You are on page 1of 172

DOKUMEN

TATA KELOLA
POLA PENGELOLAAN KEUANGAN
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH
(PPK-BLUD)

UPT PUSKESMAS PADASUKA

TAHUN 2016-2020

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

2

BAB I
PENDAHULUAN

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
ekonomis. Kesehatan merupakan hak asasi dan sekaligus merupakan
investasi

untuk

keberhasilan

pembangunan

bangsa.

Untuk

itu

diselenggarakan pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan
berkesinambungan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat

kesehatan

masyarakat

yang

optimal.

Keberhasilan

pembangunan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu
dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Untuk mencapai
tujuan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai
upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu yang
dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Puskesmas
merupakan penanggungjawab penyelenggara upaya kesehatan tingkat
pertama di wilayah kerjanya.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat, bahwa Puskesmas adalah fasilitas
pelayanan

kesehatan

yang

menyelenggarakan

upaya

kesehatan

masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan
lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Puskesmas
merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang menjadi
ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia yang bertujuan
mewujudkan untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki perilaku
sehat yang meliputi kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup
sehat; mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu; hidup
Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

1

dan memiliki derajat kesehatan yang optimal. UPT Puskesmas Padasuka dituntut untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan bermutu sehingga dapat meningkatkan citra pelayanan publik di wilayah Kecamatan Cibeunying Kidul. Dengan demikian. baik individu. dan masyarakat. kelompok. bahwa dibentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT) pada Dinas Daerah dimana pada Dinas Kesehatan dibentuk salah satunya UPT Puskesmas Padasuka dengan wilayah kerja Kecamatan Cibeunying Kidul. Dalam era globalisasi saat ini. mengingat kebutuhan dana yang tinggi dengan sumber dana yang terbatas. Dalam bidang anggaran pun dibutuhkan perubahan dari penganggaran biasa ke penganggaran berbasis kinerja. UPT Puskesmas Padasuka dapat menerapkan pola pengelolaan keuangan yang fleksibel dengan menonjolkan produktifitas. SDM dan sarana prasarana pendukung. UPT pada Dinas Daerah merupakan salah satu unit organisasi di lingkungan dinas dan dipimpin oeh seorang Kepala UPT serta berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris. Oleh karena itu perlu dilakukan pembenahan baik dari bidang manajemen. Menurut Peraturan Walikota Bandung No. keluarga.dalam lingkungan sehat. Penganggaran berbasis kinerja dapat diterapkan pada instansi pemerintah yang tugas dan fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti UPT Puskesmas Padasuka. efesiensi dan efektifitas sebagai bagian dalam pembaharuan manajemen keuangan sektor publik maupun dalam peningkatan standar pelayanan pemerintah kepada masyarakat dengan sebutan Badan Layanan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 2 . 413 Tahun 2010 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis pada Lembaga Teknis Daerah dan Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. sehingga kita dituntut untuk memanfaatkan sumber daya yang ada semaksimal mungkin.

pola tata kelola merupakan peraturan internal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit Kerja yang akan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) BLUD. Prosedur kerja. BLUD beroperasi berdasarkan pola tata kelola atau peraturan internal. fungsi. Sebagai tahap awal menuju PPK-BLUD. teknis dan administratif. menggambarkan hubungan dan mekanisme kerja antar posisi jabatan dan fungsi dalam organisasi. A. c. Struktur organisasi. Untuk dapat menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Pengelompokan fungsi yang logis. yang memuat antara lain: a. tanggung jawab. Pengelolaan sumber daya manusia. pembagian tugas. PENGERTIAN POLA TATA KELOLA Berdasarkan pasal 13 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Daerah (BLUD). efektif. d. merupakan pengaturan dan kebijakan yang jelas mengenai sumber daya manusia yang berorientasi pada kualitatif/kompeten pemenuhan untuk secara mendukung kuantitatif pencapaian dan tujuan organisasi secara efisien. salah satu persyaratan administratif yang harus dimiliki oleh UPT Puskesmas Padasuka yaitu adanya Pola Tata Kelola.Umum. menggambarkan posisi jabatan. dan wewenang dalam organisasi b. dan produktif. Selanjutnya dalam pasal 31 dan 32 Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 disebutkan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 3 . menggambarkan pembagian yang jelas dan rasional antara fungsi pelayanan dan fungsi pendukung yang sesuai dengan prinsip pengendalian intern dalam rangka efektifitas pencapaian organisasi. ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi yaitu persyaratan substantif.

serta memberdayakan fungsi dan peningkatan kemandirian organ Puskesmas c. akuntabilitas. Memaksimalkan nilai Puskesmas sebagai unit pelayanan fungsional dengan cara menerapkan prinsip transparansi. C. c. Transparansi. b.B. sistem yang dipercayakan pada BLUD agar pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan. Mendorong agar organisasi UPT puskesmas Padasuka dalam membuat keputusan dan menjalankan kegiatan senantiasa dilandasi dengan nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 4 . struktur. responsibilitas dan independensi. transparan dan efisien. d. Independensi. merupakan kesesuaian atau kepatuhan dalam pengelolaan organisasi terhadap prinsip bisnis yang sehat serta perundang-undangan. PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA Prinsip-prinsip tata kelola BLUD sebagaimana disebutkan dalam pasal 31 dan 32 Permendagri Nomor 61 Tahun 2007. TUJUAN PENERAPAN TATA KELOLA Pola Tata Kelola yang diterapkan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Padasuka bertujuan untuk: a. merupakan kejelasan fungsi. Akuntabilitas. merupakan azas keterbukaan yang dibangun atas dasar kebebasan arus informasi agar informasi secara langsung dapat diterima bagi yang membutuhkan. terdiri dari: a. Mendorong pengelolaan Puskesmas secara profesional. Responsibilitas. merupakan kemandirian pengelolaan organisasi secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip bisnis yang sehat. b.

Misi: 1) Meningkatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang paripurna. Visi: “Terwujudnya Puskesmas Mampu PONED Berkualitas dalam menuju Kecamatan Cibeunying Kidul Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan” 2.peraturan perundang-undangan yang berlaku. SUMBER REFERENSI POLA TATA KELOLA Sumber referensi untuk menyusun Pola Tata Kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas adalah : 1. VISI DAN MISI PUSKESMAS UPT Puskesmas Padasuka menetapkan menyelenggarakan pelayanan dan Visi pembangunan dan Misi dalam di wilayah kerja Kecamatan Cibeunying Kidul. 2. dan terjangkau 2) Meningkatkan tata kelola manajemen dan sistem informasi kesehatan melalui ketersediaan sumber daya yang memadai E. bermutu. Meningkatkan kontribusi UPTD Pelayanan Kesehatan Puskesmas dalam mendukung kesejahteraan umum masyarakat melalui pelayanan kesehatan. D. d.Undang – undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. serta kesadaran atas adanya tanggung jawab sosial terhadap stakeholder. merata. yaitu: 1.Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 5 .

Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggarakan Pemerintah Daerah.Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 11. 7.Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 9. 12. 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 07/PMK. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 6 . 13.Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Peraturan Pemerintah No.02/2006 tentang Persyaratan Administratif dalam rangka Pengusulan dan Penetapan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 6. 4.Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah.3. 15. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 14. 8. 5. Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2009.

16. 21.05/2007 tentang Dewan Pengawas pada Badan Layanan Umum. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK. 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. 24. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 28 Tahun 2004 tentang Akuntabilitas Pelayanan Publik.02/2006 Tentang Pembentukan Dewan Pengawas Pada Badan Layanan Umum. 17. 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 7 . 25. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 09/PMK. 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. 18. 20. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pedoman Pedoman Pengangkatan dan Penempatan Dokter dan Bidan Sebagai Pegawai Tidak Tetap.

26. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No. 28. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2010 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan 33. KEP- 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktik-Praktik Good Corporate Governance (GCG) di Lingkungan BUMN. 27. Peraturan PER/VII/2008 Menteri tentang Kesehatan Standar Nomor Pelayanan 741/ Menkes/ Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota tanggal 29 Juli 2008. 32. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kota Bandung. Peraturan Walikota Bandung Nomor 413 Tahun 2010 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis pada Lembaga Teknis Daerah dan Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 828 / Menkes / SK / IX / 2008 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota tanggal 3 September 2008 30. Peraturan Walikota Nomor 999 Tahun 2009 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. 29. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 8 . Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.PAN/1/2007 Tanggal 25 Januari 2007 tentang Pedoman Organisasi Satuan Kerja Di Lingkungan Instansi Pemerintah Yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/02/M. 31. 35. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 10 Tahun 2009 tentang Sistem Kesehatan Kota Bandung 34.

BAB II Struktur Tata Kelola. BAB III Proses Tata Kelola. PERUBAHAN TATA KELOLA Pola Tata Kelola Upt Puskesmas Padasuka ini akan direvisi apabila terjadi perubahan terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pola tata kelola UPT Puskesmas sebagaimana disebutkan di atas. BAB IV Penegakan Prinsip-prinsip Tata Kelola. tanggung jawab. SISTEMATIKA PENULISAN Sistimatika dalam penulisan dokumen Pola Tata Kelola Upt puskesmas padasuka ini terdiri dari enam (6) Bab yaitu : BAB I Pendahuluan. dan kewenangan organ UPT Puskesmas serta perubahan lingkungan. G. serta disesuaikan dengan fungsi. BAB V Penggelolaan Hubungan dengan Stakeholders.F. BAB VI Penutup Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 9 .

tugas dan wewenangnya masyarakatnya aik dari Pemerintah khususnya dalam Daerah bidang dalam kesehatan. Seluruh pihak yang bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pelayanan dan pembangunan kesehatan. Walikota Bandung Adalah organ yang mewakili Pemerintah Kota Bandung selaku pemilik UPT Puskesmas Walikota memiliki kewajiban. dan paripurna mencerminkan kinerja yang baik. maupun tugas dan wewenang tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tanpa adanya tumpang tindih peran sehingga dari waktu ke waktu pelayanan kesehatan kepada masyarakat selalu berkembang ke arah yang lebih baik lagi.BAB II STRUKTUR TATA KELOLA A. hak dan wewenang sebagai berikut: Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 10 . melayani Untuk memperoleh kinerja puncak bidang kesehatan tersebut diperlukan tata kelola pelayanan kesehatan yang maksimal. 1. STRUKTUR TATA KELOLA UPT Puskesmas merupakan perwujudan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan kewajibannya dalam memberikan pelayanan bidang kesehatan kepada masyarakat. Pelayanan kesehatan yang dilakukan secara cepat. akurat. Suatu tatanan yang menyeluruh perlu ditegakkan agar hak. dapat berperan secara tulus dan sungguh-sungguh sesuai dengan hak. masing-masing. kewajiban. kewajiban.

RBA dan Laporan Pertanggungjawaban Tahunan. Membentuk Dewan Pengawas pada UPT Puskesmas. Hak untuk melaksanakan segala wewenang yang tidak diserahkan kepada Dewan Pengawas dan/atau Pejabat Pengelola. f. Selaku pemilik harus memiliki mekanisme penilaian kinerja UPT Puskesmas dan penilaian kinerja masing-masing Dewan Pengawas dan Pejabat Pengelola. Selaku pemilik berkewajiban untuk melakukan pembinaan kepada UPT Puskesmas dengan memberikan kuasa kepada Sekretaris Daerah atau pejabat lain yang ditunjuk. Selaku pemilik pada dasarnya persetujuan mempunyai hak-hak sebagai berikut: 1. d. Selaku pemilik berkewajiban untuk menjaga tujuan pendirian UPT Puskesmas tetap terlaksana dan memberikan manfaat yang semaksimal mungkin bagi negara dan daerah untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan rakyat. dengan tepat waktu. Hak untuk memperoleh informasi material mengenai UPT Puskesmas secara tepat waktu dan teratur. b. e. h. Selaku pemilik mempunyai wewenang sebagai berikut: 1. Selaku pemilik harus memiliki mekanisme untuk mengesahkan RSB. 2. 2.a.Selaku pemilik harus memiliki mekanisme baku dan transparan menyangkut pemberian persetujuan atas semua kegiatan UPT Puskesmas yang memerlukan Walikota. c. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 11 . Selaku pemilik harus memiliki mekanisme pengangkatan dan pemberhentian Dewan Pengawas dan Pejabat Pengelola. g. Mengangkat dan memberhentikan Pejabat Pengelola dan Pejabat Teknis.

(lima milyar rupiah) 14. Dewan Pengawas dan Pegawai UPT Puskesmas. tidak dapat dipindahtangankan atau alasan lain sesuai ketentuan perundangan. Menetapkan formula besaran tarif sewa barang milik daerah. tidak dapat dimanfaatkan. 6. 11. Menetapkan remunerasi Pejabat Pengelola.00. 10.000. Menyetujui pemindahtanganan barang milik UPT Puskesmas selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai sampai dengan Rp5. Menunjuk suatu Tim Penilai dalam rangka menilai usulan penetapan dan pencabutan PPK. 13. Mengalihgunakan tanah dan bangunan yang tidak digunakan UPT Puskesmas untuk penyelenggaraaan tugas pokok dan fungsi. Menyetujui investasi jangka panjang. 5. 15. Menyetujui RBA UPT Puskesmas.000.00.000. 8.000. (lima milyar rupiah) 12.3. 4. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 12 .000. Menetapkan tarif layanan UPT Puskesmas. Menetapkan penghapusan barang milik UPT Puskesmas yang masuk kriteria: tidak berada dalam penguasaan UPT Puskesmas. Menetapkan Standar Pelayanan Minimum UPT Puskesmas. 9. tidak dapat digunakan.BLUD UPT Puskesmas. 7. Mengangkat Sekretaris Dewan Pengawas. Menetapkan atau mencabut status PPK-BLUD pada UPT Puskesmas. Menetapkan penghapusan piutang UPT Puskesmas secara mutlak dan bersyarat yang bernilai sampai dengan Rp5.000.

000. Ketentuan mengenai Dewan Pengawas adalah sebagai berikut : a.000.2. Nilai aset adalah jumlah aktiva yang tercantum dalam neraca BLUD pada akhir suatu tahun buku tertentu.000. b. minimum sebesar Rp75. Nilai omset adalah jumlah seluruh pendapatan operasional yang diterima oleh BLUD yang berasal dari barang dan/atau jasa layanan yang diberikan kepada masyarakat. Pembentukan Dewan Pengawas dilakukan apabila UPT Puskesmas telah memiliki: a. Tugas dan Kewajiban 1. hasil kerja BLUD dengan pihak lain dan/atau hasil usaha lainya.000. Persyaratan Pembentukan 1.00 (lima belas milyar rupiah).000. Keberadaan dewan pengawas berkaitan erat dengan nilai omset dan nilai aset. Dewan Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pengurusan UPT Puskesmas yang dilakukan oleh Pejabat Pengelola UPT Puskesmas mengenai pelaksanaan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA). 2. Rencana Strategis Bisnis Jangka Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 13 . dan/atau b. Nilai aset menurut neraca. Dewan Pengawas Adalah organ UPT Puskesmas yang bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan serta memberikan nasehat kepada Pejabat Pengelola dalam menjalankan kegiatan pengelolaan UPT Puskesmas. UPT Puskesmas membentuk Dewan Pengawas.000. Dalam rangka pelaksanaan pengawasan terhadap pengurusan UPT Puskesmas. omzet minimum tahunan sebesar menurut laporan Rp15. dan merupakan bagian dari aset pemerintah daerah yang tidak terpisahkan. Realisasi nilai Operasional.00 (tujuh puluh lima milyar rupiah).

Jumlah anggota Dewan Pengawas ditetapkan sebanyak 3 (tiga) orang apabila UPT Puskesmas memiliki : a. Melaporkan kepada Walikota Bandung apabila terjadi gejala menurunnya kinerja UPT Puskesmas. Dewan Pengawas melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Walikota Bandung secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu semester dan sewaktu-waktu apabila diperlukan.Panjang. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keanggotaan 1. Mengikuti perkembangan kegiatan UPT Puskesmas serta memberikan pendapat dan saran Walikota Bandung mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi pengurusan UPT Puskesmas. c. serta seorang diantara anggora Dewan Pengawas ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas. d. Memberikan pendapat dan saran kepada Walikota Bandung mengenai RSB dan RBA yang diusulkan oleh Pejabat Pengelola UPT Puskesmas. c. Realisasi nilai Operasional Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka omzet tahun tahunan menurut terakhir laporan sebesar 14 . 2. Memberikan nasihat Puskesmas dalam kepada Pejabat melaksanakan Pengelola UPT pengurusan UPT Puskesmas. 2. Jumlah anggota Dewan Pengawas ditetapkan sebanyak 3 (tiga) orang atau 5 (lima) orang disesuaikan dengan nilai omzet dan/atau nilai aset UPT Puskesmas. Dewan Pengawas berkewajiban: a. b. e.

000. dan/atau b.000.000.00 (lima belas milyar rupiah) sampai dengan Rp30.00 (dua ratus milyar rupiah) d. serta tenaga ahli yang sesuai dengan kegiatan UPT Puskesmas.000. Dewan Pengawas UPT Puskesmas dibentuk dengan keputusan Walikota Bandung. Pemberhentian 1.000. Anggota Dewan Pengawas UPT Puskesmas terdiri dari unsurunsur pejabat dari Pemerintah Kota Bandung. dan/atau b. Pembentukan/Pengangkatan 1. 3.00 (dua ratus milyar rupiah) 3.00 (tiga puluh milyar rupiah). e.000. Masa jabatan anggota Dewan Pengawas ditetapkan selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.000.000.000. Anggota Dewan Pengawas diberhentikan oleh Walikota sesuai dengan kewenangannya.000.000.000.000.000. setelah masa jabatan anggota Dewan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 15 .000. Realisasi nilai omzet tahunan menurut laporan operasional lebih besar dari Rp 30.000. Nilai aset menurut neraca sebesar Rp 75.00 (tiga puluh milyar rupiah). 4. 2.000.00 (tujuh puluh lima milyar rupiah) sampai dengan Rp 200. Nilai aset menurut neraca lebih besar dari Rp200.000. Jumlah anggota Dewan Pengawas ditetapkan sebanyak 3 (tiga) orang atau 5 (lima) orang apabila UPT Puskesmas memiliki: a.Rp15. Pengangkatan anggota Dewan Pengawas tidak bersamaan waktunya dengan pengangkatan Pejabat Pengelola UPT Puskesmas.

2. Meminta penjelasan dari Pejabat Pengelola atau pejabat lainnya mengenai segala persoalan yang menyangkut kepengurusan UPT Puskesmas. b. dipidana penjara karena dipersalahkan melakukan perbuatan pidana kejahatan dan/atau kesalahan yang berkaitan dengan tugasnya dalam melaksanakan pengawasan terhadap UPT Puskesmas. memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan memeriksa kekayaan UPT Puskesmas.Ketentuan Lain-Lain 1. d. 2. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 16 . b. Melihat buku-buku. c. tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya Dewan Pengawas mempunyai wewenang untuk: a. Meminta Pejabat Pengelola atau pejabat lainnya dengan sepengetahuan Pejabat Pengelola untuk menghadiri rapat Dewan Pengawas. c. terlibat dalam tindakan yang merugikan UPT Puskesmas.Pengawas berakhir. Pemberhentian anggota Dewan Pengawas sebelum habis masa jabatannya dilakukan apabila anggota Dewan Pengawas terbukti: a. tidak melaksanakan ketentuan perundang-undangan. 3. f. surat serta dokumen lainnya. Dewan Pengawas berhak memperoleh akses atas informasi tentang UPT Puskesmas secara tepat waktu dan lengkap. Anggota Dewan Pengawas dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya oleh Walikota.

dan dimuat dalam RBA UPT Puskesmas. Tugas pokok Dinas Kesehatan untuk memimpin. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 17 .d. Segala biaya yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan tugas Dewan Pengawas dibebankan pada anggaran UPT Puskesmas. 3. Dinas Kesehatan Kota Bandung Adalah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kota Bandung yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. e. mengendalikan. Walikota sesuai dengan kewenangannya dapat mengangkat seorang Sekretaris Dewan Pengawas. 3. 4. Memberikan persetujuan atau bantuan kepada Pejabat Pengelola dalam melakukan perbuatan hukum tertentu. Pejabat Pengelola BLUD Adalah organ yang bertanggung jawab atas pengelolaan UPT Puskesmas untuk kepentingan dan tujuan UPT Puskesmas serta mewakili UPT Puskesmas baik di dalam maupun di luar. membina. Untuk mendukung kelancaran tugas Dewan Pengawas. Menghadiri rapat Pejabat Pengelola dan memberikan pandangan-pandangan terhadap hal-hal yang dibicarakan. merumuskan. mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dibidang kesehatan. 4. mengatur. Pejabat pengelola BLUD terdiri dari Pemimpin . Pejabat Keuangan dan Pejabat Teknis.

c. pengendalian internal UPT PUSKESMAS. b. Masing-masing pejabat pengelola bekerja secara profesional dengan ketentuan sebagai berikut: a. Setiap Pejabat Pengelola wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha UPT Puskesmas dengan mengindahkan peraturan yang berlaku. Pemimpin berfungsi sebagai penanggung jawab umum operasional dan keuangan BLUD. perencanaan program. Penanggungjawab Upaya Kesehatan Masyarakat sebagai Pejabat Teknis BLUD memimpin. Puskesmas dalam membina dan 18 . seluruh membina pelaksanaan dan kegiatan ketatausahaan. pengelolaan data elektronik. pengelolaan keuangan. membantu menyusun Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka Kepala UPT kebijakan. Pejabat Pengelola bertanggung jawab kepada Walikota melalui Dewan Pengawas.membina dan mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan perorangan. mengkoordinasikan menyusun dan mempunyai kebijakan. menyusun mengkoordinasikan kebijakan. Kepala Sub Bagian Tata Usaha sebagai pejabat keuangan BLUD mempunyai tugas membantu Kepala UPT Puskesmas dalam memimpin. serta melakukan pengendalian terhadap tugas UPT Puskesmas sesuai peraturan perundangan yang berlaku. menyusun kebijakan. Penanggungjawab Upaya Kesehatan Perorangan sebagai Pejabat Teknis BLUD mempunyai tugas membantu Kepala UPT Puskesmas dalam memimpin.Dalam melaksanakan pengelolaan BLUD. Kepala UPT Puskesmas sebagai pemimpin BLUD tugas memimpin. mengawasi membina. d.

e. Penanggungjawab Penunjang sebagai Pejabat Teknis BLUD membantu Kepala UPT Puskesmas dalam memimpin. membina dan mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan dalam kegiatan optimalisasi dukungan sarana dan prasarana serta penunjang medis yang dibutuhkan oleh pelayanan baik yang bersifat medis maupun non medis di UPT Puskesmas . Satuan Pengawas Intern (SPI) Satuan Pengawas Intern merupakan aparat pengawas intern keuangan dan operasional UPT Puskesmas yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala UPT Puskesmas. Puskesmas Jejaring Adalah unit pelaksana teknis fungsional yang mempunyai tugas pokok membantu UPT Puskesmas dalam menyusun perencanaan. pelayanan kesehatan masyarakat dan pelaksanaan pelayanan di Puskesmas Jejaring. 5. f. menyusun kebijakan. mengkoordinir. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 19 . penggerakan pelaksanaan. Ketentuan mengenai SPI secara rinci sebagai berikut: a) Organisasi 1) Pimpinan Pengawas Puskesmas UPT Intern Puskesmas yang merupakan membentuk aparat Satuan intern UPT untuk membantu Pimpinan UPT Puskesmas dalam mendukung terciptanya sistem pengendalian intern yang efektif di lingkungan UPT Puskesmas . dan memantau pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan perorangan.mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.

serta tim audit bidang lainnya sesuai dengan kebutuhan UPT Puskesmas . kepegawaian. Pejabat Pengelola memberikan keterangan hasil pemeriksaan atau hasil pelaksanaan tugas SPI. tim audit bidang non-keuangan.2) Satuan Pengawas Intern dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab secara langsung kepada Kepala UPT Puskesmas. dan supervisi yang memadai. 5) Dalam menjalankan tugasnya SPI wajib menjaga kelancaran tugas satuan organisasi lainnya dalam UPT Puskesmas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. 3) Satuan Pengawas Intern terdiri dari tim audit bidang keuangan. 2) SPI menyampaikan laporan hasil pemeriksaan dan kinerja kepada Kepala UPT Puskesmas dan atas permintaan tertulis Dewan Pengawas. 4) Satuan Pengawas Intern melaksanakan audit secara rutin terhadap Puskesmas seluruh meliputi unit kerja pelayanan. 3) Pejabat Pengelola wajib memperhatikan dan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas segala sesuatu yang dikemukakan dalam setiap laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh SPI. 5) Ketentuan lebih lanjut mengenai organisasi dan tata kerja Satuan Pengawas Intern ditetapkan dengan keputusan Kepala UPT Puskesmas. mekanisme kerja. 4) SPI memiliki Standar Audit. b) Ketentuan 1) SPI memiliki Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) dan evaluasi pencapaiannya. di lingkungan UPT keuangan dan umum. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 20 .

Pemeriksaan oleh Auditor Ekstern dilakukan sesuai dengan standar pemeriksaan yang berlaku umum dan sesuai dengan kode etik profesi. Auditor Ekstern bekerja dengan memegang prinsip-prinsip sebagai berikut: a. STRUKTUR ORGANISASI UPT Puskesmas adalah unit kerja Dinas Kesehatan yang mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan sebagian tugas Dinas Kesehatan di bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai jenis dan kewenangan. Auditor Ekstern tidak boleh memberikan jasa lain di luar audit selama periode pemeriksaan. Penyusunan rencana dan teknis operasional pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada masyarakat b. Auditor Ekstern harus bebas dari pengaruh Dewan Pengawas. Pelaksanaan operasional pelayanan dasar kesehatan masyarakat dan pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerja sesuai dengan kewenangan penyelenggaraan pelayanan kesh.6. c. B. Pelaksanaan pengawasan. c. Pejabat Pengelola dan pihak yang berkepentingan di UPT Puskesmas (stakeholders). Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud di atas. evaluasi dan pelaporan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 21 . Auditor Ekstern Adalah pihak yang independen dan profesional yang memberikan pernyataan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. b. Pelaksanaan ketatausahaan UPT d. pengendalian. UPT Puskesmas menyelenggarakan fungsi: a.

Struktur Organisasi Sebelum Penerapan PPK-BLUD Struktur Organisasi UPT Puskesmas Padasuka sebelum penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) ditetapkan berdasarkan PERWAL nomor 265/Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi UPT pada Lembaga Teknis Daerah dan Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Gambar 1 Bagan Struktur Organisasi UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung KEPALA UPT KASUBAG TU KELOMPO K JABATAN FUNGSION AL PENANGGUNG JAWAB PROGRAM KESEHATAN Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 22 . 1. Pelaksanaan operasional pelayanan dasar kesehatan masyarakat dan pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerja sesuai dengan kewenangan penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Penyusunan rencana dan teknis operasional pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada masyarakat f.kegiatan puskesmas e.

Penanggungjawab program 1) Promosi Kesehatan 2) Kesehatan Lingkungan 3) KIA 4) KB 5) Gizi Masyarakat 6) Pengobatan 7) Pemberantasan Penyakit Menular 8) Pengelolaan Obat 9) Imunisasi 10) UKS 11) Rawat Inap 12) Kesehatan Lansia 13) Perkesmas 14) Kesehatan Indera 15) Kesehatan Jiwa 16) Upaya Kesehatan kerja 17) Kesehatan Olahraga 18) Laboratorium Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 23 . membawahi: 1) Bendahara 2) Pengelola Barang/ Inventaris 3) Pelaksana Administrasi Umum c. Sub bagian Tata Usaha. Kepala UPT Puskesmas b.Dari bagan tersebut terlihat bahwa struktur organisasi UPT Puskesmas Padasuka. terdiri dari: a.

serta mengacu pada pelaksanaan Permenkes no 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. maka organisasi UPT Puskesmas perlu disesuaikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.19) MTBS/MTBM 20) UDG dan Ruang Tindakan 21) SDIDTK 2. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Setelah Penerapan PPKBLUD c) Struktur Organisasi Dalam menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Struktur organisasi UPT Puskesmas berdasarkan Permenkes 75 Tahun 2014 setelah BLUD adalah sebagai berikut: Gambar 2 Bagan Struktur Organisasi PPK-BLUD UPT PUSKESMAS Kota Bandung DEWAN PENGAWAS KEPALA UPT SPI Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 24 .

