You are on page 1of 13

APPENDISITIS AKUT

Septriani Bukang
Nim 102009086
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Terusan Arjuna No. 6, Jakarta 11510
E-mail: anniebg@yahoo.com

A. Anamnesis
Pada anamnesis, dimulai dengan menanyakan identitas pasien terlebih dahulu.
Identitas pasien terdiri dari nama, alamat, umur, pekerjaan, dan sebagainya. Setelah
itu tanyakan apa yang menjadi keluhan utama pasien tersebut datang. Pada penderita
hepatitis, biasanya yang menjadi keluhan utama pasien datang adalah demam disertai
mual dan muntah. Setelah itu tanyakan mengenai riwayat penyakit sekarang.
Tanyakan sejak kapan demamnya sudah mulai muncul dan sudah berapa lama.
Tanyakan apakah suhu tubuhnya mendadak meningkat atau perlahan-lahan. Selain itu
tanyakan juga apakah pasien merasa fatique, myalgia, malaise, sakit kepala,
anoreksia, dan nausea. Jika keluhannya disertai muntah, tanyakan apakah muntahnya
disertai darah atau tidak. Selain itu tanyakan juga bagaimana konsistensi, warna, dan
bau tinjanya. Tanyakan apakah kulitnya pasien menjadi lebih kuning. Pada penderita
hepatitis biasanya disertai gejala ikterus, dimana kulitnya akan menjadi lebih kuning.
Tanyakan apakah ada nyeri perut pada kuadran kanan atas, apakah ada bengkak-edem
di kaki, perut membuncit (asites), berat badan turun, dan gatal-gatal. Tanyakan juga
bagaimana warna urinnya. Pada penderita hepatitis biasanya warna urinnya menjadi
gelap seperti air teh. Setelah itu tanyakan riwayat kontak penyakit kuning : keluarga,
lingkungan, sosial ekonomi. Tanyakan riwayat penyakit dahulu, apakah pernah
ikterus, apakah ada riwayat hematemesis atau melena. Selain itu tanyakan riwayat
obat-obatan yang dikonsumsi pasien, riwayat alkoholisme, riwayat minum jamu,
riwayat suntik, dan riwayat transfusi darah.

Dengan menggunakan tangan kiri untuk mengangkat bagian tubuh tersebut ke atas. Pekak hati dapt bergeser ke bawah karena letak diafragma yang rendah pada penyakit paru obstruktif kronik. bukan pada daerah redup). Jika perlu. ingatkan kepada pasien untuk melemaskan tubuhnya pada tanggan anda. pemeriksaan sulit di lakukan. Tempatkan tangan kanan pada sisi kanan abdomen pasien di sebelah lateral muskulus rektus semetara ujung jari jari tangan berada di sebelah inferior tepi bawa . konsistensinya serat nyeri tekan pada hati. Perkusi Ukuran rentang vertical pekak hati pada linea midklavikularis. Rentang pekak hati akan berkurang jika hati mengecil atau jika terdapat udara bebas di bawah diafragma seperti yang terjadi pada perforsi organ berongga. Rentang pekak hati akan bertambah kalau hepar membesar. Pemeriksaan fisik Hati Karena sebagian besar hati ( hepar) di lindungi oleh dinding iga. Di mulai pada ketingian di bawah umbilicus ( pada daerah timpani. Palpasi Letakkan tangan kiri di belakang tubuh pasien dalam posisi sejajar dengan dan menyangga iga ke 11 dan 12 kanan serta jaringan lunak di bawahnya. besar serta bentuk hati dapat di perkirkn melalui perkusi dan mungkin pula palpasi ini. atau di sertai progresivitas hepatitis yang berubah menjadi hepatitis fulminan( keadaan ini lebih jarang di temui).B. perkusi sering menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan keadaan hati yang sebenarnya. anda dapat mengevaluasi permukaan hati. Meskipun perkusi mungkin merupakan metode klinis yang paling akurat untuk memperkirakan ukuran vertical hati. Namun. hati pasien dapat di raba lebih mudah oleh tangan yang lain. Pastiakn hati lokasi bunyi redup yang menunjukkan tepi bawah hati ( margo inferior hepar) pada linea midklavikularis tersebut. Observasi secara serial dapat memperlihatkan pengurangan rentang bunyi redup pada perkusi di daerah hati setelah terjadi resolusi hepatitis atau gagal jantung kongesif. rentangnya tetap normal. Namum. lakukan perkusi ringan kea rah atas menuji daerah hati.

