UJI PAKAR (Validitas Isi

)
Perkuliahan Evaluasi Proses
dan Hasil Belajar Kimia

kesahihan atau validitas tes berarti sampai seberapa jauhnya hasil tes yang dipakai untuk tujuan yang dimaksudkan (Gronlund. 1985) • Validitas sebuah tes menyangkut apa yang diukur tes dan seberapa baik tes itu bisa mengukur (Anastasi & Urbina. 1997) .Pengertian Validitas • Dalam arti yang paling umum.

• Validitas isi menunjukkan sejauhmana pertanyaan. tugas atau butir dalam suatu tes atau instrumen mampu mewakili secara keseluruhan dan proporsional perilaku sampel yang dikenai tes tersebut.Validitas Isi (content validity). . Validitas isi dilakukan oleh pakar/panelis dalam bidang yang dimaksud. Artinya tes mencerminkan keseluruhan konten atau materi yang diujikan atau yang seharusnya dikuasai secara proporsional.

• Setelah dilakukan revisi butir soal dari penilaian pakar. metode yang dapat digunakan adalah validitas isi yang dikembangkan oleh Lawshe. yaitu item tertentu adalah relevan (sekor = 3). Metode ini untuk mengukur kesepakatan di antara penilai tentang pentingnya setiap item. Menurut Lawshe. Penyekoran terdiri dari tiga alternatif. selanjutnya dilakukan penilaian panelis . item dianggap tidak penting jika dianggap tidak penting oleh mayoritas panelis. kurang relevan (sekor = 2) atau tidak relevan (sekor = 1) dengan domain yang diukur. Penyekoran ini dilakukan terhadap semua item . Untuk mengukur validitas isi penilaian panelis. Panelis dapat menegaskan lagi validitas isi instrumen yang akan digunakan dalam penelitian.

Formula yang diajukan adalah: CVR = (ne – N/2) / (N/2). . Jika CVR hitung lebih besar atau sama daripada CVR tabel maka item dinyatakan penting atau valid. CVR : Content Validity Ratio ne : Jumlah anggota panelis yang menjawab “penting” N : Jumlah total panelis Nilai CVR hitung kemudian dibandingkan dengan nilai minimum CVR tabel berdasarkan uji signifikansi satu pihak dengan p = 0.05.

37 25 0.75 8 0.42 20 0.99 5 0.99 6 0.78 9 0.49 15 0.54 13 0.56 12 0. Nilai Minimum CVR Berdasarkan Perbedaan Jumlah Panelis pada Uji Satu Pihak dengan p = 0.51 14 0.59 11 0.05 Minimum Acceptable CVR Value Numbers of Panelists 0.Tabel 1.31 35 .62 10 0.33 30 0.99 7 0.

• Kolom A adalah sel yang menunjukkan ketidaksetujuan antara kedua penilai.• Cara lain untuk melihat validitas isi adalah menggunakan formula Gregory. • Kolom B dan C adalah sel yang menunjukkan perbedaan pandangan antara penilai pertama dan kedua (penilai pertama setuju. penilai kedua tidak setuju. B. • Kolom D adalah sel yang menunjukkan persetujuan yang valid antara kedua penilai (judges). • Hasil analisis disimpulkan. Pakar memeriksa butir soal dan kisi-kisi. Hasil penilaian dari pakar setiap aspek dimasukkan ke dalam tabulasi silang (2×2) yang terdiri dari kolom A. Validitas isi adalah kolom D dibagi dengan A+B+C+D. C. atau sebaliknya). dan D. .

Contoh: . Kriteria yang digunakan adalah jika CV (Criteria validitas) > 0. 4.70 maka analisis dapat dilanjutkan. Menuliskan nama pakar yang melakukan penilaian. dan kesesuaian antara pernyataan butir soal dengan pilihan (opsi) jawaban yang disediakan. 2.Penilaian Validitas Isi Oleh Dua Pakar Terhadap Instrumen Tes Hasil Belajar IPA-Kimia Menggunakan Formula Gregory 1. Menentukan aspek yang akan ditelaah. 3. kesesuaian indikator dalam kisi-kisi dengan butir soal. Misalnya aspek yang ditelaah adalah: kesesuaian indikator dalam kisi-kisi dengan kompetensi Dasar/materi. Menentukan relevan atau kurang relevan pada masing-masing-masing butir.

Liliasari Dosen Prodi Pendidikan Kimia UPI Bandung Pendidikan Kimia Penilai 2 Dr.Penilai Nama Penilai dan Jabatan Keahlian Penilai 1 Prof. Dr. Rahmat Sahputra Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Untan Pontianak Kimia .

5. Hasil penilaian kedua rater dimasukkan pada tabel data hasil penilaian rater sebagai berikut : Contoh Aspek 1: Kesesuaian indikator dalam kisi-kisi dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar/materi Tabel Data Hasil Penilaian Rater Rater 1 Rater 2 SR Jenis Tes Tes Hasil Belajar Kimia Skor KR SR Skor Skor Skor Skor 4 3 2 1 4 35 13 2 0 37 KR Skor Skor Skor 3 2 1 9 4 0 .

6. Selanjutnya dibuat tabel tabulasi silang 2 x 2 dengan memasukkan data-data yang sesuai pada setiap sel. Tabel Tabulasi Silang 2×2 Penilai 1 Kurang Relevan (skor 1-2) Penilai 2 Kurang Relevan (skor 1-2) Sangat Relevan (skor 3-4) Sangat Relevan (skor 3-4) (A) 2 item (B) 2 item (C) 0 item (D) 46 item .

92 > 0. koefisien validitas isi secara keseluruhan untuk tes hasil belajar IPA-Kimia = 0.92   Dengan demikian.70. D             =  sel yang menunjukkan persetujuan yang valid antara kedua penilai VI = 46/2+ 2 + 0 + 46 = 0. penilai kedua tidak setuju (kurang relevan). atau sebaliknya.Berdasarkan tabel tabulasi silang 2 x2 di atas. yaitu Content Validity (VI) = VI =   validitas isi A    =   sel yang menunjukkan ketidaksetujuan antara kedua penilai B dan C   =   sel yang menunjukkan perbedaan pandangan antara penilai pertama dan kedua (penilai pertama setuju (sangat relevan). berarti tes ini layak digunakan. selanjutnya hasil penilaian pakar tersebut dimasukkan pada formula validitas isi Gregory.   .