You are on page 1of 11

LAPORAN BIOLOGI

ACARA XI

“Mengenal Ekosistem”

Oleh :

Sylvia Anggraeni
130210103054

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013

Antara faktor biotik dan abiotik selalu mengadakan interaksi. Contohnya: seekor kelinci.I. tetapi selalu mengalami perubahan. Perubahan suatu ekosistem dapat disebabkan oleh proses alamiah atau karena campur tangan manusia (Andri. Dasar Teori Kejadian dan keadaan organisme tergantung kepada berbagai keadaan. dan produktivitas (Sativani. belalang. terdapat satuan- . tikus.dan masih banyak lagi. burung elang. Ekosistem tidak akan tetap selamanya. atau individu yang lainnya. Jumlah anggota populasi dapat mengalami perubahan karena kelahiran. atau komunitas. kematian.Karena itu perlu memisahkan factor-faktor tersebut yang mempengaruhi pertumbuhan dan penyebaran suaru mahluk hidup pada setiap waktu dalam siklus hidupnya ( Ramli. terdapat rumput. Pada ekosistem sawah tersebut. populasi dan komunitas menempati tempat hidup tertentu yang disebut habitat (Andri. Dalam ekosistem. Sedangkan komunitas yaitu seluruh populasi makhluk hidup yang hidup di suatu daerah tertentu dan diantara satu sama lain saling berinteraksi. 2010).seekor serigala. 2011). Setiap individu. populasi kelinci dan populasi serigala. Ekosistem tersusun atas makhluk hidup dan makhluk tak hidup Sebagai contoh. daur materi.dan factor-faktor fisik dan batas toleransi organisme terhadap komponen-komponen ini di lingkungan. populasi.Komponen-komponen lingkungan tidak mempengaruhi organisme secara sama dalam keadaan tertentu.maka mungkin untuk mengukur sifat fisik lingkungan dari organisme yang ada (Ewusie. ulat. hal inilah yang merupakan salah satu penyebab perubahan. dan migrasi ( emigrasi dan imigrasi). Judul Mengenal Ekosistem II. III. Satuan makhluk hidup dalam ekosistem dapat berupa individu. Suatu keadaan faktor lingkungan yang kritis atau merupakan mabang pada suatu organisme mungkin tidak mempengaruhi yang lain dalan lingkungan yang sama. Jika Faktor-fakrot khusus dalam lingkungan menentukan jenis-jenis mahluk-mahluk yang dapat hidup di bumi. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan antara komponen komponen tersebut terjadi pengambilan dan perpindahan energi. Contoh : di padang rumput hidup sekelompok kelinci dan sekelompok srigala. ekosistem sawah terdiri atas hewan dan tumbuhan yang hidup bersama-sama. tanaman padi. Lingkungan bumi sangat beragam dalam waktu dan ruang. 2011).Secara ilmiah. Individu adalah makhluk tunggal. 1990: 51). Sejumlah individu sejenis (satu species) pada tempat tertentu akan membentuk Populasi.penyebaran hewan-hewan dan tumbuhan diatur oleh jumlah keanekaragaman bahan yang dibutuhkan oleh organisme. burung pemakan ulat.Iklim dan khuluk tanah menentukan jenis komunitas bumi. Tujuan Untuk mengenal komponen-komponen yang terdapat di dalam ekosistem dan kedudukannya dalam ekosistem. 1989: 40). Contoh: di suatu padang rumput terjadi saling interaksi antar populasi rumput.

