You are on page 1of 12

DEMAM REUMATIK

a.

DEFINISI
Demam reumatik adalah suatu proses radang akut yang didahului infeksi
Streptococcus beta hemolyticus grup A pada individu yang mempunyai faktor predisposisi.
Demam reumatik akut menyertai faringitis Streptococcus beta hemolyticus grup A
yang tidak diobati. Pengobatan yang tuntas terhadap faringitis akut hampir meniadakan resiko
terjadinya demam reumatik. Diperkirakan hanya sekitar 3 % dari individu yang belum pernah
menderita demam reumatik akan menderita komplikasi ini setelah menderita faringitis
streptokokus yang tidak diobati.6

b.

ETIOLOGI
Demam reumatik, seperti halnya dengan penyakit lain merupakan akibat interaksi
individu, penyebab penyakit dan faktor lingkungan. Infeksi Streptococcus beta hemolyticus
grup A pada tenggorok selalu mendahului terjadinya demam reumatik, baik pada serangan
pertama maupun serangan ulangan.6

c.

FAKTOR PREDISPOSISI
Faktor Individu
1.

Faktor Genetik
Banyak demam reumatik/penyakit jantung reumatik yang terjadi pada satu
keluarga maupun pada anak-anak kembar. Karenanya diduga variasi genetik merupakan
alasan penting mengapa hanya sebagian pasien yang terkena infeksi Streptococcus
menderita demam reumatik, sedangkan cara penurunannya belum dapat dipastikan.6

2. Umur
Paling sering pada umur antara 5-15 tahun dengan puncak sekitar umur 8 tahun.
Tidak biasa ditemukan pada anak antara umur 3-5 tahun dan sangat jarang sebelum umur
3 tahun atau setelah 20 tahun. Distribusi umur ini dikatakan sesuai dengan insidens
infeksi Streptococcus pada anak usia sekolah.6
Faktor-faktor Lingkungan
1.

Keadaan sosial ekonomi yang buruk
Mungkin ini merupakan faktor lingkungan yang terpenting sebagai predisposisi
untuk terjadinya demam reumatik. Termasuk dalam keadaan sosial ekonomi yang buruk
ialah sanitasi lingkungan yang buruk, rumah-rumah dengan penghuni padat, rendahnya

 Jenis Kelamin Tidak didapatkan perbedaan insidens demam reumatik pada lelaki dan wanita. streptolisin S. tetapi data akhirakhir ini menunjukkan bahwa daerah tropis pun mempunyai insidens yang tinggi. manifestasi tertentu mungkin lebih sering ditemukan pada salah satu jenis kelamin. sehingga insidens demam reumatik juga meningkat3. yang terpenting diantaranya ialah streptolisin O. Kelainan katub sebagai gejala sisa penyakit jantung reumatik juga menunjukkan perbedaan jenis kelamin. Meskipun begitu. streptokinase. deoksiribonuklease serta streptococcal erythrogenic toxin.  Iklim dan Geografi Lebih sering terjadi pada daerah beriklim sedang dan tropis. Iklim dan Geografi Penyakit ini terbanyak didapatkan di daerah beriklim sedang. Di daerah yang letaknya tinggi agaknya insidens lebih tinggi daripada di dataran rendah3. Produk-produk tersebut merangsang timbulnya antibodi. misalnya gejala korea jauh lebih sering ditemukan pada wanita daripada lakilaki. . pendapatan yang rendah sehingga biaya untuk perawatan kesehatan kurang dan lain-lain. namun mekanisme terjadinya demam reumatik yang pasti belum diketahui.pendidikan sehingga pengertian untuk segera mengobati anak yang sakit sangat kurang. d. Streptococcus diketahui dapat menghasilkan tidak kurang dari 20 produk ekstrasel. sedangkan insufisiensi aorta lebih sering ditemukan pada laki-laki. 3.3. e. hialuronidase. PATOGENESIS Meskipun pengetahuan serta penelitian sudah berkembang pesat. Pada umumnya para ahli sependapat bahwa demam reumatik termasuk dalam penyakit autoimun. Pada orang dewasa gejala sisa berupa stenosis mitral lebih sering ditemukan pada wanita. lebih tinggi daripada yang diduga semula1. EPIDEMIOLOGI  Umur Serangan pertama demam reumatik akut terjadi paling sering antara umur 5-15. disfosforidin nukleotidase. Cuaca Perubahan cuaca yang mendadak sering mengakibatkan insidens infeksi saluran nafas meningkat. 2.

Proses patologis pada demam reumatik melibatkan jaringan ikat atau jaringan kolagen. menyertai stadium di atas. jaringan otak dan lain-lain dapat terkena tetapi selalu reversibel. Dengan berlanjutnya radang. globulin. Ini meliputi reaksi silang imunologik di antara karbohidrat streptokokus dan glikoprotein katup. namun pada pasien dengan miokarditis berat. perubahan eksudatif dan proliferatif menjadi lebih jelas. dan bahan-bahan lain. Perikaditis pada pasien reumatik bisanya menyatakan adanya pankarditis atau perluasan proses radang. Stadium ini ditandai dengan perubahan edematosa jaringan. Fibrinoid. perikardium dapat juga terlibat. organ lain seperti sendi. PATOLOGI Dasar kelainan patologi demam reumatik ialah reaksi inflamasi eksudatif dan proliferatif jaringan mesenkim.  Jantung Proses radang selama karditis akut paling sering terbatas pada endokardium dan miokardium. bahan granular eusinofil ditemukan tersebar di seluruh jaringan dasar. hal ini dapat juga terjadi dalam jaringan yang sembuh pada pasien penyakit kolagen lain. Bahan ini meliputi serabut kolagen ditambah bahan granular yang berasal dari kolagen yang sedang berdegenerasi dalam campuran fibrin. Pembentukan sel Aschoff atau benda Aschoff diuraikan oleh Aschoff pada tahun 1940. pembuluh darah. Lesi patognomonis ini terdiri dari infiltrat perivaskular sel besar dengan inti polimorf dan sitoplasma basofil tersusun dalam roset sekeliling . hal inilah yang menyebabkan reaksi autoimun Penelitian menunjukkan bahwa komponen streptokokus yang lain memiliki reaktivitas bersama dengan jaringan lain. f.Demam reumatik diduga merupakan akibat kepekaan tubuh yang berlebihan terhadap beberapa produk ini. Kelainan yang menetap hanya terjadi pada jantung. dapat menunjukkan fibrinoid. Jaringan lain yang terkena oleh proses penyakit. Reaktivitas silang imunologik multiple tersebut dapat menjelaskan keterlibatan organ multiple pada demam reumatik. Kaplan mengemukakan hipotesis tentang adanya reaksi silang antibodi terhadap Streptococcus dengan otot jantung yang mempunyai susunan antigen mirip antigen streptococcus. disertai oleh infiltrasi selular yang terdiri dari limfosit dan sel plasma dengan beberapa granulosit. seperti jaringan sendi. di antara membran protoplasma streptokokus dan jaringan saraf subtalamus serta nuklei kaudatus dan antara hialuronat kapsul dan kartilago artikular. kulit.

kalaupun ada. atau mempunyai susunan kromatin batang dengan tepi gigi gergaji dan nukleus kisi-kisi atau lingkaran yang melilit. Sel-sel yang khas ini disebut monosit Anitschkow.  Organ-organ lain Ruam kulit mencerminkan terdapatnya vaskulitis yang mendasari. juga menyebabkan lesi ekstrakardial lain seperti keterlibatan paru dan ginjal yang kadang ditemukan pada demam reumatik akut. Nodul subkutan jarang ditemukan pada pasien demam reumatik akut. telah diuraikan di atas. nodul ini cenderung ditemukan pada pasien dengan penyakit katup kronik. disusul katup aorta. yang membentuk penonjolan di atas tonjolan tulang dan permukaan tendo ekstensor. mungkin pasien ini menderita karditis kronik dengan kumat demam reumatik. yang mungkin ada pada setiap bagian tubuh dan yang paling sering mengenai pembuluh darah yang lebih kecil. Katup trikuspid jarang terlibat. Demikian pula. dan katup pulmonal jarang sekali terlibat. Yang paling sering terlibat adalah katup mitral. Benda Aschoff ditemukan paling sering dalam jaringan miokardium pasien yang sembuh dari miokarditis reumatik subakut atau kronik. yang merupakan dasar proses patologis eritema marginatum. Proses endokarditis tersebut mengenai jaringan katup serta dinding endokardium. vaskulitis dapat merupakan proses patologis yang berhubungan dengan korea Sydenham (St. Sel Aschoff dapat tampak dalam fase akut. Vaskulitis. Ganglia basalis dan serebellum adalah tempat perubahan patologis yang sering ditemukan pada . Histologi nodul subkutan terdiri dari nekrosis fibrinoid sentral yang dikelilingi oleh sel-sel epitel dan mononuklear. Jarang sel Aschoff ditemukan dalam jaringan jantung pasien tanpa riwayat demam reumatik.pusat fibrinoid yang avaskular. Patologi nodulus subkutan. suatu tanda patologis karditis reumatik. Lesi histologis tersebut serupa dengan lesi pada benda Ascoff. terutama stenosis mitral. Reaksi radang juga mengenai lapisan endokardium yang mengakibatkan endokarditis. Vitus dance). Pembuluh darah ini menunjukkan proliferasi sel endotel. Benda Aschoff dapat ditemukan pada setiap daerah miokardium tetapi paling sering ditemukan dalam jaringan aurikular kiri. Beberapa sel mempunyai inti banyak. atau mempunyai ’inti mata burung hantu’ dengan titik-titik dan fibril eksentrik yang menyebar ke membran inti. Radang jaringan katup menyebabkan manifestasi klinis yang mirip karditis reumatik.

