You are on page 1of 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Getaran dan gelombang merupakan dua hal yang saling berkaitan. Gelombang,
baik itu gelombang air laut, gelombang gempa bumi, gelombang suara yang merambat
di udara; semuanya bersumber pada getaran. Dengan kata lain, getaran adalah penyebab
adanya gelombang. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak benda yang bergetar.
Seperti Senar gitar, getaran garpu tala, getaran mobil ketika mesinnya dinyalakan.
Sangat banyak contoh getaran dalam kehidupan kita.
Gerak bolak balik benda yang bergetar terjadi tidak tepat sama karena pengaruh
gaya gesekan. Ketika kita memainkan gitar, senar gitar tersebut akan berhenti bergetar
apabila kita menghentikan petikan. Demikian juga bandul yang berhenti berayun jika
tidak digerakan secara berulang. Hal ini disebabkan karena adanya gaya gesekan. Gaya
gesekan menyebabkan benda-benda tersebut berhenti berosilasi. Jenis getaran seperti
ini disebut getaran harmonik teredam. Walaupun kita tidak dapat menghindari gesekan,
kita dapat meniadakan efek redaman dengan menambahkan energi ke dalam sistem
yang berosilasi untuk mengisi kembali energi yang hilang akibat gesekan, salah satu
contohnya adalah pegas dalam arloji yang sering kita pakai.
B. Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam makalah kami yaitu sebagai berikut:
1.
2.
3.

Menjelaskan pengertian gerak harmonik sederhana


Mengurai karakteristik gerak harmonik sederhana, teredam, dan teredam terpaksa.
Menjelaskan karakteristik gerak harmonik tidak linier dengan menggunakan

4.

pendekatan succesive, dan


Hasil superposisi gerak harmonik 1 dan 2 dimensi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Gerak Harmonik sederhana
Setiap gerak yang terjadi secara berulang dalam selang waktu yang sama
disebut gerak periodik. Karena gerak ini terjadi secara teratur maka disebut juga
sebagai gerak harmonik/harmonis. Apabila suatu partikel melakukan gerak periodik
pada lintasan yang sama maka geraknya disebut gerak osilasi/getaran. Bentuk yang
sederhana dari gerak periodik adalah benda yang berosilasi pada ujung pegas.
Karenanya kita menyebutnya gerak harmonis sederhana. Gerak Harmonik Sederhana
(GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). Gerak
Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan
digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu.
Contoh gerak osilasi (getaran) yang populer adalah gerak osilasipendulum
(bandul). Pendulum sederhana terdiri dari seutas tali ringan dan sebuah bola kecil (bola
pendulum) bermassa m yang digantungkan pada ujung tali, sebagaimana tampak pada
gambar di bawah. Dalam menganalisis gerakan pendulum sederhana, gaya gesekan
udara kita abaikan dan massa tali sangat kecil sehingga dapat diabaikan relatif terhadap
bola.

Gambar.2.1 : Bandul Sederhana


Gambar di atas memperlihatkan pendulum sederhana yang terdiri dari tali
dengan panjang L dan bola pendulum bermassa m. Gaya yang bekerja pada bola
pendulum adalah gaya berat (w = mg)dan gaya tegangan tali FT. Gaya berat memiliki
komponen m.g cos yang searah tali dan mg sin teta yang tegak lurus tali. Pendulum
berosilasi akibat adanya komponen gaya berat mg sin teta. Karena tidak ada gaya
gesekan udara, maka pendulum melakukan osilasi sepanjang busur lingkaran dengan
besar amplitudo tetap sama.
2

Gaya pemulih yang menyebabkan benda M melakukan gerak harmonic


sederhana adalah komponen w tegak lurus pada tali yaitu w sin . Dengan demikian
gaya pemulih yang bkerja pada benda bandul sederhana dinyatakan oleh :
Fp = - W sin
= - m.g sin

(1)

