You are on page 1of 49

I.

A.

Ageng Wibowo-2101412118

BAGIAN AWAL
HALAMAN JUDUL

1

B.

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmatNya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan modul yang berjudul
“Mengklasifikasi, Menelaah, dan Merevisi Teks Ulasan”. Penulis juga berterima kasih
kepada semua pihak sekolah yang telah membantu proses pembuatan modul ini, karena
atas kerja sama yang baik penulis dapat menyelesaikan modul ini.
Modul ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Pengembangan Bahan Ajar. Selain itu penyusunan modul ini juga berguna bagi peserta
didik kelas VIII SMP/Mts yang ingin lebih menguasai pengetahuan dan keterampilan
mengenai teks ulasan atau resensi. Dalam penulisan modul ini penulis merasa masih
banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat
akan kemampuan yang dimiliki penulis.
Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi
penyempurnaan pembuatan modul ini. Semoga modul ini bisa memberikan manfaat
bagi penulis maupun pembaca, khususnya peserta didik SMP/Mts kelas VIII. Penulis
juga berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan yang setimpal pada
mereka yang telah memberikan bantuan dan dapat menjadikan semua bantuan ini
sebagai ibadah, Amin.

Semarang, 26 April 2015

Penulis

Ageng Wibowo-2101412118

2

C. DAFTAR ISI
Hlm.
HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i
PRAKATA ............................................................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1

DESKRIPSI .......................................................................................... 4

1.2

PRASYARAT ....................................................................................... 5

1.3

PETUNJUK .......................................................................................... 5

1.4

KD DAN INDIKATOR ....................................................................... 6

BAB II PEMBELAJARAN
2.1

KEGIATAN BELAJAR I .................................................................... 7

2.2

KEGIATAN BELAJAR II ................................................................. 21

BAB III EVALUASI
3.1

TES SUMATIF.................................................................................... 30

3.2

KUNCI JAWABAN ............................................................................ 38

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 44
GLOSARIUM ........................................................................................................ 45

Ageng Wibowo-2101412118

3

II.

BAGIAN ISI
A. PENDAHULUAN
1. DESKRIPSI
Modul ini ditujukan bagi peserta didik kelas VIII SMP/MTs yang
menerapkan Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya
teks ulasan. Teks ulasan adalah teks yang dihasilkan dari sebuah analisis
terhadap berbagai hal, dalam modul ini karya sastra dan juga film.
Modul ini berjudul Mengklasifikasi, Menelaah, dan Merevisi Teks
Ulasan. Ruang lingkup modul ini ditujukan bagi siswa kelas VIII SMP/Mts
mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya KD 3.3 dan 4.3 teks
ulasan. Beberapa materi yang terdapat dalam modul ini adalah klasifikasi,
telaah, dan prosedur merevisi teks ulasan. Modul ini merupakan bagian ketiga dari empat modul lainnya yang secara khusus membahas teks ulasan.
Setelah membaca modul ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan,
siswa diharapkan dapat memenuhi kompetensi untuk: 1) mengklasifikasi
berbagai jenis teks ulasan, 2) menelaah dan merevisi teks ulasan yang belum
tepat. Sesuai dengan kompetensi yang dibelajarkan, kegiatan belajar dalam
modul ini ada dua buah. Setiap kegiatan belajar terdiri atas tujuan
pembelajaran, materi pembelajaran, rangkuman, tugas, tes formatif, dan
refleksi. Tes formatif berisi tes tertulis sebagai bahan pertimbangan bagi
peserta dan guru untuk mengetahui sejauh mana penguasaan kegiatan belajar
yang telah dicapai sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan
berikutnya.
Pada bagian evaluasi terdapat tes sumatif dan kunci jawaban untuk
semua penilaian, baik tes formatif maupun tes sumatif, untuk mengukur
sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tes sumatif berisi evaluasi akhir
belajar peserta didik setelah menyelesaikan satu modul.

Ageng Wibowo-2101412118

4

2. PRASYARAT
Sebelum mempelajari modul ini, sebaiknya siswa sudah menguasai
dua seri awal modul mengenai teks ulasan 3.1-4.1 dan 3.2-4.2. Dari dua
modul awal tersebut siswa diharapkan telah mampu untuk memahami,
menangkap makna, membedakan, dan menyusun teks ulasan. Di modul seri
ketiga ini akan memberikan bekal siswa agar mempunyai kompetensi untuk
mengklasifikasi, menelaah, dan merevisi teks ulasan.

3. PETUNJUK
Modul ini disusun guna mendampingi guru dan peserta didik dalam
memahami teks ulasan secara lebih mendalam. Agar mendapat hasil yang
maksimal setelah mempelajari modul ini, sebaiknya baik guru maupun
peserta didik membaca petunjuk penggunaan modul. Peserta didik diarahkan
untuk belajar mengklasifikasi, menelaah, dan merevisi teks ulasan yang
terbagi menjadi dua kegiatan pembelajaran. Setiap kegiatan pembelajaran
terdiri atas tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, rangkuman, tugas, tes
formatif, dan refleksi.
Agar peserta didik mampu menuntaskan dua kompetensi yang ada
dalam modul ini, peserta didik wajib membaca tujuan pembelajaran, materi
pembelajaran, dan juga rangkuman. Selanjutnya, untuk lebih memahami
pengetahuan tentang materi yang ada, peserta didik diarahkan mengerjakan
tugas, baik secara mandiri ataupun berkelompok.
Tahap selanjutnya ada tes formatif yang fungsinya untuk mengukur
tingkat pemahaman peserta didik dalam satu kegiatan belajar. Jika hasil yang
peserta didik dapatkan mencukupi KKM, maka dapat melanjutkan ke
kegiatan belajar berikutnya. Pada tahap akhir modul terdapat tes sumatif
yang berisi evaluasi akhir belajar peserta didik setelah menyelesaikan satu
modul. Hasil akhir yang akan diperoleh peserta didik setelah mempelajari
modul ini yaitu: 1) mengklasifikasi berbagai jenis teks ulasan, 2) menelaah
dan merevisi teks ulasan yang belum tepat.
Ageng Wibowo-2101412118

5

4. KD DAN INDIKATOR
Kompetensi dasar yang menjadi fokus dalam modul ini adalah KD 3.3
Mengklasifikasi teks ulasan baik melalui lisan maupun tulisan dengan
indikator sbb:
1.3.1 Mengidentifikasi teks ulasan cerpen
1.3.2 Mengidentifikasi teks ulasan novel
1.3.3 Mengidentifikasi teks ulasan puisi
1.3.4 Mengidentifikasi teks ulasan film
dan 4.3 Menelaah dan merevisi teks ulasan sesuai struktur dan kaidah teks
baik secara lisan maupun tulisan dengan indikator sbb:
4.3.1

Menelaah teks ulasan sesuai struktur dan kaidah teks secara tulisan

4.3.2

Merevisi teks ulasan sesuai struktur dan kaidah teks secara tulisan

Peserta didik dikatakan tuntas apabila hasil evaluasi akhir telah memenuhi
syarat Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh guru
ataupun sekolah masing-masing yaitu 75.

Ageng Wibowo-2101412118

6

B. PEMBELAJARAN
1. KEGIATAN BELAJAR 1
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran 1, peserta didik dapat
mengklasifikasikan berbagai jenis teks ulasan dengan benar.

b. Materi
Pada dua modul awal mengenai teks ulasan, kalian telah belajar
memahami, membedakan, hingga belajar menyusun teks ulasan. Teks
ulasan (review text) adalah teks yang berisi tinjauan suatu karya baik berupa
film, buku, karya sastra dan lain sebagainya untuk mengetahui kualitas,
kelebihan dan kekurangan yang dimiliki karya tersebut yang ditujukan
untuk pembaca atau pendengar khalayak ramai.
Selanjutnya di kegiatan belajar kali ini, kalian akan belajar mengenai
klasifikasi

teks

ulasan.

Mengklasifikasikan

teks

ulasan

berarti

menggolongkan atau menyusun aspek-aspek saja yang akan dipelajari
dalam teks ulasan. Dengan kata lain kita akan belajar mengenai pembagian
teks ulasan. Dalam modul ini hanya disampaikan empat jenis karya yang
diklasifikasikan sebagai teks ulasan, berikut penjelasannya:

a. Teks Ulasan Cerpen
Cerpen adalah salah satu jenis karya sastra berbentuk prosa.
Sesuai dengan namanya, cerita pendek memperlihatkan ciri bahasa
yang serba pendek, baik peristiwa yang diungkapkan, isi cerita,
jumlah pelaku, dan jumlah kata yang digunakan (Priyanti, 2013:5).
Berikut contoh teks ulasan cerpen Sebuah Mimpi Sebelum Tidur:

