Bab Enam: Pengujian Sistem dan Implementasi 6.1 Pendahuluan 6.2 Pengujian Sistem 6.2.1 Unit Testing 6.2.2 Pengujian Integrasi 6.2.

3 Pengujian Penerimaan Pengguna 6.2.3.1 Pengujian Pengguna dan Analisis Kuesioner 6.3 Implementasi Sistem 6.3.1 Pengembangan Sistem 6.3.1.1 Pengkodean 6.3.2 Keamanan Sistem 6.3.3 Implementasi Sistem CW-MSLD 6.4 Ringkasan

6.1 Pendahuluan Bab ini menggambarkan sistem pengujian dan tahapan pelaksanaan. Tahap pengujian melibatkan beberapa modifikasi yg dpt tembus ke tahap desain sistem dan pengujian telah dilakukan untuk meminimalkan kesalahan pemrograman dan sistem. Pada tahap pelaksanaan, sistem persyaratan seperti perangkat keras dan perangkat lunak akan didefinisikan. Selain itu, sistem prototipe antarmuka dan fungsi (modul) akan sepenuhnya menunjukkan kepada pengguna.

6.2 Pengujian Sistem Pengujian sistem adalah tahap yang sangat penting untuk memastikan bahwa semua persyaratan sistem telah dikembangkan tanpa kesalahan. Pengujian sistem dapat dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama disebut pengujian unit atau pengujian komponen dan tes ini dilakukan selama pengembangan sistem. Setiap komponen, modul script atau tes terisolasi dari lainnya komponen atau unit dengan memeriksa masukan dan keluaran.

Tahap kedua disebut pengujian integrasi. Integrasi antara komponen akan diuji dan jika ada kesalahan komponen akan diuji lagi. Tahap ketiga disebut pengujian penerimaan pengguna dan tes ini dilakukan oleh pengguna yang meminta untuk mengembangkan sistem. Tahap ketiga disebut pengujian keamanan. Tahap akhir disebut pengujian penerimaan pengguna dan tes ini dilakukan oleh pengguna yang meminta untuk mengembangkan sistem. 6.2.1 Pengujian Unit Unit testing pengujian berfokus pada modul, script atau komponen yang telah dirancang oleh PHP, JavaScript, atau Rosa Applet. Sebagai contoh, pengembang diuji peta tombol alat fungsionalitas seperti Perbesar di peta atau memperoleh informasi ketika mengklik pada peta dengan menggunakan tombol Identifikasi yang dirancang dengan menggunakan Rosa Applet. 6.2.2 Pengujian Integrasi Setelah unit pengujian telah dilakukan dengan kepuasan untuk setiap komponen atau script, yang pengujian integrasi dimulai untuk memastikan komponen sistem CW- MSLD

bekerja bersama dengan lancar. Kebutuhan fungsional dan non-fungsional diuji dalam tahap ini. Satu contoh untuk pengujian integrasi adalah untuk mencari parcel model dengan memasukkan ID parcel dan jika database GIS parcel diminta, sistem akan menampilkan dan dapat menggunakan data yang diberikan untuk mendaftar baru real estat. 6.2.3 Pengujian Penerimaan Pengguna Pengguna penerimaan pengujian adalah pengujian tahap akhir sebelum Sistem CWMSLD mulai diimplemetasikan oleh pengguna. Potensi pengguna mengevaluasi sistem mengungkapkan kesalahan dan kelalaian dari persyaratan sistem yang didefinisikan dalam tahap awal pengembangan sistem. Total 10 kuesioner yang diberikan di Tripoli Cadastral Office untuk mengevaluasi semua fungsi yang tersedia di sistem. Kuesioner dibagikan kepada para staf pada awal Maret 2007 dan dikumpulkan setelah menguji sistem. Kuesioner yang telah dilengkapi mengungkapkan informasi berharga yang memungkinkan untuk mengevaluasi kebutuhan fungsional dan nonfungsional untuk sistem CW-MSLD. Kuesioner Pengguna Penerimaan ditambahkan dalam lampiran (VII). 6.2.4.1 Pengguna Pengujian dan Analisis Kuesioner Petunjuk ini diserahkan kepada pengguna dengan evaluasi kuesioner setelah pengguna menggunakan sistem. Sistem ini diuji oleh enam pengguna dan analisis dari kuesioner yang telah dilakukan. i) Analisis Evaluasi Antarmuka Pengguna Bekerja dengan antarmuka pengguna dari sistem apapun tergantung pada latar belakang pengguna komputer dan pemahaman tentang lingkungan sistem. Berdasarkan evaluasi, sistem yang ditemukan mudah untuk digunakan. Rating tertinggi rata-rata dari 4,2 menunjukkan bahwa pencarian pada peta untuk mendapatkan informasi yang mudah. Hasilnya diubah menjadi grafik batang pada Gambar 6.1 untuk lebih jelasnya.

