You are on page 1of 4

Proses Pembentukan Gips Kedokteran Gigi

Kalsinasi merupakan proses pemanasan gipsum untuk mendehidrasinya (sebagian ataupun
seluruhnya) untuk membentuk kalsium sulfat hemihidrat. Plaster dan stone merupakan hasil
dari proses dehidrasi gipsum. Proses kalsinasi yang menentukan kekuatan suatu bahan gips.
Perbedaan dalam tipe-tipe gips berhubungan dengan jumlah air yang dihilangkan dimana
akan menghasilkan densit yang beragam dan ukuran partikel bahan gips yang berbeda. Proses
kalsinasi yang berbeda akan menghasilkan tipe gips yang berbeda, seperti yang ditunjukkan
pada tabel 1.

YANG DIATAS ITU POKOKNYA AWAL DARI TERBENTUKNYA Alfa- Hemihidrat
dama Beta-Hemihidrat ya AHB !!!
Yang bawah ini tambahan barangkali si abang kurang bahannya

Seorang peneliti gipsum USA menemukan bahwa gipsum yang mengeras mengalami pengapuran di bawah tekanan uap. (CaSO4)2. Komponen tambahan -> potasium sulfat (mengurangi ekspansi) borax (mengatur waktu setting) starch (pemisah dengan stone model) 2. Viskositas rendah sehingga material cetak ini bersifat mukostatik.H2O + 3H2O —> 2 CaSO4. Reaksi yang terjadi sama dengan reaksi pada gips plaster untuk model. Plaster of Paris (Gips plaster) 1. proses tersebut dilakukan dalam suatu otoklaf. Menimbulkan sensasi kering pada pasien. membentuk kristalisasi kalsium sulfat hemidrat yang lebih bermutu. Kaku setelah setting sehingga tidak dapat mencetak undercut sehingga hanya digunakan untuk mencetak rahang tanpa gigi. Kedokteran gigi banyak membantu perkembangan plaster. Kemudian terus diperbaharui kekerasannya sehingga jenis ini dapat digunakan . Komposisi Secara umum komposisi material cetak gips plaster sama dengan gips plaster yang digunakan untuk mengisi cetakan (gips untuk model) hanya ditambahkan beberapa bahan lain untuk mendapatkan sifat yang diperlukan sebagai material cetak. d. b. INI BAGIAN SAYA BEEE !!! Sejarah a-hemihidrat α-hemihidrat ditemukan dan diperkenalkan dalam kedokteran gigi pada tahun 1930. Karena perbaikan ini. . Reaksi setting Serbuk gips plaster bila dicampur dengan air akan bereaksi membentuk massa kalsium sulfat dehidrat yang kaku. Komponen utama -> kalsium sulfat beta hemihidrat. untuk penemuan komersial. Sejak penemuan ini. Sifat-sifat a. c.2 H20 3. Hidrofilik sehingga dapat beradaptasi baik dan dapat mencetak detil.A. bahan kemudian langsung dipatenkan sebagai α-gipsum.

0. digunakan α-hemihidrat dari jenis ’Densite’. kekerasan. High-Strength (Tipe IV) Diketahui bahwa persyaratan utama bagi bahan stone untuk pembuatan die adalah kekuatan.7 MPa (3000 psi) – 34. Dental Stone. High Strength.5 MPa (5000 psi). Gips tipe V umumnya digunakan sebagai dai untuk pembuatan bahan logam .1% . Gips tipe IV ini sangat cocok digunakan untuk membuat pola malam dari suatu restorasi.Dental Stone (Tipe III) Gips tipe III (Dental Stone) terdiri dari hidrokal/ α-hemihidrat dan zat tambahan untuk mengontrol setting time. α-hemihidrat terdiri dari partikel yang lebih kecil dan teratur dalam bentuk batang atau prisma dan bersifat tidak poreus sehingga membutuhkan air yang lebih sedikit ketika dicampur bila dibandingkan dengan β-hemihidrat. Untuk memperoleh sifat ini. Kekuatan kompresi gips tipe III berkisar antara 20. Kekuatan yang lebih tinggi diperoleh dengan menurunkan rasio air-bubuk. dan ekspansi pengerasan minimal. Dental Stone. mahkota dan jembatan gigi tiruan. umumnya digunakan sebagai dai pada inlay. High Expansion (Tipe V) Adanya penambahan terbaru pada klasifikasi produk gipsum ADA dikarenakan terdapat kebutuhan dental stone yang memiliki kekuatan serta ekspansi lebih tinggi. Partikel-partikel berbentuk kuboidal serta daerah permukaan yang lebih kecil menghasilkan sifat tersebut tanpa menyebabkan pengentalan adukan.3% untuk mengkompensasi pengerutan casting yang lebih besar pada pemadatan logam campur. Diperlukan permukaan yang keras dan tahan abrasi karena preparasi kavitas diisi dengan malam dan diukir menggunakan instrumen tajam hingga selaras dengan tepi-tepi dai. serta zat pewarna untuk membedakannya dengan bahan dari plaster yang umumnya berwarna putih.Gips tipe V memiliki setting ekspansi sekitar 0. Pembuatan gips tipe V sama seperti gips tipe IV namun gips tipe V memiliki kandungan garam lebih sedikit untuk meningkatkan setting ekspansinya. Gips tipe III ideal digunakan untuk membuat model kerja yang memerlukan kekuatan dan ketahanan abrasif yang tinggi seperti pada konstruksi protesa dan model ortodonsi.

campur yang memiliki pengerutan tinggi. Bahan ini umumnya berwarna biru atau hijau dan merupakan produk gipsum yang paling mahal. INI TAMBAHAAANNNN !!! .