You are on page 1of 61

Ruang Lingkup Bioteknologi

Efeknya thd.
kehidupan

Energi, perlindungan alam,kimia


Industri, kedokteran, diagnostik,
Pertanian,bidang
pangan

BIOTECHNOLOGY

Bidangnya
interdisipliner

Biokimia,
Mikrobiologi,fermentasi
Biologi, biotek, kimia,
elektronika, informatik,molekuler
biologi, biologi sel, rekayasa
genetik

Sejarah Perkembangan Bioteknologi

Implementasi
bioteknologi
Traditional
Pada produksi
paangan

Era pra pasteur

Wein, keju,bier
Joghurt, roti
Tempe,
Taauco, kecap,
Brem Bali

Sampai 1865

Proses biokimia
Tanpa
Keterlibatan
Mikroba asing
Prinsip sterilisasi

Era pasteur

Butanol, aceton,
etanol
Siitrat, penjernihan
Air, ragi roti,
Pakan ternak

Sampai 1940

Proses biokimia
Dengan keterlibatan
Mikroba
asing

Era antibiotik

Riset terpadu dari


Ilmu pengetahuan
Alam dan biotek

Era post antibiotik

Penicilin,antiiotik
Asam amino, virus,
Cortison, Vit, B12
Obat pencegah
ovulasi

SCP (single cell protein)


enzim sabun cuci,
Polisakarida,
Isomerase,
biogas

Sampai 1960

Sampai 1975

Optimasi
Bioproses teknologi
Melibatkan
Sel sel atau materi
sel

Bioteknoologi baru

Antibodi monoklonal,
DNA rekombinan,
Tanaman transgenik,
Terapi gen, hewan
Transgenik, insulin
Interferon dll

Sampai sekarang

PRODUK PANGAN HASIL BIOTEKNOLOGI

JOGHURT KEJU; ASINAN KOL; ASINAN TIMUN


SOSIS; PRODUK DAGING,
TEMPE, KECAP, TAUCO, SUFU
ROTI, BIER, WEIN,
RAGI ROTI,
ASAM CUKA, KOPI, THE
SENYAWA TAMBAHAN DAN BAHAN
PEMBANTU

INDUSTRI PANGAN

PAKAN TERNAK, OBAT TERNAK, VAKSIN,


REPRODUKSI BIOLOGIS, PENGOMPOSAN
SECARA BIOLOGIS, PEMBERATNTASAN HAMA
SECARA BIOLOGIS, KULTUR SEL HEWAN, DAN
TANAMAN, TANAMAN DAN HEWAN TRANSGENIK

INDUSTRI PAKAN

TERNAK UNGGUL
AYAM UNGGL
BIBIT PADI UNGGUL
TAHAN HAMA
PRODUKSI TINGGI

KEJU, BIER
WEIN, YOGHURT
SOSIS, ROTI

PRODUK BIOTEK

PRODUK FERMENTASI DAN MIKROORGANISMENYA

GLUKOSA

BAKTERI
ASAM
LAKTAT

KHAMIR

B.AS.LAKTAT
KHAMIR

B.AS.
PROPIONAT

B.AS.BUTIRAT
CLOSTRIDIA

ASAM
LAKTAT

ETANOL
+ CO2

AS. LAKTAT
ETANOL +CO2

AS. LAKTAT
PROPIONAT
+ CO2

AS.LAKTAT
AS.BUTIRAT
+ H2

FERM. AS.
LAKTAT

FERM.ALKOHOL

OLAHAN
SUSU
SAYUR,
BUAH
DAGING

MINUMAN
BERALKOHOL
BIER,WEIN
BREM
DLL

FERM.AS.
PROPIONAT
ASAM ORGANIK
PEMBENTUKAN
GAS
ROTI
KEFIR

AROMA,
PEMBEN.
GAS, KEJU
EMENTAL,
VIT.B12
AS.ORGANIK

FER. AS.
BUTIRAT
KERUSAKAN
KEJU EMENTAL
ADA LUBANG
LUBANG KECIL

PENGGUNAAN MIKROBA DALAM BIIDANG PANGAN

STARTER KULTUR
PENGGUNAANNYA UNTUK
PENGAWETAN DAN
PERBAIKAN PROSES

KULTUR PELINDUNG
MELINDUNGI CEPAT RUSAKNYA
BAHAN PANGAN SEPERTI
OLAHAN DAGING
SOSIS

MENCIPTAKAN PRODUK
SESUAI DG STANDARD

KULTUR SPESIEL
MENGHAMBAT
MIKROBA PERUSAK PANGAN

MENGURANGI KONTAMINASI
BAKTERI ASING

MENGONTROL TEMPERATUR
PENYIMPANAN

MENGURANGI RUSAKNYA
PRODUK MELALUI
STARTER YANG JELAS

FUNGSI INDIKATORNYA ADALAH


TINGGINYA KANDUNGAN
ASAM HASIL FERMENTASI
MIKROBA

ROTI, WEIN, KECAP


TEMPE, SUFU, KEJU
YOGHURT, KEFIR

PRODUK OLAHAN DAGING


SOSIS
BURGER
DLL

KULTUR PROBIOTIK
DENGAN KONSUMSI
SETIAP HARI
AKAN MEMPENGARUHI
KESEHATAN USUS ATAU
SALURAN PENCERNAAN KITA
MEMPERBAIKI DAYA CERNA
LAKTOSA PADA
INDIVIDU LAKTOSA INTOLERANS
MEMPERBAIKI FUNGSI USUS
BERPENGARUH + PADA
SISTEM IMUN
MENCEGAH KANKER
MENURUNKAN KHOLESTEROL
PRO/KONTRA
YAKULT, BIOGURT,
YOGHURT BIFIDUM,

MIKROBA SEBAGAI STARTER KULTUR


FERMENTASI PRODUK PANGAN DENGAN
STARTER KULTUR

PENGGUNAAN

MINUMAN BERRALKOHOL
PENGOLAHAN SUSU
PENGOLAHAN DAGING
PENGOLAHAN SAYUR
DAN BUAH
INDUSTRI ROTI
INDUSTRI MAKANAN
JADI MISALNYA SALAT