Ageng Wibowo-2101412118

7

Sebuah Mimpi Sebelum Tidur
Penulis

: Dita Mahardhika

Jenis cerpen

: Fiksi

Tebal

: 2 halaman

Cerita ini dimulai dengan seorang pemuda yang susah terlelap di malam yang
senyap, cerpen yang ditulis oleh Dita Mahardhika ini ditulis olehnya berdasarkan
pengalamannya ketika masa-masa putih abu-abu bersama kawan-kawannya di desa.
Dalam cerpen ini, dikisahkan tentang penyesalan seorang remaja sehingga kegelisahan
menghantuinya ketika malam gelap gulita yang membuatnya tidak bisa tenang. Ia
telah mencoba dengan segala cara tetapi bayangan tentang waktu liburan semester
yang luang terbuang sia-sia begitu saja. Seharusnya hasil keringatnya bersama temantemannya berbuah kebanggan dan senyum. Namun justru hanya kekecewaan dan luka
yang ia dapatkan.
Dalam kekecewaannya itu terbesit pandangan dari sisi positif

seperti

kebersamaannya dan kawan-kawan teaternya. Suatu kata apapun tak bisa mewakili
tiap-tiap mata mereka yang melihat senyum yang telah tertoreh dari setiap wajahwajah masing-masing dari mereka. Bahkan, halangan layaknya hujan, mendung
,gerimis, becek, dan badai halilintar akan sirna begitu saja ketika mereka saling
bertemu.
Bagi mereka memang berat mengorbankan hari libur untuk kegiatan yang
menyibukkan itu yang hanya untuk sebuah pertemuan tetapi pengorbanan mereka
didasari oleh mimpi yang sama. Namun, tangis tak dapat dibendung ketika keringat
mereka justru dibayar dengan air mata. Di samping itu, mengingat dengan saat-saat itu
justru membuat luka yang mendalam itu semakin parah. Karena sudah sebulan ia dan
anak-anak (kawannya) di desanya belajar menari, belajar kekompakan dan khusus
untuk dirinya sendiri ia diajarkan bersabar dan tegar, ia berusaha agar itu
membuahkan hasil. Mereka anak-anak desa mencintai alunan gamelan yang
menghanyutkan jiwa-jiwa yang telah bersiap menunjukkan apa yang telah
dipersiapkan selama 2 bulan terakhir itu.
Ageng Wibowo-2101412118

8

Selanjutnya tiba suatu hari yang pada saat itu ia dengan berat hati bersama 5
anak yang lain tidak dapat ikut menari karena suatu halangan yang tidak pernah
mereka inginkan. Begitu juga dengan yang lain, mereka yang lain menampakkan
wajah kecewa . Namun, ia tetap mendorong semangat mereka. Di balik itu, ternyata
tidak ada hal yang sia-sia karena pada akhirnya itu mengajarkan pada mereka tentang
ketegaran, kebersamaan dan kehangatan. Kemudian setelah ia bernostalgia dengan
semua itu, akhirnya barulah matanya dapat tertutup dan pikirannya hanyut ke mimpi
saat tidur.
Kelebihan cerpen ini yaitu suatu pesan yang disampaikan tentang semangat
pantang menyerah dan kebersamaan. Walaupun akhirnya tidak pernah terbayangkan
apa yang akan terjadi, tetapi justru pada akhirnya hal itu mengajarkan tentang
ketegaran dan kebersamaan yang membawa ketenangan. Cerpen ini sangat cocok
dibaca oleh para remaja dalam bergaul dengan teman sebayanya, utamanya sahabat.
Selain itu, hal ini memotivasi mereka agar selalu pantang menyerah apapun yang akan
terjadi. Jika suatu hal yang dilalui bersama-sama membuat kekecewaan maka kita
harus tetap bersabar, tegar dan jangan mudah putus asa.

b. Teks Ulasan Novel
Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis naratif dan
mempunyai unsur-unsur intrinsik. Novel merupakan bentuk karya
sastra yang paling populer di dunia. Berikut contoh teks ulasan
novel 99 Cahaya di Langit Eropa:

Ageng Wibowo-2101412118

9

Kebesaran Allah yang Nyata
(Ulasan Novel 99 Cahaya di Langit Eropa)
Judul

: 99 Cahaya di Langit Eropa

Penerbit

: Gramedia Pustaka Utama

Penulis

: Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra

Kategori

: Novel Islami

Tebal

: 412 Halaman

Sebuah novel yang ceritanya diangkat dari pengalaman penulis novel ini. Novel ini
menceritakan tentang sebuah perjalanan atas sebuah pencarian tentang peradaban Islam.
Hanum dan Rangga sebagai penulis, menjadikan pengalaman mereka untuk membuat novel
ini agar seluruh pembaca novel ini dapat mengerti kebesaran Allah dan keagungan serta
kemuliaan Islam. Dalam novel ini, benar-benar membuat kita terpesona akan indahnya islam
dimana penulis novel ini sendirilah yang merasakan hidup di negara Eropa yang minoritas
agamanya adalah Islam. Perjalanan mereka juga merupakan suatu pengalaman yang
memperkaya nilai spiritual untuk lebih memaknai Islam.
Berada di negara orang lain selama 3 tahun adalah suatu perjalanan jauh yang
menarik untuk belajar, menambah pengalaman, berpetualang, dan mencari tahu hal-hal baru.
Kisah dengan segudang keajaiban ini, ditulis oleh Hanum dan Rangga sesuai dengan
kenyataan aslinya tanpa ada yang direkayasa. Dalam novel ini, banyak hal yang ternyata
sungguh menarik dari sekedar Tembok Berlin, Konser Mozart, Colloseum Roma, Menara
Eiffel, Stadion Sepak Bola San Siro, dan Cordoba yang merupakan tempat dengan segudang
peradaban Islam. Eropa menyimpan begitu banyak rahasia dan misteri tentang Islam. Namun,
kini hubungan antara keduanya semakin merenggang sehubungan dengan adanya pihak-pihak
yang memperkeruh keadaan. Maka, seolah-olah di masa sekarang, Eropa tak menyimpan
peradaban Islam dan dikuasai oleh masyarakat non-Islam. Akan tetapi, yang sebenarnya
Eropa adalah satu dari segelintir negara yang pertama kali dikuasai Islam sehingga banyak
sekali benda-benda, bangunan, dan peninggalan Islam di Eropa.
Novel ini juga menceritakan seorang imigran Turki yang tinggal di Wina, Austria
yang merupakan keturunan dari Kara Islami Pasha, pejuang Islam yang gagal
mempertahankan Islam namun kerja keras beliau sangatlah besar. Hanum dan Fatma lalu
mengatur rencana untuk melihat jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari
Ageng Wibowo-2101412118

10

Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Hingga pada akhirnya, perjalanan ini justru
mengantarkannya ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban di Eropa.
Di Paris inilah, Hanum bertemu dengan Marion Latimer yang merupakan seorang
mualaf. Ia bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan
bahwa Eropa adalah tempat yang memiliki bukti banyak tentang kebesaran Islam. Penjelasan
dari Marion ini membuat Hanum semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang besar dan
sempurna. Di kerudung Bunda Maria terdapat bukti kebesaran Allah yaitu bertuliskan lafal
“Lailahailallah”.
Inilah kehebatan novel karangan Hanum dan suaminya. Begitu banyak peradaban
Islam sekalipun itu di negara yang Islam merupakan minoritas agamanya. Suatu kebanggaan
untuk kita semua kaum muslimin. Kita menjadi tersadar akan kebesaran Allah dan keagungan
Islam melalui novel ini. Diangkat dari sebuah pengalaman yang nyata, tanpa adanya
rekayasa, ditulis dengan bahasa yang indah dan mengagungkan, serta penjelasan-penjelasan
yang detail dan rinci merupakan segelintir kelebihan dari novel ini. Tak heran jika novel ini
menjadi best seller. Novel ini hampir tak memiliki kekurangan, sehingga tak ada yang perlu
diulas akan kekurangannya.
Dengan begitu banyak kelebihan yang dimiliki novel ini, maka novel ini sangat baik
dibaca untuk semua kalangan. Setiap jalan ceritanya layak dan baik untuk dinikmati. Banyak
pesan yang bisa kita ambil dari novel ini. Kita dapat melihat dan merasakan kebesara Islam
melalui novel ini. Maka dari itu, ucapan terima kasih perlu kita sampaikan kepada penulis
novel ini, Hanum dan Rangga.
Novel ini memiliki makna mendalam bahwa setiap perjalanan yang kita lakukan,
pasti memiliki cerita dan kenangan indah yang dapat dibagikan. Kita hanya perlu yakin dan
percaya, walau sekarang Eropa masih menjadi tempat yang minoritas Islam, tapi mari kita
buktikan bahwa suatu saat Allah akan menjadikan Islam jaya kembali. Karena kita tahu
bahwa kebenaran akan selalu ada. Tak lepas dari itu, sebagai generasi Islam yang baik, kita
harus menjadi agen Islam yang baik pula, yang bisa menyebarkan Islam dengan cara-cara
yang baik. Katakan pada dunia, katakan pada angin, udara, tanah, dan semua isi dunia bahwa
Allah Maha Besar, Islam adalah kesempurnaan. Subhanallah, begitu indahnya Islam.

Ageng Wibowo-2101412118

11

c. Teks Ulasan Puisi
Puisi adalah bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma,
ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Menurut zamannya, puisi dibedakan menjadi puisi lama dan puisi
baru. Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik
dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Puisi merupakan
jenis karya sastra yang paling sulit diulas. Hal ini dikarenakan
makna puisi yang bersifat multitafsir atau bermakna ganda.
Berikut contoh teks ulasan puisi:

Buku Puisi " Gerimis di Ujung Kemarau"
karya Darmawati
Puisi-puisi di dalam buku ini merupakan refleksi dan renungan mendalam dari
penulisnya. renungan dalam keadaan berbaring, duduk, berdiri, dan berbagai kegiatan.
penulis senantiasa membaca terhadap segala perwujudan dalam nyata ini. Beraneka hal yang
patut dan pantas dituliskan, ia tuangkan dalam bentuk puisi - puisi sederhana.
Puisi-puisi di dalam buku ini banyak bercerita tentang tema pendidikan, misalnya
sekolah, guru, atau ujian. penulis terinspirasi ketika menatap wajah para siswa yang lugu,
polos, tak berdosa. selain itu, penulis banyak mengungkapkan sesuatu yang sesuai dengan
gejala alam yang senantiasa melingkupi kehidupannya. misalnya ketika kemarau melanda,
kemudian berganti dengan hujan yang menyejukkan. semua itu dikemas dalam bentuk
untaian larik dan bait yang sederhana.
Puisi - puisi di buku ini di peruntukkan bagi pembaca khususnya siswa SMP dan
SMA. Hal ini mengingat kebutuhan akan buku -buku kumpulan puisi yang layak dijadikan
sebagai buku pelengkap bahan ajar sangat tinggi, namun kurang jumlahnya di perpustakaan
sekolah. semoga kehadiran buku ini ikut menambah khasanah kesusastraan indonesia
modern.
Banyak buku puisi yang terbit, tetapi tidak sebanyak buku - buku yang layak dibaca
untuk siswa SMP dan SMA. terbitnya buku puisi karya Darmawati ini, diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan bahan bacaan sastra di sekolah. apalagi penilis buku ini seorang guru.
puisi - puisi di dalam buku ini sederhana tetapi memiliki kedalaman makna.

