You are on page 1of 14

ANALISA OBSERVASI DISTRIBUSI CENTER

FATIMAH VIDYA LAKSHMIE CHALIM

DISTRIBUSI CENTER BRANCH BEKASI
Rabu, 6 Mei 2015

Konsep Alfamidi dikembangkan untuk menyesuaikan perubahan belanja konsumen dari belanja bulanan menjadi belanja mingguan dan belanja ke toko yang terdekat. Perseroan ini didirikan pada bulan Juni 2007 oleh keluarga Djoko Susanto yang telah berkecimpung dalam industri ritel sejak tahun 1960-an. Garuda. dengan begitu persebarannya pun tidak akan terpusat pada satu titik kramaian. tetapi menyebar ke hampir seluruh pelosok suatu daerah. Dengan adanya DC.com). akan lebih mempermudah dalam pendistribusian dan penyortiran barang. Bekasi Tangerang dengan gerai pertama Alfamidi di Jl. Bisnis ritel merupakan aktivitas bisnis yang melibatkan penjualan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir. Midi Utama Indonesia Tbk. Alfamidi dikembangkan sebagai konsep “supermarket mini” yang menempati luas area penjualan dari 200 . Distribution Center (DC) pertamanya berada di Jl. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya toko retailer modern yang membuka cabang di berbagai wilayah di Indonesia. Latar Belakang Distribution Centre (DC) adalah tempat/sarana penerimaan barang dari para supplier. kini bisnis ritel di Indonesia mulai bertransformasi dari bisnis ritel tradisional menuju bisnis ritel modern. dimana sekitar . Jakarta Pusat. Pada perkembangannya. nama perseroan berganti menjadi PT Midi Utama Indonesia TBK. Perkembangan bisnis ritel modern di Indonesia sudah semakin menjamur di hampir seluruh wilayah Indonesia.Tentang Alfamidi Alfamidi berdiri sejak tahun 2007 di bawah PT Midimart Utama. Perusahaan retail adalah perusahaan yang mengincar konsumen atau pembeli akhir.anneahira. penyortiran dan pendistribusian ke toko-toko. Oleh karena itu saat ini begitu banyak perusahaan retail yang berkembang dan memenuhi tiap pelosok daerah layaknya pertumbuhan jamur dimusim hujan (http://www. Fungsi dari DC tersebut sangat penting dalam mekanisme perusahaan retail. Sejak bulan April 2008. Salah satu perusahaan retail yang sedang berkembang adalah PT.400 meter persegi.

20% luasnya digunakan untuk memajang produk fresh-food (buah. DC Reguler melakukan proses pendistribusian barang-barang grocery.000 SKU dan dilengkapi dengan produk-produk fresh-food. dan daging olahan/makanan beku yang dibutuhkan oleh masyarakat serta tidak dijumpai di gerai minimarket-minimarket yang sudah ada. DC Cabang Bekasi dibagi menjadi dua bagian. sayur dan makanan beku). Sedangkan DC Fresh Food melakukan proses pendistribusian barangbarang Fresh dan Food. 1 Distribution Center (DC) di Bekasi. seperti: buah. Pada akhir tahun 2007. DC Reguler dan DC Fresh Food. Dibawah ini adalah dua proses alur kerja Distribusi Center sampai dengan barang di kirim ke Gerai Alfamidi: . sayur mayur. Bauran produk yang dijual di Alfamidi mencapai 7.

1. Adapun alur kinerja Departemen Warehouse adalah sebagai berikut :  Picker Warehouse mendisplay barang di area picking. Berikut ini adalah alur kinerja Departemen Receiving :  Admin Receiving menerima EOD (End Of Day) dari toko yang kemudian diproses menjadi PB (Permintaan Barang). proses FEFO (Firs Expired First Out) dan picking barang buat toko.  Helper Receiving menurunkan barang-barang dari mobil supplier.  Admin Receiving Mengirimkan PO ke Suplier melalui email.  Checker Receiving mengechek barang-barang dari supplier  Helper Receiving memasukan barang-barang ke area transit untuk dilakukan pengechekan ulang dan dikelompokan menurut lorongnya. penerimaan dan pengechekan barang dari supplier. Progress Tugas dari Departemen Progress secara umum adalah men-support kinerja Departemen Receiving dan Departemen Warehouse.  Menata/mendisplay barang-barang di rak area storage. Berikut ini adalah alur kinerja Departemen Progress :  Memindahkan barang-barang dari area transit ke lorong-lorong rak peyimpanan barang.  Memindahkan barang yang sudah di picking dari lorong-lorong ke area boarding.  Admin Receiving mengechek PO dan faktur dari supplier ketika mengirimkan barang ke DC. Alur kerja Distribusi Center Reguler (R) Receiving Secara garis besar tugas dari Departemen Receiving adalah melakukan proses pemesanan. Warehouse Secara global Departemen Warehouse bertugas mendisplay. .  Membantu mendisplay barang di rak area picking.