.. terdiri dari: 1) Dewan Pengawas 2) Kepala UPT Puskesmas 3) Satuan Pengawas Intern (SPI) 4) Sub Bagian Tata Usaha. membawahi: a) Pelaksana Urusan Umum b) Pelaksana Urusan Sistem Informasi Puskesmas c) Pelaksana Urusan Kepegawaian d) Pelaksana Urusan Keuangan 5) Unit Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 25 .- Dari bagan tersebut terlihat bahwa struktur organisasi PPK-BLUD UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung.KASUBAG TU KELOMPO K JABATAN FUNGSION AL PJWB PELAYANAN UKM ESENSIAL DAN PERKESMAS PJWB PELAYANAN UKM PENGEMBANGAN PJWB PELAYANAN UKP KEFARMASIAN & LAB KLINIS PJWB JARINGAN PELAYANAN PUSKESMAS & JARINGAN FASKES Keterangan : Garis Komando _____ Garis koordinasi .

Kefarmasian dan Laboratorium a) b) c) d) e) f) g) Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana pelayanan pelayanan pelayanan pelayanan pelayanan pelayanan pelayanan pemeriksaan umum kesehatan gigi dan mulut KIA-KB yang bersifat UKP gawat darurat gizi yang bersifat UKP kefarmasian laboratorium 8) Unit Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan a) Pelaksana Pelayanan Puskesmas Keliling b) Pelaksana Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan Secara umum Struktur Organisasi sebelum dan sesudah penerapan PPK-BLUD terdapat beberapa perbedaan. membawahi: a) Pelaksana pelayanan kesehatan jiwa b) c) d) e) f) g) h) Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana pelayanan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan kesehatan lainnya gigi masyarakat tradisional komplementer olahraga indera lansia kerja 7) Unit Pelayanan Upaya Kesehatan Perseorangan. membawahi: a) Pelaksana pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS b) c) d) e) Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana pelayanan pelayanan pelayanan pelayanan kesehatan lingkungan KIA-KB yang bersifat UKM gizi yang bersifat UKM pencegahan dan pengendalian penyakit f) Pelaksana pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat 6) Unit Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan. yaitu: 1) Adanya penambahan jabatan Dewan Pengawas Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 26 .dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat.

(2) Mengikuti perkembangan kegiatan BLUD dan memberikan pendapat serta saran kepada Kepala Daerah (Walikota) mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi pengelolaan BLUD. (3) Melaporkan kepada Kepala Daerah (Walikota) tentang Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 27 . sebagai pejabat teknis d) Uraian Tugas Uraian tugas dari struktur baru yang akan dilaksanakan pada saat implementasi PPK-BLUD adalah sebagai berikut : 1) Dewan Pengawas a) Dewan Pengawas bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan UPT Puskesmas yang dilakukan oleh Pejabat Pengelola sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. sebagai berikut: a) Kepala UPT Puskesmas sebagai Pemimpin BLUD. d) Penanggung jawab Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pengembangan. sebagai pejabat teknis. Bagian Tata Usaha sebagai Pejabat Pengelola Administrasi dan Keuangan BLUD c) Penanggungjawab Masyarakat Pelayanan Esensial dan Upaya Kesehatan Keperawatan Kesehatan Masyarakat.2) Adanya penambahan Satuan Pengawas Intern (SPI) 3) Adanya penyebutan Pejabat Pengelola BLUD. sebagai pejabat teknis e) Penanggung jawab Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan. b) Kepala Sub. b) Dewan Pengawas berkewajiban: (1) Memberikan pendapat dan saran kepada Kepala Daerah (Walikota) mengenai RBA yang diusulkan oleh Pejabat Pengelola.

kinerja BLUD.
(4) Memberikan nasihat kepada Pejabat Pengelola dalam
melaksanakan pengelolaan BLUD.
(5) Melakukan

evaluasi

dan

penilaian

kinerja

baik

keuangan maupun non keuangan, serta memberikan
saran

dan

catatan-catatan

penting

untuk

ditindaklanjuti oleh pejabat pengelola BLUD.
(6) Memonitor tindak lanjut hasil evaluasi dan penilaian
kinerja.
(7) Dewan Pengawas melaporkan pelaksanaan tugasnya
kepada Kepala Daerah (Walikota) secara
berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1(satu)
tahun dan sewaktu-waktu apabila diperlukan.
2) Kepala UPT Puskesmas
Dalam

melaksanakan

tugas

pokok

sebagaimana

dimaksud di atas, Kepala UPT Puskesmas menyelenggarakan
fungsi:
a. Menyusun rencana dan pelaksanaan kebijakan di
lingkup UPT Puskesmas dan puskesmas wilayah
kerjanya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan
program dan rencana yang telah ditetapkan agar
pekerjaan berjalan lancar;
c. Menjelaskan tugas kepada bawahan sesuai dengan
rencana

program

yang

telah

ditetapkan

agar

program dapat dilaksanakan secara efektif dan
efisien;
d. Memantau pelaksanaan tugas bawahan sesuai
rencana kegiatan untuk mencapai sasaran yang
telah ditentukan;
Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

28

e. Mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan
cara membandingkan pelaksanaan tugas, rencana
program sebagai bahan penilaian kinerja;
f. Memeriksa
hasil
tugas
bawahan

dengan

membandingkan antara hasil dan standar yang
telah ditetapkan untuk penyempurnaan hasil kerja;
g. Memeriksa data sebagai penyusunan bahan
kebijakan

di

lingkup

UPT

Puskesmas

dan

puskesmas di wilayah kerjanya;
h. Menyusun dan menyiapkan bahan laporan hasil
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan
UPT Puskesmas dan puskesmas wilayah kerjanya;
i. Menyusun dan menyiapkan bahan koordinasi dan
konsultasi pelaksanaan pelayanan UPT Puskesmas
dan puskesmas wilayah kerjanya;
j. Menganalisa data hasil pelayanan kesehatan dan
kegiatan serta tatalaksana kasus pada kondisi
kejadian luar biasa dan penelitian wabah penyakit;
k. Melaksanakan
penyelengaraan
pelayanan
kesehatan tingkat dasar;
l. Menyiapkan dan menyusun bahan koordinasi dan
pembinaan UPT Puskesmas terhadap puskesmas di
wilayah kerjanya;
m. Menyusun dan menyiapkan bahan evaluasi untuk
menyusun laporan pelaksanaan pelayanan dan
kegiatan

di

lingkup

UPT

Puskesmas

puskesmas wilayah kerjanya;
n. Membuat telaahan staf sebagai

bahan

dan
kajian

kebijakan umum di lingkup UPT Puskesmas dan
puskesmas wilayah kerjanya;
o. Melakukan hubungan kerja fungsional dengan Unit
Kerja di lingkungan Pemerintah Kota Bandung,
Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

29

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk
keterpaduan dan sinkronisasi pelaksanaan tugas;
p. Menyusun Laporan pelaksanaan kegiatan di
lingkup UPT Puskesmas dan puskesmas wilayah
kerjanya

sebagai

bahan

pertanggungjawaban

kepada atasan;
Dengan mengacu pada pasal 34 ayat 1 Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomer 61 Tahun 2007 tentang
pedoman

teknis

pengelolaan

keuangan

Badan

Layanan

Umum Daerah, Kepala PPK- BLUD UPT Puskesmas bertindak
sebagai Pemimpin BLUD dan berfungsi sebagai penanggung
jawab umum operasional dan keuangan UPT Puskesmas .
Sehubungan dengan penerapan PPK-BLUD Kepala UPT
Puskesmas mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut
(1) Memimpin,

mengarahkan,

mengendalikan,

dan

membina,

mengevaluasi

mengawasi,

penyelenggaraan

kegiatan BLUD.
(2) Menyusun Renstra Bisnis BLUD.
(3) Menyiapkan RBA.
(4) Mengusulkan calon Pejabat Pengelola Keuangan dan
Pejabat Teknis kepada Kepala Daerah sesuai ketentuan.
(5) Menetapkan pejabat lainnya sesuai kebutuhan BLUD
selain pejabat yang telah ditetapkan dengan peraturan
perundang-undangan.
(6) Menyampaikan dan mempertanggungjawabkan kinerja
operasional serta keuangan BLUD kepada Kepala Daerah.

3) Satuan Pengawas Intern (SPI)

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

30

dan program UPT Puskesmas yang mencakup: (3) Audit atas keuangan dan ketaatan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Melakukan Pengujian serta penilaian atas hasil laporan berkala dari setiap unsur di lingkungan UPT Puskesmas . b) Tugas dan Kewajiban (1) Membantu menciptakan sistem pengendalian intern yang efektif di UPT Puskesmas dan memastikan bahwa pengendalian intern tersebut telah dipatuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melakukan penilaian terhadap sistem pengendalian intern yang berlaku serta pelaksanaannya di semua kegiatan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 31 . (4) Membantu efektifitas penerapan tata kelola (5) Melakukan penelusuran atas terjadinya penyimpangan/ pelanggaran disiplin serta penyampaian terhadap peraturan perundangan yang berlaku. (2) Melakukan penilaian terhadap sistem pengendalian intern yang berlaku serta pelaksanaannya di semua kegiatan. fungsi.SPI membantu menciptakan sistem intern yang efektif di UPT Puskesmas pengendalian dan memastikan bahwa pengendalian intern tersebut telah dipatuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (1) a) Fungsi Melakukan pemeriksaan pengelolaan operasional. fungsi. dan program UPT Puskesmas . (2) Melakukan Pemantauan terhadap pelaksanaan tugas semua unsur di lingkungan UPT Puskesmas .

aset UPT Puskesmas . (9) Menyusun peraturan UPT Puskesmas di bidang audit serta pedoman-pedoman yang berkaitan dengan kelengkapan prosedur untuk kelancaran pelaksanaan tugas (Intern Audit Charter) (10) Menyampaikan laporan hasil audit beserta rekomendasi yang diusulkan secara tertulis kepada Kepala UPT Puskesmas. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 32 .(4) Penilaian tentang daya guna dan kehematan dalam penggunaan sarana dan prasarana UPT Puskesmas (5) Penilaian tentang hasil guna atau manfaat yang direncanakan dari suatu kegiatan atau program UPT Puskesmas . dokumen. (11) Memantau. personel. dan menganalisis tindak lanjut atas rekomendasi hasil audit yang telah disetujui oleh Kepala UPT Puskesmas. (6) Penilaian atas pendayagunaan dan pengembangan sumber daya manusia di UPT Puskesmas . c) Kewenangan (1) Mendapatkan akses secara penuh dan tidak terbatas terhadap unit-unit kerja UPT Puskesmas . mengevaluasi. (7) Melakukan kajian terhadap kecukupan pelaksanaan manajemen risiko (risk management) di lingkungan UPT Puskesmas . aktivitas. serta informasi relevan lainnya sesuai dengan tugas yang ditetapkan oleh Kepala UPT Puskesmas. (8) Mengadakan koordinasi dengan auditor eksternal. catatan-catatan.

sistem informasi Puskesmas. mengkoordinasikan. Untuk penyelengaraan tugas dimaksud Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi a) Menyusunan rencana. keuangan dan rumah tangga . melaksanakan dan mengendalikan program dan kegiatan dibidang ketatausahaan lingkup administrasi umum. terutama dari unit kerja yang diaudit. kepegawaian. (3) Memperoleh bantuan. mengkoordinasikan. sepanjang hal tersebut diperlukan dalam pelaksanaan tugasnya. (6) Mendapatkan bantuan dari tenaga ahli. mengendalikan program dan melakkegiatan dibidang ketatausahaan lingkup Sistem Informasi UPT Puskesmas. dukungan. maupun kerjasama dari personel unit kerja yang terkait. 4) Sub Bagian Tata Usaha Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok mengkoordinir penyelenggaraan administrasi umum. tanggapan terhadap laporan. (4) Mendapatkan kerjasama penuh dari seluruh unsur Pejabat Pengelola UPT Puskesmas . dan langkah-langkah perbaikan. c) Menyusunan rencana. melaksanakan dan mengendalikan program dan kegiatan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 33 . baik dari dalam maupun luar UPT Puskesmas . (5) Mendapatkan dukungan sumberdaya yang memadai untuk keperluan pelaksanaan tugasnya. b) Menyusunan sanakan dan rencana. mengkoordinasikan.(2) Menetapkan ruang lingkup kerja dan menerapkan teknik-teknik audit yang diperlukan untuk mencapai efektivitas sistem pengendalian intern.

Sub.dibidang ketatausahaan lingkup administrasi kepegawaian d) Menyusunan rencana. Menyiapkan DPA-BLUD Melakukan pengelolaan pendapatan dan biaya.Bagian Tata Usaha UPT Puskesmas Padasuka bertindak sebagai Pejabat keuangan administrasi dan BLUD berfungsi keuangan BLUD. mengkoordinasikan. f) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPT Puskesmas. aset tetap dan investasi g) Menyelenggarakan sistem keuangan. disamping melaksanakan tugas sebagaimana diuraikan di atas mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) Mengkoordinasikan penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA). Dengan mengacu pada pasal 38 ayat 1 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 tahun 2007. Menyusun kebijakan pengelolaan barang. Menyelenggarakan pengelolaan kas Melakukan pengelolaan utang-piutang. mengendalikan program melak- sanakan dan dan kegiatan dibidang ketatausahaan lingkup administrasi rumah tangga/perlengkapan serta pengadaan barang dan jasa e) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan di masing-masing bagian. sebagai Oleh pengelola karena itu. h) Menyelenggarakan akuntansi informasi dan manajemen penyusunan laporan keuangan Kepala Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang kepala dan memiliki pelaksana terdiri dari administrasi Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 34 .

pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang umum melakukan urusan surat menyurat. keuangan dan rumah tangga/sarana-prasarana. pengetikan dan penggandaan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 35 . sistem informasi Puskesmas. (3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pelayanan Sistem Informasi Puskesmas (4) Penyusunan program pembinaan dan pengembangan pelayanan Sistem Informasi Puskesmas. (5) Menyusun rencana pengendalian mutu dan gugus kendali mutu. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. (4) Menyusun laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas sesuai dengan bidangnya.umum. kepegawaian. (6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan b) Pelaksana Urusan Sistem Informasi Puskesmas mempunyai tugas dan fungsi: (1) Menyusun rencana dan program kerja (2) Mengumpulkan. (5) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas di bidang umum. a) Pelaksana Urusan Umum mempunyai tugas dan fungsi: (1) Menyusun rencana dan program kerja (2) Pengumpulan. (3) Mengurus perjalanan dinas dan keprotokolan. (6) Melaksanakan kegiatan pengendalian mutu. pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang pelayanan sistem informasi Puskesmas.

(6) Penyusunan rancangan kebijakan kesejahteraan pegawai. (7) Pengelolaan kearsipan. (10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. (10) Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.(7) Merekapitulasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. (3) Pengumpulan dan pengolahan data di bidang bahan kebijakan teknis di bidang kepegawaian. (8) Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan. (5) Pengelolaan administrasi kepegawaian. (11) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. (9) Menyiapkan bahan evaluasi hasil pelayanan SP3 secara periodik. c) Pelaksana Urusan Kepegawaian yang mempunyai tugas dan fungsi: (1) Penyusunan rencana kebutuhan tenaga sesuai program kerja dengan beban kerja. (2) Penyusunan rencana dan kepegawaian. (9) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 36 . (4) Penyusunan kepegawaian. (8) Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya.

(9) Melaksanakan tugas lain yang evaluasi diberikan hasil oleh pimpinan.d) Pelaksana Urusan Keuangan. (5) Pengelolaan gaji pegawai di lingkungan BLUD. urusan anggaran. urusan perencanaan dan program serta urusan evaluasi program. 1) Pelaksana Urusan Verifikasi dan Akuntansi mempunyai fungsi: (a) Melaksanakan verifikasi pertanggungjawaban keuangan dan laporan keuangan BLUD. (8) Pelaporan hasil pelaksanaan tugas. mempunyai tugas dan fungsi : (1) Penyusunan rencana dan program kerja urusan keuangan. (d) Menyusun laporan operasional. (4) Pengelolaan adminstrasi keuangan. (3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang keuangan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 37 . (2) Pengumpulan dan pengolahan data keuangan. laporan arus kas. neraca. dan catatan atas laporan keuangan secara periodik. (c) Melaksanakan Puskesmas pengendalian keuangan UPT untuk keperluan belanja rutin dan pembangunan. Pelaksana Urusan Keuangan mengkoordinasi verifikasi dan akuntansi. urusan perbendaharaan. (7) Pelaksanaan monitoring dan pelaksanaan tugas. (b) Menyusun laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas sesuai bidangnya. (6) Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya.

(f) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. (d) Menyusun laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran sesuai bidangnya.(e) Melaksanakan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. 3) Pelaksana Urusan Perbendaharaan mempunyai fungsi: (a) Menyajikan laporan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. (b) Melaksanakan peñatausahaan keuangan BLUD (c) Menyusun laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas sesuai bidangnya. (d) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 38 . (c) Menghimpun data penyusunan Perubahan Anggaran Keuangan. 2) Pelaksana Urusan Anggaran mempunyai fungsi (a) Menyiapkan bahan dan mengolah bahan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja. (e) Melaksanakan pengendalian keuangan UPT Puskesmas untuk keperluan belanja langsung dan tidak langsung. (b) Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). (g) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. (f) Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.

(g) Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. (e) Penyiapan bahan penyusunan RSB. (h) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. (d) Penyajian data dan informasi rencana dan program kerja BLUD UPT Puskesmas. RENSTRA dan BLUD UPT Puskesmas. (b) Pengumpulan dan pengolahan data bahan penyusunan rencana dan program kerja BLUD UPT Puskesmas. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 39 . (f) Penyiapan bahan pembinaan organisasi dan tatalaksana di lingkungan UPT Puskesmas. (h) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. (c) Penyusunan anggaran BLUD UPT Puskesmas. RBA. (g) Menyusun rencana dan program kerja urusan Perbendaharaan. (i) Pelaporan hasil pelaksanaan tugas.(e) Menyajikan laporan akuntansi keuangan dan pemberian hak akuntansi manajemen. RENJA. (j) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. 4) Pelaksana Urusan Perencanaan dan Program. (f) Mengelola gaji pegawai dan keuangan pegawai. mempunyai fungsi: (a) Penyusun rencana dan program kerja BLUD UPT Puskesmas.

5) Pelaksana Urusan Evaluasi Program mempunyai fungsi : (a) Menyusun rencana dan program kerja UPT Puskesmas Kota Bandung. (c) Mengolah data untuk evaluasi dan penilaian terhadap pelaksanaan program. (h) Menyusun LAKIP 5) Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Penanggungjawab Pelayanan Kesehatan Masyarakat Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas pokok mengkoordinir pelayanan Kesehatan Masyarakat Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat. (d) Menyajikan rencana program kerja data UPT dan informasi Puskesmas Kota Bandung. (e) Menyiapkan bahan untuk menyusun naskah dan peraturan perundangan. (g) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 40 . (b) melaksanakan pengumpulan data dan informasi kesehatan untuk keperluan perencanaan dan penyusunan program. (f) Menyusun laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas sesuai bidangnya.

b) Pengkoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pelayanan upaya kesehatan masyarakat esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat. Dengan mengacu pada pasal 39 ayat 1 Permendagri Nomer 61 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan BLUD. serta lintas program terkait. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 41 . c) Pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pelayanan upaya kesehatan masyarakat esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat. disamping melaksanakan tugas sebagaimana diuraikan di atas memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut: a) Menyusun perencanaan kegiatan teknis dibidangnya. d) Pengendalian serta evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan dibidang pelayanan upaya kesehatan masyarakat esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat. e) Pelaporan hasil pelaksanaan program dan dan kegiatan dibidang pelayanan upaya kesehatan masyarakat esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu.Untuk penyelengaraan tugas dimaksud Unit Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat mempunyai fungsi: a) Penyusunan rencana program dan kegiatan di bidang pelayanan upaya kesehatan masyarakat esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat. Unit Pelayanan Masyarakat BLUD UPT Puskesmas Upaya Kesehatan Padasuka bertindak sebagai Pejabat Teknis dan berfungsi sebagai penanggung jawab teknis di unit kerjanya.

b) Melaksanakan kegiatan teknis Mempertanggungjawabkan kinerja berdasarkan RBA. h) Pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pelayanan upaya kesehatan masyarakat pengembangan. Pelaksana pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM. Pelaksana pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit dan Pelaksana pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat. 6) Unit Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan Penanggungjawab Masyarakat Pelayanan Pengembangan mengkoordinir pelayanan Upaya mempunyai Upaya Kesehatan tugas Kesehatan pokok Masyarakat Pengembangan. Pelaksana pelayanan gizi yang bersifat UKM. Pelaksana pelayanan kesehatan lingkungan. serta lintas program terkait. Kepala Unit Esensial Pelayanan dan membawahi Upaya Keperawatan Pelaksana Kesehatan Masyarakat kesehatan pelayanan Masyarakat promosi kesehatan termasuk UKS. c) operasional dibidangnya. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 42 . Untuk penyelengaraan tugas dimaksud Unit Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan mempunyai fungsi : f) Penyusunan rencana program dan kegiatan di bidang pelayanan Upaya kesehatan masyarakat pengembangan. g) Pengkoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pelayanan upaya kesehatan masyarakat pengembangan.

Unit Pelayanan Masyarakat BLUD UPT Puskesmas Upaya Kesehatan Padasuka bertindak sebagai Pejabat Teknis dan berfungsi sebagai penanggung jawab teknis di unit kerjanya. Oleh karena itu. c) operasional dibidangnya. Pelaksana pelayanan kesehatan tradisional komplementer. Pelaksana pelayanan kesehatan gigi masyarakat. disamping melaksanakan tugas sebagaimana diuraikan di atas memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut: a) Menyusun perencanaan kegiatan teknis dibidangnya. j) Pelaporan hasil pelaksanaan program dan dan kegiatan dibidang pelayanan upaya kesehatan masyarakat pengembangan. Dengan mengacu pada pasal 39 ayat 1 Permendagri Nomer 61 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan BLUD. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 43 . Pelaksana pelayanan kesehatan indera. Kepala Unit Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat membawahi Pelaksana pelayanan kesehatan jiwa. b) Melaksanakan kegiatan teknis Mempertanggungjawabkan kinerja berdasarkan RBA. Pelaksana pelayanan kesehatan anak jalanan dan pelayanan kesehatan lainnya. Pelaksana pelayanan kesehatan kerja. Pelaksana pelayanan kesehatan olahraga.i) Pengendalian serta evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pelayanan upaya kesehatan masyarakat pengembangan. Pelaksana pelayanan kesehatan lansia.

kefarmasian dan laboratorium. disamping melaksanakan tugas sebagaimana diuraikan di atas memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut: a) Menyusun perencanaan kegiatan teknis dibidangnya. c) Pengendalian serta evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan dibidang pelayanan upaya kesehatan perorangan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 44 . d) Pelaporan hasil pelaksanaan program dan dibidang pelayanan upaya kesehatan kegiatan perorangan. kefarmasian dan laboratorium. Pelayanan Kefarmasian dan Upaya Kesehatan Laboratorium mempunyai tugas pokok mengkoordinir pelayanan upaya kesehatan perorangan.7) Unit Pelayanan Upaya Kesehatan perorangan. Oleh karena itu. b) Pengkoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pelayanan upaya kesehatan perorangan. kefarmasian dan laboratorium. b) Melaksanakan kegiatan teknis berdasarkan RBA. kefarmasian dan laboratorium. kefarmasian dan laboratorium Dengan mengacu pada pasal 39 ayat 1 Permendagri Nomer 61 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan BLUD. Kefarmasian dan Laboratorium Penanggungjawab Perorangan. Penanggungjawab Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan bertindak sebagai Pejabat Teknis dan berfungsi sebagai penanggung jawab teknis di unit kerjanya. Untuk penyelengaraan tugas dimaksud Unit Pelayanan Kesehatan Perorangan mempunyai fungsi : a) Penyusunan rencana program dan kegiatan di bidang pelayanan upaya kesehatan perorangan.

pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. Pelaksana pelayanan gizi yang bersifat UKP. (2) Mengumpulkan. (6) Melaksanakan kegiatan pengendalian mutu. (7) Merekapitulasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. (4) Penyusunan program pembinaan dan pengembangan pelayanan Pemeriksaan umum. Pelaksana pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP.c) Mempertanggungjawabkan kinerja operasional dibidangnya. a) Pelaksana Urusan Pelayanan Pemeriksaan Umum. (5) Menyusun rencana pengendalian mutu dan gugus kendali mutu. pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang pelayanan Pemeriksaan umum. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 45 . (8) Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan. Pelaksana pelayanan kesehatan gigi dan mulut. (3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pelayanan Pemeriksaan umum. mempunyai fungsi : (1) Menyusun rencana dan program kerja pelayanan Pemeriksaan umum. Pelaksana pelayanan gawat darurat. Unit Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Perorangan dipimpin oleh seorang Penanggungjawab dan membawahi Pelaksana Pelayanan pemeriksaan umum. Pelaksana pelayanan kefarmasian dan pelaksana pelayanan laboratorium.

(9) Menyiapkan bahan evaluasi hasil pelayanan Pemeriksaan umum secara periodik. (8) Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan. c) Pelaksana Urusan Pelayanan KIA . (10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. (4) Penyusunan program pembinaan dan pengembangan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. mempunyai fungsi : (1) Menyusun rencana dan program kerja pelayanan kesehatan gigi dan mulut. (5) Menyusun rencana pengendalian mutu dan gugus kendali mutu. (10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. (2) Mengumpulkan. b) Pelaksana Urusan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut.KB yang bersifat UKP. (3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. (7) Merekapitulasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. (6) Melaksanakan kegiatan pengendalian mutu. (9) Menyiapkan bahan evaluasi hasil pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara periodik. pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut. mempunyai fungsi : Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 46 .

(9) Menyiapkan bahan evaluasi hasil pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP dan mulut secara periodik. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 47 . (4) Penyusunan program pembinaan dan pengembangan pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. (7) Merekapitulasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. d) Pelaksana Urusan Pelayanan Gizi yang bersifat UKP. (8) Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan. (6) Melaksanakan kegiatan pengendalian mutu. 3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pelayanan Gizi yang bersifat UKP. mempunyai fungsi : 1) Menyusun rencana dan program kerja pelayanan Gizi yang bersifat UKP. 2) Mengumpulkan. (3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP. (5) Menyusun rencana pengendalian mutu dan gugus kendali mutu.(1) Menyusun rencana dan program kerja pelayanan KIAKB yang bersifat UKP. pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang pelayanan Gizi yang bersifat UKP. pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP. (10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. (2) Mengumpulkan.

