PENERAPAN METODE JARIMATIKA UNTUK MENINGKATKAN

MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
(PERKALIAN) DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 1
PALIMANAN BARAT KABUPATEN CIREBON
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)
pada Jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Oleh :
UKHANA
NIM. 07480052

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2011

ABSTRAK

UKHANA

: Penerapan Metode Jarimatika untuk Meningkatkan Motivasi
Siswa pada Mata Pelajaran Matematika (Perkalian) di Kelas
III SDN I Palimanan Barat Kabupaten Cirebon.

Proses belajar mengajar harus menggunakan metode yang tepat supaya
mencapai tingkat keberhasilan yang maksimal. Metode Jarimatika adalah suatu
cara menghitung matematika dengan menggunakan alat bantu jari. Melalui
metode Jarimatika, interaktif dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa. Dengan
asumsi bahwa, semakin tepat dalam pemilihan metode semakin meningkat
Motivasi belajar siswa. Jika faktor penerapan metode Jarimatika belum maksimal
tentu ada faktor lain yang mempengaruhinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang motivasi siswa pada mata
pelajaran matematika (perkalian) sebelum di terapkannya metode jarimatika,
untuk mengkaji tentang motivasi siswa pada mata pelajaran matematika
(perkalian) setelah diterapkannya metode jarimatika, untuk mengkaji metode
Jarimatika pada peningkatan motivasi siswa terhadap matematika perkalian.
Metode Jarimatika mengandung tahap pengajuan pertanyaan atau
permasalahan, tahap pemusatan pada keterkaitan antara disiplin, tahap
penyelidikan otentik, tahap kerjasama, tahap produksi karya dan peragaan.
Melihat tahapan dalam metode pembelajaran Jarimatika yang mengupayakan
peran aktif dalam proses pembelajaran diharapkan dapat memotivasi siswa
khususnya dalam berhitung Jarimatika.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualintatif yang bercorak PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan
rancangan yang digunakan model Kart Leiwin yang mengatakan bahwa dalam
suatu siklus terdiri atas empat langkah yaitu : 1. Perencanaan, 2. Aksi dan
tindakan, 3. Observasi, 4. Refleksi. Data yang dibutuhkan berupa data teoritis dan
empirik. Data teoritis diambil dari sejumlah literatur yang berhubungan dengan
masalah penelitian, dan data empirik diambil dari instrumen penelitian. Instrumen
yang digunakan dalam penelitian ini berupa : wawancara, observasi dan hasil tes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat pada
setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada setiap siklusnya
yaitu siklus I siswa hanya memperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 58. Siklus II
mengalami peningkatan menjadi 75 dan siklus III mengalamai peningkatan lagi
menjadi 80. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
dengan menerapkan metode Jarimatika dapat meningkatkan motivasi belajar
siswa kelas III di SDN I Palimanan Barat Kabupaten Cirebon.

PERSETUJUAN
PENERAPAN METODE JARIMATIKA UNTUK MENINGKATKAN
MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
(PERKALIAN) DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI I
PALIMANAN BARAT KABUPATEN CIREBON

Oleh :
UKHANA
NIM. 07480052

Menyetujui,
Pembimbing I,

Toheri, S.Si, M.Pd
NIP. 197307162000031002

Pembimbing II,

Drs. H. Tamsik Udin, M.Pd
NIP.196302071992031002

196302 199203 1 002 Anggota : Penguji I. Tamsik Udin.PENGESAHAN Skripsi yang berjudul “PENERAPAN METODE JARIMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (PERKALIAN) DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI I PALIMANAN BARAT KABUPATEN CIREBON” oleh UKHANA.Ag . 19650930 199402 1 001 Drs. M. 19670825 199303 1 004 .Si NIP. NIM 07480052. 26 Januari 2011 Sidang Munaqosah Ketua merangkap anggota Sekretaris merangkap anggota Drs. Mahdi.Ag NIP. M. M. pada Fakultas Tarbiyah Jurusan S1 PGMI Institut Agama Islam Negeri Cirebon. NIP.Pd NIP. 196501004 20003 1 003 Penguji II. Cirebon. Aceng Jaelani. Telah diujikan dalam sidang munaqosah Fakultas Tarbiyah IAIN SYEKH NURJATI Cirebon pada tanggal 26 Januari 2011. M. Drs. H. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam. Djohar Maknun.

M.Pd NIP. Oktober 2010 Pembimbing I. Wb.NOTA DINAS Kepada Yth : Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Cirebon di Cirebon Assalaamu’alaikum. 197307162000031002 Pembimbing II.196302071992031002 . H. Wassalaamu’alaikum. Tamsik Udin. Cirebon. arahan. Wr. Wb. Drs. Wr.Pd NIP. Toheri. S. telaahan dan koreksi terhadap penulisan skripsi dari : Nama : UKHANA NIM : 07480052 Judul : PENERAPAN METODE JARIMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (PERKALIAN) DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI I PALIMANAN BARAT KABUPATEN CIREBON Kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada Fakultas Tarbiyah IAIN SYEKH NURJATI Cirebon untuk dimunaqosahkan.Si. M. Setelah melakukan bimbingan.

Agustus 2010 Yang Membuat Pernyataan. saya siap menanggung resiko/sanksi apapun yang dijatuhkan kepada saya sesuai dengan peraturan berlaku. 07480052 . Atas pernyataan ini. apabila dikemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan. UKHANA NIM. Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul Penerapan Metode Jarimatika untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Mata Pelajaran Matematika (Perkalian) di Kelas III Sekolah Dasar Negeri I Palimanan Barat Kabupaten Cirebon. atau ada klaim terhadap keaslian karya saya ini. ini seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri . dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Cirebon.PERNYATAAN OTENSITAS SKRIPSI Bismillaahirrahmaanirrohiim.

bimbingan dan bantuan dari semua pihak. MA Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ibu DR. 4. 8. Ibu Inah Nurhayati S. Aceng Jaelani. H. H.Pd.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Illahi Rabbi yang telah memberikan rahmat. DR. Ibu Wiwit Sugiarti S. Pembimbing II.. penulis banyak mendapat dorongan. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dalam penyusunan skripsi ini.Wali Kelas III SD Negeri I Palimanan Barat Kabupaten Cirebon. Bapak Prof. 6. 7. i . Pembimbing I. M. M. M. Tamsik Udin. Bapak Toheri. Bapak Drs. Sholawat serta salam saya ucapkan kepada Nabi Muhammad SAW. Bapak Drs.Pd. Semua pihak yang turut membantu proses penyelesaian skripsi ini. 5. Maksum. S.Pd. Kepala SD Negeri I Palimanan Barat Kabupaten Cirebon. Ketua Jurusan Tarbiyah PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon. baik berupa moril maupun materil.Si. sahabat-sahabatnya dan umatnya hingga kiamat kelak.Ag Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon 3. Septi Gumiandari.Ag. taufik serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Suami tercinta yang turut membantu mengetik skripsi ini. 2.pd. 9. juga salam sejahtera semoga terlimpah curahkan kepada keluarga beliau. M.

Dengan demikian penulis sangat terbuka menerima kritik maupun saran untuk menyempurnakan skripsi ini. Cirebon. Oktober 2010 UKHANA ii .Penulis menyadari sepenuhnya masih banyak terdapat kekurangan dan kekhilafan pada penulisan skripsi ini. Amiin.Semoga pihakpihak yang turut membantu dalam penyusunan skripsi ini mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

PENDAHULUAN A. KAJIAN TEORI A.. Hakikat Matematika………………………………….. Manfaat Penelitian……………………………………… 7 E.. Hipotesis………………………………………………… 18 BAB II. Langkah-langkah Penelitian…………………………. 8 F.…. 6 3. 33 iii ..…. 11 G.…………..DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR……………………………………………… i DAFTAR ISI………………………………………………………. 5 2. v BAB I. Tujuan penelitian……………………………………. Operasi Hitung Perkalian……………………………. 22 C. Pertanyaan Penelitian…………………………… 6 C.…. Identifikasi Masalah…………………. LatarBelakang Masalah…………………………………. Kerangka Pemikiran……………………………………. 19 B. 1 B. Pembatasan Masalah…………………………….. iii DAFTAR TABEL…………………………………………………. Rumusan Masalah 1. Motivasi Belajar……………………………………….… 7 D.

.. KESIMPULAN DAN SARAN A.. Penjelasan Persiklus……………………………………. Gambaran Setting……………………………………… 51 B.. Uraian Penelitian Secara Umum………………………… 54 C..... Proses Menganalisis Data……………………………… 68 E......BAB III... Saran…………………………………………………… 89 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………… 90 LAMPIRAN……………………………………………………… 92 iv ......... 46 BAB IV.... 43 E.. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A..... Prosedur Penelitian…………………………………….. 39 D.. Kesimpulan……………………………………………… 88 B. 86 BAB V.. Metode dan Desain Penelitian…………………………. 37 C. Subjek Penelitian……………………………………….. 57 D.. METODOLOGI PENELITIAN A.. Lokasi dan Waktu Penelitian…………………………… 37 B. Pembahasan……………………………………………. Analisis Data………………….. 44 F.... Tekhnik Pengumpulan Data……………………………. Validasi Data…………………………………………… 45 G..

52 4..14 Data Hasil Observasi Siklus III Aktivitas Guru dan Siswa..........1 Jadwal Pelaksanaan Tindakan Kelas Persiklus………………......6 Gambaran Umum Motivasi Siswa dalam Pembelajaran... 38 3.......3............11 Data Hasil Observasi Siklus II Aktivitas Guru dan Siswa……......... 73 4..10 Rekapitulasi Nilai Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus I……..4 Rencana Kegiatan dalam Setiap Siklus...... 53 4............... 67 4......3 Metode dan Instrumen Pengumpulan Data…………………... 37 3..5 Data Hasil Observasi Awal Aktivitas Guru dan Siswa…............. 69 4.. 70 4.. 81 v .8 Data Hasil Observasi Siklus I Aktivitas Guru dan Siswa…….... 75 4....2..1 Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran di Siklus I......... 77 4..….... Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran di Siklus III.… 79 4..... Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran di Siklus II..12 Wawancara Guru dengan Siswa Siklus II……………………..7 Nilai Hasil Pratest……………………………………………… 70 4... 53 4... 78 4......9 Wawancara Guru dengan Siswa Siklus I……………………… 74 4......DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1.2 Daftar Jumlah Siswa SDN 1 Palimanan Barat………………...1 Skema Alur Kerangka Pemikiran …………………………… 10 3...13 Rekapitulasi Nilai Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus II….. 44 4.....

15 Wawancara Guru dengan Siswa Siklus III…………………… 82 4. 83 4.17 Perolehan Nilai Keseluruhan Siklus I.16 Rekapitulasi Nilai Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus III….14 Grafik Pembelajaran Matematika……………………………… 85 vi .Tabel Halaman 4. Siklus II dan Siklus III… 84 4.

Cirebon.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Cirebon. Saya adalah anak ke tiga (3) dari pasangan Bapak Turyaman dan Ibu Samina. Setelah merampungkan studi Diploma 2 (D-2) penulis melanjutkan studi di jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Oktober 2010 UKHANA . Kemudian pada tahun 2005 melanjutkan studi Diploma 2 (D-2) di jurusan PGMI Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Cirebon. Penulis menyelesaikan pendidikan menengah di Cirebon pada tahun 2005. tanggal 30 Juni 1986. Saya menyelesaikan program sarjana Strara satu (S-1) pada jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon tahun akademik 2009/2010 dengan judul skripsi “Penerapan Metode Jarimatika untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Mata Pelajaran Matematika (Perkalian) di Kelas III Sekolah Dasar Negeri I Palimanan Barat Kabupaten Cirebon”.

Merencanakan program pembelajaran.BAB I PENDAHULUAN A. pengendalian diri. pengajaran. 2. memahami. Oleh karena itu mengajar tidak dapat dipisahkan dari belajar. kecerdasan. kepribadian. Melaksanakan dan memimpin kegiatan pembelajaran. Latar Belakang Masalah Menurut Dewi Rahmawati (2007:11) pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal. Menganalisis proses pembelajaran pada intinya tertumpu pada suatu persoalan. 1 . serta penggunaan pengalaman sedangkan menurut UU No. sedangkan inti proses pengajaran adalah siswa belajar. Sehingga dalam peristilahan kependidikan dikenal dengan proses pembelajaran. latihan. masyarakat bangsa dan negara. yaitu bagaimana guru memberi kemungkinan bagi siswa agar terjadi proses belajar yang efektif serta dapat mencapai hasil sesuai tujuan. akhlak mulia. Menilai kemajuan kegiatan pembelajaran. 3. Menurut Aqib Zainal (2006:10) guru yang profesional adalah guru yang memiliki kemampuan di bawah ini : 1. menghayati dalam mengamalkan melalui kegiatan bimbingan. Proses pendidikan secara formal adalah mengajar. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa : Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.

2 4. . Ketika peradaban belum maju seperti sekarang. Jari tangan adalah hal yang pertama kali digunakan oleh manusia untuk menyatakan suatu jumlah suatu benda atau barang yang dimilikinya. dengan adanya metode jarimatika jari-jari kita akan mempunyai suatu fungsi. Menafsirkan dan memanfaatkan hasil penilaian kemajuan pembelajaran dan informasi lainnya bagi penyempurnaan perencanaan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Dalam perkalian bilangan dimulai dari jari kelingking sebagai bilangan terkecil dan ibu jari sebagai bilangan terbesar. yaitu ketika jumlah semakin banyak dan tidak mungkin lagi dihitung dengan jari sepuluh. Menurut Dwi Sunar Prasetyo. Memilih dan menetapkan prosedur. makin efektif pula pencapaian tujuan. penghitungan masih dilakukan secara sederhana. Makin baik metode mengajar. Manusia zaman dulu menggunakan jari tangan untuk melakukan perhitungan.2008:127 Menurut Abu Ahmadi (2005:52) metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang di pergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pendekatan dalam pembelajaran pada dasarnya adalah melakukan proses pembelajaran yang menekankan pentingnya belajar melalui proses mengalami untuk memperoleh pemahaman.(Sanjaya Wina. dkk (2008:27) metode jarimatika adalah suatu cara menghitung matematika dengan menggunakan alat bantu jari. tetapi seiring dengan semakin bertambahnya pengetahuan dan bertambahnya jumlah bilangan. metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif.

Tiurlina 2006 : 21).3 Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar selama ini masih secara klasikal. Meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika diperlukan pendekatan yang tepat. Dengan demikian mereka dapat lebih cepat memahami pelajaran apabila dibantu dengan benda-benda konkret. Sehingga siswa kurang aktif dalam proses pemebelajaran yang berimbas pada rendahnya kemampuan siswa terhadap mata pelajaran matematika khususnya keterampilan siswa dalam operasi hitung perkalian. Berdasarkan hasil wawancara peneliti terhadap 6 guru wali kelas mulai kelas I sampai dengan kelas VI pada tanggal 15 Februari 2010 diperoleh informasi bahwa pada proses pembelajaran matematika banyak ditemui permasalahan. Salah satu masalah yang sering dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa belajar matematika adalah rendahnya kemampuan siswa dalam operasi hitung perkalian sehingga menyulitkan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika yang diberikan .” anak usia SD tahap berpikirnya masih pada tahap operasi konkret”. Guru hanya menyampaikan pelajaran dan siswa hanya menerima pelajaran.2008:51). Sekolah Dasar Negeri I Palimanan Barat merupakan salah satu sekolah yang terletak di Kabupaten Cirebon. Menurut Piaget (dalam Suwangsih. Sesuai dengan pembelajaran di Sekolah Dasr yang menganut pola PAKEM ( Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan ) yang artinya guru dapat menyajikan pembelajaran dengan atraktif dan menarik dengan hasil terukur sesuai dengan hasil yang diharapkan (Ambarjaya Beni.

Berdasarkan metode permasalahan di atas. Metode ceramah hanya memungkinkan pembelajaran berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa. cenderung pasif sehingga pemahaman mereka tidak maksimal dan mempengaruhi kemampuan mereka terhadap materi pembelajaran. Menurut Ibrahim dkk (2000) pada pembelajaran kooperatif siswa ditempatkan dalam tim belajar yang beranggotakan lima orang. guru lebih mendominasi pembelajaran sehingga cenderung mengakibatkan kejenuhan. peneliti memandang perlu melakukan penaggulangan masalah tersebut dengan dilaksanakannya Penelitian Pengembangan Kelas (PPK) mata pelajaran matematika dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai alat yang bertujuan memperbaiki proses pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kooperatif guna meningkatkan motivasi siswa sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah. Komposisi kelompok harus heterogen dilihat dari . Selama ini dalam proses pembelajaran guru lebih sering menggunakan metode ceramah. guru juga dihadapkan dalam pemilihan pendekatan yang tepat dalam proses pembelajaran. Sebenarnya tingkat kemampuan siswa tingkat Sekolah Dasar adalah heterogen. Perlakuan terhadap siswa tidak dapat disamakan karena terdapat siswa yang cepat belajar dan lambat dalam belajar.4 guru. Selain kemampuan siswa dalam operasi hitung perkalian yang rendah. Pendekatan guru dalam proses pembelajaran masih bersifat klasikal yang cenderung menganggap kemampuan siswa dalam belajar matematika adalah sama. Hal ini mengakibatkan kreatifitas siswa dalam pembelajaran tidak berkembang.

suku. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Wilayah kajian ini adalah penelitian pengembangan kelas mata pelajaran matematika. Identifikasi Masalah a. Untuk melihat sejauh mana efek dari pendekatan kooperatif terhadap peningkatan motivasi siswa belajar matematika.5 jenis kelamin. Tujuan pembelajaran kooperatif yaitu membangkitkan kerjasama diantara anggota kelompok melalui diskusi. B. b. . Jenis Masalah Jenis masalah dalam penelitian ini adalah metode Jarimatika untuk meningkatkan motivasi siswa pada mata pelajaran matematika (perkalian). Rumusan Masalah 1. c. maka peneliti ingin berkolaborasi dengan guru untuk melaksanakan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul “Penerapan Metode Jarimatika Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika (Perkalian) di SDN I Palimanan Barat Kabupaten Cirebon”. agama dan kemampuannya.

3. maka penulis merumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut : a. Bagaimana metode jarimatika pada peningkatan motivasi siswa terhadap matematika (perkalian)? .6 2. penulis merasa perlu untuk memberikan batasan terhadap masalah tersebut.2010. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah : a. Bagaimana motivasi siswa pada mata pelajaran matematika (perkalian) sebelum diterapkannya metode jarimatika? b. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan permasalahan diatas. Pembatasan Masalah Untuk menghindari memperluasnya pembahasan. b. Penelitian ini dibatasi kepada aktifitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Jarimatika yang dilaksanakan di kelas III SDN I Palimanan Barat Kabupaten Cirebon Tahun Ajaran 2009 . Perkembangan motivasi siswa pada mata pelajaran matematika (perkalian) dengan menggunakan pendekatan Jarimatika. Bagaimana motivasi siswa pada mata pelajaran matematika (perkalian) setelah diterapkannya metode jarimatika? c.

Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan diatas. sehingga menimbulkan rasa percaya diri. Untuk mengkaji metode Jarimatika pada peningkatan motivasi siswa terhadap matematika (perkalian). D. Dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Untuk mengkaji motivasi siswa pada mata pelajaran matematika (perkalian) setelah diterapkannya metode jarimatika. 3.7 C. Dapat meningkatkan keterampilan guru dalam memilih dan menggunakan metode dan proses pembelajaran. Dapat meningkatkan keberanian siswa. Bagi siswa 1. Bagi guru 1. 3. Dapat meningkatkan ketepatan guru dalam memilih dan menggunakan metode pada proses pembelajaran. Dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar. 2. Manfaat Penelitian a. maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut: a. . c. Untuk mengkaji motivasi siswa pada mata pelajaran matematika (perkalian) sebelum diterapkannya metode jarimatika b. Dapat meningkatkan pemahaman cara berhitung. 2. b.

Mereka adalah komponen masyarakat dalam hidup di tengah-tengah masyarakat. Kerangka Pemikiran Pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan perkembangan kognitif mereka yaitu belum mampu berfikir abstrak yang berarti pembelajaran matematika di sekolah dasar harus dapat sekongkrit mungkin sehingga mudah dipahami siswa. memanipulasi. . c. Dapat meningkatkan minat untuk melakukan penelitian. Dapat meningkatkan dan lebih memahami karakter dan kemampuan siswa. Sekolah yang baik tentunya bukan hanya mementingkan kuantitas peserta didik tetapi juga kualitas menjadi target utama. Bagi sekolah Siswa adalah subjek sekaligus objek dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran sebaiknya meliputi meraba. Menurut Ahmadi dan Munawar Sholeh (2005 : 94). membentuk. 5. Baik buruknya suatu lembaga akan menilai output siswanya. mengalami dan merasakan. E. Pada usia sekolah dasar daya ingat anak akan mencapai intensitas terbesar atau terbaik. Jumlah siswa yang banyak tidak menjadi mutu jaminan pendidikan yang baik. Dengan adanya motivasi siswa menggunakan metode jarimatika diharapkan akan meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik bagi sekolah tersebut.8 4.

