You are on page 1of 12

DEMOKRASI DAN KORUPSI

DI INDONESIA

(Essay)

Oleh
DARA PUSPITASARI
1316071009

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LAMPUNG

bahkan mengalami peningkatan dari orde lama. orde baru hingga era reformasi yang notabene sudah menganut sistem demokrasi. Rakyat umumnya berstatus tidak sejahtera dan harus menuruti kemauan atau kehendak penguasa. dimana raja dan para kaum bangsawan kebanyakan menguasai sumber perekonomian dalam masyarakat. .DEMOKRASI DAN KORUPSI DI INDONESIA Korupsi telah membudaya di Indonesia sejak dahulu. Sedangkan para penguasa justru hanya mementingkan dirinya sendiri dan memupuk harta sebanyak-banyaknya. Budaya keculasan tersebut turut menyuburkan kasus korupsi di Indonesia. Dan para abdi dalem yang tidak memiliki kekuasaan atau dapat disebut sebagai bawahan dari raja atau bangsawan juga melakukan tindakan mengkorupsi pajak atau upeti dari rakyat. Pada masa sebelum kemerdekaan rakyat Indonesia telah melakukan tindakan korupsi seperti yang dikutip dalam buku History Of Java yang ditulis oleh Thomas Stanford Raffles ( Gubernur Jenderal Inggris ). vaitu sebelum maupun sesudah kemerdekaan. Dan kasus korupsi masih berlanjut hingga saat ini.

Normatively. Dalam buku Words Politics volume 25 nomor 4 (Juli. pendiri negeri ini telah sepakat bahwa nilainilai demokrasi akan diterapkan dan ditegakkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. A legally corrupt person may arouse no normative reprobation. Sejak kemerdekaan. a person judged corrupt by normative standatds may be legally clean. Dan seiring dengan berjalannya sistem demokrasi tersebut berjalan pula kasus korupsi yang dilakukan oleh petinggi-petinggi negara. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Direktur Peneliti dan Pengembangan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).Indonesia mulai menganut sistem demokrasi sejak awal kemerdekaan hingga saat ini. Roni Dwi Susanto bahwa. or both of these forms of corruption. a public functionary may be considered corrupt wheter or not a law is being violated in the process. “…dalam kurun waktu sepuluh tahun terdapat 385 kasus korupsi di Indonesia”. 2 . corruption is self-regarding behavior in the part of public functionaries that directly violates legal restrictions on such behavior. Diperkuat lagi dengan adanya Corruption Perception Index 2013 dimana Indonesia berada pada peringkat 114 dengan skor 32 yang berarti korupsi di Indonesia masih merajalela dan peringkat ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu peringkat 118. It can safely be assumed that any society of political system manifest some level of one or the other. what is common to both definitions is the notion of the abuse of public power and influence for private ends. John Waterbury mengatakan bahwa : Corruption may be defined in a legal or normative sense and in some societies the two definitions may be coincident. In the legal sense. Tesis utama dalam essay ini adalah pelaksanaan sistem demokrasi Indonesia yang dapat meningkatkan kasus korupsi di kalangan para elit politik. 1973) halaman 533555.

Heidenheimer.id/statistik dan kebanyakan kasus korupsi melibatkan elit-elit politik negeri ini. Pejabat yang disuap secara khusus setuju untuk melakukan atau membatalkan tindakan yang ditunjukkan sebagai timbal balik atas kompensasi yang ditentukan (Arnold J. Korupsi dilatar belakangi oleh adanya transaksi pertukaran politis yang mengakibatkan adanya kewajiban khusus. 3 . Tingkat korupsi di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ketahun dan berikut ini adalah data penangan dan eksekusi kasus korupsi di Indonesia oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui http://acch. Political Corruption Readings in Comparative Analysis. 1970. data ini diperbaharui per tanggal 30 November 2013.go. Dan dapat disimpulkan bahwa korupsi berkaitan dengan penyalahgunaan kekuasaan yang dimilikinya dan pengaruh pemerintah untuk tujuan pribadi. 18-28).Melihat definisi yang diberikan oleh John Waterbury diatas bahwa korupsi dapat didefinisikan dalam arti hukum dan berdasarkan norma.kpk.

