You are on page 1of 19

SNI 8028-1:2014

Alat penyuling minyak atsiri Bagian 1 : Sistem kukus –
Syarat mutu dan metode uji

ICS 65.060

Badan Standardisasi Nasional

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www.bsn.go.id dan tidak untuk di komersialkan”

Standar Nasional Indonesia

Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www.go. +6221-5747045 Email: dokinfo@bsn. Manggala Wanabakti Blok IV.10.7. Lt.id www. +6221-5747043 Fax.bsn. 3.id Diterbitkan di Jakarta “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.go. Telp.Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen ini dengan cara dan dalam bentuk apapun serta dilarang mendistribusikan dokumen ini baik secara elektronik maupun tercetak tanpa izin tertulis dari BSN BSN Gd.go.bsn.id dan tidak untuk di komersialkan” © BSN 2014 .4.

...................... 1 2 Acuan normatif ............ 14                   © BSN 2014 i “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional........... 2 5 Syarat mutu ............................................................................................ 3 6 Pengambilan contoh ...........................................bsn................................................................................................................................................................................................................................................................................. ............................................................................... 7 Lampiran A Laporan uji (test report) . 1 4 Klasifikasi ......................................................................... 12 Lampiran D Rendemen dan waktu penyulingan beberapa jenis minyak atsiri yang dapat diproses dengan sistem kukus................................................................................................... i Prakata ........................................id dan tidak untuk di komersialkan” Daftar isi ......................................................................................................................................................................................................................................................................................... .............................................go....................................................................................................................................................................... Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www............................................................................ 6 9 Penandaan ..... iii 1 Ruang lingkup .......................................................................................................................................................................................................... 1 3 Istilah dan definisi ............................................................... 8 Lampiran B Lembar data pengujian................................................................SNI 8028-1:2014 Daftar isi ................... 9 Lampiran C Sistem/proses penyulingan................................... 5 8 Kriteria lulus uji .................. 13 Bibliografi ........................... 5 7 Metode uji ...........

... 5 Tabel 4 .................. 9 Tabel B 3 ...................................... Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www.............. 11 Tabel B 5 ........ 13   Daftar Gambar Gambar 1 ..............................Data hasil pengamatan kualitas bahan awal .Spesifikasi alat penyuling minyak atsiri sistem kukus............id dan tidak untuk di komersialkan” Daftar Tabel ..................................................Contoh konstruksi alat penyuling minyak atsiri dengan sistem kukus ……………3   © BSN 2014 ii “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.....................Data suhu dan kelembaban ................................................................................ 5 Tabel B 1 ..... 10 Tabel B 4 ...........................................................................................bsn............SNI 8028-1:2014 Tabel 1 ........................................Rendemen dan waktu penyulingan beberapa jenis minyak atsiri yang dapat diproses dengan sistem kukus ........................................................Daftar peralatan uji .................................. 11 Tabel D1 ................... 4 Tabel 2 – Persyaratan tebal minimum bahan konstruksi alat penyuling minyak atsiri sistem kukus .......Persyaratan unjuk kerja .............................. 10 Tabel B 5 ........................................Data unjuk kerja mesin penyuling atsiri ....................................................................................Dimensi dan bobot alat........... 4 Tabel 3 ......Data hasil pengamatan konsumsi bahan bakar ................................................go..............................

Permesinan dan Alat Mesin Pertanian tanggal 4 April 2013 di Yogyakarta pada yang dihadiri oleh wakil dari pemerintah. Standar ini disusun oleh Sub Panitia Teknis 21-01-S1.Syarat mutu dan metode uji merupakan standar baru. Tujuan disusunnya standar ini adalah untuk acuan tentang spesifikasi. syarat mutu dan cara uji mesin penyuling minyak nilam berdasarkan tuntutan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat pengguna mesin tersebut.Bagian 1: Sistem kukus .go. © BSN 2014 iii “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.SNI 8028-1:2014 Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan judul Alat penyuling minyak atsiri .bsn. konsumen. lembaga penelitian dan instansi terkait lainnya. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www.id dan tidak untuk di komersialkan” Prakata . produsen.

