You are on page 1of 30

DASAR-DASAR

ANESTESIA UMUM

DIKUTIP DARI BUKU


PENUNTUN PRAKTIS
ANESTESI

PENDAHULUAN
BAHASAN :
1. BATASAN ANESTESIA ATAU ANESTESIA UMUM
2. TEORI ANESTESIA
3. PILIHAN ANESTESIA
4. STADIA ANESTESIA
5. ALAT-ALAT ANESTESIA
6. LANGKAH-LANGKAH ANESTESIA
08/28/15

ANESTESIA

BATASAN ANESTESIA UMUM


ANESTESIA
Kalau diuraikan terdiri dari KATA:
An
= TANPA
AESTHESIA = RASA

TANPA RASA

BERARTI :
TATALAKSANA UNTUK MEMATIKAN RASA SECARA
SENTRAL YANG DISERTAI HILANGNYA KESADARAN
YANG BERSIFAT REVERSIBEL

08/28/15

ANESTESIA

ANESTESIA-ANALGESIA
TRIAS ANESTESIA UMUM
1. HIPNOTIK (mati ingatan)
2. ANALGESIA (mati rasa)
3. RELAKSASI OTOT (mati gerak)

ANALGESIA REGIONAL
1. ANALGESIA (mati rasa)
2. SUPRESI REFLEKS (mati gerak)
BERSIFAT
08/28/15

REVERSIBLE
ANESTESIA

APLIKASI OBAT ANESTETIKUM

1. SATU JENIS OBAT


- ETER
- OBAT ANESTETIK LOKAL
2. KOMBINASI BEBERAPA OBAT
- HIPNOTIKUM (INH/IV)
- ANALGETIKUM (INH/IV)
- PELUMPUH OTOT (IV)

08/28/15

ANESTESIA

TEORI ANESTESIA
1. MEYER & OVERTON : (1899)

=Teori Kelarutan Lemak


2. FERGUSON : (1939)
(Teori Efek Gas Inert)
3. PAULING : (1961)
=Teori Kristal Mikro Hidrat)
4. TRUDEL: (1963)
=Teori Interaksi Molekul Obat Bius dengan
Membran Lipid
08/28/15

ANESTESIA

PILIHAN
ANESTESIA-ANALGESIA
DIPENGARUHI OLEH BEBERAPA FAKTOR
USIA (BAYI, DEWASA DAN ORANG TUA)
KELAMIN (LAKI/PEREMPUAN)
JENIS OPERASI (LOKASI, POSISI, MANIPULASI DAN
DURASI)
OPERATOR
SDM ANESTESIA
STATUS RUMAH SAKIT
PERMINTAAN PASIEN
08/28/15

ANESTESIA

PILIHAN ANESTESIA-ANALGESIA
ANESTESIA

ANALGESIA

INTRAVENA

LOKAL

HIPNOTIKUM
KLASIK
TOTAL
NEROLEPT

INFILTRASI LOKAL
BLOK LAPANGANN
TOPIKAL

REGIONAL

INHALASI

SUNGKUP MUKA
PET

NAFAS SPONTAN
NAFAS KENDALI

08/28/15

ANESTESIA

BLOK SARAF
BLOK FLEKSUS
BLOK SPINAL

STADIUM ANESTESIA
1. MULAI DIKENAL SEJAK MORTON
MENDEMONSTRASIKAN PEMAKAIAN ETER
2. POMLEY, MEMBAGI STADIA TSB
MENJADI 3 STADIUM
3. JOHN SNOW MENAMBAH KAN SATU
STADIUM
4. GUEDEL MEMBAGINYA SECARA
SISTEMATIK, PADA PASIEN YANG
MENDAPATKAN ETER DGN PREMEDIKASI
ATROPIN

08/28/15

ANESTESIA

STADIA ANESTESIA
I. STADIUM ANALGESIA :

MULAI INDUKSI SAMPAI MULAI TIDAK SADAR

II. STADIUM EKSITASI

MULAI DARI TIDAK SADAR SAMPAI NAFAS TERATUR


OTOMATIS

III. STADIUM PEMBEDAHAN


Plana 1 : mulai nafas otomatis sampai gerak bola mata berhenti
Plana 2 : mulai gerak bola mata berhenti sampai nafas torakal lemah
Plana 3 : mulai nafas torakal lemah sampai nafas torakal berhenti
Plana 4 : mulai nafas torakal berhenti sampai nafas diafragma
berhenti
IV. STADIUM PARALISIS : MULAI PARALISIS DIAFRAGMA
SAMPAI HENTI JANTUNG ATAU MENINGGAL

