You are on page 1of 164

TESIS

PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP JASA PT.
PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA RANTING TEMBILAHAN
DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999
TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
Magister Hukum (M.H)

OLEH :
NAMA
: TRIYANA SYAHFITRI
NOMOR MAHASISWA
: 09/PS/2009
BIDANG KAJIAN UTAMA : HUKUM BISNIS

PROGRAM MAGISTER (S2) ILMU HUKUM
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2010

1

PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP JASA PT. PERUSAHAAN
LISTRIK NEGARA RANTING TEMBILAHAN DITINJAU DARI UNDANGUNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

TESIS
Oleh :
TRIYANA SYAHFITRI
Nomor Mahasiswa
Program Studi
Bidang Kajian Utama

: 09/PS/2009
: Ilmu Hukum
: Hukum Bisnis

Telah Dipertahankan Di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal
28 April 2010 Dan Dinyatakan LULUS
TIM PENGUJI

KETUA

SEKRETARIS

Prof. DR. H. Syafrinaldi S.H., M.C.L.

H.Hamdani S.H., M.Hum

ANGGOTA I

ANGGOTA II

H.Abdul Thalib S.H., M.C.L

Thamrin S.,S.H., M.Hum

Mengetahui
Direktur Program Pascasarjana
Universitas Islam Riau

Prof. DR. H. Syafrinaldi S.H.,M.C.L
SURAT PERNYATAAN

2

Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama

: Triyana Syahfitri

NPM

: 09/ PS/ 2009

Program Studi

: Hukum Bisnis

Tempat/Tanggal lahir

: Pekanbaru, 10 April 1986

Alamat Rumah

: Jalan Batang Tuaka No. 100 Tembilahan

Judul Tesis

: “Perlindungan Konsumen Terhadap Jasa PT.Perusahaan
Listrik Negara Ranting Tembilahan Ditinjau Dari UndangUndang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan
Konsumen”

Dengan ini menyatakan bahwa Tesis ini merupakan hasil karya saya sendiri
dan tidak dibuatkan oleh orang lain serta sepengetahuan saya tesis ini belum pernah
ditulis oleh oranglain. Untuk itu bila dikemudian hari Tesis ini terbukti merupakan hasil
karya oranglain, atau hasil mencontek Tesis/ karya ilmiah oranglain (plagiat), maka
gelar Magister Hukum (M.H) yang telah saya peroleh bersedia untuk dibatalkan.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya tanpa adanya
paksaan dari pihak manapun.

Pekanbaru,19 April 2010
Yang menyatakan,

(Triyana Syahfitri)

ABSTRAKSI

3

Sistem memonopoli jasa listrik yang terjadi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepada pihak responden. Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya pelanggaran hak konsumen adalah tidak adanya peningkatan daya listrik dari tahun ke tahun yang dilakukan PT. PERSEMBAHAN Selama 23 tahun kau menjaga ku… 4 . Upaya perlindungan konsumen yang dilakukan PT. bagaimana upaya perlindungan konsumen yang dilakukan oleh PT. sedangkan daya listrik yang tersedia tidak mampu mengantisipasinya. yaitu penulis turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah pokok yaitu.PLN Ranting Tembilahan dan Direktur Eksekutif Forkom LPK-RIAU.PLN Ranting Tembilahan. yaitu penelitian yang bertujuan memberi gambaran atau kejadian secara sistematis.PLN Ranting Tembilahan mudah. faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya pelanggaran terhadap hak konsumen menyangkut jasa pemasangan KWH listrik. Data dalam penelitian ini dianalisa secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif.PLN Ranting Tembilahan. Manajer PT.PLN Ranting Tembilahan dengan pihak konsumen.PLN tidak berupaya maksimal untuk memberikan fasilitas yang memadai kepada masyarakat.PLN Ranting Tembilahan untuk mengantisipasi kebutuhan listrik konsumen.PLN Ranting Tembilahan adalah terbuka menerima keluhan dari pihak pelanggan dan melakukan pemasangan KWH listrik sesuai nomor antrian pelanggan yang tercatat di kantor PT. Adapun responden dalam penelitian ini adalah pihak pelanggan listrik di PT. bagaimana penyelesaian sengketa apabila konsumen dirugikan.PLN Ranting Tembilahan adalah dengan cara damai yaitu dengan dilakukannya negosiasi antara pihak PT. Pihak PT. Sedangkan penyelesaian sengketa apabila konsumen dirugikan oleh pihak PT. Pada akhirnya kedudukan konsumen semakin lemah apabila dibandingkan dengan pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode Observasi Research. yaitu PT. aktual dan akurat berdasarkan fakta di lapangan.PLN. karena konsumen lah sebagai pihak yang dirugikan. justru hanya disediakan oleh satu pelaku usaha. Akibatnya tingkat kebutuhan listrik masyarakat semakin meningkat. PLN Ranting Tembilahan. mengakibatkan tidak terpenuhinya tujuan perlindungan konsumen sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. wawancara kepada pihak responden dan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prosedur pemasangan KWH listrik di PT. mengakibatkan PT.PLN Ranting Tembilahan. Kenyataan ini. Sifat penelitian ini deskritif.Listrik sebagai salah satu kebutuhan penting di masyarakat.PLN Ranting Tembilahan akan memberikan ganti atas kerugian pihak konsumen selaku pelanggan listrik di PT. Bagaimana prosedur pemasangan KWH listrik.

ku ingin mendapatkan syurga NYA atas ridho mu… Hari ini. tersenyum lah sebagai pertanda engkau meridhoi jalan ku… Agar tiap-tiap detik yang melelahkan ku. justru menjadi penyemangat bagi kehidupan… KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas ridho Nya maka tesis ini dapat penulis selesaikan. Seiring salam dipanjatkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW 5 .Orangtua ku. ku dapatkan gelar Magister Hukum juga karena ridho mu… Orangtuaku.

yang telah membawa umat manusia dari alam kegelapan kepada alam yang terang
benderang, yang penuh ilmu pengetahuan.
Dalam dunia Pendidikan baik di tingkat sekolah maupun di tingkat perguruan
tinggi seperti perkuliahan di Universitas Islam Riau, dalam menyelesaikan perkuliahan
pasca sarjana hukum (S2), sudah lazim nya kepada Mahasiswa diberikan tugas akhir
berupa penyusunan tesis. Demikian pula halnya dengan penulis, tidak terlepas dari tugas
pembuatan tesis. Adapun untuk memenuhi tugas pembuatan tesis tersebut, penulis
tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul :“Perlindungan Konsumen Terhadap
Jasa PT. Perusahaan Listrik Negara Ranting Tembilahan Ditinjau dari UndangUndang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen”.
Dipilihnya judul ini, karena Kabupaten Indragiri Hilir merupakan Kabupaten
yang beberapa wilayahnya sulit dijangkau, sehingga beberapa daerah tersebut belum
mendapatkan fasilitas listrik oleh PT.PLN Ranting Tembilahan. Sedangkan di
Kabupaten Indragiri Hilir perekonomian sebagian masyarakat, masih mengalami
kesulitan untuk membeli mesin generator sendiri sebagai energi listrik, sehingga
masyarakat Indragiri Hilir, sangat bergantung kepada PLN untuk memenuhi kebutuhan
listrik. Selain itu, di Indragiri Hilir juga tidak memiliki potensi alam seperti air terjun
yang mampu menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Hal ini menyebabkan,
untuk pembangkit energi listrik menggunakan mesin yang bahan bakarnya adalah
minyak. Untuk membeli minyak sebagai bahan bakar, memerlukan biaya yang besar
bagi pihak PLN. Hal tersebut berakibat pada tingginya angka pembayaran rekening
listrik. Sedangkan pembayaran yang besar tersebut, tidak disesuaikan dengan fasilitas
listrik yang memadai untuk kebutuhan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya

6

pemadaman bergilir untuk pelanggan lama. Sehingga untuk menerima pelanggan baru
PLN merasa kesulitan dan pelanggan baru harus menunggu lama, untuk mendapatkan
fasilitas listrik. PT.PLN Ranting Tembilahan yang tidak mengantisipasi kebutuhan
listrik masyarakat Indaragiri Hilir tersebut, berakibat pada keadaan tidak terpenuhinya
hak-hak konsumen. Masyarakat Indragiri Hilir selaku konsumen, mengalami kerugian
disebabkan kesulitan untuk pemenuhan kebutuhan listriknya. Hal tersebut menyebabkan
tidak terpenuhinya tujuan perlindungan konsumen sebagaimana yang diatur dalam
Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Berhasilnya penulis dalam menyelesaikan tesis ini adalah berkat bimbingan dan
pemberian ilmu pengetahuan kepada penulis, selama menjadi mahasiswa di Program
Pasca Sarjana Universitas Islam Riau. Maka dalam kesempatan ini, penulis
mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada :
1. Bapak Detri Karya, selaku Rektor Universitas Islam Riau yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan Program Master Ilmu
Hukum di Universitas Islam Riau;
2. Bapak Prof. DR. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L., selaku Direktur Program Pasca
Sarjana Universitas Islam Riau sekaligus sebagai Pembimbing I, yang telah
memberikan banyak bantuan, kemudahan, bimbingan dan waktu, selama penulis
mengikuti perkuliahan dan penulisan tesis;
3. Bapak DR. H. Saifuddin Syukur, S.H., M.C.L., selaku Ketua Program Magister
Ilmu Hukum Pasca Sarjana Universitas Islam Riau, yang telah membantu penulis
dalam penetapan judul penelitian ini;

7

4. Bapak H. Hamdani, S.H., M.Hum., selaku pembimbing II, yang telah meluangkan
waktunya untuk memberikan ilmu pengetahuan, bimbingan dan saran kepada
penulis, selama perkuliahan di Program Pasca Sarjana dan penulisan tesis;
5. Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu Dosen pada Program Magister Ilmu Hukum Universitas
Islam Riau yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan mendidik serta
memberikan banyak saran dan nasehat, selama penulis mengikuti perkuliahan di
Program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Riau;
6. Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu Staf pada Program Magister Ilmu Hukum Universitas
Islam Riau yang telah memberikan kemudahan dan fasilitas dalam bentuk bantuan
administratif kepada penulis;
7. Bapak Desril Naldi, selaku Pimpinan PT.PLN Ranting Tembilahan yang telah
membantu penulis dalam memberikan informasi dan memperoleh data;
8. Kedua orangtua penulis yang tercinta, H.M. Syatir Hasan S.sos., dan HJ. Sri Bintang
Tika Asia Ampd., yang selalu memberikan doa dan dorongan kepada penulis;
9. Paman dan Tante penulis di Pekanbaru yang telah banyak memberikan bantuan
selama penulis menyelesaikan perkuliahan, Akhmad Fadillah Lubis dan Siti
Jamilah;
10. Saudara kandung penulis, Teguh Satriawan Leo Bubas, Lia Aanta Budba, Jhon
Kennedy Khairil, Hesty Mario Pulana. Keponakan yang terus menjadi sumber
kekuatan bagi penulis, M. Alif Alena Madiase, Rahmadina Farras Nasywa, M. Teo
Ananta Mariwawo. Abang Briptu Ronal yang selalu menjadi motivasi bagi penulis;
11. Rekan-Rekan Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Riau,
khususnya jurusan Hukum Bisnis Tahun 2009-2010;

8

Namun sebagai mahasiswa. pendapat. masukan. penulis sudah berusaha semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil yang terbaik.12. kritik. Adik Tika sebagai teman diskusi penulis untuk menyelesaikan tulisan ini. 16 Januari 2010 TRIYANA SYAHFITRI 9 . tak ada gading yang tak retak. Amin ya rabbal alamin. Namun ibarat kata pepatah. semoga tesis ini dapat bermanfaat. saran. penulis ingin terus belajar agar menjadi lebih baik. untuk kesempurnaan penulisan tesis ini. Akhirnya dengan segala kerendahan hati. Dalam menyelesaikan tesis ini. Tembilahan. Bang Ateng yang telah memberikan pengetahuan tentang pemasangan arus listrik dari pihak PLN. demikian halnya dengan penulis sebagai seorang mahasiswa yang tidak lepas dari kesalahan dalam menyelesaikan tesis ini. Adik Siah yang telah banyak memberikan bantuan kepada penulis dan Adik Anggi dan Adik Rara yang menjadi penyemangat bagi penulis untuk menyelesaian tulisan ini. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda atas segala dukungan dan bantuan yang telah penulis terima. Rekan-Rekan lainnya. arahan dan bimbingan dari semua pihak. Kak Ucu yang selalu menemani penulis selama penulis menyelesaikan tulisan ini. Sehingga penulis mengharapkan.

.......iii Surat Pernyataan ..................................1 A..............................9 10 ............xiv Daftar singkatan.............................................................................................................................................................ii Lembar Telah Selesai Ujian Tesis .........................................xv BAB I : PENDAHULUAN .............................................................................................................................................................................................. Latar Belakang....................iv Abstraksi...xii Daftar tabel .........v Persembahan........................................................................................................................................................1 B.................................................................................................... Masalah Pokok ................................................i Lembar persetujuan tesis............................................vii Daftar isi ...............................DAFTAR ISI Halaman judul .......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................vi Kata pengantar...................................

.........135 B................................................ Penyelesaian Sengketa Apabila Konsumen Dirugikan ....135 A..................................................................................... Kerangka Teori ..................108 D.........................27 A.......... PT......................................................................................9 D.............. PLN (Persero) ....................................................147 Daftar Wawancara Kepada Pihak PLN ..C............................................... Tujuan Dan Kegunaan Penelitian .......54 D...................................................................................... Saran ...........................................................................35 C. Hukum Perlindungan Konsumen Di Indonesia ......... Upaya Perlindungan Konsumen Terhadap Jasa Pemasangan KWH Listrik Yang Dilakukan Oleh PLN Ranting Tembilahan Ditinjau dari UUPK ..................................................................................... Prosedur Pemasangan KWH Listrik di PLN Ranting Tembilahan ....................................140 Daftar Kuesioner Kepada Responden ........................................ Kesimpulan......... Faktor Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya PelanggaranTerhadap Konsumen Menyangkut Jasa Pemasangan KWH Listrk Oleh PLN Ranting Tembilahan ............................................150 11 ...................................................................................82 BAB III : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN........................................................22 BAB II : TINJAUAN UMUM ........................................................27 B.......................89 B....... Konsep Operasional......96 C......................................................................................................20 F...89 A....10 E.................. Metode Penelitian .........123 BAB IV : PENUTUP......................................................... Kabupaten Indragiri Hilir ..................137 Daftar Pustaka ................................................ Gambaran Umum YLKI..........................................................................................................

.....24 II........111 III.112 III.........6 : Jawaban Responden Tentang Apakah PLN Memberikan Sangsi Kepada Karyawan Yang Melakukan Kesalahan……………………........101 III.5 : Jawaban Responden Tentang Pelayanan Pihak Karyawan PLN……..................151 DAFTAR TABEL I..................................7 : Jawaban Responden Tentang Pengetahuannya Mengenai Fasilitas 12 ..Daftar Wawancara Kepada Pihak LPK-RIAU ........1 : Kondisi Listrik di Kabupaten Indragiri Hilir Sampai Maret 2010…….99 III.......103 III...............150 Lampiran.....1 : Jawaban Responden Terhadap Tingkat Kesulitan Prosedur Pemasangan KWH Listrik……………………………………………..............2 : Jawaban Responden Tentang Apakah Pemasangan KWH Listrik Dilakukan Sesuai Nomor Antrian Pelanggan………….............................1 : Daftar Populasi Dan Sampel………………………………………….............4 : Daftar Nama Desa/Kelurahan Yang Mendapatkan Fasilitas Listrik….......3 : Jawaban Responden Tentang Adanya Pemberitahuan Pihak PLN Perihal Akan Dilakukan Pemasangan KWH Listrik Pelanggan…….93 III...30 III...

..8 : Pengetahuan Konsumen Tentang Hak Dan Kewajibannya…………......114 III.10 : Jawaban Responden Tentang Waktu Menunggu Pemasangan KWH Listrik………………………………………………………….133 DAFTAR SINGKATAN APBD BAMUI BANI BAPL BP BPSK BPU PLN CATER DEPPDARIGA DITJEN GATS KADIN KK KPUB KWH LEB Lisdes LMK LPK OPAL PGN PLTA PLTD PLTU PUTL P2TL SMS : Anggaran Pendapatan Belanja Daerah : Badan Arbitrase Muammalat Indonesia : Badan Arbitrase Nasional Indonesia : Berita Acara Pemasangan Listrik : Biaya penyambungan : Badan Perlindungan Sengketa Konsumen : Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara : Catatan Meteran : Departemen Perindustrian Dasar Ringan dan Tenaga : Direktorat Jendral Tenaga dan Listrik : General Agreement On Trade and services : Kamar Dagang dan Industri : Kepala Keluarga : Komisi Pengawas Unit Bisnis : Kilo Watt Hour : Listrik dan Energi Baru : Listrik Desa : Lembaga Masalah-Masalah Ketenagaan : Lembaga Perlindungan Konsumen : Operasi Penertiban Aliran Listrik : Perusahaan Gas Negara : Pembangkit Listrik Tenaga Air : Pembangkit Listrik Tenaga Diesel : Pembangkit Listrik Tenaga Uap : Perusahaan Umum Tenaga Listrik : Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik : Sending Messages 13 .11 : Jawaban Responden Tentang Apakah Keberatan Untuk Menunggu KWH Listrik Sampai Terpasang…………………………………….Yang Disediakan PLN……………………………………………….9 : Jawaban Responden Tentang Informasi Yang Diberikan Pihak PLN.132 III.117 III.118 III.

SPK SPKPL TDL TMP UJL UKM UGP WTO : Surat Perintah Kerja : Surat Perintah Kerja Pemasangan Listrik : Tarif Dasar Listrik : Tingkat Mutu Pelayanan : Uang Jaminan Listrik : Unit Koreksi Meteran : Unit Gangguan dan Pengaduan : World Trade Organization 14 .

Koran Riau Pos. melainkan manfaat yang dirasakan sudah beraneka ragam tergantung pada kebutuhan masyarakat. sehingga program pemerintah dapat terserap langsung oleh masyarakat 1 Listrik Riau Dan Jakarta. tanggal 16 November 2009. Latar Belakang Masalah Perkembangan tekhnologi di Indonesia dewasa ini. 15 . karena banyaknya manfaat yang dirasakan masyarakat terhadap adanya jasa listrik. Koran Tribun Pekanbaru. mall.BAB I PENDAHULUAN A. Terbit Pada Hari Senin. Listrik salah satu infrastruktur yang memegang peranan penting untuk memacu pertumbuhan sosialekonomi masyarakat. hotel. Nomor 2. internet dan media massa. kegiatan industri. Tentunya tingkat kebutuhan masyarakat tidak sama. handphone. perusahaan. ditandai dengan hadirnya alat-alat tekhnologi seperti komputer. 2 Keberadaan listrik juga mampu memperlancar arus informasi melalui media elektronik. tentunya didukung oleh banyak hal. perumahan. Sehingga listrik tidak hanya dipandang sebagai alat pembantu penerangan saja. 2 Pengusaha menilai Pemadaman Listrik Picu Pertumbuhan Industri. serta lainnya yang memanfaatkan tenaga listrik. 1 Listrik merupakan kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh masyarakat. Terbit Pada Hari Senin. Perkembangan pembangunan dan ilmu pengetahuan. yang dapat membantu perkembangan masyarakat Indonesia di bidang pembangunan dan ilmu pengetahuan. diantaranya adalah listrik. Tanggal 21 Desember 2009. seperti di perkantoran.

Salah satunya adalah membentuk Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT). PLN yang dibentuk pemerintah.dalam rangka meningkatkan pola fikir dan perilaku masyarakat. 3 Seirama dengan cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. sarana hiburan dan membantu kegiatan masyarakat. profesional dan mengedepankan kepentingan umum. 1 . PT. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat akan penerangan. Hal ini sesuai dengan tujuan Negara menurut Aristoteles. sosial. dibidang pendidikan. Hal 58.PLN 3 Eddon Mufrizon. Pradyana Paramita. Maka Pemerintah selaku personifikasi dari negara dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dan menciptakan masyarakat yang sejahtera dan madani. PLN tersebut. Seperti yang dinyatakan di dalam Pasal 33 Ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 yaitu : ”cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara”. 4 Kansil dan Cristine. hal 63. ekonomi dan budaya. 3 No. PLN Ranting Tembilahan yang terletak di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. membentuk Perusahaan Negara. Maka sarana listrik akan memberikan informasi yang dapat membantu proses pencerdasan yang merata keseluruh masyarakat. Vol. politik. 16 . Ilmu Negara. diharapkan agar pemanfaatan dan pengelolaannya lebih terkontrol. Agar pemerintah dapat memiliki posisi strategis dan dominan dalam menentukan kebijakan yang arahnya adalah untuk kepentingan publik. yaitu ”untuk mencapai kepentingan hidup yang baik dan harmonis”. Selain itu sarana listrik juga merupakan salah satu penunjang untuk mencapai kesejahteraan masyakat. Jurnal Saintis. dimana pemerintah mempunyai saham terbesar dalam PT. yaitu ”untuk kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa”. Alternatif Pemanfaatan Energi Surya Untuk Penerangan Listrik Di Pedesaan. 4 PT. April 2000. salah satunya adalah PT. Hal tersebut. Jakarta : 2001.

yang beribu kota di Kecamatan Tembilahan. Sehingga PT. Permasalahan tersebut. dalam penelitiannya yang berjudul : Pelaksanaan Perlindungan 5 Data diambil dari kantor catatan sipil tembilahan. juga mengharuskan PT. 5 Kecamatan dan Desa/Kelurahan di Kabupaten Indragiri Hilir. melainkan juga di Bangkinang. agar dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. Hal tersebut dibuktikan dengan terjadinya pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh PT. Kabupaten Indragiri Hilir terdiri dari 20 Kecamatan dan 193 Desa/Kelurahan.Ranting Tembilahan hadir untuk pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir dan merupakan pokok bahasan dalam penelitian ini.812. Kabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Riau. pada senin.PLN Ranting Tembilahan harus mengantisipasi keadaan tersebut. tidak semuanya dapat ditempuh dengan jalur transportasi darat melainkan harus melalui transportasi laut. Permasalahan hidup matinya listrik PLN tidak hanya terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir. 17 . 15 Maret 2010. Kabupaten Indragiri Hilir memiliki luas wilayah 18. telah dibahas sebelumnya oleh Ardiansyah. pada tahun 2008. Selain itu. dengan cara menyediakan daya listrik yang memadai untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.97 km2 dan jumlah penduduk pada Januari 2009 sebanyak 669. serta perkembangan pembangunan yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir.657 jiwa. PT.PLN Ranting Tembilahan.PLN Ranting Tembilahan untuk bekerja lebih maksimal. jumlah penduduk di Kabupaten Indragiri Hilir yang terus mengalami peningkatan. yang berkisar delapan jam hidup dan delapan jam mati. Dalam kenyataannya.PLN Ranting Tembilahan tidak mengantisipasi kebutuhan listrik masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.

Skripsi UIR. listrik dapat membantu penerangan belajar dan mencari informasi melalui internet.Konsumen Di PLN Ranting Bangkinang. telah dilakukan penelitian oleh Syelfi Irma Rosa pada tahun 2004 lalu. sebagian besar masyarakat masih belum mampu untuk menggunakan mesin generator sendiri. juga mengalami kesulitan dalam memenuhi bahan bakar minyak. dalam pendidikan di Indragiri Hilir. Pelaksanaan Perlindungan Konsumen di PLN Cabang Pekanbaru Ranting Bangkinang. listrik dapat membantu mempermudah pekerjaan seorang ibu untuk memasak nasi dengan menggunakan rice cooker. PLN juga sering mengalami kesalahan dalam pencatatan meteran listrik. yang berkisar Rp 25.000 untuk delapan jam menghidupkan mesin genset. yang berjudul : ”Analisis Yuridis Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Pelayanan Pembayaran Tagihan Rekening Listrik di Kota Pekanbaru”. Dalam rumah tangga.PLN Ranting Tembilahan untuk pemenuhan kebutuhan listrik. Suatu Analisis yuridis Pasal 4 UUPK Tentang Pelayanan Pembayaran Tagihan Rekening Listrik Di Pekanbaru. 7 Dalam penelitian ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian di Kabupaten Indragiri Hilir karena dilihat dari segi perekonomian di Kabupaten Indragiri Hilir. Misalnya saja. Padahal kebutuhan listrik dirasakan sangat penting oleh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. Selain itu. Sehingga masyarakat Indragiri Hilir hanya bergantung kepada PT. untuk beberapa masyarakat yang mampu membeli mesin genset. Dalam perkantoran. Skripsi UIR. Mengenai hal tersebut. listrik juga 6 Ardiansyah. seperti mesin genset. Kabupaten Indragiri Hilir juga tidak memiliki potensi air terjun yang dapat menjadi sarana Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Kesalahan dalam pencatatan meteran listrik tersebut terjadi di kota Pekanbaru. 6 Selain permasalahan hidup mati listrik. Tahun 2004 18 .000 sampai Rp 30. Pekanbaru : 2008 7 Selfi Irma Rosa.

Dalam kegiatan usaha di Indragiri Hilir. Kabupaten Indragiri Hilir yang tidak memiliki potensi air terjun.PLN Ranting Tembilahan memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk pemenuhan bahan bakar mesin.PLN Ranting Tembilahan. menyebabkan PT. Terjadinya pemadaman listrik bergilir kepada pelanggan lama di PT. Sehingga masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir harus membayar lebih besar untuk mendapatkan jasa listrik dari PLN. yang menggunakan air sebagai pembangkit tenaga listrik. tentunya akan menyulitkan PLN untuk menerima pelanggan baru 19 .PLN Ranting Tembilahan. warung internet atau dikenal dengan nama warnet. menjadi tarhambat.PLN Ranting Tembilahan. misalnya jenis usaha menjahit. tentunya memerlukan bahan bakar minyak. sebagai energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).PLN Ranting Tembilahan harus menggunakan sumber tenaga pembangkit listrik berasal dari mesin. harus mengalami kesulitan listrik dengan hidup mati secara bergilir. dan pada akhirnya harus menurun kembali karena kesulitan mendapatkan fasilitas listri yang memadai dari pihak PT. Secara geografis. Sumber tenaga pembangkit listrik dari mesin di Kabupaten Indragiri Hilir. Bahan bakar minyak tersebut. Namun Pembayaran yang besar tersebut. di PT. berupa daya listrik yg memadai. Untuk pelanggan lama saja. membuat PT.membantu pekerjaan pegawai/pekerja dengan menggunakan komputer. Namun semua kegiatan masyarakat. tidak diseimbangi dengan hak yang diterima oleh masyarakat. serta jenis usaha yang ditekuni masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. Berbeda dengan di daerah Bangkinang dan Pekanbaru. dikarenakan keadaan listrik di Indragiri Hilir. Hal tersebut. salon. juga sangat memerlukan listrik untuk membantu kegiatan usaha. Sedangkan masyarakat baru saja memulai untuk memajukan usaha.

Kerugian yang diderita oleh konsumen menyebabkan tidak terpenuhinya hakhak konsumen sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen. masih berada didaftar tunggu.PLN Ranting Tembilahan sebagai penyedia jasa listrik untuk masyarakat. dan telah mengikuti prosedur pemasangan KWH listrik. yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. ternyata tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Indragiri Hilir. jujur dan tidak diskriminatif”. yang dapat dipenuhi permohonan pemasangan KWH listrik oleh PT.PLN Ranting Tembilahan. Sedangkan selebihnya. alat-alat elektronik yang sering rusak. yaitu : ”konsumen berhak mendapatkan pelayanan secara benar. Salah satu hak konsumen.PLN Ranting Tembilahan. dan pekerjaan masyarakat yang terganggu karena belum terpenuhinya kebutuhan listrik masyarakat. yaitu menyerahkan barangnya dan menanggungnya”.PLN 20 . Sehingga hanya beberapa masyarakat saja. PT. keadaan listrik yang tidak memadai di Kabupaten Indragiri Hilir. Misalnya saja. juga tidak memenuhi kewajbannya sebagai penjual. Artinya bahwa masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan fasilitas listrik dan pelayanan yang tidak diskriminatif dari PT. Sedangkan. Hal ini bertentangan dengan yang dinyatakan di dalam Pasal 34 (ayat 3) Undang-Undang Dasar 1945 yaitu : ”Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. Artinya masyarakat berhak mendapatkan fasilitas listrik dari Pemerintah sebagai fasilitas pelayanan umum. menyebabkan kerugian konsumen.yang telah melakukan permohonan pemasangan listrik. Pasal 1474 yaitu : ”ia mempunyai dua kewajiban utama. PT. diatur dalam Pasal 4 (ayat 7) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan konsumen.

Gramedia Pustaka Utama. Sedangkan di Kabupaten Indragiri Hilir. perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa listrik adalah PT. 9 Dinyatakan di dalam Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yaitu mengenai hak konsumen diantaranya: ”hak untuk memilih barang dan/ atau jasa serta mendapatkan barang dan/ atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan”.Ranting Tembilahan. masyarakat tetap harus menunggu sampai dengan KWH listrik terpasang ke tempatnya. maka harus didistribusikan secara merata dan menyeluruh. Sebab listik merupakan sarana pendukung untuk mempercepat pembangunan dan sekaligus juga merupakan fasilitas publik. Hal demikian dikarenakan PLN merupakan satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa listrik. 28 Desember 2009. PT. terbit pada hari Senin. dan dapat juga disebutkan sebagai kebutuhan vital konsumen dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Koran Media Indonesia. Keadaan ini. Implikasinya bagi pertumbuhan Ekonomi. tidak mempunyai hak untuk memilih yang baik bagi diri konsumen. Ahmad Yani. Namun. 9 Gunawan Widjaja. 21 . PLN satu-satunya. Hukum Tentang Perlindungan Konsumen. sehingga konsumen selaku masyarakat Indragiri Hilir. membuat konsumen tidak hanya di hadapkan pada suatu keadaan untuk memilih yang baik bagi dirinya. masyarakat di Indragiri Hilir masih kesulitan dalam mendapatkan fasilitas listrik. 8 Krisis Listrik. 8 Dalam kenyataannya. melainkan juga pada keadaan dimana ia tidak dapat melakukan pilihan karena penguasaan serta monopoli oleh suatu atau lebih pelaku usaha atas kebutuhan utama. hal 2. hal ini ditandai dengan banyaknya pelanggan baru yang belum mendapatkan pemasangan KWH listrik. Jakarta : 2001.

kualitas yang baik. 22 . Sedangkan PT. keamanan. yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan. Memahami beragam kondisi yang dapat merugikan para pengguna jasa listrik. dapat dikategorikan ke dalam bentuk pelanggaran terhadap konsumen menjadi penting dan menarik guna dijadikan bahan kajian lebih mendalam dalam rangka upaya mengoptimalkan perlindungan hukum terhadap konsumen ditinjau dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Selain itu juga. tidak terpenuhinya tujuan pembangunan ketenagalistrikan. kesehatan. Di dalam Pasal 2 (ayat 2) dinyatakan bahwa : ”Pembangunan ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup. dan harga yang wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan”. PLN Ranting Tembilahan sampai dengan tahun 2009 lalu.Mengingat masih terdapatnya golongan masyarakat dan atau konsumen di Kabupaten Indragiri Hilir. maka dapat dikatakan bahwa belum terpenuhinya tujuan dari perlindungan konsumen yang dinyatakan di dalam Pasal 3 ayat (6) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen bahwa perlindungan konsumen bertujuan: ”meningkatkan kualitas barang dan/ atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/ atau jasa. kenyamanan. belum mampu meningkatkan kualitas jasa kepada masyarakat agar tercipta kenyamanan bagi masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan listrik masyarakat Indragiri Hilir. yang mengalami kesulitan mendapatkan fasilitas listrik sebagai kebutuhan utama. dan keselamatan konsumen”.