Ageng Wibowo-2101412118

12

d. Teks Ulasan Film
Film adalah sebuah potret cerita kehidupan yang digambarkan oleh
sebuah objek yang dimainkan di bioskop atau televisi. Film
sebagai sebuah karya cipta seni dan budaya yang merupakan salah
satu media komunikasi massa audiovisual.
Berikut contoh teks ulasan film:

Sang Pemimpi
Tetralogi laskar pelangi karya Andrea Hirata merupakan salah satu karya anak bangsa
Indonesia yang patut dibanggakan. Sangat sarat dengan unsur motivasi dan banyak
menceritakan episod serta lika-liku perjuangan dalam kehidupan. Dimulai dari novel pertama
yang berjudul Laskar Pelangi, diikuti Sang Pemimpi, Edensor dan terakhir Maryamah
Karpov. Bagi para pecinta buku tentunya bukan hal yang sukar untuk melahap sebuah novel
apatah lagi jika novel tersebut menarik hingga dapat membuat pembaca ingin terus
memenuhi rasa ingin tahunya. Namun demikian tidak semua orang suka membaca, akan
sangat sukar menghabiskan walaupun sepotong cerita pendek. Bagi masyarakat yang kurang
berminat dalam membaca jangan cemas kerana novel ini sudah digarap dalam bentuk film
(untuk setakat ini novel pertama dan kedua).
Latar belakang cerita kebanyakan diambil dari pengalaman pribadi penulis dan rakanrakannya tentunya terdapat sedikit penambahan dan modifikasi. Novel ini mengisahkan
tentang perjuangan anak-anak di Belitong, dekat dengan pulau Sumatera Selatan. Ikal
merupakan tokoh utama dalam cerita ini. Ikal dan rakan-rakannya bersekolah di SD (Sekolah
Rendah) Muhammadiyah 1, dengan kondisi dan fasiliti sekolah yang kurang mencukupi
begitu pula dengan tenaga pengajar yang kurang, akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan
keinginan dan semangat mereka untuk bercita-cita tinggi. Dalam film pertama (Laskar
pelangi) lebih banyak mengisahkan tentang masa kecil Ikal dan rakan-rakannya.
Di film Sang Pemimpi, novel kedua, banyak mengisahkan tentang masa remaja yang
penuh tantangan. Riri Reza sang sutradara film ini mengemas beberapa adegan humor namun
bermakna contohnya kenakalan Ikal dan sepupunya ketika upacara bendera atau ulah mereka
menonton pawagam yang dilarang oleh pihak sekolah. Masa sekolah rasanya kurang lengkap
jika tidak diwarnai dengan rasa suka dan kagum terhadap lawan jenis, kerana pada masa ini
selalunya remaja sudah mulai mengenal rasa cinta walaupun kebanyakan belum tahu makna
Ageng Wibowo-2101412118

13

sebenar cinta itu sendiri. Dalam film ini diceritakan kisah percintaan namun khas zaman dulu,
gaya melayu yang kental dengan kiasan, pantun, puisi dan lagu. Nilai-nilai persahabatan juga
cukup ditonjolkan, seperti adegan ketika Arai membantu Jimbron yang sangat menyukai
kuda, agar dapat menunggang kuda walaupun hanya sehari.
Seting cerita memperlihatkan situasi pada zaman dulu, seperti dari keadaan seharian
penduduk Belitong dan Mangar penggunaan bahasa melayu, gaya berpakaian, gaya bercinta,
serta keakraban jalinan persahabatan yang tulus dan bermakna. Watak Ikal, Arai dan Jimbron
menunjukkan gejolak remaja yang berwarna, penuh rasa ingin tahu, kenakalan khas remaja,
berpetualang dan berusaha mencari identiti diri di masa sekolah menengah serta berjuang
menggapai mimpi-mimpi. Pengetua sekolah yang keras dan sangat disiplin cukup mewarnai
corak film ini, begitu pula dengan guru Bahasa Indonesia Julian Balia yang menjadi guru
kesayangan para murid kerana penuh semangat dan motivasi. Tidak ketinggalan sosok ayah
Ikal yang sederhana namun bersahaja.
Ikal dan Arai merupakan anak pandai di Sekolah Menengah Negeri Mangar tersebut,
mereka bermimpi untuk dapat menyambung kuliah di Jakarta dan seterusnya ke Paris, dengan
semangat dan usaha yang gigih mereka berjuang, kerikil-kerikil tajam mewarnai perjalanan
mereka, akankah mereka mampun mencapai mimpi mereka? Saksikan secara langsung Sang
Pemimpi, dijamin insya Allah tidak rugi setidaknya selepas menonton setiap babak
perjuangan dalam film juga banyak terdapat kata-kata inspiratif yang dapat menaikkan
motivasi anda.

C. Rangkuman

Mengklasifikasikan teks ulasan berarti menggolongkan atau menyusun aspekaspek saja yang akan dipelajari dalam teks ulasan. Klasifikasi teks ulasan
mengenai karya sastra terdiri atas:
1) Teks ulasan cerpen
2) Teks ulasan novel
3) Teks ulasan puisi
4) Teks ulasan film

Ageng Wibowo-2101412118

14

D. Tugas

Agar kalian lebih dapat memahami berbagai macam klasifikasi teks
ulasan, carilah satu contoh dari tiap-tiap klasifikasi teks ulasan yang telah
dijelaskan di atas. Kalian dapat mencari contoh dari berbagai sumber, mulai
dari internet, buku ulasan/resensi, surat kabar/koran, atau sumber-sumber yang
lain.
Sebagai tips, pilihlah klasifikasi teks ulasan yang kalian sukai.
Misalnya kalian menyukai film Marmut Merah Jambu, lalu kalian dapat
mencari teks ulasan film Marmut Merah Jambu, begitupun dengan teks ulasan
yang lain.
Selanjutnya, diskusikan hasil teks ulasan yang kalian temukan bersama
teman sebangku. Cermati struktur dan ciri kebahasaan yang ada pada teks,
apakah sudah tepat? Tulis hasil pekerjaan kalian dengan teman sebangku pada
kertas.

Ageng Wibowo-2101412118

15

E. Tes Formatif
I.

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan memilih jawaban yang tepat!

1. Klasifikasi teks ulasan yang tidak termasuk dalam karya sastra yaitu...
a. Cerpen

c. Novel

b. Puisi

d. Film

2. Di bawah ini yang bukan termasuk struktur dari teks ulasan adalah...
a. Orientasi

c. Resolusi

b. Tafsiran

d. Evaluasi

3. Nama atau sebutan lain dari teks ulasan yaitu...
a. Presensi

c. Preview

b. Resensi

d. Sinopsis

4. Bentuk karya sastra yang paling populer di dunia karena daya
komunikasinya yang luas pada masyarakat adalah pengertian dari teks
ulasan...
a. Cerpen

c. Drama

b. Novel

d. Puisi

5. Karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi
irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias adalah
pengertian dari teks ulasan...
a. Cerpen

c. Puisi

b. Novel

d. Film

6. Karangan fiktif yang isinya sebagian kehidupan seseorang secara ringkas
dengan panjang kurang dari 10.000 kata adalah pengertian dari teks
ulasan...
a. Cerpen

c. Puisi

b. Novel

d. Film

7. Bagian dari struktur teks ulasan yang berisi tentang opini atau simpulan
penulis mengenai hal yang diulas termasuk dalam...
a. Tafsiran

c. Evaluasi

b. Simpulan

d. Rangkuman

Ageng Wibowo-2101412118

16

8. Film Sang Pemimpi merupakan sebuah film yang diadaptasi dari sebuah
karya sastra berbentuk...
a. Cerpen

c. Puisi

b. Novel

d. Drama

9. Salah satu ciri unsur kebahasaan teks ulasan yaitu pemakaian kata bukan
dengan arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan
persamaan atau perbandingan. Unsur kebahasaan yang dimaksud adalah...
a. Hiperbola

c. Metafora

b. Kiasan

d. Diksi

10. Dalam teks ulasan, salah satu jenis kata yang seringkali muncul adalah
kata sifat. Nama lain dari kata sifat adalah...

II.

a. Adjektiva

c. Pronomina

b. Verba

d. Nomina

Bacalah sebuah contoh teks ulasan film dengan judul “Di Balik „98”
agar dapat mengerjakan soal di bawah ini dengan benar dan jelas!
Di Balik ‘98

Di Balik '98 adalah sebuah film produksi MNC Pictures yang
bercerita tentang peristiwa rusuh 1998. Rakyat Indonesia tentu tahu
mengenai peristiwa Mei 1998. Ya, waktu itu adalah waktu-waktu yang
genting bagi tahta kepresidenan Soeharto dan Orde Baru. Tetapi Di
balik 98, dibalik panasnya situasi politik, ada cerita-cerita yang bisa
dipetik nilai kemanusiaannya.
Dikisahkan, Diana (Chelsea Islan), seorang mahasiswi Trisakti
akhirnya memutuskan untuk menjadi demonstran. Masa kekuasaan
Soeharto, menurutnya harus segera diakhiri. Memilih untuk menjadi
demonstran merupakan aplikasi yang kurang tepat, mengingat Diana
kini tinggal dengan kakaknya, Salma (Ririn Ekawati), seorang pegawai
Istana Negara, dan suami Salma, Bagus (Donny Alamsyah), seorang
Letnan Dua, Angkatan Darat.

