Rekomendasi Kasus Century Diserahkan ke Fraksi

Lobi kian intensif.
JAKARTA –– Kerja panjang Panitia
IMAM SUKAMTO (TEMPO)

Khusus Angket Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat bisa jadi tak menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi yang bulat. Soalnya, kesimpulan dan rekomendasi atas kasus dana talangan Bank Century itu bakal diserahkan kepada tiap-tiap fraksi. Ketua tim kecil Panitia Angket, Mahfudz Siddiq, mengungkapkan, hingga kemarin tim kecil yang dibuat untuk merumuskan draf pandangan akhir Panitia Angket tidak menghasilkan hal yang substansial. Hasil rapat terakhir tim kecil, menurut Mahfudz, malah mengerucut pada kesepakatan bahwa bagian kesimpulan dan rekomendasi kasus Century akan diserahkan kepada setiap fraksi.“Bagian itu menjadi domain fraksi,”ujar Mahfudz. Selanjutnya, tim kecil Panitia Angket akan menyerahkan draf kesimpulan yang disusun tim ahli kepada setiap fraksi. “Jika setuju sepenuhnya, silakan.” Sebaliknya, kata Mahfudz, “Juga dipersilakan jika ada fraksi yang hanya menyetujui sebagian, atau bahkan menolak sepenuhnya.” Menurut Mahfudz, draf yang dirumuskan tim ahli akan dilaporkan ke rapat pleno Panitia Angket, Senin be-

Mahfudz Siddiq
sok. Rapat akan dilanjutkan pada pandangan akhir fraksi. Jika seluruh fraksi sepakat, draf tersebut akan dibawa ke rapat paripurna DPR. Sebaliknya, jika ada fraksi yang berbeda pendapat, draf akan dibahas kembali di Panitia Angket.“Jika tidak bisa juga, akan dibahas lagi di tim kecil,”ujar Mahfudz. Tanda-tanda bahwa kerja Panitia Angket akan antiklimaks kian terlihat pada rapat penyampaian pandangan fraksi-fraksi di Panitia Angket, Rabu lalu. Panitia Angket, yang awalnya dibentuk, antara lain, untuk mengusut aliran dana penyelamatan Century, seperti lesu darah. Paling banter,fraksi-fraksi hanya menyatakan indikasi pelanggaran pidana umum, pidana korupsi, pidana per-

bankan, dan pidana pencucian uang. Tak ada satu pun fraksi yang menyebutkan nama pejabat yang harus bertanggung jawab dalam bailout Century. Untuk pengusutan aliran dana, hampir semua fraksi sepakat untuk menyerahkannya kepada aparat penegak hukum. Pada saat yang sama, lobi-lobi di antara partai politik berlangsung intensif. Ketua Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, misalnya, kemarin membenarkan adanya pertemuan pentolan partai koalisi di rumah mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarifuddin Hasan.“Lobi-lobi itu jangan diartikan negatif. Yang dibicarakan adalah hal yang baik, bukan persekongkolan,”ujar Suryadharma, yang juga Menteri Agama dalam kabinet Yudhoyono. Dari Istana, Presiden Susilo BambangYudhoyono memberi isyarat bahwa ia yakin tak akan ada pihak yang dikorbankan dalam pengusutan kasus dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun kepada Century itu. Juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Yudhoyono kini percaya bahwa pengusutan di Panitia Angket bukan untuk menjatuhkan seseorang atau kelompok tertentu. “Sehingga semua pihak bisa menerima hasil akhir Pansus,”kata Julian, Jumat lalu. ● EVANA DEWI | EKO ARI WIBOWO | DWI RIYANTO AGUSTIAR

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful