You are on page 1of 1

SEBUAH RELUNG – RELUNG JIWA

Oleh : Bunda Dzakiyah

Sebuah kisah yang tak terlupakan dari seorang hamba.


Ketika jantung mulai bekerja untuk memompa darah ke seluruh tubuh,
Ketika nafas berhembus untuk seluruh kehidupan.

Begitu sederhana ... tapi sangat vital.

Sebuah karya hidup yang menggores setiap relung-relung jiwa.


Bagai segores tinta yang tertuang pada selembar kertas.

Maha karya Tuhan terhadap makhluknya.

Lihatlah cahaya hatimu bila bercermin.


Apa yang tampak, maka itulah hatimu.
Cipta, rasa, karsa adalah manifestasi hatimu
Maka bersihkanlah hati sebelum bercermin.

Kepasrahan, kemarahan bahkan kesombongan adalah cahaya


Cahaya yang berdegradasi dan bersemayam di hati
Seperti degradasi pelangi di langit biru
Seperti warna merah, hijau, kuning, biru, hingga hitam
Namun keindahan degradasi itu adalah perspektif

Aku bsa mengatakan bahwa hitam yang paling indah


Tapi yang lain, belum tentu.
Bisa saja aku mengatakan bahwa caraku memandang sesuatu adalah baik,
Tapi bagi yang lain, belum tentu.

Kebodohan kita adalah tidak mampu membedakan benar dan baik


Sedangkan benar dan baik adalah sesuatu yang berbeda
Meski begitu, mengapa kita mesti ego?

Malang benar hasil karyamu

Seandainya ia berteriak, pastilah ia mengatakan BODOH!


Tidak ada yang perlu dirisaukan di dunia ini
Bila kita tahu hakikat sebuah maha karya

Tapi... siapa peduli?

Selalu mencari pembenaran dalam setiap perbuatan

Kasihan...

Pantas saja di akhirat nanti hasil karya itu akan meminta alasannya
Karena karya itu adalah .... ruh diri