Ekonomi Bisnis di Asia

“Dampak Globalisasi dan Integrasi

Ekonomi Terhadap Daya Saing Ekspor
Indonesia di ASEAN dan Cina”

Johannes Richard Liamri 3121004

Fakultas Bisnis & Ekonomika
Universitas Surabaya
2014/2015

. 1997). Menurut Emanuel Ritcher globalisasi merupakan suatu jaringan kerja global yang mempersatukan masyarakat dimana mereka sebelumnya berpencar dan terisolasi yang nantinya akan saling memiliki ketergantungan dan mampu mewujudkan persatuan dunia. modal. Ia memakai istilah "globalisasi politik" untuk menyebut kemunculan kaum elit transnasional dan hilangnya negara bangsa. Ini merupakan pengertian globalisasi secara umum. Krugman (1991) memperkenalkan suatu anggapan bahwa secara alami blok perdagangan didasarkan pada pendekatan geografis yang dapat memberikan efisiensi dan meningkatkan kesejahteraan bagi anggotanya. dan "globalisasi sosial". "globalisasi teknologi". Integrasi dapat dipakai sebagai alat untuk mengakses pasar yang lebih besar. sehingga dapat memberikan dampak kreasi dan dampak diversi bagi negara-negara anggota (Salvatore. Sedangkan Ekonom Takis Fotopoulos mendefinisikan "globalisasi ekonomi" sebagai pembebasan dan deregulasi pasar komoditas. Sedangkan bagi negara-negara yang bukan anggota. maka pemberlakuan tarif dan non tarif tergantung dari kebijakan negara masing-masing. Secara harfiah kata integrasi dapat diartikan sebagai penggabungan.BAB 1 PENDAHULUAN 1. secara khusus globalisasi dan integrasi ekonomi yang terjadi saat ini. dan tenaga kerja yang berujung pada globalisasi neoliberal masa kini. Globalisasi dan integrasi ekonomi memiliki kaitan yang erat. Sedangkan globalisasi secara harfiah adalah ‘Mendunia’. integrasi ekonomi merupakan penciptaan struktur perekonomian internasional yang lebih bebas dengan jalan menghapuskan semua pembatasan-pembatasan (barriers) yang dibuat terhadap bekerjanya perdagangan bebas dan dengan jalan mengintroduksi semua bentuk-bentuk kerja sama dan unifikasi. "Globalisasi budaya" digunakan untuk menyebut homogenisasi budaya dunia. integrasi ekonomi mengacu pada suatu kebijakan komersial atau kebijakan perdagangan yang secara diskriminatif menurunkan atau menghapuskan hambatanhambatan perdagangan hanya di antara negara-negara anggota yang sepakat akan membentuk suatu integrasi ekonomi. Integrasi ekonomi memiliki prinsip dan mekanisme yang sama dengan perdagangan bebas. Dalam integrasi ekonomi terjadi perlakuan diskriminatif antara negara-negara anggota dengan negara-negara di luar anggota dalam melakukan perdagangan. Semua bentuk hambatan perdagangan baik tarif maupun non tarif sengaja diturunkan atau bahkan dihapuskan di antara negara a nggota.1 Latar Belakang Dewasa ini. Istilah lainnya adalah "globalisasi ideologi". Secara teoritis. globalisasi dan integrasi sudah menjadi topik yang sangat sering dibicarakan oleh banyak kalangan. menstimulasi pertumbuhan ekonomi sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nasional. Menurut Tinbergen.

2 Rumusan Masalah 1.1. Apa hubungan globalisasi dan integrasi ekonomi dengan perdagangan internasional atau bebas? 2. Bagaimana dampak globalisasi dan integrasi ekonomi pada daya saing ekspor Indonesia? .

Arti globalisasi secara makro Teori yang didasarkan atas asumsi perdagangan bebas/pasar bebas di seluruh dunia. Ekonom Takis Fotopoulos mendefinisikan "globalisasi ekonomi" sebagai pembebasan dan deregulasi pasar komoditas. Globalisasi ekonomi juga dapat dijelaskan secara makro dan mikro : A. Globalisasi adalah suatu proses di mana semakin banyak negara yang terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi global. arus produk dan faktor-faktor produksi lintas negara atau regional akan selancar lintas kota dalam suatu negara atau desa di dalam suatu kecamatan. Jadi. Ini merupakan salah satu dampak dari globalisasi yang paling mudah untuk diketahui.2 Dampak Globalisasi Dalam tingkat global yang optimal.BAB 2 LANDASAN TEORITIS 2. tanpa adanya hambatan baik dalam bentuk tarif atau non tarif. Konsep dasarnya adalah bahwa manfaat ekonomi yang diperoleh lebih besar dari biaya atau risiko yang dihadapi tanpa integrasi. melainkan logo perusahaan yang membuatnya. . Banyak barang yang tidak lagi mencantumkan bendera dari negara asal pembuat barang tersebut. 2. globalisasi ekonomi dapat dikatakan sebagai proses penyatuan negara-negara dalam suatu hubungan ekonomi yang memberikan dampak yang baik bagi negara yang mengikutinya. Arti globalisasi secara mikro Sebuah inisiatif bisnis yang didasarkan atas kepercayaan bahwa dunia telah menjadi sedemikian homogen seiring dengan makin mengaburnya perbedaan nyata antar pasar domestik Sedangkan integrasi menurut Machlup (Jovanovic 2006) menggambarkan penyatuan atau kombinasi beberapa perusahaan dalam suatu industri baik secara vertikal maupun horizontal (konteks organisasi). modal. tidak hanya dalam perdagangan internasional. tetapi juga dalam investasi. keuangan dan produksi. integrasi ekonomi mengacu pada suatu kebijakan komersial atau kebijakan perdagangan yang secara diskriminatif menurunkan atau menghapuskan hambatanhambatan perdagangan hanya di antara negara-negara anggota yang sepakat akan membentuk suatu integrasi ekonomi. dan tenaga kerja yang berujung pada globalisasi neo liberal masa kini. B. Salah satunya adalah globalisasi ekonomi.1 Definisi Globalisasi dan Integrasi Ekonomi Globalisasi dewasa ini telah menjadi fenomena. Semua bentuk hambatan perdagangan baik tarif maupun non tarif sengaja diturunkan atau bahkan dihapuskan di antara negara anggota. Globalisasi juga berarti suatu proses perkembangan yang dapat meningkatkan hubungan saling ketergantungan ekonomi dan juga mempertajam persaingan antar negara. Secara teoritis.

Pacific Economic Cooperation). lalu lintas devisa yang semakin bebas. Itu merupakan beberapa dampak positif dari globalisasi. Selain itu. Sebagai contoh adalah APEC (Asia . namun globalisasi juga memiliki dampak negatif. Semakin terbukanya sistem perekonomian dari negara-negara di dunia. . yaitu :  Bentuk integrasi ekonomi regional yang tidak mengikat (sukarela) untuk meningkatkan perdagangan (PTA/Preferential Trading Arrangement). Kemajuan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang menghasilkan alat-alat komunikasi dan transportasi yang semakin canggih. Di bidang pariwisata pun akan meningkat juga sehingga mampu membuka lapangan kerja dan juga menjadi ajang promosi produk-produk suatu negara. 2. Sebagai contoh yaitu ASEAN (Association of South East Asian Nations) dan Uni Eropa. aman dan murah b. maupun investasi/keuangan c. Adanya penurunan hambatan perdagangan dan investasi 2. Integrasi ekonomi sendiri juga memiliki beberapa bentuk integrasi. maka kedaulatan pemerintahannya akan semakin hilang yang disebabkan oleh komunikasi dan transportasi yang semakin canggih dan murah. ada beberapa faktor.  Bentuk integrasi ekonomi resmi dengan berbagai kesepakatan yang sifatnya mengikat. didorong juga oleh tiga kekuatan yaitu :  Deregulasi sektor keuangan  Perkembangan yang pesat di sektor keuangan itu sendiri (derivatif dan opsi)  Kemajuan teknologi serta komunikasi e. yaitu untuk meningkatkan perdagangan dan kerja sama dalam bidang ekonomi. produksi. baik dalam perdagangan. Liberasi keuangan internasional yang dimulai pada tahun 1960.4 Bentuk dan Tujuan Integrasi Ekonomi Integrasi ekonomi terbentuk karena adanya tujuan yang ingin dicapai oleh negaranegara. Ketika suatu negara memasuki ekonomi global.Semakin ekonomi dunia berpadu. semakin cepat dengan runtuhnya sistem Bretton Woods dalam penentuan nilai tukar awal tahun 1970an dan berkembangnya nilai tukar dari sejumlah mata uang utama selain US dolar d. dan ekonomi negara yang semakin terbuka yang menyebabkan negara kompetitor mengetahui informasi ekonomi suatu negara. melainkan ada faktor-faktor yang menyebabkannya terjadi. semakin kurang penting ekonomi negara-negara dan semakin penting kontribusi ekonomi dari individu dan perusahaan individual. yaitu : a.3 Faktor-Faktor Pendorong Globalisasi Globalisasi tidak terjadi begitu saja. dan secara khusus untuk mengurangi bahkan menghapuskan hambatan baik tarif maupun non tarif.

