You are on page 1of 42

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG

Nomor 16

Tahun 2011

PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG
NOMOR 16 TAHUN 2011
TENTANG
RETRIBUSI JASA UMUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA TANGERANG,
Menimbang : a.

bahwa Retribusi Jasa Umum merupakan pungutan
Daerah sebagai pembayaran atas jasa yang disediakan
oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan
kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang
pribadi atau badan dan merupakan salah satu sumber
pendapatan daerah yang penting guna membiayai
pelaksanaan pemerintahan daerah yang dilaksanakan
berdasarkan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan,
peran serta masyarakat, dan akuntabilitas dengan
memperhatikan potensi daerah;

b.

bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28
Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,
maka sebagai implementasi pelaksanaannya perlu diatur
tersendiri dengan Peraturan Daerah;

c.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan huruf b, perlu membentuk Peraturan
Daerah tentang Retribusi Jasa Umum;

: 1.

Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;

2.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum
Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3209);

3.

Undang-Undang
Nomor
2
Tahun
1993
tentang
Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor
18, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3518);

Mengingat

1

4.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang
Pembentukan Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2000 Nomor 182 Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4010)

5.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua
atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

6.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

7.

Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4444);

8.

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4725);

9.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4849);

10. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak
Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
11. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5063);
12. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5234);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1983 tentang Tarif
Biaya Tera sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 16 Tahun 1986 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1983 tentang
Tarif Biaya Tera (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1986 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3329);
2

14. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang
Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor
36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3258) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang
Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor
90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5145);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang
Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1993 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3527);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1993 tentang
Pemeriksaan Motor di Jalan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1993 Nomor 60, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3528);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 140,Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang
Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 165,Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4594);
19. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4737);
20. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang
Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 89 Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
21. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Urusan
Pemerintahan Kota Tangerang (Lembaran Daerah Kota
Tangerang Tahun 2008 Nomor 1);
22. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang
Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah
(Lembaran Daerah Kota Tangerang Tahun 2008 Nomor 5)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah
Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan
Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan
Susunan Organisasi Dinas Daerah (Lembaran Daerah Kota
Tangerang Tahun 2011 Nomor 11);

3

23. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang
Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis
Daerah (Lembaran Daerah Kota Tangerang Tahun 2008
Nomor 6) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas
Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang
Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis
Daerah (Lembaran Daerah Kota Tangerang Tahun 2011
Nomor 14);
24. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Penyidik
Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Daerah Kota Tangerang
Tahun 2009 Nomor 5);
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA TANGERANG
dan
WALIKOTA TANGERANG

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kota Tangerang.
2. Pemerintah Pusat, yang selanjutnya disebut Pemerintah,
adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang
kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
3. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Tangerang.
4. Walikota adalah Walikota Tangerang.
5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang selanjutnya
disingkat DPRD, adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kota Tangerang.
6. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya
disingkat
SKPD
adalah
perangkat
daerah
yang
bertanggungjawab dan berwenang dalam melaksanakan
pengelolaan dan pemungutan retribusi daerah
7. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu di bidang
retribusi daerah sesuai dengan peraturan perundangundangan.
8. Badan adalah sekumpulan orang dan atau modal yang
merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha atau
tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas,
perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha
milik negara (BUMN), atau badan usaha milik daerah
(BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma,
kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan,perkumpulan,
yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau
organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya
termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.
4

Surat Ketetapan Retribusi Daerah. adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. yang selanjutnya disingkat STRD. 5 . yang selanjutnya disebut SKRDLB. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan data objek dan subjek Retribusi. Retribusi Daerah. 19. termasuk pemungut atau pemotong retribusi tertentu. Surat Setoran Retribusi Daerah. yang selanjutnya disingkat SSRD. 18. 13. Jasa Umum adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar. yang selanjutnya disebut Retribusi. dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi daerah dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi daerah. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data. penentuan besarnya Retribusi yang terutang sampai kegiatan penagihan Retribusi kepada Wajib Retribusi serta pengawasan penyetorannya. adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan kelebihan retribusi karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau seharusnya tidak terutang. fasilitas. 17. adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya jumlah pokok retribusi yang terutang. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. 15. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Kota Tangerang.9. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau badan yang menurut peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. yang selanjutnya disingkat SKRD. 14. Surat Tagihan Retribusi Daerah. keterangan. 11. adalah bukti pembayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas daerah melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Walikota. 16. 12. adalah Pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. 10.

c. Kesehatan dipungut Pasal 5 (1) Objek Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah pelayanan kesehatan di puskesmas. 21. Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat. Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. (2) Jenis Retribusi Jasa Umum selain yang diatur dalam Peraturan Daerah ini ditetapkan dengan Peraturan Daerah tersendiri yang berpedoman pada peraturan perundangundangan. Obyek dan Subyek Retribusi Pelayanan Kesehatan Pasal 4 Dengan nama Retribusi Pelayanan retribusi atas pelayanan kesehatan. pengobatan. rumah sakit umum daerah. Retribusi Retribusi Retribusi Retribusi Retribusi Retribusi Retribusi Pelayanan Kesehatan. Pengujian Kendaraan Bermotor. Pelayanan kesehatan dasar adalah pelayanan kesehatan minimal yang meliputi pemeriksaan. d. b. e. Penyidikan tindak pidana di bidang retribusi daerah adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang retribusi daerah yang terjadi serta menemukan tersangkanya. puskesmas pembantu. Bagian Kedua Retribusi Pelayanan Kesehatan Paragraf 1 Nama. puskesmas keliling. Pasal 3 Setiap jenis Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 digolongkan sebagai Retribusi Jasa Umum. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. BAB II RETRIBUSI JASA UMUM Bagian Kesatu Jenis Retribusi Jasa Umum Pasal 2 (1) Jenis Retribusi Jasa Umum dalam Peraturan Daerah ini meliputi : a. Pelayanan Tera/Tera Ulang. g.20. balai pengobatan. Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. 6 . f. Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus. tindakan dan pemeriksaan penunjang sederhana sesuai kemampuan UPTD Kesehatan Daerah serta UPTD Puskesmas dan jaringannya.

biaya bunga. Pasal 6 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan Kesehatan. dan frekuensi pelayanan kesehatan yang diberikan. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum Pelayanan Kesehatan. dan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. (2) Wajib Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan Peraturan Daerah ini diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. pelayanan kesehatan dasar. dan biaya modal. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan Pasal 9 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan ditetapkan dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. 7 .(2) Dikecualikan dari objek Retribusi pelayanan kesehatan adalah pelayanan pendaftaran. dan pihak swasta. (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. bahan atau peralatan yang digunakan. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur Dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan Pasal 8 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan. dan efektivitas pengendalian atas pelayanan kesehatan. (3) Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Retribusi Pelayanan Kesehatan Pasal 7 Tingkat penggunaan Jasa pada Retribusi Pelayanan Kesehatan diukur berdasarkan jenis pelayanan. aspek keadilan. Badan Usaha Milik Daerah BUMD). kemampuan masyarakat.

(2) Wajib Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan Peraturan Daerah ini diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat.Bagian Ketiga Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat Paragraf 1 Nama. pembakaran/pengabuan mayat. pembakaran/pengabuan mayat dan sewa tempat pemakaman atau pembakaran/pengabuan mayat yang diberikan. sewa tempat pemakaman atau pembakaran/pengabuan mayat yang dimiliki atau dikelola Pemerintah Daerah. pembakaran/pengabuan mayat dan sewa tempat pemakaman atau pembakaran/pengabuan mayat yang dimiliki atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pasal 11 Objek Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat adalah pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat yang meliputi : a. dan b. Pasal 12 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan penguburan/ pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan. 8 . pelayanan penguburan/pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat Pasal 13 Tingkat penggunaan Jasa pada Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat diukur berdasarkan jenis pelayanan penguburan/pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan. Obyek dan Subyek Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat Pasal 10 Dengan nama Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat dipungut retribusi atas pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat.

