You are on page 1of 37

1

KAJIAN
SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL
DAN
DRAFT RANCANGAN UNDANG-UNDANG
BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
OLEH:

KAJIAN STRATEGIS
KOORD:
FRANZ SINATRA YOGA
ANGGOTA:
ABDURRAHMAN HADI
NORA RAMKITA
MARIA ROSSYANI
AGRA DHIRA NARENDRAPUTRA
RADENRORO ANGGRAENI

FK UNSRI 2008
FK UNSRI 2009
FK UNILA 2009
FK UI 2009
FK UB 2009
FK UMS 2010

Hingga saat ini belum ada bentuk universal coverage yang sesungguhnya
Jamkesmas, Bantuan Sosial, Berobat Gratis bukanlah universal coverge
Sistem Jaminan Sosial Nasioanal (SJSN) adalah jawaban paling rasional saat ini
SJSN tidak akan dilaksanakan bila RUU BPJS tidak diundangkan
Apabila SJSN masih ditolak oleh segelintir orang ataupun lembaga
jaminan seperti apa yang mereka inginkan?? Jaminan yang gratis??
Apakah telah dianalisis manfaat dan mudharatnya bila diterapkan??
Khodratnya, Setiap hal didunia ini memiliki sisi pro dan kontra
Walaupun implikasinya adalah bagi kesejahteraan rakyat
Sudah kewajiban kita sebagai cendekiawan muda Indonesia
Untuk mengkritisi hal tersebut secara KONSTRUKTIF
mengambil sikap tegas dengan dasar kajian yang kuat
Jangan memberikan kritik yang detruktif dan tanpa solusi
Sebuah kajian dari Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Kajian SJSN- Kastrat Nasional ISMKI

2

SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL
Sistem Kesehatan Nasional adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya bangsa
Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya, sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam
pembukaan UUD 1945. Sedangkan tujuan dari sistem tersebut adalah terselanggaranya
pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa baik masyarakat, swasta, maupun
pemerintah secara sinergis. Berhasil guna dan berdaya guna, sehingga tercapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Sistem Kesehatan Nasional dibagi lagi menjadi beberapa subsistem, di antaranya
adalah Upaya kesehatan, Pembiayaan Kesehatan, Sumber daya manusia kesehatan, Obat dan
Perbekalan Kesehatan, Pemberdayaan masyarakat, dan Manajemen kesehatan. Hingga saat
ini kita belum memiliki system pelayanan kesehatan yang kuat. Hal ini tentu dipengaruhi oleh
komitmen pemerintah dalam mewujudkannya. Salah satu bukti komitmen yang rendah dan
lemahnya kebijakan sosial bidang kesehatan terlihat dari rendahnya anggaran kesehatan
Indonesia. Hal ini dapat dibandingkan
dengan negara lain. Belanja kesehatan
kita hanya naik dari 2,9% Produk
Domestik Bruto (PDB) di tahun 1999
menjadi 3,1% PDB di tahun 2003.
Sementara di Cina, belanja kesehatan
naik dari 4,9% PDB di tahun 1999
menjadi 5,6% PDB di tahun 2003, dan
di India turun sedikit dari 5,1% menjadi
4,8% PDB. Hal yang menarik adalah
pada periode tersebut, Pemerintah
China membelanjakan antara 9,7%12,5% anggaran pemerintah untuk kesehatan dan Filipina menghabiskan 4,9%-7,1%, dan
pemerintah Indonesia hanya membelanjakan 3,8%-5,1% anggaran pemerintah untuk
kesehatan (WHO, 2006). Selain itu, kinerja sistem kesehatan Indonesia berada pada urutan
ke-92, yang jauh lebih rendah dari kinerja sistem kesehatan negara tetangga seperti Malaysia
(urutan ke 49), Thailand (urutan ke 47), dan Filipina yang berada pada urutan ke 60 (WHO,
2000). Rendahnya kinerja sistem kesehatan kita sangat berkorelasi belanja kesehatan
(Thabrany, 2008).
Pada tahun 2011, bukannya peningkatan yang dialami, tetapi malah terjadi penurunan
belanja kesehatan. Pada tahun 2008 anggaran belanja kesehatan Indonesia sebesar 14,1 T,
tahun 2009 sebesar 15,743, pada tahun 2010 mencapai 19,8 T, dan tahun 2011 menurun
drastis menjadi 12,84 T. Nilai tersebut malah lebih rendah dibandingkan anggaran tahun
2008. Penurunan ini mencapai 35% dari RAPBN yang diajukan.
Ruby (2007) dalam disertasinya menemukan bahwa 83% rumah tangga mengalami
pemiskinan ketika mereka membutuhkan rawat inap. Artinya, sebuah rumah tangga akan
jatuh miskin (sadikin, sakit sedikit jadi miskin), ketika sakit dan perlu berobat di RS,
meskipun di rumah sakit publik yang sudah sebagian dibiayai dengan uang rakyat.
Seharusnya negara menjamin terwujudnya keadilan sosial sesuai Pancasila.
Kajian SJSN- Kastrat Nasional ISMKI

3

Di negara maju, khususnya Jerman, Inggris, Belanda, Kanada, Amerika dan beberapa
negara di Asia misalnya Jepang, pembiayaan melalui asuransi merupakan jalan keluar dari
masalah pembiayaan kesehatan yang ada. Dibandingkan dengan negara maju lainnya,
asuransi kesehatan di Amerika Serikat boleh dikatakan kurang berhasil karena hanya
mencakup 70% penduduk. Hal ini terjadi karena asuransi kesehatan yang dilaksanakan
bersifat komersial dan membuka peluang persaingan di antara berbagai perusahaan asuransi
yang jumlahnya banyak, sehingga partisipasi masyarakat terpecah-pecah, akibatnya hukum
jumlah besar tidak tercapai. Sistem di Inggris dan Kanada lebih ideal, namun tampaknya akan
sulit dijalankan di Indonesia karena peran pemerintah sangat besar, sedangkan saat ini
keadaan keuangan negara belum memungkinkan., bahkan untuk memenuhi standar WHO
(5%) saja tidak tercapai. Asuransi kesehatan sosial seperti yang dijalankan di Jerman lebih
memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia karena premi dibayar secara proporsional
berdasarkan persentase pendapatan dan akan lebih cocok dengan budaya gotong royong
masyarakat Indonesia. Pada intinya, usaha asuransi yang dilakukan berbagai negara ini
merupakan usaha untuk menjamin hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar rakyat negara
tersebut. Jaminan ini sama halnya merupakan kebutuhan bagi rakyat Indonesia, rakyat yang
telah merdeka 66 tahun akan tetapi hingga saat ini belum mendapatkan jaminan kemerdekaan
atas hal-hal dasar yang juga menjadi kebutuhan hidup mereka.
SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL
Sebuah usaha untuk mewujudkan implementasi kemerdekaan bagi rakyat Indonesia
akhirnya terjadi dan ditandai dengan pengukuhan resmi kepala negara pada tahun 2004.
Sebuah sistem yang diharapkan akan merubah nasib bangsa ini ke depannya, yaitu Sistem
Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Jaminan sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial
untuk menjamin seluruh rakyat indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya
yang layak. Setiap orang berhak atas jaminan sosial untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar
hidup yang layak dan meningkatkan martabatnya menuju terwujudnya masyarakat Indonesia
yang sejahtera, adil, dan makmur dan untuk memberikan jaminan sosial yang menyeluruh,
negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bagi seluruh rakyat
Indonesia. Untuk mewujudkan hal ini, pada tahun 2004 dibentuklah suatu Undang-undang
Republik Indonesia no. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang
merupakan turunan dari pasal 28H ayat 3 Undang-undang 1945. Adapun jaminan yang
diberikan meliputi 5 aspek, antara lain jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan
hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian.

LANDASAN HUKUM
Ada beberapa landasan hukum yang digunakan dalam penyusunan undang-undang
SJSN, yaitu:
a. UUD 1945 amandemen Pasal 28H
- ayat 1: setiap penduduk berhak atas pelayanan kesehatan
- ayat 3: setiap penduduk berhak atas jaminan sosial
b. UUD 1945 amandemen Pasal 34 ayat 2 bahwa Negara mengembangkan jaminan sosial
bagi seluruh rakyat
c. UUD 1945 amandemen pasal 34 ayat 3 bahwa Negara bertanggung jawab atas penyediaan
fasilitas kesehatan yang layak
d. UU Nomor 3/ 1992 tentang Jamsostek
e. PP 69/ 1991 tentang JPK PNS
Kajian SJSN- Kastrat Nasional ISMKI

Prinsip tersebut memungkinkan perluasan cakupan terhadap seluruh penduduk. 9. Kehati-hatian 5. UU Nomor 23/ 1992 tentang Kesehatan.4 f. Nirlaba. terdapat sikap transparansi dari badan penyelenggara terhadap masyarakat terkait penyelenggaraan SJSN. dan asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Dalam undang undang no 40 tahun 2004. yaitu suatu prinsip adanya saling membantu di antara dua segmen yang berbeda sehingga terjadi subsidi silang. Kepesertaan bersifat wajib. pemberi pelayanan kesehatan serta pemerintah karena mempunyai penduduk yang sehat dan produktif). Keterbukaan. UU Nomor 43/ 1999 tentang Pegawai Negeri Sipil h. Adapun beberapa prinsip tambahan. Kajian SJSN. Dana amanat. seluruh rakyat Indonesia wajib menjadi peserta dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan didukung prinsip ekuitas yang berarti setiap penduduk harus memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan. 3. dalam pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan atau badan penyelenggara menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan yang dilakukan dalam upaya implementasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan meminta pertanggungjawaban. dana untuk SJSN merupakan dana milik seluruh peserta SJSN dan berarti dana rakyat. yaitu responsif terhadap tuntutan peserta sesuai standar kebutuhan hidup sehingga sifatnya lebih dinamis. 7. Portabilitas yang menunjukkan bahwa seseorang tidak boleh kehilangan jaminan/ perlindungan. yaitu tidak mengambil untung namun bukan berarti harus merugi tetapi azas manfaat bagi seluruh pelaku asuransi kesehatan (Bapel. asas manfaat. PP Nomor 28/ 2003 tentang Asuransi Kesehatan Pegawai Negeri Semua landasan hukum diatas mendukung upaya-upaya penyusunan dan pelaksanaan Undang-undang SJSN. 4. Akuntabilitas. khususnya pasal 66 g. peserta. 8. Kegotong-royongan.Kastrat Nasional ISMKI . ASAS DAN PRINSIP PENYELENGGARAAN Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) diselenggarakan berdasarkan asas kemanusiaan. Hasil pengelolaan dana jaminan sosial dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk sebesar-besar kepentingan peserta. antara lain:  Prinsip responsif. Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) diselenggarakan berdasarkan pada prinsip: 1. 6. 2.

Alasan utama mengapa kelima hal tersebut menjadi jaminan sosial adalah untuk menghindari atau meminimalkan risiko yang timbul dari kelima hal yang akan dijamin tersebut. Hal ini berpengaruh pada penggunaan pendapatan seseorang dari pemenuhan kebutuhan hidup pada umumnya menjadi biaya perawatan dirumah sakit. Pada dasarnya kelima hal tersebut berdampak tak hanya bagi orang perseorangan. dan lain lain. Hal ini tentu menyebabkan kesukaran ekonomi bagi diri sendiri maupun keluarga sehingga muncullah istilah “SADIKIN”. apalagi tergolong penyakit berat yang menuntut stabilisasi yang rutin. ada beberapa hal yang dapat menguatkan alasan utama. namun mungkin saja terjadi kapan saja di mana kecelakaan dapat menyebabkan merosotnya kesehatan.Kastrat Nasional ISMKI . terjadi juga urun biaya sehingga tidak dirasakan terlalu berat bagi yang tidak mampu MANFAAT DAN TUJUAN JAMINAN SOSIAL Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bertujuan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan/atau anggota keluarganya. Lebih rincinya. jaminan pensiun. dan secara kolektif akan berpengaruh terhadap stabilitas bangsa baik dari sektor ekonomi. jaminan kecelakaan kerja. ataupun kematian yang menyebabkan kita kehilangan pendapatan. baik sementara maupun permanen. dan jaminan kematian. dan tidak ada orang kaya dalam menghadapi penyakit karena dalam sekejap kekayaan yang dimiliki seseorang dapat hilang untuk mengobati penyakit yang dideritanya. dengan adanya prinsip ini diharapkan tidak akan terjadi duplikasi sehingga lebih efisien. tetapi bagi keluarga yang merupakan bagian terpenting dari masyarakat (komunitas). obatobatan.  Prinsip efisiensi yang memungkinkan pelayanan menjadi terkendali karena pelayanan yang diberikan hanya pelayanan yang dibutuhkan saja. 1. seperti hemodialisa atau biaya operasi yang sangat tinggi. kita dapat menyimpulkan bahwa kesehatan tidak bisa digantikan dengan uang. Dalam sistem jaminan sosial. Adanya pengeluaran yang tidak terduga apabila seseorang terkena penyakit. kesehatan. Selain itu. Risiko kecelakaan dan kematian. terdapat lima hal yang dijamin. jaminan hari tua. sakit sedikit jadi miskin. Tidak ada orang kaya dalam dunia kesehatan. Mengingat fakta di atas. 2.5  Prinsip koordinasi manfaat. yaitu jaminan kesehatan. Kajian SJSN. operasi. kecacatan. Suatu peristiwa yang tidak kita harapkan. dan kesejahteraan rakyat. 3. Jumlah penduduk lanjut usia di masa datang.

pemberi kerja. kita dapat menyimpulkan bahwa pada tahun 2050. terdapat 25% penduduk Indonesia adalah lansia. 3. badan penyelenggara berprinsip nonprofit.6 Pada tahun 2030. Lansia ini sendiri rentan mengalami berbagai penyakit degeneratif yang akhirnya dapat menurunkan produktivitas dan berbagai dampak lainnya. tetapi bukan sama sekali tidak mengambil keuntungan. ekuitas. Prinsip dasar dari asuransi sosial diambil dari prinsip solidarity dari German. dan/atau Pemerintah. Dana ini merupakan dana amanat milik seluruh peserta yang merupakan himpunan iuran beserta hasil pengembangannya yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk pembayaran manfaat kepada peserta dan pembiayaan operasional penyelenggaraan program jaminan sosial sehingga pada dasarnya. yaitu yang kaya membantu yang miskin. Apabila tidak ada yang menjamin hal ini. Di Indonesia hal ini tercermin dalam istilah “gotong royong” dan tercermin pula dalam sila kelima “keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”. Dengan demikian. Bantuan iuran adalah iuran yang dibayar oleh pemerintah bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagai peserta program jaminan sosial. Iuran adalah sejumlah uang yang dibayar secara teratur oleh peserta. kesejahteraan seluruh masyarakat dapat tercapai secara optimal. SJSN memerlukan iuran yang besarnya ditetapkan berdasarkan persentase dari upah atau suatu jumlah nominal tertentu yang akan disetorkan kepada badan penyelenggara jaminan sosial secara berkala. Dana yang terkumpul dari sumber dana tersebut merupakan dana jaminan sosial. Kajian SJSN. PEMBIAYAAN JAMINAN SOSIAL SJSN akan diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial. Tabungan wajib adalah simpanan yang bersifat wajib bagi peserta program jaminan sosial. Keuntungan dapat diambil dengan syarat digunakan untuk pengembangan badan penyelenggara dan peningkatan mutu penyelenggaraan sistem jaminan sosial itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut. suatu saat hal ini mungkin dapat menjadi masalah yang besar. yang muda membantu yang tua. Adil dalam hal ini dimaksudkan membebankan iuran sesuai dengan kemampuan ekonomi yang bersangkutan dan tidak disamaratakan. 1. Asuransi sosial adalah suatu mekanisme pengumpulan dana yang bersifat wajib yang berasal dari iuran guna memberikan perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang menimpa peserta dan/atau anggota keluarganya.Kastrat Nasional ISMKI . 2. serta membudayakan subsidi silang dalam pendanaan kesehatan. yang sehat membantu yang sakit serta keluarga kecil membantu keluarga besar. dan atau tabungan wajib sehingga dalam pelaksanaannya. diperkirakan jumlah penduduk Indonesia adalah 270 juta orang dan 70 juta di antaranya diduga berumur lebih dari 60 tahun.