Gambar 6.1 Grafik Batang Evaluasi Antarmuka Pengguna Grafik batang pada Gambar 6.2 menunjukkan evaluasi untuk kepuasan antarmuka pengguna. Garfik batang tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa para pemakai puas dengan menggunakan alat bantuan (help tools).

Gambar 6.2 Grafik Batang Kepuasan Antar Muka Pengguna ii) Analisis Evaluasi berkaitan dengan Fitur Gambar 6.3 menunjukkan evaluasi pengujian keakuratan data geografis (peta) sebagai data akurasi adalah bagian terpenting dari aplikasi GIS yang sukses. Grafik batang menunjukkan frekuensi yang baik untuk menguji akurasi untuk area parcel, batas, dan lokasi.

Gambar 6.3 Grafik Batang Peta Keakurasian Evaluasi Hasil analisis yang diperoleh dari fitur-fitur yang tersedia pada sistem digambarkan dalam Tabel 6.1 Tabel 6.1: Fitur-Fitur Yang Tersedia Pada Sistem CW-MSLD

6.3 Implementasi Sistem Implementasi sistem menggambarkan alat-alat pengembangan yang telah digunakan dalam mengembangkan sistem ini. Pedoman untuk menggunakan Sistem CW-MSLD akan diberikan. 6.3.1 Pengembangan Sistem Bagian ini menjelaskan tentang bahasa pemrograman dan alat-alat yang telah digunakan untuk mengembangkan Sistem CW-MSLD. Sistem ini dikembangkan sebagai halaman pemetaan web, memanfaatkan peta server dan PHP sebagai bahasa pemrograman inti teknik. Selain itu, JavaScript dan Rosa Applet telah digunakan untuk membantu sistem antarmuka menjadi lebih menarik dan mudah digunakan. Misalnya, tombol gambar peralatan Rosa Applet yang digunakan alat-alat yang membantu pengguna berinteraksi dengan peta dalam cara yang mudah seperti ZOOM IN, ZOOM OUT ... dll. RDBMS digunakan untuk membangun data atribut untuk sistem ini adalah MySQL dan untuk data peta (data geografis) disimpan dalam tiga jenis file yang berhubungan dengan satu sama lain untuk menghasilkan peta vektor seperti lapisan parcel. Penggabungan antara data atribut dan data peta dilakukan dengan menggunakan teknik server peta. 6.3.1.1 Pengkodean Pengkodean adalah proses desain mengubah pemetaan web untuk sistem informasi cadastral ke dalam instruksi khusus di mana sistem komputer dapat memahaminya dan mengeksekusinya (Gary et al., 2001). Awal pengujian unit dan pengujian integrasi untuk Model prototipe fungsional ini dilakukan setelah setelah menulis kode. Seperti isebutkan dalam Bagian 6.2.1, sistem telah ditulis menggunakan PHP script, MapServer, JavaScript, Rosa Applet dan MySQL database management. Dalam bagian ini, penulis akan menyajikan beberapa bagian dari mapfile. Mapfile mendefinisikan pemetaan koleksi benda-benda yang secara bersama menentukan penampilan dan perilaku peta yang ditampilkan dalam web browser (Kropla, 2005). Dalam potongan kode di bawah ini, baris pertama menetapkan nama peta untuk cis; kata