Pembelajaran di sekolah dasar selama ini adalah sistem klasikal sehingga menghasilkan siswa yang cepat dalam belajar dan lambat dalam belajar. tahap pemusatan pada keterkaitan antara disiplin. Pada saat ini daya menghafal atau daya memorisasi (upaya memasukkan pengetahuan dalam tingkat seseorang) dapat memuat sejumlah materi hafalan sebanyak mungkin. Metode jarimatika mengandung tahap pengajuan pertanyaan atau permasalahan. tahap penyelidikan otentik. melatih siswa untuk berperan sebagai orang dewasa dan melatih siswa untuk menjadi orang yang mampu belajar secara mandiri (Yaya S.9 kuatnya daya ingat seseorang dapat mencapi maksimal pada saat mereka berusia antara 8 -12 tahun. 2004:4) Dengan melihat tahapan dalam metode pembelajaran jarimatika yang mengupayakan peran aktif dari siswa dalam proses pembelajaran diharapkan dapat memotivasi siswa khususnya dalam berhitung jarimatika dalam bidang studi Matematika. . Oleh sebab itu pembelajaran dengan pendekatan Jarimatika merupakan akternatif pengajaran yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Metode pembelajaran seperti ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam pemecahan masalah. Proses belajar juga menghendaki perubahan perilaku dalam diri individu siswa sehingga diperlukan proses pengajaran yang benar-benar terprogram dan tersusun untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran. tahap kerjasama dan tahap produksi karya dan peragaan. Siswa yang cepat dalam belajar akan merasa bosan dan siswa yang lambat akan merasa bingung.

Rendahnya kemampuan siswa terhadap perkalian 2. Dengan demikian pembelajaran matematika terutama pada perkalian melalui pendekatan Jarimatika sangatlah penting dan menunjang keberhasilan belajar siswa.Nilai mata pelajaran matematika rendah 1.Rendahnya motivasi belajar siswa 3. Kemampuan siswa terhadap perkalian meningkat. Metode Jarimatika Gbr 1. ALUR KERANGKA PEMIKIRAN Realitas siswa : 1.10 Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Jarimatika akan memunculkan kerjasama antar siswa dari semua tingkatan untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan. 3. dan mencapai tujuan dalam belajar.1 Skema Alur Kerangka Pemikiran F. 2. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistem model penelitian tindakan kelas berbentuk siklus mengacu pada model Kemmis . Nilai mata pelajaran matematika meningkat. saling membantu untuk belajar. Belajar yang baik adalah belajar yang dilakukan dengan menyenangkan dan bermakna sehingga pengalaman tersebut akan terus diingat siswa sepanjang hayat. Langkah-langkah Penelitian 1.Motivasi belajar siswa meningkat.

pengawasan. Pelaksanaan siklus ini tidak hanya berlangsung satu kali tindakan tetapi berlangsung secara berulang dan berkelanjutan sampai tujuan pembelajaran yang diinginkan tercapai. Revisi rancangan ditentukan berdasarkan hasil temuan pada pelaksanaan tindakan sebelumnya. yang meliputi perencanaan (plan). pengawasan (observasi). selama kegiatan penelitian berlangsung penulis berkolaborasi dengan teman sejawat sebagai observer. Taggart. pada setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok. Taggart. Adapun langkah-langkah dari model tersebut diatas adalah sebagai berikut: . dan refleksi. pelaksanaan (act). Jadi. Pelaksanaan revisi mengacu pada tujuan peneliti yang telah ditetapkan berupa upaya penyempurnaan pelaksanaan tindakan atau wujud tindakan alternatif yang relevan dengan ketercapaian tujuan dan pelaksanaannya ditetapkan bersama. Demikian pula pada kegiatan siklus berikutnya dilakukan berdasarkan tahapan yang sama. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan pada setiap siklus merupakan manivestasi dari penerapan pendekatan kooperatif pada pembelajaran matematika dengan karakteristik pendekatan tersebut. pelaksanaan. dan refleksi (reflect). pada siklus berikutnya yang dilakukan adalah perbaikan perencanaan. tetapi ada modifikasi untuk tahap perencanaan disesuaikan dengan hasil refleksi yang dilakukan pada siklus sebelumnya. Kegiatan terus berlangsung sampai pada siklus kedua.11 Mc. Menurut model Kemmis Mc.

3) Membuat alat evaluasi yang sesuai untuk mengetahui sejauh mana motivasi yang dialami siswa tentang materi yang dipelajari. membuat pedoman wawancara untuk guru dan siswa. peneliti mengamati setiap perubahan yang terjadi melalui lembar observasi yang meliputi kemampuan kognitif. Dari pengamatan tersebut diharapkan peneliti akan memperoleh berbagai data mengenai adanya kesesuaian antara proses pembelajaran dengan . b. dengan tujuan mengetahui segala hal yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil diskusi tersebut. dan psikomotorik siswa. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan dilakukan sesuai rencana pembelajaran dengan menggunakan kesiapan peneliti dalam memahami tujuan pembelajaran. maka dirancang dan dilaksanakan tindakan perbaikan berupa sebuah RPP yang telah direvisi. Perencanaan (Planning) 1) Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan pembelajaraan matematika oleh guru kelas. efektife. peneliti melakukan kegiatan dalam proses pembelajaran. Observasi Selama pelaksanaan tindakan. Pada siklus pertama. c. lalu ditemukan permasalahan yang timbul selama pembelajaran berlangsung.12 a. 2) Membuat lembar observasi untuk mengamati kinerja guru dan aktifitas siswa.

c. Sampel Sampel adalah bagian kecil yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar (Purwadaminta. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah di SDN 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. 2. dan mengukur kemampuan siswa dalam bentuk hasil belajar yang berupa tugas mandiri maupun melalui lembar kerja siswa. Refleksi Refleksi dilakukan oleh peneliti atau guru berdasarkan temuantemuan hasil observasi teman sejawat dan hasil belajar yang diperoleh siswa. 2007:991). b. d. Sampel yang akan diteliti merupakan bagian dari populasi penelitian. Populasi Populasi adalah hal yang menjadi sumber pengambilan sampel atau suatu kumpulan yang memenuhi syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian (Purwadaminta. SD tersebut memiliki prestasi yang belum optimal sehingga dilakukan pembaharuan dalam proses pembelajaran.13 pelaksanaannya. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SDN 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Rencana Penelitian a. 2007:889). yaitu siswa kelas III SDN 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. .

Tes Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian. Instrumen Penelitian a. tes lisan (oral tes). Tes yang digunakan peneliti adalah tes formatif. bisa berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi peserta didik tersebut yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh peserta didik lain atau dengan standar yang ditetapkan. 1996 : 13) Teknik tes adalah pelaksanaan penilaian dengan menyajikan serangkaian pertanyaan. (4) skala penilaian. 2. Instrumen Pengumpulan Data 1. (9) sosiometri . (8) interview atau wawancara. dilakukan pada akhir pembelajaran untuk tiap siklus. dan tes tindakan (permormance test). (5) catatan kumulatif. (6) isi kartu pribadi. (3) daftar cek. Non Tes Dewa Ketut Sukardi (A. Pelaksanaan teknik tes dapat dilakukan melalui tes tertulis (written test).14 3. Tabrani Rusyan. Tes ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa. (2) catatan anekdot. yang harus dijawab dengan benar oleh testee. lebih sesuai dipergunakan jenis non tes sebagai alat evaluasi. Alat evaluasi jenis ini adalah: (1) observasi. (7) kuisioner atau angket. Alat penilaian teknik tes meliputi tes obyektif dan tes subyektif. (Tabrani Rusyan. Tes formatif yaitu tes yang dilakukan pada akhir satuan pelajaran dan bertujuan untuk memperoleh umpan balik dari upaya pengajaran yang telah dilakukan guru. 1996:49) mengemukakan bahwa untuk menilai aspek-aspek tingkah laku.

digunakan rumus (dalam Sapriya dkk. Teknik Pengumpulan Data a. c) Wawancara mengetahui menggunakan gambaran pedoman pelaksanaan wawancara. 4. proses untuk pembelajaran menerapkan pendekatan kontekstual. Pedoman observasi siswa dibuat untuk melihat aktivitas siswa mengikuti pembelajaran dalam tiap siklus. dan pedoman wawancara.100% = Baik sekali . 90% . 2006 : 300): Persentase kemampuan = Skor yang diperoleh siswa x 100% Skor ideal Arti presentase kemampuan.15 Instrumen pengumpulan data non tes yang peneliti gunakan dalam penelitian yaitu berupa lembar kerja observasi. b) Angket. angkat ini digunakan untuk memperoleh data tentang pendapat siswa mengenai pembelajaran dengan kontekstual. a) Pedoman Observasi (pengamatan). Data Tes Untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. angket. yang berkaitan dengan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai proses pembelajaran dalam tiap siklus.

16

80% - 89%

= Baik

70% - 79%

= Cukup

< 69%

= Kurang

b. Data Non Tes
1) Observasi
Observasi dianalisis dengan cara mengelompokan data hasil
observasi selama kegiatan pembelajaran sehingga diperoleh
kesimpulan yang selanjutnya diinterpretasikan secara deskriptif.
2) Wawancara
Hasil wawancara dianalisis dan dilakukan penelusuran terhadap
hal-hal

yang

tidak

terjaring

di

dalam

angket

kemudian

diinterpretasikan secara deskriptif.
5. Validasi Data
Pada penelitian ini Validasi Data berpedoman pada pendapat
Hopkins (dalam Wiriatmaja, 2005: 168-171), yaitu :
a. Member Chek, yaitu memeriksa kembali keterangan-keterangan atau
data yang diperoleh selama observasi atau wawancara dengan cara
mengkonfirmasikan dengan guru dan siswa melalui diskusi pada akhir
tindakan.
b. Triangulasi, yaitu memeriksa kebenaran data yang diperoleh peneliti
dengan membandingkan terhadap hasil yang diperoleh mitra peneliti
secara kolaboratif.

17

c. Audi Trail, yaitu pengecek kebenaran prosedur dan metode
pengumpulan data dengan cara mendiskusikannya dengan pembimbing
d. Expert Opinion, yaitu pengecekan terakhir terhadap kebenaran temuan
peneliti

kepada

pakar

profesional.

Dalam

hal

ini

peneliti

mengkonsultasikan temuan kepada pembimbing.
Validasi data yang akan digunakan peneliti yaitu dengan Audi Trail,
caranya dengan mengecek kebenaran prosedur dan metode pengumpulan
data melalui diskusi dengan pembimbing.

G. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan dapat ditarik
hipotesis tindakan sebagai berikut:
“Terdapat peningkatan terhadap Penerapan Metode Jarimatika untuk
meningkatkan motivasi siswa pada mata pelajaran matematika (perkalian) di
SDN I Palimanan Barat Kabupaten Cirebon”.

18

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Hakikat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
1. Pengertian PTK
Penelitian tindakan telah mulai berkembang sejak perang dunia
kedua. Oleh sebab itu, terdapat banyak pengertian tentang PTK. Istilah
PTK dideferensiasi dari pengertian-pengertian berikut.
Kemmis(I Wayan Santyasa dalam judul bukunya PTK di kelas SD,
2007): Action research as a form of self-refelctive inquiry
undertaken by participants in a social (including educational)
situation n order to improve the rationality and justice of (a) their on
social or educational practice, (b) ther understanding of these
practice, and (c) the situation in which practices are carried out.
Mc Neiff (dalam I Wayan Santyasa, 2007): action research is a term
which refer to a practical way of looking at your own work to sheck
that is you would like it to be. Because action research is done by
you, the practitioner, it is often reffered to as practitioner based
research; and because it involves you thinking about and reflecting
on your work, it can also be called a form of self-reflective ractice.
Berdasarkan penjelasan Kemmis dan McNeiff tersebut, dapat
dicermati pengertian PTK lebih rinci dan lengkap, bahwa PTK adalah
suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya
dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan praktik sosial.
Sedangkan Carr dan Kemmis menyatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk
refleksi diri yang dilakukan oleh partisipan (guru, siswa, atau kepala
sekolah) dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki
rasionalitas dan kebenaran. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut,

18

observation/evaluation. karena dalam proses pembelajaran. perencanaan. Hal ini. Menurut John Elliot dan Wijaya Kusuma (2009:20) bahwa PTK adalah tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya. diagnosis. merupakan tuntutan logis dari perkembangan ilmu pengetahuan. guru diharapkan selalu melakukan langkah-langkah inovatif berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukannya. Seluruh prosesnya mencakup. Langkah inovatif sebagai bentuk perubahan paradigma guru tersebut dapat dilihat dari pemahaman dan penerapan guru tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK). pelaksanaan. telaah. dan seni (Ipteks) yang semakin pesat. Peningkatan kualitas pembelajaran. PTK sangat mendukung program peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah yang muaranya adalah peningkatan kualitas pendidikan.19 PTK dilaksanakan dalam proses berdaur (cyclical) yang terdiri dari empat tahapan. dan reflection. action. Perkembangan Ipteks mengisyaratkan penyesaian dan peningkatan proses pembelajaran secara berkesinambungan. . dan pengaruh yang menciptakan hubungan antara evaluasi diri dengan perkembangan profesional. planning. pemantauan. Pentingnya PTK Dalam menjalankan tugasnya. 2. sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kualitas lulusan dan keberadaan sekolah tempat guru itu mengajar. Sebagai agen pembaharuan. teknologi. secara ideal guru merupakan agen pembaharan. guru adalah praktisi dan teoretisi yang sangat menentukan.

20

Berdasarkan penjelasan tersebut, peningkatan kompetensi guru merupakan
tanggung jawab moral bagi para guru di sekolah. Peningkatan kompetensi
guru mencakup empat jenis, yaitu (1) kometensi pedagogi, (2) kompetensi
profesional, (3) kompetensi sosial, dan (4) kompetensi kepribadian.
Berdasarkan UURI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, PPRI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, dan UURI Nomr 41 Tahun 2005 tentang Gru dan dosen,
peningkatn kompetensi guru menjadi isu strategis dalam rangka
peningkatan mutu pendidikan (Depdiknas, 2007:135). Bahkan menurut
PPRI Nomor 19 Tahun 2005 tersebut pada pasal 31 ditegaskan, bahwa
selain kualifikasi, guru sebagai tenaga pendidik juga dituntut untuk
memilki sertifikat kompetensi sesuai dengan tingkat dan bidang keahlian
yang diajarkannya. Upaya peningkatan keempat kompetensi merupakan
upaya peningkatan profesionalisme guru. Peningkatan profesionalisme
dapat dicapai oleh guru dengan cara melakukan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) secara berkesinambungan.
Praktik

pembelajaran

melalui

PTK

dapat

menigkatkan

profesionalisme guru (Ahmar, 2005; Jones & Sonng, 2005; Kirkey, 2005;
McIntosh, 2005; McNeiff, 1992). Hal ini karena PTK dapat membantu (1)
pengembangan
pembelajaran

kompetensi
mencakup

guru
kualtas

dalam
isi,

menyelesaikan

efisiensi,

dan

masalah
efektivitas

pembelajaran, proses, dan hasil belajar siswa, (2) peningkatan kemauan
pembelajaran akan berdampak pada peningkatan kompetensi kepribadian,

21

sosial, dan profesional guru (Prendergast, 2002). Lewin (dalam
Pendergast, 2002:2) secara tegas menyatakan, bahwa penelitian tindakan
kelas merupakan cara guru untuk mengorganisasikan pembelajaran
berdasarkan pengalamannya sendiri atau pengalamannya berkolaborasi
dengan guru lain. Sementara itu Calhoun dan Glanz (dalam Prendergast,
2002:2) menyataan, bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu
metode untuk memberdayakan guru yang mampu mendukung kinerja
kreatif sekolah. Di samping itu, Prendergast (2002:3) juga menyatakan,
bahwa penelitian tindakan kelas merupakan wahana bagi guru untuk
melakukan refleksi dan tindakan secara sistematis dalam pengajarannya
untuk memperbaiki proses dan hasil belajar siswa. Cole dan Knowles
(Prendergast, 2002:3-4) menyatakan bahwa, penelitian tindakan kelas
dapat mengarahkan para guru untuk melakukan kolabrasi, refleksi, dan
bertanya satu dnegan yang lain dengan tujuan tidak hanya tentang program
dan metode mengajar, tetapi juga membantu para guru mengembangkan
hubngan-hubungan personal.
Pernyataan

Knowles

tersebut

juga

didukung

oleh

Noffke

(Prendergast, 2002:5), bahwa penelitian tindakan kelas dapat mendorong
para guru melakukan refleksi terhadap praktik pembelajarannya untuk
membangun pemahaman mendalam dan mengembangkan hubunganhubungan personal dan sosial antar guru. Whitehead (1993) menyatakan,
bahwa penelitian tindakan kelas dapat memfasilitasi guru untuk

22

mengembangkan

pemahaman

tentang

pedagogi

dalam

rangka

memperbaiki pembelajarannya.
Penjelasan-penjelasan teoretis tersebut mengidentifikasi, bahwa
pemahaman

dan

penerapan

PTK

akan

membantu

guru

untuk

mengambangkan keempat kompetensi yang dipersyaratkan oleh UURI
Nomor 14 Tahun 2005. PTK akan memfasilitasi guru untuk meningkatkan
kompetensi-kompetensi profesional, pedagogi, kepribadian, dan sosial.
Agar PTK tidak lepas dari tujuan perbaikan diri sendiri, maka sebelum
seorang Guru atau para Guru memulai merancang dan melaksanakan PTK,
perlu memperhatikan hal-hal berikut:
1. PTK adalah alat untuk memperbaiki atau menyempurnakan mutu
pelaksanaan tugas sehari-hari (mengajar yang mendidik), oleh karena
itu hendaknya sedapat mungkin memilih metode atau model
pembelajaran yang sesuai serta secara praktis tidak mengganggu atau
menghambat komitmen tugasnya sehari-hari.
2. Teknik pengumpulan data jangan sampai banyak menyita waktu,
sehingga tugas utama Guru tidak terbengkelai.
3. Metodologi penelitian hendaknya memberi kesempatan kepada Guru
untuk merumuskan hiotesisi yang kuat, dan menentukan strategi yang
cocok dengan suasana dan keadaan kelas tempatnya mengajar.
4. Masalah yang diangkat hendaknya merpakan masalah yang dirasakan
dan diangkat dari wiayah tugasnya sendiri serta benar-benar

Sejauh mungkin. Model John Elliot 5. Jika kepedulian seluruh staf berkembang.23 merupakan masalah yang dapat dipecahkan melalui PTK oleh Guru itu sendiri. maka seluruh staf itu dapat bekerja sama untuk menentukan maslaah-masalah sekolah yang layak dan harus diteliti melalui PTK. Sebagai salah satu penelitian yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang terdaat di dalam kelas. sehingga pada gilirannya Guru-guru lain ikut merasakan pentingnya peneliian tersebut. dan masih banyak yang lainnya. seluruh staf sekolah diharapkan berpartisipasi dan berkontribusi. Model Kurt Lewin 2. 2009:19). . Model McKernan. Dalam hal ini. Model Kemmis McTaggart 3. PTK dikembangkan ke arah meliputi ruang lingkup sekolah. Model Hopkins 6. peneraan PTK atau CAR (Classroom Action Research) dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang terdapat di dalam kelas (Wijaya Kusumah. Desai-desain tersebut diantaranya: 1. Model Dave Ebbut 4. Model-Model PTK Pada prinsipnya. menyebabkan terjadinya beberaa model atau desain yang dapat diterapkan. 3. 5.

Sejarah Matematika Menurut Hamdani Saeful. Sejarah matematika tidak saja ada karena keberadaannya merupakan suatu keniscayaan. Hakikat Matematika 1. Sulbha sutra / matematika India tahun 800 SM. Trigonometri. ditemtukan oleh Plimpton. Matematika Moskow di Mesir tahun 1850 SM. Matematika Rhind di Mesir tahun 1650 SM. Aljabar. Dalam penyelenggaraan di sekolah digunakan berbagai istilah cabang matematika seperti :       Ilmu Ukur. Stereometri. Pada awal perkembangan matematika di Indonesia setelah penjajahan Belanda dan Jepang. Goniometri. Banyak ditemukan berbagai tulisan matematika di berbagai wilayah yang merupakan sisa peninggalan zaman prasejarah. Ilmu matematika telah banyak dikenal orang pada masa pra sejarah. digunakan istilah “Ilmu Pasti” untuk matematika. Sejarah matematika termasuk bagian dari matematika. di antaranya:     Matematika Babilonia tahun 1900 SM. dkk (2008:5) kata “matematika” berasal dari kata mathema dalam bahasa Yunani diartikan sebagai “sains. tetapi . sebaliknya matematika adalah masa dewasa logika. Oleh karena itu logika merupakan dasar untuk terbentuknya matematika. Matematika tumbuh dan berkembang karena proses berpikir. Ilmu Ukur Lukis. atau belajar” juga mathematikos yang diartikan sebagai “suka belajar”. ilmu pengetahuan.24 B. Logik adalah bayi matematika.

