You are on page 1of 81

TIM UKMPPD FK

Universitas Malahayati
dr. Sri Maria Puji Lestari,
M.Pd.Ked

Refreshing TEORI
• Bahan dan Sumber Pembelajaran
• SKDI 2012
– Daftar Penyakit
– Daftar Keterampilan klinis

• Logbook

Daftar Keterampilan Klinis dikelompokkan
 menurut sistem tubuh manusia untuk
menghindari pengulangan.
Pada setiap keterampilan klinis
ditetapkan tingkat
kemampuan yang harus dicapai di akhir p
endidikan dokter dengan menggunakan
Piramid Miller (knows, knows how, shows, 
does).

Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setel ah selesai internsip dan/atau Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) .Keterampilan yang dicapai pada saat lulus  dokter – 4B.• Tingkat kemampuan 1 (Knows): Mengeta hui dan menjelaskan • Tingkat kemampuan 2 (Knows How): Per nah  melihat atau didemonstrasikan • Tingkat kemampuan 3 (Shows): Pernah  melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi • Tingkat kemampuan 4 (Does): Mampu  melakukan secara mandiri – 4A.

 seperti uku distribusi. distribusi. penyebaran dan konfigurasi 4A 4A 4A 4A 4A 4A   4A   4A . penyebaran. misal ukuran. konfigurasi Deskripsi lesi kulit dengan perubahan primer dan sekunder.Daftar Keterampilan SKDI 2012 No                                        Keterampilan                                        Tingkat 1 2 3 4 5 6   7   8 PEMERIKSAAN FISIK Inspeksi kulit Inspeksi membran mukosa Inspeksi daerah perianal Inspeksi kuku Inspeksi rambut dan skalp Palpasi kulit Deskripsi lesi kulit dengan perubahan primer dan sekunder.

No                                        Keterampilan                                        Tingkat PEMERIKSAAN TAMBAHAN 9 Pemeriksaan dermografisme 4A 10 Penyiapan dan penilaian sediaan kalium hidroksi 4A da 11 Penyiapan dan penilaian sediaan metilen biru 4A 12 Penyiapan dan penilaian sediaan Gram 4A 13 Biopsi plong (punch biopsy) 2 14 Uji tempel (patch test) 2 15 Uji tusuk (prick test) 2 16 Pemeriksaan dengan sinar UVA (lampu Wood) 4A TERAPEUTIK 17 Pemilihan obat topikal 4A 18 Insisi dan drainase abses 4A 19 Eksisi tumor jinak kulit 4A 20 Ekstraksi komedo 4A 21 Perawatan luka 4A 22 Kompres 4A 23 Bebat kompresi pada vena varikosum 4A 24 Rozerplasty kuku 4A PENCEGAHAN .

 melakukan penatalaksanaan a wal.Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internsip dan/atauDen gan demikian didalam Daftar Penyakit ini level kompetensi tertinggi adalah 4A .Tingkat Kemampuan 1: mengenali dan menjelaskan Tingkat Kemampuan 2: mendiagnosis dan merujuk Tingkat Kemampuan 3: mendiagnosis. Bukan gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat daruratrujuk. 3B. dan Merujuk: 3A.Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter 4B. Gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan/atau kecacatan pada pasien. melakukan penatalaksanaan s ecara mandiri dan tuntas 4A. Tingkat Kemampuan 4: mendiagnosis.

Daftar Penyakit-SKDI 2012 Infeksi Virus 1 Veruka vulgaris 2 Kondiloma akuminatum 3 Moluskum kontagiosum 4 Herpes zoster tanpa komplikasi 5 Morbili tanpa komplikasi 6 Varisela tanpa komplikasi 7 Herpes simpleks tanpa komplikasi Infeksi Bakteri 8 Impetigo 9 Impetigo ulseratif (ektima) 10 Folikulitis superfisialis 11 Furunkel. karbunkel 12 Eritrasma 13 Erisipelas 14 Skrofuloderma 15 Lepra 16 Reaksi lepra 17 Sifilis stadium 1 dan 2 4A 3A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 3A 4A .

Infeksi Jamur 18 Tinea kapitis 19 Tinea barbe 20 Tinea fasialis 21 Tinea korporis 22 Tinea manus 23 Tinea unguium 24 Tinea kruris 25 Tinea pedis 26 Pitiriasis vesikolor 27 Kandidosis mukokutan ringan Gigitan Serangga dan Infestasi Parasit 28 Cutaneus larva migran 29 Filariasis 30 Pedikulosis kapitis 31 Pedikulosis pubis 32 Skabies 33 Reaksi gigitan serangga 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A 4A .

Dermatitis Eksim 34 Dermatitis kontak iritan 35 Dermatitis kontak alergika 36 Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant) 37 Dermatitis numularis 38 Liken simpleks kronik/neurodermatitis 39 Napkin eczema Lesi Eritro-Squamosa 40 Psoriasis vulgaris 41 Dermatitis seboroik 42 Pitiriasis rosea Kelainan Kelenjar Sebasea dan Ekrin 43 Akne vulgaris ringan 44 Akne vulgaris sedang-berat 45 Hidradenitis supuratif 46 Dermatitis perioral 47 Miliaria Penyakit Vesikobulosa 48 Toxic epidermal necrolysis 49 Sindrom Stevens-Johnson 4A 3A 4A 4A 3A 4A 3A 4A 4A 4A 3A 4A 4A 4A 3B 3B .

Penyakit Kulit Alergi 50 Urtikaria akut 51 Urtikaria kronis 52 Angioedema Penyakit Autoimun 53 Lupus eritematosis kulit Gangguan Keratinisasi 54 Ichthyosis vulgaris Reaksi Obat 55 Exanthematous drug eruption. fixed drug erupti on Kelainan Pigmentasi 56 Vitiligo 57 Melasma 58 Albino 59 Hiperpigmentasi pascainflamasi 60 Hipopigmentasi pascainflamasi 4A 3A 3B 2 3A 4A 3A 3A 2 3A 3A .

Neoplasma 61 Keratosis seboroik 62 Kista epitel Tumor Epitel Premaligna dan Maligna 63 Squamous cell carcinoma (Karsinoma sel skua mosa) 64 Basal cell carcinoma (Karsinoma sel basal) Tumor Dermis 65 Xanthoma 66 Hemangioma 2 3A 2 2 2 2 .

Tumor Sel Melanosit 67 Lentigo 68 Nevus pigmentosus 69 Melanoma maligna Rambut 70 Alopesia areata 71 Alopesia androgenik 72 Telogen eflluvium 73 Psoriasis vulgaris Trauma 74 Vulnus laseratum. penetratum 76 77 78 79 Luka bakar derajat 1 dan 2 Luka bakar derajat 3 dan 4 Luka akibat bahan kimia Luka akibat sengatan listrik 2 2 1 2 2 2 2 4A 3B 4A 3B 3B 3B . punctum 75 Vulnus perforatum.

Persiapan .

meninggi di permukaan kulit. makanan. gigitan serangga. genetik. infeksi. trauma fisik.Urtikaria  Reaksi vaskular di kulit akibat bermacam-macam sebab. inhalan. psikis. biasanya ditandai dengan edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan berwarna pucat dan kemerahan. atau penyakit sistemik . sekitarnya dapat dikelilingi halo  Etiologi: obat. kontaktan. bahan fotosensitizer.

reaksi kompleks imun. defisiensi C1 esterase inhibitor) • Reaksi alergi tipe IV – Reaksi nonimunologik • Langsung memicu sel mast • Bahan yang menyebabkan perubahan metabolisme asam arakidonat • Trauma fisik .Klasifikasi urtikaria  Berdasarkan waktu  Akut: Kurang dari 6 minggu  Kronik: lebih dari 6 minggu  Berdasarkan morfologi  Papular: berbentuk papul  Gutata: sebesar tetesan air  Girata: ukurannya besarbesar  Berdasarkan luas:  Lokal  Generalisata  Angioedema: terkena lapisan yang lebih dalam daripada dermis atau submukosa • Berdasarkan penyebab – Karena reaksi imunologik • Bergantung pada IgE (atopi. karena antigen spesifik) • Ikut sertanya komplemen (reaksi sitotoksik.

