You are on page 1of 5

BAB I

PENDAHULUAN

sangat penting dalam riset epidemiologi karena desain penelitian merupakan struktur konseptual yang diperlukan peneliti untuk menjalankan riset dan merupakan blueprint yang diperlukan untuk mengumpulkan. cross sectional ) 2. terukur sehingga siap untuk diuji.Individu (Case report. 1996). tempat dan waktu. Terbagi menjadi : a. Penelitian deskriptif Mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran suatu masalah kesehatan. Bentuk pelaksanaan penelitian deskriftif ini ada berbagai jenis. peneliti akan mengalami disorientasi tentang apa yang akan dilakukan dalam pengumpulan data dan apa yang akan dilakukan terhadap data. sekalipun menggunakan metode statistik yang canggih (Bisma Murti. dan menganalisis data dengan koefisien (Kothari. Pengertian Penelitian Observasional Mengamati timbul atau tidaknya suatu masalah kesehatan pada individu atau kelompok menurut derajat pemaparannya terhadap faktor risiko yang di duga menjadi penyebab.Populasi ( Studi korelasi. biasanya dinyatakan dalam variabel : orang. mengukur. specifik. A. Penelitian yang dirancang dengan buruk akan mengalami distorsi data yang sulit diperbaiki dalam tahap analisis data. rangkaian berkala / time series ) . case series. antara lain sebagai berikut : 1. Tanpa desain yang baik. 1990). Desain penelitian akan sangat membantu bagi peneliti untuk dapat menerjemahkan hipotesis konseptual yang abstrak menjadi hipotesis operasional yang terinci.BAB II PEMBAHASAN Desain penelitian mencakup semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan pada sebuah penelitian.

Merumuskan hipotesis penelitian Merumuskan dan memilih teknik pengumpulan data. pengolahan atau analisis data. Metode deskriftif biasanya digunakan untuk menelaah terhadap masalah yang mencakup aspek yang cukup banyak (populasi) dan menelaah suatu kasus tunggal (individu). Merumuskan dan mengadakan pembatasan masala. Metode penelitian deskriftif digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang. Penelitian Deskriptif Metode penelitian deskriptif ialah metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. 6. 5. . 3. Memilih masalah yang akan diteliti. Menentukan kriteria atau kategori untuk mengadakan klasifikasi data. membuat kesimpulan dan laporan. Secara umum langkah-langkah yang harus ditemouh dalam penelitian deskriftif ini tidak berbeda dengan metode-metode penelitian yang laen. Menentukan teknik dan alat pengumpul data yang akan digunakan. penelitian. Penelitian analitik Mempelajari/mencari/membuktikan adanya hubungan kausal (sebab-akibat) dengan faktor-faktor yang di duga menyebabkan timbulnya masalah kesehatan. 2. yakni : 1. Membuat asumsi atau angapan-anggapan yang menjadi dasar perumusan hipotesis 4. cross sectional. klasifikasi.b. ataupun untuk melihat hubungan antara suatu gejala dengan peristiwa yang mungkin muncul akan timbul dengan munculnya gejala tersebut. 7. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data. mengadakan perbandingan antara suatu hal dengan yang lain. kemudian berdasarkan masalah tersebut diadakan studi pendahuluan untuk menghimpun informasi dan teori-teori sebagai dasar menyusun kerangka konsep penelitian. Yang terdiri dari prospektif (cohort). retrospektif (case control). B.

Menyusun dan mempublikasikan laporan penelitian. 3. Tetapi desain studi ini lemah untuk memberi-kan bukti kausal. Seri kasus merupakan data klinis sekumpulan pasien dengan terapi tunggal. 2. perjalanan klinis. . 1974: ditemukan 3 kasus angiosarcoma hepar di kalangan pekerja vinyl chloride. Tempat. Melakukan pengolahan dan analisis data (menguji hipotesis) 10. 9. ditemukan 30 di antaranya menggunakan kontrasepsi oral. 11. Penelitian Case Series Atau Seri Kasus Adalah Suatu rancangan penelitian yang menggambarkan sekelompok kasus dengan diagnosa yang sama. Contoh serial kasus 1. Rancangan penelitian ini juga tergolong rancangan yang kuno sehingga jarang digunakan lagi. Melaksanakan penelitian atau pengumpulan data yang akan digunakan. yang berguna untuk mendeskripsikan spektrum penyakit. Case series banyak dijumpai dalam literatur kedokteran klinik. Waktu”. 2003: ditemukan serial kasus SARS pengamatan terhadap 100 wanita di bawah 50 tahun yang menderita embolisme paru. Sebagai petunjuk pertama dalam mengidentifikasi suatu penyakit baru. Case series dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis yang akan diuji dengan desain studi analitik. Kumpulan laporan kasus dapat dianalisis secara sederhana yakni dengan melihat distribusi/ frekwensi penyakit berdasarkan “ Orang. atau dari sekumpulan pasien dengan kasus yang sama. sebab pada case series tidak dilakukan perbandingan kasus dengan non-kasus. 1980: ditemukan 5 kasus PCP (Penumicystis Carinii Pneumonia)  HIV/AIDS. Kegunaan Penelitian Case Series : a. Data dapat diperoleh dari satu tempat pelayanan kesehatan. dan prognosis kasus.8. 4. C. Menarik kesimpulan atau generalisasi. Case series merupakan studi deskriptif tentang serangkaian kasus. manifestasi klinis.

dan memastikan bahwa efek samping tidak terjadi pada populasi yang lebih besar dibanding sampel pada studi pra-marketing. lebih cenderung pada paparan atauluaran. Studi ini tidak dapat digunakan untuk mengetes hipotesa karena tidak ada kelompok pembanding. b. perlu dilakukan studi fase IV untuk mengetahui apakan simetidin juga menyebabkan agranulositosis. Setelah pemasaran obat. dilakukan studi fase IV terhadap prazosin. Ada Case Series terdiri lebih dari satu kasus akan tetapi tidak ada kelompok pembanding sehingga tidak dapat untuk mengetes suatu hubungan asosiasi yang valid secara statistik. tapi memberikan deskripsi klinis tentang penyakit atau pasien yang mendapatkan terapi. dapat diperkirakan bahwa penyakit ini akan berhubungan dengan kondisi pada usia di atas 60 tahun. di mana sebagian besar pasien berusia 60 tahun. Studi ini merupakan studi pengawasan postmarketing fase IV. Pada studi tipe ini. seri kasus sangat berguna untuk menghitung kejadian efek samping.b. tidak dapat dipastikan deskripsi pasien. Jadi seri kasus tidak terlalu berguna untuk menentukan hubungan sebab akibat. Misalnya studi yang dilakukan terhadap 100 orang pasien RS Veteran dengan penyakit tertentu. Contoh. seterlah dilaporkan menimbulkan efek samping. Metiamide (H2 bloker) ditarik dari peredaran karena menyebabkan agranulositosis. dengan tidak adanya kelompok kontrol. Karena simetidin mempunyai struktur mirip metiamid. BAB III KESIMPULAN . Untuk memformulasikan suatu hipotesa atau dugaan. Selain itu studi fase IV juga bisa dilakukan karena kejadian efek samping dari obat yang segolongan. Kelemahan Penelitian Case Series : a.