Matematika yang “diciptakan” oleh manusia terdahulu. yaitu :    Sebagai materi pembelajaran kuliah. dalam penggunannya sejarah matematika mempunyai beberapa manfaat. Di samping itu menurut Hamdani Saeful. Siswa-siswi diperbolehkan menggunakan usahanya sendiri dalam menyelesaikan masalah matematika. Enthusiasm. Bahkan. Perkembangan matematika dalam diri individu (ontogeny) mungkin saja mengikuti cara yang sama dengan perkembangan matematika itu sendiri (phylogeny). yaitu penggunaan sejarah matematika dapat meningkatkan motivasi. memberi ilham bagi paradigma pembelajaran yang bersifat konstruktivistik sebagai bentuk implikasi sejarah matematika dalam pembelajaran. yaitu bahwa dengan mengikuti jalan perkembangan suatu konsep matematika bahwa siswa-siswi akan lebih memahami konsep tersebut. Sebagai konteks materi pembelajaran. . Sebagai sumber strategi pembelajaran. di antaranya:   Understanding. Menurut Hamdani Saeful. Paradigma semacam ini menjadi suatu kecenderungan dalam pembelajaran matematika realistik atau konstruktivis. kesenangan dan kepercayaan diri dalam belajar matematika. siswa dan siswi diberi kebebasan dalam menggunakan bahasa dan lambangnya sendiri. dkk (2008:6) sejarah matematika meliputi beberapa dimensi berbeda. dkk (2008:6).25 ia juga penting karena dapat memberi pengaruh kepada perkembangan matematika dan pembelajaran matematika.

Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat. Menurut Suhendra (2007:153) matematika merupakan bahan kajian yang memiliki objek yang abstrak dan dibangun melalui proses penalaran yang bersifat deduktif. . Di samping itu. Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk. yaitu dengan menelaah suatu tema dalam sejarah matematika. atau mendua arti dalam pengajaran matematika modern itu dipertegas. Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logis. siswa-siswi diajak untuk belajar keterampilan meneliti. dan semacamnya yang pada berhitung/matematika lama membingungkan. dibangun. Dengan kata lain. yaitu kebenaran yang didapatkan sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya.26  Skill. selain keterampilan matematika. antara lain:       Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisasi secara sistematik. akurat. keliru. dan didukung oleh kebenaran-kebenaran sebelumnya yang telah disepakati. Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logis dan berhubungan dengan bilangan. suatu kebenaran harus senantiasa didasari. dan jelas. tidak jelas. dkk (2008:7) beberapa definisi atau pengertian tentang matematika. Menurut Ruseffendi (1991:70) matematika adalah ilmu atau pengetahuan yang termasuk ke dalam atau mungkin yang paling padat dan tidak mendua arti. di dalam matematika. keterkaitan antara satu konsep dengan konsep yang lainnya sangat kuat. simbul. notasi. Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasinya. Karena itu istilah. Pengertian Matematika Menurut Hamdani Saeful. 2.

analisis. yaitu aritmatika. Berkenaan dengan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan minat anak adalah metode permainan. misalnya materi dalam perkalian. Ini dapat dimengerti karena tingkat pemahaman anak dalam berpikir secara abstrak masih sangat terbatas sekali. kita mau tidak mau memerlukan kaidah dan prinsip-prinsip aljabar. Operasi Hitung Perkalian Menurut Dwi Sunar Prasetyo. Karena disamping mereka tidak tahu caranya. Metode permainan merupakan metode pembelajaran dimana siswa dirangsang dalam berpikir dengan bermain untuk menanamkan konsep-konsep matematika. aljabar. kebanyakan mereka juga takut salah. bahkan tidak jarang kita menggunakan analisis untuk membahas berbagai permasalahan di dalamnya. dkk (2008:9-11). dkk (2008:5) berhitung atau mengerjakan soal hitungan bagi sebagian besar anak-anak adalah suatu hal yang bisa membuat mereka jengkel. dan ini terus berlanjut sehingga anak menjadi dewasa. secara umum matematika dapat dibagi ke dalam 4 (empat) cabang utama. Pada saat kita membahasa suatu materi. 3. melakukan pekerjaan menghitung merupakan hal yang paling tidak disukai. Keempat cabang utama matematika tersebut tidak dapat berdiri sendiri tanpa keterlibatan cabang-cabang yang lainnya.27 Menurut Bell (1978:27). bagi anak usia SD. dan anak kecil sering . dan geometri. Menurut Dwi Sunar Prasetyo.

Dengan kata lain. Metode pengajaran seorang guru dalam mengajari anak kecil berhitung sangat menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai keterampilan berhitung ini secara instan. Mengajari siswa berhitung tidak bisa dilakukan dengan cara memaksa atau dengan memberi hukuman bila si siswa tidak mampu menjawab. atau dengan memfungsikan jari-jamari sebagai alat bantu dalam menghitung. Misalnya. Dan. dengan memaksa siswa untuk terus belajar berhitung meski pikiran siswa tidak fokus pada apa yang diajarkan guru. disampaing kesabaran dan ketekunan orang tua menjadi faktor penentu.28 merasa kesulitan dan membayangkan suatu operasi hitungan yang sederhana sekalipun. Kebanyakan mereka ini karena takut salah dalam memberi jawaban yang tepat. . belajar berhitung ini dapat dilakukan dengan cara sambil bermain. guru kebanyakan anak tersulut emosinya bila si siswa tidak juga mengerti atau sering kalah dalam melakukan operasi berhitung ini. misalnya dengan gerak dan lagu. Pada abad 17. William Oughtred (1574-1660) dalam bukunya yang berjudul Clavis Mathematic mengenalkan symbol x untuk perkalian. tetapi hal yang paling utama yang harus dilakukan seorang guru adalah menumbuhkan serta memberi semangat kepada si anak agar mau belajar berhitung dengan perasaan senang dan gembira. Mengajari anak keterampilan berhitung bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. dan harus melalui proses yang panjang serta melelahkan.

yaitu untuk tiap bilangan bulat a.. Asosiatif atau pengelompokan. yaitu : 1. tetapi semuanya . Distributif atau penyebaran. Contoh : 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 5 x 2 = 10 (Rickieno. c. oleh karena itu Leibniez menciptakn simbol perkalian ∩ yang menyerupai U terbalik. Banyak metode dipelajari. b. Apabila kita tambahkan suatu bilangan ke bilangan itu juga. yaitu untuk setiap bilangan bulat a dan b berlaku rumus : a x b = b x a 2. Selain simbol ∩ Leibniez juga memperkenalkan simbol titik (∙) untuk perkalian. dan seterusnya. (dalam from Zero to Hero. 2006:18) Perkalian merupakan penjumlahan berulang. Apabila kita tambahkan bilangan itu sekali lagi berarti kita telah mengalikan bilangan itu dengan 3. dan c berlaku rumus : a x (b x c) + (a x b) x c 3. dan c berlaku rumus : a x (b + c) = (a x b) + (a + c) C. b.29 Pengunaan simbol ini ditentang oleh ilmuwan asal Jerman Gottfried Wilhelm Leibniez (1646-1746) karena dikhawatirkan menyerupai huruf x. Komutatif atau pertukaran. Sekarang simbol ini digunakan sebagai simbol operasi irisan pada himpunan. Teknik Penghitungan Jarimatika 1. Sejarah Jarimatika Sejarah berawal dari kepedulian seorang ibu terhadap materi pendidikan anak-anaknya.2007 : 14) Ada tiga (3) aturan dalam perkalian. berarti kita kita telah mengalikan bilangan itu dengan 2. yaitu untuk tiap bilangan bulat a.

dilakukan dan diakhiri dengan gembira. Jarimatika adalah sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah : Dimulai dengan memahamkan secara benar terlebih dahulu tentang konsep bilangan. kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan. sehingga anak . dan operasi hitung dasar. serta mencari uniknya berhitung dengan keajaiban jari lalu dinamakan “Jarimatika”. Penggunaan metode dibandingkan dengan metode lain. Akhirnya penelitian dari hari ke hari untuk mengotak-atik jari hingga ke perkalian dan pembagian. 2007: 2). Anakanak menguasai metode ini dengan menyenangkan dan menguasai keterampilan berhitung. Keistimewaaan metode “Jarimatika” :      Memberikan visualisasi proses berhitung Menggembirakan anak saat digunakan Tidak memberatkan memori anak Alatnya gratis.Prosesnya diawali. dibawa kemana-mana dan ternyata juga mudah dan menyenangkan. (Septi Peni Wulandani. lambang bilangan. metode “Jarimatika” lebih menekankan penguasaan konsep terlebih dahulu baru kecara cepatnya. .30 memakai alat bantu dan kadang membebani memori otaknya. selalu terbawa dan tidak dapat disita Pengaruh daya pikir dan psikologis 2. Setelah itu dia mulai tertarik dengan jari sebagai alat bantu yang tidak perlu dibeli.anak menguasai ilmu secara matang. Pengertian Jarimatika Jarimatika adalah cara berhitung (operasi Kali-Bagi-TambahKurang) dengan menggunakan jari-jari tangan.

2006:29) belajar matematika meliputi belajar konsep-konsep dan struktur matematika yang terdapat didalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika itu. Model Tahap Enaktif Dalam tahap ini penyajian yang dilakukan melalui tindakan anak secara langsung terlihat dalam memanipulasi (mengotak-atik) objek.(Sri Subarinah. Latar Belakang Penggunaan Teknik Jarimatika Menurut Jean Piaget. dan abstrak. semi konkret.siswa SD umumnya berada pada tahap pra operasi dan operasi konkret (usia 6/7 tahun-12 tahun).31 3. . Proses internalisasi akan terjadi secara sungguh-sungguh (yang berarti proses belajar secara optimal) jika pengetahuan yang dipelajari itu dalam 3 model yaitu : 1. Dengan mengajukan masalah kontekstual. Menurut Bruner (dalam Pitajeng. semi abstrak. Sehingga pembelajaran di SD seharusnya dibuat konkret melalui peragaan. praktik. yaitu : konkret. Dalam proses belajar. Melalui alat peraga yang ditelitinya anak akan melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang terdapat dalam benda yang diperhatikannya. 2006:23). maupun permainan. peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika. Pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). anak sebaiknya diberi kesempatan memanipulasi benda-benda atau alat peraga yang dirancang secara khusus dan dapat diotak atik oleh siswa dalam memahami suatu konsep matematika.Perkembangan belajar matematika anak melalui empat tahap.

yaitu tahap konkret dan tahap abstrak. anak memanipulasi objek-objek konkret untuk dapat memhami ide-ide abstrak. prinsip. Menurut Skemp. Salah . Pembelajaran akan efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan. kita pun pernah mengalami hal yang sama. 2006:36). Peserta didik SD sedang mengalami tahap berpikir pra operasional dan operasional konkret. 3. susah memahami angka / bilangan dan enggan belajar berhitung. Maka permasalahan yang seringkali muncul adalah : ketidak-sabaran (pada diri anak dan orangtua) dan proses memaksa terpaksa (yang sangat tidak menyenangkan kedua belah pihak).32 2. anak memanipulasi simbol-simbol atau lambang-lambang objek tertentu. Untuk itu perlu adanya kemampuan khusus guru untuk menjembatani antara dunia anak yang bersifat konkret dengan karakteristik matematika yang abstrak. Guru harus senantiasa mengupayakan situasi dan kondisi yang tidak membosankan apalagi menakutkan bagi peserta didik. Model Tahap Simbolis Dalam tahap ini bahasa adalah pola dasar simbolik. Sering kita jumpai peserta didik kita tidak suka matematika. (Pitajeng. berhubungan dengan mental yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanipulasinya. Model Tahap Ikonik Dalam tahap ini kegiatan penyajian dilakukan berdasarkan pada pikiran internal dimana pengetahuan disajikan melalui serangkaian gambar-gambar atau grafik yang dilakukan anak. Pada tahap konkret. belajar matematika melalui dua tahap. padahal kita juga tahu bahwa berhitung dan matematika merupakan hal yang penting untuk dikuasai. Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal abstrak yang berupa fakta. Guru hendaknya memberi kegiatan agar anak dapat menyusun struktur matematika sejelas mungkin sebelum mereka dapat menggunakan pengetahuan awalnya sebagai dasar belajar pada tahap berikutnya. konsep.

Menyenangkan karena peserta didik merasakan seolah mereka bermain sambil belajar dan merasa tertantang dengan teknik jarimatika Tidak membebani memori otak peserta didik. Keunggulan Teknik Jarimatika Berhitung dengan teknik jarimatika mudah dipelajari dan menyenangkan bagi peserta didik. Jarimatika memperkenalkan kepada anak bahwa matematika (khususnya berhitung) itu menyenangkan. Didalam proses yang penuh kegembiraan itu anak dibimbing untuk bisa dan terampil berhitung dengan benar. Mudah dipelajari karena jarimatika mampu menjembatani antara tahap perkembangan kognitif peserta didik yang konkret dengan materi berhitung yang bersifat abstrak.karena jarimatika memenuhi kaidahkaidah pembelajaran matematika yang membuat peserta didik merasakan bahwa pembelajaran sangat menyenangkan dan menantang.33 satu upaya yang dapat ditempuh guru adalah dengan menerapkan trik-trik berhitung yang mempermudah dan menyenangkan bagi peserta didik untuk melakukannya. peserta didik belajar dengan memanipulasi hal-hal konkret tersebut untuk memepelajari materi matematika yang bersifat abstrak dan deduktif.Ilmu ini mudah dipelajari segala usia. Teknik berhitung jarimatika mampu menyeimbangkan kerja otak kanan dan kiri. Jarimatika memberikan visualisasi proses berhitung. 4. hal itu dapat . Jarimatika memberikan salah satu solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut. Salah satu trik berhitung yang menjadi tren saat ini adalah teknik jarimatika. minimal anak usia 3 tahun.

Kelemahan Teknik Jarimatika 1. jari manis dan jari tengah terbuka dan jari lain tertutup mewakili bilangan angka 8. misalnya jari kelingking terbuka dan jari lainnya tertutup mewakili bilangan angka 6. demikian seterusnya. empat jari kelingking. jari manis. jari tengah dan jari telunjuk terbuka dan jari lain tertutup mewakili bilangan angka 9. tiga jari kelingking.34 ditunjukkan pada waktu berhitung mereka akan mengotak-atik jari-jari tangan kanan dan kirinya secara seimbang. Contohnya adalah peragaan berikut : . 2. 5. dua jari kelingking dan jari manis terbuka dan jari lain tertutup mewakili bilangan angka 7. Lebih lambat menghitung dibandingkan sempoa. Dalam teknik perhitungan jari tangan masing-masing jari mewakili 1 bilangan. Karena jumlah jari tangan terbatas maka operasi matematika yang bisa diselesaikan juga terbatas.

dengan adanya metode jarimatika jari-jari kita akan mempunyai suatu fungsi. Ketika peradaban belum maju seperti sekarang. Fase-4 Guru membimbing kelompok-kelompok Membimbing kelompok belajar pada saat mengerjakan tugas mereka bekerja dan belajar . Pembelajaran Matematika Perkalian Pembelajaran matematika perkalian dengan menggunakan pembelajaran jarimatika dapat membuat pembelajaran lebih bermakna bagi siswa dan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang matematika perkalian. Berikut ini akan dipaparkan tahap-tahap pembelajaran konsep matematika perkalian dengan menggunakan pembelajaran berhitung jarimatika.35 Manusia zaman dulu menggunakan jari tangan untuk melakukan perhitungan. tetapi seiring dengan semakin bertambahnya pengetahuan dan bertambahnya jumlah bilangan. yaitu ketika jumlah semakin banyak dan tidak mungkin lagi dihitung dengan jari sepuluh. Dalam perkalian bilangan dimulai dari jari kelingking sebagai bilangan terkecil dan ibu jari sebagai bilangan terbesar. 6. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat soal Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana Fase-3 caranya membentuk kelompok belajar dan Mengorganisasikan siswa membantu setiap kelompok agar melakukan kedalam kelompok transisi secara efisien. penghitungan masih dilakukan secara sederhana. Fase Fase-1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase-2 Menyajikan informasi Tingkah Laku Guru Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi belajar.

Adapun kegiatan inti pembelajaran konsep matematika perkalian dengan menggunakan pembelajaran berhitung jarimatika sebagai berikut : a. 2. memilih media yang akan digunakan dan dapat membantu siswa dalam memahami konsep matematika perkalian. lembar penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS).36 Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masingmasing kelompom mempresentasikan hasil kerjanya. Tahap pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan bagian inti dari pembelajaran. Fase-5 Evaluasi Fase-6 Memberikan penghargaan 1. Guru mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Bila memungkinkan kelompok berhitung jarimatika perlu . Membentuk kelompok berhitung jarimatika yaitu menentukan anggota kelompok dengan mengusahakan agar kemampuan siswa dalam kelompok relatif heterogen antara kelompok yang lainnya. Tahap pendahuluan Tahap pendahuluan merupakan tahap awal dari proses pembelajaran. Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. merancang pembagian kelompok. Pada tahap ini guru merancang dan mempersiapkan halhal yang dibutuhkan atau diperlukan selama proses pembelajaran berlangsung.

c. Misalnya pada pembelajaran lebih lanjut dan setelah diadakan tes. maka hasil tes masing-masing individu dapat dijadikan skor awal. Pengaturan tempat duduk. Dengan presentasi siswa saling mendapat tanggapan. . d. Dalam pembelajaran pemahaman konsep matematika perkalian ini dapat terlihat dari hasil fre tes dan pos tes yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana peningkatan motivasi siswa dalam belajar. yaitu nilai ulangan sebelumnya. Tahapan evaluasi Evaluasi digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran. Presentasi setiap kelompok untuk mempertanggungjawabkan hasil kerja itu benar atau tidak menurut pandangan orang lain. e.37 memperhatikan rasi. jenis kelamin dan latar belakang sosial. hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. semakin banyak perbedaan setiap kelompok diharapkan kekayaan pengetahuan siswa semakin banyak. Evaluasi dapat bersumber dari penilaian pelaksanan yang telah dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran yang dilakukan. Menentukan skor awal. Setiap kelompok mempunyai tugas yang berbeda. 3. skor awal dapat berubah setelah ada kuis. b. agama.

c. memecahkan masalah. yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. D. Mendorong manusia untuk berbuat. dan mendapatkan pengakuan dari orang lain. Menentukan arah perbuatan. .38 Adapun untuk mengetahui aktifitas selama proses pembeljaran berlangsung. yaitu : a. Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa motivasi merupakan faktor yang penting untuk mencapai keberhasilan suatu pembelajaran. Motivasi dalam hal ini merupakan langkah penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. b. Menyeleksi perbuatan. Motivasi Belajar 1. guru menggunakan lembar pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. dan pengalaman. menambah keterampilan. Motivasi juga dapat mendorong dan mengasah minat belajar untuk tercapainya suatu tujuan. Hakikat Motivasi Belajar Motivasi belajar merupakan daya penggerak psikis dari dalam diri seseorang untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran. Siswa akan bersungguh-sungguh belajar karena termotivasi untuk mencari prestasi. Menurut Hamalik (2002:20) menyebutkan bahwa ada tiga fungsi motivasi.

(4) adanya penghargaan dalam belajar. pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.39 Menurut Uno (2008:23) hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. (2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. (5) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. Peran Motivasi dalam Memperjelas Tujuan Belajar Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. (3) adanya harapan dan cita-cita masa depan. Anak akan tertarik untuk belajar sesuatu. . 2. (6) adanya lingkungan belajar yang kondusif. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil. Peran Motivasi dalam Menentukan Penguatan Belajar Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan. dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya. Hal itu mempunyai perananan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. b. Peranan Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran Menurut Uno (2008:27) ada beberapa peranan penting dari motivasi dalam belajar dan pembelajaran antara lain dalam : a.

d. Menjadikan tahap dini dalam belajar mudah bagi siswa. Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu. Menggunakan nilai ulangan sebagai pemacu keberhasilan. Menggunakan materi yang dikenal siswa sebagai contoh dalam belajar. Memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai. f. a. c. g. Pernyataan penghargaan secara verbal.40 jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi anak. 3. e. Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa peranan motivasi dalam belajar dan pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting untuk penguatan belajar dan berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar. Teknik-teknik Motivasi dalam Pembelajaran Menurut Uno (2008:34) beberapa teknik motivasi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran sebagai berikut. . Membuat suasana persaingan yang sehat di antara para siswa. Menggunakan simulasi dan permainan. akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperlihatkan kemahirannya di depan umum. i. Menimbulkan rasa ingin tahu. dengan harapan memperoleh hasil yang baik. h. b. c.

