You are on page 1of 6

AKUNTABILITAS DAN

TRANSPARANSI
PENGELOLA ZAKAT
Oleh: M Jusuf Wibisana
Surabaya, 29 April 2009

<footer> Page 1
PricewaterhouseCoopers Date
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka,
dengan zakat itu kamu membersihkan dan
menyucikan mereka, dan mendo’alah untuk
mereka. Sesungguhnya do’a kamu menjadi
ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui
(At-Taubah:103)

<footer> Page 2
PricewaterhouseCoopers Date
Implikasi Ayat di atas

• Amil harus menjadi pekerjaan yang lebih dari sekedar


sampingan
• Organisasi pengelola zakat harus professional
• Karyawan/amil mendapat bagian dari dana zakat
secara memadai
• Negara harus memberikan ruang gerak dan aturan
yang mendorong terciptanya profesionalisme organisasi
amil zakat, infaq, shadaqah

<footer> Page 3
PricewaterhouseCoopers Date
Tugas dan Tanggungjawab Amil

• Amil sebagai Agen


• Amil hanya menerima dan menyalurkan zakat

• Amil sebagai Pengelola Zakat


• Amil menghimpun, mengelola (misalnya dengan
menginvestasikan dan mengunakan hasil investasinya untuk
mustahiq), dan menyalurkan zakat

<footer> Page 4
PricewaterhouseCoopers Date
Akuntabilitas dan Transparansi Pengelola
Zakat (Amil)
• Diatur oleh peraturan perundangan yang berlaku
• Untuk menjamin transparansi, pelaporan akuntabilitas disusun
berdasarkan standar akuntansi keuangan yang disusun
berdasarkan fatwa DSN. Saat ini PSAK dimasuk masih dalam
bentuk Eksposur Draft PSAK no. 109.

<footer> Page 5
PricewaterhouseCoopers Date
Beberapa Isu dalam Pengelolaan Zakat

• Sumber dari biaya penghimpunan zakat


• Zakat muqayyadah dimana muzakki telah menentukan
mustahiqnya. Apa peran amil? Apa bagiannya?
• Definisi penyaluran zakat dan biaya yang timbul untuk
penyalurannya.
• Aset atau program kelolaan sebagai bentuk penyaluran zakat
• Peruntukan dana non halal, bila ada.
• Bentuk hukum lembaga pengelola zakat

<footer> Page 6
PricewaterhouseCoopers Date