You are on page 1of 15

REFLEKSI KASUS

INVAGINASI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Mengikuti Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Bedah
Di RSUD Muntilan

Diajukan Kepada Yth :
dr. Sutikno, SpB

Disusun Oleh :
Suci Eria
20100310019

BAGIAN ILMU BEDAH
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
RSUD MUNTILAN
2015

Sutikno.LEMBAR PENGESAHAN Refleksi Kasus Invaginasi Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Bedah Di RSUD Muntilan Disusun Oleh : Suci Eria 20100310019 Mengetahui Dosen Penguji Klinik dr. SpB .

Pemberian makanan pada usia itu berpeluang terjadinya invaginasi usus halus. Pemberian makanan selain susu ketika umur kurang dari 4 bulan akan berakibat buruk terhadap bayi. . Intususepsi terjadi pada 1-4 bayi dari 1000 bayi kelahiran hidup. distensi abdomen yang berlebihan. keluarnya lendir dan darah peranum (currant jelly stool) tanpa faeces dan pada palpasi perut teraba massa tumor seperti pisang (sausage shape mass.BAB I PENDAHULUAN A. Tujuh puluh persen bahkan lebih terjadi pada penderita berumur di bawah 1 tahun. Bilamana reposisi dengan barium enema tidak berhasil atau dijumpai gejala invaginasi lebih dari 48 jam. bila belum terlambat (belum ada dehidrasi. invaginasi rekuren. dapat. peritonitis. Untuk menegakkan diagnosis invaginasi pada anak dan bayi. selain gejala klinik diperlukan pemeriksaan radiologi. Invaginasi atau intususepsi merupakan hal yang sering ditemukan pada anak dan agak jarang pada orang muda dan dewasa. Latar Belakang Intususepsi adalah masuknya segmen usus proksimal (ke arah oral) ke rongga lumen usus yang lebih distal (ke arah anal) sehingga menimbulkan gejala obstruksi berlanjut strangulasi usus. Intususepsi lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Umur penderita tersering sekitar 6-7 bulan. Pada invaginasi anak dan bayi. Pada pemeriksaan radiologi dengan menggunakan barium enema selain bertujuan diagnostik juga dapat berperan sebagai terapi. peritonitis. Invaginasi pada anak biasanya bersifat idiopatik karena tidak diketahui penyebabnya. maka tindakan yang diambil adalah reposisi operatif. distensi abdomen yang berlebihan). karena sistem pencernaan bayi pada usia ini belum tumbuh kembang sempurna. Invaginasi pada anak dan bayi sering memberikan gejala-gejala klinik klasik berupa nyeri perut yang bersifat serangan (kolik). dilakukan reposisi dengan tekanan hidrostatik barium enema.

riwayat keganasan (-). BAK tidak ada keluhan. riwayat trauma (-). riwayat usus buntu (-). riwayat pijat perut disangkal oleh ibu pasien. riwayat keganasan (-). Alamat : Pekerjaan : pelajar Anamnesis Keluhan Utama : Nyeri perut Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan keluhan nyeri perut di sekitar pusar sejak 3 hari SMRS. nyeri dirasakan semakin bertambah dari hari ke hari. riwayat usus buntu (-). Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum : tampak kesakitan . kentut. BAB tidak ada keluhan. Mual muntah. Riwayat diare/ BAB cair sebelumnya (-). C. riwayat operasi (-). riwayat BAB berdarah (-). Identitas Pasien Nama : an. KA Usia : 45 tahun Jenis Kelamin : laki-laki B. riwayat operasi (-). Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat nyeri perut seperti ini sebelumnya (-).BAB II LAPORAN KASUS A. Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat nyeri perut seperti ini sebelumnya (-).