Ageng Wibowo-2101412118

17

Sejak awal krisis moneter, Diana sudah menjadi bagian dari
gerakan gabungan seluruh mahasiswa Indonesia yang menuntut
turunnya presiden Soeharto. Ini adalah salah satu bentuk dari ketakutan
masyarakat, dan puncaknya terjadi saat 13-14 Mei, di mana 4 orang
mahasiswa tertembak mati oleh aparat.
Di tengah kondisi yang sangat kacau ini, presiden Soeharto
(Amoro Katamsi) memutuskan untuk pergi ke Kairo, menghadiri KTT
G-15. Sedangkan wakil presiden, B.J. Habibie dikejutkan oleh insiden
penembakan di Trisakti yang berbuntut kerusuhan besar.
Kemarahan bukan hanya milik Diana atau mahasiswa, tetapi
juga Bagus, kakak iparnya. Mengetahui istrinya sedang hamil tua,
Bagus tetap harus melaksanakan perintah atasan demi menjaga
keamanan wilayah di berbagai titik di Jakarta. Semakin runyam hati
Bagus saat mengetahui istrinya tak ada di Istana, karena pergi mencari
Diana yang sudah beberapa hari tidak ada kabar dan tidak pulang ke
rumah.
Semuanya kian pelik saat Daniel (Boy William), pacar Diana,
seorang keturunan Tionghoa, harus juga merasakan pedihnya hari-hari
kala itu. Ayah dan adiknya menghilang dalam kerusuhan 14 Mei.
Bahkan Daniel juga nyaris terjebak

sweeping warga dalam

penyaringan orang-orang Non Pribumi, yang saat itu menjadi puncak
isu rasial di Indonesia. Disisi lain, rakyat sekelas gembel dan pengemis
pun harus turut merasakan bagaimana imbas politik yang terjadi, dan
dampak buruknya bagi mereka.
Film yang dirilis pada 15 Januari 2015 lalu ini bukanlah film
politik, tetapi film drama keluarga, percintaan, yang dibalut dengan
latar belakang kekisruhan Mei 1998. Dan karena ini adalah film,
memiliki paradigma yang berbeda dengan kejadian kerusuhan Mei '98
tersebut. Dengan memasukkan bumbu-bumbu fiksi berupa kisah
Diana, Daniel, dan yang lainnya, akan melengkapi film Dibalik 98
menjadi lebih sempurna.

Ageng Wibowo-2101412118

18

Kisah genting 1998 memang sampai saat ini masih terkenang
dengan baik, khususnya bagi mereka yang mengalami atau
menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Namun Lukman Sardi, sang
sutradara, mencoba menggambarkan problematika lain yang terdapat
Dibalik 98 untuk diketahui masyarakat. Kehadiran Chelsea Islan yang
namanya sedang naik daun, berbanding lurus dengan kualitas
aktingnya yang semakin mumpuni. Boy William pun tak kalah
hebatnya memainkan mahasiswa turunan Tionghoa yang ikut
merasakan kepahitan 1998. Untuk masalah pemain, Dibalik 98
memberikan yang terbaik. Verdi Solaiman, Alya Rohali, Fauzi
Baadilla, Teuku Rifnu Wikana, Bima Azriel, dan masih banyak yang
lainnya juga akan tampil di sini.
Jika Anda belum mengetahui bagaimana kira-kira situasi pada
Mei 1998, Dibalik 98 juga memberikan jawabannya. Karena meskipun
mengedepankan kisah drama, film ini tetap memiliki latar belakang
politik yang dapat dipercaya demi keutuhan cerita. Bagaimana para
demonstran akhirnya dijamu oleh MPR/DPR, bagaimana perbincangan
empat mata presiden dengan wakil presiden, juga bagaimana keresahan
yang sebenarnya dialami oleh warga kala itu. Yang tak diduga adalah,
beberapa adegan film Dibalik 98 memiliki unsur komedi saat Anda
diperlihatkan tokoh-tokoh politik yang diperankan oleh aktor-aktor
yang tidak terduga. Itu adalah nilai tambah lain untuk film dari MNC
Pictures yang satu ini. Jadi, keputusan menonton film ini ada di tangan
Anda.
1. Sebut dan tunjukkan struktur teks ulasan film Di Balik ’98! (penulisan
struktur diikuti paragraf ke berapa dan kalimat awal yang menyertainya)
2. Sebutkan kata sifat (minimal 5) yang ada dalam teks ulasan film Di Balik
’98!

@# SELAMAT MENGERJAKAN! #@

Ageng Wibowo-2101412118

19

F. Refleksi
a. Instrumen Penilaian
No.

Aspek dan Kriteria

Skor

PILIHAN GANDA
1 s/d

Menjawab pertanyaan dengan benar sesuai kunci jawaban

1

10
URAIAN
1.

Menyebut dan menjelaskan struktur teks ulasan dengan benar dan

5

lengkap.
Menyebut dan menjelaskan struktur teks ulasan kurang benar dan

3

kurang lengkap.
Menyebut dan menjelaskan struktur teks ulasan tidak benar dan

1

tidak lengkap.
2.

Menyebutkan 5 atau lebih kata sifat dengan tepat.

5

Menyebutkan 5 atau lebih kata sifat kurang tepat.

3

Menyebutkan 5 atau lebih kata sifat tidak benar.

1

Jumlah skor maksimal:

20

Nilai akhir =
=
= 100
b. Bagi peserta didik yang hasil tes formatifnya telah mencapai nilai Kriteria
Ketuntasan Minimal KKM (minimal 75) disarankan untuk melanjutkan ke
kegiatan belajar 2.
c. Sedangkan bagi peserta didik yang belum mampu mencapai nilai Kriteria
Ketuntasan Minimal KKM (di bawah 75) disarankan untuk mengulangi
kegiatan belajar 1 sebagai bentuk pembelajaran remedial.

Ageng Wibowo-2101412118

20

2. KEGIATAN BELAJAR 2
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran 2, peserta didik dapat
menelaah dan merevisi teks ulasan sesuai struktur dan kaidah teks.

b. Materi
Sebelum kita melanjutkan materi utama tentang menelaah dan merevisi
teks ulasan, sebaiknya kita sedikit mengulas materi tentang struktur
dan kaidah teks ulasan. Pengetahuan tentang struktur dan kaidah teks
ulasan sangat diperlukan dalam proses menelaah dan merevisi teks
ulasan agar hasil maksimal dapat tercapai. Berikut disajikan bagan
beserta uraian dari struktur teks ulasan:

ORIENTASI

STRUKTUR

TAFSIRAN

TEKS ULASAN
EVALUASI

RANGKUMAN

Ageng Wibowo-2101412118

21

1) Struktur Teks Ulasan

a) Orientasi
Orientasi berisi gambaran umum karya sastra yang akan diulas, misalnya, berisi
tentang gambaran umum sebuah karya atau benda yang akan diulas. Gambaran
umum karya atau benda tersebut dapat berupa nama, kegunaan, dan sebagainya.

b) Tafsiran
Tafsiran berisi pandangan sendiri mengenai karya atau benda yang diulas. Bagian
ini dilakukan setelah mengevaluasi karya atau barang tersebut. Pada bagian ini
penulis biasanya membandingkan karya atau benda tersebut dengan karya atau
benda yang mirip. Penulis juga menilai kekurangan dan kelebihan karya yang
diulas.

c) Evaluasi
Pada bagian evaluasi penulis mengevaluasi karya, penampilan, dan produksi.
Bagian evaluasi juga berisi gambaran tentang detail suatu karya atau benda yang
diulas. Hal ini bisa berupa bagian, ciri-ciri, dan kualitas karya tersebut.

d) Rangkuman
Pada bagian rangkuman, penulis memberikan ulasan akhir yang berisi simpulan
karya tersebut.

Ageng Wibowo-2101412118

22

2) Menelaah Teks Ulasan Sesuai Struktur dan Kaidah

Sebelum melakukan revisi teks ulasan kita terlebih dulu harus melakukan
telaah teks ulasan. Apa itu menelaah? Apa yang harus dilakukan dalam kegiatan
menelaah? Menelaah dan merevisi merupakan dua kegiatan yang dilakukan secara
bergantian dan beriringan.
Sebagai analogi, misalnya ketika kalian akan memperbaiki sepeda yang rusak.
Tidak mungkin kalian memperbaiki semua bagian-bagian sepeda. Kalian harus
memeriksa bagian mana yang akan diperbaiki, apakah ban sepeda kempis, rantainya
putus, remnya blong, joknya rusak, atau bagian yang lainnya. Nah, setelah kalian
memeriksa dan mengetahui bagian sepeda mana yang rusak, barulah kalian dapat
memperbaiki sepeda. Seperti juga teks ulasan, sebelum kita merevisi maka terlebih
dulu kita menelaahnya agar kemudian ditemukan kesalahan-kesalahan atau hal yang
tidak tepat di dalamnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menelaah dapat dikatakan
juga mempelajari, menyelidik, mengkaji, memeriksa, dan menilik. Hal pertama yang
harus dilakukan untuk menelaah teks ulasan adalah dengan cara memeriksanya.
Pemeriksaan apakah struktur dari teks ulasan yang disajikan sudah tepat, apakah ciri
bahasa pada teks tersebut sudah sesuai? Hasil dari pemeriksaan itulah yang nantinya
akan kalian gunakan untuk merevisi teks ulasan.

Ageng Wibowo-2101412118

23

3) Merevisi Teks Ulasan Sesuai Struktur dan Kaidah

Setelah kalian mengikuti prosedur menelaah teks ulasan di atas, kegiatan
berikutnya yaitu merevisi teks ulasan. Dari teks ulasan yang disajikan untuk ditelaah
dan direvisi nantinya akan menjadi teks baru yang berbeda dari sebelumnya. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), revisi yaitu peninjauan (pemeriksaan)
kembali

untuk

perbaikan;

sedangkan

merevisi

berarti

memperbaiki

atau

memperbaharui. Merevisi teks ulasan berarti memperbaiki teks ulasan yang belum
sesuai menjadi teks ulasan yang sesuai struktur dan kaidah kebahasaannya.

c. Rangkuman

1) Struktur Teks Ulasan
2) Menelaah teks ulasan sesuai struktur dan kaidah teks
3) Merevisi teks ulasan sesuai struktur dan kaidah teks

d. Tugas
Pada modul seri ke-2 teks ulasan kalian sudah belajar menyusun teks
ulasan. Berdasarkan teks ulasan yang telah disusun, telaah dan revisi
lah teks tersebut! Setelah selesai, diskusikan hasil pekerjaan dengan
teman sebangku!

Ageng Wibowo-2101412118

24

e. Tes Formatif
1) Pilihan Ganda
1. Bagian struktur teks ulasan yang berisi gambaran umum karya
sastra yang akan diulas adalah...
a. Orientasi

c. Pengenalan

b. Tafsiran

d. Pembukaan

2. Bagian struktur teks ulasan yang berisi penilaian penulis
tentang kekurangan dan kelebihan karya yang diulas yaitu...
a. Orientasi

c. Evaluasi

b. Tafsiran

d. Rangkuman

3. Bagian struktur yang berisi gambaran tentang detail suatu
karya atau benda yang diulas adalah...
a. Orientasi

c. Evaluasi

b. Tafsiran

d. Rangkuman

4. Kata sifat merupakan salah satu ciri kebahasaan teks ulasan.
Untuk menguji kata sifat yaitu dengan kata...
a. Sangat

c. Tidak

b. Bukan

d. Akan

5. Di bawah ini yang termasuk kata sifat, kecuali...
a. Marah

c. Cantik

b. Jenuh

d. Tidur

6. Kata benda merupakan salah satu ciri kebahasaan teks ulasan.
Untuk menguji kata benda yaitu dengan kata...
a. Sangat

c. Tidak

b. Bukan

d. Akan

7. Di bawah ini yang merupakan kata benda yaitu...
a. Batuk

c. Buku

b. Beda

d. Bantu

8. Kata kerja merupakan salah satu ciri kebahasaan teks ulasan.
Untuk menguji kata kerja yaitu dengan kata...

Ageng Wibowo-2101412118

a. Sangat

c. Dari

b. Bukan

d. Tidak

25

9. Yang bukan termasuk kata kerja di bawah ini adalah...
a. Ringan

c. Memasak

b. Jatuh

d. Menangis

10. Kata kunci dalam melakukan revisi yaitu...
a. Memeriksa

c. Mengkaji

b. Memperbaiki

d. Menilai

2) Uraian
Bacalah teks ulasan film Tenggelamnya Kapal Van der Wijk untuk
menjawab pertanyaan!

Tenggelamnya Kapal Van der Wijk

Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijk atau TKVDW
merupakan adaptasi dari roman karya Buya Hamka yang diangkat
ke layar lebar dan dibintangi oleh Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan
Reza Rahadian. TKVDW mulai diputar di bioskop Indonesia pada
tanggal 19 Desember 2013. Film arahan Sunil Soraya ini menurut
situs filmindonesia.or.id berhasil menduduki peringkat teratas
sebagai film paling banyak ditonton sepanjang tahun 2013. Di film
ini, rangkaian kata-kata indah dari Buya Hamka bisa kita nikmati
melalui karakter Zainuddin dan Hayati.
Film berdurasi 165 menit ini menyuguhkan artistik dan properti
ala tahun 1930-an yang terkesan berbau kekinian, kurang
meyakinkan untuk mendukung suasana 1930-an. Tak cukup
sekadar mobil kuno yang masih kinclong, latar Batavia juga hanya
mengambil seadanya dari setting kota tua.
Hal yang paling terasa adalah alur ceritanya yang cukup lambat
diperparah lagi dengan banyaknya dialog surat-menyurat antara
Zainuddin dan Hayati, seolah tidak ada cara lain yang lebih kreatif
dalam menyampaikan adegan surat menyurat. Akibatnya konflik
berjalan tidak menarik, naik sebentar setelah itu datar. Backsound
lagu-lagunya Nidji pun terkesan mengganggu adegan demi adegan,
entah karena warna musik pop dan instrumen musik modern
Ageng Wibowo-2101412118

26

mereka atau karena kurang pas masuk ke plot film. Kalaupun
mereka memang dipilih untuk mengisi soundtrack, seharusnya
tidak perlu dimainkan terus-menerus di sejumlah adegan. Cukup
mainkan saja di end-credit, agar tidak mengganggu nuansa zaman
dulunya. Belum lagi ketika di tengah-tengah film, muncul musik
dugem pada saat mereka menari-nari di pesta yang terdengar
seperti dugem masa kini.
Kekurangan lainnya adalah special effect kapal bisa dikatakan
pas-pasan. Tenggelamnya pun tak jelas apa penyebabnya (Ingat
kapal Titanic, tenggelam karena menabrak karang). Terkesan
dipaksakan, seolah hanya mau tenggelam saja, biar sesuai judul,
kurang dramatis. Pertanyaan yang mengemuka adalah mengapa
kapal yang hanya muncul sekian menit jelang akhir film ini
menjadi hal penting sehingga menjadi judul? Apakah naskah yang
kurang mampu menerjemahkan novel aslinya?
Dikisahkan, tahun 1930, dari tanah kelahirannya Makasar,
Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar menuju tanah kelahiran ayahnya
di Batipuh, Padang Panjang. Diantara keindahan ranah negeri
Minangkabau ia bertemu Hayati (Pevita Pearce), gadis cantik jelita,
bunga di persukuannya. Zainuddin yang memendam perasaan pada
Hayati seketika menjadi pujangga dengan memberikan kata-kata
yang mampu menusuk perasaan wanita yang memiliki kecantikan
alami tersebut melalui rangkaian kalimat indah yang ia karang
sendiri.
Setelah disuguhi oleh alur romantisme, penonton kemudian
diajak untuk memasuki wilayah konflik, yaitu ketika hubungan
berbeda budaya ini ditentang oleh para ninik-mamak Hayati dan
juga para tetua suku karena Zainuddin dianggap bukan seorang
yang berdarah Minang. Selain itu, Zainuddin bukan termasuk
seorang pria mapan sehingga dianggap tidak cocok untuk dijadikan
sebagai sandaran hidup Hayati. Lalu, pada akhirnya para tetua
memutuskan agar Zainuddin segera angkat kaki dari Batipuh agar
tidak berhubungan dengan Hayati lagi.

Ageng Wibowo-2101412118

27

Sebelum meninggalkan Batipuh, Zainuddin dan Hayati
mengucapkan janji setia akan menjalani hidup bersama di suatu
saat nanti. Mereka menelurkan ikrar di sebuah danau tempat
Zainuddin biasa menulis.
Tetapi sebuah kenyataan kembali datang kepada diri seorang
Zainuddin, di tengah gelimang harta dan kemashyurannya. Dalam
sebuah pertunjukan opera, Zainuddin kembali bertemu Hayati, kali
ini bersama Aziz, suaminya. Perkawinan harta dan kecantikan
bertemu dengan cinta suci yang tak lekang waktu. Pada akhirnya
kisah cinta Zainuddin dan Hayati menemui ujian terberatnya,
dalam sebuah tragedi pelayaran kapal Van der Wijck.
Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, film ini
tetap memiliki daya tarik dari segi dialog yang dipilih dan kostum
yang apik dari Samuel Wattimena, selain kepopuleran para
pemainnya. Dialog yang cenderung puitis, tidak jauh berbeda dari
novel aslinya, menjadi penghibur buat penonton. Tidak begitu
mengecewakan dibanding kalau kita menonton film dengan tema
yang menonjolkan kemewahan atau hantu-hantuan yang sempat
ramai di film kita. Setidaknya, film ini turut andil menumbuhkan
asa bagi perkembangan film Indonesia yang sempat mati suri agar
semakin berkembang lebih baik lagi. Yang pasti, penonton
memiliki pilihan dalam memuaskan dahaga akan film nasional.

1. Baca dan telaahlah teks ulasan di atas dengan cermat, sebutkan
kesalahan yang ada dalam teks di atas!
2. Berdasarkan teks ulasan di atas, telaah dan revisi lah menjadi
teks ulasan sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaannya!

@# SELAMAT MENGERJAKAN! #@

Ageng Wibowo-2101412118

28

3) Refleksi

a. Instrumen Penilaian
No.

Aspek dan Kriteria

Skor

PILIHAN GANDA
1 s/d

Menjawab pertanyaan dengan benar sesuai kunci jawaban

1

10
URAIAN
1.

Menyebut dan menjelaskan kesalahan teks ulasan dengan benar

5

dan lengkap.
Menyebut dan menjelaskan kesalahan teks ulasan kurang benar

3

dan kurang lengkap.
Menyebut dan menjelaskan kesalahan teks ulasan tidak benar dan

1

tidak lengkap.
2.

Merevisi teks ulasan dengan tepat.

5

Merevisi teks ulasan namun kurang tepat.