Untuk mengetahui prosedur dalam pemasangan KWH di PT. B. 23 .Berdasarkan hal-hal tersebut. Bagaimana upaya perlindungan konsumen terhadap jasa pemasangan KWH listrik yang dilakukan oleh PT. PLN Ranting Tembilahan? 3.PLN Ranting Tembilahan? 2. Masalah Pokok Adapun Masalah Pokok dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Perusahaan Listrik Negara Ranting Tembilahan Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen”. PLN Ranting Tembilahan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen? 4. PLN Ranting Tembilahan.PLN Ranting Tembilahan. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya pelanggaran terhadap hak konsumen menyangkut jasa pemasangan KWH listrik oleh PT. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian Tujuan dari penulisan proposal tesis ini di adalah : 1. 2. Bagaimana penyelesaian sengketa apabila konsumen dirugikan? C. Bagaimana prosedur pemasangan KWH listrik di PT. Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya pelanggaran terhadap konsumen oleh PT. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “Perlindungan Konsumen Terhadap Jasa PT.

hal 5. PLN Ranting Tembilahan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen 4. Untuk mengetahui upaya perlindungan konsumen terhadap jasa pemasangan KWH yang dilakukan oleh PT. Jakarta : 2005.Raja Grafindo Persada. Produk barang dan/atau jasa dapat dikonsumsi oleh 10 Tini Hadad.3. Kerangka Teori Secara historis dalam skala global. 11 Edmon Makarim. sejak penandatanganan General Aggrement On Trade and Services (GATS) di Marrakesh. 24 .1. Pemerintah Indonesia telah menjadi salah satu pelaku dalam era perdagangan bebas 10 yang menitikberatkan pada prinsip perdagangan secara bebas dan sifatnya yang tidak diskriminatif. Peranan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Dalam Perlindungan Hukum Konsumen Pada Era Perdagangan Bebas (Husni Syawali dan Neni Sri Imaniyati). Hukum Perlindungan Konsumen. Sebagai kontribusi. Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Telematika. Adapun kegunaan yang diharapkan dari penulisan proposal tesis ini yaitu : 1. Bab A. Untuk mengetahui penyelesaian sengketa apabila konsumen di rugikan. 2. terutama sekali studi mengenai hukum perlindungan konsumen. Bandung : 2000 hal 63. PT. dan para mahasiswa. para pengambil kebijakan. sumbangan fikiran dan tambahan informasi atau referensi kepada para pembaca. D. Maroko pada tanggal 15 April 1994 yang telah diratifikasi dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang pembentukan WTO (World Trade Organization). Untuk pengembangan ilmu hukum pada umumnya dan hukum bisnis pada khususnya. 11 Perkembangan perekonomian yang pesat telah menghasilkan berbagai jenis produk barang dan/atau jasa. Mandar Maju. Penjelasan Undang-Undang Nomor 36 Tahun1999 Tentang Telekomunikasi.

Artinya bahwa Negara juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan fasilitas kesejahteraan kepada masyarakat. hal 130. Akan tetapi. Dalam hal ini jelas bahwa pemerintah bertanggungjawab dalam hal jaminan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut. Penerbit Daya Widia. Bentuk upaya pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat diantaranya adalah membentuk Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk melayani kebutuhan masyarakat terhadap listrik. Cempaka Putih. Mengenal Badan Usaha Di Indonesia. Terutama dalam masalah keamanan dan keselamatan konsumen pada saat menggunakan produknya.PLN. karena PT. sebagaimana yang dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat (3). tentunya konsumen dapat dirugikan. AZ. Hukum Perlindungan Konsumen Suatu pengantar. Hal ini wajar. Cara mewujudkannya adalah dengan memberikan perlindungan kepada konsumen. Adanya produk jasa listrik yang diberikan oleh PT. Salah satunya adalah produk jasa listrik yang disediakan oleh pemerintah. 12 tentu saja tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan Pemerintah setempat karena tugas pembinaan dijalankan oleh Pemerintah kepada para pelaku usaha. Agar kebutuhan masyarakat sebagai pengguna listrik (sebagai konsumen) dapat terpenuhi. berupa fasilitas listrik. 13 guna terpenuhinya kemakmuran masyarakat. pada satu sisi mengakibatkan terpenuhinya barang. 13 25 . PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nasution. 12 Agung feryanto. bahwa: “Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”.berbagai lapisan masyarakat. Jakarta : 2002. hal 11. Oleh karena itu kiranya perlu dirangsang kesadaran pelaku usaha agar menunjukkan keberpihakannya kepada konsumen. apabila tidak dibarengi dengan itikad baik. Klaten : 2008.

15 Undang-Undang Perlindungan Konsumen.” 14 Rumusan pengertian perlindungan konsumen yang terdapat dalam pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen tersebut cukup memadai. orang lain. Defenisi tentang perlindungan konsumen terdapat dalam Pasal 1 angka (1) yang menyebutkan bahwa : “perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Op. Hukum Perlindungan Konsumen. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perlindungan konsumen. Kalimat yang menyatakan “segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum”. hal ini dibuktikan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Raja Grafindo. diharapkan sebagai benteng untuk meniadakan tindakan sewenangwenang yang merugikan para pelaku usaha. penulis merasa perlu menyampaikan apa yang dimaksud dengan perlindungan konsumen. konsumen selalu berada dalam posisi lemah. baik bagi kepentingan diri sendiri. keluarga. Hal ini seperti yang dikatakan oleh H. 15 14 Ahmadi Miru dan Sutarman Yodo. mahluk hidup lainnya dan tidak untuk diperdagangkan”. Sedangkan pengertian konsumen adalah : ”setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. hal 1.Cit. Jakarta: 2004. Sebagaimana yang diketahui bahwa sebelum adanya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Pasal 1 ayat (1). Beliau menyebutkan bahwa : ”pihak konsumen yang dipandang lebih lemah hukum perlu mendapat perlindungan lebih besar dibanding masa-masa lalu”. 26 .Indonesia merupakan Negara yang melindungi konsumen. hanya demi untuk kepentingan perlindungan konsumen.E Saefullah yang dikutip oleh Husni Syawali dan Neni Sri Imaniyati. hal 1. PT.

baik yang berbentuk badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia. sesuai dengan asas manfaat. 18 Konsumen biasanya selalu dirugikan. Cit. mendukung perkembangan ekonomi dan kegiatan pemerintahan. apabila berhadapan dengan PT. kepastian hukum. Op. dan jasa lainnya yang menjadi upaya perlindungan terhadap hak-hak konsumen. Gramedia Widiasarana Indonesia. baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi”. adil dan merata. Jakarta : 2006. jasa operasional. etika dan kepercayaan kepada diri sendiri. Pasal 1 ayat (3). Sedangkan jasa yang diberikan oleh pihak PT. 16 Pelaku usaha di bidang penyediaan jasa listrik. 18 Edmon Makarim. PLN harus memberikan jasa pelayanan yang baik. 17 Hal ini. Sehingga PT.PLN dituntut untuk mampu menyediakan fasilitas listrik sesuai tingkat kebutuhan listrik masyarakat. keamanan. 17 27 .PLN yang merupakan satu-satunya penyedia jasa listrik.PLN belum seimbang dengan 16 Ibid. menjadikannya bukan hanya sebagai sarana penerangan melainkan juga sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. hal 39. Karena konsumen tidak dapat melakukan pilihan. yaitu PT. Sedangkan listrik yang dibutuhkan masyarakat tersebut. Shidarta. PT. karena listrik pada saat ini sudah menjadi kebutuhan yang primer bagi masyarakat.Pengertian pelaku usaha yang dikutip dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yaitu : ”pelaku usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha. kemitraan. hal 8-10. Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia. Perusahaan listrik hendaknya hadir sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tujuan untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Manfaat listrik yang beraneka ragam. hanya ada pada satu pelaku usaha.

BUMN. dan swasta/konglomerat. antar daerah dan antar pulau. Bandung : 2008. Istilah “Demokrasi Ekonomi” yang terdapat pada penjelasan (setelah amandemen istilah penjelasan tidak dikenal lagi) pasl 33 UUD 1945 ditafsirkan setara dengan “ekonomi 28 . Namun harus diakui bahwa kosakata peran konsumen dirasakan cukup miskin dalam tata hukum kita. Bandung : 2003. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) menggelar mimbar bebas yang mengangkat tema ”Pemadaman Listrik di Riau”. antar kelompok masyarakat dan antar profesi. Aklamasi (Komunikasi Intelektual Beriman Dan Beramal). Hendaknya diluruskan anggapan yang keliru yang menyatakan bahwa para pelaku ekonomi hanyalah terdiri dari Pemerintah. PT. 19 Pada tanggal 28 Oktober 2009 bertepatan dengan hari sumpah pemuda. Citra Aditya Bakti. 20 Agenda Kampus. dan tidak satu pun literatur ekonomi yang meniadakan peran konsumen. A Simarmata. 21 Mimbar bebas yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum tersebut sebagai pertanda keberpihakan kepada konsumen sebagai pengguna barang dan atau jasa listrik. Koperasi. Menurut Dj. 21 Kamus Hukum. hal 2. hal 74. Class Action Pecahkan Permasalahan Listrik. Menurutnya Orde baru telah memunculkan sosok ekonomi penuh dengan kesenjangan penghasilan dan kepemilikan. karena konsumen juga sebagai pelaku ekonomi. Keberpihakan kepada konsumen sebenarnya merupakan wujud nyata ekonomi kerakyatan. 22 Istilah “ekonomi kerakyatan” makin marak pada sebelum dan sesudah turunnya Soeharto dan memasuki rezim reformasi. Pada akhirnya akan merugikan hak-hak masyarakat sebagai konsumen.jumlah kebutuhan listrik masyarakat. Perlindungan Konsumen Dan Instrumen-Instrumen Hukumnya. hasil diskusi dari acara mimbar bebas oleh Mahasiswa Fakultas Hukum UIR yaitu mereka sepakat untuk menyelesaikan masalah listrik dengan cara class Action. orang berdebat tentang perbedaan “ekonomi koperasi” dengan “ekonomi kerakyatan”. 22 Posisi masyarakat sebagai konsumen akan menempatkan konsumen 19 Yusuf Shofie. Citra Umbara. Tabloid Mahasiswa UIR. Edisi 71 Bulan Oktober-November 2009. 20 Class Action menurut kamus hukum adalah suatu prosedur hukum yang memungkinkan banyak orang bergabung untuk menuntut ganti kerugian atau kompensasi lainnya di dalam suatu gugatan.

sebagai mata rantai terakir dalam dunia pemasaran barang atau jasa. 3. Hak atas kenyamanan. Namun produk jasa listrik yang disediakan oleh PT. Pada akhirnya konsumen hanya bisa menerima dan menampung berbagai produk yang telah dihasilkan. Sedangkan hak untuk memilih merupakan salah satu hak dasar yang dimiliki oleh konsumen. Adapun hak-hak konsumen diatur di dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. 2. Pemahaman tentang hak-hak konsumen. A. Reformasi Ekonomi Menurut UUD 1945 : kajian singkat dan interpretasi Teoritis (Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi. yaitu : 1. untuk mendapatkan hak untuk memilih. kerakyatan” penjelasan Pasal 33 UUD 1945 menyatakan demokrasi ekonomi. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan atau jasa. serta di bawah penilikan anggota-anggota masyarakat. seringkali membuat konsumen tidak berdaya menghadapi sikap para pelaku usaha. Hak atas informasi yang benar. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan atau jasa yang digunakan. yakni satu system ekonomi dimana produksi dikerjakan oleh semua. 29 . Artinya bahwa konsumen adalah sebagai pihak yang berada pada titik terendah dalam menghadapi pelaku usaha. untuk semua. harus dimulai dengan adanya usaha untuk memahami hak-hak pokok konsumen. Hal ini tentu saja mengurangi hak untuk memilih bagi konsumen. merupakan dasar untuk memperjuangkan hak-haknya tersebut. Simarmata. dalam Ibid. keamanan. Langkah untuk meningkatkan harkat dan martabat serta kesadaran hukum konsumen.PLN tidak memberikan pilihan bagi masyarakat selaku konsumen. dalam hal hanya dikuasai oleh satu pelaku usaha. Posisi sebagai mata rantai terakhir dalam dunia pemasaran barang dan/atau jasa. 1998) hal 117-118. Terlebih lagi jika produk-produk barang dan/atau jasa dimonopoli. Jadi salah satu pilar dari demokrasi ekonomi itu ialah keikutsertaan semua orang dalam kegiatan produksi lihat : Dj. keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan atau jasa. 4.

7. ketentuan pembinaan dan pengawasan tentang badan perlindungan konsumen. maka aturan tentang perlindungan konsumen menjadi lebih khusus karena ketentuanketentuan tentang tujuan. 30 . hal ini juga dilarang oleh Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Pasal 4. memproduksi atau memperdagangkan barang atau jasa tertentu. 6. Mengenai kontrak baku. perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha. lanjutan dan atau pengubahan lanjutan yang dibuat sepihak oleh pelaku usaha dalam masa konsumen memanfaatkan jasa yang dibelinya”. 9. Memuat klausula eksonerasi di dalam kontrak baku. tentang swadaya masyarakat. semuanya terdapat di dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Seperti diantaranya yang terlarang dilakukan oleh pelaku usaha dapat dilihat antara lain. ganti rugi dan atau penggantian apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Kontrak baku tersebut sudah berlangsung sejak 23 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Hak untuk mendapatkan advokasi. jelas dan jujur. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan Perundang-undangan lainnya. kewajiban. 23 Disahkannya Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Loc. tercemar. seperti barang rusak. tidak memberikan informasi secara benar. hak. diungkapkan oleh Ahmadi Miru yang menyatakan. Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen. cacat. atau barang bekas. 8. Hak untuk mendapatkan kompensasi.5. praktek pembuatan kontrak baku apabila bertentangan dengan Pasal 18 ayat (1) huruf g dinyatakan bahwa : ”tunduknya konsumen kepada peraturan yang berupa aturan baru. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. Cit. tambahan.

25 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Serta hak dan kewajiban pelaku usaha. Ketika kerugian 24 Ahmadi Miru. menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen. 31 . sebagai tanggung jawab pihak PT.” 25 Berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Karena keadaan tidak terpenuhinya fasilitas listrik konsumen. kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri. Vol. 24 Adapun yang menjadi tujuan dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen menurut Pasal 3 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. hal 4. kesehatan. UII. Sehingga konsumen selalu menjadi pihak yang dirugikan. Namun dalam kenyataannya. agar terpenuhinya tujuan UndangUndang Perlindungan Konsumen. Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkan dari akses negatif pemakaian barang dan/atau jasa. Sebaliknya. Hal 116. ketika konsumen merasa tidak terpenuhi kebutuhan listriknya. Jurnal Hukum No. menghadapi pelaku usaha yang memonopoli produk jasa listrik. Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi. Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih. Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha. e. akan merugikan pihak konsumen. Jogyakarta. d. maka hal ini akan merugikan pihak pelaku usaha. kenyamanan.Cit. Meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa. keamanan. c. maka hak dan kewajiban konsumen sebagai pembeli sekaligus pemakai.lama sehingga Pasal 18 ayat (1) huruf g tersebut melarang praktek pembuatan kontrak baku tersebut.PLN. 17. 8 Juni 2001. b. pihak konsumen berada dalam pihak yang lemah. adalah : a. sehingga enggan melaksanakan kewajiban pembayaran rekening listrik. f. Meningkatkan kesadaran. Larangan Penggunaan Klausula Baku Tertentu Dalam Perjanjian Antara Konsumen Dan Pelaku Usaha. sangat perlu untuk diperhatikan. Op. dan keselamatan konsumen.

Hukum Perdata Perutangan Bagian B. Liberty. hal 346. hal 247. 26 Dari pasal 1365 diatas. Subekti dan R. Op.PLN. bahkan juga bukan pemakai yang turut menjadi korban merupakan tanggung jawab mutlak dari pelaku usaha pembuat produk itu atau mereka yang dipersamakan dengannya. yakni khsususnya pemulihan ke dalam keadaan semula. maka sudah seharusnyalah pelaku usaha untuk bertanggung jawab.konsumen timbul. mewajibkan orang karena kesalahannya menerbitkan kerugian itu. 27 Kerugian yang diderita konsumen. PT. Yogyakarta. mengganti kerugian tersebut”.Cit. 27 Sri Soedewi Masjchoen Sofwan. baik dengan mengambil lagi apa yang telah diadakan secara melawan hukum atau dengan mengadakan lagi apa yang telah diambil secara melawan hukum”. Sebagaimana dinyatakan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1365 menyebutkan bahwa : ”Tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada seorang lain. hal 60. 1980. tanpa kesalahan”. tidak saja kerugian uang. Tjitrosudibio. maka yang membawa kerugian terhadap oranglain bisa dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum. ”kerugian yang diderita seorang pemakai produk cacat atau membahayakannya. Kitab Undang-Undang Hukum Perdatat.Pradnya Paramita. cacat barang. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Sri Soedewi Masjchoen Sofwan : ”Tetapi disamping pengganti kerugian dengan uang juga pengganti secara lain dimungkinkan. 32 . sebagai akibat kurangnya penyediaan fasilitas listrik oleh PT. 28 26 R.Z Nasution. Jakarta: 1996. tetapi juga kerugian lain. 28 A.

(3). Undang-Undang Perlindungan Konsumen memberikan solusi mengenai hal tersebut yang dinyatakan dalam Pasal 23 yaitu : ”pelaku usaha yang menolak dan atau tidak memberikan tanggapan dan atau memenuhi ganti rugi atas tuntutan konsumen sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2). Cit. bertanggung jawab mengganti kerugian tersebut. tidak memenuhi atau gagal memenuhi jaminan atau garansi yang di perjanjikan”. segala perbaikan ditanggung oleh penjual. syarat-syarat serta peraturan-peraturannya biasanya tertulis dalam suatu surat garansi”. dapat digugat melalui badan penyelesaian sengketa konsumen atau mengajukan ke badan Peradilan di tempat kedudukan konsumen”. (4). 31 Undang-Undang Perlindungan Konsumen.Sebagaimana yang dinyatakan dalam Pasal 1365 KUHPerdata. Pasal 23. Op. 31 Hukum perlindungan konsumen dibutuhkan apabila kondisi pihak-pihak yang mengadakan hubungan hukum atau bermasalah dalam masyarakat itu tidak seimbang. juga terdapat dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen Pasal 25 ayat (2) yaitu : ”Pelaku usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab atas tuntutan ganti rugi dan/atau gugatan konsumen apabila pelaku usaha tersebut : a. tidak menyediakan atau lalai menyediakan suku cadang dan/atau fasilitas perbaikan. hal 15. orang yang menyebabkan kerugian oranglain. 29 Adapun pengertian garansi itu sendiri adalah : ”Garansi (Guaranty) adalah bagian dari suatu perjanjian jual beli dimana penjual menanggung kebaikan atau keberesan barang yang dijual untuk jangka waktu tertentu. hal 63. Ihtisar Baru Van Hoeve dan Elseiver Publishing Project. Ensiklopedia Indonesia II. 1980. Mengenai tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen. hal 16. Op. Jika dalam batas waktu yang ditentukan ternyata terjadi kerusakan atau cacat. 30 33 . Jakarta. Kalau perlu barang diganti baru. 30 Apabila pelaku usaha tidak bertanggung jawab atas kerugian konsumen. Merupakan kenyataan bahwa kedudukan konsumen yang berjumlah besar itu semua 29 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. b.Cit.

Konsep Operasional Pelaksanaan adalah melakukan atau mengerjakan sesuatu kegiatan sesuai dengan peran dan fungsinya. untuk mendapatkan fasilitas listrik sebagai sarana penunjang untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. pengertian konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/jasa yang tersdia dalam masyarakat. Indah Surabaya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. hal 27. Maka penulis merasa sangat perlu mengadakan suatu penelitian. 34 Ibid. keluarga. Jadi perlindungan hukum dimaksudkan dalam penelitian ini merupakan pengkajian terhadap objek yang diteliti dalam perspektif Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. hal 23. Surabaya : 1989.adalah konsumen (bukan secara kelompok atau individu). 33 Perlindungan berasal dari kata dasar ”lindung” yang menurut kamus bahasa Indonesia berarti berada di suatu (dibalik benda) maksud perlindungan dalam penelitian ini adalah berada di bawah naungan hukum yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. baik penyedia swasta maupun penyedia pemerintah. Nasution. Suharto dan Tata Iriyanto. 32 A. E. Cit.PLN. terlebih terhadap produk jasa listrik oleh PT. Op. guna mengangkat harkat dan martabat konsumen. 34 Menurut Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindunngan Konsumen. Z. Yang berkenaan dengan hak masyarakat sebagai konsumen. 32 Mengingat pentingnya hak-hak konsumen. hal 36. baik bagi kepentingan diri sendiri. 33 34 . sangat lemah dibandingkan dengan para penyedia kebutuhan konsumen.

Cit. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Cit. hal 4. 37 Moch Faisal Salam. Undang-Undang Perlindungan Konsumen. 40 Negara menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah : ”organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat atau kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan yang efektif. Op. PT Di Indonesia Menurut UU No. Atau organisasi berbadan hukum yang mengadakan transaksi usaha 38 atau tindakan pihak yang berkepentingan secara tidak terputus-putus dan terangterangan serta di dalam kedudukan tertentu untuk mendapatkan laba bagi dirinya”. hal 678. 1 Tahun 1995. Soekardono. 38 Suharto Dan Tata Iriyanto. Pasal 1 Ayat (1). 36 PT menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Pasal 1 ayat (1) yaitu : ”Perseroan Terbatas yang selanjutnya disebut perseroan adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal. 36 35 . Jakarta : 1993. Pustaka Bandung. hal 19. 37 Perusahaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah : ”kegiatan (pekerjaan dan sebagainya) yang diselenggarakan dengan peralatan atau dengan cara teratur dengan tujuan mencari keuntungan (dengan menghasilkan sesuatu. Balai Pustaka. Loc. Hukum Dagang Indonesia. dapat digunakan untuk menghasilkan panas atau cahaya. melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang serta peraturan pelaksanaannya”. berdagang. PT.oranglain maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.39 Listrik menurut kamus bahasa Indonesia adalah : ”daya/ kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia. Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 35 Barang dan/jasa disini adalah berupa listrik oleh PT. 39 R. Bandung : 2003. dan sebagainya). atau untuk menjalankan mesin”. PLN Ranting Tembilahan. 40 Departemen Pendidikan Nasional. hal 1. Dian Rakyat. Jakarta: 2005. Op. mengolah atau membuat barang. 35 Shidarta. Cit. memberikan jasa. didirikan berdasarkan perjanjian. Hal 26.

Hal 39. Tembilahan merupakan ibu kota dari Kabupaten Indragiri Hilir (INHIL). Yusuf Shofie. 43 Bambang Sunggono. PLN yang lokasinya terletak di wilayah Tembilahan dan memberikan fasilitas pelayanan jasa listrik kepada masyarakat INHIL. Ditinjau dari berarti berdasarkan. Raja Grafindo Persada. PLN/ Perusahaan Listrik Negara adalah suatu Badan Usaha Milik Negara yang menyangkut penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik serta usaha penunjang tenaga listrik negara. F. penelitian ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. 41 PT. Jakarta : 2003. Hal 778. Op. 42 36 . Jenis dan sifat penelitian Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian observasi (observational research) yang artinya meninjau keadaan permasalahan yang ada di lapangan dikaitkan dengan aspek hukum yang berlaku dan yang mengatur permasalahan tersebut. 42 Ranting Tembilahan adalah suatu lokasi penelitian dilakukan yakni di PT.mempunyai kesatuan politik.Cit. berdaulat. Metode Penelitian Untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas dan untuk mempermudah pelaksanaan penelitian sehingga penelitian ini dapat menjawab persoalan-persoalan pokok yang telah dirumuskan maka penulis menyusun metodologi penelitian sebagai berikut : 1. yang merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Riau. sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya”. 43 Jika dilihat dari 41 Ibid. Metode Penelitian Hukum. hal 72. PT.

dan bagaimana cara penyelesaian sengketa apabila konsumen dirugikan. 4. PLN Ranting Tembilahan. Pengambilan sampel dari populasi dilakukan dengan metode purposive sampling (menentukan pihak yang dijadikan sampel adalah pihak 37 .PLN Ranting Tembilahan. Populasi dan sampel Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan baru yang telah memenuhi persyaratan pemasangan KWH dan telah mendapatkan fasilitas listrik dan pelanggan baru yang telah memenuhi persyaratan pemasangan KWH dan belum mendapatkan fasilitas listrik dari PT. faktor penyebab terjadinya pelanggaran terhadap konsumen menyangkut jasa pemasangan KWH. Lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. PLN Ranting Tembilahan terletak di Tembilahan. 2. bagaimana upaya perlindungan konsumen yang dilakukan oleh PT. Populasi diambil dari Tahun 2006 sampai Tahun 2009. Kabupaten Indragiri Hilir (INHIL) Provinsi Riau. bagaimana prosedur pemasangan KWH di PT. 3. PLN Ranting Tembilahan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.sifatnya maka penelitian ini tergolong kepada deskritif. Obyek penelitian Obyek penelitian yaitu ingin mengetahui. maksudnya penelitian ini menjelaskan bagaimana pelaksanaan perlindungan konsumen terhadap jasa yang diberikan oleh PT.PLN Ranting Tembilahan.

Bagaimana upaya perlindungan konsumen terhadap jasa pemasangan KWH yang dilakukan oleh PT. sebagai berikut : Table I. 5.1 Populasi dan sampel No 2 Responden Pelanggan Jasa Listrik di PT. Sumber data Sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah : a. 38 .1 tentang populasi dan sampel yang penulis ambil dari Tahun 2006 sampai Tahun 2009.PLN Ranting Tembilahan 3 Direktur Eksekutif Forkom LPK-RIAU 1 Populasi Sampel 2757 KK 827 KK 1 1 1 1 Keterangan KK : Kepala keluarga Sumber data : PT. Metode Penelitian Hukum. PLN Ranting Tembilahan? 3. Data primer.PLN Ranting Tembilahan? 2. yaitu data yang didapat di lapangan dan diperoleh secara langsung dari responden sehubungan dengan penelitian ini yang mencakup: 1. 44 jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan 30% dari jumlah populasi. PLN Ranting Tembilahan ditinjau dari 44 Amiruddin dan Zainal Asikin Ott. tanggal 07-10-2009 pukul 09.PLN Ranting Tembilahan dari Tahun 2006-2009 selaku Konsumen Manajer PT. Bagaimana prosedur dalam pemasangan KWH di PT. Hal ini dapat dilihat pada tabel I. Raja Grafindo Persada. Jakarta : 2004.00 wib. hal 106.tertentu yang dianggap sesuai dengan kriteria yang akan diteliti). PLN Ranting Tembilahan. PT. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya pelanggaran terhadap konsumen menyangkut jasa pemasangan KWH oleh PT.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen? 4. 6. buku-buku dan referensi yang berkaitan dengan objek yang diteliti. Kajian kepustakaan Yaitu penelitian yang peneliti lakukan di perpustakaan untuk mengumpulkan data berupa bahan hukum. Data sekunder. 39 . PLN Ranting Tembilahan. Bapak Desril Naldi. sesuai pokok permasalahan yang diteliti oleh penulis. b. PLN Ranting Tembilahan yaitu Manajer PT. PLN Ranting Tembilahan. Alat Pengumpulan Data Sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : a. c. merupakan data yang diperoleh melalui penelitian perpustakaan antara lain berasal dari Peraturan Perundang-undangan. Kuesioner Yaitu proses pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan secara tertulis yang ditujukan kepada para responden PT. Wawancara Yakni melakukan tanya jawab secara langsung (face to face) baik dengan para responden sebagai sampel dalam penelitian ini maupun responden lainnya yang dijadikan narasumber serta pihak PT. Bagaimana penyelesaian sengketa apabila konsumen dirugikan ? b.

data tersebut kemudian disusun sesuai dengan kategori yang telah dibuat. Analisis data Setelah data penelitian selesai dikumpulkan. UI-Pers. 40 . Pengantar Metodologi Penelitian Hukum. 8. hal 76. 46 45 46 Soerjono Soekanto. Jakarta : 2001. Metode penarikan kesimpulan Metode penarikan kesimpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif.7. Ibid. pendapat para ahli serta literatur lainnya yang berkaitan dengan hal yang diteliti. yaitu menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat umum kepada halhal yang bersifat khusus. untuk selanjutnya dianalisis secara kualitatif. 45 yaitu penulis bahas dengan memperhatikan peraturan Perundang-undangan.

812. Jawa. Tanjung Jabung. serta memiliki garis pantai sepanjang 339. 657 jiwa.06 hektar dengan rata-rata ketinggian lebih kurang 0-3 meter dari permukaan laut. Prov. Jambi - Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hulu (INHU) - Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Riau Sebagian besar dari luas wilayah atau 93. Bugis. yaitu endapan sungai. 41 .605. 47 Data diambil di Kantor Catatan Sipil Tembilahan pada hari senin tanggal 15 Maret 2010. Suku-suku bangsa yang tinggal di Indragiri Hilir yaitu suku Banjar. serta diikuti agama Budha dan Kristen.318 km2 dan luas perairan umum 888. 47 dengan luas wilayah 18.97 km2 yang terdiri dari luas daratan 11. daerah hutan payau dan terdiri atas pulau-pulau besar dan kecil dengan luas lebih kurang 1. luas perairan laut 6. Kabupaten Indragiri Hilir 1. Dilihat dari sudut agama maka yang mendominasi adalah agama Islam.BAB II TINJAUAN UMUM A.953.97 km2. Melayu. Kondisi Umum Kabupaten Indragiri Hilir terletak dibagian selatan Provinsi RIAU dengan jumlah penduduk pada Tahun 2009 Januari sebanyak 669.97 km2. Tiong Hoa dan sebagainya.082. daerah rawa dengan tanah gambut.5 km dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : - Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Pelalawan - Sebelah selatan berbatasan dengan kab.31% daerah Kabupaten Indragiri Hilir merupakan daerah dataran rendah.

budidaya kerang anadara dan kolam) Disamping sungai-sungai dan selat di Kabupaten Indragiri Hilir banyak terdapat parit-parit baik keberadaannya secara proses alami atau yang dibuat manusia dimana sebagaian besar berfungsi sebagai drainase pengairan dan transportasi bagi masyarakat.50% dibandingkan dengan periode sebelumnya. juga dikenal dengan sebutan negeri seribu parit.34%. Luas areal perkebunan di Inhil meningkat dari 379.690 ton. Visi dan Misi Motto : “Berlayar sampai kepulau.760 hektar menjadi 464. Pengairan Secara geografis wilayah Kabupaten Indragiri Hilir memiliki potensi perairan laut dan perairan umum yang cukup luas serta daratan yang dapat dikembangkan usaha budidaya perikanan. sedangkan total produksi perkebunan juga mengalami peningkatan dari 283. Motto. berpeluang bagi investor untuk menanamkan investasi baik dibidang penangkapan khususnya di perairan lepas pantai dan di bidang budidaya perikanan (tambak.266 ton menjadi 416.424 ton atau 13. Selain itu. keramba. Komoditas Unggulan Secara umum mata pencaharian masyarakat Indragiri Hilir adalah pertanian.802 hektar atau meningkat 8. Sehingga Kabupaten ini disamping dikenal dengan julukan bumi sri gemilang. 4. dengan komoditas unggulan adalah kelapa dan padi. diikuti dengan komoditas pendukung lainnya seperti jeruk dan pisang. 3. berjalan sampai kebatas” Visi : “Menuju Indragiri Hilir yang berjaya dan gemilang” Misi : 42 . naik sebesar 133.2.

Program pelayanan prima kepada masyarakat 11.1. Program asuransi kematian bagi keluarga miskin 9. Program beasiswa abadi 6. Program pelayanan pengobatan gratis 7. beretika dan berbudaya 5. Program pembangunan dan peningkatan infra struktur 10. Mewujudkan daerah yang memiliki peran penting pada tingkat regional. Program membumikan istighozah 2. Program sertifikat gratis bagi masyarakat miskin 43 . nasional dan internasional. Program bantuan permodalan ibu-ibu 12. damai dan harmonis yang bermoral. Program pendidikan gratis (wajib belajar 12 tahun) 5. Proram otonomi desa menuju desa mandiri 3. Mewujudkan pemerataan pembangunan 4. Mewujudkan daya saing daerah 2. Mewujudkan suasana aman. Program ekonomi kerakyatan 4. 5. Arah Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mempunyai 9 program strategis pemerintah yaitu : 1. Program Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akte kelahiran gratis 8. Mewujudkan suasana kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis 3.

Baru Panglima Raja Sungai Berapit Concong Dalam Listrik PLN PLN PLN LISDES PLN PLN PLN PLN LISDES PLN LISDES LISDES LISDES PLN LISDES LISDES PLN LISDES LISDES LISDES LISDES PLN LISDES LISDES PLN LISDES LISDES PLN LISDES LISDES 44 .1 sebagai berikut : Tabel II. Listrik di Indragiri Hilir Indragiri Hilir terdiri dari 20 Kecamatan dan 193 Desa dan/ atau Kelurahan yang dapat dilihat pada tabel II. Program pelayanan listrik masuk desa (Lindes) 6.13.1 Kondisi Listrik di Desa/Kelurahan se Kabupaten Indragiri Hilir hingga bulan Maret 2010 No 1 Kecamatan Kecamatan Tembilahan 2 Kecamatan Tembilahan Hulu 3 Kecamatan Tempuling 4 Batang Tuaka 5 Concong Desa/Kelurahan Pekan arba Seberang Tembilahan Sungai Beringin Sungai Perak Tembilahan Hilir Tembilahan Kota Pekan kamis Pulau Palas Sialang Panjang Tembilahan Hulu Harapan Raya Karya Tunas Jaya Mumpa Sungai Salak Teluk Jira Teluk Kiambang Tempuling Gemilang Jaya Kuala Sebatu Sialang Jaya Sungai Junjangan Sungai Luar Sungai Piring Sungai Raya Tanjung Siantar Tasik Raya Concong Luar Concong Tengah Kp.

Tiga Suhada Sungai ambat Sungai Lokan Sungai Rukam Teluk Medan Belanta raya Jerambang Kuala Lahang Lahang Baru Lahang Hulu Lahang Tengah Pungkat Simpang Gaung Sungai Baru Teluk Kabung Terusan Kempas Kuala Gaung Rambaian Sungai empat Sungai Iliran Teluk Pantaian Teluk Pinang Teluk Sungka Teluk Tuasan Air Tawar Kuala Selat Penjuru Sungai Simbar Sarimulya Sungai Teritip Tanjung Raya Tagaraja Guntung Bayas Jaya Harapan Tani Karya Tani Kempas Jaya LISDES PLN LISDES PLN PLN PLN LISDES LISDES LISDES PLN PLN PLN LISDES PLN PLN LISDES LISDES LISDES PLN LISDES LISDES PLN LISDES LISDES LISDES PLN LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES PLN LISDES LISDES PLN 45 . Enok 7 Kecamatan Gaung 8 Kecamatan Gaung Anak Serka 9 Kecamatan Kateman 10 Kecamatan Kempas Bagan Jaya Enok Jaya Bhakti Pengalihan Rantau Panjang Pusaran Simp.6 Kec.

11 Kecamatan Kemuning 12 Kecamatan Keritang 13 Kecamatan Kuala Indragiri 14 Kecamatan Mandah Pekan tua Rumbai Jaya Sungai Ara Sungai Gantang Air Balui Batu Ampar Tigatuk Jimun Kemuning Muda Kemuning Tua Keritang Limau Manis Lubuk Besar Sekara Selensen Talang Jangkang Kembang Mekar Sari Kotabaru reteh Kotabaru siberida Kuala Keritang Kuala Lemang Nusantara Jaya Pancur Pasar Kembang Pembenaan Pengalihan Seberang Pembenaan Sencalang Teluk Kelasa Sungai Bela Sungai Buluh Sungai Piyai Tanjung Lajau Perigi Raja Tanjung Melayu Teluk Dalam Sapat Khairiah Mandah Batang Tumu Bakau Aceh Pelanduk Igal Belaras Bente Bekawan LISDES PLN PLN LISDES PLN LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES PLN LISDES PLN PLN LISDES LISDES LISDES PLN LISDES PLN PLN PLN LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES PLN PLN LISDES PLN PLN LISDES LISDES LISDES PLN LISDES LISDES PLN 46 .

Kateman Tagagiri Tama Raja Tanjung Simpang Tegal Rejo Wonosari Bangun Harjo Jaya Ringin Jaya Binangun Jaya Bukti Sari Intan Jaya Keramat Jaya Manunggal Jaya Mayang Sari jaya Pulau Burung Sapta Jaya Sri danai Suka Jaya Suko Harjo Jaya Sungai Danai Teluk Nibung Mekar Sari Sungai Asam Pulau Kecil Pulau Kijang Pulau Ruku Sanglar Seberang Pl. Kijang Seberang Sanglar Sungai Terab Sungai Undan Benteng Barat Benteng Utara LISDES LISDES PLN LISDES LISDES PLN LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES PLN LISDES LISDES LISDES LISDES PLN PLN PLN LISDES LISDES PLN LISDES LISDES LISDES 47 .15 Kecamatan Pelangiran 16 Pulau Burung 17 Kecamatan Reteh 18 Kecamatan Sungai Batang Pulau Cawan Bantaian Bolak Raya Batang Sari Bagan Jaya Catur Karya Baung Rejo Jaya Intan Mulya Jaya Teluk Bunian Pelangiran Pinang Jaya Rotan Semelur Saka Palas Jaya Simp.

PLN Ranting Tembilahan hanya beberapa Desa/kelurahan di beberapa Kecamatan sedangkan daerah lainnya yang belum terjangkau oleh listrik PT.19 Kecamatan Tanah Merah 20 Kecamatan Teluk Belengkong Jum lah 20 Kecamatan Kuala Patah Parang Kuala Sungai Batang Pasenggerahan Seberang Pulau Kijang Benteng Kuala Enok Selat nama Sungai Laut Sungai Nyiur Tanah Merah Tanjung Baru Tanjung Pasir Tekulai Bugis Tekulai Hilir Tekulai Hulu Beringin Mulya Gembaran Geriya Multi Jaya Hibrida Jaya Hibrida mulya Indra Sari Jaya KelapaPatih Jaya Saka rotan Sapta Mulya Jaya Sumber Jaya Sumber Makmur Jaya Sumber Sari Jaya Tunggal Rahayu Jaya 193 Desa/Kelurahan LISDES LISDES LISDES LISDES PLN PLN PLN LISDES PLN PLN LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES LISDES - Dilihat dari tabel II.PLN Ranting Tembilahan menggunakan Lisdes (Listrik Desa) yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir melalui dana APBD (Anggaran 48 . sedangkan yang telah sampai dijangkau oleh listrik dari PT. diketahui bahwa Kabupaten Indragiri Hilir terdiri atas 20 Kecamatan dan 193 Desa/Kelurahan.1 di atas.

49 . Selain itu dibeberapa Kotapraja dibentuk perusahaan-perusahaan listrik Kotapraja. PT. Karena pabrik-pabrik pengusahaan kelistrikan untuk umum itu dinilai menguntungkan. 48 B. Pembagian kurun waktu tersebut dibagi dalam 8 (delapan) periode yaitu sebagai berikut : 49 1.Cit. Sejarah Perkembangannya Secara garis besar sejarah perkembangan PLN berdasarkan pembagian kurun waktu tertentu. Selfi Irma Rosa. Periode Sebelum Tahun 1943 Kelistrikan di Indonesia dirintis oleh perusahaan-perusahaan Belanda. Op. PLTA Giringan di Madiun. Perusahaan Listrik Negara (Persero) a. PLTA Tes di Bengkulu. Tahun 1927 Pemerintah Belanda membentuk s’Lands Waterkracht Bedrijen (LB) yaitu perusahaan listrik negara yang mengelola PLTA Plengan. PLTA Bengkok Dago. NIGN yang semula bergerak dibidang gas memperluas usahanya dibidang listrik untuk kemanfaatan umum. pada kamis 25 Maret 2010. yang dimulai pada saat perusahaan swasta Belanda yaitu NV. PLTA Tonsea Lama di Sulawesi Utara dan PLTU di Jakarta. maka perusahaan-perusahaan listrik swasta milik Belanda yang lain pun mulai bermunculan seperti : 48 49 NV ANIEM Data dari Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Tembilahan.Pendapatan Belanja Daerah) dan sisanya melalui PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang merupakan swadaya masyarakat di Desa yang bersangkutan. PLTA Lamajan. PLTA Ubrug dan Kracak di Jawa Barat.

Periode Tahun 1943 sampai 1945 Pada masa pendudukan Jepang. Sumatera dan lain-lain. Kemudian melalui Ketetapan Prisiden RI Nomor I/SD/1945 Tanggal 27 Oktober 1945 dibentuklah Jawatan Listrik Negara yang berkedudukan di Yogyakarta. Sedangkan 50 .K/43/MPE/1992 Tanggal 31 Agustus 1992 ditetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional.- NV GEBEO - NV OGEM - Dan lain-lain perusahaan listrik yang bersifat lokal. 3. perusahaan-perusahaan listrik yang telah dibangun oleh Belanda tersebut dikuasai oleh Jepang. Pada masa agresi Belanda pertama. kembali dikuasai oleh Belanda. dan selanjutnya dikelola oleh Jepang menurut situasi dan kondisi daerah-daerah tertentu. Periode Tahun 1945 sampai 1950 Dengan kegigihan dan semangat bangsa Indonesia pada periode ini dan akhirnya Perusahaan Listrik dan Gas berhasil direbut dari Jepang. seperti Perusahaan Listrik Jawa Barat. Berlanjut dengan Agresi Belanda kedua (19 Desember 1948) satu persatu kantor Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi Jawatan Listrik dan Gas milik Pemerintah Kolonial Belanda. Maka berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1134. Berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik Nomor 235/KPTS/1975 Tanggal 30 September 1975 Peringatan Hari Listrik dan Gas yang digabung dengan hari Kebangkitan Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang jatuh pada Tanggal 3 Desember. Jawa Timur. Jawa Tengah. perusahaan-perusahaan yang dibentuk melalui ketetapan Prisiden diatas. 2.

Ment 18/ 1/20 Tanggal 20 Mei 1961 yang memuat arahan sebagai berikut : 51 .Perusahaan Listrik Swasta diserahkan kembali kepada pemiliknya semula sesuai dengan hasil Konfrensi Meja Bundar (KMB). Kemudian diperluas dengan membawahi Perusahaan Negara untuk Distribusi Tenaga Listrik (PENUPETEL).U T. Sejalan dengan meningkatnya perjuangan bangsa Indonesia untuk membebaskan Irian Jaya dari cengkaraman penjajah Belanda. Berdasarkan Keputusan Prisiden Nomor 163 Tanggal 3 Oktober 1953 Tentang Nasionalisasi Perusahaan Listrik Milik Bangsa Belanda yaitu jika konsensi penguasaannya telah berakhir. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1960 Tentang Perusahaan Negara dan melalui Peraturan Pemerintah RI Nomor 67 Tahun 1961 dibentuk Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU PLN) yang mengelola seluruh Perusahaan Listrik Gas dan Kokas berada di dalam satu wadah organisasi. yang membawahi Perusahaan Negara Pembangkit Tenaga Listrik (PENUPETEL). maka dikeluarkan Undang-Undang Nomor 86 Tahun 1953 Tertanggal 27 Desember 1958 Tentang Nasionalisasi semua perusahaan Belanda dan Peraturan Pemerintahan Nomor 18 Tahun 1958 Tentang Nasionalisasi Listrik dan Gas Milik Belanda. Untuk mewujudkan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga pada saat itu mengeluarkan Surat Keputusan Menteri P. beberapa perusahaan listrik milik swasta tersebut diambil alih dan digabungkan ke Jawatan Tenaga. Periode Tahun 1951 sampai 1966 Pada Tahun 1952 pemerintah Indonesia membentuk Jawatan tenaga listrik. 4.

Periode Tahun 1967 sampai 1985 Dalam kabinet Pembangunan I Ditjen Gatrik. yaitu PLN untuk Perusahaan Listrik Negara dan PGN untuk Perusahaan Gas Negara.a. 5. b. Ranting Rengat 52 . Pada Tahun 1965 dipandang perlu untuk memisahkan Perusahaan Listrik dan Gas menjadi dua bagian. Gambaran umum PT. Organisasi BPU PLN dipimpin oleh Direksi c. Cabang ini terdiri dari tiga ranting.13 PLN eksploitasi proyek-proyek kelistrikan .10 daerah eksploitasi listrik umum (pembangkit dan distribusi) . yaitu : 1. Di daerah dibentuk daerah eksploitasi uang terdiri dari : . BPU adalah suatu Perusahaan Negara yang disertai tugas menguasai dan mengurus Perusahaan-perusahaan Listrik dan Gas yang berbentuk badan hukum. Pada saat itu kantor cabangnya berkedudukan di Bukit Tinggi (Sumatera Barat). Pada masa kabinet Ampera tahun 1966 PLN ditempatkan dibawah Direktorat Jendral Tenaga dan Listrik (DITJEN) di dalam lingkungan Departemen Perindustrian Dasar Ringan dan Tenaga (DEPPDARIGA). PLN Cabang Pekanbaru didirikan pada tanggal 1 Januari 1950 dengan nama Ranting Pekanbaru.1 daerah eksploitasi khusus pembangkit listrik . Ranting Pekanbaru 2.Daerah eksploitasi khusus Pembangkitan Tenaga Listrik dibagi lebih lanjut menjadi sektor. PLN dan Lembaga MasalahMasalah Ketenagaan (LMK) dialihkan ke Departemen PUTL.2 daerah eksploitasi khusus distribusi listrik .

3. Ranting Bengkalis. dan - Sub Ranting Baserah 4. dengan Sub Ranting : - Sub Ranting Sungai Pakning - Sub Ranting Sungai Apit 5. Ranting Pekanbaru diganti menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara Cabang Pekanbaru yang mempunyai dua belas ranting : 2. Ranting Dumai 7. Ranting Rengat dengan Sub Ranting Pangkalan Kasai 3. Ranting Tembilahan. Ranting Bangkinang. dengan Sub Ranting : - Sub Ranting Tembilahan Hulu - Sub Ranting Seberang Tembilahan - Sub Ranting Sungai Piring - Sub Ranting Concong Luar - Sub Ranting Bagan Jaya - Sub Ranting Kempas Jaya - Sub Ranting Simpang Gaung 53 . Ranting Taluk Kuantan dengan Sub Ranting : - Sub Ranting Peranap - Sub Ranting Jambi - Sub Ranting Cerenti. Ranting Taluk Kuantan Setelah beberapa tahun beroperasi dan setelah dinilai memadai untuk didirikan kantor Cabang pada tanggal 1959. dengan Sub Ranting Batu Bersurat 6.

Pada Tahun 1972 PLN ditetapkan sebagai Perusahaan Umum melalui Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1972. dengan Sub Ranting : - Sub Ranting Pulau Kijang - Sub Ranting Benteng - Sub Ranting Enok - Sub Ranting Selensen - Sub Ranting Kota Baru 8. PLN juga berfungsi memenuhi tugas-tugas Pemerintah dibidang penyediaan jasa kelistrikan Nasional disamping tugas-tugasnya sebagai Perusahaan. Ranting Kuala Enok. melalui Peraturan Menteri PUTL. 54 . dengan Sub Ranting Sianboi 9. dengan Sub Ranting Muara Lembu 13. dengan Sub Ranting Siak Sri Inderapura 10.Ranting Bagan Siapi-api.Ranting Pasir Pangaraian.- Sub Ranting Teluk Pinang - Sub Ranting Perigi Raja - Sub Ranting Sapat - Sub Ranting Khairah Mandah - Sub Ranting Pulau Burung 7.Ranting Lipat Kain.Ranting Duri. dengan Sub Ranting Wonosari 12. dengan Sub Ranting Ujung Batu Lembaga Masalah-Masalah Ketenagaan (LMK) ditetapkan dalam pengelolaan PLN. Nomor 6/ PRT/ 1970.Ranting Selat Panjang 11.Ranting Air Molek.

6. 55 . Perubahan nama ini untuk memperjelas tugas dan fungsinya melalui : a. Pembinaan program kelistrikan. c. Pembinaan Pengusahaan Kelistrikan. secara khusus dan oleh karena itu usaha penyediaan tenaga listrik. Perkembangan Perusahaan Umum Listrik Negara Cabang Pekanbaru selanjutnya adalah dengan Perpu Nomor 11 tahun 1969 yang dimaksudkan kedalam Departemen Pertambangan dan Energi sebagai penggantian PP Nomor 18 Tahun 1972 sekaligus merupakan landasan hukum berdirinya PLN Cabang Pekanbaru.Mengingat kebijaksanaan energi sangat dibutuhkan maka ditetapkan secara rasional pada Kabinet Pembangunan III dibentuk Departemen Pertambangan dan Energi dan PLN serta PGN berpindah lingkungan dari PTUL ke Departemen Pertambangan dan Energi dibidang Ketenagaan selanjutnya ditangani oleh Direktorat Jendral Ketenagaan. Pengembangan energi baru Terlihat bahwa tugas-tugas ke Departemen. Periode Tahun 1985 sampai Tahun 2002 Mengingat tenaga listrik sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan dan peningkatan kegiatan ekonomi. sehingga PLN dengan lebih memusatkan fungsinya sebagai perusahaan. pemanfaatan dan pengolahannya perlu ditingkatkan agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang cukup merata dengan mutu pelayanan yang baik. Dalam kabinet pembangunan IV Ditjen Ketenagaan diubah menjadi Ditjen Listrik dan Energi Baru (LEB). b.

Kemudian dalam rangka peningkatan pembangunan yang berkesinambungan dibidang ketenagalistrikan diperlukan adanya upaya optimal untuk memanfaatkan sumber-sumber energi guna membangkitkan tenaga listrik. sehingga penyediaan tenaga listrik terjamin. Tetapi untuk mencapai hal tersebut pemerintah Republik Indonesia menyatakan bahwa ketentuan dan Perundang-undangan yang ada sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan kebutuhan pembangunan dibidang ketenagalistrikan. selanjutnya berdasarkan ketentuan-ketentuan dan Peraturan Pemerintah yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara. Berdasarkan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut ditetapkan bahwa PLN merupakan salah satu pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan. Kemudian pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1989 Tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik. PT. kemudian Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1990 Tentang Perusahaan Umum Listrik Negara. 56 . maka bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 Tentang Ketenagalistrikan. Perusahaan Umum Milik Negara sebelumnya merupakan Perusahaan Umum Listrik Negara yang didirikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1972 sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 1981 yang disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1994 Tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum Listrik Negara Menjadi Perseroan (Persero) dengan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1994 dilanjutkan dengan Ketetapan sebagai pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan dan meneruskan usahausaha.

b. ia dituntut untuk tetap melaksanakan kegiatan pembangunan walaupun tidak mendatangkan keuntungan bagi perusahaan seperti listrik pedesaan dan lain sebagainya yang secara bisnis kurang mendatangkan keuntungan. PLN (Persero) 1. Periode 2008 sampai sekarang Undang-Undang Ketenagalistrikan Nomor 20 Tahun 2002 kemudian dirubah menjadi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan. 8. Gambaran Umum PT. PLN (Persero) adalah sebagai berikut : 57 . Undang-Undang ini memuat beberapa perubahan antaralain setiap pihak diberi kesempatan yang sama. krisis tersebut antara lain ditandai dengan adanya pemadaman bergilir di wilayah tertentu seperti Aceh. 7. tidak ada lagi pihak tertentu diberi privilege terus menerus. PLN tidak melepaskan tanggung jawabnya dalam bidang sosial. Kehadiran Undang-Undang ini bersifat lebih terbuka terhadap investor asing sehingga investor diundang untuk masuk tanpa membedakan investor asing atau bukan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat terhadap kebutuhan akan listrik. PT. dan beberapa wilayah lainnya. Periode Tahun 2002 Sampai Tahun 2008 Krisis energi listrik di Indonesia telah menjadi masalah Nasional. Lampung. sehingga menguasai pasar. Peran Dan Tujuan Peran dan tujuan PT. kalimantan Barat. Untuk mengantisipasi hal itu maka Pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Ketenagalistrikan Nomor 20 Tahun 2002.Walaupun telah menjadi perseroan dan berorientasi bisnis.

Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. Menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dan sekaligus akumulasi profit berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan 2. 2. peduli dan pembelajar. Sedangkan Motto PT. Visi. berorientasi pada kepuasan pelanggan. mengusahakan keuntungan agar dapat membiayai pengembangan c. anggota perusahaan dan pemegang saham. Misi : 1.1. unggul dan terpercaya dengan bertumpu kepada potensi insani. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. 2. nyalakan seperlunya 58 . 3. Misi dan Moto Visi : Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang. Perusahan Listrik Negara (Persero) : Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. 4. Menyelenggarkan usaha-usaha lain yang menunjang penyediaan tenaga listrik sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. merintis kegiatan-kegiatan usaha menyediakan tenaga listrik 3. integritas. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mendorong peningkatan kegiatan ekonomi b. Mengusahakan penyediaan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai dengan tujuan : a. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait. Penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Visi dan Misi yaitu : saling percaya.

Supervisor Perencanaan Distribusi 59 . PT. 3. PT.matikan selebihnya. maka diperlukan adanya suatu struktur organisasi yang dapat diartikan sebagai susunan atau komposisi dengan meletakan dasar hubungan dari pada bagian-bagian yang satu dan lainnya. Supervisor Operasi Distribusi 3. Supervisor Jaringan Pembangkitan 2. agar setiap tugas.PLN Ranting Tembilahan dikepalai oleh seorang Manajer dan dibantu oleh 7 (lima) orang Supervisor. Selanjutnya penulis akan melampirkan struktur organisasi PT. PLN (Persero) Ranting Tembilahan menggunakan susunan organisasi garis saja. yaitu: 1. listrik di hemat manfaat didapat. sedangkan untuk Perusahaan Umum Listrik Negara wilayah ke atas menggunakan susunan organisasi garis dan staf. hemat listrik mudah caranya mudah bayarnya. PLN (persero) Ranting Tembilahan yang telah diberikan oleh perusahaan kepada penulis serta keterangan-keterangan lebih lanjut tentang tugas dan fungsi dari masing-masing bagian yang terkait dengan penelitian ini. Struktur Organisasi Organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang telah mempunyai masingmasing tugas untuk dijalankan dalam suatu kerjasama yang telah ditentukan. Mengingat PT. PLN (Persero) Ranting Tembilahan merupakan salah satu perusahaan pemerintah yang bertujuan memberikan pelayanan dibidang listrik pada masyarakat (Public Utility) dan suatu perusahaan yang bertujuan untuk mencari keuntungan dari setiap kegiatan operasional yang dilakukan. tanggung jawab dan wewenang dalam suatu organisasi menjadi lebih jelas.

mengendalikan. Adapun tugas pokok dari bagian pelayanan pelanggan adalah mengawasi. berfungsi sebagai : - pemberian pelayanan yang menyangkut pemberian tenaga listrik kepada pemohon berlangganan tenaga listrik - memberikan informasi kepada pemohon berlangganan tenaga listrik mengenai harga jual tenaga listrik serta produser pemberian tenaga listrik - memberikan penilaian terhadap kelayakan dari permohonan permintaan penyambungan listrik 2. Supervisor CATER (Catatan Meteran) 6. Bagian pelayanan pelanggan dibantu lima seksi yang mempunyai tugas dan fungsi masing-masing.4. yang berfungsi sebagai : - menyelesaikan semua ketentuan baik yang bersifat teknis maupun administratif terhadap permohonan berlangganan tenaga listrik 60 . Seksi administrasi pelanggan. Seksi pemasaran. Supervisor Administrasi dan Keuangan Sehubungan dengan penelitian ini maka penulis akan memaparkan bagianbagian yang berhubungan dengan pelayanan pelanggan tenaga listrik. Supervisor Pelayanan Pelanggan 5. piutang serta pengawasan data pelanggan. antara lain : 1. mengkoordinasikan. memberi petunjuk dan menangani pelaksanaan kegiatan pelayanan langganan serta tata usaha langganan yang meliputi kegiatan-kegiatan yang menyangkut tarif dan hasil usaha. Supervisor Penagihan 7.

Perlindungan Konsumen Terhadap PT. maka mulailah difikirkan kepentingan-kepentingan apa dari 61 . Seksi pengolahan data. mengendalikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan penagihan dan penekanan jumlah piutang - mengawasi dan mengendalikan tarif dasar listrik menyusun laporan hasil usaha 4. gaji. berfungsi sebagai : - memeriksa data masukan yang akan diolah dalam komputer yang antara lain untuk pembuatan rekening. berfungsi sebagai : - mengawasi. Seksi penagihan.- memeriksa segala kelengkapan dari permohonan berlangganan tenaga listrik sesuai dengan golongan tarif yang diminta - mengadakan peninjauan lapangan dan membuat gambar situasi bangunan - memberikan persetujuan untuk penyambungan tenaga listrik ke bangunan pelanggan 3. Seksi penyambungan. berfungsi sebagai : - melaksanakan penyambungan aliran listrik ke bangunan pemohon berlangganan tenaga listrik - melaksanakan penyambungan kembali aliran listrik pelanggan yang telah melunasi kewajiban pembayaran pemakaian tenaga listrik 5. - membuat dan mengolah data pelanggan berdasarkan gabungan tarif tenaga listrik dan pola penagihan. 4. pengendalian persediaan dan melaksanakan operasi komputer dalam rangka pengolahan data secara efisien. PLN (Persero) Seiring dengan keinginan untuk memberikan perlindungan terhadap kepentinngan konsumen.

Hukum konsumen menurut AZ. maka mereka masingmasing lebih mempertahankan dan menegakkan hak-hak mereka yang sah. AZ. Sedangkan hukum perlindungan konsumen diartikan sebagai : Keseluruhan asas-asas dan kaidah hukum yang mengatur dan melindungi konsumen dalam hubungan dan masalahnya dengan para penyedia barang atau jasa konsumen. Nasution dijelaskan bahwa kedua istilah itu berbeda yaitu bahwa hukum perlindungan konsumen adalah bahagian dari hukum konsumen. serta cara-cara mempertahankan hak dan menjalankan kewajiban itu. Hukum perlindungan konsumen dibutuhkan apabila kondisi pihak-pihak yang mengadakan hubungan hukum atau bermasalah dalam masyarakat itu tidak seimbang. Rasionya adalah sekalipun tidak terlalu cepat bagi mereka yang berkedudukan seimbang demikian.Cit. Nasution adalah : Keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah hukum yang mengatur hubungan dan masalah antar berbagai pihak satu sama lain berkaitan dengan barang atau jasa konsumen. 50 AZ. Nasution menjelaskan sebagai berikut: Hukum konsumen pada pokoknya lebih berperan dalam hubungan dan masalah konsumen yang kondisi para pihaknya berimbang dalam kedudukan sosial ekonomi. hal 36. Nasution. 62 . hak dan kewajiban produsen. Lebih lanjut mengenai definisinya itu. Hukum konsumen dan hukum perlindungan konsumen 50 oleh AZ. maupun tingkat pendidikan. didalam pergaulan hidup. Op.konsumen yang perlu mendapat perlindungan. dengan demikian hukum perlindungan konsumen mengatur hak dan kewajiban konsumen. daya saing. Kepentingan-kepentingan itu dapat dirumuskan dalam bentuk hak.

di Buka Pada Hari Sabtu.12 wib. http//www. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mempersiapkan penanganan secara nasional terhadap pencurian listrik dengan melakukan koordinasi dengan BAKORTANAS dan POLRI. tak jarang penertiban meteran listrik dilakukan tanpa memberi konsumen kesempatan untuk membela diri. 51 Secara yuridis pelaksanaan OPAL didukung Undang-Undang No.com.maka hukum perlindungan konsumen tiada lain adalah hukum yang mengatur upaya-upaya untuk menjamin terwujudnya perlindungan hukum terhadap kepentingan konsumen. 07 November 2009. Sering ketentuan hukum yang terakhir ini tidak dipakai untuk menjaring para tersangka pencuri listrik dengan alasan pembuktiannya sulit di Pengadilan. Seputar Tentang PT. oleh Parlindungan. 15 Tahun 1985 Tentang Ketenagalistrikan (yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 dan terakhir diubah menjadi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009) serta berbagai perangkat peraturan pelaksanaan lainnya. disamping Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Konsumen mengadukan nasibnya ke YLKI karena KWH meteran 51 Internet. 63 .Google. PLN Ranting Tembilahan. tiba-tiba saja terjadi penyegelan meteran (alat pembatas dan pengukur/ KWH meter) dan apa yang dikeluhkan konsumen pada November 1991 menunjukkan kenyataan tersebut. Penanganan yang disebut sebagai Operasi Penertiban Aliran Listrik (OPAL) dilakukan karena kurun waktu 1991/1992 jumlah kerugian pengadaan listrik telah mencapai Rp 150 milyar.Ketika perlindungan konsumen diartikan sebagai segala upaya yang menjamin adanya kepastian pemenuhan hak-hak konsumen sebagai wujud perlindungan kepada konsumen. pukul 17. Namun nasib konsumen korban pelaksanaan OPAL sangat kentara. Ketika gencar gaung pencurian listrik.

20 ribu sampai dengan Rp. seorang sosiolog hampir semua anak negeri disadarkan terhadap sejumlah persoalan pokok diseputar kelistrikan yang akibat padamnya listrik (black out). Pokok persoalan itu antaralain 54 : 1. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 jo. 53 64 . sebab selama ini konsumen membayar rekening listrik berkisar Rp. Op. 10 Tahun 1989. Kerawanan pada tingkat teknis yang terungkap lewat kesadaran atau keringkihan sistem jaringan interkoneksi kelistrikan kita pada kemungkinan sabotase. air minum dan gas (publik utility) sering mengejutkan kita dan konon dengan mudah bisa diatur oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab perhitungan yang dilakukan OPAL tidaklah selamanya benar. PLN wajib menyediakan tenaga listrik secara berkesinambungan dengan mutu dan keandalan yang baik.620 denda ini tidak masuk akal.com. telepon. Merujuk prinsip-prinsip yang dianut Undang-Undang Ketenagalistrikan. 30 ribu perbulannya untuk listrik berdaya 900 watt. sesuai dengan Standar Listrik Indonesia yang ditetapkan Menteri Pertambangan dan Energi berdasarkan persetujuan Dewan Standarisasi Nasional (Pasal 15 Peraturan Pemerintah No. 54 Ibid. 2. sehingga konsumen diberi Surat Panggilan agar datang ke Cabang PLN setempat. 52 Menurut Amrullah Salim salah seorang Hakim senior perhitungan meteran dan pulsa listrik. Masalah kelistrikan nasional.listrik dirumahnya disegel petugas OPAL. 10 Tahun 1989 jo. hal 211.google.Cit. Pasal 2 Ayat (4) Peraturan Menteri 52 http//www. dibuka pada 10 oktober 2009. Yusuf Shofie. Setelah melalui proses melelahkan bagian OPAL memberikan perincian denda sebesar Rp 348. akibat-akibat sosialnya ditengah-tengah masyarakat seperti terungkap lewat kesadaran berupa derajat kebergantungan masyarakat yang sudah kronis pada listrik sebagai bagian prinsip dalam siklus hidup terutama masyarakat perkotaan. Pasal 25 Peraturan Pemerintah No. 53 Menurut Cornellis LAY. Alasannya salah satu segel KWH meternya hilang satu.