Gejala khas: dermografisme Urtikaria idiopatik Urtikaria yang tidak jelas penyebabnya .Jenis Keterangan Urtikaria adrenergik Urtikaria yang berhubungan dengan kenaikan konsentrasi noradrenalin dan adrenalin plasma. Dapat dipicu dengan pemberian adrenalin atau noradrenalin Urtikaria kolinergik (bagian dari urtikaria fisik) Urtikaria yang dipicu karena kenaikan suhu tubuh sendiri dan keringat Urtikaria dingin Urtikaria yang dipicu karena rangsangan dingin Urtikaria fisik Kelompok urtikaria yang dipicu oleh rangsangan fisik dari luar.

atau tertusuk – Eritema atau edema berbatas tegas. rasa terbakar. numular.• Gejala: – Gatal. kadang bagian tengah tampak lebih pucat – Besarnya dapat lentikular. plakat • Pengobatan: – Menghindari penyebab – Antihistamin – Betaadrenergik (untuk urtikaria kronik) .

Pemeriksaan Penunjang • Cryoglobulin. gigi. eosinofil. komplemen • Prick test untuk alergen inhalan • Eliminasi makanan • Histopatologi • Urtikaria fisik akibat sinar → foto tempel • Mecholyl intradermal • Ice cube test utk urtikaria dingin • Tes dengan air hangat . Hemolysin • THT. mencari fokus infeksi bila ada • IgE.

Angioedema pada kelopak mata Urtikaria .

Predileksi: sela jari tangan. permetrin 5% Djuanda A. Balai Penerbit FKUI. lipat ketiak depan. pada ujung didapatkan papul/vesikel. benzil benzoat 20-25%. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. pergelangan tangan bag volar. krotamiton 10%. bokong. lurus/berkelok. tidak langsung (pakaian)  Kelainan kulit akibat terowongan tungau atau karena garukan penderita  Gejala:  Pruritus nokturna  Menyerang manusia secara kelompok  Adanya terowongan (kunikulus) yang berwarna putih/keabuan. panjang 1 cm. siku luar. umbilikus. genitalia eksterna. 5th ed.Skabies  Penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei var. hominis  Transmisi: kontak langsung (skin to skin). areola mammae. gameksan 1%. perut bawah  Ditemukan tungau  Obat: sulfur presipitat 4-20%. 20 .

perbatasan skalp-muka. lumbosakral  Khas: fenomena tetesan lilin. dan merokok  Tata laksana:  Sistemik: KS. etretinat. ekstremitas ekstensor (siku & lutut). obat. infeksi fokal. sitostatik (metotreksat). gangguan metabolisme. ditranol. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. 20 . trauma. 5th ed. dan proliferasi keratinosit → peningkatan turn over epidermis  Pencetus: stress. levodopa. KS. dll  PUVA (UVA + psoralen) Djuanda A. emolien. Auspitz sign. Balai Penerbit FKUI. alkohol.Psoriasis vulgaris  Bercak eritema berbatas tegas dengan skuama kasar berlapis-lapis dan transparan  Predileksi: skalp. endokrin. Kobner sign  Patofisiologi:  Genetik: berkaitan dengan HLA  Imunologik: diekspresikan oleh limfosit T. tazaroen. dll  Topikal: preparat ter. sel penyaji antigen dermal.

.