kunci UNITS menjelaskan peta unit dimana ukuran peta yang ditampilkan dalam pixel didefinisikan dengan menggunakan kata kunci SIZE. Demikian pula, kata kunci EXTENT untuk menentukan sejauh mana seluruh peta (Xmin, Ymin, Xmax, Ymax). Kata kunci IMAGECOLOR pada baris ke 5 mendefinisikan latarbelakang untuk gambar pada peta dan format gambar didefinisikan meggunakan kata kunci IMGETYPE seperti pada baris ke 6. Kata kunci SHAPEPATH pada baris ke 7 menjelaskan MapServer yang digunakan untuk mencari data shpefiles(?).

Dalam potongan kode di bawah ini, garis 94-99 menentukan objek peta permintaan yang menyoroti hasil khusus pada peta gambar ketika query database khusus sehingga pengguna dapat melihat hasil query disorot dengan menggunakan warna yang berbeda. Seperti yang terlihat pada baris 98, permintaanpeta ditandai dengan warna kuning.

Dalam potongan kode berikut, di baris 103 melalui lapisan 131define bungkusan yang dimulai dengan Lapisan kata kunci pada baris 103 dan selesai dengan kata kunci END pada baris 131; kata kunci NAME pada baris 103 set nama parcel yang digunakan di MapServer; METADATA yang didefinisikan dalam baris 105 melalui 108 memungkinkan data yang akan disimpan sebagai nilai nama diakses oleh template file tags baris 129. Sebuah nama layer poligon parcel baris 103 ditentukan pada baris 109 sampai baris 111. Ini mengambil data spasial membentuk sebuah paket bernama shapefile. The "PARCEL_ID" item dalam kumpulan data yang akan digunakan untuk melabeli fitur. Properti label didefinisikan di baris 119 sampai 128 di bawah objek CLASS. Layer style didefinisikan menggunakan objek STYLE di baris 155 sampai 188 yang mengatur pengisian warna dan garis besar warna untuk layer parcel.

6.3.2 Keamanan Sistem Keamanan sistem sangat penting untuk sistem ini terutama ketika sistem berjalan di jaringan lingkungan internet. Pengguna dikelompokkan ke dalam tiga kelompok. Pada level tertinggi adalah administrator sistem dan tingkat kedua atau kelompok adalah manajer dan anggota kelompok yang terakhir adalah staf pengguna yang terdaftar. ID pengguna yang valid dan sandi diperlukan setiap kali pengguna mengakses sistem. Hal ini untuk mencegah pengguna yang tidak sah menggunakan sistem. Model spesifik untuk masing-masing kelompok ini dijelaskan dalam buku petunjuk lampiran di Halaman 106. CW-6.3.3 Pelaksanaan Sistem MSLD Bagian ini menyajikan sistem antarmuka untuk setiap modul dan fungsinya. Sistem sebenarnya memiliki tiga jenis pengguna yang diantaranya: manajer, staf dan administrator. Gambar 6.4 memperlihatkan sistem pohon modul berdasarkan tipe user.

Gambar 6.4 System Modules Tree 6.4 Ringkasan Secara ringkas, bab ini meneliti pengujian sistem dan implementasinya. Menyajikan jenis dasar pengujian yang cocok untuk sistem ini. Pengujian sistem dimulai dengan uji unit, diikuti oleh komponen atau modul pengujian. Selanjutnya, pengujian integrasi antara unit atau komponen dilakukan dan akhirnya pengujian sistem oleh calon pengguna untuk mengevaluasi penerimaan sistem dilakukan. Akhir fase dalam pengembangan

system adalah pengimplementasian di mana petunjuk pengguna (user) untuk modul ditunjukkan langkah demi langkah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful