You are on page 1of 39

Skenario A Blok 17 Reproductive System

Mrs. Y, 37 years old, from middle income family come to doctor (public health
centre) with chief complain vaginal bleeding. The mother also complains
abdominal cramping. She also missed her period for about 8 weeks. The mother
also feels nauseous, sometimes have vomiting and breast tenderness. Since 1 year
ago she complain about vaginal discharge with smelly odor and sometime
accompanied by vulvar itchy. She already have 2 children before and the youngest
child is 6 years old. Her husband is a truck driver.
You act as the doctor in public health centre and anlayse this case.
In the examination findings:
Height=155cm; weight 50 kg; Blood preassure=120/80 mmHG; Pulse=80x/m;
RR=20x/m
Palpebral conjunctival looked normal, hyperpigmented breasts
External examination:
Abdomen flat and souffle, symmetric, uterine fundal not paplable, there is no
mass, no pain tenderness and no free fluid sign.
Internal Examination:
Speculum examination: portio livide, external os open with blood come out from
external os, there are no cervical erotion, laceration or polyp.
Bimanual examination: cervix is soft, the external os open, no cervical motion
tenderness, uterine size about 8 weeks gestation, both adnexa and parametrium
within normal limit.
Hb 11 g/dL; WBC 16.000/mm3 ; ESR 15 mm/hour Peripheral Blood Image: WNL
Urine: Pregnancy test (βHCG) positive

1

Term Clarification:
1. Vaginal Bleeding: Pendarahan pada struktur selubung yang
menghubungkan vulva ke cervix.
2. Vulvar Itchy : Rasa gatal yang terjadi pada daerah sekitar vulva.
3. Portio Livide : Bintik kebiruan pada portio—tanda suatu kehamilan.
4. Abdominal cramp : Kontraksi muskular spasmodik yang nyeri pada daerah
abdomen.
5. Breast tenderness : Keadaan sensitifitas yang tidak biasa terhadap
sentuhan atau tekanan pada daerah dada.
6. Vaginal Discharge : Suatu eksresi atau substansi yang dikeluarkan melalui
vagina.
7. Adnexa : tambahan atau struktur ekstra dari suatu organ
8. Polip : Setiap pertumbuhan atau masa yang menonjol dari membran
mukosa.
9. Hyperpigmented Breast : Perubahan warna pada payudara yang terlihat
lebih mencolok dari sekitarnya.
10. Parametrium : Perluasan selubung subserosa bagian supraservikal uterus
ke lateral di antara lapisan ligamentum cardinale.
11. Abdomen souffle : Abdomen yang datar dan lemas, tidak ada penegangan.
12. βHCG : Hormon yang dihasilkan oleh sel tropoblast sincytial yang bisa
digunakan sebagai penanda kehamilan
13. G3P2A0 : Kehamilan ke-3, Partus ke-2, Abortus tidak ada

Identifikasi Masalah:
1. Ny. Y, 37 tahun, datang ke puskesmas, dengan keluhan utama pendarahan
pada vagina.
2. Keluhan tambahan:
a. Abdominal cramping
b. Tidak mengalami menstruasi selama 8 minggu
c. Mual dan Muntah
d. Breast tenderness
3. Sejak 1 tahun yang lalu terdapat vaginal discharge yang berbau menyengat
dan gatal.

2

4. Ny. Y berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah, telah memiliki
dua anak, dan yang paling kecil berusia 6 tahun, dan suaminya bekerja
sebagai seorang supir truk.
5. In the examination findings:
Height=155cm; weight 50 kg; Blood preassure=120/80 mmHG;
Pulse=80x/m; RR=20x/m
Palpebral conjunctival looked normal, hyperpigmented breasts
External examination:
Abdomen flat and souffle, symmetric, uterine fundal not paplable, there is
no mass, no pain tenderness and no free fluid sign.
Internal Examination:
Speculum examination: portio livide, external os open with blood come
out from external os, there are no cervical erotion, laceration or polyp.
Bimanual examination: cervix is soft, the external os open, no cervical
motion tenderness, uterine size about 8 weeks gestation, both adnexa and
parametrium within normal limit.
Hb 11 g/dL; WBC 16.000/mm3 ; ESR 15 mm/hour Peripheral Blood
Image: WNL
Urine: Pregnancy test (βHCG) positive

3

dengan cara melakukan hubungan seksual dengan WIL yang memiliki riwayat vaginosis bacterialis (PMS) sehingga suaminya ini menularkan penyakit ini ke isterinya saat melakukan hubungan seksual. Abortus Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dengan batasan usia kehamilan < 20 minggu atau berat janin < 500 gr. Apa saja kemungkinan penyebab dari vaginal bleeding? Dan apa kaitannya dengan kasus ini? Jawab: Pada kehamilan muda atau < 20 minggu. Suami dengan pekerjaan sebagai supir truk memiliki risiko terkena penyakit menular seksual (PMS). Salah satu keluhan yang dialami Ny. Tidak ada riwayat abortus  genetik maupun autoimun. b. sudah memiliki 2 anak. sosial ekonomi. Kehamilan ektopik terganggu Kehamilan yang tumbuh atau berimplantasi di luar endometrium kavum uteri 4 . dapat dinyatakan sebagai adanya infeksi yang  disebabkan oleh PMS. Jarak kehamilan 6 tahun  Jarak kehamilan yg lama berhubungan dengan faktor risiko abortus 2. Y adalah adanya vaginal discharge yang berbau dan gatal. Y? Jawab:  Status ekonomi menengah kebawah berhubungan erat dengan kurangnya pendidikan ibu dan juga kurang memungkinkan untuk  mendapatkan gizi yang baik. pekerjaan suami dengan status gynecologist dan keadaan yang dialami Ny. Bagaimana hubungan usia. vaginal bleeding sering dikaitkan dengan a.Analisis Masalah: 1. Usia 37 tahun  hamil pada usia > 35 tahun merupakan kehamilan  yang berisiko tinggi G3P2A0  kehamilan sekarang adalah kehamilan yang ketiga bagi ibu ini.

vaginal bleeding sering dikaitkan dengan : a. Fetal tidak berkembang dengan baik Gangguan implantasi 3.c.radialis)  iskemik  nyeri hebat (kram). Plasenta previa b. Mola hidatidosa Kehamilan yang berkembang tidak wajar dimana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh vili korialis mengalami perubahan hidropobik Pada kehamilan > 20 minggu. Vasa previa Mekanisme vaginal bleeding pada kasus Ny. 5 .Y pada usia kehamilan < 20 minggu seringkali disebabkan oleh faktor fetal. yaitu : a. Apa saja penyebab dari: a. Solution previa c. Etiologi :  kontraksi uterus  kehamilan Ektopik Terganggu  kurangnya asupan oksigen ke uterus  meningkatnya hormon progesteron dan relaxin (fisiologis pada kehamilan) Patofisiologi: Infeksi  transmisi ke plasenta inflamasi di villi chorion pelepasan sitokin nekrosis hasil konsepsi bisa terlepas dari tempat implantasi embrio dianggap sbg benda asing  uterus berkontraksi untuk mengeluarkannya dari cavum uteri  konstriksi pembuluh darah myometrium (a. Abdominal cramping Jawab : Kram pada abdomen Kram merupakan nyeri yang hebat akibat spasme organ visera yang berongga. Pada umumnya kedua hal tersebut bisa terjadi karena dua hal.