Oleh karena itu. Undang undang Sistem Jaminan Sosial Nasional tidak boleh menutup peluang pemerintah daerah untuk ikut mengembangkan sistem jaminan sosial sebagai sistem jaminan sosial nasional sesuai dengan kewenangan yang diturunkan dari ketentuan pasal 18 ayat (2) dan (5) Kajian SJSN. Di samping itu. pertimbangan hukumnya mahkamah konstitusi berpendapat bahwa kewenangan untuk menyelenggarakan jaminan sosial nasional bukan saja menjadi kewenangan pusat.Kastrat Nasional ISMKI . Uji materi dilakukakan oleh beberapa pemerintah daerah (DPRD Provinsi Jawa Timur. Keputusan mahkamah konstitusi akhirnya mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian dan hal ini merupakan pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kebijakan terkait. Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).7 BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diatur dalam UU no 40 tahun 2004 Bab III Pasal 5 bahwa sejak berlakunya Undang-Undang ini. badan penyelenggara jaminan sosial yang ada dinyatakan sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menurut UndangUndang yaitu 4 badan penyelenggara antara lain Perusahaan Perseroan (Persero) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). KENDALA REALISASI SJSN Mengulas sejarah pada tahun pertama pengesahan. dan Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia (ASKES). dan Pengurus Perbapel JPKM DKI Jakarta) yang berpendapat bahwa hak dan kewenangan konstitusionalnya dirugikan oleh berlakukanya UU SJSN. Di bagian lain. Jika diperlukan. badan penyelenggara harus melalaui undang undang. 1241 tahun 2005 tentang penugasan PT ASKES sebagai pengelola program jaminan kesehatan masyarakat miskin. tepatnya beberapa bulan setelah pengesahan. beberapa Pemda tersebut berpendapat bahwa UU SJSN bertentangan dengan UUD 1945 dan UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemda serta menyatakan bahwa pemerintah pusat (Departemen Kesehatan) telah menafsirkan UU SJSN sepihak melalui penerbitan keputusan Menteri Kesehatan no. yaitu tanggal 21 Februari 2005. badan penyelenggara jaminan sosial selain yang ditetapkan di atas dapat dibentuk yang baru dengan Undang-Undang. tetapi dapat juga menjadi kewenangan pemerintah daerah. Pengurus Satpel JPKM Kabupaten Rembang. Perusahaan Perseroan (Persero) Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN). UU SJSN diajukan untuk dilakukan uji materi yang keputusannya dibacakan mahkamah konstitusi pada tanggal 31 Agustus 2005. Pengurus JPKM Provinsi Jawa Timur. Dalam pembentukannya.

5. undang-undang ini telah memasuki tahun ke-7 sejak pengesahan. Nizwar Shihab saat membacakan kesimpulan di Gedung DPR RI. Beberapa informasi terbaru terkait. Setelah putusan mahkamah konstitusi tersebut keluar.00. Pemerintah dan Pansus RUU BPJS DPR RI sepakat untuk mengusulkan perpanjangan pembahasan RUU BPJS dilanjutkan pada sidang yang akan datang. 6. akan tetapi realisasi dari undang undang yang menjamin nasib rakyat indonesia sama sekali belum ada. Putusan Mahkamah Konstitusi juga mengingatkan pentingnya upaya pembentukan BPJS tingkat daerah. Raker Kerja Pansus RUU BPJS selanjutnya akan dilaksanakan 19 Juli 2011 pukul 16. Sisa DIM sejumlah 46 yang tidak terkait dengan transformasi akan dibahas di rapat Pansus RUU BPJS. Saat ini. Pansus RUU BPJS DPR RI dan pemerintah sepakat bahwa prinsip dalam bab ketentuan peralihan yang telah disepakati dalam Panja RUU BPJS 5 Juli 2011 terdiri dari tujuh butir akan dibahas dalam raker pansus. hal ini untuk menjaga terjadinya keselarasan dan kesinergisan kerja dari pusat dan daerah sehingga diharapkan tercipta sistem yang baik dalam tatanan konsep dan teknis pelaksanaan di lapangan. Rancangan Undang Undang BPJS ini sendiri saat ini telah menjadi Prolegnas 2011 dan termasuk pembicaraan tingkat 1. Jakarta. dalam beberapa tahun setelahnya hampir tidak pernah terdengar usaha memperjuangkan SJSN. DPR RI dan pemerintah sepakat menerima laporan Panja RUU BPJS dengan catatan bahwa dua paragraf pertama pada angka 2 huruf g dikeluarkan. Antara lain: 1. Norma. 3. Salah satu yang masih menjadi permasalahan dalam pelaksanaan adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kajian SJSN. Pansus RUU BPJS DPR RI dan pemerintah sepakat untuk membahas usulan pemerintah tentang delapan pokok-pokok pikiran ketentuan peralihan untuk dibahas lebih lanjut dalam raker pansus.8 Undang-undang Dasar Negara RI tahun 1945. tahun 2011. Pada tahun 2010 dan 2011 usaha memperjuangkan SJSN kembali terdengar. yang artinya undang undang ini telah melalui 2 kali pergantian kepala negara dan kabinetnya. Kelima. 4. Senin (18/7/2011). Rapat Kerja terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diungkapkan ketua Pansus BPJS. Senayan.Kastrat Nasional ISMKI . dan prosedur BPJS tingkat daerah harus dituangkan dalam peraturan perundangundangan yang akan dijadikan pedoman bagi pemerintah daerah dalam menyusun peraturan daerah. Semua stakeholder menurut kacamata rakyat jelata terasa lalai untuk menjalankan sebuah amanat yang jelas harus dilaksanakan. 2. standar.

Kedua. BPJS Jamsostek menyelenggarkan jaminan kesehatan (JK) . BPJS Taspen menyelenggarakan JKK. BPS). Mabes TNI. Rancangan UU BPJS yang digadang sebagai dasar bagi penyelenggara jaminan social dalam kenyataannya harus menghadapi kendala dalam pengesahannya. lembaga swadaya masyarakat. Adapun beberapa kendala yang dihadapi : A. Ketua DJSN Ghazali. mengingatkan kembali pemerintah dan DPR untuk memuat ketentuan pembentukan BPJS daerah dalam UU BPJS. dilakukan Rakernas SJSN yang kelima bertema “Transformasi Jaminan Sosial” diikuti oleh sekitar 180 peserta. jaminan pensiun (JP) dan jaminan kematian (JKm). Rabu (20/7). mendorong pemerintah dan DPR untuk menetapkan arah transformasi program menuju pemenuhan hak konstitusi warganegara secara lengkap atas jaminan sosial. Kementerian PPN / Bappenas. 2.Kastrat Nasional ISMKI . 4. Kelima. yaitu: Pertama. jaminan kecelakaan kerja (JKK). H. Sempat diusulkan bentuk BPJS adalah suatu badan yang tunggal. JP. tidak menutup kemungkinan alternatif BPJS sebagai berikut : 1. Keempat. lembaga donor. Penolakan berdasarkan kesepakatan delapan kementerian. JHT. Kemen PAN dan RB. TNI/POLRI tetap menyelenggarakan pemeliharaan kesehatan anggota TNI/POLRI beserta keluarganya. BPJS Asabri menyelenggarakan JHT. JKK untuk anggota TNI/POLRI beserta janda/duda dan anaknya. Mabes POLRI. 40 Tahun 2004 tentang SJSN. Pemerintah VS Dewan Perwakilan Rakyat 1. Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian) dan BPJS II (Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun) dalam rapat Panja DPR dengan Pemerintah. Kemhan. Untuk semua pekerja swasta (penerima upah dan bukan penerima upah). mengingatkan Pemerintah dan DPR untuk merumuskan proses transformasi kelembagaan berdasarkan ketentuan Undang-undang No. BPJS Askes menyelenggarakan jaminan kesehatan untuk semua penduduk kecuali anggota TNI/POLRI beserta keluarganya dan pekerja swasta. 40 Tahun 2004 tentang SJSN. mendesak Pemerintah dan DPR untuk segera menuntaskan pembahasan RUU BPJS pada masa sidang 2011 berikutnya. Kemenhukum dan HAM.9 Setelah itu. Keenam. 13 Kementerian/Lembaga Negara (Kemenkokesra. untuk memenuhi amanat Undangundang No. Kemendagri. JKm dan JP untuk PNS. DJSN. Ketiga. Kemensos. Situmorang mengungkapkan enam rekomendasi dari peserta Rakernas kepada DJSN dalam keterangan pers seusai penutupan Rakernas SJSN di Hotel Merlynn Park Jakarta. akan tetapi hal ini ditolak pemerintah. 3. Kemenkes. Kajian SJSN. JKm. jaminan hari tua (JHT). transformasi kelembagaan dan program memerlukan pengkajian yang lebih mendalam dengan memperhatikan masukan dari empat BPJS eksisting. konsultan dan para ahli jaminan sosial. yakni 5 (lima) program untuk pekerja dan 2 (dua) program (Jaminan Kesehatan dan Jaminan Kematian) untuk penerima bantuan iuran. organisasi pekerja. sehubungan telah disepakati 2 (dua) BPJS yaitu BPJS I (Jaminan Kesehatan. organisasi pengusaha. Kemenakertrans. yang terdiri atas utusan Pemerintah Daerah dari 33 provinsi.

B. dengan alasan agar tidak bertentangan dengan UU SJSN. 3.Kastrat Nasional ISMKI . saat ini bentukan BPJS sendiri masih belum ditentukan apakah akan berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau wali amanat. bukan berarti harus sama. Hal ini akan menjadi tantangan bagi pemerintah dan DPR apabila RUU BPJS disahkan. Usulan ini ditolak oleh semua fraksi.10 pemerintah sudah menyampaikan penolakan resmi terhadap BPJS tunggal melalui Daftar Inventaris Masalah (DIM) yang disampaikan. Hal itu tertuang dalam forum lobi antara Pemerintah dan DPR hari rabu. akan ada keraguan masyarakat dengan adanya BPJS yang baru. Masud Muhammad dalam diskusi yang diselenggarakan Majalah Trust. Semuanya harus disesuaikan dengan karakteristik tiap kelompok penduduk yang ada. masa yang iuran mau disamakan sama yang enggak iuran." ungkapnya. kecuali fraksi Partai Demokrat. Yang kedua adalah diskriminasi. BPJS nanti akan tetap menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga akhirnya Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menyepakati pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang nirlaba. DPR khawatir.. kita pusing terutama direkturnya. penggabungan RUU BPJS hanya akan memusingkan Jamsostek. pasti banyak dari mereka yang hanya mikirin dirinya sendiri. yang artinya masih bersifat profit oriented. Ancaman SPN terkait peleburan BPJS Kajian SJSN. jadi aneh dong. yakni menjadi "untuk mewujudkan tujuan SJSN perlu dibentuk BPJS"." lanjut Masud. Kalau direktur pusing. jangankan mikir pelayanan. Namun. setiap kelompok harus mempunyai rancangan jaminan sosial. "Pertama. "Kita berhubungan dengan banyak pemberi kerja yang jumlahnya ribuan. Ini karena desain manfaat perlindungan jaminan sosial tidak bisa setara. Penolakan Peleburan BPJS Jamsostek Menolak Peleburan 4 BPJS PT Jamsostek menolak untuk menyepakti peleburan empat lembaga jaminan sosial jika nanti RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (RUU BPJS) disahkan. 2. Penolakan ini diungkapkan Kepala Divisi Jaminan dan Pemeliharaan Kesehatan Jamsostek. Hal ini akan berkaitan erat dengan status 4 badan penyelenggara yang ditetapkan dalam UU SJSN yang saat ini masih berstatus BUMN. 15 Desember 2010. Kalau mau disamakan. tapi bukan berarti semuanya harus sama. Oleh karenanya. Permasalahan kedua yang timbul adalah ketika kesekian kalinya pemerintah menolak usulan DPR untuk membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang nirlaba. hal ini terjadi saat pemerintah dan DPR menyusun daftar investasi masalah (DIM) RUU BPJS Pemerintah bersikukuh tidak mau memasukan kata "nirlaba" dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) BPJS. bila aspek badan hukum nirlaba dihapus. pemerintah meminta pertimbangan itu diperingkas. berbeda dengan PT Askes yang hanya menerima anggaran dari APBN. ada yang nakal juga.” Dia juga melanjutkan bahwa Jamsostek yang berhubungan dengan pemberi kerja yang jumlahnya banyak. Walaupun telah disepakati BPJS yang nirlaba. Kalau digabung. Menurutnya.

