystic kidney disease). Seri Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Ginjal. baik di korteks maupun di medula. Banyak gejala uremia membaik setelah dialisis. 2008. Selanjutnya karena jumlah nefron yang rusak bertambah banyak oliguri timbul disertai retensi produk sisa. Titik dimana timbulnya gejala-gejala pada pasien menjadi lebih jelas dan muncul gejalagejala khas kegagalan ginjal bila kira-kira fungsi ginjal telah hilang 80% 90%. Selain oleh karena kelainan genetik. sehingga istilah dominan autosomal D. Polikistik berarti banyak kista. Nefron-nefron yang utuh hipertrofi dan memproduksi volume filtrasi yang meningkat disertai reabsorpsi walaupun dalam keadaan penurunan GFR / daya saring. (Brunner & Suddarth. produk akhir metabolisme protein (yang normalnya diekskresikan ke dalam urin) tertimbun dalam darah. Pada tingkat ini fungsi renal yang demikian nilai kreatinin clearance turun sampai 15 ml/menit atau lebih rendah itu. Metode adaptif ini memungkinkan ginjal untuk berfungsi sampai ¾ dari nefron–nefron rusak. ( Barbara C Long. Terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. bayi dan anak kecil. 1996) Fungsi renal menurun. Jadi ginjal polikistik merupakan kelainan genetik yang paling sering didapatkan. Jakarta : EGC 4 .

Diane. Jakarta : EGC. 2002. 2013. Dalam (http://pustaka. Jakarta : EGCawatan Long. Laporan Pendahuluan CKD. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. B. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth. Jakarta : EGC. 2000.2006. 1996. 2001. Keperawatan Medikal Bedah : Buku Saku untuk Brunner&Suddart alih bahasa : Yasmin Asih. S.unpad. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6 Volume 2.pdf) diakses pada 12 Maret 2015 Ridwan. & Lorraine M. Dalam (https://www. Perawatan Medikal Bedah ( Suatu Pendekatan Proses Keperawatan Jilid 3.edu/6418985/LAPORAN_PENDAHULUAN_CKD) diakses pada 12 Maret 2015 Smeltzer. 5 .academia. Pustaka Unpad Penyakit Kronis. Volume 2 Edisi 8. Wilson. Sudoyo . Bandung : Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Kepe Price. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Sylvia A.id/wpcontent/uploads/2014/01/pustaka_unpad_peny akit_ginjal_kronis.C. Retna.ac. 2012.C. dkk.

6 .

7 .

8 .