Menurut Hukum Newton II percepatan benda pada ayunan sederhana


memberikan :
F = m.a
a = -g. sin
-m.g sin = m.a
(2)
Gaya dalam arah sumbu x merupakan gaya pemulih, yaitu gaya yang selalu
menuju titik keseimbangan. Arah gaya tersebut berlawanan arah dengan simpangan,
sehingga dapat ditulis :
Dalam arah sumbu y, komponen gaya berat diimbangi oleh tegangan tali T sehingga
gaya dalam arah sumbu y bernilai nol.
Jika sudut cukup kecil ( < ), maka nilai sinus tersebut mendekati dengan nilai
sudutnya, sin . Sehingga hubungan antara panjang busur x dengan sudut teta
dinyatakan dengan persamaan :
x = L sin
atau
= x/L
(3)
(ingat bahwa sudut teta adalah perbandingan antara jarak linear x dengan jari-jari
lingkaran (r) jika dinyatakan dalam satuan radian. Karena lintasan pendulum berupa
lingkaran maka kita menggunakan pendekatan ini untuk menentukan besar
simpangannya. Jari-jari lingkaran pada kasus ini adalah panjang tali L).
Jika massa m menyimpang sejauh x dari titik seimbang, maka massa tersebut akan
mengalami gaya pemulih sebesar :
F = mg sin mg = x
(4)
CONTOH SOAL :
Sebuah pegas dengan k = 45 N/m digantungkan massa 225 gr, panjang pegas menjadi
35 cm. Jika g = 10 m/s2 , tentukan panjang pegas tanpa beban!
Penyelesaian :
Pada pegas berlaku F = k.x.
F yang menarik pegas adalah berat dari massa 225 gr
F = m.g = 0,225 .10
3

= 2,25 N
= k.x
= 45. x
x = 0,05 m
= 5 cm.
Jadi panjang pegas tanpa beban = 35 cm - 5 cm = 30 cm
CONTOH SOAL :
Suatu benda bermassa 0,1 kg melakukan gerak harmonik dengan amplitudo 10 mm dan
periode p / 2 s . Hitung :
a. Kecepatan maksimum
b. Gaya maksimum yang bekerja pada benda
Jawab:
HUKUM HOOKE
Besarnya gaya pemulih F berbanding lurus dengan perubahan panjang pegas x, baik
pada waktu itu ditarik maupun ditekan.
Gaya pemulih tersebut sebanding dengan simpangan, seperti pada gerak
harmonic sederhana. Sekarang kita akan membandingkan gaya pemulih untuk massa
pada pegas dan gaya pemulih untuk system bandul sederhana. Pada pegas berlaku :
F = -kx,
(5)
sedangkan pada bandul berlaku F = x. harga pada bandul adalah tetap sehingga
dapat dianalogikan denga/n tetapan pegas (k).
Periode bandul dapat pula dianalogikan dengan periode gerak massa pada pegas,
T = 2 , dengan mengganti k dengan mg/L :
T=2=2
Dengan eliminasi m, kita memperoleh periode ayunan bandul sebesar :
T=2
Frekuensi Pendulum Sederhana dapat dicari dengan rumus :
Ini adalah persamaan frekuensi pendulum sederhana, besarnya percepatan
gravitasi dapat ditentukan dengan persamaan :
T=2
T2 = 42
g=0
B. Persamaan linier dan nonlinier untuk bandul sederhana
Syarat sebuah benda melakukan Gerak Harmonik Sederhana adalah apabila
gaya pemulih sebanding dengan simpangannya. Apabila gaya pemulih sebanding

dengan simpangan x atau sudut teta maka pendulum melakukan Gerak Harmonik
Sederhana.
Bandul sederhana yang terdiri dari sebuah tali dan sebuah titik massa memiliki
persamaan gerak , yang dapat disederhanakan menggunakan pendekatan deret fungsi
sinus, Untuk nilai kecil suatu pendekatan dapat diterapkan pada persamaan di atas,
yaitu sehingga persamaan gerak yang dimaksud dapat menjadi sehingga mudah
dipecahkan dan memberikan solusi yang telah umum dikenal. Dapat bernilai

