You are on page 1of 4

1.

Pengukuran Daya Hantar Listrik (DHL)

Mengkalibrasi konduktometer dengan larutan KCl 0,1 N standar.


Memasukkan sampel air sungai ke dalam gelas kimia 100 ml
Mencelupkan elektrode yang sudah dibilas ke dalam sampel air sungai sampai

konduktometer menunjukkan pembacaan yang tetap


Mencatat nilai DHL yang diperoleh
2. Pengukuran pH
Melakukan kalibrasi pH meter dengan menggunakan larutan penyangga standar

pH 4 dan pH 7.
Memasukkan sampel air sungai ke dalam gelas kimia 100 ml
Mencelupkan elektrode yang sudah dibilas ke dalam sampel air sungai sampai

pHmeter menunjukkan pembacaan yang tetap


Mencatat nilai pH yang diperoleh
3. Pengukuran Kadar sulfat
Membuat larutan standar sulfat
Menyaring sampel air sungai sehingga didapatkan filtrat yang jernih
Memipet 25 ml filtrat tersebut ke dalam gelas kimia 100 ml
Menambahkan 0,25 ml conditioning reagent dan 1,25 ml BaCl2 10%
Melakukan pengocokan dengan menggunakan magnetic stirrer selama 1 menit
Mengukur larutan standar dan kadar sulfat dengan Spektrofotometer UV-Vis pada

panjang gelombang 420 nm


Mencatat hasil yang terukur
Membuat kurva kalibrasi dari larutan standar
Menghitung kadar ammonium dengan menggunakan persamaan yang didapat
pada kurva kalibrasi

4. Pengukuran kadar ammonium


Membuat larutan standar ammonium
Menyaring sampel air sungai sehingga didapatkan filtrat yang jernih
Memipet 10 ml sampel kedalam tabung reaksi
Menambahkan 0,5 ml garam signet dan 0,4 ml larutan nesler
Melakukan pengadukan hingga homogen dan terbentuk warna kompleks
Mengukur larutan standar dan kadar ammonium dengan spektrofotometer UV

Vis pada panjang gelombang 425 nm


Mencatat hasil yang terukur
Membuat kurva kalibrasi dari larutan standar
Menghitung kadar ammonium dengan menggunakan persamaan yang didapat
pada kurva kalibrasi

5. Pengukuran kadar nitrit


Membuat larutan standar
Memipet 10 ml sampel kedalam tabung reaksi
Menambahkan 0,2 ml sulfanilic acid dan 0,2 ml nafhtilamin
Melakukan pengocokan dan didiamkan selama 15 menit
Mengukur larutan standar dan kadar nitrit dengan spektrofotometer UV-Vis

pada panjang gelombang 520 nm


Mencatat hasil yang terukur
Membuat kurva kalibrasi dari larutan standar
Menghitung kadar nitrit dengan menggunakan persamaan yang didapat pada
kurva kalibrasi

6. Pengukuran kadar nitrat


Membuat larutan standar
Memipet 5 ml sampel kedalam gelas kimia
Menambahkan 0,5 ml larutan Na-Salisilat
Mengeringkan didalam oven, kemudian dinginkan
Tambahkan 1 ml asam sulfat pekat, dinginkan kemudian tambahkan 7,5 ml

aquadest dan 5 ml Na-K-Tartat


Mengencerkan hingga volume 25 ml
Mengukur larutan standar dan sampel dengan spektrofotometer UV-Vis pada

panjang gelombang 407 nm


Menghitung kadar nitrat yang diperoleh

7. Pengukuran keasadahan total


Memipet 25 ml sampel air sungai kedalam erlenmeyer 250 ml
Menambahkan 10 ml buffer pH 10 dan indikator EBT
Melakukan titrasi dengan menggunakan EDTA sampai terjadi perubahan

warna dari merah anggur menjadi biru jelas


Mencatat volume EDTA yang digunakan
Menghitung nilai kesaahan total

8. Pengukuran kadar kalsium


Memipet 25 ml sampel air sungai ke dalam erlenmeyer 250 ml
Menambahkan 3 ml larutan KOH 10% dan indikator murexide
Melakukan titrasi dengan menggunakan sampai terjadi perubahan warna dari

merah menjadi ungu


Mencatat volume EDTA yang digunakan
Menghitung kadar kalsium

9. Pengukuran Kadar Mangan, Timbal dan Besi

Memipet 25 ml sampel air sungai ke dalam gelas kimia 100 ml


Menambahkan 7,5 ml HNO3
Melakukan pengisatan di atas penangas air sampai mendapatkan volume 10-

15 ml
Mendinginkan larutan tersebut
Menyaring larutan tersebut sehingga didapatkan filtrat yang jernih
Menandabataskan filtrat sampai dengan volume 25 ml dengan aquadest
Melakukan pengukuran kadar mangan dan besi dengan SSA pada panjang

gelombang 279,5 nm, menggunakan gas asetilen


Mencatat hasil yang terukur
Menghitung kadar mangan dan besi pada sampel

10. Pengukuran Kadar Logam Alkali (Litium, Natrium, Kalium)

Menyaring sampel air sungai sehingga didapatkan filtrat yang jernih


Memipet 10 ml filtrat tersebut ke dalam tabung reaksi
Melakukan pengukuran dengan menggunakan alat Kromatografi Ion
Mencatat hasil yang terukur

11. Pengukuran Kadar Klorida

Memipet 25 ml sampel air sungai ke dalam erlenmeyer 250 ml


Menambahkan 3 tetes K2CrO4, 1 tetes HNO3 dan 1 sendok spatula MgO
Melakukan titrasi dengan menggunakan AgNO3 sampai terbentuk endapan

merah bata.
Mencatat volume AgNO3 yang digunakan
Menghitung kadar klorida pada sampel

12. Pengukuran Kadar Bikarbonat

Memipet 25 ml sampel air sungai ke dalam erlenmeyer 250 ml


Menambahkan 3 tetes indikator metil oranye 0,1%
Melakukan titrasi dengan menggunakan HCl sampai terjadi perubahan warna

dari kuning menjadi jingga


Mencatat volume HCl yang digunakan


13.

Menghitung kadar bikarbonat pada sampel