3

Merevisi teks ulasan secara tidak tepat.

1
Jumlah skor maksimal:

20

Nilai akhir =
=
= 100

b. Bagi peserta didik yang hasil tes formatifnya telah mencapai nilai Kriteria
Ketuntasan Minimal KKM (minimal 75) disarankan untuk melanjutkan ke
tahap evaluasi.
c. Sedangkan bagi peserta didik yang belum mampu mencapai nilai Kriteria
Ketuntasan Minimal KKM (di bawah 75) disarankan untuk mengulangi
kegiatan belajar 2 sebagai bentuk pembelajaran remedial.

Ageng Wibowo-2101412118

29

G. EVALUASI
A. TES SUMATIF
1) Pilihan Ganda
1. Teks yang dihasilkan dari sebuah analisis terhadap berbagai hal
disebut...
a. Teks ulasan

c. Teks diskusi

b. Teks eksplanasi

d. Teks eksposisi

2. Tujuan yang hendak dicapai dalam menulis teks ulasan adalah...
a. Untuk mempengaruhi pembaca agar mau membaca suatu karya.
b. Untuk menceritakan langkah-langkah mengulas suatu karya.
c. Untuk memberikan penilaian tentang kualitas, kelebihan dan
kekurangan suatu karya.
d. Untuk memasarkan suatu karya kepada masyarakat umum.
3. Di bawah ini informasi yang harus ada dalam setiap teks ulasan,
kecuali...
a. Judul

c. Tokoh

b. Pengarang

d. Harga

4. Siapakah pengarang dari novel Sang Pemimpi?
a. Reza Rahardian

c. Hanung Bramantyo

b. Andrea Hirata

d. Dewi Lestari

5. Penulisan judul cerpen manakah yang tepat di bawah ini?
a. Wanita Dengan Gaun Biru Muda
b. Meraih Mimpi Di Atas Kening
c. Sebuah Kata Dan Nada
d. Gerimis di Ujung Kemarau

Ageng Wibowo-2101412118

30

Bacalah kutipan teks ulasan di bawah ini untuk menjawab soal
nomor 6 dan 7!

Sudah tidak asing di telinga kita film 5 cm. Sebuah film yang
diadaptasi dari salah satu karya novelis muda Indonesia Donny
Dhirgantoro dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Film yang
diperankan oleh Fedi Nuril sebagai Genta, Denny Sumargo sebagai
Arial, Raline Shah sebagai Riani, Igor Saykoji sebagai Ian, Herjunot
Ali sebagai Zafran, dan Pevita Pearce sebagai Adinda. Film yang
menceritakan banyak sekali nilai-nilai kehidupan ini sangat
menggugah para generasi muda untuk selalu berpikir ke depan dan
memiliki ide-ide cemerlang. Film ini memberi pesan kepada kita
tentang arti dari persahabatan, cinta, kasih sayang, pengorbanan,
nasionalisme, dan impian untuk masa depan.

6. Termasuk klasifikasi jenis teks ulasan apakah teks di atas?
a. Cerpen

c. Novel

b. Film

d. Drama

7. Termasuk ke dalam bagian manakah kutipan teks ulasan di atas?
a. Rangkuman

c. Orientasi

b. Evaluasi

d. Awalan

8. Padanan kata atau sinonim dari kata diadaptasi pada kalimat ke-2
adalah...
a. Disesuaikan

c. Diambil

b. Ditiru

d. Diangkat

9. Karya sastra yang sulit diulas karena kemultitafsirannya yaitu...
a. Puisi

c. Drama

b. Cerpen

d. Novel

10. Jenis klasifikasi teks ulasan yang bukan termasuk karya sastra
adalah...
a. Novel

c. Cerpen

b. Puisi

d. Film

Ageng Wibowo-2101412118

31

11. Bentuk karya sastra yang paling populer di dunia adalah..
a. Novel

c. Cerpen

b. Puisi

d. Film

Bacalah kutipan cerpen di bawah ini untuk soal nomor 11 dan 12!

Kelebihan cerpen ini yaitu suatu pesan yang disampaikan tentang
semangat pantang menyerah dan kebersamaan. Walaupun akhirnya
tidak pernah terbayangkan apa yang akan terjadi, tetapi justru pada
akhirnya hal itu mengajarkan tentang ketegaran dan kebersamaan
yang membawa ketenangan.
Cerpen ini sangat cocok dibaca oleh para remaja dalam bergaul
dengan teman sebayanya, utamanya sahabat.

Selain itu, hal ini

memotivasi mereka agar selalu pantang menyerah apapun yang akan
terjadi. Jika suatu hal yang dilalui bersama-sama membuat
kekecewaan maka kita harus tetap bersabar, tegar, dan jangan
mudah putus asa.
12. Termasuk ke dalam bagian manakah kutipan teks ulasan di atas?
a. Rangkuman

c. Resolusi

b. Evaluasi

d. Orientasi

13. Kata sabar dan tegar merupakan contoh kelas kata...
a. Nomina

c. Verba

b. Pronomina

d. Adjektiva

14. Pergi, sakit, tidur, dan dengar merupakan contoh dari kelas kata...
a. Nomina

c. Verba

b. Pronomina

d. Adjektiva

15. Sepatu, baju, mobil, dan kayu merupakan contoh dari kelas kata...
a. Nomina

c. Verba

b. Pronomina

d. Adjektiva

16. Hal apa yang dijadikan acuan untuk mengulas sebuah karya sastra?
a. Antusias pembaca

c. Harga karya sastra

b. Kualitas karya sastra

d. Bentuk karya sastra

Ageng Wibowo-2101412118

32

17. Sebutan atau nama lain dari teks ulasan yaitu...
a. Preview

c. Presensi

b. Review

d. Sinopsis

18. Salah satu ciri unsur kebahasaan teks ulasan yaitu pemakaian kata
bukan dengan arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang
berdasarkan persamaan atau perbandingan. Unsur kebahasaan yang
dimaksud adalah...
a.

Hiperbola

c. Metafora

b.

Kiasan

d. Diksi

19. Sebelum melakukan revisi teks ulasan, kita harus menelaahnya
terlebih dahulu. Menelaah dapat diartikan sebagai...
a. Membaca

c. Mengganti

b. Mengubah

d. Mempelajari

20. Di bawah ini kegiatan yang menggambarkan melakukan revisi teks
ulasan yaitu...
a. Memeriksa

c. Mengkaji

b. Memperbaiki

d. Menilai

2) Uraian
1. Apa yang dimaksud dengan teks ulasan? Sebutkan jenis klasifikasi
teks ulasan!
Bacalah teks ulasan di bawah ini untuk menjawab soal nomor 2 dan
3!
Habibie dan Ainun
Akhirnya dunia perfilman Indonesia tersadarkan untuk
mempersembahkan film berkualitas, setelah sekian lama masyarakat
Indonesia disuguhkan dengan film horor yang dibumbui dengan
adegan syur. Film Habibie & Ainun diproduseri oleh sutradara
ternama Hanung Bramantyo. Film ini adalah adaptasi dari novel
karya Bapak B.J. Habibie pribadi yang mengisahkan tentang
perjalanan hidup beliau serta perjalanan cinta beliau dengan Ibu
Ainun.

Novel

tersebut

beliau

tulis

setelah

meninggalnya

Almarhumah Ibu Ainun Habibie, sebagai tanda cinta beliau yang
sangat mendalam kepada istri beliau.
Ageng Wibowo-2101412118

33

Film ini menceritakan seorang pemimpin dan cendekiawan
Bangsa Indonesia Bapak B.J. Habibie yang berusaha untuk
membangun bangsa. Film ini mencoba menyatukan romansa cinta
antara suami istri dalam keluarga dengan balutan semangat
nasionalisme. Perjalanan cinta Habibie dan Ainun memberikan
pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh lapisan masyarakat
Indonesia. Kesetiaan cinta serta pengorbanan yang mereka berikan
kepada bangsa Indonesia memberikan banyak pelajaran kepada kita
untuk senantiasa melanjutkan perjuangan beliau.
Konflik serta perjuangan mereka untuk memajukan bangsa
yang disajikan dalam film ini mampu membuat pemirsa berderai air
mata, bahkan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan
istrinya Ibu Ani Yudhoyono menitikkan air mata pada saat
menonton pemutaran pertama film ini.
Biografi Bapak B.J. Habibie dan Ibu Ainun Habibie dikemas
secara elegan. Ilmu pengetahuan dan ambisi beliau untuk
menciptakan pesawat terbang Indonesia menjadi nilai positif serta
mendorong kita untuk menjadi penerus beliau.
Namun sayang cerita dan alur yang indah tersebut sedikit
ternodai oleh iklan-iklan produk yang kurang profesional dalam
peletakannya. Sungguh sangat disayangkan film sebagus ini dijejali
dengan iklan produk yang kesannya terlalu dipaksakan, meskipun
hanya beberapa detik saja. namun tetap saja keberadaannya
mengganggu cerita.
Bagi anda yang mempunyai jiwa nasionalisme tinggi dan
menyukai romansa, harus menyaksikan film Habibie & Ainun yang
merupakan salah satu film terbaik ciptaan anak bangsa.

