TUGAS INDIVIDU

UNIT PEMBELAJARAN 2
KESEJAHTERAAN HEWAN

OLEH :
DESYANA RACHMAWATI
12/ 329582/ KH/ 7335
KELOMPOK 3

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013
Learning objective :

yang dimaksud dengan kesejahteraan hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia. Welfare law mengenai bagaimana manusia harus memperlakukan hewan ( Wahyu. Pembahasan : 1. etika dan hukum. 2010 ). (3) bebas dari rasa sakit. yaitu : (1) bebas dari haus dan lapar (freedom from hunger and thirst). Mengetahui hukum dan sanksi yang mengatur tentang kesejahteraan hewan. (4) bebas untuk mengekspresikan perilaku normal (freedom to express normal behavior). yang meliputi pemeliharaan lestari hidupnya hewan dengan pemeliharaan dan perlindungan yang wajar. 2. Mengetahui definisi kesejahteraan hewan dan tolak ukur meliputi aspek alamiah. Welfare science mengukur efek pada hewan dalam situasi dan lingkungan berbeda dari sudut pandang hewan. Menurut UU no. Tolak ukur meliputi aspek alamiah. Kesejahteraan hewan memiliki 3 aspek penting yaitu welfare science. dan (5) bebas dari rasa takut dan stress (freedom from fear or distress). injury and disease). yang dimaksud dengan kesejahteraan hewan adalah usaha manusia memelihara hewan. (2) bebas dari rasa tidak nyaman (freedoms from discomfort).1. Menurut UU no. Kesejahteraan hewan (animal welfare) dapat diukur dengan indikator Lima Kebebasan (five freedoms). A. Bebas dari Rasa Haus dan Lapar (Freedom from Hunger and Thirst) 1 . 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan. 95 tahun 2012 tentang kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan. etika dan hukum. yang dimaksud dengan kesejahteraan hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia. luka dan penyakit (freedom from pain. Definisi kesejahteraan hewan Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no. 6 tahun 1967 tentang ketentuan – ketentuan pokok peternakan dan kesehatan hewan. etika dan hukum. Welfare ethics mengenai bagaimana manusia sebaiknya memperlakukan hewan.

Kebebasan ini dapat diwujudkan dengan pencegahan 2 . Hewan akan merasa nyaman pada lingkungan yang tepat. Luka dan Penyakit (Freedom from Pain. Dengan menyediakan tempat makanan dan minuman yang memadai akan dapat mengurangi terjadinya penindasan dan kompetisi diantara mereka. Lapar adalah saat-saat hewan terstimulasi untuk makan. Menurut buku ‘The State of the Animal’ pengertian dari bebas dari rasa lapar dan haus dapat diartikan bahwa kalimat “jika hewan tersebut tidak diberi makan” dapat dikategorikan sebagai pernyataan yang pasif dari kata “bebas dari kelaparan”. Akibatnya. Penyakit produksi meliputi malnutrisi. Penyakit yang sering timbul di peternakan adalah penyakit produksi. B. Injury and Disease) Secara sangat sederhana. sehat pada hewan secara individu dapat didefinisikan negatif sebagai ‘tidak adanya symptom penyakit’. termasuk perkandangan dan area beristirahat yang nyaman. Kondisi lingkungan yang ekstrim dan penerapan manajemen yang membuat stres mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan ternak. C. Stresor tersebut secara langsung mengubah fungsi kekebalan inang.Untuk mencegah hewan dari rasa lapar dan haus. Hewan memerlukan akses yang mudah terhadap makanan dan minuman untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. suhu dan kelembaban yang cukup. bergizi dan juga akses langsung terhadap air bersih perlu disediakan. Kebebasan dari rasa haus dan lapar ini ditempatkan di urutan pertama karena ini sangat mendasar. makanan yang layak. selain metabolisme hewan yang stres akan memperburuk penampilan (kurus). tempat tidur dan sebagainya). trauma dan infeksi yang diderita hewan selama hewan dipelihara oleh manusia. primitif dan tidak dapat ditolerir. Makanan dan minuman merupakan kebutuhan pertama dalam hidup. hewan juga akan lebih rentan terhadap infeksi agen penyakit. Bebas dari rasa tidak nyaman dapat diwujudkan dengan menyediakan tempat yang sesuai seperti penyediaan kandang/tempat berlindung yang nyaman (ventilasi memadai. adanya lantai. Bebas dari Rasa Tidak Nyaman (Freedoms from Discomfort) Ketidaknyamanan disebabkan oleh keadaan lingkungan yang tidak sesuai pada hewan. Penyakit ini adalah penyakit akibat kekeliruan manajemen ternak atau akibat sistem yang diberlakukan di peternakan. Bebas dari Rasa Sakit.

Bebas Mengekpresikan Perilaku Normal (Freedom to Express Normal Behavior) Hewan mempunyai kebiasaan atau perilaku yang khas untuk masing-masing ternak. Penyediaan ruang yang cukup. hewan mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mengekspresikan perilaku normalnya. Dalam perawatan manusia.diagnosa yang tepat dan perawatan. Respon terhadap tantangan alam ini salah satu wujudnya adalah stres. Bebas dari Rasa Takut dan Stres (Freedom from Fear or Distress) Para peneliti mempunyai takaran tersendiri dalam mengukur tingkat stres. Pada kondisi ekstrim. perlakuan dan manajemen. Rangsangan yang memicu stres disebut dengan istilah stresor. Peternak harus memastikan hewannya terbebas dari penderitaan mental akibat kondisi sekitar. Hukum dan sanksi yang mengatur tentang kesejahteraan hewan 3 . sementara stres tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap kesejahteraan hewan. Oleh karena itu. hal yang mungkin terjadi justru hewan menunjukkan perilaku menyimpang. hewan yang sehat juga akan meningkatkan daya jual. Stres berbeda dari distres. Rasa takut yang berkepanjangan tentu akan berimbas buruk bagi kesejahteraan hewan. Hewan yang sehat sangat menguntungkan peternak karena selain meningkatkan produktivitas. fasilitas yang benar dan teman bagi hewan dari sejenisnya akan membantu hewan mendapat kebebasan menunjukkan perilaku normalnya. perilaku peternak sangat berperan dalam membangun sikap hewan terhadap peternak. D. seperti detak jantung dan kadar konsentrasi pada plasma katekolamin dan kortikosteron. Untuk dapat bertahan seekor hewan harus mampu menyesuaikan diri dan mengatasi tantangan alam. Rasa takut kini dianggap sebagai stresor yang merusak hewan. E. Istilah eustres digunakan untuk keadaan oleh stresor yang menyenangkan. misalnya saat bermain dengan kawannya. Takut merupakan emosi primer yang dimiliki hewan yang mengatur respon mereka terhadap lingkungan fisik dan sosialnya. 2009 ) 2. dan tanpa kehadiran stres berarti kematian. Ternak yang sering diperlakukan buruk sangat mungkin untuk menyimpan kesan yang buruk terhadap peternak ( Islahuddin. Pengetahuan peternak yang cukup atau tersedianya dokter hewan sangat penting. Stres selalu hadir. distres adalah stres yang buruk.

pengamanan. c. b. maka dengan Peraturan Pemerintah ditetapkan ketentuan-ketentuan tentang: 1. 6 tahun 1967 tentang ketentuan – ketentuan pokok peternakan dan kesehatan hewan pasal 22 Untuk kepentingan kesejahteraan hewan. b. Tempat dan perkandangan. penempatan dan pengandangan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga memungkinkan hewan dapat mengekspresikan perilaku alaminya. penempatan dan pengandangan. serta perlakuan dan pengayoman yang wajar terhadap hewan. dan penyalahgunaan. ayat (2). pengangkutan. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai kesejahteraan hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pemeliharaan dan perawatan. penggunaan dan pemanfaatan hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari penganiayaan dan penyalahgunaan. Cara pemotongan dan pembunuhan. e. pemeliharaan. penganiayaan dan penyalahgunaan. Penggunaan dan pemanfaatan. 3. serta rasa takut dan tertekan. 2. (3) Ketentuan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kesejahteraan hewan diberlakukan bagi semua jenis hewan bertulang belakang dan sebagian dari hewan yang tidak bertulang belakang yang dapat merasa sakit. Pasal 67 4 . penganiyaan. dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri. 4. Perlakuan dan pengayoman yang wajar oleh manusia terhadap hewan. d. perawatan. penangkapan dan penanganan satwa dari habitatnya harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan di bidang konservasi. UU no. f. pemotongan dan pembunuhan hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa sakit. pengangkutan hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa takut dan tertekan serta bebas dari penganiayaan.a. Pengangkutan. pemotongan dan pembunuhan. rasa takut dan tertekan. rasa sakit. 5. 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan Bab VI bagian kedua Pasal 66 (1) Untuk kepentingan kesejahteraan hewan dilakukan tindakan yang berkaitan dengan penangkapan dan penanganan. dan g. 6. perlakuan terhadap hewan harus dihindari dari tindakan penganiayaan dan penyalahgunaan. (2) Ketentuan mengenai kesejahteraan hewan sebagaimana dimaksud pada ayat(1) dilakukan secara manusiawi yang meliputi : a. UU no. Pemeliharaan dan perawatan. dan pengayoman hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa lapar dan haus.

penganiayaan. dari rasa lapar dan haus. penangkapan dan penanganan. dan penyakit. f. pengangkutan. perlakuan dan pengayoman yang wajar terhadap Hewan. dan e. c. b. c. b. 5 . (4) Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) wajib dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi di bidang Kesejahteraan Hewan. 95 tahun 2012 tentang kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan bab 3 Pasal 83 (1) Kesejahteraan Hewan diterapkan terhadap setiap jenis Hewan yang kelangsungan hidupnya tergantung pada manusia yang meliputi Hewan bertulang belakang dan Hewan yang tidak bertulang belakang yang dapat merasa sakit. Pasal 84 (1) Penerapan prinsip kebebasan Hewan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 wajib dilakukan oleh: a. g. dan penyalahgunaan. untuk mengekspresikan perilaku alaminya. dari ketidaknyamanan. penggunaan dan pemanfaatan.Penyelenggaraan kesejahteraan hewan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah bersama masyarakat. pemeliharaan dan perawatan. e. dan h. (3) Prinsip kebebasan Hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diterapkan pada kegiatan: a. dari rasa sakit. d. pemotongan dan pembunuhan. cidera. dari rasa takut dan tertekan. praktik kedokteran perbandingan. d. c. (2) Kesejahteraan Hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan cara menerapkan prinsip kebebasan Hewan yang meliputi bebas: a. penempatan dan pengandangan. pemilik Hewan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no.

atau mati. yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya. barang siapa tanpa tujuan yang patut atau dengan melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu. dan c. atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya. barang siapa menggunakan hewan untuk pekerjaan yang terang melebihi kekuatannya. maka hewan itu dapat dirampas. (4) Percobaan melakukan kejahatan tersebut tidak dipidana. barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas. 2. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu. (3) Jika hewan itu milik yang bersalah. pemilik fasilitas pemeliharaan Hewan. (3) Menteri menetapkan jenis dan kriteria fasilitas pemeliharaan Hewan yang memerlukan izin usaha. Pasal 85 Pemilik fasilitas pemeliharaan Hewan yang tidak menerapkan prinsip kebebasan Hewan pada kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3) dikenai sanksi pencabutan izin usahanya oleh bupati/walikota. atau kepada hewan yang wajib dipeliharanya. (2) Pemilik fasilitas pemeliharaan Hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c wajib memiliki izin usaha yang dikeluarkan oleh bupati/walikota. yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.b. sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya. 6 . atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah. karena penganiayaan hewan. Pasal 540 (1) Diancam dengan pidana kurungan paling lama delapan hari atau pidana denda paling banyak dua ribu dua ratus lima puluh rupiah: 1. dengan 2. orang yang menangani Hewan sebagai bagian dari pekerjaannya. d. dengan sengaja tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan. Kitab Undang – Undang Hukum Pidana Pasal 302 (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan : 1. barang siapa tanpa perlu menggunakan hewan untuk pekerjaan dengan cara yang menyakitkan atau yang merupakan siksaan bagi hewan tersebut.

barangsiapa memasangkan pakaian kuda pada kuda tersebut dalam butir 1 atau mengikat maupun memasang kuda itu pada kendaraan atau kuda tarikan. yang kudisan. tunggangan atau penarik kereta seekor kuda induk. luka-luka atau yang jelas sedang hamil maupun sedang menyusui untuk pekerjaan yang karena keadaannya itu tidak sesuai atau yang menyakitkan maupun yang merupakan siksaan bagi hewan tersebut. 2. Pasal 544 1. dengan membiarkan anaknya yang belum tumbuh keenam gigi mukanya. maupun di tempat yang dapat dimasuki oleh khalayak umum. mengikutinya. barang siapa mengangkut atau menyuruh mengangkut hewan tanpa diberi atau disuruh beri makan atau minum. barang siapa menggunakan hewan yang pincang atau yang mempunyai cacat lainnya. pidana denda dapat diganti dengan pidana kurungan paling lama tiga hari. (2) Jika ketika melakukan pelanggaran belum lewat satu tahun setelah ada pemidanaan yang menjadi tetap karena pelanggaran yang sama atau yang berdasarkan pasal 540. 5. tunggangan atau kuda penarik kereta padahal kuda tersebut belum tukar gigi atau kedua gigi dalamnya di rahang atas belum menganggit kedua gigi dalamnya di rahang bawah. barangsiapa menggunakan sebagai kuda beban. 1. 2. ataupun karena kejahatan berdasarkan pasal 302. 7 . barang siapa mengangkut atau menyuruh mengangkut hewan tanpa perlu dengan cara yang menyakitkan atau yang merupakan siksaan bagi hewan tersebut. (2) Jika ketika melakukan pelanggaran belum lewat satu tahun setelah ada pemidanaan yang menjadi tetap karena pelanggaran yang sama karena salah satu pelanggaran pada pasal 302. 3.3. Barang siapa tanpa izin kepala polisi atau pejabat yang ditunjuk untuk itu mengadakan sabungan ayam atau jangkrik di jalan umum atau di pinggirnya. pidananya dapat dilipatduakan. 4. barangsiapa menggunakan sebagai kuda beban. diancam dengan pidana kurungan paling lama enam hari atau pidana denda paling banyak tiga ratus tujuh puluh lima rupiah. Jika ketika melakukan pelanggaran belum lewat satu tahun sejak adanya pemidanaan yang menjadi tetap karena pelanggaran yang sama. Pasal 541 (1) Diancam dengan pidana denda paling banyak dua ratus dua puluh lima rupiah. dapat dikenakan pidana kurungan paling lama empat belas hari.

litbang. Kesejahteraan Hewan bagi Kesehatan Manusia. www.pphp. Penerapan Kesejahteraan Hewan pada Tempat Penjualan Unggas Hidup di Kota Bogor.pta-makassarkota.id tanggal akses 11 November 2013 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.. www. W.id/policy/penelitian/UU_6_1967.go.deptan.id tanggal akses 11 November 2013. 2010.go.profauna. O.ac.pdf tanggal akses 11 November 2013 Wahyu. www.go.go. Kitab Undang – Undang Hukum Pidana. www.id/download/regulasi/undangundang/UU_18_2009.org/content/id/aware/kesejahteraan_hewan_bagi_kesehatan_manusia.deptan.kemendagri.h tml tanggal akses 11 November 2013 8 .repository. www. B. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan.id tanggal akses 11 November 2013 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan.pdf tanggal akses 11 November 2013. FKH IPB : Bogor www.ipb.peternakan.Daftar Pustaka Islahuddin.