(3) Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. Obyek dan Subyek Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum Pasal 16 Dengan nama Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dipungut retribusi atas penyediaan pelayanan parkir di tepi jalan umum. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. Pasal 17 Objek Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum adalah penyediaan pelayanan parkir di tepi jalan umum yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan efektivitas pengendalian atas pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat. Pasal 18 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/ menikmati pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. dan biaya modal.Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur Dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat Pasal 14 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat Pasal 15 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat ditetapkan dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran II dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Bagian Keempat Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum Paragraf 1 Nama. aspek keadilan. (2) Wajib Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan Peraturan Daerah ini diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. kemampuan masyarakat. (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. biaya bunga. 9 .

Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum Pasal 19 Tingkat penggunaan Jasa pada Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum diukur berdasarkan jenis pelayanan parkir ditepi jalan umum yang diberikan. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur Dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum Pasal 20 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan. biaya bunga. Obyek dan Subyek Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Pasal 22 Dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor dipungut retribusi atas pelayanan pengujian kendaraan bermotor. dan biaya modal. (3) Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. termasuk kendaraan bermotor di air. kemampuan masyarakat. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Pasal 23 Objek Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor adalah pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. aspek keadilan. 10 . Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum Pasal 21 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum ditetapkan dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Bagian Kelima Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Paragraf 1 Nama. dan efektivitas pengendalian atas pelayanan parkir di tepi jalan umum.

termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor. kemampuan masyarakat. aspek keadilan. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur Dan Besarnya Tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Pasal 26 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan. Bagian Keenam Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Paragraf 1 Nama. dan biaya modal. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Pasal 25 Tingkat penggunaan Jasa pada Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor diukur berdasarkan jenis pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang diberikan. biaya bunga. (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. Obyek dan Subyek Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Pasal 28 Dengan nama Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran dipungut retribusi atas Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. dan efektivitas pengendalian atas pengujian kendaraan bermotor. (2) Wajib Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan Peraturan Daerah ini diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. (3) Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. 11 .Pasal 24 (1) Subjek Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Pasal 27 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor ditetapkan dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya.

biaya bunga. (3) Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. dan alat penyelamatan jiwa yang dimiliki dan/atau dipergunakan oleh masyarakat.Pasal 29 Objek Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran adalah pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran. dan biaya modal. 12 . (2) Wajib Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan Peraturan Daerah ini diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. dan alat penyelamatan jiwa yang dimiliki dan/atau dipergunakan oleh masyarakat. alat penanggulangan kebakaran. dan efektivitas pengendalian atas pemeriksaan alat pemadam kebakaran. alat penanggulangan kebakaran. kemampuan masyarakat. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Pasal 31 Tingkat penggunaan Jasa pada Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran diukur berdasarkan jenis dan frekuensi pemeriksaan alat pemadam kebakaran yang diberikan. dan alat penyelamatan jiwa oleh Pemerintah Daerah terhadap alat-alat pemadam kebakaran. Pasal 30 (1) Subjek Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/ menikmati pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran. dan alat penyelamatan jiwa dari Pemerintah Daerah terhadap alat-alat pemadam kebakaran. alat penanggulangan kebakaran. aspek keadilan. (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. alat penanggulangan kebakaran. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur Dan Besarnya Tarif Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Pasal 32 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan.

BUMD dan pihak swasta. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus Pasal 37 Tingkat penggunaan Jasa pada Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus diukur berdasarkan volume air kotor/tinja yang disedot. 13 . volume limbah tinja yang di kirim ke Instalasi Penyedotan Lumpur Tinja (IPLT) serta jarak tempuh ke lokasi penyedotan. Obyek dan Subyek Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus Pasal 34 Dengan nama Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus dipungut retribusi atas pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan kakus.Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Pasal 33 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran V dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Bagian Ketujuh Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus Paragraf 1 Nama. dimiliki dan/atau dikelola oleh BUMN. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum Pelayanan Penyedotan Kakus. (2) Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan kakus yang disediakan. Pasal 35 (1) Objek Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus adalah pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan kakus yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Pasal 36 (1) Subjek Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/ menikmati pelayanan Penyedotan Kakus. (2) Wajib Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan Peraturan Daerah ini diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi.

biaya bunga. Obyek dan Subyek Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Pasal 40 Dengan nama Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang dipungut retribusi atas pelayanan pengujian alat-alat ukur. Pasal 42 14 . pengujian barang dalam keadaan terbungkus yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. dan biaya modal. pengujian barang dalam keadaan terbungkus yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Bagian Kedelapan Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Paragraf 1 Nama. timbang dan perlengkapannya. (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. takar. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus Pasal 39 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus ditetapkan dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. dan b. takar. kemampuan masyarakat. dan efektivitas pengendalian atas pelayanan penyedotan kakus. aspek keadilan. pelayanan pengujian alat-alat ukur. Pasal 41 Objek Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang adalah : a. (3) Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. timbang. dan perlengkapannya. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya.Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur Dan Besarnya Tarif Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus Pasal 38 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan.

timbang. aspek keadilan.(1) Subjek Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan pengujian alat-alat ukur. kapasitas dan peralatan pengujian yang digunakan. 15 . BAB III PEMUNGUTAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Wilayah Pemungutan Pasal 46 Retribusi Daerah yang terutang dipungut di wilayah Daerah. (3) Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. dan perlengkapannya serta pengujian barang dalam keadaan terbungkus. dan biaya modal. kemampuan masyarakat. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur Dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Pasal 44 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Pasal 45 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang ditetapkan dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. karakteristik. jenis. (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Pasal 43 Tingkat penggunaan Jasa pada Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang diukur berdasarkan tingkat kesulitan. takar. biaya bunga. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum Pelayanan Tera/Tera Ulang. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. (2) Wajib Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan Peraturan Daerah ini diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tera/tera ulang.

dan kartu langganan. (5) Walikota dapat memberikan persetujuan kepada Wajib Retribusi untuk menunda pembayaran Retribusi sampai batas waktu yang ditentukan setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan dengan dikenakan bunga 2 % (dua persen) sebulan dari jumlah Retribusi. setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan. (2) Dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa karcis. kupon. diatur dengan Peraturan Walikota. Pasal 49 (1) Penagihan Retribusi terutang menggunakan STRD dan didahului dengan Surat Teguran. (4) Angsuran pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud ayat (3) harus dilakukan secara tertentu dan berturut-turut dengan dikenakan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan dari jumlah Retribusi yang belum atau kurang dibayar. (2) Tempat pembayaran Retribusi dilakukan di Kas Daerah atau tempat lain yang ditunjuk oleh Walikota. Angsuran dan Penundaan Pembayaran Pasal 47 (1) Penentuan pembayaran Retribusi yang terutang dilunasi sekaligus. Tempat Pembayaran. (2) Pengeluaran Surat Teguran/Peringatan/Surat lain yang sejenis sebagai awal tindakan pelaksanaan penagihan Retribusi dikeluarkan segera setelah 7 (tujuh) hari sejak jatuh tempo pembayaran. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan pemungutan Retribusi ditetapkan dengan Peraturan Walikota. (3) Walikota dapat memberikan persetujuan kepada wajib Retribusi untuk mengangsur Retribusi terutang dalam kurun waktu tertentu. (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan untuk dapat mengangsur dan menunda pembayaran serta tata cara pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud ayat (4) dan ayat (5). (3) Dalam hal Wajib Retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar. dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dari Retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. Bagian Ketiga Tata Cara Pemungutan dan Penagihan Pasal 48 (1) Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. 16 .Bagian Kedua Penentuan Pembayaran.

17 . (4) Keadaan di luar kekuasaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak atau kekuasaan wajib Retribusi. kecuali jika Wajib Retribusi tertentu dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. Pasal 52 (1) Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan dengan menerbitkan Surat Keputusan Keberatan. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi Wajib Retribusi. (5) Tata cara penagihan dan penerbitan surat teguran/ peringatan/surat lain yang sejenis diatur dengan Peraturan Walikota.(3) Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal surat Teguran/Peringatan/Surat lain yang sejenis. (2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasan-alasan yang jelas. Bagian Kelima Keberatan Pasal 51 (1) Wajib Retribusi tertentu dapat mengajukan keberatan hanya kepada Walikota atau pejabat yang ditunjuk atas SKRD atau dokumen yang dipersamakan. (2) Ketentuan mengenai alokasi pemanfaatan penerimaan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Daerah. bahwa keberatan yang diajukan harus diberi keputusan oleh Walikota. (4) SuratTeguran/Peringatan/Surat lain yang sejenis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh Pejabat yang ditunjuk. (5) Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar Retribusi dan pelaksanaan penagihan Retribusi. wajib Retribusi harus melunasi Retribusinya yang terutang. Bagian Keempat Pemanfaatan Pasal 50 (1) Pemanfaatan dari penerimaan masing-masing jenis Retribusi diutamakan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pelayanan yang bersangkutan. (3) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SKRD diterbitkan.

