You are on page 1of 2

PEMBAHASAN

1. Litologi
Untuk penentuan litologi softrock dan hardrock, praktikan dapat
melihat dari bentukan kontur yang ada. Litologi hardrock pada peta
diinterpretasikan ada pada kontur rapat karena pada kontur rapat terjadi
perbedaan erosi yang membuat satu sisi terjal dan sisi lainnya tidak.
Perbedaan keterjalan ini dikarenakan satu sisi hardrock dan satu sisi softrock.
Litologi hardrock juga dilihat dari kelokan sungai yang ada. Sungai yang
berkelok-kelok diinterpretasikan memiliki litologi hardrock karena air akan
sulit menembus batuan yang resisten sehingga air akan berkelok mencari
bidang yang lemah untuk mengalir. Sementara untuk litologi softrock
diinterpretasikan pada kontur yang renggang pada peta karena erosi yang
sama mengakibatkan daerah menjadi landai. Litologi softrock juga dilihat
dari sungai yang tidak terlalu berkelok-kelok karena air mudah menembus
batuan yang kurang resisten. Pada peta diinterpretasikan bagian yang
berwarna merah memiliki litologi hardrock dan bagian yang berwarna biru
memiliki litologi softrock.
2. Struktur Geologi
Pada interpretasi struktur geologi dapat dilihat dari bentukan kontur
yang ada di peta. Pada daerah yang memiliki perbedaan elevasi dari kontur
rapat ke renggang dapat menjadi indikasi sesar mayor, dan pada daerah
pelurusan juga dapat diindikasikan terdapat sesar mayor. Pada daerah bukit
diantara kontur rapat diinterpretasikan merupakan lipatan mayor karena
perbedaan elevasi dengan sekitarnya. Bagian pelurusan pada kontur rapat
juga dapat diindikasikan terdapat lipatan.
3. Bentuk Lahan
Pada interpretasi bentuk lahan dapat dilihat dari bentukan kontur peta.
Pada bagian peta yang berwarna ungu diinterpretasikan bentuk lahan
struktural karena memiliki daerah kontur yang rapat dan diinterpretasikan
pada daerah berkontur rapat terdapat struktur geologi. Lalu bagian yang
berwarna coklat diinterpretasikan bentuk lahan denudasi karena sudah
menjadi daerah perkotaan dan pedesaan dan berkontur renggang yang
menandakan daerah landai dan sudah terjadi banyak faktor eksogen. Lalu
bagian yang berwarna hijau muda diinterpetasikan bentuk lahan fluvial
karena ada pada daerah sungai dan terdapat aliran air aktif di permukaan.
Kemudian bagian di peta yang berwarna merah diinterpretasikan bentuk lahan
vulkanik jika dilihat dari konturnya. Kontur pada bagian itu menurun
memusat ke bagian rendah.

4. Sejarah Geologi Proses geologi yang terdapat pada daerah ini diinterpretasikan dulunya merupakan daerah landaian dengan Proses geologi yang ada yang mana dari data yang didapat dari analisis peta kontur yang ada diinterpetasikan adanya pengaruh gaya compresi yang sangat intens yang menyebabkan terbentuknya struktur geologi antiklin. struktur sesar mayornya berupa sesar geser dan sedikit sesar naik. Biasanya terjadi pada daerah bagian kerucut. kemungkinan aktivitas tektonik compresinya yang masih terus berlanjut menyebabkan adanya struktur sesar. Dan tektonik yang terus berlanjut menyebabkan terbentuknya batuan gamping dan batupasir tuffan pada daerah tersebut dan lambat laun daerah tersebut terangkat ke permukaan. Dan batu pasir tuffan yang ada menandakan bahwa pada fase tektonik berlangsung terdapat aktivitas vulkanisme yang menyebabkan material berupa tufaan tertransport hingga laut dangkal. Untuk peta pola penyebaran litologi dengan litologi berupa batugamping kalkarenit dan batupasir tuffan menandakan bahwa dulunya daerah ini merupakan daerah yang berada di lingkungan laut dangkal karena peraiaran yang memungkinkan mahkluk hidup disitu membentuk komposisi karbonatan atau gampingan. . Pola Pengaliran Pola pengaliran yang terdapat pada peta ini adalah terdapatnya pola pengaliran radial sentrifugal yang dicirikan aliran sungai dari suatu pusat menyebar menuruni daerah ke segala arah. 5. Dan kemudian tersingkap akibat pengaruh pengangkatan dari tektonik tersebut.