massa (-) Auskultasi : bising usus (+) normal Perkusi : timpani Palpasi : supel. murmur (-) Paru : vesikuler (+/+). faring hiperemis (-) Leher : tidak ada pembesaran lymphonodi Thorax : Jantung : S1 S2 reguler. sklera ikterik (-/-) Hidung : discharge (-/-) Telinga : discharge (-/-) Mulut : lidah kotor (-). nyeri tekan mc burney (-).5 C HR : 104x/menit RR : 22x/menit Kepala dan Leher : Kepala : simetris Mata : conjungtiva anemis (-/-). gallop (-). nyeri tekan di regio umbilikus. hepar tidak teraba. lien tidak teraba.Kesadaran : compos mentis Vital Sign : TD : 110/80 mmHg T : 36. wheezing (-/-) Abdomen (status lokalis) : Inspeksi : distensi (-). ronkhi (-/-). dance sign (-) Ekstremitas : akral hangat (+). edema (-) .

ceftriaxone 1 gr/12 jam . US abdomen F. Assesment Abdminal pain suspek invainasi E.2 (N : 12-17 g/dl) Hmt : 34. Planning Cek darah rutin. Diagnosis Kerja Curiga invaginasi H.41 (N : 4-10 rb/uL) AT : 691 (N : 150-450 rb/uL) Hb : 11.6 % (N : 36-52 %) US Curiga invaginasi DD intususepsi G. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium darah AL : 19. Diagnosis post op Hernia inguinalis lateralis dextra reponible Terapi setelah operasi : Infus RL 28 tpm Inj ranitidin 50 mg/12 jam Inj.D. Penatalaksanaan Dilakukan hernia repair (herniotomi dan hernioplasty) I.

Intususeptum yaitu segmen usus yang masuk dan intususipien yaitu segmen usus yang dimasuki segmen lain. sanmol 500 mg/12 jam BAB III TINJAUAN PUSTAKA A. Paling sering masuknya ileum terminal ke colon. Pada umumnya usus bagian proksimal yang mengalami invaginasi (intusuceptum) memasuki usus bagian distal (intususcipient).Definisi Intususepsi adalah masuknya segmen usus progsimal (ke arah oral) ke rongga lumen usus yang lebih distal (ke arah anal) sehingga menimbulkan gejala obstruksi berlanjut strangulasi usus. Definisi lain invaginasi atau intususepsi yaitu masuknya segmen usus (intusuceptum) ke dalam segmen usus di dekatnya (intususcipient). . tetapi walaupun jarang ada juga yang sebaliknya atau retrograde. Intususepsi merupakan keadaan yang umum terjadi pada anak-anak. dan merupakan kejadian yang jarang pada orang dewasa.Inj.

misalnya divertikulum Meckeli. . pengaruh dari perubahan diet. kongesti vena dan limfa yang akan menyebabkan keluarnya tinja yang berwarna kemerahan akibat darah yang tercampur mukus (current jelly stool/red current jelly). hemangioma. pemberian makanan padat. 5 kasus intususepsi terjadi pada 10. Pada anak-anak 95% penyebab tidak diketahui.054 penerima vaksin dan 1 kasus pada 4. hanya 5% yang memiliki kelainan pada usus. Invaginasi terjadi karena adanya sesuatu di usus yang menyebabkan peristaltik berlebihan biasanya terjadi pada anak-anak tetapi dapat juga terjadi pada dewasa. Angka kejadian pada anak laki-laki 3 kali lebih besar bila dibandingkan anak perempuan. Patofisiologi Penyebab pasti intususepsi belum diketahui. gastroenteritis) yang menimbulkan pembesaran dari jaringan limfoid ileum distal. Pada studi Prelisensi. polip. rasio insidensi anak laki-laki dengan anak perempuan adalah 8 : 1. jika tekanan kongesti melampaui tekanan arteri maka akan terjadi nekrosis. C. Hal ini kemudian diikuti terjadinya sembab. Selanjutnya. Pemberian makanan pada usia itu berpeluang terjadinya invaginasi usus halus. perbedaan kelamin menjadi bermakna. Secara statistik perbedaannya tidak signifikan. karena sistem pencernaan bayi pada usia ini belum tumbuh kembang sempurna. Pada anak usia lebih dari 4 tahun. Intususepsi lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Seiring dengan pertambahan umur. Selama 1 September 1998 sampai 7 Juli 1999. Ini mungkin berhubungan dengan infeksi pada anak. Baru-baru ini diduga ada hubungan antara rotavirus dan intususepsi. Dua puluh persen dari kasus intususepsi timbul setelah infeksi virus (infeksi pernafasan bagian atas. Intususepsi terjadi pada 1-4 bayi dari 1000 bayi kelahiran hidup. Intususeptum akan didorong masuk oleh peristalsis ke dalam usus yang lebih distal dengan mesenterium dari intususeptum ikut terjepit masuk. walaupun laporan kasus terjadinya intususepsi selama bayi difaksin sangat kecil.633 kontrol. Insidensi Invaginasi dapat terjadi pada setiap umur. Rotavirus merupakan penyebab gastroenteritis berat pada bayi dan anak usia di bawah 5 tahun di USA. Tujuh puluh persen bahkan lebih terjadi pada penderita berumur di bawah 1 tahun. Tiga dari 5 kasus pada anak dengan vaksinasi terjadi selama 6-7 hari setelah divaksinasi Rotavirus.B. bahkan dapat terjadi intrauterine. Pemberian makanan selain susu ketika umur kurang dari 4 bulan akan berakibat buruk terhadap bayi. Umur penderita tersering sekitar 6-7 bulan. dilaporkan ke VAERS (Vaccine Adverse Event Reporting System) 15 kasus intususepsi pada bayi yang menerima vaksin Rotavirus.