.41 Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa teknik-teknik motivasi dalam pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan motif belajar siswa.

Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Adapun karakteristik SDN 1 Palimanan Barat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut : 42 . 31 Maret 2010 Siklus III B. 16 Februari 2010 Siklus I 2. Waktu penelitian Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan terhitung dari bulan Februari sampai dengan April 2010. Rabu.1 Waktu Pelaksanaan Tindakan Kelas No Hari / Tanggal Persiklus 1. 24 Februari 2010 Siklus II 3. yang menjadi fokus subjek penelitian ini adalah siswa kelas III tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 45 orang. Lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Rabu. Tabel 3. 2.42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Selasa. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. terdiri dari 22 orang siswa perempuan dan 23 orang siswa laki-laki.

Pada tahun ajaran 2009/2010 jumlah siswa adalah 252 orang yang tersebar di dalam 6 tingkatan. 1 orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris.2 Keadaan siswa SDN 1 Palimanan Barat Kec. Gempol Kab. 6 orang guru kelas. olahraga. dapur. Cirebon Tahun Pelajaran 2009/2010 Jenis Kelamin Laki-laki Kelas I 23 II 25 III 23 IV 13 V 12 VI 25 Perempuan 24 27 22 20 20 18 131 Jumlah 47 52 45 33 32 43 252 Jumlah 121 Banyaknya guru yang bertugas di SDN 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon adalah 13 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 9 orang guru perempuan. . Adapun jumlah siswa tiap kelas dapat dilihat dalam tabel berikut ini. WC. tempat komputer. Siswa di sekolah ini kebanyakan berasal dari keluarga dengan latar belakang sosial ekonomi menengah ke bawah mata pencaharian sebagian besar orang tua siswa adalah sebagai buruh tani. 1 guru agama. 1 orang guru olah raga. 1 orang kepala sekolah.43 SDN 1 Palimanan Barat mempunyai 8 lokal bangunan. Dari 13 orang guru. dan ruang tamu. dan 1 orang penjaga sekolah. 1 orang guru mata pelajaran Bahasa Cirebon. 1 orang guru mata pelajaran matematika. Tabel 3. yaitu 6 (enam) lokal bangunan untuk kelas 1 sampai kelas 6 dan 1 rungan kepala sekolah beserta guru-guru dan 1 bangunan untuk serba-serbi seperti mushola.

Metode Penelitian Metode penelitian menggunakan metode penelitian kelas (classroom action research) (Kemmiis dan McTaggart.44 C. 2007: ) Alur Penelitian Tiga Kali Tindakan Siklus I Praobservasi Refleksi I Simpulan I Belum terselesaikan Refleksi II Simpulan II Belum terselesaikan Refleksi III Simpulan akhir Rencana Tindakan I Analisis Data I Tindakan I Observasi I Siklus II Rencana Tindakan II Analisis Data II Tindakan II Observasi II Siklus III Rencana Tindakan III Analisis Data III Tindakan III Observasi III . Metode dan Desain Penelitian 1.

2008:6) penelitian tindakan kelas adalah : Sebuah bentuk inkuri reflektif yang dilakukan secara kemitraan mengenai situasi sosial tertentu (termasuk pendidikan) untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan dari a) kegiatan praktek sosial atau pendidikan mereka. atau usaha seseorang untuk memahami apa yang terjadi. 2008:6) penelitian tindakan kelas adalah : Penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan subtansif. sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan. Sedangkan menurut Hopkins (Gunawan. . Selanjutnya menurut Ebbut (Gunawan. 2008:7) mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah kajian sistematis dari upaya perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut. b) pemahaman mereka mengenai kegiatan-kegiatan praktek pendidikan.45 Menurut Kemmis (Gunawan. suatu tindakan yang dilakukan dalm disiplin inkuiri. dan c) situasi yang memungkinkan terlaksananya kegiatan praktek ini.

d. karena tidak bisa digeneralisasikan (lebih bersifat pada studi kasus). 2). merupakan kerja bersama dengan teman sejawat. artinya perencanaan pengajaran dan pelaksanaan pembelajaran dapat ditindaklanjuti dengan pengamatan dan upaya memperbaikinya. Dilakukan oleh pelaku tindakan. Fokus penelitian adalah pada metode dan bukan pada produk (hasil belajar) seperti penerapan metodologi kontemporer. Dilakukan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran. Pelaksanaan PTK bersifat kolaboratif. perbaikan kualitas dan kuantitas interaksi. Sasaran PTK adalah masalah aktual dalam kegiatan pembelajaran di kelas tertentu berkenaan dengn interaksi guru. penciptaan suasana belajar yang kondusif. Inkonsistem dengan penelitian standar. Bentuk kajian yang sistematis reflektif. siswa. PTK bersifat siklus. yaitu guru. b. dan lingkungan belajar. penelitian tindakan kelas diatas. peningkatan aktivitas siswa. peningkatan motivasi dan peningkatan kemampuan penalaran. Berdasarkan definisi-definisi. materi. guru atau pihak lain yang mempunyai kepentingan yang sama. fasilitas. c. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan: 1). dan 3). e. .46 Karakteristik khusus penelitian tindakan kelas: a.

Kualitas praktek pembelajaran di sekolah. Pelaksanaan Tindakan (Action) Pelaksanaan tindakan dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan mitra peneliti pada saat proses pembelajaran di kelas. Relevansi pendidikan.47 Sedangkan tujuan dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas adalah “untuk meningkatkan 1).” 2. b. Penerapan pembelajaran jarimatika sengaja dipilih untuk memperbaiki kinerja guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika perkalian. sehingga hasil pemahaman siswa tentang matematika perkalian dapat meningkat. 2). pelaksanaan (action). Adapun perencanaan yang dibuat peneliti untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran matematika perkalian adalah dengan menerapkan suatu pendekatan. yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan yang mengikuti tahap perencananaan (plan). Taggart. 4). Pada . Mutu hasil pendidikan. 3). peneliti merencanakan dan menyusunnya berdasarkan permasalahan yang ditemukan dan hendak dipecahkan serta hipotesis yang diajukan. a. Perencanaan Tindakan (Plan) Dalam membuat perencanaan penelitian. Efesiensi pengelolaan pendidikan. Pelaksanaan Penelitian Desain penelitian kelas yang digunakan peneliti mengacu pada desain penelitian tindakan kelas model spiral Kemmis dan MC. observasi (observer) dan refleksi (reflect).

D. didiskusikan dan dimaknai bersama antara peneliti dan observer untuk mengetahui sejauh mana perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya tindakan yang dilakukan. c. berdasarkan fakta di lapangan atau bahan-bahan literatur yang diperoleh dari perpustakaan. mengatakan data adalah informasi yang sudah diorganisasikan sedemikian rupa . d. Refleksi (Reflect) Setiap informasi yang didapatkan dari hasil pelaksanaan dan observasi tindakan dikaji. Instrumen pengumpulan data adalah alat . untuk memperoleh data yang tepat dan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu dengan menggunakan daftar observasi on-task dan off-task.48 pelaksanaan tindakan. peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. 3. yaitu mengenai kinerja guru dan aktivitas siswa. Teknik Pengumpulan Data Menurut Abdullah Ali (2007 : 61). Observasi Kegiatan observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkaan data.

Ujian atau tes (test). Untuk menganalisi data kuantitatif dilakukan dengan penghitungan-penghitungan . Pengamatan (Observasi) b. Lembar pengamatan kemampuan siswa persiklus 2. Lembar Checklist b. Wawancara a. Analisis soal. c. Daftar cocok (checklist). Ujian/Tes a. 3. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah : a. Tabel E. d. c. melalui Lembar Kerja Siswa (LKS) c. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). b. Wawancara Tabel 3. Daftar nilai LKS yang dikerjakan setiap siklus.3 Metode dan Instrumen Pengumpulan Data NO 1. Jenis Metode Pengamatan Jenis Instrumen a. Lembar pengamatan sikap siswa persiklus. Analisis Data Dalam penelitian ini data yang dianalisis yaitu data kuantitatif. Kisi-kisi soal. b.49 bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.

Validasi Data Agar data yang diperoleh benar-benar valid. Analisis penilaiannya menggunakan rumus : P  f x 100% n Keterangan : P : Penelitian. maka dalam penelitian ini peneliti melakukan beberapa tindakan dengan merujuk pada pendapat Hopkins . f : frekuensi. Data yang dianalisis adalah data yang dikumpulkan melalui instrumen penelitian. Perencanaan 2. n : jumlah responden METODOLOGI PENELITIAN Tujuan khusus tujuan dengan rumusan masalah Metode menjelaskan metode Pendekatan menjelaskan pendekatan Instumen validasi Analisis Prosedur penelitian langkah-langkah penelitian F.50 persentase. Observasi dan evaluasi. Pelaksanaan tindakan 3. Adapun analisis penelitian data dilakukan dengan melaluiu prosedur penelitian yang diwujudkan dalam langkah-langkah penelitian yaitu : 1. Refleksi Adapun analisis data kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan data dengan makna terhadap isi pada setiap tatap muka dengan siswa. dan 4.

51 dalam Wiriatmaja. 3. proses isi kompetensi dan situasi. audit trail dan expert opinion (2005: 168-170). Member check. triangulasi. yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan sistem. yaitu memeriksa kebenaran data yang diperoleh dengan membandingkan terhadap hasil yang diperoleh mitra peneliti secara kolaboratif. yaitu mengecek kebenaran dan metode pengumpulan data dengan cara mendiskusikannya dengan pembimbing. kolaboratif dan spiral. 2. yaitu member check. metode kerja. . Expert opinion. Triangulasi. dan audit trail. G. Audit trail. 1. 4. Dalam hal ini peneliti mengkonsultasikan temuan kepada pembimbing. yaitu memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi yang diperoleh selama observasi dan wawancara dengan cara mengkonfirmasikan dengan guru dan siswa melalui diskusi pada akhir tindakan. yaitu pengecekan terakhir terhdap kebenaran temuan peneliti kepada pakar profesional. parusipatif. Yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah member check. Prosedur Penelitian Penelitian tindakan kelas merupakan suatu proses pengkajian melalui proses sistem berdaur dari berbagai kegiatan pembelajaran penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk investigasi yang bersifat reflektif. triangulasi.

c. Siswa membaca materi bahan ajar secara individu. Guru membagikan bahan ajar kepada setiap anggota. Mengkondisikan siswa kearah pembelajaran yang kondusif. tindakan (planning) penerapan tindakan (action) dan mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observation and evaluation) dan melakukan refleksi (reflecting) dan seterusnya. b. Tahapan Perencanaan Tindakan Tahapan perencanaan tindakan yang dilakukan peneliti sebagai berikut: a. Mempersiapkan media pembelajaran. Guru menyampaikan cara pembelajaran pada pertemuan hari ini. 3. b. 2. Perencanaan pembelajaran 1. Perencanaan penelitian 1.52 Daur ulang dalam penelitian tindakan diawali dengan perencanaan. Adapun pelaksanaan tindakan itu meliputi tahapan sebagai berikut: a. Membuat lembar observasi. . 2. 1. yaitu diskusi kelompok dan selanjutnya hasil diskusi disajikan di depan kelas. Tahapan Pelaksanaan Tindakan Tahapan berikutnya dari penelitian tindakan adalah pelaksanaan tindakan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan. 2. d. Guru membagi siswa dalam 9 kelompok. Membuat RPP sesuai dengan materi pembelajaran. Mempersiapkan instrumen penelitian.

g. h. i. Secara individu siswa mengerjakan soal evaluasi untuk mengetahui pemahaman anak tentang materi yang dipelajari dalam diskusi kelompok dan diskusi kelas. Setelah beberapa menit diadakan. Masing-masing siswa mengerjakan soal latihan dengan ketentuan masing-masing siswa yang mengalami kesulitan pada tingkat ini disarankan untuk meminta bantuan dalam kelompok mereka sebelum kepada guru. Setiap kelompok melaporkan hasil kegiatan dalam diskusi kelas. f. 3. Tahapan Observasi Pada tahap observsi peneliti bersama observer melakukan pengamatan dan mencatat semua hal yang diperlukan dan terjadi selama . Siswa bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan bahan agar yang diberikan guru.53 e. dan kelompok lain memberikan tanggapan kritik ataupun saran. cek dalam kelompok masing-masing dengan saling memeriksa jawaban. Pertanyaan soal-soal latihan pada bahan ajar pada tahap ini siswa yang tertinggal dibantu oleh temannya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah menyelesaikan latihannya dan dimana letak kesulitan siswa dalam menyelesaikan pertanyaannya. sementara guru mengamati kegiatan siswa dalam satu kelompok ke kelompok yang lain. Dalam hal ini guru hanya berperan sebagai pengarah saja untuk membantu siswa menyelesaikan soal pada bahan ajar.

Tahapan Analisis dan Refleksi Tahapan selanjutnya adalah tahapan analisis dan refleksi. Refleksi adalah menganalisis kualitas pembelajaran menggunakan format pengamatan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang belum dan telah terjadi. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif (hasil tes.54 pelaksanaan tindakan berlangsung. sehingga peneliti menyadari kekurangannya. Tindakan refleksi tidak hanya dilakukan siswa dan lingkungan di dalam . Hasil observasi hasil tes belajar dan hasil pengamatan dikaji untuk mencari kelemahan dan diguanakan sebagai perbaikan untuk merumuskan langkah selanjutnya. Untuk tujuan ini digunakan berbagai teknik. dll) atau data kualitatif yang menggambarkan keaktifan siswa. Data yang diperoleh dari pengamatan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan kooperatif untuk meningkatkan pemahaman siswa dilakukan dengan menggunakan tes formatif dalam setiap siklus. Data yang dikumpulkan dicek untuk mengetahui keabsahannya. seperti membandingkan data yang diperoleh dengan data lain atau kriteria tertentu yang telah baku. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunkan format observasi atau penelitian yang telah disusun. nilai tugas. yaitu kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. 4. mutu diskusi yang dilakukan dan lain-lain. Data yang dianalisis dijadikan pedoman perbaikan siklus berikutnya. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik deskripsi presentase.

.55 kelas. Salah satu kegiatan penting dari kegiatan refleksi adalah menganalisis kualitas pembelajaran menggunakan format pengamatan sebagai upaya untuk mengkaji tindakan selanjutnya.

56 . subyek penelitian tindakan pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas III SD Negeri 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon Tahun Ajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa 45 anak yang terdiri dari 23 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. peneliti dibantu dan diawasi oleh Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru pengajar SD Negeri 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Seperti telah disampaikan di awal. Penelitian ini yang bertindak selaku guru adalah peneliti sendiri dan untuk memperoleh hasil yang akurat dan transparan. Gambaran Setting Pada bagian ini akan dikemukakan temuan penelitian yang dilakukan terhadap siswa dari mulai siklus pertama sampai siklus terakhir dengan disertai gambaran ketercapaian target di setiap siklusnya. yaitu meningkatkan dan memperbaiki atau mengembangkan proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. penelitian ini sebelumnya diawali dengan tahap penelitian pendahuluan yang berupa wawancara dan pemberian tes awal (pretest) sebanyak satu kali tes kepada seluruh siswa kelas III SD Negeri 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon.56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Sesuai dengan tujuan penelitian tindakan kelas.

57 Adapun wawancara yang dilakukan sebelum pemberian tes awal ini guna mengetahui apakah siswa menyukai pelajaran Matematika serta alasannya dan materi Matematika yang menurut siswa paling sulit dengan dibantu teman sejawat untuk melakukan pengematan terhadap guru yang sedang mengajar hingga pada pemberian tes awal. Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran di Siklus I Aktivitas Siswa Frekuensi Persentase Pasif 13 28.1 % Aktif 15 33. namun dengan penggunaan metode dalam penjelasan materi perkalian akhirnya siswa pun secara perlahan dapat memahami materi dan menguasai perkalian khususnya perkalian terhdap materi yang sedang diajarkan.3 % TOTAL 45 100 % .6 % Ngantuk 5 11. Ketika metode digunakan dalam pembelajaran siswa sangat antusias sekali dalam mengikuti pembelajaran.1.Gambaran aktivitas siswa sebelum adanya tindakan penelitian (siklus I) adalah sebagai berikut : Tabel 4.8 % Ribut 12 26. Berdasarkan hasil analisis dokumentasi pekerjaan siswa dari soal pretest yang diberikan. dapat dikemukakan penyebab kurang mampunya siswa dalam memahami materi Matematika adalah karena siswa belum menguasai perkalian. namun guru mencoba alternatif lain yaitu dengan penggunaan metode jarimatika. awalnya memang siswa terkesan agak bingung dalam memahami materi.

7 % Ngantuk - 0 % Aktif 25 55.2. Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran di Siklus II Aktivitas Siswa Frekuensi Persentase Pasif 12 26.7 % Ribut 5 11.1 % TOTAL 45 100 % . Kemajuan dalam aktivitas siswa dapat dilihat pada table di bawah ini : Tabel 4.5 % TOTAL 45 100 % Pada siklus III terjadi kemajuan dalam aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran di kelas.3.1 % Ngantuk - 0 % Aktif 32 68. Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran di Siklus III Aktivitas Siswa Frekuensi Persentase Pasif 8 17.6 % Ribut 8 17.58 Gambaran aktivitas siswa setelah adanya tindakan penelitian (siklus II) adalah sebagai berikut : Tabel 4.

Revisi rancangan ditentukan berdasarkan hasil temuan pada pelaksanaan tindakan sebelumnya. berupa upaya penyempurnaan pelaksanaan tindakan atau .59 B. dan respon siswa terhadap pembelajaran yang disajikan oleh guru kelas. Selanjutnya uraian hasil tindakan yang telah dilaksanakan disajikan secara bertahap sesaui siklus yang telah dilakukan yang berupa jenis dan bentuk tindakan beserta akibat yang ditimbulkan dari tindakan yang diamati melalui instrumen yang dipergunakan dalam pengumpulan data selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Tindakan tersebut sebagai upaya perbaikan dari tindakan sebelumnya sekaligus untuk memotivasi kemampuan siswa dalam penguasaan matematika (perkalian). Sedangkan pelaksanaan observasi yang dilakukan sendiri dan dibantu oleh teman sejawat dan hasilnya akan didiskusikan bersama untuk menentukan jenis dan bentuk tindakan selanjutnya yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Pelaksanaan revisi mengacu pada tujuan penelitian yang telah ditetapkan. akan difokuskan pada pembelajaran di kelas III. Pada kegiatan perencanaan (rancangan) tindakan. Setiap kali tindakan yang dilakukan disertai kegiatan refleksi. Refleksi dilakukan berdasarkan hasil observasi atas penerapan tindakan yang diberikan guru kepada siswa. Uraian Penelitian Secara Umum Penelitian tindakan kelas ini. karena penelitian ini menekankan pada aktivitas siswa tanpa mengabaikan pada pencapaian hasil kerja siswa. kegiatan diawali dengan mengadakan observasi pelaksanaan pembelajaran di kelas. menganalisa keadaan situasi belajar.

lembar observasi kinerja guru dan aktivitas siswa serta lembar hasil belajar siswa. d) Menyusun dan menyiapkan pedoman wawancara. Rancangan tindakan setiap siklus dapat diuraikan sebagai berikut: 1. lalu dimetukan permasalahan yang timbul selama pembelajaran tersebut berlangsung. Keputusan untuk melakukan revisi pelaksanaan tindakan ditetapkan bersama antara penulis dan teman sejawat sebagai pengamat berdasarkan hasil refleksi dan tujuan penelitian yang sesuai dengan karakteristik belajar matematika dengan penggunaan metode jarimatika. Berdasarkan hasil diskusi tersebut dirancang dan dilaksanakan tindakan berupa: a) Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Matematika pada materi tentang perkalian dengan menggunakan metode jarimatika. Pelaksanaan penelitian tindakn kelas diharapkan dapat diperoleh hasil peningkatan mutu pembelajaran dan diperoleh model tindakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang berakibat pada peningkatan hasil belajar siswa. Tahap Perencanaan Tindakan Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran matematika oleh guru kelas. c) Merancang format evaluasi berdasarkan RPP.60 wujud tindakan alternatif yang relevan dengan ketercapaian tujuan. b) Menyiapkan alat/media pembelajaran yang berupa jari tangan agar lebih mudah dipahami dalam penjelasan materi. .

afektif dan psikomotorik siswa melalui lembar observasi. 3.61 2. sehingga siswa diharapkan memiliki rasa percaya diri terhadap penyelesaian tugas mandiri maupun tugas kelompok dari guru. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode Jarimatika. Tahapan Analisis dan Refleksi Refleksi dilakukan oleh guru. sehingga memungkinkan siswa terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri. teman sejawat dan pakar profesional berdasarkan temuan-temuan hasil observasi dan hasil belajar yang diperoleh siswa berdasarkan dari data yang didapat. Hal . Dari pengamatan tersebut diharapkan akan diperoleh berbagai informasi mengenai ada tidaknya kesesuaian antara proses pembelajaran dengan pelaksanaannya. Observer memberikan kesempatan kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Tahapan Observasi Selama pelaksanaan tindakan. Sebagai akibat dalam pelaksanaan pembelajaran ini. peneliti mengamati setiap perubahan yang terjadi yang meliputi kemampuan kognitif. dan mengukur kemampuan siswa dalam bentuk hasil belajar yang berupa tugas kelompok 4. Pada pelaksanaan siklus I akan dilakukan kegiatan dalam proses pembelajaran dengan memberikan gambaran umum. Tahap Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran dengan menggunakan kesiapan peneliti dalam memahami tujuan pembelajaran.

