You are on page 1of 18

MAKALAH KEPERAWATAN ANAK

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN
DOWN SYNDROM

DI SUSUN OLEH
Nama: Devi Fatrecia
Nim : P05120212 007

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN BENGKULU
JURUSAN KEPERAWATAN
2014/ 2015
BAB I

karena itu semua orang mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan di dalam undang-undang dengan jelas diterangkan tentang pendidikan. kepala mengecil. banyak juga faktor yang menyebabkan penyakit down syndrome ini. Saat ini sangat besar kemungkinan untuk mereka bertahan hidup dengan baik sampai usia dasawarsa kedua atau ketiga bahkan mungkin lebih lama lagi. Saat ini jumlah anak-anak yang lahir dengan berbagai kelainan kromosom semakin besar sekali.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Penyakit keterbelakangan mental dalam spesifikasinya ada yang di sebut dengan down syndrome. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr. John Longdon Down. Bagaiman gejala dan tanda-tanda anak-anak penderita down sindrom? 3. Rumusan Masalah 1. Selain itu. bahkan sangat sedikit dari penderiata semacam ini yang mampu bertahan hidup kecuali kolompok anak penderita down sindrom yang dari penampilannya biasa disebut “mongol”. seperti anak-anak penderita Sindrom down atau “mongol”. sehingga sering terjadi pada anak karena ketidaktahuan kita selama ini. Dengan demikian anak-anak yang cacat dan menyimpang juga perlu mendapatkan pendidikan. Diantara kita mungkin tidak banyak mengenal dan tidak memahami akan adanya penyakit ini. Apa itu down sindrom? 2. hidung yang datar menyerupai orang Mongolia maka sering juga dikenal denganMongoloid. Bagaiman cara mengatasi anak-anak penderita down sindrom? C. Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek. Kebanyakan dari anak-anak penderita semacam ini lahir dari ibu-ibu yang usianya lebih tua daripada usia rata-rata untuk melahirkan. Penyakit down syndrome ini kebanyakan di sebabkan karena faktor keturunan atau kesalahan pada pembelahan kromosom. Tujuan . B.

1. Mengetahui apa itu down sindrom 2. Mengetahui gejala dan tanda-tanda anak-anak penderita down sindrom 3. Mengetahui cara mengatasi anak-anak penderita down sindrom BAB II .

PEMBAHASAN A. Keadaan yang paling sering terjadi pada Down syndrom adalah terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21) Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Postzigotik non disjuction. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan (www.medicastore. 1992). Tranlokasi kromosom 21 dan 15. Down syndrome merupakan kelainan kromosom yakni terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21).com) Down syndrome adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. 3.org) B. Faktor-faktor yang memegang peranan dalam terjadinya kelainan kromosom adalah: . Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan (www. 2. ETIOLOGI Kelainan kromosom terletak pada kromosom 21 dan 15 dengan kemungkinan penyababnya ialah : 1. Non disjunction sewaktu osteogenesis (trisomi). DEFINISI Down syndrome adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom (da Cuncha.sabah.

3. London. Defek jantung (mis. & Ladewing. tampak minimal sampai muncul tanda yang khas. mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Kelainan ini yang biasanya berakibat fatal di mana bayi dapat meninggal dengan cepat. Stenosispilorik.1) Umur ibu: biasanya pada ibu yang berumur lebih dari 30 tahun. Hipotiroidisme – 10% sampai 20 % pasien. C. Manifestasi klinik dari down syndrome yang lainya adalah seperti: 1. Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Penderita sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar. Kelainan kromosom ini juga bisa menyebakan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistim organ yang lain. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar. Umur ayah tidak berpengaruh. Malformasi gastrointestinal (mis. tetralogi fallot)-40% pasien. . 2. Pada bayi baru lahir kelainan dapat berupa Congenital Heart Disease. MANIFESTASI KLINIS Gejala atau tanda-tanda yang muncul akibat Down syndrome dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali. Pada sistim pencernaan dapat ditemui kelainan berupa sumbatan pada esophagus (esophageal atresia) atau duodenum (duodenal atresia). Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jarijarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar. fistula trakeosofagus)12%. Mungkin karena suatu ketidak seimbangan hormonal. 1996). 2) Kelainan kehamilan. Apabila anak sudah mengalami sumbatan pada organ-organ tersebut biasanya akan diikuti muntah-muntah. 3) Kelainan endokrin pada ibu: pada usia tua dapat terjadi infertilitas relatif kelainan tiroid atau ovarium. Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics). Defek septum atrium atau ventrikel. atresia duodenal. Tanda yang paling khas pada anak yang menderita Down Syndrome adalah adanya keterbelakangan perkembangan fisik dan mental pada anak (Olds.

