You are on page 1of 34

Tuberculosis

Lenny Puspa Sari
Deslia Anggarini Supriyadi
M. Fakhrul Yusman

Kasus
Identitas Pasien
Nama: An. S.R.
Jenis kelamin: laki-laki
Tanggal lahir: 13/1/1999
Usia: 13 tahun
Alamat: Klaten
Tanggal masuk RS: 6/1/2013 jam 6.40

Anamnesis 
 Keluhan utama: batuk bercampur darah 
 RPS:
3MSMRS pasien mengeluh batuk tidak berdahak, demam (-).
Pasien terlihat pucat dan kurus. Mondok di RS Rejosari selama 4
hari, dikatakan Hb pasien rendah.
 
2 MSMRS pasien merasa lemah, batuk kering disertai demam
terutama pada malam hari & pilek tetapi tidak sembuh.
Batuknya hari terakhir ini bercampur darah segar sampai
100cc. Pasien merasa nyeri di dada jika batuk. Pasien tidak
berobat. Berat badan pasien menurun. Nyeri sendi (-), nyeri
tulang (-), ma/mi (+).
 
HMRS: Pasien datang ke IGD dengan keluhan batuk ± 2 minggu
bercampur darah. Pusing (-), mual (-), muntah (-),sesak (-),
batuk (+), pilek (-), demam (+), BAK (+) N, BAB (+) N
 
 

susah makan sayur minum 1500cc/hari    Riw. Makan: Makan 3x sehari. rumah berdinding bata. riw. RPD: riwayat mondok (+) karena kurang darah. WC terdapat di belakang rumah . riwayat batuk lama (-). atap genting. waktu 4 tahun pernah di dx flek paru kemudian diobati tetapi 3 bulan terakhir tidak kontrol  RPK: Riw. Kontak dengan penderita TB (-). Demam lama (-)  Lingkungan: penyakit serupa (-)    Riw. Imunisasi: lengkap    Sosioekonomi: sumber air dari sumur.

wheezing -/-.28  below -3 severely wasted  Vital sign: TD: 90/60mmHg HR: 78x/menit RR: 20x/menit T: 37. edema (-)  Kepala: CA (+). retraksi dada (-) Pulmo: sonor +/+. timpani (+). nadi kuat. CM. crepitation +/+  Cor: s1 tunggal. s2 split tak konstan. BU (+) N. vesikuler +/+. distensi (-). multiple. nyeri tekan (+) quadran kanan atas. KG (-). H/L ttb  Ekstremitas: akral hangat. CRT <2s. tampak pucat  Leher: lnn teraba diameter 1cm. ST (-). nyeri (-)   Thorax: gerakan simetris. SI (-)  .4ºC KU: sedang. BJ (-)  Abdomen: supel. rhonki +/+.Pemeriksaan Fisik  Status gizi BB: 34 kg TB: 160cm BMI: 13. mobile.

Diagnosis  Obs Hemoptoe ec TB paru dd pneumonia. keganasan  Anemia microcytic hypochromic ec susp ADB dd anemia peny kronis .

36x106/µl (4-5. terutama sinistra.4% (34-40) PLT 530x103/µl (150-450) Lym 11. pagi (++).3x103/µl (4. sangat mungkin ec TB paru Besar cor normal  Mantoux test (scoring TB): + Check BTA sputum: sewaktu (+).5-15.4% (40-74)    Ro Thorax Pneumonia duplex.5) RBC 3.5 g/dl (11.3% (19-48) Neut 80.5) Hct 25. sewaktu (+)  .5-14.Pemeriksaan Penunjang  Darah rutin WBC 13.2) Hb 7.

tak nyeri 7 Pembengkakan tulang. Parameter 1 Kontak TB 0 Tak jelas - 2 Uji tuberculin Negative - - 3 BB/umur (kead. ≥1 cm.Scoring TB Anak No. Gizi) - BB/U < 80%. Ada. BTA tak jelas Skor 0 Positif ≥10mm - 3 - - 1 1 1 - - 0 Normal/tidak Mendukung jelas TB Jumlah - 1 1 8 . sendi Foto thorax - Ada 8 1 2 3 Lap. BGM pada KMS BB/U <60%. BTA Keluarga/BTA + neg atau tak tahu. klinis gizi buruk 4 5 6 Demam Batuk Pembesaran limfonodi - ≥ 2 mgg ≥ 3mgg ≥1 limfonodi.