3. Penghentian aliran listrik ini terlebih dahulu diberitahukan kepada masyarakat sebagai pelanggan/ konsumen selambat-lambatnya 24 jam sebelumnya. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan. seperti gempa bumi dan bencana alam. tidak memberikan hak bagi konsumen/ pelanggan untuk menuntut ganti rugi (Pasal 16 Peraturan Pemerintah No. Lain halnya dalam penghentian aliran listrik untuk sementara.PE/1991. Bila tanpa pemberitahuan PLN dapat dipersalahkan melakukan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad).Pertambangan dan Energi No. 2. Ditengah-tengah minimnya konsekuensi hukum padamnya listrik PLN dirasakan terlampau egois dalam menghitung kerugian ekonomisnya ketimbang kerugian 65 . Pelanggaran terhadap prinsip ini tentu ada konsekuensi hukumnya kecuali terbukti adanya keadaan memaksa diluar kemampuan manusia (force majeur). Atas perintah yang berwajib dan/ atau Pengadilan. 10 Tahun 1989). Keadaan yang membahayakan keselamatan umum. Tampaknya dimensi hukum padamnya listrik tidak menggembirakan bagi pelanggan/ konsumen listrik. Terhadap penghentian aliran listrik ini. PLN baru wajib memberikan kompensasi berupa reduksi dalam hal penghentian tersebut melampaui jangka waktu 3 X 24 jam (Pasal 3 Ayat (1) Butir e) Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 03P/451/M. perluasan dan rehabilitasi instalasi ketenagalistrikan. PE/1991. dalam perspektif perlindungan hukum terhadap konsumen setidak-tidaknya dua hal mengemuka disini yaitu : 1. 02P/ 451/ M. asal dipenuhinya salah satu atau lebih persyaratan sebagai berikut : 1.

Loc. 2. Dimensi keadilan bagi pelanggan/ konsumen untuk mendapatkan ganti rugi banyak dikorbankan. khusus bagi konsumen rumah tangga tidak mudah memformulasikan besarnya kerugiaan secara material akibat padamnya listrik. Ketika konsumen menjumpai masalah konsumen dihadapkan pada berbagai pembatasan yang sah menurut hukum. tentu saja ini mengundang pertanyaan apakah pasokan peralatan tersebut telah memenuhi standar dan prosedur di PLN.Cit.ekonomis yang dirasakan berbagai lapisan masyarakat lainnya yaitu pelanggan/ konsumen. Melalui konstrumen ini pemerintah dihadapkan pada beban pembuktian (burden of proof) yang berat. 10 Tahun 1989. Ini terlihat pada keinginan PLN mengajukan pada perusahaan tersebut. Dibandingkan pelanggan listrik untuk kepentingan bisnis. 66 . Pasal 25 Ayat (3) Butir d Peraturan Pemerintah No. karena harus membuktikan unsur-unsur: 55 Ardiansyah. Hak konsumen untuk mendapatkan ganti rugi dari PLN hanyalah hiasan Undang-Undang Ketenagalistrikan. 55 Namun masih dijumpai peluang yang sangat kecil untuk mengajukan gugatan ganti rugi kepada PLN atas dasar perbuatan melawan hukum (tort) sesuai ketentuan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata jo. misalnya terhambatnya kegiatan-kegiatan rumah tangga sehari-hari atau tidak berfungsinya perangkat elektronik rumah tangga karena listrik padam. khususnya konsumen rumah tangga. Evaluasi masalah teknis kelistrikan cenderung manyalahkan perusahaan pembuat peralatan-peralatan PLN. Hal-hal teknis demikian tentunya perlu transparansi kebijakan kepada masyarakat agar diketahui bagaimana mata rantai kegiatan penyediaan tenaga listrik secara berkesinambungan.

3. Dugaan adanya kelalaian dapat terjadi pada waktu : 1. Itulah sebabnya mengapa sebelum proses peradilan perkara (perdata) Hakim meminta para pihak untuk berdamai (menyelesaikan atas dasar kesepakatan para pihak). misalnya dengan memperhatikan rata-rata pemakaian perhari serta lamanya padamnya listrik. Untuk persoalan berbagai keadilan bukanlah barang haram di negara hukum. Kesalahan atau kelalaian tergugat. PLN dapat memberikan kompensasi dalam bentuk reduksi kepada konsumen rumah tangga. 10 Tahun 1989 mengetengahkan bahwa PLN bertanggung jawab atas segala kerugian atau bahaya terhadap nyawa. Perbuatan melawan hukum. kesehatan dan barang yang timbul karena kelalaiannya. 3. Penyelesaian seperti ini dirasakan lebih mempertimbangkan kemaslahatan bersama. 2.1. tidak segera melakukan tindakan pengamanan perbaikan. tanpa harus terpaku pada regulasi kelistrikan. 2. tindakan-tindakan lain yang dapat menimbulkan kerugian selama pemberian pelayanan tenaga listrik. Kerugian yang dialami konsumen/ pelanggan. Penyelesaian diluar Pengadilan bisa jadi lebih baik. padahal laporan/ informasi telah disampaikan. Apalagi komoditas listrik menyangkut 67 . Atas dasar wewenang diskresi. Hubungan kausal antara perbuatan melawan hukum dengan kerugian yang dialami konsumen. Pelaksanaan pekerjaan. Pasal 25 Ayat (3) Butir d Peraturan Pemerintah No. 4.

hal 218. 2. 3. metrologi dan tera. C. Terlampau terpaku pada regulasi bisa jadi lebih banyak mengorbankan keadilan.hajat hidup orang banyak. Op. sehingga dimensi keadilan akan mudah dirasakan bila terlampau sering dikorbankan. Menurut Roescoe Pound. makanan dan minuman. 68 . maka sangat sulit memberikan sistematika yang lengkap. 56 Yusuf Shofie. pengaturan tersebut tersebar paling tidak delapan bidang. alat-alat elektronika.Cit. Objek material hukum perlindungan konsumen mencakup semua lapangan hukum pada umumnya. Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia a. yaitu : 1. Obat-obatan dan bahan berbahaya. Perlindungan Konsumen Dalam Hukum Positif di Indonesia Pokok bahasan mengenai hukum perlindungan konsumen memang sangat luas. kendati kata “konsumen” sendiri mungkin tidak disebutkan secara tegas. Sebaliknya tanpa keadilan pun itu berarti anarki. 4. Pernah diadakan suatu inventarisasi terhadap peraturan-peraturan yang memuat materi perlindungan konsumen di dalamnya. yang penting bagaimana mengharmoniskan gerak antar diskresi yang luas dengan regulasi yang tegas dan terperinci. 56 dimensi keadilan dapat dilaksanakan dengan maupun tanpa hukum. Dari hasil inventarisasi sampai akhir tahun 1991 misalnya. Terserah pilihan mana yang akan dilakukan PLN maupun konsumen/ pelanggan.

pengawasan mutu barang. 2. pelayanan (jasa) dan industri. 7.5. terkait dengan hak-hak konsumen.4. lingkungan hidup. Klasifikasi di atas tentu masih belum lengkap dibandingkan dengan luasnya lapangan hukum perlindungan konsumen sebab. perekayasaan dan kontraktor. perasuransian 2.2. 2. perdagangan umum 1. departemen store dan supermarket. industri. Bidang pelayanan jasa 2.6 bengkel perbaikan dan pemeliharaan.1 penerbangan dan biro perjalanan. Sebagai gambaran diterbitkan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Tahun 1979 memberikan klasifikasi bidang-bidang tersebut sebagai berikut : 1. Bidang perdagangan 1. pembongkaran muatan.3. persuratkabaran.4 pembangunan gedung. 2. konsultan dan surveyor 69 . sistem komunikasi. pusat hiburan. periklanan dan jasa promosi 2. perbaikan kapal.3 pengangkutan melalui darat dan perkapalan.1.5 radio komersial. real estate dan sewa menyewa tanah.2 perhotelan dan restoran. pengiriman dan pengangkutan melalui udara 2. pengangkutan barang melalui laut dan peralatan. hampir semua lapangan perdagangan. impor/ekspor 1. 6. perbankan dan keuangan 1.

3 kendaraan bermotor. plastik. kabel dan pengelasan 3. sepatu.8 makanan. hal 95. Keputusan bersama dan beberapa Menteri. minuman. kulit.10 produk semen. produk mineral dan minyak. kerajinan tangan. pakaian dan pakaian jadi 3. penerbitan dan toko buku.6 produk kimia. Instruksi Prisiden. 70 . Peraturan Pemerintah atau yang sederajat. mesin. produk galian.11 karet. Instruksi Direktur Jendral. cat dan film 3. pertambangan dan pemboran 3.4 percetakan. dan perikanan 3.5 alat teknik. Keputusan Direktur Jendral. 57 57 Shidarta. peralatan berat dan suku cadangnya 3. seni grafis. Peraturan Menteri.Cit. kehutanan.7 pengolahan data 3. alat tulis kantor dan kertas 3. Bidang industri 3. Keputusan Gubernur dan sebagainya. Keputusan Menteri. Keputusan Kepala Badan Pelaksana Bursa Komoditi. mulai dari ordonasi (ordonatie) dan Undang-Undang (termasuk wet produk masa Pemerintahan Hindia Belanda). logam. karbon dan produk asbes 3. Op. obat.2 peralatan listrik.1 besi dan baja. maka jenis Peraturan Perundang-undangan pun sangat bervariasi. farmasi dan kaca mata dan kosmetik 3.9 perkayuan dan hasil-hasilnya 3. keramik. alat musik dan alat olahraga Sebagai konsekuensi dari keluasan lapangan yang diatur.2. alat mesin 3.7 bahan pakaian. kaca. pertanian.12 perabot rumah tangga.

sangat diperlukan adanya umbrella act. Undang-Undang tersebut mendahului UUPK. Peraturan yang dapat disebut sebagai umbrella act adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (selanjutnya disingkat UUPK). Beberapa Undang-Undang yang disebutkan UUPK adalah : 1. tetapi baru diberlakukan satu tahun kemudian (tanggal 20 April 2000). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 Tentang Kamar Dagang dan Industri. 8. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi Legal. 3. Untuk mencegah hal itu. 7. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1961 Tentang Barang. 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 Tentang Perindustrian. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1985 Tentang Ketenagalistrikan. menjadi Undang-Undang. Adapun Peraturan-Peraturan lain. baik yang setingkat dengan UndangUndang maupun yang dibawahnya. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 Tentang Wajib Daftar Perusahaan. Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) sendiri dalam penjelasan umumnya menyebutkan sejumlah Undang-Undang yang dapat dikategorikan sebagai peraturann hukum sektoral. 5. 2. yang disahkan tanggal 20 April 1999. 71 . 4.Pembagian bidang-bidang perlindungan konsumen di atas dan beragamnya jenis peraturan yang melingkupinya menuntut adanya konsistensi. Penundaan ini dianggap perlu untuk melengkapi berbagai pranata hukum yang diperlukan. merupakan pengaturan yang lebih bersifat sektoral. baik dalam substansi maupun penerapannya dilapangan. Undang-Undang Nomor 2 tahun 1966 Tentang Hygiene.

Undang-Undang 58 Undang-Undang Terakhir Tentang hak Cipta adalah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Undang-Undang terakhir Tentang Paten adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 60 Undang-Undang Terakhir Tentang Merek adalah Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 59 72 . Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Penyiaran. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan.9. Beberapa diantara peraturan diatas sudah tidak berlaku lagi. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan. 10. misalnya UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Lingkungan Hidup. 19. 14. 59 16. Daftar peraturan di atas menunjukkan keterkaitan UUPK dengan peraturan lainnya. Daftar tersebut dapat diperpanjang dengan menyebut beberapa Undang-Undang lain. 11. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan atas Undang-Undnag Nomor 6 Tahun 1982 Tentang Hak cipta sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 7 Tahun 1987. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan. 18. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1997 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1992 Tentang Merek. 58 15. 13. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil. 20. 60 17. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1997 Tentang ketenagakerjaan. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 Tentang Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1997 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1989 Tentang Paten. 12. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 Tentang Perseroan Terbatas.

Prenadamedia. 61 Untuk memberikan gambaran pengaturan hukum perlindungan Konsumen secara komprehensif dalam hukum positif Indonesia lainnya yaitu sebagai berikut : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. 73 . Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak. landasan yuridis tertinggi terdapat dalam Undang-Undang Dasar 1945 yakni Pasal 27 Ayat (1) dalam ketentuan tersebut dinyatakan bahwa : “segala warga negara Indonesia bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Hukum perlindungan konsumen juga ditemukan di dalam berbagai peraturan lain yang berlaku. Undang-Undang Dasar 1945 Menurut hukum positif indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 Tentang psikotropika. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. hal 69. sekalipun tidak khusus dan diterbitkan sebagai upaya perlindungan konsumen. Sebagai warga Negara kedudukan hukum konsumen tidak boleh lebih rendah daripada 61 Susanti Adi Nugroho. Bandung : 2006. Proses Penyelesaian Sengketa Konsumen Ditinjau Dari Hukum Acara Serta Kendala Implementasinya.Nomor 10 Tahun 1992 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Pasal tersebut pada dasarnya memberi landasan korstitusional bagi perlindungan konsumen di Indonesia karena dalam ketentuan itu secara jelas dinyatakan bahwa kedudukan hukum semua warga negara adalah sama (sederajat). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Perdagangan Berjangka Komoditi. tetapi setidaknya dapat menjadi sumber terhadap perlindungan konsumen.

Tidak mungkin ada badan usaha yang mampu memproduksi semua barang dan jasa secara mandiri. 2. Landasan konstitusional tersebut erat pula kaitannya dengan konsep bahwa setiap orang adalah konsumen. Kecendrungan demikian seharusnya dapat memperkuat komitmen konstitusional sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 27 UUD 1945. mereka memiliki hak-hak dan kewajiban yang seimbang satu sama lainnya. dan mulai memusatkan perhatiannya pada core business nya. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang merupakan lex specialis. Tidak ada orang yang tidak mengkonsumsi barang dan atau jasa pihak lain. Perusahaan-perusahaan yang berskala besar yang lazim disebut konglomerat sekalipun dalam era perdagangan bebas dan pasar global dewasa ini. Keluasan hukum keperdataan sekilas segera tampak dari judul-judul buku dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Produksi barang dan atau jasa tidak berarti apa-apa tanpa dilanjutkan dengan konsumsi.produsen atau pemasar produk si produsen. Dalam asas hukum dikatakan. sementara Kitab Undang-Undang Hukum Perdata adalah lex generalisnya. maka yang khusus inilah yang digunakan (lex specialis derogat lex generalis). Hukum Keperdataan Hukum keperdataan secara substansial merupakan area hukum yang sangat luas dan paling dinamis. jika terjadi perselisihan pengaturan antara Undang-Undang yang khusus dan Undang-Undang yang lebih umum. 74 . justru cenderung membatasi diversifikasi usahanya.

62 62 Shidarta. 2. atau tidak merawatnya sepatutnya guna menyelamatkannya”. 1264. ia sama sekali tidak akan membeli barangnya. Pasal 1322. 1391. misalnya dari semakin banyaknya bentukbentuk perjanjian. Op. 1275. Pasal 1235 (jo. 1550. 1473. Istilah lain yang sepadan dengan itu adalah seperti pembeli. 1445. 1473. 1482.Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata memang sama sekali tidak pernah disebut-sebut kata “konsumen”. 1560. Pasal-pasal yang dimaksud adalah : 1. 1157. 75 . 1444. yang membuat barang itu tak sanggup untuk pemakaian yang dimaksudkan itu. dan si berutang (debitur). 1234. Pasal 1033. 1365. jika ia membawa dirinya dalam keadaan tak mampu untuk menyerahkan kebendaannya. penyewa. Cit. Pasal 1236 (jo. Pasal 1504 (jo. Dinamika yang dimaksud dapat diamati. 1474. hal 100. Pasal 1235. 1236. 1744) : “Dalam tiap-tiap perikatan untuk memberikan sesuatu adalah termaktub kewajiban si berutang untuk menyerahkan kebendaan yang bersangkutan dan untuk merawatnya sebagai seorang bapak rumah yang baik sampai pada saat penyerahan”. 1444. Ketentuan dalam hukum perdata di atas jelas masih terlalu umum untuk mengantisipasi perkembangan bidang hukum perdata yang sangat dinamis itu. atau tidak akan membelinya selain dengan harga yang kurang”. rugi dan bunga kepada si berpiutang. 1491. 1480) : “Si berutang adalah berwajib memberikan ganti biaya. 1504 s/d 1511) : “Si penjual diwajibkan menanggung terhadap cacat tersembunyi pada barang yang dijual. 3. sehingga seandainya si pembeli mengetahui cacat itu. 1474.

64 Kata perutangan ini menunjukkan adanya hubungan hukum yang terjadi antara debitur dan kreditur. masalah perikatan secara umum diatur dalam Buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Adanya hubungan hukum berupa perjanjian tentu saja sangat membantu memperkuat posisi konsumen sewaktu berhadapan dengan pihak yang merugikan hakhaknya. hal 1-2 Shidarta. Jadi disini selalu terkait kepentingan ekonomis (geldelijk belang). Perjanjian ini perlu dikemukakan karena merupakan salah satu sumber lahirnya perikatan. 64 76 . bukan sekedar kepentingan moral kesusilaan (zeldelijke belang). artinya perikatan tersebut dikaitkan dengan hak-hak teretntu yang mempunyai nilai ekonomis. 63 Perikatan yang berhubungan dengan kepentingan ekonomis ini disebut juga dengan “perutangan”. yang terletak dalam lapangan harta kekayaan.Aspek perjanjian ini dalam hukum perlindungan konsumen merupakan faktor yang sangat penting. Loc. Cit. 63 Shidarta. Cit. Pandangan yang prinsipil seperti itu hendaknya dapat ditinjau kembali. Tanggung Jawab Produk dan Sejarah Perkembangannya di Beberapa Negara” (makalah dibawakan dalam penataran Hukum Perikatan II. Ujung Pandang. Toar. Agnes M. tgl 17-29 Juli 1989). Dalam perjanjian sejarah hukum perlindungan konsumen pernah ada suatu kurun waktu yang menganggap unsur perjanjian mutlak harus ada terlebih dahulu barulah konsumen dapat memperoleh perlindungan yuridis dari lawan sengketanya. Op. Perikatan dapat bersumber dari perjanjian dan dari Undang-Undang dalam hukum positif Indonesia. Jika hak itu tidak dipenuhi maka ada konsekuensi yuridis untuk menggantinya dengan jumlah uang tertentu. hal 101. walaupun bukan faktor mutlak yang harus ada. Perikatan yang terdapat pada kodifikasi hukum itu adalah perikatan dalam lapangan hukum kekayaan.

Pengaturan perikatan di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
merupakan pengaturan secara umum saja. Pengaturan yang bersifat umum tersebut
dengan demikian juga mengikat perikatan-perikatan yang dibuat dalam dunia
perdagangan, khususnya yang diatur oleh Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Hal
ini ditegaskan pula oleh Pasal 1 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang : “Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata berlaku juga bagi hal-hal yang diatur dalam Kitab
Undang-Undang ini, sekedar di dalam Kitab Undang-Undang ini tidak diatur secara
khusus menyimpang.” Anak kalimat terakhir dari Pasal tersebut mengisyaratkan
berlakunya asas “lex specialis derogat lege generalis” (pengaturan yang khusus
mengenyampingkan peraturan yang umum).
Perikatan dapat terjadi karena dua sebab, yaitu karena adanya perjanjian dan
karena Undang-Undang. 65 Dua pengertian ini sangat mempengaruhi perlindungan dan
penyelesaian sengketa hukum yang melibatkan kepentingan konsumen di dalamnya.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menerima dan mengatur sumber perikatan ini.
Pada perikatan karena perjanjian, para pihak bersepakat untuk mengikatkan diri
melaksanakan kewajiban masing-masing dan untuk itu masing-masing memperoleh
hak-haknya. Kewajiban para pihak tersebut dinamakan prestasi, pihak yang menikmati
prestasi disebut kreditur dan pihak yang wajib menunaikan prestasi disebut debitur.
Dengan demikian transaksi yang dibuat konsumen, baik produsen maupun konsumen
keduanya dapat saja berdiri pada posisi sebagai kreditur atau debitur tergantung dari
sudut mana kita melihatnya.

65

Lihat Pasal 1233 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

77

Agar perjanjian itu memenuhi harapan kedua pihak masing-masing perlu
memiliki itikad baik untuk memenuhi prestasinya secara bertanggung jawab. 66 Hukum
disini berperan untuk memastikan bahwa kewajiban itu memang dijalankan dengan
penuh tanggung jawab sesuai kesepakatan. Tanggung jawab pihak pelaku usaha kepada
konsumen atas produk barang dan/atau jasa, dilaksanakan terhadap produk barang
dan/atau jasa, baik yang sifatnya nyata/dapat dilihat dan di pegang, maupun yang tidak
dapat dilihat/dipegang, seperti listrik. 67 Tidak dipenuhinya tanggung jawab menurut
ruang lingkup hukum perdata, dikenal dengan nama wanprestasi. Maka pihak yang
dirugikan dapat menuntut pemenuhannya berdasarkan perjanjian tersebut. Penuntutan
ini ditegaskan dalam Pasal 1338 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Pasal 1338 tersebut membuka kesempatan untuk diadakan gugatan ke muka
Pengadilan. Pengadilanlah yang akan memutuskan apakah gugatan tersebut dapat
dibenarkan.
Selain perikatan bersumber dari perjanjian, perikatan juga bersumber dari
Undang-Undang. Perikatan yang timbul karena Undang-Undang ini dibedakan dalam
Pasal 1352 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menjadi : (1) perikatan yang
memang ditentukan oleh Undang-Undang, dan (2) perikatan yang timbul karena
perbuatan orang. Kriteria perikatan yang timbul karena perbuatan orang ini ada yaitu :
(1) memenuhi ketentuan hukum, disebut perbuatan menurut hukum, dan (2) tidak
memenuhi ketentuan hukum, disebut perbuatan melawan hukum.

66

Wirjono Prodjoddikoro, Asas-asas Hukum Perjanjian, Alumni, Bandung : 2000, hal 6.
Jerry J. Philips, Produk Liability, In A Nutshell, 3nd ed, West Publishing Co (1988), hal 1-2 dalam, H.
E saefullah, Tanggung Jawab Produsen (product liability) Dalam Era Perdagangan Bebas (Husni
Syawali dan Neni Sri Imaniyati), Hukum…Op Cit, hal 44.
67

78

Dalam kaitannya dengan hukum perlindungan konsumen kategori kedua, yaitu
perbuatan melawan hukum, sangat penting untuk dicermati lebih lanjut karena paling
memungkinkan untuk digunakan oleh konsumen sebagai dasar yuridis penuntutan
terhadap pihak lawan sengketanya.
Perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) dicantumkan dalam Pasal
1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata kata “hukum” (recht) pada istilah
“perbuatan melawan hukum” itu tidak dijelaskan oleh Undang-Undang, sehingga
memunculkan berbagai penafsiran. Ada penafsiran yang hanya melihat hukum secara
sempit, yakni terbatas pada Undang-Undang, 68 namun ada pula yang menafsirkannya
secara luas, yaitu Undang-Undang ditambah dengan unsur kesusilaan dan kepatutan.
3. Hukum Pidana
Pengaturan hukum positif dalam lapangan hukum pidana secara umum terdapat
dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Istilah “konsumen” tidak disebutkan oleh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,
walaupun demikian secara implisit dapat ditarik beberapa Pasal yang memberikan
perlindungan bagi konsumen antara lain :
1. Pasal 204 : Barang siapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagikan
barang yang diketahui bahwa membahayakan nyawa atau kesehatan orang, padahal
sifat berbahaya itu tidak diberitahukan diancam dengan pidana penjara paling lama
lima belas tahun. Jika perbuatan mengakibatkan matinya orang, yang bersalah
dikenakan pidana penjara seumur hidup atau pidan penjara selama waktu tertentu
paling lama dua puluh tahun.
68

Komar Kantaatmadja, Tanggung Jawab profesional,” Jurnal Era Hukum Tahun III No. 10 (Oktober
1996) hal 4.

79

Jika perbuatan mengakibatkan matinya orang. 3. Pasal 360 : Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan oranglain mendapat luka-luka berat diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun. atau membikin tak 80 . atas kerugian penanggung asuransi atau pemegang surat bodemerij yang sah. mendamparkan. merusakkan. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak tiga ratus rupiah. Pasal 382 : Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. 5. tanpa diketahui sifatnya berbahaya oleh yang membeli atau yang memperoleh. 4. menghancurkan. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun. Barangbarang itu dapat disita. diserahkan atau dibagibagikan. Pasal 359 : Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan matinya oranglain. Barang siapa karena kelapaannya menyebabkan oranglain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan. menimbulkan kebakaran atau ledakan pada suatu barang yang dipertanggungkan terhadap bahaya kebakaran atau mengaramkan. Pasal 205 : Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan bahwa barang-barang yang berbahaya bagi nyawa atau kesehatan orang dijual. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau kurungan paling lama enam bulan atau denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.2. yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau kurungan paling lama satu tahun. jabatan atau pencaharian selama waktu tertentu.

seorang penjual yang berbuat curang terhadap pembeli : (1) karena sengaja menyerahkan barang lain daripada yang ditunjuk untuk dibeli. kapal yang dipertanggungkan atau yang muatannya maupun upah yang akan diterima untuk pengangkutan muatannya yang dipertanggungkan. Pasal 382 bis : Barang siapa untuk mendapatkan. 6. karena persaingan curang. melangsungkan atau memperluas debit perdagangan atau perusahaan kepunyaan sendiri atau orang lain. dengan menggunakan tipu muslihat. melakukan perbuatan curang untuk menyesatkan khalayak umum atau seorang tertentu diancam. Pasal 390 : Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau oranglain secara melawan hukum dengan menyiarkan kabar bohong yang menyebabkan harga barang-barang dagangan. dana-dana atau surat-surat berharga menjadi turun atau naik. Lapangan pengaturan 81 . (2) mengenai jenis keadaan atau banyaknya barang yang diserahkan. jika perbuatannya itu dapat menimbulkan kerugian bagi konkurenkonkurennya atau konkuren-konkuren oranglain. Selain di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terdapat banyak sekali ketentuan pidana yang beraspekkan perlindungan konsumen. diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak tiga belas ribu lima ratus rupiah. ataupun yang atasnya telah diterima uang bodemerij diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. 8. 7.dapat dipakai. Pasal 383 : Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Bandung : 2003. Karena ketika bersinggungan dengan masalah hak-hak yang bernuansa publik. maka harus dilakukan penyelesaian melalui instrumen hukum pidana. Penyelesaian Sengketa Konsumen Menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen (Teori Dan Praktek Penegakkan Hukum). PT. Bagian II. PT. Perlindungan yang diberikan porsi terbanyak justru kepada individual atau badan yang menjadi 69 Yusuf Shofie. Tindak pidana berupa pembajakan hak cipta. hal 195. 70 Munir Fuady. misalnya sekarang diubah dari delik aduan menjadi delik biasa. dan hak atas merek. Lebih jauh dikatakan David Tench bahwa kehadiran hukum pidana merupakan keharusan dalam menegakkan hak-hak konsumen. khususnya berkaitan dengan penegakan hak-hak konsumen. Citra Aditya Bakti. Bandung : 1993. dan kerugian konsumen telah bertentangan dengan norma-norma yang dapat menjadi kejahatan. namun peraturan-peraturan dibidang hak atas kekayaan intelektual yang sebenarnya bersinggungan erat dengan kepentingan konsumen. 70 Ketentuan-ketentuan di lapangan hukum kesehatan dapat dikatakan merupakan instrumen hukum yang paling luas. ternyata belum secara intens mengarahkan perhatiannya kepada kepentingan tersebut. 69 Menurut david Tench. dewasa ini diberi perhatian yang cukup besar khususnya dari sudut penerapan sanksi pidananya. paten. Selain itu juga dalam pengaturan hak-hak atas kekayaan intelektual (intellectual property rights). seperti hak cipta. hal 115. 82 . Hukum Bisnis Dalam Teori Dan Praktek. bahwa hukum pidana merupakan hukum yang ampuh dalam menanggulangi perilaku-perilaku curang pada pelaku ekonomi. namun tidak berarti memadai bagi/untuk mengatur hak-hak konsumen dibandingkan dengan lapangan hukum lainnya.yang paling luas kaitannya dengan hukum perlindungan konsumen terdapat pada bidang kesehatan. Citra Aditya Bakti.

4. Sanksi-sanksi hukum secara perdata dan pidana seringkali kurang efektif jika tidak disertai sanksi administratif. hukum administrasi negara adalah instrumen hukum publik yang penting dalam perlindungan konsumen. Jadi tetap ada sandaran peraturannya Cuma diberi penafsiran yang lebih luas. 83 . Hanya inti (rasio) dari peraturan itu yang masih dipertahankan. Sanksi administratif. Kecendrungan seperti yang terjadi pada hukum bidang hak atas kekayaan intelektual itu seharusnya mulai diantisipasi. Pengakomodasian ini penting karena berbeda dengan lapangan hukum perdata. dalam hukum pidana dikenal larangan melakukan analogi 71 akibatnya para penegak hukum (dalam hal ini khususnya hakim) tidak dapat dengan leluasa menetapkan tindak pidana yang baru diluar rumusan Undang-Undang. Dalam Pasal 60 UUPK. Tampaknya penetapan ganti rugi 71 Analogi berbeda dengan pengertiannya dengan penafsiran eksentif. makna suatu rumusan diberi pengertian menurut kebutuhan masyarakat saat itu.pemegang hak-hak atas. seandainya tidak tertampung dalam Undang-Undang yang bersifat khusus dan sektoral. Hukum Administrasi Negara Seperti halnya hukum pidana. bukan kepada konsumen sebagai bagian terbesar masyarakat Indonesia. bentuk sanksi administratif diperluas yakni dapat berbentuk penetapan ganti rugi. Menurut Moeljanto. ditujukan kepada pelaku usaha baik produsen (prinsipil) maupun pelaku usaha lain yang mendistribusikan produknya. hanya dikonotasikan sebagai pencabutan sepihak ijin yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku usaha. yang berbeda dengan makna tatkala rumusan itu dibuat oleh pembentuk Undang-Undang. Jika ini dilakukan. hanya ada perbedaan graduil. dapat diakomodasikan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. hal 29 (pada hakikatnya penafsiran eksentif dan analogi itu sama. cetakan 4. Jakarta : 1987. Azas-azas hukum Pidana. Dalam penafsiran eksentif. hal ini jelas bertentangan dengan asas legalitas. Sebaliknya pada analogi sudah tidak ada lagi bersandar pada suatu peraturan. Bina aksara. Semula sanksi administratif.

sanksi administratif dapat diterapkan secara langsung dan sepihak. sehingga berlaku efektif. mekanisme dan proses penjatuhan hukuman yang biasanya berbelit- 84 . mengingat Pasal 60 UUPK adalah Aturan Tentang Kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Produksi dapat berupa barang dan atau jasa. Ada beberapa alasan untuk mendukung pernyataan ini : Pertama. Persetujuan kalaupun itu dibutuhkan hanya dari pihak-pihak atau instansi-instansi pemerintah yang terkait. Sanksi administratif. apabila dibandingkan dengan sanksi perdata atau pidana. Nilai ganti rugi dan pidana yang dijatuhkan. Pembelaan diri tersebut dengan cara antara lain mengajukan kasus tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Hal ini dampaknya secara tidak langsung. mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan keuntungan yang diraih dari perbuatan negatif produsen.lebih menonjol dalam UUPK. Adapun pemulihan hak-hak korban (konsumen) yang dirugikan bukan lagi instrumen hukum administrasi negara. sanksi perdata dan/ atau pidana seringkali tidak membawa efek jera bagi pelakunya. Kedua. tetapi sanksi itu sendiri dijatuhkan terlebih dahulu. yang notabene bukan pemerintah yang menerbitkan izin tersebut. tidak perlu melalui proses Pengadilan. diberi kesempatan untuk membela diri. Pencabutan izin hanya bertujuan menghentikan proses produksi dan produsen/ penyalur. Dikatakan demikian karena penguasa sebagai pihak pemberi izin tidak perlu meminta persetujuan terlebih dahulu dari pihak manapun. hak-hak konsumen yang dirugikan dapat dituntut dengan bantuan hukum perdata dan atau hukum pidana. dapat melindungi konsumen yakni mencegah jatuhnya lebih banyak lagi korban (konsumen). Sanksi administatif ini seringkali lebih efektif. Namun bagi pihak yang dikenakan sanksi administratif. Selain itu ditambah lagi.