(5) Pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Walikota. permohonan pengembalian pembayaran Retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1(satu) bulan. (2) Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan. atau menambah besarnya Retribusi yang terutang. 18 . (3) Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Walikota tidak memberikan suatu keputusan. kelebihan pembayaran Retribusi dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan untuk paling lama 12 (dua belas) bulan. menolak. harus memberikan keputusan. Walikota memberikan imbalan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran Retribusi. (4) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah lewat dan Walikota tidak memberi keputusan. keberatan yang diajukan tersebut dianggap dikabulkan. (4) Apabila Wajib Retribusi mempunyai utang Retribusi lainnya. BAB IV PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN Pasal 54 (1) Atas kelebihan pembayaran Retribusi. kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu utang Retribusi tersebut. (7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota.(3) Keputusan Walikota atas keberatan dapat berupa menerima seluruhnya atau sebagian. (6) Jika pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi dilakukan setelah lewat 2 (dua) bulan. Pasal 53 (1) Jika pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya. (2) Imbalan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung sejak bulan pelunasan sampai dengan diterbitkannya SKRDLB. sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(4) Pengakuan utang Retribusi secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b adalah Wajib Retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang Retribusi dan belum melunasi kepada Pemerintah Daerah. atau b. dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan objek Retribusi yang terutang. kecuali apabila Wajib Retribusi melakukan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah. kedaluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal penyampaian Surat Teguran tersebut. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. (2) Walikota menetapkan Keputusan Penghapusan Piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (5) Pengakuan utang Retribusi secara tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat diketahui dari pengajuan permohonan angsuran atau penundaan pembayaran dan permohonan keberatan oleh Wajib Retribusi. 19 . baik langsung maupun tidak langsung. (2) Kedaluwarsa penagihan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh jika : a. (2) Wajib Retribusi yang diperiksa wajib : a. Pasal 56 (1) Piutang Retribusi yang tidak mungkin ditagih lagi karena hak untuk melakukan penagihan sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan. ada pengakuan utang Retribusi dari Wajib Retribusi.BAB V KEDALUWARSA PENAGIHAN Pasal 55 (1) Hak untuk melakukan penagihan Retribusi menjadi kedaluwarsa setelah melampaui 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya Retribusi. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penghapusan Piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa diatur dengan Peraturan Walikota. (3) Dalam hal diterbitkan Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. diterbitkan Surat Teguran. BAB VI PEMERIKSAAN Pasal 57 (1) Walikota berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban Retribusi Daerah dalam rangka melaksanakan peraturan perundang-undangan Retribusi Daerah.

(2) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang Retribusi agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas. BAB VIII KETENTUAN PENYIDIKAN Pasal 59 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi. dan/atau c. mencari. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau Badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang Retribusi. memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap perlu dan memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. memberikan keterangan yang diperlukan. c. meneliti. b. 20 . mencari. sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Hukum Acara Pidana. dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana Retribusi. (2) Peninjauan tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian. BAB VII PENINJAUAN KEMBALI TARIF RETRIBUSI Pasal 58 (1) Tarif Retribusi ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sekali. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penetapan tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Walikota. (3) Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah : a.b. menerima. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemeriksaan Retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. mengumpulkan.

BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 61 Pada saat Peraturan Daerah ini berlaku. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan. Retribusi yang masih terutang berdasarkan Peraturan Daerah ini mengenai jenis Retribusi Jasa Umum. g. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana. menyuruh berhenti dan/atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang. dan/atau k. memeriksa buku. e. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. h. yang berkaitan dengan tindak i. 21 . merupakan penerimaan negara. (4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia. pencatatan. sepanjang tidak diatur dalam Peraturan Daerah ini masih dapat ditagih selama jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak saat terutang. memotret seseorang pidana Retribusi. j. benda. Pasal 60 Denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59. dan dokumen lain. melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. catatan. menghentikan penyidikan. dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang Retribusi.d. f. dan/atau dokumen yang dibawa. memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. BAB IX KETENTUAN PIDANA Pasal 59 Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar.

kecuali khusus Retribusi Pelayanan Kesehatan diberlakukan paling lambat 1 April 2012 dan Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang diberlakukan paling lambat 1 Januari Tahun 2014. maka : 1. 2. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Ijin Pembuangan Limbah Cair (Lembaran Daerah Kota Tangerang Tahun 2003 Nomor dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 10 Tahun 2000 tentang Retribusi Penyedotan dan Penggunaan Fasilitas Pengolahan Lumpur Tinja. 22 . Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang Nomor 36 Tahun 1995 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dalam Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang. Pasal 63 (1) Peraturan Walikota yang mengatur pelaksanaan atas Peraturan Daerah ini ditetapkan paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Daerah ini berlaku. Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2000 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor sebagaimana telah diubah Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2000 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor.BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 62 Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pelayanan Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pelayanan Kesehatan. 5. Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2000 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat. (2) Dikecualikan dari ketentuan ayat (1) adalah Peraturan Walikota yang mengatur tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan dan Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang ditetapkan paling lambat 1 (satu) tahun sejak diberlakukan. Pasal 64 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2012. 6. 4. 3.

memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Tangerang. HARRY MULYA ZEIN LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG TAHUN 2011 NOMOR 16 23 . Capt/Ttd H. Cap/Ttd H. Ditetapkan di: Tangerang pada tanggal : 30 Desember 2011 WALIKOTA TANGERANG. M. WAHIDIN HALIM Diundangkan di pada tanggal : Tangerang : 30 Desember 2011 SEKRETARIS DAERAH KOTA TANGERANG.Agar setiap orang mengetahuinya.

25. 5. 10.- Rp. /kunjungan Rp. Pemeriksaan kesehatan untuk calon jemaahhaji Tahap I (di Puskesmas) ……………………………………….- Rp. /kunjungan 4) Metafetamin . serologi dan urine : 1) Pemeriksaan Darah a) Laju endap darah ………………….000.000.……………………….000. tinja..………………………. 25. 25.…………………………………………………. Pemeriksaan kesehatan untuk pegawai …………………….………………………. 5. 25. Pemeriksaan kesehatan untuk umum ……………………….- Rp. /kunjungan f) Retokulocyte ………………………………………………. 5. Tarif Retribusi pada UPTD Puskesmas dan UPTD Kesehatan Daerah Tarif retribusi pengujian kesehatan : a.000. 25.000.……………………….000.000.……………………. Pemeriksaan luar jenazah (untuk surat keterangan Kematian ) ……………………………….Rp.- b. /kunjungan b) Hematokrit ………………………………………………….000.…………………………………………………… /kunjungan 5) BZO …………………………………….000. Pemeriksaan kesehatan untuk calon pengantin …………… /kunjungan e. 10. Tarif retribusi pemeriksaan darah.000. 15.000. 25.- Rp. Pemeriksaan kesehatan untuk melanjutkan pendidikan. 15.……………………….……………………………. 11.Rp.Rp.- Rp. 25.000. /kunjungan 2.- Rp.. 5.. Pemeriksaan kesehatan untuk kepentingan perusahaan Asuransi jiwa bagi calon pemegang polis …………………… /kunjungan d. Tarif retribusi pemeriksaan narkoba : 1) THC …………………………………….- . 15.Rp. /kunjungan e) Leukocyte ……….………………………. Tarif Retribusi pada UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah : a.. dan SIM ………………………………… /kunjungan f..000.000.000. /kunjungan 22 Rp. /kunjungan 2) Morfin …………………………………………………………… /kunjungan 3) Amfetamin .000.000. 5.. 5.000. /kunjungan g) Hitungan jenis leukocyte ………….- Rp.000.-/ Rp.……………………….- Rp. Pemeriksaan kesehatan untuk anak sekolah ……………… /kunjungan c.- Rp.Rp. mikrobiologi. /kunjungan g.LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM PELAYANAN KESEHATAN 1.Rp.……………….Rp. Melamar pekerjaan.………………….000. /kunjungan h.- Rp. 5. kunjungan b. /kunjungan d) Eritrocyte . /kunjungan c) HB (Haemoglobin) .

