You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang\
Colorectal Cancer atau dikenal sebagai Ca. Colon atau Kanker Usus Besar
adalah suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, dan appendix (usus buntu).
Di negara maju, kanker ini menduduki peringkat ke tiga yang paling sering terjadi, dan
menjadi penyebab kematian yang utama di dunia barat. Untuk menemukannya diperlukan
suatu tindakan yang disebut sebagai kolonoskopi, sedangkan untuk terapinya adalah melalui
pembedahan diikuti kemoterapi.
Penyebab jelas kanker usus besar belum diketahui secara pasti, namun makanan
merupakan faktor yang penting dalam kejadian kanker tersebut. Yaitu berkorelasi dengan
faktor makanan yang mengandung kolesterol dan lemak hewan tinggi, kadar serat yang
rendah, serta adanya interaksi antara bakteri di dalam usus besar dengan asam empedu dan
makanan, selain itu dapat juga dipengaruhi oleh minuman yang beralkohol, khususnya bir.
B. Rumusan masalah
1)
2)
3)
4)
5)

Apa definisi ca colon?
Apa penyebab ca colon?
Bagaimana perjalanan penyakit ca colon?
Apa saja tanda dan gejala?
Bagaimana Asuhan Keperawatan Klien dengan ca colon?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui penyebab pasti dari ca.colon.
2. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ca. Colon.
3. Dapat membuat asuhan keperawatan dengan baik tentang penyakit ca. Colon.

BAB II

1

Di negara maju. Beberapa kelompok menyarankan diet yang mengadung sedikit lemak hewan dan tinggi sayuran dan buah-buahan (e. Petunjuk pencegahan yang tepat dianjurkan oleh Amerika Cancer Society (The National Cancer Institute). kanker ini menduduki peringkat ke tiga yang paling sering terjadi. Diet dengan karbohidrat murni yang mengandung serat dalam jumlah yang banyak dapat mengurangi waktu peredaran dalam usus besar. yang mempercepat usus besar menyebabkan terjadinya kanker. Makanan tersebut juga mengurangi waktu peredaran pada perut.g Mormons. Diet dan pengurangan waktu peredaran pada usus besar (aliran depan feces) yang meliputi faktor kausatif.ETIOLOGI Penyebab dari pada kanker Colon tidak diketahui. Colon atau Kanker Usus Besar adalah suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon.menyebabkan sekresi asam dan bakteri anaerob. sedangkan untuk terapinya adalah melalui pembedahan diikuti kemoterapi. seventh Day Adventists). rektum. menyebabkan timbulnya kanker didalam usus besar. Kanker colon adalah penyebab kedua kematian di Amerika Serikat setelah kanker paru-paru (ACS 1998) Penyakit ini termasuk penyakit yang mematikan karena penyakit ini sering tidak diketahui sampai tingkat yang lebih parah. Daging yang di goreng dan di panggang juga dapat berisi zat-zat kimia yang menyebabkan kanker. Makanan yang tinggi lemak terutama lemak hewan dari daging merah. Untuk menemukannya diperlukan suatu tindakan yang disebut sebagai kolonoskopi.TINJAUAN TEORITIS A. dan menjadi penyebab kematian yang utama di dunia barat. dan organisasi kanker lainnya. B. Makanan-makanan yang pasti di curigai mengandung zat-zat kimia yang menyebabkan kanker pada usus besar. 2 . dan appendix (usus buntu). Pembedahan adalah satu-satunya cara untuk mengubah kanker Colon. Kanker colon adalah suatu kanker yang yang berada di colon.DEFENISI Colorectal Cancer atau dikenal sebagai Ca.

poliposis yang bergerombol bersifat herediter yang tersebar pada gen autosom dominan. Ada tiga type adenoma Colon : Tubular. C. hanya 5% dari semua Adenoma Colon menjadi manigna. Villous dan Tubulo Villous. seperti berat badan menurun (sebagai gejala umum keganasan) dan kelelahan yang tidak jelas sebabnya. Setelah berlangsung beberapa waktu 3 . Orang-orang yang telah mempunyai Ulcerative Colitis atau penyakit Crohn’s juga mempunyai resiko terhadap kanker Colon.TANDA dan GEJALA Mula-mula gejalanya tidak jelas. Meskipun hampir sebagian besar kanker Colon berasal dari adenoma. Penambahan resiko pada permulaan usia muda dan tingkat yang lebih tinggi terhadap keterlibatan colon.brussels sprouts)  Butir padi yang utuh  Cairan yang cukup terutama air Karena sebagian besar tumor Colon menghasilkan adenoma. Resiko dari kanker pada tempat femiliar poliposis mendekati 100 % dari orang yang berusia 20 – 30 tahun. faktor utama yang membahayakan terhadap kanker Colon menyebabkan adenoma. Faktor yang menyebabkan adanya adenoma benigna atau manigna tumor tidak diketahui. Resiko dari kanker Colon akan menjadi 2/3 kali lebih besar jika anggota keluarga menderita penyakit tersebut. Ini di karakteristikkan pada permulaan adematus polip pada colon dan rektum. Villous Adenoma mempunyai potensial tinggi untuk menjadi manigna.Makanan yang harus dihindari :  Daging merah  Lemak hewan  Makanan berlemak  Daging dan ikan goreng atau panggang  Karbohidrat yang disaring (example:sari yang disaring) Makanan yang harus dikonsumsi:  Buah-buahan dan sayur-sayuran khususnya Craciferous Vegetables dari golongan kubis (seperti brokoli.

karena kanker dapat tumbuh mengenai organ dan jaringan sekitar tumor tersebut. seperti kandung kemih (timbul darah pada air seni. Gejala lokalnya adalah :  Perubahan kebiasaan buang air o Perubahan frekuensi buang air. berkurang (konstipasi) atau bertambah (diare) o Sensasi seperti belum selesai buang air. gejala umum. vagina (keputihan yang berbau. menunjukkan semakin besar tumor dan semakin luas penyebarannya Gejala umumnya adalah :  Berat badan turun tanpa sebab yang jelas (ini adalah gejala yang paling umum di semua jenis keganasan)  Hilangnya nafsu makan 4 . terjadi akibat sumbatan saluran pembuangan kotoran oleh massa tumor  Adanya benjolan pada perut yang mungkin dirasakan oleh penderita  Timbul gejala-gejala lainnya di sekitar lokasi tumor. (masih ingin tapi sudah tidak bisa keluar) dan perubahan diameter serta ukuran kotoran (feses). Keduanya adalah ciri khas dari kanker kolorektal o Perubahan wujud fisik kotoran/feses  Feses bercampur darah atau keluar darah dari lubang pembuangan saat buang air besar  Feses bercampur lendir  Feses berwarna kehitaman. yaitu gejala lokal.barulah muncul gejala-gejala lain yang berhubungan dengan keberadaan tumor dalam ukuran yang bermakna di usus besar. dan gejala penyebaran (metastasis). gejala tersebut terbagi tiga. Bila kita berbicara tentang gejala tumor usus besar. Makin dekat lokasi tumor dengan anus biasanya gejalanya makin banyak. dll). dll). timbul gelembung udara. Gejala-gejala ini terjadi belakangan. muncul lendir berlebihan. biasanya berhubungan dengan terjadinya perdarahan di saluran pencernaan bagian atas  Timbul rasa nyeri disertai mual dan muntah saat buang air besar.

