You are on page 1of 13

Nama : Athira Sarah M

NIM : 102011101054

1. Ciri kepribadian tertentu pada pengguna narkoba?


a. Gangguan kepribadian dissosial :
o Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain.
o Sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan menetap dan tidak peduli
terhadap norma, peraturan dan kewajiban sosial.
o Tidak mampu untuk mempertahankanhubungan agar berlangsung lama,
meskipun tidak ada kesulitan untuk mengembangkannya.
o Mudah menjadi frustrasi dan bertindak agresif, termasuk tindakan
kekerasan.
o Tidak mampu untuk menerima kesalahan dan belajar dari pengalaman
terutama dari hukuman.
o Sangat cenderung untuk menyalahkan orang lain atau menawarkan
rasionalisasi yangdapat diterima untuk perilaku yang telahmembawa
pasien dalam konflik sosial.
b. Gangguan kepribadian emosional tak stabil
o Kecendrungan yang mencolok untuk bertindak secara impulsif tanpa
mempertimbangkan konsekuensi, bersamaan dgn ketidakstabilan afek
o Kemampuan merencanakan sesuatu mungkin minimal & ledakan
kemarahan yg hebat seringkali dpt menjurus kpada kekerasan atau ledakan
perilaku. Hal ini mudah ditimbulkan jika kegiatan impulsifnya dikritik
atau dihalangi org lain
c. Gangguan kepribadian cemas (menghindar)
o Perasaan tegang dan takut yang menetap
o Merasa dirinya tidak mampu, tidak menarik atau lebih rendah dari orang lain
o Kekhawatiran yang berlebihan terhadap kritik dan penolakan dalam situasi
sosial
o Keengganan untuk terlibat dengan orang,kecuali merasa yakin akan disukai
o Pembatasan gaya hidup oleh karena alasan keamanan fisik
o Menghindari aktivitas sosial atau pekerjaan yang banyak melibatkan kontak
interpersonal oleh karena takut akan dikritik,tidak didukung atau ditolak

2. Skizofrenia
F20 SKIZOFRENIA

Suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan
perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang luas, serta sejumlah
akibat yang tergantung pada pertimbangan pengaruh genetik, fisik dan sosial budaya.
Pada umumnya ditandai dengan penyimpangan yang fundamental dan karakteristik
dari pikiran dan persepsi serta oleh afek yang tidak wajar (inapropiate) atau tumpul (blunted).
Kesadaran yang jernih dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun
kemunduran kognitif tertentu bisa berkembang kemudian.

Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau
lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas):
a. - Thought echo = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya
(tidak keras) dan isi pikiran ulangan, walaupun isinya sama, namun kualitasnya
berbeda, atau
- Thought insertion or withdrawal = isi pikiran yang asing dari luar masuk kedalam
pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya
(Withdrawal) dan
- Thought broadcasting = isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau
umumnya mengetahuinya.
b. -

Delusion of control = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu
dari luar atau

- Delusion of influence = waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatantertentu


dari luar atau
- Delusion of passivity = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu
kekuatan dari luar; (tentang dirinya= secara jelas ,merujuk ke pergerakan tubuh/anggota
gerak atau kepikiran, tindakan atau penginderaan khusus).
- Delusion perception = pengalaman inderawi yang tidak wajar, yang bermakna sangat
khas bagi dirinya , biasanya bersifat mistik dan mukjizat.
c. Halusional Auditorik ;

- Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap prilaku pasien .
- Mendiskusikan perihal pasien di antara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang
berbicara atau
- Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh.
d. Waham-waham menetap jenis lainnya, yang menurut budaya setempat dianggap tidak
wajar dan sesuatu yang mustahi,misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu
atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan
cuaca atau berkomunikasi dengan mahluk asing atau dunia lain)

Atau paling sedikitnya dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas:
e. Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja , apabila disertai baik oleh waham
yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas,
ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap, atau apabila
terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus.
f. Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation) yang
berakibat inkoherensia atau pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme.
g. Perilaku katatonik seperti keadaan gaduh gelisah (excitement), posisi tubuh tertentu
(posturing) atay fleksibilitas cerea, negativisme, mutisme, dan stupor.
h. Gejala negatif seperti sikap apatis, bicara yang jarang dan respons emosional yang
menumpul tidak wajar, biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial
dan menurunya kinerja sosial, tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak
disebabkan oleh depresi atau medikasi neureptika.