Hukum Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat memberikan definisi tentang istilah konsumen.belit dan membutuhkan proses yang lama.” 72 Batasan ini mirip secara garis besar maknanya dengan pengertian yang dinyatakan di dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen.Undang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat 72 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat 85 . 5. Mestinya kedua pertimbangan tersebut seharusnya tidak menjadi alasan pembenar bagi pengusaha yang merugikan konsumen sebagai bagian tersebas dalam masyarakat dan merupakan kepentingan publik. Sehingga konsumen sering menjadi tidak sabar. Sanksi administratif terhadap perusahaan-perusahaan yang mencemari lingkungan masih jarang dilakukan. Pemerintah tampaknya menjadikan sanksi administatif ini sebagai ultimum remendium. baik untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan oranglain. karena dikaitkan dengan pertimbangan tenaga kerja dan perpajakan. Undang. Untuk gugatan secara perdata konsumen juga menjadi tidak sabar dan konsumen sering dihadapkan pada posisi tawar-menawar yang tidak selalu menguntungkan apabila dibandingkan dengan si produsen. sepanjang memang didukung oleh bukti-bukti yang cukup. Pemerintah masih mengandalkan inisiatif konsumen untuk mempermasalahkannya. Seperti ketentuan yang tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. tetap ada kendala dalam penerapannya. yaitu : ”Setiap pemakai dan atau pengguna barang dan atau jasa. Walaupun secara teoritis instrumen hukum administrasi negara ini cukup efektif.

Jurnal Hukum Bisnis. juga mampu merugikan konsumen. karena dengan tidak adanya pesaing maka sang pelaku usaha berada dalam posisi dominan dan mudah bertindak semena-mena menetukan dan memainkan harga serta cendrung kurang optimal dalam mengontrol kualitas produknya. T. Penetapan Harga Dan Perlindungan Konsumen Di Pasar Telekomunikasi Seluler Indonesia. Jakarta : 2005. Panta Rei. 74 Yakub Adi Krisanto. Vol 28 No. H. 86 . Praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat selain dapat merugikan pelaku usaha lainnya dengan menjadikan pelaku usaha lainnya menjadi lemah atau tidak mampu lagi memasuki pasar bahkan sampai pada usahanya menjadi mati.juga membatasi kegiatan-kegiatan pelaku usaha dalam melakukan kegiatan-kegiatan monopoli perdagangan barang dan atau jasa yang pada akhirnya dapat merugikan pihak konsumen sebagai pengguna barang dan atau jasa tersebut. karena Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang tidak berorientasi kepada konsumen akan berimplikasi kepada ketidakberpihakan otoritas pengawas persaingan usaha dalam melaksanakan penilaian perbuatan dan perjanjian yang anti persaingan yang pada akhirnya tidak menempatkan konsumen sebagai pihak yang terkena dampak dari perilaku pelaku usaha. hal 47-48. Tarif SMS. 73 Sehingga tidak benar apabila Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam tujuannya tidak secara tegas menempatkan kepentigan konsumen sebagai tolak ukur adanya praktek monopoli atau persaingan usaha tidak sehat dengan alasan bahwa kepentingan konsumen telah terakomodasi di dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen. 2 Tahun 2009. hal 26. Siahaan. Hukum Konsumen (Perlindungan Konsumen Dan Tanggung Jawab Produk). 74 73 N.

87 .Cit. it functions only when this elements is presents”. Melalui petunjuk inilah lalu ditentukan hukum atau pengadilan mana yang akan menyelesaikan perselisihan hukum tersebut. Kondisi suatu negara sangat dominan menentukan seberapa jauh gerakan ini mendapat tempat di masyarakatnya. Private Internasional Law. melainkan bagian dari Hukum Perdata Nasional. 75 Hukum Internasional Publik sering dinilai sebagai instrumen hukum yang mandul dalam menangani banyak kasus hukum yang berdimensi lintas negara. Hukum Perdata Internasional hanya berisi petunjuk tentang hukum nasional mana yang akan diberlakukan jika terdapat kaitan lebih dari satu kepentingan hukum nasional. C. 75 G.6. namun intensitas gerakan tersebut tidak selalu sama pada tiap-tiap negara. Kepentingan nasional masing-masing negara kerapkali membuatnya harus menjadi macan kertas yang dengan sendirinya tidak bergigi dan tidak mempunyai kekuatan memaksa. Hukum perdata internasional sesungguhnya bukan hukum yang berdiri sendiri. yang biasanya dikenal sebagai hukum internasional publik. Op. Masalah perlindungan konsumen merupakan salah satu bukti diantaranya gerakan konsumerisme memang berkembang pesat diberbagai penjuru dunia. Menurut Cheshire dan North.M. dalam Shidarta. Kedua. Hukum Transnasional Sebutan hukum transnasional mempunyai dua konotasi. pertama hukum transnasional yang berdimensi perdata. hukum internasional yang berdimensi publik. hal 120. “Private internasional law comes into operation whenever the court is seised of suit that contains a foreign element. ed. Cheshire dan P. North. yang lazim disebut hukum perdata internasional. 11 (London : Butterworths 1987) hal 3.

Tersedianya informasi yang memadai bagi konsumen untuk memberikan mereka kemampuan melakukan pilihan yang tepat sesuai kehendak dan kebutuhan pribadi. 2. 4. Op. Terakhir masalah perlindungan konsumen dimuat dalam Resolusi No. Walaupun bagitu. Demikian pula halnya dengan resolusi-resolusi yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang notabene tanpa diratifikasi pun seharusnya berlaku secara serta merta terhadap semua negara anggota badan dunia. 39/248 Tahun 1985. Tersedianya upaya ganti rugi yang efektif. Pendidikan konsumen.Sumber terpenting dari hukum Internasional adalah perjanjian antar negara dan konvensi-konvensi Internasional. 6. 88 . Promosi dan perlindungan dari kepentingan sosial ekonomi konsumen. keberadaan sumber-sumber hukum Internasional ini tetap tidak banyak. Cit. Kebebasan untuk membentuk organisasi konsumen atau organisasi lainnya yang relevan dan memberikan kesempatan kepada organisasi tersebut untuk menyuarakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan mereka. artinya jika belum diratifikasi oleh negara yang bersangkutan. hal 76. Di dalam Guidelines for consumer pontection (bagian II tentang Prinsip-Prinsip Umum) dinyatakan hal-hal apa saja yang dimaksud dengan kepentingan konsumen (Legimate needs) 76 adalah : 1. 76 Az. 5. Perlindungan konsumen dari bahaya-bahaya terhadap kesehatan dan keamanannya. Nasution. Salah satu resolusi yang pernah dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah tentang perlindungan konsumen. 3.

Munculnya gagasan ini secara historis berkaitan dengan rasa mawas diri terhadap promosi untuk memperlancar arus perdagangan dalam dan luar negeri. Lokasi penelitian meliputi 25 negara anggota. kendati demikian jika prinsip-prinsip umum Resolusi No. Hal ini berarti resolusi tersebut cukup representatif untuk mewakili suara konsumen di seluruh belahan dunia. maka setidaknya hak-hak konsumen di negara yang bersangkutan akan memperoleh perhatian secara memadai. kemudian kegiatan promosi ini atas desakan masyarakat harus diimbangi dengan langkah-langkah pengawasan agar masyarakat selaku konsumen tidak dirugikan. Organisasi yang membawa misi perlindungan hak-hak konsumen secara bijak menyadari betapa kondisi suatu negara tidak selalu mampu menampung kepentingan konsumen ke dalam perangkat hukum positifnya. bekerjasama dengan badan-badan intern Perseriktan Bangsa-Bangsa. Perlindungan Konsumen Dalam Persefektif Undang-Undang Perlindungan Konsumen 1. Lembaga Swadaya Masyarakat. b. Sejarah Terbentuknya Undang-Undang Perlindungan Konsumen Masalah perlindungan konsumen di Indonesia.Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut dikeluarkan setelah melalui proses penelitian yang cukup panjang selama kurang lebih 20 Tahun. 39/248 Tahun 1985 itu dihormati. Gerakan yang diprakasai oleh YLKI ini mencatat prestasi besar setelah naskah akademik UUPK berhasil dibawa ke DPR selanjutnya Rancangan tersebut disahkan 89 . dikenal sejak tahun 1973 yang ditandai lahirnya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada bulan mei 1973. dan pemerintah negara-negara bersangkutan.

Ela Sartika Sari. hal 94. hal ini dilatarbelakangi perlunya masyarakat Indonesia untuk lebih menyadari akan segala hakhaknya dan kewajiban-kewajibannya terhadap pelaku usaha seperti yang dinyatakan dalam Konsiderans UUPK tersebut bahwa untuk meningkatkan harkat dan martabat konsumen perlu meningkatkan kesadaran. Hal ini dikarenakan setelah Pemerintah RI mengesahkan Undang-Undang No. kepedulian. Namun.menjadi Undang-Undang. Sebenarnya Rancangan UUPK tersebut telah diberikan sejak tahun 1980 dan akan diprioritaskan untuk di bahas di DPR. 2. maka Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen selanjutnya disingkat UUPK dalam penelitian ini. PT. Jakarta : 2004. Grasindo. pengetahuan. Hukum Dalam Ekonomi. 7 Tahun 1994 Tentang Agreement Estabilishing The World Trade Organization (persetujuan pembentukan organisasi perdagangan dunia). baru 19 Tahun kemudian dengan berbagai perjuangan dan bergantinya pemerintahan dan dengan adanya keinginan masyarakat untuk melindungi diri dan berhati-hati dengan produk barang dan atau jasa. dan 77 Advendi Simangusung. 90 . Disahkannya UUPK ini tidak terlepas juga dari desakan dunia Internasional. 77 Salah satunya adalah Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Latar Belakang Pada tanggal 20 April 1999 Pemerintah RI mengeluarkan dan mengundangkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. yang mewajibkan bagi Indonesia untuk mengikuti standar-standar hukum yang berlaku dan diterima luas oleh negara-negara anggota WTO. kemampuan. disahkan dan diundangkan pada tanggal 20 April 1999.

serta menumbuhkembangkan sikap pelaku usaha yang bertanggungjawab. karena kurang atau terbatasnya informasi yang disediakan. pengguna maupun pemakai barang dan/ atau jasa yang disediakan oleh pelaku usaha. Berbagai penguasaan atas kepentingan-kepentingan yang meliputi hajat hidup orang banyak oleh Badan Usaha Milik Negara maupun Badan Usaha Milik Daerah sedikit banyaknya turut memperburuk hak-hak konsumen dalam praktek. Konsumen tidak hanya dihadapkan pada persoalan ketidakmengertiannya ataupun kejelasan akan pemanfaatan. Pengertian perlindungan konsumen menurut Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen adalah : “Segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlindungan konsumen”. serta tidak dapat ditawar menawar oleh konsumen manapun. Konsumen tidak hanya dihadapkan pada keadaan yang dapat memilih yang terbaik bagi dirinya. melainkan juga terhadap barganing position yang kadang kala sangat tidak seimbang dan pada umumnya tercermin dalam perjanjian baku yang siap untuk ditandatangani maupun dalam dalam bentuk klausula atau ketentuan baku yang tidak informatif.kemandirian konsumen untuk melindungi dirinya.melainkan juga pada keadaan dimana ia tidak dapat melakukan pilihan karena penguasaan serta monopoli oleh satu atau lebih pelaku usaha atas kebutuhan utama atau dapat disebutkan sebagai kebutuhan vital konsumen dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) yang bermaksud untuk melindungi kepentingan konsumen bagi para pelaku usaha memuat hal-hal yang diperkirakan memudahkan konsumen mempertahankan diri dan keluarganya dalam 91 .

diharapkan akan dapat memberikan pengaruh positif terhadap pelaku usaha dan konsumen sekaligus bahwa perlindungan konsumen sebenarnya tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan konsumen tetapi juga bagi kepentingan pelaku usaha. bahwa prinsip-prinsip yang harus mendasari pengaturan mengenai perlindungan konsumen adalah prinsip keadilan dalam berinteraksi dan berinterelasi antara para pelaku usaha dengan konsumen. 92 . Strict Liability Prinsip ini sangat efektif untuk melindungi konsumen karena strict Liability merupakan pertanggungjawaban yang tidak mendasarkan pada unsur-unsur kesalahan dari pelaku usaha sebagaimana layaknya penyelesaian perkara di 78 Endang Sri Wahyuni.memenuhi dan menggunakan produk konsumen untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Prinsip-Prinsip Umum Perlindungan Konsumen Menurut Agus Brotosusilo seperti dikutip Endang Sri Wahyuni 78 dari seminar nasional dengan tema “dampak Undang-Undang Perlindungan Konsumen Bagi Pelaku Usaha dan Konsumen” yang diselenggarakan oleh KADIN di hotel Borobudur Jakarta 31 Agustus 1999. Prinsip tersebut menurut Agus Brotosusilo harus diimplementasikan dalam beberapa prasyarat yang tidak dapat ditawar-tawar lagi bagi perlindungan konsumen agar dapat berlaku efektif. 3. PT.Citra Aditya Bakti. hal 85. Aspek Hukum Serifikasi dan Keterkaitannya Dengan Perlindungan Konsumen. Bandung 2003. Perlindungan konsumen sebagai acuan untuk dapat mendidik masyarakat untuk lebih menyadari segala hak-hak dan kewajiban yang dimiliki terhadap pelaku usaha dan menumbuhkembangkan sikap pelaku usaha yang bertanggung jawab. Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Prinsip-prinsip tersebut adalah : a.

Shidarta. Prinsip tanggung jawab mutlak dalam hukum perlindungan konsumen secara umum digunakan untuk menjerat pelaku usaha khususnya produsen barang yang memasarkan produknya yang merugikan konsumen. Cit. (3) asas ini dapat memaksa produsen lebih berhati-hati. yang diderita karena korban pemakaian produk yang cacat akan mendapatkan ganti kerugian secara langsung dan seketika tanpa harus membuktikan kesalahan pihak pelaku usaha dari produk bersangkutan. Op. Principles and Cases.C Hoeber dalam bukunya Contemporary Business Law. misalnya saja yang nilainya hanya beberapa ratus ribu rupiah atau konsumen menderita sakit yang segera 79 80 Ibid. hal 64. Diselenggarakannya peradilan cepat. (2) diasumsikan produsen lebih dapat mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada gugatan atau kesalahannya. biasanya prinsip tanggung jawab mutlak ini diterapkan karena : (1) konsumen tidak dalam posisi yang menguntungkan untuk membuktikan adanya kesalahan dalam suatu proses produksi dan distribusi yang komplek. sederhana dan biaya murah dan Small claim court untuk penyelesaian secara litigasi Melihat bahwa posisi konsumen adalah lemah apabila konsumen dirugikan dan pelaku usaha mengganti rugi dalam nilai yang kecil. 93 . 80 b. Artinya setiap resiko yang timbul. misalnya dengan asuransi atau menambah komponen biaya tertentu pada harga produknya.Pengadilan tetapi mendasarkan pada resiko. 79 Prinsip tanggung jawab mutlak (Strict Liability) adalah prinsip tanggung jawab yang menetapkan kesalahan tidak sebagai faktor yang menentukan. Menurut R. seperti yang dikutip Shidarta.

hal 64. sederhana karena proses penyelesaian dapat dilakukan sendiri oleh para pihak yang bersengketa dan biaya murah karena biaya yang dikeluarkan untuk menjalani proses persidangan sangat ringan.memerlukan pengobatan. yang sangat memerlukan waktu yang lama. Disebut cepat karena harus memberikan keputusan dalam waktu maksimal 21 hari kerja dan tanpa ada penawaran banding yang dapat menyebabkan lama proses pelaksanaan keputusan. 82 Pengaturan tentang beban pembuktian terbalik dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen berlaku baik dalam lapangan hukum pidana dan hukum perdata. Pasal 22 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen menyebutkan bahwa pembuktian terhadap ada tidaknya unsur kesalahan 81 82 Ibid. Jika pelaku usaha gagal membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. maka otomatis ia bertanggung jawab untuk memberikan ganti rugi kepada konsumen/ penggugatnya. Ibid.81 Peradilan kecil atau small claim court yang melakukan persidangan dengan menghasilkan keputusan secara cepat. sederhana dan biaya murah sesuai dengan asas peradilan. 4. yang berposisi netral dan harus ada standar produk yang akan menjadi ukuran bagi produk yang baik. sehingga perlu diadakan pengaturan waktu yang berbeda mengenai ganti rugi dalam jumlah kecil harus diselenggarakan peradilan sederhana yang keputusannya langsung final. 94 . Tentunya dalam proses pembuktian harus diupayakan untuk menghadirkan saksi ahli (expert) dalam bidangnya. Reformasi Terhadap Beban Pembuktian Terbalik Perlunya pengalihan beban pembuktian artinya bukan lagi penggugat yang membuktikan unsur kesalahan pelaku usaha melainkan pelaku usaha yang harus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

fakta atau hukum dan ketentuan yang ditimbulkan kerugian atau gangguan tersebut.8 Tahun 1999. Di lapangan hukum perdata dalam Pasal 28 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 disebutkan pembuktian terhadap ada tidaknya unsur kesalahan dalam gugatan ganti rugi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Pasal 20 dan Pasal 21 merupakan beban dan tanggung jawab pelaku usaha tanpa menutup kemungkinan bagi Jaksa untuk melakukan pembuktian. 95 . 42 berbunyi : 1. 83 Penjelasan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi.dalam kasus pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 Ayat (4).N 1999 No. Yaitu gugatan yang diajukan oleh sekelompok kecil masyarakat mewakili mereka yang jumlahnya besar yang dirugikan berdasarkan kesamaan masalah. a. Selain masalah pembuktian terbalik dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen juga dikenal masalah gugatan kelompok.Sekelompok konsumen yang mempunyai kepentingan yang sama. L. b. 83 Gugatan kelompok dalam sengketa konsumen yang dapat diajukan berdasarkan Pasal 46 Undang-Undang No.Lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat yang memenuhi syarat yaitu berbentuk badan hukum atau yayasan yang dalam anggaran dasarnya menyebutkan dengan tegas bahwa tujuan didirikannya organisasi tersebut adalah untuk kepentingan perlindungan konsumen dan telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan anggaran dasarnya. Pasal 22 dan Pasal 23 merupakan beban dan tanggung jawab pelaku usaha.

c.Pemerintah dan/ atau instansi terkait apabila barang dan/atau jasa yang dikonsumsi atau dimanfaatkan mengakibatkan kerugian materi yang besar dan/atau korban yang tidak sedikit. sumber keuangan dan struktur kelembagaan YLKI. sebagaimana dimaksud Ayat (1) huruf b. pada Tahun 1996 direvisi kembali dan dikukuhkan oleh Akta Notaris Tito Utoyo. 1.c dan huruf d diajukan kepada Peradilan Umum. Seperti yang termuat dokumen Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (dalam penelitian ini disingkat menjadi YLKI) Riau secara garis besar adalah : Hal-hal yang diuraikan dalam gambaran umum YLKI Riau dalam tesis ini adalah mengenai latar belakang. SH. Pekanbaru tahun 1990. SH. tujuan kegiatan YLKI. Gugatan yang diajukan oleh sekelompok konsumen. misi. visi. 2. 96 . Gambaran Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) adalah merupakan suatu lembaga non pemerintahan yang terdaftar dan diakui oleh pemerintah yang mempunyai kegiatan melindungi konsumen. lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat atau pemerintah. D. Latar Belakang Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Riau berdiri pada tanggal 15 Juni 1989 dengan prakarsa rekan-rekan yang peduli terhadap Perlindungan Konsumen dan dikukuhkan dengan Akta Notaris Muhammad Dahad Umar. landasan hukum. Di Pekanbaru dengan Akta Notaris Nomor : 532 Tanggal 31 Juli 1996.

Visi dan Misi Visi yang dituju dari Lembaga Perlindungan Konsumen pada prinsipnya adalah : 1. Konsumen menyadari akan perlunya gerakan konsumen untuk melindungi diri. 2. Karenanya disepakati untuk mendirikan Lembaga Konsumen sebagai langkah awal untuk melakukan antisipasi terhadap gejolak pasar yang kurang menguntungkan masyarakat konsumen. 4. sampai dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen untuk memperkuat langkah dari YLKI. Pemahaman akan arti pentingnya sebuah Perlindungan Konsumen. baik berbentuk barang maupun jasa. Konsumen menyadari akan hak dan kewajibannya sebagai konsumen. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Riau juga menggunakan dasar non politis dan non profit. Terlebih 97 . 2. 3. Sedangkan Misi dari YLKI yaitu sebagimana halnya dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jakarta. Konsumen menyadari akan perlunya kedudukan dalam keseluruhan sistem perekonomian dan masyarakat. Misi YLKI Riau adalah untuk melindungi konsumen/ masyarakat agar lebih wasapada dan teliti dengan cara meningkatkan pengertian dan pengetahuan untuk menghindari kemungkinankemungkinan yang merugikan konsumen.Berdirinya YLKI Riau mmpunyai sejarah yang unik karena geografi daerah Riau yang sangat rawan terhadap produk barang dan/ atau jasa baik dari dalam maupun luar negeri. untuk langkah selanjutnya YLKI Riau meningkatkan perlindungan konsumen sebagai salah satu wujud kepedulian kita terhadap masyarakat luas dengan berbagai macam langkah dan kegiatan yang dibantu dengan dukungan pemerintah daerah yang sangat membantu dalam program ini.

YLKI Riau memberikan perlindungan konsumen dan menghindarkan diri dari kemungkinan-kemungkinan yang merugikan konsumen. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1976 Tentang Narkotika 4. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen 98 . ASIA dan INTERNASIONAL yang sangat rawan dengan produk barang yang belum tentu dijamin mutunya. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi Legal 5. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1963 Tentang Farmasi 3.lagi karena Provinsi Riau letaknya sangat strategis. 3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1961 Tentang Barang 2. Landasan Hukum Adapun landasan hukum keberadaan YLKI Riau diantaranya adalah sebagai berikut : 1. 4. Tujuan Kegiatan YLKI Sebagaimana halnya dengan Yayasan Lembaga Konsumen lainnya yang ada di Indonesia Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Riau juga menggunakan dasar non politis dan non profit. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 6. Untuk itulah YLKI Riau ingin memberikan perlindungan kepada masyarakat selaku konsumen dengan cara memberikan bimbingan dan meningkatkan pengertian dan pengetahuan konsumen yang mempunyai kebebasan untuk melindungi diri dari hal-hal yang merugikan. yang masuk dari dalam dan luar negeri. baik berbentuk barang dan jasa. tentunya akan menghadapi arus globalisasi perdagangan ASEAN. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Kesehatan 7.

Surat Keputusan Menteri Kesahatan RI Nomor 05417/SK/XII/89 Tentang Tata Cara Pendaftaran Obat Genetik Berlogo. Surat Keputusan Dirjen POM Departemen Kesehatan Nomor 05411/A/SK/XII/1989 Tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Yang Baik.K/69 Tentang Penetapan Daftar Obat Bebas Terbatas Nomor 1. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 180/MENKES/PER/IV/1985 Tentang Makanan Kadarluarsa 11.VII/72 Tentang Perdagangan Enceran Obat 10. 17. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 6355/Dirjen/S. 18. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 8649/A/SK/74 Mewajibkan Setiap Orang Yang Menjualbelikan Obat Memiliki Izin. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 2380/A/SK/VI/83 Tentang tanda Khusus Untuk Obat Bebas dan Obat Terbatas.8. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 208/MENKES/PER/IV/1985 Tentang Pemanis Buatan 12. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 382/MENKES/PER/VI/1989 Tentang Pendaftaran Makanan 14. 99 . Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 167/Kab/B. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 722/MENKES/PER/IX/88 Tentang Bahan Tambahan Makanan 13. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi 9. 15. 16.

21/V/HK/1995 Tentang Pelaksanaan Penertiban dan Pengawasan Terhadap Pembuatan Serta Peredaran Minuman Keras di Provinsi Riau 26. Surat Keputusan Gubernur Riau Nomor kpts. 91/II/93 Tentang Penyelenggaraan Pertemuan/ Temu Daerah Perlindungan Konsumen se Daerah Tk I Riau 21. Surat Keputusan Menteri 02/KEP/MENUPW/IV/1991 Negara Tentang Urusan Peranan Pengesahan Wanita Pedoman Nomor Pelaksanaan Penanganan Peningkatan Peranan Wanita Dalam Pembangunan Bangsa Di Pusat Dan Di Daerah. 20. Surat Keputusan Gubernur Riau Nomor kpts. Surat Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 511. Surat Keputusan Gubernur Riau Nomor kpts.19. 51/II/1995 Tentang Penertiban Dan Pengawasan Terhadap Pembuatan Serta Peredaran Minuman Kertas Di Provinsi Riau 25. Surat Keputusan Gubernur Riau Nomor kpts. Surat Keputusan Gubernur Riau Nomor kpts. 431/VII/1994 Tentang Pembentukan Tim Pembina Pembangunan Perumahan Dan Pemukiman Pelita VI Provinsi Riau 24. 123/III/1993 Tentang Pembentukkan Forum Komunikasi Dan Konsultasi Perlindungan Konsumen Daerah Riau 22. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 924/MENKES/SK/VII/1996 Tentang Perubahan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 100 .1/53-EKO/93 Tentang Pembentukkan Forum Komunikasi dan Konsultasi Perlindungan Konsumen Kotamadya Pekanbaru 23.

Surat Keputusan Gubernur Riau Nomor kpts. Sebagai organisasi YLKI diketuai oleh seorang Ketua Dewan Direktur yang dipilih secara demokratis dari kalangan dan untuk pertama kalinya memilih tempat sekretariat di Jalan Tunas Jaya No. 338/VIII/2000 Tentang Penyempurnaan Pembentukan Komite Nasional Garam Provinsi Riau. untuk daerah Riau terdapat enam kantor YLKI dan berpusat di dua kantor yang berada di Kota Pekanbaru. Maksud dan tujuan lembaga ini adalah untuk merangsang minat agar dapat memperjuangkan hak-hak dan kewajibannya sebagai konsumen sesuai dengan Peraturan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.82/MENKES/SK/I/1996 Tentang Pencantuman Tulisan “HALAL” pada Label Makanan 27. Surat Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 501/203-EKO/1997 Tentang Pembentukan Tim Operasional Konsumen Kotamadya Pekanbaru Tahun 1997/1998 28. Struktur Kelembagaan YLKI Riau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Riau adalah merupakan sebuah organisasi yang memiliki kepedulian terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan perlindungan konsumen. Secara formal YLKI dideklarasikan pada tanggal 15 Juni 1989 dan dikukuhkan kembali pada Tahun 1996 oleh rekan-rekan yang peduli terhadap perlindungan konsumen. YLKI memperluas kegiatannya dengan mendirikan berbagai kantor cabang se Indonesia. terletak di 101 . Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat mengenai perlindungan konsumen. 152 Rejosari Pekanbaru untuk wilayah Sumatera bagian tengah khususnya daerah Riau. 5.

maka YLKI memiliki sumber dana keuangan yaitu : 1. Senepelan dan Di Jalan Kuini. Sponsor yang tidak mengikat 4. Sumber Keuangan Untuk mendukung langkah dan kegiatan YLKI Riau. 6. Program/ proyek yang dihasilkan oleh YLKI. Dana Konsorsium 2. 30 Kelurahan Wonorejo Rt 01 Rw 01 Marpoyan Damai Pekanbaru-Riau. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Riau merupakan lembaga yang memiliki jaringan kerja ditingkat Nasional dengan struktur kelembagaan yang terdiri dari: 1. Gang Kelapa I No. Anggaran Dari Anggaran Pembangunan Daerah 3. Dalam Menjalankan fungsinya. Dewan Pengurus Yayasan (DPY) 2. YLKI diketuai oleh seorang Ketua Dewan Direktur.Jalan Jati. Gang Damai No. Badan Pelaksana Harian (BPH) 3. 34 Kec. 102 .

Salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat. yaitu sebagai pelayanan umum untuk kebutuhan masyarakat. 103 . melainkan harus mampu memberikan kemudahan urusan dengan prosedur yang sederhana. Tanpa adanya diskriminasi setiap orang yang menjadi pelanggan listrik mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang baik. juga sebagai publik servis. hal 2. Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara. Seperti yang dinyatakan dalam Pasal 4 Ayat (7) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan 84 Undang-Undang Negara Republik Indonesia.BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. dan diberikan secara adil dan merata. PLN bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat. yaitu menyediakan fasilitas listrik yang memadai. Sehingga. serta memberikan pelayanan yang maksimal. Persero dalam tujuan pendirian dan pembentukannya selain untuk mengejar laba/keuntungan. Pelayanan hendaknya dibuat tidaklah dengan prosedur yang rumit dan berbelit-belit. 84 PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara haruslah mampu menyediakan kebutuhan masyarakat terhadap energi listrik.PLN Ranting Tembilahan Perusahaan listrik Negara merupakan Badan Usaha Milik Negara yang berbentuk persero. Sebagai perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam sahamsaham yang seluruh atau paling sedikit 51% dimiliki oleh negara yang tujuan utamanya adalah mengejar keuntungan. Prosedur Pemasangan KWH Listrik di PT.

ditandai dengan adanya kesempatan yang sama bagi setiap masyarakat untuk mendapatkan fasilitas listrik dari PT. Kabupaten Indragiri Hilir. masyarakat harus menempuh prosedur pemasangan KWH listrik yang ditetapkan oleh PT. Sebagai wujud kewajiban PT. dapat langsung datang ke kantor PT. Adapun prosedur pemasangan KWH listrik tersebut adalah sebagai berikut : 1.PLN Ranting Tembilahan. Artinya bahwa pihak PLN bertanggung jawab atas penyediaan instalasi di jalan 104 . sebagai titik terdekat untuk mengalirkan arus ke tempat pelanggan baru yang telah mengajukan permohonan pemasangan listrik. yang disediakan oleh pihak PT.Konsumen. Untuk memudahkan sebaiknya di telepon dulu ke PT. dapat langsung mendaftar untuk permohonan pemasangan KWH listrik dengan cara mengisi formulir pendaftaran permohonan pemasangan KWH listrik. Pelanggan baru tersebut.PLN Ranting Tembilahan. Lalu pelanggan baru. bagian pelayanan pelanggan.PLN Ranting Tembilahan.PLN Ranting Tembilahan dalam menyediakan fasilitas listrik. Kelurahan Tembilahan Kota. 3.PLN Ranting Tembilahan di Jalan Gunung Daek.PLN Ranting Tembilahan. Untuk mendapatkan fasilitas listrik tersebut. Setelah itu. bahwa salah satu hak konsumen adalah : ”hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif”. untuk menanyakan informasi seputar pemasangan KWH listrik. jumlah voltase minimal untuk pemasangan KWH listrik adalah 900 VA dengan beban 4 Amper. 2. Dalam formulir tersebut tertera jumlah voltase yang di butuhkan oleh pelanggan. Untuk saat ini. Kecamatan Tembilahan. pihak PLN melakukan survey ke lokasi untuk gardu tiang atau mengecek instalasi listrik di jalan raya.