akan berdampak bukan saja perbankan. SPN justru menyarankan pemerintah. Belum lagi SP lain yang jadi peserta Jamsostek. atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Hasilnya. SPN akan menarik seluruh dana mereka di Jamsostek.” “Dana di kas Jamsostek sebesar Rp100 triliun. yaitu penarikan dana Jamsostek dari 438 ribu anggota SPN yang pasti akan menimbulkan gejolak. Selain itu. banyak peserta Jamsostek yang tidak memiliki jaminan pensiun atau jaminan pengobatan ataupun fasilitas mendapatkan kredit kepemilikan rumah. Kajian SJSN. agar membentuk BPJS baru.Survei ini dilakukan secara nasional dari 30 Mei sampai 30 Juni 2011 dengan jumlah responden sampel asal sebanyak 10. di obligasi 40% dan di dana reksa 5%. di mana manfaat dari kepesertaannya di Askes. salah satunya datang dari Serikat Pekerja Nasional (SPN). jika dirombak tiba-tiba tidak menggoyahkan perekonomian? Janganlah utak-utik BPJS yang sudah berjalan baik ini. Goncangan yang timbul akan mengganggu perekonomian Indonesia. terdapat pula nada ancaman terkait peleburan ini. di saham 35%. dan kepesertaaan Jamsostek tidak bisa dijadikan jaminan mendapatkan pinjaman dari Bank. Menanggapi niat SP untuk menarik dananya dari Jamsostek.11 Selain itu. yang menjalankan jaminan sosial bagi masyarakat miskin dan pengangguran. tertanam di perbankan sekitar 30%. “Jika pekerja benar-benar menarik dananya dari Jamsostek. sebaiknya sistem jaminan kesehatan dan pendidikan gratis sebaiknya tidak di lakukan dengan sistem asuransi melalui BPJS. TNI. siapa tanggung?. sebanyak 95. Taspen maupun Asabri lebih banyak manfaatnya bagi kehidupan mereka pada saat memasuki masa tua. Populasi survei ini diambil dari seluruh masyarakat Indonesia yang punya hak mendapatkan sistem jaminan sosial dari pemerintah. Dirut PT Jamsostek.8 persen responden tidak menginginkan keempat BUMN jaminan sosial dilebur menjadi satu karena keempat BUMN tersebut memberikan manfaat yang berbeda-beda terhadap pesertanya. juga melakukan hal sama sehingga dampaknya pada sistem perekonomian Indonesia pasti merembet kemana-mana. Dengan demikian.Kastrat Nasional ISMKI .9 persen responden menginginkan adanya jaminan kesehatan gratis dan jaminan pendidikan gratis yang merupakan perintah UUD 1945 pasal 28H. Hal ini berbeda dengan Pegawai Negeri Sipil. Misalnya. 93." ungkap Hotbonar. Polisi. Serikat Pekerja Nasional (SPN) menolak rencana peleburan 4 BPJS yang ada menjadi 2 BPJS. Bagaimana mungkin putaran dana sebesar itu. Risiko besar. Hasil Survei Forum Serikat Pekerja Penolakan peleburan empat BUMN Asuransi juga terpotret dari hasil survei Forum Serikat Pekerja (FPS) BUMN Bersatu terhadap pendapat publik terhadap BPJS. yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih. Jika rencana ini dipaksakan. Hotbonar Sinaga berujar.100 orang. tetapi juga pada pasar modal. dan kepesertaan mereka di Taspen dan Asabri sangat bank-able untuk mendapat pinjaman dari Bank. Salah satu ancaman.

Dalam RUU BPJS pasal 8 (b) disebutkan bahwa BPJS berwenang untuk “menempatkan dana jaminan sosial untuk investasi jangka pendek dan jangka panjang dengan mempertimbang-kan aspek likuiditas. Menurut Siti Fadhilah. yaitu GTZ dan FES. di mana dalam undang undang SJSN diharuskannya pembentukan BPJS. dana ini dikumpulkan dari seluruh rakyat. Isu BPJS sarat kepentingan asing Ada beberapa pendapat tentang keanehan dalam pembentukan UU BPJS. Harapan masyarakat terhadap BPJS bukanlah seperti lembaga asuransi. C. di mana GTZ ikut aktif dalam penyusunan draft UU BPJS dan FES aktif untuk melakukan kampanye dilakukan oleh organisasi serikat buruh untuk pembentukan BPJS melalui seminar dan aksi-aksi. di mana banyak peserta dari keempat BUMN yang meyelengarakan jaminan sosial tidak pernah diajak bicara atau melibatkannya dalam proses penyusunan UU BPJS yang akan berisi tentang peleburan keempat BUMN jaminan sosial. Meski pengelolaan dana jaminan sosial bersifat nirlaba. tetapi cara mengumpulkan dana masyarakat secara paksa. BPJS berhak mengelola dan mengembangkan dana tersebut pada berbagai kegiatan investasi yang dianggap menguntungkan. termasuk dana APBN untuk masyarakat miskin. Selain itu. Nanti dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk kepentingan bisnis kelompok tertentu.12 tapi diurus langsung oleh pemerintah. obligasi dan deposito perbankan. isinya bukan tentang jaminan social. keamanan dana dan hasil yang memadai. Dana tersebut. kehati-hatian.Kastrat Nasional ISMKI . Asia Development Bank aktif ikut mengintervensi untuk tebentuknya UU SJSN. solvabilitas. Hal tersebut terbukti dalam bantuan program ADB untuk BUMN. di mana masyarakat diharuskan membayarkan preminya. yakni keuntangannya dikembalikan kepada peserta. Dana dari 250 juta rakyat Indonesia itu nanti disetor ke BPJS lalu dikuasakan ke segelintir orang yang namanya wali amanah. yang sulit dipertanggungjawabkan. tidak boleh ada campur tangan pemerintah. BPJS memiliki independensi dalam pengelolaan dana tersebut. Padahal.” Dengan demikian. dan seakan akan hanya pembentukan UU BPJS hanya dikuasai oleh beberapa organisasi serikat pekerja serta sejumlah fraksi di DPR saja. dapat diinvestasikan pada berbagai portofolio investasi seperti saham. Apalagi Kajian SJSN. Lembaga ini sangat independen. seperti dana asuransi lainny. meskipun namanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. termasuk perusahaan asing. salah satu agendanya adalah melakukan peleburan dari kempat BUMN yang menjalankan sistem jaminan sosial selama ini sehingga terdapat dugaan bahwa UU SJSN dan pembentukan UU BPJS banyak diintervensi oleh kepentingan asing. Kejanggalan dalam penyusunan draft UU BPJS terlihat karena melibatkan beberapa organisasi asing nongovernment.

Di sisi lain. Kesadaran Asuransi dan Polemik Berobat Gratis Di lain pihak salah satu masalah utama reformasi kesehatan di Indonesia adalah kesadaran berasuransi yang sangat rendah. hal ini menyangkut dana 190 triliun.” Dokumen tersebut menerangkan. sebagaimana halnya UU lain. dari 32 juta pekerja di Indonesia. seperti pelayanan kesehatan. Pemerintah Indonesia pernah memerintahkan beberapa BUMN untuk melakukan buy-back saham-saham di pasar modal untuk membantu mengangkat nilai IHSG yang melorot tajam akibat penarikan modal besar-besaran oleh investor asing. misalnya. Hal tersebut terungkap dalam dokumen Asian Development Bank (ADB) tahun 2006 yang bertajuk. negara dipaksa untuk memberikan dana talangan. pihak yang diuntungkan dengan pemberlakukan UU tersebut adalah para investor dan negara-negara yang pembiayaan anggarannya bergantung pada sektor finansial. Pada krisis 2008. Sebagai contoh. “Financial Governance and Social Security Reform Program (FGSSR). hanya 8 juta pekerja yang ikut asuransi dan sisanya belum disentuh. santunan kepada para pensiunan akan bersifat minimalis. dengan berbagai alasan. dapat meningkatkan klaim pembiayaan kepada BPJS. sarat dengan intervensi asing. Inilah salah satu alasan mengapa pihak asing berambisi untuk mengegolkan UU ini. Oleh karena itu. pembayaran klaim terhadap peserta asuransi. bahkan yang lebih tragis. Pembuatan UU tersebut merupakan bagian dari paket reformasi jaminan sosial dan keuangan pemerintah yang digagas oleh ADB pada tahun 2002 pada masa pemerintahan Megawati. dengan alasan agar dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. TASPEN.” Nilai pinjaman program FGSSR ini sendiri sebesar US$ 250 juta atau Rp 2. biaya iuran yang dikenakan BPJS kepada para peserta akan ditingkatkan.9 persen dari 10. wajarlah kalau UU SJSN dan RUU BPJS. Survei Forum Serikat Pekerja (FSP) sebanyak 95.13 kalau 4 BUMN (ASABRI. ASKES) digabungkan. Dengan demikian. “Bantuan Teknis dari ADB telah disiapkan untuk membantu mengembangkan SJSN yang sejalan dengan sejumlah kebijakan kunci dan prioritas yang dibuat oleh tim penyusun dan lembaga lain. Dengan demikian. Hal ini juga merupakan salah satu masalah yang harus dicermati dan dipersiapkan solusinya. sebagaimana yang terjadi di negara lain.000/US$.25 triliun dengan kurs 9. D. sebaiknya sistem jaminan kesehatan dan pendidikan gratis sebaiknya tidak di akukan dengan sistem Kajian SJSN. Jika masih kurang.100 responden menginginkan adanya jaminan kesehatan gratis dan jaminan pendidikan gratis yang merupakan perintah UUD 1945 pasal 28H. dana tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah untuk membail-out sektor finansial jika terjadi krisis. JAMSOSTEK.Kastrat Nasional ISMKI . Dalam kondisi tertentu. perusahaan-perusahaan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS. Konsekuensinya.

berdasarkan data kementerian kesehatan tahun 2010 dari 237. Hal ini perlu dianalisa dengan cermat dan seksama agar akar permasalahan dapat ditemukan dengan benar dan tepat.14 asuransi melalui BPJS.22%/ 116. tetapi bukan mustahil untuk dilaksanakan. dan saat ini kita masih berkutat dalam konsep. Banyak spekulasi berkembang bahwa pemerintahlah yang harus menanggung semua biaya tersebut. masih banyak memiliki tantangan. Sejauh ini. mutu dan pelayananlah yang akan dikorbankan. Dalam perkembangan realisasi SJSN. Untuk mencapai cakupan universal jaminan kesehatan pada 2014.9 juta jiwa belum memiliki jaminan sosial. di mana masyarakat diharuskan membayarkan preminya. Tanggung Jawab Siapa?? Pelaksanaan cakupan universal jaminan sosial menghadapi tantangan yang berat. Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa sebagian masyarakat pada dasarnya tidak memahami secara baik prinsip-prinsip asuransi dan cenderung untuk hidup nyaman dengan slogan “gratis”. Sampai kapan rakyat indonesia harus menunggu jaminan yang seyogyanya mereka dapatkan dari negara mereka sendiri? SOLUSI YANG DITAWARKAN Jaminan Sosial. tapi diurus langsung oleh pemerintah. kerapkali terdapat perbedaan konsep antara pemerintah dan DPR. kecuali yang miskin dan tidak mampu karena pada dasarnya “tidak ada hak. Padahal. Harapan masyarakat terhadap BPJS bukanlah seperti lembaga asuransi. saat ini tidak ada yang gratis.Kastrat Nasional ISMKI . tanpa kewajiban”. kalaupun ada yang gratis tentu hanya slogan dengan mengorbankan anggaran yang lain. adapula pendapat bahwa pendanaan adalah tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia. Pada akhirnya. Kajian SJSN. Apakah perbedaan tersebut memang dilatarbelakangi oleh perbedaan pinsip dasar mengenai pilihan sistem SJSN atau perbedaan persepsi dalam pelaksanaan UU SJSN atau perbedaan dalam menentukan prioritas pengembangan SJSN? Karena waktu 8 tahun sejak pengesahan UU no 20 tahun 2004 tentang SJSN telah berlalu tanpa ada tindakan.5 juta jiwa 49. Salah satu tantangan yang akan dihadapi adalah sumber dana yang tentunya tidak sedikit untuk menyukseskan program jaminan sosial nasional.