Faktor-faktor lingkungan mengendalikan laju berfungsi sebagai proses hidup dalam suatu organisme. Akan jelas pada pengamatan biasa bahwa tumbuhan dan hewan sangat dipengaruhi oleh faktor luar seperti iklim dan substrat. komunitas. Faktor-faktor lain adalah kemiringan tanah. Ekosistem disusun oleh dua komponen. Faktor Iklim mencangkup curah hujan. angin .tanah.sehingga mereka membentuk bagian dari lingkungannya sendiri. suhu.Interaksi suatu organisma dan lingkungan menentukan ukuran populasi dan penyebaran. Faktor-faktor ini mungkin tidak seragam pentingnya terhadap semua organisme dalam lingkungan atau bahkan sepanjang hidup organisme. tumbuhan.Tanah dan udara sebagai kesatuan diketahui sebagai factor abiotik. Akibat tidak adanya suatu factor pada organisme sama pentingya dengan akibat adanya semua faktor. Faktor yang akan dipertimbangkan disini adalah faktor-faktor udara.organisme lain dan beberapa faktor stabil yang mempengaruhi ekosistem. Pengaruh lingkungan pengatur terhadap komunitas hidup yang menunjang adalah hasil aksi yang tidak bergantung dan saling terkait dari unsure hidup yang beragam dalam ruang dan waktu. interaksi antar spesies. Faktor fisiologi dan tanah mencangkup topografi. petak.Suatu factor mungkin kritis hanya dalam sebagian lingkaran hidup. Interaksi ini bolak balik karena lingkungan diubah oleh aktifitas biota yang menunjang.arah hadapan. 1990 : 79-80). Sedangkan faktor biologi mencangkup tumbuhan hijau dan persaingan. 1999:133). Contoh komponen biotik adalah manusia. populasi. dan mikroorganisme. yaitu lingkungan fisik atau tidak tidak hidup (komponen abiotik) dan berbagai jenis makhluk hidup (komponen biotik). Komponen hidup suatu daerah biasanya diketahui sebagai factor-faktor lingkungan tersebut. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi keadaan suatu ekosoistem yang akan ditinjau adalah faktor alam dan biologis yang secara normal bekerja dalam ekosistem daratan.satuan makhluk hidup. dan sinar matahari sangat berperan terhadap kelangsung-an hidup satuan-satuan ekosistem tersebut ( Sowarno.hewan. 2009 ). faktor tanah dan lapis-lapis geologi. . Komponen Biotik Komponen biotik meliputi semua jenis makhluk hidup yang ada pada suatu ekosistem. Individu. Sekarang kebutuhan untuk mengukur berbagai faktor yang beropresari pada suatu daerah adalah jelas (Michael. Berbagai jenis makhluk hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi satuan-satuan makhluk hidup dan ekosistem Pengukuran Faktor Abiotik Organisme dalam suatu lingkungan bertautan erat sekali dengan sekelilingnya. hewan dan manusia (Kimball. lintang. biosfer yang merupakan satuan makhluk hidup dalam satu ekosistem. dan pH. Setiap proses mempunyai batas atas dan bawah tolerasi untuk masing-masing factor lingkungan.ketinggian. Ini mempengaruhi tanaman dan tumbuhan secara tidak langsung melalui pengaruhnya terhadap factor tanah dan udara. kelembapan atmosfer.cahaya dan kesetimbangan energi.

terdapat pula organisme yang berperan sebagai pengurai. Misalnya singa. lipan. Hilangnya tumbuhan dan hewan yang telah mati ini disebabkan oleh aktivitas organisme pengurai atau dekomposer. 2009 ). contohnya adalah tumbuhan hijau. produsen juga berperan sebagai sumber energi bagi organisme lain. Energi yang dihasilkan produsen akan dimanfaatkan oleh organisme lain melalui proses makan dan dimakan. Omnivora adalah organisme pemakan segala jenis makanan. Hewan (jasad heterotrof)atau konsumen makro yang . Dalam proses ini. Sedangkan organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri (heterotrof ) berperan sebagai konsumen ( Sowarno. Sejauh yang berkenaan dengan struktur ekosistem yang khas mempunyai tiga komponen biologi yaitu produsen (jasad autotrof) atau tumbuhan hijau yang mampu menambat energi cahaya. organisme ini disebut juga detritivora (Budiati. Jadi. harimau. konsumen. bahan anorganik diubah menjadi senyawa organik dengan bantuan sinar matahari. dan zebra. Karnivora adalah organisme pemakan hewan (daging). itik. dan manusia. kelinci. organisme yang berperan sebagai konsumen adalah organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri atau disebut organisme heterotrof ( Subardi. Berdasarkan jenis makanan yang dikonsumsinya. sehingga dapat digunakan kembali oleh organisme autotrof atau produsen. Kegiatan pengurai memungkinkan senyawa sederhana didaur ulang. dan elang. kutu kayu. 3. Selain produsen dan konsumen. dan larva serangga (Budiati. Tumbuhan merupakan organisme autotrof karena dapat membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Contohnya adalah kerbau. kambing. jamur. gas hasil buangan organisme lain diubah oleh tumbuhan menjadi zat gula. serigala. Organisme ini disebut organisme autotrof. 2. rayap. Contoh omnivora adalah ayam. baik tumbuhan maupun hewan. dan pengurai. Organisme yang memperoleh makanan dengan cara demikian disebut konsumen.Menurut peranannya dalam ekosistem. Contoh organisme yang termasuk pengurai adalah cacing tanah. nematoda. komponen biotik dibedakan menjadi tiga golongan. Organisme yang berperan sebagai produsen adalah semua organisme yang dapat membuat makanan sendiri. 2009 ). 2006). dan bakteri. 2009). Selain mampu mencukupi kebutuhannya akan energi. kucing. Sedangkan hewan pemakan tumbuhan tersebut juga bisa dijadikan sumber energi bagi hewan lain yang memakannya. Melalui proses fotosintesis. oksigen. yaitu produsen. 2009): 1. Organisme pengurai memperoleh makanan dengan cara mserombak sisa produk organisme dan organisme yang mati dengan enzim pencernaan yang dimilikinya. 2006). sapi. Hasil perombakan ini kemudian diserap sebagai makanan. Hewan pemakan tumbuhan memperoleh energi dari tumbuhan yang dimakannya. dan energy ( Sowarno. Karena memakan detritus. Mereka berperan menguraikan (melakukan dekomposisi) sisa-sisa organisme yang sudah mati (detritus). luing. Herbivora adalah organisme pemakan tumbuhan. konsumen dibedakan menjadi tiga macam yaitu ( Subardi.