6 . Tidak mendapat menstruasi selama 8 minggu Jawab: Tidak mengalami mens.b. amenorrea sekunder dapat disebabkan karena kehamilan (apalagi dari pemeriksaan PT didapatkan betaHCG positif) c. dapat digolongkan ke dalam amenorrea. Hal ini menyebabkan kadar estrogen dan HCG meningkat dan hal inilah yang menjadi penyebab ia mengalami mual dan muntah. Mual dan Muntah Jawab: Penyebab : Diduga pada kasus ibu ini sedang hamil.

yang berkepanjangan  Muntah menyebabkan dehidrasi dan kehilangan berat badan ibu hamil yang menyebabkan deprivasi 7 . Dampak muntah :   Menyebabkan ketegangan pada otot abdomen dan rasa sakit.Nausea dan vomiting Perubahan fisik selama kehamilan dipercaya menyebabkan overstimulasi pada kontrol neurologis mual dan muntah yang berada di batang otak. Namun mekanisme fisik muntah tidak berbahaya pada fetus. Perubahan fisik tersebut antara lain :  Peningkatan hormon HCG dan estrogen dalam darah pada  trimester pertama. Peregangan pada otot uterus. menekan lambung (mencetuskan perasaan penuh) dan usus (yang menyebabkan pencernaan  kurang efisien) Relaksasi relatif  menyebabkan pencernaan kurang efisien) Peningkatan asam lambung yang disebabkan lambung kosong pada otot saluran pencernaan (yang atau makan makanan yang salah. » Fetus terlindung secara sempurna dalam kantong yang berisi cairan amnion.

dan nyeri yang dirasakan pada payudara akibat peningkatan sensitivitas payudara.nutrisi pada fetus dan meningkatnya resiko berat badan bayi lahir rendah. bengkak. Etiologi : etiologi pada kasus ini adalah perubahan jaringan pada payudara akibat kehamilan. biasanya timbul pada minggu keenam dan kedelapan kehamilan. d. Apa hubungan dari keluhan tambahan dengan keluhan utama yang dialami Ny. Breast Tenderness Jawab: Breast tenderness Breast tenderness merupakan rasa sakit. Y? (mekanisme) 8 . Patofisiologi: Kehamilan  perubahan hormonal   estrogen dan progesterone  estrogen menyebabkan perkembangan duktus payudara dan progesterone menyebabkan perkembangan lobules payudara  menyebabkan pembesaran payudara dan  aliran darah ke payudara   sensitivitas payudara  breast tenderness 4.

Akibatnya terjadi refluks asam (keluarnya asam dari lambung ke tenggorokan) dan lambung bekerja lebih lambat menyerap makanan. Hal ini di sebabkan oleh lactobacillus menurun. Bakterial vaginosis merupakan gangguan vagina yang sering terjadi ditandai dengan keputihan dan bau tak sdap. Bagaimana hubungan riwayat penyakit terdahulu dengan keluhan yang dialami Ny. dan hormon progresteron pada alveoli. trikomonas. Y sekarang? Jawab: Vaginal discharge yang dialami ibu Y selama 1 tahun terakhir mengindikaikan bahwa ibu terkena infeksi dibagian genitalnya  infeksi inilah yang mungkin memjadi penyebab abortus pada kasus ini 6. 5. sehingga menyebabkan mual dan muntah.Jawab: Kadar hormon HCG dan esterogen yang meningkat drastis pada trimester pertama akan memicu bagian otak yang mengontrol mual dan muntah. bakteri patogen (penyebab infeksi) meningkat. b. dan candidiasis. Payudara kencang. Hal ini terjadi karena kelembaban vagina 9 . saluran cerna juga menjadi terdesak karena memberi ruang untuk janin tumbuh. Faktor Hygiene yang jelek  Kebersihan daerah vagina yang jelek dapat menyebabkan timbulnya keputihan. Apa saja yang dapat menyebabkan adanya vaginal discharge yang berbau menyengat dan gatal? Jawab: Infeksi vagina oleh jamur (Candida albicans) atau parasit (Tricomonas)  Jenis infeksi yang terjadi pada vagina yakni. Selain itu. pengaruh dari peningkatan hormon esterogen pada ductus mammae. dan pH vagina meningkat. bacterial vaginosis.

Karena keputihan. Kortikosteroid. Bagaimana interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan umum? Jawab: Kasus Nilai Normal Interpretasi Tinggi badan 155 cm BMI = 20. Penyebab lain keputihan adalah alergi akibat benda-benda yang dimasukkan secara sengaja atau tidak sengaja ke dalam vagina.obatan khususnya anti biotik yang terlalu lama dapat menimbulkan sistem imuitas dalam tubuh. benang yang berasal dari selimut. 7. benturan. Bisa juga karena luka seperti tusukan.yang meningkat sehingga bakteri patogen penyebab infeksi mudah menyebar. Biasanya pada wanita yang mengkonsumsi antibiotik timbul keputihan. c. tekanan atau iritasi yang berlangsung lama. obat atau alat kontrasepsi. celana dan lainnya. Stress  Otak mempengaruhi kerja semua organ tubuh. dan Pil KB) dalam waktu lama. d. Pemakaian obat-obatan (Antibiotik. seorang ibu bahkan bisa kehilangan bayinya. jadi jika reseptor otak mengalami stress maka hormonal di dalam tubuh mengalami perubahan keseimbangan dan dapat menyebabkan timbulnya keputihan.83 Normal Berat badan 50 kg Tekanan darah 120/80 mmHg 120/80 mmHg Normal Frekuensi nadi 80x/menit 60-100x/menit Normal 10 . Sedangkan penggunaan KB mempengaruhi keseimbangan hormonal wanita. rambut kemaluan. seperti tampon.  Karena pemakaian obat.

Frekuensi napas 20x/menit 16-24 x/menit Normal Konjunctiva Normal Normal Normal hiperpigmentasi - Tanda palpebra payudara kehamilan Mekanisme hiperpigmentasi payudara Kehamilan  ↑ hormone kortikosteroid (estrogen dan progesterone)  merangsang melanosit  peningkatan produksi melanin  deposit pigmen yang berlebihan di daerah areola mammae  hiperpigmentasi payudara 8. tidak ada laserasi. menunjukkan terjadinya abortus. Bagaimana interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan internal? Jawab: Speculum examination Portio livide Tanda chardwick = Peningkatan vaskularisasi warna unggu yang menimbulkan kebiruan pada mukosa vagina. (tanda kehamilan) External os terbuka dengan darah Terjadinya yang keluar dari eksternal os dilatasi serviks yang menunjukkan Terdapat tanda darah kehamilan. Tidak ada erosi. vulva dan serviks akibat meningkatnya hormon estrogen. Normal tidak ada polip Bimanual examination 11 .