 Admin Retur Toko menerima data returan barang melalui email. Adapun alur kinerja Departemen Warehouse adalah sebagai berikut :  Admin Issuing memproses PB toko menjadi DO.  Officer Issuing mengunci pintu armada. Issuing Secara global Departemen Issuing bertanggung jawab dalam proses pengiriman barang dan kotak peluru.  Officer Issuing memasukan kotak peluru ke tempat kotak kotak peluru di dalam armada dan menguncinya.  Picker Warehouse menyusun Kardus di atas palet.  Helper Issuing memindahkan palet-palet yang berisi Kardus barang dari area boarding ke area loading.  Admin Issuing melakukan proses administrasi ketika Driver JBL menyerahkan Faktur dan STTB.  Melakukan pengechekan expired dan kualitas product.  Officer Issuing bertanggung jawab dan melakukan proses administrasi atas uang setoran toko yang di masukan ke dalam kotak peluru. Picker Warehouse melakukan pengkodean/Barcodepada Kardus yang telah berisi barang-barang picking. Bad Stock .  Admin Croscheck mengechek DO tersebut.  Polpak beserta krani mengechek Kardus yang akan dikirim ke toko.  Checker Warehouse mengechek ulang Kardus barang-barang yang sudah dipicking.  Admin Retur Toko melakukan proses administrasi ketika Driver JBL menyerahkan SJI (Surat Jalan Internal) dan NRB (Nota Retur Barang).  Helper Issuing memasukan barang-barang ke dalam armada.  Picker Warehouse melakukan proses picking berdasarkan DO (Delivery Order) yang dicetak oleh admin Issuing.

 Membuat pengajuan pemusnahan barang ke HO (Head Office). KAO Indonesia. Unilever Indonesia.  Membuat BAP yang kemudian di ACC oleh HO.  Menyortir barang-barang returan dan mengklasifikasikannya (retur supplier.  Menerima barang returan dari toko yang dititipkan melalui armada JBL. PT.Departemen Bad Stock secara umum bertanggung jawab atas barangbarang returan.  Helper Bad Stock menyortir barang-barang yang tidak bisa di retur ke supplier (Frisian Flag Indonesia/Bendera.  Membuat pengajuan bazar ke HO.  Melakukan proses pemotongan OH (On Hand) baik langsung ataupun tidak langsung. Dalam mekanismenya barang-barang returan terbagi dua.  Helper Bad Stock mengelompokan dan mendisplay barang-barang returan menurut jenisnya di rak penyimpanan.  Jika barang-barang returan dari toko tidak layak retur (tidak memenuhi syarat retur) maka barang-barang returan tersebut di TO (Take Offer) balik ke toko. Beras.  Melakukan proses retur barang-barang dari supplier (retur supplier).  Mengecheck barang returan dari toko (layak retur atau tidak). tukar guling. returan dari toko dan returan ke supplier.  Melaksanakan kegiatan bazar. minyak goreng dan gula pasir). PO tersebut berasal dari EOD (End Of Day) yang dikirimkan oleh toko- .  Melakukan proses pemusnahan barangke HO. ALUR PENERIMAAN DAN PENGIRIMAN BARANG Alur Penerimaan Barang Reguler Admin Receiving mengirimkan PO (Purchas Order) ke supplier melalui email. bazar dan pemusnahan)  Koordinasi terhadap pihak supplier prihal barang-barang yang mau di retur ke supplier.

toko ke DC. Supplier menyerahkan PO dan faktur barang ke Admin Receiving untuk dichek kuantitas beserta harganya secara administrasi. lalu dibuat LPB (Laporan Penerimaan Barang) setelah proses pengechekan selesai. kemudian EOD tersebut diproses menjadi PB (Permintaan Barang). Barang yang sudah dipicking lalu disimpan di atas palet dan dipindahkan ke area boarding sambil dikelompokan menurut jalurnya oleh Helper Progress. Kemudian Checker Warehouse mengecheck ulang Kardus tersebut. Supplier memproses PO dari DC. Offiser Issuing memasukan kotak peluru ke tempat kotak peluru yang berada di dalam armada dan menguncinya. kemudian mengirim barang menurut PO tersebut ke DC. Setelah proses tersebut selesai. Checker Receiving mengechek barang tersebut secara fisik ketika barang diturunkan dari mobil supplier. Setelah diproses oleh Admin Receiving. Picker Warehouse melakukan proses picking. Barang-barang tersebut kemudian dimasukan ke area transit untuk dichek ulang dan dikelompokan menurut lorong-lorong rak yang berada digudang penyimpanan. Ketika armada JBL (Jasa Berdikari Logistik) datang dan siap mengantarkan barang ke toko. Sesampainya di toko tujuan. DO tersebut diserahkan ke Officer Warehouse untuk di bagikan ke Picker Warehouse untuk dilakukan proses picking. Driver JBL . Pengiriman Barang Admin Issuing memproses PB toko melalui system DCS. Helper Issuing memindahkan palet yg berisi Kardus barang tersebut ke area loading. Admin Kroscheck melakukan proses pengechekan DO. PB toko tersebut diproses menjadi DO (Delivery Order). Setelah semua proses tersebut selesai. Di area loading Kardus dichek kembali oleh Polpak dan Krani sambil memasukan barang-barang tersebut dimasukan ke dalam armada oleh Helper Issuing. Driver JBL mengantarkan armada tersebut ke toko-toko tujuan. Barang-barang yang sudah dikelompokan tersebut dipindahkan ke lorong-lorongnya dan didisplay di rak (area storage) oleh Helper Progress. PB ini kemudian diproses menjadi PO oleh Admin Receiving.

jika ada barang BL. Helper Issuing mengeluarkan barang-barang tersebut yang kemudian di check oleh Checker Issuing. Pejabat Toko menandatangani STTB (Surat Tanda Terima Barang).  Checker Receiving mengambil sebagian sampling dari barang segar yang sampai ke DC untuk menghitung rata-rata barang segar busuk atau rusak secara rendem. Pejabat Toko membuka kunci pintu armada tersebut dan melakukan proses penurunan barang dari dalam armada sambil mengecheck kuantitasnya dalam bentuk Kardus. . penerimaan dan pengechekan barang dari supplier. Driver JBL menyerahkan STTB.  Checker Receiving mengechek barang-barang dari supplier. salah barang (SB). dan barang returan beserta SJI (Surat Jalan Internal) dan NRB (Nota Retur Barang) ke armada untuk di bawa ke DC (jika ada). Kemudian Driver JBL membawa armada kembali ke DC. Driver JBL menyerahkan barang returan yang disertai NRB ke Departemen Bad Stock. Setelah itu. ke Admin Issuing.menyerahkan faktur ke pejabat toko dan dicocokan dengan PO yg dikirim Admin Issuing melalui email. Setelah proses tersebut selesai. Alur kerja Distribusi Center Fresh Food (FF) Receiving Secara garis besar tugas dari Departemen Receiving adalah melakukan proses pemesanan. Ketika armada sampai di DC.  Helper Receiving menurunkan barang Fresh Food dari mobil supplier. dan menyerahkan SJI dan NRB (jika ada) ke Admin Retur Toko.  Admin Receiving mengechek PO dan faktur dari supplier ketika mengirimkan barang ke DC. 2. Setelah proses administrasi selesai. Jika ada barang returan. barang non faktur (BNF). Berikut ini adalah alur kinerja Departemen Receiving DC (FF) :  Admin Receiving menerima EOD (End Of Day) dari toko yang kemudian diproses menjadi PB (Permintaan Barang). faktur.  Admin Receiving Mengirimkan PO ke Suplier melalui email. BNF dan SB. Pihak toko menitipkan barang lebih (BL).