Di antara pamakan tumbuhan yang khas adalah domba.Konsumen Primer Golongan ini terutama terdiri dari pamakan tumbuhan (herbivore) yang dalam beberapahal kiranya juga mencakup manusia sendiri.Konsumen dikelompokkkan menjadi babarapa tingkatan yaitu: 1.belalang. tungau.Konsumen Sekunder Golongan ini mencakup semua mahluk pemakan daging (karnivora). kumbang dan anthrophoda lainnya. 1999: 135).sering disebut juga karnifora puncak (Kimball.termasuk beberapa jenis tumbuhan pemakan serangga dan termasuk juga manusia. Tingkat makanan Cara bermanfaat untuk mampelajari saling keterkaitan fungsi komponen ekosistem adalah mempelajari cara hidup atau dasar untuk mendapatkan makanan. 1999: 134). 1990 : 57). buirung pakakak.elang.tupai.Contoh khas karnivora adalah singa.Interaksi antar species ini akan mempengaruhi sifat-sifat dari masing-masing .Kelompok ini terutama terdiri dari jasad renik tanah seperti bakteri dan jamur Waupun juga mencakup cacing tanah. Konsumen Selain tumbuhan hijau dan baktiri kemosintetik.menggunakan bahan organic dan pengurai yang terdiri dari jasad renik yang menguraikan bahan organik dan membebaskan zat hara terlarut. 2. 1989: 45). rayap.Pada dasarnya jades ini terdiri dari tumbuh-tumbuhan hijau (Ewusie.kambing.semua jasad lain yang bukan jenis pengurai marupakan konsumen atau jasad heterotrof.atau tingkat makanan pada semua jasad yang ditemukan di ekosistem. Pengurai/Dekomposer Pengurai ini merupakan tingkat makanan utama yang terakhir dalam ekosistem. Dalam ekosistem kita juga mengenal interaksi antar species di dalam ekosistem tersebut.Pendekatan ini juga memungkinkan kita untuk membandingkan berbagai jenis ekosistem yang beberapa diantaranya tidak mempunyai tingkat makanan (Ramli.Biasanya makanan diperoleh dari individu lain. Produsen Produsen dalam ekosistem adalah jasad yang diberikan makanan diri sendiri atau bersifat autotrof.KArnivora besar seperti misalnya burung elang yang selanjutnya memakan karnivora yang lebih kecil seperti ular atau kodok.jentik nyamuk dan sebagainya (Kimball.

