You are on page 1of 50

Perdarahan pada

Kehamilan Trimester I
Pembimbing : dr Anindhita Sp.OG

Yesi Nur Widyastuti
1210211015

KEPANITERAAN ILMU OBSTETRI GINEKOLOGI RSUP PERSAHABATAN
JAKARTA
2014

Pendahuluan

Pembahasan

Definisi
• Kehamilan adalah fertilisasi atau
penyatuan dari spermatozoa dan
ovum, dilanjut dengan nidasi atau
implantasi
Trimester I = 0 - 12 minggu
Trimester II = minggu ke-13 minggu ke-27
Trimester III = minggu ke-28 minggu ke-40

Etiologi
Perdarahan pada trimester 1 adalah
perdarahan melalui vagina yang
terjadi pada trimester I atau masa
kehamilan dalam 12 minggu
Etiologi :

Abortus .

• Batasan abortus adalah umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. . • Menurut FIGO adalah jika kehamilan kurang dari 22 minggu.Definisi • Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin mampu hidup luar kandungan. bila berat janin tidak diketahui.

Kelainan pada plasenta  end-arteries dapat terjadi dalam vili korialis  oksigenasi plasenta terganggu 3. pielonefritis. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi  kelainan kromosom. malaria . tifus abdominalis. atau pengaruh dari luar.Etiologi 1. lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna. 2. Faktor maternal  Penyakit seperti pneumonia.

Abortus Imminens • Perdarahan pervaginam • Hasil konsepsi masih berada dalam uterus tanpa adanya dilatasi serviks .

Abortus Insipiens • Perdarahan uterus pada kehamilan kurang dari 20 minggu • dilatasi serviks yang meningkat • ostium uteri telah membuka • hasil konsepsi masih dalam uterus .

dan kontraksi . pembukaan serviks.Missed Abortion • Tertahannya hasil konsepsi yang telah mati di dalam uterus selama ≥ 8 minggu • tinggi fundus uteri yang menetap/mengecil • tidak diikuti tanda-tanda abortus seperti perdarahan.

• Perdarahan tidak berhenti sebelum hasil konsepsi dikeluarkan .Abortus Inkomplet • Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.

• perdarahan sedikit • ostium uteri sebagian besar telah menutup • uterus sudah banyak mengecil .Abortus Komplet • Semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.

.Abortus Habitualis • Abortus spontan yang terjadi 3x atau lebih secara berturut-turut.

Abortus Infeksius & abortus septik • Abortus yang disertai infeksi pada genitalia • Abortus septik adalah abortus infeksius berat disertai penyebaran kuman atau toksin ke dalam peredaran darah atau peritonium .

2. . Abortus Kriminalis Abortus yang terjadi oleh karena tindakantindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.Abortus Provokatus 1. dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan.Abortus Medisinalis (abortus therapeutica) Abortus karena tindakan medis. dapat membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis).

Pemeriksaan fisik • Keadaan umum tampak lemah atau menurun • keluarnya jaringan hasil konsepsi • tekanan darah normal atau menurun • mulas atau kram perut di daerah simfisis • denyut nadi normal atau cepat dan kecil • nyeri pinggang akibat kontraksi uterus • suhu badan normal atau meningkat .Diagnosis Anamnesis • Perdarahan pada masa kehamilan < 20 minggu dari haid terakhir.

tidak nyeri saat porsio digoyang. Inspeksi vulva : perdarahan pervaginam ada/tidak jaringan hasil konsepsi.Pemeriksaan ginekologi 1. Colok vagina: porsio masih tebuka/ tertutup. dan kavum douglas tidak menonjol dan tidak nyeri . tercium/tidak bau busuk dari vulva. ada/tidak jaringan keluar dari ostium. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. serta ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium. 3. Inspekulo: perdarahan dari kavum uteri ostium uteri terbuka atau sudah tertutup. tidak nyeri pada perabaan adneksa. teraba / tidak jaringan dalam kavum uteri. 2.

abortus spontan atau kehamilan ektopik Ultrasonografi • Menentukan kehamilan viabel atan non-viabel .Pemeriksaan Penunjang Laboratorium : Darah lengkap  Hb rendah. Tes kehamilan : penurunan atau level plasma yang rendah dari β-hCG secara prediktif. LED dan jumlah leukosit meningkat tanpa adanya infeksi. (+)  blighted ovum.

Penatalaksanaan Abortus Imminens • Tirah baring selama 24-48 jam. nilai kembali viabilitas fetal • Tidak dianjurkan memberikan terpi hormonal atau agen tokolitik . menghindari aktivitas fisik yang berat • Bila perdarahan tidak berhenti.

2 mg IM atau misoprostrol 400ug oral • Rencanakan evakuasi Usia kehamilan > 16 minggu : Tunggu ekspulsi spontan dari hasil konsepsi. kemudian evakuasi isi uterus untuk membersihkan sisa-sisa konsepsi yang masih tertinggal.Abortus Insipiens Usia kehamilan <dari 16 minggu : • Rencanakan untuk melakukan evakuasi isi uterus • Bila tidak memungkinkan : ergometrin 0. .

2 mg atau misoprostol 400 Ug oral . Aspirasi vakum manual Indikasi aspirasi vakum manual : abortus insipiens / inkomplit 2. berikan ergometrin 0.Abortus inkomplit Kehamilan < 16 minggu : • Bila perdarahan ringan  Pengeluaran hasil konsepsi yang terjepit pada serviks dengan jari atau ring (sponge) forceps. • Bila perdarahan sedang-berat  dilakukan evakuasi hasil konsepsi dari uterus dengan : 1. Bila evakuasi tidak memungkinkan untuk segera dilakukan.

Kehamilan > 16 minggu : • Infus oksitosin 40 IU dalam 1 L cairan intravena (saline normal atau Ringer Laktat) 40 tpm sampai ekspulsi konsepsi • Bila perlu. . dapat diberikan misoprostol 100 ug pervaginam tiap 4 jam hingga ekspulsi • Mengevakuasi sisa hasil konsepsi yang tersisa dari uterus.

.

Abortus komplit • Pemantauan pada perdarahan yang berat. .

Komplikasi • Perdarahan • Perforasi • Infeksi • Syok .

Kehamilan Ektopik .

.Definisi • Kehamilan ektopik adalah semua kehamilan yang pertumbuhan sel telur yang telah dibuahi spermatozoa berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium kavum uterus.

Divertikel tuba 2. Perlengketan peritubal 2. Endosalpingitis 2. Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya.5 Faktor di luar dinding tuba 1. Endometriosis tuba 1. Pascaoperasi rekanalisasi tuba 4.Etiologi Faktor tuba : Faktor dinding tuba: Faktor dalam lumen tuba 1. Tumor .1. hipoplasia uteri 3.

dan penurunan kekebalan tubuh . Penggunaan kontrasepsi IUD dan pil progesterone 2. Merokok : gangguan pergerakan silia.Faktor abnormalitas dari zigot 1. Tumbuh terlalu cepat atau tumbuh dengan ukuran besar Faktor lain : 1.

Gejala Klinis Kehamilan ektopik belum terganggu : • sulit untuk diketahui .

takikardia. ekstremitas dingin • Abdomen akut : perut tegang pada bagian bawah. nyeri lepas. nyeri tekan.Kehamilan ektopik terganggu • Tanda-tanda syok : hipotensi. dan nyeri ketok pada dinding perut • pemeriksaan ginekologik : serviks yang nyeri bila digerakkan dan kavum Douglas yang menonjol dan nyeri raba . pucat.

DIAGNOSIS .

tidak ada perdarahan yang berarti. kadar β-hCG & USG • Kadar β-hCG menurun.Penatalaksanaan 1. Terapi ekspektatif • Pengawasan gejala klinik. tidak ada tanda-tanda ruptur. dan massa kehamilan ektopik tidak lebih dari 4 cm pada dinding terbesarnya .

Terapi medikamentosa  Kriteria : (1) kehamilan di pars ampullaris tuba belum pecah (2) Diameter kantung gestasi kurang dari 4 cm (3) Perdarahan dalam rongga perut kurang dari 100ml (4) Tanda vital baik dan stabil • Diberikan methotrexate 1mg/kg IV dan .2.

3. Terapi operatif Salpingostomi atau salpingektomi .

Mola Hidatidosa .

• Mola hidatidosa : kehamilan yang berkembang tidak wajar (konsepsi yang patologis) dimana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh vili korialis mengalami perubahan hidropik menyerupai buah anggur atau mata ikan .Definisi • Mola : massa • Hidatidosa = Hydats : tetesan air.

asam folat. Infeksi virus dan faktor kromosom yang belum . Umur. Faktor ovum yang memang sudah patologik 2. Keadaan sosio-ekonomi yang rendah. vitamin. risiko tinggi kehamilan dibawah 20 atau diatas 40 tahun. defisiensi protein. Paritas tinggi. 5. karoten.Etiologi 1. 4. 6. Imunoselektif dari trofoblas 3. 7. dan lemak hewani. Malnutrisi.