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 48 . (4) Penyusunan program pembinaan dan pengembangan pelayanan medis pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. 7) Merekapitulasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. (5) Menyusun rencana pengendalian mutu dan gugus kendali mutu. e) Pelaksana Pelayanan Gawat Darurat. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang pelayanan kegawatdaruratan. 6) Melaksanakan kegiatan pengendalian mutu. (3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pelayanan kegawatdaruratan. 9) Menyiapkan bahan evaluasi hasil pelayanan Gizi yang bersifat UKP dan mulut secara periodik. 8) Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan. 5) Menyusun rencana pengendalian mutu dan gugus kendali mutu. (2) Mengumpulkan. (6) Melaksanakan kegiatan pengendalian mutu.4) Penyusunan program pembinaan dan pengembangan pelayanan Gizi yang bersifat UKP. mempunyai fungsi: (1) Menyusun rencana dan program kerja pelayanan kegawatdaruratan. 10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang pelayanan Pelaksana Pelayanan Kefarmasian. f) Pelaksana Pelaksana Pelayanan Kefarmasian. mempunyai fungsi: 1) Menyusun rencana dan program kerja pelayanan Pelaksana Pelayanan Kefarmasian. 5) Menyusun rencana pengendalian mutu dan gugus kendali mutu. 6) Melaksanakan kegiatan pengendalian mutu. 8) Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 49 . (9) Menyiapkan bahan evaluasi hasil pelayanan kegawatdaruratan secara periodik.(7) Merekapitulasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. (8) Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan. 2) Mengumpulkan. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. Alat Kesehatan dan Bahan habis pakai. 7) Merekapitulasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. Alat Kesehatan dan Bahan habis pakai. Alat Kesehatan dan dan Bahan habis pakai. Alat Kesehatan dan Bahan habis pakai. 3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pelayanan Pelaksana Pelayanan Kefarmasian. 4) Penyusunan program pembinaan dan pengembangan pelayanan Pelaksana Pelayanan Kefarmasian. (10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

mempunyai fungsi: 1) Menyusun rencana dan program kerja pelayanan Penunjang Medis Laboratorium klinis. 6) Melaksanakan kegiatan pengendalian mutu. 8) Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan. 2) Mengumpulkan. 9) Menyiapkan bahan evaluasi hasil pelayanan Penunjang Medis Laboratorium Klinis secara periodik 10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 50 . g) Pelaksana Pelayanan Laboratorium Klinis. 10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. 7) Merekapitulasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya.9) Menyiapkan bahan evaluasi hasil pelayanan Pelaksana Pelayanan Kefarmasian dan Bahan habis pakai secara periodik. pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang pelayanan Penunjang Medis Laboratorium Klinis 3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pelayanan Penunjang Medis Laboratorium Klinis 4) Penyusunan program pembinaan dan pengembangan pelayanan Penunjang Medis Laboratorium Klinis. 5) Menyusun rencana pengendalian mutu dan gugus kendali mutu.

c) Pengendalian serta evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan dibidang pelayanan puskesmas keliling dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. Penanggungjawab Puskesmas dan Pelayanan Jejaring mempunyai tugas puskesmas keliling Fasilitas pokok dan Jaringan Pelayanan Pelayanan kesehatan mengkoordinir jejaring fasilitas pelayanan pelayanan kesehatan. d) Pelaporan hasil pelaksanaan program dan kegiatan dibidang pelayanan puskesmas keliling dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk penyelengaraan tugas dimaksud Unit Pelayanan Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas Pelayanan kesehatan mempunyai fungsi : a) Penyusunan rencana program dan kegiatan di bidang pelayanan puskesmas keliling dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan b) Pengkoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pelayanan puskesmas keliling dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. Penanggungjawab Pelayanan puskesmas keliling dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan bertindak sebagai Pejabat Teknis dan berfungsi sebagai penanggung jawab teknis di unit kerjanya. Oleh karena itu. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 51 .8) Unit Pelayanan Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Dengan mengacu pada pasal 39 ayat 1 Permendagri Nomer 61 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan BLUD. disamping melaksanakan tugas sebagaimana diuraikan di atas memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut: a) Menyusun perencanaan kegiatan teknis dibidangnya.

(8) Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan. a) Pelaksana Urusan Pelayanan Puskesmas Keliling. (6) Melaksanakan kegiatan pengendalian mutu. c) Mempertanggungjawabkan kinerja operasional dibidangnya. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. (9) Menyiapkan bahan evaluasi hasil pelayanan Puskesmas keliling secara periodik. (10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. (3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang pelayanan Puskesmas keliling. (5) Menyusun rencana pengendalian mutu dan gugus kendali mutu. pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang pelayanan Puskesmas keliling. (2) Mengumpulkan. mempunyai fungsi : (1) Menyusun rencana dan program kerja pelayanan Puskesmas keliling. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 52 . (7) Merekapitulasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas.b) Melaksanakan kegiatan teknis berdasarkan RBA. Unit Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Perorangan dipimpin oleh seorang Penanggungjawab dan membawahi Pelaksana Pelayanan puskesmas keliling dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. (4) Penyusunan program pembinaan dan pengembangan pelayanan Puskesmas keliling.

mempunyai fungsi : (1) Menyusun rencana dan program kerja pelayanan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan meliputi sarana kesehatan swasta di wilayah kerja.b) Pelaksana Pelayanan Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan. (10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan. (6) Melaksanakan kegiatan pengendalian mutu. (4) Penyusunan program pembinaan dan pengembangan pelayanan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan meliputi sarana kesehatan swasta di wilayah kerja. (5) Menyusun rencana pengendalian mutu dan gugus kendali mutu. (2) Mengumpulkan. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama di bidang tugasnya. pengolahan dan penyusunan data sebagai bahan kebijakan teknis di bidang jejaring fasilitas pelayanan kesehatan meliputi sarana kesehatan swasta di wilayah kerja. (8) Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan. (3) Penyusunan bahan kajian teknis di bidang jejaring fasilitas pelayanan kesehatan meliputi sarana kesehatan swasta di wilayah kerja. (9) Menyiapkan bahan evaluasi hasil pelayanan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan meliputi sarana kesehatan swasta di wilayah kerja secara periodik. (7) Merekapitulasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan tugas. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 53 ..

C. pelayanan penunjang kesehatan. merupakan inti kegiatan UPT Puskesmas Padasuka dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan sesuai harapan banyak pihak. yang secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut: 1. PROSEDUR KERJA Prosedur kerja setiap proses pengelolaan dan sistem manajerial telah didokumentasikan dalam Prosedur dan Ketetapan (Protap) atau Standard Operating Procedure (SOP). menghindari Prosedur kesalahan baku dalam pelayanan ditetapkan penanganan pasien. terutama pasien yang bersangkutan. Yang terdiri dari : 1) Pelayanan pencegahan pengenadalian penyakit 2) Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat b) Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan. baik pelayanan kesehatan. untuk Standar operasional dan prosedur pelayanan kesehatan yang diterapkan di UPT Puskesmas Padasuka terdiri dari : a) Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial Keperawatan kesehatan Masyarakat. dan diimplementasikan di setiap instalasi dan unit kerja lainnya. Dengan prosedur kerja ini pula dapat dijadikan bahan evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil kinerja dari setiap proses kinerja. maupun pelayanan manajemen. Prosedur kerja PPK BLUD UPT Puskesmas Bandung Padasuka Kota dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. disosialisasikan. Kefarmasian dan dan Laboratorium Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 54 . Standar Operasional dan Prosedur pelayanan kesehatan. Dengan adanya protap atau SOP ini diharapkan pelaksanaan atau proses kinerja dan layanan pada setiap unit kerja dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan manual mutu. Prosedur dan Ketetapan ini telah didokumentasikan.

PENGELOMPOKAN FUNGSI YANG LOGIS Pengelompokkan fungsi yang logis menggambarkan pembagian yang jelas dan rasional antara fungsi pelayanan dan fungsi pendukung yang sesuai dengan prinsip pengendalian intern dalam rangka efektifitas pencapaian organisasi. Untuk itu proses-proses manajemen harus dijalankan dengan cepat. Standar operasional dan prosedur manajemen terdiri dari standar operasional dan prosedur pada kepegawaian.Yang terdiri dari : 1) Pelayanan pemeriksaan umum 2) Pelayanan kesehatan gigi dan mulut 3) Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP 4) Pelayanan gawat darurat 5) Pelayanan gizi yang bersifat UKP 6) Pelayanan kefarmasian 7) Pelayanan laboratorium c) Pelayanan Ketatausahaan Yang terdiri dari : 1) Pelaksanaan urusan keuangan 2) Pelaksanaan urusan umum 3) Pelaksanaan urusan rumah tangga Standar Manajemen. umum. pelaporan dan Rekam Medis. Dari uraian struktur organisasi PPK BLUD UPT Puskesmas Padasuka Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung beserta uraian Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 55 . Tabulasi Standar Operasional dan Prosedur dapat dilihat pada Lampiran 1 D. tepat dan akurat. keuangan. Operasional dan Prosedur Pelayanan memberikan pelayanan kepada kegiatan pelayanan dan penunjang kesehatan UPT Puskesmas agar seluruh personil yang terlibat dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan uraian tugas yang telah ditetapkan.

4. Hal ini antara lain tercermin dari adanya kebijakan dan prosedur yang membantu setiap unit organisasi dalam UPT Puskesmas untuk melaksanakan kewajibannya dan menjamin bahwa tindakan pengendalian telah dilakukan untuk mengatasi risiko yang dihadapi dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi. rekonsiliasi. penilaian terhadap prestasi kerja. dan Pejabat Teknis. 3. Adanya sistem pengendalian intern yang memadai. 2. Kegiatan pengendalian tersebut termasuk serangkaian kegiatan seperti kewenangan. Pejabat Keuangan.tugasnya sebagaimana tersebut di atas. verifikasi. serta pengamanan terhadap aset organisasi. dapat dilihat pada Lampiran 2. sebagai berikut: 1. Telah ditetapkan fungsi audit internal di lingkungan UPT Puskesmas dengan membentuk unit organisasi Satuan Pengawas Intern (SPI). E. pembagian tugas. otorisasi. Lebih lengkap mengenai pengelompokan SDM yang logis. Adanya pembagian tugas pokok dan kewenangan yang jelas untuk masing-masing fungsi dalam organisasi. dapat disimpulkan bahwa organisasi UPT Puskesmas Padasuka Kecamatan Cibeunying Kidul telah dikelompokkan sesuai dengan fungsi yang logis. Telah dilakukan pemisahan fungsi yang tegas antara Dewan Pengawas dan Pejabat Pengelola BLUD yang terdiri dari Pemimpin BLUD. terarah dan berkesinambungan mengenai sumber daya manusia pada suatu organisasi dalam rangka memenuhi kebutuhannya baik pada jumlah maupun kualitas yang paling menguntungkan sehingga organisasi dapat mencapai tujuan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 56 . PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA Pengelolaan sumber daya manusia merupakan pengaturan dan pengambilan kebijakan yang jelas.

Kondisi Jumlah Sumber Daya Manusia Jumlah Tenaga Kesehatan & Non Kesehatan Di UPT Puskesmas Padasuka Kecamatan Cibeunying Kidul N o. Jenis Tenaga Dokter Umum Jumlah Yang Jumlah Yang Ada 5 (termasuk Ka Dibutuhkan 10 UPTD & Ka Pkm) 3 2 2. Dokter Gigi 3 Perawat 5 13 4 Perawat Gigi 2 2 5 Bidan 24 20 6 Tenaga Gizi 3 3 7 Sanitarian 2 3 Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 57 . Organisasi modern menempatkan karyawan pada posisi terhormat yaitu sebagai aset berharga (brainware) sehingga perlu dikelola sebagaimana mestinya baik saat penerimaan. efektif. Organisasi modern menempatkan karyawan pada posisi terhormat yaitu sebagai aset berharga (brainware) sehingga perlu dikelola sebagaimana mestinya baik saat penerimaan.secara efisien. 1. selama aktif bekerja maupun setelah purna tugas. a. efektif. dan ekonomis. selama aktif bekerja maupun setelah purna tugas. Perkembangan Jumlah SDM Pengelolaan sumber daya manusia merupakan pengaturan dan pengambilan kebijakan yang jelas. dan ekonomis. 1. terarah dan berkesinambungan mengenai sumber daya manusia pada suatu organisasi dalam rangka memenuhi kebutuhannya baik pada jumlah maupun kualitas yang paling menguntungkan sehingga organisasi dapat mencapai tujuan secara efisien.

Berdasarkan hasil analisis jabatan yang dihitung dari waktu penyelesaian tugas dikali waktu kerja efektif dibagi dengan beban kerja. Kondisi Kualifikasi Sumber Daya Manusia Secara umum kualifikasi sumber daya manusia di UPT Puskesmas Padasuka Kecamatan Cibeunying Kidul pada tahun 2013 di bawah standar kebutuhan minimal yang dianalisis melalui beban kerja. b. terdiri dari PNS 42 orang dan PTT 11 orang. Jenjang Jumlah Sumber Daya Manusia Berdasarkan Jenjang Pendidikan Di UPT Puskesmas Padasuka Kedokteran Kesehata Non Jumlah Pendidikan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka n Kesehatan 58 . Dibandingkan jumlah tenaga dengan beban kerja yang dihadapi maka proporsi SDM dirasa masih kurang ideal. dengan demikian kekurangan tenaga sebanyak 13 orang.8 Apoteker/Ass. 1 4 9 Apoteker Tenaga Analis 1 2 10 TU 6 6 11 Akuntan 0 1 12 Rekam Medik 0 2 13 Supir 0 3 14 Satpam 0 3 15 Cleaning Service 0 2 53 66 Jumlah Jumlah seluruh staf UPT Puskesmas Padasuka adalah 53 orang. maka kebutuhan tenaga di UPT Puskesmas Padasuka Kecamatan seharusnya adalah 65 orang.

PNS S2/S3 - 0 - 0 S1 8 0 3 11 D4 - - - 0 D3 - 31 - 31 D1 - 2 - 2 SMA - 4 4 8 sederajat SMP - - - 0 sederajat SD sederajat - - 1 1 S1 2 - - 2 D3 - 8 - 8 2 D3 - 1 - 1 SMA - - 2 2 sederajat SMP - - 3 3 sederajat SD sederajat - - - - PTT Sukwan Kat JUMLAH c. Gol. JM - III 4 - IV 1 L 4 1 59 . Pengembangan Sumber Daya Manusia Jumlah Tenaga PNS Berdasarkan Pangkat/Golongan Di UPT Puskesmas Padasuka Jenis Tenaga Gol. I Dokter Dokter Gigi - Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka Jenis Pangkat/Golongan Gol II Gol.

- 4 5 1 11 1 10 1 1 1 - 15 1 15 1 1 2 Apoteker Tenaga Analis TU POS JUMLAH 1 1 2 12 1 4 34 1 1 6 1 48 Dari gambaran kondisi sumber daya manusia tersebut di atas. kesiapan gedung.Perawat Perawat Gigi Bidan Sanitarian Tenaga Gizi Apoteker/Ass. Dokter Gigi). Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 60 . Kondisi saat ini pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di UPT Puskesmas karyawan Padasuka (dropping) sangat dari tergantung Pemda Kota dengan penempatan Bandung. Dengan diberlakukannya PPK-BLUD kebutuhan tenaga medis (Dokter. kecukupan dana. sumberdaya yang ada saat ini belum memadai maka program pengembangan sumber daya manusia PPK BLUD UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung lima tahun ke depan diarahkan pada pemenuhan jumlah SDM agar berada pada rasio yang ideal antara program yang dilaksanakan dan beban kerja dengan SDM yang ada. dll. pengembangan sumber daya manusia juga diarahkan agar memenuhi kualifikasi SDM sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku agar pelayanan kesehatan kepada pasien/masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya. Paramedis dan Tenaga Non Medis lainnya di UPT Puskesmas Padasuka dapat terpenuhi dengan melaksanakan rekuitmen sesuai Peraturan Walikota yang mengaturnya. Selain itu. fasilitas pendukung. Ketersediaan SDM ditentukan oleh beban kerja. kelengkapan sarana prasarana.

d. Proyeksi Pemenuhan Kebutuhan Dokter.Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Puskesmas merupakan salah satu “gate keeper” dalam upaya kesehatan perorangan sehingga jumlah dokter yang memadai sangat penting bagi Puskesmas. sehingga sesuai dengan standar kebutuhan yang telah ditetapkan. Program Pengembangan Program pengembangan SDM pada UPT Puskesmas Kopo Kota Bandung dijabarkan sebagai berikut: 1) Upaya pengadaan SDM sesuai dengan tuntutan jenis pelayanan dan standar kebutuhan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 61 . Bidan. Pada tahun 2019 diharapkan tenaga kesehatan yang harus ada dapat terpenuhi dan begitu pula tenaga lainnya yang dibutuhkan. Perawat. yang Keberadaan memadai sangat penting bagi UPT dokter mencerminkan pelayanan maksimal apa yang dapat diberikan UPT Puskesmas masyarakat atau pasien. Jumlah staf UPT Puskesmas Padasuka pada tahun 2014 sebanyak 53 orang diproyeksikan bertambah menjadi 66 orang pada tahun 2018 sehingga jumlah staf sesuai dengan standar kebutuhan yang telah ditetapkan. Dokter Gigi. Tenaga Kesehatan lainnya dan Tenaga Non Kesehatan. e. Pelayanan yang kepada maksimal menunjukkan capaian kinerja yang memuaskan bagi UPT Puskesmas itu sendiri. Keberadaan dokter mencerminkan pelayanan maksimal apa yang dapat diberikan UPT Puskesmas Padasuka kepada masyarakat atau pasien. Pelayanan yang maksimal menunjukkan capaian kinerja yang memuaskan bagi UPT Puskesmas Padasuka itu sendiri. Jumlah dokter Puskesmas.

melalui Tes Potensi Akademik (TPA). Dokter Gigi Perawat. 4) Merintis kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada pengembangan kemampuan SDM baik tenaga dokter. kerjasama organisasi dengan profesi dalam rangka memenuhi tenaga medis dan paramedis sesuai dengan kebutuhan UPT Puskesmas . Pola rekrutmen SDM baik tenaga Dokter. 5) Meningkatkan pendidikan tenaga non kesehatan antara lain administratif yang potensial. perguruan tinggi. tenaga kesehatan lainnya dan tenaga non kesehatan.Pola Rekrutmen Dokter dan tenaga administrasi PPK BLUD UPT Puskesmas Kopo Kota Bandung dapat terdiri dari Pegawai Negeri Sipil maupun tenaga profesional non Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan kebutuhan UPT Puskesmas . 3) Mengembangkan SDM berpendidikan D3. S1 dan S2 yang potensial ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. perawat . bidan. f. Bidan.Perawat gigi. 2) Melakukan pemerintah.minimal dikembangkan melalui rekruitmen SDM yang memiliki kualifikasi akhlak atau moral yang tinggi. terutama ke jenjang Diploma III dan S1. Tenaga Kesehatan lainnya dan Non Tenaga Kesehatan pada UPT Puskesmas Kopo Kota Bandung adalah sebagai berikut: 1) SDM yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pola rekrutmen SDM yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka UPT Puskesmas Kota Bandung 62 .

netral. korupsi. c) Rekrutmen SDM dilakukan berdasarkan prinsip netral. bebas dari KKN. b) Tujuan rekrutmen SDM adalah untuk menjaring SDM yang profesional. serta terbuka dengan ketentuan: Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 63 . dengan tahapan sebagai berikut: a) Persiapan Pengadaan Calon PNS b) Pendaftaran c) Pelaksanaan Ujian d) Penentuan kelulusan e) Pengangkatan f) Pengendalian dan Pengawasan g) Ketentuan Lain 2) SDM yang berasal dari Tenaga Profesional Non-PNS Pola rekrutmen SDM yang berasal dari tenaga profesional non-PNS dilaksanakan sebagai berikut: a) Rekrutmen SDM dimaksudkan untuk mengisi formasi yang lowong atau adanya perluasan organisasi dan perubahan pada bidang-bidang yang sangat mendesak yang proses pengadaannya tidak dapat dipenuhi oleh Pemerintah Daerah. memiliki kompetensi sesuai dengan tugas/jabatan yang akan diduduki sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan serta mencegah terjadinya unsur KKN (kolusi.dilaksanakan berdasarkan Petunjuk Teknis Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung . jujur. objektif. akuntabel. bertanggung jawab. dan nepotisme) dalam rekrutmen SDM.

(1) Setiap Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat dapat mengikuti seleksi tanpa membedakan jenis kelamin. dan tempat pendaftaran. dll) oleh oleh Kepala media surat yang tersedia kabar. papan Panitia Rekrutmen yang UPT Puskesmas UPT PUSKESMAS dengan memuat persyaratan pelamar. kondisi fisik dan psikis pegawai. golongan. objektif. terbuka dan adil. dan rasional agar terjaring SDM yang beriman. dan profesional. lowongan kualifikasi jabatan. berwawasan luas. (4) Hasil ujian diolah dengan komputer. jumlah waktu pendaftaran. agama. jenis ketenagaan. bertaqwa. d) Proses pengangkatan SDM berpegang teguh pada prinsip kebenaran. andal. ditunjuk radio. atau daerah. suku. menggunakan televisi. g. tata aturan. masa kerja pada unit tertentu. Penempatan Rotasi PNS dan non PNS dilaksanakan dengan tujuan untuk peningkatan kinerja dan pengembangan karir. lamaran. kegunaannya dalam menunjang karir. transparan. (2) Pengumuman rekrutmen SDM diumumkan secara luas dengan (internet. tujuan pendidikan. taat beribadah. berakhlak mulia. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 64 . (3) Seleksi dilakukan secara objektif. Pengalaman pada bidang tugas tertentu. dengan mempertimbangkan : Penempatan seseorang pada pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan keterampilannya. ras. pengumuman.

dengan organisasi dengan tujuan tujuan penggunaan tujuan dengan dan untuk efektif untuk dan dan mampu efisien. Pembinaan Pembinaan kegiatan Pegawai perencanaan. terutama di tengah keterbatasan sarana. menghasilkan pegawai yang bermutu dan berkualitas yang berdaya guna dan berhasil guna yang dilakukan secara sistimatis dan pemanfaatan potensi dan kemampuan sesuai dengan kebutuhan organisasi.h. tetapi dalam hal kualitas pegawai memadai sehingga jalannya organisasi akan lebih maksimal. Adapun kualitas pegawai yang diinginkan adalah: 1) Mempunyai integritas moral 2) Mempunyai disiplin yang tinggi 3) Kompeten dalam bidang tugasnya 4) Dapat bekerja secara sinergi Untuk kualitas pegawai yang diinginkan dilakukan pembinaan dengan beberapa kegiatan sebagai berikut : 1) Apel kesiapan kerja pada pagi hari 2) Mengadakan dialog secara formal memalui rapat dan secara informal pada waktu kintrol pimpinan ke tempat tugas 3) Mengikuti diklat teknis maupun administratif bagi pegawai yang 4) memenuhi syarat 5) Mengusulkan promosi bagi pegawai yang berprestasi 6) Mengadakan studi banding ke tempat lain yang dianggap lebih baik 7) Membentuk usaha simpan pinjam untuk kesejahteraan pegawai Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 65 . Sumberdaya manusia atau pegawai memegang peranan penting bagi kemajuan suatu organisasi. pemeliharaan pegawai melaksanakan tugas Pembinaan dilakukan adalah segala usaha pengorganisasian.

jujur dan akurat serta tepat waktu dalam melaksanakan setiap kebijakan dan program pemerintah. Kode etik yang dimaksud adalah : Kami Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung akan bersungguh-sungguh mentaati dan menjalankan Kode Etik sebagai berikut : (1) Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (2) Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (3) Tanggap. (6) Memberikan pelayannan secara cepat. responsif dan inovatif untuk kelancaran dan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas.8) Mengadakan pengajian secara rutin 9) Melakukan rekreasi bersama secara bergiliran 10) Menyiapkan sarana olahraga dan seni sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan 11) Mengadakan senam aerobik setiap hari Jum’at dengan memanggil instruktur dari luar. (4) Memiliki Integritas tinggi dan tidak menyalahkan jabatan dan wewenang. kreatif. (7) Senantiasa berfikir positif. mampu bekerjasama. terbuka. tepat. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 66 . pedoman tersebut adalah Kode etik Pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Bandung. (5) Saling menghormati. dan adil serta tidak diskriminatif. terbuka. menciptakan suasana dan hubungan kerja yang harmonis sesama pegawai. Selain hal-hal tersebut di atas pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung mempunyai pedoman tingkah laku dan komitmen moral terhadap pelaksanaan tugas dan tanggungjawab.

(9) Kode Etik tersebut diatas harus terpampang disetiap ruangan dan dibacakan pada setiap apel pagi serta diterapkan dalam pelaksanaan tugas. 2) Sistem Karier untuk pegawai non PNS didasarkan kepada standar kompetensi jabatan yaitu lingkup tugas dan syarat jabatan yang harus dipenuhi untuk memduduki suatu jabatan agar tercapai sasaran organisasi yang menjadi tugas.(8) Profesionalisme dan selalu berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik bagi masyarakat dan pemerintah Kota Bandung.Sistem Karier Dalam rangka usaha untuk meningkatkan mutu dan keterampilan serta memupuk kegairahan bekerja. Pemutusan hubungan kerja atau pemberhentian pegawai disebabkan sebagai berikut : Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 67 . kewajiban dan tanggung jawab dari pemangku jabatan j.Pemutusan Hubungan Kerja/ Pemberhentian Pegawai Pemutusan Hubungan Kerja atau Pemberhentian Pegawai adalah pemutusan atau pemberhentian yang mengakibatkan pegawai yang bersangkutan kehilangan statusnya sebagai pegawai dengan tidak bekerja lagi pada satuan organisasi. i. maka perlu dilaksanakan pembinaan pegawai dengan sebaik baiknya atas dasar sistem karier dan sistem prestasi kerja. sehingga dengan demikian dapat dikembangkan bakat dan kemampuan yang ada pada diri masing-masing pegawai secara wajar. hak. Maka sistem pembinaan karier yang harus dilaksanakan adalah : 1) Sistem Karier untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) didasarkan pada UU No. 43 tahun 1999 tentang perubahan atas UndangUndang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.

1) Pemberhentian atas permintaan sendiri
2) Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun
3)
Pemberhentian
karena
adanya
penyederhanaan
Organisasi
4)
Pemberhentian karena melakukan pelanggaran/tidak
5)
6)
7)
8)

k.

pidana/penyelewengan
Pemberhentian karena tidak cakap Jasmani atau Rohani
Pemberhentian karena meninggalkan tugas
Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang
Pemberhentian karena hal-hal lain

Sistem Remunerasi
Remunerasi adalah imbalan kerja yang dapat berupa gaji,
tunjangan tetap, honorarium, insentif, bonus atas prestasi kerja,
pesangon, dan atau pensiun yang diberikan kepada dewan
pengawas, pejabat pengelola UPT Puskesmas dan pegawai UPT
Puskesmas , yang ditetapkan oleh Kepala Daerah (Walikota)
berdasarkan usulan yang disampaikan oleh pemimpin BLUD
melalui Sekretaris Daerah.

l.Penghargaan dan Sanksi
Untuk mendorong motivasi kerja dan produktivitas pegawai
maka UPT Puskesmas

menerapkan kebijakan

tentang imbal

jasa bagi pegawai yang mempunyai kinerja baik dan sanksi bagi
pegawai

yang

tidak

memenuhi

ketentuan

atau

melanggar

peraturan yang ditetapkan.
1) Kenaikan

pangkat

PNS

merupakan

penghargaan

yang

diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian pegawai yang
bersangkutan

terhadap

Negara

berdasarkan

kenaikan

pangkat regular dan kenaikan pangkat pilihan sesuai dengan
ketentuan.
Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

68

2) Pemberian

penghargaan

pegawai

non

PNS

adalah

merupakan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja
yang bersangkutan terhadap kineja UPT Puskesmas

dan

diberikan berdasarkan sistem remunerasi.
3) Sanksi bagi PNS yang melanggar aturan tentang disiplin
diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai.
Sanksi bagi pegawai non PNS yang terbukti melakukan
pelanggaran

dijatuhkan

hukuman

disiplin

agar

yang

bersangkutan mempunyai sikap menyesal dan berusaha tidak
mengulangi dan memperbaiki diri pada masa yang akan datang,
adapun hukuman yang diberikan berupa hukuman disiplin
ringan,

sedang,

berat

sesuai

dengan

berat

ringannnya

pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai yang bersangkutan.

F. KRITERIA PEJABAT BLUD
1) Pimpinan

BLUD/Kepala

UPT

Puskesmas Padasuka
a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Berijazah setidak-tidaknya Strata Satu (S-1)
c. Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat
keterangan sehat dari dokter independen.
d. Mampu

memimpin,

mengawasi

kegiatan

membina,
UPT

mengkoordinasikan

Puskesmas

Padasuka

dan

dengan

seksama.
e. Mampu melakukan pengendalian terhadap tugas dan kegiatan
UPT Puskesmas Padasuka sedemikian rupa sehingga dapat
berjalan secara lancar dan berkelanjutan.