Adapun gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu
bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal);

Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan
(overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal behavior), bermanifestasi

sebagai hilangnya minat, hidup tak bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam diri
sendiri (self absorbed attitute), dan penarikan diri secara sosial.

Perjalanan Gangguan Skizofrenik dapat diklasifikasi dengan menggunakan kode lima


karakter berikut:
F20.X0 Berkelanjutan
F20.X1 Episodik dengan kemunduran progresif
F20 X2 Episodik dengan kemunduran stabil
F20.X3 Episode berulang
F20. X4 Remisi tak sempurna
F20.X5 Remisi sempurna
F20.X8. lainnya
F20.X9. Periode pengamatan kurang dari satu tahun.

F.20 Skizofrenia Paranoid

Pedoman diagnostik
1. Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia
2. Sebagai tambahan:
Sebagai tambahan :

Halusinasi dan/ waham arus menonjol;


a) Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah, atau
halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit (whistling),
mendengung (humming), atau bunyi tawa (laughing).
b) Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat seksual , atau lain-lain
perasaan tubuh, halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol.

c) Waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham dikendalikan (delusion of
control), dipengaruhi (delusion of influence) atau passivity (delussion of
passivity), dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam, adalah yang paling
khas;

Gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan, serta gejala katatonik secara
relatif tidak nyata / tidak menonjol.

Diagnosa Banding :
-

Epilepsi dan psikosis yang diinduksi oleh obat-obatan

Keadaan paranoid involusional (F22.8)

Paranoid (F22.0)

F20.1 Skizofrenia Hebefrenik

Pedoman Diagnostik

Memenuhi Kriteria umum diagnosis skizofrenia

Diagnosis hebefrenik untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa
muda (onset biasanya 15-25 tahun).

Kepribadian premorbid menunjukan pemalu dan senang menyendiri (solitary), namun


tidak harus demikian untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini

Untuk meyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan


lamanya, untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar
bertahan :perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan, serta
manerisme, ada kecenderungan untuk menyendiri (solitaris) dan perilaku menunjukan
hampa tujuan dan hampa perasaan. Afek pasien yang dangkal (shallow) tidak wajar
(inaproriate), sering disertai oleh cekikikan (gigling) atau perasaan puas diri (selfsatisfied), senyum-senyum sendiri (self absorbed smiling) atau sikap tinggi hati (lofty
manner), tertawa menyerigai, (grimaces), manneriwme, mengibuli secara bersenda gurau
(pranks), keluhan hipokondriakalI dan ungkapan dan ungkapan kata yang diulang-ulang
(reiterated phrases), dan proses pikir yang mengalamu disorganisasi dan pembicaraan
yang tak menentu (rambling) dan inkoherens

Gangguan afektif dan dorongan kehendak, serta gangguan proses pikir biasanya
menonjol, halusinasi dan waham biasanya ada tapi tidak menonjol ) fleeting and
fragmentaty delusion and hallucinations, dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan
(determnation) hilang serta sasaran ditinggalkan, sehingga prilaku tanpa tujuan (aimless)
dan tanpa maksud (empty of purpose) Tujuan aimless tdan tampa maksud (empty of
puspose). Adanya suatu preokupasi yang dangkal, dan bersifat dibuat-buar terhadap
agama, filsafat, dan tema abstrak lainnya, makin mempersukar orang memahami jalan
pikirannya.

F20.3 Skizofrenia Tak terinci (undifferentiated )

Pedoman diagnostik :
1. Memenuhi kriteria umum untuk diagnosa skizofrenia
2. Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia paranoid, hebefrenik, katatonik.
3. Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca skiszofrenia

F20. Depresi Pasca-Skizofrenia

Pedoman diagnostik:
a) Telah menderita Skizofrenia selama 12 bulan terakhir
b) Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada (tetapi tidak mendominasi)
c) Gejala depresi menonjol dan mengganggu, memenuhi paling sdikit kriteria depresi
(F32.-) dan telah ada dalam kurun waktu 2 minggu
Apabila tidak menunjukkan gejala skizofrenia diagnosis menjadi episode depresi (F32)

F20.5 Skizofrenia Residual

Pedoman diagnostik:

Untuk suatu diagnostik yang menyakinkan , persyaratan berikut harus di penuhi semua:
1. Gejala Negatif dari skizofrenia yang menonjol misalnya perlambatan psikomotorik,
aktifitas menurun, afek yang menumpul, sikap pasif dan ketidak adaan inisiatif,
kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan, komunikasi non verbal yang buruk,
seperti ekspresi muka, kontak mata, modulasi suara, dan posisi tubuh, perawatan diri, dan
kinerja sosial yang buruk.
2. Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas dimasa lampau yang memenuhi
kriteria untuk diagnosa skizofrenia
3. Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi
gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan
telah timbul sindrom negatif dari skizofrenia
4. Tidak terdapat dementia, atau penyakit/gangguan otak organik lainnya, depresi kronis
atau institusionla yang dapat menjelaskan disabilitas negatif tersebut.

F20.6 Skizofrenia Simpleks

Pedoman diagnostik
Skizofrenia simpleks sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung pada pemantapan
perkembangan yang berjalan berlahan dan progresif dari: (1) gejala negatif yang khas dari
skizofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi waham, atau manifestasi lain dari
episode psikotik. Dan (2) disertai dengan perubahan-perubahan perilaku pribadi yang
bermakna, bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok, tidak berbuat sesuatu
tanpa tujuan hidup, dan penarikan diri secara sosial.
Gangguan ini kurang jelas gejala psokotiknya dibanding dengan sub type skisofrenia lainnya.

F20.8 Skizofrenia Lainnya

F20.9 Skizofrenia YTT

F 21 GANGGUAN SKIZOTIPAL

Terdapat tiga atau lebih gejala khas tersebut di bawah ini secara terus menerus atau episodik,
dan paling sedikit dua tahun lamanya.
a) Afek tak wajar/ menyempit (individu tampak dingin dan tak bersahabat)
b) Perilaku atau penampakan yang aneh, eksentrik atau ganjil.
c) Hubungan sosial yang buruk dan tendensi menarik diri.
d) Kepercayaan yang aneh atau pikiran yang magis.
e) Kecurigaan atau ide paranoid.
f) Pikiran obsesif yang sering dengan isi yang bersifat dismorfofobik, seksual, atau agresif.
g) Persepsi yang tak lazim, termasuk
depersonalisasi, atauderealisasi.

mengenai

tubuh

atau

ilusi-ilusi

lainnya,

h) Pemikiran yang samar-samar, sirkumstansial, penuh kiasan, sangat terinci dan ruwet,
ataustereotipik, yang bermanifestasi dalam pembicaraan yang aneh tetapi tanpa inkoheren
yang nyata.
i) Sewaktu-waktu ada episode menyerupai keadaan psikotik yang bersifat sementara dengan
ilusi,halusinasi auditorik atau lainnya, dan gagasan mirip waham, biasanya tanpa
provokasi dari luar.

Tidak pernah memenuhi kriteria skizofrenia dalam stadium apapun

F 22 GANGGUAN WAHAM MENETAP

F 22.0 Gangguan Waham


Pedoman diagnosis gangguan waham
1. Merupakan satu satunya gejala yang paling mencolok
2. Sudah berlangsung paling sedikit 3 bulan dan khas pribadi

3. Bila terdapat gejala depresi, maka gejala waham harus tetap ada pada saat depresinya
hilang.
4. Tidak disebutkan panyakit otak, tidak terdapat halusinasi, dan tanpa riwayat skizofrenia,
dan tanpa riwayat skizofrenik
F 22.8 Gangguan waham menetap lainnya
Gangguan waham menetap yang tidak memenuhi kriteria untuk gangguan waham
Termasuk :

Gangguan waham dengan halusinasi yang tidak memenuhi kriteria skizofrenia

Gangguan waham menetap kurang 3 bulan

F 23 GANGGUAN PSIKOTIK AKUT DAN SEMENTARA

Onset yang akut (dalam masa 2 minggu) sebagai cirikhas yang menentukan seluruh
kelompok.
Adanya sindrom yang khas (berupa polimorfik = berabeka-ragam dan berubah cepat,
atau schizophrenia-lik e= gejala skizofrenik yang khas
Adanya stres akut yang terkait
Tanpa diketahui berapa lama gangguan akan berlangsung

