You are on page 1of 10

Ketatanegaraan Indonesia Sebelum & Sesudah

Amandemen UUD 1945
Negara adalah suatu organisasi yang meliputi wilayah, sejumlah rakyat, dan
mempunyai kekuasaan berdaulat. Setiap negara memiliki sistem politik (political
system) yaitu pola mekanisme atau pelaksanaan kekuasaan. Sedang kekuasaan
adalah hak dan kewenangan serta tanggung jawab untuk mengelola tugas tertentu.
Pengelolaan suatu negara inilah yang disebut dengan sistem ketatanegaraan.
Sistem ketatanegaraan dipelajari di dalam ilmu politik. Menurut Miriam
Budiardjo (1972), politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu negara
yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari negara itu dan
melaksanakan tujuan-tujuan tersebut. Untuk itu, di suatu negara terdapat kebijakankebijakan umum (public polocies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian
atau alokasi kekuasaan dan sumber-sumber yang ada.
Di Indonesia pengaturan sistem ketatanegaraan diatur dalam Undang-Undang
Dasar 1945, Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Daerah.
Sedangkan kewenangan kekuasaan berada di tingkat nasional sampai kelompok
masyarakat terendah yang meliputi MPR, DPR, Presiden dan Wakil Presiden,
Menteri, MA, MK, BPK, DPA, Gubernur, Bupati/ Walikota, sampai tingkat RT.
Lembaga-lembaga yang berkuasa ini berfungsi sebagai perwakilan dari suara
dan tangan rakyat, sebab Indonesia menganut sistem demokrasi. Dalam sistem
demokrasi, pemilik kekuasaan tertinggi dalam negara adalah rakyat. Kekuasaan
bahkan diidealkan penyelenggaraannya bersama-sama dengan rakyat.
Pada kurun waktu tahun 1999-2002, Undang-Undang Dasar 1945 telah
mengalami empat kali perubahan (amandemen). Perubahan (amandemen) UndangUndang Dasar 1945 ini, telah membawa implikasi terhadap sistem ketatanegaraan
Indonesia. Dengan berubahnya sistem ketatanegaraan Indonesia, maka berubah
pula susunan lembaga-lembaga negara yang ada.
Berikut ini akan dijelaskan sistem ketatanegaraan Indonesia sebelum dan
sesudah Amandemen UUD 1945.

·

Sebelum Amandenen UUD 1945
Sebelum diamandemen, UUD 1945 mengatur kedudukan lembaga tertinggi
dan lembaga tinggi negara, serta hubungan antar lembaga-lembaga tersebut.
Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi, kemudian kedaulatan rakyat
diberikan seluruhnya kepada MPR (Lembaga Tertinggi). MPR mendistribusikan
kekuasaannya (distribution of power) kepada 5 Lembaga Tinggi yang sejajar

. Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).kedudukannya. bersatu. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Presiden. dapat diuraikan sebagai berikut: · Pembukaan UUD 1945 Bahwa sesungguhnya Kemerdekaaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu. berdaulat. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Jika Pembukaan UUD 1945 ini dirubah. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. maka secara otomatis tujuan dan dasar negara pun ikut berubah. maka Rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. Kemanusian yang adil dan beradab. maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Adapun kedudukan dan hubungan antar lembaga tertinggi dan lembagalembaga tinggi negara menurut UUD 1945 sebelum diamandemen. yaitu Mahkamah Agung (MA). adil dan makmur. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Pembukaan UUD 1945 tidak dapat dirubah karena di dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat tujuan negara dan pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia.

MPR diberi kekuasaan tak terbatas (Super Power). Hasil pemeriksaan itu disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. lingkungan peradilan militer. mengajukan rancangan UndangUndang [pasal 21 (1)]. fungsi anggaran dan pengawasan. Anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah. UUD 1945 tidak menyebutkan dengan jelas bahwa DPR memiliki fungsi legislasi. karena “kekuasaan ada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR” dan MPR adalah “penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia” yang berwenang menetapkan UUD. · MA Mahkamah Agung (disingkat MA) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Konstitusi dan bebas dari pengaruh cabang-cabang kekuasaan lainnya. Menurut UUD 1945. Memberikan persetujuan atas PERPU [pasal 22 (2)]. BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri.· MPR Sebelum perubahan UUD 1945. dan diresmikan oleh Presiden. GBHN. lingkungan peradilan tata usaha negara. Pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945 menetapkan bahwa untuk memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan Undang-Undang. · Presiden . lingkungan peradilan agama. mengangkat presiden dan wakil presiden. Mahkamah Agung membawahi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum. dan Memberikan persetujuan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara [pasal 23 (1)]. · DPR Tugas dan wewenang DPR sebelum amandemen UUD 1945 adalah memberikan persetujuan atas RUU [pasal 20 (1)]. · BPK Badan Pemeriksa Keuangan (disingkat BPK) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. kedudukan MPR berdasarkan UUD 1945 merupakan lembaga tertinggi negara dan sebagai pemegang dan pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). dan Mahkamah Konstitusi (MK). ü Presiden selain memegang kekuasaan eksekutif (executive power). yaitu Presiden. serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. Sistem ketatanegaraan Indonesia sesudah Amandemen UUD 1945. .ü Presiden memegang posisi sentral dan dominan sebagai mandataris MPR. dapat dijelaskan sebagai berikut: Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD. HAM. UUD memberikan pembagian kekuasaan (separation of power) kepada 6 lembaga negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. · Sesudah Amandemen UUD 1945 Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). ü Tidak ada aturan mengenai batasan periode seseorang dapat menjabat sebagai presiden serta mekanisme pemberhentian presiden dalam masa jabatannya. juga memegang kekuasaan legislative (legislative power) dan kekuasaan yudikatif (judicative power). adanya pasal-pasal yang terlalu “luwes” (sehingga dapat menimbulkan mulitafsir). Mahkamah Agung (MA). kedaulatan rakyat. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). ü Presiden mempunyai hak prerogatif yang sangat besar. ü Presiden menjalankan kekuasaan pemerintahan negara tertinggi (consentration of power and responsiblity upon the president). Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. pembagian kekuasaan. meskipun kedudukannya tidak “neben” akan tetapi “untergeordnet”. tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN. yaitu: fungsi legislasi. Keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan Negara Republik Indonesia. b. yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu. MPR Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. fungsi anggaran.   Posisi dan kewenangannya diperkuat. DPD Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. Mempertegas fungsi DPR. dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. Menghilangkan supremasi kewenangannya. Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. DPR     c. MK. BPK. Proses dan mekanisme membentuk UU antara DPR dan Pemerintah. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU. . DPR. DPD. Susunan keanggotaanya berubah. MA.a.

Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melui pemilu.   . Mahkamah Agung  Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. Mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. lingkungan Peradilan Agama. Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. Berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya. Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.      f. yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)]. menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang. Kewenangan pemberian grasi. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah. BPK     Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD. d.  Dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. hubungan pusat dan daerah. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. e. Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimbangan DPR. lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Presiden  Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. Di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum. Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja.

