You are on page 1of 29

I.

Archaebacteria
Archaebacteria merupakan organisme tertua (archae=purba) yang
hidup di bumi. Mereka termasuk organismeprokariotik uniseluler.
Archaebacteria tidak dikenali sebagai bentuk kehidupan lain dari bakteri
hingga tahun 1997, saat Carl Woese dan George Fox menunjukkan kingdom
ini melalui studi RNA.
Archaebacteria berbeda dari eubacteria dalam hal susunan basa
nitrogen dalam rNA dan dalam komposisi membran plasma serta dinding
selnya. Dinding sel archaebacteria tidak memiliki peptidoglikan. Meskipun
secara structural mirip prokariota uniseluler, organism Archaebacteria lebih
mirip dengan organism eukariota daripada bakteri. Hal itu disebabkan
transkripsi dan translasi genetiknya mirip dengan eukariota.
Bentuk Archaebacteria bervariasi, yaitu bulat, batang, spiral, atau tidak
beraturan. Beberapa jenis terdapat dalam bentuk sel tunggal, sedangkan
jenis lainnya berbentuk filament atau koloni. Reproduksinya dilakukan
dengan cara membelah diri (pembelahan biner), membentuk tunas, atau
fragmentasi. Archaebacteria sering disebut organism ekstermofil karena
mampu hidup di lingkungan dengan kondisi yang ekstrem, misalnya di mata
air panas dan di dasar samudra. Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya ,
kindom ini dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu metanogen, ekstrem
halofil, dan termoasidofil. Semua anggota archaebacteria merupakan
organisme nonpatogen.
1. Metanogen
Ciri khas metanogen adalah memiliki kemampuan mengguanakan
hydrogen untuk mereduksi karbon dioksida menjadi gas metan.
Dari reaksi tersebut, dihasilkan energy. Reaksinya adalah sebagai
berikut:
CO2
+
4H2

CH4 +
2H2O +
energy
Mereka hidup di lingkungan yang anaerob, seperti dasar rawa-rawa,
tempat penampungan limbah, dan saluran pencernaan hewan,
termasuk manusia. Di dalam saluran pencernaan sapi, mereka
menguraikan selulosa sehingga memungkinkan sapi memperoleh
nutrisi dari tumbuhan. Dalam industri, metanogen digunakan untuk
mengolah limbah dan menjernihkan air. Contoh metanogen, antara
lain
Methanopyrus,
Methanobrevibacter
ruminatium,
Methanococcus.
2. Ekstrem Halofil
Kelompok ekstrem halofil mampu hidup di lingkungan yang
salinitas ( kadar garam)-nya sangat tinggi (10 kali salinitas air laut),

misalnya di laut mati dan di Danau Great Salt (USA), serta di


makanan yang diasinkan. Organism ini menggunakan garam untuk
membentuk
ATP.
Contoh
anggota
kelompok
ini
adalah
Halobacterium
halobium.
Di
dalam
membrane
plasma
Halobacterium halobium, terdapat pigmen rodpsin yang disebut
bakteriorodopsin. Bakteriorodopsin bertanggung jawab terhadap
proses pembentukan ATP pada spesies tersebut. Contoh lainnya
adalah Halobacteroides holobius.

II.

3. Termoasidofil
Anggota kelompok ini dapat ditemukan di lingkungan yang sangat
asam dan bersuhu sangat tinggi. Mereka dapat hidup di lingkungan
yang bersuhu 110oC dan ber-pH di bawah 2, misalnya di bawah
gunung berapi dan lubang hidrotermal di dasar samudra. Sebagian
besar merupakan organism anaerob yang menggunakan belerang
(sulfur) sebagai akseptor hydrogen untuk respirasi, menggantikan
oksigen. Contohnya adalah Sulfolobus solfataricus dan Sulfolobus
acidorcaldarius.
Eubacteria
Eubacteria atau bakteri merupakan organism yang umumnya tidak
berklorofil. Bakteri mempunyai diameter berukuran 0,5 1 m dan panjang
0,1 1 m. Bakteri mampu hidup di berbagai media sehingga disebut bersifat
cosmopolitan.
1. Ciri-Ciri dan Struktur Bakteri
Struktur tubuh yang selalu ada pada setiap bakteri, antara lain materi
genetic, ribosom, plasma sel, dinding sel, membran sel, dan cadangan
makanan. Materi genetiknya berupa kromosom yang berupa molekul DNA
melingkar berisi beribu-ribu gen untuk mengendalikan aktivitas sel bakteri
tersebut. DNA mengandung seperangkat informasi genetic. Ribosom
bakteri berfungsi untuk sintesis protein dan tersusun atas protein dan
RNA. Kumpulan ribosom disebut polisom atau poliribosom.
Bakteri memiliki dinding sel yang berfungsi memberikan bentuk kaku
pada tubuh bakteri . dinding sel yang kaku berfungsi mencegah sel
membengkak dan pecah akibat tekanan osmosis jika diletakkan pada
larutan yang lebih rendah konsentrasinya (hipotonik). Berdasarkan
struktur dinding selnya, bakteri dibagi menjadi kelompok bakteri Gram
positif dan bakteri Gram negative. Cirri utama bakteri Gram positif adalah
struktur dinding selnya tersusun atas peptidoglikan tanpa lapisan
polisakarida. Jika diberi pewarnaan gram, bakteri Gram positif akan
berwarna ungu. Bakteri Gram negative memiliki lapisan lemak tambahan
di luar dinding selnya dan akan berwarna merah muda jika diberi
pewarnaan Gram.
Selain struktur yang sudah ada, beberapa bakteri memiliki struktur
tambahan, misalnya flagel pilus, fimbria, mesosom, membrane

fotosintetik, dan endospora. Kapsul dan lapisan lender juga merupakan


struktur tambahan pada bakteri. Kapsul memiliki strutur lebih tebal dan
padat dibandingkan lapisan lender. Kapsul dan lapisan lender memberikan
perlindungan tambahan pada bakteri, misalnya pada Staphylococcus
pneumonia (penyebab radang paru-paru). Struktur tubuh bakteri dapat
anda lihat pada Gambar
Flagellum merupakan struktur tambahan yang memungkinkan bakteri
untuk bergerak (mobil). Berdasarkan tipe flagelnya, bakteri dibedakan
menjadi monotrik, amfitrik, lopotrik, peritrik, dan atrik. Bakteri monotrik
memiliki satu flagel yang terletak di salah satu ujungnya, misalnya pada
Pseudomonas aeruginosa. Bakteri amfitrik memiliki dua flagel pada
kedua ujungnya, misalnya pada Aquaspirillum serpens. Bakteri lopotrik
memiliki banyak flagel di salah satu ujungnya, misalnya pada
Pseudomonas fluorescens. Bakteri peritrik memiliki banyak flagel di
seluruh tubuhnya, misalnya pada Salmonella typhosa. Bakteri atrik tidak
memiliki flagel.
Pilus dan fimbria merupakan struktur tambahan yang berkembang dari
dinding sel, misalnya pada bakteri Gram negative. Fimbria merupakan alat
pelekat antara sel bakteri yang satu dengan sel bakteri yang lain atau
antara sel bakteri dan permukaan tubuh organisme lain. Pilus merupakan
saluran penghubung dalam transfer DNA saat konjugasi, contohnya pada
bakteri E.coli.
Mesosom merupakan bagian membrane yang membentuk lipatan.
Mesosom berfungsi sebagai tempat pemisahan dua molekul DNA anak
dan pembentuk dinding sel baru. Mambran fotosintetik adalah struktur
yang khusus pada bakteri fotosintesis, contohnya Bacteriopurpurin.
Membrane fotosintetik merupakan membrane permukaan sel yang
melekuk ke dalam dan mengandung pigmen fotosintesis (klorofil bakteri).
Genus tertentu, misalnya Clostridium dan Bacillus, akan membentuk
endospora (spora yang dihasilkan di dalam sel). Endospora bersifat
dorman (suatu keadaan sel yang tidak aktif dan proses metabolism
berkurang), resisten terhadap panas (suhu lebih dari 80 oC), dan tahan
terhadap radiasi gelombang pendek. Spora bakteri bukan merupakan alat
perkembangbiakan, tetapi merupakan usaha bakteri untuk melindungi diri
dari keadaan yang kurang menguntungkan (kondisi ekstrem).
2. Macam dan Bentuk Bakteri
Berdasarkan bentuknya, bakteri dapat dibedakan menjadi basil, kokus,
dan spiral.
a. Basil (Batang)
Bakteri berbentuk batang dibedakan menjadi monobasil, diplobasil,
dan streptobasil.
1) Monobasil (batang tunggal)
Contohnya, Escherichia coli dan Lactobacillus casei.
2) Diplobasil (batang berkelompok dua-dua)

Contohnya, Salmonella typhosa.


3) Streptobasil (rantai batang)
Contohnya, Azotobacter dan Bacillus anthracis.
b. Kokus (Bola)
Bakteri berbentuk bola dibedakan menjadi monokokus, diplokokus,
streptokokus, dan stafilokokus.
1) Monokokus (tunggal)
Contohnya, Monococcus gonorhoa (penyebab penyakit kencing
nanah).
2) Diplokokus (bola berkelompok dua)
Contohnya, Diplococcus pneumonia (penyebab radang paru-paru).
3) Streptokokus (bentuk rantai)
Contohnya, Streptococcus thermophillus (untuk membuat yoghurt).
4) Stafilokokus (menggerombol seperti anggur)
Contohnya, Staphylococcus aureus.
5) Sarkina (bentuk kubus)
c. Spirillum (Melengkung atau Spiral)
Bakteri berbentuk spiral dibedakan menjadi koma dan spirokaeta.
1) Koma
Contohnya, Vibrio cholerae (penyebab penyakit kolera).
2) Spirokaeta (spiral dan berekor)
Contohnya, Spirochaeta pallidum (penyebab penyakit raja
singa/sifilis).
3. Perkembangbiakan Bakteri
Pertumbuhan bakteri merupakan pertambahan jumlah bakteri dalam
suatu koloni dengan cara membelah diri. Hal itu dipengaruhi oleh
temperature (suhu). Suhu tinggi kan menyebabkan kematian atau
menghambat perkembangan bakteri. Bakteri hidup sangat baik pada
lingkungan dengan kelembapan tinggi. Cahaya matahari akan
menghambat perkembangan bakteri. Sifat ini dimanfaatkan untuk
mengawetkan aneka bahan makanan dengan cara dikeringkan (misalnya,
ikan asin dan dendeng), yang akan memperlambat pembusukan oleh
bakteri. Zat kimia tertentu akan membunuh koloni bakteri, misalnya
antibiotic penisilin.
Factor-faktor yang membatasi pertumbuhan bakteri, antara lain zat
makanan, zat hasil ekskresi yang tertimbun dalam medium, dan predator.
a. Zat Makanan
Jumlah zat makanan atau nutrisi yang tersedia banyak akan
menigkatkan jumlah koloni bakteri. Sebaliknya, berkurangnya nutrisi
mengakibatkan koloni bakteri menyusut, bahkan akan mati dengan
habisnya nutrisi yang tersedia.
b. Zat Hasil Ekskresi yang Tertimbun dalam Medium
Biasanya bakteri hidup dalam medium tertentu. Perkembangan jumlah
koloni akan meningkatkan timbunan hasil buangan proses
metabolisme dalam media tersebut sehingga menurunkan jumlah
koloni bakteri tersebut.

c. Predator Bakteri
Predator (pemangsa) bakteri biasanya adalah Amoeba dan Didinium.
Amoeba memakan mikroorganisme kecil, beberapa diantaranya adalah
Protozoa dan Algae.
Perkembangan bakteri dapat terjadi secara aseksual dan seksual.
Perkembangbiakan secara aseksual dialkukan dengan membelah diri
menjadi dua (pembelahan biner). Adapun perkembangbiakan secara
generative dilakukan dengan rekombinasi genetic. Rekombinasi genetic
merupakan cara penggabungan materi genetic yang berupa DNA antar
bakteri dalam satu spesies. Rekombinasi genetic pada bakteri dapat
dibedakan menjadi transformasi, transduksi, dan konjugasi.
a. Transformasi
Transformasi merupakan proses pemindahan materi genetic berupa
DNA dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lain.
b. Transduksi
Transduksi merupakan pemindahan materi genetic dari sel bakteri
yang satu ke sel bakteri yang lain dengan melalui perantara (berupa
bakteriofag).
c. Konjugasi
Konjugasi merupakan pemindahan DNA secara langsung melalui
kontak sel dengan menggunakan pilus, misalnya pada bakteri
Escherichia coli.
4. Kebutuhan Hidup Bakteri
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bakteri memerlukan makanan dan
oksigen. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, bakteri dibedakan
menjadi bakteri autotrof dan heterotrof.
a. Bakteri Autotrof
Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya
sendiri dari zat-zat anorganik dan mengubahnya menjadi zat-zat
organic. Ada dua macam bakteri autotrof, yaitu bakteri fotoautotrof
dan kemoaututrof.
1) Bakteri Fotoautotrof
Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang menggunakan cahaya
sebagai sumber energinya, misalnya bakteri hijau (bakteri klorofil)
dan Bacteriopurpurin.
2) Bakteri Kemoautotrof
Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang menggunakan senyawa
kimia sebagai sumber energinya, misalnnya bakteri belerang,
bakteri besi, bakteri pengikat nitrogen, dan bakteri nitrat.
b. Bakteri Heterotrof
Bakteri heterotrof adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis
makanannya sendiri. Bakteri heterotrof dibedakan menjadi bakteri
parasit dan saprofit.
1) Bakteri Parasit

Bakteri parasit memperoleh makanan dengan cara mengambil


senyawa
organikkompleks
dari
organism
lain,
misalnya
Mycobacterium tuberculosis (penyebab TBC).
2) Bakteri Saprofit
Bakteri saprofit memperoleh makanan dari sisa-sisa organism yang
telah mati atau sampah, misalnya bakteri yang hidup di tempat
sampah, Escherichia coli.
Berdasarkan kebutuhannya akan oksigen, bakteri dibedakan menjadi
bakteri aerob dan anaerob.
a. Bakteri Aerob
Bacteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk
keperluan hidupnya, contohnya bakteri nitrat (Nitrobacter) dan bakteri
nitrit (Nitrosomonas dan Nitrosococcus). Bakteri nitrat dan bakteri nitrit
melakukan proses nitrifikasi yang membutuhkan oksigen untuk
mengoksidasi ammonia menjadi nitrat.
b. Bakteri Anaerob
Bakteri anaerob adalah bakteri yang mendapatkan energy tanpa
menggunakan oksigen, contohnya bakteri Micrococcus denitrificans,
Clostridium desulfuricans, dan Clostridium tetani (penyebab tetanus).
Energy diperoleh dari penguraian senyawa-senyawa yang telah jadi.
Bacteri anaerob berperan dalam peristiwa denitrifikasi, yaitu proses
penguraian nitrat/nitrit menjadi ammonia.
5. Klasifikasi Bakteri
Berdasarkan hubungan secara evolusi, bakteri dikelompokkan menjadi 12
filum. Berikut akan dibahas empat filum utama bakteri, yaitu Spirochaeta,
bakteri Gram positif, Proteobakteria, dan Cyanobacteria ( Cyanophyta).
a. Spirochaeta
Filum ini beranggotakan bakteri-bakteri Gram negative yang
berbentuk spiral. Anggota spirochaeta ada yang hidup secara aerob
dan ada yang secara anaerob. Mereka bergerak dengan menggunakan
flagella yang tertanam di dalm dinding sel. Spirochaeta hidup secara
bebas, bersimbiosis, atau sebagai parasit. Umumnya, bakteri ini
merupakan pathogen, tetapi ada pula yang hidup sebagai decomposer.
Filum ini dibagi menjadi tiga family yang semuanya termasuk dalam
satu ordo, Spirochaetales. Ketiga family tersebut adalah
1) Spirochaeta, contohnya Borelia burgdorferi, penyebab penyakit
Lyme.
2) Brachyspiracea, contohnya Brachyspira.
3) Leptospiraceae, contohnya Treponema pallidum, penyebab
penyakit sifilis.
b. Bakteri Gram Positif
Meskipun namanya bakteri Gram positif, tidak semua nggota fillum
ini merupakan bakteri Gram positif. Sejumlah kecil bakteri Gram
negative juga termasuk dalam filum ini karena mereka memiliki
kesamaan secara molekuler dengan bakteri Gram positif.

Anggota bakteri Gram positif banyak menyebabkan penyakit pada


manusia, misalnya Streptococcus pneumoniae yang menyebabkan
pneumonia (radang paru-paru). Bakteri Gram posuitif juga banyak
menghasilkan racun, misalnya Clostridium botulinum. Racun yang
dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum sangat mematikan, satu
gram racun dapat membunuh lebih dari satu juta orang.
Selain dapat menimbulkan penyakit dan menghasilkan racun,
anggota bakteri Gram positif juga dapat menghasilkan bahan-bahan
yang menguntungkan. Contohnya, antibiotic yang dihasilkan oleh
bakteri dari kelompok Actinomycetes. Antiniotik membunuh bakteribakteri Gram positif lainnya dengan cara mencegah mereka
membentuk protein. Bakteri gram positif juga dapat digunakan untuk
membuat yoghurt, acar, keju, dan mentega.
c. Proteobacteria
Semua Proteobacteria merupakan bakteri Gram negative, tetapi
memiliki bentuk bermacam-macam (batang, bulat, dan spiral).
Kebanyakan bergerak dengan flagella, tetapi ada yang bergerak
meluncur atau tidak dapat bergerak. Sebagian besar anggotanya
termasuk mikroorganisme anaerob fakultatif atau obligat. Anggota
Proteobacteria ada yang hidup bebas, bersimbiosis ataupun sebagai
pathogen pada manusia, hewan, dan tumbuhan.
Berdasarkan rangkaian rNA-nya, Proteobacteria dibagi menjadi lima
kelompok, yaitu Alpha () Proteobacteria, Beta () Proteobacteria,
Gamma () Proeobacteria, Delta () Proteobacteria, dan Epsilon ()
Proteobacteria.
1) Alpha () Proteobacteria
Alpha Proteobacteria meliputi bakteri fototrof dan bakteri yang
menggunakan senyawa Cl. Anggota kelompok ini ada yang
bersimbiosis dengan tanaman (contohnya, Rhizobium) dan hewan.
Ada pula yang merupakan pathogen pada hewan dan manusia,
contohnya Rickettsia prowazekk.
2) Beta () Proteobacteria
Beta Proteobacteria terdiri atas kelompok bakteri aerob fakultatif,
bakteri kemolitotrof (misalnya, Nitrrosomonas), serta bakteri
fototrof (misalnya, Rhodocyclus). Contoh spesies pathogen dalam
kelompok ini adalah Neisseria gonorrhea.
3) Gamma () Proteobacteria
Gamma Proteobacteria terdiri atas kelompok-kelompok bakteri
yang banyak digunakan untuk keperluan medis dan penelitian,
contohnya Enterobacteriaceae, dan Pseudomonaceae. Namun, ada
pula yang merupakan pathogen, misalnya Salmonella (tifus), Vibrio
(kolera), dan Yersinia.
4) Delta () Proteobacteria