Tingkatan / Staging / Stadium Kanker Kolon Terdapat beberapa macam klasifikasi staging pada kanker kolon. berhubungan dengan peningkatan kekentalan darah akibat penyebaran kanker. ada klasifikasi TNM. KLASIFIKASI dan JENIS Tumor pada kolon dan rektum (kolorektal) atau usus besar ada dua macam. menimbulkan gejala : o Penderita tampak kuning o Nyeri pada perut. lebih sering pada bagian kanan atas. klasifikasi Dukes. yaitu tumor jinak (benigna) dan tumor ganas (maligna). namun yang akan saya jabarkan klasifikasinya adalah sebagai berikut (mirip dengan klasifikasi Dukes) :  Stadium 1 : Kanker terjadi di dalam dinding kolon  Stadium 2 : Kanker telah menyebar hingga ke lapisan otot kolon  Stadium 3 : Kanker telah menyebar ke kelenjar-kelenjar limfa  Stadium 4 : Kanker telah menyebar ke organ-organ lain D. di sekitar lokasi hati o Pembesaran hati. pasien tampak pucat  Sering merasa lelah  Kadang-kadang mengalami sensasi seperti melayang Gejala penyebarannya adalah :   Penyebaran ke Hati. Anemia. Tumor jinak dibagi atas: 5 . biasa tampak pada pemeriksaan fisik oleh dokter Timbul suatu gejala lain yang disebut paraneoplastik.

Hemangioma. yaitu diare berlendir yang kadang-kadang disertai dengan nyeri perut. Pengobatan tumor jinak biasanya dilakukan dengan cara operasi. dan Lipoma Tumor ganas terdiri atas:  Karsinoma  Sarkoma Untuk menemukan tumor jinak ini. Biasanya tumor ini tumbuh tidak terdeteksi sampai gejala-gejala muncul secara berlahan dan tampak 6 . Kanker rektum biasanya ditemukan pada pria dan wanita berusia di atas 50 tahun. Sebagian besar penderita tumor jinak biasanya tidak mempunyai keluhan. terdiri atas: Leomioma. biasanya menimbulkan perdarahan. harus dilakukan pemeriksaan radiologis dan endoskopis yang meliputi pemeriksaan sigmoidaskopi dan kolonoskopi. 50% penderita kanker kolon berusia di bawah 40 tahun. Tumor Epitelial. Seiring dengan perubahan gaya hidup.PATHOFISIOLOGI Tumor terjadi ditempat yang berada dalam colon mengikuti kira-kira pada bagian (Sthrock. Keluhan lain. Apabila letak tumor ada dibagian kolon paling bawah. 1991):  26 % pada caecum dan ascending colon  10 % pada transfersum colon  15 % pada desending colon  20 % pada sigmoid colon  30 % pada rectum Karsinoma Colon sebagian besar menghasilkan adenomatus polip. Kanker rektum atau kanker usus besar atau kolorektal termasuk penyakit ganas urutan ke10 tersering di dunia. terdiri atas: Adenoma dan Adenomatosis  Tumor Nonepitelial. yang jarang terjadi. kecuali jika telah ada komplikasi tidak menyebabkan diare. Kanker kolon tergolong fatal karena diperkirakan 50% penderitanya meninggal akibat penyakit ini. termasuk Indonesia. pada saat ini. E.

Bila sudah pasti ditemukan karsinoma kolorektal. dengan ditunjang oleh kemoterapi dan/atau radioterapi (mungkin diperlukan). Tingkat kesembuhan kanker stadium 1 dan 2 masih sangat baik. Tempat yang kedua adalah tempat yang jauh kemudian metastase ke paru-paru. maka kemungkinan pengobatannya adalah: 7 . setelah sel tumor masuk pada sistem sirkulasi.mencapai serosa dan mesenterik fat. maka kemungkinan sembuhnya pun akan jauh lebih sulit. Tempat metastase yang lain termasuk :  Kelenjar Adrenalin  Ginjal  Kulit  Tulang  Otak Penambahan untuk infeksi secara langsung dan menyebar melalui limpa dan sistem sirkulasi tumor colon juga dapat menyebar pada bagian peritonial sebelum pembedahan tumor belum dilakukan.membahayakan. Tumor mungkin menyebar dalam tempat tertentu pada lapisan dalam di perut. Sistem sirkulasi ini langsung masuk dari tumor utama melewati pembuluh darah pada usus besar melalui limpa. Namun bila kanker ditemukan pada stadium yang lanjut. Di antara pilihan terapi untuk penderitanya. PENATALAKSANAAN Perawatan penderita tergantung pada tingkat staging kanker itu sendiri. Penyakit ini menyebar dalam beberapa metode. Pengobatan. Penatalaksanaan Medis 1. Penyebaran terjadi ketika tumor dihilangkan dan sel kanker dari tumor pecah menuju ke rongga peritonial G. Kemudian tumor mulai melekat pada organ yang ada disekitarnya. kemudian meluas kedalam lumen pada usus besar atau menyebar ke limpa atau pada sistem sirkulasi.biasanya sel bergerak menuju liver. opsi Operasi masih menduduki peringkat pertama. atau ditemukan pada stadium dini dan tidak diobati. Terapi akan jauh lebih mudah bila kanker ditemukan pada stadium dini.