Ilmu penyakit kulit dan kelamin. berbau tidak enak.93. Balai Penerbit FKUI. penularan biasanya melalui hubungan seksual (dapat juga melalui pakaian atau karena berenang) • Gejala klinis: – Pada wanita: • Sekret vagina seropurulen berwana kekuningan. kuning-hijau. Trikomoniasis • Infeksi saluran urogenital bagian bawah oleh Trichomonas vaginalis. perdarahan intermenstrual – Pada laki-laki: gambaran klinis lebih ringan. bisa bersifat akut/kronik. 20 . perdarahan pascakoitus. mirip uretritis nongonore • Pemeriksaan: – Sediaan basah : tropozoit bergerak aktif – Pemeriksaan pewarnaan Giemsa • Pengobatan: – Topikal: cairan irigasi (H2O. asam laktat). terdapat abses yang tampak sebagai granulasi berwarna merah (strawberry appearance). supositoria/gel trikomoniasudal – Sistemik: metronidazol (2 g single dose atau 500 mg x 7 hari). tinidazol Djuanda A. berbusa • Dinding vagina kemerahan. 5th ed. dispareunia.

.

Clue cells. jarang berbusa. . Trikomoniasis Duh seropurulen kuning/kuning kehijauan. berbusa. berbau tidak enak. Strawberry appearance. Kandidosis vaginalis Duh berwarna kekuningan. Vaginosis bakterial Duh berbau tidak enak (amis). disertai gumpalan seperti kepala susu berwarna putih kekuningan. Sel ragi.Karakteristik beberapa IMS Penyakit Karakteristik Gonorrhea Duh purulen kadang-kadang disertai darah. Diplokokus gram negatif. warna abu-abu homogen. atau hifa semu. blastospora.

gonorrhea diseminata Djuanda A. servisitis. disusul disuria. polakisuria . nyeri saat ereksi  Pada wanita: uretritis.Gonorrhea  Penyakit yang disebabkan infeksi Neisseria gonorrhoeae  Masa tunas 2-5 hari  Jenis infeksi:  Pada pria: uretritis. 5th ed. epididimitis. keluar duh yang kadang disertai darah. 20 . orofaringitis. parauretritis. proktitis. salpingitis. funikulitis. oarauretritis. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. vesikulitis. cowperitis. littritis. konjungtivitis (pada bayi baru lahir). bartholinitis. panas di uretra distal. Balai Penerbit FKUI. tysonitis. trigonitis  Gambaran uretritis: gatal. prostatitis.

single dose) or Cefotetan (1 g IM. single dose) Longo DL. or rectum  First line: Ceftriaxone (250 mg IM. McGraw-Hill . single dose) or Cefixime (400 mg PO. single dose) or Spectinomycin (2 g IM. Harrison’s principles of internal medicine. single dose) plus probenecid (1 g PO. single dose) or Cefoxitin (2 g IM. 18th ed.Gonorrhea  Pemeriksaan:  Sediaan langsung: diplokokus gram negatif  Kultur: agar Thayer-Martin  Pengobatan Diagnosis Pilihan pengobatan Uncomplicated gonococcal infection of the cervix. single dose) plus Treatment for Chlamydia if chlamydial infection is not ruled out: Azithromycin (1 g PO. urethra. single dose) plus probenecid (1 g PO. single dose) or Cefotaxime (500 mg IM. single dose) or Doxycycline (100 mg PO bid for 7 days) Alternative: Ceftizoxime (500 mg IM. pharynx.

