You are on page 1of 57

P2 A0 Partus Maturus

Manual Aid + plasenta
letak rendah + tali pusat
menumbung + Stillbirth
+ Anemia
Nama : Henri Aprilio Purnomo
(1102010120)
Preseptor : dr. Rizki Safaat, Sp.OG

IDENTITAS PASIEN








 




Nama : Ny. G
Umur
: 20 tahun
Alamat : Limbangan
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Petani
Medrek : 757974
MRS
: 31 Maret 2015
KRS : 01 April 2015
Nama Suami : Tn. Y
Umur : 29 tahun
Alamat : Limbangan
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Petani

ANAMNESIS
Dikirim
oleh : Bidan

Sifat :
Rujukan

Keterangan :
Perdarahan
dari jalan
lahir

ANAMNESA KHUSUS
• Keluhan utama : Perdarahan dari jalan lahir
• G2P1A0 merasa hamil 9 bulan, mengeluh keluar
darah dari jalan lahir sejak kurang lebih 2 jam
SMRS. Darah yang keluar sebanyak kurang
lebih satu pembalut, keluhan disertai dengan
perut mulas sejak kurang lebih 6 jam SMRS,
perut mulas dirasa semakin kuat, semakin
sering, dan semakin lama, tidak ada keluar
cairan dari jalan lahir, pergerakan janin masih
dirasakan oleh ibu dan dirasakan sejak 4 bulan
SMRS.

RIWAYAT OBSTETRI
Kehamilan Tempat Penolong Cara

1
2

RSUD

dr. Umum

Cara

BB

Jenis

Usi

Hidu

Kehamil Persalin lahir

Kelam

a

p

an

an

in

Aterm

Spontan

3000

gr
Kehamilan saat ini

L

Mati

2 th

H

/

SMP. Petani • HPHT : 09 Juli 2014 Siklus : teratur Lama : 7 hari Darah : Biasa Nyeri : Tidak Menarche : 15 tahun • Kontrasepsi terakhir : Suntik 3 bulan sejak tahun 2013 .2014 : Alasan berhenti KB : Haid menjadi tidak teratur • PNC : Bidan • Jumlah kunjungan : 5 kali • Terakhir PNC : 2 minggu yang lalu • Keluhan selama hamil : Mual dan muntah • Riwayat penyakit : Tidak ada riwayat penyakit terdahulu . Petani ♂ 28 tahun. SMP.KETERANGAN TAMBAHAN • Menikah pertama : ♀ 19 tahun.

2 0C . Rh(-). • KGB : Tidak ada kelainan • Thorak : Jantung : BJ I & BJ II murni reguler.STATUS PRAESENS • Keadaan Umum : CM T : 120 / 70 mmHg N : 80 x/mnt R : 20 x/mnt • Kepala : Conjuctiva : anemis +/+ Sklera : ikterik -/• Leher : Tiroid tidak ada kelainan. PP/PS (-/-) • Hepar : sulit dinilai • Lien : sulit dinilai • Ekstremitas : Edema : . BU (+). DM (-). NT (-). M(-) Paru: VBS kanan=kiri. Wh(-) • Abdomen : Cembung lembut.Varises : - S : 36. G(-).

reguler TBBJ : 2015 gr (Johnson) . 2/5. lama his 35 detik DJJ : 140 x/menit. Puki HIS : 3 x /10 menit.STATUS OBSTETRIK Perdarahan dari OUE (+) INSPEKULO Tidak dilakukan PEMERIKSAAN DALAM PEMERIKSAAN LUAR TFU/LP : 24 cm/ 85 cm LA : Bokong.

DIAGNOSIS KERJA G2P1A0 Parturient 37 – 38 minggu dengan perdarahan antepartum e.c suspek plasenta letak rendah + letak sunsang + IUGR+ tali pusat .

9 g/dL Hematokrit : 23% Lekosit : 14.66 juta/mm3 .000/mm3 Eritrosit : 2.LABORATORIUM • • • • • • • Tanggal 31-03-2015 Hematologi Darah Rutin Hemoglobin : 7.360/mm3 Trombosit : 184.

perdarahan • Cek lab darah rutin • Inf RL 500 cc 20 gtt/menit • Informed consent • R/ USG • Transfusi bila Hb <8 gr/dL • R/ Persalinan perabdominam . TTV. BJA. HIS. pembukaan.RENCANA PENGELOLAAN • Observasi KU.