pemerintah dapat memperkuat pemerintahannya dan para pengusaha dengan kebijakan yang mereka buat. Dan itu berarti kebijakan yang pemerintah buat tidak murni untuk kesejahteraan rakyatnya. kelas teratasnya adalah pemerintah dan pengusaha-pengusaha besar yang dianggap Mills sebagai “the power ellite”. kelas kedua adalah partai politik dan kelompokkelompok politik dan kelas terbawah adalah rakyat jelata yang tidak memiliki kekuatan yang sangat mudah untuk dimanipulasi oleh kelas-kelas atas. Struktur masyarakat demokrasi justru terbagi atas tiga kelas. tidak pernah terjadi setelah era Soeharto. akan tetapi ada maksud yang terselubung dalam pembuatan suatu kebijakan tersebut. Melainkan Indonesia mencetak seorang 4 . Dan sebagai timbal baliknya para pengusaha tersebut akan menggelontorkan uang untuk membantu membiayai kampanye politik mereka. Kekuasaan bisnis oligarki mengambil lebih banyak tempat dalam politik Indonesia dari para politikus dan rakyat Indonesia sendiri. Hadiz dan Robinson (2004) mengatakan bahwa demokrasi yang sebenarnya. Sistem demokrasi di Indonesia tidak menciptakan seorang pemimpin yang dapat mensejahterakan rakyatnya dengan tanggung jawab serta batasan-batasan yang sesuai dengan tugas dan fungsinya. Secara logis. Wright Mills. Karena semua kebijakan negara hanya menguntungkan bagi kaum yang memiliki kelas yang tinggi atau dapat diartikan sebagai pengusaha.Perjalanan demokrasi Indonesia selama ini membuktikan bahwa demokrasi hanyalah sesuatu permainan bagi partai politik dan kaum kapitalis. Profesor Sosiologi Universitas Colombia mengatakan bahwa : Demokrasi tidak pernah benar-benar memihak pada rakyat.

Grafik serta tabel di bawah ini dapat mendukung bahwa sistem demokrasi di negeri ini justru menghasilkan penguasa yang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri dengan jalan yang justru merugikan rakyatnya yaitu dengan tindak korupsi. Dan terkesan demokrasi hanya berpusat pada orang-orang yang menduduki jabatan dalam pemerintahan di negeri ini. penguasa hanya berorientasi untuk dirinya sendiri dan menjadikan rakyat hanya sebagai alat untuk mencapai kekuasaannya. Dikarenakan pemimpin dan penguasa memiliki makna yang kontradiktif.go.kpk. dimana pemimpin berorientasi untuk menyejahterakan rakyat dan mengajak rakyatnya untuk bersama-sama membangun negara sedangkan. Data diakses melalui http://acch. 5 .penguasa yang tidak memikirkan kesejahteraan rakyat dan juga pembangunan bangsanya serta hanya mementingkan hal-hal yang dapat menguntungkan bagi dirinya sendiri.id/statistik dan diperbaharui per tanggal 30 November 2013.