1 Alat a.populasi yang berinteraksi. Protokoperasi : Interaksi dengan pengaruh positip bagi kedua belah pihak tetapi tidak merupakan syarat bagi sebuah pertumbuhan dan kelangsungan hidup bagi salah satu populasi yang berinteraksi. Predasi : Salah satu proses memangsa populasi lainnya. Komensalisme : Bila hanya satu populasi saja yang memperoleh nilai positip.Organisme yang memakan dan membunuh organisme lain untuk makanannya. 2. Parasitisme : Hubungan ini menguntungkan satu populasi namun merugikan bagi populasi lainnya. Tali rafia b. 3. Mutualisme : Interaksi dengan pengaruh positip bagi kedua belah pihak tetapi merupakan syarat bagi sebuah pertumbuhan dan kelangsungan hidup bagi salah satu populasi yang berinteraksi. Amensalisme : Salah satu populasi bersifat amensal mendapat hambatan sedang populasi yang lain tidak dapat pengaruh apa-apa dari interaksi itu. Sedangkan populasi yang lain tidak berpengaruh apa-apa. IV. 8.(Ramli. 5. Alat tulis IV. Yaitu dengan pesaingan dalam memperoleh makanan untuk kehidupan. Langkah Kerja Menentukan ekosistem daratan yang akan diamati Menentukan daerah pengamatan dengan membuat kuadran 2x2 m2 pada daerah pengamatan Melakukan inventarisasi mengenai komponen abiotik dan biotiknya yang ada di dalamnya . Kantong plastic d.Dikarnakan sumber makanan yang sama untuk beberapa jenis species atau beberapa individu. 6. Pasak c.Pengaruh-pengaruh yang mungkin terdapat dalam saling interaksi itu adalah: 1.2 Bahan Ekosistem daratan (daerah sekitar kampus) V. Kompetisi : Persaingan ini saling berpengaruh dengan adanya interaksi itu. Netralisme: Dalam interaksi ini kedua populasi tidak saling berpengaruh dengan adanya interaksi itu. Alat dan Bahan IV. 4. 7.1989: 58-62).

6 % Ranting = 4 Ranting = 3.3% Rumput A(daun lebar) = 56Rumput A = 23.84 % Batu besar= 8Batu besar = 6.78% Kerikil=50Kerikil= 42.38% Udara cahaya BiotikPresentase Hewan : Komponen biotik Semut =7 ekor Semut= 2.82% Tumbuhan : Rumput teki = 49Rumput teki= 20.7 % Biji = 72biji= 29.Menentukan berdasarkan kelengkapan komponen yang teramati dalam ekosistem tersebut Membuat diagram yang menghubungkan komponenkomponen dalam ekosistem tersebut dan daur energi yang ada di dalamnya VI.3 % Daun kering= 55Daun kering= 46.8% .2% Rumput B (Daun lonjong)=50Rumput B = 20.65 % Nyamuk= 2 ekorNyamuk= 0. Hasil Pengamatan Jenis komponen abiotik AbiotikPresentase Tanah= 1 Tanah = 0.90 % Laba-Laba = 1 ekor Laba-laba = 0.41 % Belalang =4 ekorBelalang = 1.