CONTOH SOAL :
Pengisap bermassa 400 gram dalam sebuah kompresor bergerak naik turun melalui
suatu jarak total 80 mm. hitung gaya maksimum pada pengisap ketika melakukan 10
siklus per sekon (p2 = 10).
Jawab:
Gaya berat obyek dekat permukaan bumi
Secara tidak sadar apabila kita mengitung gaya berat suatu benda yang berada
dekat permukaan bumi, kita telah melakukan pendekatan dari rumus gravitasi Newton,
yang berbentuk

Jika benda berada di atas permukaan bumi maka jari jari yang dimaksud adalah jari-jari
bumi ditambah ketinggian benda .
dengan nilai adalah antara 6.356,750 km dan 6.378,135 km. Perhatikan nilai jari-jari
bumi yang cenderung amat besar apabila dibandingkan dengan ketinggian benda
umumnya dari permukaan bumi adalah percepatan gravitasi. Hal ini dikarenakan nilai
jari-jari bumi yang amat besar dibandingkan dengan ketinggian umumnya benda dari
permukaan bumi.
Lintasan dari massa titik kadang-kadang disebut bob pendulum tidak berupa gas
lurus, akan tetapi berupa busur dari suatu lingkaran dengan jari-jari l yang sama dengan
panjang tali, kita menggunakan jarak x sebagai koordinat kita yang di ukur sepanjang
busur.

1.

2.

Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :


Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalamsilinder gas,
gerak osilasi air raksa / air dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari pegas, dan
sebagainya.
Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/ bandul fisis,
osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.

Berikut beberapa contoh gerak harmonik :


a. Gerak harmonik pada bandul
Sebuah bandul adalah massa (m) yang digantungkan pada salah satu ujung tali
dengan panjang l dan membuat simpangan dengan sudut kecil. Gaya yang
menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya pemulih.
panjang busur adalah Kesetimbangan gayanya. Bila amplitudo getaran tidak kecil
namun tidak harmonik sederhana sehingga periode mengalami ketergantungan pada
amplitudo dan dinyatakan dalam amplitudo sudut.
a. Gerak harmonik pada pegas
Sistem pegas adalah sebuah pegas dengan konstanta pegas (k) dan diberi massa
pada ujungnya dan diberi simpangan sehingga membentuk gerak harmonik. Gaya
yang berpengaruh pada sistem pegas adalah gaya Hooke.
C. Gerak Harmonik Teredam dan Teredam Terpaksa
Secara umum gerak osilasi sebenarnya teredam. Energi mekanik terdisipasi
(berkurang) karena adanya gaya gesek. Maka jika dibiarkan, osilasi akan berhenti, yang
artinya GHS-nya teredam. Gaya gesekan biasanya dinyatakan sebagai arah berlawanan
dan b adalah konstanta menyatakan besarnya redaman, dimana amplitudo dan =
frekuensi angular pada GHS teredam.
Besaran fisika pada ayunan bandul :
1. Periode(T)
Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana memiliki
periode.periode ayunan (T)adalah waktu yang diperlukan benda untuk melakukan satu
getaran.benda dikatakan melakukan satu getaran jika benda bergerak dari titik dimana
benda tersebut mulai bergerak dan kembali lagi ketitik tersebut.satu periode adalah
sekon atau detik.
2. Frekuensi(f)
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda selama satu
detik,yang dilakukan oleh benda selama satu detik,yang dimaksudnya dengan getran
disini adalah getran lengkap.satu frekuensi adalah hertz.

Hubungan antara periode dan frekuensi


Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi selama satu detik,dengan
demikian selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah
1getaran /f getaran x 1 sekon = 1 /f sekon
Selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu getaran adalah
periode.dengan demikian,secara matematis hubungan antara periode dan frekuensi
adalah sebagai berikut:
T=1/f
T = 1 /T
(10)
CONTOH SOAL :
Sebuh benda melakukan gerak harmmonik sederhana sepanjang Y. simpangannya
berubah terhdap waktu sesuai dengan persamaan y = 4 sin (t + /t). Satuan y dalam
meter dan t dalam sekon.
a. tentukan amplitude, frekuensi, dan periode gerak.
b. Hitung kecepatan dan percepatan benda pada waktu t
Dik:
y = A sin (t + /t) meter
y = 4 sin (t + /t) meter
Dit :
a. Dari kedua persamaan diperoleh A = 4 meter dan = rad/s, sehingga 2f = atau f
= 0.5 Hz dan
T = 1/f
= 1/ 0.5
= 2 sekon
b. Kecepatan merupakan turunan pertama dari persamaan simpangan , yaitu
V = dy/dt
= d(4 sin (t + /4)) / dt
= 4 cos (t + /4) m/s
Percepatan merupakan turunan pertama dari persamaan kecepatan yaitu :
a = dv/dt
= d(4 cos(t + /t)) / dt
= -42 sin(t + /t) m/s2
CONTOH SOAL :
Sebuah pegas dengan panjang 20 cm digantung vertical. Kemudian ujung bawahnya
diberi beban 200 g sehingga panjangnya bertambah 10 cm. beban ditarik 5 cm kebawah
kemudian dilepas sehingga beban bergerak harmonik sederhana. Jika g = 10 m/s2 ,
tentukan frekuensi gerak harmonik sederhana tersebut
7

3.

Amplitudo
Pada ayunan sederhana,selain periode dan frekuensi,terdapat juga amplitudo.
Amplitudo adalah perpindahanmaksimum dari titik keseimbangan. Simpangan Gerak
harmonic sederhana. Simpangan getaran didefinisikan sebagai jarak benda yang
bergetar ke titik keseimbangan. Karena posisi benda yang bergetar selalu berubah,
maka simpangan getaran juga akan berubah mengikuti posisi benda.
Y = A sin (m)
atau
Y = A sin w.t
atau
Y = A sin 2 ft
Keterangan:
Y = simpangan getar (m)
A = amplitudo (m)
w = sudut getar
f = frekuensi (Hz)
CONTOH SOAL :
Sebuah partikel melakukan gerak harmonic sederhana dengan frekuensi 0,2 Hz. Jika
simpangan maksimum yang dapat dicapai oleh partikel tersebut adalah 10 cm,
tentukanlah simpangan partikel tersebut pada saat t = 2 sekon !
Penyelesaian :
Diketahui:
f = 0,2 Hz
A = 10 cm = 0,1 m
t = 2 sekon
y = A sin 2f.t
= 0,1 . sin 2 (0,2).2
= 0,1. Sin 0,8
= 0,1 . 0,59
= 0,059 m
= 5,9 cm
CONTOH SOAL :
Sebuah partikel bergerak harmonik sederhana. Persamaan simpangannya
dinyatakan sebagai y = 6 sin 0,2 t dengan t dalam sekon dan y dalam
cm. hitung:

a. Amplitudo,perioda, dan frekuensigerak


b. Persamaan kecepatan dan percepatannya
c. Simpangan, kecepatan dan percepatannyapada t = 2,5 p sekon
Jawab:
Persamaan gerak harmonik sederhana adalah
Y = Asin t + 0

(11)