PENGARUHNYA
PADA BAHAN PANGAN

PENGAWETAN BAHAN
PANGAN
PENURUNAN PH VIA
AS. LAKTAT/AS. CUKA

OPTIMASI PROSES

MUTASI DAN SELEKSI


RAGI YANG BANYAK
MENGHASILKAN GAS

MEMPERBAIKI PRO
DUK PANGAN
TASTE
AROMA
TEXTUR
PENAMPAKAN
ELIMINASI
SUBSTANSI RACUN

RAGI YANG MAMPU


MENGHIDROLIS
TERBATAS PADA
TEPUNG BAIK UNTUK
ORANG DIET

MIKROORGANISME SEBAGAI KULTUR PELINDUNG

BIOKONVERSI DENGAN KULTUR PELINDUNG

PENGGUNAAN

PENGARUH ANTI
MIKROBA

BAHAN PAANGAN
YANG MUDAH
RUSAK

ASAM LAKTAT

DAGING SEGAR
SAYUR SEGAR
BUAH SEGAR
SALAT SEGAR

H2O2

ASAM CUKA

BAKTERIOSIN

PERSYARATAN

MAMPU HIDUP
DLM KONDISI
DINGIN
MENGHAMBAT
MIKROBA
PERUSAK
DPT. DITANDAI
DG PROUDKSI
AS:YG BERLEBIH

BAHAN PANGAN FERMENTASI


DENGAN STARTER KULTUR

PENGGUNAAN PADA BIDANG

PABRIK BIER
PABRIK SUSU

EFEK PADA BAHAN PANGAN

PENGAWET BAHAN PANGAN


PENURUNAN PH VIA AS. LAKTAT
ATAU ASAM ASETAT

OPTIMASI UNTUK TEKNOLOGI


PRODUKSII

METODA PEMBIAKAN
MUTASI DAN SELEKSI

PENGOL DAGING
PENGOL.BUAH
INDUSTRI ROTI
INDUSTRI SALAT

PERBAIKAN PRODUK
RASA
AROMA
TEXTUR
PENAMPAKAN
ELIMINASI SUBSTANSI YG
TIDAK
DIINGINKAN

DENGAN CARA
REKAYASA GENETIKA
KHAMIR MEMPUNYAI
AKTIVITAS
DLM. HIDDROLISIS TOTAL
KARBOHIDRAT
MEMPRODUKSI CO2

MIKRORGANISME SEBAGAI KULTUR PROBIOTIK

PELINDUNG KESEHATAN VIA KULTUR


PROBIOTIK

BANTUAN PADA EFEK


KESEHATAN

BAKTERI LAKTAT PROBIOTIK

LAKTOBASILUS

BIFIDOBAKTERI

PENGARUH + PADA FUNGSI


SALURAN PENCERNAAN
MEMPERBAIKI LAKTSA
INTOLERAANS

Lactobacillus
acidophilus
L. Casei
L. Lactis
L. reuteri

Bifidobacterium
bifidum
B. adolescentis
B. Infanti
B. longum

MEMPENGARUHI SISTEM
KEKEBALAN TUBUH
MENGHINDARI KANGKER
MENURUNKAAN
KAADAR KHOLESTEROLI

PROSES PRODUKSI KECAP JEPANG (SHOYU)

GANDUM

KEDELAI

SANGRAI

RENDAM
12 JAM

.
A.oryzae.

PANASKAN
1 h. 120C

TUMBUK HALUS

CAMPUR 1:1

PEMERAMAN
SUHU KAMAR

FEMENTASI
VIA
Pediococcus soyae

CAMPURAN

Fermentasi
Dg.Saccharomyces
rouxii dan
Torulopsis

pemeraman
6 bulan

Pengepresan

LARUTAN GARAM
17-19%

KEDELAI YANG SUDAH DITUMBUHI


KAPANG 72 h PADA 27C-37C
KECAP JEPANG

FILTRAT

PASTEURISASI
70C-80C

AMPAS

PAKAN TERNAK

PRODUK MIIKROBA UNTUK PROSES PANGAN

ASAM BUAH
ASAM SITRAT
ASAM APEL
ASAM WEIN

PENGENTASL
ALGINAT
XANTAN

PENYEDAAP RASA

SUBSTANSI FLAVOR

HIDROLASE

MIKRO
ORGANISME

ENZIM

UNTUK MENGURAIKAN

PEKTIN(komponen u/ memprthnkn
ksegaran buah ) enzim yg
menguraikan
Peptinase.
PROTEIN enzim protease. Sifat pro
Tealitik.
LEMAK ->lipase, lipolitik
SELULOSA
GLUKOSAISOMERASE

VITAMIN
COBALAMIN
B-CAROTEN
AS.ASCORBAT

CHYMOSIN
ASAM AMINO
LISIN L TRIPTOPAAN
L AS .
GLUTAAMAT

BAKTERIOSIN
z.B. NIASIN

Glukoosa

Dekstrin
Maaltosa

1
2

Zat Pati
Polimer
komplek

9
10

6
5

7
Glukosa
Dan
Fruktosa

Proses Produksi Sirup Fruktosa-Glukosa dari Pati

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Hidrolisis pati dengan enzim Alpha Amilase


Hidrolisis sempurna dengan enzim glukoamilase
Penyaringan
Penghilangan bau dan kotoran dengan karbon aktiv
Proses Penukar Ion
Pengentalan dengan cara termal proses
Isomerisasi dengan Glukosaisomerase
Proses Penukar Ionn
Pendinginan
Sirup Fruktosa yang bersih

Pati adalah polimer yang dapat dikonversi menjadi glukosa dengan bantuan enzim alpha
Amilase. Namun Glukosa mempunyai tingkat kemanisan yang kemanisan sukrosa.
Penggunaan enzim glukoamilase secara sempurna menghidrolisis maltosa dan dekstrin
menjadi Glukosa. Tahapan berikutnya adalah filtrasi untuk menyaring kotoran
yang bercampur dengan Sirup glukosa, diikuti dengan penghilangan bau menggunakan
karbon aktiv fungsi karbon aktiv adalah mengikat koloid penyebab bau yang tidak sedap.
Untuk menghilangkan zat zat Ion yang tidak diinginkan dimasukkan kolom penukar ion.
Pengentalan dilakukan dengan Pemanasan sehingga cairan itu mengental. Pada tangki
berikutnya adalah proses Isomerisasi Pengubahan glukosa menjadi fruktosa dengan
bantun enzim glukosa isomerase. Enzim yang dimanfaatkan adalah dengan cara
immobilisasi enzim artinya dapat dipakai berulang ulang. Proses berikutnya adalah
penghilangan ion yg tidak diinginkan untuk memurnikan fruktosa. Mikroba
penghasil enzim alpha amilase adalah Baccillus dan juga Rhizopus, sedaang enzim
Glukoamilase dihasilkan oleh B coagulans dan Streptomyces,
Actinoplanes missouriensis