Sebagai anus setelah tindakan operasi yang membuang rektum karena adanya tumor atau penyakit lain. Untuk membuang isi usus besar sebelum dilakukan tindakan operasi berikutnya untuk penyambungan kembali usus (sebagai stoma sementara). Untuk tindakan dekompresi usus pada kasus sumbatan / obstruksi usus. Untuk kanker di kolon transversal dan di pleksura lienalis. Pada kanker di rektum bawah dilakukan proktokolektomi dan dibuat anastomosis kolorektal. ganti segera kantong bila terjadi kebocoran / rembes atau penuh. Untuk kanker di sekum dan kolon asendens biasanya dilakukan hemikolektomi kanan dan dibuat anastomosis ileo-transversal. Satu-satunya pengobatan definitif adalah pembedahan reseksi dan biasanya diambil sebanyak mungkin dari kolon. batas minimal adalah 5 cm di sebelah distal dan proksimal dari tempat kanker. Asenden colostomy atau colostomy yang diikuti dengan reseksi mungkin faecesnya cair diperlukan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Kolostomi Kolostomi merupakan tindakan pembuatan lubang (stoma) yang dibentuk dari pengeluaran sebagian bentuk kolon (usus besar) ke dinding abdomen (perut). Perawatan kulit. gunakan skin barier. b. Pembedahan Reseksi. Tujuan Pembuatan Kolostomi adalah. Keseimbangan cairan dan elektrolit. Pada kanker di kolon desendens dan sigmoid dilakukan hemikolektomi kiri dan dibuat anastomosis kolorektal transversal.lahan. Pencegahan primer bertujuan untuk proteksi : Bersihkan dengan perlahan. dilakukan kolektomi subtotal dan dibuat anastomosis ileosigmoidektomi. 2. Perawatan Pasca Operasi Kolostomi 1. Untuk kanker di rektosigmoid dan rektum atas dilakukan rektosigmoidektomi dan dibuat anastomosis. Jika ada iritasi kulit harus dikaji secara tepat guna sehingga tindakan yang diambil tepat. stoma ini dapat bersifat sementara atau permanen. 8 . Desenden kolorektal.a. Prinsip pencegahan kulit sekitar stoma : a.