45. DJJ : 140x/menit • Jam 10. DJJ : 30x/menit • Jam 10.45. R : 20 x/menit.20C.00C. DJJ : - . T : 110/60 mmHg. S : 36.00C. T : 110/60 mmHg. R : 20 x/menit. N : 80 x/menit. S : 36. S :36. N : 72 x/menit.50.OBSERVASI • Jam 09. T : 120/70 mmHg. R : 20 x/menit. N : 72 x/menit.

pembukaan lengkap • Jam 11.10 WIB plasenta lahir spontan lengkap • TFU : 2 jari dibawah pusat • Kontraksi : Baik • Perdarahan : Kurang lebih 150 cc • Perineum utuh • Ibu mendapatkan myomergin (methylergometrine) 1 Amp (0. vagina dan vulva tidak ada kelainan.2 mg/ml) diberikan secara intravena (IV) . pada pemeriksaan dalam. • Jenis kelamin : ♂ • BB : 2500 gram • PB : 51 cm • Ibu mendapatkan induxin (Oksitosin) 1 amp (10 IU/ml) diberikan secara intramuskular (IM) • Jam 11.LAPORAN PERSALINAN • HIS (+) Ibu ingin mengedan.00 WIB bayi lahir bokong kaki atas indikasi letak kaki. tali pusat diklem lalu dipotong. pada perabaan portio kaki teraba. bayi dirawat sebagaimana mestinya.

FOLLOW UP RUANGAN TERLAMP IR .

ALUR KEJADIAN PASIEN DATANG PEMERIKSA AN DAN RENCANA DJJ AWAL : 140 x/ MENIT DJJ TIDAK ADA PERSALINA N PERVAGINA M .

c suspek plasenta letak rendah + letak sunsang + IUGR+ tali pusat menumbung +Anemia IUF D P2 A0 Partus maturus manual aid + plasenta letak rendah + IUGR + tali pusat menumbung + Stillbirth + Anemia .DIAGNOSA AKHIR G2P1A0 Parturient 37 – 38 minggu dengan perdarahan antepartum e.

Apakah pengelolaan kasus ini sudah tepat? 3. Bagaimanakah prognosis pada pasien ini? . Bagaimana penegakkan diagnosis pada kasus ini? 2.PERMASALAHAN 1.

PENEGAKKAN DIAGNOSIS PADA PASIEN G2P1A1 Parturient 37 – 2 denga 38 minggu n 0 3 perdarahan antepartum e.c suspek plasenta letak rendah letak sunsang 4 Anemia IUGR tali pusat menumbung 5 7 IUFD 8 6 .

Riwayat obstetrik 2. dan dari anamnesis didapatkan HPHT 09 juli 2014 yang jika dihitung hingga tanggal 31 maret 2015 maka pasien berusia kehamilan 37-38 minggu. dari anamnesis pasien merasa hamil 9 bulan.PENEGAKKAN DIAGNOSIS PADA PASIEN 1. Dari Anamnesis didapatkan tanda-tanda inpartu. dan lama HIS 35 detik 3. pada pemeriksaan obstetrik didapatkan perdarahan keluar dari OUE : (+). dari pemeriksaan obstetrik didapatkan HIS 3x/10 menit. jika dilihat dari usia kehamilan maka diduga perdarahan disebabkan oleh plasenta letak rendah . Dari anamnesis didapatkan keluhan utama perdarahan dari jalan lahir.

Pada anamnesis didapatkan faktor risiko terjadinya IUGR. Pada pemeriksaan dalam yang dilakukan oleh bidan teraba tali pusat .PENEGAKKAN DIAGNOSIS PADA PASIEN 4. pada bagian fundus uteri teraba keras melenting (kepala) . yaitu perdarahan dari jalan lahir yang diduga disebabkan oleh plasenta previa letak rendah. pada pemeriksaan fisik didapatkan TFU : 24 cm dan TBBJ : 2015 gram (Johnson) berada di bawah 10 persentil 6. dan djj didapatkan di daerah atas umbilikus 5. Pada pemeriksaan obstetrik didapatkan letak sungsang.

pada pemeriksaan fisik didapatkan conjungtiva anemis. Pada anamnesis didapatkan keluhan utama perdarahan dari jalan lahir. Pada saat dilakukan observasi. dan pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb : 7.9 g/dL 8.50 Penegakkan diagnosis pada pasien ini sudah tepat . DJJ tidak terdengar pada jam 10.PENEGAKKAN DIAGNOSIS PADA PASIEN 7.