jarang. Selain itu. adalah kurang diagnosa yang spesifik dalam pengaturan sirosis. dan tingkat AST lebih besar dari 500 U / L harus meningkatkan kecurigaan diagnosis alternatif. ini adalah moderat. Bahkan dalam penyakit berat. sebaliknya. Hati yang normal mungkin memberikan rasa sedikit nyeri ketika di tekan. Jika merasakannya. 1 C. Ini adalah kebalikan dari apa yang diamati di sebagian besar penyakit hati lainnya.Sebuah AST / ALT rasio lebih besar dari 1 dapat menyertai sirosis dari setiap penyebab dan.  Tingkat enzim hati - tingkat enzim hati memperlihatkan pola khas. itu - cukup parah untuk memberikan gambaran leukemoid. hati dapat di raba sekitar 3 cm di bawah margo kostalis kanan pada linea midklavikularis. Sebuah AST / ALT rasio lebih besar dari 1 adalah hampir universal pada orang dengan hepatitis alkohol. kendurkan sedikit tekanan yang di lakukan oleh tangan agar hati dapat menyusupdi bawah permukaan ventral jari tangan dan dengan demikian dapat meraba permukaan anteriornya. sedangkan tingkat ALT dalam kisaran referensi atau hanya sedikit meningkat. Biasanya. bagian tepi ahti yang normal akan terasa lunak. namun. Coba untuk meraba bagian tepi hati ketika struktur ini bergerak menyentuh ujung jari jari tangan. Pada kebanyakan pasien. dan anemia moderat dapat diamati.pekak hati. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium  CBC count - Sebuah hitungan CBC umum mengungkapkan beberapa derajat leukositosis neutrophilic dengan bandemia. Trombositosis dapat diamati sebagai bagian dari respon inflamasi. . Alkohol adalah penekan sumsum langsung. Perhatikan tiap nyeri tekan yang terjadi . penggunaan alkohol khas menghasilkan peningkatan yang lumayan dari nilai - MCV. serta teratur dengan permukaan hati yang licin. Minta pasien menarik napas dalam. jika hati pasien dapat di raba sepenuhnya. tajam. Pada saat inspirasi. myelosupresi atau hipertensi portal dengan penyerapan limpa dapat menghasilkan trombositopenia. karenanya. ketinggian tingkat aminotransferase yang sederhana. tingkat AST yang cukup tinggi.

PT. Hipoalbuminemia terjadi karena penurunan fungsi sintetis hati dan hidup bersama - PEM. Tingkat transpeptidase gamma-glutamil terangkat mencolok dengan menggunakan - alkohol.Untuk mendiagnosa sirosis bilier primer. dengan yang terakhir mendominasi.) Gamma globulin . Bilirubinuria biasanya hadir pada pasien yang - icteric. Hiperbilirubinemia biasanya campuran unconjugated dan bilirubin terkonjugasi.Untuk menilai keparahan penyakit hati Antibodi Antimitochondrial .Untuk mendiagnosa primary sclerosing cholangitis Studi Imaging Pencitraan digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit hati lainnya selain hepatitis. ASMA .ALT AST relatif lebih rendah - dibanding pada orang dengan alkoholisme Albumin .Untuk mendiagnosa kolestasis dan penyakit infiltratif AST / oksaloasetat transaminase serum glutamic (SGOT) . meningkatkan - khas lain yang diamati pada orang dengan sirosis Waktu prothrombin waktu setelah vitamin K . .Untuk menilai keparahan dari luka hati (infeksi HIV dan kekurangan gizi - dapat mengacaukan ini. Tingkat lebih besar dari 500 U / L terjadi pada sebagian kecil pasien. tingkat yang lebih tinggi tidak ada nilainya dalam membedakan antara alkoholisme sederhana dan hepatitis alkohol. dan tingkat bilirubin.ketinggian Besar sugestif dari hepatitis autoimun. Tingkat keparahan hiperbilirubinemia dan koagulopati mencerminkan tingkat - keparahan hepatitis alkohol dan nilai prognosis.Untuk mendiagnosa - penyakit hepatoseluler dan menilai perkembangan penyakit ALT / serum glutamat piruvat transaminase (SGPT) . Sementara nilai normal membantu untuk mengecualikan alkohol sebagai penyebab penyakit hati.2  Tes fungsi hati - tes fungsi hati yang umum meliputi kadar albumin. Alkaline fosfatase . tetapi kelainan sebesar ini menyarankan suatu proses hidup berdampingan obstruktif infiltrasi atau empedu.- peningkatan tingkat Alkali fosfatase biasanya ringan pada orang dengan hepatitis alkohol. setelah diagnosis dapat dibuat.