Persiapan yang dilakukan oleh peneliti untuk melaksanakan pembelajaran pada siklus I meliputi : 1. Penjelasan Persiklus 1. Untuk itu kemudian diambil langkah perencanaan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode jarimatika sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran matematika (perkalian). membuat rencana pelaksanaan pembelajaran . Data Tindakan Siklus 1 a. Penggunaan media gambar diharapkan mampu memudahkan siswa dalam memahami materi sehingga dapat membantu siswa dalam menjawab pertanyaan tentang matematika (perkalian). siswa masih mengalami kasulitan atau masih belum mampu memahami materi. meskipun kegiatan pembelajaran telah dilaksanakan.62 tersebut dilakukan guna memberikan sumbangan pemikiran dalam merancang kegiatan siklus berikutnya. Pembelajaran yang akan disampaikan pada pelaksanaan tindakan yang pertama ini yaitu memfokuskan pada usaha guru dalam penerapan metode jarimatika untuk membantu siswa dalam memotivasi siswa menghitung matematika (perkalian). Data Perencanaan Siklus 1 Berdasarkan hasil temuan diawal dalam pembelajaran matematika. C.

membuat Lembar Kerja Siswa I 5. membuat format observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru selama pembelajaran siklus I. membuat media pembelajaran yang berupa jari tangan 3. Untuk mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran. Pembelajaran tahap pertama ini difokuskan pada usaha guru dengan menggunakan metode jarimatika terhadap materi perkalian untuk membantu siswa dalam memahami materi.25 selama 2 jam pelajaran atau satu kali pertemuan.15 sampai dengan pukul 08. dilakukan observasi dengan cara . Dalam pelaksanaan siklus I peneliti dibantu teman sejawat sekalu guru SD Negeri 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon untuk mengamati aktivitas siswa dan aktivitas guru yaitu peneliti sendiri selaku pelaksana selama proses pembelajaran berlangsung. 4. membuat jawaban yang terdapat pada LKS 6. Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 16 Februari 2010 selama satu kali pertemuan (2 x 35 menit) yaitu dari pukul 07. Data Pelaksanaan Siklus I Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan sesuai dengan rumusan perencanaan tindakan penelitian yang telah dipersiapkan. b. membuat format penilaian individu.63 2. Aspek yang dianalisis dalam proses pembelajaran ini adalah aktivitas siswa dan aktivitas guru selama pembelajaran dan hasil belajar siswa setelah tindakan pembelajaran siklus I ini diterapkan.

64 menandai aspek-aspek aktivitas siswa dan aktivitas guru pada lembar observasi yang tersedia. setelah itu dilanjtukan dengan tahap . Tahap pertama dimulai dengan menginformasikan materi terlebih dahulu yang akan dipelajari saat ini dan dilanjutkan dengan memberikan penjelasan materi matematika tentang perkalian dengan meminta siswa untuk menghitung matematika (perkalian) yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Tahap ketiga yaitu ketika memasuki kegiatan penutup diadakan tes. Kegiatan intinya terbagi menjadi empat tahap. Tahap kedua. Tes dikerjakan oleh siswa secara kelompok. kegiatan dimulai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan kepada siswa. Guru memberikan salah satu contoh soal perkalian. Adapun langkah-langkah kegiatannya yaitu : Pada pendahuluan. siswa dengan bimbingan guru menjawab pertanyaan yang diajukan guru sambil menghitung menggunakan jari tangan. namun guru menjelaskan materi dengan menggunakan metode jarimatika dan siswa disuruh mengikuti metode guru. peneliti memberikan tes untuk melihat hasil belajar siswa dalam memahami atau menguasai materi yang telah diberikan. kemudian guru menghitung menggunakan jarimatika dan meminta siswa untuk menirukan kembali cara menghitung perkalian dengan terlebih dahulu menggunakan jari tangan.

c. Selain untuk mengetahui hasil belajar sisw. walaupun dalam menyelesaikan soal masih mengalami kesulitan. terlihat dengan semangat dan senangnya siswa dalam melakukan kegiatan tersebut. Aktivitas belajar siswa diamati dari awal pembelajaran siswa tersebut. Selama pembelajaran guru dan pengamat selalu mengamati setiap aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh tiap siswa secara kelompok.65 keempat. d. penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Refleksi Siklus I Pada hasil pengamatan atau observasi siklus I serta wawancara dengan penerapan metode jarimatika menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat. siswa . Aktivitas siswa pada pembelajaran siklus I masih tergolong cukup. Hal ini dikarenakan refleksi pada siklus I ini. Dalam pelaksanaan kegiatan kelompok terlihat adanya perbedaan antara siswa satu dengan siswa yang lainnya. Peningkatan pembelajaran juga diperkuat dengan hasil penilaian test. peneliti bersama siswa membahas tentang tes yang telah dilakukan dan menjelaskan teknik perhitungan skor kelompok dan penghargaan setiap kelompok. Hasil Pelaksanaan Siklus I Siswa mulai memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan guru. adanya keberanian siswa menanyakan sesuatu yang belum jelas dalam petunjuk cara menyelesaikan soal pada LKS.

membuat jawaban yang terdapat pada LKS 6. 3. Data Pelaksanaan Tindakan Siklus II a. membuat format observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru selama pembelajaran pada siklus II. Misalnya. membuat rencana pelaksanaan perbaikan 2. Revisi tindakan siklus II meliputi : 1. sehingga pembelajaran masih belum tersampaikan. . siswa diminta ke depan untuk menjawab soal dengan menghitunag menggunakan jari tangan. membuat Lembar Kerja Siswa II 5. membuat media pembelajaran khususnya media jari tangan terlebih dahulu disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Pada siklus dua ini. 2. rencana pembelajaran akan menjalani perubahan sebagai berikut : 1. membuat format penilaian. Data Perencanaan Siklus II Setelah meneliti bersama dengan teman sejawat. 4.66 masih terlihat belum bisa memahami materi perkalian disebabkan siswa belum menguasai perkalian. Guru memberikan bimbingan lebih terarah. maka diadakan diskusi balikan dan refleksi terhadap pelaksanaan pertama dengan melihat hasil yang dicapai. guru memberikan salah satu soal perkalian. Memberikan penjelasan dengan jari tangan.

Dalam pelaksanaan siklus II peneliti dibantu teman sejawat selaku guru SD Negeri 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon untuk mengamati aktivitas siswa dan aktivitas guru yaitu peneliti sendiri selaku pelaksana proses pembelajaran berlangsung.67 2. 3. Memfokuskan pembelajaran pda tujuan yang akan dicapai yaitu agar siswa dapat memahami materi.15 sampai dengan pukul 08. Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 24 Februari 2010 selama satu kali pertemuan (2 x 35 menit) yaitu dari pukul 07. Data Proses Siklus II Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan sesuai dengan rumusan perencanaan tindakan penelitian yang telah dipersiapkan. Mengubah pilihan jawaban pada setiap soal untuk memudahkan siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.25 selama 2 jam pelajaran atau satu kali pertemuan. b. 4. Untuk mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran. Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya belajar dan memberikan pengawasan yang lebih intensif saat siswa belajar. Aspek yang dianalisis dalam proses pembelajaran ini adalah aktivitas siswa setelah tindakan pembelajaran siklus II diterapkan. . Pembelajaran tahap kedua ini difokuskan pada usaha guru menggunakan metode jarimatika untuk membantu siswa dalam memahami materi.

Tahap kedua yaitu dengan menunjuk salah satu siswa ke depan untuk menjawab pertanyaan dari guru sesuai dengan menggunakan media pada saat itu. Adapun langkah-langkah kegiatannya yaitu : Pendahuluan. Setelah itu dilanjutkan dengan tahap keempat. Kegiatan intinya terbagi menjadi empat tahap. kegiatan dimulai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan kepada siswa. c. Tahap ketiga yaitu ketika memasuki kegiatan penutup. Dan dilanjutkan dengan memberikan penjelasan materi. Peningkatan pembelajaran pun sudah mulai terlihat .68 dilakukan observasi dengan cara menandai aspek-aspek aktivitas siswa dan aktivitas guru pada lembar observasi yang tersedia. Tahap pertama dimulai dengan menginformasikan materi terlebih dahulu yang akan dipelajari saat ini. Hasil Siklus II Siswa sudah mulai aktif. tes yang telah dilakukan dibahas bersama siswa dan dijelaskan teknik penghitungan skor kelompok dan penghargaan setiap kelompok. antusias dan termotivasi dalam pembelajaran. diadakan tes. Tes diberikan untuk melihat hasil belajar siswa dalam memahami atau menguasai materi yang telah diberikan. Tes dikerjakan oleh siswa secara kelompok. Selama pembelajaran guru dan pengamat selalu mengamati setiap aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh tiap siswa secara kelompok. Siswa merasa tertantang dalam menyelesaikan soal secara kelompok.

maka diadakan diskusi balikan dan refleksi terhadap pelaksanaan kedua dengan melihat hasil yang telah dicapai. Data Perencanaan Siklus III Setelah meneliti dengan teman sejawat.69 dan siswa sudah mulai memahami dan menyukai pembelajaran matematika dengan menggunakan metode jarimatika. membuat rencana pelaksanaan perbaikan 2. membuat Lembar Kerja Siswa III . membuat media pembelajaran khususnya media jari tangan terlebih dahulu disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. dapat disimpulkan siswa yang masih bingung dalam memahami materi dikarenakan siswa masih belum bisa menguasai perkalian. Hal ini dikarenakan siswa sudah merasa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran dengan penerapan metode jarimatika. membuat format observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru selama pembelajaran pada siklus III. 4. d. Dari refleksi yang telah dilaksanakan bersama teman sejawat. rencana pembelajaran akan mengalami perubahan sebagai berikut: 1. Data Pelaksanaan Tindakan Siklus III a. 3. Pada siklus penelitian ini. Refleksi Siklus II Aktivitas siswa pada pembelajaran siklus II sudah tergolong baik. hanya saja masih ada saja siswa yang belum memahami materi walaupun dengan penerapan metode jarimatika. 3.

membuat jawaban yang terdapat pada LKS 6. Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 31 Maret 2010 selama satu kali pertemuan (2 x 35 menit) yaitu dari pukul 07. 2. Revisi tindakan siklus III meliputi : 1. . Dalam pelaksanaan siklus III peneliti dibantu teman sejawat selaku guru SDN 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon untuk mengamati aktivitas siswa dan aktivitas guru yaitu peneliti sendiri selaku pelaksana selama proses pembelajaran berlangsung. Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya belajar dan memberikan pengawasan yang lebih intensif saat siswa belajar. Memfokuskan pembelajaran pada tujuan yang akan dicapai yaitu agar siswa dapat memahami materi perkalian dan juga bisa menguasai perkalian. b. Guru memberikan bimbingan lebih terarah.25. Data Proses Siklus III Pelaksanaan tindakan siklus III sesuai dengan rumusan perencanaan tindakan penelitian yang telah dipersiapkan. siswa diminta ke depan untuk menjawab soal dengan menghitung menggunakan jarimatika. membuat format penilaian.70 5. Misalnya guru memberikan salah satu soal. Memberikan penjelasan dengan penerapan metode jarimatika. 3.15 sampai dengan pukul 08. selama dua jam pelajaran atau satu kali pertemuan.

Pada tahap ketiga yaitu ketika memasuki kegiatan penutup. dilakukan observasi dengan cara menandai aspek-aspek aktivitas siswa dan aktivitas guru pada lembar observasi tersedia. test diberikan untuk melihat hasil belajar siswa dalam memahami atau menguasai materi yang telah diberikan. . Dan dilanjutkan dengan memberikan penjelasan materi. kegiatan dimulai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan kepada siswa. Untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Kegiatan intinya terbagi menjadi empat tahap. Tahap pertama dimulai dengan menginformasikan materi terlebih dahulu yang akan dipelajari saat ini. test yang telah dilakukan dibahas bersama siswa dn dijelaskan teknik penghitungn skor kelompok dan penghargaan setiap kelompok. Aspek yang dianalisis dalam proses pembelajaran ini adalah aktivitas siswa dan aktivitas guru selama proses pembelajaran dan hasil belajar siswa setelah tindakan pembelajaran siklus III ini diterapkan.71 Pembelajaran tahap ketiga ini difokuskan pada usaha guru menggunakan metode jarimatika terhadap materi perkalian untuk membantu siswa dalam memahami materi. Test dikerjakan oleh siswa secara kelompok. tahap kedua yaitu dengan menunjuk salah satu siswa ke depan untuk menjawab pertanyaan dari guru sesuai dengan menggunakan media pada saat itu. Adapun langkah-langkah kegiatannya yaitu : Pada pendahuluan. diadakan test. setelah itu dilanjutkan dengan tahap keempat.

Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah .Evaluasi tindakan siklus I .72 Selama proses pembelajaran guru dan pengamat selalu mengamati setiap aktivitas pembelajaran yang dilakukan.Menilai hasil tindakan menggunakan format LKS .Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM .Pengembangan program tindakan II Pelaksanaan program tindakan II Pengamatan data tindakan II .Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi. jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan .Mengembangkan format evaluasi .Menentukan pokok bahasan .Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan melalui evaluasi mutu.Melakukan observasi dengan memakai format observasi . Tabel 4.4 Rencana Kegiatan dalam Setiap Siklus Siklus I Perencanaan Tindakan Pengamatan Refleksi Siklus II Perencanaan Tindakan Pengamatan . LKS. dan lain-lain .Menyiapkan sumber belajar . untuk digunakan pada siklus berikutnya . Refleksi Siklus III Dari refleksi yang telah dilaksanakan bersama teman sejawat.Menyusun LKS . dapat disimpulkan pembelajaran perkalian dengan penerapan metode jarimatika terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa.Mengembangkan skenario pembelajaran .Mengembangkan format observasi pembelajaran Menerapkan tindakan mengacu pada skenario yang direncanakan dalam LKS . c.Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario. d. Hasil Siklus III Pada siklus III pembelajaran mengalami peningkatan dan siswa pun memahami materi yang diajarkan serta mampu menguasai perkalian sesuai materi yang diajarkan.

Proses Menganalisis Data Analisis data merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh guru untuk merangkum secara akurat data yang telah diperoleh dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar adanya.Pengembangan program tindakan IIII Pelaksanaan program tindakan III Pengumpulan data tindakan III Evaluasi tindakan III D. Berdasarkan hasil pengamatan selama melaksanakan pembelajaran guru memberikan materi perkalian dengan menggunakan metode jarimatika dan memberikan soal untuk dikerjakan secara kelompok yang dilakukan oleh teman sejawat. Adapun wawancara yang dilakukan sebelum pemberian test awal ini guna mengetahui apakah siswa menyukai pelajaran matematika serta alasannya dan materi matematika mana yang menurut siswa paling sulit serta alasannya. a) Analisis Data Awal Penelitian ini sebelumnya diawali dengan tahapan penelitian pendahuluan yang berupa wawancara dan pemberian test awal (pretest) sebanyak satu kali test kepada seluruh siswa kelas III SDN 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon.Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah .73 Siklus III Refleksi Perencanaan Tindakan Pengamatan Refleksi Evaluasi tindakan II . maka dapat diperoleh data sebagai berikut: .

16. 10. 6. Kinerja guru masih belum optimal melakukan aktivitasnya . 18. 19. Pertanyaan A. 20. 12. B. Berikut ini perolehan nilai siswa secara kelompok Apakah guru membimbing siswa disaat pembelajaran berlangsung? Apakah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada materi yang kurang dipahami siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang dekat dengan lingkungan kehidupan siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang mudah ke hal yang sulit? Apakah guru memberikan soal setiap akhir pembelajaran? Apakah soal yang diberikan guru sesuai dengan materi yang diajarkan? Apakah guru melatih proses kepada siswa dengan memberikan bimbingan kepada siswa yang tidak mencapai target dalam pembelajaran saat proses berlangsung? Persentase Aktivitas Siswa Apakah siswa mengerjakan soal secara kelompok? Apakah siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal? Apakah siswa memahami penjelasan guru sebelum test berlangsung? Apakah siswa antusias dalam mengerjakan soal yang diberikan guru? Apakah siswa termotivasi dalam proses pembelajaran? Apakah siswa memahami soal yang diberikan guru? Apakah siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran yang sedang berlangsung? Apakah penggunaan metode jarimatika sesuai dengan penjelasan guru? Apakah metode jarimatika membantu siswa dalam memahami materi? Apakah siswa tertarik dengan penggunaan metode jarimatika yang digunakan guru? Persentase 4. 5. 8. 14. 1. 7. 9. 11.5 Data Hasil Observasi Awal Aktivitas Guru dan Siswa No. 2. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 40 60 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 10 90 Dari data hasil observasi mengenai aktivitas siswa dan aktivitas guru sebelum tindakan dapat dikatakan pembelajaran yang dilakukan kurang berhasil. 17. 13.74 Tabel 4. guru melakukan test. 15. 3. Aktivitas Guru Apakah guru membuka pelajaran dengan apersepsi? Apakah guru menjelaskan materi dengan menggunakan media? Apakah media guru sesuai dengan materi yang disampaikan? Dalam kegiatan akhir dari rencana pembelajaran siklus III.

67 Keterangan Skala Penilaian : Tidak baik : 1 (siswa aktif 0%-20%) Kurang baik : 2 (siswa aktif 21%-40%) Cukup baik : 3 (siswa aktif 41%-60%) Baik : 4 (siswa aktif 61%-80%) Baik sekali : 5 (siswa aktif 81%-100%) Hasil tes awal yang diperoleh siswa dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut : Tabel 4. Syaekhu M. Hal ini diperkuat dengan pretest (test awal) yang dicapai siswa.75 dengan melaksanakan 4 aspek yang diamati atau 40%. Sedangkan siswa melakukan aktivitasnya dengan melaksanakan 1 apek yang diamati atau 10%. Sunaryo Nilai 40 60 70 60 .7 Nilai Hasil Pretest No 1 2 3 4 Nama Siswa Asep Supriyadi Wahyudi B M.6 Gambaran Umum Motivasi Siswa dalam Pembelajaran No 1 2 3 4 5 6 Aspek Yang Diamati Mengajukan pertanyaan Menjawab pertanyaan guru Menjawab / menanggapi pertanyaan guru Menyampaikan pendapat Mendengarkan secara aktif Bekerja dan belajar bersama Jumlah Nilai Rata-rata Analisa Hasil Yang Dicapai 1 2 3 4 5 √ √ √ √ √ √ 16 2. Gambaran umum tentang motivasi siswa dalam pembelajaran berlangsung dapat dilihat pada tabel 4.7 sebagai berikut : Tabel 4.

33 55 Dari tabel tersebut terlihat bahwa sebagian besar siswa belum memahami materi dan belum menguasai perkalian matematika. Dipo Pradana M. Sahlal M. .76 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Pipit Egasari Rosdiana Adi Sucipto Alan Novianto Ajeng Susilawati Agung Sudayu Amier Fawaz Bagus Sajiwo Dicky Saputra Diah Ayu Dewi Dimas Endang Geulis Emilia Fitriyani Fajrul Aulia Ramadhan Ika Nur Septiani Kusnawati M. Dari 45 siswa. Fahad M. Faris Munawaroh Nadia Nugi Alam Rizky Sinta Siti Romlah Shelvy Suhartini Sugyanto Ulfa Wahydui A Walid Winda Tantriyana Bagus Nyoman Ervina Putri Nia Mubarokah Putri Erika Alamahul Bayan Andre Jumlah Rata-rata KKM 40 40 40 40 40 60 70 60 60 60 60 50 40 70 40 50 60 40 60 60 60 40 40 40 40 40 60 70 70 40 40 40 40 40 50 40 50 40 50 40 40 2220 49. sehingga kurangnya pencapaian hasil belajar siswa belum optimal.

