You are on page 1of 2

1.

Untuk mengevaluasi dan menghindari / mengurangi resiko yang diakibatkan oleh


penambangan / pemotongan dengan sistem Up dip mining.
2. Highwall - Sisi dinding tambang yang digali tegak lurus terhadap dip untuk tujuan
pengambilan batubara.
Lowwall - Sisi lereng tambang yang berlawanan arah dengan high wall, umumnya
sejajar dengan kemiringan batuan.
End / side wall - Sisi dinding tambang sebagai batas akhir dari sisi low wall / high
wall dari suatu pit.
Toe Undercut - Pemotongan/penggalian pada kaki lereng sehingga secara sengaja
atau tidak telah menyebabkan perubahan geometri lereng dan cenderung menjadi
tidak stabil.
Bedding undercut - Perencanaan dan pembuatan lereng tambang low wall dengan
kemiringan lereng cenderung lebih terjal dari kemiringan lapisan batuan.
Cut back - Pemotongan mundur / perencanaan ulang (re-design) dari suatu lereng
dinding tambang yang sudah ada untuk membuat kondisi lereng yang lebih stabil.
Overburden - Tanah penutup yang terdapat di atas lapisan batubara dan menjadi
material buangan (waste / spoil).
Interburden - Overburden yang terdapat diantara dua lapisan batubara.

3. Untuk mengerti dan memahami tentang Hazard dan bagaimana menghindari atau
mengurangi resiko yang mungkin ditimbulkan. Acceptable Risk adalah Risiko yang
telah dikurangi ke tingkat yang dapat ditoleransi oleh organisasi dengan
memperhatikan / mengindahkan kewajiban hukum dan Kebijakan OHS sendiri.
Unacceptable risk adalah risiko yang tidak dapat diterima
4. Point utama geoteknik tambang
Penyebabnya. : Terjadinyanya penggalian /pembentukan lereng secara bedding
undercut sehingga menyebabkan shear stress > shear strength.
Memperkiraran (prediction) dan mengetahui tanda tanda peringatan (warning
sign) yang ada di lapangan : Perhatikan secara keseluruhan kondisi lapangan dan
perencanaan tambang. Dan Identifikasi semua kedudukan perlapisan yang ada di
dalam pit atau rencana pit.
Penilaian / penaksiran resiko : Umumnya jika penambangan dilakukan dengan
potongan bedding undercut memberikan potensi probability
terjadinya
pergerakan tanah selalu tinggi.
Mengurangi / menurunkan tingkat Resiko (sambung jwb di nmr 5)
Laporan dan Accountability
5. System hirarki control

Eliminasi yaitu menghilangkan potensi bahaya secara langsung.


Substitusi yaitu mengganti pekerjaan / proses / alat dengan yang memiliki nilai
resiko lebih kecil.
Engineering control yaitu dengan pengendalian rekayasa, contoh: penggunaan
guarding machine dan sebagainya.
Administrative control yaitu pengendalian resiko secara administratif, contoh:
penggunaan dokumen kerja, training dsb.
Alat Pelindung Diri yaitu penggunaan alat pelindung diri ketika melakukan
pekerjaan, contoh: penggunaan safety helmet, safety glasses dan sebag
6. Penyebab Ketidakstabilan Lereng Low Wall
Keberadaan Akuifer Tertekan Di Belakang Lapisan Mudstone
Tekanan air tanah lebih besar dari kuat geser lapisan impermeabel
Keberadaan lapisan lemah (bedding shear)
7. Memprediksikan Kemungkinan Longsoran pada Dinding Low Wall
1. Munculnya artesian water pada pemboran eksplorasi
2. Permukaan dinding low wall terlihat mengembang
3. Terlihat water bubbling (gelembung air) pada sump yang ada di pit floor
4. Kekuatan batuan sangat rendah dilihat dari hasil coring pemboran geoteknik
5. Munculnya seepage (rembesan) pada natural slope yang bukan disebabkan oleh air
hujan.
8.

Pengurangan/Penurunan Resiko Longsoran Dinding Low Wall

1. Cut back/re-desain dan cara dewatering dengan menggunakan system pemboran


yang dikenal dengan nama Vertical Drain Hole (VDH).
9.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANTAPAN LERENG


PENYEBARAN BATUAN
MORFOLOGI
STRUKTUR GEOLOGI
IKLIM GEOMETRI LERENG
GAYA LUAR
10 Penyelidikan di lapangan dapat dilakukan dengan:
1. Pengukuran geometri lereng.
2. Seismik refraksi untuk mendapatkan data litologi.
3. Pemboran inti dan pembuatan terowongan (adit) untuk mendapatkan data litologi,
struktur batuan dan contoh batuan untuk dianalisis di laboratorium.
4. Piezometer untuk mengetahui tinggi muka air tanah.
5. Uji batuan di lapangan (insitu test) untuk mendapatkan data tentang sifat mekanik
batuan. (misalnya dengan block shear test).