Kelompok ini terdiri atas bakteri pembentuk badan buah, yaitu


Myxobacteria. Bakteri tersebut ditemukan di tanah dan bahanbahan organic yang membusuk.
5) Epsilon () Proteobacteria
Dua anggota kelompok kecil ini merupakan pathogen pada
manusia. Contohnya, Helicobacter pylori yang menyebabkan tukak
lambung dan Campylobacter jejuni yang menyebabkan gangguan
gastrointestinal.
d. Cyanophyta (Ganggang Hijau-Biru)
1) Ciri-Ciri Cyanophyta
Cyanophyta (ganggang hijau-biru) merupakan organism
prokariotik bersel tunggal atau bersel banyak yang mikroskopis.
Habitatnya adalah di air tawar, air laut, dan di temapat yang
lembab, batu-batuan yang basah, menempel pada tumbuhan atau
hewan, di kolam yang banyak mengandung bhaan organic
(nitrogen), di sumber air panas (suhu mencapai 80 oC), dan di
perairan yang tercemar. Ganggang hijau-biru hidup secara soliter
(sendiri) atau berkelompok (koloni). Individu yang berkoloni
biasanya berupa benang (filament, dengan trikom (tabung), dan
memiliki selubung). Tubuhnya mempunyai klorofil, karotenoid, serta
pigmen fikobilin (gabungan antara fikoeritrin (merah) dan fikosianin
(biru)) sehingga berwarna hijau kebiru-biruan. Cyanophyta
merupakan vegetasi perintis, yaitu tumbuhan pertama yang
member kemungkinan hidup pada organism lain di tempat yang
sulit dijadikan tempat hidup.
Pada umumnya Cyanophyta dapat mengikat nitrogen bebas
di udara. Proses itu disebut fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen
mengubah nitrogen (N2) menjadi ammonia (NH3)untuk digunakan
tumbuhan senagai bahan untuk menyintesis senyawa organic
(asam amino). Cyanophyta yang mampu mengikat nitrogen, antara
lain Anabaena, Nostoc, dan Gloeocapsa.
2) Macam-Macam Cyanophyta
Seperti telah disebutkan di atas, Cyanophyta ada yang bersel
satu dan ada yang bersel banyak. Cyanophyta bersel satu,
misalnya Choococcus dan Gloeocapsa. Choococcus mempunyai cirri
hidup di dasar kolam yang tenang, berkembangbiak dengan
membelah diri, tidak membentuk spora, dan memiliki heterosista.
Gleocapsa mempunyai sel berselubung berwarna biru, hidup di
batu-batuan yang lembab atau epifit pada tumbuhan lain, dan
mampu mengikat N2 dari udara.
Cyanophyta yang hidup secara berkelompok atau berkoloni,
misalnya Polycystis. Polycystis memiliki cirri bentuk koloni seperti
bola, berkembang biak dengan membelah diri dan fragmentasi,
serta hidup di kolam yang airnya tenang dan jernih.

Bentuk Cyanophyta yang lain adalah benang (filament),


misalnya Oscillatoria, Nostoc commune, Annabaena sp., dan
Rivularia. Oscillatoria memiliki ciri mampu membentuk trikom tidak
bercabang, tidak diliputi lendir, serta berkembang biak dengan
membelah diri dan fragmentasi melalui hormogonium pada
trikomanya. Nostoc commune memiliki cirri trikom berbentuk bola,
hidup di tanah alkali dan batu-batuan yang lembap, selubung
berwarna kuning atau kecoklatan, memiliki struktur akinet (sel yang
tidak aktif akan membentuk trikom baru setelah masa dorman
selesai). Pada sel-sel tertentu dindingnya akan menebalmembentuk
heterotista untuk mengikat nitrogen. Anabaena azollae dan
Anabaena cycadae mempunyai tubuh berselaput lemndir dan
trikomnya berbentuk bola (membentuk rantai), berkembang biak
dengan fragmentasi dan heterotista, memiliki akinet, mampu
menambat N2, dan hidup sebagai plankton. Rivularia mempunyai
tubuh seperti bola diselubungi oleh lender, trikomnya meruncing,
hidup menempel pada tanaman air/batuan yang lembap, dan tidak
memiliki akinet. Berbagai macam Cyanophyta dapat anda lihat
pada Gambar.
3) Perkembangbiakan Cyanophyta
Reproduksi Cyanophyta pada umumnya adalah dengan cara
membelah diri. Cyanophyta yang berbentuk filament dapat
melakukan reproduksi dengan cara fragmentasi dan pemutusan
bagian sel yang lemah (hormogonium). Masing-masing akan
tumbuh menjadi individu baru. Selain itu, heterotista dapat juga
digunakan sebagai alat reproduksi, misalnya pada Annabaena.
4) Peranan Cyanophyta
Karena mampu melakukan fotosintesis, Cyanophyta bereperan
sebagai penyedia oksigen bagi perairan. Cyanophyta juga
merupakan penyedia bahan pangan (produsen) bagi makhluk hidup
di air, sebagai fitoplankton.
Cyanophyta pengikat nitrogen yang hidup bebas mampu
menyuburkan tanah, misalnya Nostos commune dan Gloeocapsa.
Cyanophyta pengikat nitrogen yang hidup bebas ada juga yang
hidup bersimbiosis dengan organism lain, misalnya Anabaena
cicadae bersimbiosis dengan akar pakis haji (Cycas rumphii) serta
Anabaena azollae bersimbiosis dengan akar tanaman paku-pakuan
(Azolla pinnata).
Cyanophyta juga berperan sebagai bahan makanan, misalnya
Spirullina maxima. Spirullina banyak mengandung protein, yaitu
45% - 49% dari berat keringnya. Spirillina sudah lama digunakan
sebagai bahan makanan oleh bangsa Indian di Meksiko.
Selain menguntungkan, Cyanophyta juga dapat merugikan
karena dapat menyebabkan blooming dan menghasilkan racun
neurotoksin, misalnya Mycrocystis.

6. Peran Bakteri dalam Kehidupan Manusia


Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan manusia.
a. Bakteri yang Menguntungkan
1) Bidang pertanian
a) Rhizobium, yang ada pada akar tanaman kacang-kacangan
(polong-polongan) dapat mengikat nitrogen bebas di udara.
b) Azotobacter dan Clostridium, mampu menyuburkan tanah
karena juga dapat mengikatnitrogen bebas di udara.
c) Nitrosomonas dan Nitrosococcus, mampu menghasilkan
senyawa nitrit yang menyuburkan tanah.
2) Bidang Industri Makanan
a) Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus, untuk
membuat yoghurt (susu asam).
b) Acetobacter xylinum, untuk membuat nata de coco.
c) Streptococcus lactis, untuk membuat keju.
3) Bidang Farmasi
a) Streptomyces griceus, menghasilkan antibiotic streptomisin,
untuk memberantas bakteri TBC.
b) Streptomyces aurefaciens, menghasilkan antibiotic aureomisin,
menghasilkan antibbiotik kloromisetin.
c) Bacillus brevis, menghasilkan antibiotic tiromisin.
d) Pseudomonas
denitrificans
dan
Propioni
bacterium
menghasilkan vitamin B12.
e) Clostridium acetobutylicum, menghasilkan aseton dan butanol.
f) Acetobacter aceti, untuk membuat asam cuka.
4) Pembuatan Biogas dan Pengurai
a) Escherichia coli, membantu pembusukan makanan dalam usus
besar manusia dan pembentuk vitamin K (untuk pembekuan
darah).
b) Methanobacterium
omelianski
dan
Methanobacterium
ruminatum, menguraikan asam cuka (CH3COOH) menjadi metan
(CH4) dan CO2.
c) Clostridium sporangeus, menguraikan asam amino menjadi
ammonia.
d) Desulfovibrio desulfuricans, membusukkan bangkia makhluk
hidup dan menguraikan sulfat di tempat becek serta
menghasilkan H2S.
e) Thiobacillus denitrificans, menguraikan nitrit dan menghasilkan
N2 atau disebut denitrifikasi.
b. Bakteri yang Merugikan
Bakteri dikatakan merugikan karena menyebabkan penyakit pada
manusia, hewan, dan tumbuhan atau dapat menghasilkan racun.
1) Bakteri Penyebab Penyakit pada Manusia
a) Mycobacterium tuberculosis, menyebabkan penyakit TBC.
b) Mycobacterium leprae, menyebabkan penyakkit lepra
c) Salmonella typhosa, menyebabkan penyakit tifus.
d) Shigella dysentriae, menyebabkan penyakit disentri.

e) Diplococcus pneumonia, menyebabkan penyakit radang paruparu.


f) Treponema pallidum, menyebabkan penyakit sifilis (raja singa)
pada alat kelamin.
g) Klebsiella
pneumonia,
mengakibatkan
infeksi
saluran
pernapasan, saluran kencing, dan usus.
h) Meningococcus, menyebabkan meningitis, yaitu penyakit radang
selaputotak (meninges).
i) Neisseria gonorrhea, menyebabkan penyakit kencing tanah.
j) Vibrio cholera, menyebabkan penyakit kolera.
k) Bacillus anthracis, menyebabkan penyakit antraks.
2) Bakteri penyebab penyakit pada hewan
a) Campylobacter fetus, mengakibatkan keguguran pada sapi dan
kambing, serta menyebabkan radang pada usus manusia.
b) Bacillus anthracis, menyebabkan penyakit antraks pada ternak.
3) Bakteri Penyebab Penyakit pada Tumbuhan
a) Agrobacterium tumefaciens, mengakibatkan tumor pada
tumbuhan.
b) Pseudomonas cattleyae, menyerang tanaman anggrek.
c) Pseudomonas solanacearum, menyerang tanaman pisang.
d) Bacterium papaya,menyerang tanaman papaya.
4) Bakteri Penghasil Racun
a) Pseudomonas
cocovenenans,
menghasilkan
racun
asan
bongkrek pada tempe bongkrek.
b) Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinum pada
makanan kaleng yang sudah rusak.
c) Leuconostoc mesentroides, menyebabkan makanan berlendir.
III.