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

69

f. Cakap

menyusun

kebijakan

strategis

UPT

Puskesmas

Padasuka dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat.
g. Bersedia dicalonkan dan mencalonkan diri menjadi Kepala
UPT Puskesmas Padasuka secara tertulis.
h. Memiliki visi, misi, dan program yang jelas dan dapat
diterapkan, diantaranya meliputi:

Peningkatan kreativitas, prestasi, dan akhlak mulia insan
UPT Puskesmas Padasuka

Peningkatan kualitas tenaga medis, paramedis dan non
medis UPT Puskesmas Padasuka

Pelaksanaan

efektivitas,

efisiensi,

dan

akuntabilitas

program
2) Pejabat

Pengelola

Keuangan/Kepala Sub Bagian Tata
Usaha
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Berijazah setidak-tidaknya Strata Satu (S1).
c. Sehat

jasmani

dan

rohani

yang

dibuktikan

dengan

surat

keterangan sehat dari dokter independen.
d. Mampu membantu Kepala UPT Puskesmas Padasuka dalam
memimpin,

menyusun

kebijakan,

mengkoordinasikan

seluruh

medik,

ketatausahaan,

kegiatan

pelaksanaan

membina
kegiatan

pengelolaan

dan

pelayanan
keuangan,

perencanaan program, pengelolaan data elektronik, pengawasan
Intern, kegiatan pengelolaan sarana umum dan sanitasi di
lingkungan UPT Puskesmas Padasuka Kepala Sub Bagian Tata
Usaha harus mampu:

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

70

fungsi dalam Peraturan Walikota Nomor 5 Tahun 2008 tentang tentang Rincian Tugas. (3) Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter independen.  Mengevaluasi dan melaporkan kegiatan ketatausahaan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 71 . Fungsi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Bandung. (4) Cakap melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing pos jabatan sesuai peraturan undangan Tugas perundangyang pokok terakhir dengan dan diatur berlaku. 3) Pejabat Teknis (1) Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menyusun perencanaan program dan kegiatan dalam bidang yang menjadi kewenangannya. (2) Berijazah setidak-tidaknya D3.

Dewan Pengawas hanya dibentuk bila BLUD memiliki realisasi nilai omzet tahunan menurut laporan realisasi anggaran minimum sebesar Rp. b. minimum sebesar Rp. Dalam rangka pelaksanaan pengawasan terhadap pengurusan BLUD UPT Puskesmas dapat dibentuk Dewan Pengawas dengan Keputusan Kepala Daerah (Walikota).000. 75.000. Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Pengawas a.000.00 (tujuh puluh lima miliar rupiah). PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN DEWAN PENGAWAS DAN PEJABAT PENGELOLA 1.000.00 (lima belas miliar rupiah). 15.000. Anggota Dewan Pengawas terdiri dari unsur-unsur pejabat SKPD. dan/atau nilai aset menurut neraca.000. c.BAB III PROSES TATA KELOLA A. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 72 .

2) Mampu melaksanakan perbuatan hukum dan tidak pernah dinyatakan pailit atau tidak pernah menjadi anggota Direksi atau Komisaris atau Dewan Pengawas yang dinyatakan bersalah sehingga menyebabkan suatu badan usaha pailit. manajemen rumah dedikasi. g. sakit memahami yang berkaitan dengan salah satu fungsi manajemen. dan dapat dipertanggungjawabkan e. serta dapat menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya. Pemilihan Dewan Pengawas dilakukan dengan mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan secara transparan. d. Pengangkatan waktunya anggota dengan Dewan pengangkatan Pengawas Pejabat tidak bersamaan Pengelola. profesional.unsur-unsur pejabat pengelola keuangan daerah serta tenaga ahli yang sesuai dengan kegiatan Puskesmas. atau orang yang tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan kerugian negara. Masa jabatan anggota Dewan Pengawas ditetapkan selama 5 tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Yang dapat diangkat sebagai anggota Dewan Pengawas adalah orang perseorangan yang: 1) Memiliki dedikasi dan memahami masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan BLUD. f. memiliki pengetahuan yang memadai di bidang usaha rumah sakit tersebut. kecuali pengangkatan untuk pertama kalinya pada waktu pembentukan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 73 . mandiri. mengikuti dan lulus uji kelayakan dan kepatutan. diangkat berdasarkan pertimbangan masalah-masalah integritas. serta dapat menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya.

Keputusan pemberhentian ditetapkan setelah yang bersangkutan diberi kesempatan membela diri secara tertulis dan disampaikan kepada Kepala Daerah (Walikota) paling lambat dalam jangka waktu satu bulan terhitung sejak anggota Dewan Pengawas yang bersangkutan diberitahu secara tertulis. j. Jika dalam jangka waktu dua bulan terhitung sejak tanggal penyampaian pembelaan diri Kepala Daerah (Walikota) tidak memberikan keputusan pemberhentian anggota Dewan Pengawas tersebut. Kedudukan sebagai anggota Dewan Pengawas berakhir dengan dikeluarkannya keputusan pemberhentian oleh Kepala Daerah (Walikota). i. Anggota Dewan Pengawas diberhentikan oleh Kepala Daerah (Walikota). l. h. 2) Tidak melaksanakan ketentuan undang-undang. m. 3) Terlibat dalam tindakan merugikan BLUD. 2. k. apabila terbukti: 1) Tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.BLUD. n. setelah masa jabatannya habis. Anggota Dewan Pengawas dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya oleh Kepala daerah (Walikota). Rencana pemberhentian dengan alasannya sebagaimana dimaksud dalam point h diberitahukan secara tertulis oleh Kepala Daerah (Walikota) kepada anggota Dewan Pengawas yang bersangkutan. Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pengelola Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 74 . maka rencana pemberhentian tersebut menjadi batal. 4) Dipidana penjara karena dipersalahkan melakukan perbuatan pidana kejahatan dan/atau yang berkaitan dengan tuganya melaksanakan pengawasan atas BLUD. Selama rencana pemberhentian masih dalam proses maka anggota Dewan Pengawas yang bersangkutan dapat menjalankan tugasnya.

g. f. i. d. mandiri. Pejabat Pengelola dapat berasal dari pegawai negeri sipil dan/atau tenaga profesional non pegawai negeri sipil sesuai dengan kebutuhan BLUD. Masa jabatan Pejabat Pengelola non PNS ditetapkan 3 tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan berikutnya. ketrampilan dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas. profesional. setelah masa jabatannya habis. dan dapat dipertanggung- jawabkan. h. Kebutuhan praktik bisnis yang sehat merupakan kesesuaian antara kebutuhan jabatan. Pejabat Pengelola diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Daerah (Walikota). c.a. Pengangkatan dan pemberhentian pejabat pengelola yang berasal dari pegawai negeri sipil disesuaikan dengan ketentuan perundangan-undangan di bidang kepegawaian. Kompetensi merupakan kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh pejabat pengelola BLUD berupa pengetahuan. Pengangkatan dan pemberhentian pejabat pengelola yang berasal dari tenaga profesional bukan pegawai negeri sipil diatur lebih lanjut dengan keputusan Kepala Daerah (Walikota). Pemilihan Pejabat Pengelola dilakukan dengan mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan secara transparan. Pejabat Pengelola dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya oleh Kepala Daerah (Walikota) atas usulan Dewan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 75 . kualitas dan kualifikasi dengan kemampuan keuangan BLUD. b. Pejabat Pengelola diberhentikan oleh Kepala Daerah (Walikota). Pengangkatan dalam jabatan dan penempatan pejabat pengelola BLUD ditetapkan berdasarkan kompetensi dan kebutuhan praktik bisnis yang sehat. e.

4) Dipidana penjara karena dipersalahkan melakukan perbuatan pidana kejahatan dan/atau yang berkaitan dengan tugasnya melaksanakan pengurusan atas BLUD. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 76 . Jika dalam jangka waktu dua bulan terhitung sejak tanggal penyampaian pembelaan diri sebagaimana dimaksud dalam poin k kepada Kepala Daerah (Walikota) tidak memberikan keputusan pemberhentian Pejabat Pengelola tersebut. l. apabila terbukti: 1) Tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Kedudukan sebagai Pejabat Pengelola berakhir dengan dikeluarkannya keputusan pemberhentian oleh Kepala Daerah (Walikota). j. Selama rencana pemberhentian sebagaimana dimaksud dalam poin i masih dalam proses maka Pejabat Pengelola yang bersangkutan dapat menjalankan tugasnya namun tidak boleh membuat keputusan/kebijakan strategis. Rencana pemberhentian dengan alasannya sebagaimana dimaksud dalam poin i diberitahukan secara tertulis oleh Kepala Daerah (Walikota) kepada Pejabat Pengelola yang bersangkutan. maka rencana pemberhentian tersebut menjadi batal. 5) Mendapat tugas lain dari Kepala Daerah (Walikota). n. Keputusan pemberhentian sebagaimana dimaksud dalam poin i ditetapkan setelah yang bersangkutan diberi kesempatan membela diri secara tertulis dan disampaikan kepada Kepala Daerah (Walikota) paling lambat dalam jangka waktu satu bulan terhitung sejak Pejabat Pengelola yang bersangkutan diberitahu secara tertulis. k. 2) Tidak melaksanakan ketentuan undang-undang. m.Pengawas. 3) Terlibat dalam tindakan merugikan BLUD.

sistem dan kebijakan pengendalian internal. sifat dan lingkup kegiatan. Pelaksanaan prinsip-prinsip Tata Kelola yang baik oleh Puskesmas. b. C. Program Pengenalan (Induction Program) 1. dan masalah-masalah strategis lainnya. kinerja keuangan dan operasional. audit internal dan eksternal.B. Keterangan mengenai tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas dan Pejabat Pengelola. Gambaran mengenai Puskesmas berkaitan dengan tujuan. Keterangan berkaitan dengan kewenangan yang didelegasikan. Dengan Kantor Kecamatan Dalam melaksanakan fungsinya. c. d. Tanggung jawab untuk mengadakan program pengenalan Dewan Pengawas yang baru berada pada Kepala Daerah (Walikota) atau jika berhalangan dapat melimpahkan kepada Ketua Dewan Pengawas dan/atau Pimpinan BLUD. 2. Program pengenalan meliputi: a. 4. strategi. TATA KERJA UPT PUSKESMAS & PUSKESMAS JEJARING 1) UPT Puskesmas a. 3. Tanggung jawab untuk mengadakan program pengenalan Pejabat Pengelola yang baru berada pada Ketua Dewan Pengawas atau jika berhalangan dapat melimpahkan pada Pimpinan BLUD. UPT Puskesmas berkoordinasi dengan kantor Kecamatan Cibeunying Kidul melalui pertemuan berkala yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. Koordinasi Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 77 . Pejabat Pengelola dan/atau Dewan Pengawas yang baru wajib diberikan program pengenalan mengenai Puskesmas.

penilaian. jalinan kerjasama tersebut diselenggarakan dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan perorangan seperti rumah sakit dan berbagai balai kesehatan masyarakat (balai pengobatan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka penyakit paru-paru. koordinasi dengan kantor kecamatan mencakup pula kegiatan fasilitasi. Dalam hal pelaksanaan fungsi penggalian sumber daya masyarakat oleh UPT Puskesmas. Dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota UPT Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kota. Sebaliknya Dinas Kesehatan Kota bertanggungjawab membina serta memberikan bantuan administratif dan teknis kepada UPT Puskesmas. f. Untuk upaya kesehatan perorangan. pengendalian penggerakan serta pelaksanaan. dengan demikian secara teknis dan administratif. g. puskesmas menjalin kerjasama yang erat dengan berbagai pelayanan kesehatan rujukan.tersebut mencakup pengawasan dan perencanaan. pemberdayaan dan rujukan sesuai kebutuhan. e. Puskesmas menjalin kerjasama termasuk penyelenggaraan rujukan dan memantau kegiatan yang diselenggarakan. Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama Puskesmas sebagai mitra pelayanan kesehatan strata pertama yang dikelola oleh lembaga masyarakat dan swasta. puskesmas melaksanakan bimbingan teknis. Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. UPT Puskesmas bertanggungjawab kepada Dinas Kesehatan Kota. balai 78 . Sedangkan sebagai pembina upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat.

pemberdayaan dan rujukan sesuai kebutuhan. Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 79 . Sedangkan untuk upaya kesehatan masyarakat. Puskesmas Jejaring dengan UPT Puskesmas Dalam melaksanakan fungsinya. Sedangkan sebagai pembina upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat. penggerakan pelaksanaan. balai kesehatan indra masyarakat). Balai Teknik Kesehatan Lingkungan. balai kesehatan olahraga masyarakat. 2) Puskesmas Jejaring a. puskesmas melaksanakan bimbingan teknis. c. Kerjasama tersebut diselenggarakan melalui penerapan konsep rujukan yang menyeluruh dalam koordinasi. b. balai kesehatan jiwa masyarakat. Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama Puskesmas sebagai mitra pelayanan kesehatan strata pertama yang dikelola oleh lembaga masyarakat dan swasta. seperti Dinas Kesehatan Kota. Balai Laboratorium Kesehatan serta berbagai balai kesehatan masyarakat. pengawasan dan pengendalian serta penilaian. Puskesmas berkoordinasi dengan UPT Puskesmas melalui pertemuan berkala yang diselenggarakan di tingkat UPT. Puskesmas menjalin kerjasama termasuk penyelenggaraan rujukan dan memantau kegiatan yang diselenggarakan. balai kesehatan kerja masyarakat. Koordinasi tersebut mencakup perencanaan. Penanggung Jawab Puskesmas bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan semua jenis pelayanan kesehatan yang diberikan serta melaporkan hasil kegiatan ke UPT Puskesmas. jalinan kerjasama diselenggarakan dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat rujukan.kesehatan mata masyarakat.

Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya
kesehatan masyarakat, puskesmas menjalin kerjasama yang erat
dengan berbagai pelayanan kesehatan rujukan. Untuk upaya
kesehatan

perorangan,

jalinan

kerjasama

tersebut

diselenggarakan dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan
perorangan seperti rumah sakit dan berbagai balai kesehatan
masyarakat

(balai

pengobatan

penyakit

paru-paru,

balai

kesehatan mata masyarakat, balai kesehatan kerja masyarakat,
balai kesehatan olahraga masyarakat, balai kesehatan jiwa
masyarakat, balai kesehatan indra masyarakat). Sedangkan untuk
upaya kesehatan masyarakat, jalinan kerjasama diselenggarakan
dengan

berbagai

sarana

pelayanan

kesehatan

masyarakat

rujukan, seperti Dinas Kesehatan Kota, Balai Teknik Kesehatan
Lingkungan, Balai Laboratorium Kesehatan serta berbagai balai
kesehatan

masyarakat.

Kerjasama

tersebut

diselenggarakan

melalui penerapan konsep rujukan yang menyeluruh dalam
koordinasi.

D. KERJASAMA PENDIDIKAN
1. UPT

Puskesmas

menjalin

Kedokteran,

kerjasama

Kebidanan,

dengan

Keperawatan,

Institusi

dan

bidang

Pendidikan
kesehatan

lainnya, dilandasi itikad baik dan saling menguntungkan serta
dituangkan dalam kesepakatan secara tertulis.
2. Kerjasama antara kedua belah pihak adalah kerjasama yang sehat, serasi
dan terpadu, dengan saling menghormati kewenangan masingmasing dan menjalankan kewajiban dengan penuh tanggungjawab.
3. Tim Koordinasi Pelaksanaan Program Pendidikan yang dibentuk bersama
antara UPT Puskesmas dengan Institusi Pendidikan menjembatani

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

80

kepentingan Intitusi Pendidikan tersebut dan UPT Puskesmas
dalam mencapai tujuan bersama dalam kerjasama pendidikan.
4. Perpanjangan

dan

penghentian

kerjasama

pendidikan

antara

UPT

Puskesmas dengan Institusi Pendidikan didasarkan atas ketentuan
perjanjian yang berlaku.

E. RENCANA STRATEGI BISNIS (RSB) DAN RENCANA BISNIS DAN
ANGGARAN (RBA)
1. Pejabat Pengelola wajib menyusun Rencana Strategis Bisnis (RSB)
lima tahunan dan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) tahunan yang
merupakan penjabaran RSB yang telah disahkan dengan mengacu
pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota
Bandung dan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Bandung.
2. Dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sebelum berakhirnya RSB,
Pejabat Pengelola wajib menyampaikan rancangan RSB periode berikutnya
pada Kepala Daerah (Walikota) melalui sekretaris daerah.
3. Pejabat Pengelola wajib menyampaikan RBA yang telah disetujui Dewan
Pengawas dan/ atau Kepala Dinas Kesehatan kepada DPKAD untuk
dimintakan pengesahan sesuai jadwal pemerintah Kota Bandung untuk
tahun anggaran yang bersangkutan. Dalam kondisi belum dibentuk dewan
pengawas maka pengusulan RBA di sampaikan kepada walikota melalui
sekretaris daerah.
4. Dewan Pengawas dan/atau Kepala Dinas Kesehatan memberikan masukanmasukan pada

saat

penyusunan RSB

dan RBA,

serta

melakukan

pembahasan bersama-sama dengan Pejabat Pengelola sebelum memberikan
persetujuannya
5. Pejabat Pengelola bertanggung jawab atas pelaksanaan RSB dan RBA
serta melaksanakan evaluasi dan pengendaliannya.
6. Setiap perubahan RBA harus disetujui oleh Dewan Pengawas
Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

81

dan/atau Kepala Dinas Kesehatan dan dilakukan melalui mekanisme
perubahan APBD.Dalam kondisi dewan pengawas belum terbentuk,
usulan perubahan RBA disampaikan kepada Walikota melalui Sekda.
7. Dewan Pengawas dan Dinas Kesehatan memantau pelaksanaan RBA
dan kesesuaiannya dengan RSB, serta memberikan masukanmasukan dalam upaya pencapaiannya.

F. PENDELEGASIAN WEWENANG
1. Dalam hal pemimpin BLUD berhalangan, untuk menunjang
kelancaran tugas dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas maka
Pemimpin BLUD dapat mendelegasikan sebagian

wewenang

kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
2. Dalam hal Kepala Sub.Bagian Tata Usaha berhalangan, maka
pemimpin BLUD dapat menunjuk

pegawai lain berdasarkan

kepangkatan, senioritas atau kemampuan manajerial.
3. Pendelegasian wewenang dikaji secara periodik untuk disesuaikan
dengan tuntutan perkembangan Puskesmas.
4. Pendelegasian

wewenang

yang

dilakukan

tidak

melepaskan

tanggung jawab Pemimpin BLUD.

G. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Semua keputusan dalam pertemuan Lokakarya Mini Bulanan,
Lokakarya

Mini

Triwulan

dan

rapat

lainnya

berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
2. Setiap keputusan yang diambil harus

dilakukan

memperhatikan

kepentingan stakeholders UPT Puskesmas, risiko yang melekat,
dan kewenangan yang dimiliki oleh setiap pengambil keputusan
dan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan dan pengaturan sumberdaya pelayanan (tenaga,
Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

82

3. disahkan oleh Pemimpin BLUD. Keputusan-keputusan yang mengikat dapat pula diambil tanpa diadakan rapat. MANAJEMEN RISIKO 1. Kepala Daerah (Walikota). 4. Pejabat Keuangan dan Pejabat Teknis Pengelola BLUD menyusun pedoman penanganan masalah dengan stakeholders yang berkaitan dengan dampak jasa pelayanan kesehatan. 4. Kepala Dinas Kesehatan dan Pejabat Pengelola harus konsisten dalam menjalankan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. Pemimpin BLUD memberikan informasi hasil analisa risiko yang dilakukan kepada Kepala Dinas dan Dewan Pengawas sesuai dengan tingkat kebutuhan. Kepala Dinas dan Dewan Pengawas memantau pelaksanaan pengelolaan risiko Puskesmas dan memberikan masukan untuk perbaikan. 5. H. 2. SPI melakukan kajian terhadap kecukupan pengelolaan risiko yang diterapkan Puskesmas sebagai bahan kajian risiko kepada Pemimpin BLUD.sarana/prasarana) 3. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 83 . Hak mengemukakan pendapat dijunjung tinggi dalam upaya memberikan masukan peningkatan kinerja UPT Puskesmas. Pejabat Pengelola melakukan identifikasi dan kajian terhadap potensi risiko yang dihadapi Puskesmas. Pemimpin BLUD menetapkan strategi dan kebijakan penanganan pengelolaan risiko serta melakukan pengawasan atas pelaksanaannya. asalkan keputusan itu disetujui secara tertulis. Dewan Pengawas. 6. 5.

(3) Pejabat Pengelola menyampaikan laporan realisasi semester pertama anggaran pendapatan dan belanja Unit Kerja serta prognosis untuk enam bulan berikutnya kepada PPKD sebagai dasar penyusunan laporan realisasi semester pertama APBD paling lambat sepuluh hari kerja setelah semester pertama tahun anggaran berkenaan berakhir. (1) Pejabat Pengelola menyusun laporan realisasi semester pertama anggaran pendapatan dan belanja UPT Puskesmas sebagai hasil pelaksanaan anggaran yang menjadi tanggung jawabnya. 2) Laporan Tahunan (1) PPK . 1) Laporan Realisasi Semester Pertama Anggaran Pendapatan dan Belanja. Pejabat Pengelola menyampaikan laporan keuangan UPT Puskesmas sebagai Unit Kerja (Entitas Akuntansi) secara berkala setiap semester dan tahunan kepada Walikota melalui Dinas Kesehatan dan PPKD.Unit Kerja menyiapkan laporan keuangan UPT Puskesmas tahun anggaran berkenaan dan disampaikan kepada Pejabat Pengelola Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka (Kepala Unit Kerja) untuk 84 . PELAPORAN 1. (2) Laporan disiapkan oleh PPK-SKPD dan disampaikan kepada Pimpinan BLUD selaku Pengguna Anggaran untuk ditetapkan sebagai laporan realisasi semester pertama anggaran pendapatan dan belanja serta prognosis untuk enam bulan berikutnya paling lama tujuh hari kerja setelah semester pertama tahun anggaran berkenaan berakhir. Laporan disertai dengan prognosis untuk enam bulan berikutnya.I.

semester dan tahunan kepada Walikota. Catatan Atas Laporan Keuangan (5) Laporan keuangan Unit Kerja dilampiri dengan surat pernyataan kepala Unit Kerja bahwa pengelolaan APBD yang menjadi tanggungjawabnya telah diselenggarakan dengan sistem pengendalian intern yang memadai dan standar akuntansi pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Laporan keuangan Unit Kerja disampaikan kepada Walikota melalui Dinas Kesehatan dan PPKD paling lambat dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. Neraca c. 2. 1) Setiap transaksi keuangan BLUD harus diakuntansikan dan dokumen pendukungnya dikelola secara tertib 2) Akuntansi dan laporan keuangan BLUD disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.ditetapkan sebagai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Unit Kerja. (3) Laporan keuangan disusun oleh pejabat pengguna anggaran sebagai hasil pelaksanaan anggaran yang berada di Unit Kerja yang menjadi tanggungjawabnya. Laporan Ralisasi Anggaran b. Dalam rangka konsolidasi dengan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah terlebih dulu harus dilakukan penyesuaian atau dikonversikan dengan Standar Akuntansi Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 85 . (4) Laporan keuangan Unit Kerja terdiri dari: a. Pejabat Pengelola menyampaikan laporan keuangan UPT Puskesmas sebagai BLUD (Entitas Pelaporan) secara berkala setiap triwulan.

Laporan realisasi anggaran/laporan operasional yang berisi informasi jumlah pendapatan dan biaya BLUD selama satu periode b. untuk dengan laporan pemerintah daerah secara berkala paling lambat 1 (satu) bulan setelah periode pelaporan berakhir. setiap laporan sebelum menyetujui dan menyampaikannya kepada Walikota 5. kewajiban. Pejabat Pengelola wajib mengungkapkan informasi penting dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan UPT Puskesmas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku secara tepat waktu. Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan laporan kepada Walikota secara berkala baik triwulan maupun tahunan serta pada setiap waktu yang diperlukan mengenai perkembangan UPT Puskesmas. akurat. Neraca yang menggambarkan posisi keuangan mengenai aset. e. Laporan keuangan BLUD merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah daerah.Pemerintahan (SAP) dan mengacu pada Permendagri nomor 13 Tahun 2006. d. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu c. Kepala Dinas Kesehatan wajib membahas secara bersama-sama dengan Pejabat Pengelola. jelas dan obyektif 4. 3. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 86 . Catatan atas laporan keuangan yang berisi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalam laporan keuangan disertai laporan mengenai kinerja. Laporan keuangan BLUD disampaikan secara berkala kepada PPKD dikonsolidasikan melalui Dinas Kesehatan. tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah 3) Laporan Keuangan BLUD setidak-tidaknya terdiri dari: a.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pejabat Pengelola melalui mekanisme yang telah ditetapkan K. Pejabat Pengelola menetapkan mekanisme penyampaian laporan pertanggungjawaban setiap bidang dalam suatu sistem pengendalian internal yang memadai J. 4) Kepala Dinas Kesehatan melaporkan kepada Walikota apabila terjadi gejala kemunduran kinerja UPT Puskesmas. Pejabat Pengelola BLUD menetapkan persyaratan jabatan dan proses Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 87 . Kepala Dinas Kesehatan wajib menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas yang telah dilakukan pada akhir masa jabatan. 5) Walikota menilai kinerja UPT Puskesmas.6. 2) Penilaian kinerja terhadap bidang/bagian dilakukan setiap tahun dan dilakukan secara transparan. 7. 8. Pejabat Pengelola menyampaikan Laporan Manajemen setiap triwulan kepada Kepala Dinas Kesehatan paling lambat 1 (satu) bulan setelah triwulan berakhir 9. Hasil penilaian kinerja dilaporkan kepada Walikota. Pejabat Pengelola menyampaikan laporan khusus kepada Kepala Dinas Kesehatan setiap ada kejadian penting. AKUNTABILITAS BERBASIS KINERJA DAN PENILAIAN KINERJA 1) Pejabat Pengelola melaporkan hasil pencapaian kinerja kepada Dinas Kesehatan untuk disampaikan kepada Wallikota. SUKSESI MANAJEMEN 1. 3) Kinerja Pejabat Pengelola dievaluasi secara berkala pada setiap akhir tahun anggaran atau sewaktu-waktu apabila dibutuhkan oleh Dinas Kesehatan dengan menggunakan kriteria penilaian yang umum berlaku dalam UPT Puskesmas.

4. Filosofi dan gaya manajemen. Integritas. Dewan Pengawas memantau pengisian formasi Kepala Instalasi/SPI /Pelaksana Urusan dalam upaya menjaring dan mengusulkan calon Pejabat Pengelola kepada Kepala Daerah (Walikota). 3) menciptakan efisiensi dan produktivitas. dan 4) mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen dalam penerapan praktek bisnis yang sehat 2. Penetapan persyaratan jabatan dan proses seleksi untuk Kepala Instalasi/SPI/Pelaksana Urusan harus dilaporkan kepada Dewan Pengawas 3. PENGENDALIAN INTERNAL 1. 2) menciptakan keakuratan data akuntansi. Pejabat Pengelola menetapkan program pengembangan kemampuan pegawai Rumah Sakit baik fungsional maupun struktural secara transparan. L. Sistem Pengendalian Internal antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut: 1) Lingkungan Pengendalian Internal yang disiplin dan terstruktur.seleksi untuk Kepala Instalasi/SPI/Pelaksana Urusan sesuai dengan kebutuhan UPT Puskesmas dalam menjalankan strategi 2. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 88 . yang terdiri dari: a. nilai etika dan kompetensi pegawai b. Pejabat Pengelola harus menetapkan Sistem Pengendalian Internal yang efektif untuk mengamankan investasi dan aset UPT Puskesmas serta membantu manajemen dalam hal : 1) upaya-upaya mengamankan harta kekayaan (safe guarding of assets).