9. Abnormalitascaraberjalan – 15% pasien. katarak (3%). 10. tetralogi fallot) 2) Mudah mendapat selesema. PENATALAKSANAAN . 6. Defek pendengaran (60%-90% pasien) – penurunan pendengaran konduktif ringan sampai sedang. radang tenggorok. 8. 12.infeksi telingah tengah kronid. Kegemukan – 50% pasien. Atlanto.100% pasien. Maloklusi – 60% sampai 100% pasien. 7. 5. Hipotoniabayi. strabismus (50 %) nistagmus (35%).oksipital dan subluksasio atlanto – aksial (dislokasi medulla spinalis atas yang disebabkan oleh kelemahan sendi) – 15% pasien. pembesaran adenoid. Tubuhpendek 100% pasien. 11. Retardasi mental (ringan sampai sedang). KOMPLIKASI 1) Sakit jantung berlubang (mis: Defek septum atrium atau ventrikel. Defek visual – kesalahan refraktif (70%). radang paru-paru 3) Kurangpendengaran 4) Lambat/bermasalahdalamberbicara 5) Penglihatankurangjelas 6) Retardasi mental 7) Leukemia E. D. apnea tidur.4.

Pembedahan biasanya dilakukan pada penderita untuk mengoreksi adanya defek pada jantung. mengingat sebagian besar penderita lebih cepat meninggal dunia akibat adanya kelainan pada jantung tersebut. Pemeriksaankromosom c. Dengan pemeriksaan USG bisa diketahui adanya kelainan fisik pada janin. antara lain: a. Echocardiogram e. Ultrasonograpgy d. Dengan adanya Leukemia akut menyebabkan penderita semakin rentan terkena infeksi. ECG. Pemeriksaan diagnostik Diagnosa down syndrome dapat ditegakan ketika masih berada dalam kandungan dan tes pentaringan biasanya di lakukan pada wanita hamil yang berusia diatas 35 tahun. Pemeriksaandarah (Percutaneus Umbilical Blood Sampling) F. Dengan stetoskop akan terdengar murmur (bunyi jantung tambahan) Untuk mendeteksi adanya kelainan pada kromosom. PENCEGAHAN .kadar alfafetoprotein yang rendahdi dalam darah ibu menunjukkan resiko tinggi terjadinyadown syndrome pada janin yang dikandungnya. pendengaran maupun kemampuan fisiknya mengingat tonus otot-oot yang lemah. Pemeriksaanfisikpenderita b. ada beberapa pemeriksaan yang dapat membantu menegakkan diagnosa ini. Dengan demikian penatalaksanaan dioptimalkan untuk meminimalkan dampak yang dapat terjadi pada penderita serta memberikan dukungan yang dapat memungkinkan penderita dapat tumbuh dan berkembang serta mampu bersosialisasi dengan baik. Diagnosa ditegakkan berdasarkan diagnosa dan pemeriksaan fisik.Sampai saat ini belum ditemukan metode pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi kelainan ini. Dengan demikian penderita harus mendapatkan support maupun informasi yang cukup serta kemudahan dalam menggunakan sarana atau fasilitas yang sesuai berkaitan dengan kemunduran perkembangan baik fisik maupun mentalnya. sehingga penderita ini memerlukan monitoring serta pemberian terapi pencegah infeksi yang adekuat. Pada tahap perkembangannya penderita Down syndrom juga dapat mengalami kemunduran dari sistim penglihatan.

meskipun banyak juga penderita yang berumur panjang. PROGNOSIS Anak-anak dengan down syndrome memiliki resiko tinggi kelainan jantung dan leukemia. pada usia 30 tahun menderita demensia (berupa hilang ingatan.Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil terutama pada bulan-bulan awal kehamilan. 4. karena DS merupakankelainan yang disebabkanolehkelainanjumlahkromosom. Penyebabnya masih tidak diketahui pasti. ganguan penglihatan karena ada ganguan pada retina dan kornea.Jumlah kromosum 21 yang harusnya hanya 2 menjadi 3. Yang dapatdisimpulkansampaisaatiniadalahmakintuausiaibumakintinggirisikountukterjadinya DS. Diagnosis dalam kandungan bisa dilakukan. Jika terdapat kedua penyakit tersebut maka harapan hidupnya berkurang. gangguan tiroid 2. Terlebihlagiibuhamil yang pernahmempunyaianakdenganDown syndrome ataumereka yang hamil di atasusia 40 tahunharusdenganhatihatimemantauperkembanganjaninnyakarenamerekamemilikiresikomelahirkananakdengan Down syndrome lebihtinggi. Beberapa down syndrome mengalami hal-hal berikut: 1. diagnosis pasti dengan analisis kromosom dengan cara pengambilan CVS (mengambil sedikit bagian janin pada plasenta) pada kehamilan 10-12 minggu) atau amniosentesis (pengambilan air ketuban) pada kehamilan 1416 minggu. penuruna kecerasan perubahan keperibadian) Bisa terjadi kematian dini. Down Syndrome tidak bisa dicegah. G. jika kedua penyakit itu tidak ditemukan maka anak bisa bertahan sampai dewasa. . ganguan pendengaran akibat infeksi telinga berulang dan otitis serosa 3.

Tangan dan kaki lebar. c.Muskulatur hipotonik (abdomen buncit.Garis simian (puncak transversal pada sisi telapak tangan) . ASUHAN KEPERAWATAN Rencana asuhan keperawatan anak dengan sindrom down Pengkajian a. d. Dapatkan riwayat keluarga. b.Mandibula hipoplastik (membuat lidah tampak besar) .Leher pendek tebal . Lakukan pengkajian fisik. terutama yang berkaitan dengan usia ibu atau anak lain dalam keluarga yang mengalami keadaan serupa. hernia umbilikus) . Lakukan pengkajian perkembangan. ke luar) . Obsevasi adanya manifestasi sindrom down: Karakteristik fisik ( paling sering dilihat) .Lipatan epikantus bagian dalam dan fisura palpebraserong (mata miring keatas.Palatum berlengkung tinggi .Hidung kecil dengan batang hidung tertekan ke bawah (hidung sadel) .H. pendek dan tumpul Intelegensia .Lidah menjulur kadang berfisura .Sendi hiperfleksibel dan lemas .Tengkorak bulat kecil dengan oksiput datar .

Nistagmus .Strabismus .Kehilangan pendengaran konduktif (sangan umum) .Bervariasi dari retardasi hebat sampai intelegensia normal rendaH.Katarak ..Penyakit jantung kongenital (paling umum) Defek lain menimbulkan : * Agenesis renal * Atresia duodenum * Penyakit hirscprung * Fistula trakeoesofagus * Subluksasi pinggul * Ketidakstabilan vertebra servikal pertama dan kedua (ketidakstabilan atlantoaksial) Masalah sensori (seringkali berhubungan) Dapat mencakup hal-hal berikut: . .Umumnya dalam rentang riang sampai sedang .Kelambatan bahasa lebih berat daripada kelambatan kognitif Anomali kongenital (peningkatan insidens) .Konjungtivitas Pertumbuhan dan perkembangan seksual .Miopia .

