You are on page 1of 40

Clostridium botulinum

Clostridium tetani
Anggota :
Agung Wicaksono
Maria Regina S P M
Natalia Christina D
Eny Listyowati

A102.09.002
A102.09.029
A102.09.034
A102.08.024

u
i
d
i
r
t
s
o
l
C
m
m
u
n
i
l
u
t
o
b
2

KASU
S
Ada Seorang ibu berusia 50 thn
yang bernama Ibu Fransisca nila ,
dibawa ke dokter karena ibu
tersebut mengalami pusing,
mual, muntah, mulut kering, susah
menelan dan pandangan kabur
setelah mengkonsumsi makanan

3

Sejarah

4

Klasifikasi Kingdom: Bacteria Division: Firmicutes Class: Clostridia Order: Clostridiales Family: Clostridiaceae Genus: Clostridium Species: Clostridium botulinum 5 .

Morfolo gi • Bakteri gram positif batang • Bersifat anaerob obligat • Susunan terpisah atau berpasangan • Spora letaknya sub terminal • Berflagel peritrik • Berukuran panjangnya antara 3 μm hingga 7 – 8 μm.2 μm. Lebarnya antara 0. 6 .4 μm hingga 1.

Distribusi 7 .

Toksin dan Antigen 8 .

toksin antigenik (A-G) : 9 .

Ada 3 jenis utama botulisme 10 .

e g o t Pa s a t ni 11 .

12 .

G E J A L A 13 .

Sampel 14 .

Kultur : mengunakan media yang diperkaya darah .Diagnosa Lab • Diagnosa dapat dilakukan dengan mengamati gejala klinis yang terjadi • Direct preparat (pewarnaan gram dan pewarnaan scaeffer fulton ) • Uji serologi ( Elisa ) • Diagnosis : .Toksin : hemaglutinasi pasif atau radioimmunoassay .Hewan percobaan : tikus yang disuntik 15 .

Koloni pada media agar darah anaerob • Berwarna putih abuabu • Bentuk bulat atau tidak beraturan • Biasanya menunjukkan beta hemolisis 16 .

• Pengobatan dilakukan dengan memberikan antitoksin trivalen (A. • Penisilin digunakan untuk mengeradikasi organisme • Penyakit dapat dicegah dengan pemantauan proses secara adekuat pada industri pengolahan makanan dan pengawetan skala rumahan. 17 .B.E) secara intravena dan bantuan ventilasi.

u i d i r t s o l C i n a t e t m 18 .

Teta dibawa ke klinik terdekat dan dokter mendiagnosa mario mengalami tetanus. Mario lalu mencabut kawat tersebut dan mengobati lukanya. kejang. Beberapa hari kemudian mario handoyo mengalami demam. . kram otot. dan kesulitan dalam menelan.Kasus Mario handoyo sedang berjalan didekat rumah tanpa disadari kakinya tertusuk kawat berkarat.

20 .

Klasifikasi Kingdom: Bacteria Division: Firmicutes Class: Clostridia Order: Clostridiales Family: Clostridiaceae Genus: Clostridium Species: Clostridium tetani 21 .

8 x 0.Morfolog i • Bakteri gram positif batang • Susunan terpisah atau berpasangan • Flagel peritrik • Bersifat anaerob obligat • Berukuran 4.5 µ • Spora oval letaknya terminal atau subterminal dengan bentuk seperti stik drum 22 .

Patogenit as 23 .

Toksin 24 .

Penyakit ini biasanya terjadi ketika luka atau lecet sengaja menjadi terkontaminasi dengan spora organisme. dan dalam kondisi anaerob yang menguntungkan (tidak ada oksigen).TETANU S Ganguan infeksi akut dan sering fatal yang ditandai dengan peningkatan tonus otot dan kejang otot episodik. spora berkecambah dan sel-sel vegetatif menghasilkan toksin yang dilepaskan ke dalam interstitial sekitarnya spasi 25 .

