TUMOR OTAK

● Definisi
Tumor otak adalah suatu lesi ekspansif yang bersifat jinak (benigna) ataupun ganas (maligna),
membentuk massa dalam ruang tengkorak kepala (intra cranial) atau di sumsum tulang belakang
(medulla spinalis Neoplasmapada jaringan otak dan selaputnya dapat berupa tumor primer
maupun metastase. Apabila sel-sel tumor berasal dari jaringan otak itu sendiri, disebut tumor otak
primer dan bila berasal dari organ-organ lain (metastase) seperti ; kanker paru, payudara, prostate,
ginjal dan lain-lain, disebut tumor otak sekunder. (3)
● Etiologi
Penyebab tumor hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti, walaupun telah banyak
penyelidikan yang dilakukan. Adapun faktor-faktor yang perlu ditinjau, yaitu :
Herediter
Riwayat tumor otak dalam satu anggota keluarga jarang ditemukan kecuali pada meningioma,
astrositoma dan neurofibroma dapat dijumpai pada anggota-anggota sekeluarga. Sklerosis
tuberose atau penyakit Sturge-Weberyang dapat dianggap sebagai manifestasi pertumbuhan baru,
memperlihatkan faktor familial yang jelas. Selain jenis-jenis neoplasma tersebut tidak ada buktibuakti yang kuat untuk memikirkan adanya faktor-faktor hereditas yang kuat pada neoplasma.
Sisa-sisa Sel Embrional (Embryonic Cell Rest
Bangunan-bangunan embrional berkembang menjadi bangunan-bangunan yang mempunyai
morfologi dan fungsi yang terintegrasi dalam tubuh. Tetapi ada kalanya sebagian dari bangunan
embrional tertinggal dalam tubuh, menjadi ganas dan merusak bangunan di sekitarnya.
Perkembangan abnormal itu dapat terjadi pada kraniofaringioma, teratoma intrakranial dan
kordoma.
Radiasi
Jaringan dalam sistem saraf pusat peka terhadap radiasi dan dapat mengalami perubahan
degenerasi, namun belum ada bukti radiasi dapat memicu terjadinya suatu glioma. Pernah
dilaporkan bahwa meningioma terjadi setelah timbulnya suatu radiasi.
Virus
Banyak penelitian tentang inokulasi virus pada binatang kecil dan besar yang dilakukan dengan
maksud untuk mengetahui peran infeksi virus dalam proses terjadinya neoplasma, tetapi hingga
saat ini belum ditemukan hubungan antara infeksi virus dengan perkembangan tumor pada sistem
saraf pusat.

nitroso-ethyl-urea. karena pada awalnya menunjukkan berbagai gejala yang menyesatkan dan eragukan tapi umumnya berjalan progresif.Substansi-substansi Karsinogenik Penyelidikan tentang substansi karsinogen sudah lama dan luas dilakukan. Ini berdasarkan percobaan yang dilakukan pada hewan (3. . Kini telah diakui bahwa ada substansi yang karsinogenik sepertimethylcholanthrone.klasifikasi tumor otak yang penting dari segi klinis.4) ● klasifikasi (5) Berdasarkan gambaran histopatologi. dapat dilihat pada Tabel-1 (dikutip dari Black 199) Gambaran klinis Tumor otak merupakan penyakit yang sukar terdoagnosa secara dini.

40% pada pasen meningioma. dan lebih dari 35% kasus pada stadium lanjut. emosi. Nyeri Kepala Diperkirakan 1% penyebab nyeri kepala adalah tumor otak dan 30% gejala awal tumor otak adalah nyeri kepala. Muntah Terdapat pada 30% kasus dan umumnya meyertai nyeri kepala.VI akibat teregangnya N. mungkin diketemukan ansietas dan depresi. Tumor-tumor yang sering memberikan gejala TTIK tanpa gejala-gejala fokal maupun lateralisasi adalah meduloblatoma. Gejala ini berjalan progresif dan dapat dijumpai pada 2/3 kasus 1. spendimoma dari ventrikel III. Diperkirakan 2% penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak. 2. haemangioblastoma serebelum dan craniopharingioma.VI oleh TTIK. yang dapat dirasakan oleh keluarga dekat penderita berupa: mudah tersinggung. umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi serta pada keadaan dimana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial. muntah proyektil dan enurunan kesadaran. kehilangan inisiatif dan spontanitas. Gejala Tkanan Tinggi Intrakranial Berupa keluhan nyeri kepala di daerah frontal dan oksipital yang timbul pada pagi hari dan malam hari. 3. 4. Pada pemeriksaan diketemukan papil udem. Sedangkan gejala lanjut diketemukan 70% kasus. Kejang Bangkitan kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor otak pada 25% kasus. Perlu dicurigai penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak bila: Bagkitan kejang pertama kali pada usia lebih dari 25 tahunMengalami post iktal paralisisMengalami status epilepsiResisten terhadap obat-obat epilepsiBangkitan disertai dengan gejala TTIK lainBangkitan kejang ditemui pada 70% tumor otak dikorteks. Gejala spesifik tumor otak yang berhubungan dengan lokasi: . Lebih sering dijumpai pada tumor di fossa posterior. dan 25% pada glioblastoma. perlambatan aktivitas mental dan sosial. Selain itu dapat dijumpai parese N.Manifestasi klinis tumor otak dapat berupa: Gejala serebral umum Dapat berupa perubahan mental yang ringan (Psikomotor asthenia). labil. 50% pasen dengan astrositoma. pelupa. umumnya muntah bersifat proyektif dan tak disertai dengan mual. Keadaan ini perlu tindakan segera karena setiap saat dapat timbul ancaman herniasi. Adanya nyeri kepala dengan psikomotor asthenia perlu dicurigai tumor otak. Sifat nyeri kepala bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut.

amenorrhoe.dwarfism. parkinsonism. objeckagnosia 5. Lobus parietal Dapat menimbulkan gejala modalitas sensori kortikal hemianopsi homonymBila terletak dekat area motorik dapat timbul kejang fokal dan pada girus angularis menimbulkan gejala sindrom gerstmann’s 3. bangkitan psikomotor.1. yang didahului dengan aura atau halusinasiBila letak tumor lebih dalam menimbulkan gejala afasia dan hemiparesePada tumor yang terletak sekitar basal ganglia dapat diketemukan gejala choreoathetosis. dan penurunan kesadaran 6. 4. bangkitan 8. Tumor di cerebello pontin angie Tersering berasal dari N VIII yaitu acustic neurinomaDapat dibedakan dengan tumor jenis lain karena gejala awalnya berupa gangguan fungsi pendengaranGejala lain timbul bila tumor telah membesar dan keluar dari daerah pontin angel 7. pasen tiba-tiba nyeri kepala. Tumor di cerebelum . Lobus oksipital Menimbulkan bangkitan kejang yang dahului dengan gangguan penglihatanGangguan penglihatan yang permulaan bersifat quadranopia berkembang menjadi hemianopsia. gangguan cairan dan elektrolit. kejang fokalBila menekan permukaan media dapat menyebabkan inkontinentiaBila tumor terletak pada basis frontal menimbulkan sindrom foster kennedyPada lobus dominan menimbulkan gejala afasia 2. Lobus frontal Menimbulkan gejala perubahan kepribadianBila tumor menekan jaras motorik menimbulkan hemiparese kontra lateral. penglihatan kabur. Tumor Hipotalamus Menyebabkan gejala TTIK akibat oklusi dari foramen MonroeGangguan fungsi hipotalamus menyebabkan gejala: gangguan perkembangan seksuil pada anak-anak. Tumor di ventrikel ke III Tumor biasanya bertangkai sehingga pada pergerakan kepala menimbulkan obstruksi dari cairan serebrospinal dan terjadi peninggian tekanan intrakranial mendadak. Lobus temporal Akan menimbulkan gejala hemianopsi.

dan hungannya dengan system pembuluh darah sirkulus willisy selain itu dapat mengetahui hubungan massa tumor dengan vena otak dan sinus duramatrisnya yang fital itu. Selain itu juga diperlukan periksaan radiologist canggih yang invasive maupun non invasive. hubungannya dengan system ventrikel. batasnya. (9. Sedangkan melalui pemeriksaan fisik neurologik mungkin ditemukan adanya gejala seperti edema papil dan deficit lapangan pandang. biasanya merupakan gejala awal dari medulloblastoma. adapun pemeriksaan penunjang yang dapat membantu yaitu CT-Scan dan MRI. dan hubungannya dengan struktur vital otak misalnya sirrkulus willisi dan hipotalamus. Pemeriksaan non invasive mencakup ct scan dan mri bila perlu diberikan kontras agar dapat mengetahui batas-batas tumor.7.Umumnya didapat gangguan berjalan dan gejala TTIK akan cepat erjadi disertai dengan papil udemNyeri kepala khas didaerah oksipital yang menjalar keleher dan spasme dari otot-otot servikal 9. lokasinya. () Dari anamnesis kita dapat mengetahui gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita yang mungkin sesuai dengan gejala-gejala yang telah diuraikan di atas. Tumor fosa posterior Diketemukan gangguan berjalan. Untuk menegakkan diagnosis pada penderita yang dicurigai menderita tumor otak yaitu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik neurologik yang teliti.Pemeriksaan invasive seperti angiografi serebral yang dapat memberikan gambaran system pendarahan tumor. muntah dan kejang. nyeri kepala dan muntah disertai dengan nystacmus. karakteristiknya.10) ● Pemeriksaan penunjang Setelah diagnosa klinik ditentukan.8) ● Diagnosis Bagi seorang ahli bedah saraf dalam menegakkan diagnosis tumor otak adalah dengan mengetahui informasi jenis tumor. Misalnya ada tidaknya nyeri kepala. harus dilakukan pemeriksaan yang spesifik untuk memperkuat diagnosa dan mengetahui letak tumor ▪Elektroensefalografi (EEG) ▪Foto polos kepala ▪Arteriografi ▪Computerized Tomografi (CT Scan) ▪Magnetic Resonance Imaging ( MRI ) ● Gambaran CT Scan tumor otak .(6.

umumnya tampak sebagai lesi abnormal berupa massa yang mendorong struktur otak disekitarnya. Adanya kalsifikasi. Gambaran CT Scan pada tumor otak. perdarahan ▪Udem perifokal ● Diagnosa banding Gejala yang paling sering dari tumor otak adalah peningkatan tekanan intrakranial.CT Scan merupakan alat diagnostik yang penting dalam evaluasi pasen yang diduga menderita tumor otak. kejang dan tanda deficit neurologik fokal yang progresif. Beberapa jenis tumor akan terlihat lebih nyata bila pada waktu pemeriksaan CT Scan disertai dengan pemberian zat kontras. perdarahan atau invasi mudah dibedakan dengan jaringan sekitarnya karena sifatnya yang hiperdens. sehingga agak sukar membedakan tumor otak dengan beberapa hal berikut : ▪Abses intraserebral ▪Epidural hematom ▪Hipertensi intrakranial benigna ▪Meningitis kronik. (10) ● Terapi Pemilihan jenis terapi pada tumor otak tergantung pada beberapa faktor. antara lain : kondisi umum penderita ▪tersedianya alat yang lengkap . Biasanya tumor otak dikelilingi jaringan udem yang terlihat jelas karena densitasnya lebih rendah. ● Penilaian CT Scan pada tumor otak: (11) Tanda proses desak ruang: ▪Pendorongan struktur garis tengah itak ▪Penekanan dan perubahan bentuk ventrikel Kelainan densitas pada lesi: ▪hipodens ▪hiperdens atau kombinasi kalsifikasi. Sensitifitas CT Scan untuk mendeteksi tumor yang berpenampang kurang dari 1 cm dan terletak pada basis kranil. Setiap proses desak ruang di otak dapat menimbulkan gejala di atas.