Hukum ini dapat pula terjadi bila kita mengambil dana dari bantuan sosial tersebut karena bidang pendidikan. 20.Kastrat Nasional ISMKI . Hasbullah (guru besar FKM UI) menunjukkan bahwa untuk mewujudkan jaminan sosial yang cukup ideal setidaknya pemerintah harus memiliki komitmen untuk membiayai premi asuransi sebesar Rp. yang tua membantu yang muda sehingga semua beban akan terasa lebih ringan.8 triliun setiap tahun. Kementerian Sosial 2. bila pemerintah berkewajiban membiayai seluruh jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia maka sedikitnya 60 triliun per tahun wajib dialokasikan pemerintah. jaminan pendidikan saat ini belum termasuk dalam kelima hal yang akan dijamin dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional sehingga dapat saja perubahan alokasi dana ini berdampak terhadap stagnasi pengembangan bidang-bidang tersebut dan menjadi bumerang yang menimbulkan masalah baru. Kemenkes. Salah satu bentuk ketidaksanggupan pemerintah saat ini juga tercermin dari program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Melalui sistem jaminan sosial. 3. antara lain Kementerian Pendidikan 31. serta berbagai lembaga negara yang jumlah bantuannya bervariasi. membantu yang miskin.000 per orang setiap bulan. secara hukum alam. maka pemerintah berkewajiban membayar iuran minimal 16.8 triliun. sesuai kemampuannya. permasalahan di atas dapat diatasi dengan iuran asuransi yang bersifat gotong royong.3 triliun untuk tahun 2011. Hal ini sangat mungkin dilakukan.15 Sebelum kita melangkah lebih jauh. Kemendagri 8.000 x 250 juta = 5 triliun dalam satu bulan yang artinya 60 triliun per tahun. Akan tetapi. Dari kalkulasi di atas. Semua rakyat Indonesia wajib menjadi peserta jaminan sosial nasional dan membayar iuran yang nantinya secara kolektif menjadi dana amanat.. Kemenag 6. dan bidang lain juga masih dalam tahap berkembang dan membutuhkan bantuan tersebut. 6000 per orang per bulan. penerima Jamkesmas 73 juta kita anggap sebagai peserta yang iurannya dibayar pemerintah. tetapi iuran mereka akan ditanggung oleh negara. Kajian SJSN. Berdasarkan data sebelumnya. Prinsip gotong royong inilah yang akan diintegrasikan dalam pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Prinsip ini menjunjung tinggi yang kaya. jauh di bawah nilai ideal untuk jaminan sosial yang layak. Dana sebesar 60 triliun ini sebenarnya dapat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah asalkan ada komitmen dan political will yang kuat. Bantuan sosial ini mencapai angka 60 triliun dan tersebar di berbagai lembaga dan kementerian.6 triliun.7 triliun. jumlah dana yang akan dihabiskan adalah 20. Jumlah peserta Jamkesmas melalui sistem kuota berdasarkan kriteria kemiskinan versi Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 73 juta jiwa. Riset yang dilakukan Prof. Kementerian Pekerjaan Umum 2. ada baiknya kita sedikit melakukan kalkulasi terkait biaya yang akan dihabiskan apabila kita menginginkan jaminan sosial yang ideal.5 triliun. Pengecualian membayar iuran diperuntukkan bagi rakyat miskin dan tidak mampu. Apabila kita perkirakan jumlah penduduk Indonesia 250 juta. pembangunan sarana prasarana untuk masyarakat. Di lain pihak. sedangkan alokasi dana yang disiapkan pemerintah untuk Jamkesmas dan Jampersal hanya 6. mereka bukannya tidak dihitung iurannya.1 triliun. Alternatif lainnya adalah menggunakan dana bantuan sosial yang selalu dialokasikan setiap tahunnya.2 triliun. Ini berarti pemerintah hanya menyediakan anggaran Rp. untuk mendapatkan sesuatu kita harus mengorbankan yang lain. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan nilai yang wajib dikeluarkan pemerintah bila menanggung biaya seluruh rakyat Indonesia.

Padahal. perlu adanya iuran dari peserta jaminan sosial nasional. iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dibayar oleh Pemerintah untuk program jaminan kesehatan.5 juta penduduk Indonesia yang menyampaikan SPT Tahunan. hanya sekitar 7. Begitu juga dengan PT Jamsostek dan PT Askes yang sudah beroperasi lebih dari 40 tahun. di mana pajak umum digunakan untuk pelayanan umum seperti membangun sekolah. Walaupun demikian. 5. dll. Salah satu tanggapan terkait pertanyaan dan pernyataan tersebut muncul dari Prof. negara tidak akan mampu. Kalau kita telaah lebih lanjut lagi. Menurut beliau jika pemohon dalam Uji Materi tersebut mendalilkan bahwa “iuran wajib bertentangan dengan UUD’45”. Sekitar 90% penduduk saat ini yang tidak membayar pajak akan menerima belas kasih dari 10% penduduk yang membayar pajak. Adapun poin yang tercantum dalam pasar 17 UU SJSN adalah sebagai berikut. iuran ini sifatnya dana amanat dan nirlaba sehingga semua dana yang terkumpul beserta keuntungannya adalah milik rakyat dan dikembalikan kepada Kajian SJSN. atau membayar pajak sehingga dapat dipastikan bahwa menyediakan jaminan kesehatan dan hari tua bagi semua penduduk melalui pembayaran pajak saja. 3. secara prinsip pajak umum dan iuran jaminan sosial terdapat perbedaan. tetapi jumlah pajak yang harus dibayarkan mencapai 50% gaji atau upah.Kastrat Nasional ISMKI . pajak juga harus dinyatakan bertentangan dengan UUD‟45. ekonomi dan kebutuhan dasar hidup yang layak.16 Pertanyaan dan pernyataan yang kerap muncul belakangan adalah “Di mana tanggung jawab pemerintah dalam penyelenggaraan jaminan sosial? Bukankah pemerintah menjamin rakyat dan sewajarnya membayar keseluruhan biaya jaminan sosial?” Iuran jaminan sosial ini bertentangan dengan UUD 45!!” hingga terjadi penolakan diberbagai daerah dan demo oleh beberapa pihak dengan latar belakang yang berbeda sehingga ada upaya untuk uji materi pasal 17 UU SJSN yang berisi dan upaya penghilangan pasal tersebut. APBN ini sendiri merupakan dana yang bersumber dari pajak yang juga dibayarkan oleh rakyat sehingga tidak menutup kemungkinan apabila pemerintah saat ini merasa tidak sanggup dapat terjadi opsi kenaikan pajak. Setiap pemberi kerja wajib memungut iuran dari pekerjanya. Setiap peserta wajib membayar iuran yang besarnya ditetapkan berdasarkan persentase dari upah atau suatu jumlah nominal tertentu. Iuran program jaminan sosial bagi fakir miskin dan orang yang tidak mampu dibayar oleh Pemerintah. Tahun lalu. Pada gilirannya. Hal ini dapat dilakukan. 1. membangun sarana ibadah. Iuran sendiri diperuntukkan untuk manfaat yang didapat dari program jaminan sosial. Hal tersebut tentu berbeda dengan sistem yang dianut di Indonesia dan Aamerika yang mengupayakan pajak yang rendah. 6. Pada tahap pertama. Oleh karena itu. membangun jalan. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Lagipula. kalaupun semua ditanggung pemerintah tentu yang akan digunakan adalah APBN. penduduk yang membayar pajak akan merasa berat terus-menerus menanggung semua penduduk lain yang tidak membayar pajak. menambahkan iuran yang menjadi kewajibannya dan membayarkan iuran tersebut kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial secara berkala. Besarnya iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan untuk setiap jenis program secara berkala sesuai dengan perkembangan sosial. 2. Hasbullah. 4. beberapa negara di Eropa Barat yang menyatukan pajak umum dan iuran tersebut.

diharapkan tidak terjadi upaya intervensi dari pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari iuran peserta SJSN. Menurut anggota DJSN dari kalangan ahli Jaminan Sosial. Hal tersebut harus kita cermati sebagai upaya perluasan wawasan. MA. yaitu BPJS. Hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk sebesar-besar kepentingan peserta. BPJS ini juga bertujuan untuk menghilangkan perilaku korupsi yang kerap kita temui kasusnya di lingkungan pejabat pemerintahan. Hal senada disampaikan juga oleh peneliti ICW yang beranggapan dengan adanya BPJS diharapkan perilaku korupsi tidak terjadi. Bahwa pada dasarnya pembentukan BPJS ini merupakan amanat undang undang. DPR. bahkan menanggung iuran bagi masyarakat yang mampu. Prof Dr Bambang Purwoko SE. Kita Juga Perlu Dewan Pengawas BPJS Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya. Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) berpendapat bahwa iuran dengan prinsip gotong royong ini merupakan langkah yang paling rasional yang dapat dipilih “saat ini” dan dalam pandangan kami UU SJSN terkhusus pasal 17 tidak memiliki pertentangan ataupun melanggar UUD 45. Portabilitas. tentunya punya wadah tersendiri untuk menyampaikan aspirasinya. sedangkan Pengusaha/Pemberi Kerja punya wadah seperti misalnya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). f. Nirlaba. negara menjadi mapan di berbagai sektor dan pemerintah memiliki APBN yang lebih banyak yang dapat digunakan untuk membayar iuran rakyat miskin dan tidak mampu serta mampu menyubsidi. serta peningkatan sarana dan prasarana. Hingga saat ini telah disepakati unsur Tripartit masuk dalam dewan pengawas. penyelenggaraan jaminan sosial dengan program yang dibiayai oleh peserta-pengusaha/pemberi kerja dan pekerja. c. Kehati-hatian. Dengan adanya BPJS ini. Dana amanat. Unsur Tripartit dalam Dewan Pengawas BPJS bertindak selaku pengawas atau mengawasi jalannya program jaminan sosial secara nasional.17 rakyat melalui pengembangan layanan jaminan sosial. berdasarkan uraian di atas. maupun daerah. perbaikan sistem. Hal ini juga menimbulkan argumentasi bahwa pemerintah telah lalai dengan memberikan tanggung jawab pelaksanaan SJSN kepada pihak ketiga. unsur Tripartit dalam konteks ini terkait untuk pengawasan atau mengawasi Kajian SJSN. Seharusnya pemerintah menangani langsung pengelolaannya. terjadi pro dan kontra terkait tanggung jawab pembiayaan jaminan sosial. pasti ada juga pihak Pemerintah. dan g. b. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari. Keterbukaan.Kastrat Nasional ISMKI . Selain itu. BPJS memiliki prinsip: a. Salah satu lagkah konkret yang harus dilakukan dan telah disepakati oleh DPR dan pemerintah adalah pembentukan dewan pengawas. Jadi. e. Akan tetapi. Kita Perlu BPJS. Pekerja punya wadah serikat pekerja seperti misalnya Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Akuntabilitas. baik dari pihak asing maupun dalam negeri. d.

18 atas jalannya program. sembilan orang sudah cukup. Kami dari ISMKI juga berpendapat bahwa perdebatan yang terlalu berkepanjangan mengenai jumlah personil tak terlalu substansial dilakukan oleh Panja DPR RUU BPJS dan wakil dari Pemerintah karena pada dasarnya. di mana pemerintah memiliki pandangan berbeda dengan DPR. seperti yang ditakutkan akhir akhir ini. tiga ahli Jaminan Sosial. Kami berkesimpulan langkah terbaik adalah mengundangkannya dalam periode ini diikuti hal terpenting selanjutnya. dan kreditor. serta seorang lagi sebagai Ketua. pengambilalihan atau pemisahan BUMN wajib memperhatikan kepentingan persero. Mengingat pentingnya jaminan sosial dilaksanakan sesegera mungkin. Ini berbeda dengan penyelenggaraan jaminan sosial yang programnya berbentuk bantuan sosial dan pendanaannya berasal dari APBN. Permasalahan yang ada terkait ketetapan mengenai jumlah personil Dewan Pengawas BPJS. Tiga orang dari unsur Pemerintah. Saat ini telah 2 tahun berlalu sejak batas waktu yang ditentukan. sedangkan anggota DJSN sendiri berpendapat bahwa untuk jumlah personil di Dewan Pengawas BPJS yang lingkupnya lebih kecil dibandingkan dengan DJSN. Kemudian. yaitu realisasi UU SJSN. Amanat pasal 52 UU SJSN juga menunjukkan bahwa semua ketentuan yang mengatur mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan dengan undang-undang ini paling lambat 5 (lima) tahun sejak undang-undang ini diundangkan. Selain itu. Peleburan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bukanlah Keharusan Pada dasarnya. dua orang dari unsur Serikat Pekerja. Tentu hal ini merupakan pelanggaran dalam bentuk menunda hak yang harus didapatkan rakyat. seperti yang diatur dalam UU BUMN pasal 63 ayat 1. Apapun hasil yang diundangkan tentu dalam pelaksanaannya akan membutuhkan waktu lagi.Kastrat Nasional ISMKI . tiga tokoh Jaminan Sosial. Pemerintah menginginkan jumlahnya lima orang. dimana tidak diperlukan adanya unsur Tripartit. dan dua lagi dari Organisasi Pekerja. DPR melakukan komparasi dengan jumlah anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang mencapai 15 orang yakni lima orang dari unsur Pemerintah. dua orang dari unsur Pemberi Kerja. yang biasanya dari unsur Pemerintah. kami menginginkan adanya konsep dan rencana teknis monitoring evaluasi berkala yang jelas dan terbuka terhadap BPJS. dan satu orang dari kalangan ahli Jaminan Sosial. yaitu follow up berupa monitoring dan evaluasi. dapat dibentuk yang Kajian SJSN. bila terjadi deadlock lagi dipastikan periode 2014-2019 RUU BPJS baru akan dibahas kembali. karyawan perseroan. Peleburan atau transformasi BUMN hanya dapat dilakukan antar BUMN. Hal yang kami inginkan dengan adanya dewan pengawas BPJS ini adalah kepastian tidak adanya campur tangan pihak asing dalam penyelenggaraan BPJS. Oleh karena itu. tidak ada peraturan yang mengharuskan 4 BPJS yang ada untuk dilebur jadi 2 BPJS. sementara DPR menilai jumlah tersebut masih kurang. Salah satu poin dalam pasal 5 yaitu “Dalam hal diperlukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial selain dimaksud pada ayat (3). peleburan. tidak ada aturan khusus untuk menentukan jumlah ini dan hanya berdasarkan kesepakatan. dua orang dari Organisasi Pemberi Kerja. Dalam hal ini. Kami dari Ikatan senat mahasiswa kedokteran Indonesia (ISMKI) mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengundangkan RUU BPJS selambat lambatnya oktober 2011.

