You are on page 1of 33

1

SKALA
PENGUKURAN
PENELITIAN

Definisi
2

Kesepakatan yang digunakan sebagai
acuan untuk menentukan panjang
pendeknya interval dalam alat ukur
Dengan skala pengukuran, nilai variabel
yang diukur dengan instrumen tertentu
dapat dinyatakan dalam bentuk angka
sehingga akan lebih akurat, efisien, dan
komunikatif

3

Maksud
skala
pengukuran

untuk
mengklasifikasikan variabel yang akan diukur
supaya
tidak
terjadi
kesalahan
dalam
menentukan
analisis
data
dan
langkah
penelitian berikutnya.
Dari
skala
pengukuran,
peneliti
akan
memperoleh data nominal, data ordinal, data
interval, dan data rasio
Contoh
Berat emas 19 gram, berat besi 100 kg, suhu
badan 370 Celcius

Jenis Skala Pengukuran 4     Skala Skala Skala Skala Nominal Ordinal Interval Rasio .

tidak mempunyai ukuran baru . tidak mempunyai rangking.Skala Nominal 5   Skala paling sederhana yang disusun menurut jenis (kategori) atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karakteristik dengan karakteristik lainnya Ciri  hasil perhitungan dan tidak dijumpai bilangan pecahan. angka yang tertera hanya label.

Kristen ❷. Madura ❷. kuning ❷. 2003 ❸. putih ❸. Suku daerah: Jawa ❶. Batak ❺. Budha ❹ Tahun produksi kendaraan: 2001 ❶. Minang ❻ Agama: Islam ❶. Bugis ❸. 2002 ❷. tidak punya ukuran baru) . Hindu ❸. tidak punya rangking. Sunda ❹. 2004 ❹ (angka hanya label.Contoh 6     Jenis kulit: hitam ❶.

II=0.5 jt.Skala Ordinal 7   Skala yang didasarkan pada rangking. 3  Kepangkatan militer: Jendral ❹. yang diurutkan dari jenjang lebih tinggi sampai terendah atau sebaliknya Contoh  Mengukur gaji pegawai: eselon I=1 jt. 2.75 jt. Mayor Jenderal ❷. Letnan Jendral ❸. Brigadir Jenderal ❶ . III=0.25 jt  Mengukur rangking kelas: 1. IV=0.

sikap pimpinan: sangat puas ❺. minggu. C. jam. tidak puas ❶ . E  Skor IQ  Waktu: menit. kurang puas ❷. D. keadaan persepsi pegawai. cukup puas ❸.Skala Interval 8   Skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data lain dan mempunyai bobot sama Contoh :  Skor ujian di Perguruan Tinggi: A. hari. bulan. puas ❹. tahun  Mengurutkan kualitas pelayanan. B.

berat badan. panjang. . tinggi badan. tinggi pohon. jarak. seseorang tidak dapat berumur di bawah nol tahun dan seseorang harus memiliki timbangan di atas nol.Skala Rasio 9    Skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak sama Artinya. dll. Contoh : umur.

. tes karakter. dll. LSM. skala moral. yaitu:  Skala pengukuran untuk mengukur perilaku susila dan kepribadian Mis.Tipe Skala Pengukuran 10 Para ahli sosiologi membedakan 2 tipe skala pengukuran menurut gejala sosial yang diukur. Skala mengukur status ekonomi. Skala sikap. kondisi rumah tangga. dan skala partisipasi sosial  Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya lain dan lingkungan sosial Mis.

Skala Sikap 11      Skala Likert Skala Guttman Skala Defferensial Semantict Rating Scala Skala Thurstone Kelima skala tersebut di atas akan mendapatkan data interval atau rasio .

dimensi dijabarkan menjadi sub variabel kemudian sub variabel dijabarkan menjadi indikator yg dapat diukur  Akhirnya indikator yg terukur dapat dijadikan titik tolak untuk membuat item instrumen yg berupa pertanyaan atau pernyataan yg perlu dijawab . pendapat. Skala Likert 12  Digunakan untuk mengukur sikap.1. dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejala sosial  Dalam penelitian gejala sosial. peneliti telah menetapkan secara spesifik skalanya dan selanjutnya disebut variabel penelitian  Variabel yg akan diukur dijabarkan menjadi dimensi.