II dan III Hakim Swasta Lainnya Jumlah Keseluruhan 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Jumlah 0 0 0 2 7 8 27 5 16 8 73 0 1 1 0 1 1 2 0 1 4 11 0 0 1 0 2 0 1 0 4 0 3 0 0 9 0 4 6 23 0 2 2 3 15 0 5 1 29 2 1 0 7 10 0 3 2 27 1 1 2 5 22 0 12 4 55 0 0 2 5 14 0 11 4 45 1 0 1 4 12 1 8 9 65 0 0 0 4 15 2 10 3 39 0 0 0 4 8 2 16 3 50 0 0 1 3 7 3 23 6 55 4 7 9 35 114 8 93 38 392 Melihat pernyataan diatas dapat diketahui bahwa sistem demokrasi di Indonesia dapat menyebabkan timbulnya kasus korupsi. Kekuasaan yang dimiliki seorang penguasa memiliki kaitan yang positif dengan korupsi.kpk. absolute power tends to corrupt absolutely”.Tabulasi Data Pelaku Korupsi Berdasarkan Jabatan Tahun 2004-2013 (per 30 November 2013) (diakses melalui melalui http://acch. John Emerich Edward Dalberg . Dimana seorang penguasa akan melakukan apapun untuk dapat memenuhi keinginannya. baik sesuai dengan norma ataupun tidak.The Lord Acton bahwa “power tends to corrupt.id/statistik) Jabatan Anggota DPR dan DPRD Kepala Lembaga/Kementerian Duta Besar Komisioner Gubernur Walikota/Bupati dan Wakil Eselon I. Penyebabnya adalah demokrasi di Indonesia bukan mencetak seorang pemimpin melainkan seorang penguasa. Dan juga dikarenakan terdapat kelas-kelas dalam demokrasi yang telah dijelaskan dalam paragraf di atas.go. 6 . karena dengan kekuasaan seseorang dapat melakukan hal-hal yang ingin mereka capai dengan jalan apapun. Seperti yang dikatakan oleh seorang bangsawan Inggris abad ke-19.

Dimana dapat dartikan bahwa Finlandia negara yang tingkat 7 . Dana tersebut dapat didapatkan melalui pengusaha yang memiliki dana yang banyak dan juga yang memiliki kepentingan tersendiri dibalik bantuan yang ia berikan kepada orang tersebut.orang sangat memuja demokrasi karena mampu memuaskan aspirasi seluruh masyarakat. “democracy is government of people. Ia mengatakan bahwa. Dan dana tersebut bukan hanya dalam jumlah yang sedikit nominalnya melainkan fantastis. dimana dana tersebut jumlahnya melampaui kemampuan seorang politisi yang mencalonkan diri dalan pesta demokrasi yaitu pemilihan umum. untuk dapat memenangkan suatu pemilihan umum seorang politisi mau tidak mau harus mengeluarkan uang untuk dana kampanye kepada masyarakat di daerah pemilihannya.Sebagai contoh. Selain untuk masyarakat dana tersebut diperuntukkan untuk tim sukses yang mendukungnya. Abraham Lincoln memberikan penjelasan yang berbeda tentang sistem demokrasi. for the people”. Pernyataan ini yang membuat orang . Negara yang terbilang bebas dengan korupsi menurut Corruption Perceptions Index dengan menduduki peringkat kedua dan memiliki skor sebesar 91 adalah Finlandia. Sehingga terjadinya transaksi pertukaran politis yang telah dibahas diatas. by the people. Dan karena demokrasi memberikan hak yang sama kepada setiap rakyatnya dalam memberikan aspirasi dan kontribusi terkait pembangunan bangsanya (Abraham Lincoln). Berbeda dengan pendapat para ahli diatas yang menyatakan bahwa demokrasi dapat meningkatkan kasus korupsi. Ketika orang tersebut terpilih menjadi seorang pejabat negara maka pemberi dana tersebut akan meminta timbal balik atas bantuannya.

Dimana dapat diartikan bahwa India negara yang kasus korupsinya masih menjadi penyakit yang terus melanda dengan tingkat yang cukup tinggi meskipun India merupakan negara yang notabene menganut sistem demokrasi. India menduduki peringkat ke sembilan puluh empat dengan skor 36. Dan perlu diketahui bahwa Finlandia menganut sistem demokrasi parlementer. Dapat ditarik kesamaan antara Indonesia dan India dimana merupakan negara yang menganut sistem demokrasi serta memiliki skor yang rendah menurut Corruption Perception Index yang berarti kedua negara demokrasi ini merupakan negara yang tingkat korupsinya tinggi.korupsinya rendah. Singapura yang bukan menganut sistem demokrasi menduduki peringkat kelima dengan skor 86 yang artinya negara ini memiliki kasus korupsi yang rendah. Akan tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku di negara-negara lain yang menganut sistem demokrasi. Disini dapat dilihat bahwa negara Finlandia sebagai negara demokrasi dapat mengatasi masalah korupsi dalam negaranya dan demokrasi di Finlandia justru menurunkan tingkat korupsi di negara tersebut. Menurut Corruption Perception Index. Justru demokrasi menjadi suatu peluang untuk mengeksploitasi sumber-sumber yang tersedia dalam brankas negara. Sedangkan. Dan sistem demokrasi yang dianggap sebagai sistem yang bagus nyatanya tidak bisa menurunkan tingkat korupsi. Dalam paragraf diatas dikatakan bahwa demokrasi merupakan sistem yang bagus yang dapat memuaskan aspirasi seluruh masyarakatnya dan menjadikan seluruh rakyatnya sejahtera. 8 .

Ada teori yang berbeda yang membantah secara tidak langsung mengenai demokrasi yang dapat meningkatkan korupsi di negara yang menganut sistem demokrasi. yang hanya angan-angan semata yang jauh dari realita yang ada. Dimana teori tersebut mengatakan bahwa demokrasi merupakan sistem yang baik.Teori mengenai demokrasi dan korupsi yang dikemukakan oleh para ahli diatas dan data mengenai kasus-kasus korupsi di dunia yaitu Corruption Perception Index yang ada membuktikan bahwa demokrasi justru bukan menurunkan tingkat korupsi melainkan menaikkan dan menunjang terjadinya kasus korupsi. Berharap sistem demokrasi di Indonesia dapat menurunkan korupsi dan menyejahtetakan rakyat dalam sebuah pepatah dapat dikatakan ibarat pungguk merindukan bulan. Demokrasi hanya sempurna dalam teorinya saja. 9 . tidak terjadi dalam pelaksanaannya. teori tentang demokrasi dan korupsi yang saling berkaitan dan bahkan demokrasi yang dapat meningkatkan korupsi memang benar. Tetapi untuk konteks demokrasi yang berlangsung di Indonesia. para elit-elit politik hanya berorientasi pada dirinya sendiri bukan bagi rakyat dan juga bangsanya. yang dapat memenuhi aspirasi dan juga kesejahteraan rakyat dalam negara tersebut. Demokrasi justru dapat meningkatkan korupsi di kalangan para elit politik.

com/news/2012/01/14/democracy-and-corruptionIndonesia. http://acch.org/discover/10.com/EBchecked/topic/4647/John-Emerich-EdwardDalberg-Acton-1st-Baron-Acton http://maulanusantara. Dennis. Terjemahan oleh Dr.kpk.go. 1993.id/statistik http://acch.html .2307/2009951? uid=3738224&uid=2129&uid=2&uid=70&uid=4&sid=21103240452367 http://www.jstor. Y.org/lincoln/speeches/gettysburg.kpk.com/2009/12/09/sejarah-korupsi-di-indonesia/ http://www. Thompson. Sudarminta dan Benyamin Molan.abrahamlincolnonline.transparency.wordpress.go.britannica. Political Ethics and Public Office.id/statistik-penanganan-tindak-pidana-korupsi-berdasarkantingkat-jabatan http://cpi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.org http://global.DAFTAR PUSTAKA F.thejakartapost.htm http://www.

Political Corruption Readings in Comparative Analysis. Terjemahan oleh Lubis. Terjemahan oleh Lubis. John. Endemic and Planned Corruption in a Monarchical Regime. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Arnold. Muhammad. Waterbury.J.Heidenheimer.Scott. 1993. Rakyat Memilih : Pemimpin atau Penguasa. Rezi. 1993. Mochtar dan James C. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 2010. Mochtar dan James C.Scott. Padang : Idealita. .