Keterangan:
Y = simpangan
A = simpangan maksimum(amplitudo)
t = waktu
Dari persamaan gerak harmonik sederhana,kecepatan gerak harmonik sederhana :
V = dy / dt
(sin Asin t)
CONTOH SOAL :
Suatu benda mengalami gerak harmonik sederhana dengan periode T = 0,500 s dan
amplitudo A. benda mula-mula ada di y = 0 dan memiliki kecepatan dalam arah positif.
Hitung waktu yang diperlukan benda untuk pergi dari y = 0 sampai ke y = 0,8 A
Jawab:
CONTOH SOAL :
Sebuah balok yang dihubungkan ke ujung sebuah pegas mengalami gerak harmonik
sederhana dan perpindahannya dinyatakan oleh x = 0,2 sin (15 t + 0,2) m. tentukan:
a. Percepatan balok ketika x = 0,08 m
b. Waktu paling singkat dimana x = 0,1 m dan kecepatan v <0
jawab:
CONTOH SOAL :
Sebuah balok yang dihubungkan ke ujung sebuah pegas ketika bergerak akan
melakukan gerak harmonik sederhana. Pada t = 0, balok dilepaskan dari posisi x = +A.
periode adalah T.
a. Jika persamaan umum simpangan adalah x = A sin (.t + .0). Tentukan dahulu sudut
fase awal .0 kemudian persamaan simpangannya.
b. Pada posisi dan selang waktu apakah selama siklus pertamanya kondisi berikut ini
terjadi:
(i) v = 0,5vmaks dengan vmaks adalah laju maksimum
(ii) a = 0,5amaks dengan amaks adalah besar percepatan maksimum

Jawab:
Kecepatan untuk berbagai simpangan
Persamaan tersebut dikuadratkan :
Y pangkat 2 = A pangkat 2 sin pangkat 2 t . Maka,
Y pangkat 2 = A pangkat 2(1 cos pangkat 2 t)
Y pangkat 2 = A pangkat 2 A pangkat 2 cos pangkat 2 t
Dari persamaan :
V / = A cos t
Persamaan (1) dan persamaan (2) dikalikan,sehingga didapatkan:
V pangkat 2 = (A pangkat 2 Y pangkat 2)
Keterangan:
V = kecepatan benda pada simpangan tertentu
= kecepatan sudut
A = amplitudo
Y = simpangan
Percepatan gerak harmonik sederhana
Dari persamaan kecepatan,maka
= dv / dt
= d /dt
= - A pangkat 2 sin t
percepatan maksimum jika atau = 90 derajat=
maks = -A pangkat 2 sin /2
maks = -A pangkat 2
Keterangan:
a maks = percepatan maksimum
A
= amplitudo
= kecepatan sudut
CONTOH SOAL :
sebuah benda melakukan gerak harmonik sederhana sepanjang Y,simpangannya
berubah terhadap waktu sesuai dengan persamaan y = 4 sin ( t + /t).satuan y dalam
meter dan t dalam sekon.
a. tentukan amplitude,frekuensi,dan priode gerak.
b. hitung kecepatan dan percepatan benda pada waktu t
Dik:
y = A sin ( t + /t)meter
y = 4 sin ( t + /t)
10

Dit:
a. dari kedua persamaan diperoleh
A = 4 meter dan
= rad/s, sehingga
2 f = atau
F = 0,05 Hz dan
T = 1/f
= 1/0,05
= 2 sekon
b. kecepatan merupakan turunan pertama dari persamaan simpangan,yaitu
V = dy/dt
= d(4sin( t + /4 ))/dt
=4 cos( t + /4)m/s
percepatan merupakan turunan pertama dari persamaan kecepatan yaitu:
a. dv/dt = d(4 cos ( /t))dt
= -4 2 sin( t +
CONTOH SOAL:
massa sebuah benda yang bergerak secara harmonik adalah 400 kg pada frekuensi 25
Hz dan ampitude 5 cm cm.hitunglah besar :
a. percepatan maksimum getaran harmoniknya
b. kecepatan harmonik getaran harmoniknya
c. gaya maksimumnya
Dik:

m = 400 kg
f = 25 Hz
A = 5 cm
Dit : a. a maksimum
b. V maksimum
c. F maksimum
Jawab
a. a maks = 2 A
= (2 f)2(5)
= (2 . 25)2 .7,5
= 4 2,625,7,5
=18,750 2 cm/ s2
b. V maks = A
=2 fA
= 2 . 25.5
= 375 cm/s
c. F maks = 2 mA
= (2 f)2 mA
= (2 .25)2 .400 .5
11