dan tumor primer dan sekunder.  - Transjugular biopsi hati Jika informasi biopsi dianggap penting dan risiko dari biopsi percutaneous muncul berlebihan. dan saluran empedu dapat divisualisasikan tanpa suntikan kontras.  Percutaneous biopsi hati - Biopsi perkutan dapat dilakukan di samping tempat tidur oleh dokter yang - berpengalaman. Studi Imaging jarang diperlukan untuk diagnosis hepatitis alkohol. pemeriksaan ultrasonografi perut biasanya cukup untuk mengecualikan kemungkinan ini.  Ultrasonografi - Secara umum. CT scan: CT scan dapat membantu mendeteksi lesi hati fokal 1 cm atau lebih besar dan beberapa kondisi menyebar. splenomegali. MRI: MRI menyediakan resolusi kontras yang sangat baik. biasanya pencernaan atau hepatologist sebuah. hati pada pasien dengan hepatitis alkohol muncul membesar dan - difus hyperechoic. Fitur sugestif hipertensi portal yg hidup berdampingan dan / atau sirosis termasuk - adanya varises. dan ascites. Ultrasonografi juga membantu dalam batu empedu tidak termasuk. tapi mungkin bisa berguna dalam menetapkan diagnosis. panduan ultrasonografi Real-time mungkin diinginkan untuk pemilihan mengoptimalkan - situs biopsi dan untuk mengurangi risiko komplikasi. Biasanya. vena hepatik.Penyakit kuning dengan demam dapat disebabkan oleh batu empedu menghasilkan primary. dan tidak termasuk penyebab lain dari penyakit hati. dan tersedia luas. dan neoplasma hati atau empedu. Namun. hemangioma. Hal ini juga dapat digunakan untuk memvisualisasikan - struktur yang berdekatan di perut. tetapi mereka dapat berguna dalam termasuk penyebab lain dari penyakit hati. kolangiografi mungkin diperlukan. penyumbatan saluran empedu. pendekatan alternatif untuk melakukan biopsi angiographically melalui kateter dilewatkan ke dalam vena hepatik bawah bimbingan fluoroscopic.  Biopsi hati: Hal ini tidak selalu diperlukan dalam evaluasi hepatitis alkohol. ultrasonografi real-time adalah studi disukai karena itu adalah murah. dalam menentukan ada atau tidaknya sirosis. Vena portal. Pada . Hal ini dapat digunakan untuk mendeteksi kista. biopsi harus dihindari dengan adanya trombositopenia berat atau koagulopati karena risiko yang serius (mungkin fatal) perdarahan. - noninvasif. jika batu ditemukan - atau demam berlanjut. Pada ultrasonograms.