tampak berbagai komponen biotik baik dari segi tumbuhan ataupun hewan dan komponen abiotik yang terlihat. meliputi hubungan timbal balik antar komponen baik komponen biotik maupun abiotik .6 % dan terakhir ranting sebanyak 3. dibuat presentase akan jumlah komponen yang ada dibandingkan dengan komponen yang ada dan diperoleh batu 6. Disitu terlihat. ranting dan dedaunan kering.air. kerikil 50. air sisasisa air hujan. dilakukan inventarisasi atau melakukan pendataan mengenai komponen abiotik dan biotik dimana pendataan tersebut dilakukan berdasarkan kelengkapan komponen yang teramati . . Dengan demikian di dalam ekosistem tersebut. Setelah dilakukan pengamatan pada daerah pengamatn tersebut. dedaunan kering dan ranting yang hampir membusuk berperan sebagai humus yang akan membantu dalam menyuburkan tanah.78%. Mengenai peran yang ditimbulkan mengenai berbagai komponen hewan tersebut.90% . kerikil yang merupakan komponen dominan sebanyak 42. mungkin bisa diprediksi bahwa semut tidak akan keluar. Jika dibuat prosentase sebesar 2. Dalam literatur sudah dijelaskan bahwa ekosistem itu sendiri adalah suatu sistem di alam dimana di dalamnya terjadi hubungan timbal balik antar organisme dengan organisme lain maupun dengan lingkungannya.38 %. Berdasarkan pengamatan tersebut. Pada pengamatan ekosistem yang dilakukan. disitu juga tampak berbagai komponen biotik yang meliputi kelompok hewan dan tumbuhan. 2 ekor nyamuk. batu sebanyak 8 buah. Tentunya juga dibantu dengan air untuk mempercepat proses pembusukan. Faktor kedominannya itu dikarenakan pada saat itu lingkungan begitu lembab karena musim penghujan sehingga semut-semut keluar dari sarangnya untuk memperoleh makanan. Hal yang pertama dilakukan adalah membuat daerah pengamatan dengan menggunakan pipa 2x2 m2 .3%.VII. 1 ekor laba-laba. namun komponen yang lebih mendominasi adalah daun kering sebanyak 55 buah karena lingkungan yang diamati adalah lingkungan yang memang memiliki banyak pepohonan. Selain komponen abiotik. Jika dilihat dari organisme hewan yang terlihat adalah 4 ekor belalang. 7 ekor semut. Komponen abiotik mencangkup tanah. Berbeda jika panas yang begitu terik . Di dalam berbagai anggota komponen tersebut. Pembahasan Dalam praktikum kali ini yaitu mengenai pengenalan ekosistem terutama ekosistem darat. Dari jumlah yang telah dipaparkan terlihat bahwa semut adalah hewan yang mendominasi ekosistem tersebut. yaitu dengan mengamati ekosistem darat di sekitar kampus. daun kering 46. Dalam daerah pengamatan tersebut. dedaunan kering sebanyak 55 buah dan ranting 4 buah. pasti terjadi interaksi satu sama lain misalnya antara tanah .

air tidak dapat tertahan sehingga dapat menyebabkan tanah longsor dan tandus.semua makhluk hidup tersebut mungkin bekerja sama dalam memperoleh makanan. baik secara langsung maupun tak langsung. rumput jenis A yag memiliki daun lebar sebanyak 56 buah. cahaya.8 %. sehingga apabila salah satu komponen mengalami gangguan. begitu juga sebaliknya komponen biotik sangat mempengaruhi komponen abiotik yaitu tumbuhan yang ada di hutan sangat mempengaruhi keberadaan air sehingga mata air bisa tertahan. Ekosistem dikatakan seimbang apabila jumlah antara produsen dengan konsumen 1. Untuk peranan yang dilakukan misalnya hubungan timbal balik antara komponen abiotik dan komponen biotik. telihat ada berbagai macam tumbuhan yang terlihat misalnya rumput teki sebanyak 49 buah. dan garam-garam mineral. sisa-sisa tubuh belalang dimakan oleh semut. maka mempengaruhi komponen lainnya. Untuk komponen biotik yang berupa tumbuhan . rumput jenis B yang memiliki daun lonjong sekitar 50 buah. karena banyak sekali pepohonan yang ada di sekitar daerah tersebut Selain biji . komponen yang paling mendominasi dalam ekosistem tersebut. Hal itu dikarenakan dalam lingkungan yang diamati memang memungkinkan ditemukan banyak biji. contohnya air. misalnya laba-laba membuat jaring-jaring laba dalam rerumputan untuk menangkap belalang. Adalan biji dari pepohonan yang mencapai 29. Di dalam ekosistem terjadi saling ketergantungan antar komponen. maka tanah subur tersebut menghasilkan banyak rumput teki dan rumput lain tumbuh subur di dalam ekosistem tersebut dan rumput-rumput itu dimanfaatkan oleh hewan-hewan kecil yang ada disitu untuk dibuat sarangnya dan juga memperoleh makanan. konsumen 2 seimbang Keberadaan komponen abiotik dalam ekosistem sangan mempengaruhi komponen biotik. Dalam komponen ekosistem yang kita amati. udara. Setiap makhluk hidup memerlukan makhluk hidup lainnya untuk saling mendukung kehidupan. setelah memangsa belalang. biji dari pepohonan sebanyak 72 buah.tumbuhan yang juga tumbuh agak banyak adalah rumput jenis A dan B juga rumput teki. Tidak ada makhluk hidup yang hidup tanpa makhluk hidup yang lain. Dengan adanya tanah yang subur akibat humus dari dedaunan kering dan ranting serta ditambah air hujan untuk mempercepat pembusukan. bisa digambarkan dalam jaringjaring makanan berikut : Tumbuh banyak rumput Menjadi humus Daun kering+ranting Belalang pengurai Laba-laba Sedangkan dalam piramida makanan dapat digambarkan sebagai berikut . misal : tumbuhan akan tumbuh dengan baik apabila lingkungan memberikan unsur-unsur yang diberikan tumbuhan tersebut. tanah menjadi subur tetapi apabila tidak ada tumbuhan.