usia < 1 tahun . merasa demam. Intususepsi enterokolik hanya melibatkan usus halus. bisa menjadi dehidrasi.sebagian besar terjadi pada daerah ileosekal . Invaginasi dapat menyebabkan obstruksi usus baik parsial maupun total yang merupakan keadaan gawat darurat.Tinja yang berbentuk seperti jeli kemerahan (current jelly stool/red current jelly) . mendengkur.Anak mendadak kesakitan episodik. Sedangkan intususepsi enterokolik melibatkan kedua usus halus dan kolon. kolokolik. D.kebanyakan terjadi pada anak dengan gizi baik . Trias invaginasi : . E. konstipasi. menangis dan mengangkat kaki (craping pain). berlanjut sakit kontinyu .Crampy abdominal pain (kolik) yang mendadak dan intermiten. nafas dangkal. . sigmoid. dan perut mengembung. ada gejala-gejala seperi anak menjadi cepat marah. Cara Pemeriksaan/Diagnosis Anamnesis : . dimana bila tidak ditangani segera akan menimbulkan komplikasi lanjut. dan enterokolik. Intususepsi kolokolik hanya terjadi pada kolon. Gejala Klinis .Muntah .Secara bertahap anak akan pucat dan lemas. ini adalah tipe yang paling sering terjadi.Muntah warna hijau (cairan lambung) .Daerah secara anatomis paling mudah mengalami invaginasi adalah ileocoecal.Defekasi feses campur lender (kerusakan mukosa) atau darah (lapisan dalam) current jelly stool F.Masa abdomen berbentuk seperti sosis pada kuadran kanan atas atau epigastrium tengah Selain itu. Klasifikasi Intususepsi dapat diklasifikasikan dalam tiga tipe : enteroenterik. diman ileum yang lebih kecil dapat masuk dengan mudah dalan caecum yang longgar. dan rektum. disertai dengan tangisan yang tidak dapat dihentikan dan tungkai yang ditarik ke arah perut .