08/28/15

ANESTESIA

10

STADIUM ANESTESIA

08/28/15

ANESTESIA

11

PERALATAN ANESTESIA

BEBERAPA ALAT-ALAT ANESTESIA


YANG PERNAH ADA :
1. TETES TERBUKA : ETER
2. INHALER TRILIN
3. EMO(Epstein-MacIntosh-Oxford)

08/28/15

ANESTESIA

12

TEKNIK TETES TERBUKA

08/28/15

ANESTESIA

13

EMO

08/28/15

ANESTESIA

14

MESIN ANESTESIA

08/28/15

ANESTESIA

15

MESIN ANESTESIA
KOMPONEN MESIN ANESTESIA :
SUMBER GAS DAN SISTEM PERPIPAAN
ALAT PANTAU TEKANAN GAS
KATUP PENURUN TEKANAN GAS
METER ALIRAN
ALAT PENGUAP (VAPORIZER)
LUBANG KELUAR CAMPURAN GAS
KENDALI OKSIGEN DARURAT
SISTEM PERNAFASAN/SIRKUIT NAFAS
KONEKTOR
08/28/15

ANESTESIA

16

SUMBER GAS

08/28/15

ANESTESIA

17

SUMBER GAS

08/28/15

ANESTESIA

18

WARNA TABUNG GAS MEDIK


O2
N2O
UDARA
CO2

08/28/15

= PUTIH/HIJAU
= BIRU
= PUTIH/HITAM
= ABU-ABU

ANESTESIA

19

METER ALIRAN DAN ALAT PENGUAP

08/28/15

ANESTESIA

20

SIRKUIT ANESTESIA

1. SISTEM SIRKUIT
(REBREATHING)
2. SISTEM MAGILL
3. SISTIM TO AND PRO
4. SISTEM T-PIECE
(Spesial utk Bayi)

08/28/15

ANESTESIA

21

SIRKUIT ANESTESI

08/28/15

ANESTESIA

22

SISTEM SIRKUIT ANESTESIA


TERDIRI DARI :
TEMPAT MASUK CAMPURAN GAS
PIPA NAFAS INSPIRASI-EKSPIRASI
KANISTER (BERISI ABSORBER CO2 = KAPUR
SODA)
KATUP SEARAH INSPIRASI-EKSPIRASI
KANTONG CADANG
KATUP POP-OF
KONEKTOR Y
08/28/15

ANESTESIA

23

SIRKUIT ANESTESIA

08/28/15

ANESTESIA

24

SIRKUIT ANESTESIA

08/28/15

ANESTESIA

25

SIRKUIT ANESTESIA
PENYERAP CO2 DALAM KANISTER :
SODALIME, TERDIRI DARI :

Ca(OH)2
= 76 - 81%
NaOH
=
4%
KOH
=
1%
PELEMBAB SILIKAT = 14 - 19%
UKURAN GRANUL
= 4 - 8 MESH
REAKSINYA : CO2 + H2O ----> H2CO3

NaOH + H2CO3 -->Na2CO3 + 2H2O + PANAS


Ca(OH)2 + H2CO3 --> CaCO3 + 2H2O+PANAS
WARNA : PUTIH BERUBAH --> BIRU
08/28/15

ANESTESIA

26

SIRKUIT ANESTESIA
PENYERAP CO2 DALAM KANISTER :
BARALIME, TERDIRI DARI :
Ba(OH)2

= 20%

Ca(OH)

= 80%

REAKSINYA :
CO2 + Ba(OH)2.18 H2O ----> Ba2CO3+9H2O
WARNA DASAR MERAH ---> SETELAH JENUH BERUBAH
MENJADI PUTIH

08/28/15

ANESTESIA

27

KONEKTOR
TERDIRI DARI :

08/28/15

1. SIKU KONEKTOR
2. SUNGKUP MUKA
3. PET

ANESTESIA

28

SISTEM MEPLESON

08/28/15

ANESTESIA

29

LANGKAH-LANGKAH ANESTESIA
1. EVALUASI PRAANESTESIA
2. PERSIAPAN PRAANESTESIA
3. PILIHAN ANESTESIA
3.1. INDUKSI
3.2. PEMELIHARAAN
3.3. PEMULIHAN
4. PASCA ANESTESIA

08/28/15

ANESTESIA

30