You are on page 1of 6

BAB III

METODE PENELITIAN
3.1. Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan study restrospektif.
Peneliti mengamati struktur input dan proses dari struktur luaran pelayanan
kesehatan Ranap, yaitu: adanya trend peningkatan angka kematian > 48 jam.
Dalam struktur input dan proses peneliti mengamati unsur menajemen seperti:
ketersediaan peralatan dan obatan, kompetensi tenaga pelaksana pelayanan,
tindakan medis dan tindakan keperawatan serta upaya-upaya pencegahan resiko
kematian/kegawatan dari set rekam medik pasien pulang mati > 48 jam dari Januari
- Juni 2005 dengan menggunakan “Daftar Tilik Analisis Penyimpangan Mortalitas”
yang menyebabkan peningkatan angka kematian > 48 jam di RSD.

3.2. Materi Penelitian
Materi penelitian ini adalah set rekam medik pesien meninggal > 48 jam dari
Januari - Juni 2005 yang tersimpan secara terpisah di Urusan Rekam Medik RSD.
Set rekam medik pasien seharusnya memuat segala informasi medis dan kesehatan
sejak pasien berinteraksi dengan tenaga profesional di rumahsakit, didalamnya
seharusnya terdapat catatan dokter dan catatan perawat dalam melaksanakan
standar pelayanan dan standar asuhan, pemberian terapi tindakan dan obat-obatan
dan perkembangan kondisi kesehatan pasien.

3.3. Alat Penelitian
Untuk mendapatkan 5 kriteria alasan-alasan dari penyimpangan mortalitas >
48 jam dari Januari - Juni 2005 yang tersimpan di Urusan Rekam Medik RSD,
digunakan “Daftar Tilik Penyimpangan Mortalitas di Rumahsakit”. Daftar tilik memuat
17 pertanyaan yang dijadikan pedoman peneliti untuk meneliti materi penelitian
(Format terlampir). Daftar tilik merupakan materi ajar dari Clinical Audit Training –
PMPK/IKM FK – UGM dan diadaptasi untuk mengetahui catatan medik dan catatan
30

keperawatan di dalam set rekam medik yang berhubungan dengan kematian pasien
> 48 jam di rumahsakit.

3.4. Variabel Penelitian
Gambar 4. Variabel Penelitian dalam Struktur Manajemen

INPUT PROSES KELUARAN

1. PROSEDUR ANGKA
TETAP TINDAKAN MEDIS KEMATIAN > 48
2. STANDAR TINDAKAN KEPERAWATAN JAM RSD KOL.
ASUHAN TINDAKAN PENUNJANG ABUNDJANI
3. OBAT BANGKO
4. PERALATAN
5. ANGGARAN

Dari gambar 4 (empat) maka variabel penelitian dari penelitian ini adalah:
1. Prosedur tetap
2. Standar asuhan
3. Obat
4. Peralatan
5. Anggaran
6. Kebijakan
7. SDM
8. Tindakan medis
9. Tindakan keperawatan
10. Tindakan penunjang

3. 5. Definisi Operasional
1. Prosedur tetap adalah: prosedur pelayanan teknis dan administrasi dari bidang
medis dan keperawatan yang telah disusun dan diberlakukan dan dipedomani
dalam pemberian pelayanan kepada pasien di instalasi Ranap RSD Kol.
Abundjani Bangko;
2. Standar asuhan adalah: standar pelayanan profesi secara teknis medis dan
keperawatan yang telah disusun dan diberlakukan dan dipedomani dalam
31