4. Dalam hal pelayanan. dan waktu yang lama. merger dapat meningkatkan efisiensi karena akan menjadikan sinergi yang secara sederhana diartikan sebagai 2+2=5. 3.Kastrat Nasional ISMKI . dikhawatirkan akan terjadi likuidasi sehingga terjadi pemberhentian tenaga kerja besar-besaran. Menurut kami. yaitu konsep dalam ilmu ekonomi yang mengatakan gabungan faktor-faktor yang komplementer akan menghasilkan hasil yang berlipat ganda. tujuan dari universal coverage adalah kesetaraan dalam hal iuran dan pelayanan. Hal ini memicu tendensi penolakan karena aset yang dimiliki Jamsostek yang tanpa bantuan pemerintah apabila dilebur menimbulkan ketidakadilan karena aset dari badan yang lain ada subsidi pemerintah. pemerintah dan DPR harus melakukan riset ilmiah terkait dampak positif dan dampak negatif peleburan BPJS ini mengingat Danareksa hanyalah fasilitator bukan penentu kebijakan sehingga keputusan untuk melebur atau mempertahankan 4 BPJS ini memiliki landasan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Walaupun demikian. Tidaklah mustahil apabila kita menunggu peleburan ini rampung terjadi penundaan pelaksanaan SJSN. dan Taspen memiliki sumber dana dari subsidi APBN.7 % dibayar oleh perusahaan aatu pemberi kerja. Terdapat perbedaan dalam hal sumber dana dari keempat BUMN yang akan menjadi BPJS. akan didapatkan keadilan dalam segi hak dan kewajiban. berdasarkan rapat kerja pemerintah dan DPR akhirnya sepakat akan 4 BUMN menjadi 2 BPJS. 2. Saat ini telah ada PT Danareksa sebagai fasilitator dalam transformasi. Dengan begitu. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk melakukan transformasi atau peleburan BPJS. Menanggapi hal tersebut. Menurut teori ini. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). 2. sedangkan Askes. Kajian SJSN. Asabri. 1. Salah satu alasan terbesar mengapa diharapkan adanya badan tunggal adalah teori efisiensi.19 baru dengan Undang-Undang” sehingga peleburan BPJS yang ada saat ini bukanlah merupakan keharusan. dan Jaminan Kematian (JK). pelayanan. Peleburan BPJS dalam hal kepesertaan. askes hanya melayani Jaminan Kesehatan (JPK) saja sedangkan Jamsostek menyelenggarkan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK). Jaminan Hari Tua (JHT). pendanaan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. Di samping itu. tercipta keselarasan antara teknis dan konsep. dan tenaga kerja tentu akan memerlukan pemikiran. kami masih berpendapat bahwa saat ini jalan terbaik adalah mempertahankan empat BPJS yang ada diiringi peningkatan kualitas dan penambahan BPJS baru yang mencover rakyat miskin dan tidak mampu. Dalam peleburan perusahaan. Akan tetapi. Di lain pihak. sistem. Walaupun di kemudian hari terjadi peleburan. Sebagai contoh. pemerintah dan DPR wajib memaparkan analisis ilmiah peleburan yang ada. yaitu 1. Mengingat belum adanya riset ilmiah seperti yang diungkapkan di atas. Ikatan senat mahasiswa kedokteran Indonesia (ISMKI) memiliki pandangan. Jamsostek memiliki sumber dana dari iuran dari pekerja sebesar 2 % dan 3. Hal tersebut dilakukan dengan catatan pemerintah dan DPR menjamin bahwa tidak terjadi diskriminasi pelayanan antarpeserta yang mengikuti BPJS. biaya. terdapat perbedaan dari keempat BUMN ini.

Ketiga. mendesak pemerintah dan DPR harus melakukan riset ilmiah terkait dampak positif dan negatif peleburan BPJS mengingat PT Danareksa hanyalah fasilitator bukan penentu kebijakan sehingga keputusan untuk melebur atau mempertahankan 4 BPJS ini memiliki landasan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Kesepuluh. mendesak pemerintah dan DPR malaksanakan pertemuan secara efektif dan tidak memperdebatkan hal yang tidak substansial terlalu berkepanjangan. mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengundangkan RUU BPJS selambat-lambatnya Oktober 2011. Kedelapan. Perdebatan yang berkepanjangan dapat menghabiskan waktu dan akhirnya berujung pada penundaan pengesahan RUU BPJS harus dihindari. Kesembilan.Kastrat Nasional ISMKI . Kelima. Keenam. dengan catatan pemerintah dan DPR menjamin bahwa tidak terjadi diskriminasi pelayanan antar peserta BPJS. apabila hasil riset menunjukkan bahwa langkah terbaik adalah peleburan keempat BPJS. prinsip asuransi. seperti yang diungkapkan di atas. pemerintah dan DPR melalui dewan pengawas BPJS wajib memastikan tidak ada adanya campur tangan pihak asing dalam penyelenggaraan BPJS. Kedua. Pemerintah juga harus menjamin tidak ada PHK tenaga kerja dari keempat BUMN tersebut. Sebagai contoh. kami masih berpendapat bahwa saat ini jalan terbaik adalah mempertahankan empat BPJS yang ada diiringi peningkatan kualitas dan penambahan BPJS baru yang mencover rakyat miskin dan tidak mampu. menginginkan adanya konsep dan rencana teknis monitoring evaluasi secara berkala yang jelas dan terbuka terhadap BPJS. perbedaan pajak dengan asuransi. Ketujuh. perdebatan mengenai jumlah personil dewan pengawas BPJS.20 PERNYATAAN SIKAP Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) menyatakan bahwa: Pertama. pemerintah dan DPR harus menghilangkan hal-hal berbau politis dan konflik kepentingan dalam pengesahan RUU BPJS. mengingat belum adanya riset ilmiah. pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat Indonesia mengenai sistem jaminan sosial nasional sehingga tumbuh pemahaman akan urgensi SJSN. rancangan iuran jaminan sosial sekarang yang menganut prinsip gotong royong merupakan langkah paling rasional yang dapat dipilih “saat ini” dan dalam pandangan kami UU SJSN terkhusus pasal 17 tidak memiliki pertentangan ataupun melanggar UUD 45. Keempat. pemerintah dan DPR wajib memaparkan konsep dan teknis peleburan yang akan dilakukan. seperti yang ditakutkan akhir akhir ini. Kajian SJSN. Hasil riset juga wajib dipaparkan ke publik guna pencerdasan bangsa.

tapi bersifat solutif aplikatif. Indonesia. Kami sangat setuju dengan kawan-kawan FK Unpad bahwa gerakan kita tidak berhenti sebagai gerakan kritisi. Sesungguhnya dengan keadaan kita sekarang. dan menghilangkan spekulasi jelek terhadap SJSN. Lantas bagaimana kita akan merubah bangsa ini?? Saya rasa semua harus berjalan beriringan (hal ini juga seiring dgn pertanyaan seorang rekan di ISMKI mengenai kesiapan kita kelak). Kondisi negara ini tidak hanya memikirkan SJSN. Jangan sampai kita yang saat ini berjuang malah ingkar di kemudian hari. Kesebelas. tetapi tetap SJSN harus diprioritaskan. Kedua belas. terjadi beberapa perubahan substansi dalam kajian yang tertuang dalam artikel-artikel berikut. Apakah Engkau Semu?? Sebenarnya terlalu lama negeri ini terlena.Kastrat Nasional ISMKI . Hal ini dipengaruhi kesepakatn pemerintah dan DPR dalam membahas BPJS. pemerintah harus meningkatkan anggaran untuk belanja fungsi kesehatan karena hal ini menunjang untuk kinerja sistem kesehatan. dari pejabat-pejabatnya hingga rakyatnya. Agustus 2011 Atas Nama Mahasiswa Kedokteran Indonesia. Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI Kord. bukan hanya dengan kebanggaan "mahasiswa telah menggulirkan presiden tahun 98". di kemudian hari pemerintah dan DPR harus memasukkan jaminan pendidikan ke dalam UU SJSN melalui amandemen UU SJSN. sistem di internal mahasiswa kedokteran sendiri pun masih terbilang belum bagus. KASTRAT Nasional ISMKI 2011 dto Franz Sinatra Yoga Sekretaris Jenderal ISMKI 2011 dto Zairullah Mighfaza *kajian dilakukan sebelum FMB dan disesuaikan dengan keadaan terbaru dengan isu SJSN. *Mendekati dan sesudah FMB Nas Kastrat ISMKI di FK Unpad. hanya karena sistem harus dilawan dengan sistem.21 perbedaan SJSN dengan berobat gratis/jamkesmas. termasuk mahasiswa mahasiswa yang sangat kita banggakan. kita harus menciptakan desakan pada Kajian SJSN. serta hal lain yang dianggap penting. SJSN.

Jika Allah menginginkan. dan praktisi jaminan sosial. forum ini berpendapat bahwa ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam UU SJSN. wilayah bergerak. dari kesadaran rakyat-mahasiswa. Urusan masa depan Allah yang menentukan. regulator. nasional bergerak. Jika apa? Jika masih ada orang-orang yang selalu memperjuangkannya walaupun dalam keadaan sulit. kita harus terus berjuang. tapi selama kemauan masih ada. Dalam diskusi yang juga menghadirkan beberapa pakar. profesi lain. dll. bagaimana tahap selanjutnya? • Pasal 17 ayat 6 PP iuran • Pasal 21 ayat 4 Keppres untuk masa berlaku kepesertaan jaminan kesehatan • Pasal 22 ayat 3 Keppres tentang kegiatan-kegiatan yang dimaksud • Pasal 23 ayat 1 perjelas definisi swasta • Pasal 23 ayat 5 Keppres tentang kompensasi dan kelas standar • Pasal 24 ayat 1 standarisasi pembiayaan pelayanan kesehatan • Pasal 25 peraturan perundang-undangan tentang daftar obat dan fasilitas habis pakai • Pasal 26 Keppres tentang jenis pelayanan yang tidak dijamin • Pasal 27 ayat 1 • Pasal 28 ayat 2 Keppres tentang tambahan pekerja yang memiliki anggota keluarga lebih dari 5 orang Kajian SJSN. 40 tahun 2004 tentang SJSN masih belum memiliki rincian dan penjelasan yang jelas.22 pemerintah agar pemerintah membuka mata. Terkait dengan UU SJSN. jalan pasti akan tercipta kawan!! Kita tidak usah menunggu bertahun tahun. Salam hangat!! Semangat berkarya membangun bangsa! Mahasiswa Kedokteran Dukung Pengesahan RUU BPJS oleh: Tim kajian FMB (9 orang luar biasa) dan dilengkapi oleh Franz Sinatra Yoga (Koordinator Kajian Strategis Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Pada tanggal 21-23 Oktober 2011. Kalau tidak. berangkat dari kalangan bawah. Mahasiswa harus membuka mata semuanya tentang pentingnya SJSN ini. sembari membuat gerak menjadi gerakan. Beberapa pasal UU No. Pembangunan sistem masih menjadi salah satu kendala kita. mari berusaha dari sekarang. Wakil-wakil rakyat di daerah wakil-wakil rakyat di DPR RI. tetapi sekali lagi. Saya bangga dengan teman-teman mahasiswa sekalian.Kastrat Nasional ISMKI . Desakan apa yang akan direspon pemerintah? Desakan yang tersistem. dokter. Saya sangat berharap semua gerakan serentak. di antaranya: • Pasal 13 ayat 2 Keppres tentang pentahapan pendaftaran pemberi kerja dan pekerjanya sebagai peserta jaminan sosial • Pasal 14 ayat 2 PP tentang indikator batasan fakir miskin dan orang tidak mampu • Pasal 17 ayat 5 bagi fakir miskin dibayar tahap pertama. bertempat di kota Bandung mahasiswa kedokteran yang diwakili oleh 80 delegasi dari 18 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia berkumpul untuk mendiskusikan tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Saat ini institusi bergerak. yaitu: 1. tahun ini SJSN dapat terealisasi. walaupun ada solusi yang kita tawarkan itu hanyalah angin lalu karena SJSN tak pernah jadi prioritas.

pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab masih terlihat enggan melakukan tindakan pencerdasan terhadap masyarakat sehingga isu SJSN ini hanya popular di segelintir orang. Belum lagi. Pada akhirnya. suatu program yang baik tidak akan mencapai visinya. Padahal. Di tingkat mahasiswa pun. saat ini terjadi propaganda besar-besaran dari oknum yang kontra terhadap SJSN.  Akuntabilitas Penyampaian transparansi pengelolaan dana dari BPJS kepada masyarakat dikhawatirkan tidak berjalan dengan baik. Banyak terdapat perbedaan pandangan antara pemerintah dan DPR yang akhirnya menyebabkan deadlock di setiap rapat.  Political will Salah satu masalah penting dalam hal menyukseskan SJSN adalah tidak adanya “political will” pemerintah untuk menyukseskan SJSN secepat mungkin. yaitu “negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu”. Hal ini menyebabkan kendala berarti dalam proses pembahasan DIM. tahapan tahapan transformasi.  Pidana/Sanksi Hukuman yang terlalu berat untuk peserta yang menunggak iuran seperti yang tercantum dalam RUU BPJS. Sosialisasi SJSN yang belum maksimal. hal ini tidak pernah ditanggapi pemerintah dengan serius melalui sebuah upaya edukasi ataupun klarifikasi kepada masyarakat. bahkan memasuki periode sidang keempat pun masih terlihat alotnya perdebatan yang terjadi antara pemerintah dan Panja BPJS (DPR). 40 Tahun 2004. tanpa dukungan rakyat. tetapi hanya dari beberapa kementrian saja. “SJSN menciptakan peluang korupsi baru”. serta berdasarkan UU SJSN No. “SJSN melanggar konstitusi”. baik dalam hal transformasi BPJS. Mengingat macetnya pembahasan RUU BPJS yang akan berdampak pada realisasi SJSN dan dengan landasan konstitusi UUD 1945 pasal 28H (3). Akan tetapi.23 2. 3. dan sebagainya. hanya mahasiswa Fakultas kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat yang peduli. Sayangnya.  Perbedaan pandangan. hubungannya dengan presiden atau pemerintah (garis komando atau garis koordinasi). hal tersebut mempengaruhi pandangan masyarakat karena didoktrin “SJSN adalah titipan asing”. Ada banyak hal yang menyebabkan RUU BPJS ini “macet” dan menuai kritik.Kastrat Nasional ISMKI . kami Mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia menuntut: 1. dan kedudukan BPJS dalam negara. antara lain:  Status BPJS Ketidakjelasan status BPJS (independen atau lembaga pemerintah). jaminan kecelakaan kerja. Pengesahan RUU BPJS yang belum terlaksana hingga saat ini. Sosialisasi merupakan langkah penting dalam menyukseskan SJSN. jumlah anggota dewan pengawas BPJS. “SJSN memeras rakyat”. terselenggara selambat-lambatnya pada tahun 2014 sebelum Kajian SJSN. dan pembahasan di rapat kerja karena perwakilan pemerintah kerap kali tidak datang. dan jaminan kematian. BPJS I yang berupa jaminan kesehatan. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengesahkan RUU BPJS paling lambat tanggal 28 Oktober 2011 2. terkadang datang. yaitu “jaminan sosial adalah hak setiap warga negara” dan pasal 34 (2).