kecuali korea yang dapat timbul 6 minggu atau bahkan berbulan-bulan kemudian. Pada penderita penyakit jantung reumatik dengan gejala sisa kelainan katup jantung. tidak jarang disertai muntah dan bahkan pada anak kecil dapat terjadi diare. batuk. 3). Karditis dapat merupakan . saat timbulnya berbagai manifestasi klinik demam reumatik/penyakit jantung reumatik. Stadium IV Disebut juga stadium inaktif. g. Stadium III Merupakan fase akut demam reumatik. rasa sakit waktu menelan. MANIFESTASI KLINIS Perjalanan klinis penyakit demam reumatik/penyakit jantung reumatik dapat dibagi dalam 4 stadium: 1). Karditis Karditis pada demam reumatik akut ditemukan pada sekitar 50% pasien. Stadium II Stadium ini disebut juga periode laten.pasien dengan gejala korea Sydenham. ialah masa antara infeksi Streptococcus dengan permulaan gejala demam reumatik. yang cenderung meningkat dengan tajam pada pengamatan. Pada stadium ini penderita demam reumatik tanpa kelainan jantung atau penderita penyakit jantung reumatik tanpa gejala sisa katup tidak menunjukkan gejala apa-apa. Infeksi ini biasanya berlangsung 2-4 hari dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan3. biasanya periode ini berlangsung 1-3 minggu. Pada fase ini baik penderita demam reumatik maupun penyakit jantung reumatik sewaktu-waktu dapat mengalami reaktivasi penyakitnya. 4). MANIFESTASI KLINIS MAYOR 1). Perubahan ini terdiri dari perubahan selular dengan infiltrasi perivaskular oleh sel limfosit. gejala yang timbul sesuai dengan jenis serta beratnya kelainan. Stadium I Stadium ini berupa infeksi saluran napas bagian atas oleh kuman betaStreptococcus hemolyticus grup A. Kelenjar getah bening submandibular seringkali membesar. Pada pemeriksaan fisik sering didapatkan eksudat di tonsil yang menyertai tandatanda peradangan lainnya. 2). Keluhan biasanya berupa demam. Manifestasi klinik tersebut dapat digolongkan dalam gejala peradangan umum (gejala minor) dan manifestasi spesifik (gejala mayor) demam reumatik/penyakit jantung reumatik.