pemberian pelayanan kepada pasien di instalasi Ranap RSD Kol. Abundjani
Bangko;
3. Obat adalah: pemberian obat-obatan baik oral dan atau parenteral, tablet dan
atau cair kepada pasien sesuai dengan resep yang dituliskan dokter di lembar
catatan medik dan lembar catatan perawat;
4. Peralatan adalah: peralatan kesehatan dengan standar peralatan pelayanan
rawat inap secara umum dan spesialistik minimal yang digunakan dalam
memberikan pelayanan kesehatan di instalasi Ranap RSD Kol. Abundjani
Bangko, seperti: suction pump, ventilator, devibrilator, regulator oksigen dan lain-
lain.
5. Anggaran adalah: jumlah dana dari APBD dan DEKON yang peruntukkannya
untuk pendidikan dan pelatihan tenaga profesional, pembelian peralatan
kesehatan dan obat serta bahan gizi yang berhubungan dengan kegiatan
pelayanan pasien di instalasi Ranap RSD Kol. Abundjani Bangko;
6. Kebijakan adalah: kebijakan-kebijakan Direktur RSD Kol Abundjani yang telah
memberlakukan Visi dan Misi Pelayanan Kesehatan Paripurna dalam
mendukung pelayanan kesehatan bagi peningkatan pembangunan agro bisnis
dan agro industri di Kabupaten Merangin tahuun 2008
7. SDM adalah: tenaga perawat, bidan dan dokter dan tenaga kesehatan lainnya
yang terlibat dalam pemberian pelayanan kesehatan di instalasi Ranap RSD Kol.
Abundjani Bangko;
8. Tindakan medis adalah: pelaksanaan tahapan kegiatan-kegiatan dalam upaya
menegakkan diagnosa kerja dan diagnosa utama, pengobatan, saran diet, saran
perawatan dan pengawasan perkembangan penyakit yang bertujuan mengurangi
keluhan dan mengatasi penyebab penyakit pada pasien termasuk didalamnya
pelaksanaan standar medis dan prosedur pelayanan medis di saat pasien dalam
masa kritis dan kegawatan medik selama di rawat di instalasi Ranap RSD Kol
Abundjani Bangko;
9. Tindakan keperawatan adalah: pelaksanaan asuhan keperawatan dalam upaya
pemenuhan 14 kebutuhan dasar manusia dalam dan tindakan mandiri serta
32

kolaborasi dalam upaya memberikan asuhan kepada pasien selama di rawat di
instalasi Ranap RSD Kol Abundjani Bangko;
10. Tindakan penunjang adalah: tindakan pemeriksaan laboratorium, pelayanan
radiologi, pelayanan USG, pelayanan EKG dan pelayanan fisioterapi termasuk
tindakan operasi yang dilakukan kepada pasien Ranap selama di rawat di
instalasi Ranap RSD Kol Abundjani Bangko;
11. Angka Kematian RSD KOL. ABUNDJANI 2005 adalah: jumlah kematian > 48 jam
dari pasien rawat inap di RSD dari Januari - Juni 2005 .

3.6. Rencana Kegiatan Penelitian
3.6.1. Tahap Persiapan
Tahap awal penelitian dimulai dengan penelusuran literatur, dilanjutkan
dengan penyusunan proposal dibawah bimbingan dosen pembimbing tesis sampai
dengan seminar proposal yang seluruhnya dilaksanakan di lingkungan universitas.
Penyusunan proposal disetujui, dilanjutkan dengan penyelesaian perijinan penelitian
dari Minat Magister Manajemen Rumahsakit Universitas Gadjah Mada. Calon
Peneliti mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh pembimbing tesis dengan
materi pelatihan Daftar Tilik Penyimpangan Mortalitas dengan beberapa aadaptasi.

3.6.2. Tahap Pelaksanaan
Tahap pertama mendapatkan ijin penelitian dan pelatihan dari tempat lokasi
penelitian, proses penelitian diawali dengan sosialisasi materi “Audit Kematian” dan
pelatihan penggunaan “Daftar Tilik Penyimpangan Mortalitas“. Bersama peserta
atau beberapa peserta pelatihan melakukan audit kematian dengan menggunakan
Daftar Tilik Penyimpangan Mortalitas terhadap set rekam medik pasien pulang
meninggal > 48 jam dari bulan Januari 2005- Juni 2005. Dilakukan manajemen data
Tahap akhir adalah pengolahan data dari hasil daftar tilik penyimpangan
mortalitas dengan bimbingan dosen pembimbing tesis dalam upaya penyelesaian
penyusunan hasil penelitian sebelum diseminarkan di lingkungan universitas.