dan Polri. Setelah amandemen UUD 1945 banyak perubahan terjadi. . memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD. Lembaga pemerintahan yang bersifat khusus meliputi BI. dan Komisi Yudisial. MK. Komnas HAM. dan eksekutif Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa : 1. DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. legislatif. Mahkamah Konstitusi    Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution). TNI. DPD. UU/ Perpu. BPK. baik dalam struktur ketatanegaraan maupun perundang-undangan di Indonesia. 2. Badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan. DPR. Lembaga-lembaga Negara menurut sistem ketatanegaraan Indonesia meliputi: MPR. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. 3. Lembaga khusus yang bersifat independen misalnya KPU. Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. MA. PP. Kepolisian. KPK. Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. dan lain-lain. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif. memutus pembubaran partai politik. Advokat/Pengacara dan lain-lain. Tata urutan perundang-undangan Indonesia adalah UUD 1945. g. Kejagung. Peraturan Presiden dan Perda. Presiden.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). sedang badan yudikatif terdiri atas kekuasaan kehakiman yaitu mahkamah konstitusi (MK) sebagai lembaga baru. MPR RI tidak lagi diberikan sebutan sebagai lembaga tertinggi Negara dan hanya sebagai lembaga Negara. Perlu dijelaskan pula bahwa susunan ketatanegaraan dalam kelembagaan Negara juga mengalami perubahan. Majelis Permusyawaran Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan UUD b. Majelis Permusyawaran Rakyat hanya dapat memberhentikan presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut undang-undang dasar (impeachment). seperti juga. Juga susunan MPR RI telah berubah keanggotaanya. * Mengatur mekanisme pengangkatan dan pemberhentian para pejabat negara. seperti juga DPR. Perubahan (Amandemen) UUD 1945: * Mempertegas prinsip negara berdasarkan atas hukum [Pasal 1 ayat (3)] dengan menempatkan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka. Mahkamah Agung (MA). Lembaga Negara lama yang dihapus adalah dewan Pertimbangan Agung (DPA).Perubahan UUD 1945 ini tidak dilakukan berkali-kali. seperti Hakim. * Sistem konstitusional berdasarkan perimbangan kekuasaan (check and balances) yaitu setiap kekuasaan dibatasi oleh Undang-undang berdasarkan fungsi masing-masing. yang kesemuanya direkrut melalui pemilu. * Setiap lembaga negara sejajar kedudukannya di bawah UUD 1945. DPD. Presiden. penghormatan kepada hak asasi manusia serta kekuasaan yang dijalankan atas prinsip due process of law. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). BPK dan MA. Majelis Permusyawaran Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. yaitu sebagai Badan legislative terdiri dari anggota MPR. Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD. Tugas dan kewenagan MPR RI sesudah perubahan. . * Menata kembali lembaga-lembaga negara yang ada serta membentuk beberapa lembaga negara baru agar sesuai dengan sistem konstitusional dan prinsip negara berdasarkan hukum. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). dan Mahkamah Konstitusi (MK). Perubahan tersebut meliputi 4 tahap. antara lain adanya lembaga Negara yang dihapus maupun lahir baru. Mahkamah Agung (MA). yaitu terdiri atas anggota DPR dan Dewan Perakilan Daerah (DPD). dan Komisi Yudisial (KY) juga lembaga baru. menurut pasal 3 UUD 1945 ( perubahan Ketiga ). yaitu Presiden. DPR. dengan pemisahan kekuasaan. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Badan Eksekutif Presiden dan wakil Presiden. antara lain: v Tahap 1 = tahun 1999 v Tahap 2 = tahun 2000 v Tahap 3 = tahun 2001 v Tahap 4 = tahun 2002 SESUDAH AMANDEMEN KE -4 Sebagai kelembagaan Negara. dan Badan pemeriksa keuangan tetap ada hanya diatur tersendiri diluar kesemuanya/dan sejajar. melainkan hanya satu kali yaitu selama rentang waktu tahun 1999-2002. c. Dalam pasal 1 ayat (2) yang telah mengalami perubahan perihal kedaulatan disebutkan bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar sehingga tampaklah bahwa MPR RI tidak lagi menjadi pelaku/pelaksana kedaulatan rakyat. a. UUD memberikan pembagian kekuasaan (separation of power) kepada 6 Lembaga Negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar.

DPR. PRESIDEN • Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. yaitu: fungsi legislasi. • Keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan Negara Republik Indonesia. hubungan pusat dan daerah. • Mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. • Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN.* Penyempurnaan pada sisi kedudukan dan kewenangan maing-masing lembaga negara disesuaikan dengan perkembangan negara demokrasi modern. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah. E. • Mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. MA. • Menghilangkan supremasi kewenangannya. • Proses dan mekanisme membentuk UU antara DPR dan Pemerintah. • Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu). fungsi anggaran. BPK • Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD. • Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimbangan DPR. • Dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. • Susunan keanggotaanya berubah. yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu. . dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. DPR • Posisi dan kewenangannya diperkuat. • Berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. • Kewenangan pemberian grasi. • Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. DPD • Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. • Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja. C. • Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. • Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. • Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. • Mempertegas fungsi DPR. BPK. B. Tugas Lembaga Tinggi Negara sesudah amandemen ke – 4 : A. MK. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. D. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU. MPR • Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. DPD.

lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). legislatif. • Badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan. H. lingkungan Peradilan Agama. MAHKAMAH AGUNG • Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. KOMISI YUDISIAL • Tugasnya mencalonkan Hakim Agung dan melakukan pengawasan moralitas dank ode etik para Hakim. memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD. menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang. • Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. • Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. G. F. . juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya.• Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melui pemilu. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. Advokat/Pengacara dan lain-lain. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif. • Di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum. dan eksekutif. Kepolisian. MAHKAMAH KONSTITUSI • Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution). DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)]. • Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. memutus pembubaran partai politik.