DAUN

GEN TRAANSFER PADA TANAMAN

SEL TANAMAN

Agrobacterium
tumefaciens

REGENERASI

DITEMBAK DG ALAT

KULTUR
KALLUS
PROTOPLAS TRANSFORMASI

PEG
DNA

TT

REGENERASI
TANAMAN TRANSGENIK

PENGGUNAAN REKAYASA GENETIK DALAM PEMMBIBITAN MODERN

RESISTENSI

PERUBAHAN SIFAT SIFAT BUAH


DAN RINGKASANNYA

MELAWAN HERBISIDA DG EFEK


SPEKTRUM YG LUAS

Glufosinatamonium (BASTA,LIBERTY)
GLYPHOSAT (Roundup)
BROMOXINYL

MEMPERLAMBAT PROSES PEMASAKAN


BUAH
PERUBAHAN PROFIL ASAM LEMAK
MODIFIKASI KANDUNGAN TEPUNGNYA

MELAWAN PENYAKIT

MEMPRODUKSI SUBSTANSI BARU


MISALNYA VITAMIN

VIRUS
NEMATODA
JAMUR
BAKTERI
INSEKTA

PERUBAHAN TASTE ATAU RASA PRODUK

TANAMAN TRANSGENIK PELUANG/KEUNTUNGAN DAN RESIKONYA

PELUANG/KEUNTUNGAN
EFFISIEN DALAM PROSE SPEMBIBITAN
MEREDUKSI WAKTU, LUAS AREA, PEMBIBITANNYA
KOMPLEK
MENGHASILKAN JENIS BARU DENGAN SIFAT
YANG LEBIH MENGUNTUNGKAN
BERCOCOK TANAM YANG RAMAH LINGKUNGAN
SUBSTANSI PELINDUNG TANAMAN YANG
DAPAT DIURAIKAN OLEH ALAM
MENGHEMAT PENGGUNAAN BAHAN KIMIAWI
MEMPERBAIKI KUALITAS BAHAN PANGAN
MEMPRODUKSI SUBSTANSI BARU(VIT.)
LEBIH AWET DALAM PENYIMPANAN
MENGELIMINASI PROTEIN ALLERGEN
MATERI BARRU YANG DAPAT DIKEMBANGKAN
DALAM JUMLAH BESAR LEMAK,MINYAK, KARBOHI
DRAT UNTUK BAHAN PANGAN ATAU INDUSTRI

KERUGIAN/RESIKO
PENGARUH PRODUK DENGAN GEN GEN BARU
PENGARUH ALLERGI PROTEIN BARU
PENGARUH TOXISNYA PROTEIN BARU
EFEK PLEOTROP
INTEGRASI DARI GEN GEN ASING DAPAT
MEMPENGARUHI MUSTER EKSPRESI GEN
SEHINGGA METABOLISMENYA BERUBAH
GEN GEN YANG RESISTEN PADA ANTIBIOTIK
MEMPENGARUHI ANTIBIOTIKA YANG
MENGUNTUNGKAN UNTUK TERAAPI
PENGARUH PADA LINGKUNGAN
MEMPENGARUHI DARI POTENSI LIAR/ALAMIAH
TERJADI PERKAWINAN DENGAN GEN GEN ALAMIAH
MEMPENGARUHI FLORA DAN FAUNA TANAH
KARENA ADANYA SUBSSTANSI BARU DARI
TANAMAN TRANSGENIK

Dekstrin
Maaltosa

Glukosa

1
2

Zat Pati
Polimer
komplek

9
10

6
5

7
Glukosa
Dan
Fruktosa

Proses Produksi Sirup Fruktosa-Glukosa dari Pati

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Hidrolisis pati dengan enzim Alpha Amilase


Hidrolisis sempurna dengan enzim glukoamilase
Penyaringan
Penghilangan bau dan kotoran dengan karbon aktiv
Proses Penukar Ion
Pengentalan dengan cara termal proses
Isomerisasi dengan Glukosaisomerase
Proses Penukar Ionn
Pendinginan
Sirup Fruktosa yang bersih

Pati adalah polimer yang dapat dikonversi menjadi glukosa dengan bantuan enzim alpha
Amilase. Namun Glukosa mempunyai tingkat kemanisan yang kemanisan sukrosa.
Penggunaan enzim glukoamilase secara sempurna menghidrolisis maltosa dan dekstrin
menjadi Glukosa. Tahapan berikutnya adalah filtrasi untuk menyaring kotoran
yang bercampur dengan Sirup glukosa, diikuti dengan penghilangan bau menggunakan
karbon aktiv fungsi karbon aktiv adalah mengikat alkaloid penyebab bau yang tidak sedap.
Untuk menghilangkan zat zat Ion yang tidak diinginkan dimasukkan kolom penukar ion.
Pengentalan dilakukan dengan Pemanasan sehingga cairan itu mengental. Pada tangki
berikutnya adalah proses Isomerisasi Pengubahan glukosa menjadi fruktosa dengan
bantun enzim glukosa isomerase. Enzim yang dimanfaatkan adalah dengan cara
immobilisasi enzim artinya dapat dipakai berulang ulang. Proses berikutnya adalah
penghilangan ion yg tidak diinginkan untuk memurnikan fruktosa. Mikroba
penghasil enzim alpha amilase adalah Baccillus dan juga Rhizopus, sedaang enzim
Glukoamilase dihasilkan oleh B coagulans dan Streptomyces,
Actinoplanes missouriensis

Produk Produk bakteri: Asam yg dapat mengawetkan makanan


Lactobacillus dan jenis khamir yang toleran terhadap asam dapat menciptakan
Roti yang terkenal di Jerman dan di Eropa. Dengan mikroorganisme tersebut mampu
menghasilkan aroma yang ditentukan oleh senyawa alkohol, asam asetat, asetoin,
Diasetil, dan fuselalkohol. Hasil utama proses pembuatan roti yang diinginkan adalah
CO2 sehingga menyebabkan roti mengembang. Roti yang beraroma demikian disebut
Sebagai sauerteigbrot.
Roti sekarang yang banyak beredar hanyalah menggunakan Saccharomyces cerevisiae
Saja, sehingga aroma yang dihasilkan juga berbeda. Dengan demikian tidak ada aroma
yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat (Lactobacillus sp)
Susu asam adalah produk susu olahan yang diasamkan oleh Lactobacillus karena
laktosa difermentasi menjadi asam asam organik sebagian besar menjadi asam laktat.
Asam laktat ini dapat menghindari kehilangan ion Calsium dalam tubuh sehingga tulang
Tulang kita tetap baik.
Produk Susu asam di beberapa negara saangat populer dengan berbagai variasi nama
Milk acid, dickmilch (eropa) Quarck (Balkan), Yoghurt, (Asia depan), kefir Kaukasus) ,
Kumys (di Asia tengah), Daahi (Di India), leben (di mesir)
Kubis dan Mentimun yang difermentasi dengan bakteri asam laktat menghasilkan
produk yang sangat populer di Eropa. Untuk Kubis (Sauerkraut), Mentimun (Pikcle)
Bakteri asam laktat juga berperanan pada pembuatan sosis yang difermentasi.

Keju adalah produk fermentasi yang berbahan dasar susu, protein susu (Casein) digumpalkan
oleh Enzim renin sehingga ada pemutusan ikatan pada posisi 110 asam aminonya, sehingga
Komponen glikomakropeptidanya pada casein tersebutt lepas dan tidak laagi melindungi
Senyawa hidropofnya
Untguk mengoptimalkan fungsi enzim renin maka ph susu diturunkan sampai pH 6,3 - 6,4, dengan
Penambahan culture ( Lactococcus lactis , L diacetylactis, Leuconostoc mesenteroides), bakteri
Bakteri tersebut akan memfermentasi laktosa pada susu menjadi asam laktat, asam laktat
Inilah yang menyebabkan pH susu turun, turunnya pH susu akan mengubah keseeimbangan

ENZIM RENIN

pH optimal 6,3-6,4

Ca

Ca

Ca
Ca

Culture

Ca2+
Glikomakropeptida

Proses pembuatan Keju dimulai dengan susu pasteurisasi yang diinokulasi dengan kultur
Mikroorganisme (bakteri asam laktat) sampai pH mencapai pH optimal untuk enzim renin.
Kemudian enzim renin memotong rantai peptida pada protein sehingga glikomakropeptid
Yang bersifat hidrofil lepas dari struktur casein, dengan demikian casein yang hidrofoop
Berikatan satu sama lain membentuk gel dengan jembatan ion calsium. Setelah terbentuk
Gel casein (curd milk) maka dilanjutkan dengan pemotonngan gel menjadi kristal kecil yang
Bediameter cm. Selanjutnya whey yang terpisah dengan curd milk dipisahkan dan curd milk
dicetak dengan cetakan dilanjutkan dengan pengepresan . Setelah beberapa kali dipres
Kemudian dibiarkan pada suhu kamar sampai pH keju 5.5 atau lebih. Penggaraman dilakukan
Di dalam kolam garam dan keju ditiriskan sampai lebih kuraang 2 minggu dilanjutkan dengan
Pemeraman dalam kamar yang bersuhu rendah dengan kelembaban yang 80-90%. Pada
saat itu bakteri Propionibakterium shermanii memfermentasi asam laktat menjadi CO2 dan asam
Propionat dengan menghasilkan lubang lubang besar dalam keju ini ciri khas dai keju emental
Yang berasal dari swiss sehingga disebut juga sebagai keju swiss. (jenis keju Hard)
Untuk camembert cheese setelaah penggaraman ditiriskan dan diinokulasi dengan spora kapang
Penicillium camemberti dan inkubasi didalam ruangan pada suhu 20-25C sampai permukaan
Keju ditumbuhi oleh kapang yang berwarna putih bersih seperti kapas. Biiasanya hanya
mewmerlukan waktu 3-4 hari. Enzim kapang bersama dengan enzim bakteri asam laktat
Membentuk flavour camembeert yang sangat khas. (jenis keju soft)
Untuk keju jenis limburger setelah penggaraman ditiriskan kemudian diolesi dengan cairan
Bakteri yang berisi Brevibacterium linens sehingga permukaan keju berwarna kemerahan atau
Orange. Hadirnya bakteri ini memberikan taste yang spesifik. (jenis keju soft)

Produk fermentasi berbahan baku sayur


Sauerkraut
1)
Pemetikan kubis (dipetik kemudian disimpan pada suhu ruangan sebelum proses)
2)
Pencucian (penghilangan kotoran dan kubis yang rusak)
3)
Pemotongan dan penambahan garam (dipotong kecil kecil dan penggaraman sampai
konsentrasi akhir 2.25-2.5%) proses fermentasinya bergantung pada cairan giula yang
ada pada sistem larutan setelah cairan sel keluar dari dinding sel.
4)
Pengadukan hati hati untuk menghindari remuknya kubis yang telah direndam garam
5)
Pengemasan dalam bejana sampai rapat ditimbang dan ditambah cairan sehingga
menutup sauerkrautnya.
6)
Pengkondisian dalam anaerob untuk mencegah perusakan oleh yeast dan kapang
dengan cara menempatkan lembaran plastik pada permukaan cairan
7)
Fermentasi lagi pada suhu 18.3C, pada suhu ini mo heterofermentatif berperanan
untuk menghasilkan flavour
Proses awal MO aerob berperanan sampai O2 habis
Proses kedua MO fakultatif anaerob (Enterobacter cloacae, Flavobacterium == flavour)
Jika Asam naik maka Leuconostoc mesenteroides berperanan jika asam laktat sampai
0,7-1% maka dia mati digantikan dengan Lactobacillus pllantarum == homofermentatif.
MO ini kmemprodduksi Asam laktat sampai 1.7-2.3% kemudian produk disimpan pada suhu
Rendah atau pasteurisaasi untuk mencegah kerusakan
Produk akhir mempunyai kriteria mutu sbb. Warna putih terang, crispy, mengandung 1,73
-2.3% asam laktat, pH 3.4-3.6 aroma harum karena banyak diacetilnya.

Pickles Acar atau asinan timun berada dalam bentuk utuh maupun slices.
Stock Pickles [(low salt methode (8%), high salt methode (13.2%)]
Dill Pickles

Low salt methode Stock Pickles: mentimun muda dicuci bersih dan digarami. Pada saat
pencucian perlu ditambahkan Clorine dioksida. Garam yang ditambahkan adalah
9Kg/100 kg mentimun,Penambahan garam setiap minggu sehingga kadar garam harus 6%
jika dibawah itu akan merangsang pertumbuhan bakteri pembentuk spora.
2)
High salt methode Stock pickles Cara sama dengan yang pertama hanya garam awal 8
10.5% dan penambahan garam perminggu sehingga kadar garam mencapai 13.2%
Selama fermentasi yang perlu waktu 6-9 minggu permukaannya ditutup dengan plastik
Kadang kadang potasium sorbat ditambahkan untuk mengasamkan larutan garam
Dill Pickles ada dua macam : dill yang direndam semalam dan yang ditambah dengan asam
Cuka dan bmbu bumbu yang lain. Proses fermentasinya berlangsung pada suhu rendah
16C kadang kadang sampai 29C Fermenttasi dihentikan jika kadar asam laktat sudah mencapai
1.0-1.5% Prosesnya memakan waktu 5-6 Minggu.

Mikroba yang terlibat dalam proses Pseudomonas, sp, Flavobacterium sp, Alcaligenes,sp
(disinyalir sebagai MO perusak pada bahan pangan)
Lactobacillus brevis (garam tidak terlalu tinnggi), Leuconostoc mesenteroides,
Streptococcus faecalis, Pediococcus cerevisiae. ((garam relatif rendah)
Asinan Buah Zaitun
Asinan Cabe merah ,hijau, pepperoni dll

Produksi Antibiotik (Penisilin, Cephalosporin, Chepamicine)


Bahan Kultur
Penicillium chrysogenum ------ Penicillin G
Cephalosporium acremonium -------- Cephalosporin
Nocardia lactamdurans ------ Cephamicine
Makin kebawah generasinya makin lengkap untuk membunuh bakteri penyebab
penyakit.

Dua jenis proses dalam produksi penisilin


Batch culture (satu kali feeding,volume
Konstan, satu kali recovery)
Continuous culture (feeding terus menerus,
Volume konstant, recovery setiap saat)

Jenis reaktor
Ini adalah
reaktor
berpengaduk

Mekanisme Kerja antibiotik


Dinding sel bakteri sebenarnya tersusu atas
Senyawa murein lapisan ini adalah senyawwa
Peptida yang membentuk anyaman atau nets
Sedangkan antibiotik mempunyai struktuzr cincin
beta laktam
Baik penicilin maupun cepalosporin menghindari
Terbentuknya ikatan nets antara murein dengan
Senyawa peptida sehingga lapisan murein ini di
Dalam dinding se bajteri tiidak pernah terbentuk
Akibatnya dinding se bakteri selalu pecah atau retak
Tidak sempurna lama kelama an sel bakteri mati

KULT.
ERLENMEYER

PROPAGASI
KULTUR

KULT.
CAIR

KULTUR STOK

BIOMASSA

SEPARASI SEL

STERILISASI MEDIUM

PRODUK PURIFIKASI

PRODUK
EKSTRAKSI

SUPERNATAN BEBAS
SEL

FORMULASI MEDIUM

RAW MATERIAL MEDIUM

PRODUK DIKEMAS

CAIRAN
DIBUANG

PERMUKAAN ANTIGEN PADA


SEL NORMAL

PERUSAKAN SEL KANKER DENGAN


ANTIBODI MONOKLONAL

RACUN UNTUK SEL


TUMOR

RACUN MERUSAK IKKATAN


SEL SEL TUMOR SHG HANCUR

ANTIBODI
MONOKLONAL
SEDANG BERIKATAN DG
ANTIGEN SEL KANGKER

SEL TUMOR

SEL KANKER

SEL NORMAL

Pati ubi kayu


Aquadest

NaOH 0.5N
Alpha Aamilase

Suspensi pati ubi kayu


Pemanasan
Pengaturan PH
Liquifikasi

HCl 0.5N

Pengaturan pH

Glukoamilase

Sakarifikasi
Penyaringan
Netralisasi
Pemekatan
Sirup Glukosa

Diagram Alir pembuatan Sirup Glukosa

Pembuatan suspensi pati ubi kayu


Aquadest dengan pati ubi kayu dicampurkan
Dengan cara perlahan lahan sampai pati larut
Ditambah NaOH untuk mencapai pH 6.5
Pencampuran pati ubi kayu dengan aquadest
Secara perlahan lahan pada suhu yang sesuai misalnya suhu
40C diaduk pelan pelan sehingga terjadi pengembangan
Molekul molekul pati sampai homogen
Sisi sisi aktif pati terbuka sehingga memu
Dahkan enzim bereaksi, pH optimum enzim amilase baakteri
ini adalah pH 6,5
Liquifikasi tahap penting dalam proses pembuatan sirup
Glukosa. Pada tahap ini enzim Alpha amilase berperanan
pada pemecahan ikatan alpha 1,4 secara acak. Sehingga

Liquifikasi tahap penting dalam proses pembuatan sirup


Glukosa. Pada tahap ini enzim Alpha amilase berperanan
pada pemecahan ikatan alpha 1,4 secara acak. Sehingga
menghasilkan dekstrin, maltosa,maltotriosa

Ikaatan 1,6

Ikatan1,4
ikatan
1,4

Ikatan 1,6 tetap tidak disentuh oleh enzim amilase, hanya


Ikatan alpha 1,4 dihidrolisis sehingga menjadi mol dekstrik
Atau maltosa seperti gambar diatas.

Liquifikasi tahap penting dalam proses pembuatan sirup


Glukosa. Pada tahap ini enzim Alpha amilase berperanan
pada pemecahan ikatan alpha 1,4 secara acak. Sehingga
menghasilkan dekstrin, maltosa,maltotriosa

Ikatan 1,6

ikatan1,4

Ikatan1,4

Ikatan 1,6 tetap tidak disentuh oleh enzim amilase, hanya ikatan alpha
1,4
dihidrolisis sehingga menjadi mol dekstrin, atau maltosa seperti gambar

Sakarifikasi tahap penting juga dalam proses ini Setelah


terjadi liquifikasi maltosa dekstrin, dihidrolisis oleh Enzim
glukoamilase memecah ikatan alpha 1,4 dan ikatan alpha 1,6
menjadi glukosa

Penyaringan
Untuk menghilangkan produk produk yang tidak
Secara sempurna terhidrolisis menjadi glukosa
Perlu dilakukan penyaringan sehingga diperoleh
Produk yang benar benar jernih dan bening
Pemekatan
Demikian juga proses pemekatan aatau pengurangan
kadar air perlu dilakukan secara hati hati pada suhu
tertentu agar tidak terjadi Browning karena peristiwa
Mailard reaction
Implementasi sirup glukosa
Untuk industri pangan dan Industri Farmasi

Mikroba menjaga kebersihan udara kita


Udara kita yang kita hirup ini berasal dari berbagai aktivitas
1) Aktivitas industri
2) Aktivitas manusia sehari hari
3) Aktivitas pertanian
Semua udara yang bercaampur kadang tidak terasa oleh kita
bahwa udara tersebut telah membahayakan kita kaarena
kadang kadang tidak berbau dan tidak berasa Sebagai
contoh Nox dan SO2
Semua aktivitas ini tidak mungkin kita pisah pisahkan agar udara
tidak bercampur
Kadang kadang hasil sisa pertanian (kotoran ternak yang
terkumpulkan dalam suatu area akan menimbulkan bau yang
sangat tidak sedap. Untuk mengatasi hal ini maka mikroba
mampu mengatasinya untuk mereduksi bau tak sedapnya.

Tempat peternakan + penyembelihan hewan, tempat


pengomposan,tempat pengolahan limbah cair. Selama
proses penguraiannya materi organik akan dihasilkan
senyawa berikut yang relatif bau namun secara
mikrobiologish akan diuraikan shg bau hilang Asam butirat,
amina, merkaptan, Hidrogensulfida, Valeriat
Tempat Industri yang mengeluarkan asap misalnya
formaldehid, ketone, amine dll secara biotehnologis dapat
diatasi
Gas gas buangan dari industri dapat diserap secara
physikokimia dengan bahan penyerap bau namun harus
sering diganti jika penyerap tersebut jenuh dengan zat zat
bau
Namun dengan bioteknologis pembersihan bau atau
penyerapan bau tersebut dapat dilakukan oleh mikroba
maka terjadi secara normal pertukaran gas atau
metabolisme sehingga praktis tidak perlu ganti

Tabel 1 .Beberapa jenis gas buangan yang komponen tersebut sangat intensif menimbulkan
bau dan secara bioteknologis dapat dihilangkan.
Jenis buangan

a. Pertanian

Komponenya

Butirat, Amine

tanah
Pertanian /Peternakan

H2S

MO yg berperan

Actinomycetes
Bacillus grup, Sarcina
Grup, Nocardia grup
Thiobacillus grup

b. Gas buangan
industri

Formaldehid, Amine
ketone

Pseudomonas grup
Bakteri metalotropik

c. Iindustri kimia

Phenol

Bacillus grup
Pseudomonas grup

Metoda

Filter
Bioreaktor vertikal

Bioreaktor vertikal
Reaktor pancing
Biofilter ,(pasir, beton)

MATERI ORGANIK ditambah O 2


---------------OKSIDASI SEMPURNA HASILNYA CO2
dan H2O

Biofilter yang berisi


Sel sel mirkoba

Gas bersih CO2 dan H2O


Gas kotor sebagai limbah

Sel sel mikroba tempat


berlangsungnya metabolisme
sempurna

Mekanisme Biofilter dalam pemberishan udara

Mikroba mengendalikan Hujan asam


Hutan mempunyai berbagai fungsi
Sumber bahan pangan
Gangguan
Sumbber Oksigen
Landscape
Rekreasi/kenyamanan

Pengurangan areal hutan


Penebangan yg tdk terkontrol
Alih fungsi
Rusak karena hujan asam

MANUSIA
Di udara kaya akan SO2, NOx
Juga NH3 yang larut di udara
dan terutama di tanah shg mem
Percepat kematian tanaman di
hutan

Pembakaran Bahan bakar fosil


(Batu bara yang mengandung
Sulfur dioksida)

Pembakaran batu baru yang tidak sempurna menghasilkan gas SO2 yang sebenarnya SO2 dapat
dipakai Sebagai bahan baku Asam sulfat, namun jika SO2 bertebaran di udara dapat bereaksi
dengan uap air Menjadi yang disebut hujan asam. Rekasi pembakaran batu bara yang
mengandung S sbb:

FeS2 + 2 1/2 O2

FeO +2 SO2

Besi oksida hasil pembakaran itu akan berterbangan dan menempel pada
Daun daun atau bahan apa saja yang menyebabkan warna merah keco
klatan
Setiap ton batu bara mengandung 5-50 kg FeS2 dalam oksidasinya akan
Dihasilkan juga sejumlah SO2.
Cara konvensional SO2 + Ca(OH)2
Gips (CaSO4)
Dengan cara ini 75% hasil SO2 nya dapat ditangkap oleh Cairan Calsium
hidroksid.
Dengan bantuan Bakteri Thiobacillus ferrooksidans dan Bakteri Sulfolobus
aacidocaldarius maka FeS2 yang menempel pada batu bara dapat dioksidir dalam
bentuk menjadi FeSO4

2 FeS2 + 7 O2 + 2 H2O

2 FeSO4 + 2 H2SO4 (1)

4 FeSO4 + O2 + 2 H2SO4

2 Fe2(SO4)3 +2 H2O (2)

Dengan oksidasi ferrosulfida Bakteri mampu melakukan prosees kehidupan


sehingga CO2 udara direduksi dengan cara diikat sel untuk dikonversi menjadi
karbohidrat. Cara ini disebut sebagai kemolitoautotrof

Beberapa hal perlu diperhatikan untuk aplikasi bio


teknologi dalam pengolahan batubara yang bebas
dengan Sulfur.
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Perlu penambahan air dalam batu bara


Pada reaksi itu perlu O2 yang cukup
Batubara harus diperkecil ukurannya
Pemisahan sulfat yang terbentuk dengan batubara
Batubara bebas FeS2 harus mudah ditransportasikan dan dibakar
Pengeringan batubara bebas FeS2 dengan kadar air 15-17%

Beberapa reaksi yang terjadi dalam proses diatas adalah.


