You are on page 1of 3

PRAKTIKUM FISIKA KELAS XII IPA

Hari/Tanggal:__Kamis________/___27 Agustus 2015____
Kelas

XII IPA 1 - 19

Nama

Sebastian Abby

PERCOBAAN : RESONANSI BUNYI
Tujuan:
menentukan cepat rambat bunyi di udara ( v )
Teori : (lihat gambar berikut)
Dengan bantuan slang plastik/karet, reservoir R dan tabung kolom udara (disebut
tabung resonan) dihubungkan satu sama lain sehingga membentuk bejana
berhubungan.
Susunan tersebut kemudian diisi air hingga penuh.Garputala/speaker yang
frekwensinya telah diketahui dijepit dan digetarkan secara terus-menerus di atas tabung
kolom udara.
Selama garpu tala bergetar, reservoir R diturunkan
perlahan-lahan, sehingga air dalam tabung kolom udara ikut turun dan gelombang
bunyi merambat dalam tabung kolom udara. Gelombang yang merambat ini
dipantulkan
permukaan air sehingga antara gelombang yang datang dan yang dipantulkan terjadi
interferensi. Ketika panjang tabung kolom udara (2n +1 ) 1/4λ dengan n = bilangan
cacah, maka terjadi interferensiyang konstruktif, interferensi yang saling memperkuat
(Ingat interferensi pada ujung terikat dan pipa organa tertutup !).
Dikatakan pada saat itu antara garpu tala dan udara dalam tabung kolom udara terjadi
resonansi (udara ikut bergetar karena ada garpu tala yang bergetar). Jika A, B, C dan
seterusnya merupakan tempat terjadinya resonansi pertama, kedua, ketiga dan
seterusnya, maka : Jarak AB = BC = 1/2λ dan AC = λ , sehingga panjang
gelombangnya (λ ) dapat diukur. Karena pada saat terjadi resonansi, frekwensi yang
bergetar sama, maka frekwensi udara yang bergetar sama dengan frekwensi garpu tala.
Dengan demikian cepat rambat bunyi di udara dapat dihitung dengan rumus:

v =f . λ

Alat-alat yang diperlukan:
1. Tabung resonansi
2. Speaker
3. Sumber getar
4. Air
Pelaksanaan:
1) Isi tabung kolom udara dan reservoir R hingga penuh
2) Hidupkan sumber getar pilih untuk frekunesi tertentu,

3) Cari tempat terjadinya resonansi pertama, kedua, dst. Dengan jalan menurunkan air dalam reservoir R. (Saat terjadi
resonansi, ditandai suara yang agak nyaring !). Catat skala tempat terjadinya resonansi-resonansi tersebut
4) Ulangi pelaksanaan 2 & 3 untuk frekuensi yang yang lain.
5) Tabelkan datanya dalam tabel data pengamatan.

Data Pengamatan
No
Frekunsi

Resonansi 1

Resonansi 2

1
2
3
4
5
6
7

21.5
18
15.4
14
11.5
11
10

67
58.3
52
47.2
43
39.2
35.8

400
450
500
550
600
650
700

λ
91
80.6
73.2
66.4
63
56.4
51.6

v

Δv

364
2.24
362.7
3.54
366
0.24
365.2
1.04
378
11.75
366.6
0.35
361.2
5.04
366.243 3.46

Pembahasan

Analisis Data
Kami melakukan pengolahan data mengenai penentuan cepat rambat bunyi yang melewati udara pada beberapa frekuensi
tertentu yang digunakan dalam praktikum ini. Sebelum mencari nilai kecepatan rambat bunyi udara, kami mencari terlebih dahulu
resonansi pertama dan resonansi kedua. Setelah kami menemukan resonansi pertama dan kedua, kami menghitung lambda dengan
rumus sebagai berikut. Setelah itu, kami menentukan nilai cepat rambat bunyi di udara pada masing-masing frekuensi dan pada
lambda yang berbeda-beda pada saat resonasi terjadi, yakni frekuensi yang timbul dari speaker.
Kami menentukan nilai cepat rambat bunyi di udara dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
∆ v´ ´
x 100

Sehingga didapatkan nilai v untuk masing-masing frekuensi. Nilai v tersebut dirata-ratakan untuk mendapatkan v ratarata. Kemudian, nilai v rata-rata dihitung selisihnya dengan setiap frekuensi tersebut dan kemudia dirata-rata kembali sehingga
mendapatkan nilai kesalahan relatif yaitu sebesar
Konsekuensi dalam menentukan cepat rambat bunyi di udara adalah nilai yangdidapat harus bernilai 340 m/s atau
mendekati 340 m/s, sehingga dalam praktikum tentang resonansi gelombang bunyi ini, baik dalam pelaksanaan praktikum maupun
dalam pengolahan data yang telah dikumpul, terdapat kesalahan-kesalahan tertentu yang mungkin terjadi, yaitu: 3.5%

Ketidaktelitian dalam menentukan resonansi pertama dan resonansi kedua pada saat gelombang bunyi yang keluar dari
speaker

Kesalahan pada saat menggerakkan alat pengukur dalam tabung resonansi, umumnya karena cara menggerakan tabung
resonansi terlalu cepat sehingga tidak menghasilkan data yang akurat.



Ketidaktelitian dalam membaca skala yang terdapat di speaker.
Perhitungan dibulatkan dua angka di belakang koma sehingga data tidak terlalu akurat.
Kecepatan yang mendekati 340m/s belum tentu sesuai dengan kondisi suhu udara di laboratorium. Suatu udara akan
memiliki kecepatan 340 m/s bila suhu udara tersebut 15 derajat celcius sedangkan suhu ruang mendekati 25 derajat celcius
sehingga kecepatan belum tentu mendekati 340 m/s

Kesimpulan

Dalam percobaan ini,kami menemukan bahwa cepat rambat bunyi di udara adalah 366,243 m/s. Hasil ini
diperoleh dari rata – rata percobaan resonansi bunyi, dengan pengulangan sebanyak 7 kali dengan menggunakan
frekuensi yang berbeda.