.

Cause  Disebabkan oleh acid-fast bacilli (AFB)  Mycobacteria berbentuk bacillus .

Percent of US Pediatric TB Cases by Age Group 1993–2006 .

TB overview: Infection and active Disease .

Infection and disease • Menyebar melalui route respirasi – Penyakit paru – Transmisi kulit dan GIT dapat terjadi • Orang dengan batuk penyakit aktif – TB bacilli suspended dalam particle kecil – Diudara pada jangka lama • Individu terekspose mengirup langsung partikel terkontaminasi – Resiko infeksi tergantung berat penyakit. kedekatan dan durasi exposure – Anak lebih sedikit infectious dari pada dewasa .

infection and disease • Primary TB infection .TB langsung setelah exposure terhadap seseorang dengan active disease – TB bacilli tehirup dan pentrasi paru 1. Infeksi menyebar ke lymph nodes dan jaringan paruTB pneumoniaprimary active TB – Resiko tergantung umur dan immune status – Anak<4 yrs. immune compromised eg HIV. cancer. Infeksi terlokalisir pada area kecil tanpa menyebar atau replikasi (latent TB infection or LTBI) – Orang ini tidak infectious 2. immunosuppressive meds eg steroids .

5% 5-10 98% ~2% <0..Risk of progression to TB disease Age at primary infection (yr) No disease Pulmonary disease Disseminated disease or TB meningitis <1 50% 30-40% 10-20% 1-2 75-80% 10-20% 2-5% 2-5 95% ~5% ~0. 2004 .5% Marais BJ et al.5% >10 80-90% 10-20% <0.

5% Bone & Joint Other 1.9% Meningeal 3.Pediatric (<15 yrs) TB Cases by Site of Disease. and 20% EP only *Any extrapulmonary involvement includes cases that are extrapulmonary with or .1% Miliary 1.9%) Lymphatic 18.9% All ages US 2008: 80% pulmonary + EP. 1993–2006 Any extrapulmonary involvement* (totaling 28.5% 3.

Primary infection menjadi latent. Primary infection dapat langsung menjadi primary active TB disease 3.TB infection and disease 1. ~10% seumur hidup – Resiko lebih tinggi pada immunodepression eg HIV. dan menimbulkan penyakit beberapa tahun kemudian (secondary active TB) – Resiko ~5% pada 2 tahun pertama infeksi. Positive PPD hanya mengindikasi bahwa seseorang terinfeksi – Tidak memberi info tentang waktu terinfeksi. meds – TB rate pada HIV tidak terobati adalah 7-10% per year •. latency atau aktivitas penyakit TB . cancer. Primary infection bisa tetap latent: LTBI 2.

TB clinical manifestations • Hemoptysis (bloody sputum. lemah. keringat malam – Symptoms biasanya nonspecific pada anak • Nafsu makan turun. demam persistent. brain . +/-batuk. failure to thrive. failure to thrive. fatigue adalah indicator terbaik • Untuk extrapulmonary TB. penurunan berat badan. kidney. demam intermitent. penambahan sign dan symptoms sesuai lokasi eg lymph node. irritability (TB meningitis) • Batuk persistent> 2 weeks. decreased activity. bone.

TB testing and diagnosis .

membutuhkan 2-10 minggu untuk develop hypersensitivity terhadap PPD test. Mantoux test. • PPD ~90% sensitive. TB skin test • Purified protein extracts dari M TB cultures diinjeksi ke kulit • Immune T cells yang telah tersensitisasi dengan TB dari infeksi sebelumnya bermigrasi ke tempat injeksi • Mengeluarkan chemicals yang menyebabkan inflamasi dan indurasi lokal • Setelah infeksi initial.Purified Protein Derivative (PPD) test • Tuberculin sensitivity test (TST). ~90% specific .