F23.0 Gangguan Psikotik Polimorfik Akut tanpa Gejala Skizofrenia

Suatu gangguan psikotik akut , terdapat halusinasi, waham, dan gangguan persepsi,
bersifat bervariasi dan berubah-ubah dari harike hari.
Onset mendadak (48 jam) dan cepat mereda

Pedoman diagnosis
a) Onset harus akut (dari suatu keadaan non psikotik sampai psikotik yang jelas dalam
waktu 2 minggu atau kurang)
b) Harus ada beberapa jenis halusinasi/waham , yangberubah dalam jenis dan intensitasnya
dari hari ke hariatau dalam hari yang sama
c) Harus ada keadaan emosional yang samaberanekaragamnya
d) Walaupun gejala-gejalanya beraneka ragam, tidak satupun dari gejala itu ada secara
cukup konsisten, sehingga dapat memenuhi kriteria skizofrenia (F20.-) atau episode
manik (F30.-) atau episode depresi (FF32.-)

F23.1 Gangguan Psikotik PolimorfikAkut dengan Gejala Skizofrenia

Suatu gangguan psikotik akut yang memenuhikriteria deskriptif untuk gangguan


psikotikpolimorfik akut (F23.0), tetapi yang selalu disertai gejala skizofrenik yang khas

.
Pedoman diagnosis :
a) Untuk diagnosis pasti, kriteria (a), (b), dan (c) yangkhas untuk gangguan psikotik
polimorfik akutharus dipenuhi
b) Gejala yang memenuhi kriteria skizofrenia (F20-)harus sudah ada.
c) Bila gejala skizofrenia menetap untuk lebih dari 1bulan maka diagnosis harus diubah
menjadi Skizofrenia (F20.-)
F23.2 Gangguan Psikotik Lir-Skizofrenia (Schizophrenia-like) Akut

Suatu gangguan psikotik akut dengangejala psikotik secara komparatif cukup stabil dan
memenuhi kriteria untuk skizofrenia.
Hanya berlangsung <1 bulan
Derajat variasi mungkin ada namun tidakseparah pada gangguan psikosis polimorfikakut.

Pedoman diagnosis
a) Onset gejala psikotik harus akut (2 mingguatau kurang dari suatu keadaan nonpsikotikmenjadi keadaan
yang jelas psikotik)
b) Gejala yang memenuhi kriteria skizofreniaharus sudah ada untuk sebagian besar waktusejak
berkembangnya gambaran klinis yang jelas psikotik
c) Kriteria untuk psikosis polimorfik akut tidakterpenuhi
Bila gejala skizofrenia menetap untuk >1 bulan maka diagnosis harus diubahmenjadi skizofrenia (F20.-)

F23.3 Gangguan Psikotik Akut Lainnya dengan Predominan Waham

Gangguan psikotik akut dengan waham danhalusinasi yang secara komparatif stabil, tetapi
tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia
Sering waham kejaran atau waham rujukan
Halusinasi biasanya auditorik

Pedoman diagnosis
a) Onset dari gejala psikotik harus akut (2 minggu ataukurang dari suatu keadaan
nonpsikotik menjadi jelaspsikotik)
b) Waham dan halusinasi harus sudah ada untuksebagian besar waktu sejak berkembangnya
psikotikyang jelas
c) Kriteria untuk skizofrenia maupun psikosis polimorfikakut tidak terpenuhi

Bila hanya waham-waham menetap >3 bulan,makadiagnosis diubah menjadi gangguan


wahammenetap (F22.-)
Bila halusinasi yang menetap > 3 bulan, maka diagnosis diubah menjadi psikosisnonorganik lainnya
(F28)

F23.8 Gangguan Psikotik Akut dan Sementara Lainnya

Gangguan psikotik akut yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam kategori manapun
dalam F23

F23.9 Gangguan Psikotik Akut dan Sementara YTT


F24 GANGGUAN WAHAM TERINDUKSI

Dialami dua orang atau lebih yangmempunyai hubungan emosional erat


Hanya seorang individu yang menderitapsikosis sesunguhnya
Menghilang bila orang-orang tersebut dipisahkan
Waham biasanya bersifat kronis, kejaran atau kebesaran.

Pedoman diagnosis :
a) Dua orang atau lebih mengalami waham atau sistem waham yang sama, dan salingmendukung dalam
keyakinan itu
b) Mereka mempunyai hubungan yang luarbiasa dekatnya seperti diuraikan diatas
c) Ada bukti dalam konteks waktu atau lainnyabahwa waham tersebut diinduksi padaanggota/anggotaanggota dari pasanganatau kelompok yang menerima pasif melaluikontak dengan pasangan atau
anggotakelompoknya yang aktif
F25 GANGGUAN SKIZOAFEKTIF
Ganguan yang bersifat episodik dengan gejala afektif dan skizofrenik yang sama menonjol
dan secara bersamaan ada dalam periodeyang sama, atau dalam beberapa hari yang atau
sesudah yang lain.
Pedoman diagnosis
a) Gejala definitif adanya gangguan skizofrenia dangangguan afektif sama-sama menonjol
b) Episode penyakit tidak memenuhi skizofreniamaupun episode manik atau depresif.
c) Tidak termasuk gejala sizofrenia dan gangguanafektif yang terjadi di episode yang
berbedaseperti depresi pasca skizofrenia.
F25.0 Gangguan Skizoafektif Tipe Manik

Suatu gangguan psikotik dengan gejala skizofrenik dan manik sama-sama menonjol
dalam satu episode penyakit yang sama.
Kelainan afektif : meningkatnya rasa harga diri, idekebesaran, kegelisahan atau iritabilitas
Waham rujukan, kebesaran, kejaran.
Penyembuhan dalam beberapa minggu.

Pedoman diagnosis
Suasana perasaan harus meningkat secara menonjol atau peningkatan suasana perasaanyang
tidak mencolok disertai kegelisahan
Dalam episode yang sama harus jelas ada sedikitnya 1, lebih baik lagi 2, gejala skizofrenik
yang khas, pedoman F20 a-d
F25.1 Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif

Suatu gangguan psikotik dengan gejala skizofrenikdan depresif sama-sama menonjol


dalam satuepisode penyakit yang sama.
Depresif : suasana perasaan, insomnia, hilangnyaenergi, nafsu makan, berkurang minat,
perasaanbersaah, ingin bunuh diri.
Berlangsung lebih lama dan prognosis lebih buruk

Pedoman diagnosis
a) Harus ada depresi yang menonjol, sedikitnya 2 gejaladepresi yang khas atau kelainan
perilaku terkait (F32.-);
b) Dalam episode yang sama, harus jelas ada satu dan sebaiknya dua gejala skizofrenia yang
khas
F25.2 Gangguan Skizoafektif tipe Campuran
Gangguan gejala skizofrenia (F20.-) ada secara bersamaan dengan gejala gangguan afektif
bipolar campuran (F31.6)
F25.8 Gangguan Skizoafektif LainnyaF25.9 Gangguan Skizoafektif YTT
F28 GANGGUAN PSIKOTIK NONORGANIKLAINNYA

Gangguan psikotik yang tidak memenuhi kriteriaskizofrenia (F20.-) atau untuk gangguan
afektif yang tipe psikotik (F30-F39), dan gangguanpsikotik yang tidak memenuhi kriteria
gejala untuk gangguan waham menetap (F22)

F29 PSIKOSIS NONORGANIK YTT


3. Psikotik, diagnosanya apa saja di PPDGJ III
o Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif dengan gangguan
psikotik
o Skizofrenia
o Gangguan skizotipal
o Gangguan waham menetap
o Gangguan psikotik akut dan sementara
o Gangguan waham induksi
o Gangguan skizoafektif
o Gangguan psikotik non organik lainnya
o Gangguan afektif bipolar episode kini manik dengan gejala psikotik
o Gangguan afektif bipolar episode kini depresif berat dengan gejala psikotik
o Episode depresif berat dengan gejala psikotik
o Gangguan depresif berulang, kini berat dengan gejala psikotik