Protista
Pada awalnya makhluk hidup yang ada di bumi dikelompokkan oleh
Aristotelesmenjadi dua kingdom, yaitu kingdom Plantae (tumbuhan) dan
kingdom Animalian (hewan). Ditemukannya mikroskop dan dunia
mikroorganisme mendorong para ahli untuk memperbaiki system
pengelompokan tersebut. Sebagai contoh, apakah Euglena termasuk
kelompok hewan atau tumbuhan? Euglena mampu melakukan fotosintesis
seperti tumbuhan dan mampu bergerak seperti hewan. Oleh karena itu, perlu
adanya kingdom ketiga. Pada tahun 1886, seorang ahli biologi jerman
bernama Ernst Haeckel memperkenalkan kingdom ketiga yang disebut
Protista untuk menempatkan organism yang bukan hewan ataupun
tumbuhan.
Protista merupakan organism eukariotik uniseluler atau multiseluler.
Protista belum memiliki diferensiasi jaringan. Berdasarkan kemiripan ciricirinya dengan hewan, tumbuhan, dan jamur dalam memperoleh nutrisinya,
Protista dibedakan ke dalam tiga subkingdom, yaitu subkingdom Protozoa
(Protista mirip hewan); subkingdom Algae (protista mirip tumbuhan); dan
subkingdom Myxomycophyta (jamur lender).
A. Protozoa

Protozoa merupakan protista uniseluler yang bergerak dan mendapatkan


makanan seperti hewan. Protozoa hidup di air tawar, laut, tanah, bahkan
di dalam tubuh organism lain. Sebagian besar hidup bebas, sedangkan
lainnya merupakan parasit. Dalam ekosistem perairan, protozoa hidup
bebas sebagai zooplankton, maupun sebagai zoobentos. Protozoa parasit
sering menyebabkan penyakit serius pada manusia, misalnya malaria,
disentri, dan giardiasis. Berdasarkan alat geraknya, prozoa dibedakan
menjadi empat filum, yaitu Rhizopoda, Mastighopora, Ciliata, dan
Sporozoa.
1. Rhizopoda
Rhizopoda (sarcodina) termasuk hewan bersel satu dengan cirriciri, antara lain memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia),
hidup bebas, ada yang parasit, dan bentuk tubuh tidak tetap. Contoh
Rhizopoda, antara lain Amoeba proteus yang hidup bebas dalam
perairan tawar yang kaya bahan organic; Entamoeba dysentriae
penyebab disentri; Entamoeba hitolytica penyebab disentri amoeba
(amoebiasis), hidupnya dalam usus halus manusia dan termasuk
jaringan darah atau getah bening; Entamoeba gingivalis dapat
merusak gigi; Entamoeba coli dapat embantu pembusukan makanan
dan membentuk vitamin K; Arcella yang hidup di air tawar, tubuhnya
ditempeli pasir; Foraminifera yang hidup di laut sebagai indicator
adanya minyak bumi, Radiolaria yang hidup di laut sebagai alat
penggosok. GAMBAR
2. Mastigophora
Cirri-ciri mastigophora (Flagellata), yaitu mempunyai flagel (bulu
cambuk) sebagai alat gerak. Beberapa Mastigophora hidup sebagai
parasit atau hidup bebas di habitat air laut dan air tawar. Permukaan
tubuhnya dilapisi oleh kutikula sehingga bentuknya tetap.
Mastigophora atau Flagellata terdiri atas Phytoflagellata dan
Zooflagellata.
a. Phytoflagellata
Phytoflagellata mempunyai cirri-ciri berklorofil dan bersifat autotrof,
misalnya Volvox globulator dan Noctiluca miliaris. Volvox sp. Hidup
berkoloni, berbentuk seperti bola dan dilapisi oleh lapisan lender.
Noctiluca miliaris, dapat menghasilkan bioluminiens sehingga pada
malam hari apabila terjadi blooming spesies ini, air laut akan
tampak bercahaya.
b. Zooflagellata
Zooflagellata bersifat heterotrof dan sebagian besar hidup sebagai
parasit. Trypanosome gambiense, merupakan salah satu contoh
Zooflagellata yang menyebabkan penyakit tidur Afrika. Contoh
Zooflagellata lainnya adalah Leishmania tropica yang menyebabkan
penyakit leishmaniasis kulit di Negara-negara Asia.
3. Ciliata

Ciliate (Infusoria) mempunyai alat gerak berupa silia (bulu


getar). Protozoa ini hidup bebas atau sebagai parasit. Bentuk tubuhnya
tetap. Bagian tubuhnya terdiri atas oral dan aboral. Cara reproduksinya
adalah aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan sengan
cara membelah diri dan reproduksi seksual dilakukan dengan cara
konjugasi.
Contoh Cilliata, antara lain Paramecium caudatum (hewan
sandal) yang memiliki cara reproduksi unik; Balantidium coli, hidup
pada usus besar manusia; Stentor, dengan tubuh berbentuk seperti
trompet; Vorticella, dengan tubuh berbentuk seperti lonceng; Didinium,
sebagai predator di air tawar; Stylonychia, koloninya berbentuk seperti
cakar.
Perkembangbiakan Paramecium caudatum secara konjugasi
sebagai berikut.
a. Dua Paramecium bersatu melalui lekukan mulut.
b. Masing-masing mikronukleus mengalami meiosis menghasilkan
empat mikronukleus haploid.
c. Tiga mikronukleus berdegenerasi.
d. Mikronukleus yang tersisa membelah menjadi dua, tetapi tidak
sama besar; mikronukleus yang lebih kecil dipertukarkan.
e. Dua mikronukleus pada masing-masing Paramiceum melebur
menjadi satu.
f. Kedua Paramiceum memisahkan diri, (skema berikutnya hanya
memperlihatkan satu Paramecium).
g. Mironukleus yang melebur membelah mitosis sebanyak tiga kali
menghasilkan delapan mikronukleus identik.
h. Mikronukleus mengalami degenerasi. Empat mikronukleus menjadi
makronukleus baru. Empat mikronukleus lainnya tetap sebagai
mikronukleus. Tiga mikronukleus berdegenerasi dan hanya satu
mikronukleus yang tinggal.
i. Paramiceum membelah sebanyak dua kali untuk menghasilkan
empat Paramecium anak.
4. Sporozoa
Sporozoa tidak mempunyai alat gerak. Sporozoa hidup sebagai parasit
dan menghasilkan spora (endospra) dalam daur hidupnya. Cara
reproduksi sporozoa adalah dengan cara aseksual dan seksual. Cara
aseksual dilakukan dengan pembelahan biner dan skizogoni,
sedangkan secara seksual dilakukan dengan sporogeni.
Contoh anggota sporozoa adalah Plasmodium yang merupakan
penyebab malaria pada manusia. Ada empat jenis Plasmodium yang
masing-masing menyebabkan tipe malaria yang berbeda. Keempat
jenis Plasmodium tersebut adalah Plasmodium falciparum, penyebab
malaria tropika dengan masa sporulasi tidak tertentu; Plasmodium
vivax, penyebab malaria tertianadengan masa sporulasi 48 jam;
Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana dengan masa
sporulasi hampir sama dengan malaria tertian.

Reproduksi secara aseksual yang terjadi dalam eritrosit manusia


disebut skizogoni dan secara seksual yang terjadi dalam lambung atau
dinding usus nyamuk Anopleles, disebut sporogoni. Selain itu, juga
terjadi peristiwa yang disebut sporulasi, yaitu fase dimana terjadi
pecahnya sel darah merah Karena terinfeksi oleh Plasmodium.
Keluarnya merozoit-merozoit baru dari eritrosit yang pecah
menyebabkan suhu tubuh penderita malaria naik.
B. Algae
Algae merupakan organism mirip tumbuhan yang termasuk kingdom
Protista. Sebagian besar algae merupakan organism uniseluler,
sebagian lagi merupakan organism multiseluler yang berukuran besar.
Algae mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis,
seperti tumbuhan, karena memiliki klorofil. Namun, algae berbeda dari
tumbuhan karena tidak memiliki diferensiasi jaringan dan tidak
memiliki akar, daun, atau batang yang sesungguhnya. Tubuh
ganggang disebut talus. Struktur reproduksinya juga berbeda dari
tumbuhan; algae membentuk gamet di dalam gametangia yang
multiseluler.
Sebagian besar algae memiliki habitat di perairan. Sel-sel algae
mengandung pirenoid, yaitu organ pembentuk dan penyimpan amilum.
Ada empat tipe struktur tubuh algae, yaitu uniseluler, koloni, filament,
dan multiseluler.
Berdasarkan dominasi pigmennya, algae dibedakan menjadi enam
filum, yaitu Cholophyta, Phaeophyta, Chrysophyta, Rhodophyta,
Eugenophyta, dan Pyrophyta.
1. Chlorophyta
Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan organism bersel tunggal
atau banyak. Hidup soliter (sendiri) berkoloni (berkelompok) berupa
benang bercabang atau berbentuk lembaran. Habitat di air sebagai
plankton, bentos, dan perifiton serta dapat juga hidup di tanah yang
basah/lembap. Reproduksi secara vegetative berlangsung dengan
fragmentasi, yaitu pemutusan bagian tubuh, sedangkan secara
generative berlangsungmelalui konjugasi.
Chlorophyta bermacam-macam, ada yang bersel satu tidak dapat
bergerak, bersel satu dapat bergerak, berkoloni dapat bergerak,
berkoloni tidak dapat bergerak, berbentu filament (benang), dan
berbentuk lembaran.
Chlorophyta bersel satu yang ttidak bergerak, contohnya
Chlorococcum yang hidup di air tawar dan berkembangbiak secara
seksual dengan isogami (penyatuan dua sel kelamin atau gamet yang
sama bentuk dan ukurannya). Contoh lainnya adalah Chlorella yang

hidup di air tawar, air laut, dan di tempat-tempat basah. Cirri-cirinya,


tubuh berbentuk seperti bola, protoplas berbentuk seperti mangkuk,
dan mengandung protein tinggi sehingga merupakan alternative
sumber makanan baru.
Chlorophyta bersel satu yang dapat bergerak, contohnya
Chlamydomonas dengan cirri-ciri bersel tunggal, bentuk bulat dengan
dua flagella, memiliki satu vakuuola, satu inti, kloroplas, stigma (bintik
mata), dan pirenoid. Habitat Chlamydomonas adalah air payau, air
laut, dan di tanah. Chlamydomonas berkembangbiak dengan cara
membelah diri dan konjugasi. Hasil konjugasi Chlamydomonas berupa
zigospora.
Chloropphyta berkoloni dapat bergerak, yaitu Volvox globator,
memiliki cirri-ciri koloni berbentuk seperti bola berflagel. Habitatnya di
air tawar.
Chloropyta berkoloni tidak bergerak, contohnya Hidrodyction
dengan cirri-ciri tubuh berbentuk seperti jala. Air tawar merupakan
habitat koloni ini.
Chlorophyta berbentuk filament (benang), contohnya Spirogyra.
Spirogyra, memiliki kloroplas berbentuk pita melingkar (spiral).
Habitatnya di air tawar. Berkembangbiak dengan fragmentasi dan
konjugasi. Contoh lain adalah Oedogonium yang hidup di habitat air
tawar. Oedogonium yang hidup di habitat air tawar. Oedogonium
berkembangbiak secara vegetative dengan zoospore berflagel banyak
dan secara generative dengan penyatuan ovum dan sperma.
Contoh Chlorophyta yang berbentuk lembaran adalah Ulva (selada
laut). Habitat organism ini di perairan laut yang dangkal dengan cara
menempelpada substrat berbatu dengan menggunakan holdfast.
Organism ini berkembangbiak secara vegetative dengan spora
berflage empat dan secara generative dengan membentuk zigospora
yang akan lepas menjadi individu baru. Daur hidup Ulva sp..
2. Phaeophyta
Di pantai akan kita temukan tumbuhan laut yang memiliki
semacam gelembung-gelembung udara. Tumbuhan ini berwarna
cokelat dan biasanya bercabang-cabang. Tumbuhan laut ini
dikelompokkan ke dalam Phaeohphyta (ganggang cokelat).
Kelompok Phaeophyta memiliki tubuh berbentuk benang/lembaran.
Panjangnya dapat mencapai beberapa meter sehingga bentuknya
menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. Phaeophyta merupakan algae

yang banyak ditemukan di daerah intertidal pantai berkarang laut


tropis dan subtropics. Pigmen dominan yang dimiliki adalah fukosantin
(cokelat). Phaeophyta ini mampu menghasilkan asam alginate yang
sangat penting untuk bahan industry, seperti salep dan es krim.
Phaeophyta berkembang biak secara vegetative dengan membentuk
zoospore berflagel. Phaeophyta juga berkembangbiak secara
generative dengan membentuk reseptakulum. Yaitu organ yang berisi
alat perkembangbiakan pada ujung lembaran yang fertile (subur). Pada
reseptakulum terdapat konseptakulum yang menghasilkan sel telur
dan spermatozoid. Contohnya Phaeophyta, antara lain Macrocystis,
Laminaria, Turbinaria, Sargassum, dan Fucus vesiculosus.
3. Chrysophyta
Tumbuhan laut yang memiliki warna kuning keemasan tergolong
dalam
Chrysophyta
(ganggang
keemasan).
Adapun
cirri-ciri
Chrysophyta, antara lain bersel tunggal atau bersel banyak, memiliki
korofil dan pigmen dominan karoten (keemasan). Habitatnya di
perairan tawar, perairan laut, perairan payau, dan di tanah yang
basah/lembap.
Ganggang keemasan ada yang bersel satu dan berbentuk filament.
Chrysophyta yang bersel satu, contohnya Ochromonas dengan cirri-ciri
tubuh menyerupai bola dan memiliki kloroplas berbentuk lembaran
melengkung berwarna kekuningan. Ochromonas juga memiliki inti,
vakuola, stigma, serta memiliki dua flagel yang tidak sama
panjangnya. Ochromonas berkembang biak dengan cara membelah
diri.
Navicula adalah contoh lain Chrysophyta bersel satu. Navicula ini
lebih dikenal sebagai ganggang kersik (Diatomae). Habitatnya di air
tawar, air laut, dan air payau sebagai plankton. Tubuhnnya terdiri atas
epiteka (bagian tutup) dan hipoteka (bagian kotak). Navicula yang mati
akan mengendap di dasar tanah menjadi tanah diatome. Diatome
dapat berkembang biak secara aseksual dengan cara membelah diri
atau secara seksual dengan cara isogami.
Chrysophyta bersel banyak yang berbentuk benang, contohnya
Vaucheria. Tubuhnya berbentuk benang, bercabang, dan tidak
bersekat. Vaucheria berkembang biak secara vegetative dengan
zoospore berflagel, sedangkan secara generative dengan pertemuan
antara oogonium dan spermatozoid.
4. Rhodophyta

Rhodophyta (ganggang merah) mempunyai cirri-ciri tubuh bersel


banyak menyerupai benang/lembaran. Rhodophyta memiliki pigmen
dominan fikoeritrin (merah). Rhodophyta sebagian besar hidup di
perairan laut denga substrat dasar berbatu, mulai dari daerah
intertidal sampai dengan perairan laut yang lebuh dalam (zona fotik).
Rhodophyta berkembang biak secara generative dengan spermatium
(tidak berflagel) dan sel telur. Ganggang yang termasuk rhodophyta
adalah Eucheuma spinosum. Ganggang ini biasanya dimanfaatkan
untuk membuat agar-agar. Contoh lainnya adalah Gelidium dan
Gracillaria yang juga digunakan untuk membuat agar-agar. Contoh lain
yang bersifat parasit adalah Palmaria, Bossiella, dan Polysiphonia.
5. Euglenophyta
Euglenophyta merupakan kelompok makhluk hidup peralihan
antara hewan dan tumbuhan dengan cirri mempunyai kloroplas untuk
fotosintesis dan alat gerak berupa bulu cambuk. Contoh kelompok ini
adalah Euglena viridis, Euglena pisciformis (berbentuk gelendong),
Euglena spirogyra (berbentuk besar dan tidak begitu aktif), dan
Euglena sanguine (memiliki hematokrom).
Euglena viridis merupakan ganggang bersel satu, berbentuk
panajang, runcing pada bagian anterior, dan tumpul di bagian
posterior. Di bagian anterior terdapat bagian yang melekuk ke dalam
disebut sitostoma (mulut) dan di bagian dasarnya terdapat
kerongkongan. Dekat akhir kerongkongan terdapat stigma (bintik mata
merah) yang banyak mengandung hematokrom yang lebih peka
terhadap sinar. Nucleus berada dekat pertengahan tubuh dan memiliki
vakuola kontraktil.hasil fotosintesis berupaparamilon yang disimpan
dalam pirenoid. Ganggang ini juga bisa hidup saprofit dengan
mengsbsorpsi zat-zat tertentu dari material organic yang larut melalui
seluruh permukaan tubuhnya. Dalam masa istirahat Euglena akan
membentuk Kristal dari bahan selulosa.
Euglena melakukan reproduksi dengan membelah diri secara
longitudinal, diawali pembelahan nucleus dan diikuti pembelahan
seluruh tubuh.
6. Pyrophyta
Kelompok Pyrophyta (ganggang api) merupakan organism autotrof
uniseluler dengan satu flagel dan dapat bergerak aktif. Dinding sel
terbuat dari selulosa yang bersambungan rapat serta mengandung
plastid. Di dalam plastid terkandung klorofil dan pigmen cokelat
kekuning-kuningan (xantofil dan karoten). Biasanya, tubuh diselubungi
oleh kutikula yang tebal dan memiliki kromatofor.

Pyrophyta berkembang biak dengan membelah diri menghasilkan


dua individu baru (pembelahan biner). Habitat Pyrophyta di perairan
laut, perairan payau, dan perairan tawar. Beberapa genera yang
banyak ditemukan di perairan tawar antara lain adalah Perididium,
Gymnodinium, dan Ceratium. Beberapa spesies di filum ini
menghasilkan fluoresens (mampu memancarkan cahaya pada malam
hari). Spesies-spesies tersebut antara lain adalah Noctiluca scintillan
dan N. vermilarris.
C. Myxomycophyta
Jamur lendir merupakan organism eukariotik heterotrof yang
multiseluler (bersel banyak) atau multinukleus (berinti banyak). Pada
jamur lender, terdapat sangat sedikit diferensiasi jaringan.
Dinamakan jamur lender karena memiliki penampakan yang
mengilap, basah, bertekstur seperti gelatin, dan terlihat lebih mirip
jamur daripada lainnya. Dalam ekosistem, jamur lender berperan
sebagai decomposer. Tanah lembap, kayu busuk, atau daun busuk,
merupakan habitat jamur lendir.
Dalam daur hidupnya, jamur lendir mengalami dua tahap, yaitu
tahap makan yang bergerak dan tahap reproduksi yang menetap. Pada
saat bereproduksi jamur lendir membentuk badan buah, yaitu struktur
pembawa spora. Pada tahap makan mereka berbentuk seperti
Amoeba.
Menurut klasifikasi dari D.H. Bergey jamur ini dibagi menjadi tiga
kelompok, yaitu Acrasiamycota, Myxomycota, dan Oomycota.
1. Acrasiamycota
Acrasiamycota disebut juga jamur lender seluler. Protista ini
merupakan bentuk peralihan antara bentuk amoeba dan badan buah
penghasil spora. Kebanyakan hidup di air tawar, tanah lembab, atau
bagian-bagian tanaman yang membusuk. Jika ada makanan, mereka
akan menyatu membentuk struktur pseudoplasmodium (plasmodium
palsu). Dinamakan demikian, karena struktur tersebut tersusun atas
sel-sel yang berkumpul yang menyerupai siput tanpa cangkang. Sel-sel
tersebut bergerak sebagai suatu kesatuan, tetapi tiap sel merupakan
struktur yang berdiri sendiri.
Sering kali pseudoplasmodium menetap dan membentuk badan
buah yang berisi spora haploid. Jika badan buah tersebut pecah, angin
akan menerbangkan spora-spora yang ada di dalamnya. Tiap spora
akan berkembang menjadi satu sel amoeboid. Contoh Acrasiamycota
adalah Dyctiostelium.
2. Myxomycota

Berbeda halnya dengan Acrasiamycota, Mycomycota telah memiliki


plasmodium yang sebenarnya. Pada Myxomycota atau jamur lendir
plasmodium terdapat memiliki plasmodium yang sebenarnya. Pada
Myxomycota atau jamur lendir plasmodium terdapat bermacammacam warna dan bentuk pada tiap tahap kehidupannya. Saat makan,
Myxomycota membentuk suatu massa sitoplasma yang disebut
plasmodium, terdiri atas ribuan inti sel.
Plasmodium menyerap di atas tanah, batu-batuan, atau kayu yang
membusuk, dan memakan bakteri atau mikroorganisme lainnya
dengan cara fagositosis. Jika makanan atau air tidak mencukupi,
plasmodium bergerak ke permukaan yang terbuka dan mulai
bereproduksi. Plasmodium membentuk tubuh buah bertangkai disebut
sporangium yang berisi spora-spora haploid.
Dalam kondisi yang sesuai, spora akan pecah dan melepaskan selsel reproduksi haploid. Dua sel reproduksi melebur dan inti-intinya
bergabung membentuk inti diploid. Selanjutnya, terjadi mitosis berkalikali, tetapi sel-sel tidak mengalami sitokinesis sehingga terbentuk
sitoplasma berinti banyak (plasmodium). Daur hidup Myxomycota
seperti terurai di atas dapat dilihat pada Gambar. Contoh organisme
yang termasuk anggota Myxomycota adalah Physarum polycephalum.
3. Oomycota
Oomycota atau jamur air dikatakan sebagai jamur yang memiliki
telur. Oomycota merupakan organism protista menyerupai jamur yang
tersusun atas sel-sel filament bercabang. Dinding selnya tersusun atas
selulosa, bukan kitin seperti pada jamur. Hifanya yang tidak bersekat
disebut senositik.
Oomycota bereproduksi secara aseksual dengan cara pembentukan
zoospore berflagel dua dan di dalam zoosporangium pada ujung hifa.
Zoosporangium itu akan tumbuh membentuk hifa-hifa baru. Sementara
itu, reproduksi seksual dilakkukan dengan cara peleburan sel telur
haploid dengan inti sperma haploid menjadi oospora yang diploid. Sel
telur dihasilkan oleh oogonium, sedangkan inti sperma dihasilkan oleh
anteridium.
Setelah mengalami dorman, oospora berkecambah
menjadi zoosporangium yang menghasilkan zoospore diploid dan akan
tumbuh menjadi hifa baru yang diploid.
Oomycota meliputi sejumlah organism yang petogen pada
tanaman. Contohnya, Phytophthora faberi, Phytophthora infestans,
Phytophthora nicotinae, Plasmopara viticola, serta Phythium. Contoh
lain adalah Saprolegnia, yaitu jamur yang hidup pada bangkai hewan
atau tumbuhan mati dalam air tawar.

D. Peran Protista dalam Kehidupan


Seperti dua sisi mata uang, Protista dapat memberikan manfaat, tetapi
dapat pula mennimbulkan kerugian pada manusia, hewan, dan
tumbuhan.
1. Protista yang Menguntungkan
Protista yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut.
a. Protista yang hidup bebas di air tawar sebagai plankton,
misalnya Euglena viridis merupakan indicator polusi air/sungai.
b. Cangkang Radiolaria dan Foraminifera digunakan sebagai
indicator adanya minyak bumi.
c. Entamoeba coli membusukkan makanan dan membentuk
vitamin K dalam saluran pencernaan manusia.
d. Saprolegnia berperan sebagai pengurai dalam ekosistem air
tawar.
e. ganggang cokelat Turbinaria australis, Sargassum silquosum,
dan Fucus vesiculosus digunakan untuk membuat salep, es krim,
dank rim habis bercukur.
f. Navicula sp. Yang mati membentuk tanah diatomic yang
berguna untuk bahan isolasi, bahan penggosok, bahan penyekat
dinamit (trinitrogliserin=TNT), untuk membuat saringan, serta
untuk campuran semen.
2. Protista yang Merugikan
Protista dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit
bahkan kematian pada menusia, hewan, dan tumbuhan.
a. Pada Manusia
Protista yang merugikan manusia, antara lain sebagai berikut.
1) Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur di daerah
Afrika Tengah dan ditularkan oleh alat tsetse jenis Glossina
palpalis.
2) Trypanosoma rhodesiense menyebabkan penyakit tidur di
daerah Afrika Timur dan ditularkan oleh lalat tsetse jenis
Glossina morsitans. Trypanosoma rhodesiense lebih berbahaya
karena penderita dapat meninggal dalam waktu yang singkat.
3) Trypanosoma cruzi menyebabkan penyakit chagas yang
menyerang kelenjar limfa, limpa, hati, dan sumsum tulang.
4) Trypanosoma grucei menyebabkan penyakit nagano di Afrika.
5) Plasmodium sp. Menyebabkan malaria.
6) Balantidium coli menyebabkan disentri blantidium yang
menyerang selaput lender usus besar.
7) Entamoeba gingivalis menyebabkan bau mulut.
8) Leishmannia donovani menyebabkan penyakit kalaazar yang
menyerang limpa, hati, dan kelenjar limfa.
b. Pada Hewan
Protista merugikan hewan, antara lain sebagai berikut.

1) Trichomonas faetus menyebabkan keguguran pada kambing.


2) Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra pada kuda,
unta, dan sapi. Penyakkit tersebut ditularkan oleh lalat kandang
(Stomoxy calcitrans).
3) Trypanosome equiperdum menyebabkan penyakit durin pada
kuda dan keledai.
4) Trypanosome vivax menyebabkan penyakit pada lomba.
c. Pada Tumbuhan
Protista yang merugikan tumbuhan, antara lain sebgai berikut.
1) Phytophthora faberi yang hidup parasit pada tanaman karet
(lukan bekas sadapan).
2) Phytophthora infestans menyebabkan penyakit karat putih pada
tanaman kentang.
3) Phytophthora palmifora yang hidup parasit pada tanaman lada,
kelapa, dan cokelat.
4) Phytophthora nicotinae menyerang tanaman tembakau.
5) Phythium menyerang pangkal batang kecambah.
6) Plasmopara viticola menyerang tanaman anggur.
IV.

Fungi
Di sekitar kita terdapat aneka makanan yang terbuat dari bahan dasar jamur,
misalnya keripik jamur merang. Tempe dan oncom yang termasuk makanan
yang diproduksi dengan memanfaatkan peran jamur. Bangsa Cina dan Jepang
sudah biasa mengonsumsi aneka jamur sebagai menu mereka sehari-hari.
Sebenarnya orang Indonesia berpeluang untuk ekspor jamur hasi budi daya
karena jamur tidak mengenal musim dan dapat tumbuh dalam bermacammacam media yang sesuai bagi pertumbuhannya.
A. Ciri-ciri jamur
Jamur termasuk organism eukariotik karena sudah memiliki inti sel yang
terbungkus membrane. Cirri-ciri jamur secara umum, yaitu bersel satu atau
banyak dengan dinding sel dari zat kitin dan tidakberklorofil. Daur hidup
jamur mempunyai keturunan diploid yang singkat. Jamur hidup sebagai
saprofit dengan menguraikan bahan organic yang sudah mati atau sampah
dan bangkai. Selain itu, beberapa jenis jamur hidup secara parasit, yaitu
menumpang dan mengambil bahan organic dari inang yang masih hidup.
Jamur parasit akan menyebabkan penyakit yang disebut mikosis.
Tubuh jamur tersusun atas benang-benang yang disebut hifa. Dinding sel
hifa tersusun atas kitin. Kumpulan hifa akan membentuk anyaman penyusun
tubuh jamur yang disebut miselium beberapa jenis jamur memiliki hifa
dengan sekat-sekat melintang yang dinamakan septa. Hifa yang memiliki
sekat dinamakan hifa bersekat atau bersepta. Adapun hifa yang tidak
memiliki sekat dinamakan senositik. Pada jamur yang hidup secara parasit