pusing. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Balai Penerbit FKUI. merupakan reaktivasi setelah infeksi primer (varicella)  Predileksi: daerah torakal. 20 .Herpes zoster  Penyakit yang disebabkan virus varicella zoster yang menyerang kulit dan mukosa. gatal. fasialis & otikus  Komplikasi: neuralgia pascaherpetik: nyeri yang timbul pada daerah bekas penyembuhan lebih dari sebulan setelah sembuh  Pengobatan: acyclovir (pada herpes zoster oftalmikus dan pasien dengan defisiensi imun) Djuanda A.V-1  Sindrom Ramsay-Hunt: gangguan n. bersifat dermatomal  Gejala:  Gejala prodromal sistemik (demam. malaise) & lokal (myalgia. kemudian menjadi pustul dan krusta  Pembesaran KGB regional  Herpes zoster oftalmikus: infeksi n. 5th ed. pegal)  Timbul eritema yang kemudian menjadi vesikel yang berkelompok dengan dasar eritematosa & edema. unilateral.

.

meningitis. DM. kelembaban tinggi. 5th ed. perleche. vulvovaginitis. iatrogenik. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. bronkopulmonar  Kandidosis kutis: lokalisata. penyakit kronik). pyelonefritis. Balai Penerbit FKUI. granulomatosa  Kandidosis sistemik: endokarditis. generalisata. kebiasaan berendam kaki. imunologik  Eksogen: iklim panas. 20 .Kandidosis  Kandidosis: penyakit jamur bisa bersifat akut/subakut disebabkan oleh genus Candida  Klasifikasi  Kandidosis mukosa: kandidosis oral. septikemia  Reaksi id (kandidid)  Faktor  Endogen: perubahan fisiologik (kehamilan. paronikia & onikomikosis. mukokutan kronik. obesitas. kontak dengan penderita Djuanda A. usia (orang tua & bayi). balanitis.

20 . grup azole) Djuanda A.Kandidosis kutis  Bentuk klinis:  Kandidosis intertriginosa: Lesi di daerah lipatan kulit ketiak. basah. eritematosa. amfoterisin B. antifungal (gentian violet 0. kultur di agar Sabouraud  Pengobatan: hindari faktor predisposisi. nistatin. glans penis. paronikia  Pemeriksaan: KOH (selragi. Sering disertai glossitis. Dikelilingi ileh satelit berupa vesikel-vesikel dan pustul-pustul kecil atau bula  Kandidosis perianal: Lesi berupa maserasi seperti dermatofit tipe basah  Kandidosis kutis generalisata: Lesi terdapat pada glabrous skin. 5th ed. sela jari. lipat paha. lipat payudara. Balai Penerbit FKUI. dan umbilikus berupa bercak berbatas tegas. hifa semu). blastospora. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. bersisik. intergluteal.5-1%. stomatitis.

albicans pada medium padat agar Sabouraud Dekstrosa  Bulat dengan permukaan sedikit cembung. . halus. licin  Warna koloni putih kekuningan dan berbau asam seperti aroma tape. Morfologi koloni C.

Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Balai Penerbit FKUI.Pitiriasis rosea • Dermatitis eritroskuamosa yang disebabkan oleh infeksi virus (self-limiting disease) • Bentuk klinis: – Dimulai dengan lesi inisial berbentuk eritema berskuama halus dengan kolaret (herald patch) – Disusul dengan lesi yang lebih kecil di badan. paha dan lengan atas. 20 . tersusun sesuai lipatan kulit (inverted christmas tree appearance) • Pengobatan: simtomatik Djuanda A. 5th ed.

Herald patch .

Kusta/morbus Hansen • Penyakit infeksi kronik akibat infeksi Mycobacterium leprae • Gejala klinis: Djuanda A. 20 . Ilmu penyakit kulit dan kelamin. 5th ed. Balai Penerbit FKUI.

 Bilaterally symmetric involving earlobes. enlarge peripherally. often annular. diffuse dermal infiltrate. Advanced lesions are anesthetic. Sharply defined. Fitzpatrick’s color atlas & synopsis of clinical dermatology. new lesions occur and coalesce. raised. temperature. May be a thickened nerve on the edge of the lesion. arms. or less frequently the trunk and lower extremities. raised plaques. Lepromatous  Skin-colored or slightly erythematous papules/nodules. which on face results in loss of hair (lateral eyebrows and eyelashes) and leonine facies (lion's face). Central area becomes atrophic/depressed. large peripheral nerve enlargement frequent (ulnar).  Lesions enlarge.  test pinprick.  More extensive nerve involvement Wolff K. face. 5th ed. Later: symmetrically distributed nodules. and buttocks. vibration Any site including the face. devoid of skin appendages (sweat glands.Tuberculoid  Few well-defined hypopigmented     hypesthetic macules with raised edges and varying in size from a few millimeters to very large lesions covering the entire trunk. Erythematous or purple border and hypopigmented center. hair follicles). Mc .

Tipe Lesi Batas Permuka an BTA Lepromi n I Makula hipopigmentasi Jelas Halus agak berkilat. anestesi - + kuat BT Makula eritematosa tidak teratur. anestesi +/- + lemah BB Plakat. punchedout Agak jelas Agak kasar. domeshaped. bagian tengah sembuh Jelas Kering bersisik. agak berkilat + - BL Makula infiltrat Agak Halus + - . anestesi - + TT Makula eritematosa bulat/lonjong. mulamula ada tanda kontraktur Jelas Kering bersisik.

atau sel Virchow – Serologik: MLPA. ML dipstick . ELISA.Lesi kulit (makula datar. nodus) Pausibasilar Multibasilar •1-5 lesi •Hipopigmentasi/erite ma •Distribusi tidak simetris •Hilangnya sensasi yang jelas •>5 lesi •Distribusi lebih simetris •Hilangnya sensasi kurang jelas Kerusakan saraf Hanya satu cabang (menyebabkan saraf hilangnya •sensasi/kelemahan Pemeriksaan otot–yang dipersarafi) Ziehl-Neelsen Bakterioskopik: Banyak cabang saraf – Histopatologik: sel datia Langhans. papul meninggi.

Pemeriksaan sensibilitas • Jarum → nyeri • Kapas → raba • Rasa suhu bila belum jelas – Dengan tabung reaksi panas dan dingin .

Ilmu penyakit kulit dan kelamin. lengan. KOH 20% (hifa pendek. Balai Penerbit FKUI. muka. spora bulat: meatball & spaghetti appearance)  Obat: selenium sulfida (shampoo). kulit kepala yang berambut  Asimtomatik – gatal ringan. leher. berfluoresensi  Pemeriksaan: lampu Wood (kuning keemasan). meliputi badan. 5th ed. sulfur presipitat  Jika sulit disembuhkan atau generalisata. azole. 20 .Pitiriasis versikolor  Penyakit jamur superfisial yang kronik disebabkan Malassezia furfur  Gejala:  Bercak berskuama halus yang berwarna putih sampai coklat hitam. dapat diberikan ketokonazol 1x200mg selama 10 hari Djuanda A. lipat paha. tungkai atas. ketiak.

medscape. tropical pulmonary eosinophilia (batuk.Pitting edema reversible with limb elevation  Grade 2 . limfangitis retrograde. Mansonella streptocerca  Limfatik: Wuchereria bancroftii. malaise. demam. Filariasis. http://emedicine. Onchocerca volvulus.Filariasis  Penyakit yang disebabkan cacing Filariidae. Mansonella ozzardi  Fase gejala filariasis limfatik:  Mikrofilaremia asimtomatik  Adenolimfangitis akut: limfadenopati yang nyeri. anoreksia. sesak)  Limfedema ireversibel kronik  Grading limfedema (WHO. W .Nonpitting edema irreversible with limb elevation  Grade 3 .com/article/217776-overview WHO. World Health Organization global programme to eliminate lymphatic filariasis. 1992):  Grade 1 . Brugia timori  Kavitas tubuh: Mansonella perstans. Brugia malayi. dibagi menjadi 3 berdasarkan habitat cacing dewasa di hospes:  Kutaneus: Loa loa.Severe swelling with sclerosis and skin changes Wayangankar S. mengi.

.

.

elevasi tungkai. albendazole) Suportif Pengobatan massal dengan albendazole+ivermectin (untuk endemik Onchocerca volvulus) atau albendazole+DEC (untuk nonendemik Onchocerca volvulus) guna mencegah transmisi  Bedah (untuk kasus hidrokel/elefantiasis skrotal)  Diet rendah lemak dalam kasus kiluria     . kompres Antihelmintik (ivermectin.Pemeriksaan & tatalaksana filariasis limfatik  Pemeriksaan penunjang:     Deteksi mikrofilaria di darah Deteksi mikrofilaria di kiluria dan cairan hidrokel Antibodi filaria. eosinofilia Biopsi KGB  Pengobatan: Tirah baring. DEC.

Panjang:lebar kepala sama Wuchereria bancroftii Inti teratur Tidak terdapat inti di ekor Perbandingan panjang:lebar kepala 2:1 Brugia malayi Inti tidak teratur Inti di ekor 2-5 buah Perbandingan Brugia timori panjang:lebar kepala 3:1 Inti tidak teratur Inti di ekor 5-8 buah .

 Telur dapat menembus keluar dari pembuluh darah.Schistosoma  Penyakit : skistosomiasis= bilharziasis  Morfologi dan Daur Hidup  Hidup in copula di dalam pembuluh darah vena-vena usus.  Di bagian ventral cacing jantan terdapat canalis gynaecophorus. vesikalis dan prostatika. bermigrasi di jaringan dan akhirnya masuk ke lumen usus atau kandung kencing  Telur menetas di dalam air mengeluarkan mirasidium . mempunyai duri dan letaknya tergantung spesies.  Telur tidak mempunyai operkulum dan berisi mirasidium. tempat cacing betina.

.

Schistosoma japonicum TELUR BENTUK : BULAT AGAK LONJONG DNG TONJOLAN DI BAGIAN LATERAL DEKAT KUTUB UKURAN : 100 x 65 µm TELUR BERISI EMBRIO TANPA OPERKULUM SERKARIA Schistosoma sp EKOR BERCABANG .

malaise. – Keluhan : demam. terjadi 6-8 bulan setelah infeksi. berat badan menurun – Pada infeksi berat → Sindroma disentri – Hepatomegali timbul lebih dini disusul splenomegali. .Gejala klinis – Efek patologis tergantung jumlah telur yang dikeluarkan dan jumlah cacing .

diare. http://emedicine.medscape. Hookworms. muntah  Anemia defisiensi besi  Infeksi berat menyebabkan pneumonitis (Loefflerlike syndrome) Haburchak DR.Infeksi cacing tambang  Disebabkan Ancylostoma duodenale & Necator americanus  Gejala:  Pruritus lokal pada tempat yang mengalami invasi  Nyeri abdomen.com/article/218805 .

.

html#tx .http://www.cdc.gov/parasites/hookworm/health_professionals/ind ex.

trichiura albendazole Brooks GF. pirantel pamoat. prazikuantel. mebendazole. Jawetz. bedah Enterobius vermiculari s Pirantel pamoat. pirantel pamoat Taenia solium Albendazole. Melnick & Adelberg’s medical microbiology. albendazole Schistosom a haematobiu m Prazikuantel Trichuris Mebendazole.Nama cacing Cacing dewasa Telur Obat Ascaris lumbricoide s Mebendazole. 23rd ed. McGr . albendazole Ancylostom a duodenale Necator americanus Mebendazole.

diikuti lesi linear berkelok-kelok. serpiginosa membentuk terowongan  Gatal hebat pada malam hari  Pengobatan: tiabendazole. menimbulkan rasa gatal dan panas. 20 . albendazole.Cutaneous larva migrans (creeping eruption)  Peradangan berbentuk linear. kloretil Djuanda A. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. cryotherapy. menimbul. menimbul dan progresif  Penyebab: Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum  Larva masuk kulit. Balai Penerbit FKUI. 5th ed. berkelok-kelok.

