You are on page 1of 7

Ana Punk

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN
A. Peradangan
1. Cystitis
- Suatu inflamasi pada kandung kencing/bladder
- Prevalensoi dewasa : 2,5 %
- Resiko : wanita 50 kali pria
- Pada usila prevalensi : 10 – 30 %
Etiologi
Etiolog
- Bakteri : Escgherescia Coli (70 – 80 %)
 Staphilokokus
 Enterokokus
 Klebsiela
 Proteus
- Fungi : Candida
Klien beresiko fungemia :
 DM
 Immunosupresif agen
 Penurunan kekebalan
- Parasit : trichomonas
- Virus : jarang
2.
-

Non Infectious Cystitis
Chemical exposure  obat (cyclophosphamide)
Therapi radiasi
Immunologi respon : SLE
Studi  pemasanan catheter indwelling
 Bakteriuria 5 – 10 % perhari
 Pemakaian 30 hari  urin terinfeksi

Pengkajian
Riwayat Keperawatan :
Faktor resiko :
- Riwayat ISK sebelumnya
- Masalah urologi lain  batu
- Masalah kesehatan lain  DM
- Riwayat terpaparnya PHS : klien wanita  vaginal discharge, iritasi vulva
Pemeriksaan Fisik :
Manifestasi klinis :
- Frekuensi
- Nokturia
- Urgenci
- Inkontinensia
- Disuria
- Suprapubik tenderness/fullnes
- Hesitancy
- Low back pain
Manifestasi lai :
Demam
Menggigil
Mual

- Feeling inkomplete bladder
- Muntah
- Malaise
- Nyeri pinggang

Usila : urosepsis ( Bact. Gram negatif ) --- 15 % meninggal
Sebaiknya PF : klien diminta untuk BAK dan urine diperiksa
Pem. Fisik : - Tanda Vital
- Inspeksi  abdomen bawah
- Palpasi  distensi kandung kencing
- Inflamasi kulit sekitar meatus urethra
Pengkajian Psikososial
 Perasaan malu, sedih  gangguan aktivitas sexual.
 Pria  khawatir impotensi

Created by

Mathe Page 1 of 7 8/27/2015

Intervensi  Mendukung kenyamanan  sitz bath dengan air hangat 2-3 x/hari selama 20 menit. Etiologi  E. Etiologi  Pria PHS : gonorhea  Ureaplasma (gr (-) ).  Wanita  kelanjutan dari cystitis.  Kolaboratif : Antibiotik.a.  Intervensi lain sama dengan ISK.k. fibrosis.d ketidak mampuan berkemih.  Hindari zat/benda iritan.  Klien dapat menjelaskan  cara pencegahan ulang. coli  Klebsiella  Enterobaster  Pseudomonas  Morganella  PN akut : masuknya bakteri  perubahan epitel ringan inflamasi interstitial berat & perubahan sel. Gejala  Pyuria-dysuria syndrom. Pyelonefrithis Infeksi bacteri pada pelvis renal.I).  Wanita jaga kebersihan daerah perineum .  Spasme kandung kencing s.  Jangan biasa menahan kencing.  Diet  TKTP  Intake cairan 2-3 liter/hari (bila tidak ada K.d kurang familiar dengan sumber-sumber informasi. 2.O .d frequency  Knowledge deficit s.WBC/RBC positif  Urine kultur  Cystoscopy  bila recurent (> 3-4 x/tahun) Diagnosa Keperawatan  Nyeri s.d inflamasi  Gangguan pola eliminasi urin s. ceftriaxone  G.  PN kronis : abnormalitas struktur & obstruksi akibat inflamasi. .  Sekret keluar dari penis atau vagina  Rasa tidak enak pada perut bagian bawah.Metronidazole  trichomonas.  Urinalisis  WBC (pyuria) tanpa jumlah bakteri yang bermakna.Ana Punk Pemeriksaan Diagnostik  Urinalisis : .  Klien merasa nyaman.Penicillin.Bakteri uri . Urethritis Suatu inflamasi pada urethra yang menimbulkan gejala-gejala yang sama dengan ISK. Evaluasi  Me gejala/tanda infeksi.Doxycyline  Urea plasma & chlamydia. pembedahan (bila perlu). Patofisiologi Microbial invasion of renal pelvis  Inflamatory response Created by Mathe Page 2 of 7 8/27/2015 . chlamydia.  Frequency-dysuria syndrom Pengkajian  Riw. trichomonas. 3. dysuria. deormitas calic. Intervensi  Penyakit PHS diobati : . PHS  Nyeri atau sulit b.