Mahasiswa juga meminta peninjauan kembali terhadap sanksi yang diberikan kepada peserta penunggak iuran karena dinilai terlalu berat. Di samping itu.24 berakhirnya masa kepemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Jika tuntutan tersebut tidak terlaksana. urgensi dan hak–hak yang seharusnya masyarakat dapatkan egera meratifikasi RUU BPJS agar agar dapat membuat dan mengesahkan peraturan–peraturan tambahan yang telah dirancang DJSN dan atau pemerintah sebagaimana tertera dalam UU no 40 tahun 2004 tentang SJSN. sekitar 80 delegasi mahasiswa dari 18 Fakultas Kedokteran di Indonesia mengadakan pertemuan yang dinamakan "Forum Mahasiswa Berbicara Kajian Strategis Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia" (FMB Kastrat ISMKI). Forum ini diselenggarakan untuk mendiskusikan beberapa hal terkait undang-undang tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) dengan beberapa stakeholder. Ledia Hanifa (Pansus RUU BPJS dari Fraksi PKS). Roro. dengan membuat headline di koran berskala nasional yang berisi tentang SJSN. Contohnya. Usman Sumantri (Kementerian Kesehatan RI). Dalam acara ini. salah satunya terkait kekhawatiran rakyat mengenai “praktik korupsi” di kalangan BPJS sehingga mahasiswa meminta adanya transparansi BPJS dengan mempublikasikan laporan keuangan secara berkala. Rossy. dan Wahyu Idrawati (Kemenakertrans RI). mahasiswa sempat memperdebatkan dan mempertanyakan essensi dari SJSN. serta Mas‟ud Muhammad (PT jamsostek) dan Moh. Stakeholder tersebut. Agra. kami mengusulkan kepada stakeholder. Nora) Pada tanggal 21-23 Oktober 2011. terutama pemerintah untuk melakukan sosialisasi SJSN ke masyarakat secara masif lewat media massa. Bukan Asuransi Komersial oleh: KASTRAT Nas ISMKI 2011 (Franz. bertempat di kota Bandung. Apakah SJSN adalah jaminan sosial nasional? Karena berdasarkan Kajian SJSN. Hadi. Hasbullah Thabrany (Guru Besar UI). Yani (PT Askes). Jawa Barat. Para mahasiswa kedokteran juga membahas tantangan ke depan yang akan dihadapi pemerintah.Kastrat Nasional ISMKI . Mahasiswa Kedokteran: SJSN Itu Jaminan Sosial. kami Mahasiswa Kedokteran Indonesia siap melakukan aksi atas nama Rakyat Indonesia. di antaranya adalah Ridwan Monoarfa (Dewan Jaminan Sosial Nasional).

kenapa tidak pernah ada protes terhadap pajak yang kita bayarkan selama ini? Padahal. Hal ini identik dengan slogan “GRATIS” yang marak beredar (berobat gratis. seperti PT. Freeport.25 konsepnya terdapat praktik asuransi. dll. dan sebagainya. dari APBN yang angkanya mencapai lebih dari 1000 triliun yang menjadi sumber dana utama. Ketika diwajibkan membayar iuran atau pajak. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya dana pemerintah adalah dana rakyat (dari rakyat. tetapi jumlah pajak yang harus dibayarkan mencapai 50% gaji atau upah. Lantas apakah kelompok miskin tetap dipaksa membayar pajak? Tidak. kelompok manakah yang akan merasa diperas? Tentu kelompok miskin bukan. Padahal. pelayanan. ada 2 makna paham sosialis dan makna “miskin”. Rakyatlah yang dirugikan. Kata jaminan di Indonesia punya banyak makna. ini tidak benar. tugas kita menjelaskan bahwa jaminan sosial adalah kolektif bersama untuk memenuhi kebutuhan sosial. Kerapkali terjadi pembengkakan dalam penggunaannya dan alokasi dana yang tersedia habis. tetapi pajak penghasilan sebesar 600 triliun. bukan pula cukai rokok sebesar 60 Triliun. Jadi. Pemerintahlah yang bertanggung jawab membayar iuran bagi fakir miskin dan tidak mampu. yang artinya dari pemerintah. bila terdapat dua kelompok. salah satu pakar jaminan sosial. Hasbullah Thabrany mengungkapkan bahwa makna jaminan sosial itu luas. Selanjutnya. Ada pula negara yang memisahkan antara pajak umum dan iuran ini dengan alasan terdapat perbedaan prinsip di mana pajak umum digunakan untuk pelayanan umum. tetapi tetap saja ada dana yang digunakan dari APBN atau APBD. Apakah isu bahwa SJSN memeras rakyat benar? Jelas sekali tidak benar. Analoginya. Salah satu penyebabnya kembali lagi kepada persepsi masyarakat dan doktrin eksternal yang menanamkan bahwa SJSN adalah bentuk lepas tangannya pemerintah. kita juga turut berkontribusi karena saat ini negara masih belum mampu untuk menanggung beban ini seluruhnya. yaitu Prof. Lalu. konsep ini yang sama dengan SJSN yang akan diusung. oleh pemerintah. dan untuk rakyat. bukan iuran. Apabila kita tilik ulang mengenai kata jaminan.Kastrat Nasional ISMKI . pajak ini akan diolah pemerintah untuk dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat melalui pembangunan. Pemerintah tidak bisa dibebankan sepenuhnya. sebenarnya pajak juga iuran walaupun ada beberapa negara di Eropa Barat yang menyatukan pajak umum dan iuran tersebut. seperti membangun sekolah. ada kelompok kaya dan kelompok miskin. membangun jalan. iuran tidak akan dipukul rata Kajian SJSN. Rakyat tidak pernah protes masalah pajak walaupun konsepnya memiliki kesamaan dengan SJSN karena merasa bahwa pajak adalah kewajiban. kemudian istilah sosial. Apakah benar-benar gratis? Ternyata tidak. Jenis kedua adalah jenis yang akan diterapkan di Indonesia. tidak ada yang akan diperas. Ini kekeliruan. oleh pemerintah. dll). dan untuk rakyat. Lantas apakah ini tak beda dengan asuransi nasional? Menanggapi hal tersebut. Iuran sendiri diperuntukkan untuk manfaat yang didapat dari program jaminan sosial. Hal ini sebenarnya dapat dilakukan. membangun sarana ibadah. Bagi kelompok yang kaya. alhasil bukan tidak mungkin yang terjadi adalah penurunan mutu pelayanan kesehatan. dalam praktik berobat gratis memang rakyat gratis untuk berobat. bukanlah sumber daya alam. berupa sistem kegotongroyongan. bantuan sosial. dari manakah sumber dana APBD/APBN yang digunakan pemerintah? Ternyata. dalam persepsi rakyat adalah tanggung jawab pemerintah. Lalu. Ternyata. Wajar kalau banyak perbedaan persepsi.

tetapi berdasarkan persen penghasilan. pemerintah wajib mengembangkan jaminan sosial dan dalam konsep SJSN. Negara-negara maju. jaminan sosial dijamin oleh Pasal 22 dan 25 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia oleh PBB (1948). kami berharap agar pemerintah dapat melakukan sosialisasi yang luas dan menyeluruh kepada seluruh pihak agar masyarakat tidak dibingungkan dengan konsepsi dan tujuan jaminan sosial. dan banyak negara maju lainnya menerapkan jaminan sosial saat pendapatan per kapita negara tersebut masih jauh dari pendapatan per kapita Indonesia sekarang. Kajian SJSN. tapi itu bisa kita perbaiki setelah dijalankan. baik secara umum maupun yang dimaksud dalam UU SJSN. Salah satu faktor penentu kuat/tidak. pemerintah tidak lepas tangan. ekonomi. Secara universal. Australia. di sinilah konsep “adil” itu berjalan.” Sebuah negara bisa dibilang kuat dan mandiri tidak hanya dilihat dari sisi militer. di mana Indonesia ikut menandatanganinya. kami menyimpulkan bahwa SJSN jelas adalah jaminan (sosial) bukan asuransi (komersial).Kastrat Nasional ISMKI . Kami juga menyadari bahwa buatan manusia tidak ada yang sempurna dan dapat memuaskan semua pihak. Mengacu dari hasil diskusi yang terjadi di forum ini. Pascaforum ini. dan perkembangan infrastruktur negara itu sendiri. Jaminan sosial merupakan hak asasi setiap warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 2. apabila RUU BPJS tidak disahkan dan SJSN tidak dilaksanakan maka “pemerintah telah mengabaikan konstitusi. Kami berharap agar RUU BPJS segera disahkan sehingga SJSN bisa segera diimplementasikan.26 jumlah iurannya. Kenyataan yang ada. dan membiarkan rakyat hidup tanpa jaminan”. PUBLIKASI YANG DIBUAT OLEH DELEGASI Sebuah pencerdasan: Apa Itu Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) ? “Tidak ada keadilan sosial tanpa jaminan sosial. mandiri/tidak sebuah negara dapat dilihat dari sistem jaminan sosial (social security) yang berlaku di negara tersebut. Jelas di sini masih banyak permasalahan karena perbedaan dalam mendefinisikan jaminan dan asuransi. Jerman. seperti Inggris. Jadi. mengabaikan hak rakyat. Berdasarkan konstitusi.

dsb ditangani oleh 4 BUMN (badan usaha milik negara) yaitu:  Perusahaan Perseroan (Persero) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)  Perusahaan Perseroan (Persero) Dana Tabungan dan Asusransi Pegawai Negeri (Taspen)  Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri)  Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia (Askes). jaminan kecelakaan kerja. [@ahooong] Kajian SJSN. dan Asabri) akan mengurusi jaminan ketenagakerjaan.”. Keberhati-hatian 6. “Badan Penyelenggara Jaminan Sosial adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial”. jaminan kecelakaan kerja. Akuntabilitas dan probabilitas 7. jaminan pensiun. Dalam Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional menganut prinsip sebagai berikut: 1. Nirlaba 4. jaminan hari tua. Kegotongroyongan 3. yaitu “Negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat…. Maka dari itu dibentuk sistem jaminan sosial yang dikenal sebagai SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional). seperti terbaca pada Perubahan UUD 45 tahun 2002.Kastrat Nasional ISMKI . Keterbukaan 5. yaitu BPJS I dan BPJS II. APA ITU SJSN? SJSN adalah Sistem Jaminan Sosial Nasional. Selama ini. Sistem Jaminan Sosial Nasional merupakan program negara yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat. jaminan hari tua.27 Kesadaran tentang pentingnya jaminan perlindungan sosial terus berkembang. dan BPJS 2 (Jamsostek. Taspen. dan jaminan kematian. badan yang menangani asuransi seperti kesehatan. Program jaminan sosial ini meliputi jaminan kesehatan. Hasil pengelolaan dana jaminan sosial dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk sebesar besar kepentingan peserta Dalam pelaksanaan SJSN. BPJS I akan mengurusi jaminan kesehatan (Askes). Pasal 34 ayat 2. Ke-4 badan tersebut akan dilebur menjadi 2 badan BPJS. dibutuhkan badan penyelenggara yaitu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) seperti yang tertera pada pasal satu ayat ke-6 UU No. Asuransi 2. 40 Tahun 2004 (UU SJSN) yang berbunyi. Kepesertaan bersifat wajib 8. Dana amanat 9. Dalam mewujudkan tujuan Sistem Jaminan Sosial Nasional perlu dibentuk badan penyelenggara yang berbentuk badan hukum dengan prinsip nirlaba guna mengelola dana amanat yang dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk sebesar-besar kepentingan peserta (Rakyat).

jangan sampai pula demi terwujudnya pelayanan kesehatan murah kita jadi menurunkan kualitas dari pelayanan itu sendiri. Biaya kemoterapi bisa di atas 5 juta. Jamkesmas yang dulu kita kenal dengan Askeskin. rawat inap/jalan di rumah sakit. Bagaimana dengan kita? Calon-calon dokter? Apa manfaat SJSN untuk masa depan kita nanti? Kajian SJSN. belum lagi kalo butuh kemoterapi yang advanced bisa habis 10 juta untuk sekali kemoterapi.000.Kastrat Nasional ISMKI . Adanya pasien yang meninggal di rumah sakit karena panjangnya proses administrasi untuk orang miskin atau tidak terbelinya obat bukan lagi berita baru kan untuk kita? Harus berapa banyak lagi pasienpasien terlantar yang akhirnya meninggal dunia? Namun. Contohnya. Sekarang coba kita ingat-ingat berita yang datang dari rakyat miskin. jika mau berlelah-lelah sebentar saja untuk mencari info tentang social security di negara lain. Kalo begini bukan mustahil kan banyak rakyat yang jadi sadikin? Sakit dikit jadi miskin. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Banyak orang rela dikatain miskin asalkan bisa mendapatkan banyak kompensasi. Padahal. tapi kita juga tidak bisa membandingkannya secara apple to apple. pernah terpikirkah jika tiba-tiba ada anggota keluarga kita yang sakit keras seperti kanker dan membutuhkan biaya pengobatan sangat banyak? Biaya cuci darah rata-rata Rp 750.28 URGENSI SJSN Pernahkan terbayang olehmu jika suatu hari nanti seluruh rakyat Indonesia dapat ikut merasakan makna dari kata sejahtera? Pernahkah kamu berpmimpi jika suatu hari nanti “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” bisa benar-benar terwujud? Pernahkah terlintas di benakmu suatu hari nanti seluruh rakyat Indonesia tidak lagi bergantung pada pemerintah dan ikut bersama-sama dengan pemerintah membangun Indonesia? Negeri kita ini aneh. Apa kata dunia jika kita sebagai pemegang kekuasaan (re: ingat kita negara demokrasi) hanya bisa meminta-minta? Sejak berlakunya UU No. negara lain yang biasa kita sebut hebat itu juga memasang tarif tinggi untuk rakyatnya demi tercapainya keadilan sosial yang mereka inginkan. Belum biaya untuk konsultasi dengan dokter. Prinsip gotong royong yang diusung oleh SJSN dirasakan pantas untuk diterapkan pada negara kita yang masih “berkembang”. Kita tidak mau kan hidup di negara kapitalis dimana yang kaya tambah kaya dan yang miskin tetap miskin? Lalu. Jika kita meminta lebih pantaskah jika kita enggan untuk memberi lebih pula? Kita memang patut meneladani negara lain yang sudah sukses menerapkan social security. tak sedikit orang yang tidak menyetujui adanya pasal yang mengatakan bahwa warga negara yang mampu akan wajib membayar iuran demi keberlangsungan SJSN ini. Kita harusnya heran kok banyak orang kaya yang masih mau ikut-ikutan daftar.