terlihat adanya hubungan timbal balik antar komponen misalnya tanah yang subur karena humus oleh dedaunan busuk bisa memicu tumbuhnya banyak rumput teki maupun rumput-rumput lainnya. laba-laba. VIII. presentasi dari laba-laba adalah 0. Dan ekosistem pada daerah tersebut dinyatakan cukup seimbang VIII. Sedangkan pada komponen biotik yang berupa tumbuhan .Dalam pengamatan ekosistem yang diamati adalah ekosistem darat yang mencangkup berbagai komponen yang ada yaitu komponen abiotik dan - komponen biotik meliputi hewan dan tumbuhan. Presentasi belalang 1.90 %. udara. rumput jenis A yang berdaun lebar.41 %.2 Saran Dalam menentukan daerah pengamatan. semut. kelompok yang ada di dalamnya adalah belalang.8%. Dari berbagai komponen yang ada tersebut. didominasi oleh jumlah produsen yang sangat melimpah. Hubungan timbal balik tersebut dilakukan organisme terhadap lingkungannya. Dari kelompok tanaman - tersebut yang paling mendominasi adalah biji yaitu sebanyak 29.dapat diketahui kelompok nya yaitu rumput teki.Produsen terdiri atas rumput teki.2 % dari seluruh komponen biotik. dedaunan kering. karena daerah yang diamati memang subur selain karena rumput teki dapat hidup di sembarang tempat. Penutup VIII. rumput jenis B yang berdaun lonjong dan biji dari pepohonan. yaitu sekitar 64.90 % dari data yang di daat diatas menunjukkan bahwa ekosistem pada daerah ini cukup seimbang.65 % dari keseluruhan komponen biotik. sebaiknya memilih pada daerah yang benyak komponennya baik komponen biotik ataupun abiotik. tanah subur karena pada komponen abiotik di dominasi oleh daun kering yang dapat menjadi humus bagi tanah. rumput jenis A dan B. konsumen tingkat 3 disini yang dimaksud adalah pengurai yang menguraikan jasad renik tanah berupa bakteri juga semut juga berperan sebagai pengurai. air. konsumen tingkat 3 disini adalah laba-laba yang memakan belalang. dan nyamuk dimana hewan yang mendominasi - adalah semut sebanyak 2. Dalam komponen abiotik didapatkan berbagai anggota berdasarkan hasil pengamatan yaitu tanah.ranting. batu.1 Kesimpulan .6 %. Yang presentasinya mencapai 2. Konsumen 1 diwakili oleh belalang sebagai herbivora yaitu yang memakan produsen. Hal itu dimaksudkan agar hasil pengamatan lebih bervariasi dan semakin banyak . dan kerikil yang mana dari berbagai anggota tersebut dedaunan kering adalah komponen - yang paling mendominasi sebanyak 46. Pada komponen biotik berupa hewan.

J.P.Ekologi Untuk Penyediaan Ladang dan Laboratorium.com Diakses tanggal 22 desember 2013 Suwarno. Panduan Pembelajaran Biologi. Gema Ilmu.1990. 2009. Jakarta.wordpress. Budiati. 2009.1989.Biologi Umum Jilid 3.W. DAFTAR PUSTAKA Ewusie . 2011.DeptDiptBud:Jakarta Andri.Ekologi Tropika. Laporan Tetap Ekologi Pertanian. Usaha Makmur.komponen yang ada maka interaksi yang dibangun oleh organisme tersebut juga semakin banyak. Karya Mandiri Nusantara.Ekologi. http://andriecaale. Biologi. . H. Jakarta Subardi. Bandung.Bandung:Bandung Kimball. Biologi SMA.Universitas Indonesia Press : Jakarta Ramli.ITB.Erlangga:Jakarta Michael.1999.1990. Herni. 2009.