Contoh 13   Pernyataan Positif Sangat setuju (SS) = ❺ Setuju (S)= ❹ Netral (N)= ❸ Tidak Setuju (TS) = ❷ Sangat Tidak Setuju (STS) = ❶ Pernyataan Negatif Sangat setuju (SS) = ❶ Setuju (S)= ❷ Netral (N)= ❸ Tidak Setuju (TS) = ❹ Sangat Tidak Setuju (STS) = ❺ .

Skala Likert 14 Sangat Setuju (SS) = 5 Setuju (S) = 4 Netral (N) = 3 Tidak Setuju (TS) = 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Contoh Praktis: Pernyataan bentuk checklist Berilah jawaban dengan tanda ( √ ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan pendapat saudara. N O 1 ALTERNATIF JAWABAN PERNYATAAN Pedoman pembuatan struktur organisasi Dewan Sekolah telah disosialisasikan 2 5 4 3 2 1 SS S N T S ST S √ Dinas Pendidikan telah memiliki data √ sejumlah sekolah yang telah memiliki Instrumen pada 70 responden. kemudian hasilnya strukturdisebarkan organisasi Dewan Sekolah direkapitulasi dan dihitung skor .

1: Jumlah skor ideal (skor tertinggi) = 5 x 70 = 350 Jumlah skor rendah = 1 x 70 = 70 Secara kontinum dapat dilihat. terletak pada daerah Netral: 157/350 x 100 % = 44.Sangat Setuju (SS) = 5 Setuju (S) = 4 Netral (N) = 3 Tidak Setuju (TS) = 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Skala Likert 15 JUMLAH SKOR untuk: • 2 orang yang menjawab 5 : 2 x 5 = 10 • 8 orang yang menjawab 4 : 8 x 4 = 32 • 15 orang yang menjawab 3 : 15 x 3 = 45 • 25 orang yang menjawab 2 : 25 x 2 = 50 • 20 orang yang menjawab 1 : 20 x 1 = 20_ Jumlah = 157  Untuk item No.86 % .

Skala Likert 16 Presentase kelompok responden untuk item No. 1 = 44.1 dapat dilihat seperti: 0 20%40% Sangat 44.86 % tergolong Cukup.100% = Sangat Kuat . Keterangan: Kriteria Interpretasi Skor Angka 0 % .86% 60% 80% Lemah 100% Cukup Kuat Sangat Lemah Kuat Presentase untuk No.80 % = Kuat Angka 81 % .60 % = Cukup Angka 61 % .40 % = Lemah Angka 41 % .20 % = Sangat Lemah Angka 21 % .

Skala Likert 17 Jika didasarkan pada kelompok responden.43% (S) = 6/70 x 100% = 15 orang menyatakan Netral 21.86% (SS) = 2/70 x 100% = 8 orang menyatakan Setuju 11.71% (TS) = 25/70 x 100% = 20 orang menyatakan Sangat Tidak Setuju (STS) = 20/70 x 100% = 28.57% .43% (N) = 15/70 x 100% = 25 orang menyatakan Tidak Setuju 35. maka dapat diketahui bahwa: 2 orang menyatakan Sangat Setuju 2.

Skala Guttman 18     Digunakan untuk jawaban bersifat jelas (tegas) dan konsisten  ya-tidak. sedangkan pada skala Guttman hanya ada . 3. positifnegatif.2. 2. benar-salah. dan 1 yaitu dari Sangat Setuju (SS) sampai dengan Sangat Tidak Setuju (STS). pernah-belum pernah. 5. setuju-tidak setuju Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikotomi Skala ini digunakan untuk mendapatkan jawaban jelas (tegas) dan konsisten tentang suatu permasalahan yang ditanyakan Perbedaan dengan skala Likert dengan skala Guttman ialah skala Likert terdapat jarak interval. 4.

Setuju b. jika Budiono mundur dari Wakil Presiden? a. Tidak setuju .Contoh 19   Yakinkah anda. Yakin b. pergantian presiden dapat mengatasi persoalan bangsa: a. Tidak yakin Apakah komentar Anda.

dan sebagainya. lemah – kuat. kontrol dan dukungan orangtua terhadap anaknya. Skala ini menunjukkan suatu keadaan yang saling bertentangan seperti panas – dingin. aktivitas guru di kelas.20 3. Skala Diferensial Semantik    Skala Diferensial Semantik atau skala perbedaan semantik berisikan serangkaian karakteristik bipolar (dua kutub). aktif – pasif. gaya kepimimpinan. peran pimpinan. dll . popular – tidak popular. positif – negatif. Contoh: Penilaian kinerja pegawai. produktivitas kerja. prosedur kerja. buruk – baik.