CaCO3 + H2SO4
CaSO4 + H2CO3
H2CO3

H2O + CO2

Reaksi dalam bioreaktor


2FeS2 + 7 O2
4FeSO4 + O2 + 2H2SO4

2 FeSO4 + 2 H2SO4
2Fe2(SO4)3 + 2H2O

2.Pemisahan

Butiran
Batubara

Udara dialirkan terjadi pemisahan antara


Batubara yang bebas FeS2 dengan yang
masih mengandung FeS2

CO2
3.Pe+an asam

Bioreaktor

Sedimentasi

Kalssium carbonat yang menempel pada


Batubara bereaksi dengan H2SO4
Yang berasal dari No 5 terbentuk CaSO4

Dalam No 4 terjadi reaksi komplek a.l:


Pembentukan Ferrosulfat dan asam sulfat
Ferrosulfat dioksidasi lagi menjadi Ferrisulfat
Oleh Thiobacillus ferrooksidans (30C)
Sulfolobus acidocaldarius (60C)
Terjadi pengendapan batubara bebas
Sulfur dan Asam sulfat dialirkan
kereaktor no.3

Semakin kecil ukuran batubara maka semakin besar kesempatan kontaknya


Bakteri dan akan mengambang dengan demikian maka asam sulfat akan
Jatuh kebagian bawah dan dengan suasana asam yang cukup maka campuran
Antara batubara-air dan CaCO3 dapat dipisahkan dengan membentuk CaSO4
Dalam bioreaktor diperlukan zat nutrisi bakteri antara lain sumber N dan P,
CO2 yang dihasilkan dari H2CO3 dipakai sebagai sumber C untuk
pembentukan sel mikroba itu sendiri. Untuk kedua mikroba mempnyai
temperatur optimum yang berbeda, yaitu Thiobacillus feroksidans (30C),
Sulfolobus acidocaldarius (60C)
Proses berikutnya adalah pemisahan antara batubara yang bebas Sulfur
dengan asam sulfatnya.
Proses lainnya yang hampir sama dengan cara langsung yaitu aair dan
asam sulfat disemprotkan dari atas pada tumpukan batubara yang
Mengandung FeS2 ditaruh diatas permukaan tanah yang kedap asam,
hasil luruhannya berupa FeSO4 dan H2SO4 dialirkan kedalam koolam,
asam sulfatnya dipompa keatas untuk menyiram kembali batubara
demikian seterusnya sehingga prosesnya kontinue untuk penyiraman
Tapi batch untuk keeseluruhan proses.
Proses demikian disebut: HALDENLAUGUNG

LOGAM BERAT DI LINGKUNGAN KITA

LOGAM BERAT

BESI (Fe)
MANGAN (Mn)
CHROM (Cr)
NICKEL (Ni)
ZINK (Zn)
KUPFER (Cu)
COBALT (Co)
TIMBAL (Pb)
MOLYBDAN (Mo)
THALLIUM (Tl)
AIR RAKSA (Hg)
CADMIUM (Cd)

RATA RATA DI TANAH (ppm)

40g/kg
850
200
40
50
30
8
SANGAT SEDIKIT
3
SANGAT SEDIKIT
SANGAT SEDIKIT
0,1

DI DAUN

300-4500
50
5
0,5
3
5-15
0,2
SANGAT SEDIKIT
0,2
SANGAT SEDIKIT
SANGAT SEDIKIT
0,01

A: LIMBAH CAIR PENUH LOGAM BERAT

B: PROPAGASI MIKROBA (Pseudomonas maltophila)


C: BIOADSORBSI ATAU BIOAKUMULASI
D: PEMISAHAHAN ANTARA LOGAM BERAT DENGAN AIR
BEBAS LOGAM BERAT
E: AIR YANG BEBAS LOGAM BERAT

A
E
C

AIR LIMBAH PENUH


LOGAM BERAT

BIOAKUMULASI
ATAU
BIOADSORPSI

SEDIMENTASI

BIOMASSA PENUH
DG LOGAM BERAT

BIOMASSE
RECYCLING

PENGHANCURAN

Ag+
KINETIKA AKUMULASI PERAK OLEH MIKROBA

KONSENTRASI LOGAM PERAK (Mg/g BIOMASSA)

KECEPATAN AKUMULASI 20mg/g BIOMASSA/JAM

300

A KONSENTRASI
BIOMASSA 10g/l

200

B. KONSENTRASI
BIOMASSA 1g/l

100

10
WAKTU REAKSI (JAM)

15

LOGAM BERAT
PENGERTIAN LOGAM BERAT
DALAM KIMIA ISTILAH LOGAM BERATDIGUNAKAN UNTUK LOGAM
LOGAM YANGMEMILIKI SIFAT TOKSISITAS (RACUN) PADA
MAKLHUK HIDUP.
DARI 109 JENIS UNSUR KIMIA TERDAPAT 80 JENIS UNSUR KIMIA YANG
TERIDENTIFIKASI SEBAGAI LOGAM BERAT

LOGAM BERAT ESSENSIAL MISALNYA DALAM JUMLAH TERTENTU


SANGAT DIBUTUHKAN OLEH ORGANISME HIDUP SEBALIKNYA YANG
BERLEBIHAN MENIMBULKAN RACUN MISALNYA Zn Cu Fe Co Mn dll

JENIS LOGAM BERAT NON ESSENSIAL SIFAT BERACUN


MASIH BELUM DIKETAHUI MANFAATNYA MISALNYA
Hg, Cd, Pb, Cr

`
Arsenik (As)
DAPAT

NERIKATAN DENGAN KUATDENGAN GUGUS THIOL DQAN PROTEIN


MENYEBABKAN PENURUNAN KEMAMPUAN KOORDINASI PENGGERAK
GANGGUAN PADA URAT SYARAFPERNAPASAN; SERTA GINJAL

CADMIUM
DALAM WAKTU PANJANG AKAN TERAKUMULASI PADA HATI DAN
GINJAL
Pb (ATAU TIMBAL) SEBAGAI BAHAN ADITIF BENSIN
BERACUN PADA SISTEM SARAF HEMATOLOGIG DAN MEMPENGARUHI
KERJA GINJAL

STRONTIUM (Sr)
BERSIFAT

ISOMORPHI
DAPAT MENYEBAKNA PENYAKIT UROV
OSTEOARTHITIS DEFORMANS ENDEMICA

BIOREMOVAL ADALAH TERKONSENTRASINYA SENYAWA


POLUTAN OLEH MATERIAL BIOLOGI DIMANA MATERIAL
POLUTAN ITU DAPAT DIRECOVERY KEMUDIAN
DIBUANG SECARA AMAN DILINGKUNGAN
BIOABSORBSI ADALAH BAGIAN DARI BIOREMOVAL

PERHATIKAN DALAM MENGOPERASIKAN PROSES BIOREMOVAL


VARIABEL YG PERLU DIPERHATIKAN ADALAH.
SELEKSI PEMILIHAN MIKROBA
WAKTU RETENSI DALAM PROSES
PROSES PEMISAHAN DAN RECOVERY
PEMBUANGAN BIOMKASSA YANG TELAH DIGUNAKAN
PERTIMBANGAN EKONOMI PROSES

MEKANISME PROSES BIOREMOVAL


ACTIVE UPTAKE
PASSIVE UPTAKE

DAPAT TERJADI PADA SEL SEL MIKROORGANISME

Logam
berat

mikroba

LOGAM BERAT

b. PASSIVE UPTAKE
1.

