You are on page 1of 3

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PENGKAJIAN PADA

KLIEN DENGAN RESIKO BUNUH DIRI
Orientasi:
”selamat pagi, maaf mengganggu kenalkan saya adalah perawat B”.
”Saya yang dinas pagi ini di ruang intensif IPCU, dari jam 07.00-14.00”.
”Nama bapak siapa, senang dipanggil apa?”
”Bagaimana kabar bapak hari ini? Apakah semalam bisa tidur?”
”bagaimana perasaan bapak setelah kita berkenalan?
”bagaimana kalau kita lanjutkan perkenalan kita ini sehingga bisa lebih akrab dan bisa saling
berbagi perasaan.”
“Bagaimana kalau hari ini kita berbicara tentang masalah bapak dan cara penyelesaian yang
bapak lakukan?”. ”Bagaimana kalau kita bicarakan tentang hal ini?, disini saja selama 20
menit, setuju pak ?”
Kerja:
”baiklah kita ulangi lagi perkenalkan kita. Saya ulangi lagi ya. (sebutkan identitas dengan
lengkap).
”kalau saya boleh tahu dan kalau bapak berkenan, bagaimana ceritanya bapak bisa sampai
disini?”
”terima kasih bapak sudah mau mendengarkan dan menceritakan apa yang saya inginkan”
”Mungkin memang tidak mudah menceritakan atau menyampaikan rahasia bapak.”
”Saya perhatikan sejak tadi bapak terlihat murung, dan banyak melamun, dan sedih. Apakah
benar?”
”saya melihat ada sesuatu yang berbeda dari diri bapak hari ini, apakah ada yang mau bapak
ceritakan?”
”Apakah bapak merasakan hal-hal yang tidak sesuai untuk bapak? Apakah bisa bapak ceritakan
pengalaman yang membuat bapak putus asa ataupun yang membuat bapak sedih?”
”baiklah kalau bapak masih belum mau cerita, bagaimana kalau saya yang menceritakan
tentang keadaan diri saya tentang tempat ini, apakah bapak bersedia mendengarkan.”
“Apakah bapak merasa paling menderita di dunia ini? Apakah bapak kehilangan kepercayaan
diri? Apakah bapak merasa tak berharga atau bahkan lebih rendah daripada orang lain?
Apakah bapak merasa bersalah atau mempersalahkan diri sendiri? Apakah bapak sering
mengalami kesulitan berkonsentrasi?”
“Apakah bapak berniat untuk menyakiti diri sendiri, ingin bunuh diri atau berharap bahwa
bapak mati? Apakah bapak pernah mencoba untuk bunuh diri? ”Apakah bapak berfikir untuk
bunuh diri?”
“ Apa sebabnya, bagaimana caranya? Apa yang bapak rasakan?”
”Siapa lagi yang bapak pikir untuk dibunuh?”
”Cara apa yang bapak rencanakan untuk bunuh diri? Coba bapak ceritakan.”
”Bagaimanakah bapak akan melaksanakan rencana ini? Apakah bapak dapat memperoleh alatalat yang digunakan untuk melaksanakan rencana itu? Darimanakah bapak memperolehnya?”
”Bagaimanakan cara bapak menggunakan alat-alat tersebut untuk bunuh diri?”
”Dimana bapak akan bunuh diri?”