3.7. Analisis
33

Unit analisis (atau dapat pula disebut sebagai tingkat analisis) menunjukkan
apa yang ingin dipelajari dalam suatu penelitian (Yin, 1994, Cit. Utarini, 2004).
Dalam proposal ini yang menjadi unit analisis adalah set rekam medik pasien pulang
meninggal > 48 jam dari Januari - Juni 2005 yang tersimpan terpisah di Urusan
Rekam Medik RSD KOL ABUNDJANI BANGKO.
Penggunaan daftar tilik penyimpangan mortalitas, analisis dilakukan untuk
menemui alasan-alasan membenarkan atau tidak membenarkan penyimpangan
kematian dalam salah satu dari 5 (lima) kriteria di berikut:
1. keadaan atau perjalanan penyakit pasien pada waktu masuk
rumahsakit sudah sedemikian lanjut, sehingga metoda-metoda medis yang
efektif tidak ada (tidak diinginkan oleh pasien dan atau oleh anggota keluarganya
yang bertanggungjawab), dan kematian merupakan akibat yang sudah
diperkirakan sebelumnya.
2. hasil pemeriksaan catatan medik menunjukkan bahwa kematian jelas
merupakan akibat langsung dari campur tangan dokter yang merawatnya, dari
kegagalan untuk mendiagnosis dengan tepat atau pada waktunya, atau ada
faktor dari SIPL Yankes RS.
3. catatan medik memperlihatkan bahwa kejadian penyebab yang
mengakibatkan kematian sewajarnya tidak dapat diperkirakan.
4. sebab kematian sedemikian rupa sehingga sewajarnya dapat
diperkirakan sebelumnya dan apa yang ditulis (tertulis) dalam lembar catatan
medik membuktikannya. Meskipun kejadian penyebab sebenarnya dapat
diperkirakan sebelumnya dan usaha-usaha pencegahan yang diketahui sudah
dilakukan dengan tepat dan pada waktunya (kecuali apabila ada bukti bahwa
usaha itu tidak diingini), kejadian penyebab tetap terjadi juga.
5. kejadian penyebab sewajarnya dapat diperkirakan hanya dengan
pengertian bahwa mereka yang bertanggung jawab terhadap perawatan pasien
harus waspada dan mengamati tanda-tanda serta gejala-gejala awal dari
kemungkinan permulaan komplikasi-komplikasi atau kegagalan-kegagalan,
supaya dapat sembuh secara normal. Pembenaran pembenaran dalam kategori
34

ini dapat berdasarkan atas apa yang tertulis dalam cacatan dokter (catatan
medik) dan atau catatan perawat, yaitu:
a. pengamatan profesional dengan atau tanpa menggunakan
peralatan kesehatan yang tersedia yang dilakukan terus menerus sehingga
permulaan penyakit dapat dikenal pada waktunya, ada komunikasi pada
waktunya, diagnosis dan usaha usaha responsif tampaknya tepat, tetapi
kematian terjadi juga.
b. Walaupun pengamatan profesional yang terus menerus
dilakukan dan tepat seperti yang tertulis dalam catatan medik, kejadian
penyebab timbul dalam keadaan tanda-tanda serangan awal tidak ada atau
menyesatkan, sehingga kegagalan dari usaha apa saja yang diberikan dapat
dibenarkan.

3. 8. Rencana Jadwal Penelitian
Untuk dapat berlangsungnya penelitian dengan baik calon peneliti menyusun
jadwal penelitian yang akan dijadikan pedoman dalam penelitian untuk
mendapatkan jawaban dari pertanyaan penelitian dengan judul proposal Perbaikan
Mutu Pelayanan Rawat Inap Melalui Audit Kematian di RSD KOL ABUNDJANI
BANGKO PROVINSI JAMBI tahun 2005, seperti tabel 4 (empat).

Tabel 4. Rencana Kegiatan Penelitian
No Uraian Kegiatan 9 10 11 12 1 2 3 4 KET
1 Seminar dan Perbaikan Proposal
2 Ijin dan Sosialisasi Penelitian
3 Pelaksanaan Penelitian
4 Pengolahan Data
5 Sosialisasi Hasil
6 Bimbingan Penyusunan Tesis