Interpretasi Serviks soft Menunjukkan adanya kehamilan External os terbuka Dilatasi servik menunjukkan terjadinya abortus No cervical motion tenderness Normal. sehingga belum cukup besar untuk teraba dan juga telah terjadi aborsi Tidak ada nyeri tekan dan Normal massa abdomen Tidak ada tanda cairan Tidak ada ascites 10. Bagaimana interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan laboratorium? Jawab: Hemoglobin WBC KASUS Nilai Normal Interpretasi 11g/dl 11-14 g/dl Normal 16. tidak ada peradangan atau kelainan di adnexa Ukuran uteri 8 minggu Kehamilan dengan usia 8 minggu Adnexa dan parametrium normal Normal (menyingkirkan DD : KET) 9.000/mm3 5000- Leukositosis 10000/mm3 ESR 15 mm/hour Westergreen 0- Normal 12 . Bagaimana interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan external? Jawab: Kasus interpretasi Abdomen flat dan souffle Tidak ada massa. cairan di rongga abdomen simetris Fundus uteri tidak teraba Kehamilan masih muda.

muntah. Apa diagnosis differential kasus ini? Jawab: Perdarahan pervaginam Abortus Abortus Abortus Kehamilan Mola inkomplit insipiens komplit ektopik hidatidosa infeksiosa + + (sedang – (sedang- + (sedikit) + (sedikit) + (sedikit- banyak berbau) + + + Demam Kram perut Tanda-tanda & banyak) + + banyak) +/+ ? + + kehamilan (amenorea.20mm/jam Wintrobe 0-15 mm/jam Darah tepi Dalam batas Normal Normal normal βHCG + Tanda kehamilan 11. berlebihan) mamae + + + + + Lebih kecil Sesuai usia Lebih kecil Sedikit + Lunak dari lebih usia gestasi gestasi Portio livide OUE terbuka & muntah mual. tegang) Abdomen simetris Nyeri tekan Ukuran uterus ? + + (mual + + Nyeri goyang serviks Adneksa & Normal dari usia membesar gestasi dari normal dari + + + Terbuka/ + Tetutup gestasi + + Normal Tertutup Normal + Terdapat ? 13 dan besar usia .

Mengetahui letak sumber perdarahan  Kultur mikroorganisme/pap smear untuk menentukan bakteri penyeban infeksi 13. Anamnesis a) Gejala atau keluhan utama: Perdarahan pervaginam b) Riwayat perjalanan penyakit : 1. Tidak haid selama 8 minggu 3. Apa saja pemeriksaan penunjang untuk kasus ini? Jawab:  USG transabdominal maupun transvaginal . . Mual muntah 4.Untuk mengethui keadaan plasenta apakah sudah terjadi pelepasan atau belum . Breast tenderness 5. Ny. seorang supir truk 2. Pemeriksaan Fisik 14 . Y.parametrium massa Anemia - adneksa + Masih + + + + Tergantung +/- jumlah Leukositosis βHCG + + perdarahan + + Meningkat 2x lipat 12.Melihat gerakan dan denyut jantung janin . Bagaimana cara penegakan diagnosis dan apa diagnosis kerja kasus ini? Jawab: Cara Penegakan Diagnosis 1. mengeluhkan adanya sekret c) d) e) f) vagina yang berbau dan gatal pada vulva Riwayat obstetrik: Kehamilan ketiga Riwayat abortus: Riwayat penyakit terdahulu: Riwayat penyakit keluarga: tidak diketahui (informasi belum lengkap) g) Informasi tambahan: Suami Ny. 1 tahun yang lalu.Menentuan adanya kehidupan janin atau tidak.Menyingkirkan diagnosis adanya kehamilan ektopik atau tidak . Y. Kram abdomen 2.

Kelainan pada plasenta 3. 1. Kelainan pada zigot 2. Faktor psikologis Kelainan anatomik pada uterus 15 . Kelainan traktus genitalis Pada abortus habitualis. Faktor-faktor yang dapat mengakibatkan gangguan dalam pertum-buhan endometrium adalah: 3. external os terbuka dengan darah keluar dari external os 3. Kelainan imunologi 6. 2. Bimanual examination : external os terbuka. Urin : B hCG positif 3. di antaranya sebagai berikut. Apa etiologi dan faktor resiko kasus ini? Jawab: Ada beberapa penyebab abortus. WBC : 16. Kelainan kromosom b. Lingkungan kurang sempurna c. ada 3 golongan penyebab yaitu: 1. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi a.1. Penyakit infeksi 5. Pengaruh dari luar 2. USG 2. Pap Smear Diagnosis Kerja Abortus Insipien 14. ukuran uterus sekitar 8 minggu kehamilan 4. Speculum examination : portio livide. Pemeriksaan Penunjang 1. Kelainan hormonal 3. Pemeriksaan darah : Hb 11 g/dL. Analisis Darah 3. Penyakit ibu 4.000/mm3 5. Gangguan nutrisi 4. Malfungsi endometrium 1. Hyperpigmented breast 2. Kultur bakteri 4.

Bagaimana patofisiologi kasus ini? Jawab: Pada saat spermatozoa menembus zona pelusida terjadi reaksi korteks ovum. 18th 16. Gynaecology by Ten Teacher. Granula korteks didalam ovum atau oosit sekunder berfusi dengan membrane plasma sel. Bagaimana epidemiologi kasus ini? Jawab: Jumlah abortus yang terjadi diketahui akan menurun dengan meningkatnya usia gestasional. International Student’s Edition. Monga.15. sehingga enzim didalam granula-granula dikeluarkan 16 . dari 25% pada 5 hingga 6 minggu pertama kehamilan pada 2% selepas 14 minggu. Berikut ini adalah table epidemiologi pada awal kehamilan: No Variabel Persentase 1 Abortus sewaktu konsepsi 50-70 2 Jumlah keseluruhan abortus secara klinis 25-30 3 Sebelum 6 minggu 18 4 6-9 minggu 4 5 Lebih dari 9 minggu 3 6 Lebih dari 14 minggu 2 8 Jumlah abortus pada primigravida usia dibawah 6-10 40 tahun 9 Jumlah abortus pada primigravida usia diatas 40 30-40 tahun 10 Abortus berulang 1-2 11 Abortus habitualis 25-30 12 Kehamilan ektopik per kelahiran hidup 2 13 Mola Hidatidosa Complete 0.1 Campbell.

Kedua pronukleus saling mendekati membentuk zygot yang terdiri dari bahan genetik perempuan dan laki-laki. Pada hari 12-13 setelah fertilisasi. Hal ini dapat berlangsung oleh karena sitoplasma ovum mengandung banyak zat asam amino dan enzim. Dalam beberapa jam setelah pembuahan terjadi. mulailah pembelahan zygot. blastokista sudah sepenuhnya melekat pada stroma desidua sehingga epitel dari permukaan uterus akan terus tumbuh.secara eksositosis ke zona pelusida. Pembentukan dari sirkulasi uteroplasenta yang potensial terjadi ketika kapiler vena ibu bersentuhan dengan sinsitial maka darah akan dapat lewat melalui sistem lakuna. Pada manusia terdapat 46 kromosom yaitu 44 kromosom autosom dan 2 kromosom kelamin. trofoblas berdiferensiasi menjadi lapisan luar (outer multinucleated sintitiotrofoblast) dan membentuk lapisan dalam (primitive mononuclear sytotrofoblast). hingga volume vitelus ini makin berkurang yang akhirnya terisi seluruhnya oleh morula. Selanjutnya pada hari keempat hasil konsepsi mencapai stadium blastula yang disebut blastokista dimana bagian luarnya adalah jaringan tropoblas dan dibagian dalamnya disebut massa sel dalam (inner cell mass) pada satu kutub. Blastokista itu sendiri tertanam diantara jaringan sel epitel dari mukosa uterus pada hari ke 6-7 setelah ovulasi. Hal ini menandakan bahwasanya tahap awal dari implantasi akan disertai dengan sedikit nekrosis dari 17 . hasil konsepsi berada dalam stadium morula dimana sebelumnya telah terjadi pembelahan-pembelahan yang di peroleh dari vitelus. Lakuna akan menjadi daerah intervilus dari plasenta. Pada hari ke-8. Dalam 3 hari terbentuk suatu kelompok sel yang sama besarnya. Pada hari ke-9 vakuola atau lakuna muncul pada sinsitial dan akan segera membesar kemudian akan segera menyatu. Kemudian massa sinsitial berpenetrasi diantara sel epitel dan akan segera menyebar ke stroma. Hal ini menyebabkan glikoprotein di zona pelusida berkaitan satu sama lain membentuk suatu materi yang keras dan tidak dapat ditembus oleh spermatozoa lain. Kemudian terjadi diferensiasi menjadi masa sinsitial.

Villus trofoblas sepenuhnya menutupi seluruh villi chorialis plasenta dan berfungsi untuk transportasi nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin. 17. sinsitial extravillous trofoblas tidak mencapai arteri spiralis. Hasil konsepsi diselubungi oleh jonjot-jonjot yang dinamakan vili korialis dan berpangkal pada korion. Didapati bahwa trombosis dari pembuluh darah uteroplasenta akan menyebabkan perfusi ke plasenta terganggu. kemudian terbentuk sinus intertrofoblastik yang merupakan ruangan yang berisi darah maternal. Sirkulasi darah janin ini berakhir dilengkung kapiler ( capillary loops ) didalam vili korialis yang ruang intervilinya dipenuhi dengan darah maternal yang dipasok oleh arteri spiralis dan dikeluarkan melalui vena uterina. diferensiasi dari trofoblas dapat terjadi pada dua jalur utama yaitu villous dan ekstra villous. Pada kasus lain dari abortus spontan pada awal kehamilan. vili korialis yang berhubungan dengan desidua basalis tumbuh dan bercabang-cabang dengan baik. Hal ini berguna untuk mempertimbangkan kedua jenis dari jalur diferensiasi yang dipisahkan oleh kedua fungsi dari kedua trofoblas ini dan tipe dari sel maternal. Selain itu. Hal ini menyebabkan arteri tidak berpulsasi dan suplai darah yang melalui arteri spiralis tidak akan adekuat sampai akhir kehamilan trimester pertama yang menyebabkan terjadinya abortus spontan. Vili korialis akan tumbuh menjadi suatu massa jaringan yaitu plasenta. Darah ibu dan darah janin dipisahkan oleh dinding pembuluh darah janin dan lapisan korion. Bagaimana penatalaksanaan kasus ini? Jawab: 18 . korion tersebut dinamakan korion frondosum.jaringan atau reaksi inflamasi dari jaringan mukosa. dimana masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Dalam 2 minggu perkembangan konsepsi. Kegagalan pada endovaskular dan interstisial dari diferensiasi extravillus trofoblas akan menyebabkan abortus pada awal kehamilan. Korion ini terbentuk oleh karena adanya chorionic membrane. trofoblas invasif telah melakukan penetrasi ke pembuluh darah endometrium. Setelah fase inisial nidasi.

nyeri goyang  porsio. sekret berbau pervaginam. dinding perut tegang. nyeri perut bawah.  Misoprostol 400 mg per oral dan apabila masih diperlukan. Hasil konsepsi yang tersisa dalam kavum uteri dapat dikeluarkan dengan AVM atau prosedur dilatasi dan kuretase (hati-hati resiko perforasi). dehidrasi. Bila usia gestasi ≤ 16 minggu. pikirkan  kemungkinan kehamilan ektopik yang terganggu Tanda-tanda infeksi atau sepsis (demam tinggi. lakukan tindakan pendahuluan dengan:  Infus Oksitosin 20 unit dalam 500 ml NS atau RL mulai dengan 8 tetes/menit yang dapat dinaikkan hingga 40 tetes/menit. berkeringat banyak. evakuasi dilakukan dengan peralatan aspirasi vakum manual (AVM) setelah bagian-bagian janin dikeluarkan. tekanan  sistolik < 90 mmHg. Bagaimana prognosis kasus ini? 19 . adanya cairan bebas dalam kavum pelvis. nadi > 112 kali per menit) Bila syok disertai dengan massa lunak di adneksa.Penanganan Awal Untuk penanganan yang memadai. Bila usia gestasi ≥ 16 minggu. nyeri perut bawah.  Ergometrin 0. 18. Bila prosedur evakuasi tidak dapat segera dilaksanakan atau usia gestasi lebih besar dari 16 minggu.2 mg IM yang diulangi 15 menit kemudian. dapat  diulangi dengan dosis yang sama setelah 4 jam dari dosis awal. segera lakukan penilaian dari:   Keadaan umum pasien Tanda-tanda syok (pucat. evakuasi dilakukan dengan  prosedur dilatasi dan kuretase (D & K). gelisah atau pingsan) Tentukan melalui evaluasi medik apakah pasien dapat ditatalaksana pada fasilitas kesehatan setempat atau dirujuk (setelah dilakukan stabilisasi) Penanganan Spesifik Abortus Insipiens   Lakukan prosedur evakuasi hasil konsepsi. sesuai dengan kondisi kontraksi uterus hingga terjadi pengeluaran hasil konsepsi. pingsan.

Bagaimana preventif kasus ini? Jawab: Mencari kelainan yang mungkin menyebabkan abortus  Pemeriksaan terhadap suami-istri  Harus lebih banyak istirahat pada penderita abortus habitualis  Jangan bersenggama pada hamil muda  Perbanyak makanan bergizi  Batasi pemakaian obat-obatan 21.Jawab: Prognosis Ibu: Vitam : Bonam Functionam : Dubia ad bonam Prognosis fetus: Vitam : Malam 19. Hipotesis 20 . Apa KDU kasus ini? Jawab: Kompetensi 3B Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Perforasi karena tindakan kuret c. Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan. Bagaimana komplikasi kasus ini? Jawab: a. Anemi oleh karena perdarahaan b. Infeksi d. Syok pendaran atau syok endoseptik 20. serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat).

G3P2A0.Ny. 21 . mengalami abortus insipien et causa infeksi dan advance maternal age. Y. 37 tahun.

Y. G3P2A0 Usia anak terakhir 6 tahun Vulvar Itchy.Kerangka Konsep Pekerjaan Suami sebagai supir truk STD (Sexual Transmitted disease) Ny. vaginal discharge with smelly odor  Tidak mendapat Haid 8 minggu Kehamilan  Mual dan Muntah  Breast Tenderness  Hiperpigmentasi payudara Infeksi Kronis  Usia >35 tahun  Jarak antara kehamilan >5 tahun Pendarahan Vagina Abortus Spontan Os ostium terbuka Abortus Insipien 22 . 37 tahun.

adalah bagian uterus yang berbentuk seperti kubah berada di bagian superior dan tempat dimana terletaknya superior uterine tube orifice. Berbentuk seperti pear terbalik. Ukuran panjang uterus normalnya pada  Anak-anak : 2-3 cm  Nullipara (wanita yang belum pernah melahirkan) : 6-8 cm  Premultipara (wanita yang pernah melahirkan 1 kali) : 7 cm  Multipara (wanita yang pernah melahirkan lebih dari 1) : 8-9 cm Uterus terbagi dalam 2 bagian besar. Isthmus.Sintesis Anatomi Sistem Reproduksi Wanita Uterus Uterus atau rahim berfungsi sebagai tempat implantasi ovum yang terfertilisasi dan sebagai tempat perkembangan janin selama kehamilan sampai dilahirkan. sedangkan pada wanita yang sudah menopause. Bentuk dan ukuran uterus sangat berbeda-beda tergantung usia dan pernah melahirkan atau belum. tidak dapat digerakkan. Cervix adalah bagian uterus (1/3 inferioruterus) yang lebih sempit berbentuk seperti tabung yang dekat dengan vagina yang berisi cervical canal. Fundus. adalah bagian uterus (2/3 superior uterus) yang melebar.5 cm. 2.5 cm. ukuran uterus lebih kecil karena pengaruh hormon seks yang menurun. terdiri atas: 1. adalah bagian yang agk mengkerut/mengecil. cervical canal yang menghadap ke luar disebut internal os (pars 23 . Ukuran uterus pada wanita yang belum pernah hamil (nullipara) adalah panjang 7. Pada wanita yang sudah pernah hamil. letaknya sedikit agak di cervix 2. uterine cavity 3. lebar 5 cm dan tebal 2. Body (corpus). terletak di antara kedua lembar ligmentum latum. Uterus terletak anterior terhadap rectum dan posterior terhadap urinary bladder. ukuran uterus lebih besar. yaitu : 1.

3. Latum uteri) : terisi oleh jaringan ikat longgar (parametrium) tempat berjalannya arteri dan vena uteri. Broad Ligament (lig.  Menghadap anterior → anteversio  Menghadap posterior → retroversio Struktur Penyokong Uterus 1. Fungsinya untuk menetapkan kedudukan uterus. levator ani dan urogenital diaphragm 2. Flexio Flexi adalah sudut antara cervix uteri dan corpus uteri. mesosalpinx (terletak antara ovarium. 4. Posisi normal uterus : antefleksio dan anteversio. Terletak disebelah lateral uterus kanan kiri kemudian meluas dan melebar sampai mencapai dinding lateral pelvis dan dasar pelvis seolah-olah menggantung pada tuba. sedangkan cervical canal yang menghadap ke luar disebut dengan external os (portio vaginalis cervicis).  Menghadap anterior → anteflexio  Menghadap posterior → retroflexio 2. Versio Versi adalah sudut antara vagina dan cervix uteri. ovarian ligament dan tuba uterine). Ovarii proprium): menghubungkan ujung proksimal ovarium pada sudut lateral uterus. mengikat ovarium dan infundibulum ke bagian lateral pelvic cavity sehingga menggantungkan uterus pada dinding pelvis. Suspensory Ligament (lig. tepat di bawah tub uterine. ureter. Infundibulo pelvicum) : terletak disebelah lateral broad ligament.supravaginalis cervicis). dan mesovarium (tempat ovarium melekat). Ovariant Ligament (lig. Macam-macam posisi uterus: 1. Broad ligament terdiri dari mesometrium (bagian utama yang melekat pada uterus). pembuluh lymph. 24 . M.

Sacrum dan pada peralihan corpus menuju cervix. Recto uterinum) : melekat pada os. appendix Vaskularisasi dan Venous drainage: Uterina artery (cabang dari internal iliac artery) → Arcuate artery → Radial artery → Straight arterioles (supply stratum basalis) dan Spiral arteriola (supply stratum functionalis) →uterine veins → internal iliac veins Innervasi:  Terutama diinnervasi oleh sympathetic nerve → splanchnic nerve  Visceral afferent nerve dari uterus dan ovarium bersama sympathetic fiber ke T12. S3. Posterior : rectum 4. Round Ligament (lig. L1 dan L2  Innervasi Parasimpathetic: S2. S4 → pelvic splanchnic nerve → uterus dan vagina  Afferent (rasa sakit dari vagina dan uterus) → pudendal nerve 25 .5. Inferior : vesica urinary. Teres uteri / lig. Fungsinya untuk mempertahankan uterus dalam psisi anteversio dan antefleksio (normal) serta pada saat kehamilan akan menahan uterus pada posisi tegak. tuba uterine. Cervical lateral) : melekat pada cervix dan vagina atas (lateral part dari fornix vagina) kemudian menuju ke dinding lateral pelvis. ileum 2. Dextra : ceacum. Lateral : ureter. ovarium 5. Uterosacral Ligament (lig. Sacrouterinum / lig. Pubocervical ligaments Topografi 1. Transversum cervicis / lig. Cardinal Ligament (lig. 8. vagina 3. 6. Superior : colon sigmoid. Retundum) : melekat pada bagian bawah depan dari tempat masuknya tuba uterine ke dalam uterus dan akan berjalan ke lateral depan. 7.

vagina dan ovarium Ovarium divaskularisasi oleh ovarian branches. Uterine artery sendiri berasal dari nternal iliac artery yang merupakan percabangan dari common iliac artery. Sebelum masuk ke endometrium. yaitu straight arteriols yang memvaskularisasi ke bagian stratum basalis dan spiral arteriols yang memvaskularisasi ke bagian stratum fungsionalis. yaitu arcuate artery yang memvaskularisasi otot polos sirkular myometrium dan radial artery yang memvaskularisasi bagian myometrium yang lebih dalam. Pada uterus. Common iliac artery sendiri adalah percabangan langsung dari abdominal aorta. selain itu ovarian branches juga merupakan cabang dari uterine artery. radial artery bercabang menjadi dua. Sedangkan tuba uterina divaskularisasi oleh tubal branches yang merupakan cabang dari ovarian artery dan uterine artery. Untuk uterus sendiri divaskularisasi oleh uterine artery. Pada vagina divaskularisasi oleh vaginal artery yang merupakan cabang dari uterine artery selain itu juga vagina divaskularisasi oleh internal pudendal artery. uterine artery bercabang menjadi dua.Lymphatic drainage:  Lymph dari cervix → nodus hypogastricus  Lymph dri corpus uterus → nodus iliaca internal dan nodus limfticus peraorta Vaskularisasi uterus. Yang nantinya akan menyatu menjadi vagina vein. Abortus Definisi Abortus 26 . yang merupakan cabang dari ovarian artery. Ovarian artery sendiri merupakan cabang langsung dari abdominal aorta. pampiniform vein dan bersatu menjadi uterine vein. pampiniform plexus dari ovarium dan plexus uterine dari uterus. Sebagai drainasenya terdapat plexus vagina dari vagina.

21 wanita (39. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi a.6%) berusia di bawah 20 tahun. didapatkan kesimpulan bahwa dari total 53 wanita yang mengalami abortus spontan.6%) berusia 35 tahun ke atas. di mana terminologi umum untuk masalah ini adalah keguguran atau miscarriage. Lingkungan kurang sempurna c. Kelainan kromosom b. Epidemiologi Abortus Abortus spontan adalah abortus yang terjadi secara alamiah tanpa intervensi luar (buatan) untuk mengakhiri kehamilan tersebut. Penyakit ibu 4. di antaranya sebagai berikut.8%) berusia 21-34 tahun. c. Pengaruh dari luar 2. e. d. Kelainan pada plasenta 3. dan 4 wanita (7. 1. b. sebanyak 28 wanita (52. Dalam sebuah penelitian di RSUP Adam Malik Medan dari tahun 20052010. Kelainan traktus genitalis Pada abortus habitualis.Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. ada 3 golongan penyebab yaitu: 1. Kelainan hormonal Gangguan nutrisi Penyakit infeksi Kelainan imunologi Faktor psikologis 27 . Malfungsi endometrium Faktor-faktor yang dapat mengakibatkan gangguan dalam pertum-buhan endometrium adalah: a. Etiologi Abortus Ada beberapa penyebab abortus. Kelainan pada zigot 2. Abortus adalah pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau kurang dari 20 minggu.

2. aborsi. Ovum menjadi terlepas dan hal ini merangsang kontraksi uterus sehingga menyebabkan ekspulsi. Abortus buatan adalah abortus yang terjadi akibat intervensi tertentu yang bertujuan untuk mengakhiri proses kehamilan. mungkin pula janin telah mati lama (missed abortion). 6 Abortus spontan adalah abortus yang terjadi secara alamiah tanpa intervensi luar (buatan) untuk mengakhiri kehamilan tersebut. Hasil konsepsi pada abortus dapat dikeluarkan dalam berbagai bentuk. Abortus buatan Abortus buatan adalah pengakhiran kehamilan sebelum 20 minggu akibat tindakan. atau kemungkinan lain adalah tidak adanya janin yang disebut dengan blighted ovum. Adakalanya kantong amnion kosong atau tampak di dalamnya benda kecil tanpa bentuk yang jelas (blighted ovum). Abortus spontan Abortus spontan adalah abortus yang berlangsung tanpa tindakan. 3. atau abortus provokatus. Abortus terapeutik 28 .3. Terminologi umum untuk masalah ini adalah keguguran atau miscarriage. cairan biasanya ditemukan di sekitar janin kecil yang mengalami maserasi. 1. Jenis-jenis Abortus Abortus dapat dibedakan sebagai berikut. Kelainan anatomik pada uterus Patologi Abortus biasanya disertai oleh perdarahan ke dalam desidua basalis. Jika kantung kehamilan dibuka. dengan nekrosis di jaringan dekat tempat perdarahan. Terminologi untuk keadaan ini adalah pengguguran.

Abortus terapeutik adalah abortus buatan yang dilakukan atas indikasi medik. 29 . Abortus inkomplit adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. gagal jantung Penyakit ginjal kronik berat. b. 2. kehamilan masih mungkin berlanjut atau dipertahankan. terutama payudara atau serviks uteri Indikasi fetus: Infeksi virus Penyakit hemolitik Defek genetik Defek kongenital yang tidak kompatibel dengan kehidupan normal. spina bifida. gagal ginjal Penyakit maligna. Abortus insipiens Abortus insipiens adalah perdarahan ringan hingga sedang pada kehamilan muda di mana hasil konsepsi masih berada dalam kavum uteri. Indikasi abortus terapeutik adalah sebagai berikut. a. Dalam kondisi seperti ini. d. - Indikasi sosial Indikasi psikiatrik: Neurosis berat Psikosis Indikasi medik: Penyakit jantung berat. antara lain adalah: 1. 3. Abortus inkomplit Abortus inkomplit adalah perdarahan pada kehamilan muda di mana sebagian dari hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri melalui kanalis servikalis. Terdapat berbagai jenis abortus yang termasuk dalam kategori abortus spontan. misalnya anensefali. c. Abortus imminens Abortus imminens adalah terjadinya perdarahan bercak yang menunjukkan ancaman terhadap kelangsungan suatu kehamilan. Kondisi ini menunjukkan proses abortus sedang berlangsung dan akan berlanjut menjadi abortus inkomplit atau komplit.

3. Perforasi Perforasi uterus pada kerokan dapat terjadi terutama pada uterus dalam posisi hiperretrofleksi. perforasi. Diagnosis Evaluasi medik mencakup riwayat medik. waktunya. abortus habitualis. dan pemeriksaan panggul untuk menegakkan diagnosis dan penentuan tindakan selanjutnya. abortus infeksiosus. Selain itu dikenal pula abortus servikalis. dan abortus septik. Komplikasi Abortus Komplikasi yang berbahaya pada abortus adalah perdarahan. missed abortion. Abortus komplit Abortus komplit adalah perdarahan pada kehamilan muda di mana seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan dari kavum uteri. dan uterus sudah banyak mengecil. Infeksi Syok Syok pada abortus bisa terjadi karena perdarahan (syok hemoragik) dan karena infeksi berat (syok endoseptik). Kematian karena perdarahan dapat terjadi apabila pertolongan tidak diberikan pada 2. ostium uteri telah menutup.      Riwayat Medik Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Panggul Pemeriksaan dengan Spekulum (Inspekulo) Pemeriksaan Bimanual 30 . 4. Perdarahan Hal ini dapat diatasi dengan pengosongan uterus dari sisa-sisa hasil konsepsi dan jika perlu pemberian transfusi darah. pemeriksaan fisik.4. infeksi. dan syok. 5 Pada penderita ditemukan perdarahan sedikit. 1.

Uterus Retroversi c. Uterus Anteversi b. nyeri perut bawah. Uterus Lateroposisi Penatalaksanaan 1. nadi > 112 kali per menit) Bila syok disertai dengan massa lunak di adneksa. Penanganan Awal Untuk penanganan yang memadai. dinding perut tegang. dehidrasi. adanya cairan bebas dalam kavum pelvis. pingsan.  Abortus Imminens Tidak diperlukan pengobatan medik yang khusus atau tirah  baring secara total Anjurkan untuk tidak melakukan aktifitas fisik secara berlebihan atau melakukan hubungan seksual  Bila:  Perdarahan berhenti.  Perdarahan terus berlangsung. Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain (hamil ektopik atau mola). nyeri goyang porsio. 31 . nyeri perut bawah. segera lakukan penilaian dari:   Keadaan umum pasien Tanda-tanda syok (pucat. berkeringat banyak. pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik yang terganggu  Tanda-tanda infeksi atau sepsis (demam tinggi. tekanan  sistolik < 90 mmHg. lakukan asuhan antenatal terjadwal dan penilaian ulang bila terjadi perdarahan lagi. sekret berbau pervaginam. gelisah atau pingsan)  Tentukan melalui evaluasi medik apakah pasien dapat ditatalaksana pada fasilitas kesehatan setempat atau dirujuk (setelah dilakukan stabilisasi) 2. Nilai Besar dan Posisi Uterus a. Penanganan Spesifik 1. nilai kondisi janin.