DIAGNOSIS AKHIR PADA PASIEN P2 A0 1 Partus 2 maturus plasenta letak 4 rendah Stillbirth 6 manual 3 aid tali pusat menumbung Anemia 7 5 .

Melahirkan pada usia kehamilan 3738 minggu 3. Dilakukan tindakan manual aid pada pasien ini. yaitu janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong .DIAGNOSIS AKHIR PADA PASIEN 1. Riwayat obstetrik 2.

Pada pemeriksaan dalam yang dilakuakn oleh bidan teraba plasenta letak rendah 5. Bayi lahir mati 7.DIAGNOSIS AKHIR PADA PASIEN 4. pada pemeriksaan fisik didapatkan conjungtiva anemis.9 g/dL . Pada anamnesis didapatkan keluhan utama perdarahan dari jalan lahir. Pada pemeriksaan dalam yang dilakukan oleh bidan teraba tali pusat 6. dan pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb : 7.

ERDARAHAN ANTEPARTU .

.DEFINISI • Perdarahan antepartum adalah perdarahan dari saluran genital pada kehamilan berusia lebih dari 24 minggu dan sebelum bayi dilahirkan. • Definisi lain yang sudah jarang dipakai adalah perdarahan dari tempat plasenta.

PERDARAHAN ANTEPARTUM • Perdarahan antepartum dibagi menjadi dua. yaitu plasenta previa dan abrupsio plasenta atau solusio plasenta • Pada pasien ini terjadi perdarahan antepartum yang disebabkan oleh plasenta previa .

PLASENTA PREVIA • Definisi : Tempat implantasi plasenta yang rendah di Rahim menyebabkan plasenta terletak di sepanjang atau di depan bagian presentasi janin. • Penyebab pasti belum diketahui .

. • Tipe 2. Plasenta menutup ostium uteri internum bahkan ketika serviks sudah berdilatasi (‘Totalis’ atau ‘Sentral’ atau ‘Komplit’). tapi plasenta tidak menutupi ostium (‘marginal’). Plasenta berimplantasi pada segmen bawah uterus (‘implantasi letak rendah’).KLASIFIKASI PLASENTA PREVIA • Tipe 1. Plasenta menutupi ostium uteri internum yang sudah tertutup. • Tipe 3. • Tipe 4. tetapi tidak menutup ostium bila serviks berdilatasi sempurna (‘parsial’ atau ‘inkomplit’). Plasenta yang tepinya mencapai pinggir ostium uteri internum dan ostium dalam keadaan tertutup.

.

TANDA DAN GEJALA • Perdarahan dari jalan lahir berulang tanpa disertai dengan rasa nyeri • Peristiwa ini biasanya terjadi pada usia kehamilan 32 minggu. . tetapi dapat juga mulai lebih awal yakni pada akhir trimester kedua kehamilan.

DIAGNOSIS DIAGNONIS ANAMNESIS PEMERIKSAAN KLINIS PEMERIKSAAN PENUNJANG .

.PEMERIKSAAN KLINIS • Perdarahan dari jalan lahir berulang tanpa disertai dengan rasa nyeri • Dapat disertai atau tanpa adanya kontraksi • Pada pemeriksaan luar biasanya bagian terendah janin belum masuk pintu atas panggul atau ada kelainan letak. • Pemeriksaan spekulum darah berasal dari ostium uteri eksternum.

• Pemeriksaan USG untuk mengetahui jenis plasenta previa dan taksiran berat badan janin .PEMERIKSAAN PENUNJANG • Pemeriksaan laboratorium : golongan darah. hematokrit. waktu perdarahan. dan waktu pembekuan. kadar hemoglobin.

TATALAKSANA • Pasang infus. tirah baring • Bila ada kontraksi prematur bisa diberi tokolitik • Pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan KTG setiap minggu Ekspekt atif Aktif • Persalinan pervaginam • Persalinan perabdominam .

LETAK SUNGSANG • Definisi : Kehamilan dengan anak letak memanjang dengan bokong/kaki sebagai bagian terendah. .5 persalinan aterm. • Presentasi bokong adalah suatu malpresentasi dan terjadi pada 2.

KLASIFIKASI • Letak bokong murni • Letak bokong kaki • Letak kaki .

.

FAKTOR PREDISPOSISI • • • • • • • • • • Multiparitas Bayi kembar Hidramnion Oligohidramnion Hidrosefal Anensefal Letak sungsang pada kehamilan sebelumnya Anomali uterus Tumor-tumor dalam panggul Prematuritas .

