You are on page 1of 2

I.

EPIDEMIOLOGI
Di Amerika Serikat insiden pada usia kurang dari 20 tahun adalah 4.8 kasus per satu juta

populasi. Insiden dari osteosarkoma konvensional paling tinggi pada usia 10-20 tahun,
Setidaknya 75% dari kasus osteosarkoma adalah osteosarkoma konvensional. Observasi ini
berhubungan dengan periode maksimal dari pertumbuhan skeletal. Namun terdapat juga insiden
osteosarkoma sekunder yang rendah pada usia 60 tahun, yang biasanya berhubungan dengan
penyakit paget.3,4,6

Kebanyakan osteosarkoma varian juga menunjukkan distribusi usia yang sama dengan
osteosarkoma

konvensional,

terkecuali

osteosarkoma

intraosseous low-grade,

gnathic,

dan parosteal yang menunjukkan insiden tinggi pada usia dekade ketiga.Osteosarkoma
konvensional muncul pada semua ras dan etnis, tetapi lebih sering pada afrika amerika daripada
kaukasian.Osteosarkoma konvensional lebih sering terjadi pada pria, dengan rasio 3:2 terhadap
wanita. Perbedaaan ini dikarenakan periode pertumbuhan skeletal yang lebih lama pada
pria. 2,5,6,7.
III.

ANATOMI
Tulang terdiri dari sel-sel yang berada pada daerah intra-seluler. Tulang berasal dari

embryonic hyaline cartilage yang mana melalui proses osteogenesis menjadi tulang. Proses ini
dilakukan oleh sel-sel yang disebut osteoblast. Proses mengerasnya tulang akibat penimbunan
garam kalsium.9
Tulang dalam garis besarnya dibagi atas :9
HISTOLOGI
Berdasarkan histologinya, maka dikenal :9

Tulang imatur (non-lamellar bone, woven bone, fiber bone)


Tulang ini pertama tama terbentuk dari osifikasi endokondral pada perkembangan embrional
dan kemudian secara perlahan-lahan menjadi tulang yang matur dan pada umur satu tahun
tulang imatur tidak terlihat lagi. Tulang imatur ini mengandung jaringan kolagen dengan

substansi semen dan mineral yang lebih sedikit dibanding dengan tulang matur
Tulang matur (mature bone, lamellar bone)
Tulang kortikal
Tulang trabekuler

Secara histologik, perbedaan tulang matur dan imatur terutama dalam jumlah sel, jaringan
kolagen, dan mukopolisakarida.Tulang matur ditandai dengan sistem Haversian atau osteon yang
memberikan kemudahan sirkulasi darah melalui korteks yang tebal. Tulang matur kurang
mengandung sel dan lebih banyak substansi semen dan mineral dibanding dengan tulang matur.9