SNI 8028-1:2014 1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan syarat mutu dan metode uji alat penyuling minyak atsiri yang dapat diproses dengan sistem kukus. kemudian uap yang keluar dialirkan lewat pipa yang terhubung dengan kondensor (pendingin). Penentuan sisa penguapan. akar wangi.go. pala. Minyak atsiri. kondensor.bsn.7 © BSN 2014 1 dari 16 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.1 alat penyuling minyak atsiri alat yang bagian utamanya terdiri atas ketel suling.5 kapasitas penyulingan volume bahan baku atsiri yang dimasukkan pada ketel penyuling 3. Selanjutkan.id dan tidak untuk di komersialkan” Alat penyuling minyak atsiri Bagian 1: Sistem kukus .3 sistem kukus proses penyulingan dimana tanaman atsiri dimasukkan dalam ketel yang berisi air dan dipanasi. 2 Acuan normatif SNI 3190. serai wangi. Cairan yang sesungguhnya merupakan campuran air dan minyak itu akan menetes di ujung pipa dan ditampung dalam wadah. kenanga. cendana. sumber uap panas. tangki pemisah minyak dan air. serta pompa. Prosedur pengambilan contoh uji alat dan mesin pertanian. masoi. antara tanaman atsiri dan air dibatasi saringan berlubang. kayu putih.Syarat mutu dan metode uji .6 laju penyulingan bobot kondensat yang dihasilkan dalam satuan waktu awal terbentuknya tetes pertama dari hasil destilasi 3. Minyak atsiri. Uap berubah menjadi cairan (kondensat). dilakukan proses pemisahan sehingga diperoleh minyak atsiri murni 3. cengkeh. lada.2 minyak atsiri minyak yang diperoleh dengan cara penyulingan uap dari tanaman seperti nilam. kulit manis. 3 Istilah dan definisi 3. adas dan lain sebagainya 3. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www. SNI 3189.4 penyulingan proses pemisahan zat yang berupa cairan atau padatan dari dua macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik uap masing-masing zat tersebut 3. SNI 7697. Penentuan sisa penyulingan uap. berfungsi untuk menyuling minyak dari bahan yang mengandung minyak atsiri 3.

9 bobot operasi alat bobot keseluruhan alat penyuling minyak atsiri dalam kondisi siap operasi 3.10 ketel suling bagian utama dari alat penyuling minyak atsiri yang berbentuk tabung/silinder yang berfungsi sebagai tempat penyulingan bahan baku dilakukan 3.15 flange atas komponen dari ketel suling yang terdapat pada pinggiran tutup berfungsi sebagai penguat penutupan ketel 3.13 tangki pemisah minyak dan air (florentine flask) wadah dengan dua keran outlet yang berfungsi sebagai penampung hasil kondensasi serta pemisah minyak atsiri dan air 3.id dan tidak untuk di komersialkan” rendemen perbandingan antara bobot minyak atsiri yang diperoleh dari hasil penyulingan terhadap tanaman atsiri yang disuling.bsn.12 kondensor alat yang digunakan untuk kondensasi (mengembunkan) uap yang keluar dari ketel.17 penyangga saringan komponen dari ketel suling yang dipasang di bawah saringan berfungsi sebagai penyangga saringan 4 Klasifikasi © BSN 2014 2 dari 14 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. Prinsip kerja alat adalah merubah fase uap menjadi fase cair karena pertukaran kalor ada pipa pendingin 3. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www.go.14 saringan komponen dari ketel suling yang dipasang di dalam ketel berfungsi sebagai pemisah bahan yang akan disuling dengan air 3.16 flange bawah komponen dari ketel suling yang terdapat pada pinggiran silinder atas ketel berfungsi sebagai penguat penutupan ketel 3.SNI 8028-1:2014 3. dinyatakan dalam persen .11 sumber uap panas bagian dari alat penyuling yang menghasilkan uap panas baik berupa tungku atau kompor 3.8 waktu penyulingan waktu minyak mulai keluar sampai proses penyulingan selesai 3.

go. Pe engunci Flang ge G Gambar 1 . Sa 5.Contoh ko onstruksi alat penyuling minyak k atsiri deng gan sistem m kukus © BS SN 2014 3 dari 14 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.1 Konstruks si Konsstruksi alat penyuling minyak atsiri dilihat pa ada Gamba ar 1 dan pe ersyaratan bahan dan n dime ensisesuai Tabel T 2. Ke 2.bsn. ada alah alat penyuling min nyak atsiri sistem s kuku us yang me empunyai vo olume su uling 501 lite er sampai dengan d 1 00 00 liter. yaitu: a. b. Se edang. Tangki pemisah minyak dan air aringan 4. adalah alat penyyuling minyak atsiri sis stem kukuss yang mem mpunyai vo olume su uling 150 lite er sampai dengan d 500 0 liter. 5 6 1 2 4 3 Keterangan: etel suling 1. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www. Besar. .SNI 8028-1:201 8 4 ketell ketell ketell ketell 5 Syarat mutu u 5. Kecil. Fla ange 6.id dan tidak untuk di komersialkan” Alat penyuling minyak m atsirisistem kukus dibagi ke dalam 3 kelas berd dasarkan vo olume suling. B adalah alat pen nyuling minyyak atsiri sistem kukus yang mempunyai vo olume su uling 1 001 liter sampa ai dengan 25 2 000 liter. c. Ko ondensor 3.

2 Spesifikasi .500 Kelas Sedang 501 – 1 000 mm mm 800 . Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www.3 Bahan dan dimensi Bahan dan dimensi dapat dilihat pada Tabel 2. Ketel dilengkapi dengan pengukur tekanan dan katup pengaman (safety valve) © BSN 2014 4 dari 14 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.Spesifikasi alat penyuling minyak atsiri sistem kukus Spesifikasi Satuan Volume ketel suling Dimensi ketel suling: .Diameter liter Kecil 150 .id dan tidak untuk di komersialkan” 5.go.2 Tidak dipersyaratkan CATATAN 1.5 2 1 2 4 3 4 8 3 4 8 8 12 16 1. Tabel 2 – Persyaratan tebal minimum bahan konstruksi alat penyuling minyak atsiri sistem kukus Bagian Komponen Satuan Bahan Kecil Ketel suling Dinding ketel mm Saringan mm Penyangga saringan mm Flensa (Flange) atas Flensa bawah Pengunci Flensa Bagian pendingin / kondensor Pipa pendingin mm mm mm mm Pemisah air dan minyak Pelat baja tahan karat SUS 304 Pelat baja tahan karat SUS 304 Baja tahan karat SUS 304 Baja tahan karat Baja tahan karat Baja tahan karat Pipa baja tahan karat SUS 304 Pelat baja tahan karat SUS 304 atau aluminium atau kaca atauplastik HDPE Persyaratan Sedang Besar 2 2 3 1 1.SNI 8028-1:2014 Spesifikasi teknis alat penyuling minyak atsiri sistem kukus dapat dilihat pada Tabel 1.1 200 400 – 760 1 201 – 1 700 761 – 1 000 Besar 1 001 – 25 000 1 701 – 5 000 1 001 – 2 500 5.Tinggi .bsn. Tabel 1 .

1 0.SNI 8028-1:2014 5.05 1 0.1 10 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www.id dan tidak untuk di komersialkan” 2.3 Pengukur kadar air Higrometer Roll meter Timbangan kasar Timbangan halus Gelas ukur Stopwatch Jangka sorong Busur derajat Termokopel tipe K Termometer Pengukur tekanan % % mm g g ml detik mm derajat o C o C kPa Uji verifikasi © BSN 2014 5 dari 14 Ketelitian 0.go.Daftar peralatan uji Nama alat Satuan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 7.2 Peralatan uji Peralatan uji yang digunakan seperti pada Tabel 4.1 5 0. Ketel dilengkapi dengan indicator ketinggian air dalam ketel .1 1 200 0. Tabel 3 . 7 Metode uji 7. Tabel 4 . 0.4 Persyaratan unjuk kerja Persyaratan unjuk kerja dapat dilihat pada Tabel 3.01 0. 250 % lihat lampiran D jam lihat lampiran D 6 Pengambilan contoh Contoh diambil secara acak alat penyuling minyak atsiri sistem kukus sesuai dengan SNI 7697.bsn.1 kPa maks.Persyaratan unjuk kerja Parameter Laju penyulingan Tekanan ketel suling Rendemen Waktu penyulingan Satuan Persyaratan kg/jam min. 7.1 0.1 Bahan uji Jumlah tanaman minyak atsiri yang dibutuhkan untuk pengujian paling sedikit 2 kali kapasitas alat penyuling minyak atsiri.

id dan tidak untuk di komersialkan” Uji verifikasi dilakukan pada parameter-parameter yang diukur dari alat penyuling minyak atsiri sesuai dengan Tabel 1 dan Tabel 2. Ukur lama waktu minyak mulai keluar sampai proses penyulingan selesai b. © BSN 2014 6 dari 14 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. Apabila cairan yang keluar dari pipa kondensor sudah tidak mengandung minyak atsiri lagi. keluarkan semua minyak atsiri yang dihasilkan dan timbang.4.1 Rendemen Prosedur a.2 Laju penyulingan Prosedur a. Hitung tekanan rata-rata ketel suling selama proses penyulingan. Hitung suhu rata-rata air pendingin selama proses penyulingan. Hitung laju penyulingan.4. Buka kran minyak dari pemisah minyak dan air.3 Suhu air pendingin Prosedur a. 8 Kriteria lulus uji Alat penyuling minyak atsiri dinyatakan lulus uji bila memenuhi persyaratan sesuai pasal 5. Timbang bahan baku yang akan disuling b.SNI 8028-1:2014 7.go. Operasikan alat mulai dari sumber uap panas sampai air kondensor c.4. e. Hitung rendemen dengan persamaan berikut: 100 1 Keterangan : Sr adalah rendemen (%) Wp adalah bobot minyak atsiri yang dihasilkan (kg) Wo adalah bobot daun atsiri sebagai bahan awal (kg) 7. .4 Uji unjuk kerja 7.bsn. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www. 7.4 Tekanan ketel suling Prosedur a. aliran uap panas dihentikan d. menggunakan persamaan sebagai berikut: 2 Keterangan: L adalah laju penyulingan (kg/jam) t adalah waktu penyulingan (jam) Wp adalah bobot minyak atsiri yang dihasilkan (kg) 7. Ukur tekanan ketel suling dengan pressure gauge setiap jam proses penyulingan b.4. Ukur suhu air pendingin kondensor dengan termokopel setiap jam proses penyulingan b.

bsn. d. Negara pembuat.id dan tidak untuk di komersialkan” 9 Penandaan . c. © BSN 2014 7 dari 14 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. Tipe/model. b.SNI 8028-1:2014 Syarat penandaan alat penyuling minyak atsiri sekurang-kurangnya mencantumkan: a. Merek/logo. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www. Nomor seri.go.

... A... Uji unjuk kerja Dijelaskan mengenai beberapa parameter yang diamati atau diukur dalam uji unjuk kerja............. Alat/mesin yang diujikan Merek dagang Model Tipe Pembuat Negara asal Motor penggerak Peminta uji Tanggal pengujian No...... : .. Metode Berisi tentang metode pengujian yang dilakukan............. : .............. A........4........................ : .5........2...... bahan dan metode pengujian A........... Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www................ A.. Uji verifikasi Dijelaskan mengenai hasil verifikasi dari spesifikasi yang tercantum dalam spesifikasi standar............ Hasil pengujian A..id dan tidak untuk di komersialkan” Lampiran A ............................4...... fungsi dari masing-masing bagian serta bahan pembuatnya berdasarkan Tabel 2...........3... surat permohonan : .... : ................ A........... : ......... A.......... : ..................2......4...............................2.SNI 8028-1:2014 (informatif) Laporan uji (test report) Laporan uji (Test report) No.... Konstruksi alat dan mesin Berisi penjelasan mengenai bagian-bagian dari alat........... : .... © BSN 2014 8 dari 14 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional............................1....bsn.......................5........ Spesifikasi umum Berisi tabel spesifikasi berdasarkan Tabel 1........1.................... : ........ Peralatan.....go. Mekanisme kerja Menerangkan mekanisme kerja dari alat penyuling minyak atsiri yang diuji. Peralatan Berisi tentang alat-alat ukur yang dipergunakan selama pengujian.3.....4............................... A....... A....5.....1............... : ............... A................................... Bahan Berisi tentang bahan-bahan dan varietas yang dipergunakan selama pengujian...

1. Diameter c.SNI 8028-1:2014 (informatif) Lembar data pengujian B. Tinggi d. Nomor seri : c. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www. Model : b. Daya motor : d. alamat dan tahun pembuatan. Jenis bahan bakar : c. Bahan pipa pendingin b. Putaran motor : Uji verifikasi unit ketel suling meliputi : a. asal negara : e. Bahan dinding ketel e. Bahan saringan g.id dan tidak untuk di komersialkan” Lampiran B . Bahan tangki : b. Bobot operasi : Dimensi dan bobot alat dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel B 1 . Tebal pipa pendingin c. Dimensi : f. Merek : d. Uraian Dimensi alat (mm) Lebar Tinggi Panjang Unit keseluruhan alat Unit ketel suling Uji verifikasi motor penggerak pompa meliputi : a. Tebal tangki : © BSN 2014 9 dari 14 Diameter Bobot (kg) “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. Uji verifikasi Uji verifikasi alat penyuling minyak atsiri meliputi : a.go. 2. Tipe penyuling b. Tipe sumber uap panas : b. Tebal saringan h. Kapasitas : : : : : : : : Uji verifikasi sumber uap panas meliputi : a.1.Dimensi dan bobot alat No. Tebal dinding : Uji verifikasi kondensor : a. Model/tipe : b. Pembuat. Tebal dinding ketel f. Tebal pipa uap : : : : Uji verifikasi pemisah air dan minyak : a. Bahan pipa uap d. Bahan dinding : c.bsn.

4. 3. 8. 2. Uji unjuk kerja Tabel B 3 . Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www. 5. 9.Data suhu dan kelembaban Total waktu pengamatan Ulangan Tanggal Waktu Jam Menit Kondisi ruangan Suhu (oC) 1. 6. 4. 2.. Dilengkapi/tidak dilengkapi check valve pada ketel d. Dilengkapi dengan pelindung pada bagian-bagian yang berbahaya .3. 7.SNI 8028-1:2014 : : : : B.go. . 10.Data hasil pengamatan kualitas bahan awal Dimensi daun atsiri (mm) Dimensi ranting atsiri (mm) Panjang Panjang Kadar air %) Ulangan Lebar Diameter 1. 5..bsn. Rata-rata SD CV(%) Tabel B 4 . dst Rata-rata © BSN 2014 10 dari 14 Kelemb aban (%) Suhu tungku/ kompor (oC) Suhu uap (oC) Suhu air pendingin (oC) Tekanan ketel suling (kPa) “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. Dilengkapi/tidak dilengkapi pengukur tekanan ketel (pressure gauge) b. Dilengkapi/tidak dilengkapi pengukur suhu ketel c. 3.id dan tidak untuk di komersialkan” Uji verifikasi perlengkapan meliputi : a.

Rata-rata SD CV(%) © BSN 2014 11 dari 14 Konsumsi bahan bakar (kg/jam) “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.SNI 8028-1:2014 Waktu proses penyulingan (jam) Waktu pengeluaran minyak atsiri (jam) Waktu motor pompa air beroperasi (jam) Bobot daun (kg) Bobot minyak atsiri (kg) Rendemen minyak atsiri (%) Laju penyulingan (kg/jam) Tabel B 5 . 4.bsn.id dan tidak untuk di komersialkan” Tabel B 5 . 3. 5.Data hasil pengamatan konsumsi bahan bakar Ulangan Bobot bahan bakar awal (kg) Waktu pembakaran (menit) 1.Data unjuk kerja mesin penyuling atsiri Pemakaian bbm (liter) . Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www. 2.go.