.  Checker Warehouse mengechek ulang Kardus barang-barang yang sudah dipicking.  Picker Warehouse menyusun Kardus di atas palet.  Admin Croscheck mengechek DO tersebut.  Picker Warehouse menyiapkan barang untuk di grouping di area picking untuk langsung di kirim ke Toko. Helper Receiving memasukan barang-barang ke area transit untuk dilakukan pengechekan ulang dan dikelompokan menurut jenis barangnya.  Melakukan pengechekan expired dan kualitas product.  Helper Issuing memasukan barang-barang ke dalam armada.  Helper Issuing memindahkan palet-palet yang berisi Kardus barang dari area boarding ke area loading.  Officer Issuing mengunci pintu armada.  Picker Warehouse melakukan proses picking berdasarkan DO (Delivery Order) yang dicetak oleh admin Issuing.  Officer Issuing memasukan kotak peluru ke tempat kotak kotak peluru di dalam armada dan menguncinya. Adapun alur kinerja Departemen Warehouse adalah sebagai berikut :  Admin Issuing memproses PB toko menjadi DO.  Polpak beserta krani mengechek Kardus yang akan dikirim ke toko.  Picker Warehouse melakukan pengkodean/Barcode pada Kardus yang telah berisi barang-barang picking. Area Warehouse Fresh Food  Picker Warehouse memisahkan barang stok dan non stoke. Issuing Secara global Departemen Issuing bertanggung jawab dalam proses pengiriman barang dan kotak peluru.

 Melakukan proses pemotongan OH (On Hand) baik langsung ataupun tidak langsung. minyak goreng dan gula pasir).  Jika barang-barang returan dari toko tidak layak retur (tidak memenuhi syarat retur) maka barang-barang returan tersebut di TO (Take Offer) balik ke toko. PT. bazar dan pemusnahan)  Koordinasi terhadap pihak supplier prihal barang-barang yang mau di retur ke supplier. Beras.  Helper Bad Stock mengelompokan dan mendisplay barang-barang returan menurut jenisnya di rak penyimpanan.  Menyortir barang-barang returan dan mengklasifikasikannya (retur supplier.  Helper Bad Stock menyortir barang-barang yang tidak bisa di retur ke supplier (Frisian Flag Indonesia/Bendera.  Melakukan proses retur barang-barang dari supplier (retur supplier). returan dari toko dan returan ke supplier.  Officer Issuing bertanggung jawab dan melakukan proses administrasi atas uang setoran toko yang di masukan ke dalam kotak peluru. tukar guling.  Melaksanakan kegiatan bazar. Dalam mekanismenya barang-barang returan terbagi dua. Unilever Indonesia.  Mengecheck barang returan dari toko (layak retur atau tidak). KAO Indonesia.  Admin Retur Toko melakukan proses administrasi ketika Driver JBL menyerahkan SJI (Surat Jalan Internal) dan NRB (Nota Retur Barang).  Membuat pengajuan bazar ke HO. . Admin Issuing melakukan proses administrasi ketika Driver JBL menyerahkan Faktur dan STTB.  Admin Retur Toko menerima data returan barang melalui email. Bad Stock Departemen Bad Stock secara umum bertanggung jawab atas barangbarang returan.  Menerima barang returan dari toko yang dititipkan melalui armada JBL.

susu. dll. chicken nugget. jeruk. masa simpannya tidak telalu lama seperti barang stok. karena DC Fresh Food memisahkan dua tipe barang yaitu: Barang stok: barang stok merupakan barang yang di simpan lebih lama dari barang Reguler. Seperti buah pisang. dll. melainkan langsung di grouping dengan barang Fresh Food lain yang akan dikirim ke Toko. semangka. barang mudah busuk atau rusak. Seperti barang mudah cair. daging dll. Sawi. melon. Biasanya barang itu merupakan barang dengan penyimpanannya harus di perlakukan khusus. apel malang. pepaya. Contoh produk: sayuran dan buah lokal. Biasanya barang itu tidak disimpan ke ruangan khusus.20ºC) atau frozen chiller (-4ºC).  Membuat BAP yang kemudian di ACC oleh HO. ALUR PENERIMAAN DAN PENGIRIMAN BARANG Alur penerimaan dan pengiriman barang di Distributor Reguler berbeda dengan alur penerimaan dan pengiriman barang di Distributor Fresh Food.  Melakukan proses pemusnahan barangke HO. ice cream. Barang Non Stok: barang Non Stok merupakan barang yang harus segera dikirim ke Toko. Contoh produk: telur. Alur kerja di DC Fesh Food lebih singkat dibandingkan dengan DC Reguler. Alur Penerimaan Barang dan pengiriman DC Fresh Food . Buah seperti buah manggis. Disimpan diruang chiller (dengan suhu antara 19º . Kangkung. Adapun Buah yang bisa disimpan lama adalah buah tertentu (barang impor). dan Brokoli. Adapun Sayur yang bisa saya sebutkan adalah Bayam. merupakan barang dengan penyimpanannya harus di perlakukan khusus. anggur. Membuat pengajuan pemusnahan barang ke HO (Head Office). apel.

Hal tersebut dapat meningkatkan semangat kerja team dan meminimalisir 5 NG (No Good) yang bisa dikatakan sudah menjadi tradisi. Padahal dengan cara penangan yang salah akan menambah masalah dan menambah kerjaan. . Penangan yang ceroboh bisa menyebabkan kualitas dari barang tersebut menurun. Sifat seorang leader sangat berpengaruh terhadap kinerja bawahan dan keharmonisan lingkungan kerja. Midi Utama Indonesia Cabang Bekasi.Hampir semua tahapan yang dilewati prodk Fresh Food sama dengan alur penerimaan barang dan pengiriman barang ke toko dengan DC Reguler. contoh kasus penyok. Hal tersebut dapat terbukti ketika ada masalah intern antar karyawan. tidak sampai satu hari atau hanya memakan waktu beberapa jamm saja ANALISIS Selama observasi di DC Reguler PT. disegani dan mampu mengayomi bawahannya. Hal tersebut dapat tercapai dengan adanya keharmonisan dan pendekatan emosional yang baik antar individu team DC. kemasan pecah dan lain-lain. Kekompakan kinerja team sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kinerja di DC. Yang membedakannya hanya proses yang singkat. Hal tersebut dapat terbukti dari hasil kinerja dari sebuah team yang dipimpin oleh leader yang berwibawa. Alasan yang sering ditemukan adalah biar lebih mengefisienkan waktu. bisa dilihat bahwa system kerja team DC lebih ditekankan terhadap kekompakan kinerja team. bising dan kurang nyaman. Penangan barang yang salah sudah menjadi sebuah kebiasaan dan tradisi. susana kerja terasa kondusif. Penanganan barang juga mempengaruhi terhadap kualitas barang tersebut. Maka dari itu petinggi DC harus peka dan bisa meredam permasalahan intern yang ada antar sesama karyawan demi proses kinerja yang lebih baik.

Penurunan kualitas bisa menyebabkan kerugian terhadap perusahaan. . maka dari itu Quality Control harus lebih diperhatikan lagi. agar bisa menekan angka kerugian.

Maka dari itu perlu ada keharmonisan antar lintas departemen.  Tanggung jawab dan Quality Control harus lebih diperhatikan. maka resiko kerugian dapat tekan. Saran  Untuk bisa mencapai keharmonisan dalam sebuah team dibutuhkan sikap saling mengerti dan memahami antar sesama karyawan. Departemen Progress.Kesimpulan DC Reguler PT. Cabang Bekasi mempunyai lima departemen. agar bisa menekan angka kerugian. yaitu. yaitu dari segi penangan barang.  Seorang leader harus bisa meminimalisir sifat merasa paling benar dan paling berkuasa dihadapan bawahannya. . Satu hal lagi yang tidak boleh sampai terlupakan. Midi Utama Indonesia Tbk. Tetap bersikap “legowo” agar bisa lebih berwibawa dan disegani oleh bawahannya. Kelima departemen tersbut saling berkaitan satu sama yang lainnya.  Sikap seorang leader yang dapat mengayomi bawahannya.  Selalu teliti untuk melakukan double checking. Departemen Receiving. agar tercipta suasana yang nyaman dan harmonis dalam lingkup kerja. Departemen Issuing dan Departemen Bad Stock. Hal tersebut dapat tercapai dengan adanya keharmonisan dan pendekatan emosional yang baik antar individu karyawan DC dan juga keharmonisan antara departemen. ketika quality control dimaksimalkan. Departemen Warehouse. yaitu dari system kerja team DC lebih ditekankan terhadap kekompakan kinerja team. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan analisis di atas dapat disimpulkan beberapa hal.