Fotocopy KTP pemohon sebanyak dua lembar b. dan dirasakan tersedia instalasi listrik untuk mengalirkan arus listrik ke tempat pelanggan baru. 105 . yang berisikan bahwa pihak biro menjamin untuk pemasangan instalasi listrik sampai dengan menyala ke tempat pihak pelangan baru. untuk memungkinkan di pasangnya KWH listrik ke tempat pelanggan nantinya oleh pihak biro.raya. Mengisi surat pernyataan bersedia untuk memenuhi segala ketentuan yang di berlakukan oleh pihak PLN dan bersedia untuk membayar biaya penyambungan (BP) dan uang jaminan langganan (UJL) yang ditetapkan oleh PLN. SPKPL tersebut diserahkan oleh PLN kepada pihak biro. maka untuk menghindari adanya konflik dikemudian hari. e. Setelah PLN melakukan pengecekan. d. Jika pemohon tidak sama dengan nama pelanggan. Kemudian untuk pemasangan instalasi listrik di tempat pelanggan baru. Pihak pelanggan baru. maka pihak PLN akan memberitahukan kembali kepada pelanggan agar pelanggan segera memenuhi persyaratan administarsi 4. 5. dan di balas oleh pihak biro dengan Pernyataan Jaminan Instalasi Listrik pelanggan. akan dilakukan oleh pihak biro khusus dan resmi yang ditunjuk oleh pihak PLN melalui Surat Perintah Kerja Pemasangan Listrik (SPKPL). sebaiknya adanya surat kuasa atau surat perjanjian sewa atau surat keterangan lainnya. Fotocopy Rekening listrik tetangga sebelah yang terdekat sebanyak satu lembar c. dapat kembali datang ke kantor PLN Ranting Tembilahan untuk melengkapi syarat-syarat administrasi sebagai berikut : a. Membayar biaya materai 6000 untuk dilekatkan di surat pernyataan yang ditandatangani oleh pihak pelanggan baru tersebut.

Kemudian pihak pelanggan baru dapat menunggu sampai adanya pemberitahuan dari pihak PLN bahwa akan dilakukan pemasangan KWH listrik oleh biro ke tempat pelanggan baru. 6. Selanjutnya Berita acara pemasangan listrik tersebut diserahkan kembali kepada pihak PLN untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut oleh pihak PLN.Surat pernyataan jaminan instalasi listrik pelanggan dari pihak biro tersebut. gambar trafo. Setelah dilakukan pemasangan instalasi listrik ke tempat pelanggan baru maka pelanggan dapat memenuhi kewajiban pembayaran Biaya Penyambungan (BP) dan Uang Jaminan Langganan (UJL). seperti kabel dan lain sebagainya telah memenuhi standar dari pihak PLN. serta tekhnik pemasangan instalasi untuk membantu dalam melakukan pemasangan listrik ke tempat pelanggan baru. tergantung banyaknya jumlah permintaan pemasangan KWH listrik dan banyaknya jumlah meteran/KWH listrik yang mampu disediakan oleh pihak PLN. biro mengisi Berita Acara Pemasangan Listrik (BAPL) sebagai bukti bahwa tehnik pemasangan dan bahan/alat yang digunakan. 7. mengecek dimana tiang PLN terdekat untuk mengalirkan arus listrik ke tempat pelanggan dan membuat gambar lokasi. Pembayaran Biaya Penyambungan (BP) dan Uang Jaminan Langganan (UJL) 106 . Selain melakukan pemasangan instalasi listrik ke tempat pelanggan dan pengecekan lokasi. Biasanya menunggu pemasangan KWH listrik tersebut berkisar 2 sampai 5 tahun. Selanjutnya pihak biro yang ditunjuk oleh PLN bertanggung jawab untuk pemasangan instalasi listrik di tempat pelanggan baru sampai dengan menyala. sesuai jumlah voltase listrik milik pelanggan. diserahkan kepada pihak pelanggan. Maka biro akan melakukan langkah-langkah yaitu.

bagian pelayanan pelanggan pada hari kamis tanggal 25 maret 2010. dimulai sejak pengajuan permohonan pemasangan KWH listrik kepada pihak PLN. Tetapi ketika penulis tanyakan berapa lama menunggu KWH listrik terpasang. Meskipun ada beberapa yang menjawab 1 sampai 2 tahun. maka pihak PLN dapat memintakan kepada pihak biro untuk melakukan pemasangan KWH listrik di tempat pelanggan. namun hal tersebut dirasakan wajar oleh penulis karena pada saat pelanggan mengajukan permintaan listrik. Ketika penulis tanyakan ke responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini.1 sebagai berikut : Tabel III. dapat melakukan pemasangan KWH listrik di tempat pelanggan baru. adalah rata-rata lamanya menunggu pemasangan KWH listrik berkisar 3 sampai 5 tahun. jumlah permintaan 85 Wawancara dengan Bapak Anton Arbianto. langsung ke loket pembayaran PT.2% 2 Sedang 200 KK 24.1 diatas dapat diambil kesimpulan bahwa prosedur pemasangan KWH listrik tidak sulit.PLN Ranting Tembilahan.2% 3 Tidak Sulit 427 KK 51. jawaban responden yang KWH listriknya telah terpasang.1 Apakah Prosedur Pemasangan KWH Listrik Dirasakan Sulit Oleh Pelanggan Baru No Jawaban Responden Jumlah Persentase 1 Sulit 200 KK 24. sehubungan dengan prosedur pemasangan KWH listrik maka jawaban responden dapat dilihat pada tabel III. Apabila pembayaran telah dilunasi oleh pihak pelanggan baru. 107 . 85 8.6% Jumlah Total 827 KK 100% Dari tabel III. Kemudian pihak biro.dilakukan oleh pelanggan baru.

Ketika penulis tanyakan kepada 5 KK yang mendapatkan KWH listrik lebih cepat tersebut apakah merasa rugi dengan mengeluarkan dana yang lebih besar dengan cara membeli meteran langsung kepada pihak lain. karena mereka telah mendaftar di PLN namun merasa lelah menunggu. Mereka benar-benar membutuhkan meteran listrik.000 sampai Rp 30. maka PT. yang selanjutnya dalam penelitian ini disingkat menjadi KK. hasil jawabannya bahwa mereka membeli meteran tersebut dengan pihak-pihak yg mencari keuntungan dengan harga relatif lebih tinggi berkisar Rp 25. Hal tersebut dirasakan mereka lebih menguntungkan dari pada menunggu meteran sampai bertahun-tahun. baik dengan menggunakan genset yang biayanya relatif lebih mahal ataupun menyambung lsitrik tetangga yang penggunaan listriknya cukup terbatas. Namun adanya 5 KK 86 yang menjawab kurang dari 1 tahun.000 agar pemasangan KWH listrik dapat lebih cepat daripada pelanggan baru lainnya yang benar-benar sesuai prosedur pemasangan KWH listrik. yang tentunya lebih boros biaya karena harus terus mengeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan listrik.PLN Ranting Tembilahan mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan peran sebagai 86 KK merupakan kepanjangan dari Kepala Keluarga. 108 . sehingga mereka membatalkan niat mengikuti prosedur di PLN dan membeli kepada pihak lain yg ingin mencari keuntungan. membuat penulis merasa perlu untuk menanyakan faktor yang menyebabkan pelanggan baru tersebut lebih cepat mendapatkan KWH listrik. jawaban mereka tidak berkeberatan.000.di PLN belum banyak atau karena faktor lainnya yang memungkinkan dapat terpasang KWH listrik dalam kurun waktu 1 sampai 2 tahun. Ketika penulis tanyakan kepada pelanggan baru tersebut. Dalam waktu singkat mereka mendapat KWH listrik. Sebagai wujud perlindungan konsumen di bidang kelistrikan.000.

perusahaan yang dimiliki negara. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya.PLN sebagai satu-satunya penyedia jasa listrik di Indonesia. hal 212. Akantetapi PT. adalah menyediakan daya energi listrik yang memadai untuk memenuhi jumlah kebutuhan listrik masyarakat.Cit. untuk melaksanakan perlindungan konsumen. Sehingga.PLN Ranting Tembilahan. PLN sebagai satu-satunya penyedia jasa listrik di Indonesia. 109 . Salah satu kewajiban PT. hal ini tidaklah mengenyampingkan tanggung jawab PT. Menurut Yusuf Shofie konsekuensinya tidak hanya permintaan maaf. mengelola dan mendistribusikan tenaga listrik. untuk kepentingan umum. sebagaimana diatur dalam pasal 1 angka 5 UUPK memberikan definisi tentang jasa adalah ”setiap layanan yang berbentuk pekerjaan atau prestasi yang disediakan bagi masyarakat untuk dimanfaatkan oleh konsumen”. walaupun dalam statusnya adalah sebagai Badan Usaha Milik Negara yang menyediakan. melainkan kalau perlu pemberian ganti rugi kepada para pelanggan/konsumen. tidak 87 Yusuf Shofie. Sebagaimana yang dinyatakan dalam Pasal 34 Ayat (3) UndangUndang Dasar 1945 yaitu : ”Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. maka PLN haruslah melaksanakan kewajibannya sebagai pelaku usaha sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Op. memberikan dan mendistribusikan jasa energi listrik. akan tetapi PLN juga bertanggung jawab atas kinerja dan permasalahan yang dihadapi konsumen jika mendapatkan suatu persoalan tentang pemanfaatan energi listrik. 87 Tidak hanya sebatas penyediaan energi listrik saja yang menjadi tanggung jawab PLN. yang bertanggung jawab dengan baik.PLN Ranting Tembilahan.

PLN Ranting Tembilahan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat 88 Abdul Hakim GN. Sehingga hal ini menyebabkan tidak terpenuhinya tujuan perlindungan konsumen sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Ayat (6) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.menyeimbangkan dan mengantisipasi kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat dengan penyediaan daya listrik. 88 B. Jakarta : 1988. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pelanggan baru yang ingin melakukan pemasangan KWH listrik. justru kurang mendapatkan perhatian. PLN Ranting Tembilahan Kebutuhan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir terhadap listrik sudah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Pelanggaran Terhadap Konsumen Menyangkut Jasa Pemasangan KWH Oleh PT. 110 . bahwa perlindungan konsumen bertujuan: ”meningkatkan kualitas barang dan/ atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/ atau jasa. Abdul GN mengemukakan keheranannya mengapa masalah perlindungan konsumen yang jelas menyangkut hajat hidup orang banyak. Keadaan ini menyebabkan PT. untuk mendapatkan fasilitas listrik. hal 41. keamanan. kesehatan. harus menunggu dalam kurun waktu yang lama. Politik Hukum Indonesia. dan keselamatan konsumen”. Hal ini dapat dilihat dari jumlah permintaan pemasangan KWH listrik yang cukup banyak dari Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2009 sejumlah 2757 KK. kenyamanan. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

yang sedang beroperasi berjumlah 12 unit mesin.Kabupaten Indragiri Hilir.PLN Ranting Tembilahan di Jalan Gunung Daek. Sumber Tenaga Pembangkit Listrik Yang Terbatas PT. dovt.PLN Ranting Tembilahan saat ini. Sumber tenaga pembangkit listrik berupa mesin tentunya memerlukan bahan bakar dari minyak sebagai penggerak mesin tersebut. perinciannya 5 unit mesin berada di pusat mesin yaitu di Jalan Telaga Biru. Kerusakan mesin sewatama yang berkapasitas 1 megawatt pada Bulan Desember Tahun 2009 lalu menyebabkan listrik hidup bergilir menjadi 8 jam hidup dan 8 jam padam.PLN Ranting Tembilahan sebagai penyedia jasa listrik di Kabupaten Indragiri Hilir menggunakan sumber tenaga pembangkit listrik adalah mesin parkin. Saat ini. sewatama dan lain sebagainya. abota. kelurahan Tembilahan Kota. Bahan bakar berupa minyak. Kecamatan Tembilahan. Kecamatan Tembilahan Hulu. Kelurahan Tembilahan Hulu. Sisanya 7 unit mesin berada di kantor PT. parit 4 (empat) Tembilahan. Menurut Bapak Desril Naldi. khd. swd. Hal ini akan berakibat 111 . Adapun faktor penyebab terjadinya pelanggaran terhadap hak-hak konsumen menyangkut jasa pemasangan KWH listrik oleh PT. mengingat berbagai faktor yang menjadi kendala untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan jumlah 12 unit mesin yang beroperasi di PT. memerlukan biaya yang besar. mesin sewatama ini juga sering mengalami kerusakan karena kondisi mesin yang sudah tua dan sangat parah. dirasakan sangat kelebihan beban untuk menyediakan tenaga listrik di kabupaten Indragiri Hilir yang terdiri dari 20 Kecamatan dan 193 Desa dan/ atau Kelurahan.PLN Ranting Tembilahan adalah sebagai berikut : 1.

90 Selfi Irma Rosa. 89 Diungkapkan pula oleh Selfi Irma Rosa dalam penelitiannya yang berjudul ”Analisis Yuridis Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Pelayanan Pembayaran Tagihan Rekening Listrik di Kota Pekanbaru”.PLN 89 Gandi. 90 Selfi mengungkapkan tentang kesalahan pencatatan meteran listrik. karena dilakukan secara manual. Jakarta. cepat dan menjangkau bagian terbesar lapisan masyarakat.PLN untuk mengantisipasi kerugian yang diderita konsumen. 112 . pihak PLN melakukan langkah baru dalam pembenahan kinerja PLN yaitu dengan memberitahukan kepada masyarakat perihal akan dilakukannya pemadaman listrik sehingga konsumen diharapkan bisa mengantisipasi kemungkinan adanya pemadaman yang akan dilakukan oleh PT. menurut Bapak Desril Naldi. lengkap. Loc. kegunaan. bentuk. Upaya yang dilakukan PT. Perlindungan Konsumen Dilihat Dari Sudut Pengaturan Standarisasi Hasil Industri. hal 80. Bina Cipta. 2000. Diakui Bapak Desril Naldi memang seharusnya mesin sewatama tersebut harus diganti atau menambahkan mesin generator lainnya untuk penggerak tenaga listrik. disatu sisi memungkinkan produsen mampu membuat produk beraneka ragam jenis.PLN mengingat biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. namun hal tersebut sedang diusahakan oleh PT. Tetapi disisi lain penggunaan tekhnologi memungkinkan dihasilkan produk yang tidak sesuai dengan persyaratan keamanan dan keselamatan pemakai sehingga menimbulkan kerugian kepada konsumen.pada kurangnya daya untuk menampung jumlah permintaan pemasangan KWH listrik yang terus meningkat. pemakaian tekhnologi yang makin baik. Menurut Janus Sidabalok. Sehingga merugikan hak-hak konsumen.Cit. maupun kualitasnya sehingga pemenuhan kebutuhan konsumen dapat terpenuhi lebih luas.

2 Pemasangan KWH listrik dilakukan PT.PLN Ranting Tembilahan pada hari senin tanggal 19 Febuari 2009 jam 08. Sedangkan untuk pelanggan baru yang meminta pemasangan KWH listrik kepada PLN. 91 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel III.46% 2 Tidak 252 KK 30. pihak PLN tetap memberikan pelayanan yang terbaik dan terus berusaha maksimal dengan cara mengikuti jalur pemasangan KWH listrik mendahulukan pihak pendaftar lebih awal sesuai nomor antrian yang merupakan nomor pendaftaran permintaan pemasangan KWH listrik yang tercatat di kantor PT. Sehingga diharapkan akan mampu meminimalisir kemungkinan kerugian yang dialami oleh pelanggan PLN. selaku Manajer PT.47% 3 Ragu-ragu 75 KK 9% 827 KK 100% Jumlah Total Sumber data : Responden melalui kuesioner pada Rabu 10 Maret 2010 Dari jawaban responden pada tabel III.PLN Ranting Tembilahan yang bertempat di Jalan Gunung Daek Tembilahan. Hal ini dilakukan PT.47 wib.PLN Ranting Tembilahan kepada pelanggan baru sesuai nomor antrian No Jawaban Responden Jumlah Persentase 1 Iya 500 KK 60.2 dapat penulis tarik kesimpulan bahwa pihak PT.PLN Ranting Tembilahan telah melakukan pemasangan KWH listrik secara tidak diskriminatif atau sesuai nomor antrian.Ranting Tembilahan. Artinya pemasangan KWH listrik telah 91 Wawancara dengan Bapak Desril Naldi. 113 .2 sebagai berikut : Tabel III.PLN Ranting Tembilahan untuk menghindari sikap tidak disiplin atau diskriminatif dalam pemasangan KWH listrik tersebut.

Hal ini juga terdapat di dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat (2) dan Ayat (3). salah satu hak konsumen adalah hak untuk memilih. Berdasarkan hal inilah PT. Sehingga PT.PLN yang dirasakan jauh dari sempurna tersebut namun masyarakat selaku pihak yang membutuhkan listrik tidak mampu berbuat apaapa mengahadapi penguasaan dan monopoli pihak PLN. Sebenarnya konsumen menyadari hak-hak konsumen sesuai yang dinyatakan dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen.PLN diberikan kekuasaan yang luas untuk mengelola listrik negara dan memenuhi kebutuhan konsumen terhadap listrik. 114 .PLN Ranting Tembilahan.PLN merasa bahwa perusahaan itu mempunyai kekuasaan tanpa mempertimbangkan hak-hak konsumen. Hak Monopoli Yang Dimiliki Oleh PT. Op. air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya serta cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. namun dalam hal kebutuhan akan listrik konsumen tidak mempunyai 92 Ahmad Yani dan Gunawan Widjaja. hal 17.PLN Hak monopoli diberikan oleh pemerintah kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai satu-satunya perusahaan yang mengelola listrik di Indonesia.dilakukan sesuai pelanggan yang terlebih dahulu mendaftar dan tercatat di nomor pendaftaran pelanggan di kantor PT. 92 Di dalam Undang-Undnag Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat tersebut. dinyatakan pengecualian terhadap monopoli untuk menguasai bumi. 2. Dapat pula dikatakan perusahaan ini diberikan hak istimewa oleh negara berupa hak monopoli yang didukung oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Anti Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.Cit. meskipun sudah begitu banyak keluhan dari pihak konsumen tentang pelayanan PT.

pilihan selain terus melakukan permintaan pemasangan jasa KWH listrik kepada PT. Namun konsumen tidak dapat melakukan pilihan karena PLN sebagai satu-satunya penyedia jasa listrik di Tembilahan.PLN Ranting Tembilahan tersebut.PLN telah memberitahukan kepada pelanggan baru kapan akan dilakukan pemasangan KWH Listrik terkait prosedur yang telah dipenuhi pelanggan baru No Jawaban responden Persentase 1 Ya 351 KK 42. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel III. Rahman Zainuddin. Yayasan Obor Indonesia.PLN yang dirasakan kurang mampu memenuhi permintaan pemasangan pelanggan baru.5% 827 KK 100% Jumlah Total 93 Jumlah A. hal 45 115 . sedangkan untuk pelanggan lama saja belum diberikan fasilitas listrik yang memadai. Padahal konsumen pun menyadari kinerja PT. memikirkannya secara rasional. dalam bukunya Filsafat Publik. membuat konsumen mau tidak mau harus bersedia memenuhi prosedur untuk pemasangan KWH listrik yang ditetapkan oleh pihak PT. 93 Hak memonopoli produk jasa listrik yang dimiliki oleh pihak PLN. Jakarta : 1999.5% 2 Tidak 476 KK 57. dan bertindak dengan tidak hanya memperhatikan kepentingan sendiri tetapi kepentingan oranglain juga.PLN Ranting Tembilahan dan menunggu tanpa kepastian kapan pemasangan KWH akan dilakukan oleh pihak PT. Rahman Zainuddin.3 sebagai berikut. Filsafat Publik. Beliau memberikan pendapat mengenai kepentingan umum. Mengenai hal tersebut di ungkapkan oleh A.3 Apakah PT.PLN Ranting Tembilahan. bahwa kepentingan umum itu dianggap sebagai apa yang dapat dipilih oleh banyak orang apabila mereka melihat dengan jelas. Tabel III.

Dari jawaban responden pada tabel III.3 di atas, jelas bahwa pelanggan baru
tidak diberitahukan kapan persisnya KWH listrik akan mereka dapatkan. Artinya tidak
adanya kepastian sampai kapan harus menunggu pemasangan KWH listrik setelah
prosedur/ persyaratan pemasangan KWH listrik yang telah pelanggan baru penuhi dan
laksanakan. Namun konsumen, tetap bersedia menunggu bahkan jumlahnya bertambah
banyak.
Sebagai konsekuensi atas kesediaan masyarakat Indragiri Hilir untuk menunggu
fasilitas listrik dari pihak PLN, mereka harus menggunakan mesin genset yang tentunya
akan semakin meningkatkan jumlah pengeluaran masyarakat untuk pemenuhan
kebutuhan terhadap listrik. Sedangkan keadaan perekonomian masyarakat di Indragiri
Hilir, dapat tergolong masih lemah apabila dibandingkan dengan masyarakat di kota
Pekanbaru.
3. Wilayah Indragiri Hilir Yang Luas
Indragiri Hilir yang terdiri dari 20 Kecamatan dan 193 Desa dan/atau
Kelurahan 94 sangat sulit terjangkau untuk melakukan pemasangan KWH listrik oleh
PT.PLN Ranting Tembilahan. Sehingga dari 20 Kecamatan tersebut yang terdiri dari
beberapa Desa, hanya beberapa Desa saja dimasing-masing kecamatan/ tidak semua
Desa dimasing-masing Kecamatan tersebut diberikan fasilitas listrik oleh PT.PLN
Ranting Tembilahan, karena terbatasnya kemampuan PT.PLN Ranting Tembilahan.
Fasilitas PLN yang masih sederhana dan keadaan jalan dan sulitnya sarana transportasi
untuk menuju ke Desa-Desa dan/ atau Kelurahan, menjadi salah satu faktor penghambat
untuk sampainya jasa listrik oleh PT.PLN Ranting Tembilahan. Sehingga untuk Desa-

94

Kantor Catatan Sipil, Loc.Cit.

116

Desa di beberapa Kecamatan telah difasilitasi listrik oleh PT.PLN Ranting Tembilahan,
yang baru dapat diberikan pada malam hari berkisar pukul 18.00 wib sampai dengan
pukul 17.00 wib. Selebihnya untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat Indragiri
Hilir, di Desa-Desa yang sulit terjangkau oleh PT.PLN Ranting Tembilahan, telah
disediakan listrik berupa listrik desa (Lisdes) yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah
(Pemda) Kabupaten Indragiri Hilir, sebagai salah satu arah pembangunan daerah
Kabupaten Indragiri Hilir untuk membantu kesejahteraan listrik masyarakat. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel III.4 sebagai berikut :
Tabel III.4
Daftar nama-nama Kecamatan dan Desa/Kelurahan yang mendapatkan fasilitas listrik
dari PT.PLN Ranting Tembilahan
No
1

Nama Kecamatan
Kecamatan Tembilahan

2

Kec. Tembilahan Hulu

3

Kecamatan Tempuling

4
5

Kecamatan Batang Tuaka
Kecamatan Concong

6

Kecamatan Enok

7

Kecamatan Gaung

8

Kecamatan GAS

Desa/ Kelurahan
Seberang Tembilahan
Tembilahan Hilir
Tembilahan Kota
Pekan Arba
Sungai Beringin
Pulau Palas
Tembilahan Hulu
Pekan Kamis
Tempuling
Sungai Salak
Sungai Piring
Concong Luar
Panglima Raja
Teluk Medan
Pusaran
Enok
Sungai Rukam
Pengalihan
Rantau Panjang
Belanta Raya
Lahang Baru
Kuala Lahang
Teluk Pinang
Simpang Gaung

117

9
10

Kecamatan Kateman
Kecamatan Kempas

Guntung
Kempas
Sungai Gantang
11
Kecamatan Kemuning
Selensen
Batu Ampar
12
Kecamatan Keritang
Kotabaru
Seberang Pembenaan
Pembenaan
Kotabaru Siberida
Pengalihan
Pancur
13
Kecamatan Kuala Indragiri
Sapat
Tanjung Lajau
Perigi Raja
14
Kecamatan Mandah
Khairiah Mandah
Igal
Bekawan
15
Kecamatan Pelangiran
Bagan Jaya
Pelangiran
16
Kecamatan Pulau Burung
Pulau Burung
17
Kecamatan Reteh
Pulau Kecil
Pulau Kijang
Sanglar
Sungai Terab
Seberang Sanglar
Sungai Terap
18
Kecamatan Sungai Batang
Benteng
19
Kecamatan Tanah merah
Kuala Enok
Sungai Laut
Tanah Merah
Tanjung Baru
Jumlah
19 Kecamatan
54 Desa/Kelurahan
Sumber data : Dinas Pertambangan dan Energi dan PT.PLN Ranting Tembilahan, pada
hari senin tanggal 22 Maret 2010
Selain data dari tabel III.4 di atas, penulis telah melakukan penelitian ke daerah
terjauh yaitu Kecamatan Pulau Burung dan daerah terdekat yaitu Kecamatan
Tembilahan untuk melihat keadaan listrik dan melakukan perbandingan antara kedua
Desa tersebut. Hasil dari penelitian tersebut adalah, bahwa daerah terdekat telah
difasilitasi listrik oleh PT.PLN Ranting Tembilahan secara maksimal, meskipun masih

118

PLN Ranting Tembilahan di Kabupaten Indragiri Hilir belum merata karena masih adanya Desa-Desa yang sulit dijangkau oleh PT. Dari penelitian tersebut penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa penyediaan jasa listrik oleh PT. dan dengan manajemen yang masih sederhana di bawah pengawasan kepala desa.4 tersebut dapat diketahui bahwa wilayah Inndragiri Hilir terdiri dari cukup banyak desa dan/ atau kelurahan.PLN Ranting Tembilahan.ada rumah-rumah dan bangunan baru yang belum mendapatkan KWH listrik dan sedang berantri menunggu KWH terpasang ketempatnya.PLN Ranting Tembilahan. sedangkan permintaan pemasangan KWH listrik masyarakat Indragiri Hilir terus meningkat karena banyaknya jumlah penduduk Inndragiri Hilir. Berdasarkan tabel III. hanya khusus Desa Pulau Burung sebagai ibukota Kecamatan saja yang telah mendapatkan fasilitas listrik dari PT. dikatakan oleh Bapak Desril Naldi. Menurut Bapak Desril Naldi bahwa PLN cukup kewalahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Inndragiri Hilir.PLN Ranting Tembilahan. melalui wawancara yang penulis lakukan pada senin 22 Maret 2010. Namun untuk daerah terjauh dari Kabupaten Indragiri Hilir yaitu Kecamatan Pulau Burung. sangat bergantung sekali pada Lisdes yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Inndragiri Hilir. Sehingga kebutuhan listrik masyarakat di Desa yang belum terjangkau oleh PLN tersebut. mengingat tidak seimbangnya kebutuhan msyarakat dengan keadaan PLN yang cuma satu-satunya penyedia jasa listrik dengan tekhnologi yang sederhana. 119 . yang terkadang sering mengalami kerusakan mesin dengan kapasitas yang belum mencukupi jumlah kebutuhan masyarakat. Mengenai hal tersebut. Sedangkan Desa lainnya belum sampai dijangkau listrik dari PT. belum difasilitasi listrik.

Apabila PT.PLN. Masyarakat Indonesia yang membutuhkan jasa listrik adalah pihak-pihak yang dikatakan sebagai konsumen sehingga perlu perlindungan terhadap hak-hak konsumen dan hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen.PLN memonopoli jasa listrik di Indonesia. bahwa di dalam Undang-Undang Anti Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat terdapat pengecualian terhadap bidang usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak memang diperbolehkan untuk dikuasai oleh negara seperti PT.PLN akan dihadapkan pada kenyataan yang dapat memungkinkan terjadinya pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat Indonesia untuk menikmati kesejahteraan alam yang terkandung di Indonesia. tentunya hal ini akan merugikan banyak pihak sebagai masyarakat dan/ atau sebagai konsumen yang membutuhkan listrik.luasnya wilayah Inndragiri Hilir dan pesatnya pembangunan di Kabupaten Inndragiri Hilir.PLN menampung kebutuhan masyarakat yang terus meningkat akan listrik tersebut. 120 .PLN benar-benar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tentunya sah-sah saja PT. Memang benar. akan tetapi yang menjadi kendala yang harus dipecahkan bersama apakah masih mampu PT. Maka tentunya PT.PLN tidak sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik. karena listrik merupakan hajat hidup orang banyak dan dikuasai oleh negara. serta hak-hak konsumen untuk mendapatkan listrik sebagai kebutuhan primer dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. sehingga apabila PT. Namun karena listrik menyangkut hajat hidup orang banyak pula lah.

Sehingga benar.PLN. 121 .PLN masih kurangnya pengawasan sehingga oknum-oknum dari PT. Manajemen PT. hal ini tentunya karena kurangnya pengawsan dari pihak PT. sangat disayangkan karena hal ini tentunya menghambat dilakukan pemasangan KWH listrik kepada pelanggan baru oleh pihak PT. untuk mendapatkan meteran listrik (KWH). disebabkan kekurangan arus listrik serta kerugian yang masih perlu ditutupi oleh pihak PLN.4. Namun meteran yang diperjanjikan belum juga kunjung datang. Seperti adanya masyarakat yang telah menyetor dana kepada pihak tertentu. apabila manajemen di PT. Hal ini dapat menjadikan konsumen sebagai korbannya. masih perlu untuk dibenahi. Hal tersebut.PLN terhadap pihak-pihak terkait.PLN Ranting Tembilahan.PLN masih ada yang tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. pencurian arus listrik oleh pihak-pihak tertentu akibat kurang telitinya manajemen pihak PT. Ditambah lagi kasus lainnya.PLN Yang Masih Perlu Dibenahi Menurut Bapak Desril Naldi bahwa pihak PT. Selain itu terdapatnya penunggakan pembayaran aliran listrik akibat kesalahan pencatatan meteran oleh petugas sehingga masyarakat/ pelanggan malas untuk membayar sejumlah tagihan listrik. berdasarkan perjanjian arus listrik segera disambungkan kerumah mereka. sehingga konsumen yang dirugikan.PLN Ranting Tembilahan memang harus lebih teliti dan hati-hati serta memperbaiki manajemen. karena di PT.PLN Ranting Tembilahan.

PLN Ranting Tembilahan berusaha menekan upaya pemasaran listrik yang jeli dengan mengarahkan ke konsumen yang potensial. diharapkan agar nilai penjualan listrik menjadi lebih tinggi sehingga mampu menghasilkan dana untuk perubahan sumber energi kelistrikan di Indragiri Hilir.PLN Ranting Tembilahan. Upaya Perlindungan Konsumen Terhadap Jasa Pemasangan KWH Listrik Yang Dilakukan Oleh PT.PLN Ranting Tembilahan untuk mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. maka semakin jelas perlindungan terhadap hak-hak konsumen merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh para pelaku usaha. adalah dengan cara melakukan perubahan manajemen PT. baik berupa produk barang dan/ atau jasa di Indonesia. Adapun upaya perlindungan kepada konsumen/ pelanggan listrik pada umumnya menyangkut jasa PLN.PLN Ranting Tembilahan kearah yang lebih baik serta senantiasa meningkatkan kinerja PT.C. Meningkatkan Pemasaran PT. dan pelanggan baru pada khususnya menyangkut jasa pemasangan KWH listrik. Tidak terkecuali terhadap Perusahaan bergerak dibidang jasa listrik yaitu PT. Dengan demikian. Diharapkan nantinya. PT.PLN mengembangkan manajemen yang penuh perubahan ke arah yang lebih baik dengan cara melakukan evaluasi kerja terhadap hal-hal sebagai berikut yaitu : 1. yaitu menggunakan energi listrik untuk kegiatan bisnis.PLN mampu memenuhi 122 . Untuk mencapai tujuan menjadi perusahaan yang profesional maka PT.PLN Ranting Tembilahan Ditinjau Dari UndangUndang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Sehubungan dengan diberlakukannya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) di Indonesia.