merupakan Blok perdagangan yang memberikan keistimewaan untuk produk-produk tertentu dari Negara dengan melakukan pengurangan tarif namun tidak menghilangkannya sama sekali atau merupakan kelompok yang memberikan keringanan terhadap jenis produk tertentu kepada Negara anggota. Adapun derajat integrasi tertinggi adalah UE (Uni Eropa) dengan skor 3. Setiap Negara anggota bebas menentukan tarifnya terhadap arus perdagangan internasional dari Negara-negara bukan anggota. Derajat integrasi ASEAN rendah disebabkan oleh karena adanya keraguan akan manfaat integrasi dari negara-negara anggota.5 Tahapan Integrasi Ekonomi Integrasi ekonomi memiliki tahap-tahap yang harus diikuti sampai pada tahap di mana negara-negara telah berintegrasi. Tujuan dari FTA adalah untuk menurunkan hambatan perdagangan sehingga volume perdagangan meningkat karena spesialisasi.menurut teori ini dalam pasar bebas yang seimbang. setiap sumber produksi cenderung untuk berspesialisasi dalam aktivitas dimana terjadi keunggulan komparatif. Secara singkat. NAFTA  The Generalized System Of Preferences ( GSP ) . pembagian kerja.8. dan yang terpenting melalui teori komparatif. Contohnya : Malaysia ( kesepakatan FTA lain dengan ASEAN )  Custom Union (CU) . 2.3 dan yang paling rendah adalah ASEAN/AFTA dengan skor 0. Contohnya : India–Afganistan. dilaksanakan dengan cara mengurangi tarif.Dua Negara atau lebih dikatakan membentuk CU apabila mereka sepakat menghilangkan semua kewajiban impor atau hambatan-hambatan .Tiap Negara anggota bersepakat menghilangkan tarif perdagangan dan hambatan yang bersifat kuantitatif lainnya.Beberapa bentuk PTA yang hanya melibatkan 2-3 negara yang bertetangga yang bersepakat dalam perdagangan bebas namun tidak sampai pada kesamaan dalam pabean (Custom union/CU). India–Maurtius.merupakan suatu sistem preferensi dalam bentuk penurunan atau pembebasan tarif bea masuk yang di berikan oleh Negara-negara maju kepada produk-produk tertentu yang berasal dari Negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) yang memenuhi syarat.  Free Trade Area ( FTA ) . namun masingmasing Negara itu masih berhak untuk menetapkan aturannya sendiri dalam tarif terhadap Negara-negara non-anggota menurut ketentuan di masing-masing Negara.  Preferency Trade Arrangement (TPA) . Tujuannya adalah membantu pembangunan Negara berkembang antara lain dengan peningkatan pendapatan devisa melalui ekspor dan mempercepat industrialisasi.

 Single Integrated Market ( Common Market ) .Kondisi ini terwujud apabila telah terjadinya penyatuan kebijakan makroekonomi maupun social dan memfungsikan suatu badan atau lembaga yang bersifat “supra nasional” dengan kewenangan yang cukup luas dan sangat mengikat semua negara anggotanya. tenaga kerja. Contoh : Pembentukan pasar tunggal Uni Eropa yang di mulai pada tahun 1987 dengan target selesai pada 31 Desember 1992.perdagangan dalam bentuk tarif maupun non tarif terhadap semua barang dan jasa yang diperdagangkan di antara sesama mereka. Keuntungan yang didapat dari integrasi antara lain adalah :  Meningkatnya kompetisi aktual dan potensial di antara pelaku pasar. Kompetisi di antara pelaku pasar . Kebijakan yang tertera dalam UE antara lain. menghapus pengawasan di daerah perbatasan. pemberlakuan standar tunggal untuk harmonisasi produk. barang. 2.Satu pasar tunggal bersama di sini dimaksudkan adalah semacam blok dagang yang merupakan gabungan dari custom union dengan kebijaksanaan bersama terhadap produk dan pergerakan yang bebas atas faktor produksi (modal dan tenaga kerja) dan wirausaha. baik pelaku pasar yang berasal dari suatu negara. ada pasar tunggalnya dan memakai satu kesatuan moneter( Euro )  Total Economic Integration ( TEI ) . persyaratan kualifikasi keahlian. Contohnya : Uni Eropa salah satu contoh yang baik mengenai integrasi ekonomi penuh. Contohnya : Zollverein. dan jasa di antara negara-negara anggota adalah memudahkan bagi mereka untuk mencapai efisiensi ekonomi yang lebih tinggi. agar diterima dan dilaksanakan di semua pasar negara anggota. Bentuk ini harus dibedakan dari hanya menerapkan mata uang bersama seperti yang dilakukan oleh Latin Monetary Union pada tahun 1980-an yang tidak diikuti oleh adanya pasar tunggal.Merupakan satu blok dagang seperti pasar tunggal dengan kesatuan moneter untuk semua Negara anggota. dalam sekelompok negara-negara. sedangkan terhadap Negaranegara non-anggota juga akan diberlakukan ketentuan yang sama.6 Keuntungan dan Kerugian Integrasi Ekonomi Terbentuknya integrasi ekonomi tidak dapat disangkal akan menimbulkan keuntungan dan kerugian bagi negara-negara anggota itu sendiri. maupun pelaku pasar di luar kedua kelompok tersebut. satu organisasi pada abad 19 di bentuk oleh beberapa Negara bagian Jerman.  Economic and Monetary Union . Tujuan pendirian Custom Union ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan mendekatkan hubungan diplomatik ( politik dan budaya ) di antara Negara anggota. Tujuan agar terjadi pergerakan bebas dari modal. Contohnya : Uni Eropa.