terutama ganglia basal dan nuklei kaudati. oleh proses radang. Miokarditis dapat menimbulkan disritmia sementara. Takikardia merupakan salah satu tanda klinis awal miokarditis. merupakan komponen yang paling spesifik pada karditis reumatik. Meskipun tidak berbahaya. Bising mid-diastolik di apeks juga sering menyertai bising sistolik. Sedangkan endokarditis dapat menyebabkan perubahan daun katup sehingga terdengar bising yang berubah-ubah. Manifestasi karditis bisa berupa perikarditis. Endokarditis. Pungtum maksimum bising adalah di apeks. Apabila terdapat insufisiensi mitral yang bermakna. Korea Sydenham Korea Sydenham. Poliartritis migrans Artralgia dan artritis pada demam reumatik umumnya mengenai lebih dari satu sendi dan berpindah-pindah. Pemeriksaan radiologis sendi tidak menunjukkan kelainan kecuali efusi. terjadi karena sejumlah besar darah didorong melalui lubang katup ke dalam ventrikel kiri selama fase pengisian. Kadang artritis dapat mendahului karditis. Katup-katup pulmonal dan trikuspid jarang terlibat. miokarditis. Bising ini paling baik terdengar apabila pasien tidur miring ke kiri. baik yang berat maupun yang ringan. artritis tidak boleh diabaikan. menghasilkan turbulensi yang bermanifestasi sebagai bising aliran (flow murmur). dengan nada tinggi.. dan pada auskultasi dapat terdengar friction rub. 2. yang ditandai oleh adanya bising holosistolik (pansistolik) halus. atau ketiganya (pankarditis).manifestasi tunggal atau terjadi bersamaan dengan satu atau lebih manifestasi lain. pada kasus demikian tanda karditis biasanya akan muncul dalam 1 atau 2 minggu. radang daun katup mitral dan aorta serta kordae katup mitral. Pasien dengan korea datang dengan . Bising yang umumnya terdengar adalah bising sistolik di daerah apeks yang menunjukkan adanya regurgitasi mitral. mengenai sekitar 15% pasien demam reumatik. blok atrioventrikular total biasanya tidak ditemukan pada karditis reumatik. ia harus benarbenar diperhatikan. endokarditis. jarang terjadi keterlibatan jantung yang jelas di luar interval ini. korea minor. dengan penjalaran ke daerah aksila kiri. Penampilan karditis adalah nyeri prekordial. Bising ini disebut bising Carey-Coombs. Manifestasi ini mencerminkan keterlibatan sistem saraf pusat. Insufisiensi mitral paling sering terjadi pada karditis reumatik. atau St. Miokarditis ditandai oleh adanya kardiomegali dan tanda-tanda payah jantung. Vitus dance. dapat pula terdengar bising stenosis mitral relatif yaitu bising mid-diastolik sampai akhir diastolik yang bernada rendah. 3.

Data kepustakaan menunjukkan bahwa eritema marginatum ini hanya terjadi pada lebihkurang 5% pasien1. Eritema biasanya hanya ditemukan pada pasien dengan karditis. Gerakan abnormal ini dapat ditekan sementara atau sebagian oleh pasien dan menghilang pada saat tidur. dengan tepi eritema yang menjalar dari bagian satu ke bagian lain mengelilingi kulit yang tampak normal. inkoordinasi muskular. dan dapat bebas digerakkan. tetapi yang mencolok adalah otot wajah dan ekstremitas. Jenis demamnya adalah remiten. ia sering ada pada karditis yang tersendiri (murni) tetapi pada korea murni. Lidah dapat terjulur keluar dan masuk mulut dengan. lutut dan persendian kaki. Ukurannya bervariasi dari 0. 4. tidak nyeri. Pemasangan handuk hangat atau mandi air hangat dapat memperjelas ruam. Kadang nodulus ditemukan pada kulit kepala dan di atas kolumna vetrebralis. serta emosi yang labil. tanpa variasi . Lesi ini berdiameter sekitar 2.gerakan yang tidak disengaja dan tidak bertujuan. Pasien tampak gugup dan menyeringai. bahkan setelah semua manifestasi klinis lain hilang. Manifestasi ini lebih nyata apabila pasien dalam keadaan stres. Eritema sukar ditemukan pada pasien berkulit gelap. Pasien korea biasanya tidak dapat mempertahankan kestabilan tonus dalam waktu yang pendek. Nodul ini biasanya muncul sesudah beberapa minggu sakit dan pada umumnya hanya ditemukan pada pasien dengan karditis. Demam Demam hampir selalu ada pada poliartritis reumatik. kadang menetap atau kembali lagi.5 cm. tersering pada batang tubuh dan tungkai proksimal. Eritema Marginatum Eritema marginatum merupakan khas untuk demam reumatik dan jarang ditemukan pada penyakit lain. 5. dan tidak melibatkan wajah. Nodul subkutan pada pasien demam reumatik akut biasanya lebih kecil dan lebih cepat menghilang daripada nodul pada reumatoid artritis. seperti halnya nodul subkutan. MANIFESTASI MINOR 1. Kulit yang menutupinya tidak menunjukkan tanda radang atau pucat. Nodulus Subkutan Nodulus terletak pada permukaan ekstensor sendi. ruas jari.5-2 cm. Ruam ini tidak gatal. maskular. Semua otot terkena. Ia biasanya timbul pada stadium awal penyakit. terutama pada siku. Karena khasnya. ia termasuk dalam manifestasi mayor..

Anemia 5. Riwayat demam reumatik atau penyakit jantung rematik sebelumnya 4. 3. Leukositosis 6. Pemanjangan interval PR pada elektrokardiogram h. gejala khas biasanya kembali normal atau hampir normal dalam waktu 2/3 minggu. \ 2. KRITERIA JONES (REVISI) UNTUK PEDOMAN DALAM DIAGNOSIS DEMAM REUMATIK Manifestasi Mayor Karditis Klinik Manifestasi Minor Poliartritis .Riwayat demam reumatik atau penyakit jantung Korea . Kadang nyerinya terasa sangat berat sehingga pasien tidak mampu lagi menggerakkan tungkainya. LED meningkat 7. C-reactive protein meningkat 8.Demam Nodulus subkutan Laboratorium - Reaktans fase akut - Laju endap darah (LED) - Protein C reaktif - Leukositosis - Pemanjangan interval P-R reumatik ditambah Bukti adanya infeksi streptokokus - Kenaikan titer antibodi antisterptokokus: ASTO/lain - Biakan farings positif untuk streptokokus grup A - Demam skarlatina yang baru .Artralgia Eritema marginatum . DIAGNOSIS TABEL 1. Artralgia biasanya melibatkan sendi besar.diurnal yang lebar. Artralgia Artralgia adalah nyeri sendi tanpa tanda objektif pada sendi. walau tanpa pengobatan.

menunjukkan kemungkinan besar demam reumatik akut.5:1 sistemik 10 tahun Wanita 5:1 Hebat sedang Biasanya ringan Non spesifik Non spesifik Non spesifik Tidak ada Eritema marginatum ya Sering (lanjut) Makular Jarang Kadang-kadang Lesi kupu-kupu Lanjut Kadang-kadang Umur Rasio kelamin Kelainan sendi Sakit Bengkak Kelainan Ro Kelainan kulit Karditis Laboratorium Lateks ± 10% Aglutinasi sel domba Sediaa sel LE Respon terhadap salisilat i. (3) Pemberian obat-obat antiradang. DIAGNOSIS BANDING TABEL DIAGNOSIS BANDING DEMAM REUMATIK Demam reumatik 5-15 tahun sama 5 tahun Wanita 1. endokarditis bakteri. Artritis reumatoid Lupus eritomatosus - ± 10% cepat ± 5% Biasanya lambat Lambat / - PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan demam reumatik meliputi : (1) Tirah baring di rumah sakit. serta (6) Pemberian diet bergizi tinggi mengandung cukup vitamin (1) Tirah baring di rumah sakit . (5) Penanganan komplikasi seperti gagal jantung. * Committee on Rheumatic Fever and Bacterial Endocarditis. atau trombo-emboli.Adanya dua kriteria mayor. jika didukung oleh adanya infeksi streptokokus grup A sebelumnya. (4) Pengobatan korea. atau satu kriteria mayor dan dua kriteria minor. 1982 i. (2) Eradikasi kuman streptokokus.

maximum 80 mg per hari. denyut nadi kembali normal dalam keadaan istirahat. prednison adalah steroid terpilih.2 juta unit untuk pasien dengan berat badan > 30 kg atau 600 000-900 000 unit untuk pasien dengan berat badan < 30 kg. (3) Obat analgesik dan anti-inflamasi Pengobatan anti-radang amat efektif dalam menekan manifestasi radang akut demam reumatik.Sebagai pedoman. yang ditandai dengan tinitus dan hiperpne. maximum 6 g per hari dosis terbagi selama 2 minggu. Kadang diperlukan dosis yang lebih besar. Pada pasien karditis. Penisilin benzatin yang berdaya lama lebih disukai dokter karena reliabilitasnya serta efektifitasnya untuk profilaksis infeksi streptokokus. Obat lain seperti sefalosporin yang diberikan dua kali sehari selama 10 hari juga efektif untuk pengobatan faringitis streptokokus. sedemikian baiknya sehingga respons yang cepat dari artritis terhadap salisitas dapat membantu diagnosis. rasa tidak enak serta takikardia. Eritromisin. Penisilin oral. kecuali dengan dosis toksik atau mendekati toksik. 400 000 unit (250 mg) diberikan empat kali sehari selama 10 hari dapat digunakan sebagai alternatif. Pasien dengan artritis yang pasti harus diobati dengan aspirin dalam dosis total 100 mg/kgBB/ hari. mulai dengan dosis 2 mg/kgBB/hari dengan dosis terbagi. Pasien ini harus ditangani dengan steroid. dan pulihnya fungsi jantung secara optimal. Harus diingatkan kemungkinan keracunan salisilat. terutama jika ada kardiomegali atau gagal jantung aspirin seringkali tidak cukup untuk mengendalikan demam. 50 mg/kg BB sehari dibagi dalam 4 dosis yang sama dengan maximum 250 mg 4 kali sehari selama 10 hari dianjurkan untuk pasien yang alergi penisilin. Pada kasus yang sangat akut dan parah. terapi . dan 75 mg/kgBB/ hari selama 2-6 minggu berikutnya. tirah baring sebaiknya tetap diberlakukan sampai semua tanda demam rematik akut telah mereda. Cara pemusnahan streptococcus dari tonsil dan faring sama dengan cara untuk pengobatan faringitis streptococcus yakni pemberian penisilin benzatin intramuskular dengan dosis 1. suhu kembali normal saat tirah baring tanpa pemberian obat antipiretik. (2) Eradikasi kuman Streptococcus beta hemolyticus grup A Pengobatan yang adekuat terhadap infeksi Streptococcus harus segera dilaksanakan setelah diagnosis ditegakkan.

tidak dapat dijelaskan sebabnya. yaitu munculnya kembali manifestasi klinis segera sesudah terapi dihentikan. endokarditis bakteri. Keadaan ini tidak berat. Bila penurunan ini dimulai. maka demam reumatik tidak akan timbul lagi kecuali apabila terjadi infeksi streptokokus baru. Obat-obat sedatif. meskipun dapat berlangsung selama beberapa minggu sampai 3 bulan. (6) Diet Bentuk dan jenis makanan disesuaikan dengan keadaan penderita. Pada sebagian besar kasus cukup diberikan makanan biasa.harus dimulai dengan metilprednisolon intravena (10-40 mg). Pada sekitar 5-10% pasien demam reumatik. (4) Pengobatan Khorea Korea pada umumnya akan sembuh sendiri. kenaikan LED bertahan selama berbulan-bulan sesudah penghentian terapi. aspirin dengan dosis 75 mg/kgBB/hari harus ditambahkan dan dilanjutkan selama 6 minggu setelah prednison dihentikan. atau vasodilator. Sesudah 2-3 minggu prednison dapat dikurangi terhadap dengan pengurangan dosis harian sebanyak 5 mg setiap 2-3 hari. halopenidol sebaiknya tidak diberikan pada anak di bawah umur 12 tahun (5) Penanganan Gagal Jantung Penanganan komplikasi seperti gagal jantung. atau sementara prednison diturunkan. demikian pula gagal jantung pun berespons lebih cepat daripada dengan salisilat. Steroid dianjurkan untuk pasien dengan karditis karena kesan klinis bahwa pasien berespons lebih baik. Sebaliknya kadar PCR yang tetap tinggi menandakan perjalanan penyakit yang berlarut-larut. Komplikasi ini biasanya dapat diatasi dengan tirah baring dan pemberian kortikosteroid. dan tidak perlu mengubah tata laksana medik. fenobarbital atau haloperidol dilaporkan memberikan hasil yang memuaskan. seperti klorpromazin. Perlu diingat. pasien tersebut harus diamati dengan seksama. Apabila demam reumatik inaktif dan tetap tenang lebih dari dua bulan setelah penghentian antiradang. meskipun seringkali perlu diberikan digitalis. tanpa infeksi streptokokus baru. diuretik. atau tromboemboli Gagal jantung pada demam rematik dapat ditangani seperti kasus gagal jantung pada umumnya. diikuti dengan prednison oral. Terapi ’tumpang tindih’ ini dapat mengurangi insidens rebound klinis pascaterapi. cukup kalori dan protein. diazepam. Tambahan vitamin .

pengobatan yang diberikan. ada tidaknya dan luasnya kelainan jantung.dapat dibenarkan. Bila terdapat gagal jantung. umur. PROGNOSIS Prognosis demam rematik tergantung pada stadium saat diagnosis ditegakkan. serta jumlah serangan sebelumnya. . Prognosis pada umumnya buruk pada penderita dengan karditis pada masa kanak-kanak. Serangan ulang dalam waktu 5 tahun pertama dapat dialami oleh sekitar 20% penderita dan kekambuhan semakin jarang terjadi setelah usia 21 tahun. k. diet disesuaikan dengan diet untuk gagal jantung yaitu cairan dan garam sebaiknya dibatas.