.Ajarkan keluarga tentang pegunaan teknik mencuci tangan yang baik untuk menimalkan pemajanan pada organisme infektif. lanjutkan pemberian makan dengan air jernih).Pertumbuhan tinggi badan dan berat badan menurun.Dorong penggunaan vaporizer uap dingin untuk mencegah krusta sekresi nasal dan mengeringnya membran mukosa .Tekankan pentingnya perwatan mulut yang baik (mis. dapat fertil . sikat gigi intuk menjaga mulut sebersih mungkin. . Risiko tinggi infeksi berhubungn dengan hipotonia. terutama penggunaan postur duduk untuk mencegah penumpukan sekresi dan memudahkan ekspansi paru .Penuaan prematur umum terjadi.Tekankan pentingnya mengganti posisi anak dengan sering. analisa kromosom. umumnya obesitas .. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.Ajarkan pada keluarga pengisapan hidung dengan spuit tipe-bulp karena tulang hidung anak yang tidak berkembangmenyebabkan masalah kronis ketidakadekuatan drainase mukus. peningkatan kerentanan terhadap infeksi pernapasan Tujuan : Pasien tidak menunjukan bukti-bukti infeksi pernapasan Kriteria hasil : Anak tidak menunjukkan bukti infeksi atau distres pernapasan (respirasi meningkat. Intervensi Keperawatan / Rasional : . sianosis). .Perkembangan seksual terlambat.Bantu dengan tes diagnostik mis. tidak lengkap atau keduanya .Dorong kepatuhan terhadap imunisasi yang dianjurkan untuk mencegah infeksi. . . harapan hidup rendah .Infertil pada pria.

berikan kembali makanan ke mulut bayi .Hisap hidung bayi setip kali sebelum pemberian makan.Jelaskan pada keluarga bahwa menarik lidah merupakan respons normal pada anak dengan lidah menjulur dan tidak berati penolakan terhadap makanan . .kaluarga melaporkan kepuasan dalam pemberian makan .. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kerusakan menelan Tujuan : kesulitan pemberian makan pada masa bayi menjadi minimal Kriteria hasil : . gunakan sendok bayi yang panjang dan bertangkai lurus.Jadwalkan pemberian makan sedikit tapi sering. bukan berdasarkan urutan usia. bila perlu untuk menghilangkan mukus. 2. karena pertumbuhan cenderung lebih lambat pada anak-anak dengan sindrom Down. .keluarga mendapatkan manfaat dari pelayanan spesialis Intervensi keperawatan / rasional . biarkan anak untuk beristirahat selama pemberian makan karena mengisap dan makan dalam waktu lama sulit dilakukan dengan pernapasan mulut.Tekankan pentingnyaa menyelesaikan program antibiotik bila diinstruksikan.Hitung kebutuhan kalori untuk memenuhi kebutuhan energi hitung asupan berdasarkan tinggi dan berat badan.jika makanan didorong keluar.bayi mengkomsumsi makanan dengan jumlah yang adekuat yang sesuai dengan usia dan ukurannya .bayi menambah berat badannya sesuai tabel standar berat badan . untuk keberhasilan penghilangan infeksi dan mencegah pertumbuhan organisme resisten. .Berikan makanan padat dengan mendorongnya mulut bagian belakang dan samping.

atau laksatif sesuai kebutuhan dan intruksi untuk eliminasi usus 4.Anak berpartisipasi dalam aktivitas bermain dan olahraga. Kriteria hasil : .supositoria. .Pantau frekuensi dan karakteristik defekasi untuk mendeteksi konstipasi .Berikan pelunak feses.Anak tidak mengalami cidera yang berkaitan dengan aktivitas fisik.. . hipereksibilitas sendi.Berikan diet tinggi serat pada anak untuk meningkatkan evakuasi feses . Tujuan : Pasien tidak menunjukan tanda-tanda konsitipasi Kriteria hasil : Anak tidak mengalami konstipasi Intervensi keperawatan/rasional : . Risiko tinggi cedera berhubungan dengan hipotonia. Risiko tinggi konstipasi berhubungan dengan hipotonia abdomen.Pantau tinggi badan dan berat badan dengan interval yang teratur untuk mengevaluasi asupan nutrisi . instabilitas atlantoaksial Tujuan : Pasien mengalami cidera yang berkaitandengan aktivitas fisik.Rujuk ke spesilis untuk masalah makanan yang spesifik.Tingkatkan hidrasi adekuat untuk mencegah konstipasi . 3.