Penatalaksanaan Pertama kali dibawa ke rumah sakit. Pengosongan lambung dengan pipa nasogastrik (menghilangkan peregangan usus dan muntah) c. antibiotika d. bayi kemungkinan mengalami dehidrasi dan memerlukan terapi segera.Dance sign (+) sensasi kekosongan pada kuadran kanan bawah akibat masuknya sekum pada kooln asenden .Barium enema (Colon in loop) menunjukkan defek pengisian (filling defect). diberi makanan padat padahal umur anak dibawah 4 bulan. air fluid level.Ultrasonografi . Koreksi keseimbangan cairan dan elektrolit (resusitasi dengan cairan fisiologis intravena) b.Nyeri tekan (+) .8.RT : pseudo portio (+) sensasi seperti portio vagina akibat invaginasi usus yang lama. Pemeriksaan fisik : . hearing bone (gambaran plica circularis usus) . 2. Reduksi operatif atau reseksi dengan laparatomi eksplorasi Penatalaksanaan suatu kasus invaginasi pada bayi dan anak sejak dahulu mencakup dua tindakan: . Barium enema dapat pula digunakan sebagai terapi reposisi dengan tekanan tinggi. lender berdarah (+) Radiologis : . anak ada riwayat dipijat. Tanda obstruksi (+) : distensi. misalnya sebelum sakit.Teraba massa seperti sosis di daerah subcostal yang terjadi spontan . bila belum ada tanda-tanda obstruksi dan kejadian dibawah 24 jam.Foto abdomen tiga posisi. yaitu : a. cupping sign dan letak invaginasi. Reduksi radiologik bila memungkinkan e. Reposisi dianggap berhasil bila setelah rectal tube ditarik dari anus barium keluar bersama feses dan udara.Obstruksi mekanik ditandai darm steifung dan darm counter .Anamnesis dengan keluarga dapat diketahui gejala-gejala yang timbul dari riwayat pasien sebelum timbulnya gejala.

juga bergantung pada keterampilan dan pengalaman operator. angka leukosit. Syaratnya adalah keadaan umum mengizinkan. Reduksi hidrostatik Metode ini dengan cara memasukkan barium melalui anus menggunakan kateter dengan tekanan tertentu. feses berdarah. bila viabilitas usus diragukan atau ditemukan kelainan patologis sebagai penyebab invaginasi. bila tidak mungkin maka dilakukan eksteriosasi atau enterostomi. Pertama kali keberhasilan dikemukakan oleh Ladd tahun 1913 dan diulang keberhasilannya oleh Hirschprung tahun 1976. Komplikasi operasi Saat operasi : .1. Reduksi manual (milking) dan reseksi usus Pasien dalam keadaan tidak stabil. didapatkan peningkatan suhu. Tindakan selama operasi tergantung pada penemuan keadaan usus. dan tidak terdapat obstruksi tinggi. reposisi manual dan milking usus harus dilakukan dengan halus dan sabar. gangguan sistem usus yang berat sampai timbul syok atau peritonitis.Perdarahan . mengalami gejala berkepanjangan atau ditemukan sudah lanjut yang ditandai dengan distensi abdomen. Lakukan appendektomi. Pengelolaan berhasil jika barium kelihatan masuk ileum. pasien segera dipersiapkan untuk operasi. jika tidak ada perforasi dilakukan milking sampai usus bebas dari invaginasi. Jika ada pembesaran limfonodi dilakukan biopsi dan dilakukan pemeriksaan PA. anak tidak toksik.Perdarahan saat operasi. terpaksa diadakan reposisi operatif. Reposisi pneumostatik dengan tekanan udara makin sering digunakan karena lebih aman dan hasilnya lebih baik daripada reposisi dengan barium enema. umumnya bila menciderai pembuluh darah segera lakukan kontrol perdarahan dengan meligasi pembuluh darah Pasca operasi : . Sardjito. Tekanan hidrostatik tidak boleh melewati satu meter air dan tidak boleh dilakukan pengurutan atau penekanan manual di perut sewaktu dilakukan reposisi hidrostatik ini. Reseksi usus dilakukan apabila pada kasus yang tidak berhasil direduksi dengan cara manual. tidak ada gejala dan tanda ransangan peritoneum. 2. Setelah usus direseksi dilakukan anastomose end to end apabila hal ini memungkinkan. Dilakukan eksplorasi keadaan sampai tampak intussuseptum dan intussusipien. Jika reposisi konservatif tidak berhasil. Laparatomi dengan insisi transversal interspinal merupakan standar yang ditetapkan di RS. cek viabilitas usus dan pasase usus sampai distal.