TETANUS 26 .

sukar membuka mulut lebar – lebar). •  Kemudian diikuti kaku otot perut • gaya berjalan khas seperti robot 27 . •  rhisus sardonicus (wajah setan) Pada keadaan yang lebih berat terjadi epistothonus (posisi cephalic tarsal). di mana pada saat kejang badan penderita melengkung dan bila ditelentangkan hanya kepala dan bagian tarsa kaki saja yang menyentuh dasar tempat berbaring.Gejala klinis Gejala pertama biasanya • rasa sakit pada luka • diikuti trismus (kaku rahang.

Komplikasi Lainnya 28 .

Sampel pemeriksaan 29 .

Diagnosa didasarkan pada gejala klinis dan riwayat pada cidera Direct preparat ( pewarnaan gram dan pewarnaan scaeffer fulton ) Diagnosa laboratorium: • Kultur • Uji Sensitivitas anti mikroba 30 .

Kultur 31 .

berwarna abu-abu Pinggiran koloni tidak beraturan Elevasi koloni datar Beta hemolitik.Koloni pada media agar darah anaerob • • • • • Koloni transparan. dengan zona yang sempit Koloni dapat menyebar pada seluruh permukaan agar 32 .

Pengujian Sensitifitas Antimikroba  Pengujian sensitivitas antimikroba dilakukan pada isolat Clostridium tetani dengan standar Mc Farland 0.75 mg)  Ofloxacin (5 mg) 33 .25 / 23. Sensitivitas Disc :  Penisilin (10 unit)  Metronidazol (5 mg)  Kloramfenikol (30 mg)  Eritromisin (15 mg)  Trimetoprim / sulfametoksazol (1.1  Inokulasi ke media Willkins Chalgren agar dengan darah domba 7% dan 3% agar.

Pencegahan dan Pengobatan Pengobatan : • Untuk menetralisir racun diberikan imunoglobulin tetanus. Antibiotik tetra siklin dan penisilin diberikan untuk mencegah 34 pembentukan .

F.Perbedaa n spesies Clostridium tetani Clostridium botulinum spora Bulat.B.D.G Gejala klinis Spasme otot reflek Paralisis Syaraf yang diserang Syaraf pusat Syaraf tepi Nama penyakit Tetanus Botulisme Fermentasi gula pada uji biokimia Tidak memfermentasi semua jenis gula Memfermentasi dextrosa 35 . subterminal Toksin Tetanospasmin & Tetanolisin Neurotoksin A.C.E. terminal Lonjong.

Identifikasi Isolat Clostridium botulinum Asal Bogor. Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma.1999. CLOSTRIDIUM BOTULINUM.2002. edisi 23 Ana. Bogor : FMIPA IPB 36 . Departement Of Health And Human Service. CDC ANJA MERYANDINI. International Programmeon Chemical Safety Melnick. Botulism Handbook Epidemiologists.2007. 1998.2009. Resa Dina.Gambaran Epidemiologi Clostridium Tetani.Jawetz dkk. Clinicians And Laboratory Workers.Botulisme.2003.dkk.Daftar Pustaka • • • • • • Maria Dafrosa Yunita. Jakarta : FKM UI Meyer KF dkk. Surabaya WORLDHEALTHORGANIZATION. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta : EGC.

m i r Te h i s a K a 37 .

38 .

39 .

Sebutkan perbedaan C. Nama penyakit.tetani dilihat dari Spora. Sebutkan toksin antigenik yang menyerang pada manusia ! 3. Ada beberapa variasi toksin antigenik pada clostridium botulinum. Sebutkan komplikasi yang dapat terjadi bila pada kasus Clostridium tetani tidak segera diobati ! 4.Senam Otak 1. Fermentasi gula pada uji biokimia ! 40 .botulinum dan C. Sebuatkan sampel yang digunakan untuk mendeteksi toksin pada clostridium botulinum ! 2.