a. Radioterapi Setelah dilakukan tindakan pembedahan perlu dipertimbangkan untuk melakukan radiasi dengan dosis adekuat.b. 5. Memberikan radiasi isoniasi pada neoplasma. Mengeluarkan faeses. Membantu pasien stoma. Karena pengaruh radiasi yang mematikan lebih besar pada sel-sel kanker yang sedang proliferasi. 4. Penatalaksanaan Keperawatan 9 . Dianjurkan mengkonsurnsi diet yang seimbang terutama dengan stoma permanen. dibandingkan terhadap sel -sel normal yang berada di dekatnya. sedangkan sel-sel kanker dapat dimatikan. setelah dilakukan pembedahan sebaiknya dilakukan radiasi dan kemoterapi. Membersihkan saluran pencernaan bagian bawah. c. 3. Diet yang dikonsurnsi sifatnya individual asal tidak menyebabkan diare. Penyuluhan untuk pasien dan keluarga serta. Dari hasil penelitian. Pertemuan grup b. Pencegahan sekunder / penanganan kulit yang sudah terjadi kerusakan. Kulit dengan eritema : ganti kantong kolostomi setiap 24 jam. Bahkan ada yang memberikan 3 macam kombinasi yaitu: 5-FU. selanjutnya dilakukan kemoterapi. d. maka jaringan normal mungkin mengalami cidera da1am derajat yang dapat ditoleransi dan dapat diperbaiki. Belakangan ini sering dikombinasi dengan leukovorin yang dapat meningkatkan efektifitas terapi. Menetapkan suatu pengeluaran sehingga dapat melakukan aktivitas normal. konstipasi dan menimbu1kan gas. bersihkan ku1it dengan air hangat pakai kapas dan keringkan. levamisol. gunakan kantong kolostomi yang tidak menimbulkan alergi ku1it yang erosi. support mental c. gas dan lendir/mukus yang memenuhi kolon. dan leuvocorin. Irigasi kolostomi bertujuan untuk: a. sama dengan eritema tetapi setelah dibersihkan olesi daerah erosi dengan zalf misalnya zinksalf. Kemoterapi Kemoterapi yang diberikan ialah 5-flurourasil (5-FU). b. Diet. dan berdiferensiasi buruk.

Kacang-kacangan (lima porsi setiap hari) 3. Menghindari makanan yang diawetkan dan pewarna sintetik. Mencegah komplikasi. Meningkatkan kenyamanan. 2. Mempertahankan fungsi fisiologis optimal.1. 4. dan jauh lebih buruk bila telah terjadi penyebaran di luar usus (metastasis) ke kelenjar limfe. karena kotoran yang terlalu lama mengendap di usus akan menjadi racun yang memicu sel kanker. karena hal tersebut dapat memicu sel karsinogen / sel kanker. dan organ-organ lain. seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. F. Penatalaksanaan Diet 1. Dukungan adaptasi dan kemandirian. Memberikan informasi tentang proses/ kondisi penyakit. 5. 3. KOMPLIKASI Komplikasi terjadi sehubungan denganbertambahnya pertumbuhan pada lokasi tumor atau melalui penyebaran metastase yang termasuk:  Perforasi usus besar yang disebabkan peritonitis  Pembentukan abses  Pembentukan fistula pada urinariblader atau fvagina 10 . Melaksanakan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur. 5. Serat dapat melancarkan pencemaan dan buang air besar sehingga berfungsi menghilangkan kotoran dan zat yang tidak berguna di usus. Cukup mengkonsumsi serat. paru. 6. 2. Menghindari minuman beralkohol dan rokok yang berlebihan. 4. Menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi terutama yang terdapat pada daging hewan. prognosis. Prognosis pasien yang terkena kanker kolon lebih baik bila lesi masih terbatas pada mukosa dan submukosa pada saat operasi. hepar. dan kebutuhan pengobatan.

/ perluasan tumor melebihi perut dan mungkin menekan pada organ yang berada disekitarnya ( uterus . tumor tumbuh di dalam usus besar dan secara berangsur-angsur membantu usus besar dan pada akhirnya tidak bias sama sekali.Biasanya tumor menyeran pembuluh darah dan sekitarnya menyebabkan pendarahan . urynery bladder. dan ureter )dan penyebab gejalagejala tersebut tertutupi oleh kanker. 11 .

MR. keyakinan religius/ spiritual)  Masalah tentang perubahan dalam penampilan misalnya. pembedahan. tidak mampu. Aktivitas/istirahat Pasien dengan kanker kolorektal biasanya merasakan tidak nyaman pada abdomen dengan keluhan nyeri. perubahan feses. Pemeriksaan Fisik Pengkajian pada pasien dengan kanker kolon menurut Marilynn E. Sirkulasi Gejala: Palpitasi. Integritas ego  Faktor stress (keuangan.BAB III ASKEP TEORITIS A. pekerjaan. RKK Riwayat penyakit keluarga adanya riwayat kanker. c. pusing. putus asa. RKS Biasanya alopesia. PENGKAJIAN 1. menunda mencari pengobatan.umur. rasa bersalah. pekerjaan. 3. nyeri ulu hati. minum alkohol. alopesia. perasaan penuh. Riwayat Kesehatan a. 12 . RKD Memiliki riwayat merokok. Kebiasaan: perubahan pada tekanan darah. perasaan tidak berdaya. kehilangan. nyeri dada pada pergerakan kerja. b. masalah TD. cacat. tidak merasakan.  Menyangkal diagnosis. perubahan peran) dan cara mengatasi stress ( misalnya merokok. perut begah. Identitas Klien Meliputui nama. lesi. 2. Doenges (1999) diperoleh data sebagai berikut sbb: a. minum alkohol. jenis kelamin. b. sehingga perlu dilakukan pengkajian terhadap pola istirahat dan tidur. c.lesi. perdarahan pada rektal.mual muntah.

jumlah. perasaan penuh (begah). g. Bagaimana kebiasaan di rumah yaitu: frekuensi. Pemajanan matahari lama/berlehihan. Ruam ku1it. Eliminasi  Adanya perubahan fungsi kolon akan mempengaruhi perubahan pada defekasi pasien. sinkope. edema f. Pernapasan Gejala: Merokok (tembakau. ada keluhan anoreksia. Tanda: Perubahan pada kelembaban/turgor kulit. apakah dengan bantuan alat atau tidak adakah keluhan yang menyertainya. Nyeri/kenyamanan Gejala: Tidak ada nyeri. Apakah kebiasaan di rumah sakit sama dengan di rumah. pembesaran kelenjar aksila dan supra klavikula. atau derajat bervariasi misalnya ketidaknyamanan ringan sampai nyeri berat (dihubungkan dengan proses penyakit) h. dan cara pengeluarannya. pengukuran tinggi badan dan berat badan. Neurosensori Gejala: Pusing. lingkar perut. asites. konstipasi dan diare terjadi bergantian. mual. warna. pembesaran hepar akibat metastase. muntah. pembesaran kelenjar inguinal. massa akibat timbunan faeces. komposisi. Tanda: Demam.  Pada pasien dengan kanker kolerektal dapat dilakukan pemeriksaan fisik dengan observasi adanya distensi abdomen. Keamanan Gejala: Pemajanan pada kimia toksik. banyak tidur sehingga sirkulasi darah ke otak tidak lancar. Pemajanan asbes i. dan colok dubur. e. karsinogen. karena pasien kurang beraktivitas. mariyuana.  Massa tumor di abdomen.d. seberapa banyak dan komposisi setiap kali makan adakah pantangan terhadap suatu makanan. Makanan/cairan Gejala: kebiasaan makan pasien di rumah dalam sehari. ulserasi 13 . hidup dengan seorang perokok). nyeri ulu hati sehingga menyebabkan berat badan menurun.

Multigravida lebih besar dari usia 30 tahun Multigravida. Kriteria hasil : menenagkan ketakutan. sedih  Dorong pasien  Klien mampu untuk mengidentifikasi  Afektif : mengunkapkan dan Iritabilitas.j. Seksualitas Gejala: Masalah seksual misalnya dampak pada hubungan peruhahan pada tingkat kepuasan.DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. k. 3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status hipometabolik berkenaan dengan kanker. imsomnia.menyesal. Faktor berhubungan :  Herediter 14 . mengungkapkan binggung. perasaa. Nyeri (akut) berhubungan dengan trauma jaringan dan reflek spasme otot sekunder akibat kanker usus besar. INTERVENSI KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan NOC NIC Ansietas/ketakutan berhubumgan  Ansiety control Anxiety reduction dengan krisis stiuasi (kanker) ( penurunan kecemasan  Coping Batasan karekteristik . pasangan seks multipel. ketakutan. Interaksi sosial Gejala: Ketidakadekuatan/kelemahan sistem pendukung Riwayat perkawinan (berkenaan dengan kepuasan di rumah. pernafasan .khawatir. dukungan. atau bantuan) B. kering. gugup.lemah ekspresi wajah .resah. persepsi gejala cemas tremor  Vital sign dalam  Berikan obat untuk  Simpatik : mrngurangi batas normal Anoreksia.  Gunakan  Impulse control  Perilaku pendekatan yang :gelisah. A. diare. herpes genital. aktivitas seksual dini. mulut kecemasaan  Postur tubuh . Ansietas / ketakutan berhubungan dengan krisis situasi (kanker) 2.

fluid.     Terkait keluarga Krisis stusional Stress Penyalahgunaan zat Ancaman kematian Nyeri (akut)berhubungan dengan  Pain level trauma dan reflek spasme otot  Pain control sekunder akibat kanker usus  Confort level besar Kriteria hasil :  Mampu Batasan karakteristik : mengontrol nyeri  Laporan secara verbal atau  Melaporkan non verbal bahwa nyeri  Fakta dari observasi berkurang dengan mengunakan manajemen nyeri  Mampu mengenali nyeri Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status hipometabolik berkenaan dengan kanker Batasan karakteristik : Pain management  Lakukan pengkajian nyeri secara komperhensif  Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien  Evaluasi pengalam nyeri masa lampau  Kurangi faktor preseptasi nyeri  Berikan analgetik untuk mengurangi rasa nyeri Analgesic administration  Cek riwayat alergi  Tentukan pilihan analgesic dantergantung tipe dan beratnya nyeri  Pilih rute pemberian secara IV.intake  Nutritional status.IM. alargi makanan food. untuk pengobatan nyeri secara teratur  Evaluasi efektivitas analgesic . tanda dan gejala(efek samping)  Nutrition status Nutrition management  Kaji adadnya  Nutrition status.  Anjurkan pasien nutrition intake untuk  Weight control meningkatkan protein dan 15 .

atau ekonomi  Monitor mual dan mutah  Monmitor pucat. vitamin c Berat badan 20% atau lebih Kriteria hasil:  Berikan subtansi dibawah idel  Adanya gula  Dilaporkan adanya intake peningkatan berat  Yakinkan diet yang makanan yang kurang dari badan sesuai RDA dimakan dengan tujuan mengandung tinggi  Membrane mukosa dan  Berat badan ideal serat untuk konjungctiva pucat sesuai tinggi mencegah  Kelemahan otot yang badan konstipasi digunakan untuk menelan /  Mampu  Berikan informasi menelan mengidentifikasi tentang kebutuhan  Luka inflamasi pada rongga kebutuhan ntrisi nutrisi mulut  Tidak ada tanda tanda malnutrisi Nutrition monitoring  Tidak terjadi  BB pasien dalam penurunan berat batas normal Faktor berhubungan . kulit Psikhologis.kemerahan.d an kekeringan jaringan konjungtiva  Monitor kaloridan intake nutris 16 . badan  Monitor adanya Ketidakmampuan pemasukan atau penurunan berat mencerna makanan atau badan mengabsorbsi zat-zat gizi  Monitor turgor berhubungan dengan faktor biologis.

17 . Kanker colon adalah penyebab kedua kematian di Amerika Serikat setelah kanker paru-paru (ACS 1998) Penyakit ini termasuk penyakit yang mematikan karena penyakit ini sering tidak diketahui sampai tingkat yang lebih parah. Penyebab dari pada kanker Colon tidak diketahui. dan organisasi kanker lainnya. Petunjuk pencegahan yang tepat dianjurkan oleh Amerika Cancer Society (The National Cancer Institute). Diet dan pengurangan waktu peredaran pada usus besar (aliran depan feces) yang meliputi faktor kausatif.BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Kanker colon adalah suatu kanker yang yang berada di colon. Pembedahan adalah satu-satunya cara untuk mengubah kanker Colon.

edisi8. Buku ajar keperawatan medical bedah Smeltzer. EGC. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan Dan pendokumentasian perawatan pasien. Jakarta. EGC. Jakarta. 18 .buku ajar keperawatan medical bedah.2001.DAFTAR PUSTAKA Doungoes. bare. 2000 Padila. marilyn E. Ed 3. burner & suddart.