Hilangnya kedaulatan negara merupakan biaya atau pengorbanan terbesar yang diberikan oleh masing-masing negara yang berintegrasi dalam satu kawasan. bukan negara anggota. keuangan dan moneter untuk mempengaruhi kinerja ekonomi dalam negeri. Kunci utama untuk mencapai Visi dari APEC adalah kesepakatan di Bogor pada 15 November 1994 yakni mengenai liberalisasi perdagangan dan investasi di Asia Pasifik tahun 2010 untuk ekonomi maju dan 2020 untuk ekonomi yang sedang berkembang. APEC merupakan satu-satunya pengelompokan antar pemerintah di dunia yang bekerja atas dasar komitmen tidak terikat. dibandingkan dengan negara terpisah. Filipina. dalam menyebut anggotanya. Indonesia. Desain produk. metode pelayanan. yaitu:  Integrasi ekonomi internasional membatasi kewenangan suatu negara untuk menggunakan kebijakan fiskal. ASEAN . kriteria keanggotaan yaitu setiap anggota adalah lebih kepada ekonomi terpisah. kerja sama. dan investasi di wilayah Asia Pasifik 1989 di Canberra Australia dihadiri 12 negara Asia Pasifik.7 APEC Awalnya APEC merupakan forum dialog terbuka untuk memfasilitasi pertumbuhan ekonomi. Meskipun begitu. Malaysia. Kemudian. 2. kebanyakan adalah negara yang memiliki garis pantai ke Samudra Pasifik. Sedangkan kerugian yang dihadapi negara-negara yang ikut dalam integrasi ekonomi. APEC tidak mempunyai perjanjian-perjanjian yang mengandung kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh negara anggota. APEC memiliki 22 anggota.8 ASEAN dan AFTA ASEAN dibentuk pada tahun 1967 dengan 6 anggota sebagai pemrakarsa AFTA (Brunei. Saat ini. Myanmar dan Kamboja. perdagangan. Tercapainya ekonomi melalui pasar yang lebih luas yang akan mendorong peningkatan efisiensi perusahaan melalui berkurangnya biaya produksi. Thailand). sistem produksi dan distribusi serta aspek lain menjadi tantangan bagi pelaku pasar saat ini dan di masa depan. pada tahun 1995. anggota ASEAN bertambah tiga negara yaitu Laos. meningkatkan variasi kualitas dan pilihan yang lebih luas bagi kawasan yang berintegrasi. APEC menggunakan istilah ekonomi anggota. 2. Sebagai hasilnya. Singapura.  tersebut diharapkan akan mendorong harga barang dan jasa yang sama lebih rendah. APEC memiliki tujuan utama yaitu untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan dan memperkuat komunitas Asia Pasifik. diskusi terbuka dan saling menghormati pandangan-pandangan dari semua negara partisipan.

dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi. Brazil.8 Triliun Dolar AS. Dihasilkan dua dokumen penting : 1. Ini merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh negara-negara ASEAN. Sedangkan AFTA dibentuk dalam KTT ASEAN ke 4 di Singapura (deklarasi Singapura 1992) dengan tujuan untuk menciptakan pasar bersama. Jepang. dan memiliki populasi yang mendekati angka 600 juta orang atau setara dengan 8.46 juta km² atau setara dengan 3% total luas daratan di Bumi. Kerangka persetujuan peningkatan kerja sama ekonomi ASEAN 2. ASEAN tidak berarti terhadap peningkatan volume perdagangan karena produk yang dihasilkan sama sehingga terjadi persaingan yang lebih ketat. . Persetujuan dasar tentang tarif preferensi efektif bersama (CEPT) yang merupakan kesepakatan ASEAN untuk mewujudkan AFTA melalui proses penurunan tarif secara bertahap sesuai skema CEPT sebagai mekanisme utamanya. Pada KTT di Kuala Lumpur pada Desember 1997 Para Pemimpin ASEAN memutuskan untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil.9 MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Kalimat “Satu Visi – Satu Identitas – Satu Komunitas” – menjadi visi dan komitmen bersama yang hendak diwujudkan oleh ASEAN pada tahun 2020. Tujuan yang kedua adalah untuk menarik investasi asing langsung (Foreign Direct Invesment) ke ASEAN. Inggris.8% total populasi dunia. Luas wilayah laut ASEAN tiga kali lipat dari luas wilayah daratan. kombinasi nominal GDP ASEAN telah tumbuh hingga 1.meliputi wilayah daratan seluas 4. dan sangat kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang adil. Tujuan pertama adalah untuk meningkatkan daya saing ASEAN sebagai basis produksi dalam pasar dunia melalui penghapusan bea dan halangan non-bea dalam ASEAN. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). 2. MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya sistem perdagangan bebas antara Negara-negara ASEAN. dan Italia. Jika ASEAN adalah sebuah entitas tunggal. Cina. maka ASEAN akan duduk sebagai ekonomi terbesar kesembilan setelah Amerika Serikat. di antaranya adalah melalui penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (Asean Economic Community) pada tahun 2015. AFTA sendiri memiliki dua tujuan. ada beberapa tahapan awal yang harus diwujudkan terlebih dahulu untuk merealisasikan target atau sasaran bersama Masyarakat Asean tersebut. Jerman. Pada tahun 2010. Perancis. makmur. Namun.

kawasan pengembangan ekonomi yang merata atau seimbang. tenaga kerja. kawasan ekonomi yang sangat kompetitif. Sebagai pasar tunggal kawasan terpadu Asean dengan luas sekitar 4.47 juta km persegi yang didiami oleh lebih dari 600 juta jiwa dari 10 negara anggota ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan memacu daya saing ekonomi kawasan Asean yang diindikasikan melalui terjadinya arus bebas (free flow) : barang. investasi. dan modal. . dan kawasan yang terintegrasi sepenuhnya menjadi ekonomi global. jasa.Masyarakat Ekonomi Asean dengan sasarannya yang mengintegrasikan ekonomi regional Asia Tenggara menggambarkan karakteristik utama dalam bentuk pasar tunggal dan basis produksi.