vomiting.Fascioliasis  Human fascioliasis is usually recognized as an infection of the bile ducts and liver. and abdominal pain/tenderness.  Symptoms can include gastrointestinal problems such as nausea. . rash. symptoms can occur as a result of the parasite's migration from the intestine to and through the liver. but infection in other parts of the body can occur.  In the early (acute) phase. and difficulty breathing may occur. Fever.

Fasciola Hepatica life cycle .

B.Microscopy A. Pengecatan: iodine. C: Telur Fasciola hepatica. C. A. Terlihat operculum pada terminal .B bentuk membulat.

Iowa State University. 2011 .Cutaneous Anthrax • 95% of all cases globally • Incubation: 2 to 3 days • Spores enter skin through open wound or abrasion • Papule → vesicle → ulcer → eschar • Case fatality rate 5 to 20% • Untreated – septicemia and death Center for Food Security and Public Health.

Day 2 Day 6 Day 4 Day 6 Day 6 Day 10 Center for Food Security and Public Health. Iowa State University. 2011 .

non-motile rod • Two forms – Vegetative.The Organism • Bacillus anthracis • Large.200 strains • Nearly worldwide distribution Center for Food Security and Public Health. 2011 . spore • Over 1. gram-positive. Iowa State University.

108. Vektor .

.

.

Pemfigus .

bula subepidermal. bila pecah menjadi krusta yang bertahan lama. Khas: bula kendur. nikolsky sign (+) Pemfigoid bulosa Perbedaan dengan pemfigus vulgaris: keadaan umum baik. terdapat IgG linear .Kelainan Penjelasan Pemfigus vulgaris Penyakit kulit autoimun berbula kronik. menyerang kulit dan membran mukosa yang secara histologik ditandai dengan bula intraepidermal akibat proses akantolisis dan secara imunopatologik ditemukan antibodi terhadap komponen desmosom pada permukaan keratinosit jenis IgG. baik terikat maupun beredar dalam darah. dinding bula tegang .

c Castleman tumor Cleared when the tumor removed Bullous Pemphigoid Cicatricial Pemphigoid .Pemphigus Vulgaris Pemphigus Vulgaris Pemphigus Foliceus Paraneoplastic Pemphigus e.

Balantidiasis .

  Balantidium coli ~70 x 45 m (up to 200 m) ~55 m .

colitis. occasional dysentery (diarrhea with passage of blood or mucus). but be free of any other symptoms or complaints • Common symptoms of Balantidiasis include chronic diarrhea.• Most people who are infected with Balantidium coli remain asymptomatic. An infected individual may have cysts or trophozoites in their feces. abdominal pain . nausea. foul breath.

Amoebiasis

Immature Entamoeba histolytica cyst (mature cysts have 4 nuclei) Trophozoites of Entamoeba histolytica with ingested erythrocytes .

. Nitro group of metronidazole is reduced by protozoan leading to cytotoxic reduced product that binds to DNA and proteins resulting into parasite death. Drug of choice for intestinal & extraintestinal amoebiasis. Has no effect on cysts.METRONIDAZOLE Mixed amoebicide. Acts on trophozoites.

Malaria .

.

) is a host in which a parasite attains sexual maturity. Definitive host (final h.  Vector is an arthropod that carriers a parasite to its host . harbours the adult or sexually mature parasite (where the sexual reproductive cycle take place).  Reservoir host an animal that harbours the same species of parasites as man and constitute a source of infection to him.  Intermediate host harbours the immature or asexual stages of the parasite.

• Malaria – Human: asexual stage (intermediate host) – Anopheles mosquito : sexual reproduction (definitive host) .