Renal (ggn reabs. inflamasi/infeksi.d.U. abdomen) s. F’ kontribusi : . batu. IVP Diagnosa Keperawatan  Nyeri (pinggang. pembedahan.Mg. Urolithiasis  Terdapatrnya batu dalam traktus urinarius. fatique.I. citrate. bajteri.  Taku kemungkinan menjadi gagal ginjal s. sipilis)  Malaise/fatigue  Demam & menggigil  >> ssering pada PNA  Burning. D Zat-zat -tertentu : intoxication. asam urat.  Penyebab sekunder : Immobilitas Urin statis . Penyakit sebelumnya : Penyakit yang sama.RTA (Renal Tubular Acidosis).  Rasa tidak enak pada panggul dan abdomen bag. abnormal struktur dan fungsi T.  Idiopathic hypercalciuria. cystine) ISK Created by Mathe Page 3 of 7 8/27/2015 . Ca di tubulus renal).  Hematuri.  Infeksi atau resti u/ infeksi s. urgency.d. Evaluasi  Evaluasi efektifitas interfensi yang didasarkan pada pencapaian tujuan.  Psikososial  cemas.  Inspeksi kesimetrisan panggul  Palpasi CVA (Costo vertebral Angle)  tenderness. sedih malu dsb. B.  Urin keputih-putihan (tanda GO.  Perkusi area CVA  respon nyeri  (+) infeksi/inflamasi. oxalate.d. ketidakmampuan untuk mengontrol infeksi. Fluid intake  .  Urin kultur  sensitivitas test. Urin asam .Ureterolithiasis . tdk adekwat pertahanan primer (urin statis) instrumentasi.Ana Punk  Resulting fibrosis (scar tissue)  Tubuler reabsobsi & secretion   Imparred renal function Pengkajian  Riw. .Immobilization syndrome. edema. Ca di usus).  Hyperthermi s.Vesicolithiasis Etiologi  90%  faktor resiko metabolik. erytema. frequency of urination.Hyperparathiroidismlama Urin konsentrasi Vit.d. Pathofisiologi Calculi  Urine statis Kelainan metabilic supersaturasi filtrate  (Ca.Nephrolithiasis . basa . ISK. pyrophospate .  75%  batu terdiri dari calcium oxalate. . Intervensi  Intake cairan 2-3 l/hr bila tdk K. Bawah. Dx : x-ray. DM.  Pem. PO4. Obstruksi 1.  Diet TKTP  Educational counseling  Kolaboratif : madiksi antibiotik.  Urinalisis  WBC.  Activity intoleran s.d.Absorptive (me abs. kelemahan umum akibat infeksi. me metabolic rate dari infeksi.

WBC. Intake cairan 2 -3 l/hr  Intake Ca 400 – 500 mg/hr  Kolaboratif: . as.Pembedahan STRIKTUR URETHRA  Penyempitan saluran urethra ETIOLOGI:  Komplikasi dari VHS (Gonorrhea). Count . Urin .PH:/ .Serum  Ca. IVP. CT scan . Vomiting . Bacteri. diaphoresis  Psikososial: cemas  Lab: .RBC. DIAGNOSA KEPERAWATAN  Nyeri s.Nyeri yang berat pada pinggang . Diff. INTERVENSI  Teknik relaksasi untuk m nyeri  Diet TKTP.d faktor resiko dari dalam (resiko obstruksi urin).Nausea. PO4.WBC count.d agen injuri fisik (pengerakan batu)  Resiko tinggi infeksi s.Ana Punk blok ureter   hidroureter  hidronefrosis  kerusakan ginjal ireversibel PENGKAJIAN  Riwayat batu ginjal sebelumnya / keluarga  Riwayat diet  Manifestasi klinis: .  Overdistensi bladder.d urin statis dan adanya benda asing (batu).  Trauma setelah kateterisasi/instrumentasi  Kelainn didapat ketika lahir  laki-laki>wanita Tanda/gejala:  Aliran urin tersumbat  jarang menimbulakn ngeri.Colic  Hematuri  Obstruksi  Oliguri.Medikasi . annuri  Bladder distensi  Tampak pucat.  Resiko tinggi injuri s. Created by Mathe Page 4 of 7 8/27/2015 . Urat  X-ray.

vena renal jaringan lemak sekitar ginjal dan kelenjar limpa sekitar  tidak terkena tumor. pemaparan dari lingkungan  Pe BB  Perubahan warna urine  Nyeri/tidak pada abdomen dan pinggang  Demam  Hematuri Pem. CT Scan DIAGNOSA PERAWATAN  Resiko tinggi injuri s. hypernephroma)  Pertumbuhan sel/jaringan abnormal pada ginjal ETIOLOGI:  Secara pasti  tidak diketahui  Ada kaitan dengan penggunaan tembakau  Terpapar zat kimia: phosphate. tanda-tanda P status nutrisi. EFEK PATOFISIOLOGIS:  Demam  Anemia  Erithrocytosis  Hypercalcemia  Liver disfungtion  Efek hormonal PENGKAJIAN Riwayat:  Usia  Faktor resiko: merokok. pigmentasi areola. Stage II:  > 2. Ht. Hypercalcemia. Pengkajian:  Anura. IVP.d. Led. cadmiun  Transmisi gen.5 cm. vena renal & lump belum kena Stage III: Tumor meluas sampai vena renal dan / lymp Stage IV: Tumor menginvasi ke organ-organ disekitar vascia atau metasfase ke jaringan yang jauh. hematura  Pem. D. gros hematuri.5 cm. hematuri Psikososial: Tkut dan cemas Lab: Hb. Stage Tumor Renal Stage I:  ≤ 2. Cystography Created by Mathe Page 5 of 7 8/27/2015 .  Takut dan cemas s.d.  Inspeksi: Kulit pucat. berada dalam kapsul ginjal. TRAUMA BLADER TRAUMA  akibat dari penetrasi atau trauma tumpul abdomen bawah. Pem. kemungkinan metastasi atau kanker berulang. ACTH. melebihi kapsul ginjal tapi masih dalam fascia gerota. PTH. Translokasi kromosom. Dx lain: IVP. Fisik  Tanda klasik: Sakit pinggang. Renin. terpalpasi masa.Ana Punk KEGANASAN RENAL CELL CARCINOMA (Adenocarcinoma. prosedur diagnostik/therapi INTERVENSI  Chemoterapi  Pembedahan  radical nephrectomy.

Ana Punk Created by Mathe Page 6 of 7 8/27/2015 .

Ana Punk Created by Mathe Page 7 of 7 8/27/2015 .