Sisanya termasuk dalam General Exclusion List dan Sensitive List. yang akan ditempuh melalui penghapusan tarif intra-regional dan batasan non-tarif. Dibawah skema CEPT. 1999).9%-nya atau 11. Tujuan dari AFTA adalah menghilangkan batasan tarif diantara negara-negara Asia Tenggara dengan visi mengintegrasikan ekonomi ASEAN ke dalam satu dasar produksi dan menciptakan pasar regional. yaitu mendorong kemajuan IPTEK sehingga dapat membantu dalam memproduksi barang lebih banyak dengan waktu yang lebih singkat. dan masih banyak dampak yang diberikan melalui perdagangan bebas. and Daftar Pengecualian Umum/General Exception List (GEL) Untuk Indonesia.2 Indonesia di Antara AFTA dan ACFTA Para kepala negara dan pemerintahan ASEAN telah setuju untuk membentuk ASEAN Free Trade Area atau AFTA pada bulan Januari 1992. Laos. semua produk dikategorikan dalam 5 kelompok: Produk Inklusif/Inclusion List (IL).3 ASEAN-Cina FTA Dibulan November 2004.028 batasan tarif dimasukkan ke dalam Inclusion List. Hambatan perdagangan yang dihilangkan baik tarif ataupun non tarif.BAB 3 PEMBAHASAN 3. perdagangan bebas juga memberikan dampak. ASEAN Free Trade Area atau AFTA dianggap sebagai wujud integrasi ekonomi ASEAN. Produk Sangat Sensitif/Highly Sensitive List (HSL). 3. AFTA mulai diimplementasikan sejak Januari 1993. melainkan memberikan implikasi atau dampak yang lebih besar yaitu dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. dan Vietnam). regional dan multilateral. para menteri . Produk Eksklusif Sementara/Temporary Exclusion List (TEL). Myanmar. jumlah batasan tarif yang dimasukkan dalam skema CEPT sebanyak 11. dalam acara 10th ASEAN Summit di Vientiane. Perkembangan perdagangan internasional mengarah pada bentuk perdagangan yang lebih bebas yang disertai dengan berbagai bentuk kerja sama bilateral.153 buah dimana 98. Produk Sensitif/Sensitive List (SL). Salah satu tujuan dari perdagangan bebas adalah berupaya untuk mengurangi atau menghilangkan hambatan perdagangan.1 Perdagangan Bebas Regional Dewasa ini. Laos. perdagangan bebas regional menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Dampak dari perdagangan bebas adalah seperti mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Liberalisasi perdagangan dunia tidak hanya memberikan dampak kepada suatu negara. menopang stabilitas ekonomi. Nilai perdagangan dunia tumbuh dua kali lipat dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil dunia (Krueger. Perdagangan bebas banyak memberikan dampak kepada suatu negara. pemerataan pendapatan masyarakat. Dari sisi teknologi. 3. Daftar pengurangan tarif untuk AFTA dibuat dibawah skema CEPT (Common Effective Preferential Tariff/ Tarif Umum Efektif Yang Dipilih) dan daftar penurunan tarif untuk ASEAN-6 lebih maju dibandingkan negara-negara CMLV (Kamboja.