Aktivitas Pengendalian. dilakukan dalam yaitu suatu tindakan-tindakan proses pengendalian yang terhadap kegiatan UPT Puskesmas pada setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi. Pengorganisasian dan pengembangan Sumber Daya Manusia. Laporan tidak hanya berhubungan data internal. tetapi juga informasi tentang kejadian eksternal.c. tugas dan penilaian atas keamanan prestasi terhadap kerja. verifikasi. Cara yang ditempuh manajemen dalam melaksanakan kewenangan dan tanggung jawabnya. aset UPT Puskesmas. otorisasi. menganalisis. pembagian rekonsiliasi. yaitu suatu proses untuk mengidentifikasi. antara lain mencakup kebijakan dan prosedur yang kewajibannya membantu dan manajemen menjamin bahwa melaksanakan tindakan penting dilakukan untuk mengatasi risiko yang dihadapi dalam mencapai sasaran UPT Puskesmas. d. 3) Sistem Informasi dan Komunikasi. menilai dan mengelola risiko usaha relevan. e. kegiatan dan kondisi penting untuk menginformasikan pengambilan keputusan dan laporan eksternal. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 89 . finansial. Kegiatan pengendalian termasuk serangkaian kegiatan seperti kewenangan. yaitu suatu proses penyajian laporan keuangan mengenai kegiatan operasional. Perhatian dan arahan yang dilakukan oleh Pejabat Pengelola 2) Pengkajian dan Pengelolaan Risiko. dan ketaatan atas ketentuan dan peraturan yang berlaku pada UPT Puskesmas yang memungkinkan Pejabat Pengelola dan Manajemen untuk menjalankan dan mengendalikan kegiatan usahanya.

bersaing. 3. Pejabat Pengelola menetapkan mekanisme pengadaan barang dan jasa dengan memperhatikan pemerataan kesempatan berusaha. akuntabel dan praktik bisnis yang sehat. 4. 3. M. 4. yaitu proses penilaian terhadap kualitas sistem pengendalian internal. PENGADAAN BARANG DAN JASA 1. Pelaksana Pengadaan terdiri dari personil yang memahami tatacara pengadaan. adil/tidak diskriminatif. termasuk fungsi audit internal pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi UPT Puskesmas sehingga dapat dilaksanakan secara optimal. Pengadaan Barang dan Jasa dilaksanakan oleh Pelaksana Pengadaan yang dapat berbentuk tim. Pejabat Pengelola menindaklanjuti laporan hasil evaluasi atas pengendalian internal yang dilaksanakan Inspektorat Kota dan melaporkan perkembangan tindak lanjut tersebut kepada Walikota melalui Kepala Dinas Kesehatan. efektif. dengan ketentuan bahwa penyimpangan yang terjadi dilaporkan kepada Pejabat Pengelola dan tembusannya kepada Dinas Kesehatan. substansi pekerjaan/kegiatan yang bersangkutan dan bidang lain yang diperlukan dan membuat laporan pelaksanaan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 90 . 2.4) Monitoring. Kepala Dinas Kesehatan memantau perkembangan tindak lanjut atas laporan hasil evaluasi Inspektorat Kota. Pengadaan barang dan jasa wajib menerapkan prinsip-prinsip efisien. ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip pengendalian yang memadai. transparan. panitia atau unit yang dibentuk oleh pemimpin BLUD yang ditugaskan secara khusus untuk melaksanakan pengadaan barang dan/atau jasa guna keperluan Rumah Sakit.

d. c. diberikan terhadap pengadaan barang dan/atau jasa yang sumber dananya berasal dari: a. Fleksibilitras sebagaimana dimaksud pada poin 5 di atas.tugasnya secara berkala kepada Pemimpin BLUD. 6. Pengadaan barang/jasa untuk BLUD dengan status penuh dapat diberikan fleksibilitas berupa pembebasan sebagian atau seluruhnya dari ketentuan yang berlaku umum bagi pengadaan barang dan/atau jasa pemerintah apabila terdapat alasan efektivitas dan/atau efisiensi. b. 5. Kebijakan Keuangan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 91 . Jasa layanan Hibah tidak terikat Hasil kerjasama dengan pihak lain Lain-lain pendapatan BLUD yang sah N. KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PEMBERIAN LAYANAN JASA (STANDAR DAN TARIF) 1.

Padasuka Kota Bandung didukung Upt dengan anggaran belanja baik yang berasal dari APBD Kabuputen. transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan dengan memperhatikan azas keadilan dan kesesuaian.1) UPT Puskesmas menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan daerah yang diterbitkan oleh PPKD Pemerintah Kota Bandung. 4) Dalam rangka Puskesmas pencapaian sasaran-sasaran strategis. biaya. Perencanaan dan alokasi anggaran UPT Puskesmas didasarkan pada program dan kegiatan yang telah ditetapkan yang berorientasi pada kinerja. APBN maupun dana lainnya sebagai pendapatan daerah. Pejabat Pengelola Keuangan UPT Puskesmas mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan pendapatan. dan biaya pengadaan barang/jasa. 5) Subsidi dari pemerintah dapat berupa biaya gaji. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 92 . 2) UPT Puskesmas mengembangkan dan menerapkan sistem akuntansi dengan berpedoman pada akuntansi keuangan daerah yang berlaku untuk BLUD UPT Puskesmas Padasuka. aset. biaya pengadaan barang modal. APBD Propinsi. efisiensi dan produktivitas dengan berazaskan akuntabilitas dan transparansi. 3) Pengelolaan keuangan UPT Puskesmas berdasarkan pada prinsip efektifitas. Pengelolaan anggaran dilaksanakan secara tertib. kewajiban dan ekuitas dana untuk kemudian diposting di dalam Buku Besar UPT Puskesmas yang dijadikan dasar untuk pembuatan Neraca Saldo UPT Puskesmas Padasuka.

tunjangan tetap. 32 tahun 2011 yang memastikan bahwa seluruh layanan kesehatan dilaksanakan secara profesional sesuai standar yang mencakup kualitas layanan. bonus atas prestasi kerja. Pola Tarif Layanan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 93 . kompetensi dan pelayanan medis dalam rangka mencapai kualitas layanan yang dipersyaratkan melalui penerapan sistem manajemen mutu untuk menjamin kepuasan pelanggan dan Badan Penyantun Puskesmas (BPP). Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1) Walikota telah menetapkan standar pelayanan minimal bidang kesehatan dalam Peraturan Walikota No. 2. 2) Pejabat Pengelola harus menetapkan mekanisme pemberian layanan jasa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3) Pemberian jasa pelayanan kesehatan dilaksanakan oleh staf medis dan tenaga kesehatan lainnya secara profesional sesuai dengan standar profesi.6) Pejabat pengelola BLUD dan pegawai BLUD dapat diberikan remunerasi sesuai dengan tingkat tanggungjawab dan tuntutan profesionalisme yang diperlukan. pemerataan dan kesetaraan layanan. insentif. pesangon. biaya serta kemudahan untuk mendapatkan layanan. honorarium. 7) Remunerasi adalah imbalan kerja yang dapat berupa gaji. dan atau pensiun yang diberikan kepada pejabat pengelola UPT Puskesmas dan pegawai UPT Puskesmas yang ditetapkan oleh Walikota berdasarkan usulan yang disampaikan oleh Kepala Dinas melalui Sekretaris Daerah. 3.

yaitu sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan 2. Rapat Pejabat Pengelola dijadwalkan minimum 1 (satu) kali dalam Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 94 . RAPAT LAINNYA DAN RISALAH RAPAT 1. Rapat bersama dinyatakan sah apabila dihadiri minimal 2/3 dari jumlah dewan pengawas dan pejabat pengelola. Rapat Dewan Pengawas harus diadakan secara berkala. Dalam kondisi tertentu. 2) Peraturan Walikota mengenai tarif layanan UPT Puskesmas dapat dilakukan perubahan sesuai kebutuhan dan perkembangan keadaan baik keseluruhan maupun per unit layanan. Rapat Bersama Dewan Pengawas dan Pejabat Pengelola dilaksanakan 3 (tiga) bulan sekali.1) Tarif layanan yang diberikan Puskesmas menggunakan Peraturan Daerah Kota bandung No. 15 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Milik Pemerintah Daerah Di Luar Rumah Sakit. 3) Pejabat Pengelola menetapkan strategi dan kebijakan terhadap pemberian layanan kesehatan serta melakukan pengawasan atas pelaksanaannya 4) UPT Puskesmas evaluasi Kecamatan terhadap cibeunying pelayanan kidul kesehatan melakukan yang telah dilaksanakan bersama-sama dengan Puskesmas dan Badan Penyantun Puskesmas (BPP) pada akhir periode untuk dasar penentuan dan bahan masukan pada periode berikutnya O. 3. Rapat Bersama dapat diadakan di luar jadwal tersebut untuk membahas hal-hal penting dan mendesak yang memerlukan persetujuan Dewan Pengawas. RAPAT DEWAN PENGAWAS.

Pejabat Pengelola bertanggungjawab untuk memastikan agar informasi mengenai UPT Puskesmas diberikan kepada Walikota melalui Dinas Kesehatan secara tepat waktu dan lengkap 3. Kepala UPT Puskesmas melakukan komunikasi secara efektif dengan unit kerja. dan Dinas Kesehatan melalui media komunikasi yang tepat dan efisien 4. Pejabat Pengelola dapat sewaktu-waktu mengundang Dewan Pengawas untuk mengadakan rapat bersama 5. 7.sebulan. Bila dipandang perlu. Pemerintah Kota bandung. 2. Dinas Kesehatan . 6. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Pejabat Pengelola menetapkan kebijakan mengenai komunikasi dan pengelolaan informasi termasuk klasifikasi kerahasiaan informasi Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 95 . termasuk yang tidak hadir dalam rapat tersebut. MEDIA KOMUNIKASI DAN INFORMASI 1. Risalah rapat harus dibuat setiap menyelenggarakan rapat dan penyusunannya memperhatikan dinamika rapat termasuk adanya dissenting comments (perbedaan pendapat) yang sampai dengan berakhirnya rapat tidak diperoleh kata sepakat. P. Pejabat Pengelola. Risalah asli harus didokumentasikan dan disimpan oleh pejabat keuangan Rumah Sakit dan harus selalu tersedia bila diperlukan. sesama Pejabat Pengelola. sesuai peraturan yang ditetapkan Pemerintah dalam UndangUndang RI No. BPP dan stakeholders lainnya berhak memperoleh informasi yang lengkap dan akurat mengenai UPT Puskesmas secara proporsional. Risalah rapat disampaikan kepada semua anggota Dewan Pengawas dan Pejabat Pengelola. 4.

4. 2. dan pegawai UPT Puskesmas wajib menjaga kerahasiaan informasi UPT Puskesmas sesuai dengan peraturan yang berlaku.5. Dinas Kesehatan. Dewan Pengawas memantau perkembangan tindak lanjut atas laporan hasil audit Auditor Eksternal. Pemerintah Kota bandung selaku pemilik tidak diperkenankan mencampuri kegiatan operasional UPT Puskesmas yang menjadi tanggungjawab Pejabat Pengelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 96 . 3. Pejabat Pengelola menunjuk auditor dengan persetujuan eksternal yang Dewan Pengawas independen sesuai dapat dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 6. R. 7. Auditor Eksternal menyampaikan laporan hasil audit kepada Pejabat Pengelola dan Dewan Pengawas secara tepat waktu. Q. PENUNJUKAN DAN PERAN AUDITOR EKSTERNAL 1. Auditor Eksternal melakukan audit terhadap laporan keuangan Rumah Sakit untuk memberikan pendapat atas kewajaran penyajian laporan keuangan secara independen dan professional. Pejabat Pengelola. Rumah Sakit harus menyediakan semua catatan akuntansi dan data penunjang yang diperlukan Auditor Eksternal. KONFLIK KEPENTINGAN 1. Pejabat Pengelola wajib menyampaikan kepada Dewan Pengawas menyangkut alasan pencalonan dan besarnya honorarium/imbal jasa yang diusulkan untuk auditor eksternal Rumah Sakit. 5. Inspektorat Kota. Pejabat Pengelola menindaklanjuti laporan hasil audit yang dilaksanakan Auditor Eksternal dan melaporkan perkembangan tindak lanjut tersebut kepada Dewan Pengawas.

3. 3. yang ditentukan oleh Walikota S. Pejabat Pengelola dilarang melakukan transaksi yang mempunyai benturan kepentingan dan mengambil keuntungan pribadi dari kegiatan UPT Puskesmas selain gaji dan fasilitas yang diterimanya sebagai Pejabat Pengelola. langsung atau tidak langsung pada usaha lain yang bertujuan mencari laba 4. Kebijakan pengelolaan lingkungan terkait penanganan sampah dan limbah berupa kebijakan tentang tata cara/aturan pengelolaan lingkungan dan limbah dalam usaha tercapainya kesehatan lingkungan baik internal maupun eksternal. jabatan struktural dan fungsional lainnya pada instansi/ lembaga pemerintah pusat dan daerah. Pejabat Pengelola harus memastikan bahwa berupaya mempedulikan kelestarian UPT Puskesmas selalu lingkungan alam dan lingkungan wilayah kerja UPT sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku. serta jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan. kimia dan biologi. Pejabat Pengelola menetapkan dan menjalankan program yang terkait dengan tanggung jawab sosial UPT Puskesmas secara periodik dan melaporkannya kepada Kepala Dinas Kesehatan. Pejabat Pengelola dilarang memangku jabatan rangkap sebagai anggota Pejabat Pengelola pada UPT Puskesmas lain. TANGGUNGJAWAB SOSIAL UPT PUSKESMAS DAN PENANGANAN LIMBAH 1. Pejabat Pengelola harus memastikan bahwa UPT Puskesmas selalu berupaya melakukan penangananan sampah dan limbah terutama limbah medis berupa benda fisik. diatur tersendiri.2. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 97 . Pejabat Pengelola tidak boleh mempunyai kepentingan pribadi. 2.

BUDAYA KERJA DAN ETIKA 1. U. jujur. peduli. 2. Pejabat Pengelola. dan Pegawai UPT Puskesmas dilarang untuk memberikan atau menawarkan. dan tanggap terhadap setiap kegiatan UPT Puskesmas serta kepentingan pihak stakeholders 4. donasi untuk tujuan amal dapat dibenarkan. Budaya organisasi dan budaya kerja dikembangkan untuk memotivasi pegawai dalam bekerja 5. UPT Puskesmas melaksanakan usaha jasa pelayanan kesehatan yang bekerja sama dengan lintas program dan lintas sektor terkait dengan menjunjung tinggi norma etis.4. BPP memantau dan memberikan masukan terhadap pelaksanaan program Puskesmas yang terkait dengan tanggung jawab sosial UPT Puskesmas T. Setiap insan UPT Puskesmas wajib menjunjung tinggi nilai-nilai etika yang dibangun dalam UPT Puskesmas 3. 2. Seluruh pegawai UPT Puskesmas harus menerapkan maklumat pelayanan yang disepakati secara konsisten dan melakukan evaluasi secara periodik. Budaya organisasi dan budaya kerja dibangun untuk menjaga berlangsungnya lingkungan kerja yang profesional. 3. terbuka. atau seorang pejabat pemerintah untuk mempengaruhi atau Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 98 . Donasi untuk tujuan lain hanya boleh dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pihak ketiga. atau menerima baik langsung ataupun tidak langsung sesuatu yang berharga kepada pelanggan. Dalam batas kepatutan. BUDAYA ORGANISASI. DONASI DAN ETIKA BERUSAHA 1.

akuntabilitas. yaitu transparansi. Pejabat Pengelola wajib menyampaikan hasil kinerja keuangan dan kinerja operasional kepada Inspektorat Kota apabila sedang dilakukan pemeriksaan. sumbangan. seperti hadiah. efisiensi. 2. 5. dan prinsipprinsip tata kelola. serta kewajaran 4. PEMANTAUAN KETAATAN TATA KELOLA 1. Sistem nilai. pengujian dan penilaian atas pelaksanaan kegiatan. tidak boleh dilakukan pada suatu keadaan yang dapat dianggap sebagai perbuatan yang tidak patut. 5. atau "entertainment". Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 99 .sebagai imbalan atas apa yang telah dilakukannya dan tindakan lainnya sesuai peraturan perundang. budaya. pertanggungjawaban. etika kerja dan etika usaha Puskesmas lebih lanjut diatur dalam Pedoman Perilaku V. UPT Puskesmas harus secara aktif mengungkapkan sejauhmana pelaksanaan prinsip tata kelola dan masalah yang dihadapi kepada Kepala Dinas Kesehatan. Pemilik berpartisipasi dalam melaksanakan penerapan tata kelola sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya 3.undangan yang berlaku 4. Pejabat Pengelola dalam melaksanakan tugasnya wajib menerapkan prinsip-prinsip profesionalisme. kemandirian. Suatu tanda terima kasih dalam kegiatan usaha. Dinas Kesehatan memantau praktik Tata Kelola yang efektivitas diterapkan pelaksanaan UPT praktik- Puskesmas dan melaporkannya kepada Walikota.

responsibilitas dan independensi untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas UPT Puskesmas dengan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan. akuntabilitas. Rincian biaya pelayanan e.BAB IV PENEGAKAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA UPT Puskesmas bertekad mewujudkan tata kelola yang baik melalui penerapan prinsip-prinsip transparansi. perencanaan. Prosedur pelayanan c. Transparansi penyelenggaraan kegiatan pelayanan kesehatan merupakan pelaksanaan tugas dan kegiatan yang bersifat terbuka bagi masyarakat dari proses kebijakan. pengawasan dan pengendaliannya. terutama meliputi kegiatan pelayanan publik yang terkait dengan: a. Waktu penyelesaian pelayanan f. Persyaratan teknis dan administratif pelayanan d. 4.1 TRANSPARANSI UPT Puskesmas telah berupaya menerapkan prinsip-prinsip transparansi dalam penyelenggaraan kegiatan pelayanan kesehatan dengan menerapkan azas keterbukaan yang dibangun atas dasar kebebasan arus informasi agar informasi yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan UPT Puskesmas dapat diterima secara langsung bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Manajemen dan penyelenggaraan pelayanan publik b. serta mudah diakses oleh semua pihak yang membutuhkan informasi. Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 100 . pelaksanaan.

Lokasi pelayanan h. jelas dan obyektif. Melaporkan perkembangan barang-barang inventaris dan barang tidak bergerak milik UPT Puskesmas tiap semesteran dan tahunan kepada pihak-pihak yang berkompeten sesuai peraturan perundang. adil/tidak diskriminatif. 3. Tarif pelayanan kesehatan yang diumumkan sesuai dengan Peraturan Daerah yang berlaku. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 101 .bersaing. Informasi pelayanan Dalam membangun prinsip-prinsip transparansi tersebut di atas. Pengadaan barang dan jasa diterapkan dengan memegang prinsipprinsip efisien. upaya-upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh UPT Puskesmas adalah dengan menetapkan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan: 1. Janji pelayanan i. Pejabat Pengelola menyusun Rencana Strategis Bisnis (RSB) lima tahunan dan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) tahunan yang merupakan penjabaran RSB yang telah disyahkan dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota bandung. Memasang tarif pelayanan kesehatan pada tempat-tempat terbuka yang mudah dilihat banyak orang seperti pada Loket Pendaftaran. 5. akurat. transparan. 2. akuntabel dan praktik bisnis yang sehat. IRD dan PONED.undangan. efektif. Pejabat Pengelola menyampaikan laporan keuangan UPT Puskesmas sebagai Unit Kerja (Entitas Akuntansi) secara berkala setiap semester dan tahunan kepada Bupati melalui Dinas Kesehatan. Pejabat Pengelola mengungkapkan informasi penting dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan UPT Puskesmas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku secara tepat waktu. 4. 6.g.

UPT Puskesmas telah membuat dan mempublikasikan Visi dan Misi UPT Puskesmas. 2. 4.2 AKUNTABILITAS Akuntabilitas di lingkungan UPT Puskesmas pada dasarnya merupakan pertanggungjawaban pengelolaan sumberdaya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada UPT Puskesmas dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik sesuai dengan visi dan misi UPT Puskesmas. formulir kesan dan pesan dan fasilitas pengaduan melalui sambungan telepon dengan nomor (022)5940017.7. mekanisme/prosedur pencapaian Akuntabilitas mencakup tujuan yang di dalamnya mengandung kebijakan-kebijakan mulai dari perencanaan sampai dengan pertanggungjawaban. Menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan melakukan konfirmasi langsung dengan petugas dimaksud dan memberikan saran perbaikan yang dilakukan oleh Kepala UPT Puskesmas. Pemberian jasa pelayanan kesehatan dilaksanakan oleh staf medis dan tenaga kesehatan lainnya secara profesional sesuai dengan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 102 . Memfasilitasi pengaduan pasien melalui penyediaan kotak saran. 8. Pejabat Pengelola menetapkan tolok ukur kinerja masing-masing bidang untuk mendukung kinerja UPT Puskesmas dan Puskesmas 3. Pejabat Pengelola menetapkan mekanisme penyampaian laporan pertanggungjawaban setiap bidang dalam suatu sistem pengendalian intern yang memadai. Pejabat Pengelola menetapkan mekanisme pemberian layanan jasa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Pelaksanaan akuntabilitas di UPT Puskesmas dijabarkan dalam berbagai kebijakan antara lain sebagai berikut: 1. Kepala Puskesmas atau Koordinator Pelayanan.

5. dalam suatu sistem nilai yang menjunjung tinggi norma etis. Setiap insan UPT Puskesmas menjunjung tinggi nilai-nilai etika yang dibangun dalam UPT Puskesmas 7. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 103 . baik intern maupun ekstern. Tugas dan kewajiban tiap-tiap fungsi atau organ UPT Puskesmas telah diuraikan dengan jelas dalam bentuk Job Description. Pejabat Pengelola menetapkan dan menjalankan program yang terkait dengan tanggung jawab sosial UPT Puskesmas secara periodik. 8. 4. Menyiapkan data yang dibutuhkan untuk penyusunan laporan kinerja Instansi pemerintah (LAKIP) setiap tahun.3 RESPONSIBILITAS UPT Puskesmas harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen. Pejabat Pengelola melakukan identifikasi dan kajian terhadap potensi risiko yang dihadapi UPT Puskesmas Pejabat Pengelola menetapkan strategi dan kebijakan penanganan pengelolaan risiko serta melakukan pengawasan atas pelaksanaannya. UPT Puskesmas melaksanakan kegiatan usaha dan dalam berhubungan dengan lingkungan. 2. kompetensi dan pelayanan medis dalam rangka mencapai kualitas layanan yang dipersyaratkan melalui penerapan sistem manajemen mutu untuk menjamin kepuasan pelanggan dan seluruh stakeholders.standar profesi. 6. Pelaksanakan responsibilitas UPT Puskesmas diuraikan dalam berbagai kebijakan sebagai berikut: 1.

UPT Puskesmas harus dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain. Setiap keputusan yang diambil memperhatikan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 104 . Pelaksanakan prinsip independensi UPT Puskesmas lebih lanjut dijabarkan dalam berbagai kebijakan sebagai berikut: 1. 5. Pejabat Pengelola wajib membuat dokumen lingkungan bekerjasama dengan BPLHD Kota bandung. Semua keputusan dalam rapat dilakukan berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Prinsip kehati-hatian dalam bekerja diterapkan melalui pengawasan atasan langsung secara berjenjang 4.3. Gakin) dengan bekerja sama dengan pengelola asuransi kesehatan. Pendelegasian sebagian kewenangan Pejabat Pengelola kepada Kepala Bidang/Koordinator unit pelayanan diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan pertimbangan untuk menunjang kelancaran tugas dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Pejabat Pengelola harus memastikan bahwa UPT Puskesmas selalu berupaya mempedulikan kelestarian lingkungan alam dan lingkungan sosialnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Koordinator unit pelayanan harus melaksanakan wewenang yang didelegasikan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan memberikan laporan pelaksanaannya secara berkala kepada Pejabat Pengelola.4 INDEPENDENSI Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG. 3. 4. 2. UPT Puskesmas melaksanakan jasa pengobatan gratis terhadap pasien masyarakat miskin (Maskin. 6.

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 105 . Pejabat Pengelola dilarang memangku jabatan rangkap sebagai pejabat jabatan struktural dan fungsional lainnya pada instansi/lembaga Pemerintah Daerah. 4. Penyusunan daftar kebutuhan obat berorientasi pada kepentingan pasien. serta jabatan Pengelola pada UPT Puskesmas lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan 7. Bupati. Kepala Dinas Kesehatan dan Pejabat Pengelola konsisten dalam menjalankan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. distributor atau pihak-pihak tertentu yang menguntungkan salah satu pihak saja. tidak berorientasi pada kepentingan detailer. dan kewenangan yang dimiliki oleh setiap pengambil keputusan.kepentingan stakeholders UPT Puskesmas risiko yang melekat. 8. Penyusunan struktur organisasi dilaksanakan melalui musyawarah bersama untuk mencapai mufakat agar tugas dan fungsi UPT Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal. Penyusunan struktur organisasi tidak didasarkan atas kepentingan personal atau sektoral semata. 6. Pemerintah Kota bandung selaku pemilik tidak diperkenankan mencampuri kegiatan operasional UPT Puskesmas yang menjadi tanggung jawab Pejabat Pengelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5.

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 106 .

terhindar dari unjuk rasa berlebihan yang tidak sehat. dan dapat menjaga kontinuitas kesehatan operasional kepada UPT Puskesmas masyarakat yang Dengan berjalan adanya dengan pelayanan baik dapat meningkatkan citra UPT Puskesmas baik di mata stakeholders maupun UPT Puskesmas lainnya. PENGGUNA JASA 1. Di sisi lain. 1. Pengelolaan yang baik bermanfaat bagi UPT Puskesmas dalam menekan benturan-benturan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 107 . kesalahpahaman. UPT Puskesmas menghormati hak-hak pasien selaku pengguna jasa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. UPT Puskesmas memenuhi komitmennya kepada pengguna jasa sesuai standar layanan yang telah ditetapkan. dinamis dan saling menguntungkan.BAB V PENGELOLAAN HUBUNGAN DENGAN STAKEHOLDERS Hubungan UPT Puskesmas dengan stakeholders-nya perlu dikelola sedemikian rupa sehingga tercipta hubungan yang harmonis. baik manfaat ekonomi maupun manfaat sosial dengan tanpa mencederai lingkungan hidup di mana masyarakat tinggal. 2. keberadaan UPT Puskesmas diharapkan dapat mendatangkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar.1.

BPJS. Jamkesda dan Asuransi kesehatan lainnya 2. Kerjasama UPT Puskesmas dengan mitra usaha dapat berupa transaksi jual beli barang atau jasa serta Kerja Sama Operasional dalam bentuk kerjasama pelayanan kesehatan. 4. UPT Puskesmas menjalin kerjasama dengan mitra bisnis dilandasi dengan itikad baik. Mitra usaha meliputi rekanan. dan tenaga lainnya adalah aset yang sangat berharga. transparansi. 2. 1. pemanfaatan alat kedokteran dan kerjasama lainnya yang sah. MITRA USAHA 1. 1. pendidikan dan pelatihan. 3. maka UPT Puskesmas berkewajiban meningkatkan kompetensi dan karakternya. Setiap kebijakan UPT Puskesmas yang terkait dengan pegawai disusun secara transparan. pembangunan gedung. PEGAWAI 1. UPT Puskesmas dan mitra bisnis bermitra secara profesional dengan mematuhi setiap kesepakatan yang telah dituangkan dalam kontrak kerjasama. kewajaran dan tidak merugikan stakeholders serta dituangkan dalam kesepakatan secara tertulis. tenaga paramedis. UPT Puskesmas dapat memberikan penghargaan yang pantas kepada pegawai yang berprestasi. saling menguntungkan. Penanganan keluhan pengguna jasa dilakukan secara profesional melalui mekanisme yang baku dan transparan.3. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 108 . Pegawai yang terdiri dari tenaga medis. mengakomodasi kepentingan pegawai dan peraturan perundang-undangan yang terkait.3.2. akuntabilitas.

UPT Puskesmas memberi kesempatan yang sama tanpa membedakan senioritas. yaitu :  Penetapan BLUD  Pengangkatan Pejabat Pengelola BLUD  Pengaturan pejabat/pegawai BLUD non PNS  Penatausahaan keuangan BLUD yang bersumber dari non APBD/APBN. dan antar golongan. UPT Puskesmas menciptakan kondisi kerja dengan selalu memperhatikan tingkat kesehatan dan keselamatan kerja pegawai.3. ras. 1. Sistem penilaian kinerja pegawai ditetapkan dan dilaksanakan secara adil dan transparan. gender. Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai atau perjanjian dengan pegawai dibuat secara tertulis dengan memuat hak dan kewajiban setiap pihak secara jelas. 7. Dalam melaksanakan hubungan kerja dengan pegawai. 5. 6.  Penetapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)  Kebijakan Akuntansi  Pengaturan renumerasi  Pengaturan RSB/RBA  Pengaturan tarif layanan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 109 .4. 4. UPT Puskesmas menghormati hak asasi serta hak dan kewajiban pegawai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. agama. PEMERINTAH SELAKU REGULATOR Pemerintah Daerah Kota Bandung menetapkan peraturan perundangundangan yang terkait dengan kegiatan UPT Puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah. suku.

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 110 . UPT Puskesmas selalu berusaha mendorong munculnya kebutuhan masyarakat atas kesehatan lingkungan serta pengelolaan sampah medis secara khusus dalam upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Panduan Tata Kelola ini disusun dengan memperhatikan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Dalam rangka pengelolaan sampah medis UPT Puskesmas bekerjasama dengan PT.5. UPT Puskesmas memastikan bahwa dalam kegiatan usaha untuk pelayanan kesehatan. Pengaturan kerjasama  Pengaturan pengadaan barang jasa 1. MASYARAKAT SEKITAR DAN LINGKUNGAN 1. BAB VI PENUTUP 1. telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan dan senantiasa mempertimbangkan aspek lingkungan lainnya yang terkait. UPT Puskesmas memegang teguh azas kepedulian dan keadilan terhadap masyarakat sekitar lingkungan operasional UPT Puskesmas 2. Medivest (MOU terlampir) 3.

Panduan Tata Kelola ini ditelaah dan dimutakhirkan secara berkala untuk disesuaikan dengan fungsi. Setiap perubahan terhadap Panduan Tata Kelola harus disetujui oleh Pejabat Pengelola dan Dinas Kesehatan Kota bandung. 3. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 111 . 4. dan wewenang organ-organ Puskesmas serta perubahan lingkungan yang terjadi.2. tanggung jawab. Hal-hal lain yang tidak dimuat dalam pedoman ini tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung ketenagaannya dibagi menjadi kelompok struktural dan kelompok fungsional 1. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 1 . wewenang dan hak seorang PNS dalam suatu satuan organisasi dimana pelaksanaan tugasnya berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu. Pengembangan jumlah SDM yang memadai baik jumlah dan jenis nya dapat mewujudkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.Kelompok Struktural Adalah kelompok tenaga profesional yang bertugas membantu Kepala UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung dalam pengelolaan profesional tertentu yang pembentukan dan keanggotaannya ditetapkan dengan keputusan kepala daerah. Kepala UPT Puskesmas b.Lampiran 1 PENGELOLAAN SDM UPT PUSKESMAS A. PENDAHULUAN Pengelolaan sumber daya manusia merupakan pengaturan dan kebijakan yang jelas mengenai sumber daya manusia yang berorientasi pada pemenuhan secara kuantitatif dan kualitatif untuk kemajuan suatu organisasi atau instansi. tanggung jawab. fungsi dan beban kerja yang didasarkan pada perencanaan pengembangan UPT Puskesmas. begitupun untuk UPT Puskesmas. Kepala Sub Bagian Tata Usaha 2. Kelompok Struktural di Padasuka Kota Bandung terdiri dari : a. Jumlah dan jenis SDM disesuaikan dengan tugas.Kelompok Jabatan Fungsional Adalah kedudukan yang menunjukkan tugas.

PENGELOLAAN SDM Sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah karyawan yang merupakan aset yang berharga (brainware) dalam suatu organisasi/UPT Puskesmas perlu dikelola dengan baik. Asisten Apotek B. Dokter dan Dokter Gigi b. Sanitarian g. Perawat dan perawat gigi c. Manajemen SDM UPT Puskesmas harus dikelola dengan baik untuk mencapai visi dan misi UPT Puskesmas. Analis labpratorium e. Bidan d. sehingga perlu upaya terus menerus dalam pengembangan kualitas SDM ini. UPT bervariasi Puskesmas Padasuka memerlukan dengan pengembangan jenis SDM kualitas yang sesuai cukup dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang terus berkembang. dimulai dari penerimaan sampai purna tugas/pensiun. Tujuan Manajemen SDM UPT Puskesmas adalah mengelola dan atau mengembangkan kompetensi personil agar mampu merealisasi visi dan misi UPT Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 2 .Lampiran 1 Kelompok Fungsional di UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung terdiri dari : a. Tenaga Gizi f. efektif dan ekonomis. Pengelolaan sumber daya manusia merupakan pengaturan dan kebijakan yang jelas mengenai sumber daya manusia yang berorientasi pada pemenuhan secara kuantitatif dan kualitatif untuk mendukung tujuan organisasi/UPT Puskesmas secara efisien.

Pelatihan berbasis kompetensi 3. Pengelolaan SDM di UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung meliputi : 1.Lampiran 1 Puskesmas atau dikenal dengan konsep Competency Based Human Resource Management. Mengusulkan kebutuhan tenaga dengan formasi CPNS ke Pemerintah Kota Bandung Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 3 .Rekruitmen berdasarkan kompetensi 4.Remunerasi berbasis kompetensi Pembangunan kompetensi dilakukan melalui pembagian : 1. Kompetensi Inti Organisasi (Company Care Competency)/keunggulan-keunggulan sinergis yang dimiliki oleh UPT Puskesmas hingga mencapai visii dan misi UPT Puskesmas. artinya semua manajemen SDM berorientasi pada pengembangan dan pemanfaatan kompetensi personil yaitu melalui : 1. Kompetensi Kelompok yang terbentuk dimulai dengan kompetensi individu. Kompetensi Individu. 2. Penilaian kinerja berbasis kompetensi 2. Penerimaaan Pegawai Penerimaan pegawai pada UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung dapat dilakukan melalui rekruitmen sebagai realisasi dari rencana kebutuhan tenaga yang sudah dihitung berdasarkan beban kerja dengan menggunakan rumus kebutuhan tenaga yang berlaku sesuai Peraturan Depkes RI dan proses rekruitmen dapat dilakukan sebagai berikut : a. 3.

c. melalui formasi CPNS atau melakukan kontrak kerja untuk kurun waktu tertentu dengan penggajian dibebankan kepada anggaran UPT Puskesmas. Fakultas kedokteran gigi yang ada. 4) Setelah kurun waktu tertentu apabila selama masa percobaan. Adapun proses rekruitmen tenaga profesional non PNS tersebut adalah sebgai berikut : 1) Inventaris pelamar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Melaksanakan rekruitmen tenaga profesional/tenaga kesehatan non PNS dan membuat kontrak kerja dengan anggaran penggajian dibebankan kepada anggaran UPT Puskesmas. 2) Dilaksanakan ujian seleksi penerimaaan pegawai profesional oleh Tim Pertimbangan Kepegawaian dengan tahapan seleksi antara lain : a) Seleksi Tertulis b) Psikotes c) Wawancara d) Ujian Praktek e) Pengujian Kesehatan 3) Setelah dilakukan seleksi tersebut. selanjutnya diangkat menjadi tenaga kontrak kerja (BLU).Lampiran 1 b. prestasi calon pegawai tersebut dianggap baik. Untuk pemenuhan kebutuhan dokter gigi /dokter gigi spesialis dilakukan dengan mengajukan kepada Pemerintah Kota Bandung. calon pegawai wajib melaksanakan masa percobaan. Untuk pemenuhan kebutuhan tenaga non profesi/non kesehatan/dan prakarya Rumah Tangga dapat dilaksanakan dengan cara out sourching. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 4 . d.

Kepala UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung Pengisian formasi jabatan Kepala UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung ditetapkan dengan keputusan Walikota Bandung dengan syarat sebagai berikut : 1) Berstatus Pegawai Negeri Sipil 2) Profesional/berpengalaman dalam bisnis layanan jasa dan berjiwa enteurprener 3) Bersedia menjalanai fit and profer yang diselenggarakan Baperjakat Kota Bandung 4) Dapat diisi oleh orang luar UPT Puskesmas 5) Berpendidikan minimal S1 6) Memenuhi syarat-syarat kepegawaian b. tanggung jawab. dan wewenang UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung ditetapkan pengisian formasi jabatan sebagai berikut : a.1 Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 5 . pembagian tugas. fungsi.Lampiran 1 2. Penempatan Pegawai Dalam penentuan posisi jabatan. Kepala Bagian Tata Usaha UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung Pengisian formasi Kepala Bagian Tata usaha pada UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung ditetapkan dengan keputusan Wali Kota Bandung dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Berstatus Pegawai Negeri Sipil 2) Profesional/berpengalaman dalam bisnis layanan jasa dan berjiwa enteurprener 3) Bersedia menjalanai fit and profer yang diselenggarakan Baperjakat Kota Bandung 4) Dapat diisi oleh orang luar UPT Puskesmas 5) Berpendidikan minimal S.

menjunjung tinggi keselamatan pasien serta upaya yang terus menerus dalam mendekati kepuasan klien 2. dedikasi. Remunerasi merupakan imbalan kerja yang berupa insentif minimal dan insentif yang mengacu pada beban kerja sebagai kontra prestasi atas dedikasi. produktifitas dan loyalitas menjaga kesinambungan mutu layanan. Remunerasi diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh pegawai atas prestasi. loyalitas. SISTEM REMUNERASI 1. Penanggungjawab Pelayanan Pengisian Formasi Penanggungjawab pelayanan ditetapkan dengan keputusan Kepala UPT Puskesmas Padasuka dengan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Berstatus Pegawai Negeri Sipil 2) Profesional/berpengalaman dalam bisnis layanan jasa dan berjiwa enteurprener 3) Bersedia menjalanai fit and profer yang diselenggarakan Baperjakat Pemerintah Kota Bandung 4) Dapat diisi oleh orang luar UPT Puskesmas 5) Berependidikan minimal D3 berpengalaman dibidangnya 6) Memenuhi syarat-syarat kepegawaian C. dan terpuji dalam aktivitas sesuai tingkat profesionalisme dan resiko yang harus diemban dalam rangka menjamin keselamatan pemberi pasien dan lingkungan kerja. 3.Lampiran 1 6) Memenuhi syarat-syarat kepegawaian c. Diberikan berdasarkan nilai kumulatif kerja yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan seluruh Stakeholder dengan Kepala UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 6 .

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 7 . b.Lampiran 1 a. 4) Penghargaan atas dedikasi dan prestasi kumulatif yang diberikan atas hasil seleksi Tim Independent yang ditetapkan oleh pimpinan UPT Puskesmas. 3) Penghargaan atas prinsip-prinsip kebersamaan dan kekeluargaan masing-masing profesi yang ditetapkan oleh penanggung jawab profesi. Sumber daya dikelola setiap bulan. Jalur karier pada jabatan fungsional 1) Dokter/dokter gigi sebagai pegawai baru dipekerjakan sebagai tenaga medis / jabatan fungsional sesuai dengan keahliannya. 2) Kinerja berbasis prestasi individual yang dicapai berdasarkan prinsip-prinsip kompetensi yang sehat. norma yang dipakai meliputi : 1) Plapond umum yang harus dipenuhi oleh masing-masing profesi syarat memenuhi parameter yang ditetapkan. 2) Dokter / dokter gigi setelah memiliki masa kerja 2 tahun bila dianggap memenuhi syarat dapat diangkat menjadi Penanggungjawab Unit Pelayanan. D. Jalur Karier Dokter / Dokter Gigi a. Proporsi yang ditetapkan berdasarkan alokasi yang disepakati dengan menjaga keharmonisan untuk memperhatikan waktu pelayanan operasional. JENJANG KARIR Jenjang karier yang diterapkan di UPT PUSKESMAS PADASUKA Kota Bandung berbasis kompetensi dengan tahapan sebagai berikut : 1.

1. bila dipandang cakap dan mampu serta memenuhi syarat jabatan dapat diangkat menjadi Pelaksana program. 3) Dokter / dokter gigi yang diangkat wajib mengikuti ketentuan sebagaimana dituangkan dalam penetapan pejabat UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Jalur Karier Bidan / Perawat / Perawat Gigi untuk Struktural Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 8 . .1 ditempatkan sebagai tenaga fungsional (perawat pelaksana) 2) Setelah memiliki masa kerja ±3 tahun bila dipandang cakap dan mampu serta memenuhi syarat jabatan Bidan / perawat / perawat gigi tersebut dapat diangkat menjadi Ketua Tim Bidan / perawat / perawat gigi. b.3 atau S.3 dan 2 tahun untuk perawat gigi S. Jalur Karier Bidan / perawat / perawat gigi a. Jalur Karier Bidan / perawat / perawat gigi untuk Tenaga Keperawatan 1) Bidan / perawat / perawat gigi dengan pendidikan D. 2.Lampiran 1 b. Jalur Karier Struktural 1) Dokter / dokter gigi apabila memenuhi syarat jabatan dapat diangkat dalam jabatan struktural. 3) Setelah 3 tahun kemudian untuk Bidan / perawat / perawat gigi D. 2) Dokter / struktural dokter adalah gigi yang yang diangkat telah dalam memiliki jabatan masa kerja sekurang-kurangnya 3 tahun.

3) Syarat jabatan dimaksud pada butir diatas yaitu professional. analis kesehatan. 3. dan sanitarian) sebagai pegawai baru dapat dipekerjakan sebagai tenaga fungsional sesuai dengan keahliannya. perawat gigi S. Jalur Karier Kesehatan Lainnya a. nutrisionist.Lampiran 1 1) Jalur karier struktural bagi perawat gigi hanya diperuntukkan bagi Bidan / perawat / perawat gigi yang berpendidikan minimal D. dan bersedia menjalani fit and proper test. b. asisten apoteker. Jalur Karier Struktural 1) Sebelum menduduki jabatan struktural untuk tenaga kesehatan diwajibkan memiliki pendidikan D3 atau S1 dan memiliki pengalaman di bidangnya 2) Memiliki persyaratan jabatan sebagaimana ketentuan yang berlaku dalam penetapan pejabat UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 9 . memilik leadership. 3) Wajib memenuhi persyaratan jabatan untuk jabatan struktural. berjiwa entreupreuner.3 2) Untuk menduduki jabatan struktural. 2) Apabila telah memiliki masa kerja 3 tahun dan memenuhi syarat dapat diangkat sebagai penanggungjawab program kesehatan.1 harus memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 3 tahun. Jalur Karier Profesional 1) Tenaga teknis kesehatan (apoteker.

dianggap berpengalaman/sertifikasi/telah mengikuti diklat tertentu. E. Jalur karier non kesehatan 1) Tenaga non kesehatan yang hanya memiliki pendidikan SD/SLTA ditetapkan sebagai tenaga pelaksana. 3) Jabatan pengelola sebagaimana dimaksud pada butir diatas adalah bendaharawan/bendaharawan barang dapat menjadi orang ke-2 dalam struktur suatu unit kerja di UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung b. Jalur Karier Non Kesehatan/Struktural a.Lampiran 1 3) Jabatan struktural yang dapat diduduki oleh tenaga kesehatan adalah jabatan struktural yang memungkinkan dan tidak perlu dijabat oleh seorang dokter. 2) Tenaga non kesehatan yang menduduki jabatan pengelola serendah-rendahnya memiliki pendidikan dan D3 masa atau kerja SLTA 3 tahun. 4. Jalur karier struktural 1) Tenaga non kesehatan yang dapat diangkat dalam jabatan strukturall adalah yang dapat memenuhi persyaratan jabatan sebagaimana tersebut dalam penetapan pejabat UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung 2) Pejabat yang ditunjuk dalam suatu jabatan struktural di UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung. PROMOSI Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 10 . apabila dipandang cakap dan mampu dapat dinaikan jabatannya setingkat lebih tinggi bila memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 5 tahun dalam jabatan tertentu.

Demosi karena alasan hukuman disiplin dipindahkan ke level jabatan yang lebih rendah atau diberikan dengan tidak menjalankan fungsii profesi (untuk tenaga profesi) selama kurun waktu tertentu dengan pengawasan dan pembinaan menjadi tanggung jawab pada unit kerja. Memenuhi syarat administrasi kepegawaian 6. Tidak sedang menjalani hukuman disiplin atau proses kasus F. Demosi karena alasan tidak berprestasi atau kompeten dipindahkan ke unit kerja laindalam level yang sama atau melalui level tertentu sepanjang tersedia formasi dan kompetensi yang bersangkutan memenuhi syarat dan selanjutnya diadakan evaluasi 2. Sesuai jalur karier yang ditetapkan 3. Masa kerja minimal 1 tahun dari jabatan terakhir 4. Tersedia posisi kosong 2. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 11 . Memiliki kompetensi yang dibutuhkan 5. DEMOSI Merupakan bentuk pembinaan terhadap pegawai yang tidak kompeten atau tidak berprestasi atau karena hukuman disiplin melalui pemindahan dari jabatan ke level yang lebih rendah atau level jabatan khusus atau dapat pula dikeluarkan dari jabatan profesinya.Lampiran 1 Promosi adalah peningkatan karier pegawai dari jabatan yang rendah ke jabatan yang lebih tinggi sebagai penghargaan kepada pegawai atas prestasi yang dicapai dalam rangka merealisasikan pengembangan karier dengan jalur karier yang telah ditetapkan dan persyaratan sebagai berikut : 1. Demosi yang diterapkan terdiri dari : 1.

Penilaian presentasi dilakukan oleh tim yang ditunjuk dengan keputusan / surat tugas Kepala UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung. 2. fit and propertest dilaksanakan bila calon yang akan menduduki suatu jabatan lebih dari satu orang. Menginformasikan dipresentasikan makalah pada saat yang harus seleksi. Tujuan presentasi adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pemahaman kandidat mengenai peermasalahan yang dihadapi berikut solusi yang ditawarkan serta mendapat pemahaman tentang kemampuan komunikasi baik lisan maupun tertulis. Mengundang peserta / calon pemangku jabatan c. 1. tema disusun makalah dan harus mempunyai korelasi dengan permasalahan yang dihadapi saat ini atau masa yang akan datang. H. Proses/Pelaksanaan Fit and Propertest Fit and propertest dilakukan dengan presentasi tentang visi dan rencana strategis di bidangnya.Lampiran 1 G. PENGEMBANGAN KARIR Pendidikan dan latihan (Diklat) adalah salah satu upaya peningkatan mutu pegawai dalam hal pengetahuan. keterampilan serta Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 12 . Pembentukan panitia fit and propertest b. Tahapan Fit and Propertest a. FIT AND PROPERTEST Adalah seleksi untuk pengisian atau formasi jabatan baik struktural maupun fungsional.

PEMBINAAN PEGAWAI Pembinaan pegawai pada UPT PUSKESMAS PADASUKA Kota Bandung : Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 13 . Analisa kebutuhan pelatihan 2. Pengorganisasian program pelatihan 5.Oleh karena itu pihak UPT PUSKESMAS PADASUKA Kota Bandung mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan Diklat pegawai dengan perhitungan anggaran disesuaikan dengan jumlah pegawai yang besarnya disesuaikan kemampuan anggaran UPT Puskesmas. Dalam alokasi anggaran diusahakan setiap pegawai mempunyai peluang untuk melaksanakan diklat.Lampiran 1 sikap dan prilaku pegawai. Diklat adalah indikator utama untuk pengembangan SDM dan memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Penyususn program pelatihan 3. Pengembangan komunikasi intra organisasi 9. Pengembangan modul pelatihan 4. Evaluasi efektif pelatihan 6. Pengelolaan pepustakaan 8. Pengembangan bisnis 11. Pengkaderan instruktur minternal 13. Pengkaderan pemimpin I. Penyelenggaraan program 10. Pengembangan budaya organisasi 12. Inventarisasi keahlian pegawai 7.

Lampiran 1 1. Pemberhentian karena meninggal dunia 8. Pembinaan untuk peningkatan pelayanan J. Pemberhentian karena meninggalkan tugas 7. diharapkan dapat menjadi bahan acuan untuk menjadikan UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung lebih baik. Diberhentikan dengan tidak hormat 4. Diberhentikan karena melakukan tindak pidana / pelanggaran / penyelewengan 5. Pencerahan kerohanian 4. Pembinaan dalam hal disiplin pegawai dilaksanakan dengan mengacu kepada PP Nomor 30 Tahun 1980 tentang Disiplin PNS dan untuk pegawai Non PNS mendapat perlakuan yang sama 2. Atas permintaan sendiri 2. PENUTUP Pengelolaan Sumber Daya Manusia pada UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung ini kami susun. PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA / PEMBERHENTIAN Pemberhentian pegawai terdiri dari : 1. Pembinaan spiritual / kerohanian karyawan dilaksanakan melalui kegiatan kerohanian setiap minggu 3. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 14 . Pemberhentian karena tidak sehat jasmani / rohani 6. Pemberhentian karena hal lain K. Karena mencapai batas usia pensiun 3.

Lampiran 1 Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 15 .

saranaprasarana (hardware). akan tetapi bila penyampaian jasa layanan kurang memuaskan. tenaga kerja dengan kemampuan tidak diragukan lagi. karena pelayanan kesehatan telah menjadi kebutuhan dasar kehidupan dan penyampaiannya (deliver the services) sangat terkait erat dengan perilaku. integritas dan loyalitas yang tinggi. LATAR BELAKANG Tuntutan akan kualitas pelayanan kesehatan tampaknya akan semakin gencar dilakukan masyarakat. prosedur kerja (software). Untuk dapat mewujudkan Visi dan Misi UPT Puskesmas yang telah disepakati bersama mengharuskan UPT Puskesmas memiliki sumber daya manusia yang memiliki disiplin. Di sisi lain. maka konsumen akan beralih ke pelayanan kesehatan lain. tenaga kesehatan lainnya dan tenaga lain) dalam bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai etika yang tinggi.Lampiran 2 BAB I PENDAHULUAN A. net-working dan sistem informasi (infoware) dan perangkat hatinya (heartware). UPT Puskesmas Padasuka Kota Bandung (selanjutnya disebut UPT Puskesmas) dituntut untuk dapat menerapkan praktik-praktik bisnis yang sehat yang senantiasa memperhatikan mutu sumber daya manusianya (brainware). harus diakui bahwa persaingan industri kesehatan semakin ketat. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 1 . Pejabat Pengelola dan seluruh pegawai UPT Puskesmas yang terdiri dari tenaga medis. meskipun didukung dengan peralatan yang canggih. Oleh karena itu. Penetapan Panduan Perilaku oleh UPT Puskesmas merupakan suatu kebutuhan untuk menyediakan acuan bagi seluruh insan UPT Puskesmas (yaitu Dewan Pengawas.

rekanan. Sebagai panduan perilaku dan budaya kerja yang konsisten dalam melaksanakan tugas dan kewajiban bagi seluruh insan UPT Puskesmas. budaya kerja dan budaya organisasi UPT Puskesmas. pemilik. Sebagai upaya untuk memelihara keharmonisan guna mencegah timbulnya benturan kepentingan. Sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan dan reputasi UPT Puskesmas dalam menjalin hubungan usaha dan interaksi dengan pihak ketiga. Pedoman ini dikembangkan berdasarkan filosofi usaha. meningkatkan dan mempertahankan integritas. dan beraktivitas lainnya yang berhubungan dengan pasien. Sebagai sumber inspirasi dalam pengambilan keputusan. 2. PENGERTIAN Panduan Perilaku merupakan pernyataan umum tertulis yang menggambarkan standar etika yang tinggi yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh seluruh insan UPT Puskesmas dalam berusaha. 3.Lampiran 2 B. Panduan Perilaku ini tidak dapat memberikan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 2 . Apabila terdapat hal-hal yang belum diatur dalam Panduan Perilaku ini. masyarakat dan stakeholder lainnya. 5. berinteraksi. kejujuran dan profesionalisme. pemerintah. Sebagai upaya untuk membina. maka harus mengacu pada peraturan perundang- undangan yang berlaku. Sebagai upaya preventif untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan dan kecurangan. Manfaat yang dapat diperoleh dari Panduan Perilaku ini adalah sebagai berikut : 1. 4. peraturan perundangundangan. peraturan-peraturan internal UPT Puskesmas dan praktekpraktek bisnis yang sehat. 6.

Atas pelanggaran terhadap ketentuan ini akan diberikan sanksi yang tegas sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 3 . Pejabat Pengelola wajib memberikan teladan dan dukungan penuh kepada pegawai UPT Puskesmas dalam melaksanakan Panduan Perilaku UPT Puskesmas. Untuk itu UPT Puskesmas harus menciptakan suasana kerja dan berusaha yang aman dan nyaman. Panduan Perilaku ini juga ditujukan untuk meningkatkan pemahaman bagi pihak-pihak di luar UPT Puskesmas dalam menjalin hubungan usaha dan interaksi dengan UPT Puskesmas. sehingga pada akhirnya setiap insan UPT Puskesmas harus menggunakan pertimbangan yang sehat dengan kejujuran hati nurani untuk menentukan keselarasan suatu perilaku dengan Panduan Perilaku ini. penerapan Panduan Perilaku dan kebijakan yang mendasarinya. Setiap insan UPT Puskesmas wajib berkomitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan.Lampiran 2 jawaban secara pasti atas seluruh permasalahan perilaku insan UPT Puskesmas.

dan Berkeadilan” A. Sistem nilai tersebut mencakup nilai-nilai (value). Visi UPT Puskesmas Padasuka adalah: ”Terwujudnya Puskesmas mampu PONED berkualitas menuju Masyarakat Cibeunying Kidul yang Sehat. Kemandirian. Keadilan. etika usaha dan etika profesi. dengan penjabaran sebagai berikut: Tanggung Jawab  Bekerja sesuai dengan tupoksi & uraian tugas  Menyelesaikan tugas sesuai dengan kewenangannya Kejujuran Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 4 . dihargai atau tidak dihargai. NILAI-NILAI UPT PUSKESMAS Nilai-nilai UPT Puskesmas terbentuk dari nilai-nilai yang diyakini secara individu setiap insan UPT Puskesmas yang diaplikasikan dalam bentuk sikap. tindak. budaya kerja. Nilai-nilai pribadi setiap insan UPT Puskesmas yang membentuk budaya UPT Puskesmas didasarkan atas falsafah Profesionalisme. yang dapat menuntun UPT Puskesmas dalam mencapai tujuannya.Lampiran 2 BAB II SISTEM NILAI Sistem nilai UPT Puskesmas merupakan norma perilaku yang menjadi pegangan secara moral untuk menentukan sesuatu hal dinilai baik atau buruk. dan ucapan. terpuji atau tercela. Kemitraan. budaya organisasi. Integritas. etika kerja. Mandiri. dan Etika. Sistem nilai UPT Puskesmas merupakan jiwa dari visi dan misi yang ditetapkan.

pasien dan masyarakat Kedisiplinan • Mentaati semua peraturan / tata tertib yang berlaku di lingkungan kerja • Menjaga ketepatan waktu dalam bekerja • Mematuhi kelengkapan atribut seragam dinas • Menyampaikan laporan hasil pekerjaan tepat pada waktunya Responsif • Tidak menunda pekerjaan • Melaksanakan pekerjaan dengan sigap. ucapan dan perilaku sesuai fakta • Senantiasa memberikan keterangan yang benar kepada atasan. rekan kerja.Lampiran 2 • Sikap. cepat & akurat • Peka terhadap kemungkinan timbulnya permasalahan • Cepat tanggap dalam mengatasi masalah yang ada Kerjasama • Selalu menjaga kebersamaan dalam bekerja • Saling membantu dan melengkapi semua pekerjaan untuk mencapai tujuan puskesmas. Saling menghargai • Dapat menerima pendapat orang lain atau dapat memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara • Menjaga suasana lingkungan kerja yang harmonis & kondusif Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 5 .

BUDAYA KERJA Budaya melaksanakan kerja kerja merupakan sehari-hari sikap/perilaku yang seseorang bermutu dengan dalam selalu berdasarkan nilai-nilai yang dianut. mudah. 5. sehat. berucap & bertindak • B. 4. yakni antara insan UPT Puskesmas dan UPT Puskesmas secara umum baik sebagai atasan. tanpa pamrih dan penuh rasa tanggung jawab. ETIKA KERJA Etika kerja mengatur hubungan yang lebih bersifat kedalam (UPT Puskesmas). 2. maupun bawahan. indah dan menarik. tertib pelayanan. Citra Pelayanan. UPT Puskesmas telah membangun budaya kerja yang harus dihayati dan dilaksanakan oleh setiap insan UPT Puskesmas agar pelayanan kesehatan yang dilakukan dapat memuaskan pasien (konsumen). ringan tangan. sehingga dapat menjadi motivasi dan memberi inspirasi untuk senantiasa bekerja lebih baik. penuh perhatian serta ketepatan pengobatan dan penyembuhan penyakit. suatu penampilan yang baik. Citra Kebersihan. Citra Keramahan. sopan. yaitu Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 6 . Citra Tertib Pelaksanaan. mewujudkan pelayanan yang cepat. Citra Ikhlas Bekerja.Lampiran 2 Dewasa dalam bersikap. bersih. murah senyum dan tidak membeda-bedakan pasien. Budaya kerja yang telah ditetapkan adalah: 1. menciptakan UPT Puskesmas yang bersinar. 3. rekan kerja. tertib administrasi/pencatatan medik dan tertib penerapan dan pengenaan tarif. C. tertib.

stakeholders dan lingkungan. D. UPT Puskesmas tetap memilih bersikap jujur dengan integritas yang tinggi. UPT Puskesmas berkeinginan untuk bergerak dan berkembang secara aktif dalam bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan dengan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. yakni untuk selalu mentaati sepenuhnya semua peraturan perundangan yang berlaku dalam melakukan kegiatan/transaksi usahanya dengan pihak di luar UPT Puskesmas. Integritas dan reputasi yang baik dalam melakukan kegiatan usaha merupakan modal yang sangat berharga bagi UPT Puskesmas.Lampiran 2 menjelaskan bagaimana seharusnya seorang pegawai UPT Puskesmas bersikap. dan berhubungan dengan pihak di dalam UPT Puskesmas. Bertindak jujur akan selalu dihargai dalam budaya dan tradisi manapun. Sebaliknya ketidakjujuran dapat menyebabkan kemerosotan moral dikalangan insan UPT Puskesmas. sehingga memberikan kesan yang dapat diinterpretasikan sebagai ada peluang. Integritas. dan keunggulan merupakan kerangka acuan utama dalam menjalankan usahanya serta menyatu dengan tujuan utama yang mencerminkan aspirasi insan UPT Puskesmas. pengambilan keputusan yang salah. dan dapat menyebabkan penilaian yang negatif Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka bagi citra UPT 7 . Apabila peraturan perundangan itu tidak lengkap. berperilaku. ETIKA USAHA Etika usaha mengatur hubungan yang lebih bersifat ke luar UPT Puskesmas. komitmen profesionalisme.

Unsur-unsur penting dalam budaya organisasi adalah: Profesional dalam tugas kedinasan. Seluruh unsur dalam UPT Puskesmas wajib berkomitmen tinggi dalam mewujudkan budaya organisasi dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat dan kinerja organisasi. 1. 3. Tenaga paramedis harus tunduk dan patuh pada Kode Etik Perawat Indonesia yang dikeluarkan oleh Majelis Kehormatan Etik Keperawatan. F. Tenaga Tenaga kesehatan lainnya harus tunduk dan patuh pada Kode Etik yang dikeluarkan oleh Majelis Kehormatan Etik masingmasing profesi. Tenaga medis atau dokter harus tunduk dan patuh pada Kode Etik Dokter yang berlaku dan disepakati oleh Ikatan Dokter Indonesia. 2. E. Bekerja dalam team work. tenaga paramedis dan tenaga kesehatan lainnya yang merupakan profesi yang tunduk pada kode etik profesinya masing-masing. Secara khusus UPT Puskesmas hanya menghargai insan UPT Puskesmas yang berlaku jujur dalam melakukan tugasnya. Ramah dan santun dalam pelayanan. BUDAYA ORGANISASI Budaya organsiasi adalah keyakinan dasar yang melandasai pola sikap dan pola hubungan dalam tim kerja UPT Puskesmas dan/atau antar unit kerja dalam mewujudkan efektivitas kinerja organisasi. UPT Puskesmas berkewajiban menyusun program dan kegiatan yang mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya organisasi UPT Puskesmas. KODE ETIK PROFESI Pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas dilakukan oleh tenaga medis. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 8 .Lampiran 2 Puskesmas.

Lampiran 2 Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 9 .

berperilaku. memberikan pelayanan yang baik kepada pasien dan masyarakat. baik di dalam maupun di luar jam kerja. budaya kerja dan budaya organisasi UPT Puskesmas serta mengimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya. antara lain. maka setiap insan UPT Puskesmas secara konsekuen untuk: Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 10 . B.Lampiran 2 BAB III ETIKA KERJA Etika kerja menjelaskan bagaimana seharusnya seorang insan UPT Puskesmas bersikap. LOYALITAS DAN KOMITMEN KEPADA UPT PUSKESMAS Setiap insan UPT Puskesmas harus memiliki keyakinan bahwa loyalitas kepada UPT Puskesmas dapat mendorong totalitas dalam menjalankan tugas. cermat. jam masuk kerja. 1. panggilan tugas. PENERAPAN NILAI-NILAI UPT PUSKESMAS. taktis serta ikhlas untuk meningkatkan nilai UPT Puskesmas. BUDAYA KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI Setiap insan UPT Puskesmas wajib menghayati nilai-nilai. memakai seragam dan atributnya. maupun bawahan. dan tanggung jawabnya dengan bekerja keras. dan berhubungan dengan pihak-pihak di dalam UPT Puskesmas baik sebagai atasan. pemenuhan hari kerja. serta mematuhi sistem dan prosedur kerja yang berlaku. Kedisiplinan Setiap insan UPT Puskesmas wajib mentaati semua peraturan yang telah ditetapkan oleh UPT Puskesmas. jam pulang kerja. A. rekan kerja. kewajiban. Untuk mewujudkan disiplin tersebut.

i. Setiap insan UPT Puskesmas tidak diperbolehkan melakukan tugasnya untuk kepentingan pribadi. Datang tepat waktu pada acara-acara rapat atau janji yang telah disanggupi. Memberikan keteladanan. Mengenakan seragam dan atribut yang telah ditetapkan. Tidak menggunakan jam kerja untuk urusan lain diluar kedinasan. c. golongan atau pihak lain. 3. g. Setiap insan UPT Puskesmas dalam melaksanakan tugas selalu tepat waktu. Melaksanakan perencanaan dan program kerja yang telah ditetapkan UPT Puskesmas. Melaksanakan dan mentaati prosedur kerja yang telah ditetapkan. bersikap ramah dan menghormati hak-hak pasien. k. Melaksanakan segala peraturan yang ditetapkan. Bekerja penuh ketekunan dan kejujuran. d. j. f. Cepat dan tepat dalam melaksanakan tugasnya dengan tidak mengabaikan tertib teknis dan administratif. h. bertindak selaku perantara bagi pihak lain untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari UPT Puskesmas. Mentaati jam kerja yang telah ditetapkan. b. Tugas Dinas Setiap insan UPT Puskesmas wajib melaksanakan tugas sebaikbaiknya dengan penuh pengabdian. Melaksanakan perintah atasan yang telah disanggupinya. terutama bagi para pimpinan /atasan/pejabat wajib memberikan contoh dan memelihara moral yang tinggi secara konsisten dan konkret kepada staf. dan tanggung jawab.Lampiran 2 a. 2. Mutasi dan Promosi Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 11 . e. kesadaran.

Gratifikasi Gratifikasi dapat didefinisikan sebagai suatu pemberian dalam arti luas baik berupa uang dan yang disetarakan dengan uang maupun dalam bentuk materi lainnya. setiap insan UPT Puskesmas dituntut untuk bersikap profesional.Lampiran 2 Setiap pegawai UPT Puskesmas wajib bersedia dimutasikan dan/atau dipromosikan antar Unit maupun antar jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. jujur. komisi. rabat. tiket pertunjukan. tip/persenan. bilyet giro. dan terbuka. pinjaman tanpa bunga. dan lain-lain. Hadiah dalam bentuk materi lainnya pada umumnya meliputi cinderamata. potongan harga. 4. fasilitas penginapan. 1. dan sejenisnya. GRATIFIKASI DAN SUAP Dalam melakukan interaksi dan hubungan usaha dengan stakeholders UPT Puskesmas. Setiap insan UPT Puskesmas dilarang menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 12 . Hasil pendidikan dan pelatihan eksternal wajib dilaporkan secara tertulis kepada Pejabat Pengelola. bingkisan. perjalanan wisata. tiket perjalanan. C. Uang dan yang disetarakan meliputi antara lain. fasilitas pengobatan. cek. tabungan. Hadiah yang diberikan berkaitan dengan hubungan usaha pada dasarnya dilarang. Pendidikan dan Pelatihan Setiap pegawai UPT Puskesmas yang ditunjuk wajib bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh internal maupun eksternal UPT Puskesmas. uang tunai.

alat tulis. Hadiah yang kekeluargaan/kekerabatan didasarkan yang jelas. lokakarya. b. kaos. pada yang hubungan diberikan atau diterima dengan maksud-maksud yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan UPT Puskesmas dengan nilai intrinsik relatif rendah (misalnya dalam acara resepsi perkawinan. ataupun diskusi yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan serta mendapat persetujuan tertulis dari pejabat yang berwenang. d. kalender. tiket perjalanan. Honorarium. ulang tahun. fasilitas antar jemput sebagai pembicara. dan sejenisnya). syukuran. gantungan kunci. Bentuk hadiah/pemberian yang diperbolehkan antara lain: a. Apabila karena sesuatu hal insan UPT Puskesmas dihadapkan pada keadaan yang tidak dapat memungkinkan untuk menolak hadiah / pemberian. c. Barang-barang untuk tujuan promosi seperti buku agenda.Lampiran 2 bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan insan UPT Puskesmas yang bersangkutan. dan barang sejenis lainnya yang berlogo/beratribut UPT Puskesmas yang secara intrinsik bernilai rendah. Honorarium atau imbalan atas karya tulis yang dimuat di media massa ataupun dipublikasikan dalam bentuk buku sebagai sarana peningkatan kapasitas atau pengembangan profesi. maka yang bersangkutan wajib segera melaporkannya kepada atasan langsung dan pejabat puncak di unit kerja masing-masing dengan tembusan Bagian Tata Usaha dengan tata cara sebagai berikut: Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 13 . narasumber dan sejenisnya dalam kegiatan seminar.

Yang diketahui bahwa sesuatu yang diterima atau diberikan itu berhubungan dengan apa yang telah dilakukan atau dialpakan dalam jabatannya yang berlawanan dengan kewajibannya. 2. Laporan disampaikan secara tertulis dengan melampirkan dokumen yang berkaitan dengan hadiah/pemberian tersebut. kolusi.Lampiran 2 a. 4) Uraian jenis hadiah. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 14 . c. Suap merupakan praktik usaha yang tidak sehat dan tindakan yang melanggar hukum. 5) Nilai hadiah. Suap Suap dapat didefinisikan sebagai suatu perbuatan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seorang pejabat atau seorang yang memiliki wewenang. b. Yang bertujuan untuk membujuk agar dalam jabatannya melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang berlawanan dengan hukum/peraturan yang berlaku. Suap dapat berupa korupsi. Laporan tersebut sekurang-kurangnya memuat: 1) Nama dan alamat lengkap penerima dan pemberi hadiah. 3) Tempat dan waktu penerimaan. b. dengan maksud agar yang bersangkutan berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. Setiap insan UPT Puskesmas wajib menghindarkan diri dari penyuapan dengan tidak menerima atau memberi dalam bentuk apapun: a. dan nepotisme. 2) Jabatan penerima hadiah. Yang diketahui atau patut disangka bahwa apa yang diterima atau yang diberikan itu berhubungan dengan jabatannya.

dan pihak ketiga lainnya terkadang timbul suatu situasi yang dapat menciptakan pertentangan kepentingan dan berpotensi menghilangkan independensi dan objektivitas insan UPT Puskesmas. Berkaitan dengan kepentingan usaha UPT Puskesmas sesuai dengan praktik bisnis yang lazim. PERTENTANGAN KEPENTINGAN (CONFLICT OF INTEREST) Dalam melakukan transaksi atau suatu hubungan usaha dengan rekanan. 3. 2. pasien. Hal ini bisa terjadi pada sebuah hubungan. JAMUAN BISNIS Jamuan bisnis adalah kegiatan pemberian akomodasi tamu UPT Puskesmas yang wajar dalam kegiatan bisnis ataupun sosial. 4. dan terlalu sering dilakukan. Jamuan bisnis harus dihindari jika ada tendensi akan mempengaruhi obyektivitas keputusan bisnis. Pertentangan kepentingan dapat didefinisikan sebagai seseorang atau entitas yang mempunyai dua atau lebih kepentingan yang saling bertentangan yaitu antara kepentingan UPT Puskesmas dan pribadi. 5. peristiwa atau Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 15 . Tidak melanggar hukum atau etika yang berlaku. E.Lampiran 2 D. Nilainya tidak berlebihan (wajar) dan tidak dapat diklasifikasikan sebagai bentuk hadiah/pemberian atau suap. wajib mendapat persetujuan secara tertulis atau lisan dari pejabat yang berwenang sehingga dapat dibayar dan dicatat oleh UPT Puskesmas sebagai biaya usaha yang wajar. Jamuan bisnis diperbolehkan jika : 1. Dalam hal pemberian jamuan bisnis. Tidak menurunkan citra UPT Puskesmas atau insan UPT Puskesmas apabila diketahui oleh umum.

Lampiran 2 pertimbangan material tertentu dimana obyektivitas atau pertimbangan profesional telah dikesampingkan. 2. 5. Mengklarifikasi kapan seseorang bertindak selaku pribadi atau sebagai insan UPT Puskesmas. Pertentangan kepentingan dapat diminimalkan / dihindari dengan cara: 1. Mengungkapkan setiap kemungkinan pertentangan kepentingan sebelum suatu transaksi/perjanjian dilaksanakan. 6. maupun menjadi menjalin/berusaha Pegawai menjalin pada UPT hubungan Puskesmas usaha lain yang dengan UPT Puskesmas. Tidak bertindak sebagai perantara untuk kepentingan pihak ketiga dalam bertransaksi yang melibatkan UPT Puskesmas dan kepentingannya. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 16 . 3. 4. Tidak menjabat sebagai Dewan Pengawas. Insan UPT Puskesmas tidak diperkenankan menempatkan diri pada posisi atau situasi yang dapat menimbulkan pertentangan kepentingan antara dirinya dengan UPT Puskesmas atau dengan rekanan UPT Puskesmas. Direksi. Tidak menggunakan dokumen maupun informasi penting dan rahasia untuk kepentingan pribadi. Keputusan yang diambil insan UPT Puskesmas harus netral tidak boleh ada pengaruh kepentingan pribadi maupun keluarga mempengaruhi yang dapat pertimbangan secara sadar terbaiknya bagi atau tidak kepentingan sadar UPT Puskesmas dan rekanannya. Menghindari kepentingan keuangan secara signifikan pada perorangan/lembaga yang menjalin hubungan usaha/berusaha menjalin dengan UPT Puskesmas. Pejabat kunci.

Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahan.Lampiran 2 F. 3. 4. 2. G. Meminum minuman keras serta menyalahgunakan obat-obatan terlarang di lingkungan kantor maupun di luar kantor. dan nyaman merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan produktivitas kerja. PEMELIHARAAN LINGKUNGAN UPT PUSKESMAS Lingkungan kerja yang bersih. golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan UPT Puskesmas. teman sejawat. 6. aman. uang atau surat-surat berharga milik UPT Puskesmas. yakni: a.Menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu. bawahan atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk kepentingan pribadi.Melakukan tindakan sewenang-wenang kepada pasien dan calon pasien. 5.Melakukan kejahatan bersama atasan.Melakukan kegiatan yang langsung atau tidak langsung merugikan kepentingan UPT Puskesmas atau negara. PENGGUNAAN WEWENANG DAN JABATAN Setiap insan UPT Puskesmas wajib memastikan bahwa penggunaan wewenang dan jabatan adalah bebas dari KKN.Menyalahgunakan barang inventaris. dengan senantiasa menghindari perbuatan atau tindakan berikut : 1.Menghindari perilaku yang tidak sesuai dengan norma kerja dan norma kesusilaan agar terjaga keamanan lingkungan UPT Puskesmas. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 17 . UPT Puskesmas dan seluruh insan UPT Puskesmas harus selalu tanggap terhadap pemeliharaan lingkungan dengan melakukan hal-hal berikut: 1.

bawahan. PERLINDUNGAN ASET. c.Menjaga kebersihan lingkungan kerja termasuk membuang sampah pada tempatnya serta kerapian penyimpanan dokumen dan perlengkapan kerja. e. kecuali tugas dan fungsi insan UPT Puskesmas yang mewajibkan hal tersebut. kecuali dan untuk kepentingan UPT Puskesmas dan negara. Membuka rahasia UPT Puskesmas atau mencemarkan nama baik pimpinan keluarganya maupun yang pegawai seharusnya UPT Puskesmas dirahasiakan. menghina secara kasar. Melakukan segala bentuk perjudian di lingkungan kantor maupun di luar kantor. INFORMASI DAN RAHASIA PASIEN 1. 2. h. bawahan. Menganiaya. dan rekan kerja. 3. dan rekan kerja untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum dan kesusilaan.Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja. f. g.Lampiran 2 b. Pada dasarnya aset UPT Puskesmas hanya digunakan untuk kepentingan UPT Puskesmas. 4. Aset UPT Puskesmas dilarang digunakan untuk kepentingan pihak tertentu baik pada jam kerja Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 18 . Melakukan tindak pencurian barang atau uang aset UPT Puskesmas atau yang merupakan milik pegawai lain. Membawa senjata tajam atau benda yang dapat dipergunakan untuk melakukan ancaman dan tindak kekerasan di lingkungan kerja. memfitnah. H. d. serta mengancam atasan.Berpenampilan dan berbusana secara rapi dan bersahaja baik di dalam maupun luar kantor. Membujuk atasan. Melakukan tindakan/perbuatan asusila/amoral yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesopanan dan agama yang ada.

Setiap insan UPT Puskesmas dilarang memiliki. Yang dimaksud informasi rahasia adalah informasi yang tidak tersedia di publik dan tidak diniatkan untuk dipublikasikan (misalnya. dan sebagainya). f. b.Lampiran 2 maupun di luar jam kerja. Program perlindungan aset UPT Puskesmas meliputi: a. Setiap insan UPT Puskesmas dilarang menyalahgunakan barang-barang. Setiap insan UPT Puskesmas dilarang merujuk pasien UPT Puskesmas kepada UPT Puskesmas lainnya yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Melakukan penagihan jasa layanan tanpa melalui prosedur yang berlaku. strategi investasi. Setiap insan UPT Puskesmas membuka/menambah jasa layanan dilarang baru yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Program perlindungan Rahasia Pasien: a. strategi pemasaran. e. 3. Setiap insan UPT Puskesmas dilarang memanfaatkan fasilitas UPT Puskesmas untuk kepentingan pribadi dan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Setiap insan UPT Puskesmas wajib menjaga rahasia pasien sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dengan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 19 . rencana produk. 2. menggadaikan. membeli. uang dan surat berharga milik UPT Puskesmas. menyewakan atau meminjamkan barang-barang berharga milik UPT Puskesmas secara tidak sah. d. Program perlindungan informasi dimaksudkan agar setiap insan UPT Puskesmas tidak mengungkapkan kerahasiaan informasi UPT Puskesmas kepada pihak manapun tanpa ijin. c. menjual.

Pemanfaatan (disclose) rekam medik untuk peradilan harus seijin pasien yang bersangkutan dan/atau atas perintah pengadilan. KESADARAN TERHADAP BIAYA Setiap insan UPT Puskesmas wajib memilki “kesadaran terhadap biaya” dengan melakukan upaya-upaya sebagai berikut: 1. J. akurat dan tepat waktu kepada manajemen. 2. d. e. I. 3. memelihara dan pemyimpan dokumen rekam medik sebaik-baiknya. c. dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholders) sangat tergantung pada usaha UPT Puskesmas untuk menyediakan data yang diperlukan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 20 . Pejabat Pengelola wajib menetapkan kebijakan pengelolaan rekam medik. Meminta penggantian/pembebanan biaya dengan dilandasi kejujuran dan tanggung jawab serta didukung dengan dokumen yang lengkap sesuai dengan aturan dan kebijakan UPT Puskesmas. INTEGRITAS PELAPORAN Untuk menghasilkan laporan-laporan yang bisa dipertanggung jawabkan. Pemanfaatan rekam medik untuk pendidikan dan penelitian tenaga kesehatan atau peserta didik atas seijin dan sepengetahuan Pimpinan (Direktur) UPT Puskesmas. b.Lampiran 2 menjaga. pemilik. Menggunakan sumber daya UPT Puskesmas secara hemat sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan dan/atau rekam keperluan medik untuk asuransi kebutuhan harus seijin penyidikan pasien yang bersangkutan dan Pimpinam (Direktur) UPT Puskesmas. Mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan UPT Puskesmas.

Setiap kesalahan yang disengaja ataupun kegiatan yang menyesatkan dalam melakukan pembukuan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.Lampiran 2 Oleh karena itu. AKTIVITAS POLITIK Setiap insan UPT Puskesmas tidak dapat dikaitkan dengan dukungan partai politik. semua catatan resmi mengenai kegiatan/transaksi UPT Puskesmas harus akurat. obyektif. sehingga tidak dapat menggunakan aset/fasilitas UPT Puskesmas dan wewenangnya untuk menyuruh dan menekan pegawai lain untuk mendukung parpol tertentu dan wakilnya. Setiap petugas yang bertanggungjawab terhadap pembukuan wajib dan harus berlaku jujur. K. jujur. akurat dan setia. akurasi tercermin dalam dua hal. UPT Puskesmas tidak akan membiarkan adanya manipulasi pembayaran yang dilakukan dengan mengalihkan pembayaran melalui catatan atau rekening pihak ketiga. lengkap. UPT Puskesmas tidak menghalangi kontribusi pribadi setiap insan UPT Puskesmas untuk melaksanakan aktivitas politik yang menjadi pilihan. Setiap insan UPT Puskesmas dilarang menjadi pengurus/anggota partai politik. yaitu dokumentasi fakta dan penilaian yang wajar. Insan UPT Puskesmas yang aktif dalam aktivitas politik wajib mengundurkan diri dari UPT Puskesmas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 21 . dan calon eksekutif. dan tepat waktu tanpa adanya pembatasan dalam bentuk apapun. Kontribusi tersebut merupakan hak dan tanggung jawab pribadi masing-masing dan tidak menggunakan nama ataupun atribut lain UPT Puskesmas. calon legislatif.

Lampiran 2 L. 3. Memberikan keterangan yang bukan wewenangnya kepada pihak lain yang dapat menimbulkan keresahan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 22 . 4. MENJAGA NAMA BAIK UPT PUSKESMAS Dalam rangka menjaga dan memelihara citra/nama baik UPT Puskesmas. Menarik pembayaran jasa layanan tidak sesuai prosedur yang berlaku. Melakukan perbuatan/tindakan yang menyebabkan tercemarnya nama baik UPT Puskesmas. setiap insan UPT Puskesmas tidak diperbolehkan: 1. Melakukan ikatan kerja sama dengan pihak ketiga baik perorangan maupun Badan Hukum lain tanpa sepengetahuan Pejabat Pengelola. 2. 5. Menerima sesuatu dalam bentuk apapun yang merugikan UPT Puskesmas dalam rangka pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat atau pasien.

d. c. KOMITMEN MEWUJUDKAN TATA KELOLA 1. pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ UPT Puskesmas sehingga pengelolaan UPT Puskesmas terlaksana secara efektif. suatu keadaan dimana UPT Puskesmas dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 23 . Akuntabilitas (kejelasan) fungsi. A.Lampiran 2 BAB IV ETIKA USAHA Etika Usaha berikut ini menjelaskan bagaimana insan UPT Puskesmas beretika. pasien. akuntabilitas. Transparansi (keterbukaan) dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai UPT Puskesmas. pertanggungjawaban. b. bersikap dan bertindak dalam berhubungan dengan pihak-pihak di luar UPT Puskesmas. kemandirian dan kewajaran untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas UPT Puskesmas mewujudkan kesejahteraan stakeholders dengan tujuan (masyarakat. a. UPT Puskesmas bertekad mewujudkan tata kelola melalui penerapan prinsip-prinsip transparansi. Kemandirian. Pegawai dan Pemilik) secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya. Pertanggungjawaban (kesesuaian) di dalam pengelolaan UPT Puskesmas terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.

HUBUNGAN DENGAN STAKEHOLDERS UTAMA 1. yang mungkin dapat merusak kemandirian UPT Puskesmas. Dalam mewujudkan tata kelola setiap insan UPT Puskesmas menekankan pada pelaksanaan etika usaha yang kuat dan konsisten dengan: a.Lampiran 2 dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip bisnis yang sehat. rekanan dan pihak-pihak berkepentingan lainnya. Pegawai UPT Puskesmas memandang Pegawai yang terdiri dari tanaga medis. pasien. 3. e. B. paramedis non perawatan dan tenaga non medis UPT Puskesmas sebagai salah satu aset yang memiliki kekuatan besar dalam menunjang keberhasilan UPT Puskesmas dalam rangka pencapaian visi. b. Menghindari kepentingan pribadi yang berbenturan dengan kepentingan UPT Puskesmas. paramedis perawatan. Kewajaran (keadilan dan kesetaraan) didalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak memiliki hubungan usaha. 2. keuangan atau hubungan lain dengan rekanan dan mitra UPT Puskesmas. atau yang dapat mempengaruhi pertimbangan atau tindakan dalam pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. misi dan tujuan yang telah ditetapkan. UPT Puskesmas peduli dan akan memusatkan perhatiannya pada pengembangan sumber daya manusia untuk mencapai peningkatan produktivitas kerja. Setiap insan UPT Puskesmas wajib menjaga keamanan dan kerahasiaan data dan informasi UPT Puskesmas. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 24 .

UPT Puskesmas menyediakan lingkungan kerja yang aman. f. UPT Puskesmas dan Pegawai saling menghormati hak dan kewajiban berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. g.Lampiran 2 Kebijakan UPT Puskesmas dalam berhubungan dengan Pegawai adalah sebagai berikut : a. dan kriteria yang terkait dengan hubungan kerja sebagai dasar dalam mengambil keputusan mengenai hubungan kerja antara UPT Puskesmas dan Pegawai. UPT Puskesmas memberikan dukungan dan kesempatan kepada seluruh Pegawai untuk mengembangkan kemampuan maupun dan informal profesionalisme seperti melalui pelatihan. kualifikasi. nyaman dan bebas dari segala bentuk tekanan yang mungkin timbul akibat adanya perbedaan-perbedaan yang melekat pada setiap individu Pegawai. UPT Puskesmas berkomitmen untuk senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan tentang kesehatan dan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 25 . termasuk Dewan Pengawas dan Pejabat Pengelola sebagai imbalan atas prestasi kerjanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. d. UPT Puskesmas menggunakan kemampuan bekerja. dan lokakarya. e. b. formal seminar. misalnya Dokter Teladan. c. pendidikan kursus. UPT Puskesmas mendorong kesempatan kerja/karir yang sama bagi setiap Pegawai. UPT Puskesmas akan memberikan jasa pelayanan (JP) kepada Pegawai. UPT Puskesmas memberi penghargaan kepada Pegawai dan unit kerja yang memiliki catatan prestasi terbaik di UPT Puskesmas.

h. Bangunan. UPT Puskesmas akan mengumpulkan. Setiap Pegawai harus menghindari kepentingan pribadi yang berbenturan dengan kepentingan UPT Puskesmas.Lampiran 2 keselamatan kerja bagi Pegawai. dan menjadikan saran tersebut sebagai acuan penting bagi pengambilan keputusan. UPT Puskesmas menjamin perlindungan atas kerahasiaan informasi pribadi Pegawai. UPT Puskesmas berupaya membangun komunikasi dua arah yang efektif. k. tata letak fasilitas dan alat-alat kerja harus memenuhi stándar keselamatan kerja yang tinggi. yang mungkin dapat merusak kemandirian UPT Puskesmas. Pegawai tidak boleh memiliki hubungan usaha. i. menyimpan dan menjamin keamanan informasi pribadi dari Pegawai untuk efektivitas operasional menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2) Pegawai persetujuan harus tindakan Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka menghindari kepegawaian yang prakarsa atau mempengaruhi 26 . atau yang dapat mempengaruhi pertimbangan atau tindakan dalam pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. keuangan atau hubungan lain dengan rekanan dan mitra UPT Puskesmas. j. Pedoman yang dapat diterapkan pada hampir semua situasi benturan: 1) Pegawai harus menghindari adanya kepentingan finansial dengan rekanan dan mitra UPT Puskesmas lainnya. baik melalui prosedur informasi dan konsultasi yang diselenggarakan oleh UPT Puskesmas maupun respon aktif atas saran dan kritik atau nasihat konstruktif dari Pegawai.

UPT Puskesmas menyediakan tempat kerja. hubungan yang dengan adil dan saling menguntungkan. menggunakan aset UPT Puskesmas pada jam kantor. Hubungan antara kelompok profesional (komite) diarahkan dan disinergikan untuk meningkatkan mutu pelayanan UPT Puskesmas.Lampiran 2 imbalan atau tindakan disiplin Pegawai dimana mereka memiliki hubungan keluarga atau keterlibatan pribadi. sarana dan peralatan kerja dan alat pelindung diri yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga dapat bekerja secara produktif. m. transparan. akuntabel untuk menciptakan Pelayanan integritas. Pasien Jasa layanan kesehatan merupakan sumber pendapatan pokok untuk menjamin kelangsungan usaha UPT Puskesmas. Minimal. Kelancaran penerimaan pembayaran jasa layanan tergantung kepada terbentuknya hubungan yang saling menguntungkan bagi UPT Puskesmas dan pasien. UPT Puskesmas berkomitmen untuk memberikan pelayanan sebagaimana yang telah diatur dalam Standar menerapkan prinsip terbuka. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 27 . Pegawai tidak diperbolehkan menjalankan usaha pribadi dengan mengatasnamakan nama UPT Puskesmas. l. Setiap kelompok profesional sejenis di UPT Puskesmas dapat dibentuk sebuah komite sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. 3) Pegawai tidak diperkenankan menggunakan aset UPT Puskesmas untuk keuntungan pribadi. Dalam pelayanan kepada pasien. 2.

Selain itu UPT Puskesmas akan memberikan peringatan. kebijakan hubungan pasien. Setiap perubahan kebijakan berkaitan dengan hak dan kewajiban pasien. d. lengkap dan tepat pada waktunya mengenai pelayanan kesehatan. serta hak dan kewajiban calon pasien.Lampiran 2 Berikut ini adalah kebijakan UPT Puskesmas dalam berhubungan dengan pasien. termasuk kebijakan tarif serta prosedur pelayanan kesehatan dan pengaduan. UPT Puskesmas secara aktif menggali keinginan dan kebutuhan pasien. UPT Puskesmas menghormati hak-hak pasien sesuai dengan norma dan kaidah-kaidah profesi medis. a. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 28 . senantiasa disosialisasikan kepada pasien. f. UPT Puskesmas menjamin pemulihan hak pasien yang dirugikan karena penyimpangan medis (malpraktek) terhadap pasien. peraturan yang berlaku di UPT Puskesmas maupun Peraturan Perundangan yang berlaku. UPT Puskesmas senantiasa memberikan informasi secara akurat. c. UPT Puskesmas memberikan perlakuan atau pelayanan yang sama tanpa membedakan kepada semua pasien. baik melalui survei kepuasan pasien maupun saluran pengaduan dari pasien yang dibuka oleh UPT Puskesmas. UPT Puskesmas melatarbelakangi senantiasa pengaduan pasien meneliti dan alasan segera yang mengambil tindakan yang tepat untuk menghindari terulangnya pengaduan tersebut. UPT Puskesmas berkomitmen untuk senantiasa melakukan upayaupaya guna mempertahankan dan menjaga agar pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal. b. e.

b. c. g. UPT Puskesmas melakukan berbagai upaya untuk menjadi warga yang dapat diterima sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. UPT Puskesmas mendorong timbulnya rasa ikut memiliki bagi masyarakat sekitar UPT Puskesmas dengan tujuan agar turut serta menjaga aset dan kepentingan-kepentingan UPT Puskesmas di lingkungannya. Lingkungan dan Masyarakat Berikut ini adalah kebijakan UPT Puskesmas dalam berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat. a. serta ketertiban di sekitar UPT Puskesmas. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 29 . HUBUNGAN DENGAN STAKEHOLDERS LAINNYA 1.Lampiran 2 teguran dan hukuman sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku kepada setiap Pegawai yang terbukti melakukan kesalahan atau kelemahan teknis yang ada dalam praktek. serta mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar tempat usaha UPT Puskesmas. Dengan demikian UPT Puskesmas akan turut serta memelihara lingkungan hidup yang bersih dan sehat. UPT Puskesmas membangun dan membina hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar tempat usaha UPT Puskesmas. UPT Puskesmas senantiasa menjaga rahasia pasien kecuali atas permintaan pasien atau perintah Undang-Undang (peradilan). C. UPT Puskesmas berkomitmen untuk senantiasa melakukan upaya-upaya perlindungan guna mempertahankan kualitas lingkungan sekitar UPT Puskesmas terhadap pencemaran yang timbul dari limbah UPT Puskesmas.

UPT Puskesmas melaksanakan kegiatan sosial sebagai perwujudan tanggung jawab sosial UPT Puskesmas terhadap masyarakat lingkungan di sekitar UPT Puskesmas beroperasi. dan rekanan dapat yang mempunyai reputasi dan rekam jejak yang baik. secara tidak dipertanggungjawabkan. UPT Puskesmas memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon rekanan dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu. d. efisien. a. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 30 . dengan cara dan alasan apapun. 2. pemanfaatan alat kedokteran dan kerjasama lainnya yang syah. UPT Puskesmas melarang setiap insan UPT Puskesmas memberikan informasi berkaitan dengan estimasi harga atau membahas secara rahasia pekerjaan di masa yang akan datang dengan calon rekanan yang akan berkompetisi. UPT Puskesmas melakukan pengadaan baik penunjukan langsung maupun transparan. lelang adil. pembangunan gedung. UPT Puskesmas menghindari rekanan yang mempunyai hubungan menghindari keluarga adanya dengan pengambil konflik kepentingan. Rekanan Berikut ini adalah kebijakan UPT Puskesmas dalam berhubungan dengan rekanan. keputusan UPT untuk Puskesmas melarang setiap insan UPT Puskesmas bertindak selaku perantara bagi seorang atau badan hukum untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari UPT Puskesmas. c. b. UPT Puskesmas dapat melakukan Kerjasama Operasional dengan pihak ketiga (rekanan) dalam bentuk kerjasama pelayanan kesehatan. diskriminatif dengan melibatkan bersaing. pendidikan dan pelatihan.Lampiran 2 d. efektif. Oleh karena itu.

UPT Puskesmas memberikan informasi akurat dan lengkap mengenai UPT Puskesmas yang diperlukan kreditur. 31 . 3. c. termasuk pelaksanaan kewajiban UPT Puskesmas sesuai dengan perjanjian. akuntabel. UPT Puskesmas menghormati hak-hak kreditur sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh UPT Puskesmas dan kreditur.Lampiran 2 Kerjasama Operasional ini didasarkan prinsif saling menguntungkan. b. Kreditur Pemenuhan kebutuhan dana yang berasal dari kreditur dapat dilakukan apabila UPT Puskesmas memperoleh keuntungan nyata dari dana yang dipinjam tersebut baik sekarang maupun di masamasa yang akan datang. e. Media Massa Media massa berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara UPT Puskesmas dengan stakeholders dan sekaligus sebagai alat kontrol bagi UPT Puskesmas Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka dalam melaksanakan tugasnya. UPT Puskesmas menuangkan semua kesepakatan dalam suatu dokumen tertulis yang disusun berdasarkan itikad baik dan saling menguntungkan. Peminjaman dari kreditur harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Kebijakan UPT Puskesmas dalam berhubungan dengan kreditur adalah sebagai berikut: a. Pemenuhan kebutuhan dana dari kreditur dilakukan dengan pertimbangan profesional sesuai dengan praktik bisnis yang sehat. UPT Puskesmas melaksanakan pemenuhan kewajiban kepada kreditur secara tepat waktu sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh UPT Puskesmas dengan kreditur. transparan dan wajar serta tidak merugikan stakeholders.

Berikut ini adalah kebijakan UPT Puskesmas dalam berhubungan dengan media massa : a. UPT Puskesmas berkewajiban membina komunikasi secara cerdas dengan KPP dan LSM dan bekerja sama dalam membangun citra UPT Puskesmas Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 32 . Berikut ini adalah kebijakan UPT Puskesmas dalam hubungan dengan KPP dan LSM: a. saling menghargai dan menguntungkan dengan menempatkan media massa sebagai mitra usaha yang sejajar. 5.Lampiran 2 Pemberitaan media massa diharapkan bersifat seimbang dan terbuka sehingga dapat dijadikan informasi yang berguna bagi UPT Puskesmas maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk meningkatkan kinerja dan membangun citra positif UPT Puskesmas. Komite Pelayanan Publik (KPP) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KPP sebagai lembaga resmi wakil masyarakat dalam pelayanan publik dan LSM khususnya LSM Bidang Kesehatan yang mewakili komunitas konsumen merupakan komponen penting dalam membangun citra dan upaya peningkatan mutu pelayanan UPT Puskesmas kepada masyarakat. UPT Puskesmas berpegang pada kebenaran dan keterbukaan informasi sesuai dengan kode etik jurnalistik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. UPT Puskesmas membangun kerjasama positif.

Lampiran 2 b. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 33 . UPT Puskesmas menfasilitasi kebutuhan KPP dan LSM secara proporsional dalam akses informasi dan kebijakan dalam pelayanan kesehatan dalam mengungkap issue dan keluhan pelayanan publik.

yang tertuang dalam Panduan Perilaku ini.Lampiran 2 BAB V PENERAPAN DAN PENEGAKAN A. memahami. Untuk Dewan Pengawas dan Pejabat Pengelola diharapkan menunjukkan komitmen pribadi yang kuat dan memberikan contoh kepada bawahan dan rekan kerja bagaimana bersikap dan berperilaku sesuai Panduan Perilaku. seluruh Insan UPT Puskesmas wajib untuk menyamakan dan menyatukan keyakinan dan tekad agar dapat menerapkan sikap dan perilaku kerja yang sesuai dengan sistem nilai yang dianut UPT Puskesmas. menghayati setiap butir Panduan Perilaku. Panduan Perilaku disosialisasikan kepada seluruh Pegawai UPT Puskesmas sehingga dipahami dengan tepat. mendiskusikan. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 34 . seluruh Pegawai UPT Puskesmas menandatangani Surat Pernyataan Kepatuhan yang merupakan kesanggupan atau komitmen untuk melaksanakan setiap butir Panduan Perilaku secara konsisten dan penuh tanggung jawab. baik dan benar. Setelah membaca. Menetapkan pemberlakuan Panduan Perilaku. KOMITMEN Setiap insan UPT Puskesmas sangat diharapkan untuk dapat menyelaraskan diri dengan sistem nilai di UPT Puskesmas. Pernyataan kepatuhan tersebut setiap tahun diperbaharui dan menjadi salah satu syarat kelanjutan hubungan kerja dengan UPT Puskesmas. Oleh karena itu. Komitmen Dewan Pengawas dan Pejabat Pengelola dilaksanakan dengan: 1.

Lampiran 2
2. Melakukan sosialisasi Panduan Perilaku kepada seluruh Pegawai
UPT Puskesmas di dalam UPT Puskesmas,
3. Memberi contoh kepada Pegawai UPT Puskesmas bersikap dan
berperilaku sesuai dengan Panduan Perilaku,
4. Memberikan sanksi yang adil terhadap setiap pelanggaran Panduan
Perilaku.
B.

TANGGUNG JAWAB
1. Tanggung Jawab Pegawai UPT Puskesmas
Setiap Pegawai UPT Puskesmas memiliki tanggung jawab
pribadi

untuk

mematuhi

setiap

kebijakan

dan

aturan

yang

dikeluarkan oleh UPT Puskesmas, termasuk Panduan Perilaku ini.
Setiap kebijakan dan aturan mengandung substansi tanggung jawab
tertentu yang harus dipenuhi oleh Pegawai UPT Puskesmas sesuai
kapasitasnya

masing-masing.

Tanggung

jawab

Pegawai

UPT

Puskesmas atas kepatuhan dimulai dengan mempelajari secara
detail Panduan Perilaku ini, kebijakan dan aturan lain yang relevan
dengan tugas dan pekerjaan sehari-hari. Setiap Pegawai UPT
Puskesmas harus mempunyai pengertian yang mendasar, termasuk
semangat dari Panduan Perilaku ini.
Panduan Perilaku ini tidak memberikan jawaban secara pasti
atas semua perilaku Pegawai UPT Puskesmas. Karena itu, setiap
Pegawai

UPT Puskesmas

pada

akhirnya

harus menggunakan

pertimbangan dengan akal yang sehat dan kejujuran hati nurani
masing-masing untuk menentukan keselarasan suatu perilaku
dengan Panduan Perilaku, kebijakan dan aturan lainnya. Apabila
ada pertanyaan mengenai penerapan Panduan Perilaku, kebijakan
dan aturan, mintalah bantuan atasan langsung, pejabat puncak di

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

35

Lampiran 2
unit atau bagian masing-masing untuk mendapat kejelasan dan
pemecahan masalah.
Bicarakan segera masalah yang ada apabila teridentifikasi
adanya ketidaksesuaian dengan Panduan Perilaku ini, kebijakan dan
aturan. Apabila dari hasil identifikasi suatu hal diduga mengandung
indikasi pelanggaran, maka setiap Pegawai UPT Puskesmas wajib
melaporkan dugaan pelanggaran tersebut.
2. Tanggung Jawab Pejabat Pengelola
Tanggung jawab Pejabat Pengelola yaitu :
Mengkomunikasikan

a.

Panduan

Perilaku,

kebijakan

dan

aturan secara tepat dan benar, untuk memastikan setiap Pegawai
UPT

Puskesmas

di

lingkungan

kerjanya

memahami

dan

menghayati Panduan Perilaku ini, dan untuk menciptakan iklim
dimana Pegawai UPT Puskesmas secara bebas dapat membahas
penerapan Panduan Perilaku, masalah etika

dan hukum,

sehingga mempunyai persepsi yang sama.
b.

Memimpin

dengan

memberi

contoh,

bersikap

dan

berperilaku yang diteladani oleh bawahannya, serta memberikan
bantuan atau nasihat atas pertanyaan mengenai penerapan
Panduan Perilaku, kebijakan dan aturan.
c.

Memimpin upaya penegakan kepatuhan melalui pertemuanpertemuan rutin dengan bawahan, termasuk kemudahan

bagi

pelaporan dugaan pelanggaran Panduan Perilaku, kebijakan dan
aturan.
d.

Melakukan pengawasan secara teratur mengenai program
dan permasalahan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan
Panduan Perilaku.

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

36

Lampiran 2
Melakukan penanganan atas pelaporan dugaan pelanggaran

e.

serta penyelidikan terhadap indikasi pelanggaran yang terjadi di
lingkungan kerjanya.
3. Tanggung Jawab Dewan Pengawas
Dewan Pengawas memantau efektivitas praktik tata kelola
(good governance) yang diterapkan UPT Puskesmas. Dewan Pengawas
dapat menugaskan auditor independen untuk menilai kepatuhan
terhadap praktik good governance, termasuk Panduan Perilaku ini,
yang merupakan penjabaran prinsip-prinsip good governance pada
tingkat operasional UPT Puskesmas.
C.

PEMANTAUAN
a. Sekretaris Badan (Kepala Bagian Tata Usaha) bertanggung jawab

menyelenggarakan kegiatan agar Pegawai UPT Puskesmas senantiasa
menjaga dan memelihara sikap dan perilaku yang sesuai dengan
Panduan Perilaku serta memantau efektivitas penerapan Panduan
Perilaku dan melaporkan hasilnya kepada Kepala Badan (Pejabat
Pengelola).

Hal-hal yang menonjol selama penerapan Panduan

Perilaku dicatat sebagai bahan masukan penyempurnaan dan
perbaikan.
b. Satuan

Pengawas

Intern

mengikuti

perkembangan

peraturan

perundang-undangan, khususnya yang berkaitan dengan good
governance dan menganalisis dampaknya terhadap UPT Puskesmas,
serta memberi masukan dan informasi kepada Kepala Badan
(Pejabat Pengelola) untuk mematuhi semua ketentuan perundangundangan yang terkait dengan good governance dan etika bisnis. Di
samping itu SPI bertanggung jawab untuk:
1. Memantau kepatuhan terhadap Panduan Perilaku,

Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka

37

bahkan menimbulkan semacam konflik batin bagi si pelapor. PELAPORAN ATAS PELANGGARAN Setiap insan UPT Puskesmas wajib melaporkan tentang dugaan terjadinya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan. dengan mengungkapkan data dan informasi yang diketahui. D. serta kebijakan dan aturan UPT Puskesmas. Kepedulian untuk menjaga kepentingan yang lebih besar. 38 . UPT Puskesmas sepenuhnya menyadari. dan dapat menyampaikan berwenang. 3. melaporkan tindakan pelanggaran sebagai upaya yang tidak mudah dan menempatkan Pegawai UPT Puskesmas dalam posisi yang sulit. yang berkaitan dengan terjadinya dugaan pelanggaran.Lampiran 2 2. Oleh karena itu UPT Puskesmas akan memberikan perlindungan hukum kepada setiap insan UPT Puskesmas yang melaporkan dugaan atau disangkakan adanya pelanggaran Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka peraturan perundangan. Memberikan rekomendasi kepada Kepala Badan (Pejabat Pengelola) untuk memberikan sanksi atas pelanggaran Panduan Perilaku ini. harus menjadi acuan pertimbangan setiap keputusan untuk melaporkan suatu pelanggaran. Melakukan kajian tentang tingkat kepatuhan dan pelaksanaan serta kendala-kendala Panduan Perilaku ini sebagai upaya untuk penyempurnaan Panduan Perilaku dimasa mendatang. Kemampuan dan kesediaan melaporkan setiap tindakan yang diyakini sebagai suatu pelanggaran merupakan hal penting dari pelaksanaan tanggung jawab setiap Pegawai UPT Puskesmas. yakni kerugian bagi UPT Puskesmas dan seluruh Pegawai. Panduan Perilaku. Pegawai saran UPT dan pendapatnya Puskesmas wajib kepada bekerjasama pejabat dalam penyelidikan internal yang dilakukan oleh UPT Puskesmas.

rasa iri hati dan yang sejenisnya. pembalasan atau tindakan lain yang merugikan seperti ancaman fisik dan verbal terhadap Pegawai UPT Puskesmas lain yang melaporkan terjadinya pelanggaran ataupun yang bekerjasama dalam penyelidikan pelanggaran. dilandasi dengan niat baik. kebijakan dan aturan. Setiap pelaporan dugaan pelanggaran. misalnya antara lain karena dorongan sentimen pribadi. Pelaporan dugaan pelanggaran dilakukan secara jujur. UPT Puskesmas sepenuhnya menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 39 . kecuali yang bersangkutan ikut terlibat dalam pelanggaran tersebut. atau rusaknya kinerja UPT Puskesmas dan jauh dari maksud-maksud tertentu untuk kepentingan atau keuntungan pribadi. Berikut ini adalah tindakan yang harus diambil oleh Pegawai UPT Puskesmas apabila meyakini telah terjadi pelanggaran. seluruhnya disertai data atau buktibukti yang akurat agar dapat diproses lebih lanjut demi keselamatan jalannya usaha UPT Puskesmas. Yakinkan dan pastikan memiliki seluruh data dan informasi yang relevan dengan keadaan atau situasi yang mengindikasikan pelanggaran Panduan Perilaku. dan semata-mata dilakukan untuk pencegahan terjadinya kerugian terhadap UPT Puskesmas. Pelaporan dapat meringankan penjatuhan disiplin atau sanksi bagi si pelapor yang terlibat dalam pelanggaran. saran atau pendapat yang disampaikan. 1. kebijakan dan aturan-aturan lain.Lampiran 2 pedoman tata kelola dan Panduan Perilaku yang disertai bukti dan dokumen yang sah. isi informasi. Tidak seorangpun Pegawai UPT Puskesmas akan dikenakan sanksi karena melaporkan adanya dugaan pelanggaran Panduan Perilaku. Pegawai UPT Puskesmas dilarang melakukan tindakan permusuhan.

sesuai kewenangannya. Bila perlu. PENANGANAN ATAS PELANGGARAN Semua dugaan pelanggaran yang dilaporkan akan ditindaklanjuti secara memadai melalui pengkajian atau pemeriksaan lebih lanjut untuk proses pembuktian dan penentuan bobot pelanggaran sebagai bahan pertimbangan pemberian tindakan disiplin atau sanksi. Segera laporkan dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan unit atau bagian masing-masing kepada atasan langsung dan pejabat puncak di unit atau bagian masing-masing. telepon atau kotak saran/pengaduan. E. lalu mintalah tanggapannya. bersama rekan kerja atau atasan. Apabila dugaan pelanggaran dilakukan oleh unsur pimpinan atau terjadi di luar lingkungan unit/bagian atau karena sesuatu hal. dengan tembusan kepada Kepala Badan (Pejabat Pengelola). maka laporkan kepada Kepala Badan (Pejabat Pengelola) atau jenjang di atasnya secara langsung atau melalui pos. Cari kesempatan dan cara yang paling cocok tanpa menyinggung perasaan untuk menegur sesama rekan kerja atau atasan. Sampaikan secara halus dan tidak langsung dengan memaparkan pelanggarannya. 2. Penanganan atas dugaan pelanggaran dilakukan oleh atasan langsung atau pejabat puncak. 3. Atasan langsung atau pejabat puncak wajib mengupayakan pemecahan masalah/jalan keluar terhadap setiap pengaduan dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan unit atau bagian yang dipimpinnya dan melaporkan hasilnya Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 40 . 4. email. mencari penyebabnya.Lampiran 2 Bila perlu data dan informasi didukung dengan saksi-saksi yang kuat. faksimili. tidak dapat melaporkan kepada atasan langsung atau pejabat puncak.

kebijakan dan aturan. Kepala Sub Bagian Tata Usaha. jika menyangkut pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan menghentikan dengan segera pelanggaran yang terjadi. Satuan Pengawas Internal (SPI). F. SANKSI ATAS PELANGGARAN UPT Puskesmas melakukan berbagai upaya untuk menegakkan Panduan Perilaku. tetapi juga Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 41 . Rapat Pejabat Pengelola.Lampiran 2 Kepala Bagian Tata Usaha untuk pengkajian kesesuaian keputusan yang diambil dengan kebijakan dan aturan. 3. 2. Rapat Dewan Pengawas. Dugaan pelanggaran yang memerlukan pengkajian atau pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan oleh : 1. jika menyangkut pelanggaran yang dilakukan oleh anggota pejabat pengelola untuk menetapkan langkah-langkah yang harus diambil sesuai ketentuan yang berlaku. jika menyangkut hal-hal yang terkait dengan akuntansi dan keuangan atau kerugian-kerugian termasuk hal-hal yang perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam. Salah satu upaya tersebut adalah dengan pemberlakuan tindakan disiplin atau sanksi yang adil terhadap insan UPT Puskesmas yang melakukan pelanggaran Panduan Perilaku. Pemberlakuan tindakan disiplin atau sanksi tidak hanya terhadap Pegawai UPT Puskesmas yang melakukan pelanggaran. kebijakan dan aturan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4. jika menyangkut pelanggaran yang dilakukan oleh Pemimpin untuk menetapkan langkah-langkah yang harus diambil sesuai ketentuan yang berlaku. serta ketentuan dan peraturan UPT Puskesmas.

Teguran tertulis. 4. 9. Pernyataan tidak puas secara tertulis dari Kepala Badan (Pejabat Pengelola). dalam tingkatan apapun yang: 1.Lampiran 2 terhadap Pegawai UPT Puskesmas yang lain. 4. 3. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 42 . 2. 8. Tidak bekerja sama dalam penyelidikan UPT Puskesmas atas dugaan pelanggaran. 2. Penurunan gaji setingkat lebih rendah untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun. pembalasan atau tindakan lain yang merugikan seperti ancaman fisik dan verbal terhadap pelapor terjadinya dugaan pelanggaran. Tuntutan ganti rugi. Tindakan disiplin atau sanksi. Melakukan tindakan permusuhan. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai. 10. Teguran lisan. 7. Gagal melakukan pengawasan secara efektif terhadap tindakan bawahannya. 3. Pemberian skorsing. 6. meliputi: 1. peraturan perundang-undangan dan kebijakan UPT Puskesmas. Tidak melaporkan atau menyembunyikan data dan informasi yang berkaitan dengan terjadinya pelanggaran hukum. Penurunan pangkat setingkat lebih rendah untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pembebasan dari jabatan. 5. Pemberhentian dengan hormat sebagai Pegawai tidak atas permintaan sendiri. Penurunan gaji setingkat lebih rendah untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun. Tindakan disiplin atau sanksi disesuaikan dengan bobot/tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Setiap insan UPT Puskesmas dalam tingkatan apapun. Diserahkan kepada yang berwajib untuk proses pemeriksaan lebih lanjut apabila pelanggaran menyangkut kerugian UPT Puskesmas yang material/besar dan dikategorikan dalam tindakan pidana.Lampiran 2 11. apabila jelas terbukti telah melakukan pelanggaran terhadap Panduan Perilaku. dan dijalankan secara tegas. kebijakan dan aturan akan dikenakan tindakan disiplin atau sanksi sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada maupun peraturanperaturan susulan yang bersifat mengikat semua insan UPT Puskesmas. Setiap insan UPT Puskesmas yang akan dikenakan atau dijatuhkan tindakan disiplin atau sanksi wajib diberikan kesempatan atau hak secara adil untuk membela diri maupun menyatakan pendapatnya atas dugaan pelanggaran yang dilakukannya. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 43 .

Lampiran 2 BAB VI PENGEMBANGAN DAN PERBAIKAN A. Kebijakan UPT Puskesmas yang telah ada dan bertentangan dengan Panduan Perilaku wajib disesuaikan. dan lain sebagainya. Segala kritik dan saran yang konstruktif dari segenap insan UPT Puskesmas dan pihak-pihak lain yang terkait sangat diharapkan dan akan dicatat sebagai bahan masukan dalam rangka pengembangan dan perbaikan lebih lanjut. D. UPT Puskesmas akan menerbitkan kebijakan susulan apabila diperlukan sebagai penjabaran lebih lanjut yang diperlukan dalam penerapan Panduan Perilaku ini. diharapkan diperoleh umpan balik sebagai bahan masukan bagi pengembangan dan perbaikan Panduan Perilaku serta implementasi lebih lanjut di masa mendatang. surat edaran Pejabat Pengelola. Pengembangan dilakukan seiring dan perbaikan dengan Panduan Perilaku ini dapat perubahan/perkembangan di masa mendatang. buku pedoman UPT Puskesmas. Panduan Perilaku ini selanjutnya akan dijadikan dasar bagi penetapan kebijakan UPT Puskesmas yang meliputi antara lain surat keputusan Pejabat Pengelola. Pola Tata Kelola UPT Puskesmas Padasuka 44 . nilai-nilai UPT Puskesmas. Pengembangan dan perbaikan Panduan Perilaku ditetapkan oleh Kepala Badan (Pejabat Pengelola) dan Dewan Pengawas dan dituangkan dalam suatu surat keputusan. Penyusunan Panduan Perilaku ini telah mempertimbangkan visi. budaya kerja dan etika. B. misi. Selama masa implementasi Panduan Perilaku. C.