2. Sebut dan tunjukkan struktur teks ulasan film Habibie dan Ainun!
(penulisan struktur diikuti paragraf ke berapa dan kalimat awal yang
menyertainya)

Ageng Wibowo-2101412118

34

3. Jelaskan makna dari kata-kata berikut!
a. Disuguhkan

d. Berderai

b. Elegan

e. Ambisi

c. Cendekiawan
Bacalah teks ulasan di bawah ini untuk menjawab soal nomor 35!
5 cm
Film dengan jalan cerita yang dapat menghipnotis para
penontonnya ini sangat baik dilihat oleh para generasi muda.
Film ini tidak mengajarkan hal yang negatif untuk para remaja.
Banyak sisi positif dari film ini. Hanya saja, mungkin ada
selipan adegan romantis yang sebaiknya tidak dilihat oleh anak
di bawah umur. Namun, kita semua hanya perlu mengambil sisi
positifnya. Kita jadi mengerti apa arti dari sebuah persahabatan,
cinta, kasih, perjuangan, dan impian.
Dari film ini, kita bisa memahami lebih dalam kalimat
yang diucapkan 5 mahasiswa ini, yaitu biarkan keyakinan kita, 5
centimeter mengambang di depan kening kita. Dan setelah itu
yang kita perlu hanya kaki yang akan berjalan lebih jauh dari
biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang
akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali
lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari
biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa. Maka, selalulah
bermimpi dan menjadikan mimpi itu sebagai hal yang akan
nyata terjadi dalam kehidupan kita. Jangan pernah menyerah,
saat kita gagal yakinkan pada diri kita bahwa masih jauh
perjalanan yang harus kita tempuh untuk menjadi yang lebih
baik dan tidak gagal untuk yang kedua kalinya.
Sudah tidak asing di telinga kita film 5 cm. Sebuah film
yang diadaptasi dari salah satu karya novelis muda Indonesia
Donny Dhirgantoro dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Film
yang diperankan oleh Fedi Nuril sebagai Genta, Denny Sumargo
sebagai Arial, Raline Shah sebagai Riani, Igor Saykoji sebagai
Ageng Wibowo-2101412118

35

Ian, Herjunot Ali sebagai Zafran, dan Pevita Pearce sebagai
Adinda. Film yang menceritakan banyak sekali nilai-nilai
kehidupan ini sangat menggugah para generasi muda untuk
selalu berfikir ke depan dan memiliki ide-ide cemerlang. Film
ini memberi pesan kepada kita tentang arti dari persahabatan,
cinta, kasih sayang, pengorbanan, nasionalisme, dan impian
untuk masa depan.
Persahabatan 5 mahasiswa dengan 4 mahasiswa laki-laki
dan 1 mahasiswa perempuan. Persahabatan ini diselimuti oleh
berbagai kebahagiaan. Hingga suatu saat mereka merasa jenuh
dengan persahabatan yang telah ada selama belasan tahun.
Akhirnya, mereka sepakat untuk saling berpisah selama 3 bulan
untuk saling berbenah, memperbaiki kehidupan masing-masing
dan merangkai masa depan mereka serta perpisahan sementara
ini

juga untuk

membuktikan seberapa besar arti

dari

persahabatan mereka.
Setelah 3 bulan berlalu, mereka bertemu kembali dan
merencanakan untuk melakukan pendakian Gunung Mahameru
yang merupakan puncak gunung tertinggi di Jawa. Mereka
melakukan pendakian ini saat menjelang hari kemerdekaan
Negara Indonesia. Sebuah pengorbanan yang besar demi
membuktikan kecintaan terhadap tanah air ini. Medan yang
terjal, jalan yang berliku, nyawa yang harus dipertaruhkan,
sahabat yang harus saling menjaga, lelah yang tak terkira serta
keringat yang selalu bercucuran, tetap mereka tempuh dan
jalani. Apapun itu, karena mereka memiliki tekad yang kuat,
rasa nasionalisme yang tinggi, kebersamaan yang selalu mereka
jaga, kepercayaan akan sebuah keberhasilan, dan kebanggaan
tersendiri dari sebuah perjalanan jauh. Itulah yang mereka
inginkan dari sebuah petualangan untuk negara.

Ageng Wibowo-2101412118

36

Tepat pada 17 Agustus pagi, mereka sampai di puncak
Mahameru. Lelah, penat, lapar, dan haus terbayar sudah seketika
melihat indahnya Indonesia ini. Kebanggaan tersendiri untuk
mereka, mengibarkan Sang Merah Putih di hari yang sangat
bersejarah bagi negeri ini dan bertempat di tempat yang sungguh
indah di negeri ini. Entah harus percaya atau ragu bagi mereka.
Hanya saja mereka telah berhasil menyelesaikan semua impian
untuk negara ini dengan segala hal, cinta, kasih sayang,
pengorbanan, kebersamaan, dan persahabatan. Tak lepas dari itu,
doa yang selalu mereka panjatkan kepada Tuhan membuat
mereka berhasil dalam perjalanan dan petualangan yang sangat
menakjubkan.
Maka dari itu, banyak sekali kebaikan yang diajarkan
pada film ini. Mulai dari pemeran yang mendukung, jalan cerita
yang menyenangkan, adegan yang mengharukan, lokasi syuting
yang indah, dan pelajaran hidup yang banyak sekali. Namun,
terdapat satu keburukan yakni terdapat sebuah adegan yang
romantis sehingga tidak layak ditonton oleh anak-anak.

3. Sebutkan ciri kebahasaan yang terdapat dalam teks ulasan di atas!
4. Baca dan telaahlah teks ulasan di atas dengan cermat, sebutkan
kesalahan yang ada dalam teks di atas dan apa akibatnya!
5. Berdasarkan teks ulasan di atas, telaah dan revisi lah menjadi teks
ulasan sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaannya!

@# SELAMAT MENGERJAKAN! #@

Ageng Wibowo-2101412118

37

B. KUNCI JAWABAN
1. Kunci Jawaban Tes Formatif Kegiatan Belajar 1
a. Pilihan Ganda
1. D

6. A

2. C

7. D

3. B

8. B

4. B

9. C

5. C

10. A

b. Uraian
1. Struktur teks ulasan
a. Orientasi
Paragraf 1:“Di Balik '98 adalah sebuah film produksi...
dst.”
b. Tafsiran
Paragraf 2-6:“Dikisahkan, Diana (Chelsea Islan), ... dst.”
c. Evaluasi
Paragraf 7-8: “Film yang dirilis pada 15 Januari 2015...
dst.”
d. Rangkuman
Paragraf 9: “Jika Anda belum mengetahui... dst.”

2. Kata sifat
a. Genting

g. Pelik

b. Panas

h. Pedih

c. Kacau

i. Buruk

d. Marah

j. Mumpuni

e. Runyam

k. Hebat

f. Banyak

Ageng Wibowo-2101412118

38

2. Kunci Jawaban Tes Formatif Kegiatan Belajar 2
a. Pilihan Ganda
1. A

6. B

2. B

7. C

3. C

8. D

4. A

9. A

5. D

10. B

b. Uraian
1. Kesalahan dalam teks ulasan di atas yaitu struktur teksnya tidak
runtut. Sehingga teks ulasan menjadi agak sulit dipahami.

2. Revisi teks ulasan:
a. Orientasi
Paragraf 1: “Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijk... dst.”
b. Tafsiran
Paragraf 5-8: “Dikisahkan, tahun 1930, dari tanah... dst.”
c. Evaluasi
Paragraf 2-4: “Film berdurasi 165 menit ini menyuguhkan...
dst.”
d. Rangkuman:
Paragraf 9: “Dengan mengesampingkan beberapa
kekurangan... dst.”

Ageng Wibowo-2101412118

39

3.

Kunci Jawaban Tes Sumatif

1) Pilihan Ganda
1. A

11. A

2. C

12. A

3. D

13. D

4. B

14. C

5. D

15. A

6. B

16. B

7. C

17. A

8. A

18. C

9. A

19. D

10. D

20. B

2) Uraian
1. Struktur teks ulasan
a. Orientasi
Paragraf 1: “Akhirnya dunia perfilman Indonesia... dst.”
b. Tafsiran
Paragraf 2 dan 3: “Film ini menceritakan seorang... dst.”
c. Evaluasi
Paragraf 4 dan 5: “Biografi Bapak B.J. Habibie dan... dst.”
d. Rangkuman
Paragraf 6: “Bagi anda yang mempunyai jiwa... dst.”

2. Makna kata
a. Disuguhkan
Dihidangkan; disediakan; disajikan.
b. Elegan
Elok; rapi; lemah gemulai; anggun; perlente.
c. Cendekiawan
Orang cerdik pandai; orang cerdas pandai; orang intelek.
d. Berderai
Berbutir-butir, menjadi butir-butir kecil; bertitik-titik.
Ageng Wibowo-2101412118

40

e. Ambisi
Suatu dorongan psikologis seseorang atau sekelompok orang
yang berusaha mencapai tujuan yang lebih baik.

3. - Kata sifat (adjektiva)
1) Positif

5) Baik

2) Negatif

6) Banyak

3) Romantis

7) Lama

4) Jauh

8) Keras

e. Kata kerja (verba)
1) Memiliki

6) Berpisah

2) Memberi

7) Membuktikan

3) Menggugah

8) Bertemu

4) Cinta

9) Mendukung

5) Merasakan

10) Melihat

4. Kesalahan dalam teks ulasan di atas yaitu struktur teksnya tidak
runtut. Sehingga teks ulasan menjadi agak sulit dipahami.

5. Revisi teks ulasan:
a. Orientasi
Paragraf 3: “Sudah tidak asing di telinga kita... dst.”
b. Tafsiran
Paragraf 4-7: “Persahabatan 5 mahasiswa dengan 4... dst.”
c. Evaluasi
Paragraf 1: “Film dengan jalan cerita yang dapat... dst.”
d. Rangkuman:
Paragraf 2: “Dari film ini, kita bisa memahami lebih... dst.”

Ageng Wibowo-2101412118

41

Pedoman Observasi Sikap Jujur

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kejujuran.
Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap jujur yang ditampilkan oleh
peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik

: ………………….

Kelas

: ………………….

Tanggal Pengamatan

: …………………..