Disisi lain. neraca perdagangan total antara Indonesia cenderung surplus. Ini menunjukkan bahwa produk Indonesia . Namun hal ini tidak berlaku bagi neraca perdagangan non-migas antara Indonesia dengan Cina dimana neraca perdagangan ini mulai mengalami defisit sejak tahun 2005. dan akan mengalami penurunan sebesar 0-5% tidak lewat dari tanggal 1 Januari 2018. Saat ini hampir seluruh komoditas dan produk ekspor Indonesia mengalami kenaikan atau stabil di pangsa pasar. Perjanjian ini dikenal sebagai ASEAN-Cina Free Trade Agreement (ACFTA) yang telah diterapkan efektif mulai 1 Juli 2005. batasan tarif dibawah modalitas penurunan tarif diklasifikasikan dalam 3 kelompok: early harvest program. Sehingga dapat dikatakan perdagangan Indonesia dengan Cina mengalami surplus dikarenakan adanya surplus dalam jumlah besar dalam perdagangan minyak dan gas dari Indonesia ke Cina. Tabel II. normal track. Grafik di atas memperlihatkan bahwa weighted-average tariff telah mengalami penurunan baik di pasar ASEAN-6 dan Cina. Tampak defisit pada neraca perdagangan dari ASEAN-6 dengan Cina cenderung meningkat.2 Modalitas dari Penurunan Tarif Normal-Track untuk ASEAN X = Applied MFN Tariff Rate ACFTA Preferential Tariff Rate (Not Later than 1 Januari) 2007* 2009 2005* 2010 X > 20% 20 12 5 0 15% < x < 20% 15 8 5 0 10% < x < 15% 10 8 5 0 5% < x < 10% 5 5 0 0 0 0 x < 5% Standsill Namun penurunan tarif dari kelompok Sensitive Tracks akan mulai diimplementasikan pada tahun 2012. Kemudian angka ini berkurang di tahun 1995 namun kembali naik hingga saat ini. 3. dan sensitive track. Tarif yang termasuk dalam Normal Track telah diturunkan secara bertahap dan dieliminasi berdasarkan daftar berikut (ASEAN-6 dan Cina). yang mengindikasikan bahwa impor dari ASEAN-6 naik secara cepat dibandingkan volume ekspor ke pasar Cina. Dalam perjanjian ini.perekonomian negara-negara ASEAN dan Cina menandatangani Perjanjian Perdagangan Barang/Agreement on Trade in Goods (TIG) dari Kerangka Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif (Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation) antara Cina dan ASEAN. kontribusi Indonesia pada ekspor ASEAN-6 ke ASEAN-6 berkisar pada angka 12.7%.4 Dampak Globalisasi dan Integrasi Terhadap Daya Saing Ekspor Indonesia Sebelum implementasi AFTA di tahun 1992. Selanjutnya tarif dari produk di bawah High Sensitive List tidak akan melebihi 50% dimulai pada tahun 2015.

Tabel II.7% 20.6% 15.5% 15.54 Malaysia 6. Indeks Intensitas Ekspor Indonesia telah mengalami peningkatan di mana ini berarti AFTA telah membantu Indonesia untuk mengekspor lebih banyak ke negara-negara ASEAN.4% 12.2% 11. Kompetitor utama dari produk-produk tersebut adalah Malaysia untuk bahan kimia.05 3.7% 25.1% 51. Singapura untuk mesin/alat elektronik.56 Indonesia 2.3% 12.5% 6.26 3.80 4.9% Di Tabel II.67 4.73 2.3% 10.1% 10.0% 10.7% 20.55 5.76 4.0% 13.4% 3.7% 24.9% 18.8% 24.7% 8.98 2.2% 24.4% 14.8% 22.6% 13.5% 10. Namun ada beberapa produk yang mengalami lonjakan turun di pasar.2% 22.8% 9.6 dapat dilihat bahwa indeks intensitas ekspor negara-negara ASEAN meningkat terutama di tahun 2000-an dengan sedikit penurunan di tahun 1995. Thailand untuk tekstil dan Vietnam untuk tekstil dan produk kulit.7% 18.72 5.4% 9.4% 28.66 4.2% 13.14 4.6% 9. tekstil.1% 9. Negara ASEAN lainnya seperti Malaysia.1% 18.0% 17.7% 8.8% 9.3% 23.5% 9.7% 30.40 3.6 Indeks Intensitas Ekspor dari negara-negara ASEAN di Pasar ASEAN Reporter 1992 1995 2005 2006 2007 2008 ASEAN 4.3% 14.62 3.4% 9. sehingga intensitas ekspor Indonesia terus menerus meningkat.6% 9.3% 12.8% 53.2% 21.5% 23.3% 8.97 3.95 4.97 4.71 Thailand 2.91 .0% 15.3% Batu/kaca Bahan kimia Mesin/elektrik Produk kulit Tekstil 20.09 3.1% 13.2% 21.1% 8.2% 20.4% 9.02 4.1% 13.5% 6. bahan kulit.8% 19. Sehingga dapat dikatakan bahwa AFTA telah memperbaiki laju perdagangan antar negara di region ini.84 4.3% 23.2% 55.14 3.67 4.8% 28.63 4.9% 5.6% 57.71 2.05 3.3% 5.87 5.1% 48. mesin dan alat-alat elektronik.7% 18.40 3.2% 23.0% 10.0% 18.6% 24.5% 20.1% 17.cukup kompetitif di pasar ASEAN.5% Logam Transportasi Plastik dan karet Produk kayu Sayuran Produk mineral Lain-lain Produk hew ani 2.5% 20. yakni bahan kimia.09 2.0% 13.8% 7.4% 21.1% 15.6% 11.1% 19. Singapura dan Thailand juga terus mengalami peningkatan indeks intensitas ekspor.9% 8.0% 22.61 Singapura 4.8% 10.4% 22.1% 19.4% 8.9% 19.1% 10.1% 10.53 4.7% 16.5% 6.04 Vietnam 3.1% 12.3% 17.9% 16.1% 9.3% 19.77 5.3% 16.8% 6.87 3.0% 25. Tabel II.5 Pangsa Pasar dari Produk Ekspor Indonesia di ASEAN Pangsa Pasar Produk 1992 Pangsa Pasar Yang Meningkat Pangsa Pasar Yang Stabil Pangsa Pasar Yang Turun 1995 2005 2006 2007 2008 Total Minyak hew ani/nabati Produk makanan Alas kaki 12.2% 14.0% 6.7% 22.