Pada hepatitis alkoholik dan sirosis. Ada 2 bentu hepatitis kronik.prinsipnya. dan antiproliferatif. Diagnosis hanya dapat di pastikan dengan pemeriksaan biopsi dan gambaran PA. selama 6 bulan. . pengukuran tekanan diperoleh dengan kateter terjepit mundur dalam cabang vena hepatik akurat mencerminkan tekanan vena portal.3  Hepatitis Imbas Obat Zat kimia dari obat dapat menimbulkan masalah yang sama dengan reaksi akibat infeksi hepatitis. Obat ini adalah suatu protein seluler stabil dalam asam yang di produksi oleh sel tubuh kita akibat rangsangan virus atau induksi beberapa mikroorganisme. asam nukleat. Namun beberapa kasus dapat berkembang menjadi masalah hati serius jika kerusakan hati (liver) sudah terlanjur parah. Gejala dapat terdeteksi dalam waktu 2 hingga 6 minggu setelah pemberian obat. mitogen. yaitu: - Hepatitis kronik persisten Hepatitis kronik aktif Sangat penting untuk membedakan 2 bentuk tersebut sebab yang di sebut pertama mempunyai prognosis yang baik dan akan sembuh sempurna. tidak menyembuh secara klinis atau laboratorium atau pada gambaran patologi anatomi. antigen. risiko perdarahan harus dikurangi karena situs tusukan yang terkandung - dalam sistem vena. dan polimer sintetik. Diagnose Pembanding  Hepatitis kronik Di katakana hepatitis kronik bila penyakit menetap.3 Penatalaksanaan Obat yang di nilai bermanfaat untuk pengobatan hepatitis kronik adalah interferon ( IFN ). Pada sebagian besar kasus.2 D. imunomodulasi. Pada saat biopsi hati transjugular. hepatitis kronik aktif umunya berakhir menjadi serosis hepatis. angiographer dapat menentukan gradien tekanan - transhepatic vena. Interferon mempunyai efek antivirus. gejala hepatitis menghilang setelah pemberian obat tersebut dihentikan.

Oleh karenanya ’ rimfapisin hepatitis’ yang pernah yang pernah di laporkan pertama kali tidak di pandang tepat lagi. arsen. Jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan. Namun jika dikonsumsi secara berlebihan parasetamol dapat menyebabkan kerusakan hati (liver) yang cukup parah bahkan kematian.Obat-obatan yang cenderung berinteraksi dengan sel-sel hati (liver) antara lain halotan (biasa digunakan sebagai obat bius). bakteri komerisal kemudian berkembang biak. Penyebab lain adalah . Pada binatang percobaan bila Rifampisin di berikan tungga walaupun dengan dosis tinggi tidak terjadi keadaan hepatotoksisitas. Rimfapisin mempunyai efek perangsang ensim. Sumbatan batu empedu pada duktus sistikus menyebabkan distensi kandung empedu dan ganguan aliran darah dan limfe.etambutol. sehingga bila di gabung dengan Isoniasid akan menyebabkan sifat hepatotoksisitas isoniasid bertambah berat. dan tioasetazon. isoniasid (antibiotik untuk TBC).  Kolesistitis Akut Kolesistitis akut adalah reaksi inflamasi akut dinding kandung empedu. Untuk memperluas cakupan pengobatan dan mencegah resistensi sering di berikan pengobatan gabungan 3 atau 4 macam obat. parasetamol merupakan obat yang aman. Penyakit Hati Akibat Obat Anti Tuberkulosis Pada pada waktu akhir-akhir ini pemberantasan TBC paru telah di laksanakan dengan pemberian antibakterisidal antituberkulosis. metildopa (obat anti hipertensi). Rifampisin. Yang menyebabkan hepatotoksisitas adalah Isoniasid sebab itu di kenal Isoniasid hepatotoksisitas. Umumnya kolesistitis di sebabkan oleh batu empedu. tembaga dan vinil klorida. Rifampisin 450/600/mg/sehari. Pemakaian obat untuk pengobatan TBC paru yaitu Isoniasid.5% untuk SGOT dan 25 % untuk SGPT. karboijn tetraklorida. fenitoin dan asam valproat (obat anti epilepsi) dan parasetamol (pereda demam). piranzamid. etambutol 1gr/hari selamam pengobatan 3 bulan di lihat adanya kenaikan 38. Selain obat-obatan ada beberapa jenis polutan yang dapat merusak sel-sel hati (liver) yaitu alfatoksin.

mual. falciparum. Pada malaria tertian. - Splenomegali Splenomegali merupakan gejala khas malaria kronik. Yang khas yaitu nyeri yang menjalar ke bahu atau subskapula. dan menjadi keras karena timbunan pigmen eritrosit parasit dan jaringan ikat yang bertambah . salmonella typhosa. nyeri tekan di sertai tanda-tanda peritonitis local. kadang. coli. Deman akan mereda secara bertahap karena tubuh dapat beradaptasi tertahap karena tubuh dapt beradaptasi terhadap parasit dalam tubuh dan ada respons imun.Anemia Derajat anemia tergantung pada spesies penyeb. Gejala dan tanda yang dapat di temukan adalah: - Demam. puncak demam (2-6 jam). dan berkeringat ( 2 .kuman-kuman seperti E. Tiap serangan di tandai dengan beberapa serangan deman periodic. Demam khas malaria terdiri dari 3 stadium yaitu menggigil (15menit-1 jam). menghitam. Deman dan ikterus ( bial terdapat batu di dukteus koledokus sistikus) Gejala nyeri perut bertambah bila makan banyak lemak.enzim pancreas. dan muntah. Limpa mengalami kongesti. Tanda Murphy terjadi bila inspirasi maksimal berhenti pada penekanan perut ke atas.3  Malaria Pada anamnesis di tanyakan gejala penyakit dan riwayat berpergian ke daerah endemic malaria. atau karena pengaruh enzim. Manifestasi klinis - Ganguan pencernaan. Pada pemeriksaan fisik di dapati tanda tanda local seperti nyeri tekan dan defans muscular.kadang hanya rasa tidak enak di epigastrium.kadang kandung empedu yang membengkak dan di selubungi omentum dapt teraba. Demam periodic yang berkaitan dengan saat pecahnya skizon matang. yang paling berat adalah anemia karena p.4 jam). pematangan skizon tiap 48 jam maka periodisitas demamnya setiap hari ke 3. sedangkan malaria kuartana pematangnya tiap 72 jam dan periodisitas demamnya tiap 4 hari. Nyeri perut kanan atas atau kadang. cacing askaris. Anemia di sebakan oleh .

Tingkat keparahan hepatitis bervariasi. namum sensivitas terhadap alcohol beragam pada setiap orang (8 g atau 1o ml = 1 unit etanolterdapat dalam setangah pint bir 3. Eritrosit normal tidak dapat hidup lama 3. Karena di dalam tubuh.1. Diagnose Kerja Hepatitis Akut akibat Alkoholik Alkohol sangat dapat menyebabkan kerusakan sel-sel hati (liver). Komsumsi alcohol dalam jumlah sedang berhubungan dengan penurunan morta litas di bandingkan dengan tidak minum sama sekali atau minum sampai mabuk . Hepatitis dapat berlangsung singkat (akut) kemudian sembuh total. umum di temukan ikterus demam dan asites. lemas.6 unit alcohol. Sejumlah zat kimia tersebut bersifat racun yang menyebabkan kerusakan sel-sel hati (liver). E. alkohol akan terpecah-pecah menjadi zat-zat kimia lain. Keluhan yang umum dirasakan penderita adalah mual. Hepatitis alcohol dengan kerusakan hepato seluler perivenula (zona 3).5% dengan volume 125 ml mengandung 1.4 Pada fase awal. Gangguan pembentukan eritrosit karena depresi eritropoesis dalam sumsum - tulang. segelas anggur atau satu ukuran minuman keras ). Segelas anggur 12. penderita penyakit hepatitis belum merasakan gejala yang spesifik. Namun dapat pula berkembang menjadi masalah menahun (kronis). mulai dari kondisi yang dapat sembuh sendiri secara total. muntah. hingga gagalnya fungsi hati (liver). Penghancuran eritrosit yang berlebihan 2. tidak nafsu makan. stamina menurun dan kebutuhan akan tidur meningkat. Ikterus Di sebabkan karena hemolisa dan ganguan hepar. Kerusakan . hepatitis akut berlangsung dalam periode 1 hingga 2 bulan. Nafsu makan yang buruk dan nyeri ulu hati sering dijumpai pada hepatitis akut atau hepatitis kronis yang telah berkembang menjadi sirosis (cirrhosis). Minum kelebihan 3 unit alcohol setiap hari bisa meningkatkan mortalitas. Serangan hepatitis akut dapat terjadi tiba-tiba tanpa gejala awal atau bertahap. kondisi yang mengancam jiwa. hialin Mallory dan infiltrate sel peradangan . mudah lelah. menjadi penyakit menahun.6%. Gejala-gejala tersebut di atas juga biasa disertai dengan demam. Biasanya.

Di Amerika Serikat saja. terutama di saluran portal. Hepatosit menunjukkan balon dengan nekrosis. Mallory badan merupakan ciri khas dari hepatitis alkohol. Epidemiologi  Amerika Serikat Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum penyakit hati serius di masyarakat Barat. kulit dan bagian putih mata berwarna kuning. dan. penyakit hati alkoholik mempengaruhi lebih dari 2 juta orang (yaitu sekitar 1% dari populasi). Focal akumulasi dari leukosit PMN. fibrosis perivenular. tetapi mereka tidak selalu hadir dalam penyakit ini. Inklusi hialin eosinofilik disebut tubuh Mallory dapat diamati di sitoplasma perinuclear. kadang-kadang. Perut bagian atas membesar dan penurunan berat badan juga biasa dialami penderita penyakit hepatitis. Gejala fisik yang mudah terlihat adalah urine berwarna gelap. feses berwarna putih.akibat hepatitis akut biasanya hanya mengenai sebagian kecil jaringan hati saja. Namun jika daya tahan tubuh pasien dalam keadaan buruk hepatitis akut dapat mengancam jiwa. Dengan mikroskop elektron. dan sirosis jujur biasanya hidup berdampingan dengan hepatitis alkohol E. seperti yang ditunjukkan di bawah ini. tidak diketahui karena pasien tidak menunjukkan gejala dan tidak pernah mencari perhatian medis. mereka dapat diamati dalam berbagai gangguan lain. tercatat di daerah cedera. Pada hepatitis alkohol.  Ras .Prevalensi sebenarnya dari hepatitis alkohol. cedera bersifat paling menonjol dalam centrilobular (perivenular) area (zona 3 dari Rappaport). tubuh Mallory dapat diamati terdiri dari rumpun urat saraf yang histochemically diidentifikasi sebagai filamen intermediate. Limfosit juga mungkin ada. Macrovesicular steatosis. terutama bentuk-bentuk yang lebih ringan. sedangkan kuku.

9 kali tingkat perempuan kulit putih. dan hepatitis alkohol berkembang lebih cepat pada wanita dibandingkan pada pria.Lower mukosa konten ADH lambung pada wanita telah disarankan untuk mungkin menyebabkan clearance pertama-pass kurang alkohol dalam lambung. khususnya di kalangan penduduk asli Amerika. Mungkin pengaruh hormonal pada metabolisme alkohol atau prevalensi lebih tinggi kelainan imunologi bertanggung jawab atas perbedaan dijelaskan dalam prevalensi kerusakan hati alkoholik antara laki-laki dan perempuan. Perempuan mengembangkan hepatitis alkohol setelah jangka waktu yang lebih singkat dan jumlah yang lebih kecil dari penyalahgunaan alkohol daripada pria. 1. prevalensi sejajar dengan prevalensi penyalahgunaan etanol dalam populasi. Selanjutnya. Sebuah prevalensi lebih tinggi autoantibodies telah ditemukan di sera betina beralkohol dibandingkan dengan pria alkoholik.7. Sampai saat ini. Minimum etanol diperkirakan konsumsi harian yang diperlukan untuk pengembangan sirosis adalah 40 g untuk pria dan 20 g untuk wanita yang lebih tua dari 15-20 tahun. Tingkat laki-laki kulit putih hepatitis alkohol adalah 1. dengan kejadian puncak pada individu berusia 20-60 tahun F. tidak ada faktor tunggal yang dapat menjelaskan kerentanan perempuan ini meningkat menjadi kerusakan hati alkoholik. Etiologi . sejak tahun 1960-an. alkoholisme dan penyakit hati alkoholik lebih sering terjadi pada kelompok-kelompok minoritas.Meskipun tidak ada kecenderungan genetik dicatat untuk setiap ras tertentu. namun secara klinis mereka dipertanyakan. angka kematian hepatitis alkoholik dan sirosis secara konsisten jauh lebih besar bagi penduduk kulit putih daripada populasi putih.Demikian juga.  Umur Alkohol hepatitis dapat berkembang pada usia berapa pun. Namun. tingkat kelangsungan hidup 5 tahun adalah sekitar 30% untuk wanita dibandingkan dengan 70% untuk laki-laki. untuk pasien yang terus minum setelah diagnosis penyakit hati alkoholik.  Jenis kelamin Perempuan lebih rentan daripada laki-laki terhadap efek merugikan dari alkohol.

kerusakan hati terjadi bila dalam sehari mengkonsumsi sebanyak 2 ons alkohol murni. berawal dari traktur portal dan / atau venula hepatic terminalis dig anti dengan jaringan ikat fibrosa. orang yang secara rutin mengkonsumsi alkohol tanpa makan yang memadai. seperti metabolism lemak. Sedangkan pada laki-laki. Penatalaksanaan Penatalaksanaan berhenti secara total mengkonsumsi alcohol merupakan satu-satunya terapi yang efektif dan rujukan psikiatrik dapat membantu. sehingga terjadi  cedera hepatosit dan reaksi radang Alcohol merangsang sintesis kolagen pada hepar.Penyakit hati alkoholik sering terjadi dan merupakan masalah kesehatan yang bisa dicegah. Patogenesis Alkohol menyebabkan cedera hepar melalui berbagia mekanisme:  Energy seluler di alihkan dari jalur metabolik esensial.568 liter) tiaphari selama 5 tahun mempunyai resiko terhadap timbulnya serosis. Dalam . ke  metabolisme alcohol sehingga lemak terakumulasi pada sel hepar Alcohol pada kadar yang tinggi merupakan sitotoksik langsung. Tetapi banyaknya alkohol yang dapat merusak hati. dan berakhir dengan terjadinya regenerasi noduler sel hepar. menurunkan nafsu makan dan menyebabkan buruknya penyerapan zat-zat makanan karena efek racunnya pada usus dan pankreas. H. akan mengalami kekurangan gizi. bervariasi pada setiap orang. Kerusakan hati pada wanita lebih jelas terlihat daripada pada laki-laki. kerusakan hati terjadi bila sehari minum sebanyak 2/3 ons alkohol murni. Di 120 gralkohol ( misalnya 2 botol anggur atau 2/3 botol minuman keras atau 8 pint bir ( 1 pint = 0. melanjut ke fibrosis dan bahkan sirosis Cedera alkoholik hepar menimbulkan kerusakn arsitektur hepar yang ireversibel. ini merupakan sirosi hepar. Alkohol menyediakan kalori tanpa zat gizi yang penting. Secara umum. Pada wanita yang mengkonsumsi alkohol selama bertahun-tahun. jumlah alkohol yang dikonsumsi (berapa banyak dan berapa sering). Resiko tersebut setara dengan pada wanita yang mengkonsumsi sebanyak 90 gr tiap hari. G. Sebagai akibatnya. menunjukkan resiko dan derajat kerusakan hati.

hepatitis alcohol.kortikostreroid misalnya prenisolon 40mg/hr dapat bermanfaat pada pasien dengan kolestasis yang nyata. tetapi perbaikan kelangsungan hidup masi di ragukan. Obat oabat antitiroid mis. Prognosis Tergantung pada stadium penyakit dan kelanjutan asupan alcohol. Propiltiourasil telah terlihat dalam bebrapa percobaan dapat bermanfaat pada hepatitits alkoholik I.hepatitis alcohol membawa kematian sekitar 20-60% .