perubahan sensasi ) untuk mencegah keterlambatan pengobatan. menyelam ) yang dievaluasi secara radiologis untuk stabilitas atlantoaksial. kelemahan. .Keluarga siap untuk menghadapi perawatan anak yang berkenaan dengan defek Kriteria hasil : .Laporkan dengan segera adanya tanda-tanda kompresi medula spinalis ( nyeri leher menetap. Intervensi Keperawatan/Rasional . Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yang menderita Sindrom Down. tortikolis ) sehingga perawatan yang tepat dapat diberikan. pelatih ) gejala stabilitas atlantoaksial ( nyeri leher. . . . senam. Tujuan : . koordinasi. hilangnya keterampilan motorik stabil dan kontrol kandung kemih / usus.Orang tua dan anak menunjukkan perilaku kedekatan .Pasien (keluarga) menunjukan perilaku kedekatan orangtua dan bayi . 5. dan ketahanan untuk memperbaiki cidera.Ajari keluarga dan pemberi perawatan lain ( mis : guru.Keluarga siap untuk menghadapi perawatan anak yang berkenaan dengan defek. ukuran.Anjurkan aktivitas bermain dan olahraga yang sesuai dengan maturasi fisik anak .Keluarga mampu menghadapi perawatan yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah kesehatan khusus.Intervensi Keperawatan / Rasional .Anjurkan anak untuk berpartisipasi dalam olahraga yang dapat melibatkan tekanan pada kepala dan leher ( mis : lompat tinggi.

Jelaskan pada keluarga bahwa kurangnya molding atau clinging pada bayi adalah karakteristik fisik dari sindrom Down karena hal ini mungkin diinterpretasikan dengan mudah sebagai tanda ketidakdekatan atau penolakan.. . . .Anjurkan orangtua untuk membendung atau menyelimuti bayi dengan ketat dalam selimut untuk memberikan keamanan dan kompensasi terhadap kurangnya molding atau clinging.Tunjukkan penerimaan terhadap anak melalui perilaku anda sendiri karena orangtua sensitif terhadap sikap afektif orang lain.

Gejala yang muncul akibat sindrom down dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali. Pada sistim pencernaan dapat ditemui kelainan berupa sumbatan pada esofagus (esophageal atresia) atau duodenum (duodenal atresia). DS menimpa satu di antara 700 kelahiran hidup. yang pada umunya hal ini masih dianggap sulit bagi beberapa guru. LAMPIRAN . Pada bayi baru lahir kelainan dapat berupa congenital heart disease. dan kelemahan sangatlah penting seperti kita ketahui bahwa Sindrom down adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. kemampuan.BAB III PENUTUP A. kelainan ini yang biasanya berakibat fatal karena bayi dapat meninggal dengan cepat. B. Dengan demikian kita harus bisa memahami mereka dalam pembelajaran agar mereka bisa hidup seperti anak-anak yang normal lainnya. Down Syndrome tidak bisa dicegah. karena merupakan kelainan yang disebabkan oleh kelainan jumlah kromosom. Saran Setiap pembelajaran di kelas bersifat individual. Menurut penelitian. Kesimpulan Down syndrome (DS) merupakan suatu bentuk kelainan kromosom yang paling sering terjadi. tampak minimal sampai muncul tanda yang khas. Pengetahuan guru tentang perkembangan. Namun Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil terutama pada bulan-bulan awal kehamilan.

Contoh Gambar Anak Penderita Down Syndrome .