Rp. 13.. 30.Rp.………………………..………………………………………………...……………………………………….000.- Rp. /kunjungan m) Golongan darah …………………. 7. /kunjungan b) Nesseria .000.……. 10.……….000.………………………………………………….…………. /kunjungan b) Tes kehamilan …………………………………………….000. /kunjungan n) Asam urat …………………………………………………. 10.……………………….…………….- 5) Pemeriksaan Urine a) Urine rutin (makropis PH protein reduksi ….………………………………………. 10. 10.………………….. Rp. /kunjungan r) Triglyceride ……………………………………………….Rp.000..000.Rp. /kunjungan c) Diphteria …………..000. 10.Rp.- 3) Pemeriksaan tinja : . /kunjungan Rp. /kunjungan Rp.000. 10.000. 13. 10. /kunjungan i) Gula darah ………………………….……………. 6. 10.Rp.000. /kunjungan o) Creatinin ……….000.000.………………………... /kunjungan e) Candida ….- Rp. 13.Rp.Rp.Rp. /kunjungan l) Masa pembekuan …………………………………………. 10. /kunjungan p) Ureum …………….Rp. /kunjungan w) Albumin/globulin …………………. /kunjungan t) SGPT ………………….h) Trombocyte .Rp.000.………………. mikrokopis) …. 10. /kunjungan s) SGOT …………….- Rp..Rp.000. 5..000.Rp.Rutin (makrokopis.Rp.………………………. 13.000.- Rp.………………………………………. 15.……………………….………………………..Rp. 10.000. 10../kunjungan 23 .……………………….Rp...………………………. /kunjungan q) Cholesterol ………………….……………………….. /kunjungan 2) Pemeriksaan mikrobiologi : a) Batang tanah asam ………………..………………………./kunjungan b) Asam asto asetat …………………………………………. /kunjungan k) Masa pendarahan ….………………………. 10.000.000. /kunjungan u) Bilirubin total ……………………………………………. /kunjungan d) Gram ………………………………………………………. /kunjungan v) Protein total …….000...000..………………………………………….…………. Rp. 10. /kunjungan j) Malaria ….………………….000...000./kunjungan 4) Pemeriksaan Serologi : a) Tes widal ……………….000.Rp.……. 5. 15.Rp.……………………….000.000. 10.

000.000.………………………. 25..……………………….. /kunjungan g) Klorida .…………………… /kunjungan k) PH ……………………………….000.- Rp.000.000..……………………….…………………………………………….Rp.Rp.000.……………………. Pemeriksaan Air bersih : 1) Fisika : a) Warna ……………………………….- Rp..000. /kunjungan b. /kunjungan d) Nitrit ………….…………………….Rp.- Rp.000.000. 2. 80.- Rp. /kunjungan m) Sulfat …………. /kunjungan i) Besi …………………………………………………………. 3. /kunjungan d) Kekeruhan …………………………………………………. 40.………………………. /kunjungan c) Nitrat ………….Rp.…………………………………………….000.……..000. 15.- Rp. /kunjungan e) TDS ….- Rp.………………. 5..……………………….- Rp. /kunjungan 2) Kimia : a) Tembaga ………………………….………………………. 15.…….……………………….3..………………………… /kunjungan l) Seng .………………………. 3.000..Rp. /kunjungan c) Suhu ………….……………………….- Rp.- Rp. /kunjungan 2) Kimia : a) Besi ………………………….000.…………………………………………….………………………………………. /kunjungan b) Rasa dan bau . /kunjungan b) Rasa dan bau .……………………….000. 8...000.Rp. 3.- Rp..………………………. 20.000.………………….000.- ..000.Rp. /kunjungan f) Aluminium ………………………………..- Rp. /kunjungan d) Kekeruhan …………………………………………………. Pemeriksaan air minum : 1) Fisika : a) Warna ………………………………. 9.………………………. 2. /kunjungan e) TDS …. /kunjungan 24 Rp.000.………….……. 10. /kunjungan c) Suhu …………. 41. 9...000.…………………….……………………….- Rp.……………………….. 11.Rp.000.……………………… /kunjungan n) Bakteriologis ……………………………………………….…………………….- Rp..000..- Rp. /kunjungan e) Ammonia …. 6... /kunjungan b) Flourida . Tarif retribusi pemeriksaan kualitas lingkungan : a.- Rp. 3. /kunjungan h) Kesadahan ………….……………………. 5.000. 8. 5. /kunjungan j) Mangan ….000.000. 5.. 11.…………………………………………………….Rp.……………………………………………………….

.Rp..000. 42. /kunjungan 2) Kimia : a) Aluminium . /kunjungan c) COD ………….000. /kunjungan e) PO4 …. 15.000.…………………………..………………………..…………………….………………. 11.000.. 25. Rp. 85..- Rp.Rp.…….……………. 9.... Rp..………………………...……………………….000.………………………..Rp..- 3.000.. /kunjungan c) Tembaga …………..……………………………………….……………………………………….000. /kunjungan b) PH . /kunjungan d) DO …………. 6.……….Suhu ………….000.- Rp. /kunjungan m) Bakteriologis ……………………………………………….000.…………………….- ...…………………………………………….- Rp. 9.………………………..Rp. /kunjungan i) Zat organik ………………………………………………….Rp..…………………………………………….Rp. /kunjungan b) TSS .000. /kunjungan f) NH3 bebas ……………………………….……………………….…………………..000.000. 9.. 42.………………….……………………….…………………..……….- Rp. /kunjungan e) Sisa klor ………….000. 40.Rp. /kunjungan 2) Kimia : a) PH ……….…………………….b) Sulfat .000.Suhu …………..- Rp.……………………………………………….- c. /kunjungan f) Mangan ……….…….000.. Pemeriksaan Air Limbah Rumah Sakit : 1) Fisika : . 80.……………………….……………….…………. /kunjungan Rp.…………………….………………….000.000.……………………….000.- d. 10.……………………….. /kunjungan d) BOD …………. /kunjungan e) PH …..000.………………………………………. /kunjungan g) Kesadahan ..…………………………………………….000. /kunjungan 9. /kunjungan d) Nitrit ………….………………………….…….. 5. /kunjungan c) Nitrat ………….- Rp.- Rp.Rp.……………………….………………………… /kunjungan l) Flourida ……………………………………………………. 30.- 25 3.000. 25.…………. /kunjungan h) Klorida ……………….Rp. 20. 20.Rp.…………………… /kunjungan k) Kromium valensi 6 ………………. 5.Rp. Pemeriksaan air kolam renang : 1) Fisika : .000. Rp.000. 41.000. Rp.…………………….- Rp.…………………….000. /kunjungan j) Seng …. 11.. /kunjungan 9.- Rp.……………….

…………………….…../kunjungan e) Siklamat …………..000.…………………… Rp.000. 135. Rp.……………………. 200..………………….f) Bakteriolgis ……………………………….…………………. 250.…………………….…………………… Rp. 250..000.…………………….…. 150./kunjungan c) Pewarna …………. Rp.…………………….. 130.………….……………………..000.…………………….. Rp. Rp..000.…………………… Rp.…………………… Rp./kunjungan d) Natrium sakaine ….. 125. Rp./kunjungan f) Benzoate …………. 130.. Rp.…………………….000../kunjungan g) Zat gizi …………. 600.……………………….000.……………………………………….…………………….……………………………………….000. 150.000. 250. 250.……………………. 80.. Rp. Rp.. Minuman : 1) Kimia : a) Formalin ………….000../kunjungan h) Residu pestisida/parameter …………….…………………./kunjungan 2) Mikrobiologi : a) ALT .000.…………………….…………………./kunjungan f) Benzoate ………….000./kunjungan c) Pewarna ………….000.000.………………… Rp.……………………. Rp./kunjungan 2) Mikrobiologi : a) ALT .…………………….……………………./kunjungan b) Kapang khamir .…………. 140..…………………… Rp.000.………..……………………. Rp.. 125. Rp./kunjungan b. Rp..…………………….000..…………………. Rp./kunjungan c) E Coli ……. 135.000.……………………. 170./kunjungan 4..000.……………………….000.000.…………………… Rp. 140./kunjungan b) Boraks …………./kunjungan b) Boraks …………. Makanan : 1) Kimia : a) Formalin …………../kunjungan c) E Coli …….………………….... Rp.……………………. Rp../kunjungan 26 .………………….000.……………………./kunjungan g) Analisis lemak …. Tarif retribusi pemeriksaan analisis kimia makanan dan minuman : a.000.………./kunjungan d) Natrium sakaine ….……………………../kunjungan b) Kapang khamir . 250.…………………….……………………. 250./kunjungan e) Siklamat …………. 250. 170.