pembukaan serviks. lakukan tindakan pendahuluan dengan:  Infus Oksitosin 20 unit dalam 500 ml NS atau RL mulai dengan 8 tetes/menit yang dapat dinaikkan hingga 40 tetes/menit. sesuai dengan kondisi kontraksi uterus hingga terjadi pengeluaran hasil konsepsi. 3.   Abortus Insipiens Lakukan prosedur evakuasi hasil konsepsi. pemantauan hanya dilakukan melalui gejala klinik dan hasil pemeriksaan ginekologik.  Abortus Inkomplit Tentukan besar uterus (taksir usia gestasi). Bila usia gestasi ≥ 16 minggu.  Misoprostol 400 mg per oral dan apabila masih diperlukan. kenali dan atasi  setiap komplikasi (perdarahan hebat. Hasil konsepsi yang terperangkap pada serviks yang disertai perdarahan hingga ukuran sedang.2 mg IM yang diulangi 15 menit kemudian. evakuasi dilakukan dengan prosedur dilatasi dan kuretase (D & K). evakuasi sisa hasil konsepsi dengan AVM atau dilatasi dan kuretase (pilihan tergantung dari usia gestasi. infeksi/sepsis). beri Ergometrin 0.  Bila prosedur evakuasi tidak dapat segera dilaksanakan atau usia gestasi lebih besar dari 16 minggu. dan keberadaan bagian-bagian janin). dapat dikeluarkan secara digital atau cunam ovum. 32 . evakuasi dilakukan dengan peralatan aspirasi vakum manual (AVM) setelah bagian-bagian janin dikeluarkan. 2. dapat diulangi dengan dosis yang sama setelah 4 jam dari dosis awal. setelah itu evaluasi perdarahan:  Bila perdarahan berhenti.  Ergometrin 0. Bila usia gestasi ≤ 16 minggu.2 mg IM atau Misoprostol 400 mg per oral.  Hasil konsepsi yang tersisa dalam kavum uteri dapat dikeluarkan dengan AVM atau prosedur dilatasi dan kuretase (hatihati resiko perforasi). syok.  Bila perdarahan terus berlangsung. Pada fasilitas kesehatan dengan sarana terbatas.

Oksitosin drip Oksitosin drip diperlukan pada evakuasi sisa konsepsi pada kasus abortus inkomplit trimester kedua. beri Ampicillin 1 gr dan Metronidazole 500 mg setiap 8 jam. terutama apabila ditemui tanda-tanda infeksi. berikan Sulfas ferosus 600 mg per hari selama 2 minggu (untuk anemia sedang) atau transfusi darah (untuk anemia berat). Pantau tanda vital pasca tindakan hingga pasien dianggap stabil. segera lakukan evakuasi dengan AVM. Setelah prosedur selesai.  Bila pasien tampak anemik. Sebagai pengganti.  Bila terjadi perdarahan hebat dan usia gestasi di bawah 16 minggu. Ini dilakukan untuk membuat uterus berkontraksi dengan baik agar dapat mengeluarkan sisa konsepsi dan membuat dinding uterus tebal dan kuat (mencegah perforasi). Dosis oksitosin untuk tindakan ini dapat mencapai 200 unit oksitosin dalam 500 ml cairan infus dengan kecepatan 30-40 tetes per menit. Kesuburan dapat kembali dalam 2 minggu pasca keguguran sehingga perlu dilakukan konseling tentang kemungkinan akan 33 . Perawatan pasca tindakan Pantau tanda vital mulai dari saat pasien masih berada di atas meja tindakan. bilasan) hingga perdarahan benar-benar berhenti - (5-7 hari). Berikan penjelasan: - Hindarkan hubungan seksual atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina (tampon. Perhatikan timbulnya efek samping dari pemberian oksitosin dosis tinggi ini. Bila terjadi infeksi. Bila tidak ada tanda-tanda infeksi. dapat diberikan misoprostol 600 mg per oral. pantau tanda vital pasien. Berikan antibiotik sebagai upaya profilaksis. beri antibiotik profilaksis  (Ampicillin 500 mg oral atau Doxycycline 100 mg).

4. sayuran segar. beri ATS dan TT. dan telur).  Apabila pasien mengalami anemia sedang. Kecuali metode alamiah. Sebelum merujuk pasien lakukan restorasi cairan yang hilang dengan NS atau RL melalui infus dan berikan antibiotika (misalnya:   Ampicillin 1 gr. kesuburan akan kembali (paling cepat) dalam 11 hari. Tempat kunjungan ulang atau fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pertolongan gawat darurat (bila diperlukan). Jika ada riwayat abortus tidak aman. 5. maka keinginan tersebut disalurkan ke bagian klinik infertilitas.  Apabila tidak terdapat tanda-tanda infeksi tidak perlu diberi antibiotik. atau apabila khawatir akan infeksi dapat diberi antibiotik profilaksis. daging. dengan perlindungan antibiotika berspektrum luas dan upaya stabilisasi hingga kondisi 34 . setelah abortus selesai. Untuk anemia berat. Pada abortus spontan. Apabila fasilitas kesehatan setempat tidak mempunyai fasilitas yang memadai.  Abortus Komplit Apabila kondisi pasien baik. rujuk  pasien ke Rumah Sakit. cukup diberi tablet Ergometrin 3x1 tablet per hari untuk 3 hari. ikan. berikan transfusi darah. hampir semua metode kontrasepsi dapat digunakan oleh pasien pasca keguguran. Kontrasepsi pasca keguguran Bila usia kehamilan di bawah 12 minggu. umumnya mereka ingin untuk segera hamil kembali. Metronidazole 500 mg).terjadinya kehamilan atau tawaran menggunakan kontrasepsi bila - pasien belum ingin hamil. berikan tablet Sulfas ferosus 600 mg per hari selama 2 minggu disertai dengan anjuran mengkonsumsi makanan bergizi (susu.  Abortus Infeksiosa Kasus ini beresiko tinggi untuk terjadi sepsis. Pada fasilitas kesehatan yang lengkap. Bila tidak terdapat kelainan medik.

6. Pelepasan tersebut dilakukan dengan jalan menghisap dengan tekanan vakum dan mengerok dinding kavum uteri dengan kanula plastik yang mempunyai lubang di bagian ujungnya.  Pada umumnya kanalis servisis dalam keadaan tertutup sehingga perlu tindakan dilatasi dengan batang laminaria selama 12  jam. Aspirasi Vakum Manual (AVM) Aspirasi vakum manual adalah serangkaian proses untuk melepaskan dan mengeluarkan jaringan yang melekat pada dinding kavum uteri dengan melakukan invasi dan manipulasi instrumen ke dalam kavum uteri.pasien memadai. sehingga prosedur evakuasi (kuretase) akan lebih sulit dan risiko perforasi lebih tinggi. dapat dilakukan pengosongan uterus sesegera mungkin (lakukan secara hati-hati karena tingginya kejadian perforasi pada kondisi ini). Tekanan vakum dihasilkan dari pengosongan udara di dalam tabung (syringe) 60 ml dan tekanan tersebut disalurkan melalui kanula (Karmann’s cannula) dengan membuka katup pengendali (valve). Missed Abortion Missed abortion seharusnya ditangani di Rumah Sakit atas  pertimbangan: Plasenta dapat melekat sangat erat di dinding rahim. Kuretase Kuretase adalah serangkaian proses pelepasan jaringan yang melekat pada dinding cavum uteri dengan melakukan invasi dan memanipulasi instrumen (sendok kuret) ke dalam cavum uteri. Tingginya kejadian komplikasi hipofibrinogenemia yang berlanjut dengan gangguan pembekuan darah. Sendok kuret akan melepaskan jaringan tersebut dengan teknik 35 .

induksi (terapeutik) aborsi kini dianggap legal.000. Tidak terjadi penurunan fertilitas atau peningkatan risiko abortus spontan. yang sering disertai angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pencegahan Abortus  Mencari kelainan yang mungkin menyebabkan abortus  Pemeriksaan terhadap suami-istri  Harus lebih banyak istirahat pada penderita abortus habitualis  Jangan bersenggama pada hamil muda  Perbanyak makanan bergizi 36 .pengerokan secara sistematik. Teknik Induksi Aborsi (Abortus Terapeutik) Di banyak negara. dan angka mortalitasnya kurang dari 1 per 100. mendapatkan abortus yang dilakukan tenaga kesehatan profesional yang terlatih di dalam lingkungan higiene yang baik. tidak menghiraukan status sosial dan ekonomi. kelahiran preterm. Sekuele Induksi Aborsi Induksi aborsi yang dilakukan sebelum kehamilan minggu ke-12 di klinik yang mempunyai fasilitas dan staf yang baik hanya sedikit disertai komplikasi. atau kematian janin pada kehamilan berikutnya. Kuretase diindikasikan pada abortus inkomplit dan abortus septik. angka komplikasi meningkat menjadi 3-5% dengan angka mortalitas 9-12 per 100. Kurang dari 1% wanita mendapat infeksi.000 abortus. setelah konseling. Setelah kehamilan minggu ke-12. Tujuan melegalkan abortus ini adalah: - Memungkinkan semua wanita. Mengurangi frekuensi abortus “ilegal” yang dilakukan dalam lingkungan yang tidak higienis.

Etiologi 1. artinya makin muda kehamilan saat terjadinya abortus.Gangguan sirkulasi plasenta Di jumpai pada ibu yang menderita penyakit seperti hipertensi. Abortus insipien adalah abortus yang sedang mengancam di mana telah terjadi pendataran serviks dan osteum uteri telah membuka akan tetapi hasil dari konsepsi masih berada di dalam kavum uteri. Kelainan genetalia ibu Misalnya pada ibu yang menderita : • Anomaly kongital (hipoplasia uteri) • Kelainan letak dari uterus. 7. ketakutan. 2. misalnya: penyakit infeksi yang dapat menyebabkan demam tinggi seperti tipoid. Batasi pemakaian obat-obatan   ABORTUS INSIPIEN A. Abortus spontan yang dikarenakan kelainan ovum berkurang kemunngkinannya jika kehamilan lebih dari 1 bulan. misal: terkejut. tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus. 6% diantaranya terdapat degenerasi hidatid vili.2% disebabkan oleh kelainan letak embrio dan 9. yaitu sebelum usia kehamilan 28 minggu dan sebelum janin mencapai berat 1000 gram. menurut penyelidikan mereka dari 1000 abortus spontan maka 48. obat-obatan dan lain-lain. makin besar kemungkinan disebabkan oleh kelainan ovum. 3. pneumonia 5. nefritis 4. Penyakit bapak : umur lanjut. Abortus insipien yaitu peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat. anemi dan 37 . penyakit kronis seperti TBC. pertumbuhan abnormal dari fetus sering menyebabkan abortus spontan.6% disebabkan oleh plasenta yang abnormal.Penyakit-penyakit ibu. seperti retrofleksi uteri fiksata 3. (wiknjosastro. Pengertian Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Kelainan ovum Menurut Hertig dan kawan-kawan.9% disebabkan karena ovum yang patologis. 2002 :305 ) B. Antagonis rhesus Yaitu pada antogonis rhesus darah ibu yang melalui plasenta merusak darah fetus sehingga terjadi anemia pada fetus yang berakibat meninggalnya fetus 6.Rangsangan pada ibu yang menyebabkan uterus berkontraksi.

dan pengosongan uterus memakai kuret vakum. Tanda dan gejala • Perdarahan lebih banyak • Perut mules (sakit) lebih hebat dikarenakan kontraksi rahim kuat • Pada pemeriksaan dijumpai perdarahan lebih banyak. maka uterus berkontraksi untuk mengeluarkannya. Komplikasi • Anemi oleh karena perdarahan • Perforasi karena tindakan kuret 38 . D. Hasil konsepsi seluruhnya masih berada di dalam kavum uteri. tetapi plasenta masih tertinggal. F. Patologi Pada permulaan terjadi pendarahan dalam desidua basalis diikuti oleh nekrosis jaringan sekitarnya. berikan infus oksitosin 10 IU dalam dextrose 5% 500 ml dimulai 8 tetes permenit dan naikkan sesuai kontraksi uterus sampai terjadi abortus komplit. Tindakan yang dilakukan pada abortus insipiens • Bila perdarahan tidak banyak. sedangkan pada kehamilan 8-14 minggu telah masuk agak dalam sehingga sebagian keluar dan sebagian tertinggal karena itu akan banyak terjadi pendarahan. lakukan pengeluaran plasenta secara manual. yang biasanya di sertai dengan perdarahan. E. tunggu terjadinya abortus spontan tanpa pertolongan selama 36 jam dengan diberikan morfin • Pada kehamilan kurang dari 12 minggu. dan suntikan ergometrin 0. • Bila janin sudah keluar. Pada kehamilan dibawah 8 minggu hasil konsepsi dikeluarkan seluruhnya karena vili korealis belum menembus desidua basalis terlalu dalam. C. • Pada kehamilan lebih dari 12 minggu.2 mg IM. disusul dengan kerokan memakai kuret tajam. kanalis servikalis terbuka dan jaringan/ hasil konsepsi dapat diraba.lain-lain. kemudian sebagian hasil konsepsi terlepas karena dianggap benda asing. Gambaran klinik : Apabila setelah abortus pendarahan makin banyak dan disertai rasa mules yang semakin sering semakin kuat dan semakin dirasakan sakit disertai dilatasi servik. Dengan semakin kuatnya kontraksi uterus serviks terbuka dan semakin banyak pendarahan dan pada suatu ketika hasil konsepsi terdorong keluar dari kavum uteri.

• Infeksi • Syok pendaran atau syok endoseptik Resusitasi cairan hendaknya dilakukan terlebih dahulu dengan NACL atau RL disusul dengan transfusi darah. Hal-hal yang harus diperhatikan ibu hamil saat terjadi pendarahan pada trimester I • Jika pendarahan sedikit. maka lebih baik periksakan segera ke rumah sakit. 39 . seperti bercak-bercak darah pada menstruasi. G. maka dianjurkan untuk ibu hamil agar beristirahat tirah baring • Jika perdarahan semakin lama semakin banyak.