Selanjutkan. mirip sistem penyulingan dengan air. hanya saja antara daun nilam dan air dibatasi saringan berlubang. Cairan (campuran air dan minyak) yang menetes ditampung. Daun nilam diletakkan di atas saringan. sementara air berada di bawahnya. Uap air yang keluar dialirkan lewat pipa menuju kondensor hingga mengalami proses kondensasi. Penyulingan uap langsung adalah proses penyulingan dimana bahan tidak kontak langsung dengan air maupun api. uap bertekanan tinggi dialirkan dari ketel perebus air ke ketel berisi daun atsiri (ada dua ketel). Penyulingan dengan air/direbus adalah proses penyulingan dimana daun atsiri kering dimasukkan dalam ketel berisi air dan dipanasi. b.go.id dan tidak untuk di komersialkan” Lampiran C (informatif) . dilakukan proses pemisahaan sehingga diperoleh minyak atsiri murni. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www. Penyulingan uap tidak langsung/dikukus adalah proses penyulingan. c.SNI 8028-1:2014 Sistem/proses penyulingan a. Uap berubah menjadi air. kemudian uap yang keluar dialirkan lewat pipa yang terhubung dengan kondensor (pendingin).bsn. © BSN 2014 12 dari 14 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. Prinsipnya. Air yang sesungguhnya merupakan campuran air dan minyak itu akan menetes di ujung pipa dan ditampung dalam wadah. selanjutnya dipisahkan untuk mendapatkan minyak atsiri.

3 min.8 – 5.05 – 2 1. 0. 1.85 min. Penebar Swadaya. 7.67 – 4.44 – 2 min.9 – 3. 1.53 min.8 min. 6 min.SNI 8028-1:2014 (normatif) Rendemen dan waktu penyulingan beberapa jenis minyak atsiri yang dapat diproses dengan sistem kukus Tabel D1 .59 Waktu penyulingan 16-20 jam 16-20 jam 8-12 jam 30-40 jam 30-40 jam 8-12 jam 8-12 jam 8-12 jam 8-12 jam 6-8 jam 3-6 jam 12-20 jam 4-6 jam 18-20 jam 36-48 jam 36-48 jam 3-5 jam 6-8 jam 18-24 jam 4-6 jam 3-6 jam 8-10 jam 8-10 jam 3-6 jam 3-6 jam 6-8 jam 3-4 jam 3-6 jam Sumber : “Memproduksi 15 Minyak Asiri Berkualitas”.id dan tidak untuk di komersialkan” Lampiran D .7 12 – 15 20 – 30 1. 1.53 1.7 – 1 min. 1. 4.8 6.3 0. 1.48 min.Rendemen dan waktu penyulingan beberapa jenis minyak atsiri yang dapat diproses dengan sistem kukus Bahan baku Bunga cengkeh Gagang cengkeh Daun cengkeh Biji pala Fuli pala Jahe Kunyit Temulawak Kencur Adas Kayu putih Akar wangi Kulit manis Masoy Cendana Gaharu Serai wangi Daun nilam Ylang-ylang Selasih Maleleuka Lada hitam Lada putih Daun sirih Daun klausena Jeringau Daun jeruk purut Kapulaga Rendemen (%) 15 – 17.0) 2. 0.7 – 1. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www.bsn.6 min.12 – 0.go. 1 min. 2.42 2 – 3. 2009 © BSN 2014 13 dari 14 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.89 min.19 2-3 min.44 min.2 0.64 0.8 – 8 2. Rohim Armando dan Ariful Aman.02 (2.13 – 2 1.

“Memproduksi 15 Minyak Asiri Berkualitas”. Minyak pala. Penebar Swadaya. http://anekaplanta/wordpress. Minyak nilam. SNI 2385. 2008. Minyak kulit kayu manis.go. Minyak jahe. SNI 4267. Minyak kayu putih. Minyak sereh.id dan tidak untuk di komersialkan” Bibliografi .com. Ditjen PPHP. Feryanto. Rohim dan Ariful Aman. 2006. Plantus. SNI 3953. Farel H. SNI 1312. 2010. Laporan pengujian Balai Pengujian Mutu Alat dan Mesin Pertanian.bsn. “Mesin Penyuling Minyak Atsiri”. SNI 3734. SNI 2388. Buletin Utama. SNI 4374. Minyak gandapura.com. Volume 10 No. httpa://ferry-atsiri. Minyak bunga cengkeh. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www. Minyak gagang cengkeh. 1 : 38-42. Kementerian Pertanian tahun 2010–2011. “ Proses Penyulingan Atsiri”. Napitupulu.SNI 8028-1:2014 Armando. SNI 3782. “Modifikasi Ketel Penyuling Atsiri Untuk Mempersingkat Waktu Penyulingan”. SNI 3954. 2009. © BSN 2014 14 dari 14 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.blogspot.