Kelas tersebut belum dinyatakan tuntas belajarnya karena kelas tersebut belum mencapai 80% siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM. Data hasil pelaksanaan siklus I Berdasarkan hasil pengamatan selama melaksanakan pembelajaran. yaitu 55 sedangkan rata-rata yang diperoleh hanya 49. Adapun data secara rincinya adalah sebagai berikut : 1. guru memberikan materi perkalian sampai pada saat guru memberikan soal LKS yang melibatkan aktivitas siswa.77 28 siswa memperoleh nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan hanya 17 siswa yang dinyatakan telah mencapai nilai diatas KKM. terlihat dari skor pretest tersebut. Tindakan yang dilaksanakan terdiri dari 3 (tiga) siklus sampai pembelajaran tercapai secara optimal. b) Data Tindakan Dari hasil data awal tadi yaitu kurang optimalnya kinerja guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran mendorong diterapkannya suatu pembelajaran baru guna memperbaiki proses dan hasil belajar. maka dapat diperoleh data sebagai berikut : . Dalam kasus ini terlihat siswa belum memahami dan menguasai matematika (perkalian). Secara garis besar proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap pertemuannya meliputi pendahuluan.56. yaitu dengan penerapan metode jarimatika pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 1 Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. kegiatan inti dan penutup.

12. 14. 17. Berikut ini perolehan nilai siswa secara kelompok Apakah guru membimbing siswa disaat pembelajaran berlangsung? Apakah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada materi yang kurang dipahami siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang dekat dengan lingkungan kehidupan siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang mudah ke hal yang sulit? Apakah guru memberikan soal setiap akhir pembelajaran? Apakah soal yang diberikan guru sesuai dengan materi yang diajarkan? Apakah guru melatih proses kepada siswa dengan memberikan bimbingan kepada siswa yang tidak mencapai target dalam pembelajaran saat proses berlangsung? Persentase Aktivitas Siswa Apakah siswa mengerjakan soal secara kelompok? Apakah siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal? Apakah siswa memahami penjelasan guru sebelum test berlangsung? Apakah siswa antusias dalam mengerjakan soal yang diberikan guru? Apakah siswa termotivasi dalam proses pembelajaran? Apakah siswa memahami soal yang diberikan guru? Apakah siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran yang sedang berlangsung? Apakah penggunaan metode jarimatika sesuai dengan penjelasan guru? Apakah metode jarimatika membantu siswa dalam memahami materi? Apakah siswa tertarik dengan penggunaan metode jarimatika yang digunakan guru? Persentase 4. 2. 1. 10. guru melakukan test. 18. 3. 9. 5. 20.78 Tabel 4. Aktivitas Guru Apakah guru membuka pelajaran dengan apersepsi? Apakah guru menjelaskan materi dengan menggunakan media? Apakah media guru sesuai dengan materi yang disampaikan? Dalam kegiatan akhir dari rencana pembelajaran siklus III. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 100 0 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 70 30 Dari data hasil observasi mengenai aktivitas siswa dan kinerja guru pada siklus I dapat dikatakan pembelajaran yang dilakukan mengalami peningkatan 60%. Guru sudah optimal melakukan kinerjanya dengan melaksanakan seluruh aspek yang diamati atau . 8.8 Data Hasil Observasi Siklus I Aktivitas Guru dan Siswa No. B. 15. 11. 13. 19. 7. 16. Pertanyaan A. 6.

18. sekarang sudah tidak tampak . 6.79 100%. 12. 3. 16. Selain itu peningkatan pembelajaran juga dapat dilihat dari wawancara antara guru dan siswa yang menunjukkan hasil persentase jawaban tidak > 70% yaitu 80%. 20. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 20 80 Hasil persentase dari tabel wawancara tersebut menunjukkan siswa berjumlah 20 orang sudah mulai termotivasi untuk belajar matematika. 2. yang dulu dianggap sulit. 15. 4. 11. Apakah kamu tidak senang belajar matematika? Apakah menurut kamu semua materi matematika itu sulit? Apakah menurut kamu pelajaran matematika itu membosankan? Apakah kamu tidak memahami penjelasan guru dengan metode jarimatika yang dipakainya? Apakah kamu tidak senang belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah dengan metode jarimatika tidak mempermudah kamu untuk memahami materi? Apakah kamu merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode? Apakah kamu hafal semua perkalian yang diajarkan? Apakah menurut kamu penguasaan perkalian itu sulit? Apakah kamu suka diberikan materi matematika tanpa menghafal perkalian yang diajarkan? Apakah kamu bingung memahami penjelasan guru dengan metode yang dipakainya? Apakah kamu merasa kesulitan dengan soal yang diberikan guru setiap akhir pelajaran? Apakah kamu merasa tidak tertantang dalam menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah kamu tidak suka diberikan materi perkalian tanpa menggunakan metode jarimatika? Apakah soal-soal yang diberikan guru tidak menantang? Apakah dengan penggunaan metode jarimatika semakin tidak mengerti dalam menyelesaikan soal? Apakah menyelesaikan soal secara kelompok tidak membantu kamu dalam menjawab pertanyaan? Apakah belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika yang tidak kamu ketahui tidak menyenangkan? Apakah kamu tidak merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode yang kamu ketahui? Apakah kamu tidak dapat menemukan jawaban dari soal yang diberikan guru dalam pembelajaran? Jumlah Persentase Aspek Pertanyaan 5. 14. 13. 9. 19. 17. 7.9 Wawancara Guru dengan Siswa No. 10. 8. Pertanyaan 1. Tabel 4. Sedangkan siswa berjumlah 45 melakukan aktivitasnya dengan melaksanakan 7 aspek yang diamati atau 70% setelah mengalami peningkatan sebesar 60%.

Dari data diatas diperkuat dengan hasil penilaian tes pada siklus I: Tabel 4. Dipo Pradana M. Faris Munawaroh Nadia Nugi Alam Rizky Sinta Siti Romlah Shelvy Suhartini Sugyanto Ulfa Wahydui A Walid Winda Tantriyana 40 70 80 70 50 50 50 50 60 60 70 70 70 60 60 60 50 70 60 60 60 50 70 70 70 50 60 50 50 50 70 70 70 50 50 50 50 50 50 Ketercapaian (%) 0 % 14 % 13 % 14 % 20 % 20 % 20 % 20 % 33 % 0 % 0 % 14 % 14 % 0 % 0 % 17 % 20 % 0 % 33 % 17 % 0 % 20 % 14 % 14 % 14 % 20% 33 % 20 % 20 % 20 % 14 % 0 % 14 % 20 % 20 % 20 % 20 % 20% 0 % Ketuntasan Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ . Sunaryo Pipit Egasari Rosdiana Adi Sucipto Alan Novianto Ajeng Susilawati Agung Sudayu Amier Fawaz Bagus Sajiwo Dicky Saputra Diah Ayu Dewi Dimas Endang Geulis Emilia Fitriyani Fajrul Aulia Ramadhan Ika Nur Septiani Kusnawati M. Fahad M. Syaekhu M.10 Rekapitulasi Nilai Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus I No Nama Siswa Nilai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Asep Supriyadi Wahyudi B M. Sahlal M.80 seperti itu lagi. Siswa sudah mulai memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan guru.

81 40 41 42 43 44 45 Bagus Nyoman Ervina Putri Nia Mubarokah Putri Erika Alamahul Bayan Andre Jumlah Jumlah Siswa Rata – rata 50 60 50 50 50 50 2620 45 58 20 % 17 % 20 % 0 % 20 % 20 % 669 % 45 15 % √ √ √ √ √ √ Keterangan : 1. rata-rata nilai yang diperoleh siswa mencapai 58 dengan tingkat penguasaan tertinggi mencapai nilai 80 dan tingkat penguasaan terendah nilai 50. Tingkat penguasaan terendah : 40 Dari data tabel diatas tentang hasil pembelajaran siklus I yaitu memahami dan menguasai matematika (perkalian). Hal ini memerlukan adanya pembelajaran yang lebih optimal dalam pembelajaran berikutnya. Jumlah siswa yang belum tuntas belajar : 22 siswa (49%) 3. Terlihat dari tabel bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus I ini. . Ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kelas tersebut belum dapat dinyatakan tuntas belajar belum mencapai nilai KKM dari jumlah siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan mencapai nilai > 55. Dari tabel juga dapat terlihat bahwa ada 23 siswa yang dinyatakan tuntas dalam pembelajaran dengan persentase 51% dan 22 siswa yang dinyatakan belum tuntas dalam pembelajaran dengan persentase 49%. Tingkat penguasaan tertinggi : 80 5. Jumlah siswa yang tuntas belajar : 23 siswa (51%) 2. sudah ada peningkatan dari test awal yang sebelumnya telah dilaksanakan. Tingkat ketercapaian rata-rata siswa : 15% 4.

maka dapat diperoleh data sebagai berikut : Tabel 4. Data Hasil Pelaksanaan Siklus II Berdasarkan hasil pengamatan selama guru memberikan materi perkalian pada pelaksanaan siklus II dengan perencanaan baru ini. 14.11 Data Hasil Observasi Siklus II Aktivitas Guru dan Siswa No. 10. 13. 17. B. 6. guru melakukan test. 15. 1. Berikut ini perolehan nilai siswa secara kelompok Apakah guru membimbing siswa disaat pembelajaran berlangsung? Apakah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada materi yang kurang dipahami siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang dekat dengan lingkungan kehidupan siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang mudah ke hal yang sulit? Apakah guru memberikan soal setiap akhir pembelajaran? Apakah soal yang diberikan guru sesuai dengan materi yang diajarkan? Apakah guru melatih proses kepada siswa dengan memberikan bimbingan kepada siswa yang tidak mencapai target dalam pembelajaran saat proses berlangsung? Persentase Aktivitas Siswa Apakah siswa mengerjakan soal secara kelompok? Apakah siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal? Apakah siswa memahami penjelasan guru sebelum test berlangsung? Apakah siswa antusias dalam mengerjakan soal yang diberikan guru? Apakah siswa termotivasi dalam proses pembelajaran? Apakah siswa memahami soal yang diberikan guru? Apakah siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran yang sedang berlangsung? Apakah penggunaan metode jarimatika sesuai dengan penjelasan guru? Apakah metode jarimatika membantu siswa dalam memahami materi? Apakah siswa tertarik dengan penggunaan metode jarimatika yang digunakan guru? Persentase 4. 12. Aktivitas Guru Apakah guru membuka pelajaran dengan apersepsi? Apakah guru menjelaskan materi dengan menggunakan media? Apakah media guru sesuai dengan materi yang disampaikan? Dalam kegiatan akhir dari rencana pembelajaran siklus III. sampai pada saat untuk dikerjakan secara kelompok yang dilakukan oleh teman sejawat. 16. 3. 8. 2. 20. 11. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 100 0 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 90 10 . penggunaan metode jarimatika pada pembelajaran matematika (perkalian) belum optimal. 18. 2.82 Berdasarkan uraian tersebut diatas. Pertanyaan A. 7. 19. oleh karena itu ditindaklanjuti dalam pelaksanaan siklus II. 9. 5.

83 Dari data hasil observasi mengenai aktivitas siswa dan kinerja guru pada siklus II dapat dikatakan pembelajaran yang dilakukan masih tetap. antusias dan termotivasi dalam pembelajaran. guru sudah melakukan apersepsi dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat disampaikan kepada siswa. maka siswa sudah dianggap memahami dan menyukai pembelajaran matematika dengan penerapan metode jarimatika agar lebih memperkuat dapat dilihat dari hasil wawancara antara guru dan siswa pada siklus II ini terlihat seperti dibawah ini : . Peningkatan pembelajaran juga dapat dilihat dari wawancara antar guru dan siswa yang menunjukkan hasil persentase jawaban tidak > 70% yaitu 90% dari persentase awal 80%. guru juga membimbing siswa dalam proses pembelajaran berlangsung. Siswa sudah mulai aktif. Siswa merasa tertantang dalam menyelesaikan soal LKS secara kelompok. Sedangkan siswa telah melakukan aktivitasnya dengan melaksanakan 9 aspek yang diamati atau 90% setelah mengalami peningkatan sebesar 20%. Aspek yang telah dilakukan guru sudah optimal. Jika persentase hasil yang diperoleh dari jawaban tidak lebih dari 70%. Guru sudah optimal melakukan kinerjanya dengan melaksanakan seluruh aspek yang diamati atau 100%.

8. 2. 4. 11.84 Tabel 4. 7. 19.12 Wawancara antara Guru dengan Siswa No. 18. Apakah kamu tidak senang belajar matematika? Apakah menurut kamu semua materi matematika itu sulit? Apakah menurut kamu pelajaran matematika itu membosankan? Apakah kamu tidak memahami penjelasan guru dengan metode jarimatika yang dipakainya? Apakah kamu tidak senang belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah dengan metode jarimatika tidak mempermudah kamu untuk memahami materi? Apakah kamu merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode? Apakah kamu hafal semua perkalian yang diajarkan? Apakah menurut kamu penguasaan perkalian itu sulit? Apakah kamu suka diberikan materi matematika tanpa menghafal perkalian yang diajarkan? Apakah kamu bingung memahami penjelasan guru dengan metode yang dipakainya? Apakah kamu merasa kesulitan dengan soal yang diberikan guru setiap akhir pelajaran? Apakah kamu merasa tidak tertantang dalam menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah kamu tidak suka diberikan materi perkalian tanpa menggunakan metode jarimatika? Apakah soal-soal yang diberikan guru tidak menantang? Apakah dengan penggunaan metode jarimatika semakin tidak mengerti dalam menyelesaikan soal? Apakah menyelesaikan soal secara kelompok tidak membantu kamu dalam menjawab pertanyaan? Apakah belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika yang tidak kamu ketahui tidak menyenangkan? Apakah kamu tidak merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode yang kamu ketahui? Apakah kamu tidak dapat menemukan jawaban dari soal yang diberikan guru dalam pembelajaran? Jumlah Persentase Aspek Pertanyaan 5. 14. 17. 9. 10. peningkatan pembelajaran juga diperkuat dari hasil penilaian test pada siklus II : . 6. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 10 90 Selain dari data hasil observasi kinerja guru dan aktivitas siswa serta wawancara. 20. 12. 3. 16. Pertanyaan 1. 13. 15.

Faris Munawaroh Nadia Nugi Alam Rizky Sinta Siti Romlah Shelvy Suhartini Sugyanto Ulfa Wahydui A Walid Winda Tantriyana Bagus Nyoman Ervina Putri Nia Mubarokah Putri Erika Alamahul Bayan Andre Jumlah Jumlah Siswa Rata .rata Nilai 50 80 90 80 50 50 70 70 70 80 90 80 80 80 80 80 70 80 80 90 80 80 80 80 70 80 80 80 80 80 70 90 80 70 80 70 70 70 70 70 80 60 70 70 70 3380 45 75 Ketercapaian (%) 20 % 25 % 22 % 25 % 20 % 20 % 43 % 43 % 43 % 25 % 22 % 25 % 25 % 25 % 25 % 38 % 43 % 13 % 50 % 44 % 25 % 50 % 25 % 25 % 14 % 50 % 50 % 50 % 50 % 50 % 14 % 22 % 25 % 43% 50 % 43 % 43 % 43 % 29 % 43 % 38 % 33 % 29 % 43 % 43 % 1526 % 45 34 % Ketuntasan Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ . Sunaryo Pipit Egasari Rosdiana Adi Sucipto Alan Novianto Ajeng Susilawati Agung Sudayu Amier Fawaz Bagus Sajiwo Dicky Saputra Diah Ayu Dewi Dimas Endang Geulis Emilia Fitriyani Fajrul Aulia Ramadhan Ika Nur Septiani Kusnawati M. Sahlah M. Dipo Pradana M. Fahad M. Syaekhu M.13 Rekapitulasi Nilai Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Nama Siswa Asep Supriyadi Wahyudi B M.85 Tabel 4.

Aktivitas Guru Apakah guru membuka pelajaran dengan apersepsi? Apakah guru menjelaskan materi dengan menggunakan media? Apakah media guru sesuai dengan materi yang disampaikan? Dalam kegiatan akhir dari rencana pembelajaran siklus III. Pertanyaan A. Berikut ini perolehan nilai siswa secara kelompok Apakah guru membimbing siswa disaat pembelajaran berlangsung? Apakah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada materi yang kurang dipahami siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang dekat dengan lingkungan kehidupan siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang mudah ke hal yang sulit? Apakah guru memberikan soal setiap akhir pembelajaran? Apakah soal yang diberikan guru sesuai dengan materi yang diajarkan? Apakah guru melatih proses kepada siswa dengan memberikan bimbingan kepada siswa yang tidak mencapai target dalam pembelajaran saat proses berlangsung? Persentase Aktivitas Siswa Apakah siswa mengerjakan soal secara kelompok? Apakah siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal? Apakah siswa memahami penjelasan guru sebelum test berlangsung? Apakah siswa antusias dalam mengerjakan soal yang diberikan guru? Apakah siswa termotivasi dalam proses pembelajaran? Apakah siswa memahami soal yang diberikan guru? Apakah siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran yang sedang berlangsung? Apakah penggunaan metode jarimatika sesuai dengan penjelasan guru? Apakah metode jarimatika membantu siswa dalam memahami materi? Apakah siswa tertarik dengan penggunaan metode jarimatika yang digunakan guru? Persentase 4. 2. B. Jumlah siswa yang tuntas belajar : 42 siswa (93%) 2. 10. guru melakukan test. Tingkat ketercapaian rata-rata siswa : 34% 4. 19. Tingkat penguasaan tertinggi : 90 5. 18. 20. 13. 1. Jumlah siswa yang belum tuntas belajar : 3 siswa (7%) 3.86 Keterangan : 1. 6. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 100 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 100 0 . 16. 9. 15. 12. 8. 5. Data Hasil Pelaksanaan Siklus III Berdasarkan hasil pengamatan siklus III maka dapat diperoleh data sebagai berikut : Tabel 4. Tingkat penguasaan terendah : 50 3. 14. 17.14 Data Hasil Observasi Siklus III Aktivitas Guru dan Siswa No. 11. 7. 3.

Begitu juga dengan siswa yang sudah optimal melakukan aktivitasnya dengan melaksanakan 10 aspek yang diamati atau 100% setelah mengalami peningkatan sebesar 10%. Pertanyaan 1. 18. 2. 12. Guru sudah optimal melakukan kinerjanya dengan melaksanakan seluruh aspek yang diamati atau 100%. 4. 8.15 Wawancara antara Guru dengan Siswa No. 9.87 Dari data hasil observasi mengenai aktivitas siswa dan kinerja guru pada siklus III dapat dikatakan pembelajaran masih tetap. 16. 15. 10. Selain itu peningkatan pembelajaran juga dapat dilihat dari wawancara antara guru dan siswa yang menunjukkan hasil persentase jawaban tidak > 70% yaitu 100% dari persentase awal 90%. 6. 13. 3. 17. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 0 100 . Apakah kamu tidak senang belajar matematika? Apakah menurut kamu semua materi matematika itu sulit? Apakah menurut kamu pelajaran matematika itu membosankan? Apakah kamu tidak memahami penjelasan guru dengan metode jarimatika yang dipakainya? Apakah kamu tidak senang belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah dengan metode jarimatika tidak mempermudah kamu untuk memahami materi? Apakah kamu merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode? Apakah kamu hafal semua perkalian yang diajarkan? Apakah menurut kamu penguasaan perkalian itu sulit? Apakah kamu suka diberikan materi matematika tanpa menghafal perkalian yang diajarkan? Apakah kamu bingung memahami penjelasan guru dengan metode yang dipakainya? Apakah kamu merasa kesulitan dengan soal yang diberikan guru setiap akhir pelajaran? Apakah kamu merasa tidak tertantang dalam menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah kamu tidak suka diberikan materi perkalian tanpa menggunakan metode jarimatika? Apakah soal-soal yang diberikan guru tidak menantang? Apakah dengan penggunaan metode jarimatika semakin tidak mengerti dalam menyelesaikan soal? Apakah menyelesaikan soal secara kelompok tidak membantu kamu dalam menjawab pertanyaan? Apakah belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika yang tidak kamu ketahui tidak menyenangkan? Apakah kamu tidak merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode yang kamu ketahui? Apakah kamu tidak dapat menemukan jawaban dari soal yang diberikan guru dalam pembelajaran? Jumlah Persentase Aspek Pertanyaan 5. 20. 19. 7. 11. Tabel 4. 14.

guru melakukan test. Dipo Pradana M.88 Dalam kegiatan akhir dari rencana pembelajaran siklus III. Syaekhu M. Sunaryo Pipit Egasari Rosdiana Adi Sucipto Alan Novianto Ajeng Susilawati Agung Sudayu Amier Fawaz Bagus Sajiwo Dicky Saputra Diah Ayu Dewi Dimas Endang Geulis Emilia Fitriyani Fajrul Aulia Ramadhan Ika Nur Septiani Kusnawati M. Sahlah M. Faris Munawaroh Nadia Nugi Alam Rizky Sinta Siti Romlah Shelvy Suhartini Sugyanto Ulfa Wahydui A Walid Winda Tantriyana Bagus Nyoman Ervina Putri Nia Mubarokah Putri Erika Alamahul Bayan Andre Jumlah Jumlah Siswa Rata .16 Rekapitulasi Nilai Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Nama Siswa Asep Supriyadi Wahyudi B M.rata Nilai 60 80 90 80 60 70 80 80 80 80 90 80 80 80 80 80 80 80 80 90 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 90 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 3590 45 80 Ketercapaian (%) 33 % 25 % 22 % 25 % 33 % 43 % 50 % 50 % 50 % 25 % 22 % 25 % 25 % 25 % 25 % 38 % 50 % 13 % 50 % 44 % 25 % 50 % 25 % 25 % 25 % 50 % 50 % 50 % 50 % 50 % 25 % 22 % 25 % 50 % 50 % 50 % 50 % 50 % 38 % 50 % 38 % 50 % 38 % 50 % 50 % 1659 % 100 % 37 % Ketuntasan Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ . Fahad M. Berikut ini perolehan nilai siswa secara individu: Tabel 4.

Siklus II dan Siklus III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Nama Siswa Asep Supriyadi Wahyudi B M. Syaekhu M. Jumlah siswa yang belum tuntas belajar : tidak ada 3. Tingkat penguasaan terendah : 60 Tabel 4. Faris Munawaroh Nadia Nugi Alam Rizky Sinta Siti Romlah Shelvy Suhartini Sugyanto Ulfa Wahydui A Walid Winda Tantriyana Bagus Nyoman Ervina Putri Nia Mubarokah Putri Erika Alamahul Bayan Andre KKM Lulus Tidak Lulus Nilai Pretest 40 60 70 60 40 40 40 40 40 60 70 60 60 60 60 50 40 70 40 50 60 40 60 60 60 40 40 40 40 40 60 70 60 40 40 40 40 40 50 40 50 40 50 40 40 55 17 28 Nilai Siklus I 40 70 80 70 50 50 50 50 60 60 70 70 70 60 60 60 50 70 60 60 60 50 70 70 70 50 60 50 50 50 70 70 70 50 50 50 50 50 50 50 60 50 50 50 50 55 23 22 Nilai Siklus II 50 80 90 80 50 50 70 70 70 80 90 80 80 80 80 80 70 80 80 90 80 80 80 80 70 80 80 80 80 80 70 90 80 70 80 70 70 70 70 70 80 60 70 70 70 55 42 3 Nilai Siklus III 60 80 90 80 60 70 80 80 80 80 90 80 80 80 80 80 80 80 80 90 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 90 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 55 45 - . Sunaryo Pipit Egasari Rosdiana Adi Sucipto Alan Novianto Ajeng Susilawati Agung Sudayu Amier Fawaz Bagus Sajiwo Dicky Saputra Diah Ayu Dewi Dimas Endang Geulis Emilia Fitriyani Fajrul Aulia Ramadhan Ika Nur Septiani Kusnawati M. Tingkat ketercapaian rata-rata siswa : 37% 4. Tingkat penguasaan tertinggi : 90 5. Jumlah siswa yang tuntas belajar : 45 siswa (100%) 2.17 Perolehan Nilai Keseluruhan Pada Siklus I. Sahlah M. Fahad M. Dipo Pradana M.89 Keterangan : 1.

jumlah siswa yang lulus ada 17 orang atau sekitar 49. dapat dinyatakan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan hasil belajar sebesar 17%.18 Hasil Pembelajaran Matematika 80 75 80 70 58 60 50 49. dan pada siklus I. Sedangkan pada siklus III. Sedangkan jumlah siswa yang lulus pada siklus II ada 42 orang atau sekita 75. jumlah siswa yang lulus sebanyak 45 orang (100%) atau seluruh siswa dapat dinyatakan lulus dengan nilai di atas KKM.33 40 Nilai 30 20 10 0 Tes Awal Siklus I Siklus II Siklus III . Dari perolehan nilai tersebut.33. dan untuk siswa yang tidak lulus ada 22 orang. Walaupun nilai yang didapat siswa masih banyak yang mendapatkan nilai 60.90 Pada tabel diatas terlihat pada hasil pretest. jumlah siswa yang lulus ada 23 orang atau sekitar 58. Grafik 4. sedangkan jumlah siswa yang tidak lulus ada 28 orang.

kreatif dan antusias merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab seorang guru. Dengan hasil tersebut dapat diidentifikasikan karena dalam proses pembelajaran belum optimal sehingga peneliti berusaha memperbaiki proses pembelajaran dengan pelaksanaan siklus II. begitu juga dalam proses pembelajaran metode jarimatika pokok bahasan matematika perkalian yang menggunakan metode jarimatika. namun tugas ini tidaklah mudah. waktu belajar menjadi saat yang dinantikan oleh siswa. Pembelajaran metode jarimatika pada pokok bahasan matematika perkalian berjalan lancar. Dengan begitu. Pada siklus I dapat diketahui bahwa peningkatan materi pelajaran matematika pokok bahasan matematika perkalian hanya 23 siswa dengan nilai rata-rata 49. Pembahasan Menciptakan suasana kelas yang penuh inspirasi bagi siswa. apalagi saat ini. . pada proses penelitian tindakan kelas di SDN I Palimanan Barat dilakukan dalam 3 siklus. afektif dan psikomotor secara optimal sehingga pembelajaran matematika perkalian tercapai sesuai dengan tujuan atau indikator pembelajaran. di mana era reformasi dan teknologi sudah merambah segala aspek kehidupan. Meningkatkan kualitas belajar siswa dibutuhkan sebuah proses kreatif dalam pembelajaran.33 yang berhasil memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang dinilai minimalnya adalah 55.91 E. Di dalam pembelajaran metode jarimatika siswa didayagunakan dari potensi kognitif.

92 Pada siklus II dapat diketahui bahwa peningkatan motivasi pelajaran matematika pokok bahasan matematika perkalian hanya 42 siswa dengan nilai rata-rata 58 yang berhasil memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang dinilai minimalnya adalah 55 Dengan hasil tersebut dapat diidentifikasikan karena dalam proses pembelajaran belum optimal sehingga peneliti berusaha memperbaiki proses pembelajaran dengan pelaksanaan siklus III Pada siklus III dapat diketahui bahwa meningkatkan motivasi pelajaran matematika pokok bahasan matematika perkalian sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Dengan itu. Terbukti nilai ketercapaian siswa 37% dengan nilai rata-rata 80. peneliti membagikan soal tes dengan tujuan untuk mengetahui penerapan materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode jarimatika siswa dapat menguasai materi pembelajran yang diberikan. Dari data yang diperoleh bahwa tingkat ketercapaian belajar siswa dengan menggunakan metode jarimatika sebagai metode pembelajaran matematika di kelas III SD Negeri I Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon dapat dikatakan berhasil dengan nilai ketercapaian positif yang sangat baik. maka Penelitian Tindakan kelas (PTK) sudah berhasil dengan menggunakan metode jarimatika. . Pada akhir pembelajaran matematika pokok bahasan matematika perkalian.

yaitu mencapai rata-rata 100%. 3. Kelompok belajar menyelesaikan tugas-tugas berupa LKS. Sedangkan pada siklus II menjadi 90%. Hal ini terbukti dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung.93 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Guru melaksanakan evaluasi setelah pembelajaran selesai. Setelah pembentukan kelompok. Guru menyajikan materi ajar kepada siswa. Bersama siswa guru mengorganisasikan membentuk kelompok-kelompok belajar. Pada siklus I aktivitas siswa rata-rata baru mencapai 70%. guru memberikan bimbingan bekerja dan belajar. Kemudian guru memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik. 2. Hal ini terbukti dari hasil 93 . Motivasi siswa pada mata pelajaran matematika (perkalian). Kesimpulan 1. Motivasi siswa pada mata pelajaran matematika (perkalian). menunjukkan adanya peningkatan. Setiap kelompok terdiri dari 5 siswa secara heterogen. Setelah diterapkannya metode jarimatika adanya peningkatan pada setiap siklusnya. Sebelum diterampkannya metode jarimatika dimulai dengan membuat Rencana Program Pembelajaran (RPP). dan pada siklus III naik mencapai yang diharapkan. Kemudian dilanjutkan dnegan menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa untuk belajar. Metode Jarimatika pada peningkatan motivasi siswa terhadap matematika (perkalian).

Kemudian pada siklus III mencapai nilai rata-rata 80 dengan nilai ketercapaian 37%. . 3. Guru diharapkan dapat melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada waktu melaksanakan proses pembelajaran di kelas guna mengembangkan kompetensi profesional guru itu sendiri.94 evaluasi belajar siswa.. seperti pembelajaran metode jarimatika. dapat disarankan hal-hal sebagai berikut: 1. tentunya bisa dikembangkan dengan pendekatan-pendekatan atau metode jarimatika supaya siswa dalam belajar tidak merasa jenuh. Nilai hasil evaluasi pada siklus I 58 dengan nilai ketercapaian 15% pada siklus II naik menjadi 75 dengan nilai ketercapaian 34%. 2. B. Dengan melihat hasil pembelajaran melalui metode jarimatika ini. Saran-Saran Dari kesimpulan di atas. Pembelajaran yang selama ini hanya menggunakan cara-cara atu strategi konvensional sudah waktunya diganti dengan metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

2007. Mohammad. 2001. Kasihani. Jakarta: Depdikbud Sanjaya. Dasar-Dasar Matematika Modern dan Komputer. Wina. Bandung: Tarsito _________. Zainal.. Bandung: Tinta Emas Dewi Rahmawati. Guru Profesional. Jakarta: Bumi Aksara Iskandar. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Arif. B. ES. 2007. 1991. Pintar Jarimatika. 2008. Cirebon: STAIN Press 95 . Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika. 2006. Jakarta: Kencana STAIN Cirebon. 2003. Penelitian Tindakan kelas. 1989. Bandung: Tarsito Sadiman. Saeful. Uno. 2008. 1999. Krama Widya Dewi. Malang: Masjidal IIM Hamdani. Jakarta : Dirjen Dikti Depdikbud Ruseffendi. Matematika I. dkk. Strategi belajar mengajar. dkk. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Gaung Persada Press Kasbolah. Bandung: Tarsito _________. Pedoman Penulisan Skripsi. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Media Pendidikan. Media Pembelajaran. 2008. Surabaya: Lapis PGMI Hamzah. 2008. Yogyakarta: Diva Press Rahadi. dkk. Pengajaran Matematika Modern dan Masa Kini. Jakarta: Rajawali Perss Prasetyo. Strategi Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo Aqib. Bandung: Pustaka Setia Ali. 2009. Islami Kania. Surabaya: Insan Cendekia Kunandar. 1999. Ansto.95 DAFTAR PUSTAKA Abu Ahmadi. Penelitian Tindakan Kelas. 2008. 1983. 2005. 1996. Bandung: CV. Islam dan Kreatifitas Guru dalam Metode Pembelajaran. Dwi Sunar.

Jakarta: Rineka Cipta Tim Redaksi Fokus Matematika. Strategi Belajar Mengajar. 2008. 2006. Remaja Rosdakarya Wulandari. 2008. 2007. Bandung: UPI Press Syaeful. Belajar dan Pembelajaran Modul 3 Motivasi dalam Pembelajaran. Jarimatika. 2003. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 2003. Bandung: PT. Metode penelitian Tindakan Kelas. Bahri Djamariah. Aswan Zain. Model Pembelajaran Matematika. Rochiati. dkk. Septiani. Jakarta Pusat: Universitas Terbuka Sukajati. 2008. Jakarta Selatan: KDT . Deny. Dirjen PMPTK Sugono. SISDIKNAS 10020 Tahun 2003. 2002. Gramedia Pustaka Utama Suwangsih. Jakarta: PT. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bandung: Fokus Media Wiriatmadja.96 Sudirman. Erna. Jakarta: Depdiknas. Penelitian Tindakan Kelas untuk SD. 2005. Jakarta: Rajawali Press Suciati.

Dipo Pradana M. Faris Munawaroh Nadia Nugi Alam Rizky Sinta Siti Romlah Shelvy Suhartini Sugyanto Ulfa Wahydui A Walid Winda Tantriyana Bagus Nyoman Ervina Putri Nia Mubarokah Putri Erika Alamahul Bayan Andre KKM Lulus Tidak Lulus Nilai Pretest 40 60 70 60 40 40 40 40 40 60 70 60 60 60 60 50 40 70 40 50 60 40 60 60 60 40 40 40 40 40 60 70 70 40 40 40 40 40 50 40 50 40 50 40 40 55 17 28 Nilai Siklus I 40 70 80 70 50 50 50 50 60 60 70 70 70 60 60 60 50 70 60 60 60 50 70 70 70 50 60 50 50 50 70 70 60 50 50 50 50 50 50 50 60 50 50 50 50 55 23 22 Nilai Siklus II 50 80 90 80 50 50 70 70 70 80 90 80 80 80 80 80 70 80 80 90 80 80 80 80 70 80 80 80 80 80 70 90 80 70 80 70 70 70 70 70 80 60 70 70 70 55 42 3 Nilai Siklus III 60 80 90 80 60 70 80 80 80 80 90 80 80 80 80 80 80 80 80 90 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 90 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 55 45 - . Syaekhu M. Sunaryo Pipit Egasari Rosdiana Adi Sucipto Alan Novianto Ajeng Susilawati Agung Sudayu Amier Fawaz Bagus Sajiwo Dicky Saputra Diah Ayu Dewi Dimas Endang Geulis Emilia Fitriyani Fajrul Aulia Ramadhan Ika Nur Septiani Kusnawati M. Fahad M. Siklus II dan Siklus III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Nama Siswa Asep Supriyadi Wahyudi B M. Sahlah M.97 REKAPITULASI HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PERKALIAN KELAS III SEMESTER II SD NEGERI 1 PALIMANAN BARAT TAHUN AJARAN 2009/2010 Perolehan Nilai Keseluruhan Pada Siklus I.

setiap kelompok beranggotakan 6 siswa. Sebuah kelas terdiri dari 8 kelompok. . Berapa jumlah siswa di kelas tersebut ? TES II Sub pokok bahasan : Perkalian Alokasi waktu : 2 x 35 menit Kelas / Semester : III / II Nama : ……………………...98 TES I Sub pokok bahasan : Perkalian Alokasi waktu : 2 x 35 menit Kelas / Semester : III / II Nama : …………………….. Kerjakan soal – soal di bawah ini : 1. 12 x 13 5. 7 x 8 4.. 21 x 21 3. Nomor induk : ……………………. 9 x 9 2. Nomor induk : …………………….

. masing – masing kotak berisi 11 coklat. 14 x 14 . Masing – masing bungkus berisi 12 batang rokok. 8 x 8 5. Ibu guru membeli 11 kotak coklat. Berapa jumlah pulpen semuanya ? 2. Nomor induk : ……………………. Ibu membeli 13 kotak pulpen.99 Kerjakan soal – soal di bawah ini : 1. masing – masing kotak berisi 12 pulpen. 22 x 22 4. berapa piring ibu seluruhnya ? 3. 7 x 7 5. Berapa jumlah batang rokok semuanya ? 3. Kerjakan soal – soal di bawah ini : 1. Bapak membeli 11 bungkus rokok.. 16 x 17 TES III Sub pokok bahasan : Perkalian Alokasi waktu : 2 x 35 menit Kelas / Semester : III / II Nama : ……………………. 23 x 23 4. Jika setiap kardus berisi 12 piring. Ibu membeli piring 12 kardus piring. Berapa jumlah coklat semuanya ? 2.

100 Jawaban soal – soal tes I Jawaban soal – soal tes II .

Aktivitas .Kerjasama dalam kelompok. Motivasi . . 07480052 Wiwit Sugiarti NIP. BAIK CUKUP SEDANG KURANG √ √ Pemahaman .198312062006042016 .Keterampilan dalam bertanya.Peranan individu dalam kelompok. Wali Kelas Ukhana NIM.Keterampilan mengerjakan operasi hitung.Peranan siswa selama proses pembelajaran. . .101 LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN SISWA KELAS III BELAJAR MATEMATIKA (SIKLUS I) NO PERNYATAAN 1. . √ √ √ 3.Keterlibatan individu dalam permainan. . 16 Februari 2010 Peniliti. Keterangan : diisi dengan tanda (√) Bobot : Baik = 4 Cukup = 3 √ √ √ 10 Sedang = 2 3 Kurang = 1 Gempol. 2.Kedisiplinan siswa mengerjakan tugas.Keterampilan menjawab pertanyaan.

. Keterangan : diisi dengan tanda (√) Bobot : Baik = 4 Cukup = 3 √ √ √ 9 Sedang = 2 10 Kurang = 1 Gempol.Kedisiplinan siswa mengerjakan tugas. .Keterlibatan individu dalam permainan. 07480052 Wiwit Sugiarti NIP.Peranan individu dalam kelompok. Aktivitas . 2. .Keterampilan mengerjakan operasi hitung. Motivasi . BAIK CUKUP SEDANG KURANG √ √ Pemahaman . . Wali Kelas Ukhana NIM. 24 Februari 2010 Peniliti.Keterampilan menjawab pertanyaan.Kerjasama dalam kelompok.Keterampilan dalam bertanya.198312062006042016 . √ √ √ 3. .102 LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN SISWA KELAS III BELAJAR MATEMATIKA (SIKLUS II) NO PERNYATAAN 1.Peranan siswa selama proses pembelajaran.

Aktivitas .Keterampilan dalam bertanya. 2.198312062006042016 . Keterangan : diisi dengan tanda (√) CUKUP √ √ √ 3.103 LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN SISWA KELAS III BELAJAR MATEMATIKA (SIKLUS III) NO PERNYATAAN 1. Wali Kelas Ukhana NIM.Peranan individu dalam kelompok. Motivasi .Kedisiplinan siswa mengerjakan tugas.Kerjasama dalam kelompok. . . 07480052 Wiwit Sugiarti NIP.Keterlibatan individu dalam permainan.Keterampilan menjawab pertanyaan.Keterampilan mengerjakan operasi hitung. . . BAIK SEDANG KURANG √ √ Pemahaman . . Bobot : Baik = 4 Cukup = 3 √ √ √ 12 Sedang = 2 15 Kurang = 1 Gempol.Peranan siswa selama proses pembelajaran. 31 Maret 2010 Peniliti.

0 73.3 NILAI TES 2 3 90 90 80 80 80 80 80 80 80 80 410 410 NILAI RATA-RATA 83.7 76.7 66.104 HASIL LEMBAR KERJA SISWA KELAS III SDN I PALIMANAN BARAT MENGENAI MATEMATIKA PERKALIAN Kelompok 1 NO 1 2 3 4 5 NAMA SISWA Asep Supriyadi Wahyudi B M.7 73. Syaekhu M.3 NILAI TES 1 2 3 50 50 70 50 70 80 50 70 80 60 70 80 60 80 80 270 340 390 NILAI RATA-RATA 56.3 73.7 53.7 66.7 70.3 Kelompok 2 NO 6 7 8 9 10 NAMA SISWA Rosdiana Adi Sucipto Alan Novianto Ajeng Susilawati Agung Sudayu JUMLAH Kelompok 3 NO 11 12 13 14 15 NAMA SISWA Amier Fawaz Bagus Sajiwo Dicky Saputra Diah Ayu Dewi JUMLAH 1 70 70 70 60 60 330 .3 343.3 76.7 86. Sunaryo Pipit Egasari JUMLAH NILAI TES 1 2 3 40 50 60 70 80 80 80 90 90 70 80 80 50 50 60 310 350 370 NILAI RATA-RATA 50.3 333.0 76.7 76.3 383.

0 370.7 73.3 70. Sahlah JUMLAH Kelompok 6 NO 26 27 28 29 30 NAMA SISWA M.105 Kelompok 4 NO 16 17 18 19 20 NAMA SISWA Dimas Endang Geulis Emilia Fitriyani Fajrul Aulia Ramadhan JUMLAH NILAI TES 1 2 3 60 80 80 50 70 80 70 80 80 60 80 80 60 90 90 300 400 410 NILAI RATA-RATA 73. Faris Munawaroh Nadia Nugi Alam Rizky JUMLAH .7 76.0 NILAI TES 1 2 3 60 80 80 50 80 80 70 80 80 70 80 80 70 70 80 320 390 400 NILAI RATA-RATA 73.3 80.0 70. Fahad M.0 NILAI TES 1 2 3 50 70 80 60 80 80 50 80 80 50 80 80 50 80 80 260 390 400 NILAI RATA-RATA 66.7 73.0 70.0 Kelompok 5 NO 21 22 23 24 25 NAMA SISWA Eka Nur Septiani Kusnawati M.3 70.0 76. Dipo Pradana M.7 76.3 370.3 66.7 73.0 350.

7 333.7 60.7 70.3 83.3 NILAI TES 1 2 3 50 60 80 40 50 80 50 50 80 40 50 80 40 50 80 220 260 400 NILAI RATA-RATA 63.7 66.3 56.7 NILAI TES 1 2 3 50 70 80 50 70 80 50 70 80 50 70 80 50 70 80 250 350 400 NILAI RATA-RATA 66.7 66.7 66.3 73.7 293.3 66.7 56.7 66.3 Kelompok 8 NO 36 37 38 39 40 NAMA SISWA Ulfa Wahyudi a Walid Winda Trantiyana Bagus Nyoman JUMLAH Kelompok 9 NO 41 42 43 44 45 NAMA SISWA Ervina Putri Nia Mubarokah Putri Erika Alamahul Bayan Andre JUMLAH Nilai rata-rata : T1+T2+T3 3 Kelompok Terbaik : Kelompok 3 Nilai Tertinggi : M.0 366. Syaekhu (Kelompok 1) .0 56.106 Kelompok 7 NO 31 32 33 34 35 NAMA SISWA Sinta Siti Romlah Shelvy Suhartini Sugyanto JUMLAH NILAI TES 1 2 3 70 70 80 70 90 90 60 80 80 50 70 80 50 80 80 300 390 410 NILAI RATA-RATA 73.

Syaekhu M. Faris Munawaroh Nadia Nugi Alam Rizky Sinta Siti Romlah Shelvy Suhartini Sugyanto Ulfa Wahyudi A Walid Winda Tantriyana Bagus Nyoman Ervina Putri Nia Mubarokah Putri Erika Alamahul Bayan Andre Keterangan : X1 : Pasif X2 : Ribut X3 : Ngantuk X4 : Aktif X1 AKTIFITAS SISWA X2 X3 √ √ X4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ . Sahlah M.107 LEMBAR PENGAMATAN SISWA SELAMA PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA SIKLUS I (TANGGAL 16 Februari 2010) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Nama Siswa Asep Supriyadi Wahyudi B M. Dipo Pradana M. Fahad M. Sunaryo Pipit Egasari Rosdiana Adi Sucipto Alan Novianto Ajeng Susilawati Agung Sudayu Amier Fawaz Bagus Sajiwo Dicky Saputra Diah Ayu Dewi Dimas Endang Geulis Emilia Fitriyani Fajrul Aulia Ramadhan Ika Nur Septiani Kusnawati M.

108

LEMBAR PENGAMATAN SISWA
SELAMA PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA
SIKLUS II (TANGGAL 24 Februari 2010)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

Nama Siswa
Asep Supriyadi
Wahyudi B
M. Syaekhu
M. Sunaryo
Pipit Egasari
Rosdiana
Adi Sucipto
Alan Novianto
Ajeng Susilawati
Agung Sudayu
Amier Fawaz
Bagus Sajiwo
Dicky Saputra
Diah Ayu
Dewi
Dimas
Endang Geulis
Emilia
Fitriyani
Fajrul Aulia Ramadhan
Ika Nur Septiani
Kusnawati
M. Dipo Pradana
M. Fahad
M. Sahlah
M. Faris
Munawaroh
Nadia
Nugi Alam
Rizky
Sinta
Siti Romlah
Shelvy
Suhartini
Sugyanto
Ulfa
Wahyudi A
Walid
Winda Tantriyana
Bagus Nyoman
Ervina Putri
Nia Mubarokah
Putri Erika
Alamahul Bayan
Andre

Keterangan :
X1 : Pasif
X2 : Ribut
X3 : Ngantuk
X4 : Aktif

X1

AKTIFITAS SISWA
X2
X3

X4











































109

LEMBAR PENGAMATAN SISWA
SELAMA PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA
SIKLUS III (TANGGAL 31 Maret 2010)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

Nama Siswa
Asep Supriyadi
Wahyudi B
M. Syaekhu
M. Sunaryo
Pipit Egasari
Rosdiana
Adi Sucipto
Alan Novianto
Ajeng Susilawati
Agung Sudayu
Amier Fawaz
Bagus Sajiwo
Dicky Saputra
Diah Ayu
Dewi
Dimas
Endang Geulis
Emilia
Fitriyani
Fajrul Aulia Ramadhan
Ika Nur Septiani
Kusnawati
M. Dipo Pradana
M. Fahad
M. Sahlah
M. Faris
Munawaroh
Nadia
Nugi Alam
Rizky
Sinta
Siti Romlah
Shelvy
Suhartini
Sugyanto
Ulfa
Wahyudi A
Walid
Winda Tantriyana
Bagus Nyoman
Ervina Putri
Nia Mubarokah
Putri Erika
Alamahul Bayan
Andre

Keterangan :
X1 : Pasif
X2 : Ribut
X3 : Ngantuk
X4 : Aktif

X1

AKTIFITAS SISWA
X2
X3

X4











































110

Data Hasil Observasi Siklus I Aktivitas Guru dan Siswa
No.

Pertanyaan

A.
1.
2.
3.

Aktivitas Guru
Apakah guru membuka pelajaran dengan apersepsi?
Apakah guru menjelaskan materi dengan menggunakan media?
Apakah media guru sesuai dengan materi yang disampaikan?
Dalam kegiatan akhir dari rencana pembelajaran siklus III, guru
melakukan test. Berikut ini perolehan nilai siswa secara kelompok
Apakah guru membimbing siswa disaat pembelajaran berlangsung?
Apakah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
apabila ada materi yang kurang dipahami siswa?
Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang dekat
dengan lingkungan kehidupan siswa?
Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang mudah ke
hal yang sulit?
Apakah guru memberikan soal setiap akhir pembelajaran?
Apakah soal yang diberikan guru sesuai dengan materi yang
diajarkan?
Apakah guru melatih proses kepada siswa dengan memberikan
bimbingan kepada siswa yang tidak mencapai target dalam
pembelajaran saat proses berlangsung?
Persentase
Aktivitas Siswa
Apakah siswa mengerjakan soal secara kelompok?
Apakah siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal?
Apakah siswa memahami penjelasan guru sebelum test
berlangsung?
Apakah siswa antusias dalam mengerjakan soal yang diberikan
guru?
Apakah siswa termotivasi dalam proses pembelajaran?
Apakah siswa memahami soal yang diberikan guru?
Apakah siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran yang
sedang berlangsung?
Apakah penggunaan metode jarimatika sesuai dengan penjelasan
guru?
Apakah metode jarimatika membantu siswa dalam memahami
materi?
Apakah siswa tertarik dengan penggunaan metode jarimatika yang
digunakan guru?
Persentase

4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

B.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

Presentase (%)
Ya
Tidak








100

0











70

30

Wawancara Guru dengan Siswa
No.

Pertanyaan

1.
2.
3.
4.

Apakah kamu tidak senang belajar matematika?
Apakah menurut kamu semua materi matematika itu sulit?
Apakah menurut kamu pelajaran matematika itu membosankan?
Apakah kamu tidak memahami penjelasan guru dengan metode jarimatika yang
dipakainya?
Apakah kamu tidak senang belajar matematika dengan menggunakan metode
jarimatika?

5.

Presentase (%)
Ya
Tidak




2. 16. guru melakukan test. 17. 13. 9. 15. 17. 13. Aktivitas Guru Apakah guru membuka pelajaran dengan apersepsi? Apakah guru menjelaskan materi dengan menggunakan media? Apakah media guru sesuai dengan materi yang disampaikan? Dalam kegiatan akhir dari rencana pembelajaran siklus III. 19. 11.111 6. B. 9. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 100 0 √ √ √ √ √ √ √ . 8. 10. Apakah dengan metode jarimatika tidak mempermudah kamu untuk memahami materi? Apakah kamu merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode? Apakah kamu hafal semua perkalian yang diajarkan? Apakah menurut kamu penguasaan perkalian itu sulit? Apakah kamu suka diberikan materi matematika tanpa menghafal perkalian yang diajarkan? Apakah kamu bingung memahami penjelasan guru dengan metode yang dipakainya? Apakah kamu merasa kesulitan dengan soal yang diberikan guru setiap akhir pelajaran? Apakah kamu merasa tidak tertantang dalam menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah kamu tidak suka diberikan materi perkalian tanpa menggunakan metode jarimatika? Apakah soal-soal yang diberikan guru tidak menantang? Apakah dengan penggunaan metode jarimatika semakin tidak mengerti dalam menyelesaikan soal? Apakah menyelesaikan soal secara kelompok tidak membantu kamu dalam menjawab pertanyaan? Apakah belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika yang tidak kamu ketahui tidak menyenangkan? Apakah kamu tidak merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode yang kamu ketahui? Apakah kamu tidak dapat menemukan jawaban dari soal yang diberikan guru dalam pembelajaran? Jumlah Persentase Aspek Pertanyaan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 20 80 Data Hasil Observasi Siklus II Aktivitas Guru dan Siswa No. 14. 18. 14. 12. 7. 7. 5. 6. 11. 12. 16. 3. 15. 1. 8. Pertanyaan A. 20. 10. Berikut ini perolehan nilai siswa secara kelompok Apakah guru membimbing siswa disaat pembelajaran berlangsung? Apakah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada materi yang kurang dipahami siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang dekat dengan lingkungan kehidupan siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang mudah ke hal yang sulit? Apakah guru memberikan soal setiap akhir pembelajaran? Apakah soal yang diberikan guru sesuai dengan materi yang diajarkan? Apakah guru melatih proses kepada siswa dengan memberikan bimbingan kepada siswa yang tidak mencapai target dalam pembelajaran saat proses berlangsung? Persentase Aktivitas Siswa Apakah siswa mengerjakan soal secara kelompok? Apakah siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal? Apakah siswa memahami penjelasan guru sebelum test berlangsung? Apakah siswa antusias dalam mengerjakan soal yang diberikan guru? Apakah siswa termotivasi dalam proses pembelajaran? Apakah siswa memahami soal yang diberikan guru? Apakah siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran yang sedang 4.

19. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 10 90 .112 18. 13. 8. 17. 3. Pertanyaan 1. 19. Apakah kamu tidak senang belajar matematika? Apakah menurut kamu semua materi matematika itu sulit? Apakah menurut kamu pelajaran matematika itu membosankan? Apakah kamu tidak memahami penjelasan guru dengan metode jarimatika yang dipakainya? Apakah kamu tidak senang belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah dengan metode jarimatika tidak mempermudah kamu untuk memahami materi? Apakah kamu merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode? Apakah kamu hafal semua perkalian yang diajarkan? Apakah menurut kamu penguasaan perkalian itu sulit? Apakah kamu suka diberikan materi matematika tanpa menghafal perkalian yang diajarkan? Apakah kamu bingung memahami penjelasan guru dengan metode yang dipakainya? Apakah kamu merasa kesulitan dengan soal yang diberikan guru setiap akhir pelajaran? Apakah kamu merasa tidak tertantang dalam menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah kamu tidak suka diberikan materi perkalian tanpa menggunakan metode jarimatika? Apakah soal-soal yang diberikan guru tidak menantang? Apakah dengan penggunaan metode jarimatika semakin tidak mengerti dalam menyelesaikan soal? Apakah menyelesaikan soal secara kelompok tidak membantu kamu dalam menjawab pertanyaan? Apakah belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika yang tidak kamu ketahui tidak menyenangkan? Apakah kamu tidak merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode yang kamu ketahui? Apakah kamu tidak dapat menemukan jawaban dari soal yang diberikan guru dalam pembelajaran? Jumlah Persentase Aspek Pertanyaan 5. 20. 18. 20. 4. 16. 15. 7. 12. 2. 14. 9. 6. berlangsung? Apakah penggunaan metode jarimatika sesuai dengan penjelasan guru? Apakah metode jarimatika membantu siswa dalam memahami materi? Apakah siswa tertarik dengan penggunaan metode jarimatika yang digunakan guru? Persentase √ √ √ 90 10 Wawancara antara Guru dengan Siswa No. 11. 10.

8. 19. B. guru melakukan test. 3. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 100 0 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 100 Wawancara antara Guru dengan Siswa No. 17. 8. 9. 2. 16. 11. Pertanyaan A. Pertanyaan 1. 15. 2. 1. 20. 7. 9. 3. 14. 10. Aktivitas Guru Apakah guru membuka pelajaran dengan apersepsi? Apakah guru menjelaskan materi dengan menggunakan media? Apakah media guru sesuai dengan materi yang disampaikan? Dalam kegiatan akhir dari rencana pembelajaran siklus III. Apakah kamu tidak senang belajar matematika? Apakah menurut kamu semua materi matematika itu sulit? Apakah menurut kamu pelajaran matematika itu membosankan? Apakah kamu tidak memahami penjelasan guru dengan metode jarimatika yang dipakainya? Apakah kamu tidak senang belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah dengan metode jarimatika tidak mempermudah kamu untuk memahami materi? Apakah kamu merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode? Apakah kamu hafal semua perkalian yang diajarkan? Apakah menurut kamu penguasaan perkalian itu sulit? Apakah kamu suka diberikan materi matematika tanpa menghafal perkalian yang diajarkan? Apakah kamu bingung memahami penjelasan guru dengan metode yang 5. 11. Berikut ini perolehan nilai siswa secara kelompok Apakah guru membimbing siswa disaat pembelajaran berlangsung? Apakah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada materi yang kurang dipahami siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang dekat dengan lingkungan kehidupan siswa? Apakah guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang mudah ke hal yang sulit? Apakah guru memberikan soal setiap akhir pembelajaran? Apakah soal yang diberikan guru sesuai dengan materi yang diajarkan? Apakah guru melatih proses kepada siswa dengan memberikan bimbingan kepada siswa yang tidak mencapai target dalam pembelajaran saat proses berlangsung? Persentase Aktivitas Siswa Apakah siswa mengerjakan soal secara kelompok? Apakah siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal? Apakah siswa memahami penjelasan guru sebelum test berlangsung? Apakah siswa antusias dalam mengerjakan soal yang diberikan guru? Apakah siswa termotivasi dalam proses pembelajaran? Apakah siswa memahami soal yang diberikan guru? Apakah siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran yang sedang berlangsung? Apakah penggunaan metode jarimatika sesuai dengan penjelasan guru? Apakah metode jarimatika membantu siswa dalam memahami materi? Apakah siswa tertarik dengan penggunaan metode jarimatika yang digunakan guru? Persentase 4. 5. 13. 6. 18.113 Data Hasil Observasi Siklus III Aktivitas Guru dan Siswa No. 7. 4. 12. Presentase (%) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ . 6. 10.

15. dipakainya? Apakah kamu merasa kesulitan dengan soal yang diberikan guru setiap akhir pelajaran? Apakah kamu merasa tidak tertantang dalam menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah kamu tidak suka diberikan materi perkalian tanpa menggunakan metode jarimatika? Apakah soal-soal yang diberikan guru tidak menantang? Apakah dengan penggunaan metode jarimatika semakin tidak mengerti dalam menyelesaikan soal? Apakah menyelesaikan soal secara kelompok tidak membantu kamu dalam menjawab pertanyaan? Apakah belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika yang tidak kamu ketahui tidak menyenangkan? Apakah kamu tidak merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode yang kamu ketahui? Apakah kamu tidak dapat menemukan jawaban dari soal yang diberikan guru dalam pembelajaran? Jumlah Persentase Aspek Pertanyaan √ √ √ √ √ √ √ √ √ 0 100 Gambaran Umum Motivasi Siswa dalam Pembelajaran No 1 2 3 4 5 6 Aspek Yang Diamati Mengajukan pertanyaan Menjawab pertanyaan guru Menjawab / menanggapi pertanyaan guru Menyampaikan pendapat Mendengarkan secara aktif Bekerja dan belajar bersama Jumlah Nilai Rata-rata Analisa Hasil Yang Dicapai 1 2 3 4 5 . 16. 13. 18. 14. 19.114 12. 20. 17.

Sunaryo Pipit Egasari Rosdiana Adi Sucipto Alan Novianto Ajeng Susilawati Agung Sudayu Amier Fawaz Bagus Sajiwo Dicky Saputra Diah Ayu Dewi Dimas Endang Geulis Emilia Fitriyani Fajrul Aulia Ramadhan Ika Nur Septiani Kusnawati M. Dipo Pradana M. Syaekhu M. Fahad M. Sahlah M.115 KISI-KISI PENGAMATAN SISWA SELAMA PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA SIKLUS I (TANGGAL 16 Februari 2010) No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Asep Supriyadi Wahyudi B M. Faris Munawaroh Nadia Nugi Alam Rizky 31 Sinta 32 33 34 35 36 37 38 Siti Romlah Shelvy Suhartini Sugyanto Ulfa Wahyudi A Walid 39 Winda Tantriyana 40 41 42 43 44 45 Bagus Nyoman Ervina Putri Nia Mubarokah Putri Erika Alamahul Bayan Andre Keterangan : X1 : Pasif X2 : Ribut X3 : Ngantuk X1 AKTIFITAS SISWA X2 X3 X4 .

19. 8. 3. Berikut ini perolehan nilai siswa secara kelompok Guru membimbing siswa disaat pembelajaran berlangsung Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada materi yang kurang dipahami siswa Guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang dekat dengan lingkungan kehidupan siswa Guru melaksanakan pembelajaran dari hal yang mudah ke hal yang sulit Guru memberikan soal setiap akhir pembelajaran Soal yang diberikan guru sesuai dengan materi yang diajarkan Guru melatih proses kepada siswa dengan memberikan bimbingan kepada siswa yang tidak mencapai target dalam pembelajaran saat proses berlangsung Persentase Aktivitas Siswa Siswa mengerjakan soal secara kelompok Siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal Siswa memahami penjelasan guru sebelum test berlangsung Siswa antusias dalam mengerjakan soal yang diberikan guru Siswa termotivasi dalam proses pembelajaran Siswa memahami soal yang diberikan guru Siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran yang sedang berlangsung Penggunaan metode jarimatika sesuai dengan penjelasan guru Metode jarimatika membantu siswa dalam memahami materi Siswa tertarik dengan penggunaan metode jarimatika yang digunakan guru Persentase 4. 13. 6. 17. 16. 20. Pertanyaan A. 7. guru melakukan test. 14. 11.116 X4 : Aktif Kisi-kisi Observasi Siklus I Aktivitas Guru dan Siswa No. 9. 18. 1. 5. Aktivitas Guru Membuka pelajaran dengan apersepsi Guru menjelaskan materi dengan menggunakan media Media guru sesuai dengan materi yang disampaikan? Dalam kegiatan akhir dari rencana pembelajaran siklus III. 10. 2. B. Presentase (%) Ya Tidak . 12. 15.

11. 18. Apakah kamu tidak senang belajar matematika? Apakah menurut kamu semua materi matematika itu sulit? Apakah menurut kamu pelajaran matematika itu membosankan? Apakah kamu tidak memahami penjelasan guru dengan metode jarimatika yang dipakainya? Apakah kamu tidak senang belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah dengan metode jarimatika tidak mempermudah kamu untuk memahami materi? Apakah kamu merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode? Apakah kamu hafal semua perkalian yang diajarkan? Apakah menurut kamu penguasaan perkalian itu sulit? Apakah kamu suka diberikan materi matematika tanpa menghafal perkalian yang diajarkan? Apakah kamu bingung memahami penjelasan guru dengan metode yang dipakainya? Apakah kamu merasa kesulitan dengan soal yang diberikan guru setiap akhir pelajaran? Apakah kamu merasa tidak tertantang dalam menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan metode jarimatika? Apakah kamu tidak suka diberikan materi perkalian tanpa menggunakan metode jarimatika? Apakah soal-soal yang diberikan guru tidak menantang? Apakah dengan penggunaan metode jarimatika semakin tidak mengerti dalam menyelesaikan soal? Apakah menyelesaikan soal secara kelompok tidak membantu kamu dalam menjawab pertanyaan? Apakah belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika yang tidak kamu ketahui tidak menyenangkan? Apakah kamu tidak merasa tidak lebih aktif belajar matematika dengan menggunakan metode yang kamu ketahui? Apakah kamu tidak dapat menemukan jawaban dari soal yang diberikan guru dalam pembelajaran? Jumlah Persentase Aspek Pertanyaan 5. 13. 3. 4. Pertanyaan 1. 20. 14. 6. 15. Presentase (%) Ya Tidak . 12. 9. 16. 7. 2.117 PedomanWawancara antara Guru dengan Siswa No. 17. 8. 19. 10.