• Vili berubah menjadi gelembung-gelembung . Teori neoplasma dari Park • Sel-sel trofoblas memiliki fungsi yang abnormal  resorpsi cairan yang berlebihan ke dalam vili sehingga timbul gelembung  gangguan peredaran darah dan kematian mudigah.Patogenesis Teori missed abortion • Kematian mudigah pada usia kehamilan 3-5  Gangguan peredaran darah  Sekresi dari sel-sel yang mengalami hiperplasia dan menghasilkan substansi-substansi yang berasal dari sirkulasi ibu diakumulasikan ke dalam stroma villi  kista villi yang kecil-kecil. • Cairan yang terdapat dalam kista tersebut menyerupai cairan asites atau edema tetapi kaya akan HCG.

Diagnosis Anamnesis • Terlambat haid (amenorea). • Adanya perdarahan pervaginam. • Perut terasa lebih besar. • Mual muntah yang hebat (Hiperemesis Gravidarum) • Hipertensi dalam kehamilan • Tanda-tanda tirotoksikosis. • Tanda-tanda emboli paru • Tampak keluar jaringan seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu ada) .

adanya fenomena harmonika: jika darah dan gelembung mola keluar maka tinggi fundus uteri akan turun lalu naik lagi karena terkumpulnya darah baru. terdapat gelembung mola yang keluar • Palpasi  Uterus lembek dan membesar tidak sesuai kehamilan.Pemeriksaan Fisik • Inspeksi  mola face. tidak ada bagian-bagian janin. terdengar bising dan bunyi khas. rahim terasa lembek. • Pemeriksaan dalam  besarnya rahim. terdapat perdarahan . Tidak teraba bagian-bagian janin dan balotemen gerak janin • Auskultasi  Tidak terdengar bunyi denyut jantung janin (pada mola hidatidosa parsial mungkin dapat didengar BJJ).

terdeteksi jika kadar hCG > 5 – 10 mlU/ml • hCG kualitatif urin. yaitu : • hCG kualitatif serum. karena karakteristik penyakit ini adalah kemampuan memproduksi β-hCG. terdeteksi jika kadar hCG > 25 – 50 mlU/ml • hCG kuantitatif urin. hormon ini akan meningkat daripada kehamilan normal pada usia kehamilan yang sama. terdeteksi jika kadar hCG > 5 – 2juta mlU/ml. 7. Ada tiga jenis pemeriksaan β-hCG.8 .Pemeriksaan Penunjang Laboratorium • Yang harus diperhatikan pada hasil laboratorium adalah hormon β-hCG.

USG • Gambaran seperti “badai salju“ tanpa disertai kantong gestasi atau janin • Gambaran tersebut dapat dibayangkan seperti gambaran sarang tawon (honey comb) atau badai salju (snow storm). • 20-50% kasus : massa kistik multilokuler di daerah adneksa. .

.

pada anemia (Hb <8 gr%) atau untuk mengatasi syok hipovolemik Antihipertensi/ antikonvulsi. terutama oksigenasi dan antikoagulan sampai gejala akutnya hilang . seperti pada terapi preeklamsi/ eklamsia Obat anti tiroid Untuk emboli paru hanya diberikan terapi suportif.Penatalaksanaan Perbaiki keadaan umum Koreksi dehidrasi Tranfusi darah.

uterotonika (oksitosin) dan narkoleptik. c) Kuret vakum  hasil kerokan di PA d) 10-14 hari sesudah kerokan itu dilakukan kerokan ulangan dengan Histerektomi Untuk mengurangi frekuensi terjadinya penyakit trofoblas ganas. penderita umur 35 tahun ke atas jumlah anak hidup tiga atau lebih.Pengeluaran jaringan mola Kuretase a) dilatasi kanalis servik dengan batang laminaria b) infus dekstrosa 5%. .

000 IU/L praevakuasi dianggap sebagai risiko tinggi untuk perubahan ke arah ganas. riwayat kehamilan mola sebelumnya. • Pada pemberian MTX diikuti dengan pemberian asam folat 10 mg 3 kali sehari (sebagai antidotum MTX) dan cursil 35 mg 2 kali sehari (sebagai hepatoprotektor). Kadar β-hCG di atas 100. pertimbangkan untuk memberikan MTX 3x5 mg sehari selama 5 hari dengan interval 2 minggu sebanyak 3 kali pemberian. .Terapi dengan profilaksis dengan sistostatika • Kasus mola dengan risiko tinggi akan terjadi keganasan  umur tua (>35 tahun). atau kasus dengan hasil histopatologi yang mencurigakan • Methotrexate (MTX) atau actinomycin D. dan paritas tinggi yang menolak untuk dilakukan histerektomi.

Komplikasi Komplikasi non maligna • Perforasi Uterus • Perdarahan • DIC • Embolisme tropoblastik • Infeksi pada sevikal atau vaginal Komplikasi maligna • Mola invasif atau koriokarsinoma (20% kasus mola) • invasi uteri terjadi pada 15% pasien • Metastase terjadi pada 4 pasien. .

Terima Kasih .