Pangsa Total Ekspor to Cina 2. minyak dan produk turunann ya 12.8% di tahun 2004 menjadi 39. 6. Sehingga Indonesia.2% 7.6% 47 Bubur kayu dan produk serat 83. produk mineral. Alasan utamanya adalah karena beberapa tahun kebelakang Cina mengimpor lebih banyak bahan mentah industri akibat meningkatnya aktivitas industri dan produksi.2% 18.7% 44 Kayu dan produk kayu 46 Jerami 7. mesin lain 2.2% 46 Jerami 5. terak dan abu (HS26).Setelah berlakunya FTA ASEAN-Cina.6% 40 Karet dan produk karet 47 Bubur kayu dan produk serat 5. Pembagi pada pangsa ini adalah total ekspor ASEAN-6+Vietnam ke pasar Cina. sebagai salah satu pemasok utama produk-produk tambang. dan juga produk kulit. minyak dan produk turunann ya 15 Minyak/lemak hew ani/nabati 29 Kimia organik 26.1% 27 Bahan bakar mineral. alas kaki. pangsa dari bahan bakar mineral.4% Pangsa Total Ekspor ke China 1.2% dari total ekspor ke Cina.2% 73 Produk besi/baja. boiler.7 10 Besar Komodi ta s Ekspor Indones ia ke Cina (2004 and 2008) 2004 Pangsa 2008 Pangsa 27 Bahan bakar mineral.terak dan abu dan juga barang-barang besi dan logam. plastik dan karet. Produk-produk tersebut adalah minyak dan lemak hewani nabati.8% 15 Minyak/lemak hew ani/nabati 12.8 menunjukkan pangsa pasar Indonesia di Cina berdasarkan kategori produk. 2. Sebelum ACFTA.7% 89. komoditas ini digantikan posisinya oleh bijih.3% 40 Karet dan produk karet 39. kayu dan produk kayu (HS-44) merupakan salah satu 10 besar komoditas ekspor Indonesia ke Cina. mesin lain 83 Produk logam lainnya 4.2%.4% 5.2% 84 Reaktor nuklir. minyak dan produknya (HS-27) dan lemak dan minyak hewani dan nabati (HS-15) juga meningkat dari 26. Beberapa produk Indonesia mampu membuka pasar di Cina setelah berlakunya ACFTA di tahun 2005. logam.4% 2.1% dan 12. Alasan ini juga diperkuat dengan kebijakan Cina yang meningkatkan volume impor bijih.3% 73 Produk besi/baja. struktur ekspor Indonesia ke Cina sedikit mengalami perubahan. juga mengalami peningkatan volume ekspor untuk produk ini. Tabel II. produk makanan. terak dan abu.7% 83 Produk logam lainnya 2.7% 26 Bijih. boiler. Dari data diatas dapat dilihat bahwa pangsa ekspor Indonesia ke Cina cenderung stabil dengan sedikit peningkatan di tahun 2008.2% dan 18.9% 2.5% 29 Kimia organic 4. Namun setelah ACFTA. . Selain itu. dimana pangsanya mencakup 7.7% 84 Reaktor nuklir.01% Sumber: Database UNCOMTRADE (dihitung oleh penulis) Tabel II.