PLN Ranting Tembilahan. b. Melakukan pembinaan pegawai agar tumbuh rasa tanggung jawab terhadap visi dan misi PLN. dengan cara memberikan penyuluhan hukum tentang Undang-Undang Perlindungan Konsumen. sehingga mampu berkreasi dan beraktifitas secara maksimal pula. Secara lebih terperinci. memberikan buku-buku panduan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen kepada para pegawai. seminar dan diskusi. Peningkatan mutu pegawai mengenai kemampuan. keterampilan.PLN Ranting Tembilahan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pegawai/ karyawannya adalah sebagai berikut : a. Hal tersebut dilakukan dengan cara.kebutuhan para pelanggan. Meningkatkan Sumber Daya Manusia PT. dengan cara memberikan pelatihan keterampilan pegawai bidang teknik. 2. Adapula bentuk peningkatan kinerja yang dilakukan PLN. Ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan kepada para karyawan/ pegawai PT.PLN Ranting Tembilahan juga terus berupaya untuk meningkatkan mutu karyawan/ pegawainya dengan melakukan pendidikan dinas dan latihan secara terprogram. etika dan ketelitian serta produktifitas pegawai dan disiplin kerja. agar menyadari kedudukan yang seimbang antara pelaku usaha/ produsen dengan masyarakat sebagai konsumen. dengan cara mengikutsertakan karyawan dalam suatu lokakarya. baik pelanggan lama yang terus menggunakan energi listrik untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari maupun para pelanggan baru yang telah mengajukan permohonan pemasangan KWH listrik dan masih berada di daftar tunggu. Memberikan motivasi pegawai agar menjadi pekerja keras dan menggunakan kemampuan secara maksimal. 123 . administrasi dan manajemen. adapun langkah yang dilakukan PT.

bahwa Undang-Undang Perlindungan Konsumen hadir untuk melindungi hak-hak
konsumen. Agar terciptanya kegiatan usaha yang profesional. Dengan demikian
terjadinya hubungan yang seimbang antara pelaku usaha dengan masyarakat selaku
konsumen, karena masalah konsumen menyangkut hajat hidup orang banyak.
Penyuluhan

hukum

tersebut

diberikan

dan

disosialisasikan

kepada

para

pegawai/karyawan dengan dua cara yaitu :
1. Mengadakan seminar lokakarya, pendidikan dan latihan karyawan lingkungan
PLN. Para pejabat di lingkungan PLN yang mengemban tugas berat dalam
pelaksanaan kegiatan perusahaan, haruslah mempunyai pengetahuan yang
memadai tentang perlindungan konsumen. Nantinya, hal tersebut akan
diinstruksikan pelaksanaannya kepada jajaran ataupun bawahannya. Sosialisasi
tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat pusat saja tetapi ke seluruh daerah.
PT.PLN juga melakukan training atau diklat (pendidikan dan pelatihan) yang
bertemakan tentang perlindungan konsumen, dengan demikian diharapkan
karyawan dan konsumen memahami akan arti penting perlindungan konsumen
dan pelaksanaan perlindungan konsumen. Menurut bapak Desril Naldi,
penerapan perlindungan konsumen yang utama terlebih dahulu adalah
pemahaman yang dimiliki oleh karyawan. 95
2. Melakukan pemberian buku tentang perlindungan konsumen kepada karyawan
PLN. Dengan demikian karyawan diharapkan membacanya, memahami dan
melaksanakan harapan yang tertuang dalam Perlindungan Konsumen tersebut.

95

Wawancara dengan Bapak Desril Naldi selaku Manajer PT.PLN Ranting Tembilahan, pada hari Senin,
tanggal 22 Maret 2010.

124

Yaitu meletakkan posisi konsumen pada tempat yang layak dan seimbang
dengan pelaku usaha.
Menurut penulis, apabila karyawan PT.PLN hendak sungguh-sungguh
bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada konsumen, yaitu harus
memperhatikan segala sesuatu yang sudah diatur dalam peraturan perusahaan. Sehingga
dalam melakukan pekerjaan tidak sembarangan, dan hasil yang didapati pun sesuai
dengan program atau manajemen perusahaan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
tabel III.5 sebagai berikut :
Tabel III.5
Pegawai/karyawan PT.PLN telah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat
sebagai pelanggan listrik.

No

Jawaban Responden

Jumlah

Persentase

1

Iya

477 KK

57,6%

2

Tidak

350 KK

42,4%

827 KK

100%

Jumlah Total

Dari jawaban para responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini,
ternyata masih ada yang menjawab bahwa pelayanan pegawai/ karyawan PT.PLN
belum sebagaimana diharapkan oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada tabel III.5 di
atas, bahwa 477 menjawab “iya” dan sisanya 350 responden menjawab “tidak”. Artinya
masih ada sebagian pegawai/ karyawan PT.PLN yang belum mengerti arti perlindungan
terhadap konsumen/ pelanggan jasa listrik. Sehingga pegawai/ karyawan belum
memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
c. Menurut Bapak Desril Naldi, terhadap petugas PLN yang melakukan kesalahan
dalam kerja atau dapat dikatakan menyalahgunakan kekuasaannya sehingga

125

merugikan konsumen, maka PT.PLN akan memberikan sanksi dimulai dari teguran,
peringatan, pemotongan honor bahkan sampai kepada pemecatan secara tidak
hormat karena kesalahan yang dilakukannya tersebut. Mengenai hal tersebut penulis
mencoba menyesuaikan dengan jawaban responden, untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada tabel III.6 sebagai berikut :
Tabel III.6
PT.PLN telah memberikan sanksi kepada pegawainya yang menyalahgunaakan
kekuasaan/ terjadi kesalahan dalam pekerjaan sesuai dengan tingkat kesalahannya

No

Jawaban Responden

Jumlah

Persentase

1

Iya

277 KK

33,5%

2

Tidak

150 KK

18,1%

3

Tidak tahu

400 KK

48,4%

827 KK

100%

Jumlah Total

Dari jawaban responden pada tabel III.6 tersebut, dapat ditarik kesimpulan
bahwa kebanyakan dari responden tidak mengetahui apakah PT.PLN benar-benar telah
memberikan sanksi kepada para pegawai/ karyawannya menyangkut kesalahan yang
dilakukan pegawai/ karyawannya sesuai tingkat kesalahannya tersebut.
3. Meningkatkan Pelayanan
PT.PLN Ranting Tembilahan menempatkan konsumen bukan hanya sebagai
objek bisnis melainkan sebagai Warga Negara Indonesia yang berhak mendapatkan
fasilitas umum yang disediakan negara dan hal tersebut merupakan tugas negara dan
tugas PLN sebagai penyedia jasa listrik bagi masyarakat, sehingga PT.PLN terus
meningkatkan kinerja dan pelayanannya kepada masyarakat sebagai pelanggan/
konsumen pengguna jasa listrik dengan cara sebagai berikut :

126

PLN Ranting Tembilahan menyediakan formulir pengaduan.PLN Ranting Tembilahan melalui telepon ke nomor yang telah disediakan PT. Selanjutnya pengaduan tersebut.PLN juga bersedia memberikan informasi kepada masyarakat dan/ atau pelanggan seputar permasalahan listrik. Pelanggan/ konsumen juga dapat mengirim sms ke nomor 081268112442. PT.a. untuk permasalahan tagihan rekening listrik yang tidak sesuai 127 . kritikan. yaitu kontak (0768) 24023 jika sambungan listrik anda mendapat gangguan dan menanyakan tagihan rekening listrik.PLN Ranting Tembilahan. Pelanggan dapat menghubungi PT. dapat menghubungi Unit Gangguan dan Pengaduan (UGP) melalui telepon ke (0768) 21917.PLN Ranting Tembilahan. dengan cara membentuk wadah untuk menampung keluhan dan pengaduan pelanggan. yang dapat di isi oleh pelanggan yang ingin memberikan pengaduan seputar kinerja dan/ atau pelayanan pegawai PT.PLN Ranting Tembilahan akan menuju lokasi dan melakukan perbaikan.PLN Ranting Tembilahan.PLN Ranting Tembilahan beritikad baik dan bersikap terbuka dalam menerima keluhan. Dalam menanggapi dan menindaklanjuti laporan atau pengaduan konsumen yang sifatnya tidak mendesak. Isi pengaduan dalam formulir tersebut. akan direkomendasi untuk ditindaklanjuti dengan keluarnya Surat Perintah Kerja (SPK) bagi petugas pelaksana. kemudian dimasukan ke kotak-kotak pengaduan yang disediakan oleh PT. PT. yang kemudian diserahkan ke bagian Unit Gangguan dan Pengaduan (UGP). untuk menanyakan informasi mengenai tagihan listrik. permasalahan. persyaratan pemasangan KWH listrik dan seputar gangguan masalah listrik. PT. Atau apabila pelanggan ingin komplain (mengajukan keberatan). Selain itu. saran dari masyarakat dan/ atau pelanggan. Kemudian petugas PT.

2% Jumlah Total 827 KK 100% Dari tabel III. sehingga kebanyakan dari mereka lebih senang berurusan melalui telepon ataupun sms.PLN Ranting Tembilahan dapat dilakukan via telepon.7 sebagai berikut : Tabel III.PLN mengetahui pelayanan PT. akan tetapi internet sudah menyebar di Tembilahan sehingga 128 .8% 2 Tidak tahu 200 KK 24.PLN.dan internet No Jawaban Responden Jumlah Persentase 1 Tahu 627 KK 75. kebanyakan dari responden yang dijadikan sampel pada penelitian ini mengetahuinya. Jawaban masyarakat dapat dilihat pada tabel III.sms dan internet tersebut.id. Untuk masyarakat yang ingin melakukan pemasangan KWH baru. pelanggan bisa melaporkan hal tersebut kepada petugas PLN yang ada pada Unit Koreksi Meteran (UKM). PLN juga membuka akses-akses kepada masyarakat agar dapat mengetahui mengenai PLN melalui internet di situs www. dapat menanyakan informasinya melalui sms.PLN Ranting Tembilahan di Jalan Gunung Daek di bagian Pelayanan Pelanggan 24 Jam.7 tersebut.dengan angka yang tertera pada meteran.7 Masyarakat/pelanggan PT. Sedangkan masalah internet beberapa golongan masyarakat masih belum banyak yang mengetahuinya.sms.co. hal ini sangat wajar karena hampir rata-rata seluruh masyarakat Indragiri Hilir telah memiliki handphone/ telepon genggam.PLN dapat dilakukan melalui telepon. atau telepon dan dapat langsung menanyakan ke kantor PT. Apakah masyarakat telah mengetahui pelayanan PT.

memungkinkan masyarakat untuk terus menambah wawasan dan pengetahuannya seputar permasalahan listrik dan mendapatkan informasi melalui internet. PT.PLN langsung menyampaikan kepada pelanggan mengenai hak dan kewajiban yang akan didapatkan dan harus dipenuhi pelanggan dari PT.PLN Ranting Tembilahan.PLN Ranting Tembilahan. protes dan komplain sehubungan dengan kesalahan akibat human eror.PLN hal ini mengingat masih banyaknya masyarakat Indonesia yang sangat awam pengetahuannya mengenai Undang-Undang. khususnya Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Dan apabila pelanggan merasa haknya tersebut belum terpenuhi secara maksimal oleh pihak PT.PLN Ranting Tembilahan dan pihak PLN harus segera mengantisipasi dan mencari pemecahannya agar tidak menyebabkan kerugian pihak konsumen Menurut Sudikno Mertokusumo. adalah hak untuk mendapatkan fasilitas listrik dari PT. Sehingga pada saat masyarakat mengajukan permohonan pemasangan KWH listrik dan sampai dengan dipasangkannya KWH tersebut ke tempat pelanggan baru. sedangkan kepentingan adalah tuntutan yang 129 .PLN Ranting Tembilahan juga akan memberikan informasi kepada masyarakat/ pelanggan tentang hak dan kewajiban masyarakat sebagai pelanggan/ konsumen pengguna jasa listrik dari PT. yang dimaksud dengan hak adalah kepentingan hukum yang dilindungi oleh hukum. PT. b.PLN Ranting Tembilahan sesuai nilai tukar yang dibayar oleh pelanggan melalui rekening listrik. maka konsumen/ pelanggan dapat memberikan pertanyaan. Adapun hak mutlak pelanggan listrik pada PT. maka konsumen dapat segera mengkonfirmasikan permasalahan tersebut kepada pihak PT.PLN Ranting Tembilahan.

8 sebagai berikut : 96 97 Sudikno Mertokusumo. maka pelanggan akan dikenakan denda sebesar Rp.PLN Ranting Tembilahan adalah Kewajiban membayar rekening listrik tepat pada waktunya sesuai jumlah pemakaian yang tercatat di meteran listrik. Op. Ini adalah sebagai wujud sanksi yang diberikan kepada konsumen yang tidak memenuhi kewajiban. PLN mempunyai program kerja dengan nama P2TL yaitu Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik. Januari 2003. maka petugas PLN akan bertindak tegas dengan melakukan pemutusan jaringan listrik.Cit.. Untuk mengatasi masalah penunggakan tagihan rekening listrik yang dilakukan oleh konsumen/ pelanggan. 96 Sedangkan kewajiban pelanggan pengguna jasa listrik dari PT. 3000. Kepentingan pada hakikatnya mengandung kekuasaan yang dijamin untuk dan dilindungi oleh hukum dalam melaksanakannya.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel III. PT. hal 72. 130 . 97 Hal ini sebagaimana yang diatur dalam Pasal 5 huruf c Undang-Undang Perlindungan Konsumen dinyatakan bahwa : “konsumen berkewajiban untuk membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati”. Konsumen tidak boleh terlambat dalam membayar rekening.perbulan. hal 40. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerugian PLN yang berakibat kurangnya dana untuk mensuplai tenaga listrik untuk menampung dan memenuhi permintaan pemasangan KWH listrik para pelanggan baru.diharapkan untuk dipenuhi. Apabila tiga bulan berturut-turut tidak membayar tagihan rekening listrik.PLN. Acuan Hukum Pemberlakuan Tarif Dasar Listrik. jika terlambat atau melewati batas waktu yang ditetapkan sebagai tempo waktu.

8 Pelanggan baru telah mengetahui hak dan kewajibannya yang kelak akan di dapatkan dan harus dipenuhi nya kepada PT. PT. Meningkatkan Efisiensi Untuk menghindari calo-calo pemasangan listrik baru yang selama ini meresahkan warga/ masyarakat.PLN Ranting Tembilahan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel III.Tabel III. PLN juga telah meningkatkan sarana dan prasarana kerja dengan adanya komputer. Untuk meningkatkan efisiensi.PLN berupa pelayanan melalui telepon.PLN Ranting Tembilahan No Jawaban Responden Jumlah Persentase 1 Tahu 727 KK 88% 2 Tidak Tahu 100 KK 12% 827 KK 100% Jumlah Total Dari jawaban responden pada tabel III. Selanjutnya pihak PT.PLN Ranting Tembilahan. sms maupun jalur internet kepada para pelanggan untuk mempermudah pelanggan berurusan dengan PT. baik itu penggambaran sampai dengan pemasangan di tempat konsumen.9 sebagai berikut : 131 .PLN Ranting Tembilahan akan melakukan paketpaket untuk mempermudah pengurusan sambungan baru.PLN Ranting Tembilahan.PLN Ranting Tembilahan akan menunjuk biro khusus/ resmi untuk melakukan proses penyambungannya. telah disediakan pula oleh PT. 4.PLN Ranting Tembilahan. yakni dengan cara setiap penyambungan baru harus berhubungan langsung dengan PT.8 tersebut bahwa sebagian besar pelanggan/ konsumen sudah mengetahui hak dan kewajibannya sebagai pelanggan pengguna jasa listrik di PT. dengan cara mendaftarkan diri ke kantor PT.

PLN Ranting Tembilahan. PLN juga berupaya mencegah terjadinya pencurian arus listrik dengan melakukan kontrol dan pengawasan yang ketat dan melaksanakan program Operasi Penertiban Arus Listrik (OPAL).3% Jumlah Total 827 KK 100% Dari tabel III. pengaruh positif tersebut tidak lepas dari peranan PT. adanya Program Penertiban Pembayaran Listrik. 5.PLN Ranting Tembilahan dalam meyakinkan masyarakat untuk dapat berurusan langsung kepada pihak PT. internet atau datang langsung ke kantor PT. Peningkatan manajemen keuangan tersebut dilakukan dengan cara mencegah terjadinya penunggakan pembayaran pihak pelanggan/ konsumen.9 di atas. PLN juga terus 132 .PLN baik melalui telepon.PLN Ranting Tembilahan secara resmi. seperti memberikan denda.PLN 800 KK 96. Hal ini tentunya sebagai pertanda baik bahwa pelanggan/ konsumen benar-benar telah berhati-hati menghadapi pihak-pihak yang dapat merugikan konsumen. hampir seluruh responden menjawab bahwa mendapatkan informasi seputar pemasangan KWH adalah langsung dari PT.PLN atau melalui calo-calo No Jawaban Responden Jumlah Persentase 1 Langsung dari PT. sms. Tentunya.Tabel III. Meningkatkan Manajemen Keuangan PLN terus berupaya untuk meningkatkan dana dengan memanajemen keuangan dengan baik agar tidak terjadi kerugian di tubuh PLN.9 Pelanggan baru mendapatkan informasi seputar pemasangan KWH listrik didapatkan benar-benar langsung dari PT. bekerjasama dengan pihak penyidik dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.7% 2 Melalui calo 27 KK 3. Kemudian. Selain itu.

berupaya mengencangkan ikat pinggang agar dana di PLN mencukupi untuk meningkatkan kualitas sumber tenaga pembangkit listrik. Supervisor Operasi Distribusi 3. Diharapkan kelak akan mampu menampung dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang telah mengajukan permohonan pemasangan KWH listrik kepada pihak PT. tugas dan tanggung jawab di perusahaan tidak menjadi persoalan.PLN Ranting Tembilahan. PLN Ranting Tembilahan dipimpin oleh seorang Manajer yang dilengkapi dengan beberapa Supervisor yaitu : 1. Dalam format sruktur organisasi PT. Supervisor Pelayanan Pelanggan 5. Supervisor Perencanaan Distribusi 4. PT. Meningkatkan Organisasi Dan Manajemen PLN meningkatakan organisasi manajemen dengan cara-cara diantaranya adalah sebagai berikut : a. 6. Program kerja yang terkoordinir dan sistematis. Ini dilakukan sebagai wujud rasa tanggung jawab pihak PLN kepada konsumen dalam pemberian fasilitas listrik. Supervisor CATER (Catatan Meteran) 6. sehingga dalam pelaksanaannya. Supervisor Administrasi dan Keuangan 133 . Supervisor Jaringan Pembangkitan 2. dengan struktur organisasi perusahaan yang mempunyai jenjang koordinasi. Supervisor Penagihan 7.PLN Ranting Tembilahan mempunyai koordinasi yang jelas dengan tugas dan tanggung jawab yang ada.

Badan tersebut berbeda dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh bidang lain. Badan ini bertugas untuk melakukan pengawasan intern atau pengawasan dalam tubuh PLN sendiri dalam hal pelaksanaan tugas dan fungsi. Untuk membantu tugas manajer maka dibentuk bagian-bagian yang disebut dengan divisi yang dikepalai oleh seorang supervisor. Badan tersebut bersifat independen dengan kemandirian tugas yang dimiliki. KPUB merupakan badan kontrol yang dimiliki oleh PLN dan dikoordinir secara terpusat.PLN. diharapkan dapat memacu kinerja PLN kearah yang lebih baik. yang menguasai bidang pekerjaan dan mempunyai keahlian khusus. demi tercapainya kinerja yang baik dan terlaksananya program kerja yang sudah dicanangkan oleh PLN. dengan demikian pekerjaan dapat dilakukan dengan baik dan profesional. demi meningkatkan kinerja.b.PLN Ditubuh PLN mempunyai badan yang berdiri sendiri dengan fungsi dan tugas tersendiri. Tugas utama bidang tersebut adalah melakukan pengawasan. Kemampuan khusus yang dimiliki setiap asisten manajer sangatlah membantu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka. Adanya Lembaga Perlindungan Konsumen pada PT. Dengan adanya pemberian tanggung jawab dan jabatan sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuan yang dimiliki. Dengan adanya badan ini diharapkan kecurigaan-kecurigaan yang timbul dapat dinetralisir dan dapat diselesaikan secara internal. c. Diharapkan lembaga ini nantinya dapat dijadikan kepercayaan oleh konsumen 134 . Bidang khusus tersebut disebut dengan Komisi Pengawas Unit Bisnis disingkat dengan KPUB. sebagai upaya kontrol yang dilakukan untuk melihat dan memantau kinerja PT. Masing-masing asisten manajer memiliki skill atau keahlian di bidang pekerjaan khusus.

pihak PT.PLN Ranting Tembilahan telah mengambil langkah-langkah yang dapat dibanggakan diantaranya sebagai berikut : a.PLN Ranting Tembilahan. PLN melakukan Revisi atau penyempurnaan kontrak antara konsumen dengan PLN. b. sehingga kian hari kian mengalami penambahan dan peningkatan kualitas kinerja. Diharapkan juga dapat bekerja sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan kinerjanya dalam pelaksanaan dilapangan khususnya di kawasan PT. Bagi konsumen baru diadakannya kontrak yang tidak berat sebelah (hanya menguntungkan pihak PLN dan membuat PLN tidak atau kurang bertanggung jawab) berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. akan tetapi juga termasuk kedalam tugasnya adalah memantau sejauh mana pelaksanaan perlindungan konsumen oleh PLN.PLN Ranting Tembilahan akan memberikan sanksi berat bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan sengaja melakukan hal-hal yang dapat merugikan konsumen dengan maksud untuk keuntungan pribadi. rayon. PT. 7.listrik. dalam rangka pelaksanaan perlindungan konsumen. 135 . ranting. Meningkatkan Mutu Dan Keandalan Dalam rangka meningkatkan mutu dan keandalan. Pemantauan yang dilakukan KPUB tidak hanya berkisar akan kinerja PLN. cabang. baik untuk tingkat pusat. Adanya OPAL (operasi penertiban aliran listrik) Bagi konsumen baru dilakukan peneraan/ pengujian bagi semua meteran konsumen apakah telah sesuai standar mutu di PLN. c. Dengan adanya pengawasan diharapkan akan terjadi peningkatan kinerja PLN.

yaitu hak mendapatkan perlakuan yang baik dan sama dalam pelayanan. selain hak untuk mendapat fasilitas listrik sebagai hak utama. Adakalanya pula PLN melakukan pemadaman bergilir sebagai wujud antisipasi tenaga pembangkit listrik yang terbatas. PLN tidak melakukan diskriminasi dalam pelayanan karena PLN berkewajiban memberikan pelayanan yang baik terhadap pendistribusian energi listrik dan pelayanan administrasi terhadap konsumen. 98 Salah satu hak konsumen lainnya. Sedangkan menurut Sudikno Mertokusumo yang dimaskud dengan hak adalah kepentingan hukum yang dilindungi oleh hukum. PLN mengadakan yang dikenal dengan nama TMP merupakan singkatan dari Tingkat Mutu Pelayanan. Kepentingan pada hakikatnya mengandung kekuasaan yang dijamin dan dilindungi oleh hukum dalam melaksanakannya. PLN juga bertanggung jawab untuk menyediakan dan mendistribusikan energi listrik secara merata keseluruh pelanggan agar masyarakat selaku konsumen dapat menikmati manfaat energi listrik. Dinyatakan dalam UUPK Pasal 4 Ayat (7) bahwa salah satu hak konsumen adalah: “hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur dan tidak diskriminatif” kepada seluruh konsumen/ masyarakat Indonesia. sedangkan kepentingan adalah tuntutan yang diharapkan untuk dipenuhi. Loc. Mendukung hal itu. adapula hak lainnya yang tidak kalah penting.A. 136 .Cit. Dengan demikian setiap konsumen mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang baik. Dengan luasnya wilayah kerja dan operasional PLN menyebabkan 98 Sudikno Mertokusumo. Menurut Bapak Desril Naldi. TMP ini sangatlah tergantung kepada infrastruktur yang sudah ada. tekhnologi yang tersedia dan kondisi daerah ataupun kawasan kerja.

Pada dasarnya pelayanan itu tergantung kepada infrastruktur dan tekhnologi. untuk itu kita harus pahami mengapa kondisi seperti sekarang inilah yang dapat kita lakukan dan berikan untuk kepentingan umum. Apakah sanggup masyarakat mengeluarkan uang untuk membayar tagihan listrik yang besar. D. Penyelesaian Sengketa Apabila Konsumen Dirugikan Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) memberikan batasan tentang penyelesaian sengketa konsumen. Pertanyaan itu tentu saja dikembalikan kepada kita. Menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) berikut dikutip batasan keduanya : 137 . adalah penyelesaian sengketa antara pelaku usaha dan konsumen. Kata kunci untuk memahami pengertian sengketa konsumen dalam kerangka Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). maka : negara harus mengucurkan dana yang sangat besar untuk penyediaan infrastruktur dan tekhnologi yang mutakhir dan canggih. apabila ingin mendapatkan pelayanan yang baik. Selain itu juga tentunya akan terjadi kenaikan tarif dasar listrik (TDL). adakalanya infrastruktur yang tersedia sangatlah sederhana dengan tekhnologi yang digunakan apa adanya sehingga tidak mugkin kiranya pelayanan yang sama dilakukan sama disetiap daerah. menggunakan metode penafsiran mengenai batasan konsumen dan pelaku usaha. yang sangat melonjak. Untuk daerahdaerah yang dikategorikan sebagai daerah sulit. Ditegaskan lagi oleh beliau. apakah untuk itu kita sanggup.pemerataan infrastruktur dan tekhnologi sangatlah sulit disediakan.

Perlindungan hukum yang diberikan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Indonesia.” Sedangkan pengertian pelaku usaha adalah : “setiap orang perseorangan atau badan usaha. maka esensi perlindungan hukum yang diberikan Undang-Undang Perlindungan Konsumen adalah penyelesaian sengketa antara sesama para pelaku usaha. oranglain. Pelaku usaha harus bertanggung jawab tanpa dasar kesalahannya (Liability without fault) atas defektifitas barang atau jasa dan atau segala hal yang membuat konsumen menderita. keluarga atau pihak lain dan sebagai pemakai akhir dari produk suatu barang dan/ atau jasa.“Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. Sehingga konsumen dipastikan setiap orang atau individu pemakai barang dan/ atau jasa untuk keperluan sendiri. Jakarta : Desember 2005. Panta rei. Yayasan sebagai konsumen. sistem Product Liability memiliki sistem yang protektif terhadap kepentingan hukum konsumen. Menurut NHT Siahaan. seperti PT. Berarti Undang-Undang Perlindungan Konsumen tidak mengakui badan hukum. Jika saja badan hukum diakui sebagai konsumen menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen. baik sendiri maupun bersamasama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi”. keluarga. 138 . maupun mahluk hidup lainnya dan tidak untuk diperdagangkan. hanya berhak bagi individu sebagai konsumen akhir (end user). 99 99 NHT siahaan. hal 311. Pelaku usaha harus pula menanggung pembuktian terbalik atas suatu tuntutan yang dilakukan kepadanya. baik bagi kepentingan diri sendiri. Perlindungan Konsumen Dan Tanggung Jawab Produk.

Konsiliasi sama halnya seperti mediasi. maka penyelesaiannya dapat ditempuh dengan dua cara. melalui cara-cara sebagai berikut : a. Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Perlindungan Konsumen yaitu : “Penyelesaian sengketa konsumen dapat ditempuh melalui pengadilan atau diluar pengadilan berdasarkan pilihan sukarela para pihak yang bersengketa”. tidak memihak dan tidak berwenang untuk memutuskan perkara akan tetapi peranan seorang mediator berbeda dengan peranan konsiliator. Mediator harus bersifat netral dan tidak mempunyai kewenangan dalam memutuskan perkara. hanya sebagai penasihat untuk tercapainya jalan keluar antara para pihak yang berperkara.Sehubungan dengan upaya hukum penyelesaian sengketa konsumen. Konsiliasi juga merupakan suatu proses penyelesaian sengketa diantara para pihak dengan melibatkan pihak ketiga yang netral. Adapun penyelesaian sengketa apabila konsumen dirugikan adalah sebagai berikut : 1. Negosiasi.PLN. Mediasi. adalah proses penyelesaian sengketa dengan mengikutsertakan pihak ketiga sebagai mediator. Konsiliator peranannya lebih aktif dibanding mediator. karena konsiliator dapat memberikan 139 . b. Secara damai Penyelesaian sengketa secara damai adalah penyelesaian melalui perundingan kembali antara konsumen/ pelanggan listrik. adalah proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara para pihak yang berperkara. apabila konsumen dirugikan. dengan pelaku usaha/ PT. c.

Hal ini dinyatakan dalam Pasal 45 Ayat (4) Undang-Undang Perlindungan Konsumen. yaitu penyelesaian melalui pengadilan dan/ atau penyelesaian melalui badan/ 100 Gunawan Widjaja. maka mereka dapat mengajukan penyelesaian melalui jalur hukum. pendapat dan lain sebagainya untuk tercapainya jalan keluar dari suatu permasalahan. 140 .saran. yaitu : “Penyelesaian sengketa konsumen diluar pengadilan diselenggarakan untuk mencapai kesepakatan mengenai bentuk dan besarnya ganti rugi dan/atau mengenai tindakan tertentu untuk menjamin tidak akan terjadi kembali atau tidak akan terulang kembali kerugian yang diderita oleh konsumen”. Melalui Jalur Hukum Penyelesaian melalui jalur hukum ditempuh apabila penyelesaian secara damai tidak memberikan jalan keluar bagi para pihak.Raja Grafindo Persada. hal 35. yaitu : “Apabila telah dipilih upaya penyelesaian sengketa konsumen diluar pengadilan. Penyelesaian secara damai dimaksudkan agar tercapainya kesepakatan para pihak. 100 Penyelesaian sengketa secara damai dinyatakan dalam Pasal 47 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. sebagai bentuk dari Win win solution. Maka pihak konsumen dapat mengajukan gugatan atas pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha melalui jalur hukum. PT. gugatan melalui pengadilan hanya dapat ditempuh apabila upaya tersebut dinyatakan tidak berhasil oleh salah satu pihak atau oleh para pihak yang bersengketa”. Namun apabila para pihak/ salah satu pihak merasa keberatan atas hasil dari upaya jalan keluar yang diputuskan secara damai. 2. Jakarta : 2000. Hukum Arbitrase.

yaitu : (1) Gugatan atas pelanggaran pelaku usaha dapat dilakukan oleh : a. yaitu berbentuk badan hukum atau yayasan. Adapun pihak konsumen yang dapat mengajukan gugatan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha diatur dalam Pasal 46 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. 141 . yang dalam anggaran dasarnya menyebutkan dengan tegas bahwa tujuan didirikannya organisasi tersebut adalah kuntuk kepentingan perlindungan konsumen dan telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan anggaran dasarnya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen. sekelompok konsumen yang mempunyai kepentingan yang sama. lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat yang memenuhi syarat. lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat atau pemerintah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf b.lembaga yang bertugas menyelesaikan sengketa konsumen. (2) Gugatan yang diajukan oleh sekelompok konsumen. huruf c. d. b. seorang konsumen yang dirugikan atau ahli waris yang bersangkutan. atau huruf d diajukan kepada peradilan umum. c. yaitu : “Setiap konsumen yang dirugikan dapat menggugat pelaku usaha melalui lembaga yang bertugas menyelesaikan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha atau melalui peradilan yang berada di lingkungan peradilan umum”. pemerintah dan/atau instansi terkait apabila barang dan/atau jasa yang dikonsumsi atau dimanfaatkan mengakibatkan kerugian materi yang besar dan/atau korban yang tidak sedikit.

ayat (3). maka konsumen dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri di tempat kediaman konsumen. baik gugatan secara perdata maupun secara pidana. Penyelesaian sengketa konsumen melalui Pengadilan Dalam hal pelaku usaha melakukan pelanggaran yang merugikan pihak konsumen. ayat (2). Penyelesaian sengketa konsumen melalui Pengadilan diatur dalam Pasal 48 UUPK.(3) ketentuan lebih lanjut mengenai kerugian materi yang besar dan/ atau korban yang tidak sedikit sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf d diatur dengan Peraturan Pemerintah”. Penyelesaian sengketa melalui Pengadilan memiliki upaya hukum banding dan kasasi.Penyelesaian sengketa konsumen melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Penyelesaian sengketa konsumen melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen merupakan penyelesaian sengketa secara hukum. Selain itu. yaitu : “Pelaku usaha yang menolak dan/atau tidak memberikan tanggapan dan/atau tidak memenuhi ganti rugi atas tuntutan konsumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1). Sebagaimana diatur dalam Pasal 49 Ayat (1) Undang-Undang Perlindungan 142 . dan ayat (4) dapat digugat melalui badan penyelesaian sengketa konsumen atau mengajukan ke badan peradilan di tempat kedudukan konsumen”. telah diatur pula dalam Pasal 23 Undang-Undang Perlindungan Konsumen mengenai tanggung jawab pelaku usaha. Adapun penyelesaian melalui jalur hukum tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. yaitu : “Penyelesaian sengketa konsumen melalui pengadilan mengacu pada ketentuan tentang peradilan umum yang berlaku dengan memperhatikan ketentuan dalam pasal 45”. 2. yang dilakukan diluar Pengadilan.