PPD/TST/Mantoux test • Sekali positif. elderly • Ini disebut anergy-negative PPD test • Minimum recommended age for PPD: 3 months . and young infants. PPD akan selalu positif • Tidak akan hilang dengan pengobatan • Exceptions: immune compromise yang mempengaruhi T cells eg HIV.

diabetes. Child with increased exposure to active TB -born in TB-endemic areas -lives with people born in TB-endemic areas -Native American children -frequently exposed to HIV infected adults.Definitions of positive PPD (Red Book 2009 . homeless. -other medical conditions eg cancer. malnutrition 2. incarcerated. drug users. Child immunosuppressed eg HIV or meds ≥5mm 1. non-healed TB -Clinical evidence of active TB 3. migrant workers -travel to TB endemic regions ≥10mm 1. Child suspected to have active TB -CXR findings consistent with active or previous untreated. Child at increased risk of disseminated TB -<4yrs old. Child in close contact with known or suspected contagious TB case 2.p 681) Categories Measurement cut-off 1. Children ≥4 yrs with no identifiable risk ≥15mm .

Variations of +PPD listers. local necrosis may occur . granulomas.

PA/AP and lateral . the PPD is positive… • Berarti pasien terinfeksi TB – BCG or non-TB mycobacteria may cause a “false positive” PPD – Efek ini berkurang dalam 2-5 tahun setelah BCG vaccine – Tentukan bila active disease • Perform a CXR: two-view.So.

Negative CXR Positive PPD + =Latent TB Infection .

TB-Positive CXR Positive PPD + = active .

TB-positive CXR • Cavitary lesion in right upper lobe • Contains many TB bacilli • Sputum AFB smear -positive • Very contagious .

hawaii.jpg .Miliary (disseminated) TB in an infant Congenital TB may present like this http://www.edu/medicine/pediatrics/pemxray/v4c06b.

active TB (+PPD and +CXR) • Sputum AFB smear and culture is the gold standard • Gastric aspirates – Dilakukan setiap pagi untuk 3 hari – Alternative: bronchoalveolar lavage (BAL) .

TB dapat ditemukan di area apa aja pada paru.Chest x-ray • Dapat menunjukan infiltrate nodular. • Cavitasi indikasi advanced infection dengan bacterial load tinggi • Calcified nodules  infeksi lama • Noncalcified round infiltrates • Miliary TB --) banyak lesi nodular kecil . tetapi lebih sering pada lobus superior.

Pneumonia like process infiltrasi pada regio tengah atau inferopr paru • Reactivation TB  lesi pada segmen posterior lobus kana superior. segmen apical pada lobus inferior. Cavitation sering . apicoposterior segment lobus kiri superior.• Primary active TB nonspecific.

especially TB meningitis (0-4yrs) – Lebih mungkin untuk develop disseminated TB infection – Are less contagious • Paucibacillary disease (fewer organisms) – Lebih susah di diagnose • Mungkin tidak menunjukan typical symptom .TB: adults vs children • Compared to adults. children: – Lebih sering develop primary active TB setelah infeksi primer (0-4yrs) – Lebih mungkin untuk mengalami extrapulmonary disease.

TB treatment: LTBI • Treatment with 1 drug (INH) for 9 months • No need for any isolation: LTBI is not contagious .

TB Treatment: active disease • RIPE drugs-firstline: 1. Isoniazid (INH) 3. 2. Rifampin (RIF) . Ethambutol/Ethionamide (ETH) • Typically 6 month tx: – all 4 drugs x 2 months. to ensure consistency and completion . then 2 drugs x 7-10 mo. Pyrazinamide (PZA) 4. then INH/RIF x 4 months • TB meningitis and disseminated TB: 9-12mo – 4 drugs x 2mo. • MDR and XDR TB: – 4-6 drugs for 18-24 months • HIV coinfection: – ≥ 3 drugs for ≥ 9 months recommended • No differences in adult vs child treatment regimens • DOT critical for all patients on treatment.