ION EXCNAGEN
PERTUKARAN ION ANTARA
ION MONOVALEN ATAU
DIVALEN SEPERTI Na Ca DAN
Mg PADA DINDING SEL
DENGAN ION LOGAM BERAT

2.

PEMBENTUKAN FORMASI
KOMPLEK
TERJADI ANTARA ION LOGAM
BERAT DENGAN GUGUS
FUNGSI
SEPERTI KARBONIL AMINO
THIOL HIDROKSI POSPAT YANG
BERADA PADA DINDING SEL

Passive Uptake
Ion exchange

Ca2+
mikroba

mikroba

Cu2+
= Cu2+

Mikroorganisme
Berat

Metode
(ppm)
moval

Logam

Rhizomucor miehi (F)


passive uptake
Cu(II)
Mucur mucedo (F)
passive uptake
Cu(II)
Rhizopus stolonifer (F)
passive uptake
Cu(II)
Aspergillus oryzae (F)
passive uptake
Cu(II)
Penecillium chrysogenum (F)
passive uptake
Ecklonia radiata (A)
passive uptake
Cu(II)
Phellinus badius (F)
passive uptake
Cu(II)
Pinus radiata (F) passive uptake
Cu(II) 0.29
Saccharomyces cerevisie (Y)
active uptake
Chlorella vulgaris (A)
passive uptake
Pb(II)
Ecklonia radiata (A)
passive uptake
Pb(II)
Phellinus badius (F)
passive uptake
Pb(II)
Pinus radiata (F) passive uptake
Pb(II) 0.82
Saccharomyces cerevisie (Y)
active uptake
Chlorella vulgaris (A)
active uptake
As(V)
Chlorella vulgaris (A)
active uptake
As(III)
Citrobacter sp. (B)
active uptake
Cd(II)
Ecklonia radiata (A)
passive uptake
Cd(II)
Phellinus badius (F)
passive uptake
Cd(II)
Pinus radiata (F) passive uptake
Cd(II) 0.48
Saccharomyces cerevisie (Y)
active uptake
(A) alga, (B) bacterium, (F) Fungus, (Y) yeast.

Initial Conc. % Re-

100
100
100
100
Cu(II)
0.29
0.29
24
Cu(II)
100.2
0.82
0.82
21
Pb(II)
9
4
0.48
0.48
29
Cd(II)

96
86
82
58
100
95
43
19
0.29
83
100
50
19
0.82
17
26
40
90
33
19
0.48

28
28
28
28
18
19
19

Ref.

28

17
22
19
19

19

34
23
20
24
19
19

19

10

19

Produksi Antibiotik (Penisilin, Cephalosporin, Chepamicine)


Bahan Kultur
Penicillium chrysogenum ------ Penicillin G
Cephalosporium acremonium -------- Cephalosporin
Nocardia lactamdurans ------ Cephamicine
Makin kebawah generasinya makin lengkap untuk membunuh bakteri penyebab
penyakit.

Dua jenis proses dalam produksi penisilin


Batch culture (satu kali feeding,volume
Konstan, satu kali recovery)
Continuous culture (feeding terus menerus,
Volume konstant, recovery setiap saat)

Jenis reaktor
Ini adalah
reaktor
berpengaduk

Mekanisme Kerja antibiotik


Dinding sel bakteri sebenarnya tersusu atas
Senyawa murein lapisan ini adalah senyawwa
Peptida yang membentuk anyaman atau nets
Sedangkan antibiotik mempunyai struktuzr cincin
beta laktam
Baik penicilin maupun cepalosporin menghindari
Terbentuknya ikatan nets antara murein dengan
Senyawa peptida sehingga lapisan murein ini di
Dalam dinding se bajteri tiidak pernah terbentuk
Akibatnya dinding se bakteri selalu pecah atau retak
Tidak sempurna lama kelama an sel bakteri mati

KULT.
ERLENMEYER

PROPAGASI
KULTUR

KULT.
CAIR

KULTUR STOK

BIOMASSA

SEPARASI SEL

STERILISASI MEDIUM

PRODUK PURIFIKASI

PRODUK
EKSTRAKSI

SUPERNATAN BEBAS
SEL

FORMULASI MEDIUM

RAW MATERIAL MEDIUM

PRODUK DIKEMAS

CAIRAN
DIBUANG

PERUSAKAN SEL KANGKER DENGAN


ANTIBODI MONOKLONAL

PERMUKAAN ANTIGEN
PAADA SEL NORMAL

RACUN UNTUK SEL


TUMOR

RACUN MERUSAK IKKATAN


SEL SEL TUMOR SHG HANCUR

ANTIBODI
MONOKLONAL

SEL TUMOR

SEL KANGKER

SEL NORMAL

SEDANG BERIKATAN DG
ANTIGEN SEL KANGKER

PRINSIP DASAR PROSES BIOTEKNOLOGI


STARTER CULTURE
BAHAN MEDIA
STERILISASI
INOKULASI
PROPAGASI
FERMENTASI UTAMA
PENGATURAN OKSIGEN DAN AGITASI
RECOVERY
HANDLING OF WASSTE
END PRODUCT DAN SIDE PRODDUCT

Proses Fermentasi Asam Sitrat


Fermentasi permukaan
Molases
Sterilisasi
Fermentasi
Proses
Miselium

Fermentasi terendam
Molases
Sterilisasi
Fermentasi
Spora
Proses
Miselium

Pengendapaan
Pemisahan
Pakan ternak

Proses
Asam sitrat cair
Kristalisasi
Asam sitrat

Ilmu Pengetahuan yang mengintegrasikan penerapan ilmu biologi


kimia dan engineering dengan memanfaatkan organisme
khususnya mikroorganisme dan produk turunannya untuk
kesejahteraan umat manusia (EFB)

BIOLOGI

KIMIA

ENGINEERING

bioteknologi

DIFINISI LAIN MASIH BANYAK TENTANG BIOTEKNOLOGI

XANTHAN------Zxanthomonas campestris
GELLAGUM
PULLULAN-----------------Pullularia pullulans
BIOGUM