kepada saya maupun perawat lain. Bapak sudah bagus karena telah berani mengatakan kepada saya bahwa bapak merencanakan untuk bunuh diri. Sekali lagi. Apak bapak setuju dengan hal ini?” ”Menurut bapak siapakah teman atau kerabat bapak yang menurut bapak akan menjadi sistem pendukung bapak?. bapak akan segera memberitahu orang lain. Apakah bapak setuju?” ”Kedua bapak harus setuju bahwa sedikit saja bapak memiliki kecurigaan maupun pikiran untuk membahayakan diri bapak sendiri. saya ingin tahu bahwa bapak dapat segera meminta bantuan. yang dapat menemani bapak?” ”Saya juga ingin membuat kontrak tidak-bunuh diri dengan bapak.”Kapan bapak merencanakan untuk bunuh diri? Pada hari atau jam berapa bapak merencanakan untuk bunuh diri?” ”Apa pentingnya sekitar hari dan jam tersebut beserta tempat untuk bapak melakukan bunuh diri?” ”Nah coba ceritakan ke saya perasaan. Pertama saya akan menyingkirkan semua barang-barang yang dapat membahayakan diri bapak. Orang-orang yang bapak harapkan dapat membantu saat ini. Apak saya bisa membantu untuk bapak bisa menyebutkan satu persatu?’ ”dari hal-hal tersebut bagaimanakah bapak sampai berfikir bahwa bunuh diri adalah satusatunya jalan yang bapak miliki untuk menyelesaikan masalah bapak?” ”Apakah pikiran dan rencana bapak sehubungan dengan pemakaman bapak? ”Apakah yang menghentikan bapak sehingga bapak tidak melaksanakan rencana bunuh diri seperti yang bapak ungkapkan tadi?” ”Bapak mengalami banyak beban emosional dan bapak mempunyai hak terhadap perasaan bapak sendiri. kami disini untuk . Kami semua disini akan membantu bapak agar tetap aman. Kontrak ini mencakup dua hal. Saya akan tetap disini menemani bapak saat bapak melakukan kegiatan sehingga kita bisa merencanakan cara lain yang dapat membantu bapak menghadapi situasi ini. pikiran atau situasi yang mengakibatkan bapak ingin mengahiri kehidupan” ”Siapa sajakah yang tinggal bersama bapak?” ”Siapakah yang bapak inginkan untuk menemukan bapak setelah bapak bunuh diri? Mengapa orang tersebut?” ”apakah yang bapak ingin orang tersebut pikirkan ketika menemukan bapak setelah bunuh diri?” ”Bagaimanakah jika yang menemukan bapak adalah orang lain?” ”Bagaimanakah bapak berfikir bahwa pilihan bapak untuk melakukan bunuh diri sebagai hal yang diinginkan oleh orang tersebut?” ”Adakah hal lain yang telah bapak coba untuk menyelesaikan masalah bapak selain bunuh diri? Bisakah bapak ceritakan?” ”menurut bapak apakah bapak bisa menceritakan hal-hal positif maupun kelebihan-kelebi9han yang ada pada diri bapak. dapatkah bapak sebutkan kembali apa yang telah kita sepakati bersama?” ”Bapak sudah menanggung banyak beban penderitaan sendirian dan sekarang kami dapat membantu bapak mengatasinya supaya bapak menjadi lebih kuat. apakah bapak setuju untuk tidak membahayakan diri bapak sendiri dan segera menguhubungi orang lain saat pikiran bapak untuk membahayakan diri sendiri itu muncul?” ”Hanya ingin memastikan bahwa pemikiran kita sama untuk mencegah bunuh diri.

. Pikirkan juga sisi positif dari masalah yang bapak alami. bukan menghakimi bapak. baca doa dan arahkan pikiran ke sang Pencipta”.membantu bapak. Jika ada tanda-tanda keinginan bunuh diri segera hubungi saya maupun perawat lain. bapak bisa pikirkan kalau masih ada rencana atau keinginan bunuh diri lagi dengan cara yang sama maupun cara lain dapat anda ceritakan kepada saya. ”Saya akan kembali 10 menit lagi untuk membicarakan tentang cara lain untuk mencegah bunuh diri serta memberikan obat”. Menjaga bapak tetap aman dan membatu bapak melewati waktu keputusasaan ini adalah tujuan kami disini.” Terminasi ”Bagaimana perasaan bapak sekarang setelah bapak menceritakan semua permasalahan bapak dan rencana bapak menyelesaikan masalah bapak ?” ”Apakah ada yang ingin bapak tanyakan?bisakah bapak ceritakan lagi secara ringkas tentang pembicaraan kita tadi?” ”Sementara saya tinggalkan. dan selain itu coba tenangkan pikiran.