Materi Pokok

: …………………..

No

Aspek Pengamatan

1

Tidak mencontek dalam mengerjakan ujian/ulangan/tugas

2

Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain

Skor
1 2 3 4

tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas
3

Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa adanya

4

Melaporkan data atau informasi apa adanya

5

Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki
Jumlah Skor

Ageng Wibowo-2101412118

42

Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Contoh :
Skor diperoleh 14, skor tertinggi 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :

Peserta didik memperoleh nilai :
Sangat Baik

: apabila memperoleh skor 3,20 – 4,00 (80 – 100)

Baik

: apabila memperoleh skor 2,80 – 3,19 (70 – 79)

Cukup

: apabila memperoleh skor 2.40 – 2,79 (60 – 69)

Kurang

: apabila memperoleh skor kurang 2.40 (kurang dari 60%)

Ageng Wibowo-2101412118

43

III.

BAGIAN AKHIR
A. DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Bahasa Indonesia Wahana
Pengetahuan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
http://prasetyaning-jati.blogspot.com/2014/12/teks-ulasan.html
http://sosokremaja.blogspot.com/2014/11/contoh-cerpen-dan-ulasannyasebuah.html
http://www.carabelajarbahasainggrisoke.com/2015/02/contoh-review-textresensi-film-habibie-ainun-dan-artinya.html
https://www.jalanterbaru.com/2015/02/struktur-teks-ulasan-besertacontohnya.html
http://www.smansax1-edu.com/2015/01/mengkaji-struktur-teks-ulasanatau.html
http://yadi82.blogspot.com/2015/02/contoh-teks-ulasan-filmtenggelamnya.html

Ageng Wibowo-2101412118

44

B. GLOSARIUM

A
Adjektiva: kata yang menerangkan nomina yang secara umum dapat
bergabung dengan kata lebih dan sangat; kata sifat.
Analogi: berkenaan dengan persamaan atau persesuaian dr dua hal yang
berlainan; serupa.
Aparat: alat; perkakas; badan; instansi; pegawai negeri; alat negara.
Audiovisual: alat peraga (bersifat dapat dilihat dan didengar seperti film)

B
Backsound: bunyi; suara; lagu pengiring.
Batavia: nama awal dari Jakarta.
Bioskop: pertunjukan yang diperlihatkan dengan gambar atau film yang
disorot sehingga dapat bergerak dan berbicara.

C
Cendekiawan: orang cerdik pandai; orang cerdas pandai; orang intelek.
Cerpen: karangan fiktif yang isinya sebagian kehidupan seseorang secara
ringkas dengan panjang kurang dari 10.000 kata

D
Demonstran: orang yang berdemonstrasi; pelaku demonstrasi.
Diksi: pilihan kata yang tepat sesuai dengan struktur kalimat.
Drama: cerita (sandiwara, film) yang mengharukan.
Deskripsi: pemaparan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci; uraian.

E
Elegan: elok; rapi; lemah gemulai; anggun; perlente.
Evaluasi: penilaian.

Ageng Wibowo-2101412118

45

F
Fiksi: cerita rekaan (roman, novel, dsb); tidak berdasarkan kenyataan; rekaan;
khayalan.
Film: lakon (cerita) gambar hidup.

G
Genting: tegang; berbahaya (tentang keadaan yang mungkin segera
menimbulkan bencana perang dsb).

H
Hiperbola: ucapan (ungkapan, pernyataan) kiasan yang dibesar-besarkan
(berlebih-lebihan).

I
Imbas: akibat yang terjadi karena ketidaksengajaan.
Internet: jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan jaringan
komputer dan fasilitas komputer yang terorganisasi di seluruh dunia
melalui telepon atau satelit.
Isu rasial: masalah yang terjadi berdasarkan (bersifat) suku bangsa.

K
Kaidah: perumusan dari asas-asas yang menjadi hukum; aturan yang tentu;
patokan; dalil.
Khalayak: segala yang diciptakan oleh Tuhan; makhluk (manusia dsb); orang
banyak; masyarakat ramai.
Klasifikasi: penggolongan (menurut jenis); penyusunan dalam golongangolongan; pembagian menjadi golongan-golongan.
Kompetensi: kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan)
sesuatu.
Konflik: percekcokan; perselisihan; pertentangan.
Krisis moneter: keadaan yang berbahaya yang berhubungan dengan
keuangan.
Kriteria: ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu.
Ageng Wibowo-2101412118

46

M
Mandiri: dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang
lain.
Massa: sejumlah benda (zat dsb) yang banyak yang dikumpulkan (disatukan)
menjadi satu (atau kesatuan); jumlah yang banyak sekali; sekumpulan
orang yang banyak sekali (berkumpul di satu tempat atau tersebar).
Menelaah: mempelajari; menyelidik; mengkaji; memeriksa; menilik.
Mengidentifikasi: menetapkan atau menentukan identitas (orang, benda, dsb)
Mengklasifikasi: menggolong-golongkan menurut jenisnya; menyusun dalam
golongan-golongan
Merevisi: memperbaiki; memperbaharui.
Metafora: pemakaian kata atau kelompok kata untuk menyatakan maksud
yang lain bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai
lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.
Modul: standar atau satuan pengukuran satuan standar yang bersama-sama
dengan yang lain dipergunakan secara bersama; satuan yang bebas
yang merupakan bagian dari struktur keseluruhan.
Mumpuni: mampu melaksanakan tugas dengan baik (tanpa bantuan orang
lain); menguasai keahlian (kecakapan, keterampilan) tinggi.
Multitafsir: banyak pemahaman.

N
Naratif: bersifat narasi; bersifat menguraikan (menjelaskan dsb).
Nomina: kategori kata yang biasanya ditandai dengan tidak dapatnya
didahului oleh kata ingkar "tidak" (seperti nama tumbuh-tumbuhan,
hewan, dan manusia); kata benda.
Novel: karangan prosa yang panjang yang mengandung rangkaian cerita
kehidupan seseorang dengan orang-orang di sekelilingnya dengan
menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.
O
Opera: sandiwara yang diiringi dengan nyanyi dan musik.
Orientasi: gambaran umum karya sastra yang akan diulas.
Ageng Wibowo-2101412118

47

P
Paradigma:daftar semua bentukan dari sebuah kata yang memperlihatkan
konjugasi dan deklinasi kata tersebut; model dalam teori ilmu
pengetahuan; kerangka berpikir.
Pelik: rumit; sukar; susah.
Plot: jalan (alur) cerita (dalam novel, sandiwara, dsb)
Populer: dikenal dan disukai orang banyak (umum); sesuai dengan kebutuhan
rakyat pada umumnya; disukai dan dikagumi orang banyak.
Potret: gambar yang dibuat dengan kamera; gambaran; lukisan (dalam bentuk
paparan)
Puisi: bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris
serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Pujangga: pengarang hasil-hasil sastra, baik puisi maupun prosa; ahli pikir;
ahli sastra.
Prasyarat: syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan, mengikuti, atau
memasuki pendidikan atau suatu kegiatan.
Pribumi: penghuni asli; yang berasal dari tempat yang bersangkutan.
Problematika: hal yang masih belum dapat dipecahkan; permasalahan.
Prosa: karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi).
Prosedur: tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas; metode
langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu masalah.

R
Rangkuman: ulasan akhir yang berisi simpulan karya yang diulas.
Refleksi: gerakan atau pantulan di luar kemampuan (kesadaran) karena suatu
hal yang datang dr luar; gerakan otot yang terjadi karena suatu hal dari
luar.
Resensi: pertimbangan atau pembicaraan buku dsb; ulasan buku dsb.
Rima: kesamaan bunyi dsb yang bertalian dengan ritme atau tekanan pada
sajak atau kata.
Ritma: irama (lagu, gerakan, dsb) yang teratur.
Roman: karangan prosa yg melukiskan perbuatan-perbuatan pelakunya
menurut watak dan isi jiwanya masing-masing.
Ageng Wibowo-2101412118

48

S
Sastra: bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dl kitab-kitab (bukan
bahasa sehari-hari); kesusastraan; tulisan; huruf.
Setting: keadaan; letak; latar.
Soundtrack: lagu pengiring dalam film.
Struktur: cara sesuatu disusun atau dibangun; susunan; bangunan; yang
disusun dengan pola tertentu; pengaturan unsur atau bagian suatu
benda; ketentuan unsur- unsur dari suatu benda; pengaturan pola dalam
bahasa secara sintagmatis.
Syur: sangat menarik hati; sangat tertarik hatinya; sangat suka (akan).

T
Tafsiran: penjelasan atau pendapat (tentang suatu kata, kalimat, cerita, dsb);
interpretasi; hasil menafsirkan.
Teks ulasan: teks yang berisi tinjauan suatu karya baik berupa film, buku,
karya sastra dan lain sebagainya untuk mengetahui kualitas, kelebihan
dan kekurangan yang dimiliki karya tersebut yang ditujukan untuk
pembaca atau pendengar khalayak ramai
Tes formatif: tes tertulis sebagai bahan pertimbangan bagi peserta dan guru
untuk mengetahui sejauh mana penguasaan kegiatan belajar yang telah
dicapai.
Tes sumatif: evaluasi akhir belajar peserta didik setelah menyelesaikan satu
modul.
Tinjauan: hasil meninjau; pandangan; pendapat (sesudah menyelidiki,
mempelajari, dsb); perbuatan meninjau.
Tuntas: habis (setelah dicurahkan); tidak mengalir lagi; selesai secara
menyeluruh; sempurna (sama sekali); tegas (jelas).

U
Unsur intrinsik: unsur yang membangun karya sastra dari dalam.

V
Verba: kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan; kata kerja.
Ageng Wibowo-2101412118

49