terdapat hifa yang mengalami modifikasi menjadi haustoria. Haustoria adalah


hifa yang berfungsi sebagai organ penyerap makanan dari jaringan inang.
Semua jamur tidak memiliki klorofil sehingga termasuk organism
heterotrof. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap bahan-bahan
organic dari lingkungan melalui hifanya. Bahan-bahan organic tersebut
kemudian disimpan dalam bentuk glikogen. Selain untuk menyerap makanan,
hifa juga berfungsi untuk membentuk alat-alat reproduksi (gametangium).
Reproduksi aseksual terjadi jika makanan dan air melimpah. Sebaliknya,
jika makanan dan air kurang, terjadi reproduksi seksual. Jamur bereproduksi
aseksual dengan cara membentuk spora, tunas, atau fragmentasi. Ada
bermacam-macam spora aseksual yang dibentuk oleh bermacam-macam
jamur, antara lain konidiospora (konidia), sporangiospora (spora), dan
klamidospora.
B. Kelas Zygomycota
Nama lain Zygomycota adalah Phycomycota. Jamur yang umum kita kenal
dari kelompok Zygomycota adalah Rhizopus oryzae atau jamur tempe. Ciriciri Rhizopus orizae secara umum, antara lain hifa tidak bersekat (senisitik).
Hidup sebagai saprofit, yaitu dengan menguraikan senyawa organic secara
anaerob yang disebut proses fermentasi. Selain itu, dapat juga hidup sebagai
parasit dengan cara mengambil senyawa organic dari inangnya.
Reproduksi aseksual jamur Zygomycota dilakukan dengan cara
membentuk sporangium yang di dalamnya terdapat sporangiospora. Pada
Rhizopus oryzae ini terdapat stolon, yaitu hifa yang terletak di antara dua
kumpulan sporangiofor (tangkai sporangium). Reproduksi secara seksual
dilakukan dengan penggabungan hifa (+) dan hifa (-) pada miselium yang
akan membentuk zigospora.
Contoh lain dari jamur Zygomycota adalah Mucor mucedo yang hidup
pada kotoran ternak. Mucor mucedo bereproduksi secara seksual dengan
peleburan dua macam hifa yang berbeda jenis, yaitu hifa (+) dan hifa (-)
untuk membentuk progametangium. Progametangium akan membentuk
gametangium. Setelah terbentuk gametangium, akan terjadi penyatuan
plasma yang disebut plasmogami. Hasil peleburan plasma akan membentuk
zigot yang kemudian tumbuh menjadi zigospora. Zigospora yang telah
tumbuh akan melakukan penyatuan inti yang disebut kariogami dan akhirya
berkembang menjadi sporangium. Di dalam sporangium dibentuk spora (+)
dan spora (-) yang masing-masing akan tumbuh menjadi hifa (+) dan hifa (-).
Anggota jamur Zygomycota lainnya adalah Rhizopus nigricans, Rhizopus
nodusus, dan Rhizopus stolonifer. Rhizopus nigricans menghasilkan asam

fumarat, pemasak buah-buahan. Rhizopus nodusus mampu menghasilkan


asam laktat. Rhizopus stolonifer merupakan jamur tempe.
C. Kelas Ascomycota
Jamur dalam kelompok Ascomycota ada yang berupa jamur bersel satu
(misalnya, Saccharomyces sp.), bersel banyak dengan hifa bersekat dan
berinti banyak (misalnya, Penicillium sp.), atau bersel banyak yang
membentuk tubuh buah (misalnya, Xylaria dan Nectria). Jamur Ascomycota
hidup sebagai parasit atau saprofit.
Jamur kelompok ini melakukan reproduksi secara aseksual dengan cara
membentuk spora. Spora terbentuk dalam suatu askus sehingga disebut
askospora.
Ujung hifa jamur akan membesar dan menggelembung sebagai tempat
melekatnya sterigma. Sterigma adalah tangkai yang menyokong konidium. Di
dalam konidium terdapat spora vegetative yang disebut konidiospora.
Reproduksi secara seksual dilakukan dengan membentuk askokarp. Askokarp
merupakan suatu kantong panjang yang menghasilkan askopora. Selain itu,
beberapa jamur berkembang biak denga tunas, misalnya Saccharomyces
(khamir). Tunas terbentuk dari percabangan sel. Setelah semua bagian sel
terbentuk, tunas melepaskan diri dari induknya.
Jamur yang termasuk dalam kelompok Ascomycota, antara lain Nectria,
Saccharomyces cerevisiae, penicillium, Neurospora crassa, dan Aspergillus
sp..
Saccharomyces (khamir) merupakan jamur bersel satu yang tidak
memiliki hifa dan tubuh buah. Reproduksi khamir secara seksual dilakukan
dengan cara persatuan dua sel yang akan membentuk askus penghasil
askospora. Adapun reproduksi secara aseksual berlangsung dengan
membentuk tunas.
Saccharomyces dimanfaatkan untuk membuat tapai, bir, dan roti. Dalam
proses pembuatan bir, jamur akan mengubah karbohidrat menjadi glukosa
menjadi alcohol dan karbon dioksida. Apabila ditulis denga rumus kimia,
reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.
C6H12O6

2C2H5OH

2CO2 +

Energy

Neurospora crassa (jamur oncom) dapat tumbuh pada tongkol jagung


yang telah direbus dan diambil bijinya. Konidianya berwarna merah jingga.
Jamur ini dimanfaatkan untuk membuat oncom merah. Selain itu, jamur
Neurospsra crassa juga dimanfaatkan sebagai objek penelitian untuk
mengetahui pengaruh sinar X yang mengakibatkan mutasi pada makhluk
hidup.

Jamur Penicillium banyak jenisnya. Penicillium chrysogenum dan


Penicillium notatum menghasilkan antibiotic penisilin. Antibiotic penisilin
pertama kali ditemukan oleh Alexander Fleming. Penicillium requoforti dan
Penicillium camemberti sering digunakan dalam pembuatan keju.
Aspergillus niger merugikan manusia karena dapat membusukkan buah
pascapanen. Jamur ini juga sering hidup pada sluran telinga tengah dan
menimbulkan penyakit telinga yang dikenal dengan otomikosis. Aspergillus
oryzae dimanfaatkan dalam pembuatan sake (arak Jepang). Aspergillus
wentii dimanfaatkan dalam pembuatan kecap, sake, tauco, asam sitrat, asam
oksalat, dan asam formiat. Aspergilus flavus menghasilkan racun aflatoksin.
Aspergillus fumigates menimbulkan penyakit paru-paru pada burung dan
penyakiraspergilosis pada manusia.
D. Kelas Basidiomycota
Jamur yang termasuk kelas Basidiomycota biasanya tumbuh di musim
penghujan denga cirri-ciri berbentuk seperti paying. Umumnya tumbuh di
batang pohon yang sudah lapuk atau tempat lembap lain. Jamur ini
berbentuk setengah lingkaran dan lempengan berwarna cokelat.
Basidiomycota mempunyai tubuh buah yang disebut basidiokarp sebagai
tempat terbentuknya basidium. Basidium akan menghasilkan spora yang
disebut basidiospora. Selain memiliki basidium, jamur ini memiliki hifa
bersekat dengan jumlah inti satu atau dua. Jamur Basidiomycota hidup
secara saprofit atau secara parasit pada tumbuhan. Jamur ini akan
membentuk dua buah miselium, yaitu miselium primer dan sekunder.
Miselium primer mempunyai sel-sel berinti satu yang berasal dari
basidiospora. Miselium sekunder memiliki sel-sel berinti dua yang merupakan
hasil konjugasi dua miselium atau persatuan dua basidiospora.
Basidiomycota melakukan reproduksi secara seksual dengan basidiospora.
Sebagian hifa bercabang akan membesar membentuk suatu badan yang
disebut basidium. Pada basidium akan dihasilkan spora (+) dan spora (-).
Spora ini akan tumbuh menjadi hifa (+) dan hifa (-). Hifa (+) dan hifa (-) akan
menjadi satu secara konjugasi. Hasil konjugasi berupa miselium yang
mengandung dua inti dan disebut miselium diploid. Setelah itu akan terjadi
penggabungan dua plasma yang disebut plasmogami. Plasmogami tidak
diikuti dengan persatuan inti sehingga miselium tetap berinti dua, disebut
miselium sekunder. Miselium sekunder akan membentuk basidium. Dua inti
yang terdapat pada miselium akan menjadi satu membentuk satu inti diploid,
disebut kariogami. Kemudian, inti mengalami pembelahan secara meiosis
membentuk empat inti haploid yang akan menjadi basidiospora.

Reproduksi aseksual dengan konidiospora. Hifa (+) dan hifa (-) akan
membentuk suatu badan yang disebut sebagai konidium. Di dalam konidium
akan dihasilkan konidiospora.
Pada umumnya kelompok jamur ini dapat diamati dengan mate telanjang
karena memilliki bentuk morfologi yang besar. Jamur yang termasuk dalam
kelompok ini, antara lain Volvariella volvacea (jamur merang), Auricularia
polytricha (jamur kuping), Lentinus edodes (jamur shitake), Pleurotus sp.
(jamur tiram), Ganoderma aplanatum (jamur kayu), Puccinia graminis (jamur
karat) yang menyerang tumbuhan rumput, gandum, dan tanaman dikotil.
Selain itu, juga terdapat Ustilago vireus yang merupakan parasit pada padi,
Ustilago comprestis (jamur kaleng), Ustilago maydis (jamur api) yang parasit
pada jagung, Amanita phalloides penghasil racun falotoksin yang dapat
merusak sel-sel darah merah, dan Amanita muscaria penghasil racun
muskarin yang dapat membunuh lalat.
E. Kelas Deuteromycota
Kelompok jamur Deuteromycota memiliki hifa bersekat. Deuteromycota
melakukan reproduksi secar aseksual dengan konidiospora yang dihasilkan oleh
konidium. Bisa juga dengan blastospora (spora yang berbentuk tunas) atau
dapat berupa arthospora (spora yang dibentuk dari bagian-bagian hifa). Adapun
reproduksi secara seksualnya belum diketahui. Beberapa anggota jamur ini ada
yang membentuk tubuh buah (piknidium).
Dahulu, sebelum diketahui reproduksi seksual nya, jamur oncom dimasukkan
dalam telas deutromycota dengan nama Monilia sitophyla. Namun setelah
reproduksi seksualnya diketahui, yaitu dengan cara membentuk askospora.
Jamur oncom dimasukkan dalam kelas Ascomycota dengan nama Neurospora
crassa.
Deuteromycota ada yang hidup parasit pada manusia, misalnya
Epidermophyton floocosum yang menyebabkan penyakit kaki atlet atau kurap,
Chladosporium, dan Curvularia. Deuteromycota sering menimbulkan penyakit
kulit disebut dermatomikosis.
F. Mikoriza
Mikoriza merupakan suatu bentuk kehidupan, yaitu simbiosis antara jamur
dan akar pohon, seperti pinus dan melinjo. Jamur yang mempu bersimobiosis
adalah dari kelompok Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota.
Berdasarkan tipe simbiosisnya, mikoriza dibedakan menjadi ektomikoriza dan
endomikoriza.
1. Ektomikoriza

Simbiosis antara jamur dan akar pinus merupakan salah satu contoh
ektomikoriza. Jamur berasal dari kelompok Basidiomycota. Jamurnya hanya
terdapat di permukaan luar akar inangnya. Hifa jamur menembus sampai bagian
epidermis akar.
Basidiomycota akan memperluas bidang penyerapan akar sehingga pinus
dapat mendapapasokan air dan zat hara lebih banyak. Dalam hal inni jamur
tersebut tidaka dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan akar tanaman.
2. Endomikoriza
Simbiosis antara jamur dan tanaman anggrek, kubis, atau bit merupakan
salah satu contoh endomikoriza. Jamurnya hidup di dalam akar inangnya. Hifa
jamur menembus sampai korteks. Jamur dapat hidup tanpa bersimbiosis.
Tanaman anggrek, kubis, atau bit hidup bersimbiosis dengan jamur dari
kelompok Ascomycota, atau Zygomycota. Simbiosis ini akan membentuk bintilbintil akar yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara sehingga kebutuhan
nitrogen tanaman dapat terpenuhi.
G. Liken (Lumut Kerak)
Lumut kerak merupakan simbiosis antarajamur dari kelompok Ascomycota
atau Basidiomycota dengan ganggang hijau bersel satu atau ganggang hijau
biru bersel satu. Dengan simbiosis ini, jamur memperoleh makanan dari hasil
fotosintesis ganggang, sedangkan ganggang memperoleh air dan mineral dari
jamur.
Pada liken, sering ditemukan tepung. Tepung itu adalah beberapa sel
ganggang yang terbungkus hifa dan terdapat di permukaan lummut kerak atau
disebut soredium. Soredium berfungsi untuk perkembang biakan secara
vegetative (fragmentasi), selain dengan spora dan membelah diri.
Habitat liken sangat bervariasi. Liken dapat melekat pada batu atau tembok
yang tidak dapat ditempati oleh makhluk hidup lain. Oleh karena itu, liken
disebut juga tumbuhan pioneer atau vegetasi perintis. Liken membantu proses
pembentukan tanah dengan cara melepaskan fragmen talus yang sangat halus.
Perubahan cuaca, kelembapan, dan disertai dengan dilepaskannya zak kimia
menyebabkan permukaan batuan akan melapuk yang kemudian dipakai sebagai
media untuk hidup tumbuhan lain dan hewan-hewan kecil. Liken sangat sensitive
terhadap beberapa jenis poutan yang berbahaya, misalnya fluoride, logam berat,
zat radioaktif, bahan-bahan kimia pertanian, dan pestisida. Dengan demikian,
liken tidak dapat hidup di lingkungan yang sudah tercemar. Sifat inilah yang
menyebabkan liken sering dipakai sebagai indicator pencemaran lingkungan.
Contoh liken antara lain Grafis sp. (hidup melekat pada batang pohon,
Parmelia sp. Dan Haematomma sp. (hidup melekat pada batu-batuan), serta
Usnea dasipoga (hidup melekat pada pucuk-pucuk pohon di daerah

pegunungan). Usnea menghasilkan asam usin yang dapat digunakan untuk


bahan obat TBC.
V.

Plantae
Anggota kingdom Plantae meliputi Kormophyta, yaitu kelompok tumbuhan
yang sudah dapat dibedakan dengan jelas akar, batang, dan daunnya.
Kormophyta dibedakan menjadi dua berdasarkan cara perkembang
biakannya, yaitu kormophyta berspora dan Kormophyta berbiji. Lumut
(Bryophyta) dan paku-pakuan (Pteridopyta) termasuk Kormophyta berspora.
Adapun kelompok Kormophyta berbiji disebut juga Sperma tophyta.
A. Kormophyta Berspora
Tumbuhan lumut sebenarnya merupakan peralihan antara tumbuhan
bertalus dan berkormus, tetapi sering digolongkan Kormophyta berspora.
Adapuntumbuhan yang merupakan Kormophyta
berspora sejati adalah
tumbuhan paku.
1. Lumut (Bryophyta)
a. Ciri-Ciri Lumut
Lumut dikelompokkan dalam Kormophyta karena tubuhnya
dapat dibedakan atas struktur yang menyerupai akar, batang, dan
daun. Namun, sebagian ahli menganggapnya sebagai peralihan antara
Thallophyta dan Kormophyta karena struktur seperti akarnya terdiri
atas selapis sel dan tidak mempunyai berkas pengangkut. Struktur
seperti akar itu disebut rizoid yang berfungsi sebagai alat pelekat dan
menyerap air serta garam-garam mineral. Lumut hidup di habitat air,
darat, dan tempat yang lembap serta basah. Lumut dapat hidup
sebagai epifit, yaitu hidup di batang dan ranting pohon. Dinding sel
tubuh tumbuhan lumut tersusun atas selulosa. Di dalamnya terdapat
plastid yang mengandung klorofil sehingga dapat melakukan
fotosintesis.
Alat kelamin atau gametangium tumbuhan lumut ada dua, yaitu
alat kelamin jantan (anteridium) dan alat kelamin betina (arkegonium).
Anteridium mempunyai struktur berbentuk gada, sedangkan
arkegonium berbentuk botol. Sporogonium adalah badan penghasil
spora yang memiliki bagian-bagian, yaitu vaginula, apofisis, seta,
kaliptra, kolumela, operculum, sporangium (kotak spora), dan gigi
peristom. Vaginula merupakan kaki sporogonium. Apofisis merupakan
ujung seta yang melebar. Sporangium adalah tempat dihasilkannya
spora. Kaliptra adalah tudung kotak spora yang berasal dari dinding
arkegonium sebelah atas. Kulumela adalah jaringan yang tidak
mengambil bagian dalam pembentukan spora. Operculum merupakan

tutup kotak spora. Peristom adalah gigi yang melingkari operculum


untuk mengeluarkan spora dan kotak spora.
b. Perkembangbiakan lumut
Tumbuhan lumutmengalami metagenesis, yaitu peralihan
keturunan antara fase gametofit dan fase sporofit. Fase gametofit lebih
dominan dibandingkan fase sporofit. Daur hidup lumut bermula dari
spora haploid yang hidup di tempat lembap dan tumbuh menjadi
protonema. Protonema akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut.
Tumbuhan
lumut
akan
menghasilkan
anteridium
(pengahsil
spermatozoid) dan arkegonium (penghasil sel telur). Fase ini disebut
sebagi fase gametofit karena terjadi pembentukan gamet pada lumut
tersebut. Kemudian, penyatuan sel telur dan sel spermatozoid akan
membentuk zigot yang bersifat diploid. Zigot akan tumbuh menjadi
sporofit. Sporofit menghasilkan sporogonium. Melalui meiosis dalam
sporogonium, akan yang dihasilkan spora yang haploid. Fase ini
disebut sebagai fase sporofit karena dihasilkan spora. Spora yang jatuh
di tempat yang lembap akan tumbuh dan berkembang menjadi
protonema. Begitu seterusnya, daur hidup terulang lagi.
Skema daur hidup Bryophyta (lumut)
c. Klasifikasi Lumut (Bryophyta)
Divisio
: Bryophyta
Kelas
: Hepaticae (Lumut Hati)
Ordo
:
1. Anthhocerotales
Familia : Anthocerotaceae
Spesies : Anthoceros laevis
2. Marchantiales
Familia : Marchantiaceae
Spesies : Marchantia polymorpha, Marchantia germinate
3. Jungermaniales
Familia : Acrogynaceae
Spesies : Plagiochila asplenoides
Kelas
: 2. Musci (Lumut daun)
Ordo
:
1. Andreales
Familia : Andraeaceae
Spesies : Andraea petrophila
2. Sphagnales
Familia : Sphagnaceae
Spesies : Sphagnum fimbriatum, Sphagnum squarrosum
3. Bryales
Familia : Polytrichacea
Spesies : Polytrichum commune, Polytrichum cirrhatum
d. Manfaat Lumut
Berikut ini adalah beberapa contoh manfaat tumbuhan lumut bagi
manusia.
1) Marchantia polymorpha sebagai obat penyakit hepatitis.

2) Sphagnum fumbriatum, Sphagnum squarrosum, Sphagnum


acutifolium, Sphagnum ruppinense sebagai pengganti kapas.
3) Sebagai bantalan lumut di hutan, mampu menyerap air hujan dan
air salju yang mencair.
4) Lumut gambut di daerah rawa sebagai penyubur tanah.
5) Lumut merupakan vegetasi perintis (tumbuhan pionir).