Prognosis Keberhasilan penatalaksanaan invaginasi ditentukan oleh cepatnya pertolongan yang .Hernia .. anak tidak bisa makan atau minum agar ususnya istirahat. Setidaknya selama 48 jam pertama.Obstruksi intestinal lain (volvulus.Sepsis Mortalitas Kurang dari 2% Perawatan Pascabedah Dilakukan pengawaan ketat keadaan umum dan tanda vital. Diagnosis Banding . Anak akan mendapatkan terapi cairan untuk mencegah dehidrasi.Volvulus .Meckel diverticulum . anak akan menggunakan mesin untuk memonitor temperatur.Gangguan keseimbangan elektrolit .Perlengketan jaringan .Trauma Abdomen . H.Kembung .Torsi testis . denyut jantung dan respirasi.Perdarahan GI . anak bisa mulai makan sesuatu Follow-up Dengan menilai adakah tanda-tanda kesulitan bernafas. Saat cairan dari NGT bersih dan jumlah cairan berkurang. Anak juga akan mendapat NGT untuk mengambil cairan dari dalam perut. infeksi pernafasan berulang dan apakah terjadi invaginasi berulang. Dalam 48 jam setelah operasi anak akan dimonitor. malrotasi) .Appendisitis Akut .Gastroenteritis .Proses-proses yang menimbulkan nyeri abdomen I.

Selaku pihak pertama yang mengetahui adanya kelainan pada anak dan tim medis serta paramedis. serta apa saja yang menyebabkan invaginasi. Jika tanpa terapi. Jika tanpa terapi. infeksi dan kematian BAB IV KESIMPULAN Invaginasi merupakan suatu keadaan dimana bagian usus masuk ke bagian usus. sebaiknya mengetahui lebih banyak tentang invaginasi dan gejala-gejala yang tampak. 2-5 hari akan berakibat fatal. paramedis. Jika tidak diatasi secepatnya. Kematian dengan terapi sekitar 1-3 %. 2-5 hari akan berakibat fatal. Keluarga khususnya orang tua. Invaginasi merupakan suatu kegawat daruratan medis. perforasi usus.diberikan. bisa timbul beberapa komplikasi berat. maka akan memberikan prognosis yang lebih baik. Sehingga baik orang tua maupun tim medis. J. dapat menentukan tin . Kebanyakan pasien bisa pulih jika dirawat sebelum 24 jam. Kematian dengan terapi sekitar 1-3 %. seperti kematian jaringan usus. jika pertolongan kurang dari 24 jam dari serangan pertama. Komplikasi Jika invaginasi terlambat atau tidak diterapi. Bisa menyebabkan komplikasi yang berat seperti infeksi bahkan kematian.

Buku Ajar Ilmu Bedah. Ultrasonography in the diagnosis and non-operative management. et al. Mc Graw-Hill Professional Page.net. Hal. Hal. 2. EGC. New York. DAFTAR PUSTAKA 1. Intususepsi. Intussusception in children. A. R. Zicgler. 2005. Ranuh. Jakarta. and A. Pengambilan tindakan yang cepat dan tepat dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan terapi dan mengurangi kemungkinan komplikasi dan efek fatal yang lain. 647-689.com.. Sudarmo. Intussusception. Pediatri Indonesia Volume 40. IG. 2000. 627-628. Invaginasi. De Jong. M Reza Gunadi. Azizkhan and T. www. 2005. 2003.pediatrik. B. Ein. alpha Fardah. Syamsuhidayat. 2008. . 1-7.bedahugm. Operative Pediatric Surgery. www. M. Marto Sudarmo. Ifran. Wim. Daneman. R. S. 3.dakan yang harus diambil secara cepat dan tepat. Weber. E. Lombay. 4.

6. Evans. bedahumum. E-Medicine 2 : 7. Operasi pada Invaginasi Laparatomi-Milking. Intussusception.com. King.emedmag. 2008. 2001. L. Diunduh dari www.wordpress.com . 2004. Intussusceptions. Shaun C.5. Bruce. Spalding.