Kita sebagai rakyat Indonesia meminta perlindungan dari negara dengan ikut berpartisipasi dalam pencapaian keadilan sosial yang kita idam-idamkan. kebanggaan kita semua hanya menjadi ideologi yang tidak terwujud dalam realita! [@sriwulanrp] NEWS UPDATE Tanggal 28 Oktober 2011 kemarin adalah hari penting bagi seluruh „pejuang‟ SJSN yang tersebar di seluruh Indonesia. tapi penyebarannya belum merata. Menurut Ketua Umum IDI.Kastrat Nasional ISMKI . 40 tahun 2004 tentang SJSN disahkan. pelaksanaan SJSN akan ikut memperbaiki sistem kesehatan yang sudah ada dan ikut menyelesaikan berbagai permasalahan di bidang kesehatan. Biaya kesehatan yang mahal bisa ditekan dengan diterapkannya prinsip-prinsip pada SJSN sehingga tak ada lagi pasien yang tidak terlayani karena mahalnya biaya pengobatan. Prijo Sidipratomo. mari kita ingat-ingat lagi bagaimana panjangnya proses pengesahan RUU BPJS ini! Pada tanggal 19 Oktober 2004. Taspen. sedangkan anggaran untuk ketenagakerjaan belum disepakati. RUU BPJS baru dapat disahkan pada tahun 2011 setelah pembahasan selama 1 tahun dengan desakan dari berbagai pihak yang menganggap pemerintah terlalu lama menunda-nunda pengesahan RUU BPJS ini. Askes dan Jamsostek sendiri menyatakan siap untuk Kajian SJSN. Pada pasal 52 ayat 2 disebutkan bahwa UU BPJS semestinya sudah disahkan selambat-lambatnya 5 tahun setelah UU SJSN disahkan (red: 2009). Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Sementara BPJS II (Jamsostek. Jumlah dokter di Indonesia sebenarnya banyak. Begitu juga dengan sistem dokter rujukan. Sebelumnya. Mari kita sebagai mahasiswa kedokteran ikut berperan aktif dalam mengikuti dan menjalankan Sistem Jaminan Sosial Nasional ini! Jangan sampai Pancasila. seperti puskesmas dan dokter keluarga. dr. Telah disepakati bahwa BPJS I yang mengurusi jaminan kesehatan diselenggarakan oleh Askes akan mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari 2014. Salah satunya adalah pemerataan tenaga kesehatan. SJSN diharapkan dapat mendorong terwujudnya pemerataan ini. Begitu banyak manfaat dan harapan rakyat dengan adanya SJSN ini. telah disepakati bahwa anggaran untuk jaminan kesehatan sebesar 5 triliyun. 70% penyakit dapat ditangani dengan pelayanan primer. UU No. semangat rakyat akan penggapaian keadilan sosial di Indonesia semakin membara. Selama ini masyarakat cenderung langsung menemui dokter spesialis tanpa rujukan dari dokter umum terlebih dahulu. Padahal. Untuk soal anggaran. Dengan disahkannya RUU BPJS ini.29 Jelas banyak. Namun pada praktiknya. RUU BPJS (Rancangan Undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) akhirnya disahkan menjadi undang-undang. dan Asabri) yang mengurusi jaminan ketenagakerjaan mulai dibentuk badan hukum publik pada 1 Januari 2014 dan beroperasi selambat-lambatnya 1 Juli 2015.

dan satu elemen dari unsur masyarakat. dua elemen dari unsur pekerja. “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” tidak diciptakan oleh pemerintah. 23-25 Oktober 2011 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UNPAD. akan dilakukan pengawasan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari dua elemen dari unsur pemerintah. Disahkannya RUU BPJS menjadi undang-undang jangan menjadikan perjuangan kita ikut surut bahkan berhenti dalam memperjuangkan keadilan sosial. Selain itu. Justru.Kastrat Nasional ISMKI . Banyak hal krusial yang harus selalu diperhatikan. mengingat transformasi BPJS sendiri tidaklah muda! Dibutuhkan keseriusan dari pemerintah. dua elemen dari unsur pengusaha. BPJS itu sendiri. [31/10/2011] Delegasi: Franz Sinatra Yoga (PDU Reg 08) ● Rahman Setiawan (PDU Reg 08) ● Abdurrahman Hadi (PDU Reg 09) ● Fadel Fikri (PDU Reg 10) ● Ria Nur Rachmawaty (PDU Reg 10) ● Sriwulan Rosalinda Putri (PDU Reg 10) ● Khumaisiyah (PDU Reg 11) ● Lianita (PDU Reg 11) ● Mentari Indah Sari (PDU Reg 11) Kajian SJSN. melainkan oleh rakyat itu sendiri. [@sriwulanrp] Artikel ini dibuat sebagai amanat atas keikutsertaan delegasi FK Unsri pada acara tahunan Dept. Kajian Strategis ISMKI. serta keaktifan masyarakat dalam mengikuti proses berjalannya SJSN ini.30 bertransformasi dari BUMN menjadi badan hukum publik. Forum Mahasiswa Berbicara Nasional 2011 di Bandung. di sini lah awal mula perjuangan yang sesungguhnya. Jangan sampai pelaksanaan UU BPJS ini molor seperti UU SJSN.

Mengingat waktu dan energi akan terbuang percuma apabila kita berdiam diri menanti Draft UU BPJS. Berbeda dengan Indonesia. Jadi. Lebih baik kita bergiat memulai kajian mengenai Rancangan Peraturan Presiden RI tentang BPJS karena permasalahan teknis diatur melalui RPP." Kajian SJSN. maka Presiden dianggap menyetujui rancangan undang-undang tersebut. Mari mengkaji bersama agar secepatnya pula kita lebih paham dan dapat mengambil peran untuk pengawalan Rancangan Peraturan Presiden UU BPJS agar advokasi yang selalu kita kumandangkan sebagai gerakan kita juga berjalan lancar dan hasilnya signifikan! Sebelum diakhiri. RUU BPJS tetap akan di undangkan dan akan di convert dari goresan tinta printer menjadi kenyataan di Indonesia Raya pada tahun 20142015. Soeharso. Hal ini berbeda dengan yang dianut Amerika. rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama antara DPR dan Presiden. maka justru itu pula kita wajib memperbaikinya. kemudian dijabarkan dalam Pasal 38 UndangUndang P3. maka dalam waktu 30 hari semenjak rancangan undang-undang tersebut disetujui.Kastrat Nasional ISMKI . pada dasarnya memang diberikan tenggat waktu satu bulan untuk diundangkan semenjak penyetujuan bersama antara Pemerintah dan DPR. tetapi tidak disahkan oleh Presiden. Jangan sampai RPerPres ini molor mengingat banyak RPerPres dari berbagai UU konon belum disahkan! Jangan sampai RPerPres ini pembuatan dan pengundangannya "MACET" seperti RUU BPJS! Agar janji-janji saat rapat dapat kita tagih dan direalisasikan. Jangan sampai JAMINAN untuk rakyat kembali tertunda. R. Walaupun demikian. apabila Presiden sampai dengan tanggal 31 Desember tidak melakukan apa-apa (diam) terhadap rancangan undang-undang yang telah disetujui oleh parlemen. Pengesahan rancangan undang-undang tersebut dilakukan oleh Presiden dengan membubuhkan tanda tangan dalam jangka waktu paling lambat 30 hari. Mahasiswa Kedokteran Mulai Mengkaji RPerPres untuk BPJS oleh: KastratNas ISMKI 2011 Undang-undang Sistem Jaminan Sosial kini telah ditemani oleh Undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS). apabila Presiden tidak menandatangani rancangan undang-undang sampai dengan 30 hari. Dr. Presiden dianggap telah menyetujui rancangan undang-undang tersebut. apabila Presiden diam. draft undang-undang BPJS ini belum ada. Ketentuan Pasal 20 ayat (5) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 tersebut. lebih-lebih kalau kita tahu. Berdasarkan ketentuan Pasal 20 ayat (5) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. "Right or wrong is my Country. Jadi. para pejuang Jaminan Sosial (SJSN) dapat tenang mendapati isu tidak adanya draft UU BPJS walaupun RUU BPJS telah disetujui.31 Meskipun Draft UU BPJS belum ada. maka Presiden dianggap memveto (menolak) rancangan undangundang tersebut. Jangan sampai ada penyusupan pasal. saya ingin menutip kata-kata Prof. Negara kita dalam keadaan bobrok. rancangan undang-undang tersebut sah menjadi UndangUndang dan wajib diundangkan.

. Kita butuh para pejuang dengan nasionalisme tinggi dan patriotisme karena Cerminan seorang nasionalis dan patriot: berpikir bukan untuk menghujat!. 1 Peraturan Dewan Pengawas. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) lainnya untuk diundangkan. dan RPP PBI.com/2011/12/naskahuu-nomor-24-tahun-2011-tentang. Klik Download Draft Update terakhir: Pada tanggal 25 November 2011 RUU BPJS telah diundangkan menjadi UU No. 8 Peraturan Presiden.html sedangkan untuk download draft RperPres kunjungi http://franzsinatrayoga..com/2011/11/meskipun-draft-uu-bpjs-belum-ada. 1 Keputusan Presiden. RPP JKK. RPP JKm.Kastrat Nasional ISMKI . jaminan yang lain tentang tenaga kerja dikonfirmasi oleh Kemenakertrans telah dibuat-tapi saya juga belum dapat.html Kajian SJSN. dan JP.blogspot. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau lebih dikenal dengan UU BPJS. tapi berpikir untuk memperbaiki keadaan. UU BPJS dirumuskan dalam 18 bab dan 71 pasal. yaitu tentang Jaminan Kesehatan. terdiri dari 8 Peraturan Pemerintah. Naskah resmi UU No. Pengaturan turunan UU BPJS sebanyak 20 peraturan. berikut linknya. Jadilah Patriot-Patriot Indonesia!! Karena Perjuangan Belum Berakhir!! dan Tidak Akan Pernah Berakhir!! NB: (untuk Draft Rancangan PP UU BPJS sudah dapat satu.akan dicari secepatnya-berikut link Draft RPP tentang Jaminan Kesehatan Draft Rancangan Peraturan Presiden tentang Jaminan Kesehatan ) Alhamdulillah sore ini saya mendapatkan draft RPerpres JK. Untuk download naskah bias kunjungi http://franzsinatrayoga. sehingga implementasi UU SJSN dapat segera terwujud. 1 Peraturan BPJS dan 1 Peraturan Direksi.blogspot. terutama dari kalangan Mahasiswa FK.32 Itulah yang tergambar saat ini. terus berjuang para aktivis jaminan sosial. Indonesia penuh hujatan. Satu lagi pendelegasian regulasi UU SJSN telah dihasilkan dan bangsa Indonesia menunggu delegasi regulasi UU No. JHT. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang telah ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 116 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5256 telah kami dapatkan pada tanggal 7 desember 2011.

dr. Dr. Sp. Pipit : (Si Pipit pun menjawab dengan tulus) biarlah tidak apa kalaupun tidak bisa. Semua beres bukan. bagaimana caranya?? kita kan dokter bukan orang mesin. Prof. Pit!! Kenapa kau seperti itu? Pipit : Aku dengar langit akan runtuh karena itu aku mengangkat kakiku untuk menahannya. ada pula waktu pajanan yang diperbolehkan). mereka yang buat mesin seperti itu. Ada suatu kasus di mana ada suara bising dari mesin yang bisa mengganggu fungsi pendengaran seseorang (perlu diketahui nilai ambang batas kebisingan itu berbeda beda. Coba kalian dibuat seperti itu! *Jeglek*kami tertohok. jangan cepat bilang TUTUP KUPING!! lalu dilanjutkan. Lalu. cerita Prof. Tan Malaka. Terbukti. nilainya 55dB.33 PENUTUP Franz Sinatra Yoga* Suatu ketika. Apakah gerakan kita dapat merubah keadaan? Dapat menggoyangkan kebijakan? Dapat menciptakan kesejahteraan? Jawabannya…. mereka juga punya tanggung jawab atas mesin yang mereka buat. mungkin kakiku yang besar ini tidak bisa menahannya apalagi dengan kaki kecilmu pit. misal pada lingkungan sekolah. Sp. Saya dibuat “galau” oleh dua orang dosen saya. paling tidak aku berkontribusi walaupun kecil.Ok. Lalu. Jadi. rumah sakit. tapi apa mungkin kalau dia kerja 8 jam dia tutup telinga terus. Dari kedua kisah yang dituturkan di atas. Tan Malaka. bagaimana yang kamu lakukan??? Sebagian besar pasti berpikir untuk memroteksi orang yang bekerja dengan cara menyuruhnya memakai penutup telinga.OG(K) dan seorang Profesor di bidang kedokteran okupasi yaitu Prof. Elang : Wah. cari engineer. dan terjadilah dialog singkat: Elang : Hei. tempat ibadah. saya telah berkontribusi untuk menahan langit ini untuk tidak runtuh. setelah FMB begitu banyak respon positif terhadap gerakan kita mengenai SJSN diantaranya datang dari: Kajian SJSN. mungkin itu bisa memroteksi. Langkah real yang bisa diambil adalah memodifikasi mesinnya bagaimana agar suaranya tidak terlalu bising. kalau sudah selesai. Usman Said. menjadi obat hati bagi saya dan kawan-kawan yang kerapkali ragu akan gerakan yang kita lakukan. dan Prof Tan bilang. seorang Professor bidang Obstetri Ginekologi. dr.Kastrat Nasional ISMKI .PH Prof. kita harus kerja lintas sektoral.Usman saat ceramah jum'at mengecam kami untuk malu kepada burung pipit kecil yang terlentang. Selanjutnya. secara tidak langsung. perumahan. kalau langit rubuh. sama saja dengan orang tuli. Oleh karena itu. dan kadangkala langsung adalah YA!!! kita bisa melakukannya. kenapa? Saat itu burung elang lewat dan melihat burung pipit yang mengangkat kedua kakinya ke atas dalam posisi terlentang dengan herang sang Elang bertanya.