Alternatif Penyelesaian Sengketa. Artinya bahwa konsumen/ masyarakat dapat pula melakukan pengaduan kepada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (dalam penelitian ini disingkat BPSK) dan BPSK dapat membantu penyelesaian sengketa baik melalui jalur damai seperti negosiasi. Penyelesaian sengketa melalui cara arbitrase. 1 No. maka dapat dimintakan ke Pengadilan untuk memaksakan pemenuhan putusan arbitrase tersebut dan Pengadilan dapat bertindak sebagai eksekutorial. 143 . maka BPSK dapat menjadi pihak ketiga yang netral dan terhadap hasilnya dapat diajukan keberatan oleh para pihak dengan mengajukannya ke Pengadilan Negeri. Jakarta : 2001. hal 73. 102 Gunawan Widjaja. kosiliasi. Jurnal Ilmiah Hukum Perlindungan Konsumen Melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. namun bukan merupakan upaya hukum atas ketidaksetujuan terhadap putusan arbitrase. PT. maupun melalui jalur hukum seperti arbitrase yang putusannya memiliki kekuatan hukum yang lebih jelas karena bersifat final dan binding. yaitu :“Pemerintah membentuk badan penyelesaian sengketa konsumen di Daerah Tingkat II untuk menyelesaikan sengketa konsumen di luar Pengadilan”. artinya tidak ada upaya hukum lainnya dan putusannya mutlak untuk dilaksanakan oleh para pihak. atau melalui konsiliasi. Akan tetapi dalam hal penyelesaian sengketa melalui BPSK 102 diselesaikan dengan cara arbitrase. hal 79-88.Konsumen. mediasi. karena arbitrase tidak ada upaya hukum lainnya sehingga putusan arbitrase adalah final. maka putusannya mutlak harus dilaksanakan oleh para pihak. Raja Grafindo Persada. badan penyelesaian sengketa konsumen tersebut dapat ditunjuk adalah seperti BANI (Badan Arbitrase Nasional 101 Fakultas Hukum Universitas Taman Siswa. 10 Juni 2009. 101 Dalam hal penyelesaian sengketa melalui BPSK yang diselesaikan dengan cara damai seperti mediasi. Vol. Apabila para pihak tidak menjalankan putusan tersebut. Padang.

Badanbadan penyelesaian sengketa konsumen tersebut dalam tujuan yang sama yaitu untuk menyelesaikan sengketa konsumen hanya saja dalam nama yang berbeda. 103 Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen lainnya yang berada di wilayah Provinsi Riau bertempat di kota Pekanbaru dikenal dengan nama Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (yang dalam penelitian ini disingkat YLKI). dapat mengajukan ke YLKI terdekat yaitu di wilayah Rengat (Indragiri Hulu) terletak di Jalan HOS. Masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir sebagai konsumen. Marpoyan Damai. Pekanbaru Riau. Atau dapat pula langsung ke pusat YLKI di Riau. sehingga melibatkan banyak pihak. Hp : 0811760424.Cit. tepatnya terletak di Jalan Jati gang damai No. 30. 34. Cokroaminoto No. Rengat Indragiri Hulu. Selain itu dapat pula mengajukan ke Lembaga Perlindungan Konsumen lainnya. apabila ingin mengajukan pengaduan sehubungan dengan pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha. apabila terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir. Kelurahan Wonorejo RT 01 RW 01. yang berada di Pekanbaru. yaitu Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) EKRA yang terletak di Jalan Kuini gang kelapa I No. buku Ahmadi Miru dan Sutarman Yodo. Mengenai permasalahan penyelesaian konsumen dalam hal menyangkut kepentingan bersama-sama konsumen. hal 225-234 144 . bersedia melakukan kerjasama dengan konsumen dan mengalokasikan pekerjaan ke daerah yang bersangkutan.Indonesia) atau BAMUI (Badan Arbitrase Muamalat Indonesia) yang mampu menjadi arbiter atas sengketa antara Bank Muamalat dengan nasabah sebagai konsumen. Kecamatan Senepelan Pekanbaru Riau. Op. maka YLKI Pekanbaru ketika ditanyakan penulis melalui wawancara. yaitu Indragiri Hilir 103 Baca Hal 225-234. 6B. Hp : 081371887125. telepon (0769) 323023.

Menurut Bapak Desril Naldi. seperti tiang listrik yang miring. menyediakan keluhan pelanggan di bagian Unit Ganguan dan Pengaduan (UGP).(berhubung di Indragiri Hilir belum dibuka kantor cabang YLKI untuk membantu penyelesaian sengketa konsumen). dan kelambatan tanggap pihak PLN atas permintaan tambah/turun daya listrik. Menanggapi berbagai keluhan mayarakat yang beragam tersebut. sikenal dengan nama Komisi Pengawas Unit Bisnis (yang dalam penelitian ini disingkat dengan nama KPUB). Keluhan pelanggan listrik lainnya. KPUB berpusat di PLN Jakarta. Dalam prakteknya untuk penyelesaian sengketa konsumen di bidang produk jasa listrik. yang memakan waktu lama dan bahkan tidak dilakukan pemasangan KWH listrik oleh pihak PLN. dalam arti penyelesaian oleh pihak PLN dengan 145 . namun memiliki cabang-cabang disetiap kantor cabang PLN se Indonesia. juga memiliki fungsi untuk mengawasi kinerja Ranting-Ranting PLN. PLN berupaya menyelesaikan melalui jalur damai. bagian Unit Ganguan dan pengaduan (UGP) tersebut. pemadaman dan voltase yang tidak stabil. yaitu proses permohonan pasang baru. Selain itu. keluhan pelanggan tentang sarana prasarana. Badan tersebut. KPUB di kantor Cabang PLN tersebut. PT. sering menerima keluhan atau komplain pihak pelanggan yang merasa kurangnya kinerja PT.PLN telah menyediakan suatu badan yang bertugas untuk melindungi konsumen. Sedangkan untuk kantor PLN Ranting Tembilahan. yang sifatnya independen. trafo yang tidak stabil dan keluhan mengenai layanan petugas PLN yang kurang simpatik.PLN Ranting Tembilahan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Jenis keluhan tersebut diantaranya tentang mutu produk listrik yang sering terjadi gangguan.

PLN Ranting Tembilahan dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. meskipun prosedur pemasangan KWH listrik sebagai kewajibannya. sehingga pelanggan baru bersedia untuk menunggu fasilitas listrik.10 Waktu menunggu pemasangan KWH Listrik yang dirasakan oleh pelanggan No 1 2 3 4 Jawaban Responden Lama Cukup lama Sedang sebentar Jumlah Total Jumlah 200 KK 327 KK 150 KK 150 KK 827 KK Persentase 24.11 sebagai berikut : 146 . Namun para pelanggan baru tidak merasa berkeberatan untuk menunggu sampai dengan dilakukan pemasangan KWH listrik ke tempatnya.1% 18. mereka menyadari keterbatasan kemampuan PT.6% 18. berupa waktu dan biaya.pelanggan yang dapat menghasilkan keputusan yang tepat bagi para pihak. mereka bersedia menyelesaiakan permasalahan listrik dengan PLN dengan cara. Selain itu juga. tanpa merasa bahwa haknya sebagai konsumen belum dipenuhi oleh pelaku usaha.10 tersebut. Hal tersebut dikarenakan. dikarenakan kebutuhan dan keinginan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas listrik yang dirasakan benar-benar harus memerlukan pengorbanan. dapat ditarik kesimpulan bahwa waktu untuk menunggu pemasangan KWH listrik tersebut memang dirasakan cukup lama oleh pihak pelanggan baru. telah dilaksanakannya. Menurut pelanggan baru yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. menunggu sampai dengan dilakukan pemasangan KWH listrik. hal ini dapat dilihat pada tabel III.1% 100% Dari jawaban responden pada tabel III. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel III.10 sebagai berikut : Tabel III. Hal tersebut dibuktikan melalui wawancara yang penulis tanyakan kepada responden dalam penelitian ini.2% 39.

25. dapat ditarik kesimpulan bahwa pelanggan baru tidak merasa keberatan.000 selama delapan jam menghidupkan mesin. yaitu mesin milik PT. Ketika penulis tanyakan alasannya. Sehingga dari tahun 2006 sampai tahun 2009.4% 2 Tidak 427 KK 51.11 Apakah pelanggan baru merasa keberatan untuk menunggu KWH listrik terpasang ke tempatnya No Jawaban responden jumlah persentase 1 Ya 400 KK 48. biaya yang harus mereka keluarkan jauh lebih mahal berkisar antara Rp.6% 827 KK 100% Jumlah Total Dari jawaban responden pada tabel III. Sedangkan responden lainnya. karena penyelesaiannya dapat ditempuh dengan jalur 147 . membuat masyarakat merasa jelas dan mengetahui keadaan PLN yang dijelaskan oleh pihak PLN. memberikan alasan karena mereka benar-benar membutuhkan listrik yang apabila mereka bandingkan dengan menggunakan mesin genset sendiri.Tabel III. Penyelesaian secara damai yang dilakukan oleh PLN dengan masyarakat selaku konsumen listrik tersebut. selain itu mereka tidak memiliki kemampuan membeli dan menggunakan mesin genset sendiri. lebih dari separuh menjawab karena menyadari sumber energi listrik.PLN Ranting Tembilahan yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan listrik para pelanggan baru yang terus bertambah.11 tersebut. tidak ada permasalahan komplain pihak pelanggan listrik di Kabupaten Indragiri Hilir yang sampai ke jalur hukum.000 sampai dengan Rp.30. Sehingga mereka bersedia untuk menunggu sampai dengan dipasangkan KWH listrik ke tempat mereka.

jawaban mereka sangat beragam. 148 . ketika penulis tanyakan harapan responden mengenai listrik di Indragiri Hilir untuk kedepannya. Namun meskipun demikian. Namun pada intinya penulis dapat mengambil kesimpulan dari harapan para responden yang mewakili masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir tersebut. berharap mesin PT. diantaranya berharap KWH listrik mereka cepat terpasang.PLN Ranting Tembilahan sebagai pelaku usaha yang menyediakan jasa listrik.damai oleh para pihak.PLN Ranting Tembilahan tidak hanya mementingkan pembayaran tetapi juga memperhatikan kerjanya. berharap PT. untuk mengantisipasi tingkat kebutuhan listrik masyarakat dengan daya listrik yang memadai. Sehingga kedepannya PLN dapat berubah kearah yang lebih baik. berharap listrik tidak hidup mati lagi.PLN Ranting Tembilahan segera ditambahkan atau diganti baru dan lain sebagainya. bahwa mereka menginginkan adanya perubahan di PT.

PLN survey ketempat pelanggan untuk mengecek instalasi listrik dijalan raya.BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Prosedur pemasangan KWH listrik di PT. 2. PLN Ranting Tembilahan adalah : sumber energi pembangkit listrik yang terbatas yaitu bersumber dari mesin yang kapasitasnya kurang apabila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan masyarakat terhadap listrik.PLN sebagai satu-satunya penyedia jasa listrik menjadikannya tidak termotivasi untuk membenahi diri kearah yang lebih baik.PLN 149 . manajemen PT. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran terhadap konsumen menyangkut jasa pemasangan KWH listrik oleh PT.PLN Ranting Tembilahan. wilayah Indragiri Hilir yang luas yaitu terdiri dari 20 Kecamatan dan 193 Desa dan/ atau Kelurahan sehingga sulit untuk dijangkau seluruhnya oleh PT. namun memerlukan waktu yang relatif lama untuk menunggu pemasangan berkisar 3 tahun sampai 5 tahun.PLN Ranting Tembilahan adalah : pelanggan mengisi formulir pendaftaran. Prosedur tersebut dirasakan mudah oleh pihak pelanggan. pelanggan memenuhi syarat administrasi dan kemudian PLN menunjuk biro resmi untuk melakukan pemasangan KWH listrik ke tempat pelanggan dan selanjutnya biro melakukan pemasangan KWH listrik dan setelah KWH listrik terpasang. hak monopoli yang dimiliki oleh PT. pelanggan memenuhi kewajiban pembayaran kepada pihak PLN.

Ranting Tembilahan yang masih perlu dibenahi agar tidak terjadi penyimpangan dalam memberikan pelayanan yang dapat merugikan kepentingan masyarakat sebagai pelanggan/ konsumen. meningkatkan organisasi dan manajemen yang terkoordinir dengan struktur organisasi yang mempunyai jenjang koordinasi serta skill/ keahlian masing-masing sesuai bidang kerjanya. meningkatkan mutu dan keandalan dengan cara memberikan sanksi kepada oknum-oknum yang melakukan penyimpangan dan meletakkan posisi pelanggan/ 150 . meningkatkan efisiensi melalui penyediaan sarana dan prasarana kerja berupa komputer.PLN Ranting Tembilahan yang terletak di Jalan gunung daek. telepon dan mempermudah prosedur pemasangan KWH listrik kepada pelanggan baru dengan cara pelanggan baru datang langsung ke kantor PT. 3.PLN Ranting Tembilahan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen adalah : meningkatkan pemasaran dengan mengarahkan energi listrik ke konsumen yang potensial. meningkatkan pelayanan dengan cara terbuka menerima keluhan dan mau memberikan informasi seputar listrik kepada pelanggan. Upaya perlindungan konsumen terhadap jasa pemasangan KWH listrik yang dilakukan oleh PT. meningkatkan manajemen keuangan dengan cara menekan jumlah dan kemungkinan kerugian serta mengencangkan ikat pinggang/ menekan jumlah pengeluaran agar seminimal mungkin. meningkatkan sumber daya manusia melalui program peningkatan mutu dan kemampuan pegawai dengan cara melakukan pembinaan dan penyuluhan tentang hukum perlindungan konsumen agar tumbuh kesadaran pegawainya terhadap visi misi PLN serta memberikan sanksi bagi pegawai yang melakukan kesalahan.

Saran Adapun saran dari penulis sehubungan dengan penelitian ini adalah : 1. Sedangkan melalui jalur hukum adalah penyelesaian sengketa konsumen melalui Pengadilan atau melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). dari tahun 2006 sampai tahun 2009. permasalahan listrik yang dihadapi konsumen listrik di PT. Penyelesaian sengketa apabila konsumen dirugikan terbagi dua yaitu : secara damai dan melalui jalur hukum.PLN Ranting Tembilahan secara menyeluruh seperti ditambahkannya mesin atau diganti mesin baru sebagai 151 . Sebaiknya PT.konsumen seimbang dengan PT.PLN Ranting Tembilahan serta diadakannya Operasi Penertiban Aliran Listrik (OPAL) agar tertib dan sesuai dengan yang diharapkan oleh para pihak (konsumen maupun produsen). Sebaiknya dilakukan pembenahan terhadap PT. 2.PLN menghimbau para pelanggan agar melakukan pemasangan KWH listrik langsung ke PLN untuk menghindari pihak-pihak yang mencari keuntungan dan mengingat biaya pemasangan dan prosedur dari PLN yang relatif lebih mudah dan murah dan hendaknya diusahakan agar PLN mampu memenuhi permintaan KWH listrik secara maksimal. Adapun penyelesaian secara damai adalah penyelesaian sengketa konsumen melalui negosiasi. Melainkan diselesaikan secara damai di PLN. dapat diselesaikan oleh PLN melalui jalur damai dengan pihak konsumen.PLN Ranting Tembilahan. dan konsiliasi. Namun dalam kenyataannya apabila terjadi permasalahan seperti komplain/keluhan dari pihak konsumen kepada pihak PLN. mediasi. Sehingga. tidak sampai ke jalur hukum. tepatnya di bagian Unit Ganguan dan pengaduan (UGP). 4. B.

sehingga hendaknya PT.PLN Ranting Tembilahan sudah cukup baik.sumber energi listrik.PLN Ranting Tembilahan menentukan suatu waktu untuk memberikan penyuluhan dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat sebagai pelanggan seputar masalah listrik dan perlindungan konsumen yang diberikan oleh PT.PLN Ranting Tembilahan maupun oleh Pemerintah Daerah setempat melalui Lisdes (listrik desa) dengan membuka PLTD (pembangkit lsitrik tenaga diesel) berdasarkan kesepakatan dan swadaya masyarakat secara bersama-sama dengan menunjuk pihak lain/ investor untuk membantu dana/ modal pengadaaan dan sebagai fasilitator sehingga kebutuhan terhadap listrik dapat dirasakan menyeluruh oleh masyarakat Indragiri Hilir.PLN Ranting Tembilahan. 4.PLN Ranting Tembilahan serta upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat apabila merasa dirugikan oleh pihak PT. Upaya perlindungan konsumen yang dilakukan oleh PT. namun dirasakan penulis masih kurang memberikan informasi kepada pelanggan mengingat masyarakat sebagai pelanggan tidak selalu mengerti mengenai perlindungan konsumen. 3. Hendaknya masyarakat sebagai konsumen/ pelanggan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai hak-haknya serta kewajibannya yang diatur dan dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Konsumen sehingga mengetahui dengan jelas ketika haknya tidak didapatkan dan dapat melakukan upaya hukum yang tepat untuk mempertahankan haknya serta sebaliknya mengetahui dengan jelas sanksi dan akibat moril maupun materiil apabila tidak melaksanakan 152 . dan dibukanya kesempatan kepada investor asing untuk membantu penerangan dan mengelola listrik di Desa dan/ Kelurahan yang belum dapat dijangkau oleh PT.

kewajibannya sebagai pelanggan sehingga menghindari sifat-sifat yang curang dan mampu meminimalisir jumlah kerugiaan baik terhadap konsumen maupun terhadap pelaku usaha selaku produsen. 153 .

Rahman Zainuddin. PT. Klaten : 2008. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Politik Hukum Indonesia. Pekanbaru : 2008 154 . Ahmadi Miru. Ahmad Yani dan Gunawan Widjaja. UII. Jogyakarta. Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Cempaka Putih. Larangan Penggunaan Klausula Baku Tertentu Dalam Perjanjian Antara Konsumen Dan Pelaku Usaha. Jakarta : 1988 Advendi Simangusung. Filsafat Publik. Vol. Hukum Dalam Ekonomi. Grasindo. Jakarta : 1999 Ardiansyah. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta : 2004. Jakarta: 2004 Agnes M. Raja Grafindo. Toar. Ujung Pandang. b. Buku-buku Abdul Hakim GN. 17. hal 1-2 Shidarta Agung feryanto. Ahmadi Miru dan Sutarman Yodo. PT. Metode Penelitian Hukum. Tanggung Jawab Produk dan Sejarah Perkembangannya di Beberapa Negara” (makalah dibawakan dalam penataran Hukum Perikatan II. Raja Grafindo Persada. Mengenal Badan Usaha Di Indonesia. PT. Pelaksanaan Perlindungan Konsumen di PLN Cabang Pekanbaru Ranting Bangkinang. Skripsi UIR. Hukum Perlindungan Konsumen. Ela Sartika Sari. Jakarta : 1999 Amiruddin dan Zainal Asikin Ott. Raja Grafindo Persada. tgl 17-29 Juli 1989). Jurnal Hukum No. PT.DAFTAR PUSTAKA A. 8 Juni 2001. Jakarta: 2004.

Cheshire dan P. Cempaka Putih. Jakarta. Jakarta : 2003. PT. Aspek Hukum Serifikasi dan Keterkaitannya Dengan Perlindungan Konsumen. E saefullah. Hukum Perlindungan Konsumen Suatu pengantar. Mengenal Badan Usaha Di Indonesia. Perlindungan Konsumen Dilihat Dari Sudut Pengaturan Standarisasi Hasil Industri. Jakarta : 2001 Gunawan Widjaja. Edmon Makarim. West Publishing Co (1988). Simarmata. North. Metode Penelitian Hukum.Raja Grafindo Persada. Dj. Raja Grafindo Persada. 1998). hal 1-2 dalam. In A Nutshell. 3nd ed. Raja Grafindo Persada. Gramedia Pustaka Utama. Bandung 2003 Gandi. Private Internasional Law. Gunawan Widjaja. Produk Liability. Reformasi Ekonomi Menurut UUD 1945 : kajian singkat dan interpretasi Teoritis (Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi.1. Himpunan Peraturan Perundang-undangan Telematika. C.M. Klaten : 2008. Jakarta : 2002. Hukum Tentang Perlindungan Konsumen.Az. H. Nasution. Philips. PT. Penjelasan Undang-Undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi. PT. A. Penerbit Daya Widia. Jakarta : 2001. Bambang Sunggono. PT. Jakarta : 2005. Gunawan Widjaja. Endang Sri Wahyuni. Ahmad Yani. 2000 G. Agung feryanto. PT. Jakarta : 2000 Jerry J. Hukum Arbitrase. 11 (London : Butterworths 1987). Tanggung Jawab Produsen (product liability) 155 . Bab A. Bina Cipta. PT. Alternatif Penyelesaian Sengketa. Raja Grafindo Persada.Citra Aditya Bakti. ed.

Dalam Era Perdagangan Bebas (Husni Syawali dan Neni Sri Imaniyati). R. PT. Jakarta : 1987. Bandung : 2003. Hukum Konsumen (Perlindungan Konsumen Dan Tanggung Jawab Produk). Kitab Undang-Undang Hukum Perdatat. Hukum.” Jurnal Era Hukum Tahun III No. 10 (Oktober 1996) Moch Faisal Salam. Citra Aditya Bakti. Yogyakarta. Pradyana Paramita. Jakarta : 2001. Tjitrosudibio. H. cetakan 4. Munir Fuady. Pustaka Bandung. Ilmu Negara. Jakarta : 2006. Hukum Perdata Perutangan Bagian B. Jakarta : 2001. Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia. Subekti dan R. Azas-azas hukum Pidana. PT Di Indonesia Menurut UU No. Sudikno Mertokusumo. Bandung : 1993. Jakarta : 1993. Liberty. Sri Soedewi Masjchoen Sofwan. PT. N. T. 1980. Jakarta : 1996. R. Moeljanto.Pradnya Paramita. Soekardono. Gramedia Widiasarana Indonesia. Komar Kantaatmadja. Bagian II. Jakarta : 2005. Hukum Dagang Indonesia. Shidarta. Hukum Bisnis Dalam Teori Dan Praktek. PT. Pengantar Metodologi Penelitian Hukum. Tanggung Jawab profesional. 1 Tahun 1995. PT. Liberty. Bina aksara. Soerjono Soekanto. Kansil dan Cristine. Dian Rakyat. Mengenal Hukum Sebagai Suatu Pengantar. UI-Pers. Siahaan. Jogyakarta : 1986 156 . Panta Rei.

Artikel Dan Jurnal Ahmadi Miru. Tini Hadad. Vol 28 No. B. Indah Surabaya. Jurnal Hukum Bisnis. Penyelesaian Sengketa Konsumen Menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen (Teori Dan Praktek Penegakkan Hukum). Vol. Bandung : 2003. Alumni. Mandar Maju. Larangan Penggunaan Klausula Baku Tertentu Dalam Perjanjian Antara Konsumen Dan Pelaku Usaha. Yusuf Shofie. PT. Bandung : 2000. 17. Tarif SMS. UII. Perlindungan Konsumen Dan Instrumen-Instrumen Hukumnya. 2 Tahun 2009. Peranan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Dalam Perlindungan Hukum Konsumen Pada Era Perdagangan Bebas (Husni Syawali dan Neni Sri Imaniyati). 8 Juni 2001. 157 . Kamus Besar Bahasa Indonesia. Prenadamedia.Suharto dan Tata Iriyanto. Penetapan Harga Dan Perlindungan Konsumen Di Pasar Telekomunikasi Seluler Indonesia. Jurnal Hukum No. Wirjono Prodjoddikoro. Citra Aditya Bakti. Surabaya : 1989 Susanti Adi Nugroho. Proses Penyelesaian Sengketa Konsumen Ditinjau Dari Hukum Acara Serta Kendala Implementasinya. Jogyakarta. Yusuf Shofie. Asas-asas Hukum Perjanjian. Bandung : 2000. Bandung : 2003. Bandung : 2006. Yakub Adi Krisanto. PT. Hukum Perlindungan Konsumen. Citra Aditya Bakti.

3 No. 2 Tahun 2009. Jakarta : 2007. Tarif SMS. Sub Bidang Perencanaan. 10 Juni 2009. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas 158 . Sub Bidang Konstruksi Dan Sub Bidang Inspeksi. April 2000. 1 No. Yakub Adi Krisanto. C. Vol 28 No. Vol. Warta Perundang-undangan. Peraturan Perundang-undangan Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penetapan Harga Dan Perlindungan Konsumen Di Pasar Telekomunikasi Seluler Indonesia.Eddon Mufrizon. ______Penetapan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 30 Tahun 2009 tentang Penetapan Dan Pemberlakuan Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Bidang Pembangkit Tenaga Listrik Sub Bidang Perancangan. 1 . Jurnal Ilmiah Hukum Perlindungan Konsumen Melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Fakultas Hukum Universitas Taman Siswa. hal N1-N2. Vol. Jurnal Hukum Bisnis. Jurnal Saintis. Asa Mandiri. Terbit Pada Hari Selasa. Edisi 2922. Tanggal 08 Desember 2009. Pasal 4. Padang. Alternatif Pemanfaatan Energi Surya Untuk Penerangan Listrik Di Pedesaan.

Aklamasi (Komunikasi Intelektual Beriman Dan Beramal). Jakarta : 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1980. 28 Desember 2009. Ensiklopedia Indonesia II. Tabloid Mahasiswa UIR. Ihtisar Baru Van Hoeve dan Elseiver Publishing Project. Pasal 1 ayat (1). Surabaya : 1989. Class Action Pecahkan Permasalahan Listrik. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Sumber Lainnya Departemen Pendidikan Nasional. Citra Umbara. tanggal 16 November 2009. Implikasinya bagi pertumbuhan Ekonomi. D. Koran Riau Pos. terbit pada hari Senin. Krisis Listrik. Bandung : 2008. Januari 2003. Edisi 71 Bulan Oktober-November 2009. Balai Pustaka. PT. Indah Surabaya. Agenda Kampus. Kamus Hukum.Undang-Undang Negara Republik Indonesia. Listrik Riau Dan Jakarta. PLN. Jakarta. Suharto dan Tata Iriyanto. Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara Undang-Undang Tentang hak Cipta adalah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Undang-Undang Tentang Paten adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Undang-Undang Tentang Merek adalah Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Acuan Hukum Pemberlakuan Tarif Dasar Listrik. Terbit Pada Hari Senin. 159 . Koran Media Indonesia.

google. 07 November 2009. http//www.Google.12 wib. Terbit Pada Hari Senin. Tanggal 21 Desember 2009. PLN Ranting Tembilahan. dibuka pada 10 oktober 2009. Masalah kelistrikan nasional. Seputar Tentang PT.Pengusaha menilai Pemadaman Listrik Picu Pertumbuhan Industri. http//www. Internet. oleh Parlindungan.com. 160 . di Buka Pada Hari Sabtu.com. Koran Tribun Pekanbaru. pukul 17.

Lupa 5. Tidak sulit 2. Apakah pemasangan KWH listrik dilakukan oleh PLN sesuai nomor antrian pelanggan baru ? a. Apakah PLN memberikan kepastian kepada anda. Tidak c. Ragu-ragu 4. Baik b. Sulit b. Iya b. 5 tahun ke atas 3. Iya b. Berapa lama waktu menunggu pemasangan KWH listrik di PLN ? a. 1 sampai 3 tahun b. Sedang c. Bagaimana prosedur untuk pemasangan KWH listrik di PLN ? a.DAFTAR KUESIONER KEPADA RESPONDEN 1. mengenai kapan akan dilakukan pemasangan KWH listrik ke tempat anda ? a. Tidak baik 161 . Tidak c. 3 sampai 5 tahun c. Pelayanan yang diberikan pegawai PLN kepada anda adalah ? a.

Informasi dari pihak lain. dan internet ? a. Sms. Ragu-ragu 9. Tahu b. Informasi dari pihak PLN. Informasi dan pemasangan dilakukan oleh pihak lain d. Tidak tahu 7. Tahu b. sedangkan pelayanan internet tidak tahu 8. Informasi dan pemasangan dilakukan oleh pihak PLN b. sedangkan pemasangan dilakukan pihak lain/calo c. Ragu-ragu 6. Iya b. Apakah PLN memberikan sanksi kepada pegawainya yang melakukan kesalahan sesuai tingkat kesalahannya ? a. Tidak tahu c. Apakah masyarakat mengetahui bahwa PLN telah menyediakan pelayanan melalui telepon. Tidak tahu c.c. Apakah anda mengetahui hak dan kewajiban anda terhadap PLN ? a. sedangkan pemasangan dilakukan pihak PLN 162 . Tahu untuk jenis pelayanan telepon dan sms. Apakah informasi dan/atau pemasangan KWH listrik anda dapatkan dari pihak PLN atau dari pihak lainnya seperti calo-calo ? a. Tidak c.

Apakah anda merasa lama untuk menunggu pemasangan KWH listrik ke tempat anda ? a. Apabila jawaban anda merasa keberatan untuk menunggu pemasangan KWH listrik. Tidak c. Sebentar 11.10. Kadang-kadang 12. Apakah anda merasa keberatan untuk menunggu pemasangan KWH listrik tersebut ? a. Iya b. Lama b. tuliskan alasan anda ! Alasan : 163 . Cukup lama c.

Sehubungan belum adanya sebuah wadah seperti LPK-RIAU yang terletak di Kabupaten Indragiri Hilir. Apakah belum ada rencana LPK-RIAU untuk membentuk cabang atau ranting di Kabupaten Indragiri Hilir guna melindungi kepentingan pihak konsumen ? 164 . Desa/Kelurahan apa saja di Kabupaten Indragiri Hilir yang telah mendapatkan fasilitas listrik dari pihak PLN ? 4. Bagaimana upaya yang dilakukan PLN untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat ? 5. Berapa banyak pengaduan pihak konsumen seputar jasa listrik oleh pihak PLN ? 2. Berdasarkan pengaduan dan/atau kasus yang telah diterima oleh pihak LPKRIAU. Bagaimana prosedur untuk pemasangan KWH listrik ? 2. kemana konsumen dapat mengajukan pengaduan? 5. Bagaimana gambaran/keadaan di PT.DAFTAR WAWANCARA KEPADA PIHAK PLN 1. Apa yang menjadi faktor penghambat untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir? 3.PLN Ranting Tembilahan ? DAFTAR WAWANCARA KEPADA PIHAK LPK-RIAU 1. bagaimana cara yang lazim di tempuh pihak konsumen yang merasa dirugikan atas jasa listrik dari pihak PLN ? 4. lalu bagaimana apabila konsumen mengalami kerugian atau dengan kata lain. Berapa banyak kasus seputar jasa listrik PLN yang telah diselesaikan oleh pihak LPK-RIAU dalam rangka melindungi hak konsumen selaku pengguna jasa listrik ? 3.