9% 6.5% 8. dan mesin/alat-alat elektronik mengalami penurunan pangsa pasar.6% 26.4% 19.0% 22.1% 1.6% 34.2% 21.5% 4.0% Pangsa Pasar Yang Stabil Sayuran Transportasi Produk hew ani Bahan kimia 4.0% 17.4% 5.3% 2.2% 21.3% 25.2% 1.9% 5.6% 19. dan sebaliknya.3% 46.9% 3. Pesaing utama Indonesia untuk produk bahan kimia.4% Produk Mineral Plastik dan karet Produk Kulit Lainnya 22.3% 21.7% 1.9% 10.2% 24.5% 2. kecuali alas kaki.6% 20.1% 14.1% 10.2% 59.0% 16.2% 10.3% 38.4% 4.9% 6.1% 6.2% 38.6% 15.6% Pangsa Pasar Yang Turun Dapat disimak pula bahwa produk yang mengalami kenaikan pangsa pasar pada umumnya adalah produk berbasis sumber daya alam. produk kayu dan tekstil di pasar Cina adalah Thailand yang pangsa pasarnya juga mengalami kenaikan setelah diberlakukannya ACFTA.5% 18.7% 20.8 Pangsa Pasar Ekspor Indonesia ke Cina (2005-2008) Pangsa Pasar Produk 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Total Minyak hew ani/nabati 22.3% 8.8% 19. Namun produk-produk mesin/elektronik dan kimia Vietnam tidak cukup mampu bersaing di pasar Cina.1% 22.7% 50.2% 14.4% 20.8% 40.5% 16.5% 16. Dan juga Vietnam merupakan pemasok yang cukup kuat untuk produk kayu dan tekstil ke pasar Cina.1% 3.2% 25.8% 39. Produk manufaktur seperti: kayu.7% 2.2% 9.5% 8.5% 21. dan di saat yang sama indeks intensitas ekspor Cina ke ASEAN juga turut meningkat. yang menunjukkan bahwa laju perdagangan antara negara-negara ASEAN ke Cina.3% 3.9% 53.1% 14.7% Pangsa Pasar Yang Meningkat Produk makanan Alas kaki Logam 5. .5% 19. tekstil. Indeks Intensitas Ekspor untuk semua negara di semua tahun selalu lebih dari 1.4% 34.5% 4.5% 21.3% Mesin/elektrik Batuk/kaca Produk kayu Tekstil 1. Ini berarti bahwa implementasi ACFTA mampu meningkatkan intensitas perdagangan antara negara-negara yang berpartisipasi dan secara umum memperbaiki laju perdagangan antara negara-negara di region ini.4% 14.4% 22.1% 29.4% 7.3% 7.7% 20.3% 4.6% 20.7% 6.3% 39.7% 53.9).1% 17.8% 36.1% 31.3% 4.2% 4. Hal ini disebabkan karena produk-produk ini tidak dapat bersaing dengan produk-produk lokal Cina atau negara ASEAN lainnya.1% 6.7% 2.1% 8.5% 18.9% 1.5% 7.7% 14.8% 17.0% 22.6% 1.5% 8.7% 9.Tabel II.8% 49.9% 20.4% 29.4% 22. yang diklasifikasikan sebagai produk pertanian dan pertambangan. lebih besar dari perkiraan dengan memperhatikan tingkat kepentingan dari perdagangan regional ini.7% 1. yang pangsa pasarnya juga melonjak naik dibawah kerangka kerja ACFTA.4% 16.7% 24.9% 31. mesin/elektronik. Indeks Intensitas Ekspor negara-negara ASEAN di pasar Cina cenderung meningkat (Tabel II.

37 Malaysia Cina 1.26 1.24 1.37 1.43 2008 1.45 Indonesia Cina 1.42 1.20 1.54 Singapura Cina 1.57 1.17 1.52 1.35 1.46 1.31 1.24 1.52 1.38 1.42 1.64 1.34 2006 1.38 1.76 1.31 2004 1.87 2.9 Indeks Intensitas Ekspor negara-negara ASEAN dan Cina Reporter Partner 2003 2004 2005 2006 2007 2008 ASEAN Cina 1.16 Reporter China Partner ASEAN 2003 1.42 1.48 Vietnam Cina 1.04 1.30 1.37 2007 1.58 1.22 1.44 1.49 1.48 Thailand Cina 1.22 1.34 2005 1.46 1.39 1.37 1.43 .Tabel II.

di mana tingkat pertumbuhan ekspor untuk produk ini. Pada kasus ACFTA. Inilah pengaruh dari globalisasi dan integrasi ekonomi . Indonesia berhasil merebut pasar hanya untuk produk plastik dan karet. secara khusus dalam makalah ini terhadap ASEAN dan Cina. produk mineral dan alas kaki. Jika dilihat dari tahun 1992 sampai pada tahun 2008. yang berarti Indonesia masih dapat melakukan perbaikan-perbaikan untuk mengoptimalkan kesempatan ini.BAB 4 KESIMPULAN & SARAN Secara keseluruhan. daya saing ekspor Indonesia sudah baik. salah satunya dari implementasi AFTA yang telah dilakukan pada tahun 1992. Indonesia masih dapat meningkatkan performa ekspornya di pasar Cina. Kebanyakan produk ekspor Indonesia di pasar Cina dikategorikan sebagai leading retreat dan lagging retreat. Hal ini tidak lepas dari dampak globalisasi serta integrasi ekonomi yang terjadi. dan produk makanan. Di pasar Cina. masih di bawah permintaan pasar. adalah minyak dan lemak hewani dan nabati. Integrasi dan globalisasi menyebabkan berkurangnya hambatan sehingga Indonesia dapat lebih lagi meningkatkan daya saing ekspornya. indeks intensitas ekspor Indonesia mengalami peningkatan. Produk-produk yang berada dalam kondisi lagging opportunity.

DAFTAR PUSTAKA http://indaharitonang-fakultaspertanianunpad.academia.scribd.html http://www.com/2014/10/5-pengertian-globalisasi-menurut-para.wikipedia.blogspot.com/2014/04/dampak-perdagangan-bebas-asean-terhadap.seputarpengetahuan.blogspot.com/doc/94531242/Perdagangan-Bebas-Regional-Dan-Daya-Saing-EksporIndonesia#scribd http://fitriarakhman.academia.org/wiki/Kawasan_Perdagangan_Bebas_ASEAN https://www.com/2013/06/integrasi-ekonomi.org/wiki/Kerja_Sama_Ekonomi_Asia_Pasifik http://id.edu/9060383/masyarakat_ekonomi_ASEAN_2015_MEA_2015_ http://id.html http://disaera.html http://www.blogspot.com/2012/06/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi.wikipedia.edu/5380468/TUGAS_EKONOMI_INTERNASIONA1 http://id.html .