= 5.106 2 dyne
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Gerak Harmonik Sederhana (GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan yang
ditempuh selalu sama (tetap). Gerak Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak
dalam bentuk sinusoidal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik
tertentu. Setiap gerak yang terjadi secara berulang dalam selang waktu yang sama
disebut gerak periodik. Karena gerak ini terjadi secara teratur maka disebut juga
sebagai gerak harmonik/harmonis. Apabila suatu partikel melakukan gerak periodik
pada lintasan yang sama maka geraknya disebut gerak osilasi/getaran. Bentuk yang
sederhana dari gerak periodik adalah benda yang berosilasi pada ujung pegas.
Karenanya kita menyebutnya gerak harmonis sederhana.
Secara umum,gerak osilasi sebenarnya terendam.energi mekanik terdisipasi
(berkurang)karena adanya gaya gesek.maka jika dibiarkan,osilasi akan berhenti,artinya
GHS-nya terendam.gaya gesekan biasanya dinyatakan sebagai arah berlawanan dan
bendanya konstanta menyatakan besarnya redaman,dimana= amplitudo dan = frekuensi
angular pada GHS redaman.
B. Saran
Terima kasih kepada teman-teman yang membantu menyelesaikan makalah
ini,sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Dalam penulisan makalah
ini kami sangat membutuhkan masukan dari guru-guru (dosen) maupun teman-teman
semua demi kesempurnaan makalah ini.

12

DAFTAR PUSTAKA

Fitri, Sari Rachma dkk. Makassar Fisika Dasar ii. 2012. Balikpapan: universitas

Balikpapan press.
Kanginan, Marthen. Fisika. 2000. Jakarta: Erlangga.
Ruwanto, Bambang. Fisika II. 2007. Yogyakarta: Yudhi Tira.
Said. L, M. Fisika Dasar I. 2007. Makassar. UIN press.
http://cheatonunpad.wordpress.com/2013/09/15/gerak-harmonik-sederhana-dan-

gerak-harmonik-teredam/
http://itfisikabageeet.blogspot.com/2013/09/15/contoh-soal-gerak-harmoniksederhana.html
http://mudztova.blogspot.com/2013/09/15/soal-dan-pembahasanfisikaelastisitas.html
http://fitrianengsih33.blogspot.com/2013/10/makalah-mekanika.html

13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
rahmat dan perkenan-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah Gerak
Harmonik Sederhana ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang bergabung dalam penyusunan Makalah ini.
Makalah ini disusun dengan maksud untuk memberikan pedoman dan arahan
mempelajari Fisika secara mudah, lengkap, dan benar. Adapun penyajian Makalah ini
mengacu kepada prinsip belajar bermakna, yaitu belajar yang mengutamakan
pengertian atau pemahaman konsep dan ditekankan kepada dua hal penting dalam
pembelajaran, yaitu:
Pengenalan fakta, pemahaman konsep, dan rumus.
Contoh soal dan penyelesaiannya yang disajikan secara bervariasi.
Kami menyadari pada Makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu,
kami senantiasa mengharapkan masukan dari pembaca demi penyempurnaan buku ini.
Akhirnya, semoga buku ini bisa turut andil dalam mencerdaskan generasi muda bangsa.

Bireuen, 04 Desember 2014

Kelompok : I

i
14

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................
A. Latar belakang.......................................................................................
B. Tujuan/Maksud......................................................................................
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................
A. Pengertian Gerak Harmonik sederhana.................................................
B. Persamaan linier dan nonlinier untuk bandul........................................
C. Gerak Harmonik Teredam dan teredam terpaksa.................................
BAB III PENUTUP................................................................................................
A. Kesimpulan...........................................................................................
B. Saran......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................

15
ii

DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK : I
NAMA
: M. NUR
PUJI HIKMAH
MULIA RAHMAD
MUKSAL MINA
AULIA RAHMAN
SYAHRUL RIZAL
KELAS
:
PELAJARAN
: FISIKA

KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BIREUEN

MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN)


KECAMATAN PEUSANGAN
2014 / 2015 BELUM TAHU
16