/kunjungan 2) E Coli ………….Rp..………………………… /kunjungan 3) Salmonela ………….000..000..……………………. 250.Rp.…………………… /kunjungan 4) ALT ….…………………….……………………. 250.- WALIKOTA TANGERANG. Cap/ttd H..……………… /kunjungan Rp.Rp. Catering/Jasa boga : 1) Zat gizi ………….……………………….000.000.c. 200. 250.000.……………………..…………………………………… /kunjungan 5) Kapang khamir ………….……………………. WAHIDIN HALIM 27 .Rp. 375.

- Pelayanan penguburan/pemakaman mayat Rp. 5 Tahun Pertama b. 5. 3 tahun kedua c.50. 5. 9.- Perpanjangan (Her-Registrasi) penggunaan tanah makam a.Rp. 5 Tahun Ketiga d. 4.000. 8. 1. 7.25. 3 tahun ketiga d. 3 tahun kelima 10 % dari RAB yang dilaksanakan 25% dari angka 1 lampiran ini 25% dari Retribusi Pertama 35% dari Retribusi Pertama 50% dari Retribusi Pertama 75% dari Retribusi Pertama 100% dari Retribusi Pertama Perpanjangan (Her-Registerasi) Bangunan Makam (Pusaran) pada TPU a. Luar kota di luar BBM 25% dari Retribusi Pertama 35% dari Retribusi Pertama 50% dari Retribusi Pertama 75% dari Retribusi Pertama 100% dari Retribusi Pertama Berdasarkan Retribusi yang tercantum dalam angka 1 lampiran ini Berdasarkan Retribusi yang tercantum dalam angka 4 lampiran ini Rp.- Bagi keluarga tidak mampu tidak dikenakan biaya tarif retribusi Bangunan makam (pusaran) pada TPU jangka waktu 5 Tahun Pemakaman mayat tumpangan ditetapkan - Penyediaan/pemakaian tanah makam cadangan pertahun Rp. 3 tahun pertama b.Rp. 2. 3. 6. 5 Tahun Kedua c. 5 Tahun Kelima Penggunaan mobil jenazah dan kelengkapannya untuk : a. 5 Tahun Keempat e. 1 1.000. 3 tahun keempat e.000. Untuk 1 Km berikutnya c.0. WAHIDIN HALIM 28 .000.000/Km WALIKOTA TANGERANG. JENIS PENERIMAAN DAERAH 2 Penggunaan tanah makam untuk jangka waktu 3 Tahun dengan biaya yang telah ditentukan BESARAN TARIF 3 KET 4 Rp. Dalam Kota 5 Km Pertama b.LAMPIRAN II PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM RETRIBUSI PELAYANAN PEMAKAMAN DAN PENGABUAN MAYAT NO.100. Cap/ttd H.

-/satu kali parkir . Cap/ttd H.000.Kendaraan bermotor roda 4 Rp.000. WAHIDIN HALIM 29 .Kendaraan bermotor lebih dari roda 4 Rp.000.-/satu kali parkir .2.-/satu kali parkir WALIKOTA TANGERANG.LAMPIRAN III PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM JENIS PENERIMAAN DAERAH 1 LAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM : BESARAN TARIF KET 2 3 .Kendaraan bermotor roda 2 Rp.1.3.

000. 60.LAMPIRAN IV PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR 1.-/kendaraan/bln 40. Mobil penumpang c. 90. Penggantian Tanda Uji rusak/hilang Rp. Penggantian Buku Uji habis pakai b.-/kendaraan Rp. Sepeda Motor b.-/kendaraan 2. Layanan Penggantian Buku dan Tanda Uji a.-/kendaraan Rp.000.-/kendaraan Rp. 10. 80. 50. Layanan Pengujian Berkala Kedua dan seterusnya (termasuk pemberian tanda uji dan tanda samping) a.000.000.-/kendaraan 3.-/kendaraan 50. 50.000.-/kendaraan 50. Mobil Barang 1) Ringan (JBB : s/d 3500) 2) Sedang (JBB : 3501 s/d 8500) 3) Berat (JBB : > 8500) 4) Traktor Head 5) Kereta Tempelan/Gandengan Rp. Penggantian Buku Uji rusak/hilang c.-/kendaraan Rp.000. 90.-/buku Rp.-/kendaraan 50.000. Rp.000. Keterlambatan pengujian berkala seluruh jenis kendaraan Rp.-/kendaraan Rp.-/kendaraan Rp.-/kendaraan Rp.000.000.-/kendaraan Rp.-/kendaraan . 75. Rp. Layanan Penilaian Teknis Kondisi Kendaraan a. 50.000.-/kendaraan Rp. Rp. Mobil Barang 1) Ringan (JBB : s/d 3500) 2) Sedang (JBB : 3501 s/d 8500) 3) Berat (JBB : > 8500 4) Traktor Head 5) Kereta Tempelan/Gandengan Rp.-/kendaraan Rp.-/tanda uji 4. Mobil penumpang umum (Taxi/sejenis) b.000. Rp.-/buku Rp.000.000.000.000.000. Mobil penumpang umum (Taxi/sejenis) b. 40.000. 25. 80.000.000.000.-/kendaraan Rp. Mobil Bus 1) Kecil (Minibus berupa Angkot/L300/sejenis) 2) Sedang (Mikrobus berupa Elf/Metromini/sejenis) 3) Besar (Bus besar standar atau lebih) c.-/kendaraan Rp. Layanan Pengujian Pertama Kali (termasuk pemberian Tanda Uji.000.000.-/kendaraan 60. Tanda Samping dan buku uji) a. 100.000.-/kendaraan Rp.000. 75.-/kendaraan Rp. Mobil Bus 1) Kecil (Minibus berupa Angkot/L300/sejenis) 2) Sedang (Mikrobus berupa Elf/Metromini/sejenis) 3) Besar (Bus besar standar atau lebih) Rp. Layanan Pengujian Emisi Gas Buang Mobil penumpang (sedan/jeep/sejenisnya) 5. 100.000. Mobil Bus 1) Kecil (Minibus /sejenis) 2) Sedang (Mikrobus /sejenis) 3) Besar (Bus besar standar atau lebih) 30 Rp. 10. 50. d.-/kendaraan Rp. 35. 50. 60. 75.-/kendaraan Rp.000. 10.000.-/kendaraan c. 75.

-/kendaraan 50.-/kendaraan 30. Rp.d. Mobil Barang 1) Ringan (JBB : s/d 3500) 2) Ringan (JBB : 3501 s/d 8500) 3) Ringan (JBB : > 8500 4) Traktor Head 5) Kereta Tempelan/Gandengan Rp.-/kendaraan WALIKOTA TANGERANG. WAHIDIN HALIM 31 . Kendaraan Khusus Rp.-/kendaraan 50.000. e. Rp. Rp.000. 100.-/kendaraan 75. Cap/ttd H.000.000.000.000.-/kendaraan 40. Rp.

5.-/m2 25. 5. Pemeriksaan Alat Pemadam Jenis Hidrant kebakaran 3.-/m2 9.000.000. 50.-/m2 Rp.buah Rp.-/buah Rp.000 cfm 7. Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran : a. Rp. 2.000. 500.000 m2 d..-/buah Rp.-/m2 20. 2. Rp. 500.-/m2 45.001 m2 s/d 40. Lebih dari 10. 5.-/buah Rp. Dengan motor b.-/m2 b.000.LAMPIRAN V PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN 1. 1 m2 s/d 2.000.-/buah Rp. 10. jenis Hallon/Alternatif pengganti Hallon 1) s/d 6 kg 2) lebih besar dari 6 kg 5. 5. 2.-/buah Rp. 50.-/buah Rp.000 cfm b.-/buah Rp. 20.-/titik/th Rp.000.000 m2 f.000. Rp. 2.-/buah Rp.000. Berdasarkan jumlah peralatan yang dipasang Rp. Pemeriksaan Alat Penahan Api (Fire Dumper) a.500. Pemeriksaan Kipas Angin bertekanan a.-/m2 Rp.-/m2 35. Pemeriksaan Visual Bangunan a. 25.001 m2 s/d 5. 5. 2. Rp.000 m2 e. 10.-/titik/th Rp. 2.000 cfm c.-/buah Rp.-/m2 WALIKOTA TANGERANG. 5.-/buah Rp.000.000 m2 Rp.-/buah Rp. jenis CO2 (Karbondioksida) 1) s/d 6 kg 2) lebih besar dari 6 kg 60. 2. Cap/ttd H.500. jenis Air bertekanan 1) s/d 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter b.500. 5. WAHIDIN HALIM 32 .500. Rp. jenis Busa 1) s/d 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter c. Sambungan lebur 6.001 m2 s/d 20. Berdasarkan luas lantai Rp.000.000. Pemeriksaan instalasi lain yang belum termasuk dalam butir 1 s/d 8 a.500. 15.000 m2 c. 25. Pemeriksaan Alat Pemadam Jenis Pemercik (Springkler) 4.500.001 m2 s/d 10. 5.000 m2 b. jenis Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical) 1) s/d 6 kg 2) lebih besar dari 6 kg d.001 cfm s/d 10. 2.-/buah Rp.-/buah Rp.-/buah e. Pemeriksaan Fire Alarm 8.000. Lebih dari 40. 7. 1 s/d 7. Pemeriksaan Instalasi pemadaman khusus Rp.-/m2 15.

. Lembaga Sosial dan sejenisnya biaya sebesar..Rp.... Lembaga Pendidikan................000.000..........per truck tinja dengan maksimum 3 (tiga) m3 Instansi Pemerintah Kota Tangerang....per truck tinja dengan maksimum 3 (tiga) m3 Setiap kelebihan dari 3 (tiga) m3 dikenakan retribusi tambahan Rp.. Rumah Tinggal  Rumah mewah/real estate....000............-/m3 2. Klasifikasi besarnya tarif retribusi penyediaan fasilitas kolam Oksidasi ditetapkan sebagai berikut : a..... 15........... Kantor Pemerintahan................ 15.... Asrama...... Lembaga Sosial dan sejenisnya biaya sebesar.... Lembaga Sosial dan sejenisnya dikenakan biaya sebesar......Rp................ 20..000......... 5.. industri dan tempat lainnya yang sejenis dikenakan biaya sebesar.....Rp....-/bulan  Perumnas/Rumah Tinggal lainnya.-/bulan 4..... 2..500......Rp....... Kantor swasta.....-/bulan b....... 10...........Rp. Toko...LAMPIRAN VI PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM RETRIBUSI PENYEDIAAN DAN/ATAU PENYEDOTAN KAKUS 1....000.... 7.........Rp.......000................000...000.. 50......-/m3  Perumnas/Rumah Tinggal lainnya....... Kantor swasta. 20..... 7... Penyedotan tinja di dalam Kota a... Setiap penyedotan kurang dari 1 (satu) m3 dihitung menjadi 1 (satu) m3 WALIKOTA TANGERANG.-/bulan  Rumah KPR/BTN..........Rp........Rp.... Kantor Pemerintahan....-/m3  Rumah KPR/BTN..Rp.000.... Lembaga Pendidikan...Rp........... 7......-/m3 c...-/m3 b.... Lembaga Pendidikan......500. Cap/ttd H...........-/m3 3......Rp........ Asrama. Toko dan tempat usaha dan sejenisnya lainnya dikenakan biaya sebesar... Toko dan tempat usaha dan sejenisnya lainnya dikenakan biaya sebesar............................-/bulan c.........Rp..000.......500. Kantor swasta...Rp....... WAHIDIN HALIM 33 ......-/bulan c....Rp...000........ Rumah Tinggal  Rumah Mewah/real estate..... Kantor Pemerintah... 5.-/bulan  Perumnas/Rumah Tinggal lainnya.500.....000...-/bulan  Rumah KPR/BTN....Rp.-/bulan 5..500..000...............Rp......... 7............. Setiap pembuangan tinja ke instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja dikenakan retribusi :    Swasta dan Badan Hukum di luar Pemerintah Kota Tangerang Rp.. Klasifikasi besarnya tarif retribusi penyediaan fasilitas IPAL ditetapkan sebagai berikut : a..... 60.. 5. Rumah Tinggal  Rumah Mewah/real estate.....-/bulan b......... 40........ 75.. 10.. Asrama.

2.2.- - c. setiap kL c) Selebihnya dari 1000 kL sampai dengan 2000 kL.25.000.6.000.25. ALAT UKUR PERMUKAAN (LEVEL GAUGE) a.400.000.000.000.2. Lebih dan 2 m sampai dengan 10 m 1) Tongkat duga buah 5.000.30.- 50. Sampai dengan 2 m 1) Meter dengan Pegangan 2) Meter meja dari bahan logam 3) Meter Saku Baja 4) Salib Ukur 5) Gauge Block 6) Micrometer 7) Jangka Sorong buah buah buah buah buah buah buah 1.5.500.000.000.000. Lebih dari 25 L TANGKI UKUR TETAP a. 1 .150.000.000.000. 12.500.- CAIRAN TAKARAN (BASAH/KERING) a.000.6.000.- - 100.6.- - 500.- - 100.- - b.6.000.- - buah 10.2.4. 500.000.000-. 12.20. BIAYA PENGUJIAN A.000. setiap kL 34 .- - 2) Meter Saku Baja 3) Ban Ukur kundang depth tape 4) Alat ukur tinggi orang 5) Komparator buah buah buah buah 2.000. - 2. Sampai dengan 2L b.000.000. UTTP UKURAN PANJANG a. RETRIBUSI PELAYANAN TERA/TERA ULANG No.500. ALAT UKUR PANJANG DENGAN ALAT HITUNG (COUNTER METER) 3. Elektronik 4. 3 Tera Tera Ulang Pengujian Penjustir Pengujian/ Penjustiran / an Pengesaha Pengesah n an/Pemba talan 4 5 6 7 - 10.- - 100.LAMPIRAN VII PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM H.10.500.150. 1. - buah buah 5.000.000.- - buah 100.- buah buah 50.- buah buah buah 200. 5.000.000.000.2. - 1. 100. Jenis Retribusi Satuan 2 I. Bentuk Silinder Tegak 1) Sampai dari 500 kL 2) Lebih dari 500 kL dihitung sbb: a) 500 kL pertama b) Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1000 kL. 30.000.000.000. Mekanik b.- - buah buah 100.500.400. 5.000.000. biaya pada huruf b angka ini ditambah untuk setiap 10 m atau bagian atas : 1) Ban Ukur Depth tape 2) Komparator 2.- - 200.000.1. 5.1.- - 2. Lebih dari 10 m. Lebih dari 2 L sampai 25 L c.2. 100.000.- - buah 100.000.500.000.5.000.

- - 100. Meter bahan bakar minyak 35 .- - 10.000.000. DENSIMETER buah 6. setiap kL d) Selebihnya dari 2000 kL sampai dengan 10.- - 14 ALAT UKUR SUDUT buah 5. setiap kL c) Selebihnya dari 1000 kL sampai dengan 2000 kL.- - 20.- - 50.2.000 kL sampai dengan 20.- - buah 100.000.000 kL.Labu ukur.000 kL. 7.20.000 kL.000. buret dan pipet b.000.000.000 kL sampai dengan 20.- - buah 20. ALAT UKUR LUAS buah 5.- - 100. METER TAKSI buah 10.- - buah buah 20.000.sampai dengan 50 L b.000 kL setiap kL Bagian-bagian dari kL dihitung satu kL b.- - buah 50. setiap kL f) Selebihnya dari 20.200.- - 200.- - buah 30- - 30- - buah 200.000.000.000.250.- - 30.40.d) Selebihnya dari 2000 kL sampai dengan 10.200.250.000.000.000.- - 20. TANGKI UKUR GERAK a.000.- - 10.- - 150.10.000.- - 13.- - 150.Belas ukur BEJANA UKUR a.Tangki ukur mobil dan tangki ukur wagon 1) Kapasitas sampai dengan 5 kL 2) Lebih dari 5 kL dihitung sbb : a) 5 kL pertama b) Selebihnya dari 5 Kl setiap kL Bagian-bagian dari kL dihitung satu kL ALAT UKUR DARI GELAS a. Bentuk Silinder datar 1) Sampai dengan 500 kL 2) Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a) 500 kL pertama b) Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1000 kL. THERMOMETER buah 6.- - 12. 8.- - buah buah 10. setiap kL e)Selebihnya dari 10.- - buah 20. setiap kL f) Selebihnya dari 20.000.- - buah 150.Lebih dari 50 L sampai dengan 200 L c.2.000.- - 80.40.Bentuk bola dan Speroidal 1) Sampai dengan 500 kL 2) Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a) 500 kL pertama b) Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1000 kL.20.- - 200.- - 100.- - buah buah 200.000.6.000.000.000 kL. VISKOMETER buah 6.- - 30.000 kL setiap kL Bagian-bagian dari kL dihitung satu kL c.000.- - - 9.Lebih dari 200 L sampai dengan 500 L d.- - 11.Lebih dari 1000 L biaya pada huruf d angka ini ditambah tiap 1000 L Bagian-bagian dari 1000 L dihitung 1000 L buah 80.- - 150.000 - 15 ALAT UKUR CAIRAN MINYAK a.30.000. setiap kL e) Selebihnya dari 10. setiap kL 6.Lebih dari 500 L sampai dengan 1000L e.- - buah buah buah buah buah 10.000.000.000.000.- - buah 150.000.- - buah buah 150.000.000.10.- - 100.000.30.000.- - buah 30.000.- - 200.000.- - 200.- - 20.

000. Selebihnya dari 500 m3/h setiap m3/h Bagian-Bagian dari m3/h dihitung satu m3/h a.- 400. Selebihnya dari 500 m3/h s/d 1000 m3/h.- - 2.- 40.- - 2. setiap m3/h c.- 800.20.000. Meter induk untuk setiap media uji 1) Sampai dengan 25 m3/h 2) Lebih dari 25 m3/h dihitung sbb : a. setiap m3/h e.000.a.- - 10.000.000. setiap m3/h d.- 20.- 20.- 10.- 800.000.1.- 200.2.- 10.000.- buah 50.- 800.000. Meter Kerja 1)Sampai dengan 50 m3/h 2)Lebih dari 50 m3/h dihitung sbb : a.- 10.- - 5. setiap m3/h d.- 200. setiap m3/h c. setiap m3/h c.Meter Kerja 1) Untuk setiap jenis media uji s/d 15 m3/h 2) Lebih dari 15 m3/h dihitung sbb : a.- 40.000.100.100.- buah 1.000.000. Selebihnya dari 1000 m3/h setiap 2000 m3/h e.000.- buah 40.- 100.000.000.- 6.- - buah buah 2. Selebihnya dari 100 m3/h s/d 500 m3/h.600.- 10. Selebihnya dari 500 m3/h setiap m3/h buah 40. 50 m3/h pertama b.000.- - buah 5.000.000.000.000. setiap m3/h d.600.- 10.- 6.- 12.- buah buah 20. 25 m3/h pertama b.- buah 2.000.Pompa Ukur Untuk setiap badan ukur 16 ALAT UKUR GAS a.50. Selebihnya dari 2000 m3/h dihitung setiap m3/h Bagian-Bagian dari m3/h dihitung satu m3/h 36 .000.000. 100 m3/h pertama b.000.- 16.- 16.- 10.- 200.- buah 20.- 800. Selebihnya dari 2000 m3/h dihitung setiap m3/h Bagian-Bagian dari m3/h dihitung satu m3/h b. setiap m3/h d.000.- buah buah 12.- buah 400.- 16.- buah 200.000.- 20.- - buah Bagian-Bagian dari m3/h dihitung satu m3/h a. Selebihnya dari 100 m3/h s/d 500 m3/h.- 16.- - buah 15.Meter induk 1) Sampai dengan 100 m3/h 2) Lebih dari 100 m3/h dihitung sbb : a.000.- buah 12.000. setiap m3/h c.600. Selebihnya dari 500 m3/h s/d 1000 m3/h.20.- 400.000.- 6.- 5.- 400.000.- 5.- 20.000.000.- 20.000.- - buah 10.- 12.- 10.- 200.- 16. 15 m3/h pertama b.- 200.000.- buah 10.- 6.- buah 20. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.- 10.- 20.- 10. Selebihnya dari 25 m3/h s/d 100 m3/h. Selebihnya dari 15 m3/h s/d 100 m3/h.50.- buah 400.3.- buah 20.- 50. Selebihnya dari 50 m3/h s/d 500 m3/h. Selebihnya dari 1000 m3/h s/d 2000 m3/h.- - 15.- 100.- 400.

Sampai dengan 15 kg/min 2).000.20. setiap kg/min 37 .000.000.- buah 20.- buah 10.500.000.- buah 2.- 20.000.- 1000.100.000.- 10.000.000.000.000.000.000.- 60.000.Pompa ukur bahan bakar gas (BBG).000.- 25.000.Lebih dari 2000 L s/d 10.150.000.- 15. Sampai dengan 15 m3/h 2).- buah buah buah 50. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3).- 1.- buah 400.000.000.- 12.000.000.- 500. Lebih dari 1 kg/min dihitung sbb : a.000.000.- 100. Lebih dari 10.000.000.- 10.- 200.- 50.- 30.- 6.- buah buah 20.000 L Meter Prover yang mempunyai 2(dua) seksi atau lebih. Lebih dari 100 m3/h b.- buah 1. setiap alat perlengkapan) buah 20.- 5.20. 15 kg/min pertama b.000.000.- 10.000.- 25.000.000.000.- 6.Sampai dengan 2000 L b.000.- 6.- 6.- buah buah 30.- 5.- 200.000.000.- 15.000.- 25. Sampai dengan 15 m3/h 2).- 2000.500.a.000.- 30.000.000.500.2.- 12.- 50.- 25.000.Meter Induk 1). Meter gas Orifice dan sejenisnya (merupakan satu system/unit alat ukur) buah 100.40.600.25.- 20.000.- 30.- 2.000.000.000.- 400.25.000.000.000.- buah buah 12.150. setiap kg/min c.- buah buah 3.- 5. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3).Meter Kerja 1) Sampai dengan 3 m3/h 2) Lebih dari 3 m3/h sampai dengan 10 m3/h 3) Lebih dari 10 m3/h sampai dengan 100 m3/h 4) Lebih dari 100 m3/h 18 METER CAIRAN MINUM SELAIN AIR a.000.- 2.000.000.000.- 10.000.50.000.- buah 4.000.- buah 12.- 3.000 L c.5.- 1.500.000.000.Perlengkapan meter gas orifice (jika diuji tersendiri).000.- 10.- 4.000.000.000.- 30.000. Selebihnya dari 15 kg/min s/d dengan 100 kg/min.000.000.000.000.000.- 1.- 25.000.000.- buah 1.- 500.000.- 500.5.000.- buah 60.- 1000.100.- 500.000.- 6.000.000.- buah 50.000.000.600.- buah 12.- b.40. untuk setiap bahan ukur 17 METER AIR a.000.- 15.75.- buah 30.- 1.000.2. Selebihnya dari 100 kg/min s/d 500 kg/min.50.- 20.000.50.75.000.000.- c.Meter Induk 1) Sampai dengan 15 m3/h 2) Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3) Lebih dari 100 m3/h b.- 15.000.50.000.- 12. maka setiap seksi dihitung sebagai satu alat ukur 22 METER ARUS MASSA Meter Kerja Untuk setiap jenis media uji : 1). Lebih dari 100 m3/h 19 PEMBATAS ARUS AIR 20 ALAT KOMPENSASI : SUHU (ATC)/TEKANAN KOMPENSASI LAINNYA 21 METER PROVER a.000.- 50.- 50.Meter Kerja 1). elpiji.- 6.

000.400.1.500.000.- 7. 3 (tiga) phasa 2).2. Selebihnya dari 500 kg/min s/d 1000 kg/min.7. Lebih dari 1 kg s/d 5 kg 3).000.- 5.- 10.- 1.3.000.- 5.000.500.5.000.500.b dan c STOP WATCH 27 METER PARKIR buah 6.000.- 1.500.5 1).000.5.- 2.- buah buah 40. Selebihnya dari 4 alat pengisi.200. 3 (tiga) phasa 2).600.2.1.000.300. Meter Kerja Kelas 1.- 15.000.000.000. Sampai dengan 4 alat pengisi 2.- 50. Meter Kerja Kelas 2 1). Ketelitian sedang dan biasa (kelas M2 dan M3) 1).- 500.12.000kg 2) Ketelitian halus (kelas II) a) Sampai dengan 1kg b) Lebih dari 1kg s/d 25kg 38 .1.500.000.- 200.- 100.7.000.- 100.5.500.000.000.5.- 1.- buah buah 20.5.500.- 2.000.500.10.5.- c.- 100.000.300.200.- 2.000.000.- 1.- 200.000. 3 (tiga) phasa 2).- buah buah 5.- buah buah 3.- 20.20.000.000.000.- b.000.000.000.5.000.- 10.10.000.600.000.- 7.800.000.500.1.d.500.400. Kelas 0.10.1.000.1.000. setiap kg/min e.500.- 3.500.1.500. Selebihnya dari 1000 kg/min. Lebih dari 5 kg s/d 50 kg buah buah buah 300.000.- 6.000.7.- 12.800.1.000.000.500.500.000.000kg s/d 3.7.000.- 1.1.000.1.500.000kg e) Lebih dari 1.500.- buah 2.- buah 100.500.- - - - - buah 2. peneraan atau penera ulangnya dihitung sesuai dengan jumlah kapasitas menurut tariff pada angka 24 huruf a.000.- 1.- 3.- 3. Ketelitian halus (kelas F2 dan M1) 1)Sampai dengan 1kg 2)Lebih dari 1kg s/d 5kg 3)Lebih dari 5kg s/d 50kg buah buah buah 1.1.000.000. setiap kg/min Bagian-bagian dari kg/min dihitung satu kg/min 23 24 25 ALAT UKUR PENGISI (FILLING MACHINE) Untuk setiap jenis media 1.000.- 100.- 500. biaya pemeriksaan.000. 1 (satu) phasa buah 200.25.000.- 29 buah TIMBANGAN a.- 7.000.- 12.- buah buah buah buah buah 1.5.2.5. Meter Induk 1).- 28 ANAK TIMBANGAN a.- 2.000.500.- 500.500. Sampai dengan 3000kg 1) Ketelitian sedang dan biasa (kelas III dan IIII) a) Sampai dengan 25kg b) Lebih dari 25kg s/d 150kg c) Lebih dari 150kg s/d 500kg d) Lebih dari 500kg s/d 1.2.500.500.000. setiap alat pengisi METER LISTRIK (Meter kWh) a.- 300.000.5. 1 (satu) phasa b.500.000.300. pengujian.2.1.- 4.- 100.- buah 12.600.2.- 4. 1 (satu) phasa c.- 1.000. Ketelitian khusus (kelas E2 dan F1) 1)Sampai dengan 1kg 2)Lebih dari 1kg s/d 5kg 3)Lebih dari 5kg s/d 50kg buah buah buah 5.500.12.000.500.5.- 26 Meter energi listrik lainnya.- 2.000.12.2.10.- 500.000. Sampai dengan 1 kg 2).000.000.500.000.

Selain UTTP tersebut pada angka 1 sampai dengan 32 atau benda/barang bukan UTTP yang atas permintaan untuk diukur.500.100.- 2.- 150.000 buah 4.000.- buah buah 5. pengujian.000.- 5.- 5.500.- 50.- 15.000.000.500.- buah 5.- 40.- 300.000.500.000.Lebih dari 100kg/cm2 s/d 1000kg/cm2 c.000.- 50.- buah 5.000.2.- 5.000.20.- 30.- 7.- 3.000.- 150.000.000. PENCAP KARTU (Printer/Recorder) OTOMATIS 32.500.000kg 3) Ketelitian Khusus (kelas I) b.000.000. Untuk biji-bijian tidak mengandung minyak setiap komoditi b.000.000. Untuk kayu dan komoditi lain.- 7.3. Dead Weight Testing Machine 1) Sampai dengan 100kg/cm 2) Lebih dari 100 kg/cm2 s/d 1000kg/cm2 3) Lebih dari 1000kg/cm2 b.- 7.- 10.- 2.000.- 2.20.30.000. Lebih dari 1000kg/cm2 3) Pressure Calibrator 4) Pressure Recorder a) Sampai dengan 100kg/cm2 b) Lebih dan 100kg/cm2 s/d 1000kg/cm c) Lebih dari 1000kg/cm2 31.500.- 1. b.60.000.000.000.000.200.000.000. buah buah 100.000.- buah 10.000. setiap komoditi 33.000.10.000.000.- 2.000. 30 a.- buah 15.- - 39 .500.000.500. ditakar.000.000.40.000.- 2.- 5.000kg e) Lebih dari 1.- 2.- 5.c) Lebih dari 25kg s/d 100kg d) Lebih dari 100kg s/d 1.- 2.000. kapas dan tekstil.000.- - 5.000. Timbangan ban berjalan 1) Sampai dengan 100 ton/h 2) Lebih dari 100 ton/h s/d 500 ton/h 3) Lebih dari 500 ton/h d.000.000kg s/d 3.500.10.500.- 1.penerapan.- 1.- 10.- buah buah 5.- 2.500.- 15.- 2.500.000.- 4.000.- 15.000. ditimbang setiap jam dan bagian dari jam dihitung 1 jam buah buah buah 30.000.000.000.- 2. Lebih dari 3000kg 1) Ketelitian sedang dan biasa setiap ton 2) Ketelitian khusus dan halus setiap ton c.000.- buah 15.000.000.10.000.10.10.500.000. setiap komoditi c.000.- 2.000 - 2.- 7.000.000.000.- buah 20. Untuk biji-bijian mengandung minyak.500. METER KADAR AIR a. Timbangan dengan dua skala (multirange) atau lebih dan dengan sebuah alat penunjuk yang penunjukannya dapat deprogram untuk penggunaan setiap skala timbang.- buah buah 300.- - 1.30.- 5.- buah 2.- 5.- 5.- buah 15.- buah buah 10.- buah 4. dan c.000.7.000.000.15.000.- 10.- 300.Sampai dengan 100kg/cm2 b.000.000.500.7.500.000.000.- 7.000.100.20.200.000. 1) Alat Ukur Tekanan Darah 2) Manometer Minyak a.- 5.- 2.- buah 10.000.20.- 15.000. peneraan ulangnya dihitung sesuai dengan jumlah lantai timbangan dan kapasitas masing-masing serta menurut tarif pada angka 29 a.500.000.- 7.500.500.000.000.- buah 5.- 100.biaya.000 buah 75.000.

Cap/ttd H. KALIBRASI ALAT-ALAT METROLOGI TEKNIS No 1.5. PENGGUNAAN KAWAT BDKT No.- WALIKOTA TANGERANG.000.10.000. WAHIDIN HALIM 40 . 1. Penggunaan untuk Industri Klasifikasi Ketelitian Tinggi Ketelitian Biasa Tarif 50.000.10.000.25.000.000.- II.- Volume Hitungan 10.50.000.000. Jenis Pengujian Per nominal (produk mesin) Per nominal (produk manual) Besaran Massa Volume Hitungan Massa Tarif per jam 50.B. 2.