Auskultasi Bunyi jantung janin paling baik didengar di atas umbilicus. yang teraba adalah bokong yang lunak dan sakrum yang keras dan ireguler. Kedua kaki dapat berada di panggul sebagai bagian janin yang turun pertama kali. .DIAGNOSIS Palpasi Letak longitudinal. Pemeriksaan Vagina (Periksa Dalam) Tidak teraba kepala pada pemeriksaan dalam. Kutub bawah teraba keras Ekstremitas teraba pada satu sisi Teraba kepala janin yang keras di fundus (Kepala janin bisa saja tidak teraba pada fundus karena terletak di bawah iga-selalu pastikan dengan pemeriksaan panggul atau pemeriksaan USG).

PEMERIKSAAN PENUNJANG • USG dilakukan pada usia kehamilan 32-34 minggu untuk mengetahui : 1. tetapi kepala janin terdeteksi dengan cepat pada pemeriksaan USG. . Kelainan diluar janin yang menyebabkan letak sungsang •. Kelainan janin yang menyebabkan letak sungsang 2. Membedakan kepala dan bokong tidak selalu mudah.

.INTRAUTERINE GROWTH RESTRICTION • Definisi : Terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin dalam Rahim. sehingga beberapa parameter janin berada di bawah 10 persentil (<2 SD) dari umur kehamilan yang seharusnya.

Etiol ogi Faktor plasen ta Faktor Ibu Faktor Janin .

.

PEMBAGIAN KLINIK • Tipe I (PJT-simetris) • Tipe II (PJT asimetris) • Tipe kombinasi .

DIAGNOSIS • Anamnesis • Pemeriksaan fisik • Pemeriksaan penunjang .

PENGELOLAAN • Terapi kausal terhadap penyebab atau penyulit yang mendasari • Konservatif • Tirah baring (tidur miring) • Pemberian kalori lebih dari sama dengan 2600 kal/.hari per oral atau parenteral • Pemberian kortikosteroid • Pertimbangkan pemberian aspirin bila tidak ada kontra indikasi • Terminasi kehamilan .

.

.

TALI PUSAT MENUMBUNG • Definisi : Prolaps tali pusat adalah tali pusat berada disamping atau melewati bagian terendah janin di dalam jalan lahir setelah ketubah pecah. .

tali pusat dapat prolaps ke dalam vagina atau bahkan diluar vagina setelah ketuban pecah. . atau lebih rendah dari bagian bawah janin sedangkan ketubah masih intek atau belum pecah. • Tali pusat terdepan (tali pusat terkemuka) adalah jika tali pusat berada disamping bagian besar janin dapat teraba pada kanalis servikalis.KLASIFIKASI Prolaps tali pusat dibagi menjadi: • Tali pusat menumbung (prolapsus funikuli) adalah jika tali pusat teraba keluar atau berada disamping dan melewati bagian terendah janin di dalam jalan lahir. • Occult prolapse adalah keadaan dimana tali pusat terletak di samping kepala atau di dekat pelvis tapi tidak  dalam jangkauan jari pada pemeriksaan vagina.

Etiol ogi Faktor plasent a Faktor Ibu Faktor Janin .

DIAGNOSIS • Diagnostik tali pusat menumbung lebih mudah ditegakkan ketika terlihat atau terabanya jerat tali pusat di dalam vagina yang terkadang sudah menjulur sampai diluar vulva. • Pemeriksaan dalam dilakukan untuk menegakkan diagnosa kemungkinan adanya tali pusat tersembunyi. . letak terkemuka atau tali pusat menumbung.

.

kelainan kongenital. Rhesus iso-imunisasi. gemeli.   Pemeriksaan Penunjang • USG : Ditemukannya tanda-tanda kematian janin. anomaly organ reproduksi. • Dilakukan pemeriksaan lab terhadap kemungkinan gangguan pembekuan darah (DIC) . diabetes.   Etiologi • Kelainan kromosom. tidak diketahui. insufiensi plasenta. infeksi. trauma psikik/fisik.INTRAUTERINE FETAL DEATH (IUFD) Kriteria diagnosis • Tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam Rahim.

seharusnya persalinan dilakukan perabdominam tetapi di lapangan dilakukan secara pervaginam .Apakah pengelolaan kasus ini sudah tepat? • Pengelolaan pada kasus ini tidak tepat.

Bagaimanakah prognosis pada pasien ini? • Quo ad vitam Ibu : ad bonams Bayi : ad malam • Quo ad functionam : Ad bonam • Quo ad sanationam : Ad bonam .