21 Skala Diferensial Semantik Contoh: Netral Cerdas Bodoh 2 3 4 5 6 7 Netral Tidak ramah Ramah 2 3 4 5 6 7 Dari contoh di atas. responden memberikan tanda (X) terhadap nilai yang sesuai dengan persepsinya. .

Skala Diferensial Semantik 22 Contoh: Berilah tanda (√) pada skala yang paling cocok dengan Anda: Kontrol orang tua terhadap hubungan seksual di luar 5 4 3 2 1 nikah. 5 Ketat Longgar 5 Lemah Kuat 5 Positif Negatif BurukBaik 5 Aktif Pasif 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 .

ini semua merupakan contoh data kualitatif. Skala Guttman. lemah – kuat. sering dilakukan – tidak pernah dilakukan. responden tidak akan menjawab dari data kualitatif yang sudah tersedia tersebut. tetapi menjawab salah satu dari jawaban kuantitatif yang telah disediakan. buruk – baik. positiif – negatif. yaitu Skala Likert. Responden menjawab. Skala Perbedaan Semantik.4. misalnya: ketat – longgar. Sedangkan Rating Scale yaitu data mentah yang didapat berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Rating Scale 23     Berdasarkan ke-3 skala pengukuran. data yang diperoleh adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. . Dalam model Rating Scale.

Berilah tanda (√) pada angka yang disediakan: 24 INTERVAL JAWABAN No.Contoh: Peneliti ingin mengetahui seberapa harmoniskah hubungan suami istri untuk menciptakan keluarga sejahtera. Item PERNYATAAN TENTANG MENCIPTAKAN KELUARGA SEJAHTERA 1 Masalah Agama 2 SB B CB KB 5 4 3 2 1 √ √ STB 5 4 3 2 1 Manajemen pendidikan anak 5 4 2 1 3 Pengaturan keuangan keluarga 5 4 3 √ 3 2 1 4 Perwujudan kasih sayang 5 4 3 √ 2 1 5 Masalah rekreasi 5 4 3 2 1 6 Memilih sahabat-sahabat 5 4 3 2 1 7 Aturan rumah tangga 4 3 2 1 8 Adat kebiasaan 5 √ √ 5 4 3 2 1 9 Pandangan hidup 5 4 3 √ 2 1 10 Cara bergaul dengan keluarga saudara 5 4 2 1 11 Pekerjaan istri 5 3 2 1 12 Keintiman hubungan suami istri √ 5 4 3 √ 4 3 2 1 13 Pemeliharaan anak 5 4 3 2 1 14 Pembagian tugas rumah tangga 5 4 3 Jumlah item = 14 √ √ √ √ 2 √ 1 .

Jumlah skor kriterium = Skor tertinggi setiap item x Jumlah item x Jumlah responden = 5 x 14 x 25 = 1750 .Rating Scale 25 Instrumen tersebut apabila dijadikan angket kemudian disebarkan kepada 25 responden. maka dapat ditabulasikan (rekapitulasi data). seperti berikut: Jumlah skor kriterium adalah apabila setiap item mendapat skor tertinggi. sebelum dianalisis.

5 5 2 5 3 3 5 2 5 2 5 5 5 3 55 2.Rating Scale 26 Rekapitulasi Jawaban 25 responden tentang Menciptakan Keluarga Sejahtera Jawaban Responden Untuk Nomor Ke-…. No. 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 68 24. 5 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 4 62 3.. 5 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 5 5 5 59 dst… dst… 23. . maka: Jumlah Skor Hasil Pengumpulan 1400 Keharmonisan hubungan suami istri untuk menciptakan keluarga sejahtera menurut 25 responden yaitu: (1400 ÷ 1750) x 100% = 80% dari kriterium yang ditetapkan. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 Jumlah 1. 5 3 3 3 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 62 25 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 3 3 5 60 Jika Jumlah Skor Hasil Pengumpulan Data =Data 1400.

Rating Scale 27 Apabila diinterpretasi nilai 80% terletak pada daerah Kuat. sedangkan nilai 1400 termasuk dalam kategori interval Baik. Secara kontinum dapat dibuat kategori sebagai berikut: 0 20%40% Sangat 60% Lemah 80% 100% Cukup Kuat Lemah Kuat 0 350 700 SKB 1050 1400 1750 KB CB SB B Sangat .

