You are on page 1of 21

PENGANTAR

SPERMATOLOGI
A Zulfa Juniarto

06/25/15

PENGANTAR PRAKTIKUM SPERMA
TOLOGI

1

TERMINOLOGI DAN KRITERIA
sperma

= air mani

spermatozoa = sel-sel mani
fertil

= subur

infertil

= tidak subur

steril

= mandul

ejakulat

= seluruh jumlah air mani

yang dikeluarkan pada saat ejakulasi
06/25/15

PENGANTAR PRAKTIKU

2

aspermia = keadaan dimana pada waktu ejakulasi tidak keluar air mani sama sekali Hypospermia = volume ejakulat sedikit (kurang dari 2 ml) hyperspermia = volume ejakulat banyak (lebih dari 6 ml) azoospermia = keadaan dimana tidak terdapat sel-sel spermatozoa dalam air mani 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 3 .

necrospermia/necrozoospermia = tidak dijumpai adanya spermatozoa yang hidup/bergerak aktif dalam air mani oligozoospermia = jumlah spermatozoa dalam air mani kurang dari normal normozoospermia = jumlah spermatozoa dalam air mani normal 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 4 .

Polyzoopermia = jumlah spermatozoa yang lebih tinggi dari normal asthenozoospermia = jumlah spermatozoa yang hidup dan bergerak aktif kurang dari normal teratozoospermia = jumlah spermatozoa yang bentuknya abnormal lebih tinggi dari nilai normal (30 %) 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 5 .

yaitu : Infertilitas primer : dalam pernikahan sama sekali belum mempunyai anak/keturunan Infertilitas sekunder : pasangan yang pernah mempunyai anak/keturunan dan kemudian tidak mempunyai lagi 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 6 .KEGUNAAN PEMERIKSAAN AIR MANI Untuk mengetahui kesuburan seorang pria infertilitas ada dua macam.

Untuk melakukan kontrol pada kasuskasus vasektomi Untuk keperluan kedokteran kehakiman Pemeriksaan ini terutama diperlukan pada kasus-kasus pemerkosaan 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 7 .

PEMAKAIAN ALAT PEMERIKSAAN SPERMA. MIKROSKOP A. 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 8 . Bagian Mikroskop 1) Base (alas) : sebagai alas berdirinya mikroskop. 4) Arm : lengan pegangan merupakan tempat terbaik untuk memegang mikroskop. 3) Barrol/Body : merupakan badan yang berupa tabung. 2) Inclination joint : engsel putar pengatur sudut pandangan.

06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 9 . 2) Clip : merupakan alat memfixer obyek obyek/benda yang dilihat.1) Stage : merupakan bidang tempat meletakkan obyek/benda kaca yang dilihat pada mikroskop. yang baru umumnya dilengkapi dengan alat penggeser.

4) Fine adjustment/micrometer : pengatur lensa halus. 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 10 . merupakan alat untuk ketajaman obyek yang dilihat. merupakan alat untuk menentukan jarak obyek sehingga dapat dilihat.3) Coarse adjustment/makrometer screw : pengatur lensa kasar.

10)Revolving nosepiese : merupakan tempat lensa-lensa obyektif yang dapat diputar-putar dalam memilih lensa obyektif mana yang akan digunakan. 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 11 .9) Lensa acular/eyepiece : melalui susunan lensa ini pemeriksaan melihat obyek-obyek/benda-benda yang diperiksa.

100 kali). – Oil emersion obyektif (pemb. – High power obyektif (pemb. 10 kali). 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 12 .11)Lensa-lensa obyektif : biasanya terdiri dari 3 buah lensa dengan pembesaran yang berbeda-beda : – Low power obyektif (pemb. 45 kali).

12. 14. 13. Movable mirror : merupakan cermin datar dan cekung (bolak-balik) 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 13 . Iris diaphragm : alat pengatur pemasukan cahaya yang dipantulkan oleh cermin. Condensor : suatu susunan lensa yang berguna untuk memfokuskan cahaya yang dipantulkan oleh cermin ke obyek/benda yang diperiksa.

Bilik Hitung Bilik hitung yang biasanya digunakan dilapangan kedokteran berupa sekeping gelas tabung cahaya yang mempunyai ukuran 7. Dan didalamnya terdapat kotak-kotak yang mempunyai tinggi/dalam 0. 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 14 .1 mm dan ukuran luas 3 x 3 mm.4 cm. Dan terbagi menjadi kotak-kotak yang tinggi kecil sampai yang terkecil seluas 1/400mm2.5 x 3 x 0.

Bilik hitung Neubauer. Bilik Hitung Thoma. Setiap kotak yang luasnya 1 mm2 (1 x mm) terbagi menjadi 400 buah kotak kecil masing masing berukuran 1/20 x 1/20 mm. 2. 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 15 .1. Yang sekarang banyak dipakai ialah jenis “improved” Neubauer atau juga disebut “Double Improved” Neubauer.

SYARAT-SYARAT PEMERIKSAAN Abstinentia sexualis (3-5 hari) Cara mengeluarkan sperma Pengeluaran sperma paling baik dilakukan dengan cara masturbasi/onani 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 16 .

06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 17 . bahkan lebih baik kalau jangka waktu ini makin pendek sehingga dapat lebih lama diamati.Cara penampungan sperma Tempat penampung harus terbuat dari gelas (poly ethylene) yang menurut penyelidikan dapat menjamin kehidupan spermatozoa selama kurang lebih 3 jam. Cara pengiriman : Paling lambat dalam jangka waktu 2 jam setelah dikeluarkan.

06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 18 . – Bau : Bau dari sperma yang masih segar adalah khas sehingga sekali kita pernah membau maka untuk seterusnya kita tidak akan pernah lupa. – Volume : volume rata-rata 2-5 mm (cc).CARA-CARA PEMERIKSAAN SPERMA Pemeriksaan Makroskopis – Warna : Sperma normal pada umumnya berwarna putih keruh.

2 – 7.8. Pada umumnya sperma normal mempunyai pH: 7. Sperma yang normal biasanya dalam 15 – 30 menit sudah mengalami liquefaction.Pemeriksaan Makroskopis – pH : Derajat keasaman (pH) dapat diukur dengan menggunakan kartu pH atau kertas lakmus biasa yang jenisnya bermacam-macam. – Viskositas : Sperma normal biasanya mempunyai – viskositas 1 – 2 detik 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 19 . – Liquefaction :.

Tolong beri gambar mikroskop Gambar neubeur improve 06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 20 .

06/25/15 PENGANTAR PRAKTIKU 21 .