085769382203 Kajian SJSN. bersama-sama kita dorong isi yang baik untuk menjamin kelak dokter mendapat penghasilan yang memadai. Kastrat Nasional ISMKI -franz. Salam Melalui pantauan email dan milis yang kastrat ikuti. SEMOGA BERKENAN SEMOGA membawa PERBAIKAN SEMOGA terjadi PENCERDASAN SEMOGA ada PERUBAHAN KONTRIBUSI ini kami peruntukkan Bagi MAHASISWA KEDOKTERAN dan RAKYAT INDONESIA *Koord. Dan kata-kata si burung pipit. Dalam waktu dekat akan ada pembahasan lagi. “Pemerintah juga bakal mikir kalau kalian (mahasiswa kedokteran) bersikap seperti ini”.WW sesuai janji saya yang telat. drg. Jadi. Terima kasih untuk satu tahun yang diberikan kepada kami. Saya berharap kawan2 ISMKI bisa mempelajari. “Tidak apa kalaupun tidak bisa. Perlu sosialisasi di lingkungan kampus.34      Publik : TERNYATA CALON PENERUS BANGSA DENGAN SEMANGAT BOEDI OETOMO DAN SUMPAH PEMUDA SANGAT EMPATI TENTANG PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN SDM BANGSA INDONESIA. Salam drs. Alhamdulillah apa yang kita lakukan di tanggapi dan dilanjutkan oleh para stakeholder. paling tidak aku berkontribusi walaupun kecil. Berkontribusi untuk menahan langit ini untuk tidak runtuh”. diskusi tentang partisipasi mahasiswa kedokteran dikalangan stakeholder juga cukup baik. Salam! Kastrat dapat email balasan dari Prof.com. isunya akan di sekitar yang ada di dalam Rperpres ini. Ridwan Monoarfa (Dewan Jaminan Sosial): Mahasiswa sekarang sedang mempopulerkan isu jaminan sosial! Tidak seperti era saya masih mahasiswa tidak tersentuh isu Jaminan Sosial. Ini Bukti Bahwa PERJUANGAN KITA TIDAK SIA-SIA… Mengutip kata-kata drs.Kastrat Nasional ISMKI . KASTRATNAS ISMKI 2011. mereka sudah baca dan cukup memahami SJSN utk bertanya dengan baik. Monoarfa kepada saya.sinatra@yahoo. dll. Namun.hasbullah Thabrany tentang RperPres JK. bersama ini saya kirimkan draft Rperpres Jaminan Kesehatan yang sejak tahun lalu ditunda untuk menunggu keputusan BPJS. harus kita bahas bersama rumusan kecukupan dana. Usman Sumantri (Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan): Saya merasakan sendiri bahwa mahasiswa ini tidak hanya asal bicara seperti para petinggi dan para ahli (katanya) di negara ini. Beliau juga berpesan: Ass .Kita bisa diskusi sekitar pertengahan Nopember. Mohon pelajari. besaran pembayaran.

memperjuangkan kebijakan yang merupakan mata air sistem kesehatan Indonesia. Menginjak tahun ke 20 sejak 1 oktober 1990 saya dilahirkan di takengon-aceh tengah. Salah satu bentuk misinya seperti yang kerap dilakukan kastrat. Saya juga seorang yang tak bosan berusaha untuk menjadi pelajar yang baik.  Agra Dhira Narendraputra Saya adalah seorang pria kelahiran Jogja. tergabung dalam KastratNas berarti bertemu dan berkenalan dengan banyak sekali mahasiswa kritis dengan idealisme dan nasionalisme yang patut diacungi jempol. angkatan 2009.35 Franz Sinatra Yoga (@Franz_S_Yoga /fb: franz sinatra yoga) Saat ini saya masih mengenyam pendidikan dokter di universitas sriwijaya dan tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2008. Saya ingin menggabungkan kedua bidang ini dikemudian hari demi mewujudkan sebuah visi jangka panjang melalui misimisi holistik dan komprehensif. Bisa dibilang Kastrat adalah turning point di dalam perjalanan hidup saya. Pengalaman di KastratNas buat saya sangat berbeda dengan di institusi. Sebuah momentum yang saya syukuri karena dengan ini saya lebih memahami “kontribusi” dalam arti sesungguhnya. Kesempatan langka yang mempertemukan saya dengan banyak sejawat mahasiswa yang kritis dan sayapun belajar banyak dari mereka. Berkuliah di Malang.com Maria Rossyani Nama saya Rossy.Kastrat Nasional ISMKI . karena belajar ibarat rasa haus yang merupakan kebutuhan. 20 November 1991 dan berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Bergabung dengan KastratNas menjadi salah satu pondasi hidup saya. Keyakinan saya. bangsa ini masih butuh sentuhan mahasiswa kedokteran untuk menjadi lebih baik dan saya percaya apa yang kita lakukan selama ini bukanlah pergerakan yang sia-sia. Menjadi bagian dari KastratNas bisa membuat seseorang paham betul konsep dan esensi kastrat dan kegiatankegiatan yang terkait terutama dalam pergerakan mahasiswa. sesuatu yang harus disyukuri! Namun bagi saya yang paling rewarding. “belajar” selalu menjadi bagian dalam hidup saya karena dengan menjadi pelajar yang baik. mahasiswi FKUI angkatan 2009. saya mendapat pelajaran berharga untuk kesekian kalinya.sinatra@yahoo. terlebih dari rekan seperjuangan KastratNas yang sungguh luar biasa. jauh dari keluarga dan teman-teman SMA awalnya merangsang saya untuk mencari pelampiasan dengan cara berorganisasi. yaitu memimpin sebuah bidang unik bernama “Kastrat ISMKI” atau lebih akrab dipanggil KastratNas. Dari seorang Agra yang apatis-egois-anti politik. Saya bercita-cita untuk menjadi ahli bedah thorax-kardiovaskular (Sp. jadi seorang Agra yang kritis dan dituntut Kajian SJSN. di KastratNas terbuka kesempatan untuk betul-betul mengadvokasikan isu tertentu hingga ke stakeholders yang memegang peranan kunci dan mendapat kepuasan karena buah pikiran kita bisa tersampaikan. Sebuah kehormatan bagi saya menjadi bagian dari gerakan ini. Pertama-tama buat ngisi waktu luang dan akhirnya saya kecemplung di Kastrat. Tidak ketinggalan juga. niscaya kita menjadi pengajar(orang yang mampu berbagi) yang baik dikemudian hari.BTKV) dan juga seorang yang ahli dalam bidang public health. ngekos sendiri. Saya tergabung dengan ISMKI karena kebetulan jadi delegasi Forum Mahasiswa Bicara di UnAir dan waktu itu kemudian “ditemukan” oleh bang Franz dan jadi bagian dari Kastrat Nasional. franz.

sesungguhnya mahasiswa kedokteran Indonesia punya suara dan ISMKI punya power yang luar biasa besar untuk menggerakkan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik !!! Kajian SJSN. Tiga tahun menjadi kastraters membuat saya bercita-cita menjadi stakeholderkebijakan kesehatan di Indonesia. Saya masih punya harapan dan keyakinan yang besar kepada generasi penerus untuk dapat berkarya dengan lebih baik lagi ke depannya. sebagai anggota Lembaga Kesehatan Mahasiswa (Lakesma) FKUB dan Lembaga Studi Ilmiah Mahasiswa (LSIM) FKUB serta sedikit-banyak berkecimpung di Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (IKASTARA) Cabang Malang. Motto saya (saat nulis biodata ini): “Hidup berorientasi visi. Justru dari sanalah. saya Nora Ramkita. sejak saat itu. yaitu idealisme. serta hati yang jernih untuk menentukan pilihan. ISMKI !!! Pemikiran saya yang “cenderung out of the box” bagi kebanyakan orang tidak membuat saya berkecil hati. Dr. Sekarang sedang menyandang gelar “mahasiswi” di Universitas Lampung 2009. saya mulai banyak belajar.36 untuk memikirkan orang banyak. saya banyak belajar dengan orang. dan jelajah alam.com. Akhirnya. saya mengenal suatu wadah yang ternyata kini begitu saya cintai. hanya sedikit yang masih memiliki harta mahasiswa yang paling berharga. semua bisa meng-advokasi. pernah berkata: “Politik bukanlah alat kekuasaan.Kastrat Nasional ISMKI . Namun. dan saat ini yang aktif berjumlah 6 orang. memikirkan Indonesia. atau agradisini@gmail. namun merupakan etika untuk melayani. Apa wadahnya? Kastrad ISMKI (Kajian Strategis) adalah pilihan yang tepat. Sampai pada saatnya. saya juga aktif melayani di Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) FKUB. nonton TV (dengan produktif). Yang saya dapatkan adalah bahwa tidak selalu pemikiran kebanyakan orang adalah sesuatu yang benar. Dari sinilah saya belajar banyak hal. BEM. Pancasila yang jadi kepribadiannya. dan mencoba memahami hakikat dari organisasi yang saya ikuti.” Disela berbagai aktivitas saya sebagai mahasiswa dan aktivis..” Salah satu tokoh yang saya kagumi.Selain di Kastrat BEM FKUB. melainkan persoalan sebuah komitmen yang sebenarnya masih bisa kita perbaiki. NKRI harga matinya. saya menyempatkan diri menikmati hobi saya: FB-an. Yak. Perlu pemikiran yang matang dan pengambilan keputusan yang tegas. Semua bisa meng-kaji. Bukan soal kuantitas dari sebuah tim yang jadi persoalan. Awalnya. Saya dapat dihubungi di 081915445469. Bagi yang mau menengok kamar kos saya di Jalan Kesumba 2B Malang saya dengan senang hati akan menyambut. 27c86125. Bhinneka Tunggal Ika yang jadi jiwanya. Try not to become a man of success but try to be a useful human being. Hehe. membuka pemikiran saya bahwa perjuangan kita dalam profesi apa pun harus disertai dengan keoptimalan diri dalam melaksanakannya. J Leimena. saya memutuskan untuk mengikuti salah satu lembaga kemahasiwaan di kampus. menjadi terang dan garam. ~ Einstein Teruslah memberi manfaat Kastrat Nasional ISMKI. Sampai pada suatu saat saya menyadari bahwa saya telah dilahirkan di Kastrat. tapi nggak janji menjamu. Keanggotaan Kastrad Nasional ISMKI pada awalnya berjumlah 10 orang.orang luar biasa di ISMKI. Ini sebenarnya terinspirasi dari cerita keanggotaan Kastrad Nasional ISMKI 2010-2011. rutinitas saya sebagai seorang mahasiswi yang belajar membuat saya sedikit “jengah”. Nora Ramkita Perkenalkan. semua bisa mem-propaganda.

Kastrat Nasional ISMKI . Satu tahun telah berkumpul dengan orang – orang yang luar biasa. Perempuan yang biasa di panggil dengan sebutan “roro” ini hanya mahasiswa biasa yang begitu mencintai “dunia organisasi”. sebuah sistem yang dapat menjadikan indonesia menjadi adil sesuai Pancasila ke lima yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. karena merasa gerah dengan miskinnya orang kesehatan yang berkecimpung di lembaga pembuat kebijakan Indonesia. Tapi semua itu menjadi sebuah pengalaman dan guru yang berharga. Saat ini beralamatkan di Jalan Musi Raya Timur No 415. yang sekarang entah apa namanya karena selalu berubah dan tak kunjung dijadikan undangundang. kerap dipangil Hadi oleh teman –temannya. Dengan modal keilmuan dan integritas yang kita cari sekarang. Telah satu tahun saya melewati kepengurusan ISMKI sebagai staf kastrat. Akhirnya Roro menggali informasi melalui internet ataupun kesana kemari bercerewet ria mengintrogasi kakak angkatan hehe. hidup dan pendidikan.abdurrahman@yahoo. dan menekan merajalelanya promosi rokok. but we can build our youth for the future. Roro berasal dari keluarga yang luar biasa dengan orang tua yang penuh dengan kasih sayang dan begitu peduli dengan pendidikan dan adikadik yang berprestasi. Forum ini membahas SJSN tepatnya RUU BPJS. Rancangan undang undang ini mengatur agar warga negara merokok pada tempatnya. tapi apa daya kami melawan kekuatan uang yang mahakuasa. Dialah penulis prosa yang ada di hadapan anda. Dapat dihubungi di 085273337000 atau hadi. Bermimpi untuk menjadi dewan pembuat kebijakan kesehatan. Masih membekas dalam ingatan. Sebuah hal yang luar biasa. 25 oktober 20 tahun yang lalu. Berkumpul untuk bergerak bersama demi kesehatan bangsa yang lebih baik dengan penuh loyalitas . termasuk agama. We cannot always build the future for our youth. Tetaplah menjadi seorang yang disiplin agama. disiplin ilmu. dengan tugas pertama membahas RUU dan tugas terakhir lagi-lagi RUU.37 Abdurrahman Hadi Dialah seorang mahasiswa kedokteran kelahiran Muara Rupit. Kita di masa depan adalah bagian penting bangsa. Hidup mahasiswa!! Rr. Dialah saya. tempat para wakil rakyat Indonesia bekerja. Tugas satu tahun ini berakhir di Bandung dalam sebuah Forum Mahasiswa Berbicara. Abah yang disiplin dan penuh tanggungjawab selalu melatihnya menjadi seorang wanita yang mandiri dan tertib dalam segala hal.com. tepat pada tanggal 4 Desember 2010 resmi dilantik menjadi PHN Kastrat. dengan pilihan “Pengurus Harian Nasional Kastrat”. Perempuan tinggi pencinta warna biru dan sangat menyukai makanan pedas ini berkecimpung di ISMKI karena rasa penasaran yang memuncak. Anggraeni Indah Ekiyanti Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Jurusan kedokteran umum Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2010. dan motivasi yang kuat agar kedepannya bisa berkomitmen lebih dan lebih baik lagi. Satu tahun ini kami menjadi sangat dekat dengan Senayan. Palembang. dan disiplin hidup HIDUP MAHASISWA INDONESIA ! HIDUP !! Kajian SJSN. Sedangkan Umi selalu mengingatkan tentang kodrat sebagai wanita. Semoga perjuangan ini tidak sia-sia dan berlanjut di kepengurusan selanjutnya. Selama 1 tahun mengemban amanah dibidang kastrat banyak suka cita yang dihadapi. Akhirnya setelah lolos dari seleksi yang ketat. Dengan informasi yang cukup dan tekad yang bulat perempuan yang hobi masak ini mendaftar online. yakni kelembutan. tugas pertama kala itu yaitu membahas RUU PDRTK.