. dll Pembuatan dan penyusunan instrumen rating scale yang penting harus dapat mengartikan atau mentafsirkan angka pada alternatif jawaban di setiap item instrumen. motivasi pegawai. iptek. produktivitas kerja.28    Bentuk rating scale lebih fleksibel. kegiatan PBM. kepuasan pelanggan. tapi juga persepsi responden terhadap gejala atau fenomena lainnya Misal: skala untuk mengukur status sosial ekonomi. tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja. kinerja dosen. istansi dan lembaga.

. dan responden diminta mengisi 5 pertanyaan saja.5. setiap item mempunyai nilai antara 1-10. Skala Thurstone 29     Meminta responden untuk memilih pernyataan yang disetujui dari beberapa pertanyaan yang menyajikan pandangan yang berbeda Umunya. tapi nilainya tidak diketahui responden Contoh: merekrut calon dosen sistem informasi Diberikan 10 pertanyaan.

Umumnya setiap item mempunyai asosiasi nilai antara 1 s. Contoh: Merekrut calon dosen sistem informasi.Skala Thurstone 30     Skala Thurstone meminta responden untuk memilih pertanyaan yang disetujui dari beberapa pernyataan yang menyajikan pandanganpandangan yang berbeda-beda.d 10. . Pemberian nilai ini berdasarkan jumlah tertentu pernyataan yang dipilih oleh responden mengenai angket tersebut. tetapi nilainya tidak diketahui oleh responden. Diberikan 10 pernyataan. dan responden diminta mengisi 5 pernyataan saja.

dll. 9) Sebaiknya dosen membimbing saya dengan sepenuh hati memberikan keilmuannya. 4) Apa yang bisa dibanggakan oleh seorang dosen. 31 1) Saya memilih pekerjaan sebagai dosen karena pekerjaan yang mulia dan terhormat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. di kampus sering berhadapan tugas kerjaan dengan masalah yang rumit dan mahasiswa yang bandel. saya akan mengusulkan agar mahasiswa Fakultas Teknik memakai simbol-simbol tertentu yang dapat dibanggakan. 2) Bila saya seorang dosen Fakultas Teknik. bila gaji hanya pas-pasan. berkualitas. . 5) Senangnya menjadi seorang dosen apabila berhasil mendemonstrasikan pelajaran kepada mahasiswa yang menghadapi kesulitan di laboratorium. 7) Semestinya gaji dosen lebih besar dari pada gaji pegawai lain. 10)Jika saya dosen Fakultas Teknik. 8) Apakah perlu dosen berbangga diri atas keberhasilan mahasiswa karena dosen sendiri sering tidak pernah merasa diawasi oleh dekannya.Contoh: Pilihlah 5 dari 10 pernyataan yang sesuai dengan persepsi saudara. kreatif dan profesional untuk mengisi pembangunan bangsa. 3) Saya merasa tersanjung bila saya lebih memiliki kemampuan dalam mengajarkan sesuatu dari pada menguasai bidang studi saja. saya akan menyembunyikan identitas saya. berangkat mengajar jalan kaki. 6) Sebagai dosen. karena jika saya menjadi dosen pembimbing nanti akan mewarisi ilmuna dan bisa dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman. saya bangga karena dosenlah sebagai pewaris ilmuwan yang mengajarkan para mahasiswa untuk dipersiapkan menjadi manusia yang tangguh.

Item Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 Nilai 10 7 6 2 8 9 4 3 5 1 Nilai tertinggi = 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40  40 ÷5=8 Nilai terendah = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15  15 ÷5=3 . No.Peneliti memberikan kunci jawaban dan penilaian yang akurat.Skala Thurstone 32 Berdasarkan pernyataan item. dapat dianalisis dengan cara sebagai berikut: 1.

Memberikan nilai sesuai dengan jawaban responden dan menghitung hasil rekapitulasi data responden. Misalnya. . A (nama responden) menjawab: No. Nilai = 40 ÷ 5 = 8 Kesimpulan : Nilai 8 dari A adalah mempunyai respon yang tinggi untuk menjadi dosen.Skala Thurstone 33 2. Item Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 Jawaban Responden 1 2 3 - 4 5 - - - - Nilai 10 7 6 - 8 9 - - - - Perhitungan = 10 + 7 + 6 + 8 + 9 = 40.