kecermatan dan keterampilan dalam pengangkatan tumor. Pada tumor-tumor tertentu seperti meduloblastoma dan astrositoma stadium tinggi yang meluas ke batang otak. terapi tambahan berupa kemoterapi dan regimen radioterapi dapat membantu sebagai terapi paliatif. Kegunaan dari radioterapi hiperfraksi ini didasarkan pada alasan bahwa sel-sel normal lebih mampu memperbaiki kerusakan subletal dibandingkan sel-sel tumor dengan dosis tersebut.13) . Pembedahan Pembedahan dilaksanakan untuk menegakkan diagnosis histologik dan untuk mengurangi efek akibat massa tumor. (12) Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu pembedahan tumor otak yakni: diagnosis yang tepat. meliputi Terapi Steroid. (12) Kemoterapi Jika tumor tersebut tidak dapat disembuhkan dengan pembedahan. bipolar coagulator. Radioterapi akan lebih efisien jika dikombinasikan dengan kemoterapi intensif. Berbagai cara dan teknik operasi dengan menggunakan kemajuan teknologi seperti mikroskop. pembedahan. kemoterapi tetap diperlukan sebagai terapi tambahan dengan metode yang beragam. teknik neuroanastesi yang baik. rinci dan seksama. serta perawatan pasca bedah yang baik.(12) Hormoterapy Immunoterapy Terapi rehabilitasi (12. namun tidak berefek langsung terhadap tumor. Kecuali pada tipe-tipe tumor tertentu yang tidak dapat direseksi. Terapi Steroid Steroid secara dramatis mengurangi edema sekeliling tumor intrakranial. sinar laser. perencanaan dan persiapan pra bedah yang lengkap. (5) Adapun terapi yang dilakukan. radioterapi dan kemoterapi. Radioterapi —-Tumor diterapi melalui radioterapi konvensional dengan radiasi total sebesar 5000-6000 cGy tiap fraksi dalam beberapa arah. ultrasound aspirator. realtime ultrasound yang membantu ahli bedah saraf mengeluarkan massa tumor otak dengan aman.▪pengertian penderita dan keluarganya ▪luasnya metastasis.

Proses Neoplasmatik di Susunan Saraf dalam Neurologi Klinis Dasar edisi 5. New York. Berdasarkan data di Negara-negara maju.brain-surgery.Diringer MN. Dian Rakyat. Adams and Victors. 2002 : 258 – 263 10..braintumor.B. Youmans JR. angka ketahanan hidup 5 tahun (5 years survival) berkisar 50-60% dan angka ketahanan hidup 10 tahaun (10 years survival) berkisar 30-40%. Philadelphia:WB Sounders. dikutip tanggal 13 November 2004 13.html.com/nc/neurosurgery/Pendahuluan. review article.John R.org/. McGraw Hill. Terapi tumor otak di Indonesia secara umum prognosisnya masih buruk.W. 4.cancer. Philadelphia:Harper & Row. Intra cranial neoplasma in AB Berker (ed. Gajah Mada University Press. Howard K. Black PB.angelfire. The NEJM 1991 (324):1471-1472 6. Neurological surgery. dikutip tanggal 13 November 2004 14. Mahar. Mayer.dr. 1999 : 201 – 207 11. dengan diagnosis dini dan juga penanganan yang tepat melalui pembedahan dilanjutkan dengan radioterapi.SA..14) ● DAFTAR PUSTAKA 3. 1990: 3250-3303 9. berdasarkan tindakan operatif yang dilakukan pada beberapa rumah sakit di Jakarta. 2000 : 390 – 402 5.● Prognosis Prognosisnya tergantung jenis tumor spesifik.M. edisi 7. Intracranial Neoplasms and Paraneoplastic Disorders in Manual of . 1990. 2967-2981 8. 1987:57-66 7. Brain tumor. Yogyakarta. Jakarta. Philadelphia:WB Sounders. Ausman.What you need to Know about Brain Tumor at http://www. A .) Clinical neurology.2002. Facts About Brain Tumors at http://www.SyaifulSaanin. et. Neoplasm of the meningens.al. dikutip tanggal 13 November 2004 12. in Youmans JR (ed) Neurological Surgery. Management of Increased intracranial Pressure In Wijdicks EFM. Guthrie BL.com/.TumorIntrakranial dalam http://www.(12.Tumor Otak dalam Buku Ajar Neurologi Klinis edisi I. Cs of Brain Tumors – From Their Biology to Their Treatments at http://www. M.gov/ . Continuum Critical Care Neurology.